As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Ibrahim 14:22–46
14:22–23Page 258
وَقَالَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لَمَّا قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ ٱلۡحَقِّ وَوَعَدتُّكُمۡ فَأَخۡلَفۡتُكُمۡۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوۡتُكُمۡ فَٱسۡتَجَبۡتُمۡ لِيۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوٓاْ أَنفُسَكُمۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَآ أَنتُم بِمُصۡرِخِيَّ إِنِّي كَفَرۡتُ بِمَآ أَشۡرَكۡتُمُونِ مِن قَبۡلُۗ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٢٢
And Satan will say when the matter has been concluded, "Indeed, Allāh had promised you the promise of truth. And I promised you, but I betrayed you. But I had no authority over you except that I invited you, and you responded to me. So do not blame me; but blame yourselves. I cannot be called to your aid, nor can you be called to my aid. Indeed, I deny your association of me [with Allāh] before.1 Indeed, for the wrongdoers is a painful punishment."
وَأُدۡخِلَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡۖ تَحِيَّتُهُمۡ فِيهَا سَلَٰمٌ ٢٣
And those who believed and did righteous deeds will be admitted to gardens beneath which rivers flow, abiding eternally therein by permission of their Lord; and their greeting therein will be, "Peace!"
"Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah disele-saikan, 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap-mu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (de-ngan Allah) sejak dahulu.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu mendapat siksaan yang pedih. Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shalih ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Rabb mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah, 'Salam'." (Ibrahim: 22-23).
(22) Artinya ﴾ وَقَالَ ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Dan berkatalah setan", yang men-jadi faktor pemicu segala keburukan yang terjadi di alam semesta, sedang berbicara kepada para penghuni neraka, dalam rangka men-cuci tangannya dari tanggung jawab kepada mereka ﴾ لَمَّا قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan", penghuni surga memasuki surga dan penghuni neraka masuk ke dalam neraka, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar", melalui lisan para RasulNya, namun kalian tidak menaati-nya. Jikalau kalian mau menaatinya, niscaya kalian benar-benar akan menjumpai kemenangan besar, ﴾ وَوَعَدتُّكُمۡ ﴿ "dan aku pun telah menjanjikan kepadamu", dengan kebaikan ﴾ فَأَخۡلَفۡتُكُمۡۖ ﴿ "tetapi aku me-nyalahinya", tapi (janji tersebut) tidak terealisasikan, dan harapan yang aku janjikan kepada kalian yang berupa impian-impian yang batil tidak pernah terwujud. ﴾ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنٍ ﴿ "Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku ter-hadapmu", tidak ada kekuatan hujjah yang mendukung ucapanku, ﴾ إِلَّآ أَن دَعَوۡتُكُمۡ فَٱسۡتَجَبۡتُمۡ لِيۖ ﴿ "melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku", maksudnya, inilah puncak (tujuan) yang aku canangkan, yaitu aku menyeru kalian kepada keinginanku dan aku mengkondisikannya agar nampak indah di mata kalian, lantas kalian menyambut (seruan)ku, lantaran kalian mengikuti hawa nafsu dan dorongan syahwat kalian. Kalau faktanya demikian ﴾ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوٓاْ أَنفُسَكُمۖ ﴿ "oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku. Akan tetapi cerca-lah dirimu sendiri", kalianlah yang menjadi penyebab, dan pada kalianlah inti penyebab hukuman, ﴾ مَّآ أَنَا۠ بِمُصۡرِخِكُمۡ ﴿ "aku sekali-kali tidak dapat menolongmu", aku bukan penolong kalian dari kesulitan yang kalian alami ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُصۡرِخِيَّ ﴿ "dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku", setiap pihak menerima siksanya masing-masing. ﴾ إِنِّي كَفَرۡتُ بِمَآ أَشۡرَكۡتُمُونِ مِن قَبۡلُۗ ﴿ "Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah ) sejak dulu", maksud-nya aku berlepas diri dari tindakan kalian mempersekutukanku denganNya. Aku bukan sekutu bagi Allah, dan tidak wajib (sese-orang) taat kepadaku. ﴾ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu", (ber-buat zhalim) kepada diri mereka sendiri dengan taat kepada setan ﴾ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "mereka mendapat siksaan yang pedih", kekal abadi di dalamnya selamanya. Ini termasuk cerminan sifat kelembutan Allah kepada para hambaNya, dengan memperingatkan mereka dari bahaya taat kepada setan dan memberitahukan celah-celah yang digunakan setan untuk mengintervensi manusia dan (memberitahu-kan) maksud setan terhadap seorang manusia. Tujuannya adalah menjerumuskan manusia ke dalam api neraka. Di sini, Allah menjelaskan kepada kita bahwa setan dan pung-gawanya bila telah masuk neraka, maka mereka akan berkilah de-ngan pernyataan tersebut, mengingkari praktik kesyirikan mereka. ﴾ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثۡلُ خَبِيرٖ 14 ﴿ "Dan tidak ada yang memberi berita kepadamu seperti yang dilaku-kan Dzat yang Maha Mengetahui." (Fathir: 14). Ketahuilah, di ayat ini, Allah menerangkan bahwa setan tidak mempunyai kekuasaan. Sementara di dalam ayat lain Allah berfir-man, ﴾ إِنَّمَا سُلۡطَٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوۡنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشۡرِكُونَ 100 ﴿ "Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya menjadi pemimpin dan atas orang-orang yang mem-persekutukannya dengan Allah." (An-Nahl: 100). Kekuasaan yang Allah tepis darinya adalah kekuatan hujjah dan dalil. Pada dasarnya, ia tidak mempunyai hujjah yang men-dukung seruannya. Kemampuannya yang paling tinggi hanyalah, melontarkan berbagai macam syubhat dan tipudaya kepada mereka, yang membuat mereka nekad dalam berbuat maksiat. Sedangkan kekuasaan yang Allah tetapkan baginya, adalah kemampuan melan-carkan tipuan kepada para pengikutnya untuk berbuat maksiat yang benar-benar menyeret mereka ke dalamnya dengan kuat. Mereka itu adalah orang-orang yang mendudukkannya sebagai penguasa atas diri mereka melalui pemberian loyalitas dan bergabung dengan kelompoknya. Oleh karenanya, ia tidak mempunyai kekuasaan (ke-kuatan) atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah.
(23) Ketika Allah menyebutkan hukuman bagi orang-orang yang berbuat zhalim, lantas menyebutkan pahala bagi orang-orang yang taat. Dia berfirman, ﴾ وَأُدۡخِلَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shalih", yaitu mereka yang melaksanakan agama dalam bentuk ucapan, amalan, dan keyakinan ﴾ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ﴿ "ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai", di dalamnya terdapat berbagai kenikmat-an dan kesenangan yang tidak pernah disaksikan mata, tidak ter-dengar oleh pendengaran, dan tidak terlintas pada benak siapa pun. ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡۖ ﴿ "Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Rabb mereka", bukan karena daya dan kekuatan mereka, tapi dengan daya dan kekuatan Allah. ﴾ تَحِيَّتُهُمۡ فِيهَا سَلَٰمٌ ﴿ "Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah, 'Salam'," mereka saling menyampai-kan ucapan selamat, sambutan dan perkataan yang baik kepada yang lain.
14:24–26Page 258
أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ ٢٤
Have you not considered how Allāh presents an example, [making] a good word like a good tree, whose root is firmly fixed and its branches [high] in the sky?
تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينِۭ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ٢٥
It produces its fruit all the time, by permission of its Lord. And Allāh presents examples for the people that perhaps they will be reminded.
وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجۡتُثَّتۡ مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ ٢٦
And the example of a bad word is like a bad tree, uprooted from the surface of the earth, not having any stability.
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun." (Ibrahim: 24-26).
(24) Allah تعالى berfirman, ﴾ أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ ﴿ "Tidak-kah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan ka-limat yang baik", yaitu persaksian tidak ada sesembahan (yang ber-hak disembah) kecuali Allah, dan cabang-cabangnya adalah ﴾ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ ﴿ "seperti pohon yang baik", yaitu pohon kurma ﴾ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ ﴿ "akar-nya teguh" ke dalam tanah ﴾ وَفَرۡعُهَا ﴿ "dan cabangnya", menjulang ﴾ فِي ٱلسَّمَآءِ ﴿ "ke langit", selalu banyak manfaatnya.
(25) ﴾ تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا ﴿ "Pohon itu memberikan buahnya", hasil buah-buahnya ﴾ كُلَّ حِينِۭ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ ﴿ "pada setiap musim dengan seizin Rabbnya", demikian pula pohon iman, akarnya teguh di hati seorang Mukmin dalam bentuk ilmu dan keyakinan. Cabangnya berbentuk perkataan baik, amal shalih, akhlak yang disukai dan etika-etika yang bagus selalu berada di langit, menuju kepada Allah dari dirinya berupa amalan-amalan dan ucapan-ucapan yang dihasilkan oleh pohon iman, yang menorehkan manfaat bagi seorang Mukmin dan orang lain. ﴾ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ﴿ "Allah membuat perumpa-maan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat", ke-pada hal-hal yang diperintahkan dan dilarang. Karena di dalam penetapan permisalan terdapat (makna) pendekatan untuk makna yang logis dari permisalan yang dapat dicerna oleh panca indera. Dan makna yang diinginkan Allah menjadi benar-benar terang dan betul-betul jelas. Ini salah satu bentuk rahmat dan keindahan pem-binaanNya (kepada para makhluk). Bagi Allah pujian yang paling sempurna dan paling paripurna serta paling luas. Sifat ini merupa-kan karakteristik kalimat tauhid dan keteguhannya di hati seorang Mukmin.
(26) Kemudian Allah menyebutkan lawannya, yaitu kalimat al-Kufr (perkataan kekufuran) dan cabang-cabangnya. Allah berfir-man, ﴾ وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ﴿ "Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk", untuk dimakan dan dirasakan, ia merupakan pohon Handzhal dan pohon yang serupa lainnya ﴾ ٱجۡتُثَّتۡ ﴿ "yang telah dicabut dengan akar-akarnya", yakni pohon ini (telah dicabut) ﴾ مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ ﴿ "dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun", tidak ada keteguhan, tidak ada akar yang menahannya dan tidak ada buah bagus yang dihasilkannya. Bahkan kalaupun ada buahnya, tapi jenis buah yang jelek. Demikian pula kalimat kekufuran dan kemaksiatan. Tidak ada keteguhan yang bermanfaat dalam hati, tidak menghasilkan melainkan ucapan buruk, dan amalan keji. Orangnya pun justru terancam bahaya olehnya. Tidak mendapatkan manfaat darinya. Amalan shalih darinya tidak melaju naik kepada Allah. Tidak memberinya manfaat kepada dirinya, dan orang lain pun tidak merasakan manfaatnya.
14:27Page 259
يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَۚ وَيَفۡعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ٢٧
Allāh keeps firm those who believe, with the firm word,1 in worldly life and in the Hereafter.2 And Allāh sends astray the wrongdoers. And Allāh does what He wills.
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan berbuat apa yang Dia kehendaki." (Ibrahim: 27).
(27) Allah تعالى memberitahukan bahwa Dia meneguhkan (hati) para hambaNya yang beriman, yaitu orang-orang yang melaksana-kan kewajiban mereka berupa keimanan hati yang sempurna, yang berkonsekuensi pelaksanaan amalan-amalan fisik dan mengembang-kannya. Maka Allah menetapkan hati mereka di kehidupan dunia saat gencarnya syubhat-syubhat dengan kekuatan hidayah menuju keyakinan, dan saat bermunculannya syahwat-syahwat melalui tekad baja untuk lebih mengutamakan hal-hal yang dicintai Allah daripada bisikan hawa nafsu dan hasratnya. Sementara itu, di akhi-rat kelak, ketika kematian datang, (Dia menetapkan hati) dengan keteguhan berpedoman pada agama Islam dan husnul khatimah. Sedangkan di kubur nanti, saat menghadapi pertanyaan dua ma-laikat (maka Allah meneguhkannya) dengan (memudahkannya untuk) menjawabnya dengan jawaban yang benar, ketika dilontar-kan kepada mayat: Siapakah Rabbmu? Apakah agamamu? Dan siapakah nabimu? Allah memberikan hidayah kepada mereka untuk menjawab dengan benar, dengan menjawab, "Allah Rabbku, Islam agamaku dan Muhammad Nabiku." ﴾ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَۚ ﴿ "Dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim", dari jalan kebenaran di dunia dan akhirat. Allah tidak ber-buat kezhaliman kepada mereka. Mereka sendirilah yang telah meng-aniaya diri mereka sendiri. Dalam ayat ini, terkandung petunjuk tentang wujud fitnah kubur, siksaan dan kenikmatan padanya, sebagaimana tertuang dalam banyak nash dari Nabi tentang fitnah dan bentuknya, kenik-matan kubur dan siksanya.
14:28–30Page 259
۞ أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ كُفۡرٗا وَأَحَلُّواْ قَوۡمَهُمۡ دَارَ ٱلۡبَوَارِ ٢٨
Have you not considered those who exchanged the favor of Allāh for disbelief1 and settled their people [in] the home of ruin?
جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَاۖ وَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ٢٩
[It is] Hell, which they will [enter to] burn, and wretched is the settlement.
وَجَعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا لِّيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِهِۦۗ قُلۡ تَمَتَّعُواْ فَإِنَّ مَصِيرَكُمۡ إِلَى ٱلنَّارِ ٣٠
And they have attributed to Allāh equals to mislead [people] from His way. Say, "Enjoy yourselves, for indeed, your destination is the Fire."
"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nik-mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan. Yaitu Neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanNya. Katakanlah, 'Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka'." (Ibrahim: 28-30).
(28) Allah تعالى berfirman menjelaskan kondisi riil orang-orang yang mendustakan RasulNya, dari kalangan orang-orang kafir Quraisy dan kesudahan ulah mereka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ كُفۡرٗا ﴿ "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran", kenikmatan dari Allah yakni pengutusan Mu-hammad kepada mereka untuk menyeru mereka kepada pencapaian kebaikan-kebaikan di dunia dan akhirat, dan (menyeru) kepada keselamatan dari macam-macam kejelekan dunia dan akhirat. Mereka menggantikan nikmat ini dengan menampiknya dan mengingkari-nya serta berpaling darinya dengan tindakan diri mereka sendiri dan menghalangi orang lain sehingga ﴾ أ َ ح َ ل ّ ُ و ْ ا قَوۡمَهُمۡ دَارَ ٱلۡبَوَارِ ﴿ "dan men-jatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan", yaitu neraka. Mereka menjadi faktor penyebab kesesatan mereka sendiri, hingga menjelma sebagai malapetaka bagi kaum mereka, padahal diperkirakan memberikan manfaat bagi mereka. Di antaranya, mereka berhasil membujuk kaum mereka untuk keluar menuju perang Badar guna memerangi Allah dan RasulNya. Maka, terjadilah apa yang sudah dibukukan sejarah. Banyak pembesar dan tokoh mereka yang terbunuh dalam pertempuran tersebut.
(29) ﴾ جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَاۖ ﴿ "Yaitu Neraka Jahanam, mereka masuk ke dalamnya", panasnya akan mengitari diri mereka dari semua sisi. ﴾ وَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "Dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman."
(30) ﴾ وَجَعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا ﴿ "Dan orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah", tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu ﴾ لِّيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِهِۦۗ ﴿ "supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanNya", untuk menyesatkan para hamba dari jalan Allah melalui tandingan-tandingan yang telah mereka tetapkan bagi Allah dan menyeru orang-orang untuk menyembahnya. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", untuk meng-ancam mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ ﴿ "Bersenang-senanglah", dengan kekufuran dan kesesatan kalian sejenak. Kesempatan itu tidaklah bermanfaat bagi kalian ﴾ فَإِنَّ مَصِيرَكُمۡ إِلَى ٱلنَّارِ ﴿ "karena sesungguhnya tempat kembali-mu ialah neraka", tempat kembali dan tempat kesudahan mereka adalah di dalamnya. Dan neraka itu merupakan seburuk-buruk tempat kembali.
14:31Page 259
قُل لِّعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُنفِقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمٞ لَّا بَيۡعٞ فِيهِ وَلَا خِلَٰلٌ ٣١
[O Muḥammad], tell My servants who have believed to establish prayer and spend from what We have provided them, secretly and publicly, before a Day comes in which there will be no exchange [i.e., ransom], nor any friendships.
"Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang telah beriman, 'Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun te-rang-terangan sebelum datang hari (Kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan'." (Ibrahim: 31).
(31) Artinya, katakanlah kepada para hambaKu yang beriman untuk memerintahkan mereka dengan perintah yang berisi puncak kemaslahatan bagi mereka dan sepatutnya mempergunakan kesem-patan sebelum mereka tidak mampu berbuat apa-apa. ﴾ يُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "Hendaklah mereka mendirikan shalat", secara zahir dan batin ﴾ وَيُنفِقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan", dalam ben-tuk kenikmatan yang telah Kami curahkan kepada mereka, sedikit atau banyak ﴾ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ ﴿ "secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan", infak ini mencakup infak wajib, misalnya zakat, dan me-nafkahi orang yang wajib dinafkahi oleh seseorang, juga mencakup nafkah yang mustahab seperti sedekah-sedekah dan lainnya. ﴾ مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمٞ لَّا بَيۡعٞ فِيهِ وَلَا خِلَٰلٌ ﴿ "sebelum datang hari (Kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan", tidak ada sesuatu pun yang ber-guna pada waktu itu, dan tidak ada cara untuk mengejar sesuatu yang telah terlewatkan, tidak terbeli melalui praktik transaksi jual beli, atau dengan pemberian hibah (hadiah) dari orang terkasih atau teman akrab. Setiap insan mempunyai urusan sendiri-sendiri yang menyibukkannya. Hendaklah seorang hamba mempersembahkan (amalan) bagi dirinya dan memperhatikan apa yang telah dia per-siapkan untuk hari esok. Hendaklah dia memantau aktifitas-aktifitas-nya, mengintrospeksi diri sebelum datangnya hari perhitungan yang agung.
14:32–34Page 259
ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡفُلۡكَ لِتَجۡرِيَ فِي ٱلۡبَحۡرِ بِأَمۡرِهِۦۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡأَنۡهَٰرَ ٣٢
It is Allāh who created the heavens and the earth and sent down rain from the sky and produced thereby some fruits as provision for you and subjected for you1 the ships to sail through the sea by His command and subjected for you the rivers.
وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ دَآئِبَيۡنِۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ ٣٣
And He subjected for you the sun and the moon, continuous [in orbit], and subjected for you the night and the day.
وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلۡتُمُوهُۚ وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَظَلُومٞ كَفَّارٞ ٣٤
And He gave you from all you asked of Him.1 And if you should count the favor [i.e., blessings] of Allāh, you could not enumerate them. Indeed, mankind is [generally] most unjust and ungrateful.2
"Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menu-runkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan -dengan air hujan itu- berbagai buah-buahan menjadi rizki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendakNya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagi-mu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbit-nya); dan Dia telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya tidaklah kamu dapat menghitungnya. Se-sungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (Ibrahim: 32-34).
(32) Allah تعالى memberitakan bahwa Dia-lah semata ﴾ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "yang telah menciptakan langit dan bumi", dengan segala bentuknya yang luas lagi besar ﴾ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ ﴿ "dan menurunkan air hujan dari langit", air hujan yang Allah turunkan dari gumpalan mendung, lantas mengeluarkan dengan air itu ﴾ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ ﴿ "berbagai buah-buahan", yang bermacam-macam jenisnya ﴾ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ ﴿ "menjadi rizki bagi dirimu", dan sebagai rizki bagi hewan ternak kalian ﴾ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡفُلۡكَ ﴿ "dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu", kapal-kapal dan perahu-perahu ﴾ لِتَجۡرِيَ فِي ٱلۡبَحۡرِ بِأَمۡرِهِۦۖ ﴿ "supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendakNya", Dia-lah Dzat yang memudahkan proses pembuatannya bagi kalian dan memberikan kemampuan bagi kalian untuk mengerjakannya dan menjaganya (tetap mengambang) di atas aliran air. Gunanya, untuk membawa kalian dan benda pernia-gaan kalian serta barang-barang kalian menuju tempat yang kalian tuju. ﴾ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡأَنۡهَٰرَ ﴿ "Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai", untuk mengairi sawah pertanian kalian dan pepo-honan, dan untuk kalian minum sebagiannya.
(33) ﴾ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ دَآئِبَيۡنِۖ ﴿ "Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya)", tidak lamban dan tidak tersendat-sendat, melaju guna menciptakan kemaslahatan bagi kalian seperti perhitungan waktu-waktu dan maslahat bagi fisik, hewan ternak, dan tanaman serta buah-buahan milik kalian. ﴾ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ ﴿ "Dan Dia telah menundukkan bagimu malam" agar kalian dapat tidur padanya ﴾ وَٱلنَّهَارَ ﴿ "dan siang", penuh cahaya agar kalian bisa mencari sebagian dari keutamaan-Nya.
(34) ﴾ وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلۡتُمُوهُۚ ﴿ "Dan Dia telah memberikan kepada-mu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya", Allah memberikan kepada kalian segala hal yang berhubungan dengan angan-angan dan kebutuhan kalian yang kalian mohon-kan kepadaNya, baik melalui gerak-gerik kalian atau dengan per-nyataan verbal berupa hewan-hewan ternak, alat-alat (piranti), produk-produk dan lain sebagainya. ﴾ وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ ﴿ "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitung-nya", apalagi berkaitan dengan pelaksanaan syukur kalian terha-dapnya ﴾ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَظَلُومٞ كَفَّارٞ ﴿ "Sesungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)", maksudnya sifat ini merupakan tabiat manusia, di mana dia berbuat zhalim dan nekad melakukan maksiat-maksiat, lalai dalam memenuhi hak-hak Allah, sering mengingkari nikmat-nikmat Allah, tidak mensyukurinya, tidak mengakuinya, kecuali orang-orang yang diberi hidayah oleh Allah, hingga mau bersyukur atas nikmat-nikmatNya, dan menya-dari hak Rabbnya (atas dirinya) dan menjalankannya. Pada beberapa ayat ini, terdapat keterangan mengenai berba-gai macam nikmat Allah yang banyak kepada hamba, baik terpe-rinci ataupun global. Allah mengajak para hambaNya untuk berbuat syukur kepadaNya dan mengingatNya serta menganjurkan mereka untuk itu, mendorong untuk meminta dan berdoa kepadaNya di waktu-waktu malam dan siang hari, sebagaimana (timbal baliknya) bahwa nikmatNya akan datang berulang-ulang di segala waktu.
14:35–41Page 260
وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا ٱلۡبَلَدَ ءَامِنٗا وَٱجۡنُبۡنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ ٣٥
And [mention, O Muḥammad], when Abraham said, "My Lord, make this city [i.e., Makkah] secure and keep me and my sons away from worshipping idols.
رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضۡلَلۡنَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِۖ فَمَن تَبِعَنِي فَإِنَّهُۥ مِنِّيۖ وَمَنۡ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٣٦
My Lord, indeed they have led astray many among the people. So whoever follows me - then he is of me;1 and whoever disobeys me - indeed, You are [yet] Forgiving and Merciful.
رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡـِٔدَةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ ٣٧
Our Lord, I have settled some of my descendants in an uncultivated valley near Your sacred House, our Lord, that they may establish prayer. So make hearts among the people incline toward them and provide for them from the fruits that they might be grateful.
رَبَّنَآ إِنَّكَ تَعۡلَمُ مَا نُخۡفِي وَمَا نُعۡلِنُۗ وَمَا يَخۡفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِن شَيۡءٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِ ٣٨
Our Lord, indeed You know what we conceal and what we declare, and nothing is hidden from Allāh on the earth or in the heaven.
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى ٱلۡكِبَرِ إِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ ٣٩
Praise to Allāh, who has granted to me in old age Ishmael and Isaac. Indeed, my Lord is the Hearer of supplication.
رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ ٤٠
My Lord, make me an establisher of prayer, and [many] from my descendants. Our Lord, and accept my supplication.
رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ يَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡحِسَابُ ٤١
Our Lord, forgive me and my parents and the believers the Day the account is established."
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, 'Ya Rabbku, jadikan-lah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesung-guhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang men-durhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menem-patkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahMu (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan me-reka bersyukur. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Se-sungguhnya Rabbku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenan-kan) doa. Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan doaku. Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang Mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari Kiamat)'." (Ibrahim: 35-41).
(35) Artinya ﴾ و َ ﴿ "Dan", ingatlah Ibrahim عليه السلام pada momen-tum yang bagus ini ﴾ إ ِ ذ ْ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا ٱلۡبَلَدَ ﴿ "ketika Ibrahim berkata, 'Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Makkah)'," tanah Haram ﴾ ءَامِنٗا ﴿ "ne-geri yang aman", kemudian Allah mengabulkan doanya, sebagai ketentuan syariat dan takdirNya. Lalu Allah menjadikannya tanah haram (suci) dalam syariat Islam dan membuat mudah faktor-fak-tor yang (memelihara) kesuciannya berdasarkan ketentuan takdir-Nya, seperti yang telah diketahui, hingga tidaklah ada orang zhalim yang berhasrat melancarkan keburukan padanya melainkan Allah membinasakannya. Sebagaimana yang dialami tentara gajah dan lain-lain. Ketika beliau memohon terciptanya keamanan baginya (tanah haram), maka beliau memohon jaminan keamanan bagi diri-nya dan keturunannya. Beliau berkata, ﴾ وَٱجۡنُبۡنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ ﴿ "Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala", jadikanlah kami dan mereka berada di posisi yang jauh dari beribadah dan berkonsentrasi dengannya.
(36) Kemudian Allah menyebutkan alasan kekhawatiran Nabi Ibrahim terhadap praktik kesyirikan pada diri dan anak-keturunan-nya, yaitu banyaknya orang yang terfitnah dan tergoda oleh per-ibadahan syirik. Dia berkata, ﴾ رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضۡلَلۡنَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِۖ ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia", mereka tersesat disebabkannya ﴾ فَمَن تَبِعَنِي ﴿ "maka barang-siapa mengikutiku", sesuai kandungan risalah yang aku bawa, berupa tauhid dan ikhlas kepada Allah Rabb semesta alam ﴾ فَإِنَّهُۥ مِنِّيۖ ﴿ "maka sesungguhnya dia termasuk golonganku", lantaran integritasnya dalam mengikuti. Barangsiapa mencintai suatu kaum, niscaya akan meng-ikuti mereka, dan bergabung dengan mereka. ﴾ وَمَنۡ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", ungkapan ini menjadi bukti rasa iba Ibrahim عليه السلام (kepada anak cucunya) di mana beliau ber-doa bagi orang yang bermaksiat agar mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah. Allah سبحانه وتعالى lebih sayang daripada Ibrahim kepada para hamba Allah, tidak menyiksa kecuali orang yang keras kepala (dalam maksiat).
(37) ﴾ رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ ﴿ "Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati", kisahnya, beliau membawa Hajar, ibu Isma'il bersama putranya, Isma'il عليه السلام saat masih dalam masa susu-an dari wilayah Syam hingga menempatkannya di Makkah. Pada waktu itu, kota Makkah tidak berpenghuni, tiada orang yang me-manggil maupun yang menjawab. Ketika Ibrahim menaruh mereka di sana, maka beliau memanjatkan doa ini. Beliau memohon dengan ketundukan lagi bertawakal kepadaNya, wahai Rabbku, ﴾ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي ﴿ "sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku", tidak semua keturunanku. Karena Ishaq masih berada di negeri Syam. Demikian pula anak-anaknya yang lain. Beliau hanya menem-patkan Isma'il dan keturunannya di kota Makkah. FirmanNya, ﴾ بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ ﴿ "di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman", karena tanah kota Makkah tidak cocok untuk lahan pertanian. ﴾ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "Ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka men-dirikan shalat", maksudnya jadikanlah mereka orang-orang yang bertauhid lagi mendirikan shalat. Sebab menegakkan shalat ter-masuk ibadah agama yang paling istimewa lagi utama. Siapa saja yang menegakkannya, maka sungguh dia telah menegakkan Agama-nya. ﴾ فَٱجۡعَلۡ أَفۡـِٔدَةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ ﴿ "Maka jadikanlah hati sebagian ma-nusia cenderung kepada mereka", maksudnya mencintai mereka dan menyenangi tempat yang mereka huni. Allah mengabulkan doa beliau. Allah melahirkan Muhammad dari keturunan Isma'il yang mengajak umat keturunan beliau kepada agama Islam dan ajaran agama Ibrahim. Mereka pun menyambut dakwah nabi Muhammad dan menjadi orang-orang yang menegakkan shalat. Dan Allah mewajibkan berhaji ke Baitullah yang mana Ibrahim telah menem-patkan (sebagian) keturunannya di dalamnya, dan menciptakan rahasia yang menakjubkan di sana, memikat kalbu-kalbu (manusia). Keturunan- keturunan beliau senantiasa berangkat haji ke sana tanpa pernah menghapuskan niatan ini. Bahkan, semakin sering seorang hamba bolak-balik ke sana, semakin tinggi rasa kerinduan dan semakin besar kecintaan dan hasrat untuk ke sana. Inilah ra-hasia kenapa lafazh "bait (rumah)" dinisbatkan kepada DzatNya yang suci (menjadi rumah Allah). ﴾ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ ﴿ "Dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur", Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim. Maka berubahlah keadaan, berbagai buah-buahan didatangkan ke sana. Engkau dapat melihat kota Makkah setiap saat, dalam keadaan dipenuhi bermacam-ma-cam buah yang melimpah dan rizki datang silih-berganti dari segala penjuru.
(38) ﴾ رَبَّنَآ إِنَّكَ تَعۡلَمُ مَا نُخۡفِي وَمَا نُعۡلِنُۗ ﴿ "Ya Rabb kami, sesungguhnya Eng-kau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan", maksudnya, Engkau lebih mengetahui diri kami daripada kami sendiri. Karena itu, kami memohon melalui pengaturan dan pembi-naanMu terhadap kami untuk memudahkan urusan-urusan yang kami mengerti dan yang kami tiada mengetahuinya, sebagai bias kandungan sifat ilmu dan rahmatMu. ﴾ وَمَا يَخۡفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِن شَيۡءٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit", termasuk dalam konteks ini, doa yang mana tidaklah didedikasikan oleh sang Khalilur Rahman (kekasih Dzat Yang Maha Penyayang) melainkan untuk meraih kebaikan dan memperbanyak frekuensi syukur kepada Allah, Pe-nguasa alam semesta.
(39) Berikutnya, beliau mendoakan kebaikan bagi dirinya dan keturunannya, dengan berkata, ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى ٱلۡكِبَرِ إِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَۚ ﴿ "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq", karunia dalam bentuk mereka adalah termasuk kenikmatan yang paling besar. Kelahiran mereka di usia tua beliau dalam kondisi yang sudah tiada harapan lagi untuk men-dapatkan anak keturunan merupakan kenikmatan agung yang lain. Dan status mereka sebagai para nabi yang shalih adalah kenikmat-an yang paling besar lagi utama. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doaku," mak-sudnya, sangat dekat pengabulanNya dari orang yang berdoa ke-padaNya. Aku telah berdoa kepadaNya, namun Dia tidak pernah memupuskan harapanku.
(40-41) Kemudian beliau mendoakan kebaikan bagi dirinya dan keturunannya dengan berkata, ﴾ رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ 40 رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ يَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡحِسَابُ 41 ﴿ "Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan doaku. Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang Mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari Kiamat)", Allah menyambut seluruh permohonan beliau, kecuali doa (permohonan ampunan) bagi ayahnya yang mana be-liau panjatkan sekedar hanya untuk pemenuhan janji yang beliau sampaikan kepada ayahnya. Ketika telah jelas bahwa dia adalah musuh Allah, maka dia berlepas diri darinya.
Selanjutnya, Allah تعالى berfirman,
14:42–43Page 260
وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ٤٢
And never think that Allāh is unaware of what the wrongdoers do. He only delays them [i.e., their account] for a Day when eyes will stare [in horror].
مُهۡطِعِينَ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ لَا يَرۡتَدُّ إِلَيۡهِمۡ طَرۡفُهُمۡۖ وَأَفۡـِٔدَتُهُمۡ هَوَآءٞ ٤٣
Racing ahead, their heads raised up, their glance does not come back to them,1 and their hearts are void.
"Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bah-wa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah hanya memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (Ibrahim: 42-43).
(42) Ini adalah ancaman keras bagi orang-orang yang berbuat aniaya sekaligus sebagai penghibur hati bagi orang-orang yang men-jadi obyek penganiayaan. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ ﴿ "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim", (fakta menyatakan) Allah masih memberikan kesempatan bagi mereka, dan mencurahkan berbagai jenis rizki, serta membiarkan mereka bebas bergerak di negeri-negeri dalam keadaan aman lagi tenang. Hal itu bukan menjadi pertanda baiknya kondisi mereka. Karena Allah sedang menunda waktu dan memberikan kesempatan bagi orang yang berbuat aniaya, agar dosanya semakin menumpuk. Sampai akhirnya, ketika Allah menyiksanya, maka dia tidak dapat berkutik lagi. ﴾ وَكَذَٰلِكَ أَخۡذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلۡقُرَىٰ وَهِيَ ظَٰلِمَةٌۚ إِنَّ أَخۡذَهُۥٓ أَلِيمٞ شَدِيدٌ 102 ﴿ "Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk ne-geri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azabNya itu adalah sangat pedih lagi keras." (Hud: 102) Kezhaliman di sini mencakup setiap bentuk kezhaliman antara seorang hamba dengan Rabbnya dan kezhalimannya kepada sesama. ﴾ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak", maksudnya matanya tidak bergerak sekalipun karena dahsyatnya keadaan yang dia lihat, berupa kengerian-kengerian. Betapa meri-saukan malapateka di sana!
(43) ﴾ مُهۡطِعِينَ ﴿ "Mereka datang bergegas-gegas", maksudnya mereka bersegera merangsek ke arah penyeru ketika meminta me-reka untuk datang di hadapan Allah untuk menjalani proses hisab (perhitungan amal). Tidak ada penolakan pada mereka, dan tiada tempat lari maupun tempat bersembunyi ﴾ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ ﴿ "dengan meng-ngkat kepalanya" maksudnya menengadahkannya. Dua tangan mereka telah dirantai sampai menyentuh dagu-dagu mereka. Karenanya, kepala-kepala mereka terangkat ﴾ لَا يَرۡتَدُّ إِلَيۡهِمۡ طَرۡفُهُمۡۖ وَأَفۡـِٔدَتُهُمۡ هَوَآءٞ ﴿ "sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong", maksudnya hati-hati mereka kosong dari dada mereka, karena telah naik ke arah kerongkongan. Akan tetapi, begitu tersesaki oleh kegelisahan, kerisauan, kesedihan, dan kegundahan.
14:44–46Page 261
وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوۡمَ يَأۡتِيهِمُ ٱلۡعَذَابُ فَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ رَبَّنَآ أَخِّرۡنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ نُّجِبۡ دَعۡوَتَكَ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَۗ أَوَلَمۡ تَكُونُوٓاْ أَقۡسَمۡتُم مِّن قَبۡلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٖ ٤٤
And, [O Muḥammad], warn the people of a Day when the punishment will come to them and those who did wrong will say, "Our Lord, delay us for a short term; we will answer Your call and follow the messengers." [But it will be said], "Had you not sworn, before, that for you there would be no cessation?1
وَسَكَنتُمۡ فِي مَسَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَتَبَيَّنَ لَكُمۡ كَيۡفَ فَعَلۡنَا بِهِمۡ وَضَرَبۡنَا لَكُمُ ٱلۡأَمۡثَالَ ٤٥
And you lived among the dwellings of those who wronged themselves, and it had become clear to you how We dealt with them. And We presented for you [many] examples."
وَقَدۡ مَكَرُواْ مَكۡرَهُمۡ وَعِندَ ٱللَّهِ مَكۡرُهُمۡ وَإِن كَانَ مَكۡرُهُمۡ لِتَزُولَ مِنۡهُ ٱلۡجِبَالُ ٤٦
And they had planned their plan, but with Allāh is [recorded] their plan, even if their plan had been [sufficient] to do away with the mountains.1
"Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkata-lah orang-orang yang zhalim, 'Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kembalikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruanMu dan akan mengikuti rasul-rasul.' (Kepada mereka dikatakan), 'Bukankah kamu telah bersum-pah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa. Dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu ba-gaimana Kami telah berbuat terhadap mereka, dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.' Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar, padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya." (Ibrahim: 44-46).
(44) Allah berfirman kepada NabiNya, M u h a m m a d ﴾ وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوۡمَ يَأۡتِيهِمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka", maksudnya deskripsikanlah kondisinya dan peringatkanlah mereka dari amalan-amalan yang mendatangkan siksa, yang jika telah tiba membawa kesengsaraan dan malapetaka, maka berkatalah orang-orang yang berbuat kezhaliman dalam bentuk kekufuran dan pendustaan serta macam-macam maksiat dalam perasaan sesal atas tindakan mereka, permohonan untuk kembali (ke dunia) yang sudah bukan waktunya lagi, ﴾ رَبَّنَآ أَخِّرۡنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ ﴿ "Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kem-balikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit", maksudnya tolong kembalikanlah kami ke alam dunia. Sungguh kami telah menyaksikan (kebenaran yang kami dustakan) ﴾ نُّجِبۡ دَعۡوَتَكَ ﴿ "niscaya kami akan mematuhi seruanMu", dan Allah menyeru ke Darussalam (tempat keselamatan, surga) ﴾ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَۗ ﴿ "dan kami akan mengikuti rasul-rasul", semua omongan ini hanyalah untuk terbebaskan dari siksaan yang pedih. Apabila tidak demikian, maka sebetulnya me-reka itu berbohong saja dalam janji ini. Bila mereka dikembalikan (ke dunia lagi), tentulah mereka kembali menerjang larangan-la-rangan. Oleh sebab itu, cercaan dialamatkan kepada mereka. Dikatakan kepada mereka ﴾ أَوَلَمۡ تَكُونُوٓاْ أَقۡسَمۡتُم مِّن قَبۡلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٖ ﴿ "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa", dari dunia dan berpindah ke alam akhirat. Sekarang ini, telah jelas bagi kalian batalnya sumpah kalian dan kedustaan kalian yang kalian klaim.
(45) ﴾ و َ ﴿ "Dan" kalian tidak terpasung di dunia untuk men-cerna ayat-ayat dan bukti-bukti nyata (tentang kebenaran akhirat). Bahkan ﴾ س َ ك َ ن ْ ت ُ م ْ فِي مَسَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَتَبَيَّنَ لَكُمۡ كَيۡفَ فَعَلۡنَا بِهِمۡ ﴿ "kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka", yang berbentuk menimpakan macam-macam hukum-an, dan bagaimana Allah menjatuhkan siksaan-siksaan pada mereka ketika berbuat pendustaan terhadap ayat-ayat (tanda-tanda kebesar-an Allah) yang sudah jelas. ﴾ وَضَرَبۡنَا لَكُمُ ٱلۡأَمۡثَالَ ﴿ "Dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan", yang terang, yang mana tidaklah dia meninggalkan satu unsur keraguan sedikit pun dalam hati seseorang melainkan dia pasti menyingkirkannya. Ayat-ayat itu tidak berfaidah bagi kalian. Justru kalian berpaling dan tetap berkubang dalam kebatilan kalian. Maka, terjadilah peristiwa yang menimpa mereka. Dan kalian sudah sampai ke momentum hari ini yang mana pengajuan alasan dengan (disertai) kebatilan padanya tidak efektif.
(46) ﴾ وَقَدۡ مَكَرُواْ ﴿ "Dan sesungguhnya mereka telah membuat ma-kar", yaitu kaum yang mendustakan para rasul ﴾ مَكۡرَهُمۡ ﴿ "makar yang besar", yang telah didukung oleh kehendak dan kemampuan mereka ﴾ وَعِندَ ٱللَّهِ مَكۡرُهُمۡ ﴿ "padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu", maksudnya ilmu dan kekuasaan Allah meliputinya, karena ulah makar mereka akan berbalik menyerang mereka. Dan tidaklah makar yang buruk itu menerjang melainkan kepada pencetusnya saja. ﴾ وَإِن كَانَ مَكۡرُهُمۡ لِتَزُولَ مِنۡهُ ٱلۡجِبَالُ ﴿ "Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya", mak-sudnya sungguh, usaha makar kaum kafir yang mendustakan para rasul yang haq dan orang-orang yang membawa kebenaran –karena besarnya- sehingga bisa menyebabkan gunung-gunung yang men-julang tinggi hilang dari tempat-tempatnya. Maksudnya, mereka telah menggerakkan makar yang begitu besar, yang tidak bisa diukur tingkatannya. Akan tetapi, Allah membalikkan pengaruh makar itu ke leher-leher mereka. Termasuk dalam konteks ini, setiap orang yang menciptakan makar dari kalangan orang-orang yang menyalahi para rasul, untuk membela kebatilan atau melumpuhkan kebenar-an. Jadi, maksud ayat ini, bahwa makar mereka tidak bermanfaat bagi mereka sedikit pun, dan tidak menimbulkan bahaya apa pun bagi Allah. Justru mereka sedang menciptakan bahaya bagi diri mereka sendiri.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences