As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-Baqarah 2:75–93
2:75–78Page 11
۞ أَفَتَطۡمَعُونَ أَن يُؤۡمِنُواْ لَكُمۡ وَقَدۡ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡهُمۡ يَسۡمَعُونَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعۡدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ ٧٥
Do you covet [the hope, O believers], that they would believe for you while a party of them used to hear the words of Allāh and then distort it [i.e., the Torah] after they had understood it while they were knowing?
وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ قَالُوٓاْ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ لِيُحَآجُّوكُم بِهِۦ عِندَ رَبِّكُمۡۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ٧٦
And when they meet those who believe, they say, "We have believed"; but when they are alone with one another, they say, "Do you talk to them about what Allāh has revealed to you so they can argue with you about it before your Lord?" Then will you not reason?
أَوَلَا يَعۡلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ ٧٧
But do they not know that Allāh knows what they conceal and what they declare?
وَمِنۡهُمۡ أُمِّيُّونَ لَا يَعۡلَمُونَ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّآ أَمَانِيَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَظُنُّونَ ٧٨
And among them are unlettered ones who do not know the Scripture except [indulgement in] wishful thinking, but they are only assuming.
"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,' Kami pun telah ber-iman,' tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata, 'Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya de-ngan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?' Tidakkah mereka mengeta-hui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (Al-Baqarah: 75-78).
(75) Ayat ini adalah sebuah pemupusan akan harapan kaum Mukminin dari keimanan ahli kitab. Yakni janganlah kalian terlalu berharap mereka akan beriman, sedangkan akhlak mereka tidak mendukung harapan kalian terhadap mereka, karena mereka dahulu merubah kalam Allah setelah mereka memahami dan me-ngetahuinya, lalu mereka membuat suatu makna yang tidak Allah kehendaki untuk menipu manusia bahwasanya makna-makna itu datangnya dari sisi Allah padahal itu bukanlah dari sisi Allah. Jika perilaku mereka terhadap kitab mereka sendiri -yang mana mereka meyakininya sebagai kemuliaan bagi mereka dan agama mereka-, mereka menghalangi manusia dari jalan Allah dengan kitab itu, maka bagaimana mungkin mereka diharapkan percaya kepada kalian? Hal ini adalah perkara yang paling mustahil.
(76) Kemudian Allah menyebutkan tentang kisah kaum munafik ahli kitab seraya berfirman, ﴾ وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا ﴿ "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami pun telah beriman'." Mereka menampakkan keimanan mereka secara lisan kepada kaum Muslimin yang tidak ada dalam hati mereka, ﴾ وَإِذَا خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ ﴿ "tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja" di sisi mereka tidak ada seorang pun selain dari pe-meluk agama mereka, maka berkatalah sebagian mereka kepada sebagian lain, ﴾ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu?" Yakni, apakah kalian menampakkan keimanan kalian kepada kaum Muslimin dan kalian kabarkan bahwasanya kalian itu sama seperti mereka? Hingga hal itu menjadi hujjah yang mem-bela mereka yang justru memberatkan kalian. Mereka berkata bahwasanya mereka telah mengakui bahwa apa yang kami jadikan pedoman adalah benar dan apa yang mereka jadikan pedoman adalah batil, lalu mereka berhujjah terhadap kalian dengan hal itu pada sisi Rabb kalian, ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "tidakkah kamu mengerti?" Mak-sudnya, tidakkah kalian memiliki pikiran hingga kalian mening-galkan hal-hal yang menjadi hujjah melawan kalian?
(77) Ini adalah perkataan sebagian mereka kepada sebagian yang lain. ﴾ أَوَلَا يَعۡلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ ﴿ "Tidakkah mereka me-ngetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?" Mereka itu walaupun menyembu-nyikan apa yang mereka yakini di antara mereka saja, dan mereka mengira bahwasanya dengan tindakan menyembunyikan itu tidak ada jalan bagi kaum Mukminin berhujjah atas mereka, maka se-sungguhnya hal itu adalah suatu kesalahan dan kebodohan yang besar dari mereka, karena Allah mengetahui yang rahasia dan yang terang-terangan dari mereka, lalu Allah menampakkan keadaan mereka kepada hamba-hambaNya.
(78) ﴾ وَمِنۡهُمۡ ﴿ "Dan di antara mereka," yakni, di antara ahli kitab, ﴾ أُمِّيُّونَ ﴿ "ada yang buta huruf," maksudnya yang awam, tidak mengerti apa-apa dan bukan dari orang yang berilmu,﴾ لَا يَعۡلَمُونَ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّآ أَمَانِيَّ ﴿ "mereka tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali do-ngengan bohong belaka," maksudnya, mereka tidak memiliki bagian dari kitabullah selain dari membaca saja, dan mereka juga tidak memiliki kabar tentang apa yang orang-orang terdahulu ketahui dengan sebenar-benar pengetahuan akan keadaan mereka, mereka hanyalah memiliki dugaan-dugaan semata dan taklid-taklid kepada orang yang berilmu di antara mereka. Lalu Allah menyebutkan dalam ayat-ayat ini tentang ulama-ulama, orang-orang awam, dan orang-orang munafik mereka serta orang-orang yang tidak munafik di antara mereka. Di antara ulama mereka ada yang berpegang teguh dengan pedoman kese-satan, dan orang-orang awam bertaklid kepada mereka, tidak ada bashirah dalam diri mereka, maka tidak ada harapan bagi kalian (hai orang-orang Mukmin) dari kedua kelompok tersebut.
2:79Page 12
فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ يَكۡتُبُونَ ٱلۡكِتَٰبَ بِأَيۡدِيهِمۡ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ لِيَشۡتَرُواْ بِهِۦ ثَمَنٗا قَلِيلٗاۖ فَوَيۡلٞ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتۡ أَيۡدِيهِمۡ وَوَيۡلٞ لَّهُم مِّمَّا يَكۡسِبُونَ ٧٩
So woe1 to those who write the "scripture" with their own hands, then say, "This is from Allāh," in order to exchange it for a small price. Woe to them for what their hands have written and woe to them for what they earn.
"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, 'Ini dari Allah', (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerja-kan." (Al-Baqarah: 79).
(79) Allah تعالى mengancam orang-orang yang merubah kitab suci yang berkata tentang apa yang mereka rubah dan apa yang mereka tulis, ﴾ هَٰذَا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ ﴿ "Ini dari Allah." Ayat ini mengandung isyarat tentang menampakkan kebatilan dan menyembunyikan kebenaran, dan mereka melakukan hal itu dengan ilmu,﴾ لِيَشۡتَرُواْ بِهِۦ ثَمَنٗا قَلِيلٗاۖ ﴿ "untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu." Seluruh dunia dari awal hingga akhirnya merupakan keun-tungan yang sedikit (dibandingkan kitab suci Allah), lalu mereka menjadikan kebatilan mereka sebagai sekutu, yang mana mereka berburu dengannya harta benda dan apa pun yang ada di tangan manusia. Dan mereka menzhalimi orang-orang tersebut dalam dua aspek, yaitu aspek mencampur adukkan agama mereka dan aspek mengambil harta mereka tanpa hak bahkan dengan cara yang paling batil. Hal itu[9] lebih besar dosanya daripada orang yang mengambilnya tanpa izin atau mencuri dan semacamnya. Oleh karena itu, Allah mengancam mereka dengan dua perkara tersebut, Allah berfirman, ﴾ فَوَيۡلٞ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتۡ أَيۡدِيهِمۡ ﴿ "Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri," yaitu disebabkan perubahan dan kebatilan, ﴾ وَوَيۡلٞ لَّهُم مِّمَّا يَكۡسِبُونَ ﴿ "dan kece-lakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan," disebab-kan harta. Kata وَيْلٌ itu bermakna azab yang keras dan kerugian, dan termasuk di dalamnya adalah azab yang pedih. Syaikhul Islam berkata ketika menyebutkan ayat-ayat ini, dari FirmanNya, "Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami pun telah beriman,' tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata, 'Apakah kamu menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya de-ngan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Rabbmu; tidakkah kamu mengerti?' Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menu-lis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, 'Ini dari Allah,' (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." "Sesungguhnya Allah تعالى mencela orang-orang yang merubah ayat-ayat dari makna-makna yang dimaksudkan. Hal ini meliputi orang yang membawa (mengajarkan) al-Qur`an dan as-Sunnah dengan dasar-dasar yang mereka buat dari bid'ah-bid'ah yang batil, dan Allah juga mencela orang-orang yang tidak mengerti al-Kitab kecuali hanya dongeng bohong belaka, yang ini juga meliputi orang yang meninggalkan tadabbur al-Qur`an dan dia tidak mengerti apa-apa kecuali hanya sekedar membaca huruf-hurufnya saja, dan juga meliputi orang yang menulis sebuah karangan dengan tangan-nya sendiri yang bertentangan dengan kitabullah demi sekedar mendapatkan faidah dunia lalu dia berkata bahwa tulisan itu da-tangnya dari sisi Allah, seperti dia mengatakan, 'Inilah syariat dan agama itu, dan inilah makna al-Qur`an dan as-Sunnah, dan inilah pemikiran[10] para salaf dan para ulama umat, inilah dasar-dasar agama yang harus diyakini, baik secara wajib ain maupun kifayah.' Dan juga meliputi orang yang menyembunyikan sesuatu yang telah dia ketahui dari al-Qur`an dan as-Sunnah agar seseorang yang menyelisihinya tidak berhujjah dengannya atas kebenaran yang dia katakan. Perkara-perkara seperti ini sangat banyak terjadi pada hamba-hamba hawa nafsu secara umum -seperti ar-Rafidhah [dan al-Jahmiyah dan semacamnya dari pengikut-pengikut hawa nafsu dan ilmu kalam, dan pada pengikut hawa nafsu]- dan secara khusus seperti juga banyak orang-orang yang bernisbat kepada para ahli fikih..."[11]
2:80–82Page 12
وَقَالُواْ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامٗا مَّعۡدُودَةٗۚ قُلۡ أَتَّخَذۡتُمۡ عِندَ ٱللَّهِ عَهۡدٗا فَلَن يُخۡلِفَ ٱللَّهُ عَهۡدَهُۥٓۖ أَمۡ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٨٠
And they say, "Never will the Fire touch us, except for [a few] numbered days." Say, "Have you taken a covenant with Allāh? For Allāh will never break His covenant. Or do you say about Allāh that which you do not know?"
بَلَىٰۚ مَن كَسَبَ سَيِّئَةٗ وَأَحَٰطَتۡ بِهِۦ خَطِيٓـَٔتُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٨١
Yes, [on the contrary], whoever earns evil and his sin has encompassed him - those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٨٢
But they who believe and do righteous deeds - those are the companions of Paradise; they will abide therein eternally.
"Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.' Katakanlah, 'Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janjiNya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?' (Bukan demikian) yang benar, barangsiapa berbuat dosa, sedangkan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang beriman serta beramal shalih, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya." (Al-Baqa-rah: 80-82).
(80) Allah menyebutkan tentang perbuatan-perbuatan me-reka yang buruk, kemudian Allah menyebutkan -bersama dengan semua keburukan mereka tersebut- bahwasanya mereka menyu-cikan diri mereka (baca: menyatakan diri bahwa mereka suci) dan mereka mempersaksikan (memastikan) keselamatan bagi diri me-reka dari azab Allah dan kemenangan dengan ganjaranNya, dan bahwasanya mereka tidak akan tersentuh oleh api neraka kecuali hanya beberapa hari tertentu saja, maka artinya sangat sedikit yang dapat dihitung oleh jari; mereka menyatukan antara dosa-dosa dengan rasa aman (dari azab). Namun ketika semua itu hanyalah sebatas dugaan saja, Allah membantah mereka dalam FirmanNya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka wahai Rasulullah ﷺ,﴾ أَتَّخَذۡتُمۡ عِندَ ٱللَّهِ عَهۡدٗا ﴿ "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah?" Yakni, dengan beriman kepadaNya, kepada Rasul-rasulNya dan dengan menaati keduanya, maka janji itu yang membawa keselamatan pelakunya yang tidak akan berubah dan tidak berganti, ﴾ أَمۡ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Lalu Allah تعالى mengabarkan bahwa kebenaran dugaan mereka itu tergantung dari salah satu dari dua perkara tersebut yang tidak ada ketiganya. Jika mereka telah menerima janji dari Allah hingga dugaan mereka adalah benar, atau mungkin mereka hanya berkata bohong belaka hingga dugaan mereka itu hanyalah dusta dan hal itu men-jadi lebih kuat dalam penghinaan dan siksaan bagi mereka, pada-hal telah diketahui dari sifat mereka bahwasanya mereka belum menerima janji dari Allah karena banyaknya pendustaan mereka terhadap para Nabi, hingga perkara mereka itu sampai kepada tin-dakan membunuh sekelompok dari para Nabi di antara mereka. Dan karena penolakan mereka untuk taat kepada Allah dan pem-batalan mereka terhadap perjanjian-perjanjian, maka jelas dan pastilah dengan semua itu kebohongan dan dusta mereka yang berkata apa yang tidak mereka ketahui, dan berkata terhadap hal itu tanpa ilmu termasuk hal yang diharamkan paling besar dan keburukan yang paling keji.
Kemudian Allah تعالى menyebutkan hukum yang bersifat umum untuk setiap orang, yang meliputi Bani Israil maupun selain me-reka, yaitu suatu hukum yang tidak ada hukum yang sebanding dengannya, yang bukan dongengan bohong belaka mereka dan dugaan-dugaan dengan perkara orang-orang yang celaka dan orang-orang yang selamat, Allah berfirman, ﴾ بَلَىٰۚ ﴿ "Bukan demikian yang benar," yaitu bukanlah perkara itu seperti apa yang kalian se-butkan, karena ia hanyalah perkataan yang tidak ada maknanya, akan tetapi,
(81) ﴾ مَن كَسَبَ سَيِّئَةٗ ﴿ "barangsiapa yang berbuat dosa," dengan kata berbentuk nakirah (umum) dalam susunan kalimat syarat, maka mencakup kesyirikan ataupun yang lainnya, walaupun maksudnya adalah kesyirikan, dalam hal ini dengan dasar dalil Firman Allah تعالى, ﴾ وَأَحَٰطَتۡ بِهِۦ خَطِيٓـَٔتُهُۥ ﴿ "Dan dia telah diliputi oleh dosa-nya," maksudnya pelakunya telah diliputi hingga dia tidak memi-liki jalan keluar, hal ini tidaklah lain kecuali kesyirikan saja, karena barangsiapa yang memiliki keimanan, maka dia tidak akan diliputi oleh kesalahannya. ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." Orang-orang Khawarij berhujjah dengan ayat ini atas kufurnya pelaku kemaksiatan, pada-hal ayat itu sebagai hujjah bantahan terhadap mereka sebagaimana yang jelas Anda lihat, karena ayat itu sebenarnya jelas tentang kesyirikan. Demikianlah setiap pelaku kebatilan selalu berhujjah dengan suatu ayat atau hadits yang shahih untuk memperkuat perkataannya yang batil, sehingga dalil yang dipakainya berhujjah menjadi bantahan yang melawannya.
(82) ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman" kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, dan Hari Akhir, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "serta beramal shalih," dan suatu amal itu tidak menjadi shalih kecuali dengan dua syarat: Amal tersebut ikhlas hanya untuk Allah dan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ. Kesimpulan dari kedua ayat ini adalah bahwa orang-orang yang selamat dan berhasil adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih, sedangkan orang-orang yang celaka (penghuni neraka) adalah orang-orang yang musyrik kepada Allah dan kafir terhadapNya.
2:83Page 12
وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ لَا تَعۡبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَانٗا وَذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسۡنٗا وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيۡتُمۡ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنكُمۡ وَأَنتُم مُّعۡرِضُونَ ٨٣
And [recall] when We took the covenant from the Children of Israel, [enjoining upon them], "Do not worship except Allāh; and to parents do good and to relatives, orphans, and the needy. And speak to people good [words] and establish prayer and give zakāh." Then you turned away, except a few of you, and you were refusing.
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan ber-buat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemu-dian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil dari padamu, dan kamu selalu berpaling." (Al-Baqarah: 83).
(83) Syariat-syariat ini adalah di antara dasar-dasar agama yang diperintahkan oleh Allah pada setiap syariat yang diturun-kan, karena meliputi maslahat-maslahat yang umum dalam setiap masa dan tempat, yang tidak disentuh oleh hukum naskh, sebagai dasar agama. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada kita dengannya dalam FirmanNya, ﴾ وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا وَبِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱلۡجَارِ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡجَارِ ٱلۡجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلۡجَنۢبِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخۡتَالٗا فَخُورًا 36 ﴿ "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (An-Nisa`: 36). FirmanNya ﴾ وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil." Ini merupakan bagian dari keke-rasan hati mereka, bahwa setiap perintah yang ditujukan kepada mereka, niscaya mereka melanggarnya, dan mereka tidaklah me-nerimanya kecuali dengan sumpah-sumpah yang kuat dan janji-janji yang kokoh. Dan perjanjian tersebut adalah, ﴾ لَا تَعۡبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ ﴿ "Janganlah kamu menyembah selain Allah." Ini merupakan perintah untuk menyembah kepada Allah semata dan larangan dari mem-persekutukanNya. Ini adalah dasar agama, di mana segala per-buatan tidak akan diterima bila tidak berdasar di atasnya, dan hal itu adalah hak Allah atas hamba-hambaNya. Kemudian Allah berfirman, ﴾ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَانٗا ﴿ "Dan berbuat baik-lah kepada ibu bapak," yakni berbaktilah kalian kepada kedua orang tua. Ini bersifat umum mencakup segala kebajikan, baik perkataan maupun tindakan yang merupakan perbuatan baik kepada mereka. Ayat ini menunjukkan larangan dari berbuat buruk kepada kedua orang tua atau larangan tidak berbuat baik dan berbuat jelek, karena yang wajib adalah berbuat baik, dan perintah kepada sesuatu adalah larangan dari hal yang bertentangan dengannya. Dan kebalikan dari berbuat kebaikan ada dua, berbuat buruk yang merupakan kejahatan yang paling besar, dan meninggalkan ber-buat baik sekalipun tidak berbuat buruk, juga merupakan hal yang diharamkan, akan tetapi tidak mesti disamakan dengan yang pertama. Dan seperti ini juga hukumnya dalam hal silaturahim kepada kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Adapun perin-cian masalah berbuat baik tidaklah terbatas oleh bilangan, akan tetapi dengan definisi sebagaimana yang telah berlalu. Kemudian Allah memerintahkan manusia untuk berbuat baik secara umum dengan FirmanNya, ﴾ وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسۡنٗا ﴿ "Serta ucapkan-lah kata-kata yang baik kepada manusia," dan di antara perkataan yang baik adalah memerintah mereka kepada yang ma'ruf dan mencegah mereka dari perbuatan mungkar, serta mengajarkan ilmu kepada mereka, menyebarkan salam dan wajah berseri, dan lain sebagainya dari perkataan-perkataan yang baik. Dan ketika tidak semua manusia mampu berbuat baik dengan hartanya, maka mereka diperintahkan dengan suatu hal yang mereka mampu melakukannya untuk berbuat baik kepada setiap makhluk, yaitu berbuat baik dengan perkataan. Dengan demikian termasuk dalam kandungan hal itu juga adalah larangan dari perkataan yang buruk kepada manusia hingga kepada kaum kafir. Oleh karena itulah Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَا تُجَٰدِلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ ﴿ "Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik." (Al-Ankabut: 46). Dan di antara tata krama seorang manusia yang telah Allah didikkan kepada hamba-hambaNya adalah agar manusia itu mulia dalam perkataan maupun tindakannya, tidak berlaku keji dan tidak pula jorok, tidak mencela dan tidak juga bertengkar, akan tetapi berakhlak yang baik, luas keramahannya, pandai bergaul dengan setiap orang, bersabar atas segala yang diterima dari gang-guan makhlukNya sebagai tindakan menaati perintah Allah dan pengharapan atas ganjaranNya. Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk mendirikan Shalat dan menunaikan Zakat, karena seperti yang telah dijelaskan bahwa shalat itu mengandung sikap keikhlasan kepada Dzat yang disembah, sedangkan zakat mengandung tindakan berbuat baik kepada hamba. Kemudian setelah perintah ini, kalian pasti men-dapatkan kebaikan-kebaikan dan justru dengan adanya perintah-perintah yang baik tersebut, yang mana bila seorang yang sangat jeli dan paham melihat hal-hal itu niscaya dia akan mengetahui kebaikan Allah تعالى terhadap hamba-hambaNya yang memerintah-kan hal-hal tersebut kepada mereka dan memuliakan mereka dengannya, yang telah mengambil janji-janji atas kalian, ﴾ تَوَلَّيۡتُمۡ ﴿ "kamu tidak memenuhi janji itu," dengan cara berpaling, karena orang yang berbalik pergi itu terkadang masih memiliki niat untuk kem-bali lagi kepada hal yang dia tinggalkan, namun mereka ini sama sekali tidak memiliki keinginan dan tidak pula punya niat untuk kembali. Maka mari kita berlindung kepada Allah dari keterhinaan. Dan FirmanNya, ﴾ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنكُمۡ ﴿ "Kecuali sebagian kecil dari kamu," ini adalah pengecualian, agar tidak timbul asumsi bahwasa-nya mereka berpaling semuanya, maka Allah mengabarkan bahwa ada sedikit di antara mereka yang dilindungi oleh Allah dan di-kukuhkan dalam hal tersebut.
2:84–86Page 13
وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ لَا تَسۡفِكُونَ دِمَآءَكُمۡ وَلَا تُخۡرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ ثُمَّ أَقۡرَرۡتُمۡ وَأَنتُمۡ تَشۡهَدُونَ ٨٤
And [recall] when We took your covenant, [saying], "Do not shed your [i.e., each other's] blood or evict one another from your homes." Then you acknowledged [this] while you were witnessing.
ثُمَّ أَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ تَقۡتُلُونَ أَنفُسَكُمۡ وَتُخۡرِجُونَ فَرِيقٗا مِّنكُم مِّن دِيَٰرِهِمۡ تَظَٰهَرُونَ عَلَيۡهِم بِٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ وَإِن يَأۡتُوكُمۡ أُسَٰرَىٰ تُفَٰدُوهُمۡ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيۡكُمۡ إِخۡرَاجُهُمۡۚ أَفَتُؤۡمِنُونَ بِبَعۡضِ ٱلۡكِتَٰبِ وَتَكۡفُرُونَ بِبَعۡضٖۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفۡعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمۡ إِلَّا خِزۡيٞ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلۡعَذَابِۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ٨٥
Then, you are those [same ones who are] killing one another and evicting a party of your people from their homes, cooperating against them in sin and aggression. And if they come to you as captives, you ransom them, although their eviction was forbidden to you. So do you believe in part of the Scripture and disbelieve in part? Then what is the recompense for those who do that among you except disgrace in worldly life; and on the Day of Resurrection they will be sent back to the severest of punishment. And Allāh is not unaware of what you do.
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا بِٱلۡأٓخِرَةِۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابُ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ٨٦
Those are the ones who have bought the life of this world [in exchange] for the Hereafter, so the punishment will not be lightened for them, nor will they be aided.
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): Kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebang-sa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya. Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan meng-usir segolongan darimu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuh-an; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagi-mu. Apakah kamu beriman kepada sebagian al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada Hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong." (Al-Baqarah: 84-86).
(84-85) Perbuatan yang disebutkan dalam ayat itu adalah sebuah perbuatan orang-orang yang ada pada zaman turunnya wahyu di Madinah. Hal itu karena suku Aus dan Khazraj -yang mana mereka itu adalah kaum Anshar- sebelum diutusnya Nabi ﷺ adalah kaum musyrikin, dan mereka dahulu saling berperang sebagaimana kebiasaan kaum jahiliyah. Lalu datang kepada me-reka tiga kelompok dari kelompok-kelompok kaum Yahudi, yaitu Bani Quraizhah, Bani Nadhir dan Bani Qainuqa', dan setiap dari kelompok itu bergabung bersama salah satu kelompok dari pen-duduk Madinah, dan penduduk Madinah tersebut bila saling berperang, maka orang-orang Yahudi itu mendukung sekutunya untuk memerangi kelompok yang dibantu juga oleh Yahudi yang lain, yang akhirnya orang Yahudi membunuh orang Yahudi lain-nya dan dia mengusirnya dari kampungnya bila terjadi kekalahan ataupun perampasan. Kemudian bila peperangan berhenti, dan di antara kedua belah pihak memiliki tawanan-tawanan, maka seba-gian mereka menebus sebagian yang lain. Ketiga perkara itu telah diwajibkan atas mereka, diwajibkan atas mereka agar tidak menumpahkan darah sebagian mereka atas sebagian lainnya, dan sebagian mereka tidak mengusir sebagian yang lain, lalu apabila mereka mendapatkan tawanan di antara mereka, maka wajib atas mereka untuk menebusnya. Namun mereka mengamalkan yang terakhir ini dan tidak mengamalkan dua hal yang sebelumnya, lalu Allah mengingkari perbuatan me-reka seraya Allah berfirman, ﴾ أَفَتُؤۡمِنُونَ بِبَعۡضِ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "Apakah kamu beriman kepada sebagian al-Kitab (Taurat)" yaitu penebusan tawanan, ﴾ وَتَكۡفُرُونَ بِبَعۡضٖۚ ﴿ "dan ingkar terhadap sebagian yang lain?" Yaitu pem-bunuhan dan pengusiran. Ayat ini adalah dalil bahwasanya keimanan itu menuntut pelaksanaan perintah dan menjauhi larangan, dan bahwasanya hal-hal yang diperintahkan itu adalah di antara keimanan. Allah berfirman, ﴾ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفۡعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمۡ إِلَّا خِزۡيٞ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia." Hal itu benar-benar telah terjadi, di mana Allah telah menghinakan mereka, dan Allah telah menguasakan RasulNya terhadap mereka hingga di antara mereka ada yang terbunuh dan ada yang ditawan bahkan ada juga yang terusir, dan terusirlah orang yang mengusir, ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلۡعَذَابِۗ ﴿ "dan pada Hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat," yaitu yang paling besar, ﴾ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ﴿ "dan Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat." Kemudian Allah تعالى mengabarkan tentang sebab yang mewajibkan mereka untuk beriman kepada sebagian kitab dan kafir terhadap sebagian yang lain seraya ber-firman,
(86) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا بِٱلۡأٓخِرَةِۖ ﴿ "Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat." Mereka mengira bahwasanya mereka itu bila tidak membantu sekutu-sekutu mereka, niscaya mereka akan mendapatkan aib yang besar, maka mereka lebih memilih neraka daripada aib semata. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ فَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Maka tidak akan diringankan siksa mereka," bahkan dia kekal dalam kerasnya siksaan dan mereka sama sekali tidak mempunyai waktu istirahat, ﴾ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak akan ditolong," maksudnya tidak ada yang akan men-jauhkan hal-hal yang tidak disukai dari mereka.
2:87Page 13
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَقَفَّيۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ بِٱلرُّسُلِۖ وَءَاتَيۡنَا عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدۡنَٰهُ بِرُوحِ ٱلۡقُدُسِۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡ فَفَرِيقٗا كَذَّبۡتُمۡ وَفَرِيقٗا تَقۡتُلُونَ ٨٧
And We did certainly give Moses the Scripture [i.e., the Torah] and followed up after him with messengers. And We gave Jesus, the son of Mary, clear proofs and supported him with the Pure Spirit [i.e., the angel Gabriel]. But is it [not] that every time a messenger came to you, [O Children of Israel], with what your souls did not desire, you were arrogant? And a party [of messengers] you denied and another party you killed.
"Dan sungguh Kami telah mendatangkan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) se-sudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami mem-perkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepada-mu seorang rasul yang membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombongkan diri; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh." (Al-Baqarah: 87).
(87) Allah تعالى memberikan anugerahNya atas Bani Israil yaitu dengan mengutus kepada mereka Nabi yang pernah berbi-cara langsung denganNya, yaitu Musa عليه السلام dan memberikan kepada beliau kitab Taurat, kemudian disusul setelahnya para nabi-nabi yang berhukum dengan kitab Taurat, hingga ditutuplah nabi bagi mereka dengan Nabi Isa bin Maryam عليه السلام dan Allah memberikan kepadanya bukti-bukti kebenaran yang tidak seorang pun pernah diberi amanat (mukjizat) dengan semisalnya. ﴾ وَأَيَّدۡنَٰهُ بِرُوحِ ٱلۡقُدُسِۗ ﴿ "Dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus," maksudnya Allah me-nguatkannya dengan Ruhul Qudus. Sebagian besar ahli tafsir me-ngatakan bahwa Ruhul Qudus itu adalah Jibril عليه السلام, dan ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah keimanan yang mana Allah menolong hambaNya dengannya. Kemudian dengan kenikmatan-kenikmatan yang tidak dapat diukur banyaknya ketika hadir ke-pada kalian (hai Bani Israil), ﴾ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡ ﴿ "yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong diri" dari keimanan kepada mereka, ﴾ فَفَرِيقٗا ﴿ "maka beberapa orang" di antara mereka ﴾ كَذَّبۡتُمۡ وَفَرِيقٗا تَقۡتُلُونَ ﴿ "kamu dustakan dan beberapa orang yang lain kamu bunuh," karena kalian mendahulukan hawa nafsu daripada petunjuk dan kalian lebih memilih dunia daripada akhirat. Ayat ini mengandung kecaman dan celaan yang nampak jelas.
2:88Page 13
وَقَالُواْ قُلُوبُنَا غُلۡفُۢۚ بَل لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفۡرِهِمۡ فَقَلِيلٗا مَّا يُؤۡمِنُونَ ٨٨
And they said, "Our hearts are wrapped."1 But, [in fact], Allāh has cursed them for their disbelief, so little is it that they believe.
"Dan mereka berkata, 'Hati kami tertutup.' Tetapi sebenar-nya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman." (Al-Baqarah: 88).
(88) Maksudnya, mereka membela diri (dengan mengemu-kakan alasan) kenapa mereka tidak beriman ketika engkau berdak-wah kepada mereka, karena hati mereka tertutup atau di atasnya ada pelapis dan penutup hingga apa yang engkau bicarakan tidak mereka pahami, maksudnya, mereka -menurut dugaan mereka- memiliki alasan karena tidak tahu, akan tetapi hal ini adalah dusta belaka dari mereka. Oleh karena itu Allah تعالى berfirman, ﴾ بَل لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفۡرِهِمۡ ﴿ "Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keing-karan mereka," maksudnya bahwasanya mereka terusir dan terkutuk yang disebabkan oleh kekufuran mereka, dan sangat sedikit sekali di antara mereka yang beriman, atau keimanan mereka sangat sedikit sedangkan kekufuran mereka sangatlah banyak.
(88-90) Maksudnya, ﴾ وَلَمَّا جَآءَهُمۡ كِتَٰبٞ ﴿ "dan setelah datang kepada mereka al-Qur`an" dari sisi Allah melalui sebaik-baik makhluk dan penutup para Nabi, yang mengandung segala hal yang membenar-kan Taurat yang ada pada mereka, dan sebenarnya mereka telah mengetahuinya, dan mereka telah yakin bahwasanya bila terjadi peperangan di antara mereka dengan kaum musyrikin pada masa jahiliyah, mereka meminta bantuan kepada Nabi ini, dan mereka mengancam kepada orang-orang musyrik itu akan munculnya Nabi tersebut, dan bahwasanya mereka akan memerangi kaum musyrikin bersamanya, namun ketika benar-benar telah datang kepada mereka kitab dan Nabi yang telah mereka ketahui tersebut, mereka malah kafir terhadapnya karena dengki dan zhalim, dise-babkan Allah memberikan kemuliaanNya terhadap siapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya. Maka Allah melaknat mereka dan memurkai mereka dengan murka yang sangat besar, dan banyaknya pengingkaran mereka dan berturut-turutnya kera-guan dan kesyirikan mereka, maka mereka mendapatkan azab yang menghinakan di akhirat nanti, maksudnya menyakitkan dan pedih, yaitu masuk Neraka Jahim dan lenyapnya nikmat surga yang abadi, maka teramat buruklah kondisi mereka, dan teramat buruklah apa yang mereka ganti dan rubah dari keimanan kepada Allah, kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya, kepada pengingkaran kepada Allah, kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya, padahal mereka mengetahui dan meyakininya, sehingga dengan begitu azabnya lebih dahsyat lagi.
2:89–90Page 14
وَلَمَّا جَآءَهُمۡ كِتَٰبٞ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٞ لِّمَا مَعَهُمۡ وَكَانُواْ مِن قَبۡلُ يَسۡتَفۡتِحُونَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُواْ كَفَرُواْ بِهِۦۚ فَلَعۡنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٨٩
And when there came to them a Book [i.e., the Qur’ān] from Allāh confirming that which was with them - although before they used to pray for victory against those who disbelieved - but [then] when there came to them that which they recognized, they disbelieved in it; so the curse of Allāh will be upon the disbelievers.
بِئۡسَمَا ٱشۡتَرَوۡاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمۡ أَن يَكۡفُرُواْ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بَغۡيًا أَن يُنَزِّلَ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٖۚ وَلِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٞ مُّهِينٞ ٩٠
How wretched is that for which they sold themselves - that they would disbelieve in what Allāh has revealed through [their] outrage that Allāh would send down His favor upon whom He wills from among His servants. So they returned having [earned] wrath upon wrath. And for the disbelievers is a humiliating punishment.
"Dan setelah datang kepada mereka al-Qur`an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelum-nya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepa-danya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual diri-nya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki, bahwa Allah menurunkan karuniaNya kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemur-kaan. Dan orang-orang kafir itu mendapat siksaan yang meng-hinakan." (Al-Baqarah: 89-90).
2:91–93Page 14
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ نُؤۡمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا وَيَكۡفُرُونَ بِمَا وَرَآءَهُۥ وَهُوَ ٱلۡحَقُّ مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَهُمۡۗ قُلۡ فَلِمَ تَقۡتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ ٱللَّهِ مِن قَبۡلُ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ٩١
And when it is said to them, "Believe in what Allāh has revealed," they say, "We believe [only] in what was revealed to us." And they disbelieve in what came after it, while it is the truth confirming that which is with them. Say, "Then why did you kill the prophets of Allāh before, if you are [indeed] believers?"
۞ وَلَقَدۡ جَآءَكُم مُّوسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ثُمَّ ٱتَّخَذۡتُمُ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَأَنتُمۡ ظَٰلِمُونَ ٩٢
And Moses had certainly brought you clear proofs. Then you took the calf [in worship] after that, while you were wrongdoers.
وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱسۡمَعُواْۖ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَعَصَيۡنَا وَأُشۡرِبُواْ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡعِجۡلَ بِكُفۡرِهِمۡۚ قُلۡ بِئۡسَمَا يَأۡمُرُكُم بِهِۦٓ إِيمَٰنُكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ٩٣
And [recall] when We took your covenant and raised over you the mount, [saying], "Take what We have given you with determination and listen." They said [instead], "We hear and disobey." And their hearts absorbed [the worship of] the calf because of their disbelief. Say, "How wretched is that which your faith enjoins upon you, if you should be believers."
"Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Berimanlah kepada al-Qur`an yang diturunkan Allah,' mereka berkata, 'Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.' Dan mereka kafir kepada al-Qur`an yang diturunkan sesudahnya, sedang al-Qur`an itu adalah (Kitab) yang haq; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah, 'Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman? Sungguh Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zhalim.' Dan (ingatlah), ketika Kami mengam-bil janji darimu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), 'Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!' Mereka menjawab, 'Kami mendengar tetapi tidak menaati.' Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafir-annya. Katakanlah, 'Amat jahat perbuatan yang telah diperintah-kan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)'." (Al-Baqarah: 91-93).
(91) Jika orang Yahudi diperintahkan untuk beriman ke-pada apa yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya yaitu al-Qur`an maka mereka takabur dan sombong serta, ﴾ قَالُواْ نُؤۡمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا وَيَكۡفُرُونَ بِمَا وَرَآءَهُۥ ﴿ "mereka berkata, 'Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.' Dan mereka kafir kepada al-Qur`an yang diturunkan sesudahnya'." Maksudnya, kafir dengan kitab-kitab selainnya, padahal yang wajib adalah mereka harus beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah secara mutlak, baik yang diturun-kan kepada mereka atau kepada selain mereka, dan inilah keimanan yang berguna, keimanan kepada apa yang diturunkan oleh Allah kepada seluruh Rasul-rasul Allah. Adapun membeda-bedakan antara kitab-kitab dan para Rasul atau mengaku beriman kepada sebagiannya tanpa sebagiannya yang lain, maka yang seperti ini bukanlah suatu keimanan, akan tetapi itu adalah hakikat kekufuran yang sesungguhnya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُواْ بَيۡنَ ٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيَقُولُونَ نُؤۡمِنُ بِبَعۡضٖ وَنَكۡفُرُ بِبَعۡضٖ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُواْ بَيۡنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا 150 أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ حَقّٗاۚ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaksud membedakan antara, (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasulNya, dengan mengatakan, 'Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain),' serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), mereka itulah sebenar-benar orang kafir." (An-Nisa`: 150-151). Oleh karena itu, Allah membantah mereka dengan bantahan yang telak, dan mewajibkan mereka dengan kewajiban yang tidak ada pelarian bagi mereka darinya. Allah membantah kekufuran mereka terhadap al-Qur`an dengan dua perkara seraya berfirman, ﴾ وَهُوَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Sedang al-Qur`an itu adalah (Kitab) yang haq." Apabila al-Qur`an itu haq dalam segala hal yang dikandungnya berupa kabar, perintah dan larangan, yang mana ia juga datang dari sisi Rabb mereka, maka mengingkarinya adalah sebuah pengingkaran kepada Allah dan kepada yang haq yang Dia turunkan. Kemudian Allah berfirman, ﴾ مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَهُمۡۗ ﴿ "Yang membenar-kan apa yang ada pada mereka," maksudnya, yang sesuai dengannya dalam segala perkara yang dijelaskan olehnya dari kebenaran, dan sebagai pelengkap baginya, lalu kenapa kalian beriman kepada Taurat yang diturunkan kepada kalian namun kalian ingkar kepada yang sepertinya? Tindakan yang demikian itu hanya fanatisme saja serta mengikuti hawa nafsu, bukan mengikuti petunjuk. Demikian juga dengan posisi al-Qur`an sebagai kitab yang membenarkan Taurat yang ada pada mereka menunjukkan bahwa kitab ini ada-lah hujjah bagi mereka atas kebenaran yang ada pada mereka dari kitab-kitab yang ada, dan itu berarti tidak ada jalan lain bagi me-reka dalam membuktikan Taurat kecuali dengan al-Qur`an, namun bila mereka mengingkari dan menentangnya, maka mereka men-jadi kaum yang berkedudukan sebagai pengklaim suatu pengakuan dengan suatu hujjah dan keterangan yang dia tidak memiliki selainnya, klaimnya tersebut tidaklah akan sempurna kecuali bila keterangannya benar, kemudian dia kembali menarik hujjah dan keterangannya itu sendiri dan mendustainya. Bukankah hal yang seperti ini adalah sebuah kebodohan dan kegilaan? Pengingkaran mereka terhadap al-Qur`an hakikatnya adalah pengingkaran ter-hadap Taurat yang ada pada mereka sendiri, bahkan menjadi pem-batal baginya. Kemudian Allah menolak pengakuan mereka tentang keiman-an mereka kepada apa yang diturunkan kepada mereka dengan FirmanNya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, ﴾ فَلِمَ تَقۡتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ ٱللَّهِ مِن قَبۡلُ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?"
(92) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَكُم مُّوسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "Sungguh Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat)," yakni dengan keterangan-keterangan yang jelas dan berdasarkan kebenaran,﴾ ثُمَّ ٱتَّخَذۡتُمُ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ ﴿ "kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudahnya," maksudnya setelah kedatangannya, ﴾ وَأَنتُمۡ ظَٰلِمُونَ ﴿ "dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zhalim" dalam hal ter-sebut yang kalian tidak memiliki alasan tentangnya.
(93) ﴾ وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱسۡمَعُواْۖ ﴿ "Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji darimu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), 'Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!'" Maksud-nya, mendengar dengan menerima dan taat serta respon untuk menunaikan. ﴾ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَعَصَيۡنَا ﴿ "Mereka menjawab, 'Kami mendengar tetapi tidak menaati'." Karena hal ini menjadi suatu kebiasaan me-reka, ﴾ وَأُشۡرِبُواْ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡعِجۡلَ بِكُفۡرِهِمۡۚ ﴿ "dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya," yakni, dijadikan dalam hati mereka kecintaan kepada anak sapi itu dan penyembahan mereka kepadanya serta menyerapnya (baca: menikmatinya) yang disebabkan oleh kekufuran mereka tersebut. ﴾ قُلۡ بِئۡسَمَا يَأۡمُرُكُم بِهِۦٓ إِيمَٰنُكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Katakanlah, 'Amat jahat per-buatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu ber-iman (kepada Taurat)'." Maksudnya kalian mengaku beriman dan kalian memuji diri kalian dengan agama yang benar dan kalian juga membunuh para Nabi Allah lalu kalian menjadikan anak sapi sebagai sesembahan kalian selain dari pada Allah ketika Musa عليه السلام, Nabi Allah, tidak hadir di tengah kalian, kalian tidak menerima perintah-perintah dan larangan-larangannya kecuali setelah adanya ancaman dan akan diangkatnya gunung Thursina di atas kalian, lalu kalian menaati secara lisan namun kalian mendustainya secara tindakan, maka pengakuan iman seperti apakah yang kalian klaim itu? Dan agama apakah itu? Apabila hal yang seperti itu adalah keimanan sebagaimana yang kalian klaim, maka sangat jeleklah keimanan orang yang mengajak orang lain kepada kezhaliman dan kekufuran kepada Rasul-rasul Allah dan banyak bermaksiat, padahal telah diketahui bahwasanya keimanan yang benar adalah mengajak orang kepada segala hal yang baik dan mencegahnya dari segala hal yang buruk. Dengan semua itu jelaslah kebohongan mereka dan nyatalah pertentangan dalam diri mereka.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences