As-Sa'diAl‑Hijr · 15:45–86

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Hijr 15:45–86

15:45–50Page 264

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ٤٥

Indeed, the righteous will be within gardens and springs,

ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ ٤٦

[Having been told], "Enter it in peace, safe [and secure]."

وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ٤٧

And We will remove whatever is in their breasts of resentment,1 [so they will be] brothers, on thrones facing each other.

لَا يَمَسُّهُمۡ فِيهَا نَصَبٞ وَمَا هُم مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِينَ ٤٨

No fatigue will touch them therein, nor from it will they [ever] be removed.

۞ نَبِّئۡ عِبَادِيٓ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٤٩

[O Muḥammad], inform My servants that it is I who am the Forgiving, the Merciful,

وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ ٱلۡعَذَابُ ٱلۡأَلِيمُ ٥٠

And that it is My punishment which is the painful punishment.

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang meng-alir). (Dikatakan kepada mereka), 'Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.' Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya. Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguh-nya azabKu adalah azab yang sangat pedih'." (Al-Hijr: 45-50).

(45) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa", yaitu orang-orang yang khawatir (terjerumus) taat kepada setan dan ajakan-ajakan yang ia serukan kepada mereka, dari segala jenis dosa dan kemaksiatan ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ﴿ "berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)", taman-taman itu telah mencakup seluruh tanaman dan semua buah-buahannya yang lezat-lezat yang masak di setiap saat.

(46) Dikatakan kepada mereka ketika hendak memasukinya, ﴾ ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman", dari kematian, tidur, kelelahan, dan kelesuan serta putusnya aliran kenikmatan yang mana mereka sedang larut di dalamnya atau ber-kurangnya kenikmatan, dan juga (aman) dari penyakit, kesedihan, kerisauan, dan seluruh persoalan yang mengeruhkan pikiran."

(47) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ ﴿ "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka", maka hati mereka senantiasa selamat dari setiap dendam, kedengkian, bersih lagi saling men-cintai kepada sesama ﴾ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴿ "sedang mereka merasa ber-saudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan", hal ini menunjuk-kan tentang terjadinya saling berkunjung dan bertemu serta keso-panan etika di antara mereka karena setiap orang saling berhadapan dengan yang lain, tidak membelakanginya, duduk bertelekan pada dipan-dipan yang berhiaskan kasur, permata, dan berbagai batu-batu mulia.

(48) ﴾ لَا يَمَسُّهُمۡ فِيهَا نَصَبٞ ﴿ "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya", baik lahir maupun batin. Keadaan demikian karena Allah telah men-ciptakan mereka dalam bentuk dan kehidupan yang sempurna, yang menolak semua kehancuran. ﴾ وَمَا هُم مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِينَ ﴿ "Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan dari padanya", di segenap waktu.

(49) Sesudah Allah menceritakan kabar-kabar yang dapat membangkitkan rasa cinta dan takut dari sesuatu yang dibuat oleh Allah, berupa surga dan neraka, maka Allah menyebutkan (dalam ayat ini) sesuatu yang membangkitkan perasaan tersebut, dengan menyebutkan sifat-sifatNya تعالى. Allah berfirman, ﴾ نَبِّئۡ عِبَادِيٓ ﴿ "Kabar-kan kepada hamba-hambaKu", beritahukanlah kepada mereka dengan kepastian dan didukung oleh bukti-bukti nyata, ﴾ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", sesung-guhnya mereka itu jika mengetahui kesempurnaan rahmat dan ampunan Allah, tentu akan berusaha menempuh langkah-langkah yang mengantarkan mereka menuju rahmatNya, dan meninggalkan dosa-dosa dan bertaubat darinya, supaya dapat meraih ampunan Allah.

(50) Meskipun demikian, tidak sepatutnya gurat harapan (raja`) terus menerus membuat mereka merasa dalam naungan rasa aman dan keterlenaan. Maka, beritahukanlah kepada mereka ﴾ وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ ٱلۡعَذَابُ ٱلۡأَلِيمُ ﴿ "bahwa azabKu adalah azab yang sangat pedih", maksudnya (sebenarnya) tidak ada siksaan (yang nyata) kecuali siksa Allah yang tidak terukur tingkatannya dan tidak terdeteksi gambarannya. Kami berlindung kepada Allah dari siksaNya. Se-sungguhnya mereka itu bila mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menimpakan siksaan seperti siksaNya dan tidak ada yang mampu mengikat seperti ikatanNya, maka mereka akan berhati-hati dan menjauhkan diri dari segala faktor yang mendatang-kan hukuman pada mereka. Maka, seyogyanya seorang hamba, hatinya selalu berada di antara khauf (rasa takut), raja` (pengharapan), motivasi dan ancaman. Bila ia memandang rahmat Rabbnya, ampunan dan kemurahan serta kebaikanNya, maka hal itu akan menumbuhkan sikap raja` dan motivasi (terhadap kebaikan). Dan bila ia merenungi dosa-dosa-nya, dan kekurangannya pada pemenuhan hak-hak Rabb, maka hal itu akan melahirkan rasa takut dan kekhawatiran serta melepas-kan diri dari dosa-dosa itu.

15:51–56Page 264

وَنَبِّئۡهُمۡ عَن ضَيۡفِ إِبۡرَٰهِيمَ ٥١

And inform them about the guests of Abraham,

إِذۡ دَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَقَالُواْ سَلَٰمٗا قَالَ إِنَّا مِنكُمۡ وَجِلُونَ ٥٢

When they entered upon him and said, "Peace." [Abraham] said, "Indeed, we are fearful [i.e., apprehensive] of you."

قَالُواْ لَا تَوۡجَلۡ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٖ ٥٣

[The angels] said, "Fear not. Indeed, we give you good tidings of a learned boy."

قَالَ أَبَشَّرۡتُمُونِي عَلَىٰٓ أَن مَّسَّنِيَ ٱلۡكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ ٥٤

He said, "Have you given me good tidings although old age has come upon me? Then of what [wonder] do you inform?"

قَالُواْ بَشَّرۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡقَٰنِطِينَ ٥٥

They said, "We have given you good tidings in truth, so do not be of the despairing."

قَالَ وَمَن يَقۡنَطُ مِن رَّحۡمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ ٥٦

He said, "And who despairs of the mercy of his Lord except for those astray?"

"Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibra-him. Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucap-kan, 'Salam.' Ibrahim berkata, 'Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu.' Mereka berkata, 'Janganlah kamu merasa takut, se-sungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (ke-lahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang alim.' Ibrahim berkata, 'Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (ter-laksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini.' Mereka men-jawab, 'Kami menyampaikan berita gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.' Ibrahim berkata, 'Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat'." (Al-Hijr: 51-56).

(51) Allah berkata kepada NabiNya, Muhammad, ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ عَن ضَيۡفِ إِبۡرَٰهِيمَ ﴿ "Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim", yaitu tentang kisah yang ajaib. Sesungguhnya, di dalam ceritamu kepada mereka tentang kisah-kisah para rasul dan peristiwa-peris-tiwa yang terjadi pada mereka terdapat sesuatu yang akan men-datangkan pelajaran dan peneladanan kepada para rasul itu bagi mereka (kaummu). Apalagi kisah tentang Nabi Ibrahim al-Khalil (kekasih Allah) yang mana Allah memerintahkan kepada kita untuk mengikuti ajarannya. Sedangkan tamunya ialah para malaikat yang mulia. Allah telah memuliakan Nabi Ibrahim dengan menjadikan para malaikat sebagai tamu-tamu beliau.

(52) ﴾ إِذۡ دَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَقَالُواْ سَلَٰمٗا ﴿ "Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, 'Salam'," maksudnya para malaikat melon-tarkan salam kepada beliau. Lantas beliau menjawab salam mereka. ﴾ قَالَ إِنَّا مِنكُمۡ وَجِلُونَ ﴿ "Ibrahim berkata, 'Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu'," maksudnya kami merasa takut. Pasalnya, ketika mereka masuk menemui beliau, dan beliau menduga mereka sebagai tamu, maka beliau lantas bersegera menuju rumahnya dan menyiapkan jamuan bagi mereka berupa daging sapi yang empuk dan menyu-guhkannya kepada mereka, saat melihat tangan-tangan mereka tidak menyentuhnya, maka beliau merasa takut kepada mereka, kalau mereka adalah para pencuri atau orang-orang semacam itu. Maka mereka berkata kepada beliau,

(53) ﴾ لَا تَوۡجَلۡ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٖ ﴿ "Janganlah kamu merasa takut, se-sungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang alim'," yaitu Ishaq عليه السلام. Kabar gembira ini mengandung keterangan bahwa ia adalah se-orang lelaki, bukan seorang wanita ﴾ عَلِيمٖ ﴿ "(yang akan menjadi) orang alim", maksudnya ilmunya banyak. Dalam ayat lainnya, Allah ber-firman, ﴾ وَبَشَّرۡنَٰهُ بِإِسۡحَٰقَ نَبِيّٗا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ 112 ﴿ "Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq sebagai seorang nabi yang termasuk orang-orang yang shalih." (Ash-Shaffat: 112).

(54) ﴾ قَالَ ﴿ "Ibrahim berkata," maksudnya Ibrahim berkata kepada mereka dengan nada keheranan atas berita menggembira-kan ini, ﴾ أَبَشَّرۡتُمُونِي ﴿ "Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku", dengan (kelahiran) seorang anak ﴾ عَلَىٰٓ أَن مَّسَّنِيَ ٱلۡكِبَرُ ﴿ "padahal usiaku telah lanjut", ada unsur perasaan putus asa dari beliau, ﴾ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ ﴿ "maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini", maksudnya bagaimana kalian memberikan kabar gembira padahal faktor sebab kausalitas sudah tidak ada?

(55) ﴾ قَالُواْ بَشَّرۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ ﴿ "Mereka menjawab, 'Kami menyampaikan berita gembira kepadamu dengan benar'," yang tidak mengandung ke-raguan padanya. Sebab, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Sedangkan kamu teristimewakan (oleh Allah) wahai pemilik rumah ini, rahmat Allah dan keberkahanNya semoga selalu ter-curahkan pada kalian. Maka, janganlah dianggap aneh kucuran kemurahan dan kebaikan Allah kepada kalian. ﴾ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡقَٰنِطِينَ ﴿ "Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa", yaitu orang-orang yang menganggap mustahil kedatangan kebaikan ke-pada mereka. Bahkan, engkau mesti senantiasa mengharapkan cu-rahan kebaikan, kebajikan, dan kenikmatanNya.

(56) Maka Ibrahim menjawab mereka dengan menuturkan, ﴾ وَمَن يَقۡنَطُ مِن رَّحۡمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ ﴿ "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat." Yaitu orang-orang yang tidak mempunyai bekal ilmu apa pun tentang Rabb mereka dan kesempurnaan kekuasaanNya. Sementara itu, orang yang telah Allah karuniai hidayah dan ilmu yang agung, maka tidak ada celah baginya untuk berputus asa kepadaNya. Pasalnya, ia mengetahui dengan porsi banyak mengenai berbagai macam sebab kausalitas dan prasarana, serta jalur-jalur menuju Rahmat Allah. Berikutnya, pasca menyampaikan kabar gembira ini, Ibrahim mengetahui bahwa para malaikat itu diutus untuk sebuah misi yang penting.

15:57–77Page 265

قَالَ فَمَا خَطۡبُكُمۡ أَيُّهَا ٱلۡمُرۡسَلُونَ ٥٧

[Abraham] said, "Then what is your business [here], O messengers?"

قَالُوٓاْ إِنَّآ أُرۡسِلۡنَآ إِلَىٰ قَوۡمٖ مُّجۡرِمِينَ ٥٨

They said, "Indeed, we have been sent to a people of criminals,

إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٥٩

Except the family of Lot; indeed, we will save them all

إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ قَدَّرۡنَآ إِنَّهَا لَمِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٦٠

Except his wife." We [i.e., Allāh] decreed that she is of those who remain behind.1

فَلَمَّا جَآءَ ءَالَ لُوطٍ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ٦١

And when the messengers came to the family of Lot,

قَالَ إِنَّكُمۡ قَوۡمٞ مُّنكَرُونَ ٦٢

He said, "Indeed, you are people unknown."

قَالُواْ بَلۡ جِئۡنَٰكَ بِمَا كَانُواْ فِيهِ يَمۡتَرُونَ ٦٣

They said, "But we have come to you with that about which they were disputing,

وَأَتَيۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ ٦٤

And we have come to you with truth, and indeed, we are truthful.

فَأَسۡرِ بِأَهۡلِكَ بِقِطۡعٖ مِّنَ ٱلَّيۡلِ وَٱتَّبِعۡ أَدۡبَٰرَهُمۡ وَلَا يَلۡتَفِتۡ مِنكُمۡ أَحَدٞ وَٱمۡضُواْ حَيۡثُ تُؤۡمَرُونَ ٦٥

So set out with your family during a portion of the night and follow behind them and let not anyone among you look back and continue on to where you are commanded."

وَقَضَيۡنَآ إِلَيۡهِ ذَٰلِكَ ٱلۡأَمۡرَ أَنَّ دَابِرَ هَٰٓؤُلَآءِ مَقۡطُوعٞ مُّصۡبِحِينَ ٦٦

And We conveyed to him [the decree] of that matter: that those [sinners] would be eliminated by early morning.

وَجَآءَ أَهۡلُ ٱلۡمَدِينَةِ يَسۡتَبۡشِرُونَ ٦٧

And the people of the city came rejoicing.1

قَالَ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ضَيۡفِي فَلَا تَفۡضَحُونِ ٦٨

[Lot] said, "Indeed, these are my guests, so do not shame me.

وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُخۡزُونِ ٦٩

And fear Allāh and do not disgrace me."

قَالُوٓاْ أَوَلَمۡ نَنۡهَكَ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٧٠

They said, "Have we not forbidden you from [protecting] people?"

قَالَ هَٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِيٓ إِن كُنتُمۡ فَٰعِلِينَ ٧١

[Lot] said, "These are my daughters1 - if you would be doers [of lawful marriage]."

لَعَمۡرُكَ إِنَّهُمۡ لَفِي سَكۡرَتِهِمۡ يَعۡمَهُونَ ٧٢

By your life, [O Muḥammad], indeed they were, in their intoxication, wandering blindly.

فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّيۡحَةُ مُشۡرِقِينَ ٧٣

So the shriek1 seized them at sunrise.

فَجَعَلۡنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ حِجَارَةٗ مِّن سِجِّيلٍ ٧٤

And We made the highest part [of the city] its lowest and rained upon them stones of hard clay.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡمُتَوَسِّمِينَ ٧٥

Indeed in that are signs for those who discern.

وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٖ مُّقِيمٍ ٧٦

And indeed, they [i.e., those cities] are [situated] on an established road.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٧٧

Indeed in that is a sign for the believers.

"Ibrahim berkata, 'Apakah urusanmu yang penting (selain itu) hai para utusan?' Mereka menjawab, 'Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa, kecuali Luth beserta pengikut-peng-ikutnya. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan mereka semua-nya, kecuali istrinya, kami telah menentukan, bahwa ia termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya).' Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut-pengikutnya, ia berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal.' Para utusan menjawab, 'Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. Dan kami datang kepadamu mem-bawa kebenaran, dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar. Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah seorang pun di antara kamu menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.' Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu Shubuh. Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata, 'Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku). Dan bertakwa-lah kepada Allah, dan janganlah kamu membuat aku terhina'. Mereka berkata, 'Dan bukankah kami telah melarangmu dari (me-lindungi ) manusia?' Luth berkata, 'Inilah putri-putri (negeri)ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal).' (Allah berfirman), 'Demi umurmu (Muhammad), sesungguh-nya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan).' Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman." (Al-Hijr: 57-77).

(57) ﴾ قَالَ ﴿ "Dia berkata", Ibrahim al-Khalil عليه السلام berkata kepada para malaikat, ﴾ فَمَا خَطۡبُكُمۡ أَيُّهَا ٱلۡمُرۡسَلُونَ ﴿ "Apakah urusanmu yang penting (selain itu) hai para utusan", apakah kepentingan kalian? Mengapa kalian diutus?

(58) ﴾ قَالُوٓاْ إِنَّآ أُرۡسِلۡنَآ إِلَىٰ قَوۡمٖ مُّجۡرِمِينَ ﴿ "Mereka menjawab, 'Kami sesung-guhnya diutus kepada kaum yang berdosa'," yaitu kepada kaum yang kerusakannya sudah merajalela dan keburukannya sudah besar, agar kami timpakan siksa dan hukuman atas mereka.

(59-60) ﴾ إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ ﴿ "Kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya", maksudnya kecuali Nabi Luth dan keluarganya. ﴾ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ قَدَّرۡنَآ إِنَّهَا لَمِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ﴿ "Kecuali istrinya, Kami telah menentukan, bahwa sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya", maksudnya termasuk orang-orang yang tetap dirun-dung oleh siksa. Adapun Nabi Luth, maka kami benar-benar menge-luarkannya dan anggota keluarganya, dan menyelamatkan mereka dari hukuman itu. Maka mulailah Ibrahim beradu argumentasi de-ngan para utusan itu (malaikat) mengenai pemusnahan kaum Nabi Luth, dan beliau melakukan lobby (agar siksaan itu tidak terealisasi). Maka dikatakan kepada beliau, ﴾ يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ أَعۡرِضۡ عَنۡ هَٰذَآۖ إِنَّهُۥ قَدۡ جَآءَ أَمۡرُ رَبِّكَۖ وَإِنَّهُمۡ ءَاتِيهِمۡ عَذَابٌ غَيۡرُ مَرۡدُودٖ 76 ﴿ "Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Rabbmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi oleh azab yang tidak dapat ditolak." (Hud: 76). Maka para malaikat itu meninggalkan beliau.

(61-62) ﴾ فَلَمَّا جَآءَ ءَالَ لُوطٍ ٱلۡمُرۡسَلُونَ 61 قَالَ ﴿ "Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut-pengikutnya. Ia berkata", maka Luth berkata kepada mereka, ﴾ إِنَّكُمۡ قَوۡمٞ مُّنكَرُونَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal", maksudnya aku tidak mengenal kalian dan tidak mengetahui siapakah gerangan kalian itu.

(63) ﴾ قَالُواْ بَلۡ جِئۡنَٰكَ بِمَا كَانُواْ فِيهِ يَمۡتَرُونَ ﴿ "Para utusan menjawab, 'Se-benarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan'," maksudnya, kami mendatangi kalian untuk me-nyiksa mereka, yaitu orang-orang yang meragukan kedatangan siksa dan mendustakan dirimu ketika engkau menjanjikan kepada mereka tentang kedatangannya.

(64) ﴾ وَأَتَيۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ ﴿ "Dan kami datang kepadamu membawa kebe-naran", bukan barang guyonan ﴾ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ ﴿ "dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar", atas apa yang kami ucapkan.

(65) ﴾ فَأَسۡرِ بِأَهۡلِكَ بِقِطۡعٖ مِّنَ ٱلَّيۡلِ ﴿ "Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu", yaitu di tengah malam, saat mata-mata terlelap, dan tidak ada seorang pun mengetahui perjalanan kalian di malam hari. ﴾ وَلَا يَلۡتَفِتۡ مِنكُمۡ أَحَدٞ ﴿ "Dan janganlah seorang pun di antara kamu menoleh ke belakang", maksudnya, bahkan bergegas dan cepatlah ﴾ وَٱمۡضُواْ حَيۡثُ تُؤۡمَرُونَ ﴿ "dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu." Seakan-akan mereka disertai oleh seorang pemandu jalan yang menunjukkan ke mana mereka harus mengarahkan langkah.

(66) ﴾ وَقَضَيۡنَآ إِلَيۡهِ ذَٰلِكَ ﴿ "Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu", maksudnya Kami telah menyampaikan kepadanya se-buah berita yang tidak ada duanya ﴾ أَنَّ دَابِرَ هَٰٓؤُلَآءِ مَقۡطُوعٞ مُّصۡبِحِينَ ﴿ "yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu Shubuh." Siksa akan men-datangi mereka di waktu Shubuh, yang akan menimpa dan meng-habisi mereka secara tuntas.

(67-69) ﴾ وَجَآءَ أَهۡلُ ٱلۡمَدِينَةِ ﴿ "Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth)", yaitu kota tempat Nabi Luth berada[11] ﴾ يَسۡتَبۡشِرُونَ ﴿ "dengan gembira (karena kedatangan tamu-tamu itu)," maksudnya mereka sa-ling menyampaikan kabar gembira kepada sebagian lainnya ten-tang tamu-tamu Nabi Luth, ketampanan wajah mereka dan kemam-puan mereka untuk dapat menguasai para tamu itu. Hal itu, lantaran mereka berniat untuk melangsungkan perbuatan keji terhadap para tamu itu. Orang-orang itu datang dan sampai ke rumah Nabi Luth. Mereka mulai membujuk Nabi Luth supaya menyerahkan tamu-tamunya. Sedangkan Nabi Luth benar-benar memohon perlindungan (kepada Allah) dari mereka seraya berkata, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ضَيۡفِي فَلَا تَفۡضَحُونِ 68 وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُخۡزُونِ 69 ﴿ "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan-lah kamu memberi malu (kepadaku). Dan bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kamu membuat aku terhina," maksudnya yakinilah pertama-tama bahwa Allah itu mengawasi kalian. Jika memang tidak ada rasa takut pada kalian kepada Allah, maka janganlah kalian mem-permalukan aku di hadapan tamu-tamuku dan selanjutnya kalian melakukan perbuatan yang bejat dengan mereka.

(70) Maka ﴾ قَالُوٓاْ ﴿ "mereka berkata", untuk menjawab perka-taan Luth yang berbunyi, ﴾ وَلَا تُخۡزُونِ ﴿ "dan janganlah kalian membuat aku terhina", ini saja (permintaanku). ﴾ أَوَلَمۡ نَنۡهَكَ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan bukan-kah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?", menerima mereka sebagai tamu. Padahal kami telah memperingatkan engkau, dan barangsiapa yang memperingatkan, maka sungguh ia sudah memberikan toleransi.

(71-72) ﴾ قَالَ ﴿ "Luth berkata", kepada mereka lantaran se-makin gentingnya keadaan yang menghimpitnya, ﴾ هَٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِيٓ إِن كُنتُمۡ فَٰعِلِينَ ﴿ "Inilah putri-putri (negeri)ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)", mereka tidak mempedulikan penuturan-nya. Karena itu, Allah berkata kepada RasulNya, Muhammad, ﴾ لَعَمۡرُكَ إِنَّهُمۡ لَفِي سَكۡرَتِهِمۡ يَعۡمَهُونَ ﴿ "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)", kemabukan (mereka) ini, adalah mabuk cinta untuk melakukan perbuatan keji yang mana mereka itu sudah tidak mempedulikan cercaan dan cela-an atas perbuatan itu.

(73) Maka, setelah para utusan itu menjelaskan jati diri me-reka kepada Luth, hilanglah apa yang dirasakan olehnya, berupa kesempitan dan kesulitan. Dia pun menaati perintah Rabbnya dan berjalan di malam hari bersama para pengikutnya. Mereka pun akhirnya selamat. Sementara itu, penduduk daerah tersebut, ﴾ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّيۡحَةُ مُشۡرِقِينَ ﴿ "maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit," yaitu ketika matahari terbit, hukuman semakin dahsyat atas diri mereka.

(74) ﴾ فَجَعَلۡنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا ﴿ "Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah", maksudnya Kami telah menjungkirbalikkan kota mereka, ﴾ وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ حِجَارَةٗ مِّن سِجِّيلٍ ﴿ "dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras", batu-batu itu menguntit orang-orang yang berlarian (tanpa arah) di tempat itu.

(75) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡمُتَوَسِّمِينَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda," yaitu bagi orang-orang yang mere-nung lagi berpikir yang mereka itu memiliki daya tangkap pikiran, ketenangan dan firasat yang menjadi jembatan bagi mereka untuk memahami misi (hikmah) yang dimaksudkan pada kejadian tersebut, yaitu bahwa orang-orang yang lancang untuk berbuat maksiat ke-pada Allah, terutama praktik keji yang fatal ini, maka Allah akan menjatuhkan hukuman kepada mereka dengan hukuman yang me-ngerikan, sebagaimana mereka telah berbuat lancang mengerjakan kesalahan yang sangat bejat.

(76) ﴾ وَإِنَّهَا ﴿ "Dan sesungguhnya kota itu", yaitu kota Nabi Luth, ﴾ لَبِسَبِيلٖ مُّقِيمٍ ﴿ "benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui ma-nusia)," pada (jalan) yang dilewati orang-orang. Setiap orang yang suka mondar-mandir akan melewati kota tersebut akan mengetahui.

(77) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman." Dalam kisah ini terkandung berbagai macam pela-jaran penting, (di antaranya): Perhatian Allah تعالى kepada kekasih-Nya, Ibrahim, karena Nabi Luth عليه السلام termasuk pengikut beliau, dan orang yang beriman kepada beliau. Seolah-olah menjadi muridnya. Maka, ketika Allah berkehendak untuk menghancurkan kaum Nabi Luth, saat mereka berhak mendapatkan balasan itu, maka Allah memerintahkan para utusanNya (malaikat) untuk mampir ke Nabi Ibrahim عليه السلام guna menyampaikan kabar gembira (mengenai kela-hiran) seorang anak dan memberitahukan kepada beliau misi peng-utusan mereka, hingga akhirnya beliau mempersoalkan kepada mereka tentang pemusnahan kaum Luth. Sampai akhirnya, para malaikat berhasil menyampaikan jawaban yang memuaskan kepada beliau, dan jiwa beliau pun lega. Begitu pula Luth 'عليه السلام. Saat mereka itu (kaum yang akan ditimpa siksa) adalah penduduk negerinya, mungkin saja rasa iba dan kasihan kepada mereka mengendalikan perasaannya. Maka, Allah menakdirkan sebab kausalitas yang mem-buatnya semakin marah dan geram (terhadap kaumnya), sampai beliau pun menganggap waktu kedatangan pemusnahan mereka terlalu lama, ketika disampaikan kepada beliau bahwa, ﴾ إِنَّ مَوۡعِدَهُمُ ٱلصُّبۡحُۚ أَلَيۡسَ ٱلصُّبۡحُ بِقَرِيبٖ 81 ﴿ "Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah waktu Shubuh. Bukankah waktu Shubuh itu sudah dekat?" (Hud: 81). Pelajaran yang lain, bahwasanya Allah تعالى jika berkehendak untuk membinasakan suatu daerah, maka keburukan dan sifat me-lampaui batas mereka semakin menggila. Jika sudah sampai ambang batas, maka Allah menjatuhkan hukuman-hukuman yang pantas mereka terima.

15:78–79Page 266

وَإِن كَانَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَيۡكَةِ لَظَٰلِمِينَ ٧٨

And the companions of the thicket [i.e., the people of Madyan] were [also] wrongdoers,

فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ وَإِنَّهُمَا لَبِإِمَامٖ مُّبِينٖ ٧٩

So We took retribution from them, and indeed, both [cities] are on a clear highway.

"Dan sesungguhnya dahulu penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zhalim. Maka Kami membinasakan mereka. Dan sesung-guhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang." (Al-Hijr: 78-79).

(78) Mereka adalah kaum Nabi Syu'aib, Allah menceritakan potret mereka dan menisbatkan mereka dengan nama al-Aikah. Yaitu, sebuah kebun yang banyak pepohonannya. Tujuannya, untuk mengingatkan mereka tentang kenikmatan Allah pada mereka dan (mengingatkan bahwa) mereka belum menjalankannya. Bahkan telah datang kepada mereka Nabi Syu'aib. Dia menyeru mereka kepada tauhid dan meninggalkan praktik kezhaliman kepada sesama manusia dalam takaran-takaran dan penimbangan-penimbangan. Dia mengobati mereka di atas dakwah itu dengan intensif. Namun, mereka tetap saja berkutat pada kezhaliman mereka terhadap hak Pencipta mereka dan hak sesama manusia. Oleh karena itu, di sini Allah melekatkan sifat zhalim pada diri mereka.

(79) ﴾ فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ ﴿ "Maka Kami membinasakan mereka", maka azab dari (Allah) membinasakan mereka pada hari yang dinaungi oleh mendung. Sesungguhnya itu adalah siksa pada hari yang dahsyat. ﴾ وَإِنَّهُمَا ﴿ "Sesungguhnya kedua kota itu", perkampungan kaum Luth dan para pemilik al-Aikah ﴾ لَبِإِمَامٖ مُّبِينٖ ﴿ "benar-benar terletak di jalan umum yang terang", maksudnya berada di jalan yang jelas, dilalui oleh para musafir setiap saat. Di antara peninggalan mereka ter-dapat obyek yang jelas dapat disaksikan oleh mata penglihatan, sehingga orang-orang yang berakal (dapat) mengambil pelajaran dengannya.

15:80–84Page 266

وَلَقَدۡ كَذَّبَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡحِجۡرِ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٨٠

And certainly did the companions of al-Ḥijr1 [i.e., the Thamūd] deny the messengers.

وَءَاتَيۡنَٰهُمۡ ءَايَٰتِنَا فَكَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ ٨١

And We gave them Our signs, but from them they were turning away.

وَكَانُواْ يَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتًا ءَامِنِينَ ٨٢

And they used to carve from the mountains, houses, feeling secure.

فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّيۡحَةُ مُصۡبِحِينَ ٨٣

But the shriek seized them at early morning,

فَمَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٨٤

So nothing availed them [from] what they used to earn.

"Dan sesungguhnya penduduk kota al-Hijr telah mendustakan rasul-rasul, dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya, dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi. Maka apa yang telah mereka usa-hakan tak dapat menolong mereka." (Al-Hijr: 80-84).

(80) Allah تعالى memberitahukan tentang penduduk kota al-Hijr.[12] Mereka adalah kaum Nabi Shaleh, yang tinggal di al-Hijr yang sudah tidak asing lagi di daerah Hijaz. Mereka itu telah mendustakan para rasul. Maksudnya, mendustakan Nabi Shaleh. Barangsiapa telah mendustakan seorang rasul, maka sungguh ia telah mendustakan semua rasul, lantaran kesesuaian (substansi) dakwah mereka. Pendustaan mereka bukan kepada personelnya, akan tetapi terhadap kebenaran yang mereka bawa yang seluruh rasul ikut serta berpartisipasi mengembannya.

(81) ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُمۡ ءَايَٰتِنَا ﴿ "Dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami", yang menjadi bukti petunjuk akan kebenaran ajaran yang dibawa oleh Shaleh kepada mereka, terma-suk dalam contohnya, seekor unta yang menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah yang agung. ﴾ فَكَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ ﴿ "Tetapi mereka selalu berpaling darinya", karena sifat takabur dan arogansi kepada Allah.

(82) ﴾ وَكَانُواْ ﴿ "Dan mereka", karena melimpahnya kenikmatan Allah pada mereka, ﴾ يَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتًا ءَامِنِينَ ﴿ "memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman", dari segala yang menakutkan, mereka tentram di kediaman-kediaman mereka. Sekiranya mereka mensyukuri nikmat Allah dan membenarkan nabi mereka, Shaleh عليه السلام, tentu Allah mengguyurkan rizki pada mereka, dan pasti memuliakan mereka dengan aneka pahala cepat (di dunia) dan pahala yang ditangguhkan (di akhirat). Akan tetapi, mereka justru mendustakan (Shaleh) dan (nekat) menyembelih unta serta semakin menentang perintah Rabb mereka. Seraya berkata, ﴾ يَٰصَٰلِحُ ٱئۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ 77 ﴿ "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)." (Al-A'raf: 77).

(83) ﴾ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّيۡحَةُ مُصۡبِحِينَ ﴿ "Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi", hati-hati mereka hancur-lebur di rongga-rongga lambung mereka. Pagi hari itu, mereka binasa, disertai dengan kehinaan dan laknat pada mereka.[13]

(84) ﴾ فَمَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ﴿ "Maka apa yang telah mereka usahakan tak dapat menolong mereka," karena keputusan Allah, jika sudah da-tang, tidak bisa ditolak oleh pasukan yang banyak ataupun kekuat-an para pendukung maupun melimpahnya harta kekayaan.

15:85–86Page 266

وَمَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَآ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۗ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَأٓتِيَةٞۖ فَٱصۡفَحِ ٱلصَّفۡحَ ٱلۡجَمِيلَ ٨٥

And We have not created the heavens and earth and that between them except in truth. And indeed, the Hour is coming; so forgive with gracious forgiveness.

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡخَلَّٰقُ ٱلۡعَلِيمُ ٨٦

Indeed, your Lord - He is the Knowing Creator.

"Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar-benar. Dan sesungguhnya saat (Kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkan-lah (mereka) dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui." (Al-Hijr: 85-86).

(85) Maksudnya, Kami tidaklah menciptakan keduanya dengan sia-sia lagi batil, sebagaimana persangkaan para musuh Allah. Bahkan Kami tidaklah menciptakan keduanya ﴾ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۗ ﴿ "me-lainkan dengan benar-benar", yang dari kebenaran itu (diharapkan) agar keduanya dan seisinya menjadi petunjuk atas kesempurnaan Pencipta keduanya, kekuasaanNya serta keluasan rahmatNya, hik-mahNya, dan ilmuNya yang meliputi (segala sesuatu). Dan (menun-jukkan) bahwa Dia-lah yang tidak sepatutnya ibadah dikerjakan kecuali untukNya, tiada sekutu bagiNya. ﴾ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَأٓتِيَةٞۖ ﴿ "Dan sesungguhnya saat (Kiamat) itu pasti akan datang", tidak disangsikan lagi, sungguh penciptaan langit dan bumi lebih dahsyat dibandingkan sekedar penciptaan manusia. ﴾ فَٱصۡفَحِ ٱلصَّفۡحَ ٱلۡجَمِيلَ ﴿ "Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik", yaitu pemberian maaf yang tidak dibuntuti tindakan menyakiti (si penerima). Justru membalas sikap buruk orang dengan kebaikan, dosa dengan ampunan, agar engkau dapat menggapai pahala dan ganjaran besar dari Rabbmu. Sesungguhnya setiap sesuatu yang (pasti) datang berarti sudah dekat. Telah tersibak sebuah pengertian yang lebih baik dari pada yang sudah saya sebutkan (di atas), yakni perkara yang diperintah-kan adalah memberi maaf dengan cara yang baik. Artinya cara yang elegan yang terbebas dari unsur kedengkian dan gangguan dalam bentuk ucapan maupun tindakan, bukan pemberian maaf yang tidak baik. Yaitu pemberian maaf yang tidak pada tempatnya. Maka, tidak boleh diberikan maaf ketika keadaan menuntut penerapan hukuman. Semisal menghukum orang-orang yang melampaui batas, lagi berbuat aniaya yang tidak ada terapi yang bermanfaat bagi mereka kecuali penjatuhan hukuman (pada diri mereka). Inilah mak-na yang saya maksud.

(86) ﴾ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡخَلَّٰقُ ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta", yang menciptakan segala makhluk ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "lagi Maha Mengetahui", segala sesuatu. Tidak ada seorang pun yang sanggup menghalangi Allah dari segala yang diliputi oleh ilmuNya, dan berjalan di atas penciptaanNya. Itu berlaku pada seluruh benda yang ada.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском