As-Sa'diAn‑Naml · 27:65–93

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

An-Naml 27:65–93

27:65–69Page 383

قُل لَّا يَعۡلَمُ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَيۡبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ ٦٥

Say, "None in the heavens and earth knows the unseen except Allāh, and they do not perceive when they will be resurrected."

بَلِ ٱدَّٰرَكَ عِلۡمُهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّنۡهَاۖ بَلۡ هُم مِّنۡهَا عَمُونَ ٦٦

Rather, their knowledge is arrested concerning the Hereafter. Rather, they are in doubt about it. Rather, they are, concerning it, blind.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبٗا وَءَابَآؤُنَآ أَئِنَّا لَمُخۡرَجُونَ ٦٧

And those who disbelieve say, "When we have become dust as well as our forefathers, will we indeed be brought out [of the graves]?

لَقَدۡ وُعِدۡنَا هَٰذَا نَحۡنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٦٨

We have been promised this, we and our forefathers, before. This is not but legends of the former peoples."

قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٦٩

Say, [O Muḥammad], "Proceed [i.e., travel] through the land and observe how was the end of the criminals."

"Katakanlah, 'Tidak ada seorang pun di langit dan bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah,' dan mereka tidak mengetahui kapankah mereka akan dibangkitkan. Sebenarnya pe-ngetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta darinya. Berkatalah orang-orang yang kafir, 'Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesung-guhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)? Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami da-hulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala.' Katakanlah, 'Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhati-kanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa'." (An-Naml: 65-69).

(65) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwasanya hanya Dia Yang Esa yang mengetahui rahasia langit dan bumi, sebagaimana dije-laskan dalam FirmanNya, ﴾ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلۡغَيۡبِ لَا يَعۡلَمُهَآ إِلَّا هُوَۚ وَيَعۡلَمُ مَا فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۚ وَمَا تَسۡقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعۡلَمُهَا وَلَا حَبَّةٖ فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡأَرۡضِ وَلَا رَطۡبٖ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ 59 ﴿ "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur me-lainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Al-An'am:59); dan juga seperti disebutkan dalam FirmanNya yang lain, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلۡغَيۡثَ وَيَعۡلَمُ مَا فِي ٱلۡأَرۡحَامِۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسٞ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدٗاۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٖ تَمُوتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرُۢ 34 ﴿ "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan menge-tahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat me-ngetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesung-guhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Luqman: 34). Hal-hal yang ghaib seperti ini dan yang serupa dengannya, hanya Allah سبحانه وتعالى yang mengetahuinya. Ia tidak diketahui oleh se-orang malaikat yang paling dekat (kepada Allah) dan tidak pula oleh seorang nabi yang diutus. Jika hanya Dia semata yang menge-tahui hal-hal seperti itu, dan pengetahuanNya meliputi seluruh apa yang tersembunyi, tidak nampak dan samar, maka ibadah hanya berhak dipersembahkan kepadaNya semata. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang betapa rapuh-nya pengetahuan orang-orang yang mendustakan tentang akhirat, seraya beralih dari sesuatu menuju kepada sesuatu lain yang lebih (dalam) daripadanya, seraya berfirman, ﴾ وَمَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Dan mereka tidak menyadari," maksudnya, mereka tidak mengetahui, ﴾ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ ﴿ "kapan mereka akan dibangkitkan." Maksudnya, kapan kebangkitan, dan kehidupan kembali dari kubur. Maka dari itu mereka tidak siap.

(66) ﴾ بَلِ ٱدَّٰرَكَ عِلۡمُهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana)." Maksudnya, sebenarnya pengetahuan mereka sangat lemah dan sangat kurang, dan belum menjadi keyakinan, tidak pula menjadi pengetahuan yang sampai ke dalam hati. Ini adalah tingkatan pengetahuan yang paling dang-kal dan paling rendah, lemah dan rapuh. Bahkan mereka tidak mempunyai ilmu walaupun sedikit. Dan s e s u n g g u h n y a ﴾ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّنۡهَاۖ ﴿ "malahan mereka ragu-ragu tentangnya" maksudnya, (ragu-ragu) tentang akhirat itu, dan dengan adanya keraguan itu ilmu (penge-tahuan) menjadi sirna, sebab ilmu (pengetahuan) itu dengan semua tingkatannya tidak bisa bersatu dengan keraguan, ﴾ بَلۡ هُم مِّنۡهَا ﴿ "lebih-lebih lagi mereka darinya" maksudnya, dari akhirat, ﴾ عَمُونَ ﴿ "buta." Mata hati mereka telah buta darinya, dan di dalam hati mereka tidak ada keyakinan kepada kejadiannya, atau kemungkinan akan terjadi; bahkan mereka mengingkarinya dan menganggapnya tidak mungkin.

(67) Maka dari itu Allah berfirman,﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبٗا وَءَابَآؤُنَآ أَئِنَّا لَمُخۡرَجُونَ ﴿ "Berkatalah orang-orang yang kafir, 'Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguh-nya kita akan dikeluarkan?" Maksudnya, ini sangat tidak mungkin. Mereka menganalogikan kekuasaan Dzat Yang Mahasempurna kekuasaanNya dengan kekuasaan mereka yang sangat lemah.

(68) ﴾ لَقَدۡ وُعِدۡنَا هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini," maksudnya, dengan kebangkitan, ﴾ نَحۡنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ ﴿ "kami dan juga bapak-bapak kami dahulu," namun ia pun tidak kunjung mendatangi kami, dan kami pun tidak pernah melihatnya sedikit pun darinya. ﴾ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala." Maksudnya, cerita dan dongeng-do-ngeng mereka yang digunakan untuk melewatkan waktu, padahal ia sama sekali tidak memiliki landasan (bukti) dan tidak pula mem-punyai kebenaran tentangnya. Allah beralih di dalam memberitakan tentang keadaan orang-orang yang mendustakan kepada pemberitaan bahwa mereka tidak mengetahui kapan waktu akhirat itu, kemudian pemberitaan ten-tang kelemahan ilmu pengetahuan mereka tentangnya. Kemudian pemberitaan bahwa pengetahuan mereka itu adalah keraguan, kemudian pemberitaan tentang kebutaan mereka, kemudian pem-beritaan tentang keingkaran mereka dan anggapan mereka bahwa akhirat itu sangat tidak mungkin akan terjadi. Maksudnya, dan disebabkan keadaan dan kondisi seperti itu maka hilanglah rasa takut kepada akhirat dari dalam hati mereka. Maka dari itu mereka berani melakukan maksiat terhadap Allah, dan sangat mudah bagi mereka untuk mendustakan kebenaran dan meyakini yang batil (palsu), dan mereka menghalalkan segala keinginan (syahwat) de-ngan mengorbankan segala bentuk ibadah. Maka dari itu mereka rugi dunia dan akhirat.

(69) Kemudian Allah mengingatkan mereka akan kebenar-an apa saja yang diinformasikan oleh para rasul, seraya berfirman, ﴾ قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Katakanlah, 'Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa'." Oleh karena itu, kalian tidak akan menemukan seorang yang berdosa yang terus dalam perbuatan dosanya melainkan ke-sudahannya adalah seburuk-buruk kesudahan, dan Allah سبحانه وتعالى telah menimpakan terhadapnya sebagian dari keburukan dan siksaan yang laik dengan keadaannya.

27:70–72Page 383

وَلَا تَحۡزَنۡ عَلَيۡهِمۡ وَلَا تَكُن فِي ضَيۡقٖ مِّمَّا يَمۡكُرُونَ ٧٠

And grieve not over them or be in distress from what they conspire.

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٧١

And they say, "When is [the fulfillment of] this promise, if you should be truthful?"

قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم بَعۡضُ ٱلَّذِي تَسۡتَعۡجِلُونَ ٧٢

Say, "Perhaps it is close behind you [i.e., very near] - some of that for which you are impatient.

"Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan. Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, 'Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar.' Katakanlah, 'Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu'." (An-Naml: 70-72).

(70) Maksudnya, janganlah kamu bersedih, wahai Muham-mad, terhadap orang-orang yang mendustakan itu dan ketidakber-imanan mereka; karena sesungguhnya kamu, kalau saja mengetahui keburukan yang ada pada mereka dan bahwa mereka sebenarnya tidak layak untuk kebaikan, tentu kamu tidak akan berduka dan bersedih, dadamu tidak akan merasa sempit dan jiwamu tidak akan merasa gelisah dengan tipu daya mereka, karena sesungguhnya tipu daya mereka akan kembali menimpa mereka sendiri, ﴾ وَيَمۡكُرُونَ وَيَمۡكُرُ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ 30 ﴿ "Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Ali Imran: 54).

(71) Dan orang-orang yang mendustakan itu berkata tentang kebangkitan dan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah, a seraya meminta agar azab segera menimpa, ﴾ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar." Ini merupakan kepicikan pikiran dan kebodohan mereka; sebab se-sungguhnya terjadinya azab dan waktunya telah ditangguhkan oleh Allah pada waktu yang telah ditetapkan dan telah ditetapkan berdasarkan ketetapanNya. Sehingga tidak menunjukkan ketidak-segeraanNya mewujudkan permintaan mereka. Sekalipun demi-kian Allah سبحانه وتعالى berfirman dengan nada mengingatkan mereka akan terjadinya apa yang mereka minta untuk disegerakan.

(72) ﴾ قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم ﴿ "Katakanlah, 'Mungkin telah hampir datang kepadamu'." Maksudnya, sudah dekat dari kalian, atau sudah hampir menimpa kalian, ﴾ بَعۡضُ ٱلَّذِي تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu," yaitu berupa azab (siksaan).

27:73–75Page 383

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَشۡكُرُونَ ٧٣

And indeed, your Lord is the possessor of bounty for the people, but most of them are not grateful."

وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعۡلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمۡ وَمَا يُعۡلِنُونَ ٧٤

And indeed, your Lord knows what their breasts conceal and what they declare.

وَمَا مِنۡ غَآئِبَةٖ فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٍ ٧٥

And there is nothing concealed1 within the heaven and the earth except that it is in a clear Register.2

"Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai karunia yang besar (yang diberikanNya) kepada manusia, tetapi kebanyak-an mereka tidak mensyukuri(nya). Dan sesungguhnya Rabbmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan. Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh)." (An-Naml: 73-75).

(73) Allah mengingatkan hamba-hambaNya kepada ke-luasan kemurahan dan berlimpahnya karuniaNya, dan Allah meng-anjurkan mereka untuk berterima-kasih (bersyukur). Sekalipun begitu, kebanyakan manusia telah berpaling dari bersyukur dan mereka asyik (sibuk) dengan berbagai kenikmatan, lupa terhadap pemberi nikmat tersebut.

(74) ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعۡلَمُ مَا تُكِنُّ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan," yang diliputi ﴾ صُدُورُهُمۡ وَمَا يُعۡلِنُونَ ﴿ "dada mereka dan apa yang mereka nyatakan," maka hendaklah mereka waspada terhadap Dzat Yang Maha Mengetahui segala yang ter-sembunyi dan segala yang nampak, dan hendaklah mereka selalu mengawasiNya.

(75) ﴾ وَمَا مِنۡ غَآئِبَةٖ فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan bumi," maksudnya, yang tersembunyi dan yang rahasia dari rahasia-rahasia alam atas dan alam bawah, ﴾ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٍ ﴿ "me-lainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata," maksudnya, semua itu telah dimuat oleh al-Kitab dengan segala apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi hingga Hari Kiamat. Jadi, segala kejadian yang terjadi, yang nampak atau yang tersembunyi, melainkan pasti ia sesuai dengan catatan yang termaktub di dalam Lauhul Mahfuzh.

27:76–77Page 383

إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَقُصُّ عَلَىٰ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ أَكۡثَرَ ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ٧٦

Indeed, this Qur’ān relates to the Children of Israel most of that over which they disagree.

وَإِنَّهُۥ لَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٧٧

And indeed, it is guidance and mercy for the believers.

"Sesungguhnya al-Qur`an ini menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih ten-tangnya. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (An-Naml: 76-77)

(76) Ini adalah informasi tentang penjagaan al-Qur`an ter-hadap kitab-kitab suci terdahulu, uraian dan penjelasannya terha-dap apa-apa yang terkandung di dalam kitab-kitab tersebut, karena telah terjadi kesamaran dan perselisihan di kalangan Bani Israil. Lalu al-Qur`an mengisahkan semua itu dengan suatu kisah yang dengannya segala kesulitan dapat tertanggulangi, dan al-Qur`an menjelaskan yang benar dari berbagai permasalahan yang diper-selisihkan.

(77) Kalaulah al-Qur`an memiliki kedudukan agung seperti itu, berupa kejelasan dan mampu menghapus semua perselisihan dan menguraikan semua yang tidak jelas (musykil), maka ia berarti menjadi nikmat (karunia) terbesar dari Allah atas hamba-hambaNya (umat manusia). Akan tetapi tidak semua orang mau menerima kenikmatan dengan mensyukurinya. Maka dari itu Allah menjelas-kan bahwa manfaat al-Qur`an, cahaya dan petunjuknya khusus bagi orang-orang yang beriman saja, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَهُدٗى ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar menjadi petunjuk," dari kesesatan, kepalsuan dan kerancuan, ﴾ وَرَحۡمَةٞ ﴿ "dan rahmat." Dada mereka menjadi sejuk karenanya, dan segala urusan agama dan dunia mereka menjadi lancar (lurus) dengannya, ﴾ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ 77 ﴿ "bagi orang-orang yang beriman" kepadanya, yang membenarkannya dan menerimanya dengan tulus, bersemangat untuk menghayatinya, merenungkan makna-maknanya. Maka merekalah yang menggu-nakan al-Qur`an untuk memperoleh hidayah kepada jalan yang lurus dan rahmat yang mengandung kebahagiaan, kemenangan, dan keberuntungan.

27:78Page 384

إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِي بَيۡنَهُم بِحُكۡمِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡعَلِيمُ ٧٨

Indeed, your Lord will judge between them by His [wise] judgement. And He is the Exalted in Might, the Knowing.

"Sesungguhnya Rabbmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusanNya, dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui." (An-Naml: 78).

(78) Maksudnya, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى akan menyelesai-kan perkara di antara orang-orang yang bersengketa dan akan memberikan keputusan hukum di antara orang-orang yang berse-lisih berdasarkan keputusanNya yang adil dan ketentuanNya yang bijaksana. Jadi, semua perkara, sekalipun terjadi ketidakjelasan padanya di dunia di antara orang-orang yang berselisih karena ketidakjelasan dalil, atau karena adanya beberapa tujuan, maka sesungguhnya yang benar yang sesuai dengan realita akan dijelas-kan di saat Allah memberikan keputusanNya. ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan Dia Mahaperkasa," Yang menaklukkan seluruh makhluk, sehingga me-reka tunduk kepadaNya, ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "lagi Maha Mengetahui," seluruh sesuatu, Mengetahui perkataan orang-orang yang berselisih, ber-dasarkan apa perkataan itu keluar, tujuannya apa dan maksudnya apa. Dan Dia akan memberikan balasan pada masing-masing sesuai dengan pengetahuanNya.

27:79–81Page 384

فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۖ إِنَّكَ عَلَى ٱلۡحَقِّ ٱلۡمُبِينِ ٧٩

So rely upon Allāh; indeed, you are upon the clear truth.

إِنَّكَ لَا تُسۡمِعُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَلَا تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوۡاْ مُدۡبِرِينَ ٨٠

Indeed, you will not make the dead hear, nor will you make the deaf hear the call when they have turned their backs retreating.

وَمَآ أَنتَ بِهَٰدِي ٱلۡعُمۡيِ عَن ضَلَٰلَتِهِمۡۖ إِن تُسۡمِعُ إِلَّا مَن يُؤۡمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُم مُّسۡلِمُونَ ٨١

And you cannot guide the blind away from their error. You will only make hear those who believe in Our verses so they are Muslims [i.e., submitting to Allāh].

"Sebab itu bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata. Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling ke belakang. Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri." (An-Naml: 79-81).

(79) Maksudnya, bersandarlah kepada Rabbmu dalam men-cari kebaikan dan menolak segala marabahaya, dan dalam menyam-paikan risalah, menegakkan agama dan berjihad melawan musuh. ﴾ إِنَّكَ عَلَى ٱلۡحَقِّ ٱلۡمُبِينِ ﴿ "Sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata," yaitu yang jelas. Orang yang berada di atas kebenaran yang menyerukan dan membela kebenaran adalah lebih berhak bertawa-kal daripada yang lain. Sebab ia tengah mengupayakan perkara yang pasti, yang dimaklumi kebenarannya, tidak ada keraguan sama sekali padanya. Apalagi ia benar-benar sangat jelas, tidak ada kesamarannya dan tidak ada pula kekaburannya.

(80) Apabila kamu telah melaksanakan apa yang dibeban-kan kepadamu dan kamu telah bertawakal kepada Allah dalam semua itu, maka kesesatan orang yang sesat tidak akan membaha-yakanmu, dan bukan kewajibanmu memberi petunjuk mereka. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّكَ لَا تُسۡمِعُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَلَا تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati dapat men-dengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan." Maksudnya, pada saat kamu mengajak dan memanggil mereka, terutama ﴾ إِذَا وَلَّوۡاْ مُدۡبِرِينَ 80 ﴿ "apabila mereka telah berpaling ke belakang," karena hal itu akan menjadi lebih parah dalam membuat mereka tidak mendengar.

(81) ﴾ وَمَآ أَنتَ بِهَٰدِي ٱلۡعُمۡيِ عَن ضَلَٰلَتِهِمۡۖ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin orang-orang buta dari kesesatan mereka," sebagaimana di-firmankanNya di dalam ayat lain: ﴾ إِنَّكَ لَا تَهۡدِي مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ ﴿ "Sesungguhnya engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, akan tetapi Allah-lah yang dapat memberi pe-tunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya." (Al-Qashash: 56). ﴾ إِن تُسۡمِعُ إِلَّا مَن يُؤۡمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُم مُّسۡلِمُونَ ﴿ "Kamu tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri." Maksudnya, mereka yang patuh kepadamu, yaitu orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah dan tunduk kepadanya dengan perbuatan dan kepasrahan mereka, sebagaimana yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنَّمَا يَسۡتَجِيبُ ٱلَّذِينَ يَسۡمَعُونَۘ وَٱلۡمَوۡتَىٰ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيۡهِ يُرۡجَعُونَ 36 ﴿ "Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (se-ruan Allah), sedangkan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibang-kitkan oleh Allah, kemudian kepadaNya-lah mereka dikembalikan." (Al-An'am: 36).

27:82Page 384

۞ وَإِذَا وَقَعَ ٱلۡقَوۡلُ عَلَيۡهِمۡ أَخۡرَجۡنَا لَهُمۡ دَآبَّةٗ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ تُكَلِّمُهُمۡ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ ٨٢

And when the word [i.e., decree] befalls them,1 We will bring forth for them a creature from the earth speaking to them, [saying] that the people were, of Our verses, not certain [in faith].

"Dan apabila perkataan itu telah jatuh atas mereka, maka Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan me-ngatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami." (An-Naml: 82).

(82) Maksudnya, apabila telah jatuh atas manusia ﴾ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "perkataan" yang telah dipastikan oleh Allah dan telah ditetapkan waktunya; ﴾ أَخۡرَجۡنَا لَهُمۡ دَآبَّةٗ ﴿ "Kami keluarkan sejenis binatang melata" yang keluar ﴾ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "dari bumi" atau salah satu binatang melata yang ada di bumi, bukan dari langit. Dan binatang melata ini ﴾ تُكَلِّمُهُمۡ ﴿ "akan mengatakan kepada mereka," akan mengatakan kepada manusia, ﴾ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ ﴿ "bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami," maksudnya, karena manusia sa-ngat lemah pengetahuan dan keyakinan mereka kepada ayat-ayat Allah. Maka Allah memunculkan binatang melata tersebut sebagai salah satu mukjizat Allah yang sangat menakjubkan, untuk men-jelaskan kepada manusia apa yang dahulu mereka ragukan. Dan binatang melata ini yang dikenal akan muncul di akhir zaman, dan ia akan menjadi salah satu dari tanda-tanda kiamat, sebagaimana dijelaskan di dalam banyak hadits.[38] [Allah dan RasulNya tidak menjelaskan bentuk binatang melata ini, dan yang dijelaskan hanya pengaruhnya saja dan maksud darinya, dan bahwa ia merupakan salah satu dari ayat-ayat (tanda-tanda kebenaran) Allah; ia akan berkata kepada manusia dengan perkataan yang di luar dari ke-biasaan di saat perkataan (putusan Allah) jatuh pada manusia dan di saat mereka meragukan ayat-ayat Allah, sehingga ia menjadi hujjah (argumen) dan bukti bagi orang-orang yang beriman, dan hujjah terhadap orang-orang yang menentang].[39]

27:83–85Page 384

وَيَوۡمَ نَحۡشُرُ مِن كُلِّ أُمَّةٖ فَوۡجٗا مِّمَّن يُكَذِّبُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُمۡ يُوزَعُونَ ٨٣

And [warn of] the Day when We will gather from every nation a company of those who deny Our signs, and they will be [driven] in rows

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُو قَالَ أَكَذَّبۡتُم بِـَٔايَٰتِي وَلَمۡ تُحِيطُواْ بِهَا عِلۡمًا أَمَّاذَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٨٤

Until, when they arrive [at the place of Judgement], He will say, "Did you deny My signs while you encompassed them not in knowledge, or what [was it that] you were doing?"

وَوَقَعَ ٱلۡقَوۡلُ عَلَيۡهِم بِمَا ظَلَمُواْ فَهُمۡ لَا يَنطِقُونَ ٨٥

And the decree will befall them1 for the wrong they did, and they will not [be able to] speak.

"Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok). Hingga apa-bila mereka datang, Allah berfirman, 'Apakah kamu telah men-dustakan ayat-ayatKu, padahal ilmumu tidak meliputinya, atau apakah yang telah kamu kerjakan?' Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezhaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa)." (An-Naml: 83-85).

(83) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang keadaan orang-orang yang mendustakan di suatu tempat pemberhentian pada Hari Kiamat, dan bahwasanya Allah akan menghimpun mereka dan setiap umat akan dikumpulkan secara bergelombang dan berke-lompok, ﴾ مِّمَّن يُكَذِّبُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُمۡ يُوزَعُونَ ﴿ "dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi," dikumpulkan dari yang terdahulu kepada yang terakhir, dan yang terakkhir kepada yang terdahulu, agar pertanyaan, cercaan dan makian meliputi mereka semua.

(84) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُو ﴿ "Hingga apabila mereka datang," hadir; Allah berkata kepada mereka dengan mencela dan mencerca, ﴾ أَكَذَّبۡتُم بِـَٔايَٰتِي وَلَمۡ تُحِيطُواْ بِهَا عِلۡمًا ﴿ "Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayatKu, padahal ilmumu tidak meliputinya." Maksudnya, yang wajib atas kalian adalah menahan diri (abstain) hingga kebenaran menjadi terbuka bagi kalian, dan kalian (wajib) tidak berbicara kecuali berdasarkan pengetahuan. Lalu bagaimana mungkin kalian mendustakan suatu perkara yang kalian sama sekali tidak mempunyai ilmu tentang-nya, ﴾ أَمَّاذَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "atau apakah yang telah kamu kerjakan?" Maksud-nya, mereka ditanya tentang ilmu dan perbuatan mereka; lalu ter-nyata Allah menemukan ilmu mereka adalah pendustaan terhadap kebenaran, dan perbuatan mereka (dipersembahkan) untuk selain Allah, atau tidak berdasarkan Sunnah Rasul mereka.

(85) ﴾ وَوَقَعَ ٱلۡقَوۡلُ عَلَيۡهِم بِمَا ظَلَمُواْ ﴿ "Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezhaliman mereka." Maksudnya, sudah menjadi hak atas mereka jatuhnya azab disebabkan kezhaliman mereka yang terus mereka kerjakan, sementara hujjah telah dihadapkan atas mereka, ﴾ فَهُمۡ لَا يَنطِقُونَ ﴿ "maka mereka tidak dapat berkata," karena mereka sama sekali tidak memiliki hujjah (dalil, argumen. Pent).

27:86Page 384

أَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا جَعَلۡنَا ٱلَّيۡلَ لِيَسۡكُنُواْ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبۡصِرًاۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٨٦

Do they not see that We made the night that they may rest therein and the day giving sight? Indeed in that are signs for a people who believe.

"Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguh-nya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi. Sesungguhnya pada demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang beriman." (An-Naml: 86).

(86) Maksudnya, apakah mereka tidak menyaksikan tanda yang sangat besar ini dan kenikmatan yang sangat agung ini, yaitu Allah telah menundukkan malam dan siang untuk mereka. Malam dengan kegelapannya adalah agar mereka bisa tenang dan istirahat dari kelelahan dan agar bisa bersiap untuk bekerja; dan siang de-ngan cahayanya agar mereka bisa bertebaran di dalam (mencari) kehidupan dan (membantu) aktivitas mereka. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada demikian itu ter-dapat tanda-tanda bagi orang-orang yang beriman" yang menunjukkan kesempurnaan keesaan Allah dan berlimpahnya karuniaNya.

27:87–90Page 384

وَيَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۚ وَكُلٌّ أَتَوۡهُ دَٰخِرِينَ ٨٧

And [warn of] the Day the Horn will be blown, and whoever is in the heavens and whoever is on the earth will be terrified except whom Allāh wills. And all will come to Him humbled.

وَتَرَى ٱلۡجِبَالَ تَحۡسَبُهَا جَامِدَةٗ وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِۚ صُنۡعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِيٓ أَتۡقَنَ كُلَّ شَيۡءٍۚ إِنَّهُۥ خَبِيرُۢ بِمَا تَفۡعَلُونَ ٨٨

And you see the mountains, thinking them motionless,1 while they will pass as the passing of clouds. [It is] the work of Allāh, who perfected all things. Indeed, He is Aware of that which you do.

مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيۡرٞ مِّنۡهَا وَهُم مِّن فَزَعٖ يَوۡمَئِذٍ ءَامِنُونَ ٨٩

Whoever comes [at Judgement] with a good deed will have better than it, and they, from the terror of that Day, will be safe.

وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَكُبَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فِي ٱلنَّارِ هَلۡ تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٩٠

And whoever comes with an evil deed1 - their faces will be overturned into the Fire, [and it will be said], "Are you recompensed except for what you used to do?"

"Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terke-jutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadapNya dengan merendahkan diri. Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka ia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai-mana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Me-ngetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik darinya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu. Dan barangsiapa yang mem-bawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan." (An-Naml: 87-90).

(87) Allah سبحانه وتعالى menakut-nakuti hamba-hambaNya dengan apa yang ada di hadapan mereka, yaitu Hari Kiamat dan segala apa yang di dalamnya berupa berbagai ujian, kesempitan dan hal-hal yang sangat menakutkan hati, seraya berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَفَزِعَ ﴿ "Dan hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah" disebabkan tiupan itu, ﴾ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "segala yang di langit dan segala yang di bumi," maksudnya, mereka tersentak dan kaget, sebagian dari mereka merangkul sebagian yang lain karena ketakutan ter-hadap apa yang menjadi pendahuluan kiamat, ﴾ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali siapa yang dikehendaki Allah," di antara orang-orang yang dimulia-kan oleh Allah, diteguhkan dan dijaga dari rasa takut. ﴾ وَكُلٌّ ﴿ "Dan semua mereka" dari setiap manusia di saat sangkakala ditiup, ﴾ أَتَوۡهُ دَٰخِرِينَ ﴿ "datang menghadapNya dengan merendahkan diri," dengan rasa hina dina lagi tunduk, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى di dalam ayat yang lain: ﴾ إِن كُلُّ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّآ ءَاتِي ٱلرَّحۡمَٰنِ عَبۡدٗا 93 ﴿ "Tidak ada seorang pun di langit dan bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (Maryam: 93). Dan pada hari itu para pemimpin dan rakyat yang dipimpin sama merasa hina dan tunduk kepada Raja Diraja.

(88) Di antara praharanya adalah ﴾ تَرَى ٱلۡجِبَالَ تَحۡسَبُهَا جَامِدَةٗ ﴿ "kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka ia tetap." Tidak hilang sedikit pun darinya, dan kamu mengiranya tetap seperti sebagai-mana adanya, padahal ia telah mencapai puncak rasa terhimpit dan rasa takut luar biasa, ia hancur, kemudian berangsur sirna dan menjadi bagai debu yang beterbangan. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِۚ ﴿ "Padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan," ka-rena sangat ringan dan sangat ketakutan. Dan begitulah ﴾ صُنۡعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِيٓ أَتۡقَنَ كُلَّ شَيۡءٍۚ إِنَّهُۥ خَبِيرُۢ بِمَا تَفۡعَلُونَ ﴿ "perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(89) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana cara pemba-lasanNya, seraya berfirman, ﴾ مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ ﴿ "Barangsiapa yang membawa kebaikan," kebaikan adalah kata jenis, mencakup segala kebaikan yang bersifat perkataan, perbuatan atau gerak hati [maka dia akan mendapat sepuluh kali lipat pahalanya].[40] Ini adalah pelipatan yang paling sedikit. ﴾ وَهُم مِّن فَزَعٖ يَوۡمَئِذٍ ءَامِنُونَ ﴿ "Sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman dari kejutan yang dahsyat pada hari itu." Maksudnya, aman dari perkara yang karenanya manusia seluruhnya merasa sangat ketakutan, sekalipun mereka juga tersentak bersama mereka.

(90) ﴾ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ ﴿ "Dan barangsiapa yang membawa kejahatan," kata jenis yang mencakup seluruh kejahatan, ﴾ فَكُبَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فِي ٱلنَّارِ ﴿ "maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka." Maksudnya, mereka diceburkan ke dalam neraka dengan muka tersungkur, dan dikata-kan kepada mereka, ﴾ هَلۡ تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Tiadalah kamu dibalas, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan."

27:91–93Page 385

إِنَّمَآ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ ٱلۡبَلۡدَةِ ٱلَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُۥ كُلُّ شَيۡءٖۖ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ٩١

[Say, O Muḥammad], "I have only been commanded to worship the Lord of this city,1 who made it sacred and to whom [belongs] all things. And I am commanded to be of the Muslims [i.e., those who submit to Allāh]

وَأَنۡ أَتۡلُوَاْ ٱلۡقُرۡءَانَۖ فَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهۡتَدِي لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن ضَلَّ فَقُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ٩٢

And to recite the Qur’ān." And whoever is guided is only guided for [the benefit of] himself; and whoever strays - say, "I am only [one] of the warners."

وَقُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ فَتَعۡرِفُونَهَاۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ٩٣

And say, "[All] praise is [due] to Allāh. He will show you His signs, and you will recognize them. And your Lord is not unaware of what you do."

"Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Makkah) yang telah menjadikannya haram, dan kepunyaanNya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Dan supaya aku membacakan al-Qur`an (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat pe-tunjuk, maka sesungguhnya dia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.' Dan katakanlah, 'Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaranNya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Rabbmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan'." (An-Naml: 91-93).

(91) Maksudnya, katakanlah kepada mereka wahai Muham-mad, ﴾ إِنَّمَآ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ ٱلۡبَلۡدَةِ ﴿ "Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini." Maksudnya, Makkah al-Mukarramah, ﴾ ٱلَّذِي حَرَّمَهَا ﴿ "yang telah menjadikannya haram" dan memberikan lim-pahan karunia kepada penduduknya. Maka mereka wajib me-responsnya dengan bersyukur dan menerima, ﴾ وَلَهُۥ كُلُّ شَيۡءٖۖ ﴿ "dan kepunyaanNya-lah segala sesuatu," yang ada di atas dan yang di bawah. Kalimat ini diungkapkan agar tidak ada anggapan keliru bahwa kerububiyahanNya tidak hanya khusus pada Baitullah saja. Dan aku diperintah ﴾ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ﴿ "supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."[41] Maksudnya, aku segera masuk kepada Islam. Dan ini telah dilakukan oleh Rasulullah a, karena beliau adalah orang pertama yang masuk Islam dari umat ini dan meru-pakan orang yang paling besar penyerahan dirinya.

(92) ﴾ و َ ﴿ "Dan" aku juga diperintah ﴾ أ َ ن ْ أَتۡلُوَاْ ﴿ "supaya aku membacakan" kepada kalian ﴾ ٱلۡقُرۡءَانَۖ ﴿ "al-Qur`an," agar kalian men-jadikannya sebagai pedoman, mengikuti dan mempelajari lafazh-lafazhnya dan makna-maknanya. Inilah yang menjadi kewajibanku, dan aku pun telah menunaikannya. ﴾ فَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهۡتَدِي لِنَفۡسِهِۦۖ ﴿ "Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk dirinya." Manfaatnya akan kembali kepada dirinya sendiri. ﴾ وَمَن ضَلَّ فَقُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "Dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah se-orang pemberi peringatan'." Aku sama sekali tidak memiliki hidayah sedikit pun.

(93) ﴾ وَقُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ﴿ "Dan katakanlah, 'Segala puji bagi Allah'," yang milikNya-lah segala puji di dunia dan akhirat, dan dari seluruh makhluk, terutama manusia-manusia pilihan dari hamba-hamba-Nya. Karena sesungguhnya yang terjadi dan yang seharusnya terjadi dari mereka berupa puja dan puji kepada Allah lebih besar daripada pujian yang terjadi dari selain mereka, karena ketinggian derajat mereka dan kesempurnaan kedekatan mereka kepadaNya serta berlimpahnya karuniaNya terhadap mereka. ﴾ سَيُرِيكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ فَتَعۡرِفُونَهَاۚ ﴿ "Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tandaNya, maka kamu akan mengetahuinya," dengan suatu pengeta-huan yang menunjukkan kalian kepada yang benar dan yang palsu. Maka Dia pasti memperlihatkan kepada kalian tanda-tandaNya yang dapat kalian jadikan sebagai penerang dalam kegelapan-kegelapan; agar binasa orang yang semestinya binasa berdasarkan bukti, dan agar hidup orang semestinya hidup berdasarkan bukti. ﴾ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan Rabbmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan." Bahkan sebenarnya Dia telah mengetahui apa yang telah kalian lalui berupa perbuatan dan keadaan, dan Dia mengetahui besarnya kadar balasan untuk perbuatan tersebut, dan Dia akan memberikan keputusan di antara kalian dengan suatu keputusan yang kalian akan memujiNya atas putusan itu, dan kalian sama sekali tidak akan memiliki argumen apa pun terhadapnya dari segala sisi.

Selesailah tafsir surat an-Naml (semut) berkat karunia Allah, pertolongan dan kemudahan dariNya. Dan kami memohon kepada-Nya, semoga kelembutanNya dan pertolonganNya terus tetap di-curahkan kepada kami, sampai dariNya kepada kami. Dia-lah Yang Maha Pemurah dan sebaik-baik Yang Maha Pengasih, penyambung orang-orang yang terputus, pengabul doa orang-orang yang memo-hon, yang memudahkan segala urusan yang sulit, pembuka segala pintu keberkatanNya, pelimpah karuniaNya dalam seluruh waktu, yang memudahkan al-Qur`an bagi orang-orang yang mempelajari, dan yang memudahkan jalan-jalan dan pintu-pintunya bagi orang-orang yang menyambutnya, dan Dia memberikan hidangan ber-bagai kebaikanNya dan karuniaNya kepada orang-orang yang merenungkan (ayat-ayatNya). Segala puji bagi Allah, Rabb bagi semesta alam. Semoga shalawat dan salam Allah curahkan kepada Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Melalui tangan penghimpunnya dan penulisnya, Abdurrah-man bin Nashir bin Abdullah as-Sa'di, semoga Allah mengampuni-nya dan kedua orang tuanya serta seluruh kaum Muslimin. Dan ini pada 22 Ramadhan 1343 H. Dan selesai penulisannya dari tulisan pengarangnya pada 29 Dzulhijjah 1346 H. 9

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском