As-Sa'diAl‑Isra · 17:49–72

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Isra 17:49–72

17:49–52Page 286

وَقَالُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا وَرُفَٰتًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ خَلۡقٗا جَدِيدٗا ٤٩

And they say, "When we are bones and crumbled particles, will we [truly] be resurrected as a new creation?"

۞ قُلۡ كُونُواْ حِجَارَةً أَوۡ حَدِيدًا ٥٠

Say, "Be you stones or iron1

أَوۡ خَلۡقٗا مِّمَّا يَكۡبُرُ فِي صُدُورِكُمۡۚ فَسَيَقُولُونَ مَن يُعِيدُنَاۖ قُلِ ٱلَّذِي فَطَرَكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖۚ فَسَيُنۡغِضُونَ إِلَيۡكَ رُءُوسَهُمۡ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَۖ قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبٗا ٥١

Or [any] creation of that which is great1 within your breasts." And they will say, "Who will restore us?" Say, "He who brought you forth the first time." Then they will nod their heads toward you2 and say, "When is that?" Say, "Perhaps it will be soon -

يَوۡمَ يَدۡعُوكُمۡ فَتَسۡتَجِيبُونَ بِحَمۡدِهِۦ وَتَظُنُّونَ إِن لَّبِثۡتُمۡ إِلَّا قَلِيلٗا ٥٢

On the Day He will call you and you will respond with praise of Him and think that you had not remained [in the world] except for a little."

"Dan mereka berkata, 'Apakah bila kami telah menjadi tulang be-lulang dan benda-benda yang hancur, apakah benar-benar kami akan di-bangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?' Katakanlah, 'Jadilah kamu sekalian batu atau besi. Atau menjadi suatu makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu.' Maka mereka akan bertanya, 'Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?' Katakanlah, 'Dzat Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama.' Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, 'Kapan itu (akan terjadi)?' Katakanlah, 'Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat.' Yaitu pada hari Dia memanggilmu, lalu kamu mematuhiNya sam-bil memujiNya dan kamu mengira, bahwa tidaklah kamu berdiam (di da-lam kubur) melainkan sebentar saja'." (Al-Isra`: 49-52).

(49) Allah تعالى mengabarkan tentang perkataan para peng-ingkar Hari Kebangkitan, dan para pendusta Hari Kebangkitan de-ngan perkataan mereka, ﴾ أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا وَرُفَٰتًا ﴿ "Apakah bila kami telah men-jadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur," maksudnya jasad-jasad yang telah rusak ﴾ أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ خَلۡقٗا جَدِيدٗا ﴿ "apa benar-benar kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?" Ini tidak akan terjadi, mustahil menurut mereka. Mereka adalah orang-orang yang sangat bodoh, lantaran mendustakan utusan Allah, menentang ayat-ayat-Nya, dan menyamakan kemampuan al-Khaliq (Sang Pencipta) langit dan bumi dengan kemampuan mereka yang sangat lemah. Tatkala mereka memandang hal itu (kebangkitan setelah mati) tidak mungkin terjadi, dan mereka pun tidak sanggup melakukannya, maka mereka pun menilai kekuasaan Allah demikian pula. Mahasuci Dzat yang telah menjadikan sebagian makhluk dari makhlukNya –yang mana mereka mengklaim sebagai orang-orang yang berakal dan cerdas– sebagai simbol kebodohan pada sesuatu yang paling jelas, paling gamblang lagi paling terang serta paling tinggi petunjuknya, supaya memperlihatkan kepada para hambaNya, bahwa tidak ada alternatif lain melainkan taufik dan pertolonganNya atau kebinasaan dan kesesatan. ﴾ رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ 8 ﴿ "Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu; Karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (Ali Imran: 8).

(50-51) Karena itu, Allah memerintahkan RasulNya untuk berkata kepada para pengingkar Hari Kebangkitan yang menilainya mustahil, ﴾ قُلۡ كُونُواْ حِجَارَةً أَوۡ حَدِيدًا 50 أَوۡ خَلۡقٗا مِّمَّا يَكۡبُرُ ﴿ "Katakanlah, 'Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau menjadi suatu makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali)'." Maksudnya, makhluk yang membesar ﴾ فِي صُدُورِكُمۡۚ ﴿ "menurut pikiranmu," supaya kamu selamat –menurut persepsi kalian– dari kekuasaan Allah (untuk membangkitkan) kalian atau (selamat dari) terealisasinya kehendak Allah pada kalian. Karena dalam bentuk dan sifat seperti apa pun niscaya kamu tidak akan mampu melumpuhkan (ketetapan) Allah. Kamu tidak punya andil kuasa dalam pengaturan dirimu, baik tatkala hidup atau se-sudah mati. Maka, serahkanlah urusan pengaturan dan penanganan kepada Dzat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan menjangkau segala sesuatu. ﴾ فَسَيَقُولُونَ ﴿ "Maka mereka akan bertanya," tatkala engkau mengetengahkan hujjah atas mereka tentang Hari Kebangkitan, ﴾ مَن يُعِيدُنَاۖ قُلِ ٱلَّذِي فَطَرَكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖۚ ﴿ "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali? Katakanlah, 'Dzat Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama'," sebagaimana Dia telah menciptakan kamu, padahal sebelumnya kamu adalah sesuatu yang tidak pernah disebut, maka Dia-lah yang akan mengembalikan kamu sebagai makhluk yang baru, ﴾ كَمَا بَدَأۡنَآ أَوَّلَ خَلۡقٖ نُّعِيدُهُۥۚ ﴿ "Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya." (Al-Anbiya`: 104). ﴾ فَسَيُنۡغِضُونَ إِلَيۡكَ رُءُوسَهُمۡ ﴿ "Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan ke-pala mereka," maksudnya menggerak-gerakkan kepala mereka se-bagai bentuk pengingkaran dan ungkapan keheranan terhadap apa yang kamu katakan ﴾ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَۖ ﴿ "dan mereka berkata, 'Kapan itu (akan terjadi)?'" Maksudnya kapan waktu terjadinya Hari Kebangkit-an yang kamu sangka (terjadi) berdasarkan perkataanmu? Pertanya-an ini bukan untuk mengakui kenyataan Hari Kebangkitan, akan tetapi merupakan bentuk kebodohan dan kelemahan dari mereka ﴾ قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبٗا ﴿ "Katakanlah, 'Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat'." Sesungguhnya penentuan waktu kapan terjadi Hari Kebangkitan tidaklah berfaidah. Akan tetapi, manfaat dan tuntut-annya terdapat pada keyakinan dan pengakuan terhadapnya. Lalu apabila tidak demikian, maka sesungguhnya segala sesuatu yang pasti datang itu, berarti dekat.

(52) ﴾ يَوۡمَ يَدۡعُوكُمۡ ﴿ "Yaitu pada hari Dia memanggil kamu," untuk dibangkitkan dan dikumpulkan serta ditiuplah sangkakala ﴾ فَتَسۡتَجِيبُونَ بِحَمۡدِهِۦ ﴿ "lalu kamu mematuhiNya sambil memujiNya," maksudnya ka-lian semua tunduk terhadap perintahNya dan tidak mungkin me-mungkiriNya. Firman Allah, ﴾ بِحَمۡدِهِۦ ﴿ "Sambil memujiNya," maksud-nya Dia تعالى terpuji atas segala perbuatanNya. Dengan sifat terpuji itulah Dia akan membalas perbuatan hamba ketika Dia mengum-pulkan mereka pada Hari Kiamat ﴾ وَتَظُنُّونَ إِن لَّبِثۡتُمۡ إِلَّا قَلِيلٗا ﴿ "dan kamu me-ngira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja," disebabkan begitu cepat masa terjadinya, dan bahwa segala bentuk kenikmatan yang pernah mampir pada kalian seolah-olah tidak pernah ada. Inilah perkataan yang dikatakan oleh orang-orang yang ingkar, "Kapankah ia akan terjadi?" Mereka berada pada puncak penyesalan tatkala Hari Kebangkitan itu datang. Maka dikatakan kepada mereka, "Inilah apa-apa yang dahulu kamu dustakan."

17:53–55Page 287

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ ٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ يَنزَغُ بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ كَانَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٗا مُّبِينٗا ٥٣

And tell My servants to say that which is best. Indeed, Satan induces [dissension] among them. Indeed Satan is ever, to mankind, a clear enemy.

رَّبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِكُمۡۖ إِن يَشَأۡ يَرۡحَمۡكُمۡ أَوۡ إِن يَشَأۡ يُعَذِّبۡكُمۡۚ وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ عَلَيۡهِمۡ وَكِيلٗا ٥٤

Your Lord is most knowing of you. If He wills, He will have mercy upon you; or if He wills, He will punish you. And We have not sent you, [O Muḥammad], over them as a manager.

وَرَبُّكَ أَعۡلَمُ بِمَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَلَقَدۡ فَضَّلۡنَا بَعۡضَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ عَلَىٰ بَعۡضٖۖ وَءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ زَبُورٗا ٥٥

And your Lord is most knowing of whoever is in the heavens and the earth. And We have made some of the prophets exceed others [in various ways], and to David We gave the book [of Psalms].

"Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu, 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguh-nya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Rabbmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepada-mu jika Dia menghendaki atau Dia akan mengazabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka. Dan Rabbmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan bumi. Dan sesungguhnya telah kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud'." (Al-Isra`: 53-55).

(53) Ini salah satu bentuk (cermin) kelembutan Allah terha-dap hambaNya, yang mana Allah memerintahkan mereka untuk berakhlak, berkata, dan beramal mulia yang bisa menyebabkan ke-bahagiaan di dunia dan akhirat. Maka Allah berfirman, ﴾ وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ ٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ ﴿ "Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu, 'Hendaklah me-reka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)'." Ini adalah perin-tah untuk (mengucapkan) semua perkataan yang dapat mendekat-kan diri kepada Allah. Seperti qira`ah, dzikir, ilmu, amar ma'ruf nahi munkar, perkataan lembut dan baik kepada semua manusia sesuai dengan kedudukan dan martabat mereka. Apabila ada sebuah perkara berada di antara dua perkara yang baik, maka dia diperintahkan untuk mendahulukan yang paling baik dari keduanya, jika tidak mungkin menggabungkan antara keduanya. Maka perkataan yang baik akan mengajak setiap orang untuk berakhlak mulia dan beramal shalih. Barangsiapa yang bisa menjaga lisannya, maka dia akan mampu menjaga seluruh urusan-nya. Firman Allah, ﴾ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ يَنزَغُ بَيۡنَهُمۡۚ ﴿ "Sesungguhnya setan itu menim-bulkan perselisihan di antara mereka," maksudnya setan selalu berusaha melakukan apa-apa yang bisa merusak urusan dunia dan agama para hamba. Terapi dari ini semua adalah berusaha untuk tidak mengikuti perkataan yang tidak baik yang diserukan setan, dan hendaklah mereka bertutur lemah-lembut di antara mereka, sehingga membuat bingung setan yang ingin menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh nyata yang harus diperangi. Ia mengajak manusia untuk menjadi penghuni neraka. Adapun saudara-saudara mereka (yang seiman), maka meski-pun setan berusaha untuk menimbulkan permusuhan di antara mereka, maka sesungguhnya keteguhan yang paling besar adalah berusaha untuk melawan musuh mereka dan mengekang hawa nafsu yang selalu saja memerintah kepada keburukan yang menjadi celah masuk bagi setan. Dengan itu, mereka dapat melakukan ke-taatan kepada Rabbnya, luruslah urusan mereka, dan mereka berada di atas petunjuk.

(54) ﴾ رَّبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِكُمۡۖ ﴿ "Rabbmu lebih mengetahui tentang kamu," daripada kamu sendiri. Dia tidak menghendaki kecuali kebaikan bagi kalian, tidak memerintahkan kecuali di dalamnya mengandung kemaslahatan bagi kalian. Dan terkadang, kalian menghendaki se-suatu, sementara kebaikan malah berada di tempat sebaliknya. ﴾ إِن يَشَأۡ يَرۡحَمۡكُمۡ أَوۡ إِن يَشَأۡ يُعَذِّبۡكُمۡۚ ﴿ "Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia meng-hendaki atau Dia akan mengazabmu, jika Dia menghendaki," maka Allah akan memberi taufik kepada siapa saja yang dikehendaki dengan sebab rahmatNya, dan Dia akan menghinakan siapa saja yang di-kehendaki sehingga dia sesat dan berhak mendapatkan azab. ﴾ وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ عَلَيۡهِمۡ وَكِيلٗا ﴿ "Dan Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi pen-jaga bagi mereka," supaya kamu mengatur urusan mereka dan menye-lesaikan pembalasan perbuatan mereka. Sesungguhnya Allah-lah yang menjaga. Kamu hanyalah seorang yang menyampaikan dan pemberi petunjuk ke jalan yang lurus

(55) ﴾ وَرَبُّكَ أَعۡلَمُ بِمَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "Dan Rabbmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan bumi," dari segala macam makhluk. Ke-mudian Dia memberikan sesuatu yang menjadi hak mereka dan sesuai dengan tuntutan hikmahNya. Dia mengutamakan sebagian di atas sebagian yang lainnya pada semua perangai perangai yang hissi (inderawi) maupun maknawi. Sebagaimana Allah mengutama-kan sebagian nabiNya -yang diberi (bekal) wahyu- di atas nabi-nabi yang lain, dengan aneka keutamaan dan macam-macam keistime-waan yang bersumber kepada karunia yang Allah curahkan kepada mereka, berupa sifat-sifat terpuji, akhlak yang diridhai, amal shalih, banyaknya pengikut, diturunkannya kitab kepada sebagian mereka yang memuat hukum-hukum syari'at dan akidah yang diridhai, sebagaimana Allah telah menurunkan kitab Zabur kepada Nabi Dawud عليه السلام. Ia adalah kitab yang sudah dimaklumi bersama. Apabila Allah تعالى telah mengutamakan sebagian nabi di atas sebagian yang lain, dan memberikan kepada sebagian mereka se-buah kitab, maka mengapa para pendusta itu mengingkari sesuatu yang telah diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ berupa kenabian dan al-Qur`an?

17:56–57Page 287

قُلِ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم مِّن دُونِهِۦ فَلَا يَمۡلِكُونَ كَشۡفَ ٱلضُّرِّ عَنكُمۡ وَلَا تَحۡوِيلًا ٥٦

Say, "Invoke those you have claimed [as gods] besides Him, for they do not possess the [ability for] removal of adversity from you or [for its] transfer [to someone else]."

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ يَبۡتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلۡوَسِيلَةَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ وَيَرۡجُونَ رَحۡمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُورٗا ٥٧

Those whom they invoke1 seek means of access to their Lord, [striving as to] which of them would be nearest, and they hope for His mercy and fear His punishment. Indeed, the punishment of your Lord is ever feared.

"Katakanlah, 'Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (ke-pada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Rabbmu adalah suatu yang (harus) di-takuti'." (Al-Isra`: 56-57).

(56) Allah تعالى berfirman, ﴾ قُلِ ﴿ "Katakanlah," kepada kaum musyrikin yang telah menjadikan tandingan bagi Allah, mereka beribadah kepada tandingan-tandingan itu sebagaimana peribadat-an mereka kepada Allah, berdoa kepada tandingan-tandingan itu sebagaimana mereka berdoa kepada Allah disertai tuntutan keharus-an kepada mereka untuk mengoreksi apa yang mereka sangka dan yakini jika mereka benar, ﴾ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم ﴿ "Panggillah mereka yang kamu anggap," sesembahan selain Allah. Lantas, saksikanlah apakah me-reka mampu memberi manfaat atau menolak bahaya dari kalian? Sesungguhnya mereka itu tidak ﴾ يَمۡلِكُونَ كَشۡفَ ٱلضُّرِّ عَنكُمۡ ﴿ "mem-punyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu," berupa penya-kit, kemiskinan, kesulitan dan yang semisalnya. Tidaklah mereka mampu menghilangkan semuanya itu, tidak pula mereka mampu memindahkannya dari seseorang kepada orang lain, ataupun meng-ganti dari satu kesulitan dengan kesulitan yang lebih ringan. Apa-bila ternyata demikian sifat-sifat sesembahan kalian, maka buat apa kalian berdoa kepada selain Allah. Sesungguhnya mereka tidak mempunyai kesempurnaan, tidak pula perbuatan-perbuatan yang bermanfaat. Oleh karenanya, tindakan mengangkat mereka (sebagai sesembahan selain Allah) adalah bentuk kedangkalan agama dan akal serta kebodohan dalam pola pikir. Di antara hal yang mengherankan, tindakan bodoh yang sudah membudaya dan terbiasa, dan menerimanya dengan membabi buta dari para leluhur mereka yang sesat, kemudian pelakunya menilai-nya sebagai pendapat yang lurus dan pemikiran yang paling ber-guna dan memandang bahwa memurnikan agama (hanya) untuk Allah yang Maha Esa, Maha Sempurna, Yang Memberi nikmat yang lahir maupun batin, itulah kedunguan dan perkara yang aneh. Se-bagaimana perkataan mereka, ﴾ أَجَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عُجَابٞ 5 ﴿ " dalam perkataan yang tidak baika untuk tidak mentaati mereka n agama para hamba. paling baik dari keduanya apabila _____Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu tuhan yang satu saja? Se-sungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan." (Shad: 5).

(57) Kemudian Allah تعالى juga memberitahukan bahwasanya sesembahan selain Allah –yang disembah orang-orang musyrik itu– sibuk sendiri lalai dari mereka, bersamaan dengan perhatian me-reka untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari sarana untuk itu. Maka Allah berfirman, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ ﴿ "Orang-orang yang mereka seru itu," dari kalangan para nabi, orang-orang shalih maupun para malaikat ﴾ يَبۡتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلۡوَسِيلَةَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ ﴿ "mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah)," maksudnya mereka berlomba-lomba dalam mendekatkan diri kepada Rabbnya. Mereka mengerahkan segala kemampuan berupa amal-amal shalih yang bisa mendekatkan diri kepada Allah تعالى dan kepada rahmatNya ﴾ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓۚ ﴿ "dan takut akan azabNya," kemudian mereka menghindari penyebab datangnya azab Allah. ﴾ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُورٗا ﴿ "Sesungguhnya azab Rabbmu adalah suatu yang (harus) ditakuti," maksudnya itulah yang harus betul-betul diwaspa-dai dan memelihara diri dari sebab-sebabnya. Tiga sifat ini, sifat khauf (rasa takut), raja` (pengharapan) dan mahabbah (cinta) yang Allah sematkan kepada orang-orang yang didekatkan kepadaNya ini, merupakan asal dan bahan dasar dari segala kebaikan. Barang-siapa yang memiliki tiga sifat ini dengan sempurna, maka sempur-nalah segala urusannya. Dan apabila hati kosong dari sifat-sifat ini, maka kebaikan-kebaikan pergi darinya hingga akhirnya dipenuhi berbagai keburukan. Dan tanda kecintaan seorang hamba, sebagaimana yang di-sebutkan Allah adalah kesungguhan seorang hamba untuk melaku-kan apa saja yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, berlomba-lomba untuk dekat denganNya dengan mengikhlaskan semua amalan (hanya) untuk Allah semata, tulus dalam mengerjakannya dan berusaha mengerjakannya dalam bentuk yang sempurna, sesuai dengan batas kemampuannya. Barangsiapa yang mengaku cinta kepada Allah tanpa melakukan hal-hal di atas, maka dia adalah se-orang pendusta.

17:58Page 287

وَإِن مِّن قَرۡيَةٍ إِلَّا نَحۡنُ مُهۡلِكُوهَا قَبۡلَ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَوۡ مُعَذِّبُوهَا عَذَابٗا شَدِيدٗاۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي ٱلۡكِتَٰبِ مَسۡطُورٗا ٥٨

And there is no city but that We will destroy it1 before the Day of Resurrection or punish it with a severe punishment. That has ever been in the Register2 inscribed.

"Tidaklah suatu negeri (yang penduduknya durhaka), melain-kan pasti Kami membinasakannya sebelum Hari Kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demi-kian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuzh)." (Al-Isra`: 58).

(58) Maksudnya, tidak ada suatu negeri pun yang mendusta-kan para utusan Allah melainkan pasti mereka akan ditimpa kebina-saan atau azab yang pedih sebelum Hari Kiamat. Ini adalah ketetap-an yang Allah gariskan dan pasti terjadi. Maka hendaklah orang-orang yang mendustakan itu segera kembali kepada Allah dan meng-akui kebenaran para utusan Allah sebelum azab menimpa mereka dan ketetapan takdir terealisasikan.

17:59–60Page 288

وَمَا مَنَعَنَآ أَن نُّرۡسِلَ بِٱلۡأٓيَٰتِ إِلَّآ أَن كَذَّبَ بِهَا ٱلۡأَوَّلُونَۚ وَءَاتَيۡنَا ثَمُودَ ٱلنَّاقَةَ مُبۡصِرَةٗ فَظَلَمُواْ بِهَاۚ وَمَا نُرۡسِلُ بِٱلۡأٓيَٰتِ إِلَّا تَخۡوِيفٗا ٥٩

And nothing has prevented Us from sending signs [i.e., miracles] except that the former peoples denied them. And We gave Thamūd the she-camel as a visible sign, but they wronged her. And We send not the signs except as a warning.

وَإِذۡ قُلۡنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِٱلنَّاسِۚ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلرُّءۡيَا ٱلَّتِيٓ أَرَيۡنَٰكَ إِلَّا فِتۡنَةٗ لِّلنَّاسِ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلۡمَلۡعُونَةَ فِي ٱلۡقُرۡءَانِۚ وَنُخَوِّفُهُمۡ فَمَا يَزِيدُهُمۡ إِلَّا طُغۡيَٰنٗا كَبِيرٗا ٦٠

And [remember, O Muḥammad], when We told you, "Indeed, your Lord has encompassed the people."1 And We did not make the sight which We showed you2 except as a trial for the people, as was the accursed tree [mentioned] in the Qur’ān. And We threaten [i.e., warn] them, but it increases them not except in great transgression.

"Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu, dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti. Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu, 'Se-sungguhnya (ilmu) Rabbmu meliputi segala manusia.' Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia, dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam al-Qur`an, dan kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu tidaklah menambah mereka melain-kan kedurhakaan yang besar." (Al-Isra`: 59-60).

(59) Allah تعالى menyebutkan rahmatNya dengan tidak menu-runkan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaranNya) yang diinginkan oleh para pendusta itu. Tidak ada penghalang untuk menurunkan ayat-ayat itu kecuali karena khawatir mereka akan mendustakan-nya. Sehingga apabila mereka mendustakan ayat-ayat itu, pastilah akan disegerakan azab yang membinasakan mereka tanpa ditunda-tunda lagi. Sebagaimana telah terjadi pada orang-orang terdahulu yang mendustakan. Di antara ayat Allah yang terbesar adalah ayat yang telah di-turunkan kepada kaum Tsamud berupa unta besar yang mencengang-kan, yang seluruh kabilah minum darinya. Kendati demikian, mereka tetap mendustakan ayat Allah tersebut. Akibatnya, mereka pun ditimpa oleh azab yang telah Allah kisahkan kepada kita di dalam kitabNya. Mereka pun demikian. Seandainya telah datang tanda-tanda kebesaran Allah yang agung, niscaya mereka tidak mau beriman. Karena yang menghalangi mereka dari keimanan bukanlah kesa-maran tentang kebenaran ajaran rasul, atau ketidakjelasan apakah risalahnya hak atau batil? Karena sesungguhnya telah banyak ke-terangan yang jelas yang menunjukkan tentang kebenaran risalah yang dibawa Rasulullah, yang pasti akan mendatangkan hidayah bagi orang yang bermaksud mencari hidayah. Maka demikian pula keadaan kaum yang lain. Pastilah akan menyikapinya seperti orang-orang sebelum mereka. Maka, tidak diturunkannya ayat-ayat (yang mereka minta itu) merupakan kebaikan bagi mereka dan lebih ber-manfaat. Dan FirmanNya, ﴾ وَمَا نُرۡسِلُ بِٱلۡأٓيَٰتِ إِلَّا تَخۡوِيفٗا ﴿ "Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti," maksudnya bukanlah maksud dari diturunkannya ayat-ayat itu untuk menjadi seruan dan faktor yang mendatangkan keimanan, sehingga tidak mungkin orang menjadi beriman kecuali dengannya. Akan tetapi, maksud semua itu adalah untuk menakuti-nakuti dan membuat ciut, agar mereka tercegah dari keyakinan yang dahulu mereka pegang teguh.

(60) ﴾ وَإِذۡ قُلۡنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِٱلنَّاسِۚ ﴿ "Dan (ingatlah), ketika Kami wah-yukan kepadamu, 'Sesungguhnya Rabbmu meliputi segala manusia'," yaitu ilmu dan kekuasaanNya. Maka tidak ada bagi mereka tempat berlindung dariNya, dan tidak ada tempat persembunyian bagi mereka dariNya. Maka, ini sudah cukup bagi orang-orang yang berakal untuk meninggalkan segala sesuatu yang Allah benci yang (ilmu dan kekuasaanNya) meliputi segala sesuatu. ﴾ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلرُّءۡيَا ٱلَّتِيٓ أَرَيۡنَٰكَ ﴿ "Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu," kebanyakan ahli tafsir mengartikan kata 'ar-ru`ya' ter-sebut dengan malam Isra` ﴾ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلۡمَلۡعُونَةَ ﴿ "dan pohon kayu yang ter-kutuk," yang disebutkan ﴾ فِي ٱلۡقُرۡءَانِۚ ﴿ "dalam al-Qur`an," yaitu pohon Zaqqum yang tumbuh di dasar Neraka Jahim. Pengertian ayat ini adalah, apabila dua perkara ini saja sudah menjadi sumber fitnah bagi manusia, sehingga orang-orang kafir terus terang dengan keingkarannya, dan kejahatan mereka semakin menjadi-jadi, sementara sebagian orang yang lemah imannya kem-bali menjadi kafir, (hanya) dengan sebab kabar berita yang Rasu-lullah sampaikan tentang kejadian-kejadian (luar biasa) di malam Isra`, yaitu perjalanan (yang dimulai) dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa, yang merupakan peristiwa yang sangat luar biasa, dan informasi tentang adanya pohon yang tumbuh di dasar Neraka Jahim termasuk kejadian yang di luar kewajaran, ini saja sudah me-nyebabkan orang-orang itu mendustakan, maka bagaimana sean-dainya mereka menyaksikan ayat-ayat Allah yang lebih besar dan kejadian-kejadian yang lebih luar biasa? Bukankah hal itu akan se-makin menyebabkan kenaikan tingkat keburukan mereka? Oleh karenanya, Allah pun merahmati mereka dan memalingkannya dari mereka. Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa tidak dijelaskannya se-cara rinci peristiwa-peristiwa luar biasa yang akan terjadi di masa mendatang dalam al-Kitab dan as-Sunnah adalah lebih utama dan lebih baik. Karena perkara-perkara besar yang belum pernah disak-sikan padanannya oleh orang-orang, mungkin saja akal-akal mereka tidak mau menerimanya. [Apabila mereka diberitahu sebelum ter-jadinya peristiwa itu], maka hal itu berpotensi menimbulkan ke-raguan di hati orang-orang Mukmin, dan menjadi penghalang bagi orang-orang yang belum masuk Islam dan membuat orang lari dari Islam. Akan tetapi, Allah menggunakan lafazh-lafazh umum yang mencakup semua kejadian yang akan terjadi. Wallahu a'lam. ﴾ وَنُخَوِّفُهُمۡ ﴿ "Dan Kami menakut-nakuti mereka," dengan ayat-ayat. ﴾ فَمَا يَزِيدُهُمۡ ﴿ "Tetapi yang demikian itu tidaklah menambah mereka," maksud-nya, ancaman itu (tidaklah menambah mereka) ﴾ إِلَّا طُغۡيَٰنٗا كَبِيرٗا ﴿ "me-lainkan kedurhakaan yang besar," ungkapan ini lebih mewakili predikat keburukan dan rasa cinta terhadap keburukan itu, kebencian mereka terhadap kebaikan dan kepongahan kepadanya.

17:61–65Page 288

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ قَالَ ءَأَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِينٗا ٦١

And [mention] when We said to the angels, "Prostrate to Adam," and they prostrated, except for Iblees.1 He said, "Should I prostrate to one You created from clay?"

قَالَ أَرَءَيۡتَكَ هَٰذَا ٱلَّذِي كَرَّمۡتَ عَلَيَّ لَئِنۡ أَخَّرۡتَنِ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَأَحۡتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٗا ٦٢

[Iblees] said, "Do You see this one whom You have honored above me? If You delay me [i.e., my death] until the Day of Resurrection, I will surely destroy1 his descendants, except for a few."

قَالَ ٱذۡهَبۡ فَمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُكُمۡ جَزَآءٗ مَّوۡفُورٗا ٦٣

[Allāh] said, "Go, for whoever of them follows you, indeed Hell will be the recompense of [all of] you - an ample recompense.

وَٱسۡتَفۡزِزۡ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُم بِصَوۡتِكَ وَأَجۡلِبۡ عَلَيۡهِم بِخَيۡلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِ وَعِدۡهُمۡۚ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا ٦٤

And incite [to senselessness] whoever you can among them with your voice and assault them with your horses and foot soldiers and become a partner in their wealth and their children and promise them." But Satan does not promise them except delusion.

إِنَّ عِبَادِي لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٞۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلٗا ٦٥

Indeed, over My [believing] servants there is for you no authority. And sufficient is your Lord as Disposer of affairs.1

"Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu semua kepada Adam', lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata, 'Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?' Dia (iblis) berkata, 'Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai Hari Kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.' Allah berfirman, 'Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikutimu, maka sesungguhnya Neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan tipu dayalah siapa yang kamu sanggupi di antara me-reka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki, dan berserikatlah de-ngan mereka pada harta dan anak-anak, dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melain-kan tipuan belaka. Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabbmu sebagai Pen-jaga'." (Al-Isra`: 61-65).

(61) Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi telah mengingat-kan para hambaNya akan dahsyatnya permusuhan dan kegigihan setan untuk menyesatkan mereka. Dan bahwa tatkala Allah men-ciptakan Adam, setan berlagak sombong untuk sujud kepadanya, ﴾ قَالَ ﴿ "dia berkata," dengan penuh kesombongan, ﴾ ءَأَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِينٗا ﴿ "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan berupa tanah?" yaitu dari tanah. Dengan prasangkanya, dia lebih baik daripada Adam karena tercipta dari api. Sungguh telah dibahas betapa buruk-nya qiyas (analogi) yang batil ini dari banyak segi.

(62) Maka tatkala jelas bagi iblis bahwa Allah mengutamakan Adam atas dirinya, ﴾ قَالَ ﴿ "dia (iblis) berkata," mengajak bicara kepada Allah, ﴾ أَرَءَيۡتَكَ هَٰذَا ٱلَّذِي كَرَّمۡتَ عَلَيَّ لَئِنۡ أَخَّرۡتَنِ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَأَحۡتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُۥٓ ﴿ "Terang-kanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Se-sungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai Hari Kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya," maksudnya aku benar-benar akan membinasakan mereka sampai tuntas dengan menyesatkan (mereka) dan aku sungguh akan menyimpangkan mereka ﴾ إِلَّا قَلِيلٗا ﴿ "kecuali sebagian kecil," setan yang keji mengetahui bahwa di antara mereka ada yang memusuhi dan tidak patuh ter-hadap Allah.

(63) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya, ﴾ ٱذۡهَبۡ فَمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ ﴿ "Pergi-lah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu," dan memilih-mu daripada Rabbnya dan penjaganya yang hak. ﴾ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُكُمۡ جَزَآءٗ مَّوۡفُورٗا ﴿ "Maka sesungguhnya Neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup," maksudnya, yang tersimpan dan terpenuhi sebagai balasan atas perbuatan kalian.

(64) Kemudian Allah memerintahkan iblis untuk melakukan apa saja yang ia mampu untuk menyesatkan mereka, seraya ber-firman, ﴾ وَٱسۡتَفۡزِزۡ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُم بِصَوۡتِكَ ﴿ "Dan tipu dayalah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu." Termasuk dalam konteks ini setiap penyeru kepada perbuatan maksiat ﴾ وَأَجۡلِبۡ عَلَيۡهِم بِخَيۡلِكَ وَرَجِلِكَ ﴿ "dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki." Masuk dalam pengertian ayat ini adalah setiap pengen-dara dan orang yang berjalan di atas kemaksiatan kepada Allah, maka semuanya termasuk dari tentara berkuda dan pasukan pejalan kaki milik setan. Maksudnya, bahwasanya Allah berkehendak untuk menguji hamba-hambaNya dengan musuh yang nyata ini yang mengajak mereka untuk bermaksiat dengan perkataan dan perbuat-annya. ﴾ وَشَارِكۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِ ﴿ "Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak," ini meliputi setiap kemaksiatan yang terkait dengan harta benda dan anak-anak mereka, berupa menentang membayar zakat, kaffarah dan hak-hak yang wajib, tidak membina dan mendidik anak untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan, mengambil harta yang bukan haknya atau mengguna-kannya tanpa alasan yang benar atau menempuh cara-cara yang buruk. Bahkan para ahli tafsir menyebutkan bahwa termasuk juga dalam intervensi setan pada harta dan anak yaitu meninggalkan ucapan tasmiyah (bismillah) ketika makan, minum dan jima', dan bahwa bila dia tidak menyebut Nama Allah dalam melakukan hal itu, maka setan ikut serta di dalamnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits[23] ﴾ وَعِدۡهُمۡۚ ﴿ "dan beri janjilah mereka," yaitu janji-janji indah yang tidak ada realitanya. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا ﴿ "dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan be-laka," yaitu kebatilan yang akan pupus. Seperti memperindah pan-dangan kepada kemaksiatan dan keyakinan-keyakinan yang buruk kepada mereka, dan menjanjikan pahala bagi mereka dengan itu, lantaran mereka menyangka berada di atas kebenaran. Allah berfir-man, ﴾ ٱلشَّيۡطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَيَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغۡفِرَةٗ مِّنۡهُ وَفَضۡلٗاۗ ﴿ "Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untuk-mu ampunan dan karunia dariNya." (Al-Baqarah: 268).

(65) Tatkala Allah mengabarkan keinginan yang hendak di-lakukan setan pada para hamba, maka Allah menyebutkan sesuatu yang bisa dijadikan pegangan untuk penjagaan dari fitnah setan. Yaitu menghambakan diri kepada Allah dengan penuh keimanan dan tawakal. Allah berfirman, ﴾ إِنَّ عِبَادِي لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٞۚ ﴿ "Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka," maksudnya, (tidak bisa) menguasai dan menyesatkan, bahkan –disebabkan peng-hambaan mereka kepada Allah–, maka Allah menjaga mereka dari setiap keburukan, melindungi mereka dari setan yang terkutuk, dan mencukupi segala kebutuhan mereka ﴾ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلٗا ﴿ "Dan cukup-lah Rabbmu sebagai Penjaga," bagi orang-orang bertawakal dan me-laksanakan perintah-perintahNya.

17:66–69Page 288

رَّبُّكُمُ ٱلَّذِي يُزۡجِي لَكُمُ ٱلۡفُلۡكَ فِي ٱلۡبَحۡرِ لِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا ٦٦

It is your Lord who drives the ship for you through the sea that you may seek of His bounty. Indeed, He is ever, to you, Merciful.

وَإِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فِي ٱلۡبَحۡرِ ضَلَّ مَن تَدۡعُونَ إِلَّآ إِيَّاهُۖ فَلَمَّا نَجَّىٰكُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ أَعۡرَضۡتُمۡۚ وَكَانَ ٱلۡإِنسَٰنُ كَفُورًا ٦٧

And when adversity touches you at sea, lost are [all] those you invoke except for Him. But when He delivers you to the land, you turn away [from Him]. And ever is man ungrateful.

أَفَأَمِنتُمۡ أَن يَخۡسِفَ بِكُمۡ جَانِبَ ٱلۡبَرِّ أَوۡ يُرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ حَاصِبٗا ثُمَّ لَا تَجِدُواْ لَكُمۡ وَكِيلًا ٦٨

Then do you feel secure that [instead] He will not cause a part of the land to swallow you or send against you a storm of stones? Then you would not find for yourselves an advocate.

أَمۡ أَمِنتُمۡ أَن يُعِيدَكُمۡ فِيهِ تَارَةً أُخۡرَىٰ فَيُرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ قَاصِفٗا مِّنَ ٱلرِّيحِ فَيُغۡرِقَكُم بِمَا كَفَرۡتُمۡ ثُمَّ لَا تَجِدُواْ لَكُمۡ عَلَيۡنَا بِهِۦ تَبِيعٗا ٦٩

Or do you feel secure that He will not send you back into it [i.e., the sea] another time and send upon you a hurricane of wind and drown you for what you denied?1 Then you would not find for yourselves against Us an avenger.2

"Rabbmu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesung-guhnya Dia Maha Penyayang terhadapmu. Dan apabila kamu di-timpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang (biasa) kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke da-ratan, kamu berpaling. Dan manusia itu selalu ingkar (tidak ber-terima kasih). Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Allah) yang menjungkirbalikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun bagi kamu. Atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikanNya kamu ke laut sekali lagi, lalu dia meniupkan atas kamu angin taupan dan ditenggelamkanNya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami." (Al-Isra`: 66-69).

(66) Allah تعالى menyebutkan nikmatNya kepada para hamba, bahwasanya Dia telah menciptakan bahtera, kapal-kapal dan alat angkutan lainnya bagi mereka, dan mengilhamkan kepada mereka bagaimana cara membuatnya, menundukkan laut yang bergelom-bang, sehingga alat-alat angkut itu bisa berjalan (dengan baik) di atasnya. Dengan itu, manusia bisa memanfaatkannya untuk trans-portasi, pengangkutan barang-barang dan perniagaan. Ini salah satu bentuk rahmat Allah kepada para hambaNya. Allah senantiasa menyayangi dan berlemah-lembut kepada mereka. Dia memberi-kan segala kebutuhan dan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka.

(67) Dan di antara rahmatNya yang menunjukkan bahwa Dia-lah satu-satunya Dzat yang layak disembah, bukan obyek yang lain, adalah tatkala mereka tertimpa bahaya di lautan, kemudian mereka takut akan binasa karena gulungan ombak, niscaya hilanglah dari benak mereka, segala sesuatu yang mereka sembah selain Allah di waktu lapang, baik sesembahan itu hidup atau mati. Seolah-olah mereka tidak pernah menyeru sesembahan itu sama sekali. Hal ini disebabkan mereka mengetahui bahwasanya sesembahan itu tak berdaya untuk menghilangkan bahaya (yang sedang dihadapi). Mereka pun berteriak menyeru sang Pencipta langit dan bumi, Dzat yang dimintai perlindungan oleh semua makhluk dalam ma-salah-masalah mereka yang genting. Pada waktu seperti ini mereka mengikhlaskan doa dan ketundukan kepada Allah semata. Akan tetapi, ketika Allah telah menghilangkan bahaya dan menyelamat-kan mereka hingga sampai ke daratan, maka mereka lupa kepada Dzat tempat mereka berdoa sebelumnya. Mereka menyekutukan denganNya suatu obyek yang tidak mampu memberi manfaat dan mudharat, tidak memberi dan tidak pula mampu mencegah pem-berian. Mereka pun berpaling dari keikhlasan untuk Rabb dan Pe-nguasa mereka. Ini disebabkan kebodohan manusia dan kekufurannya. Karena sesungguhnya manusia itu sering mengkufuri nikmat-nikmat yang diberikan. Kecuali orang-orang yang diberi hidayah, maka Allah memberikan nikmat kepada mereka dengan akal yang sehat dan mengambil petunjuk menuju jalan yang lurus. Ia mengetahui bah-wasanya Dzat yang telah menghilangkan kesulitan-kesulitan dan menyelamatkannya dari kengerian-kengerian, Dia-lah yang berhak untuk ditunggalkan dan diikhlaskan kepadaNya seluruh amalan, baik dalam keadaan lapang atau sempit, susah ataupun senang. Adapun orang yang ditelantarkan tanpa bimbingan (dari Allah) dan diserahkan kepada penanganan akalnya yang lemah, maka tidak menghiraukan pada waktu kesulitan kecuali hanya kemasla-hatan sesaat dan keselamatannya di waktu itu. Ketika dia telah men-dapatkan keselamatan dan kesulitan telah menjauhinya, niscaya dia menduga dengan akalnya yang bodoh bahwa dia telah melemah-kan Allah. Di dalam hatinya tidak terbetik akibat jelek yang bersifat duniawi, apalagi perkara akhirat.

(68-69) Oleh karenanya, Allah mengingatkan mereka dengan FirmanNya, ﴾ أَفَأَمِنتُمۡ أَن يَخۡسِفَ بِكُمۡ جَانِبَ ٱلۡبَرِّ أَوۡ يُرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ حَاصِبٗا ﴿ "Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Allah) yang menjungkirbalikkan se-bagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil?" Maksudnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, apabila Dia menghendaki, niscaya akan menurunkan azab kepadamu dari arah bawah dengan menjungkirbalikkan kalian, atau dari atas, dengan meniupkan angin keras yang menerbangkan kerikil. Itu adalah azab yang mengenai mereka secara merata de-ngan batu-batu kerikil sehingga mereka menjadi orang-orang yang binasa. Maka janganlah kamu menyangka bahwa kebinasaan hanya terjadi di lautan belaka. Apabila kamu berpandangan demikian, maka apakah kamu merasa aman dari ﴾ أَن يُعِيدَكُمۡ ﴿ "dikembalikanNya kamu," ke lautan ﴾ تَارَةً أُخۡرَىٰ فَيُرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ قَاصِفٗا مِّنَ ٱلرِّيحِ ﴿ "sekali lagi lalu Dia meniupkan atas kamu angin taupan," yaitu angin kencang yang menghancurkan segala sesuatu yang mendatanginya, ﴾ فَيُغۡرِقَكُم بِمَا كَفَرۡتُمۡ ثُمَّ لَا تَجِدُواْ لَكُمۡ عَلَيۡنَا بِهِۦ تَبِيعٗا ﴿ "dan di-tenggelamkanNya kamu disebabkan kekafiranmu. Kemudian kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami," yaitu tempat meminta pertolongan. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah menzhalimi kalian meskipun seberat biji sawi.

17:70Page 289

۞ وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِيٓ ءَادَمَ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا ٧٠

And We have certainly honored the children of Adam and carried them on the land and sea and provided for them of the good things and preferred them over much of what We have created, with [definite] preference.

"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan ke-lebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (Al-Isra`: 70).

(70) Ini adalah salah satu kemurahan dan kebaikan Allah yang tidak terukur kadarnya kepada mereka, yang mana Dia me-muliakan Bani Adam dengan semua bentuk kemuliaan. Allah me-muliakan mereka dengan ilmu dan akal. Allah mengutus para rasul, menurunkan kitab-kitab, menjadikan wali dan orang pilihan(Nya) dari mereka, serta mencurahkan nikmat-nikmat lahir maupun bathin yang lain bagi mereka. ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ ﴿ "Dan kami angkut mereka di da-ratan," di atas tunggangan seperti unta, baghal, keledai dan kenda-raan-kendaraan darat, ﴾ وَٱلۡبَحۡرِ ﴿ "dan di lautan," dengan kapal-kapal dan perahu-perahu. ﴾ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ﴿ "Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik," dalam bentuk makanan, minuman, pakaian dan pasangan. Maka, tidak ada dari kebaikan yang berhubungan erat dengan kebutuhan mereka melainkan pasti Allah telah memuliakan mereka dengan-nya dan memudahkannya bagi mereka dengan semudah-mudahnya. ﴾ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا ﴿ "Dan Kami lebihkan mereka de-ngan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan," dengan keistimewaan khusus bagi mereka berupa jalan hidup yang baik dan mengutamakan mereka dengan aneka keutama-an yang tidak dimiliki makhluk lain dari jenis-jenis makhluk (yang ada). Apakah mereka tidak mau bersyukur kepada Dzat yang telah melimpahkan nikmatNya dan menepis bahaya? Jangan sampai nikmat-nikmat itu menghalangi mereka dari Dzat yang memberi nikmat itu sendiri, sehingga mereka sibuk dengan kenikmatan itu dari beribadah kepadaNya, bahkan tidak menutup kemungkinan menggunakannya dalam bermaksiat kepadaNya.

17:71–72Page 289

يَوۡمَ نَدۡعُواْ كُلَّ أُنَاسِۭ بِإِمَٰمِهِمۡۖ فَمَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَقۡرَءُونَ كِتَٰبَهُمۡ وَلَا يُظۡلَمُونَ فَتِيلٗا ٧١

[Mention, O Muḥammad], the Day We will call forth every people with their record [of deeds].1 Then whoever is given his record in his right hand - those will read their records, and injustice will not be done to them, [even] as much as a thread [inside the date seed].

وَمَن كَانَ فِي هَٰذِهِۦٓ أَعۡمَىٰ فَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ أَعۡمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلٗا ٧٢

And whoever is blind1 in this [life] will be blind in the Hereafter and more astray in way.

"(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; maka barangsiapa yang diberikan Kitab amalannya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikit pun. Dan barang-siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) dia akan lebih buta dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)." (Al-Isra`: 71-72).

(71) Allah تعالى mengabarkan tentang keadaan para makhluk pada Hari Kiamat. Allah juga mengabarkan bahwa Dia akan me-manggil setiap umat bersama dengan imam dan pemberi petunjuk mereka, yaitu para rasul dan penerus-penerusnya. Kemudian setiap umat maju, dan rasul yang pernah menyeru mereka pun menghadi-rinya. Amalan mereka dibandingkan dengan kitab yang pernah diserukan oleh rasul, apakah sesuai atau tidak? Dengan ini, terbagilah manusia menjadi dua kelompok, ﴾ فَمَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ ﴿ "maka barangsiapa yang diberikan Kitab amalannya di tangan kanannya," karena sebelumnya mereka mengikuti imamnya yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, mengambil petunjuk dari Kitabullah, maka kebaikannya menjadi banyak dan keburukan-nya menyusut, ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَقۡرَءُونَ كِتَٰبَهُمۡ ﴿ "maka mereka ini akan membaca kitabnya itu," dengan bacaan yang menggembirakan dan menyenang-kan atas sesuatu yang mereka lihat di dalamnya dari sesuatu yang membuat mereka bahagia dan senang, ﴾ وَلَا يُظۡلَمُونَ فَتِيلٗا ﴿ "dan mereka tidak dianiaya sedikit pun," dari setiap kebaikan yang telah mereka lakukan.

(72) ﴾ وَمَن كَانَ فِي هَٰذِهِۦٓ ﴿ "Dan barangsiapa yang di sini," yakni di dunia ini ﴾ أَعۡمَىٰ ﴿ "buta" dari kebenaran, maka dia tidak menerima dan tidak tunduk kepadanya, justru dia mengikuti kesesatan ﴾ فَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ أَعۡمَىٰ ﴿ "niscaya di akhirat (nanti) dia akan lebih buta (pula)" (tidak melihat) jalur menuju surga, sebagaimana tatkala di dunia dia tidak menapakinya ﴾ وَأَضَلُّ سَبِيلٗا ﴿ "dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). Karena balasan itu disebabkan oleh jenis amal perbuatan itu ter-sendiri, dan sebagaimana kamu memberi balasan, maka kamu diberi balasan pula. Dalam ayat ini, terdapat dalil bahwasanya setiap umat itu akan diseru kepada agama dan kitabnya. Apakah dilaksanakan atau-kah tidak? Mereka tidak akan diazab dengan syariat nabi lain yang tidak diperintahkan untuk mengikutinya. Allah tidak akan meng-azab seseorang kecuali setelah hujjah tegak atasnya, kemudian dia menyelisihinya. Orang-orang yang suka berbuat kebaikan akan diberikan kitab mereka dengan tangan kanannya. Mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang sangat besar. Sedangkan orang-orang yang suka berbuat kejelekan, akan mendapatkan kebalikan-nya. Mereka tidak mampu membaca kitab mereka disebabkan dah-syatnya kegelisahan dan ketakutan yang mereka rasakan.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском