As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-Isra 17:73–104
17:73–77Page 289
وَإِن كَادُواْ لَيَفۡتِنُونَكَ عَنِ ٱلَّذِيٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ لِتَفۡتَرِيَ عَلَيۡنَا غَيۡرَهُۥۖ وَإِذٗا لَّٱتَّخَذُوكَ خَلِيلٗا ٧٣
And indeed, they were about to tempt you away from that which We revealed to you in order to [make] you invent about Us something else; and then they would have taken you as a friend.
وَلَوۡلَآ أَن ثَبَّتۡنَٰكَ لَقَدۡ كِدتَّ تَرۡكَنُ إِلَيۡهِمۡ شَيۡـٔٗا قَلِيلًا ٧٤
And if We had not strengthened you, you would have almost inclined to them a little.
إِذٗا لَّأَذَقۡنَٰكَ ضِعۡفَ ٱلۡحَيَوٰةِ وَضِعۡفَ ٱلۡمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيۡنَا نَصِيرٗا ٧٥
Then [if you had], We would have made you taste double [punishment in] life and double [after] death. Then you would not find for yourself against Us a helper.
وَإِن كَادُواْ لَيَسۡتَفِزُّونَكَ مِنَ ٱلۡأَرۡضِ لِيُخۡرِجُوكَ مِنۡهَاۖ وَإِذٗا لَّا يَلۡبَثُونَ خِلَٰفَكَ إِلَّا قَلِيلٗا ٧٦
And indeed, they were about to provoke [i.e., drive] you from the land [i.e., Makkah] to evict you therefrom. And then [when they do], they will not remain [there] after you, except for a little.1
سُنَّةَ مَن قَدۡ أَرۡسَلۡنَا قَبۡلَكَ مِن رُّسُلِنَاۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحۡوِيلًا ٧٧
[That is Our] established way for those We had sent before you of Our messengers; and you will not find in Our way any alteration.
"Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat sesuatu yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu, tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. Dan kalau bukan karena Kami memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka. Kalau terjadi de-mikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, kemudian kamu tidak akan mendapat seorang pe-nolong pun terhadap Kami. Dan sesungguhnya mereka benar-benar hampir membuatmu gelisah di negeri (Makkah) untuk mengusirmu daripadanya, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja. (Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu, dan kamu tidak akan mendapati perubahan bagi ketetapan Kami itu." (Al-Isra`: 73-77).
(73) Allah تعالى menyebutkan karunia dan penjagaanNya ke-pada RasulNya, Muhammad ﷺ dari para musuh yang gigih melon-tarkan fitnah dengan segala macam cara. Allah berfirman, ﴾ وَإِن كَادُواْ لَيَفۡتِنُونَكَ عَنِ ٱلَّذِيٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ لِتَفۡتَرِيَ عَلَيۡنَا غَيۡرَهُۥۖ ﴿ "Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat sesuatu yang lain secara bohong terhadap Kami," maksud-nya mereka telah melancarkan tipu-daya kepadamu yang belum pernah mereka ketahui (sebelumnya), mereka merekayasa dirimu agar mau berbohong atas Nama Allah dengan (memberi keterangan) yang berbeda dengan yang telah diwahyukan kepadamu, lantas kamu membawakan keterangan yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, dan kamu meninggalkan wahyu yang diturunkan Allah kepadamu. ﴾ وَإِذٗا ﴿ "Dan kalau sudah begitu," seandainya kamu me-lakukan apa yang mereka inginkan, ﴾ لَّٱتَّخَذُوكَ خَلِيلٗا ﴿ "tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia," yaitu sebagai kekasih sejati, lebih dihormati dari kekasih-kekasih mereka yang lain, karena perangai-perangai yang telah Allah pasang untukmu berupa akhlak mulia dan adab yang tinggi, yang dicintai oleh semua karib yang dekat maupun jauh, kawan ataupun lawan. Akan tetapi, sungguh kamu akan mengetahui bahwasanya, tidaklah mereka memusuhi dan melawanmu melainkan karena kebenaran yang kamu bawa, bukan karena pribadimu. Sebagaimana Firman Allah, ﴾ قَدۡ نَعۡلَمُ إِنَّهُۥ لَيَحۡزُنُكَ ٱلَّذِي يَقُولُونَۖ فَإِنَّهُمۡ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ 33 ﴿ "Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah." (Al-An'am: 33).
(74) ﴾ وَ﴿ "Dan," kendatipun demikian ﴾ ل َ و ْ ل َ آ أَن ثَبَّتۡنَٰكَ ﴿ "kalau bukan karena Kami memperkuat (hati)mu," untuk tetap di atas kebenar-an dan Kami karuniakan kepadamu penolakan terhadap permin-taan mereka ﴾ لَقَدۡ كِدتَّ تَرۡكَنُ إِلَيۡهِمۡ شَيۡـٔٗا قَلِيلًا ﴿ "niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka," karena banyaknya usahamu untuk membenahi mereka dan kecintaanmu untuk memberikan hidayah.
(75) ﴾ إِذًا﴿ "Kalau terjadi demikian," seandainya kamu condong kepada keinginan mereka, ﴾ لَّأَذَقۡنَٰكَ ضِعۡفَ ٱلۡحَيَوٰةِ وَضِعۡفَ ٱلۡمَمَاتِ ﴿ "benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati," maksudnya benar-benar akan Kami timpakan kepadamu siksaan yang berlipat ganda di dunia dan akhirat. Hal itu karena Allah telah menyem-purnakan nikmat-nikmatNya kepadamu dan menyempurnakan pula pengetahuanmu ﴾ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيۡنَا نَصِيرٗا ﴿ "kemudian kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami," yang menyelamatkan-mu dari azab yang menimpamu. Akan tetapi, Allah تعالى memelihara-mu dari sebab-sebab keburukan dan keburukan itu sendiri. Selanjut-nya, Kami menguatkan hatimu dan Kami menunjukkan kamu ke jalan yang lurus. Dan kamu tidak akan condong kepada mereka dari sisi manapun. Dia telah melimpahkan atas dirimu nikmat yang sempurna dan anugerah yang tak terhingga.
(76-77) ﴾ وَإِن كَادُواْ لَيَسۡتَفِزُّونَكَ مِنَ ٱلۡأَرۡضِ لِيُخۡرِجُوكَ مِنۡهَاۖ ﴿ "Dan sesungguh-nya mereka benar-benar hampir membuatmu gelisah di negeri (Makkah) untuk mengusirmu darinya," karena kebencian mereka dengan keber-adaanmu bersama mereka. Hampir saja mereka mengusirmu dan menyingkirkanmu dari negeri (Makkah). Seandainya mereka mela-kukannya, niscaya mereka tidak akan lama bertahan di negeri itu, hingga azab menimpa mereka. Itu adalah sunnatullah yang tidak pernah berubah dan berganti pada setiap umat. Setiap umat yang mendustakan dan mengusir RasulNya, niscaya Allah akan menye-gerakan azab bagi mereka. Oleh karenanya, tatkala orang-orang kafir itu membuat makar terhadap RasulNya dan mengusirnya, maka tidaklah mereka mampu bertahan kecuali sebentar saja sampai akhirnya Allah membinasakan mereka di perang Badar, menewas-kan tokoh-tokoh mereka dan mencerai-beraikan kekuatan mereka. BagiNya-lah semua pujian. Dalam ayat ini terdapat dalil betapa besarnya kebutuhan se-orang hamba kepada peneguhan hati oleh Allah. [Sudah seharus-nya] dia senantiasa meminta, supaya Allah meneguhkan hatinya di atas keimanan dengan tetap melakukan segala usaha yang menghan-tarkan kepadanya. Karena Nabi saja –padahal beliau adalah insan yang paling sempurna– (diberi peneguhan hati oleh Allah. Ed). Allah berfirman kepada beliau, ﴾ وَلَوۡلَآ أَن ثَبَّتۡنَٰكَ لَقَدۡ كِدتَّ تَرۡكَنُ إِلَيۡهِمۡ شَيۡـٔٗا قَلِيلًا ﴿ "Dan kalau bukan karena Kami memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka," lalu bagaimana dengan selain beliau? Dalam ayat ini terdapat tindakan Allah mengingatkan Rasul-Nya terhadap karunia dan penjagaanNya dari keburukan. Hal ini menunjukkan bahwasanya Allah mencintai hamba-hambaNya, yang menyadari curahan kenikmatan pada mereka di kala muncul sebab-sebab keburukan dalam bentuk penjagaan dariNya dan keteguhan di atas keimanan. Dalam ayat ini terdapat pula dalil bahwasanya semakin tinggi kedudukan seorang hamba dan semakin banyak nikmat yang dia dapatkan dari Allah, maka semakin besar pula dosa dan tingkat kejahatannya apabila dia melakukan perbuatan yang tercela. Karena Allah telah mengingatkan RasulNya, seandainya beliau melakukan-nya –dan itu tidak mungkin terjadi– dengan FirmanNya, ﴾ إِذٗا لَّأَذَقۡنَٰكَ ضِعۡفَ ٱلۡحَيَوٰةِ وَضِعۡفَ ٱلۡمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيۡنَا نَصِيرٗا 75 ﴿ "Kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami." Dalam ayat ini terdapat pula dalil bahwasanya apabila Allah menghendaki kehancuran suatu umat, maka kejahatannya akan berlipat-lipat, membesar dan semakin menjadi-jadi, sampai akhir-nya jatuhlah keputusan dari Allah atas mereka, maka Allah menim-pakan hukuman itu kepada mereka, sebagaimana itu sudah men-jadi sunnatullah yang berlaku pada umat-umat terdahulu apabila mereka mengusir RasulNya.
17:78–81Page 290
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودٗا ٧٨
Establish prayer at the decline of the sun [from its meridian] until the darkness of the night1 and [also] the Qur’ān [i.e., recitation] of dawn.2 Indeed, the recitation of dawn is ever witnessed.
وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ نَافِلَةٗ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامٗا مَّحۡمُودٗا ٧٩
And from [part of] the night, pray1 with it [i.e., recitation of the Qur’ān] as additional [worship] for you; it is expected that2 your Lord will resurrect you to a praised station.3
وَقُل رَّبِّ أَدۡخِلۡنِي مُدۡخَلَ صِدۡقٖ وَأَخۡرِجۡنِي مُخۡرَجَ صِدۡقٖ وَٱجۡعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلۡطَٰنٗا نَّصِيرٗا ٨٠
And say, "My Lord, cause me to enter a sound entrance1 and to exit a sound exit2 and grant me from Yourself a supporting authority."
وَقُلۡ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَزَهَقَ ٱلۡبَٰطِلُۚ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا ٨١
And say, "Truth has come, and falsehood has departed. Indeed is falsehood, [by nature], ever bound to depart."
"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya Shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebagian malam hari, maka shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabbmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah, 'Ya Rabbku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang menolong.' Dan katakanlah, 'Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.' Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." (Al-Isra`: 78-81).
(78) Allah تعالى memerintahkan NabiNya, Muhammad ﷺ untuk menegakkan shalat dengan sempurna, baik secara fisik maupun bathin pada waktu-waktunya ﴾ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ ﴿ "dari sesudah matahari tergelincir," yaitu condongnya matahari ke arah barat setelah ter-gelincir. Masuk pada waktu itu adalah Shalat Zhuhur dan Ashar ﴾ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيۡلِ ﴿ "sampai gelap malam," yaitu hingga gelap. Masuk dalam waktu ini adalah Shalat Maghrib dan Isya ﴾ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ ﴿ "dan (diri-kanlah pula shalat) fajar," yaitu Shalat Shubuh. Disebutkan dengan kata "qur`an", karena Shalat Shubuh disyariatkan memperpanjang bacaan al-Qur`an di dalamnya melebihi waktu-waktu shalat lain. Dan juga karena keutamaan bacaan al-Qur`an di dalamnya, lantaran disaksikan oleh Allah, para malaikat siang, dan malaikat malam. Dalam ayat ini, disebutkan lima waktu untuk shalat-shalat yang wajib. Dan bahwa shalat-shalat yang dikerjakan di dalamnya merupakan shalat-shalat wajib karena adanya pengkhususan de-ngan perintah itu. Pada ayat ini terdapat keterangan bahwa waktu merupakan syarat sahnya shalat, dan ia menjadi sebab diwajibkannya (pelaksa-naan) shalat. Karena Allah memerintahkan untuk mendirikan shalat pada waktu-waktu ini. Apabila ada udzur, maka Shalat Zhuhur dan Ashar boleh dijamak. Begitu pula Maghrib dan Isya. Karena Allah menggabungkan waktu keduanya secara bersamaan. Dalam ayat ini (juga) termuat keutamaan Shalat Shubuh dan keutamaan memperpanjang bacaan di dalamnya, dan bahwa bacaan merupakan rukun dari Shalat Shubuh. Karena apabila suatu ibadah dinamakan dengan sebagian namanya, maka itu menunjukkan ke-wajiban perkara tersebut.
(79) Dan Firman Allah, ﴾ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ ﴿ "Dan pada sebagian malam hari maka shalat tahajudlah kamu," maksudnya shalatlah pada sisa waktu malam ﴾ نَافِلَةٗ لَّكَ ﴿ "sebagai suatu ibadah tambahan bagimu," maksudnya agar shalat malam menjadi tambahan bagi tingginya kedudukan dan derajatmu. Berbeda dengan orang selainmu, maka shalat malam itu sebagai penghapus atas kesalahan-kesalahannya. Pengertian ayat ini juga bisa mengandung makna bahwasanya shalat lima waktu itu merupakan kewajiban atasmu dan kaum Muk-minin. Berbeda dengan shalat malam, maka itu adalah kewajiban yang dikhususkan untukmu. Hal ini karena kemuliaanmu di sisi Allah, sehingga Dia menjadikan tugasmu lebih banyak daripada orang lain, supaya pahalamu menjadi banyak, yang dengan itu kamu bisa mencapai al-Maqam al-Mahmud (kedudukan terpuji di sisi Rabbmu). Ia merupakan kedudukan yang dipuji-puji oleh orang-orang yang terdahulu dan yang akan datang, yaitu kedudukan bisa memberi syafa'at tertinggi, tatkala seluruh makhluk meminta syafa'at kepada Nabi Adam, kemudian Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa, mereka semua mengemukakan udzur darinya. Hingga mereka meminta syafa'at dari pemimpin anak keturunan Adam, supaya Allah mengasihi mereka dari kegelisahan dan kesusahan pada waktu itu. Beliau pun meminta syafa'at kepada Rabbnya. Ke-mudian Allah pun mengizinkan beliau untuk memberikan syafa'at, menempatkan beliau di tempat yang mana orang-orang terdahulu hingga orang-orang yang datang belakangan merasa iri untuk men-dapatkannya. Sehingga hal itu menjadi karunia Nabi Muhammad bagi seluruh makhluk.
(80) FirmanNya, ﴾ وَقُل رَّبِّ أَدۡخِلۡنِي مُدۡخَلَ صِدۡقٖ وَأَخۡرِجۡنِي مُخۡرَجَ صِدۡقٖ ﴿ "Dan ka-takanlah, 'Ya Rabbku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku ke tempat keluar yang benar," maksudnya jadi-kanlah tempat masuk dan tempat keluarku semuanya dalam ke-taatan dan keridhaanMu. Karena hal ini memuat sifat keikhlasan dan keselarasan dengan perintah. ﴾ وَٱجۡعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلۡطَٰنٗا نَّصِيرٗا ﴿ "Dan be-rikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang menolong," maksudnya hujjah yang nyata dan petunjuk yang pasti pada seluruh yang aku kerjakan dan aku tinggalkan. Ini adalah keadaan paling mulia yang mana Allah menempatkan hambaNya di sana. Yakni, supaya se-luruh keadaannya baik dan mengarahkan kepada kedekatan pada Rabbnya. Dan supaya dia memiliki dasar petunjuk yang jelas dalam setiap keadaannya. Hal ini mencakup ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, yaitu ilmu tentang berbagai problematika dan dalil-dalil petunjuk.
(81) FirmanNya, ﴾ وَقُلۡ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَزَهَقَ ٱلۡبَٰطِلُۚ ﴿ "Dan katakanlah, 'Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap'," kebenaran adalah apa yang Allah wahyukan kepada RasulNya, Muhammad, Allah me-merintahkannya untuk mengatakan dan mengumumkan, "Telah datang kebenaran yang tidak ada sesuatu pun yang menentang-nya. Dan kebatilan telah lenyap." Artinya (kebatilan) telah pudar dan pupus. ﴾ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا ﴿ "Sesungguhnya yang batil itu adalah se-suatu yang pasti lenyap," maksudnya ini adalah sifat kebatilan. Akan tetapi, terkadang kebatilan berkuasa laris (digemari. Ed) apabila tidak dihadapi dengan kebenaran. Lalu tatkala datang kebenaran, maka kebatilan meredup dan tidak akan tersisa sama sekali. Tidak-lah kebatilan itu akan laris kecuali pada waktu dan tempat yang kosong dari ilmu tentang ayat-ayat Allah dan penjelasannya. Dan Firman Allah,
17:82Page 290
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا ٨٢
And We send down of the Qur’ān that which is healing and mercy for the believers, but it does not increase the wrongdoers except in loss.
"Dan Kami turunkan dari al-Qur`an suatu yang menjadi pe-nawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan tidaklah al-Qur`an itu menambah kepada orang-orang yang zhalim melain-kan kerugian." (Al-Isra`: 82).
(82) Al-Qur`an itu mengandung penyembuh dan rahmat. Akan tetapi, kandungan itu bukan untuk setiap orang. Itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang beriman dan membenarkan ayat-ayatNya lagi mengetahuinya. Adapun orang-orang zhalim yang tidak membenarkan atau tidak mau mengamalkannya, maka ayat-ayat itu tidak menambah kepada mereka kecuali kerugian belaka. Hal ini karena hujjah telah tegak atas mereka. Penyembuhan yang disebutkan dalam al-Qur`an itu bersifat umum untuk menyembuhkan hati dari syubhat dan kebodohan, pemikiran rusak, dan penyimpangan yang buruk, serta niat yang busuk. Al-Qur`an mencakup ilmu yakin yang mengakibatkan syu-bhat dan kebodohan lenyap, (serta mengandung) nasihat dan per-ingatan yang dapat melenyapkan setiap syahwat yang menyelisihi perintah Allah. (Selain itu), juga untuk menyembuhkan tubuh dari rasa sakit dan gangguan-gangguannya. Adapun rahmat, maka sesungguhnya muatan al-Qur`an itu berisi sebab-sebab dan sarana-sarana yang dianjurkan bagi seorang hamba untuk melakukannya. Kapan saja dia menjalankannya, maka akan memperoleh kemenangan berupa rahmat, kebahagiaan yang abadi dan pahala yang akan disegerakan ataupun ditangguhkan pembalasannya.
17:83Page 290
وَإِذَآ أَنۡعَمۡنَا عَلَى ٱلۡإِنسَٰنِ أَعۡرَضَ وَنَـَٔا بِجَانِبِهِۦ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ كَانَ يَـُٔوسٗا ٨٣
And when We bestow favor upon man [i.e., the disbeliever], he turns away and distances himself; and when evil touches him, he is ever despairing.
"Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, nis-caya berpalinglah dia, dan membelakangi dengan sikap yang som-bong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa." (Al-Isra`: 83).
(83) Begitulah tabiat manusia dari sudut pandang dzatnya, kecuali orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah. Manusia itu saat meraih kenikmatan dari Allah, maka dia bersuka cita de-ngannya, menyombongkan diri dengannya, berpaling dan menjauhi Rabbnya, tidak bersyukur kepadaNya dan tidak mau mengingatNya ﴾ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ ﴿ "dan apabila dia ditimpa kesusahan," seperti sakit atau selainnya ﴾ كَانَ يَـُٔوسٗا ﴿ "niscaya dia berputus asa," dari kebaikan. Dia putus asa dari harapan (mendapatkan rahmat) Rabbnya, dan me-nyangka bahwasanya keadaan yang menimpanya itu akan terjadi selamanya. Adapun orang yang mendapatkan hidayah Allah, maka dia merendahkan diri dan bersyukur kepada Rabbnya tatkala mendapat-kan kenikmatan. Apabila ditimpa musibah, maka dia memohon dengan merendahkan diri kepada Rabbnya dan mengharap kekuat-an kepada Allah, supaya segera dihilangkan musibah yang telah menimpanya. Dengan itu, akan lebih meringankan beban cobaannya.
17:84Page 290
قُلۡ كُلّٞ يَعۡمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ أَهۡدَىٰ سَبِيلٗا ٨٤
Say, "Each works according to his manner, but your Lord is most knowing of who is best guided in way."
"Katakanlah, 'Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.' Maka Rabbmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya." (Al-Isra`: 84).
(84) Maksudnya, ﴾ قُلۡ كُلّٞ ﴿ "Katakanlah, 'Tiap-tiap orang'," dari manusia ﴾ يَعۡمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ ﴿ "berbuat menurut keadaannya," sesuai de-ngan kondisinya masing-masing. Apabila mereka termasuk orang-orang pilihan lagi baik, maka tidaklah sesuatu itu selaras dengan mereka melainkan pasti amalan mereka itu diperuntukkan bagi Allah, Rabbul alamin. Sedangkan orang-orang selain mereka yang tidak mendapatkan curahan hidayah, maka tidaklah ada amalan yang selaras dengan mereka melainkan pasti amalan yang tertuju untuk makhluk, dan tidaklah amalan itu sesuai dengan mereka kecuali amalan yang sejalan dengan keinginan-keinginan mereka. Dan Rabbmu ﴾ أَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ أَهۡدَىٰ سَبِيلٗا ﴿ "lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya." Allah lebih mengetahui siapakah yang berhak untuk men-dapat hidayah, sehingga Allah memberinya hidayah, dan siapakah yang tidak berhak untuk mendapat hidayah, sehingga Allah mene-lantarkannya dan tidak memberinya hidayah.
17:85Page 290
وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّي وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ إِلَّا قَلِيلٗا ٨٥
And they ask you, [O Muḥammad], about the soul. Say, "The soul is of the affair [i.e., concern] of my Lord. And you [i.e., mankind] have not been given of knowledge except a little."
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Rabbku, dan tidaklah kamu diberi pe-ngetahuan melainkan sedikit'." (Al-Isra`: 85).
(85) Ayat ini mengandung cara untuk membungkam orang-orang yang suka bertanya-tanya tentang permasalahan yang tidak dimaksudkan melainkan untuk menentang dan melumpuhkan, tidak menanyakan permasalahan yang penting. Mereka menanya-kan tentang ruh yang merupakan perkara yang tersembunyi yang tidak setiap orang mengetahuinya secara baik mengenai sifat dan keadaannya. Padahal mereka itu adalah orang yang dangkal ter-hadap ilmu yang dibutuhkan seorang hamba. Oleh karenanya, Allah memerintahkan RasulNya untuk men-jawab pertanyaan mereka dengan FirmanNya, ﴾ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّي ﴿ "Ka-takanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Rabbku'," maksudnya termasuk dari ciptaanNya yang (jika) Allah perintahkan untuk menjadi ber-wujud maka jadilah ia. Pertanyaan tentang ruh tidak terlalu ber-faidah, lantaran kalian tidak mengetahui ilmu lainnya (yang harus diketahui). Dalam ayat ini terdapat dalil bahwasanya apabila seseorang itu ditanya tentang suatu perkara, padahal ada hal yang lebih pen-ting untuk diketahui si penanya, maka hendaklah dia mengalihkan jawabannya, menunjukkannya dengan hal yang lebih dibutuhkan oleh si penanya dan mengarahkannya pada hal yang bermanfaat baginya.
17:86–87Page 290
وَلَئِن شِئۡنَا لَنَذۡهَبَنَّ بِٱلَّذِيٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهِۦ عَلَيۡنَا وَكِيلًا ٨٦
And if We willed, We could surely do away with that which We revealed to you. Then you would not find for yourself concerning it an advocate against Us.
إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۚ إِنَّ فَضۡلَهُۥ كَانَ عَلَيۡكَ كَبِيرٗا ٨٧
Except [We have left it with you] as a mercy from your Lord. Indeed, His favor upon you has ever been great.
"Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami. Kecuali karena rahmat dari Rabbmu. Sesung-guhnya karuniaNya atasmu adalah besar." (Al-Isra`: 86-87).
(86-87) Allah تعالى mengabarkan bahwa al-Qur`an dan wahyu yang Allah wahyukan kepada RasulNya, adalah rahmat bagi Rasul itu sendiri dan bagi para hambaNya. Hal itu adalah nikmat terbesar yang diberikan kepada RasulNya secara mutlak. Sungguh karunia yang Allah berikan kepada beliau sangat besar, tak terukur kadar-nya. Maka Dzat yang telah berkenan mengutamakan kamu dengan itu, mampu untuk melenyapkannya kemudian engkau tidak dapat menjumpai orang yang mampu mengembalikannya (kepadamu) dan tidak ada seorang penolong pun yang memintakannya kepada Allah. Oleh karenanya, bergembiralah kamu dan tenanglah. Jangan risau terhadap tuduhan dusta dari orang-orang yang mendustakan dan olokan dari orang-orang sesat. Mereka telah ditawari nikmat yang paling besar, akan tetapi menolaknya disebabkan kehinaan mereka di hadapan Allah dan penelantaranNya terhadap mereka.
17:88Page 291
قُل لَّئِنِ ٱجۡتَمَعَتِ ٱلۡإِنسُ وَٱلۡجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأۡتُواْ بِمِثۡلِ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ لَا يَأۡتُونَ بِمِثۡلِهِۦ وَلَوۡ كَانَ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٖ ظَهِيرٗا ٨٨
Say, "If mankind and the jinn gathered in order to produce the like of this Qur’ān, they could not produce the like of it, even if they were to each other assistants."
"Katakanlah, 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur`an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain'." (Al-Isra`: 88).
(88) Ini adalah dalil yang pasti dan petunjuk yang terang atas kebenaran dan kelurusan apa yang dibawa Rasulullah ﷺ. Allah menantang kalangan manusia dan jin supaya mendatangkan se-suatu yang serupa dengan al-Qur`an. Allah memberitahukan bah-wasanya mereka tidak akan pernah mampu mendatangkan sesuatu yang semisal al-Qur`an. Meskipun mereka saling bekerjasama untuk itu, mereka tidak akan mampu. Maka terjadilah sebagaimana yang dikabarkan Allah تعالى. Sesungguhnya motivasi-motivasi dari musuh Allah yang men-dustakan al-Qur`an sangat banyak untuk membantah (al-Qur`an) yang beliau bawa dengan cara apa pun. Padahal mereka adalah orang-orang yang ahli dalam bahasa dan kefashihan. Seandainya mereka memiliki keahlian dan kemampuan sedikit saja untuk itu, tentu mereka akan melakukannya. Dengan itu bisa diketahui bah-wasanya mereka itu tertunduk sangat dalam secara suka rela mau-pun terpaksa. Mereka itu terlalu lemah untuk mengadakan penen-tangan terhadap al-Qur`an. Bagaimana mungkin makhluk yang berasal dari tanah, me-miliki kekurangan dari segala sisi, –yang tidak mempunyai ilmu, kemampuan, kemauan, keinginan, pembicaraan dan kesempurnaan melainkan datang dari Rabbnya– dapat menantang perkataan Rabb bumi dan langit, Dzat yang mengetahui segala perkara yang ter-sembunyi, Dzat yang memiliki kesempurnaan dan pujian yang mutlak dan kemuliaan yang agung, Dzat yang seandainya lautan itu dijadikan tinta kemudian ditambahkan lagi tujuh lautan sebagai tambahan dan seluruh pepohonan dijadikan pena untuk menulis-kan kalimat-kalimatNya, tentulah tinta-tinta itu akan habis dan pena-pena rusak, sementara kalimat-kalimatNya belum selesai dituliskan? Sebagaimana tidak ada satu makhluk pun yang menyerupai Allah dalam sifat-sifatNya, maka PerkataanNya termasuk sifat-sifat Allah yang tidak ada seorang pun yang dapat menyerupai Allah di dalamnya. Tidak ada sesuatu pun yang menyerupaiNya, baik dalam dzat, sifat, nama maupun perbuatanNya. Maka celakalah orang yang menyamakan Kalamullah dengan perkataan makhluk dan menyangka bahwa Muhammad-lah yang mengada-adakan hal itu atas Nama Allah dan membuatnya sendiri.
17:89–96Page 291
وَلَقَدۡ صَرَّفۡنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٖ فَأَبَىٰٓ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورٗا ٨٩
And We have certainly diversified for the people in this Qur’ān from every [kind of] example, but most of the people refused except disbelief.
وَقَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا ٩٠
And they say, "We will not believe you until you break open for us from the ground a spring
أَوۡ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٞ مِّن نَّخِيلٖ وَعِنَبٖ فَتُفَجِّرَ ٱلۡأَنۡهَٰرَ خِلَٰلَهَا تَفۡجِيرًا ٩١
Or [until] you have a garden of palm trees and grapes and make rivers gush forth within them in force [and abundance]
أَوۡ تُسۡقِطَ ٱلسَّمَآءَ كَمَا زَعَمۡتَ عَلَيۡنَا كِسَفًا أَوۡ تَأۡتِيَ بِٱللَّهِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ قَبِيلًا ٩٢
Or you make the heaven fall upon us in fragments as you have claimed or you bring Allāh and the angels before [us]
أَوۡ يَكُونَ لَكَ بَيۡتٞ مِّن زُخۡرُفٍ أَوۡ تَرۡقَىٰ فِي ٱلسَّمَآءِ وَلَن نُّؤۡمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيۡنَا كِتَٰبٗا نَّقۡرَؤُهُۥۗ قُلۡ سُبۡحَانَ رَبِّي هَلۡ كُنتُ إِلَّا بَشَرٗا رَّسُولٗا ٩٣
Or you have a house of ornament [i.e., gold] or you ascend into the sky. And [even then], we will not believe in your ascension until you bring down to us a book we may read." Say, "Exalted is my Lord! Was I ever but a human messenger?"
وَمَا مَنَعَ ٱلنَّاسَ أَن يُؤۡمِنُوٓاْ إِذۡ جَآءَهُمُ ٱلۡهُدَىٰٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَبَعَثَ ٱللَّهُ بَشَرٗا رَّسُولٗا ٩٤
And what prevented the people from believing when guidance came to them except that they said, "Has Allāh sent a human messenger?"
قُل لَّوۡ كَانَ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَلَٰٓئِكَةٞ يَمۡشُونَ مُطۡمَئِنِّينَ لَنَزَّلۡنَا عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَلَكٗا رَّسُولٗا ٩٥
Say, "If there were upon the earth angels walking securely,1 We would have sent down to them from the heaven an angel [as a] messenger."
قُلۡ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدَۢا بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرَۢا بَصِيرٗا ٩٦
Say, "Sufficient is Allāh as Witness between me and you. Indeed He is ever, concerning His servants, Aware and Seeing."
"Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada ma-nusia dalam al-Qur`an ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia enggan (berbuat) kecuali mengingkari (kenik-matan). Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak percaya ke-padamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami. Atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya. Atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu nyatakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-ma-laikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai ke-naikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah Kitab yang kami baca.' Katakanlah, 'Mahasuci Rabbku, bukankah aku ini me-lainkan (hanya) seorang manusia yang menjadi rasul?' Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk ber-iman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan me-reka, 'Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasuI?' Katakanlah, 'Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit –kepada mereka– seorang malaikat menjadi Rasul.' Katakanlah, 'Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hambaNya'." (Al-Isra`: 89-96).
(89-93) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ صَرَّفۡنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٖ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam al-Qur`an ini tiap-tiap macam perumpamaan," maksudnya Kami telah memvariasikan nasihat-nasihat dan perumpamaan-perumpamaan. Kami mengulang-ulangi maknanya supaya para hamba itu bisa mengambil pelajaran, sehingga mereka akan menjadi ingat dan takut kepada Allah. Akan tetapi, hanya sedikit dari mereka yang ingat. Yaitu orang-orang yang telah Allah tetapkan dengan keba-hagiaan dan membantu mereka dengan taufikNya. Adapun ke-banyakan manusia, maka mereka enggan berbuat kecuali meng-ingkari kenikmatan yang sangat besar dari segala sisi. Mereka me-nampik tanda-tanda kebesaran Allah terhadap beliau dengan usu-lan ayat-ayat yang mereka buat sendiri yang zhalim lagi bodoh. Mereka berkata kepada Rasulullah yang datang membawa al-Qur`an yang penuh dengan petunjuk dan ayat-ayatNya, ﴾ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا ﴿ "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami," yaitu sungai yang mengalir, ﴾ أَوۡ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٞ مِّن نَّخِيلٖ وَعِنَبٖ ﴿ "atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur," sehingga kamu tidak perlu berjalan bolak-balik keluar masuk pasar ﴾ أَوۡ تُسۡقِطَ ٱلسَّمَآءَ كَمَا زَعَمۡتَ عَلَيۡنَا كِسَفًا ﴿ "atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan," sebagai bagian dari azab ﴾ أَوۡ تَأۡتِيَ بِٱللَّهِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ قَبِيلًا ﴿ "atau kamu datang-kan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami," yaitu semuanya atau langsung berhadapan dan dapat dilihat langsung, mempersaksikan kebenaran risalah yang engkau bawa. ﴾ أَوۡ يَكُونَ لَكَ بَيۡتٞ مِّن زُخۡرُفٍ ﴿ "Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas," yaitu ru-mah yang berhiaskan emas dan benda mulia lainnya ﴾ أَوۡ تَرۡقَىٰ فِي ٱلسَّمَآءِ ﴿ "atau kamu naik ke langit," dengan cara naik yang bisa disaksikan indera ﴾ و َ ﴿ "dan" meskipun d e m i k i a n ﴾ وَلَن نُّؤۡمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيۡنَا كِتَٰبٗا نَّقۡرَؤُهُۥۗ ﴿ "kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah Kitab yang kami baca." Maka ketika penentangan, upaya-upaya pelumpuhan, dan perkataan orang yang paling bodoh dan paling zhalim ini mengan-dung penolakan terhadap kebenaran, sikap kurang ajar terhadap Allah, dan (pemaksaan) terhadap Rasulullah supaya mendatang-kan ayat-ayat, maka Allah memerintahkan beliau supaya menyuci-kanNya. Allah berfirman, ﴾ قُلۡ سُبۡحَانَ رَبِّي ﴿ "Katakanlah, 'Mahasuci Rabb-ku'," dari perkataan kalian (yang rusak) dengan penyucian yang setinggi-tingginya. Mahasuci Allah dari menjadikan hukum-hukum dan ayat-ayatNya mengikuti hawa nafsu mereka yang rusak dan pemikiran mereka yang sesat. ﴾ هَلۡ كُنتُ إِلَّا بَشَرٗا رَّسُولٗا ﴿ "Bukankah aku ini melainkan (hanya) seorang manusia yang menjadi rasul?" yang tidak memiliki kekuasaan sama sekali.
(94) Ini adalah faktor penyebab yang menghalangi kebanyak-an orang (kaum musyrikin) untuk beriman, yaitu karena rasul yang diutus kepada mereka berasal dari bangsa manusia seperti mereka. Padahal sebenarnya ini merupakan rahmat Allah kepada mereka yaitu dengan mengirimkan utusan dari kalangan manusia. Karena mereka tidak sanggup bertemu dengan malaikat.
(95) Seandainya ﴾ كَانَ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَلَٰٓئِكَةٞ يَمۡشُونَ مُطۡمَئِنِّينَ ﴿ "ada ma-laikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi," sedangkan mereka (kaum musyrikin) sanggup untuk menyaksikan dan mene-rima wahyu dari para malaikat ﴾ لَنَزَّلۡنَا عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَلَكٗا رَّسُولٗا ﴿ "nis-caya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul," agar memungkinkan mereka untuk bertemu dengannya.
(96) ﴾ قُلۡ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدَۢا بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرَۢا بَصِيرٗا ﴿ "Katakan-lah, 'Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian.' Sesung-guhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hambaNya," di antara bentuk persaksian Allah atas rasulNya adalah Allah men-dukungnya dengan mukjizat, menurunkan ayat-ayat untuknya dan menolongnya dari kaum yang memusuhi dan melawannya. Sean-dainya beliau (Nabi Muhammad) mengada-adakan sebagian per-kataan atas Nama Allah, tentulah Dia akan menyeret tangan kanan-nya, kemudian Dia putus urat jantungnya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Bagi Allah, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada keadaan para hambaNya.
17:97–100Page 292
وَمَن يَهۡدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلۡمُهۡتَدِۖ وَمَن يُضۡلِلۡ فَلَن تَجِدَ لَهُمۡ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِهِۦۖ وَنَحۡشُرُهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ عُمۡيٗا وَبُكۡمٗا وَصُمّٗاۖ مَّأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ كُلَّمَا خَبَتۡ زِدۡنَٰهُمۡ سَعِيرٗا ٩٧
And whoever Allāh guides - he is the [rightly] guided; and whoever He sends astray1 - you will never find for them protectors besides Him, and We will gather them on the Day of Resurrection [fallen] on their faces - blind, dumb and deaf. Their refuge is Hell; every time it subsides, We increase [for] them blazing fire.
ذَٰلِكَ جَزَآؤُهُم بِأَنَّهُمۡ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَقَالُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا وَرُفَٰتًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ خَلۡقٗا جَدِيدًا ٩٨
That is their recompense because they disbelieved in Our verses and said, "When we are bones and crumbled particles, will we [truly] be resurrected [in] a new creation?"
۞ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يَخۡلُقَ مِثۡلَهُمۡ وَجَعَلَ لَهُمۡ أَجَلٗا لَّا رَيۡبَ فِيهِ فَأَبَى ٱلظَّٰلِمُونَ إِلَّا كُفُورٗا ٩٩
Do they not see that Allāh, who created the heavens and earth, is [the one] Able to create the likes of them? And He has appointed for them a term, about which there is no doubt. But the wrongdoers refuse except disbelief.
قُل لَّوۡ أَنتُمۡ تَمۡلِكُونَ خَزَآئِنَ رَحۡمَةِ رَبِّيٓ إِذٗا لَّأَمۡسَكۡتُمۡ خَشۡيَةَ ٱلۡإِنفَاقِۚ وَكَانَ ٱلۡإِنسَٰنُ قَتُورٗا ١٠٠
Say [to them], "If you possessed the depositories of the mercy of my Lord, then you would withhold out of fear of spending." And ever has man been stingy.
"Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan, maka se-kali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi me-reka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu, dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah Neraka Jahanam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, niscaya Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. Itulah balasan bagi mereka, karena se-sungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami, dan (karena me-reka) berkata, 'Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan di-bangkitkan kembali sebagai makhluk baru?' Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zhalim itu enggan (berbuat sesuatu) kecuali kekafiran. Katakanlah, 'Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Rabbku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.' Dan manusia itu sangatlah kikir." (Al-Isra`: 97-100).
(97) Allah تعالى mengabarkan bahwa Dia-lah satu-satunya Dzat yang berhak memberi petunjuk dan menyesatkan. Maka barang-siapa yang ditunjukiNya, niscaya dimudahkan jalannya kepada kemudahan dan dijauhkan dari kesusahan. Dia menjadi orang yang benar-benar mendapat petunjuk. Dan barangsiapa yang Allah sesat-kan dan telantarkan (tanpa petunjuk) serta serahkan (penanganan-nya) pada dirinya sendiri, maka tidak ada yang mampu memberi-nya petunjuk selain Allah. Tidak ada penolong yang akan menolong-nya dari azab Allah tatkala mereka dikumpulkan dalam keadaan hina, buta, dan tuli. Tidak bisa melihat dan tidak bisa berbicara. ﴾ مَّأۡوَىٰهُمۡ ﴿ "Tempat kediaman mereka," tempat tinggal dan rumah mereka adalah ﴾ جَهَنَّمُۖ ﴿ "Neraka Jahanam," yang menghimpun segala kegelisah-an dan kerisauan, serta azab. ﴾ كُلَّمَا خَبَتۡ ﴿ "Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam," maksudnya hampir padam, ﴾ زِدۡنَٰهُمۡ سَعِيرٗا ﴿ "niscaya Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya," maksudnya Kami nyalakan untuk mereka. Siksaan tidak akan pernah reda bagi mereka. Mereka juga tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak akan pernah diringankan azabnya.
(98) Allah تعالى tidak berbuat sewenang-wenang terhadap me-reka. Akan tetapi Allah membalas kekafiran mereka terhadap ayat-ayatNya dan pengingkaran mereka terhadap Hari Kebangkitan yang telah diberitakan oleh para Rasul dan dibicarakan oleh kitab-kitab. Mereka meremehkan Rabb mereka dan mengingkari kesem-purnaan kekuasaanNya. ﴾ وَقَالُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا وَرُفَٰتًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ خَلۡقٗا جَدِيدًا ﴿ "Mereka berkata, 'Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?'" Maksudnya itu tidak akan terjadi. Karena termasuk hal yang sangat mustahil bagi akal mereka yang rusak.
(99) ﴾ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi." Wujud keduanya lebih besar daripada wujud penciptaan manusia ﴾ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يَخۡلُقَ مِثۡلَهُمۡ ﴿ "Kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan me-reka?" Tentu. Sesungguhnya Dia Mahakuasa untuk melakukannya. ﴾ و َ ﴿ "Dan," akan tetapi Dia telah menjadikan untuk itu, ﴾ أَجَلٗا لَّا رَيۡبَ فِيهِ ﴿ "waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya." Tidak diragukan lagi. Kalau tidak demikian, seandainya Allah meng-hendaki, tentulah Dia mendatangkan siksaan dengan tiba-tiba ke-pada mereka, bersamaan dengan penegakan hujjah dan dalil-dalil tentang Hari Kebangkitan, ﴾ فَأَبَى ٱلظَّٰلِمُونَ إِلَّا كُفُورٗا ﴿ "maka orang-orang zhalim itu enggan (berbuat sesuatu) kecuali kekafiran," yaitu kezhaliman dan kebohongan.
(100) ﴾ قُل لَّوۡ أَنتُمۡ تَمۡلِكُونَ خَزَآئِنَ رَحۡمَةِ رَبِّيٓ ﴿ "Katakanlah, 'Kalau seandai-nya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Rabbku," yang tidak akan pernah habis dan tidak musnah ﴾ إِذٗا لَّأَمۡسَكۡتُمۡ خَشۡيَةَ ٱلۡإِنفَاقِۚ ﴿ "niscaya perbendaharaan itu kamu tahan karena takut membelanjakan-nya," maksudnya, takut harta yang kamu keluarkan darinya akan habis. Padahal tidak akan mungkin perbendaharaan Allah itu habis. Namun, manusia tercipta dengan tabiat bakhil dan kikir.
17:101–104Page 292
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَىٰ تِسۡعَ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖۖ فَسۡـَٔلۡ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ إِذۡ جَآءَهُمۡ فَقَالَ لَهُۥ فِرۡعَوۡنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰمُوسَىٰ مَسۡحُورٗا ١٠١
And We had certainly given Moses nine evident signs, so ask the Children of Israel [about] when he came to them and Pharaoh said to him, "Indeed I think, O Moses, that you are affected by magic."
قَالَ لَقَدۡ عَلِمۡتَ مَآ أَنزَلَ هَٰٓؤُلَآءِ إِلَّا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ بَصَآئِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰفِرۡعَوۡنُ مَثۡبُورٗا ١٠٢
[Moses] said, "You have already known that none has sent down these [signs] except the Lord of the heavens and the earth as evidence, and indeed I think,1 O Pharaoh, that you are destroyed."
فَأَرَادَ أَن يَسۡتَفِزَّهُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ فَأَغۡرَقۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ جَمِيعٗا ١٠٣
So he intended to drive them from the land, but We drowned him and those with him all together.
وَقُلۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ لِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱسۡكُنُواْ ٱلۡأَرۡضَ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ ٱلۡأٓخِرَةِ جِئۡنَا بِكُمۡ لَفِيفٗا ١٠٤
And We said after him [i.e., Pharaoh] to the Children of Israel, "Dwell in the land, and when there comes the promise [i.e., appointment] of the Hereafter, We will bring you forth in [one] gathering."
"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata. Maka tanyakanlah kepada Bani Isra`il, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun ber-kata kepadanya, 'Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, se-orang yang kena sihir.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa.' Kemudian (Fir'aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami menenggelamkannya (Fir'aun) serta orang-orang yang bersama-samanya seluruhnya. Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Isra`il, 'Diamlah di negeri ini. Maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu)'." (Al-Isra`: 101-104).
(101) Maksudnya, bukanlah engkau, wahai Rasul yang di-dukung dengan ayat-ayatNya, seorang rasul pertama yang dinyata-kan dusta oleh umat manusia. Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelummu Musa bin Imran al-Kalim kepada Fir'aun dan kaumnya. Kami memberikan kepadanya ﴾ تِسۡعَ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖۖ ﴿ "sembilan buah mukjizat yang nyata." Setiap mukjizat itu sudah cukup memadai bagi orang-orang yang tujuannya adalah mengikuti kebenaran. Mukjizat itu seperti ular, tongkat, angin topan, belalang, kutu, katak, darah, azab dan terbelahnya lautan. Apabila ada keraguan padamu tentang hal itu ﴾ فَسۡـَٔلۡ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ إِذۡ جَآءَهُمۡ فَقَالَ لَهُۥ فِرۡعَوۡنُ ﴿ "Maka tanyakanlah kepada Bani Isra`il, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya," mes-kipun sudah didatangkan mukjizat-mukjizat ini, ﴾ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰمُوسَىٰ مَسۡحُورٗا ﴿ "sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir."
(102) Maka ﴾ قَالَ ﴿ "Musa menjawab," kepadanya ﴾ لَقَدۡ عَلِمۡتَ ﴿ "Se-sungguhnya kamu telah mengetahui," wahai Fir'aun ﴾ مَآ أَنزَلَ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "bahwa tidak ada yang menurunkan semua itu," yaitu mukjizat-mukjizat itu ﴾ إِلَّا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ بَصَآئِرَ ﴿ "kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata," dariNya untuk hamba-hambaNya. Dan perkataanmu itu bukanlah yang sejujurnya. Karena kamu me-ngatakan itu hanya untuk menyemangati kaummu dan mengolok-olok Bani Isra`il ﴾ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰفِرۡعَوۡنُ مَثۡبُورٗا ﴿ "dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa," maksudnya, yang di-murkai, dan dilemparkan ke dalam azab. Kamu mendapatkan ke-celakaan, celaan, dan laknat.
(103-104) ﴾ فَأَرَادَ ﴿ "Kemudian dia berkehendak," yaitu Fir'aun ﴾ أَن يَسۡتَفِزَّهُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu," maksudnya mengusir dan mengeluarkan me-reka dari negeri itu, ﴾ فَأَغۡرَقۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ جَمِيعٗا ﴿ "maka Kami menenggelamkan-nya (Fir'aun) serta orang-orang yang bersama-samanya seluruhnya," dan Kami wariskan bumi dan rumah-rumah mereka kepada Bani Isra`il. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ وَقُلۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ لِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱسۡكُنُواْ ٱلۡأَرۡضَ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ ٱلۡأٓخِرَةِ جِئۡنَا بِكُمۡ لَفِيفٗا ﴿ "Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Isra`il, 'Diamlah di negeri ini. Maka apabila datang masa berbangkit, niscaya kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu)'," semuanya, untuk memberi balasan setiap orang, sesuai dengan amalannya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences