As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-'Ankabut 29:50–69
29:50–52Page 402
وَقَالُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَٰتٞ مِّن رَّبِّهِۦۚ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ٥٠
But they say, "Why are not signs sent down to him from his Lord?" Say, "The signs are only with Allāh, and I am only a clear warner."
أَوَلَمۡ يَكۡفِهِمۡ أَنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحۡمَةٗ وَذِكۡرَىٰ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٥١
And is it not sufficient for them that We revealed to you the Book [i.e., the Qur’ān] which is recited to them? Indeed in that is a mercy and reminder for a people who believe.
قُلۡ كَفَىٰ بِٱللَّهِ بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡ شَهِيدٗاۖ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡبَٰطِلِ وَكَفَرُواْ بِٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ٥٢
Say, "Sufficient is Allāh between me and you as Witness. He knows what is in the heavens and earth. And they who have believed in falsehood and disbelieved in Allāh - it is those who are the losers."
"Dan mereka berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Rabbnya?' Katakanlah, 'Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.' Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu al-Kitab sedang dia dibacakan kepada mereka. Sesung-guhnya di dalam (al-Qur`an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, 'Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi." (Al-Ankabut: 50-52).
(50) Maksudnya, orang-orang zhalim (yang mendustakan Rasulullah dan syariat yang beliau bawa) menentang dan meng-usulkan kepadanya agar diturunkan mukjizat-mukjizat yang dapat mereka lihat, sebagaimana perkataan mereka, ﴾ وَقَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا 90 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami'." (Al-Isra`: 90). Sesungguhnya penentuan "turunnya mukjizat" itu bukan hak mereka dan juga bukan hak Rasulullah a. Sebab yang demikian itu berarti tindakan turut mengatur bersama Allah. Dan kalau demikian halnya dan harus demikian, padahal tidak seorang pun yang memiliki hak urusan, maka Allah berfirman,﴾ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah'." Jika Dia berkehendak, maka Dia menurunkannya, atau menahannya. ﴾ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata." Aku tidak mempunyai kedudukan lebih dari kedudukan ini. Kalau yang dimaksud adalah menjelaskan yang benar dari yang batil (palsu), lalu apabila tujuan sudah dicapai dengan cara apa pun, maka usulan "agar diturunkannya mukjizat-mukjizat tertentu" atas hal di atas adalah suatu kezhaliman, kedik-tatoran dan kesombongan terhadap Allah dan terhadap kebenaran. Bahkan kalau seandainya ditakdirkan (oleh Allah) mukjizat-muk-jizat itu diturunkan sedangkan di dalam hati mereka terdapat tekad bahwa mereka tidak akan beriman kepada kebenaran kecuali de-ngan mukjizat-mukjizat itu, maka hal itu bukanlah iman, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang sejalan dengan hawa nafsu mereka, mereka mengimaninya bukan karena sesuatu itu adalah kebenaran, akan tetapi karena mukjizat-mukjizat tersebut. Maka, faidah apa yang bisa diperoleh dengan diturunkannya mukjizat tersebut de-ngan asumsi mukjizat itu ditakdirkan turun?
(51) Ketika yang dimaksud adalah menjelaskan yang benar, maka Allah سبحانه وتعالى menyebutkan caranya, seraya berfirman, ﴾ أَوَلَمۡ يَكۡفِهِمۡ ﴿ "Dan apakah tidak cukup bagi mereka," dalam pengetahuan mereka tentang kebenaranmu dan kebenaran syariat yang kamu bawa ﴾ أَنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡۚ ﴿ "bahwasanya Kami telah menurunkan kepada-mu al-Kitab sedang ia dibacakan kepada mereka." Ini adalah ungkapan singkat yang sangat padat, di dalamnya terkandung banyak bukti-bukti yang sangat jelas dan petunjuk-petunjuk yang sangat gam-blang. Sebab, sebagaimana telah dijelaskan di muka bahwa keda-tangan Rasulullah a dengan membawa al-Qur`an, padahal beliau adalah seorang buta huruf adalah merupakan bukti paling besar atas kebenarannya; kemudian (kedua) ketidakmampuan mereka menantang dan melawannya adalah merupakan tanda (bukti) yang lain. Lalu (ketiga) kemunculannya secara terang-terangan di mana al-Qur`an dibacakan kepada mereka, dan disebutkan bahwa ia ber-asal dari sisi Allah. Rasulullah a menampakkannya (memuncul-kannya) ke permukaan umum di mana pada saat itu beliau hanya mempunyai segelintir pendukung, sedangkan orang-orang yang menentang dan memusuhinya sangat banyak. Namun beliau tidak merahasiakannya dan hal itu pun tidak mematahkan tekad bulat beliau, malah beliau menyerukannya dengan lantang di depan banyak orang, beliau mengumandangkannya kepada orang yang dekat dan orang yang jauh, bahwasanya (al-Qur`an) ini adalah Firman Rabbku, maka apakah ada seseorang yang mampu mela-wannya, atau berbicara dengan mengalahkannya, atau dapat me-nandinginya? Kemudian (keempat), informasi al-Qur`an tentang kisah-kisah generasi pertama dan berita-berita orang-orang terda-hulu dan hal-hal ghaib yang akan datang serta kontemporer, semua-nya sesuai dengan kenyataan. Kemudian (kelima), hegemoni al-Qur`an terhadap kitab-kitab samawi sebelumnya, dan pembenarannya terhadap yang shahih serta menafikan hal-hal yang dimasukkan ke dalam kitab-kitab tersebut, berupa tahrîf dan tabdîl; lalu bimbingannya kepada jalan yang lurus (yang tercermin) dalam perintah dan larangannya; hingga ia memerintahkan sesuatu lalu orang yang berakal menga-takan "kalau saja al-Qur`an tidak memerintahkannya," dan tidak pula ia melarang sesuatu, lalu orang yang berakal mengatakan "kalau saja ia tidak melarangnya," akan tetapi semua itu sangat se-suai dengan keadilan, mizan dan hikmah (kebijaksanaan) yang sangat logis bagi orang-orang yang mempunyai hati nurani dan akal. Kemudian (keenam), bimbingan-bimbingannya, hidayahnya dan hukum-hukumnya selalu relevan dengan setiap keadaan dan setiap zaman, yang mana semua permasalahan tidak akan bisa menjadi baik kecuali dengannya. Semua itu sudah cukup bagi siapa saja yang ingin membenarkan kebenaran dan berusaha mencari yang benar. Allah tidak akan mencukupi orang yang belum puas dengan al-Qur`an, dan Allah tidak akan memberikan kesembuhan kepada orang yang tidak sembuh dengan al-Qur`an. Dan siapa saja yang berpegang dan berpedoman kepadanya, niscaya al-Qur`an menjadi rahmat dan kebaikan baginya. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحۡمَةٗ وَذِكۡرَىٰ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya di dalam (al-Qur`an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman." Yang demikian itu karena mereka akan memperoleh banyak ilmu, kebaikan yang sangat berharga, kesucian jiwa dan ruh, kemurnian keyakinan, kesempurnaan akhlak, futuhat (pembukaan) Ilahi dan berbagai rahasia Ilahi.
(52) ﴾ قُلۡ كَفَىٰ بِٱللَّهِ بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡ شَهِيدٗاۖ ﴿ "Katakanlah, 'Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu'." Sesungguhnya aku telah me-minta kesaksian kepadaNya, maka kalau aku dusta, niscaya aku ditimpa oleh sesuatu yang kalian bisa mengambil pelajarannya. Akan tetapi kalau al-Qur`an ini seperti itu adanya (benar), maka se-sungguhnya Dia akan memberiku dukungan, Dia akan menolong-ku, Dia akan memudahkan segala urusan bagiku. Maka hendaknya kesaksian yang mulia dari Allah ini sudah cukup bagi kalian. Dan kalau masih terbesit di dalam hati kalian bahwa kesaksianNya, –karena kalian tidak mendengar dan tidak melihatnya–, belum cukup bagi kalian sebagai bukti maka s e s u n g g u h n y a ﴾ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "Dia mengetahui apa yang di langit dan bumi." Dan yang termasuk dalam kategori pengetahuanNya adalah pengeta-huan tentang keadaanku, keadaan kalian dan segala perkataan yang telah aku katakan kepada kalian. Maka kalau aku mengada-ada dengan mengatasnamakanNya, padahal Dia mengetahui dan kuasa menimpakan siksaanNya terhadapku, tentulah hal itu menjadi pelecehan terhadap ilmu (pengetahuan), kekuasaan dan kebijak-sanaanNya, sebagaimana Dia berfirman, ﴾ وَلَوۡ تَقَوَّلَ عَلَيۡنَا بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ 44 لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ 45 ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ 46 ﴿ "Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya." (Al-Haqqah: 44-46). ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡبَٰطِلِ وَكَفَرُواْ بِٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi," karena mereka telah merugi dalam hal iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabNya, para RasulNya dan Hari Kemudian, dan karena mereka sudah luput dari kenik-matan abadi, dan karena mereka memperoleh kebatilan yang sangat buruk sebagai ganti dari kebenaran yang shahih, dan memperoleh semua azab yang sangat pedih sebagai ganti kenikmatan abadi. Maka mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan keluarga mereka pada Hari Kiamat kelak.
29:53–55Page 403
وَيَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَلَوۡلَآ أَجَلٞ مُّسَمّٗى لَّجَآءَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ وَلَيَأۡتِيَنَّهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٥٣
And they urge you to hasten the punishment. And if not for [the decree of] a specified term, punishment would have reached them. But it will surely come to them suddenly while they perceive not.
يَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةُۢ بِٱلۡكَٰفِرِينَ ٥٤
They urge you to hasten the punishment. And indeed, Hell will be encompassing of the disbelievers
يَوۡمَ يَغۡشَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۡ وَيَقُولُ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٥٥
On the Day the punishment will cover them from above them and from below their feet and it is said, "Taste [the result of] what you used to do."
"Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya. Mereka meminta kepadamu supaya segera ditu-runkan azab. Dan sesungguhnya jahanam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir, pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka, dan Allah berkata (ke-pada mereka), 'Rasakanlah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan'." (Al-Ankabut: 53-55).
(53) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kebodohan orang-orang yang mendustakan para rasul dan syariat yang mereka bawa, dan bahwa mereka mengatakan agar segera diturunkan azab, dan tam-bahan pendustaan mereka, ﴾ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Kapan janji ini, kalau kalian memang orang-orang yang benar?" (Al-Anbiya`: 38). Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡلَآ أَجَلٞ مُّسَمّٗى ﴿ "Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan," yang sudah ditetapkan waktu terjadinya, dan sekarang masih belum saatnya, ﴾ لَّجَآءَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "benar-benar telah datang azab kepada mereka," disebabkan mereka menganggap Kami tidak mampu dan karena mereka mendustakan yang benar. Maka kalau saja Kami menghukum mereka disebabkan kobodohan me-reka, niscaya perkataan mereka menjadi faktor yang mempercepat untuk ditimpakannya bala dan azab terhadap mereka. Akan tetapi, sekalipun demikian, mereka tidak bisa menghambat turunnya azab, karena ia akan datang menimpa mereka ﴾ بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya." Azab itu pun terjadi, sebagaimana diberitakan oleh Allah سبحانه وتعالى. Tatkala mereka datang menuju Badar dengan congkak dan berbangga diri, seraya mengira bahwa mereka akan memperoleh apa yang mereka angan-angan-kan, maka Allah membinasakan mereka, membunuh para pembesar mereka dan menghabisi sejumlah orang-orang jahat mereka, se-hingga tidak ada satu rumah pun milik mereka melainkan ditimpa oleh musibah itu. Azab menimpa mereka dari arah dan waktu yang tidak mereka duga, dan azab itu menimpa mereka sedangkan me-reka tidak sadar.
(54) Demikianlah, dan jika azab duniawi itu tidak turun menimpa mereka, maka sesungguhnya di hadapan mereka ada azab ukhrawi yang tidak seorang pun dari mereka yang lolos dari-nya, baik yang sudah ditimpa azab di dunia terlebih dahulu mau-pun yang ditangguhkan, maka ﴾ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةُۢ بِٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "sesungguhnya jahanam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir." Mereka tidak mempunyai tempat menghindar atau tempat melepaskan diri dari-nya. Jahanam itu telah mengepung mereka dari segala sisi sebagai-mana dosa-dosa, kejahatan dan kekafiran telah meliputi mereka. Azab itu adalah azab yang sangat dahsyat.
(55) ﴾ يَوۡمَ يَغۡشَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۡ وَيَقُولُ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka), 'Rasakanlah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan'," karena amal perbuatan kalian akan berubah menjadi azab terhadap kalian, dan kalian akan diliputi azab sebagaimana kekafiran dan dosa-dosa telah meliputi kalian.
29:56–59Page 403
يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ أَرۡضِي وَٰسِعَةٞ فَإِيَّٰيَ فَٱعۡبُدُونِ ٥٦
O My servants who have believed, indeed My earth is spacious, so worship only Me.
كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ ٥٧
Every soul will taste death. Then to Us will you be returned.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ غُرَفٗا تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ نِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ ٥٨
And those who have believed and done righteous deeds - We will surely assign to them of Paradise [elevated] chambers beneath which rivers flow, wherein they abide eternally. Excellent is the reward of the [righteous] workers
ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ٥٩
Who have been patient and upon their Lord rely.
"Hai hamba-hambaKu yang beriman, sesungguhnya bumiKu luas, maka sembahlah Aku saja. Tiap-tiap yang berjiwa akan me-rasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kamilah kamu dikem-balikan. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, sungguh akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan bertawakal kepada Rabbnya." (Al-Ankabut: 56-59).
(56-59) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ﴿ "Hai hamba-hambaKu yang beriman," kepadaKu dan membenarkan rasulKu, ﴾ إِنَّ أَرۡضِي وَٰسِعَةٞ فَإِيَّٰيَ فَٱعۡبُدُونِ ﴿ "sesungguhnya bumiKu luas, maka sembahlah Aku saja." Apabila kalian tidak bisa beribadah kepada Rabb kalian di suatu daerah, maka pindahlah darinya ke daerah yang lain di mana kalian dapat beribadah kepada Allah semata. Sebab, tempat-tempat ibadah dan letak-letaknya luas, sementara Dzat yang disembah hanya satu, dan kematian pasti akan menimpa kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Rabb kalian. Lalu Dia akan memberikan balasan kepada orang yang menyempurnakan ibadah-nya dan memadukan antara iman dan amal shalih, yaitu Dia akan menempatkannya pada bilik-bilik yang sangat tinggi dan tempat-tempat tinggal yang sangat indah lagi penuh dengan apa saja yang disukai oleh jiwa dan sedap dipandang mata, sedangkan kalian kekal di dalamnya. Itulah senikmat-nikmat tempat tinggal di surga yang penuh kenikmatan dan pahala bagi orang-orang yang beramal di sisi Allah, ﴾ ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ ﴿ "yaitu orang-orang yang bersabar" dalam beribadah kepada Allah, ﴾ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ﴿ "dan bertawakal kepada Rabbnya," dalam hal itu. Kesabaran mereka dalam beribadah kepada Allah menun-tut sikap mencurahkan segenap kemampuan dan potensi, dan perang besar melawan setan yang selalu mengajak mereka merusak sebagian dari ibadah. Dan tawakal mereka kepada Allah berkonse-kuensi sangat bersandar kepada Allah dan berbaik sangka kepada-Nya, bahwa Dia pasti akan merealisasikan dan menyempurnakan amal-amal kebajikan yang mereka tekadkan. Allah menuliskan nash tawakal, walaupun ia sudah masuk dalam makna sabar ada-lah karena tawakal selalu dibutuhkan dalam setiap mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan, dan ia tidak akan bisa ter-laksana kecuali disertai tawakal.
29:60Page 403
وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٖ لَّا تَحۡمِلُ رِزۡقَهَا ٱللَّهُ يَرۡزُقُهَا وَإِيَّاكُمۡۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٦٠
And how many a creature carries not its [own] provision. Allāh provides for it and for you. And He is the Hearing, the Knowing.
"Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rizkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rizki kepada-nya dan kepadamu, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengeta-hui." (Al-Ankabut: 60).
(60) Allah سبحانه وتعالى Sang Pencipta telah menjamin rizki seluruh makhluk, yang kuat maupun mereka yang lemah. Betapa banyak ﴾ مِّن دَآبَّةٖ ﴿ "binatang melata," di muka bumi ini yang lemah kekuatan-nya, rendah akalnya, ﴾ لَّا تَحۡمِلُ رِزۡقَهَا ﴿ "yang tidak dapat membawa (mengurus) rizkinya sendiri," dan tidak pula dapat menyimpannya, bahkan ia tetap senantiasa tidak dapat membawa rizkinya sedikit pun, namun Allah terus menyediakan rizki untuknya pada setiap saat sesuai dengan waktunya. ﴾ ٱللَّهُ يَرۡزُقُهَا وَإِيَّاكُمۡۚ ﴿ "Allah-lah yang mem-beri rizki kepadanya dan kepadamu," jadi kalian semua menjadi tang-gungan Allah yang mengatur rizki kalian, sebagaimana Dia telah menciptakan dan mengurusi kalian. ﴾ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengeta-hui." Maka tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dariNya, tidak ada binatang melata pun yang akan binasa karena keadaannya tersembunyi dariNya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى tegaskan, ﴾ وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلّٞ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ 6 ﴿ "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Hud: 6).
29:61–63Page 403
وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۖ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ٦١
If you asked them, "Who created the heavens and earth and subjected the sun and the moon?" they would surely say, "Allāh." Then how are they deluded?
ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ٦٢
Allāh extends provision for whom He wills of His servants and restricts for him. Indeed Allāh is, of all things, Knowing.
وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ مَوۡتِهَا لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۚ قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ ٦٣
And if you asked them, "Who sends down rain from the sky and gives life thereby to the earth after its lifelessness?" they would surely say, "Allāh." Say, "Praise to Allāh"; but most of them do not reason.
"Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?' Tentu mereka akan menjawab, 'Allah,' maka bagaimana mungkin mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). Allah melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya, dan Dia (pula) yang menyempitkan bagi-nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?' Tentu mereka akan menjawab, 'Allah,' Katakanlah, 'Segala puji bagi Allah,' tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)." (Al-Ankabut: 61-63).
(61-63) Ini adalah suatu pengambilan dalil (sebagai bukti) bagi kaum musyrikin yang mendustakan tauhid ilahiyah dan ibadah, dan pengharusan terhadap mereka berdasarkan Tauhid Rububiyah yang mereka yakini. Sebab, kalau ﴾ سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "kamu tanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang menjadikan langit dan bumi'," dan siapa yang menurunkan air dari langit, lalu dengannya Dia menghidupkan (menyuburkan) kembali bumi ini setelah ke-tandusannya? Dan siapa yang memiliki kekuasaan mengatur segala sesuatu? ﴾ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۖ ﴿ "Tentu mereka akan menjawab, 'Allah'," semata, dan tentu mereka mengakui ketidakberdayaan berhala-berhala dan orang-orang yang menyembahnya bersama Allah untuk melaku-kan sedikit saja dari hal-hal itu! Maka heranlah Anda terhadap kebohongan dan kedustaan mereka serta tindakan mereka meng-hadap kepada sesuatu yang mereka yakini ketidakberdayaannya, mereka mengakui bahwa sembahan itu tidak berhak mengurus sesuatu apa pun! Anda sangat prihatin terhadap mereka karena mereka tidak berakal, dan karena mereka dungu, sangat lemah akalnya! Apakah kamu menemukan orang yang lebih lemah akalnya dan lebih dangkal mata hatinya daripada orang-orang yang datang kepada batu, atau kuburan atau yang serupa dengannya, (sedang-kan dia mengetahui bahwa benda-benda itu tidak dapat memberi-kan keuntungan, tidak dapat menimpakan bahaya, tidak dapat menciptakan dan tidak pula dapat memberi rizki), lalu ia memper-sembahkan seluruh keikhlasannya dan ketulusan ubudiah (peng-hambaannya) kepadanya, dan dia mempersekutukannya dengan Rabb sang Pencipta, Pemberi rizki, Pemberi keuntungan dan Pe-nurun bahaya? Ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menjelaskan petunjuk (hidayah) dari kesesatan, dan menjelaskan kepalsuan ajaran yang dianut oleh kaum musyrikin, agar diwaspadai oleh orang-orang yang mendapat taufik(Nya)." Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan alam atas dan alam bawah, dan bertindak mengatur dan memberi mereka rizki, dan Dia mela-pangkan rizki kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan menyem-pitkannya terhadap siapa saja yang Dia kehendaki karena hikmah dariNya dan karena Dia tahu apa yang menjadi kemaslahatan bagi hamba-hambaNya serta apa yang pantas bagi mereka.
29:64–69Page 404
وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ لَهِيَ ٱلۡحَيَوَانُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٦٤
And this worldly life is not but diversion and amusement. And indeed, the home of the Hereafter - that is the [eternal] life, if only they knew.
فَإِذَا رَكِبُواْ فِي ٱلۡفُلۡكِ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ إِذَا هُمۡ يُشۡرِكُونَ ٦٥
And when they board a ship, they supplicate Allāh, sincere to Him in religion [i.e., faith and hope]. But when He delivers them to the land, at once they associate others with Him
لِيَكۡفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ وَلِيَتَمَتَّعُواْۚ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ٦٦
So that they will deny what We have granted them, and they will enjoy themselves. But they are going to know.1
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا جَعَلۡنَا حَرَمًا ءَامِنٗا وَيُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنۡ حَوۡلِهِمۡۚ أَفَبِٱلۡبَٰطِلِ يُؤۡمِنُونَ وَبِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ يَكۡفُرُونَ ٦٧
Have they not seen that We made [Makkah] a safe sanctuary, while people are being taken away1 all around them? Then in falsehood do they believe, and in the favor of Allāh they disbelieve?
وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُۥٓۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡكَٰفِرِينَ ٦٨
And who is more unjust than one who invents a lie about Allāh or denies the truth when it has come to him? Is there not in Hell a [sufficient] residence for the disbelievers?
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٦٩
And those who strive for Us - We will surely guide them to Our ways.1 And indeed, Allāh is with the doers of good.
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-nya kehidupan, kalau mereka mengetahui. Maka apabila mereka menaiki kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah), agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya). Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah haram yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil, dan ingkar kepada nikmat Allah? Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang haq tatkala yang haq itu datang kepadanya? Bukankah dalam Neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir? Dan orang-orang yang ber-jihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al-Ankabut: 64-69).
(64) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang kondisi dunia dan akhirat, dan terkandung di dalamnya (seruan) bersikap zuhud terhadap dunia dan merindukan akhirat, seraya berfirman, ﴾ وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ ﴿ "Dan tiadalah kehidupan dunia ini," pada yang sebenarnya, ﴾ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ ﴿ "melainkan senda gurau dan main-main," dengannya hati menjadi lengah, dan dengannya jasad bermain-main disebabkan sesuatu yang Allah jadikan padanya, yaitu keindahan (perhiasan), kelezatan dan syahwat yang dapat mengosongkan hati lagi mema-lingkan, yang sedap dipandang mata nan lalai, yang menyenang-kan jiwa lagi memalsukan, kemudian ia akan lenyap secepatnya dan akan musnah semuanya, dan orang yang mencintainya tidak memperoleh apa-apa kecuali penyesalan, keluh kesah dan kerugian. Sedangkan negeri akhirat, maka itulah negeri ﴾ ٱلۡحَيَوَانُۚ ﴿ "kehidupan," maksudnya, kehidupan yang sempurna, yang merupakan kelazim-annya adalah bahwa tubuh-tubuh para penghuninya benar-benar berada pada puncak kekuatan, dan kekuatan mereka benar-benar pada puncak yang prima. Sebab ia adalah tubuh-tubuh dan ke-kuatan yang diciptakan untuk kehidupan; dan bahwa segala se-suatu yang menjadikan kehidupan menjadi sempurna mesti ada di dalamnya, yang dengannya semua kelezatan terpenuhi, berupa segala sesuatu yang membahagiakan hati dan segala kebutuhan tubuh, seperti aneka makanan, minuman, seks, dan lain-lain dari hal-hal yang belum pernah dilihat mata, tidak pula didengar telinga dan tidak pula terbetik dalam hati manusia. ﴾ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Kalau mereka mengetahui," tentu mereka tidak akan mengutamakan dunia atas akhirat; dan kalau mereka berakal, tentu mereka tidak akan membenci negeri kehidupan (yang sebenarnya), dan tentu mereka (tidak) akan menyukai negeri senda gurau dan permainan ini. Maka yang demikian itu menun-jukkan bahwa orang-orang yang mengetahui, pasti akan lebih mementingkan akhirat daripada dunia, karena pengetahuan mereka terhadap kondisi dua negeri kehidupan itu.
(65-66) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengharuskan kaum musy-rikin dengan ketulusan mereka kepada Allah pada saat dalam ke-adaan sempit (kepepet) di waktu mereka mengarungi lautan dan menggunungnya gelombang, serta saat mereka sangat takut akan binasa (tenggelam), di mana mereka mengabaikan sesembahan-sesembahan mereka, dan mereka dengan tulus hanya berdoa ke-pada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Lalu, tatkala suasana sempit itu tiada, –dan Allah telah menyelamatkan mereka ke da-ratan karena ketulusan doa mereka kepadaNya–, ternyata mereka mempersekutukan Allah lagi dengan sembahan-sembahan yang tidak dapat menyelamatkan mereka dari kesempitan, dan tidak pula dapat menghilangkan kesulitan dari mereka. Kenapa mereka tidak menuluskan doa kepada Allah سبحانه وتعالى dalam kondisi lapang dan sempit, mudah dan sulit agar mereka bisa benar-benar menjadi orang-orang Mukmin sejati, yang berhak mendapat pahala dari-Nya, diselamatkan dari azabNya. Akan tetapi, kesyirikan mereka tersebut adalah setelah Kami melimpahkan karunia kepada mereka, yaitu berupa keselamatan dari bahaya lautan agar kesudahannya adalah kufur terhadap apa yang telah Kami anugerahkan kepada mereka dan membalas nikmat dengan sikap buruk, serta agar mereka dapat sepenuhnya bersenang-senang di dunia ini, suatu kesenangan yang tak ubahnya seperti bersenang-senangnya hewan. Mereka tidak mempunyai visi selain perut dan kemaluan mereka. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Kelak mereka akan mengetahui" di saat mereka ber-pindah dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat betapa dahsyatnya duka dan betapa pedihnya siksaan.
(67) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan karuniaNya terhadap mereka berupa tanah haram yang aman, dan bahwa sesungguhnya mereka adalah para penduduknya yang berada dalam suasana aman, lapang dan penuh rizki, sementara masyarakat yang berada di sekitarnya (di luar tanah haram) selalu dirampok dan merasa cemas. Lalu kenapa mereka tidak menyembah Tuhan yang telah memberi mereka makan (sehingga bebas) dari kelaparan dan me-nentramkan mereka dari rasa takut? ﴾ أَفَبِٱلۡبَٰطِلِ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Maka mengapa mereka masih percaya kepada yang batil" yaitu kesyirikan yang mereka anut, perkataan dan berbagai perbuatan yang batil (palsu),﴾ وَبِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ ﴿ "dan kepada nikmat Allah," mereka ﴾ يَكۡفُرُونَ ﴿ "ingkar?" Ke mana akal pikiran mereka pergi? Dan hati nurani mereka hilang? Mereka lebih mementingkan kesesatan daripada hidayah, kebatilan dari-pada kebenaran, dan kesengsaraan daripada kebahagiaan; di mana dan kapan saja mereka berada, maka mereka adalah manusia yang paling zhalim.
(68) ﴾ وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ﴿ "Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah," dengan menyandarkan kesesatan dan kebatilan yang dianutnya kepada Allah, dan ﴾ كَذَّبَ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُۥٓۚ ﴿ "mendustakan yang haq tatkala yang haq itu datang kepadanya" melalui RasulNya, Muhammad a? Akan tetapi orang zhalim yang berkeras kepala ini, di hadapannya sudah ada jahanam (menunggu), ﴾ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Bukan-kah dalam Neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?" Dengan Jahanam itu kebenaran diambil dari mereka, dan dengan-nya pula mereka dihinakan, dan ia pun menjadi tempat tinggal abadi mereka, yang mereka tidak akan dikeluarkan darinya?
(69) ﴾ وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا ﴿ "Dan orang-orang yang berjihad untuk di jalan Kami," yaitu mereka yang berhijrah fi sabilillah dan berperang melawan musuh-musuh mereka serta mengorbankan segenap ke-mampuan mereka dalam rangka mencari keridhaanNya, ﴾ لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ ﴿ "benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami," maksudnya, jalan-jalan yang dapat mengantarkan mereka kepada Kami. Hal itu karena mereka adalah orang-orang yang berbuat kebajikan, sedangkan Allah selalu bersama orang-orang yang ber-buat kebajikan; memberikan pertolongan, kemenangan, dan hidayah. Hal ini menunjukkan bahwa manusia yang paling mungkin mendapatkan kebenaran adalah para pejuang (mujahid); dan siapa saja yang berbuat ihsan di dalam mengerjakan apa yang diperintah-kan kepadanya, niscaya dia ditolong oleh Allah dan dimudahkan baginya segala sebab yang dapat mengantarnya kepada hidayah; dan bahwa siapa saja yang bersungguh-sungguh dan berijtihad dalam menuntut ilmu syar'i, maka dari hidayah dan pertolongan itu ia akan memperoleh perkara-perkara ilahi yang berada di luar jangkauan kemampuan kesungguhannya, masalah ilmu dijadikan mudah baginya. Karena sesungguhnya mencari ilmu syar'i itu termasuk jihad fi sabilillah, bahkan ia merupakan salah satu dari dua bentuk jihad yang tidak akan mampu melakukannya kecuali manusia-manusia pilihan. Ia merupakan jihad dengan perkataan dan lisan terhadap orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan jihad dalam rangka mengajarkan permasalahan agama, dan dalam rangka mengembalikan pertikaian orang-orang yang ber-selisih kepada yang benar, sekalipun mereka adalah orang-orang Muslim.
Selesailah tafsir Surat al-Ankabut (laba-laba) dengan segala puji bagi Allah dan pertolongan dariNya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences