As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-Furqan 25:21–47
25:21–23Page 362
۞ وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرۡجُونَ لِقَآءَنَا لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَوۡ نَرَىٰ رَبَّنَاۗ لَقَدِ ٱسۡتَكۡبَرُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ وَعَتَوۡ عُتُوّٗا كَبِيرٗا ٢١
And those who do not expect the meeting with Us say, "Why were not angels sent down to us, or [why] do we [not] see our Lord?" They have certainly become arrogant within themselves1 and [become] insolent with great insolence.
يَوۡمَ يَرَوۡنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ لَا بُشۡرَىٰ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُجۡرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجۡرٗا مَّحۡجُورٗا ٢٢
The day they see the angels1 - no good tidings will there be that day for the criminals, and [the angels] will say, "Prevented and inaccessible."2
وَقَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلٖ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءٗ مَّنثُورًا ٢٣
And We will approach [i.e., regard]1 what they have done of deeds and make them as dust dispersed.
"Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemu-an dengan Kami, 'Mengapakah tidak diturunkan kepada kita ma-laikat, atau kita melihat Rabb kita.' Sungguh mereka menganggap besar diri mereka, dan mereka benar-benar sangat melampaui batas. Pada hari mereka melihat malaikat, di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa, dan mereka berkata, 'Hijran mahjura.'[28] Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beter-bangan." (Al-Furqan: 21-23).
(21) Orang-orang yang mendustakan para rasul, yaitu yang mendustakan janji Allah dan ancamanNya, yang di dalam hati me-reka tidak ada rasa takut terhadap ancaman dan tidak mengharap pertemuan dengan sang Pencipta berkata, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَوۡ نَرَىٰ رَبَّنَاۗ ﴿ "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat, atau kita melihat Rabb kita," maksudnya mengapa para malaikat tidak turun untuk memberikan kesaksian bagimu atas kerasulanmu dan memberikan dukungan kepadamu atasnya, atau mereka turun sebagai rasul-rasul khusus, atau kita langsung melihat Tuhan, agar Dia berbicara kepada kita dan mengatakan, 'Ini adalah utusanKu, maka ikutilah dia!" Ini adalah tindakan menentang Rasul dengan sesuatu yang bukan penentang, akan tetapi ia merupakan kesombongan, keang-kuhan, dan kecongkakan. ﴾ لَقَدِ ٱسۡتَكۡبَرُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sungguh mereka menganggap besar diri mereka," di mana mereka mengajukan usulan ini dan telah lancang melakukan tindakan yang sangat tidak sopan ini. Siapa kalian wahai si kaum fakir, wahai si kaum hina, hingga kalian (berani-beraninya) meminta melihat Allah dan kalian beranggapan bahwa kebenaran dan kepastian kerasulan itu sangat tergantung kepada hal yang demikian? Sungguh, kesombongan apalagi yang lebih besar dari ini? ﴾ وَعَتَوۡ عُتُوّٗا كَبِيرٗا ﴿ "Dan mereka benar-benar sangat melampaui batas." Maksudnya, mereka bersikap keras hati dan beku terhadap kebe-naran dengan sekeras-kerasnya. Hati mereka lebih keras daripada batu, atau lebih liat daripada besi, sama sekali tidak mau lunak ter-hadap kebenaran dan tidak mau mendengar (nasihat) orang-orang yang memberi nasihat. Maka dari itu nasihat dan peringatan sama sekali tidak membekas pada mereka, dan mereka tidak mau meng-ikuti kebenaran ketika seorang pemberi peringatan datang kepada mereka, bahkan mereka menghadapi manusia yang paling jujur dan paling tulus, dan ayat-ayat Allah yang sangat jelas dengan sikap berpaling dan mendustakan [serta menentang]. Keangkuhan apalagi yang lebih besar daripada keangkuhan semacam ini? Maka dari itu, amal perbuatan mereka batal (hangus) dan sirna, dan mereka merugi dengan kerugian yang paling besar [dan terhalang sepenuhnya dari kebaikan].
(22) ﴾ يَوۡمَ يَرَوۡنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ ﴿ "Pada hari mereka melihat malaikat" [yang mereka usulkan kedatangannya], ﴾ لَا بُشۡرَىٰ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa." Sebab, tidaklah me-reka melihatnya (beserta bergelimangnya dosa dan keras kepala) melainkan (pasti) untuk menyiksa mereka dan menimpakan azab terhadap mereka. Yang paling awal adalah pada saat kematian, di mana saat itu para malaikat turun kepada mereka. Allah سبحانه وتعالى telah berfirman, ﴾ وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِي غَمَرَٰتِ ٱلۡمَوۡتِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓاْ أَيۡدِيهِمۡ أَخۡرِجُوٓاْ أَنفُسَكُمُۖ ٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ ٱلۡهُونِ بِمَا كُنتُمۡ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيۡرَ ٱلۡحَقِّ وَكُنتُمۡ عَنۡ ءَايَٰتِهِۦ تَسۡتَكۡبِرُونَ 93 ﴿ "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), 'Keluarkan-lah nyawamu. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang menghina-kan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar, dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya'." (Al-An'am: 93). Kemudian di dalam kubur, di saat Munkar dan Nakir men-datangi mereka, lalu menanyakan kepada mereka tentang tuhan, nabi, dan agama mereka. Maka pada saat itu mereka tidak bisa memberikan jawaban yang dapat menyelamatkan mereka, sehing-ga azab pun menimpa mereka dan rahmat Allah sirna dari mereka. Kemudian pada Hari Kiamat kelak, saat mereka digiring oleh para malaikat ke neraka, kemudian menyerahkannya kepada para malaikat petugas Jahanam yang bertugas menyiksa mereka dan langsung menghukum mereka. Inilah yang dahulu mereka usulkan, dan inilah yang dahulu mereka minta, jika mereka tetap dalam kejahatan (dosa), mereka pasti melihatnya dan menjumpainya, maka barulah saat itu mereka mencari perlindungan dari azab malaikat dan lari, namun mereka sama sekali tidak menemukan tempat pelarian. ﴾ وَيَقُولُونَ حِجۡرٗا مَّحۡجُورٗا ﴿ "Dan mereka berkata, 'Hijran Mahjura'." ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ 33 ﴿ "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." (Ar-Rahman: 33).
(23) ﴾ وَقَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلٖ ﴿ "Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan." Maksudnya, (kami bersengaja kepada) amal per-buatan mereka yang mereka harapkan menjadi kebaikan dan me-reka telah bersusah payah mengerjakannya, ﴾ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءٗ مَّنثُورًا ﴿ "lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan" maksudnya, batal lagi sirna. Mereka telah merugi dan tidak mendapatkan pahalanya (bahkan) mereka disiksa karenanya. Hal yang demikian itu karena amal tersebut tidak ada nilai imannya dan karena ber-sumber dari seorang yang mendustakan Allah dan para rasulNya. Sebab, amal kebaikan yang diterima Allah adalah yang bersumber dari seorang Mukmin nan tulus lagi membenarkan para rasul dan mengikuti mereka.
25:24Page 362
أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ يَوۡمَئِذٍ خَيۡرٞ مُّسۡتَقَرّٗا وَأَحۡسَنُ مَقِيلٗا ٢٤
The companions of Paradise, that Day, are [in] a better settlement and better resting place.
"Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya." (Al-Furqan: 24).
(24) Maksudnya, pada hari yang sangat menakutkan itu banyak sekali kekacauannya. ﴾ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ ﴿ "Penghuni-penghuni surga," yaitu orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan beramal shalih serta bertakwa kepada Rabbnya ﴾ خَيۡرٞ مُّسۡتَقَرّٗا ﴿ "paling baik tempat tinggalnya," daripada penghuni neraka, ﴾ وَأَحۡسَنُ مَقِيلٗا ﴿ "dan paling indah tempat istirahatnya," maksudnya, tempat tinggal mereka di surga, dan istirahat mereka adalah tidur di siang hari. Itulah tempat istirahat yang berguna dan istirahat yang sempurna, karena meliputi segala kelengkapan kenikmatan yang sama sekali tidak tercemari kekeruhan. Sangat berbeda sekali dengan para penghuni neraka, karena tempat tinggal mereka adalah Jahanam yang me-rupakan seburuk-buruk tempat istirahat dan tempat tinggal. Ini merupakan salah satu bentuk penggunaan af`al tafdhil (superlatif) dalam kalimat yang pada bagian lain tidak ada sedikit pun darinya. Sebab, sama sekali tidak ada kebaikan di dalam tempat tinggal penghuni neraka dan tempat istirahat mereka. Sama dengan ung-kapan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ ءَآللَّهُ خَيۡرٌ أَمَّا يُشۡرِكُونَ 59 ﴿ "Apakah Allah yang lebih baik, atau sesuatu yang mereka perseku-tukan?" (An-Naml: 59).
25:25–29Page 362
وَيَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلۡغَمَٰمِ وَنُزِّلَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا ٢٥
And [mention] the Day when the heaven will split open with [emerging] clouds,1 and the angels will be sent down in successive descent.
ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّ لِلرَّحۡمَٰنِۚ وَكَانَ يَوۡمًا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ عَسِيرٗا ٢٦
True sovereignty, that Day, is for the Most Merciful. And it will be upon the disbelievers a difficult Day.
وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا ٢٧
And the Day the wrongdoer will bite on his hands [in regret] he will say, "Oh, I wish I had taken with the Messenger a way.1
يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا ٢٨
Oh, woe to me! I wish I had not taken that one1 as a friend.
لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا ٢٩
He led me away from the remembrance1 after it had come to me. And ever is Satan, to man, a deserter."2
"Dan hari ketika langit pecah belah mengeluarkan kabut dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang. Kerajaan yang haq pada hari itu adalah kepunyaan Rabb Yang Maha Pemurah. Dan hari itu adalah hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang yang kafir. Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). Sungguh dia telah menyesatkan aku dari al-Qur`an ketika al-Qur`an telah datang kepadaku. Dan setan itu tidak akan menolong manusia'." (Al-Furqan: 25-29).
(25-26) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kedahsyatan, ke-sengsaraan dan kesulitan pada Hari Kiamat serta hal-hal yang menakutkan hati, seraya berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلۡغَمَٰمِ ﴿ "Dan hari ketika langit pecah belah mengeluarkan kabut." Dan kabut itu adalah kabut yang di dalamnya Allah turun; Dia turun dari atas langit, hingga langit terbelah dan pecah karenanya, dan turun pula [ma-laikat-malaikat][29] pada tiap-tiap langit, kemudian mereka berdiri dengan berbaris, baik satu baris yang mengelilingi semua makhluk (manusia), atau setiap satu langit mereka membentuk satu baris, lalu langit berikutnya satu baris.[30] Dan demikianlah maksudnya, yaitu bahwa para malaikat dengan sebegitu banyak dan kuatnya turun seraya meliputi manusia, mereka tunduk kepada perintah Rabbnya, tidak seorang pun dari mereka yang berbicara kecuali dengan izin dari Allah. Lalu bagaimana menurutmu dengan se-orang manusia yang sangat lemah, terutama yang telah melawan Allah Sang Pemilik dengan berbagai dosa besar dan telah lancang melakukan hal-hal yang mengundang murkaNya, lalu dia datang menghadapNya dengan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan dan belum sempat bertaubat? Kemudian Sang Maha Raja lagi Pencipta memberikan kepu-tusan untuknya dengan keputusan yang di situ Dia tidak berbuat curang dan tidak pula zhalim sebesar biji sawi pun. Oleh karena-nya, Dia berfirman, ﴾ وَكَانَ يَوۡمًا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ عَسِيرٗا ﴿ "Dan hari itu adalah hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang yang kafir," karena kesulitan-nya yang sangat dan susahnya segala urusan baginya. Berbeda halnya dengan orang Mukmin, karena hari itu mudah baginya dan ringan ditanggung, ﴾ يَوۡمَ نَحۡشُرُ ٱلۡمُتَّقِينَ إِلَى ٱلرَّحۡمَٰنِ وَفۡدٗا 85 وَنَسُوقُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرۡدٗا 86 ﴿ "(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada Yang Maha Pemurah sebagai utusan yang terhormat, dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke Neraka Jahanam dalam keadaan dahaga." (Maryam: 85-86). Dan FirmanNya, ﴾ ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Dan kekuasaan pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ ٱلۡحَقُّ لِلرَّحۡمَٰنِۚ ﴿ "yang haq adalah milik Yang Maha Pemurah," tidak ada kekuasaan bagi seorang manusia pun saat itu, dan tidak pula gambaran kekuasaan, sebagaimana adanya dahulu di dunia. Bahkan para raja dan rakyatnya, orang-orang yang merdeka dan budak-budak, orang-orang yang terhormat dan lain-lain pada hari itu menjadi sama. Di antara hal yang melegakan hati dan menentramkan jiwa serta melapangkan dada adalah bahwa Dia menyandarkan "ke-kuasaan" saat Hari Kiamat itu kepada namaNya "ar-rahman" yang rahmatNya meliputi segala sesuatu, mencakup segala yang hidup, memenuhi alam semesta, dan dengannya dunia dan akhirat men-jadi makmur, dan dengannya pula segala yang kurang menjadi sempurna, dan setiap kekurangan menjadi habis; dan nama-nama yang menunjukkan kepadanya mengalahkan nama-nama yang menunjukkan kepada kemurkaan, dan rahmatNya mendahului dan mengalahkan murkaNya. Maka milikNya-lah keunggulan dan kemenangan. Dan Dia telah menciptakan manusia nan rapuh ini, lalu memuliakan dan menghormatinya untuk menyempurna-kan nikmatNya terhadap manusia dan untuk meliputinya dengan rahmatNya. Mereka hadir dalam kondisi terhina, tunduk, dan tenang di hadapanNya. Mereka menunggu apa yang akan diputus-kan dan apa yang akan dilakukan terhadap mereka. Sementara Dia lebih sayang kepada mereka daripada diri mereka sendiri dan kedua orang tua mereka. Lalu bagaimana menurutmu dengan perlakuanNya terhadap mereka? Tidak binasa di hadapan Allah selain orang yang binasa, dan tidak akan keluar dari rahmatNya kecuali orang yang telah dikuasai oleh kesengsaraan dan ketetapan azab sudah ditetapkan atasnya.
(27) ﴾ وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ ﴿ "Dan hari ketika orang yang zhalim itu menggigit," disebabkan kesyirikan, kekafiran, dan pendustaannya terhadap para rasul ﴾ عَلَىٰ يَدَيۡهِ ﴿ "dua tangannya," karena pilu, sedih dan duka, ﴾ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا ﴿ "seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul'." Yakni jalan dengan ber-iman kepadanya, membenarkan dan mengikutinya.
(28) ﴾ يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا ﴿ "Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan," yaitu setan dari bangsa manusia atau bangsa jin ﴾ خَلِيلٗا ﴿ "sebagai teman akrab," yakni kekasih yang sangat dicintai. Aku telah memusuhi manusia yang paling tulus kepadaku, manusia yang paling baik kepadaku dan manusia yang paling sayang kepadaku, dan aku telah setia kepada musuh yang paling memusuhiku, yang kesetiaanku kepadanya sama sekali tidak berguna bagiku kecuali kesengsaraan, kerugian, kehinaan, dan kebinasaan.
(29) ﴾ لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ ﴿ "Sungguh dia telah menyesat-kanku dari al-Qur`an ketika al-Qur`an telah datang kepadaku," di mana dia telah membuat kesesatannya menjadi indah baginya dengan tipudaya dan bujuk-rayuannya. ﴾ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا ﴿ "Dan setan itu tidak akan menolong manusia." Maksudnya, setan itu men-jadikan yang batil menjadi indah baginya dan memburukkan yang haq baginya, bahkan dia menjanjikan berbagai angan-angan manis, kemudian setan meninggalkannya dan berlepas diri darinya. Sebagaimana dia mengatakan kepada seluruh pengikutnya ketika semua perkara telah diputuskan dan setelah Allah selesai meme-riksa (amal perbuatan) seluruh manusia, ﴾ وَقَالَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لَمَّا قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ ٱلۡحَقِّ وَوَعَدتُّكُمۡ فَأَخۡلَفۡتُكُمۡۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوۡتُكُمۡ فَٱسۡتَجَبۡتُمۡ لِيۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوٓاْ أَنفُسَكُمۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَآ أَنتُم بِمُصۡرِخِيَّ إِنِّي كَفَرۡتُ بِمَآ أَشۡرَكۡتُمُونِ مِن قَبۡلُۗ ﴿ "Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolong-ku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutu-kan aku (dengan Allah) sejak dahulu'." (Ibrahim: 22). Maka hendaknya setiap orang memperhatikan dirinya di waktu senggang dan membenahi apa yang bisa dibenahi sebelum dia kelak tidak dapat membenahi diri, dan hendaklah dia berloya-litas kepada orang yang di dalam loyalitas (kesetiaan) kepadanya terdapat kebahagiaan bagi dirinya, dan hendaknya memusuhi orang yang permusuhan terhadapnya menguntungkan dirinya dan persahabatan dengannya membahayakannya. Wallahul Muwaffiq.
25:30–31Page 362
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِي ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورٗا ٣٠
And the Messenger has said, "O my Lord, indeed my people have taken this Qur’ān as [a thing] abandoned."1
وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا مِّنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيٗا وَنَصِيرٗا ٣١
And thus have We made for every prophet an enemy from among the criminals. But sufficient is your Lord as a guide and a helper.
"Berkatalah Rasul, 'Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur`an ini sesuatu yang diabaikan.' Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari (kala-ngan) orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Rabbmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong." (Al-Furqan: 30-31).
(30) ﴾ وَقَالَ ٱلرَّسُولُ ﴿ "Berkatalah Rasul, seraya menyeru kepada Rabbnya, mengadukan sikap kaumnya yang berpaling dari ajaran yang dibawanya serta sedih atas sikap yang mereka perlihatkan itu, ﴾ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِي ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku," yang kepada mereka Engkau mengutusku untuk memberi petunjuk dan me-nyampaikan (risalahMu. Pent.), ﴾ ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورٗا ﴿ "telah menjadi-kan al-Qur`an ini sesuatu yang diabaikan," maksudnya, mereka telah berpaling darinya, mengabaikan dan meninggalkannya, padahal yang menjadi kewajiban mereka adalah patuh kepada hukumnya dan menerima aturan-aturannya serta mengikutinya.
(31) Allah berfirman kepada RasulNya untuk menghibur dan mengabarkan kepadanya, ﴾ وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا مِّنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَۗ ﴿ "Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari (kalangan) orang-orang yang berdosa." Yaitu dari golongan orang-orang yang tidak laik untuk kebaikan dan mereka tidak membersihkan diri dengannya; mereka menentang para rasul, menolak dan mendebat mereka dengan yang batil. Di antara sebagian manfaatnya adalah kebenaran menjadi unggul di atas kebatilan, kebenaran menjadi jelas dan menjadi sangat nyata. Sebab, perlawanan kebatilan ter-hadap kebenaran menjadikannya makin jelas, nyata dan penuh bukti, dan kita makin lebih mengetahui apa yang dilakukan Allah terhadap ahlul haq, berupa karamah (kemuliaan) dan terhadap ahlul batil, berupa azab. Maka jangan bersedih terhadap mereka, dan janganlah kamu menyesal karena sikap mereka. ﴾ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيٗا ﴿ "Dan cukuplah Rabbmu menjadi Pemberi petunjuk," yang memberi petunjuk kepadamu hingga kamu mendapatkan keinginanmu dan kebaikan agama serta duniamu, ﴾ وَنَصِيرٗا ﴿ "dan Penolong," yang me-nolongmu melawan musuh-musuhmu, mencegah darimu segala hal yang dibenci dalam perkara agama dan dunia. Maka bergantung dan berserah dirilah kepadaNya.
25:32–33Page 362
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلۡقُرۡءَانُ جُمۡلَةٗ وَٰحِدَةٗۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَۖ وَرَتَّلۡنَٰهُ تَرۡتِيلٗا ٣٢
And those who disbelieve say, "Why was the Qur’ān not revealed to him all at once?" Thus [it is] that We may strengthen thereby your heart. And We have spaced it distinctly.1
وَلَا يَأۡتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ وَأَحۡسَنَ تَفۡسِيرًا ٣٣
And they do not come to you with an example [i.e., argument] except that We bring you the truth and the best explanation.
"Berkatalah orang-orang kafir, 'Mengapa al-Qur`an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?' Demikianlah supaya Kami memperkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) suatu perumpamaan, melainkan pasti Kami mendatangkan kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya." (Al-Furqan: 32-33).
(32) "Ini sebagian dari sederet usulan-usulan kaum kafir yang dibisikkan oleh jiwa mereka, maka mereka berkata, ﴾ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلۡقُرۡءَانُ جُمۡلَةٗ وَٰحِدَةٗۚ ﴿ "Mengapa al-Qur`an itu tidak diturunkan kepada-nya sekali turun saja?" Maksudnya, sebagaimana kitab-kitab suci sebelumnya diturunkan. Apa salahnya kalau ia diturunkan seperti itu? Bahkan turunnya (secara bertahap) seperti itu lebih sempurna dan lebih baik. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ ﴿ "Demikianlah," Kami menurunkannya secara berangsur-angsur, ﴾ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَۖ ﴿ "supaya Kami memperkuat hatimu dengannya," sebab setiap kali bagian dari al-Qur`an turun kepadanya, maka dia makin bertambah tenang dan kokoh pendiriannya, terutama di saat adanya faktor-faktor penyebab kegelisahan. Karena sesung-guhnya turunnya al-Qur`an pada saat terjadinya moment (pen-ting) itu menjadi penawar yang sangat luar biasa dan menjadi peneguh hati yang sangat efektif daripada kalau ia telah ditu-runkan sebelumnya, kemudian mengingatnya ketika terjadi asbab nuzulnya. ﴾ وَرَتَّلۡنَٰهُ تَرۡتِيلٗا ﴿ "Dan Kami membacakannya secara tartil," maksudnya, Kami menurunkannya kepadamu dengan pelan dan secara bertahap. Ini semua menunjukkan pada perhatian Allah سبحانه وتعالى terhadap kitabNya, yaitu al-Qur`an dan terhadap RasulNya, yaitu Muhammad a, di mana Dia menjadikan penurunan kitabNya sesuai dengan kondisi Rasulullah dan kemaslahatan agama.
(33) Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ وَلَا يَأۡتُونَكَ بِمَثَلٍ ﴿ "Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) suatu perumpama-an," yang dengannya mereka menentang kebenaran dan dengannya mereka menolak kerasulanmu, ﴾ إِلَّا جِئۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ وَأَحۡسَنَ تَفۡسِيرًا ﴿ "melainkan (pasti) Kami mendatangkan kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya," maksudnya Kami turunkan kepadamu al-Qur`an yang mengandung kebenaran di dalam makna-makna-nya, kejelasan dan penjelasan yang sempurna pada lafazh-lafazh-nya. Maka makna-makna (yang dikandungnya) semuanya hak dan benar, tidak dicemari oleh satu kebatilan ataupun satu syubhat (kerancuan) dari sisi manapun; lafazh-lafazhnya dan batasan-ba-tasannya terhadap segala sesuatu merupakan lafazh-lafazh yang paling jelas dan paling baik penjelasannya, menjelaskan makna-maknanya dengan penjelasan yang sempurna. Di dalam ayat di atas terdapat satu dalil (bukti) bahwa se-pantasnya bagi orang yang membicarakan ilmu, apakah dia sebagai muhaddits, pengajar, maupun penceramah, sepantasnya dia mene-ladani Rabbnya di dalam mengatur kondisi RasulNya. Demikian pula seorang alim mengatur permasalahan masyarakat. Setiap kali ada kesempatan atau datang suatu musim, maka hendaknya dia membawakan ayat-ayat al-Qur`an, hadits-hadits Nabi dan nasihat-nasihat yang sesuai dengan musim tersebut. Ini juga mengandung bantahan terhadap orang-orang yang berlebihan, seperti kaum Jahmiyah dan semisal mereka yang ber-pendapat bahwa kebanyakan nash-nash al-Qur`an mengandung makna bukan literalnya (makna tersuratnya), dan ia mempunyai makna-makna selain dari maknanya yang dipahami secara lahir (literal). Jadi, berdasarkan pendapat mereka, al-Qur`an itu tidak lebih baik penjelasannya daripada yang lainnya. Dan yang lebih baik, menurut klaim mereka, adalah penafsiran mereka yang me-rubah makna-makna al-Qur`an dengan sejauh-jauhnya.
25:34Page 363
ٱلَّذِينَ يُحۡشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُوْلَٰٓئِكَ شَرّٞ مَّكَانٗا وَأَضَلُّ سَبِيلٗا ٣٤
The ones who are gathered on their faces to Hell - those are the worst in position and farthest astray in [their] way.
"Orang-orang yang dihimpunkan ke Neraka Jahanam dengan diseret di atas mukanya, mereka itulah orang-orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya." (Al-Furqan: 34).
(34) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang keadaan kaum musy-rikin yang mendustakan RasulNya dan (betapa) buruknya tempat akhir mereka, dan bahwa mereka ﴾ يُحۡشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "akan dihim-punkan dengan diseret di atas mukanya," dalam pemandangan yang paling buruk dan penglihatan yang paling keji; mereka diseret dan digelandang oleh para malaikat azab ﴾ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ﴿ "ke Neraka Jahanam" yang penuh dengan semua bentuk azab dan hukuman. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah," orang-orang yang sedemikian keadaannya itu ada-lah ﴾ شَرّٞ مَّكَانٗا ﴿ "orang-orang yang paling buruk tempatnya," daripada orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan RasulNya, ﴾ وَأَضَلُّ سَبِيلٗا ﴿ "dan paling sesat jalannya." Ini termasuk dalam kategori menggunakan af`al tafdhil (superlatif) pada kalimat yang pada bagian lain tidak ada sesuatu pun darinya. Sebab, sesungguhnya orang-orang Mukmin itu terbaik tempat tinggal dan tempat per-istirahatannya, dan mereka di dunia telah menelusuri petunjuk jalan yang lurus, sedangkan di akhirat dapat mencapai surga, negeri kenikmatan.
25:35–40Page 363
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَجَعَلۡنَا مَعَهُۥٓ أَخَاهُ هَٰرُونَ وَزِيرٗا ٣٥
And We had certainly given Moses the Scripture and appointed with him his brother Aaron as an assistant.
فَقُلۡنَا ٱذۡهَبَآ إِلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا فَدَمَّرۡنَٰهُمۡ تَدۡمِيرٗا ٣٦
And We said, "Go both of you to the people who have denied Our signs." Then We destroyed them with [complete] destruction.
وَقَوۡمَ نُوحٖ لَّمَّا كَذَّبُواْ ٱلرُّسُلَ أَغۡرَقۡنَٰهُمۡ وَجَعَلۡنَٰهُمۡ لِلنَّاسِ ءَايَةٗۖ وَأَعۡتَدۡنَا لِلظَّٰلِمِينَ عَذَابًا أَلِيمٗا ٣٧
And the people of Noah - when they denied the messengers,1 We drowned them, and We made them for mankind a sign. And We have prepared for the wrongdoers a painful punishment.
وَعَادٗا وَثَمُودَاْ وَأَصۡحَٰبَ ٱلرَّسِّ وَقُرُونَۢا بَيۡنَ ذَٰلِكَ كَثِيرٗا ٣٨
And [We destroyed] ʿAad and Thamūd and the companions of the well1 and many generations between them.
وَكُلّٗا ضَرَبۡنَا لَهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَۖ وَكُلّٗا تَبَّرۡنَا تَتۡبِيرٗا ٣٩
And for each We presented examples [as warnings], and each We destroyed with [total] destruction.
وَلَقَدۡ أَتَوۡاْ عَلَى ٱلۡقَرۡيَةِ ٱلَّتِيٓ أُمۡطِرَتۡ مَطَرَ ٱلسَّوۡءِۚ أَفَلَمۡ يَكُونُواْ يَرَوۡنَهَاۚ بَلۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ نُشُورٗا ٤٠
And they have already come upon the town which was showered with a rain of evil [i.e., stones]. So have they not seen it? But they are not expecting resurrection.1
"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, me-nyertainya sebagai wazir (pembantu). Kemudian Kami berfirman kepada keduanya, 'Pergilah kamu berdua kepada kaum yang men-dustakan ayat-ayat Kami.' Maka Kami binasakan mereka sehan-cur-hancurnya. Dan kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul, Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zhalim azab yang pedih; dan (Kami binasakan) kaum 'Ad dan Tsamud dan penduduk Rass, dan banyak (lagi) generasi-gene-rasi di antara kaum-kaum tersebut. Dan Kami jadikan bagi ma-sing-masing mereka tamsil ibarat; dan masing-masing mereka itu benar-benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya. Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Makkah) telah melalui sebuah negeri (Sodom) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka apakah mereka tidak menyak-sikan runtuhan itu; bahkan mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan." (Al-Furqan: 35-40).
(35-40) Allah سبحانه وتعالى mengisyaratkan kepada kisah-kisah ini, dan Dia telah menguraikannya di dalam ayat-ayat yang lain, untuk mengingatkan orang-orang yang diajak bicara (Mukhathabin) supaya waspada diri dari tenggelam dalam mendustakan Rasul mereka, sehingga mereka bisa tertimpa azab sebagaimana yang telah menimpa umat-umat yang telah berlalu yang dekat dengan masa sebelum mereka, sedangkan mereka sendiri mengetahui cerita umat-umat tersebut karena sangat terkenal dan populer di kalangan me-reka. Di antara mereka ada yang telah melihat jejak-jejak (artefak) mereka dengan mata kepala, seperti kaum Nabi Shaleh di al-Hijr, dan seperti negeri yang diguyur dengan hujan buruk berupa batu sijjil; mereka melaluinya di pagi dan malam hari saat bepergian jauh. Sebab umat-umat tersebut tidaklah lebih jahat daripada mereka, dan para rasul mereka pun tidaklah lebih baik daripada Rasul kaum musyrikin itu; ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ 43 ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari-pada mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu?" (Al-Qamar: 43). Akan tetapi yang telah menghalangi mereka untuk beriman, meskipun mereka telah menyaksikan tanda-tanda, adalah bahwa mereka tidak mengharapkan kebangkitan dan kehidupan kembali setelah mati. Mereka sama sekali tidak mengharapkan perjumpaan dengan Rabb mereka, dan mereka tidak takut kepada ancaman-Nya. Maka dari itu mereka terus dalam sikap menentang. Sebab, jika tidak, maka sesungguhnya bukti-bukti telah sampai kepada mereka hingga tidak ada keraguan, tidak ada syubhat, tidak ada suatu kerancuan dan tidak ada kebimbangan.
25:41–44Page 363
وَإِذَا رَأَوۡكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا ٱلَّذِي بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولًا ٤١
And when they see you, [O Muḥammad], they take you not except in ridicule, [saying], "Is this the one whom Allāh has sent as a messenger?
إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا لَوۡلَآ أَن صَبَرۡنَا عَلَيۡهَاۚ وَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ حِينَ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ مَنۡ أَضَلُّ سَبِيلًا ٤٢
He almost would have misled us from our gods had we not been steadfast in [worship of] them." But they are going to know, when they see the punishment, who is farthest astray in [his] way.
أَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيۡهِ وَكِيلًا ٤٣
Have you seen the one who takes as his god his own desire? Then would you be responsible for him?
أَمۡ تَحۡسَبُ أَنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَسۡمَعُونَ أَوۡ يَعۡقِلُونَۚ إِنۡ هُمۡ إِلَّا كَٱلۡأَنۡعَٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّ سَبِيلًا ٤٤
Or do you think that most of them hear or reason? They are not except like livestock.1 Rather, they are [even] more astray in [their] way.
"Dan apabila mereka melihat kamu, (maka) tidaklah mereka melihatmu melainkan sebagai ejekan, 'Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul? Sesungguhnya hampirlah dia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya.' Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. Terang-kanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu." (Al-Furqan: 41-44).
(41) Maksudnya, ﴾ وَإِذَا رَأَوۡكَ ﴿ "Dan apabila mereka melihat kamu" wahai Muhammad, mereka yang mendustakanmu, para penen-tang ayat-ayat Allah, yang menyombongkan diri di muka bumi, mereka memperolok-olokkanmu, menghinamu dan mengatakan dengan nada menghina dan menyepelekan, ﴾ أَهَٰذَا ٱلَّذِي بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولًا ﴿ "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?" Maksudnya, tidak pantas dan tidak layak kalau Allah mengutus si lelaki ini! Ini semua karena sangat memuncaknya kezhaliman dan keras kepala mereka. Mereka memutarbalikkan kenyataan. Sebab perkataan mereka ter-sebut memberikan pengertian bahwa Rasulullah a, –dan ini tidak mungkin–, berada dalam jurang kehinaan dan kenistaan, dan bahwa kalau saja kerasulan itu diberikan kepada selainnya, maka yang demikian itu tentu lebih cocok. ﴾ وَقَالُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنَ ٱلۡقَرۡيَتَيۡنِ عَظِيمٍ 31 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Mengapa al-Qur`an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Tha`if) ini'." (Az-Zukhruf: 31). Perkataan seperti ini tidak akan keluar kecuali dari (mulut) manusia yang paling bodoh, paling sesat atau paling keras kepala, dan dia berpura-pura bodoh yang tujuannya adalah mempropa-gandakan kebatilan yang dibawanya dengan mendiskriditkan (mencemoohkan) kebenaran dan orang yang membawanya. Kalau tidak demikian, maka siapa saja yang memperhatikan perihal keadaan Muhammad bin Abdillah a, niscaya dia menjum-painya sebagai sosok manusia alim, unggul di dalam kecerdasan akal, ilmu, kepribadian, ketangguhan, akhlak mulia, budi pekerti luhur, kehormatan diri, keberanian, kemurahan hati, dan segala akhlak mulia; sementara orang yang menghina dan mencercanya adalah orang yang penuh dengan sifat kedunguan, kebodohan, kesesatan, kontradiksi, zhalim dan melampaui batas yang tidak ada bandingannya. Cukup (untuk mewakili) kebodohan dan kese-satannya adalah sikapnya yang selalu mencemoohkan Rasul yang agung ini, rasul yang penuh semangat dan mulia. Tujuan cemoohan dan ejekan mereka terhadapnya adalah sikap keras mereka (berpe-gang teguh) pada kebatilan dan untuk memperdaya orang-orang yang kurang berakal.
(42) Maka dari itu mereka mengatakan, ﴾ إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا ﴿ "Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita." [Si lelaki ini] dengan menjadikan sembahan-sembahan itu hanya satu sembahan saja, ﴾ لَوۡلَآ أَن صَبَرۡنَا عَلَيۡهَاۚ ﴿ "seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya," tentu dia telah menyesatkan kita. Mereka beranggapan, –semoga Allah memperburuk mereka–, bahwa kese-satan itu adalah tauhid, dan bahwa petunjuk (kebenaran) itu adalah kesyirikan yang mereka anut. Maka dari itu mereka saling meng-ingatkan agar selalu sabar dalam kesyirikan itu, ﴾ وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ ﴿ "Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), 'Pergi-lah kamu dan tetaplah (menyembah) ilah-ilahmu'." (Shad: 6). Dan di sini mereka mengatakan, ﴾ لَوۡلَآ أَن صَبَرۡنَا عَلَيۡهَاۚ ﴿ "Seandai-nya kita tidak sabar (menyembah)nya," sabar itu terpuji dalam segala kondisi, kecuali dalam kondisi seperti ini. Sebab kondisi yang satu ini adalah sabar atas sebab kausalitas yang dapat menimbulkan murka, dan sabar atas perbuatan menumpuk kayu bakar Neraka Jahanam. Sedangkan orang-orang beriman, mereka seperti yang difir-mankan oleh Allah سبحانه وتعالى tentang mereka, ﴾ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ 3 ﴿ "Nasihat menasihatilah supaya menaati kebenaran dan nasihat me-nasihatilah supaya menetapi kesabaran." (Al-Ashr: 3). Ketika ini merupakan klaim mereka bahwa merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk, sedangkan Rasulullah adalah sesat, padahal sudah pasti bahwa mereka sudah tidak mempunyai alasan lagi, maka Allah mengancam mereka dengan azab, dan Dia informasikan bahwa mereka pada saat itu ﴾ حِينَ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ ﴿ "di saat mereka melihat azab" mereka akan mengetahui dengan pengetahuan yang hakiki ﴾ مَنۡ ﴿ "siapa" dia ﴾ أَضَلُّ سَبِيلًا ﴿ "yang paling sesat jalannya." ﴾ وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا 27 ﴿ "Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul'." (Al-Furqan: 27).
(43) Apakah ada kesesatan yang lebih tinggi daripada orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sembahannya, keinginan-nya selalu diaplikasikan? Maka dari itu Allah berfirman,﴾ أَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ ﴿ "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya." Tidakkah kamu heran kepada ke-adaan orang itu, dan kamu perhatikan kesesatan yang ada padanya, sedangkan dia menilai dirinya dengan kedudukan-kedudukan tinggi, ﴾ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيۡهِ وَكِيلًا ﴿ "maka apakah kamu dapat menjadi peme-lihara atasnya?" Maksudnya, kamu bukanlah orang yang mengua-sainya, akan tetapi kamu adalah seorang pemberi peringatan, dan kamu telah melakukan tugasmu, sedangkan perkara orang itu di-serahkan kepada Allah.
(44) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mencatat kesesatan mereka yang sangat jauh itu dengan menanggalkan akal dan pendengaran mereka; dan Allah juga menyamakan mereka di dalam kesesatan dengan binatang-binatang ternak yang sedang berkeliaran di pa-dang rumput, yang tidak mendengar kecuali seruan dan panggilan, ﴾ صُمُّۢ بُكۡمٌ عُمۡيٞ فَهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ 171 ﴿ "Mereka tuli, bisu, dan buta, maka mereka tidak mengerti." (Al-Baqarah: 171). Bahkan mereka lebih sesat daripada hewan ternak. Sebab binatang ternak digiring oleh sang penggembalanya lalu hewan-hewan itu menurut, dan mengetahui jalan kebinasaannya, maka ia menghindarinya. Dan hewan-hewan ternak itu juga lebih selamat akhir urusannya daripada mereka. Dengan demikian sudah jelas bahwa orang yang mencap Rasulullah a dengan kesesatan lebih berhak mendapat cap tersebut, dan bahwa setiap hewan ternak lebih mendapat petunjuk daripadanya.
25:45–46Page 364
أَلَمۡ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيۡفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَلَوۡ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنٗا ثُمَّ جَعَلۡنَا ٱلشَّمۡسَ عَلَيۡهِ دَلِيلٗا ٤٥
Have you not considered your Lord - how He extends the shadow, and if He willed, He could have made it stationary? Then We made the sun for it an indication.1
ثُمَّ قَبَضۡنَٰهُ إِلَيۡنَا قَبۡضٗا يَسِيرٗا ٤٦
Then We [retract and] hold it with Us for a brief grasp.1
"Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Rabbmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-ba-yang; dan kalau Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu, kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-perlahan." (Al-Furqan: 45-46).
(45-46) Maksudnya, tidaklah kamu menyaksikan dengan pandangan mata dan pandangan mata hatimu kesempurnaan kekuasaan Rabbmu dan keluasan rahmatNya, yaitu bahwasanya Dia telah memanjangkan bayang-bayang mengikuti manusia. Yaitu sebelum matahari terbit, ﴾ ثُمَّ جَعَلۡنَا ٱلشَّمۡسَ عَلَيۡهِ ﴿ "kemudian Kami jadikan matahari atasnya." Maksudnya, atas bayang-bayang itu, ﴾ دَلِيلٗا ﴿ "se-bagai petunjuk." Kalau saja bukan karena adanya matahari, tentu bayang-bayang tidak diketahui. Sebab lawan itu hanya dapat dike-tahui dengan lawannya pula. ﴾ ثُمَّ قَبَضۡنَٰهُ إِلَيۡنَا قَبۡضٗا يَسِيرٗا ﴿ "Kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-perlahan." Semakin tinggi matahari, semakin hilanglah bayang-bayang itu sedikit demi sedikit hingga akhirnya habis secara total. Sehingga bayang-bayang dan matahari saling bergantian menerpa manusia, yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka. Per-bedaan siang dan malam yang menjadi akibatnya, lalu silih ber-gantinya siang dan malam, perubahan musim, serta terjadinya berbagai kemaslahatan yang disebabkannya adalah merupakan dalil yang kuat yang membuktikan kekuasaan Allah dan keagungan-Nya, kesempurnaan rahmatNya, perhatianNya terhadap hamba-hambaNya, dan bahwa hanya Dia semata sembahan yang dipuji, dicintai, diagungkan, pemilik keagungan dan kemuliaan.
25:47Page 364
وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ لِبَاسٗا وَٱلنَّوۡمَ سُبَاتٗا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورٗا ٤٧
And it is He who has made the night for you as clothing1 and sleep [a means for] rest and has made the day a resurrection.2
"Dia-lah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pa-kaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha." (Al-Furqan: 47).
(47) Maksudnya, di antara rahmatNya terhadap kalian dan kelembutanNya adalah Dia menjadikan malam untuk kalian laksana pakaian yang menutupi kalian hingga kalian dapat beristirahat di dalamnya dan merasa hangat dengan tidur serta mobilitas kalian menjadi terhenti, maksudnya, gerakan kalian terhenti saat tidur. Kalau saja tidak ada malam, niscaya manusia tidak akan bisa tenang, dan niscaya mereka terus dalam aktivitasnya, lalu pada akhirnya hal itu sangat membahayakan mereka. Dan kalau terjadi malam terus, tanpa berhenti, maka kehidupan dan berbagai kepentingan mereka terabaikan. Akan tetapi Allah menjadikan siang hari seba-gai kehidupan kembali, padanya mereka dapat bertebaran untuk perniagaan, bepergian jauh dan pekerjaan mereka, sehingga dengan begitu terciptalah berbagai maslahat.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences