As-Sa'diAn‑Naml · 27:15–64

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

An-Naml 27:15–64, continued

(38-40) Sulaiman telah mengetahui bahwa mereka pasti akan berangkat menuju kepadanya. Maka dia segera berkata kepada jin dan manusia yang hadir di sisinya, ﴾ أَيُّكُمۡ يَأۡتِينِي بِعَرۡشِهَا قَبۡلَ أَن يَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ ﴿ "Siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasana-nya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri?" Maksudnya, agar kita dapat menguasainya sebelum mereka menyerahkan diri, sehingga harta mereka menjadi terpeli-hara. ﴾ قَالَ عِفۡرِيتٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ ﴿ "Berkatalah Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin." Ifrit adalah jin yang paling kuat lagi sangat aktif sekali, ﴾ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَۖ وَإِنِّي عَلَيۡهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٞ ﴿ "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya." Secara zahir, Sulaiman saat itu ada di negeri Syam, sehingga perja-lanan pulang pergi antara dia dengan negeri Saba` kira-kira sejauh perjalanan 4 bulan: Dua bulan untuk pergi dan dua bulan untuk pulang. Namun demikian Ifrit berkata, "Aku berkomitmen untuk membawanya, bagaimanapun besar dan beratnya serta jauhnya perjalanan, sebelum engkau beranjak dari tempat dudukmu yang saat ini sedang engkau duduki." Biasanya pertemuan yang panjang itu adalah selama panjangnya waktu dhuha kira-kira sepertiga hari. Ini adalah kebiasaan yang panjang. Dan kadang-kadang kurang dari itu atau lebih. Inilah raja yang agung yang beberapa gelintir dari para pengikutnya mempunyai kekuatan dan kemampuan seperti itu. Yang lebih dahsyat dari itu lagi adalah bahwa, ﴾ قَالَ ٱلَّذِي عِندَهُۥ عِلۡمٞ مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab." Para ahli tafsir mengatakan, "Seorang lelaki shalih yang ada di sisi Sulaiman, namanya Ashaf bin Barkhiya`. Dia mengetahui nama Allah yang teragung, yang kalau Allah dimohon dengannya pasti mengabulkan, dan kalau diminta dengannya pasti memberi, ﴾ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن يَرۡتَدَّ إِلَيۡكَ طَرۡفُكَۚ ﴿ "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebe-lum matamu berkedip," dengan berdoa kepada Allah menggunakan nama Allah yang teragung itu, hingga singgasana itu hadir saat itu juga. Dia pun berdoa kepada Allah, maka singgasana itu datang. Allah yang lebih mengetahui maksudnya, apakah ini yang dimaksud, atau dia adalah orang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab yang dengannya dia mempunyai kemampuan untuk meng-ambil benda yang jauh dan menjangkau sesuatu yang sulit ﴾ فَلَمَّا رَءَاهُ ﴿ "maka tatkala dia melihat singgasana itu," maksudnya, Sulaiman me-lihatnya, ﴾ مُسۡتَقِرًّا عِندَهُۥ ﴿ "terletak di hadapannya," maka dia memuji kepada Allah سبحانه وتعالى atas ketentuanNya, kerajaanNya dan kemudahan segala perkara baginya, dan ﴾ قَالَ هَٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّي لِيَبۡلُوَنِيٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ ﴿ "dia pun berkata, 'Ini termasuk karunia Rabbku untuk mengujiku apakah aku ber-syukur atau mengingkari'." Maksudnya, untuk mengujiku dalam hal ini. Jadi, Sulaiman عليه السلام sama sekali tidak terpedaya dengan kera-jaan, kekuasaan dan kemampuannya, seperti kebiasaan para raja jahiliyah, bahkan dia mengetahui bahwa itu semua adalah ujian dari Rabbnya. Maka dari itu dia takut kalau tidak bisa mensyukuri nikmat ini. Kemudian dia menjelaskan bahwa kesyukuran itu manfaat-nya sama sekali bukan untuk Allah, melainkan kembali kepada orang yang bersyukur itu sendiri, seraya berkata,﴾ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّٞ كَرِيمٞ ﴿ "Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesung-guhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Mahakaya lagi Mahamulia," Mahakaya dari segala amalnya, Mahamulia lagi banyak kebaikan-nya, meliputi orang yang bersyukur dan yang mengingkari. Hanya saja mensyukuri nikmat-nikmatNya akan menambah nikmat itu sendiri, sedangkan mengingkarinya menyebabkan kemusnahannya.

(41) Kemudian dia berkata kepada orang yang di sekitar-nya, ﴾ نَكِّرُواْ لَهَا عَرۡشَهَا ﴿ "Rubahlah baginya singgasananya," maksudnya, rubahlah ia dengan cara menambah atau menguranginya, dan kita dalam hal ini, ﴾ نَنظُرۡ ﴿ "akan melihat," dengan maksud menguji ke-cerdasan Balqis, ﴾ أَتَهۡتَدِيٓ ﴿ "apakah dia mengenal," yang benar, dan dia benar-benar mempunyai kecerdasan dan kepandaian yang laik dengan kerajaannya, ﴾ أَمۡ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهۡتَدُونَ ﴿ "ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)."

(42) ﴾ فَلَمَّا جَآءَتۡ ﴿ "Dan ketika Balqis datang," menghadap Sulai-man, maka Sulaiman memperlihatkan kepadanya singgasana itu, yang mana Balqis belum lama meninggalkannya di negerinya. Dan ﴾ قِيلَ أَهَٰكَذَا عَرۡشُكِۖ ﴿ "ditanyakanlah kepadanya, 'Serupa inikah singgasanamu?'" Maksudnya, sesungguhnya kami yakin bahwa Anda mempunyai singgasana yang sangat besar. Apakah ia serupa dengan singgasana yang kami perlihatkan kepada Anda ini? ﴾ قَالَتۡ كَأَنَّهُۥ هُوَۚ ﴿ "Dia menjawab, 'Seakan-akan singgasana ini singgasanaku'." Ini menunjukkan kecer-dasan dan kepandaiannya. Ia tidak mengatakan, "ia ini" karena adanya perubahan dan modifikasi pada singgasana tersebut, dan dia juga tidak menafikan kalau itu adalah singgasananya, karena dia memang mengenalnya. Maka dari itu dia mengungkapkan jawabannya dengan ungkapan yang mengandung dua kemung-kinan, mengandung dua sayap makna. Maka Sulaiman dengan rasa kagum kepada kehebatan dan kecerdasannya, dan rasa bersyukur kepada Allah karena telah mengaruniakan kepada dirinya karunia yang lebih besar daripada yang dikaruniakanNya kepada Balqis, berkata, ﴾ وَأُوتِينَا ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهَا ﴿ "Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya." Maksudnya, hidayah, kecer-dasan dan ketegasan sebelum ratu ini, ﴾ وَكُنَّا مُسۡلِمِينَ ﴿ "dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.' Inilah hidayah yang sesungguhnya yang (sangat) bermanfaat. Dan ada kemungkinan bahwa ungkapan ini adalah perkataan sang ratu Saba` itu (yang artinya), dan kami telah diberi pengeta-huan tentang kerajaan Sulaiman, kekuasaan dan kehebatannya sebelum keadaan di mana kami melihat kemampuannya meng-hadirkan singgasana ini dari jarak yang sangat jauh. Maka dari itu kami tunduk kepadanya, kami datang dengan berserah diri dan tunduk kepada kekuasaannya.

(43) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعۡبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, telah mencegahnya." Maksudnya, mencegahnya untuk masuk Islam. Sebab, dia mempunyai kecer-dasan dan kepandaian yang bisa digunakan untuk membedakan mana yang haq dan mana yang batil. Akan tetapi keyakinan-keya-kinan yang palsu telah melenyapkan mata hati(nya), ﴾ إِنَّهَا كَانَتۡ مِن قَوۡمٖ كَٰفِرِينَ ﴿ "sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir." Maka dari itu dia tetap berpegang kepada agama (sesat) mereka. Kesendirian seseorang dari para ahli agama dan kebiasaan yang berlanjut pada suatu perkara yang dia lihat dengan akalnya, berupa kesesatan dan kesalahan mereka merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi. Maka dari itu tidak aneh kalau Balqis tetap pada kekafirannya.

(44) Kemudian Sulaiman ingin agar Balqis melihat sebagian dari kekuasaannya yang mencengangkan akal. Lalu dia menyuruh-nya masuk ke mahligainya (istana), yaitu berupa tempat (ruangan) yang tinggi dan luas. Ia terbuat dari kaca yang tembus pandang, di bawahnya sungai-sungai mengalir, ﴾ قِيلَ لَهَا ٱدۡخُلِي ٱلصَّرۡحَۖ فَلَمَّا رَأَتۡهُ حَسِبَتۡهُ لُجَّةٗ ﴿ "Dikatakan kepadanya, 'Masuklah ke dalam istana.' Maka tatkala dia me-lihat lantai istana itu, dikiranya kolam yang besar'," maksudnya, kolam air. Hal itu karena kaca-kaca tersebut tembus pandang, hingga air yang berada di bawahnya terlihat seolah-olah tempat itu adalah air yang mengalir tanpa pembatas yang membatasinya. ﴾ وَكَشَفَتۡ عَن سَاقَيۡهَاۚ ﴿ "Dan dia menyingkap kedua betisnya." Karena takut basah. Ini juga termasuk kecerdasan dan kesopanannya, karena dia tidak menolak untuk masuk ke tempat yang diperintahkan kepadanya untuk dimasuki. Sebab, dia yakin bahwa dirinya tidak diundang kecuali untuk dihormati, dan dia tahu bahwa kerajaan Sulaiman dan sistem regulasinya telah dibangun di atas landasan kebijaksanaan, dan dalam hatinya pun sama sekali tidak ada rasa ragu sedikit pun ter-hadap kondisi buruk setelah melihat apa yang telah bisa dilihatnya. Setelah dia bersiap untuk menceburkan diri, maka dikatakan kepa-danya, ﴾ إِنَّهُۥ صَرۡحٞ مُّمَرَّدٞ ﴿ "Sesungguhnya ia adalah istana licin." Maksud-nya sebuah majelis, ﴾ مِّن قَوَارِيرَۗ ﴿ "terbuat dari kaca." Maka Anda tidak perlu menyingkap kedua betismu. Pada saat itu, ketika dia telah sampai kepada Sulaiman dan menyaksikan apa yang telah dilihat-nya serta mengetahui kenabian dan kerasulannya, maka dia pun bertaubat dan kembali dari kekafirannya, dan berkata, ﴾ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي وَأَسۡلَمۡتُ مَعَ سُلَيۡمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zhalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam." Demikianlah bagian dari kisah ratu negeri Saba` yang Allah kisahkan kepada kita dan tentang apa yang terjadi antara dia dengan Sulaiman. Adapun selain itu berupa kisah-kisah tambahan dan kisah-kisah isra`iliyat (yang bersumber dari Bani Israil) maka sama sekali tidak ada hubungannya dengan tafsir (penjelasan) ter-hadap Firman Allah, yang mana tafsir itu harus berdasarkan pada dalil yang telah dimaklumi lagi terjaga, sedangkan nukilan-nukilan dalam malasah ini, semuanya atau kebanyakannya tidak demikian. Kewajiban yang harus dilakukan adalah mengabaikannya dan tidak memasukkannya ke dalam tafsir. Wallahu a'lam.

27:45–53Page 381

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَٰلِحًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ فَإِذَا هُمۡ فَرِيقَانِ يَخۡتَصِمُونَ ٤٥

And We had certainly sent to Thamūd their brother Ṣāliḥ, [saying], "Worship Allāh," and at once they were two parties conflicting.

قَالَ يَٰقَوۡمِ لِمَ تَسۡتَعۡجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبۡلَ ٱلۡحَسَنَةِۖ لَوۡلَا تَسۡتَغۡفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ٤٦

He said, "O my people, why are you impatient for evil before [i.e., instead of] good?1 Why do you not seek forgiveness of Allāh that you may receive mercy?"

قَالُواْ ٱطَّيَّرۡنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَۚ قَالَ طَٰٓئِرُكُمۡ عِندَ ٱللَّهِۖ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ تُفۡتَنُونَ ٤٧

They said, "We consider you a bad omen, you and those with you." He said, "Your omen [i.e., fate] is with Allāh. Rather, you are a people being tested."1

وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ٤٨

And there were in the city nine family heads causing corruption in the land and not amending [its affairs].

قَالُواْ تَقَاسَمُواْ بِٱللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُۥ وَأَهۡلَهُۥ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِۦ مَا شَهِدۡنَا مَهۡلِكَ أَهۡلِهِۦ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ ٤٩

They said, "Take a mutual oath by Allāh that we will kill him by night, he and his family. Then we will say to his executor,1 'We did not witness the destruction of his family, and indeed, we are truthful.'"

وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا وَمَكَرۡنَا مَكۡرٗا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٥٠

And they planned a plan, and We planned a plan, while they perceived not.

فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ مَكۡرِهِمۡ أَنَّا دَمَّرۡنَٰهُمۡ وَقَوۡمَهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٥١

Then look how was the outcome of their plan - that We destroyed them and their people, all.

فَتِلۡكَ بُيُوتُهُمۡ خَاوِيَةَۢ بِمَا ظَلَمُوٓاْۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ٥٢

So those are their houses, desolate because of the wrong they had done. Indeed in that is a sign for people who know.

وَأَنجَيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ٥٣

And We saved those who believed and used to fear Allāh.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru), 'Sembahlah Allah.' Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan. Dia berkata, 'Hai kaumku, mengapa kamu minta disegerakan kebu-rukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.' Mereka men-jawab, 'Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu.' Shaleh berkata, 'Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji.' Dan ketika itu di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. Mereka berkata, 'Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksi-kan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar.' Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh, dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah bagaimana akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kelaliman mereka. Se-sungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui. Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman, dan mereka itu selalu bertakwa." (An-Naml: 45-53).

(45) Allah سبحانه وتعالى menginformasikan bahwasanya Dia telah mengutus kepada kaum Tsamud, yaitu suatu kabilah yang sangat populer, saudara mereka senasab, yaitu Shaleh; dan bahwa Shaleh memerintahkan kepada mereka agar beribadah hanya kepada Allah saja dan meninggalkan sembahan-sembahan dan segala bentuk berhala. ﴾ فَإِذَا هُمۡ فَرِيقَانِ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan," di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir, dan mereka (yang kafir) adalah yang terbanyak.

(46) ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ لِمَ تَسۡتَعۡجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبۡلَ ٱلۡحَسَنَةِۖ ﴿ "Dia berkata, 'Hai kaum-ku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum kebaikan?" Maksudnya, kenapa kalian bersegera melakukan dosa-dosa dan bersemangat untuknya sebelum kalian melakukan kebaikan yang dengannya keadaan kalian menjadi baik dan permasalahan agama dan dunia kalian menjadi baik pula. Padahal sebenarnya tidak ada yang mengharuskan kalian pergi untuk melakukan dosa-dosa. ﴾ لَوۡلَا تَسۡتَغۡفِرُونَ ٱللَّهَ ﴿ "Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah," yaitu kalian bertaubat dari kesyirikan dan kedurhakaan kalian, dan kalian berdoa agar Dia mengampuni kalian, ﴾ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ﴿ "agar kamu mendapat rahmat," karena sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebajikan; dan orang yang bertaubat dari dosa termasuk orang-orang yang berbuat kebajikan.

(47) ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka berkata," kepada nabi mereka, Shaleh, seraya mendustakan dan menentang, ﴾ ٱطَّيَّرۡنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَۚ ﴿ "Kami men-dapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang beser-tamu.' Mereka beranggapan –semoga Allah memperburuk mereka– bahwa mereka sama sekali tidak melihat suatu kebaikan di wajah Shaleh, dan bahwa dia dan orang-orang yang beriman bersamanya telah menjadi penyebab yang telah menghalangi sebagian tuntutan kehidupan dunia mereka! Maka Shaleh berkata kepada mereka, ﴾ طَٰٓئِرُكُمۡ عِندَ ٱللَّهِۖ ﴿ "Nasibmu ada pada sisi Allah." Maksudnya, tidaklah yang menimpa kalian itu melainkan karena dosa-dosa kalian, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ تُفۡتَنُونَ ﴿ "tetapi kamu kaum yang diuji,' dengan kesenangan dan kesusahan, kebaikan dan keburukan, untuk diketahui apakah kalian mau berhenti (melakukan dosa) dan bertaubat, atau tidak. Itulah tabi'at mereka dalam mendustakan nabi mereka sendiri dan itulah respons mereka kepadanya.

(48) ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ ﴿ "Dan pada saat itu di kota itu," maksudnya, di kota di mana Shaleh berada, yaitu kota tempat mayoritas kaum-nya, ﴾ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "ada sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat ke-baikan." Maksudnya, tabi'at mereka adalah melakukan pengrusakan di bumi. Mereka tidak mempunyai tujuan atau perbuatan untuk perbaikan. Mereka telah bersiap-siap untuk menentang Shaleh, melecehkan agamanya, dan mengajak kaumnya untuk melakukan hal demikian, sebagaimana dinyatakan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 152 ﴿ "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan jangan-lah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang mem-buat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." (Asy-Syu'ara`: 150-152).

(49) Mereka terus dalam kondisi keji tersebut, sehingga karena permusuhan itu ﴾ تَقَاسَمُواْ ﴿ "mereka saling bersumpah" di antara mereka; setiap orang bersumpah kepada yang lain, ﴾ لَنُبَيِّتَنَّهُۥ وَأَهۡلَهُۥ ﴿ "Kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari." Maksudnya, sungguh kami akan men-datangi mereka, Shaleh dan keluarganya di malam hari, lalu kami akan membunuh mereka, ﴾ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِۦ ﴿ "kemudian kami katakan ke-pada ahli warisnya," apabila dia menuntut kami dan menuduh kami bahwa kamilah yang telah membunuh mereka. Kita mengingkari hal itu, menafikannya dan kita bersumpah bahwa, ﴾ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ ﴿ "sesungguhnya kami benar-benar jujur."

(50) Mereka pun sepakat untuk melakukan hal itu, ﴾ وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا ﴿ "Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh," mereka sudah mengatur siasat untuk membunuh Shaleh dan ke-luarganya secara sembunyi-sembunyi sampai dari kaum mereka sendiri karena takut kepada ahli warisnya, ﴾ وَمَكَرۡنَا مَكۡرٗا ﴿ "dan Kami merencanakan makar (pula)," untuk memberikan pertolongan kepada Shaleh عليه السلام dan mempermudah urusannya serta membinasakan kaumnya yang mendustakan, ﴾ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "sedang mereka tidak menyadari."

(51) ﴾ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ مَكۡرِهِمۡ ﴿ "Maka perhatikanlah bagai-mana akibat makar mereka itu," apakah niat jahat mereka tercapai dan apakah dengan makar itu mereka mendapat apa yang mereka inginkan? Atau malah makar itu menimpa mereka sendiri?! Oleh karenanya Allah berfirman, ﴾ أَنَّا دَمَّرۡنَٰهُمۡ وَقَوۡمَهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya." Kami membina-sakan mereka dan Kami memusnahkan mereka sehabis-habisnya. Mereka ditimpa suara pekikan azab sehingga mereka binasa sampai musnah semuanya.

(52) ﴾ فَتِلۡكَ بُيُوتُهُمۡ خَاوِيَةَۢ ﴿ "Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh," dinding-dindingnya telah roboh menutupi atapnya, sepi dari penghuninya dan kosong dari orang-orang yang mengunjunginya, ﴾ بِمَا ظَلَمُوٓاْۚ ﴿ "disebabkan kezhaliman mereka." Mak-sudnya, itu adalah akibat kezhaliman dan kesyirikan mereka ter-hadap Allah serta kecongkakan mereka di muka bumi. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pela-jaran bagi kaum yang mengetahui," kenyataan-kenyataan, dan mereka merenungkan balasan Allah terhadap para waliNya dan musuh-musuhNya sehingga mereka dapat mengambil pelajaran darinya; serta mereka mengetahui bahwa kesudahan perbuatan zhalim ada-lah kebinasaan dan kehancuran; sedangkan kesudahan keimanan dan keadilan adalah keselamatan dan kemenangan.

(53) Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَأَنجَيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ﴿ "Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa." Maksudnya, Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitab-Nya, para RasulNya, Hari Akhir dan kepada takdir, yang baik dan yang buruk; dan mereka selalu mewaspadai syirik kepada Allah dan berbagai kemaksiatan, dan mereka melaksanakan ketaatan kepadaNya dan ketaatan kepada para RasulNya.

27:54–58Page 381

وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ وَأَنتُمۡ تُبۡصِرُونَ ٥٤

And [mention] Lot, when he said to his people, "Do you commit immorality1 while you are seeing?2

أَئِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ تَجۡهَلُونَ ٥٥

Do you indeed approach men with desire instead of women? Rather, you are a people behaving ignorantly."

۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوٓاْ ءَالَ لُوطٖ مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ٥٦

But the answer of his people was not except that they said, "Expel the family of Lot from your city. Indeed, they are people who keep themselves pure."

فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ قَدَّرۡنَٰهَا مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٥٧

So We saved him and his family, except for his wife; We destined her to be of those who remained behind.

وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ٥٨

And We rained upon them a rain [of stones], and evil was the rain of those who were warned.

"Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaum-nya, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya)? Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (meme-nuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).' Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan, 'Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih.' Maka Kami menyelamatkannya beserta keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menakdirkannya termasuk orang-orang yang tertinggal (di-binasakan). Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu." (An-Naml: 54-58).

(54) Maksudnya, ingatlah hamba dan rasul Kami, yaitu Luth dan kabarnya yang mulia di waktu dia berkata kepada kaum-nya seraya mengajak mereka kepada Allah dan memberi nasihat, ﴾ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ ﴿ "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu," mak-sudnya, perbuatan yang sangat menjijikkan yang dinyatakan keji oleh akal sehat dan fitrah serta dianggap buruk oleh syariat, ﴾ وَأَنتُمۡ تُبۡصِرُونَ ﴿ "sedang kamu melihat," hal tersebut dan kalian mengetahui keburukannya, namun kalian tetap berkeras kepala dan tetap me-lakukan perbuatan itu karena kezhaliman dari kalian dan ceroboh terhadap Allah.

(55) Kemudian Allah menjelaskan kekejian tersebut, seraya berfirman, ﴾ أَئِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ ﴿ "Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita?" Maksudnya, bagaimana kalian bisa sampai pada kondisi seperti ini, sehingga nafsu birahi kalian tertuju kepada kaum laki-laki dan kepada dubur mereka, yaitu tempat keluarnya tinja, kentut dan kotoran, dan kalian meninggalkan sesuatu yang telah Allah cipta-kan untuk kalian pada kaum perempuan, yaitu berupa tempat yang baik yang mana jiwa sudah difitrahkan cenderung kepada-nya, sedangkan kalian malah terbalik, kalian menganggap baik se-suatu yang buruk dan menganggap buruk sesuatu yang baik?﴾ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ﴿ "Sebenarnya kamu adalah kaum yang [berlebih-lebihan][37]," melampaui batasan-batasan Allah dan sangat lancang terhadap apa-apa yang diharamkanNya.

(56) ﴾ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "Maka jawaban kaumnya bukan," menerima dan tidak pula kesadaran, ingat ataupun mengambil pelajaran. Tetapi malah jawaban mereka adalah menentang, mem-bangkang dan mengancam nabi mereka yang sangat tulus itu dan rasul mereka yang terpercaya dengan ancaman mengeluarkan dan mengusirnya dari negerinya. Maka tidaklah jawaban k a u m n y a ﴾ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوٓاْ ءَالَ لُوطٖ مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ ﴿ "melainkan mengatakan, 'Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu'." Lalu, seakan-akan dikatakan kepada mereka, "Apa dendam kalian terhadap mereka dan apa dosa me-reka yang telah mengharuskan mereka diusir?" Maka mereka menjawab, ﴾ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ﴿ "Karena sesungguh-nya mereka itu orang-orang yang menjaga kesucian diri." Maksudnya, mereka menjauhkan diri dari homoseks dan dari dubur kaum le-laki!! Semoga Allah menjelekkan mereka. Mereka benar-benar telah menjadikan kebajikan yang termulia setingkat dengan keburukan yang paling busuk, dan mereka tidak puas hanya dengan mendur-hakai nabi mereka dalam segala sesuatu yang dinasihatkannya, hingga sampai pada tingkat akan mengusirnya. Keburukan (me-reka) dapat dilihat dari cara mereka berbicara. Mereka mengata-kan, "Usirlah mereka dari kampung halaman kalian, sebab mereka adalah manusia-manusia yang mengaku suci!!" Arti dari ungkapan ini adalah: Kalian adalah orang-orang yang tercemar dengan ke-busukan dan kekejian yang berkonsekuensi turunnya hukuman di kampung halaman kalian dan keselamatan orang yang keluar darinya!

(57-58) Oleh karenanya, Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ قَدَّرۡنَٰهَا مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ﴿ "Maka Kami menyelamatkannya beserta keluarga-nya, kecuali istrinya. Kami telah menakdirkannya termasuk orang-orang yang tertinggal." Yaitu, tatkala malaikat mendatanginya dalam ben-tuk beberapa orang tamu, hal itu didengar oleh kaumnya, maka mereka datang kepadanya dengan maksud buruk terhadap para tamu itu, dan Luth menutup pintu agar mereka tidak dapat ma-suk; kemudian keadaan menjadi lebih tegang, maka para malaikat mengabarkan tentang keadaan yang sebenarnya, dan bahwa mereka (para malaikat) datang untuk menyelamatkan Luth dan menge-luarkannya dari tengah-tengah mereka, dan bahwa para malaikat hendak membinasakan mereka (kaum Luth), dan waktunya adalah dini hari. Para malaikat menyuruh Luth agar berangkat beserta keluarga di malam hari kecuali istrinya, karena dia akan ditimpa oleh azab yang akan menimpa kaumnya. Maka Luth pun berangkat di malam hari bersama keluarganya sehingga mereka pun selamat. Sedang-kan mereka (kaumnya) ditimpa azab di waktu dini hari, lalu Allah membalik kampung halaman mereka sehingga bagian atasnya menjadi terbalik ke bagian bawah, dan Allah menimpakan hujan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi terhadap mereka dari sisi Tuhanmu. Maka dari itu, di sini Dia berfirman,﴾ وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu." Maksudnya, seburuk-buruk hujan adalah hujan (yang menim-pa) mereka, dan seburuk-buruk azab adalah azab yang menimpa mereka, sebab mereka telah diberi peringatan dan ditakut-takuti, namun mereka tidak berhenti dan tidak jera. Maka dari itu, Allah menimpakan hukumanNya yang sangat keras terhadap mereka.

27:59Page 382

قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ وَسَلَٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَىٰٓۗ ءَآللَّهُ خَيۡرٌ أَمَّا يُشۡرِكُونَ ٥٩

Say, [O Muḥammad], "Praise be to Allāh, and peace upon His servants whom He has chosen. Is Allāh better or what they associate with Him?"

"Katakanlah, 'Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hambaNya yang dipilihNya.' Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan denganNya?" (An-Naml: 59).

(59) Maksudnya, katakanlah, "Segala puji hanya milik Allah yang berhak mendapat kesempurnaan pujian, pujaan dan san-jungan, karena kesempurnaan sifat-sifatNya, keindahan kebaikan, karunia, keadilan dan kebijaksanaanNya dalam menimpakan hukuman terhadap orang-orang yang mendustakan dan menyiksa orang-orang yang zhalim. Dan berilah juga salam kepada hamba-hambaNya yang Dia pilih atas sekalian manusia, dari kalangan para nabi, para utusan, dan manusia-manusia pilihan Allah, Rabb semesta alam. Hal itu karena sangat tingginya kemuliaan mereka dan sebagai isyarat kepada kedudukan dan keselamatan mereka dari keburukan dan najis, dan kebersihan apa yang mereka katakan tentang Rabb mereka dari segala kekurangan dan aib (cela). ﴾ ءَآللَّهُ خَيۡرٌ أَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan denganNya?" Ini adalah kalimat tanya (yang jawabannya) sudah pasti dan telah dimaklumi. Maksudnya, Allah Rabb yang Mahaagung yang sempurna sifat-sifatNya, Mahabesar kelembutanNya yang lebih baik, ataukah patung-patung dan ber-hala-berhala yang mereka sembah selain Allah, sedangkan mereka lemah dari segala sisi, tidak bisa menimpakan madarat dan tidak pula dapat memberikan manfaat, tidak bisa menguasai untuk dirinya dan untuk para penyembahnya sebesar biji sawi pun dari kebaikan. Jadi, Allah yang lebih baik daripada sesuatu yang mereka persekutukan itu.

Kemudian Allah menjelaskan rincian hal-hal yang dengan-nya Dia dapat dikenal dan dapat dipastikan bahwasanya Dia-lah Ilah yang disembah, dan bahwa beribadah kepadaNya itulah yang benar dan beribadah kepada selain Dia adalah kepalsuan, seraya berfirman,

27:60Page 382

أَمَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهۡجَةٖ مَّا كَانَ لَكُمۡ أَن تُنۢبِتُواْ شَجَرَهَآۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٞ يَعۡدِلُونَ ٦٠

[More precisely], is He [not best] who created the heavens and the earth and sent down for you rain from the sky, causing to grow thereby gardens of joyful beauty which you could not [otherwise] have grown the trees thereof? Is there a deity with Allāh?1 [No], but they are a people who ascribe equals [to Him].

"Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air bagimu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebe-narnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang." (An-Naml: 60).

(60) Maksudnya, atau siapakah yang telah menciptakan langit dan segala apa yang ada di dalamnya, berupa matahari, bulan, bintang-bintang, para malaikat dan bumi serta segala apa yang ada padanya seperti gunung, lautan, sungai, pohon-pohonan dan lain-lainnya, ﴾ وَأَنزَلَ لَكُم ﴿ "dan yang menurunkan bagimu," mak-sudnya, untuk kalian ﴾ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ﴿ "air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun," maksudnya, taman-taman, ﴾ ذَاتَ بَهۡجَةٖ ﴿ "yang berpemandangan indah," maksudnya, indah dipandang karena banyak pohon-pohon, bermacam-macam, dan buah-buahannya yang baik. ﴾ مَّا كَانَ لَكُمۡ أَن تُنۢبِتُواْ شَجَرَهَآۗ ﴿ "Yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya." Kalau saja bukan karunia Allah terhadap kalian, dengan menurunkan hujan (niscaya kalian tidak mampu menumbuhkan pohon-pohon). ﴾ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Apakah di samping Allah ada sembahan (yang lain)," yang mampu melakukan perbuatan seperti itu hingga berhak disembah bersama-Nya dan dipersekutukan denganNya? ﴾ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٞ يَعۡدِلُونَ ﴿ "Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang," dari Allah kepada selain Dia, dan mereka menyetarakanNya dengan selain Dia, padahal mereka mengetahui bahwa hanya Dia semata Pencipta alam bawah dan alam atas dan yang menurunkan rizki.

27:61Page 382

أَمَّن جَعَلَ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارٗا وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنۡهَٰرٗا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِيَ وَجَعَلَ بَيۡنَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ حَاجِزًاۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٦١

Is He [not best] who made the earth a stable ground and placed within it rivers and made for it firmly set mountains and placed between the two seas a barrier? Is there a deity with Allāh? [No], but most of them do not know.

"Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan pasak-pasak (gunung-gunung) untuknya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui." (An-Naml: 61).

(61) Maksudnya, apakah patung-patung dan berhala-ber-hala yang sangat lemah dari segala sisinya, yang tidak bisa berbuat apa pun, tidak bisa memberi rizki dan tidak bermanfaat itu lebih baik, atau Allah yang ﴾ جَعَلَ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارٗا ﴿ "telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam," didiami oleh manusia, dan memungkinkan me-reka untuk tinggal (menetap), bercocok tanam, membangun, pergi dan pulang, ﴾ وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنۡهَٰرٗا ﴿ "dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya." Maksudnya, menjadikan sungai-sungai di celah-celah bumi ini yang dapat digunakan oleh manusia untuk tanaman mereka, pohon-pohon mereka, minuman mereka dan hewan ternak mereka, ﴾ وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "dan yang menjadikan pasak-pasak (gunung-gunung) untuknya." Maksudnya, gunung-gunung yang menjadikan bumi jadi kokoh dan terpasak kuat, agar tidak binasa, dan gunung-gunung itu menjadi pasak baginya, agar tidak goncang,﴾ وَجَعَلَ بَيۡنَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ ﴿ "dan menjadikan antara dua laut," maksudnya, air asin dan air tawar ﴾ حَاجِزًاۗ ﴿ "suatu pemisah," yang mencegah keduanya ber-campur, sehingga mengakibatkan hilangnya manfaat yang diingin-kan dari keduanya. Akan tetapi Allah menjadikan di antara kedua-nya dinding pemisah dari tanah. Dia jadikan tempat mengalirnya sungai itu di bumi (darat), dijauhkan dari lautan, sehingga dengan begitu dapat dicapai maksud dan kemaslahatan keduanya. ﴾ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Apakah di samping Allah ada sembahan (yang lain)," yang mampu melakukan itu semua sehingga laik kalau Allah dikesampingkan dan dipersekutukan dengannya? ﴾ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari me-reka tidak mengetahui," sehingga mereka mempersekutukan Allah karena bertaklid buta kepada para pembesar mereka. Dan apabila tidak demikian, kalau mereka mengetahui dengan sebenar-benar-nya, tentu mereka tidak mempersekutukan sesuatu apa pun de-nganNya.

27:62Page 382

أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجۡعَلُكُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ٦٢

Is He [not best] who responds to the desperate one when he calls upon Him and removes evil and makes you inheritors of the earth?1 Is there a deity with Allāh? Little do you remember.

"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepadaNya, dan yang menghi-langkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)." (An-Naml: 62).

(62) Maksudnya, apa ada yang dapat memperkenankan doa orang yang sedang sangat kesulitan yang telah dibuat sedih oleh berbagai kesusahan, dan mengalami kesulitan untuk mendapatkan yang diinginkan, dan terdesak untuk membebaskan dirinya dari keadaannya itu selain Allah semata? Dan siapa yang menghilang-kan kesusahan. Maksudnya, bala`, keburukan dan bencana, selain Allah semata? Dan siapa yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Yang dapat memberikan semua itu kepada kalian, dan membekali kalian dengan rizki, melimpahkan nikmat-nikmatNya kepada kalian dan kalian menjadi khalifah (penerus) orang-orang sebelum kalian, sebagaimana Dia juga akan memati-kan kalian dan akan mendatangkan generasi yang lain sesudah kalian? Apakah di samping Allah ada sembahan (yang lain) yang dapat melakukan ini semua? Sungguh, tidak ada seorang pun yang dapat melakukan se-dikit pun dari semua itu bersama Allah, hingga berdasarkan penga-kuan kalian sendiri, wahai kaum musyrikin. Karena itu, apabila mereka ditimpa kesulitan, mereka berdoa kepada Allah dengan tulus patuh kepadaNya, karena mereka tahu bahwa hanya Dia semata yang kuasa menolak dan menghilangkannya. ﴾ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran." Maksudnya, sedikit sekali kesadaran kalian dan renungan kalian terhadap perkara-perkara yang apabila kalian merenungkan dan mengingatnya maka kalian akan menyadari dan kembali kepada jalan yang benar. Akan tetapi kelalaian dan sikap berpaling telah meliputi kalian. Maka dari itu kalian tidak sadar dan tidak menda-pat petunjuk.

27:63Page 382

أَمَّن يَهۡدِيكُمۡ فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَمَن يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦٓۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ تَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٦٣

Is He [not best] who guides you through the darknesses of the land and sea and who sends the winds as good tidings before His mercy? Is there a deity with Allāh? High is Allāh above whatever they associate with Him.

"Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan, dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmatNya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Mahatinggi Allah terha-dap apa yang mereka persekutukan (denganNya)." (An-Naml: 63).

(63) Maksudnya, siapa yang memberi kalian bimbingan pada saat kalian berada dalam kegelapan malam dan kegelapan lautan di mana tidak ada pemberi petunjuk sama sekali dan tidak pula ada tanda-tanda yang dapat dilihat, dan tidak ada jalan me-nuju keselamatan kecuali (jalan) bimbinganNya kepada kalian dan tindakanNya memudahkan jalan, serta menjadikan segala fasilitas (sebab-sebab) yang dengannya kalian bisa mendapatkan arah pe-tunjuk. ﴾ وَمَن يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦٓۗ ﴿ "Dan siapa pulakah yang menda-tangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmatNya?" Maksudnya, (siapa yang mendatangkan angin) sebelum kedatangan hujan. Dia mendatangkannya lalu menggerakkan awan, kemudian menyatukannya, kemudian menggabungkannya, kemudian me-ngawinkannya, kemudian mencurahkannya (dalam bentuk hujan), hingga manusia merasa gembira karenanya sebelum hujan itu turun. ﴾ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Apakah di samping Allah ada sembahan (yang lain)," yang mampu melakukan itu semua?! Atau hanya Dia semata yang melakukannya?! Lalu kenapa kalian mempersekutukan sesuatu de-nganNya dan kalian menyembah selain Dia? ﴾ تَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya)." Mahatinggi Allah, Mahasuci lagi Mahaqudus dari perbuatan syirik kalian dan dari penyetaraan kalian terhadapNya dengan yang lain.

27:64Page 383

أَمَّن يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَمَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قُلۡ هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٦٤

Is He [not best] who begins creation and then repeats it and who provides for you from the heaven and earth? Is there a deity with Allāh? Say, "Produce your proof, if you should be truthful."

"Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaan-nya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang mem-berikan rizki kepadamu dari langit dan bumi. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah, 'Unjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu orang-orang yang benar'." (An-Naml: 64).

(64) Maksudnya, siapakah yang memulai penciptaan dan menjadikan makhluk-makhluk ini, dan memulai penciptaannya kemudian mengulangi penciptaan pada Hari Kiamat dan kebang-kitan? ﴾ وَمَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "Dan siapa (pula) yang memberikan rizki kepadamu dari langit dan bumi," berupa hujan dan tumbuh-tumbuh-an?! ﴾ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Apakah di samping Allah ada sembahan (yang lain)?" Yang melakukannya dan kuasa atasnya. ﴾ قُلۡ هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ ﴿ "Katakanlah, 'Unjukkanlah bukti kebenaranmu'." Maksudnya, argumen dan dalil kalian yang membuktikan kebenaran apa yang kalian katakan. ﴾ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Jika kamu orang-orang yang benar." Kalau tidak, maka dengan asumsi bahwa kalian mengatakan, "Sesungguhnya patung-patung memiliki persekutuan denganNya dalam hal itu," maka hal itu hanya klaim semata yang kalian bisa membenarkannya dengan bukti. Kalau tidak, maka ketahuilah bahwa kalian telah berbuat kepalsuan, kalian tidak mempunyai argumen. Maka kembalilah kepada dalil-dalil yang pasti dan argumen-argumen yang meya-kinkan yang membuktikan bahwa Allah semata yang melakukan semua itu, dan hanya Dia semata yang berhak mendapat curahan segala bentuk ibadah dan pengabdian kepadaNya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском