As-Sa'diAl‑Hajj · 22:65–78

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Hajj 22:65–78

22:65–66Page 340

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡفُلۡكَ تَجۡرِي فِي ٱلۡبَحۡرِ بِأَمۡرِهِۦ وَيُمۡسِكُ ٱلسَّمَآءَ أَن تَقَعَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ ٦٥

Do you not see that Allāh has subjected to you whatever is on the earth and the ships which run through the sea by His command? And He restrains the sky from falling upon the earth, unless by His permission. Indeed Allāh, to the people, is Kind and Merciful.

وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَحۡيَاكُمۡ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡۗ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَكَفُورٞ ٦٦

And He is the one who gave you life; then He causes you to die and then will [again] give you life. Indeed, mankind is ungrateful.

"Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menunduk-kan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintahNya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izinNya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. Dan Dia-lah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi). Sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nik-mat." (Al-Hajj: 65-66).

(65) Maksudnya, tidakkah engkau menyaksikan kenikmatan Rabbmu yang melimpah-ruah dan karuniaNya yang luas dengan pandangan matamu dan mata hatimu, dan ﴾ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi," berupa binatang-binatang, tumbuhan dan benda-benda padat yang tak bernyawa. Seluruh obyek yang berada di bumi, ditundukkan untuk anak keturunan Adam. Hewan-hewannya untuk ditunggangi, di-bebani dan digunakan menjalankan tugas-tugasnya serta untuk dikonsumsi dan kegunaan-kegunaan lain yang variatif. Sementara tumbuh-tumbuhan dan buah-buahnya untuk dinikmati. Sungguh Allah telah memberikan kekuasaan untuk dapat menanam dan memanfaatkannya. Dan sumber-sumber pertambangan yang dapat dia eksplorasi dan nikmati manfaatnya. ﴾ وَٱلۡفُلۡكَ ﴿ "Dan bahtera," maksudnya dan telah Kami tundukkan bahtera, yaitu kapal-kapal bagi kalian, ﴾ تَجۡرِي فِي ٱلۡبَحۡرِ بِأَمۡرِهِۦ ﴿ "yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya," yang mengangkut kalian dan barang-barang perniagaan yang kalian miliki, mengantarkan kalian dari suatu wilayah ke wilayah lain. Dan kalian bisa mengekplorasi perhiasan dari lautan yang kalian pakai. Dan sebagian dari pertanda rahmat Allah pada kalian adalah, ﴾ يُمۡسِكُ ٱلسَّمَآءَ أَن تَقَعَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi," seandainya tidak ada curahan rahmat dan kekuasaan dariNya, niscaya langit akan jatuh runtuh di atas bumi, sehingga hancurlah segala sesuatu yang berada di permukaannya dan bina-salah penghuninya. Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ يُمۡسِكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ أَن تَزُولَاۚ وَلَئِن زَالَتَآ إِنۡ أَمۡسَكَهُمَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورٗا 41 ﴿ "Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Fathir: 41). ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ 65 ﴿ "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang," lebih mengasihi mereka daripada orang tua mereka dan diri mereka sendiri. Untuk itu, Allah meng-inginkan kebaikan bagi mereka. Sedangkan mereka justru berminat meraih kejelekan dan bahaya bagi jiwa-jiwa mereka. Dan bukti rah-mat Allah lainnya bahwa Dia mengerahkan semua ini bagi mereka.

(66) ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَحۡيَاكُمۡ ﴿ "Dan Dia-lah Allah yang telah menghi-dupkan kamu," mengadakan wujud kalian dari ketiadaan. ﴾ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ﴿ "Kemudian mematikan kamu," sesudah Dia menghidupkan kalian. ﴾ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡۗ ﴿ "Kemudian menghidupkan kamu (lagi)," pasca kematian kalian; supaya Allah membalasi orang yang telah berbuat baik atas dasar tindakan baiknya, dan orang yang berbuat jelek atas dasar ulah buruknya. ﴾ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ ﴿ "Sesungguhnya manusia itu," maksudnya bangsa manusia kecuali yang Allah pelihara, ﴾ لَكَفُورٞ 66 ﴿ "benar-benar sangat mengingkari nikmat," maksudnya kenikmatan-kenikmat-an Allah, mereka sungguh-sungguh mengkufuri Allah dan tidak mengakui curahan kebaikanNya. Bahkan terkadang mengingkari Hari Kebangkitan dan kekuasaan Rabbnya.

22:67–70Page 340

لِّكُلِّ أُمَّةٖ جَعَلۡنَا مَنسَكًا هُمۡ نَاسِكُوهُۖ فَلَا يُنَٰزِعُنَّكَ فِي ٱلۡأَمۡرِۚ وَٱدۡعُ إِلَىٰ رَبِّكَۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدٗى مُّسۡتَقِيمٖ ٦٧

For every [religious] community We have appointed rites which they perform. So, [O Muḥammad], let them [i.e., the disbelievers] not contend with you over the matter but invite [them] to your Lord. Indeed, you are upon straight guidance.

وَإِن جَٰدَلُوكَ فَقُلِ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ٦٨

And if they dispute with you, then say, "Allāh is most knowing of what you do.

ٱللَّهُ يَحۡكُمُ بَيۡنَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كُنتُمۡ فِيهِ تَخۡتَلِفُونَ ٦٩

Allāh will judge between you on the Day of Resurrection concerning that over which you used to differ."

أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۚ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَٰبٍۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ٧٠

Do you not know that Allāh knows what is in the heaven and earth? Indeed, that is in a Record.1 Indeed that, for Allāh, is easy.

"Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka memban-tah kamu dalam urusan (syariat) ini, dan serulah kepada (agama) Rabbmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. Dan jika mereka membantah kamu, maka katakanlah, 'Allah lebih mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan.' Allah akan mengadili di antara kamu pada Hari Kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya. Apakah kamu tidak me-ngetahui bahwa Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah'." (Al-Hajj: 67-70).

(67) Allah تعالى memberitahukan bahwasanya Dia menjadi-kan bagi setiap umat manusia ﴾ مَنسَكًا ﴿ "syariat tertentu," maksudnya tempat ibadah dan cara peribadahan. Terkadang mengalami per-bedaan di beberapa sisi, walaupun tetap memuat nuansa keadilan dan hikmah. Sebagaimana kandungan Firman Allah, ﴾ لِكُلّٖ جَعَلۡنَا مِنكُمۡ شِرۡعَةٗ وَمِنۡهَاجٗاۚ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَلَٰكِن لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِي مَآ ءَاتَىٰكُمۡۖ …﴿ "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadi-kanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu…." (Al-Ma`idah: 48). ﴾ هُمۡ نَاسِكُوهُۖ ﴿ "Yang mereka kerjakan," maksudnya mereka mengamalkannya selaras dengan kondisi dan latar belakang me-reka, sehingga tidak terjadi penentangan terhadap suatu syariat. Terutama dari kaum 'ummi (yang buta huruf), dari kalangan masya-rakat paganis dan jahiliyah yang sudah sangat nyata. Karena jika telah terbukti kebenaran risalah seorang rasul melalui dalil-dalil, maka wajib diterima seluruh ajaran yang ia bawa dengan tulus dan berserah diri, tanpa penolakan. Karena itu, Allah berfirman, ﴾ فَلَا يُنَٰزِعُنَّكَ فِي ٱلۡأَمۡرِۚ ﴿ "Maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini," maksudnya jangan sampai orang-orang yang mendustakan saling melancarkan penentangan kepadaMu, menampik sebagian ajaran yang engkau bawa dengan dorongan akal-akal mereka yang sudah rusak, seperti penentangan mereka dalam masalah penghalalan bangkai sambil berujar, "Kalian me-makan binatang yang kalian sembelih, tetapi tidak sudi memakan binatang yang Allah matikan langsung?! Dan seperti pernyataan mereka, ﴾ إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْۗ ﴿ "Sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba." (Al-Baqarah: 275), …dan lain sebagainya, yang berupa penolakan mereka yang tidak mesti disanggah satu persatu. Mereka pada dasarnya mengingkari risalah. Tidak perlu ditegakkan perdebatan dan adu argumentasi bagi masing-masing lontaran syubhat itu. Ada sikap khusus sesuai dengan situasi dan kondisi. Orang yang melontarkan sanggahan, lagi mengingkari risalah Rasul, jika ia berdalih melakukan perdebatan untuk men-dapatkan petunjuk, maka hendaklah disampaikan kepadanya: Permasalahan kami denganmu berhubungan dengan ada tidaknya risalah. Apabila tidak demikian,maka merasa puas dengan per-debatan ini menjadi bukti bahwa tujuannya adalah untuk memper-tontonkan penentangan dan usaha pembungkaman. Untuk itu, Allah memerintahkan RasulNya agar beliau menyerukan dakwah dengan sarat hikmah dan mau'izhah hasanah (nasihat yang baik) serta konsisten dengan metode pendekatan ini, baik mereka akan menghalang-halangi atau tidak. Dan seharusnya tidak boleh ada sesuatu pun yang membelokkan dirimu dari dakwah. Pasalnya, engkau berada ﴾ هُدٗى مُّسۡتَقِيمٖ 67 ﴿ "pada jalan yang lurus," yaitu jalan yang tengah-tengah, yang mengantarkan menuju tujuan yang ingin digapai, yang sarat dengan ilmu kebenaran dan pengamalannya. Jadi, engkau telah berada di atas tumpuan kepercayaan terhadap urusan yang sedang engkau jalankan dan berpegang teguh atas keyakinan terhadap agamamu. Hal ini mengharuskan lahirnya sikap pantang menyerah pada dirimu dan terus bergerak melak-sanakan perintah Rabbmu. Kamu tidaklah berada dalam perkara yang meragu-ragukan atau perkataan yang dusta, sehingga mem-buatmu mesti bercampur-baur bersama orang-orang, dan keinginan-keinginan serta pikiran-pikiran mereka sehingga penentangan mereka menghentikanmu. Senada dengan ini, Firman Allah تعالى, ﴾ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۖ إِنَّكَ عَلَى ٱلۡحَقِّ ٱلۡمُبِينِ 79 ﴿ "Sebab itu, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata." (An-Naml: 79). Kendatipun dalam Firman Allah, ﴾ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدٗى مُّسۡتَقِيمٖ 67 ﴿ "Se-sungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus," termuat petunjuk untuk mencounter orang-orang yang menyanggah bebe-rapa point pada aturan syariat melalui daya nalar yang sehat. Karena al-huda (petunjuk) di sini merupakan gambaran bagi setiap ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. Dan hakikat al-huda ialah segala sesuatu yang mendatangkan hidayah dalam masalah-masalah ushul (prinsipil) dan furu' (cabang-cabang). Yang dimaksud adalah, perkara-perkara yang dapat dideteksi sisi kebaikan, keadilan dan kebijaksanaannya melalui akal dan fitrah yang masih lurus. Hasil ini bisa diketahui dengan cara menyelami perintah-perintah dan larangan-larangan secara mendalam.

(68-69) Karena itu, dalam kondisi seperti ini, Allah meni-tahkan mengurungkan diri untuk meladeni perdebatan mereka. Dia berfirman, ﴾ وَإِن جَٰدَلُوكَ فَقُلِ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ 68 ﴿ "Dan jika mereka mem-bantah kamu, maka katakanlah, 'Allah lebih mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan'," maksudnya Dia Maha Mengetahui harapan-harapan yang ingin kalian capai dan niat-niat kalian. Dia akan memberikan balasannya kepada kalian di Hari Kiamat yang menjadi (momen-tum) bagi Allah untuk menetapkan keputusan (masalah yang ter-jadi) di antara kalian ﴾ فِيمَا كُنتُمۡ فِيهِ تَخۡتَلِفُونَ 69 ﴿ "tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya." Barangsiapa tepat berada di atas shirathal mustaqim, maka dia termasuk penghuni Surga Na'im, dan barangsiapa membelok darinya, maka dia menjadi penghuni Neraka Jahim.

(70) Menjadi tanda kesempurnaan ketetapan hukumNya, bahwa keputusan hukum itu bersumberkan dari ilmu. Oleh sebab itu, Allah menyebutkan betapa besarnya penguasaan ilmuNya dan muatan KitabNya. Allah berfirman, ﴾ أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan bumi." Tidak ada perkara tersembunyi yang ter-lewatkan olehNya, baik perkara yang terjangkau (oleh pandangan manusia) atau perkara-perkara rahasia, yang pelik ataupun yang terang, yang sudah lama terjadi maupun yang bakal muncul. [Sesungguhnya] ilmuNya meliputi segala yang ada di langit dan bumi, Allah telah membakukannya dalam sebuah kitab (buku ca-tatan); yaitu Lauhul Mahfuzh ketika Allah menciptakan al-Qalam, قَالَ لَهُ: أُكْتُبْ! قَالَ: مَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: أُكْتُبْ مَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. "Allah berkata kepadanya, 'Tulislah.' Dia (al-Qalam) menjawab, 'Apa yang (harus) kutulis?' Allah berfirman, 'Tulislah segala sesuatu yang terjadi sampai Hari Kiamat'."[6] ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ 70 ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah," meskipun imajinasi kalian tidak melingkupinya. Sedangkan Allah تعالى, mudah bagiNya meliputi segala sesuatu de-ngan ilmuNya dan menuliskannya di kitab yang akan cocok dengan fakta (yang terjadi).

22:71–72Page 340

وَيَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَمۡ يُنَزِّلۡ بِهِۦ سُلۡطَٰنٗا وَمَا لَيۡسَ لَهُم بِهِۦ عِلۡمٞۗ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٖ ٧١

And they worship besides Allāh that for which He has not sent down authority and that of which they have no knowledge. And there will not be for the wrongdoers any helper.

وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتٖ تَعۡرِفُ فِي وُجُوهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡمُنكَرَۖ يَكَادُونَ يَسۡطُونَ بِٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِنَاۗ قُلۡ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكُمُۚ ٱلنَّارُ وَعَدَهَا ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ٧٢

And when Our verses are recited to them as clear evidences, you recognize in the faces of those who disbelieve disapproval. They are almost on the verge of assaulting those who recite to them Our verses. Say, "Then shall I inform you of [what is] worse than that?1 [It is] the Fire which Allāh has promised those who disbelieve, and wretched is the destination."

"Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang mana Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu, dan sesuatu yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Dan orang-orang yang zhalim sekali-kali tidak mendapatkan seorang penolong pun. Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keing-karan pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir me-reka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah, 'Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka.' Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali." (Al-Hajj: 71-72).

(71) Allah تعالى menyebutkan kondisi kaum musyrikin yang berpaling dariNya kepada sesembahan yang lain, bahwa kondisi mereka sangatlah buruk. Sebetulnya tidak ada alasan kuat bagi mereka untuk membenarkan tindakan yang mereka kerjakan. Mereka tidak didukung oleh ilmu. Hanya taklid saja yang mereka genggam dari para nenek-moyang mereka yang sesat. Terkadang, ada orang yang tidak memiliki ilmu tentang apa yang dia lakukan, akan tetapi dia (pada perkara itu sendiri) mempunyai hujjah yang diketahuinya. Maka, Allah mengabarkan di sini bahwa Allah tidak menurunkan tentang itu ﴾ سُلۡطَٰنٗا ﴿ "keterangan," yaitu kekuatan hujjah yang mengarah ke sana dan memperbolehkannya. Justru (sebalik-nya) Allah menurunkan sejumlah bukti yang kokoh yang menan-dakan kerusakan dan kebatilannya. Selanjutnya, Allah mengancam orang-orang yang berbuat zhalim dari kalangan mereka, lagi menentang kebenaran. Allah berfirman, ﴾ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٖ 71 ﴿ "Dan orang-orang yang berbuat zhalim sekali-kali tidak mendapatkan seorang penolong pun," yang menyelamatkan mereka dari siksaan Allah bila telah turun dan menghampiri mereka.

(72) Apakah orang-orang yang tidak mempunyai dasar ilmu atas tindak-tanduk yang biasa mereka jalani bermaksud mengikuti ayat-ayat Allah dan al-huda bila telah datang kepada mereka. Atau-kah mereka sudah merasa cukup dengan kebatilan yang mengung-kungi mereka? Allah menceritakan itu dalam FirmanNya, ﴾ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا ﴿ "Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami," yang merupakan ayat-ayat Allah yang agung lagi ditujukan untuk menerangkan kebenaran agar terbedakan dari kebatilan, niscaya mereka tidak memberikan perhatian kepadanya dan tidak mem-pedulikannya. Bahkan ﴾ تَعۡرِفُ فِي وُجُوهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡمُنكَرَۖ ﴿ "niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu," lantaran kebencian dan antipati mereka, kita menyaksikan wajah-wajah mereka masam dan air muka mereka cemberut. ﴾ يَكَادُونَ يَسۡطُونَ بِٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِنَاۗ ﴿ "Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka," maksudnya hampir saja mereka menimpakan usaha pem-bunuhan terhadap orang-orang itu dan bogem mentah karena be-sarnya kebencian dan permusuhan terhadap mereka dan kebenaran. Keadaan orang-orang kafir ini merupakan sejelek-jelek keadaan. Dan keburukan yang muncul dari mereka merupakan sejelek-jelek keburukan. Akan tetapi, masih ada sesuatu yang lebih buruk dari-pada itu. Yaitu, keadaan yang akan mereka jalani nantinya. Karena itu, Allah berfirman, ﴾ قُلۡ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكُمُۚ ٱلنَّارُ وَعَدَهَا ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "Katakanlah, 'Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka.' Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali'." Neraka ini, keburukannya sangat panjang lagi meluas. Ketidak-nyamanan dan kepedihannya semakin bertambah selama-lamanya.

22:73–74Page 341

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٞ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابٗا وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُۥۖ وَإِن يَسۡلُبۡهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيۡـٔٗا لَّا يَسۡتَنقِذُوهُ مِنۡهُۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلۡمَطۡلُوبُ ٧٣

O people, an example is presented, so listen to it. Indeed, those you invoke besides Allāh will never create [as much as] a fly, even if they gathered together for it [i.e., that purpose]. And if the fly should steal from them a [tiny] thing, they could not recover it from him. Weak are the pursuer and pursued.1

مَا قَدَرُواْ ٱللَّهَ حَقَّ قَدۡرِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ ٧٤

They have not appraised Allāh with true appraisal.1 Indeed, Allāh is Powerful and Exalted in Might.

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka kalian dengarkanlah perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyem-bah, dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak me-ngenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa." (Al-Hajj: 73-74).

(73-74) Ini sebuah permisalan yang Allah (gariskan) untuk menggambarkan keburukan peribadahan kepada berhala-berhala dan menjelaskan cacatnya akal-akal orang-orang yang menjalankan ibadah kepadanya serta (menjelaskan) kelemahan semua pihak. Allah berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ﴿ "Hai manusia." Ini pembicaraan yang terarah kepada kaum Mukminin dan kaum kafir. Dengan itu, orang-orang Mukminin akan melonjak tingkat ilmu dan bashirah mereka. Sedangkan bagi kaum kafir, ayat itu menjadi hujjah yang menggu-gat mereka. ﴾ ضُرِبَ مَثَلٞ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥٓۚ ﴿ "Telah dibuat perumpamaan, maka kalian dengarkanlah perumpamaan itu," maksudnya condongkanlah pendengaran-pendengaran kalian ke arahnya. Dan pahami kan-dungannya. Jangan sampai mengenai hati yang sedang lalai dan pendengaran yang sedang membelok. Benar-benar arahkan hati dan pendengaran kalian. Yaitu Firman Allah ini, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah," keterang-an ini mencakup setiap obyek yang disembah selain Allah, ﴾ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابٗا ﴿ "sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun," yang meru-pakan binatang yang paling hina lagi menjijikkan. Mereka tiada berdaya untuk menciptakan makhluk yang lemah ini. Apalagi benda-benda yang lebih baik darinya (sudah mesti mereka lebih tidak berdaya). ﴾ وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُۥۖ ﴿ "Walaupun mereka bersatu untuk men-ciptakannya," bahkan, lebih parah daripada itu, ﴾ وَإِن يَسۡلُبۡهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيۡـٔٗا لَّا يَسۡتَنقِذُوهُ مِنۡهُۚ ﴿ "dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya." Ini merupakan titik puncak kelemahannya. ﴾ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ ﴿ "Amat lemahlah yang menyembah," yaitu yang menyembah sesembahan selain Allah, ﴾ وَٱلۡمَطۡلُوبُ 73 ﴿ "dan amat lemah (pulalah) yang disembah," yaitu lalat. Masing-masing lemah. Lebih lemah lagi daripada keduanya adalah orang yang bergantung kepada makhluk yang lemah ini dan memposisikannya sebagai Rabbul 'Alamin (Penguasa alam semesta). Orang ini tidak menghor-mati Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah menyamakan obyek yang membutuhkan peran pihak lain lagi tanpa daya (dilihat) dari segala aspek dengan Dzat Yang Mahakaya lagi Kuat dari segala sisi. Dia telah mempersamakan obyek yang tidak mempunyai kemampuan (bagi dirinya dan bagi orang lain) untuk menetapkan kebaikan, bahaya, kematian, kehidupan, dan kebangkitan dengan Dzat yang Maha Pemberi kemanfaatan dan bahaya, Yang Melim-pahkan dan Menahan (kenikmatan), Pemilik kerajaan, dan Yang Mengatur dengan berbagai macam aturan di dalamnya. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ 74 ﴿ "Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa," maksudnya sempurna kekuatanNya, sempurna kemuliaanNya. Di antara kesempurnaan kekuatan dan kemuliaan-Nya; bahwasanya ubun-ubun seluruh makhluk berada di dua TanganNya. Tidaklah ada benda yang bergerak dan diam melain-kan (pasti) dengan keinginan dan kehendakNya. Apa yang dikehen-daki oleh Allah, niscaya terjadi, dan apa-apa yang tidak diinginkan oleh Allah, niscaya tidak akan terlaksana. Di antara kesempurnaan kekuatan Allah bahwa Dia memegangi langit-langit dan bumi sehingga tidak terjatuh. Dan (bukti) kesempurnaan kekuatan Allah, Dia membangkitkan seluruh makhluk (setelah kehancurannya), sejak makhluk yang pertama dan yang paling akhir hanya dengan satu tiupan, dan Allah dapat membinasakan para diktator dan umat-umat manusia yang sombong, hanya dengan sesuatu yang kecil dan cemeti dari siksaanNya.

22:75–76Page 341

ٱللَّهُ يَصۡطَفِي مِنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلٗا وَمِنَ ٱلنَّاسِۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ بَصِيرٞ ٧٥

Allāh chooses from the angels messengers and from the people. Indeed, Allāh is Hearing and Seeing.

يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ ٧٦

He knows what is [presently] before them and what will be after them.1 And to Allāh will be returned [all] matters.

"Allah memilih utusan-utusan(Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Allah Maha Mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan." (Al-Hajj: 75-76).

(75-76) Usai menerangkan kesempurnaanNya dan kele-mahan berhala-berhala itu, dan Dia-lah Dzat yang berhak disembah dengan sebenarnya, maka Allah menjelaskan sifat-sifat para rasul dan keistimewaan mereka yang membedakan mereka dari para makhluk yang lain, dengan keutamaan-keutamaan yang (melekat) pada mereka. Allah berfirman, ﴾ ٱللَّهُ يَصۡطَفِي مِنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلٗا وَمِنَ ٱلنَّاسِۚ ﴿ "Allah memilih utusan-utusan(Nya) dari malaikat dan dari manusia," maksudnya memilih dan menyeleksi utusan-utusan dari kalangan malaikat dan dari kalangan manusia. Mereka (utusan-utusan pilihan ini) menjadi elemen-elemen yang paling suci dari kalangannya dan paling sarat dengan sifat-sifat kemuliaan dan paling berhak untuk menjadi (duta) pilihan. Para utusan ini tidak lain merupakan se-kumpulan makhluk terpilih secara mutlak. Dzat yang memilih dan menyeleksi mereka tidak buta terhadap seluk-beluk semua perkara atau (hanya) mengetahui secuil pengetahuan saja. Dzat yang me-milih adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Yang ilmu, pendengaran, dan pandanganNya telah meliputi segala sesuatu. Jadi, pemilihan mereka olehNya berdasarkan ilmu dariNya bahwa mereka memang pantas mengembannya dan bahwa wahyu cocok dengan mereka. Sebagaimana Firman Allah, ﴾ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ حَيۡثُ يَجۡعَلُ رِسَالَتَهُۥۗ ﴿ "Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan." (Al-An'am: 124). ﴾ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ 76 ﴿ "Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan," maksudnya Dia mengutus para rasul untuk mendakwahi umat manusia kepada Allah. Di antara mereka ada yang menyam-but seruan, ada pula yang menolak dakwah para rasul itu. Ada yang merespon positif, dan ada pula yang berbelok arah. Itulah tugas para rasul. Mengenai balasan atas amal perbuatan itu, maka dikembalikan kepada Allah. Janganlah engkau meniadakan kemu-rahan maupun keadilan dariNya.

22:77–78Page 341

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرۡكَعُواْ وَٱسۡجُدُواْۤ وَٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُواْ ٱلۡخَيۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ۩ ٧٧

O you who have believed, bow and prostrate and worship your Lord and do good - that you may succeed.

وَجَٰهِدُواْ فِي ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦۚ هُوَ ٱجۡتَبَىٰكُمۡ وَمَا جَعَلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلدِّينِ مِنۡ حَرَجٖۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمۡ إِبۡرَٰهِيمَۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ مِن قَبۡلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيۡكُمۡ وَتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِۚ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعۡتَصِمُواْ بِٱللَّهِ هُوَ مَوۡلَىٰكُمۡۖ فَنِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ ٧٨

And strive for Allāh with the striving due to Him. He has chosen you and has not placed upon you in the religion any difficulty. [It is] the religion of your father, Abraham. He [i.e., Allāh] named you "Muslims" before [in former scriptures] and in this [revelation] that the Messenger may be a witness over you and you may be witnesses over the people. So establish prayer and give zakāh and hold fast to Allāh. He is your protector; and excellent is the protector, and excellent is the helper.

"Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapatkan kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim sejak dulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur`an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu, dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dia-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (Al-Hajj: 77-78).

(77) Allah تعالى menitahkan para hambaNya yang beriman untuk menegakkan shalat. Penyebutan rukuk dan sujud (untuk mewakili shalat), karena keutamaan dan status keduanya sebagai rukun shalat, (dan memerintahkan) untuk beribadah kepadaNya yang merupakan penyejuk mata dan penghibur hati yang pedih. Rububiyah dan curahan kebaikanNya pada hamba menuntut mereka untuk memurnikan ibadah bagiNya. Dia memerintahkan mereka untuk berbuat kebaikan secara umum dan mengaitkan keberuntungan seorang pada perkara-perkara tersebut. Allah ber-firman, ﴾ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ۩ 77 ﴿ "Supaya kamu mendapatkan kemenangan," maksudnya kalian akan meraup kemenangan dengan meraih ha-rapan yang diinginkan dan selamat dari kejelekan (yang dikhawa-tirkan). Tidak ada jalan apa pun untuk menggapai keberuntungan selain bersikap ikhlas dalam menjalankan ibadah kepada al-Khaliq dan mengusahakan diri dapat bermanfaat bagi sesama. Siapa saja yang mendapatkan taufik untuk melaksanakan itu, maka dia men-dapatkan porsi yang besar dari nikmat kebahagiaan, keselamatan, dan keberuntungan.

(78) ﴾ وَجَٰهِدُواْ فِي ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦۚ ﴿ "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya," maksud dari kata al-jihad, yaitu mengerahkan kemampuan untuk dapat menggenggam tujuan yang dibidik. Jihad di jalan Allah dalam artian sebenarnya, yaitu melaksanakan perintah Allah dengan sepenuhnya, menyeru sesama manusia kepada jalanNya dengan berbagai macam cara yang dapat merealisasikannya, berupa pemberian nasihat, pembelajaran, peperangan, pembinaan, pencelaan, ceramah dan lain sebagainya. ﴾ هُوَ ٱجۡتَبَىٰكُمۡ ﴿ "Dia telah memilih kamu," maksudnya Dia telah memilih kalian wahai kaum Muslimin dari kalangan umat manusia dan memilihkan agama bagi kalian serta meridhainya bagi kalian (se-bagai ajaran agama). Dia juga memilihkan kitab terbaik dan utusan yang paling utama bagi kalian. Maka, terimalah anugerah besar ini dengan menegakkan jihad di jalannya dengan sepenuh arti. Manakala Firman Allah yang berbunyi, ﴾ وَجَٰهِدُواْ فِي ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦۚ ﴿ "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benar-nya," mungkin ada orang yang menyangka bahwa ini merupakan bentuk taklif (pembebanan tanggung jawab) yang di luar batas kemampuan atau taklif yang memberatkan, maka Allah menyisih-kannya dari anggapan itu dengan FirmanNya, ﴾ وَمَا جَعَلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلدِّينِ مِنۡ حَرَجٖۚ ﴿ "Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan," maksudnya, suatu kepelikan dan kesulitan. Justru benar-benar meringankannya dan memudahkan dengan kemu-dahan yang paling puncak. Pertama: Tidaklah Allah memerintah-kan dan mengharuskan melainkan (pasti) sesuatu yang mudah dirasakan oleh manusia, tidak memberatkan dan menyusahkan-nya. Selain itu, bila muncul beberapa faktor yang mengharuskan adanya dispensasi (peringanan), maka Allah meringankan kewa-jiban yang Allah perintahkan, baik dengan menggugurkannya atau menggugurkan sebagiannya. Dari ayat ini, bisa dipetik sebuah kaidah syar'i, yaituاَلْمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ "masyaqqah (kesulitan) mendatangkan taisir (kemudahan masalah)," اَلضَّرُوْرَاتُ تُبِيْحُ الْمَحْظُوْرَاتِ "keadaan darurat memperbolehkan hal-hal yang diharamkan." Sehingga banyak hukum furu` (cabang)(yang dikenal di dalam kitab-kitab hukum) masuk ke dalam kaidah ini. ﴾ مِّلَّةَ أَبِيكُمۡ إِبۡرَٰهِيمَۚ ﴿ "Agama orang tuamu, Ibrahim," maksudnya ajaran agama yang telah disebutkan dan perintah-perintah yang tertuliskan merupakan (hakikat) ajaran agama ayah kalian, Ibrahim yang beliau pegangi, maka tepatilah dan berpegang teguhlah de-ngannya. ﴾ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ مِن قَبۡلُ ﴿ "Dia menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu," maksudnya dalam kitab-kitab terdahulu, kalian telah disebutkan dan sudah dikenal masyhur. ﴾ وَفِي هَٰذَا ﴿ "Dan (begitu pula) dalam (al-Qur`an) ini," kitab ini dan aturan syariat ini. Pengertiannya, bahwa nama ini menjadi milik kalian dahulu dan sekarang ini. ﴾ لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu," beserta amalan-amalan kalian; baik atau buruk. ﴾ وَتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِۚ ﴿ "Dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manu-sia," lantaran status kalian sebagai umat terbaik yang dimunculkan bagi umat manusia, umat yang wasath (pertengahan), adil lagi ter-pilih. Kalian bersaksi untuk mendukung para rasul bahwa mereka telah menyampaikan risalah kepada umat-umat mereka, dan ber-saksi di hadapan para umat bahwa para rasul mereka telah me-nyampaikan ajaran agama kepada mereka, melalui berita yang Allah kabarkan kepada kalian dalam KitabNya. ﴾ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "Maka dirikanlah shalat," dengan rukun-rukun, syarat-syarat dan aturan-aturan serta seluruh kelaziman (yang melengkapinya), ﴾ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ ﴿ "dan tunaikanlah zakat," yang diwajib-kan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya, dalam rangka wujud rasa syukur kepada Allah atas limpahan kenikmatan kepada mereka. ﴾ وَٱعۡتَصِمُواْ بِٱللَّهِ ﴿ "Dan berpeganglah kamu pada tali Allah," mak-sudnya bertahanlah denganNya dan bertawakallah kepadaNya dalam menjalankannya, janganlah kalian berpangku pada daya dan kekuatan kalian semata. ﴾ هُوَ مَوۡلَىٰكُمۡۖ ﴿ "Dia adalah Pelindungmu," Dzat yang menangani urusan-urusan kalian, hingga mengatur kalian dengan aturan yang bagus dan mengurusi kalian sesuai dengan ketentuan yang terbaik. ﴾ فَنِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ 78 ﴿ "Maka Dia-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong," maksudnya sebaik-baik penguasa bagi obyek yang ditangani, sehingga terealisasikan apa yang ingin dicapai olehnya. Dan sebaik-baik Penolong bagi orang yang memohon pertolongan, hingga melenyapkan kejelekan darinya.

Tafsir [surat] al-Hajj sudah tuntas. Walhamdu lillahi Rabbil 'Alamin.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском