As-Sa'diAl‑Kahf · 18:102–110

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Kahf 18:102–110

18:102Page 304

أَفَحَسِبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن يَتَّخِذُواْ عِبَادِي مِن دُونِيٓ أَوۡلِيَآءَۚ إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا جَهَنَّمَ لِلۡكَٰفِرِينَ نُزُلٗا ١٠٢

Then do those who disbelieve think that they can take My servants instead of Me as allies? Indeed, We have prepared Hell for the disbelievers as a lodging.

"Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) menjadikan hamba-hambaKu sebagai penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami akan menyediakan Neraka Jahanam sebagai tempat tinggal orang-orang kafir." (Al-Kahfi: 102).

(102) Ini bukti nyata dan penjelasan tentang kebatilan klaim kaum musyrikin yang mengingkari, yang menjadikan sebagian nabi dan wali sebagai sekutu Allah yang mereka sembah. Menurut mereka, sesembahan-sesembahan itu akan menjadi penolong bagi mereka, menyelamatkan mereka dari siksa Allah, dan mendatang-kan pahala bagi mereka. Sungguh, mereka itu telah kufur kepada Allah dan RasulNya. Allah berfirman kepada mereka dengan nada pertanyaan dan pengingkaran yang menetapkan kebatilan praktik tersebut pada nalar-nalar, ﴾ أَفَحَسِبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن يَتَّخِذُواْ عِبَادِي مِن دُونِيٓ أَوۡلِيَآءَۚ ﴿ "maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) menjadikan hamba-hambaKu sebagai penolong selain Aku?" Maksudnya, hal itu tidak mungkin terjadi. Seorang wali Allah tidak akan memusuhi Allah sama sekali. Sesungguhnya para wali itu akan selaras dengan (keinginan) Allah dalam kecintaan, ridha, marah, dan kebencian. Dengan makna ini, berarti mirip dengan Firman Allah تعالى, ﴾ وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعٗا ثُمَّ يَقُولُ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ أَهَٰٓؤُلَآءِ إِيَّاكُمۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ 40 قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِمۖ ﴿ "Dan (ingatlah) hari (yang waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat, 'Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?' Malaikat-malaikat menjawab, 'Mahasuci Engkau. Engkaulah Pelindung Kami, bukan mereka'." (Saba`: 40-41). Barangsiapa mengklaim bahwa dia menjadikan wali Allah sebagai penolongnya yang memusuhi Allah, maka dia adalah pen-dusta. Ayat ini juga mengandung pengertian –dan inilah makna yang lebih tampak jelas– bahwa apakah kaum kuffar yang mengingkari Allah dan para RasulNya menyangka dapat menjadikan selain Allah sebagai penolong mereka, yang akan menolong dan memberikan manfaat bagi mereka, serta menolak gangguan dari mereka? Ini adalah prediksi yang batil dan prasangka yang rusak. Semua makh-luk tidak mempunyai kemampuan memberi manfaat dan kemu-dharatan sedikit pun. Ini menjadi sebagaimana makna Firman Allah, ﴾ قُلِ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم مِّن دُونِهِۦ فَلَا يَمۡلِكُونَ كَشۡفَ ٱلضُّرِّ عَنكُمۡ وَلَا تَحۡوِيلًا 56 ﴿ "Katakanlah, 'Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya'." (Al-Isra`: 56) ﴾ وَلَا يَمۡلِكُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلشَّفَٰعَةَ ﴿ "Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at." (Az-Zukhruf: 56). Dan ayat-ayat lain yang serupa yang mana Allah mengingat-kan di dalamnya bahwa orang yang mengangkat penolong selain-Nya untuk menolong dirinya dan setia kepadanya, adalah orang sesat, harapannya pupus dan tidak dapat meraih (meski) sebagian maksudnya. ﴾ إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا جَهَنَّمَ لِلۡكَٰفِرِينَ نُزُلٗا 102 ﴿ "Sesungguhnya Kami akan menye-diakan Neraka Jahanam sebagai tempat tinggal orang-orang kafir," yaitu sebagai perjamuan dan sambutan. Sejelek-jelek tempat tinggal ada-lah tempat mereka, dan seburuk-buruk (bagian ruang) Jahanam adalah tempat perjamuan mereka.

18:103–106Page 304

قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِينَ أَعۡمَٰلًا ١٠٣

Say, [O Muḥammad], "Shall we [believers] inform you of the greatest losers as to [their] deeds?

ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ يُحۡسِنُونَ صُنۡعًا ١٠٤

[They are] those whose effort is lost in worldly life, while they think that they are doing well in work."

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ وَلِقَآئِهِۦ فَحَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فَلَا نُقِيمُ لَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَزۡنٗا ١٠٥

Those are the ones who disbelieve in the verses of their Lord and in [their] meeting Him, so their deeds have become worthless; and We will not assign to them on the Day of Resurrection any weight [i.e., importance].

ذَٰلِكَ جَزَآؤُهُمۡ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُواْ وَٱتَّخَذُوٓاْ ءَايَٰتِي وَرُسُلِي هُزُوًا ١٠٦

That is their recompense - Hell - for what they denied and [because] they took My signs and My messengers in ridicule.

"Katakanlah, 'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya, yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan denganNya, maka terhapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada Hari Kiamat. Demi-kianlah balasan mereka itu adalah Neraka Jahanam, disebabkan kekafiran mereka dan (disebabkan) mereka menjadikan ayat-ayatKu dan rasul-rasulKu sebagai olok-olok'." (103-106).

(103) Katakanlah wahai Muhammad, kepada orang-orang dengan nada memperingatkan dan mewanti-wanti, apakah kalian mau aku beritahukan tentang orang yang paling merugi ﴾ أَعۡمَٰلًا 103 ﴿ "perbuatannya," secara mutlak?

(104) ﴾ ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini," maksudnya telah batal dan pupus seluruh perbuatan yang mereka kerjakan ﴾ وَهُمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ ﴿ "sedang mereka menyangka bahwa mereka," berbuat sebaik-baiknya dalam tindakan mereka. Bagaimana halnya keadaan amalan yang mereka ketahui bahwa ia ternyata batil dan berupaya menentang dan memerangi Allah dan para RasulNya.

(105) Barangsiapa yang merugi amal perbuatannya dan merugi atas diri dan keluarganya pada Hari Kiamat, maka ingatlah itu adalah kerugian yang nyata ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ وَلِقَآئِهِۦ ﴿ "mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan denganNya," maksudnya mengingkari ayat-ayat al-Qur`an dan tanda-tanda kebesaran yang kasat mata, yang menunjukkan keharusan beriman kepadaNya, malaikat, para rasul, kitab-kitabNya dan Hari Akhir. ﴾ فَحَبِطَتۡ ﴿ "Maka terhapuslah," karena itu ﴾ أَعۡمَٰلُهُمۡ فَلَا نُقِيمُ لَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَزۡنٗا 105 ﴿ "amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada Hari Kiamat," pasalnya, proses penimbangan dilakukan dengan tujuan memban-dingkan kebaikan-kebaikan dengan keburukan-keburukan, dan melihat timbangan mana yang lebih berat dan lebih ringan. Semen-tara mereka itu tidak mempunyai kebaikan-kebaikan, karena tidak memenuhi syarat, yaitu keimanan, seperti yang Allah Firmankan, ﴾ وَمَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَا يَخَافُ ظُلۡمٗا وَلَا هَضۡمٗا 112 ﴿ "Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal shalih, dan dia dalam keadaan beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya." (Thaha: 112). Akan tetapi, amalan mereka tetap dihitung, dan mereka di-mintai pengakuannya atas amalan itu, dipermalukan di hadapan para saksi, lantas disiksa berdasarkan keburukannya.

(106) Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ جَزَآؤُهُمۡ ﴿ "Demikian-lah, balasan mereka itu," yaitu terhapusnya amalan-amalan mereka, dan tidak diadakan suatu penilaian (amalan) bagi mereka pada Hari Kiamat lantaran kehinaan dan kerendahan derajat mereka dengan sebab kekufuran mereka kepada ayat-ayat Allah dan di-sebabkan tindakan mereka menjadikan ayat-ayat itu dan para RasulNya sebagai bahan ejekan, mereka memperolok dan mence-moohi[nya]. Padahal kewajiban terhadap ayat-ayat Allah dan para RasulNya adalah beirman dengan sempurna kepadanya, meng-agungkannya dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Sedang-kan mereka telah membalikkan persoalan, sehingga urusan mereka menjadi morat-marit, mereka celaka dan diceburkan ke dalam siksaan.

Usai menjelaskan kesudahan kaum kafir dan amalan-amalan mereka, maka Allah menerangkan tentang amaliah kaum Mukminin dan tempat kembali mereka. Allah berfirman,

18:107–108Page 304

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتۡ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡفِرۡدَوۡسِ نُزُلًا ١٠٧

Indeed, those who have believed and done righteous deeds - they will have the Gardens of Paradise1 as a lodging,

خَٰلِدِينَ فِيهَا لَا يَبۡغُونَ عَنۡهَا حِوَلٗا ١٠٨

Wherein they abide eternally. They will not desire from it any transfer.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka mendapatkan Surga Firdaus sebagai tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya." (107-108).

(107) ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman," dengan hati mereka ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan beramal shalih," dengan ang-gota tubuh mereka. Sifat ini mencakup seluruh bagian agama: Akidah, amaliah-amaliah, perkara ushul dan cabang yang zahir maupun batin. Mereka itu -dengan perbedaan tingkatan mereka-, dalam keimanan dan amalan shalih mereka ﴾ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡفِرۡدَوۡسِ ﴿ "mereka mendapatkan Surga Firdaus," mengandung kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan surga-surga Firdaus adalah surga tertinggi, yang berada di tengah dan paling istimewa. Balasan ini diperuntukkan bagi orang yang telah menyempurnakan keimanan dan amal shalih. Mereka adalah para nabi dan orang-orang yang didekatkan dengan Allah. Dan mengandung kemungkinan mengarah kepada pengertian semua hunian di surga, sehingga balasan ini menyeluruh bagi se-mua orang dari semua tingkatan iman, dari kalangan muqarrabin (orang-orang yang didekatkan kedudukannya kepada Allah), abrar (orang-orang baik) dan orang-orang yang hanya mempunyai amal-an yang pas-pasan. Semua sesuai dengan keadaannya. Pengertian ini [lebih utama] dibandingkan yang pertama, karena sisi keumuman-nya dan karena penyebutan kata surga (جَنَّاتٍ) dalam bentuk jamak (plural) yang dikaitkan dengan Firdaus. Lafazh Firdaus, mencakup juga makna kebun yang terisi oleh pohon kurma dan pepohonan yang rimbun. Keterangan ini berlaku pada semua surga. Surga Firdaus merupakan tempat tinggal dan wahana perjamuan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Manakah bentuk perjamuan yang lebih mulia, besar, dan agung dibandingkan dengan cara perjamuan ini yang mengandung segala kenikmatan bagi hati, jiwa dan raga? Di dalamnya terdapat segala yang diinginkan oleh jiwa dan sedap dipandang mata, berupa hunian-hunian yang elok, taman-taman yang memikat, pohon-pohon yang berbuah, burung-burung yang berkicauan, makanan-makan-an yang lezat, minuman yang menggugah minat, wanita-wanita yang cantik, pelayan-pelayan, anak-anak kecil, sungai-sungai yang mengalir, panorama-panorama yang fantastik, keindahan kasat mata dan maknawi dan kenikmatan yang lestari. Kenikmatan yang lebih tinggi, utama dan mulia, adalah menikmati kedekatan dengan ar-Rahman, memperoleh ridhaNya yang merupakan anugerah paling besar di surga, serta menikmati melihat wajah Allah yang mulia, mendengarkan perkataan Dzat Yang Pengasih lagi Maha Penyayang. Ingatlah bentuk perjamuan itu. Alangkah agung, indah, lang-geng, dan sempurnanya! Kenikmatan itu lebih agung dibandingkan apa yang dideskripsikan oleh seseorang dari seluruh makhluk atau terbetik dalam hati. Jika para hamba mengetahui sebagian saja, dengan ilmu yang meyakinkan yang menembus hati mereka, tentulah hati mereka akan melayang-layang mengharapkannya dengan penuh kerinduan, dan jiwa-jiwa mereka akan terkoyak-koyak karena rasa pedih atas perpisahan dengannya, benar-benar mereka akan berjalan ke arahnya saja, berbondong-bondong mau-pun sendiri-sendiri. Mereka tidak akan pernah mengutamakan dunia yang fana, kelezatan yang penuh dengan noda dan akan pudar ini, tidak melewatkan waktu-waktunya pergi sia-sia dalam keadaan mendatangkan kerugian (untuk menukarnya), dengan mempertaruhkan setiap detik untuk mendapatkan kenikmatan selama beribu-ribu tahun lamanya. Akan tetapi, kelalaian begitu merata, keimanan melemah dan ilmu dangkal, serta niatan layu, maka terjadilah realitas yang ada. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah Yang Mahatinggi lagi Maha-agung.

(108) Firman Allah, ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهَا ﴿ "Mereka kekal di dalamnya." Ini kelengkapan nikmatnya, di dalamnya terdapat kenikmatan yang sempurna. Termasuk bentuk kesempurnaannya adalah bahwa nik-mat tersebut tidak berhenti ﴾ لَا يَبۡغُونَ عَنۡهَا حِوَلٗا 108 ﴿ "mereka tidak ingin ber-pindah darinya," maksudnya berpindah dan beralih. Karena mereka tidak melihat kecuali hal yang menakjubkan mereka, menceriakan mereka, menyenangkan mereka dan membahagiakan mereka. Tidak pernah menyaksikan kenikmatan yang lebih dari apa yang mereka rasakan.

18:109Page 304

قُل لَّوۡ كَانَ ٱلۡبَحۡرُ مِدَادٗا لِّكَلِمَٰتِ رَبِّي لَنَفِدَ ٱلۡبَحۡرُ قَبۡلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَٰتُ رَبِّي وَلَوۡ جِئۡنَا بِمِثۡلِهِۦ مَدَدٗا ١٠٩

Say, "If the sea were ink for [writing] the words1 of my Lord, the sea would be exhausted before the words of my Lord were exhausted, even if We brought the like of it in [continual] supplement."

"Katakanlah, 'Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)'." (Al-Kahfi: 109).

(109) Maksudnya, katakanlah kepada mereka untuk mem-beritahukan tentang keagungan al-Bari (Dzat Pencipta) dan luasnya cakupan sifat-sifatNya, bahwasanya para hamba tidak dapat meli-putinya sedikit pun ﴾ لَّوۡ كَانَ ٱلۡبَحۡرُ ﴿ "Kalau sekiranya lautan ," yaitu lautan-lautan yang ada di alam ini ﴾ مِدَادٗا لِّكَلِمَٰتِ رَبِّي ﴿ "menjadi tinta untuk (me-nulis) kalimat-kalimat Rabbku," maksudnya pohon-pohon dunia sejak pertama (tumbuh) sampai tanaman terakhir (yang hidup), dari pohon-pohon di negeri-negeri, padang-padang dan lautan menjadi pena-pena ﴾ لَنَفِدَ ٱلۡبَحۡرُ ﴿ "sungguh habislah lautan itu," maksudnya pena-pena itu akan patah ﴾ قَبۡلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَٰتُ رَبِّي ﴿ "sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabbku." Ini perkara yang agung, tidak dapat dikuasai oleh seorang pun. Dalam ayat yang lain, ﴾ وَلَوۡ أَنَّمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ مِن شَجَرَةٍ أَقۡلَٰمٞ وَٱلۡبَحۡرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦ سَبۡعَةُ أَبۡحُرٖ مَّا نَفِدَتۡ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ 27 ﴿ "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (men-jadi tinta) ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (keringnya), niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguh-nya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Luqman: 27). Keterangan ini termasuk cara untuk mendekatkan hakikat makna ini ke hadapan alam pikiran. Sebab benda-benda tersebut adalah makhluk ciptaan, sedangkan semua makhluk akan berakhir dan musnah. Adapun Kalamullah, maka ia termasuk kategori sifat-sifatNya. Sedangkan sifat-sifatNya bukan makhluk, tidak ada batas-an dan penghabisan. Segala keluasan dan keagungan yang dideskrip-sikan oleh hati, maka Allah lebih tinggi daripada itu. Beginilah sifat-sifat Allah تعالى yang lain, seperti ilmu, hikmah, kekuasaan, dan rahmatNya. Jika seluruh ilmu makhluk dikumpulkan dari ge-nerasi awal dan akhir, dari penghuni langit dan bumi niscaya (dibandingkan dengan ilmu Allah Dzat Yang Mahaagung perban-dingannya) adalah lebih kecil daripada (perbandingan antara) burung pipit yang masuk ke dalam laut kemudian ia mengambil (sesuatu) dengan paruhnya dari laut itu ditinjau pada kebesaran laut tersebut. Ini menunjukkan bahwa Allah mempunyai sifat-sifat yang agung luas dan sempurna, dan kepadaNya-lah segala peng-habisan.

18:110Page 304

قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ فَمَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلٗا صَٰلِحٗا وَلَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدَۢا ١١٠

Say, "I am only a man like you, to whom has been revealed that your god is one God. So whoever would hope for the meeting with his Lord - let him do righteous work and not associate in the worship of his Lord anyone."

"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, 'Bahwa Tuhanmu itu adalah Tuhan Yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah dia mengerjakan amal yang shalih, dan janganlah dia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya'." (Al-Kahfi: 110).

(110) Maksudnya, katakanlah wahai Muhammad kepada orang-orang kafir dan selain mereka, ﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ ﴿ "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu," maksudnya aku bukan tuhan, tidak punya andil dalam kerajaan ini, tidak memiliki penge-tahuan tentang hal yang ghaib, dan tidak mengendalikan perben-daharaan Allah. Aku hanyalah manusia seperti k a l i a n ﴾ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ ﴿ "yang diwahyukan kepadaku, 'Bahwa Tuhanmu itu adalah Tuhan Yang Esa'," maksudnya aku dilebihkan daripada kalian dengan wahyu yang Allah sampaikan kepadaku, yang kandungan-nya paling agung adalah memberitahukan kepada k a l i a n ﴾ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ ﴿ "bahwa Tuhanmu itu adalah Tuhan Yang Esa," maksudnya tidak ada sekutu bagiNya, dan tidak ada seorang pun yang berhak diibadahi, dengan ibadah seberat biji dzarrah pun [selainNya]. Aku mengajak kalian untuk beramal yang mendekatkan kalian kepada-Nya dan menghasilkan bagi kalian pahala dan menyingkirkan hukumanNya dari kalian. Oleh karena itu, Allah berfirman,﴾ فَمَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلٗا صَٰلِحٗا ﴿ "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah dia mengerjakan amal yang shalih," yaitu amalan yang selaras dengan aturan syariat Allah, yang wajib mau-pun sunnah ﴾ وَلَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدَۢا 110 ﴿ "dan janganlah dia mempersekutu-kan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya," maksudnya, tidak berbuat riya` dengan amalnya, tetapi hendaklah dia mengamal-kannya dengan ikhlas karena Wajah Allah تعالى. Orang yang telah memadukan antara ikhlas dan mutaba'ah (meneladani Rasul) dialah orang yang meraih apa yang ia harapkan dan ia cari. Adapun orang selain ini, maka dia akan merugi di dunia dan akhirat, kesempatan kedekatan dengan Rabbnya dan perolehan ridhaNya telah hilang darinya.

Inilah akhir surat al-Kahfi. Segala puji bagi Allah.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском