As-Sa'diAl-'Ankabut · 29:1–25

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

العنكبوت

Al-'Ankabut

The Spider · Meccan · 69 ayahs

29:1–3Page 396

الٓمٓ ١

Alif, Lām, Meem.1

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢

Do the people think that they will be left to say, "We believe" and they will not be tried?

وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣

But We have certainly tried those before them, and Allāh will surely make evident those who are truthful, and He will surely make evident the liars.

"Alif lam mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang se-belum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Al-Ankabut: 1-3).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1-3) Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang kesempurnaan hikmah (kebijaksanaan)Nya, dan bahwa hikmahNya tidak memas-tikan bahwa setiap orang yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang Mukmin dan mengklaim iman bagi dirinya, untuk tetap dalam kondisi selamat dari cobaan dan ujian, tidak menghadapi hal-hal yang mengganggu iman mereka atau cabang-cabangnya. Sebab, kalau perkaranya seperti itu, tentu tidak dapat dibedakan mana orang yang jujur (sejati) dari orang yang dusta (dalam ke-imanannya. Pent), antara orang yang berpegang kepada kebenaran dari orang yang berpegang kepada kebatilan. Akan tetapi, sunnah dan kebiasaannya terhadap umat-umat yang telah lalu dan terhadap umat ini adalah Dia akan menguji mereka dengan kesenangan dan kesengsaraan hidup, kesulitan dan kemudahan, hal-hal yang mem-buat semangat dan yang membuat benci, kekayaan dan kefakiran, dengan penguasaan musuh-musuh terhadap mereka pada saat-saat tertentu, dengan memerangi musuh dengan perkataan dan perbuatan serta dengan berbagai cobaan lainnya, yang semuanya kembali kepada cobaan syubhat yang melawan akidah, fitnah syahwat yang melawan kemauan. Maka siapa saja ketika munculnya berbagai syubhat itu iman-nya tetap kokoh, tidak goyah dan dia menolaknya dengan kebenar-an yang dimilikinya, dan di saat munculnya syahwat (rongrongan hawa nafsu) yang menyeret dan merangsang kepada maksiat dan dosa, atau yang memalingkan dari apa-apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya, dia berbuat sesuai dengan tuntutan iman dan ia bermujahadah (berupaya keras) melawan rongrongan nafsunya, maka hal itu membuktikan ketulusan dan kebenaran imannya. (Sebaliknya), siapa saja di saat munculnya berbagai syubhat, lalu syubhat itu menimbulkan keraguan dan kebimbangan di dalam hatinya, dan di saat munculnya rongrongan hawa nafsu, lalu nafsu itu menyeretnya kepada maksiat atau menghalanginya dari kewa-jiban-kewajiban agama, maka hal itu membuktikan bahwa imannya tidak benar dan tidak tulus. Manusia dalam posisi ini berbeda-beda derajatnya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Ada yang rendah dan ada yang tinggi. Maka kami memohon kepada Allah سبحانه وتعالى, semoga Dia mene-guhkan kami dengan al-Qaul ats-Tsâbit (tauhid) di dunia dan akhirat, dan meneguhkan hati kami pada agamaNya. Sesungguhnya cobaan dan ujian bagi jiwa tak ubahnya seperti alat tempa besi yang me-misahkan karat dari besi.

29:4Page 396

أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَسۡبِقُونَاۚ سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ ٤

Or do those who do evil deeds think they can outrun [i.e., escape] Us? Evil is what they judge.

"Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu me-ngira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu." (Al-Ankabut: 4).

(4) Maksudnya, apakah orang-orang yang kemauan dan perhatiannya untuk melakukan dosa-dosa dan mengerjakan tin-dakan kriminal akan mengira bahwa amal perbuatan mereka akan diabaikan begitu saja, dan bahwa Allah akan melupakan mereka atau mereka akan mampu melewatiNya? Lalu karena itu mereka berani melakukannya dan mudah bagi mereka untuk melakukan-nya? ﴾ سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ ﴿ "Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu." Maksudnya, sungguh sangat buruk sekali keputusan mereka. Karena yang demikian itu adalah keputusan yang sangat zhalim, karena bermakna mengingkari kekuasaan Allah dan hikmahNya, dan (mengandung arti) bahwa mereka mempunyai kekuasaan yang dapat digunakan untuk melindungi diri mereka dari siksaan Allah, padahal mereka adalah makhluk yang paling lemah dan paling tidak berdaya.

29:5–6Page 396

مَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ ٱللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ لَأٓتٖۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٥

Whoever should hope for the meeting with Allāh - indeed, the term [decreed by] Allāh is coming. And He is the Hearing, the Knowing.

وَمَن جَٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَٰهِدُ لِنَفۡسِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٦

And whoever strives only strives for [the benefit of] himself. Indeed, Allāh is Free from need of the worlds.

"Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan ba-rangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta." (Al-Ankabut: 5-6).

(5) Maksudnya, wahai orang yang mencintai Tuhannya, yang merindukan kedekatan dan perjumpaan denganNya, yang bergegas untuk memperoleh keridhaanNya! Bergembiralah dengan (sudah makin) dekatnya masa perjumpaan dengan Sang Kekasih. Sebab, ia pasti datang, dan segala sesuatu yang pasti datang itu berarti dekat. Maka berbekallah untuk perjumpaan denganNya, dan berjalanlah menujuNya dengan disertai jiwa optimis (rajâ`) sambil mengharapkan sampai kepadaNya.

(6) Akan tetapi tidak semua orang yang mengklaim itu diberi sesuatu yang diklaimnya, dan tidak pula setiap orang yang mendambakan (sesuatu) diberi sesuatu yang didambakannya. Sebab, Allah سبحانه وتعالى Maha mendengar semua suara (seruan, doa. Pent) lagi Maha mengetahui semua niat manusia. Maka siapa saja yang tulus dalam hal itu, niscaya Allah memberikan kepadanya apa yang dia harapkan. Dan siapa saja yang dusta, maka klaim apa pun tidak berguna baginya. Dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui siapa yang laik mendapatkan cintaNya, dan siapa yang tidak laik. ﴾ وَمَن جَٰهَدَ ﴿ "Dan barangsiapa yang berjihad," melawan nafsunya, setan dan musuhnya yang kafir, ﴾ فَإِنَّمَا يُجَٰهِدُ لِنَفۡسِهِۦٓۚ ﴿ "maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri," sebab manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri, hasilnya kembali kepadanya, sedangkan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan seluruh semesta alam; Dia tidak pernah memerintahkan dengan sesuatu yang telah Dia perin-tahkan kepada mereka itu untuk mendapat manfaat darinya, dan tidak pula Dia melarang mereka dari sesuatu yang dilarangNya karena bakhil terhadap mereka. Sudah dimaklumi bahwa perintah dan larangan itu diperlu-kan adanya kesungguhan dari seorang mukallaf untuk bisa mela-kukannya, sebab nafsu (jiwa)nya berdasarkan tabiatnya selalu merasa berat untuk melakukan kebaikan, sedangkan setannya selalu mencegahnya untuk melakukan kebaikan itu, dan musuh-nya pun, yaitu orang kafir selalu menghalang-halanginya untuk menegakkan agamanya sebagaimana mestinya. Semua ini adalah rintangan-rintangan yang membutuhkan mujahadah-mujahadah (kesungguhan) dan usaha yang sangat kuat.

29:7Page 397

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَحۡسَنَ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٧

And those who believe and do righteous deeds - We will surely remove from them their misdeeds and will surely reward them according to the best of what they used to do.

"Dan orang-orang yang beriman dan beramal shalih, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." (Al-Ankabut: 7).

(7) Maksudnya, sesungguhnya orang-orang yang telah di-karunia iman dan amal shalih oleh Allah سبحانه وتعالى, niscaya Allah meng-ampuni dosa-dosa mereka; sebab amal-amal kebajikan itu dapat menghapuskan dosa-dosa, ﴾ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَحۡسَنَ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan," yaitu amal-amal kebajikan berupa berbagai kewajiban dan amal-amal sunnah. Itulah sebaik-baik amal yang dilakukan oleh seorang hamba; sebab dia pun melakukan amal-amal yang mubah dan lainnya.

29:8Page 397

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حُسۡنٗاۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٨

And We have enjoined upon man goodness to parents. But if they endeavor to make you associate with Me that of which you have no knowledge,1 do not obey them. To Me is your return, and I will inform you about what you used to do.

"Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengeta-huanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepadaKu-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Al-Ankabut: 8).

(8) Maksudnya, Kami telah memerintahkan dan memesan-kan kepada manusia untuk berbuat baik (ihsan) kepada kedua ibu-bapaknya. Yaitu dengan cara berbakti dan berbuat baik kepada mereka berdua dalam bentuk perkataan dan perbuatan, dan hen-daklah selalu menjaga hal itu dan tidak mendurhakai dan berbuat buruk terhadap keduanya, baik dengan perkataan ataupun per-buatan. ﴾ وَإِن جَٰهَدَاكَ ﴿ "Dan jika keduanya memaksamu" untuk memper-sekutukan, ﴾ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ ﴿ "Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu," dan tidak ada seorang pun yang mem-punyai pengetahuan tentang kebenaran syirik kepada Allah. Ini menjelaskan betapa sangat seriusnya masalah syirik,﴾ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepadaKu-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan," lalu Aku akan memberikan pembalasan ter-hadap kalian. Maka dari itu berbuat baiklah kepada kedua orang tua kalian, dan dahulukanlah ketaatan kepada mereka berdua (dari-pada ketaatan kepada selainnya) kecuali ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Sebab, ketaatan kepada Allah dan RasulNya harus lebih didahulukan atas segala sesuatu.

29:9Page 397

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُدۡخِلَنَّهُمۡ فِي ٱلصَّٰلِحِينَ ٩

And those who believe and do righteous deeds - We will surely admit them among the righteous [into Paradise].

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih benar-benar akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang-orang yang shalih." (Al-Ankabut: 9).

(9) Maksudnya, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan melakukan amal shalih, maka sesungguhnya Allah telah men-janjikan kepadanya untuk memasukkannya ke surga bersama ke-lompok hamba-hamba Allah yang shalih dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada` dan orang-orang shalih. Masing-masing (men-dapatkan balasan) menurut derajat dan martabatnya di sisi Allah. Jadi, iman yang shahih dan amal yang shalih adalah tanda bukti (yang menunjukkan) kebahagiaan pelakunya, dan dia adalah termasuk keluarga (kekasih) Allah dan kaum shalih dari hamba-hamba Allah.

29:10–11Page 397

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِيَ فِي ٱللَّهِ جَعَلَ فِتۡنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِۖ وَلَئِن جَآءَ نَصۡرٞ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمۡۚ أَوَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٠

And of the people are some who say, "We believe in Allāh," but when one [of them] is harmed for [the cause of] Allāh, he considers the trial [i.e., harm] of the people as [if it were] the punishment of Allāh. But if victory comes from your Lord, they say, "Indeed, We were with you." Is not Allāh most knowing of what is within the breasts of the worlds [i.e., all creatures]?

وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ ١١

And Allāh will surely make evident those who believe, and He will surely make evident the hypocrites.

"Dan di antara manusia ada yang berkata, 'Kami beriman kepada Allah,' maka apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah, dia menganggap fitnah manusia sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Rabbmu, mereka pasti akan berkata, 'Sesungguhnya kami besertamu.' Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada manusia. Dan sesung-guhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman; dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik." (Al-Ankabut: 10-11).

(10-11) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwasanya Dia pasti akan menguji orang yang mengaku beriman agar tampak orang yang tulus dari orang yang dusta, maka Allah menjelaskan bahwa di antara manusia ada sekelompok manusia yang tidak mempunyai kesabaran dalam menghadapi ujian dan mereka tidak mempunyai keteguhan pendirian dalam menghadapi sebagian goncangan, seraya berfirman, ﴾ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِيَ فِي ٱللَّهِ ﴿ "Dan di antara manusia ada yang berkata, 'Kami beriman kepada Allah,' maka apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah," seperti dicambuk, diambil hartanya atau dicerca agar keluar dari agamanya dan agar kembali kepada kebatilan, ﴾ جَعَلَ فِتۡنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِۖ ﴿ "dia menganggap fitnah manusia sebagai azab Allah," maksudnya, dia menjadikannya sebagai penghalang baginya untuk beriman dan tetap berpendirian teguh padanya, sebagaimana siksaan itu menjadi penghalang dari sesuatu yang menjadi sebabnya. ﴾ وَلَئِن جَآءَ نَصۡرٞ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمۡۚ ﴿ "Dan sungguh jika datang pertolongan dari Rabbmu, mereka pasti akan berkata, 'Sesungguhnya kami besertamu'," karena sejalan dengan ke-inginan hawa nafsunya. Kelompok manusia ini termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Allah, ﴾ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعۡبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرۡفٖۖ فَإِنۡ أَصَابَهُۥ خَيۡرٌ ٱطۡمَأَنَّ بِهِۦۖ وَإِنۡ أَصَابَتۡهُ فِتۡنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةَۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ 11 ﴿ "Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, tetaplah dia dalam keadaan itu, dan jika dia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah dia ke belakang. Rugilah dia di dunia dan akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (Al-Hajj:11). ﴾ أَوَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada manusia," di mana Dia telah mengabarkan kepada kalian tentang kelompok yang demikian keadaannya ini, sebagaimana telah dijelaskan kepada kalian, sehingga kalian dapat mengetahui betapa sempurnanya pengetahuan Allah dan betapa luas hikmahNya. ﴾ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ ﴿ "Dan sesung-guhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman; dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik." Maka dari itu, Dia menetapkan adanya ujian dan cobaan agar ilmuNya tam-pak pada mereka, kemudian Dia memberikan pembalasan menurut apa yang tampak dari mereka, bukan menurut ilmu yang diketa-huiNya sendiri, sebab jika demikian bisa jadi mereka akan beralasan terhadap Allah bahwa kalau saja mereka tahu bahwa mereka diuji tentu mereka akan dapat bertahan.

29:12–13Page 397

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبِعُواْ سَبِيلَنَا وَلۡنَحۡمِلۡ خَطَٰيَٰكُمۡ وَمَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍۖ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ١٢

And those who disbelieve say to those who believe, "Follow our way, and we will carry your sins."1 But they will not carry anything of their sins. Indeed, they are liars.

وَلَيَحۡمِلُنَّ أَثۡقَالَهُمۡ وَأَثۡقَالٗا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡۖ وَلَيُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَمَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ١٣

But they will surely carry their [own] burdens and [other] burdens along with their burdens,1 and they will surely be questioned on the Day of Resurrection about what they used to invent.

"Dan berkatalah orang-orang yang kafir kepada orang-orang yang beriman, 'Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu,' dan mereka (sendiri) sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar pendusta. Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban mereka, dan beban-beban di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan." (Al-Ankabut: 12-13).

(12) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang perbuatan mengada-ada kaum kafir dan seruan mereka kepada kaum Mukminin agar masuk kepada agama mereka; dan di dalamnya terdapat peri-ngatan terhadap kaum Mukminin untuk tidak terpedaya dengan mereka dan terjerumus di dalam makar mereka, seraya berfirman, ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبِعُواْ سَبِيلَنَا ﴿ "Dan berkatalah orang-orang yang kafir kepada orang-orang yang beriman, 'Ikutilah jalan kami'," maka tinggalkanlah agama kalian atau sebagian ajarannya, dan ikutilah agama kami, karena kami memberikan jaminan kepada kalian atas segala perkara itu dan kami akan menanggung ﴾ خَطَٰيَٰكُمۡ ﴿ "dosa-dosa kalian." Sesungguhnya masalah ini bukan wewenang mereka, maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَمَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍۖ ﴿ "Dan mereka sendiri sedikit pun tidak memikul dosa-dosa mereka," tidak (memikul) sedikit dan tidak pula banyak. Pemikulan (penanggungan dosa) ini, sekalipun yang bersangkutan rela dengannya, namun ia sama sekali tidak berguna, karena kebenaran itu milik Allah semata. Allah سبحانه وتعالى tidak akan memberikan kemampuan kepada seseorang untuk bertindak dalam haknya kecuali atas dasar perintah dan keputusanNya, sedangkan keputusanNya adalah bahwa tidak satu jiwa pun yang bisa menanggung dosa jiwa yang lain.

(13) Ketika FirmanNya, ﴾ وَمَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍۖ ﴿ "Dan mereka sendiri sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka" kadang bisa dipahami bahwasanya orang-orang kafir yang me-nyeru kepada kekafirannya –dan orang-orang yang semisal mereka yang menyerukan kepada kebatilannya– tidak (sanggup) memikul dosa kecuali dosa-dosa yang mereka lakukan, tanpa dosa-dosa yang dilakukan oleh orang lain sekalipun mereka adalah penyebabnya, maka Allah berfirman seraya menolak kemungkinan pemahaman keliru itu, ﴾ وَلَيَحۡمِلُنَّ أَثۡقَالَهُمۡ وَأَثۡقَالٗا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡۖ ﴿ "Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban mereka," yaitu dosa-dosa yang mereka perbuatan ﴾ وَأَثۡقَالٗا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡۖ ﴿ "dan beban-beban di samping beban-beban mereka sendiri," yaitu dosa-dosa yang disebabkan oleh mereka. Jadi, dosa yang dilakukan oleh sang pengikut, maka masing-masing pengikut dan orang yang diikuti mempunyai bagian darinya. Hal itu karena si pengikut yang bertindak sebagai pelaku dan yang langsung me-lakukannya, sedangkan orang yang diikuti telah menyebabkan orang lain melakukan dosa dan karena ia menyerukan kepadanya. Demikian pula halnya dengan kebaikan, apabila dilakukan oleh pengikut, maka ia akan mendapatkan pahalanya, karena ia secara langsung telah melakukannya, dan orang yang mengajak orang lain melakukannya pun mendapat pahala juga, karena ia telah menjadi sebab bagi orang lain, ﴾ وَلَيُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَمَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴿ "dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan," yaitu berupa kejahatan dan mempropa-gandakannya, serta ucapan mereka, ﴾ وَلۡنَحۡمِلۡ خَطَٰيَٰكُمۡ ﴿ "Dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu."

29:14–15Page 397

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمۡ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَامٗا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمۡ ظَٰلِمُونَ ١٤

And We certainly sent Noah to his people, and he remained among them a thousand years minus fifty years, and the flood seized them while they were wrongdoers.

فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَصۡحَٰبَ ٱلسَّفِينَةِ وَجَعَلۡنَٰهَآ ءَايَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ ١٥

But We saved him and the companions of the ship, and We made it1 a sign for the worlds.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, maka dia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka ada-lah orang-orang yang zhalim. Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu, dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia." (Al-Ankabut: 14-15).

(14) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang keputusan dan kebijak-sanaanNya di dalam menimpakan siksaan terhadap umat-umat yang mendustakan, dan bahwa Allah telah mengutus hamba dan RasulNya, Nuh عليه السلام kepada kaumnya (untuk) mengajak mereka kepada tauhid dan hanya beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى semata, me-larang mereka menyembah tandingan dan berhala, ﴾ فَلَبِثَ فِيهِمۡ ﴿ "maka dia tinggal di antara mereka" sebagai nabi penyeru (selama) ﴾ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَامٗا ﴿ "seribu tahun kurang lima puluh tahun." Dia sama sekali tidak pernah berhenti mengajak mereka dan tidak pernah jemu memberi mereka nasihat, dia menyeru mereka siang dan malam, dengan cara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, namun mereka tidak mendapat petunjuk dan tidak mengikuti petunjuk-nya, malah mereka terus tenggelam dalam kekafiran dan kesesatan mereka, hingga akhirnya Nuh عليه السلام mendoakan keburukan terha-dap mereka beserta kesabaran, kelembutan dan penderitaan yang harus ditanggungnya, seraya berkata, ﴾ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi." (Nuh: 26). ﴾ فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ ﴿ "Maka mereka ditimpa banjir besar," maksud-nya, air yang turun dari langit dengan lebat, dan air yang keluar memancar dari perut bumi dengan deras, ﴾ وَهُمۡ ظَٰلِمُونَ ﴿ "dan mereka adalah orang-orang yang zhalim," berhak menerima azab.

(15) ﴾ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَصۡحَٰبَ ٱلسَّفِينَةِ ﴿ "Maka Kami menyelamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu," yaitu mereka yang menumpang bersamanya; keluarga dan orang-orang yang beriman kepadanya ﴾ وَجَعَلۡنَٰهَآ ﴿ "dan Kami jadikan peristiwa itu," yakni: Bahtera dan kisah Nuh (sebagai) ﴾ ءَايَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "pelajaran bagi semua umat manusia," yang dapat mereka jadikan sebagai bahan pelajaran, yaitu bahwa orang yang mendustakan para rasul pasti kesudahannya adalah kebinasaan, dan bahwa orang-orang yang beriman, maka Allah akan memberikan kelegaan dari segala kesedihan dan jalan keluar dari segala kesempitan. Dan Allah سبحانه وتعالى juga menjadikan bahtera, yakni, yang sejenisnya sebagai tanda (pelajaran) bagi semua ma-nusia, yang dapat mereka jadikan sebagai pelajaran berharga, sebagai rahmat dari Tuhan mereka yang telah menyediakan segala fasilitasnya dan menjadikan mudah urusannya bagi mereka, dan menjadikannya mampu mengangkut mereka dan mengangkut barang-barang mereka dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu pulau ke pulau yang lain.

29:16–22Page 398

وَإِبۡرَٰهِيمَ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُۖ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ١٦

And [We sent] Abraham, when he said to his people, "Worship Allāh and fear Him. That is best for you, if you should know.

إِنَّمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا وَتَخۡلُقُونَ إِفۡكًاۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمۡلِكُونَ لَكُمۡ رِزۡقٗا فَٱبۡتَغُواْ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزۡقَ وَٱعۡبُدُوهُ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥٓۖ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ١٧

You only worship, besides Allāh, idols, and you produce a falsehood. Indeed, those you worship besides Allāh do not possess for you [the power of] provision. So seek from Allāh provision and worship Him and be grateful to Him. To Him you will be returned."

وَإِن تُكَذِّبُواْ فَقَدۡ كَذَّبَ أُمَمٞ مِّن قَبۡلِكُمۡۖ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ ١٨

And if you [people] deny [the message] - already nations before you have denied. And there is not upon the Messenger except [the duty of] clear notification.1

أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ كَيۡفَ يُبۡدِئُ ٱللَّهُ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥٓۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ١٩

Have they not considered how Allāh begins creation and then repeats it? Indeed that, for Allāh, is easy.

قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ بَدَأَ ٱلۡخَلۡقَۚ ثُمَّ ٱللَّهُ يُنشِئُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأٓخِرَةَۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٢٠

Say, [O Muḥammad], "Travel through the land and observe how He began creation. Then Allāh will produce the final creation [i.e., development]. Indeed Allāh, over all things, is competent."

يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرۡحَمُ مَن يَشَآءُۖ وَإِلَيۡهِ تُقۡلَبُونَ ٢١

He punishes whom He wills and has mercy upon whom He wills, and to Him you will be returned.

وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٖ ٢٢

And you will not cause failure [to Allāh] upon the earth or in the heaven. And you have not other than Allāh any protector or any helper.

"Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaum-nya, 'Kalian sembahlah Allah dan bertakwalah kepadaNya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Sesung-guhnya sesuatu yang kamu sembah selain Allah itu adalah ber-hala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rizki kepadamu; maka mintahlah rizki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyu-kurlah kepadaNya. Hanya kepadaNya kamu akan dikembalikan. Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebe-lum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.' Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Katakanlah, 'Berjalanlah di (muka) bumi, maka per-hatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permu-laannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.' Allah mengazab siapa yang dikehendakiNya dan memberi rahmat siapa yang dikehendakiNya, dan hanya kepadaNya-lah kamu akan dikembalikan. Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak pula di langit, dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah." (Al-Ankabut: 16-22).

(16) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwasanya Dia mengutus KhalilNya, Ibrahim عليه السلام kepada kaumnya untuk mengajak mereka kepada Allah, seraya berkata kepada mereka, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Kalian sembahlah Allah," maksudnya, Esakanlah Dia, tuluslah beribadah kepadaNya dan patuhilah apa yang diperintahkan kepada kalian, ﴾ وَٱتَّقُوهُۖ ﴿ "dan bertakwalah kepadaNya," agar Dia tidak memurkai ka-lian, (karena jika demikian), maka Dia akan menyiksa kalian. Hal itu dengan cara meninggalkan segala apa saja dari kemaksiatan yang dapat membuatNya murka. ﴾ ذَٰلِكُمۡ ﴿ "Yang demikian itu," yakni, beribadah kepada Allah dan bertakwa kepadaNya ﴾ خَيۡرٞ لَّكُمۡ ﴿ "lebih baik bagimu," daripada mengabaikannya. Ungkapan ini termasuk dalam penggunaan kata tafdhil (yang bermakna lebih atau paling) dengan menyebutkan sesuatu yang tidak ada keutamaannya pada bagian yang lain. Ka-rena meninggalkan ibadah kepada Allah dan mengabaikan takwa kepadaNya sama sekali tidak ada baiknya dari semua sisinya. Sesungguhnya beribadah kepada Allah dan bertakwa kepadaNya adalah lebih baik bagi manusia, karena tidak ada jalan lain untuk memperoleh karamah (rahmat)Nya di dunia ini dan di akhirat nanti kecuali hanya dengannya. Semua kebaikan yang ada di dunia dan akhirat adalah merupakan pengaruh ibadah dan takwa kepada Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ﴿ "jika kamu mengetahui" hal itu. Maka ke-tahulilah semua perkara dan perhatikanlah mana yang lebih pantas didahulukan (diutamakan).

(17-18) Setelah Allah memerintah mereka beribadah dan bertakwa kepadaNya, lalu Dia melarang mereka beribadah kepada berhala, dan menjelaskan kerapuhannya dan ketidakberhakannya untuk diibadahi, seraya berfirman, ﴾ إِنَّمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا وَتَخۡلُقُونَ إِفۡكًاۚ ﴿ "Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta," kalian yang memahatnya dan kalian yang membuatnya dengan tangan kalian, dan kalian pula yang membuat nama-nama sembahan untuk berhala itu, dan kalian mengada-ada-kan kedustaan dengan memerintahkan untuk menyembahnya dan berpegang teguh kepada yang demikian, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ ﴿ "Sesungguhnya yang" kamu sembah ﴾ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "selain Allah itu," di dalam kera-puhannya, dan bahwa sesungguhnya ia tidak mempunyai sesuatu yang dapat menjadikannya untuk disembah, ﴾ لَا يَمۡلِكُونَ لَكُمۡ رِزۡقٗا ﴿ "ia tidak mampu memberikan rizki kepadamu," seakan-akan di sini dikata-kan, "Sudah jelas sekali bagi kami bahwa berhala-berhala ini adalah makhluk (ciptaan) yang lemah, tidak mampu memberikan manfaat atau menimpakan bahaya, tidak pula mematikan, menghidupkan atau membangkitkan kembali. Dan sesungguhnya siapa saja yang demikian keadaannya maka ia sama sekali, sedikit pun tidak memi-liki hak untuk disembah dan dipertuhankan. Sedangkan hati pasti selalu mencari sembahan yang dipertuhankannya dan kepadaNya ia meminta segala hajatnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menghimbau mereka beribadah hanya kepada yang berhak disembah, ﴾ فَٱبۡتَغُواْ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزۡقَ ﴿ "Maka mintalah rizki itu di sisi Allah," karena Dia-lah yang memper-mudah rizki lagi menentukan, yang mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepadaNya untuk kebaikan agama dan dunia-nya, ﴾ وَٱعۡبُدُوهُ ﴿ "dan sembahlah Dia" semata, tidak ada sekutu bagiNya, karena hanya Dia Yang Mahasempurna, Maha Pemberi manfaat, Maha menimpakan bahaya, Yang Esa dalam mengatur, ﴾ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥٓۖ ﴿ "dan bersyukurlah kepadaNya" semata, karena seluruh apa saja berupa nikmat yang sampai kepada manusia adalah dariNya; dan seluruh apa saja yang tertolak dari mereka berupa bencana, maka Dia-lah yang menolaknya. ﴾ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Hanya kepadaNya kamu akan dikem-balikan," lalu Dia akan membalas kalian atas amal yang telah kalian kerjakan, dan Dia akan menerangkan kepada kalian apa saja yang telah kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan. Maka waspadalah saat datang kepadaNya sedangkan kalian dalam ke-adaan musyrik, dan sukailah apa saja yang dapat membuat kalian dekat kepadaNya dan membuat Dia memberikan pahala di saat kedatangan kalian kepadaNya.

(19) ﴾ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ كَيۡفَ يُبۡدِئُ ٱللَّهُ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥٓۚ ﴿ "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari per-mulaannya, kemudian mengulanginya kembali," pada Hari Kiamat? ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah" seperti telah difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِۚ ﴿ "Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemu-dian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkannya kembali itu adalah lebih mudah bagiNya." (Ar-Rum: 27).

(20) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka kalau mereka mera-gukan permulaan (penciptaan), ﴾ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Berjalanlah di (muka) bumi," dengan jasad dan hati kalian, ﴾ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ بَدَأَ ٱلۡخَلۡقَۚ ﴿ "maka per-hatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya," maka sesungguhnya kalian akan menemukan umat-umat dari anak cucu Adam dan dari berbagai jenis hewan senantiasa ada sedikit demi sedikit; dan kalian akan menjumpai tumbuh-tumbuhan dan berbagai pohon, bagaimana ia tumbuh dari waktu ke waktu. Dan kalian menjumpai awan, angin dan lain-lainnya selalu bereproduksi, bahkan manusia selalu dalam permulaan dan pengulangan (proses reproduksi). Maka perhatikanlah mereka pada saat mereka mati dengan kematian kecil, yaitu tidur. Mereka telah diselimuti malam yang gelap gempita, gerak mereka pun menjadi diam, suara mereka menjadi sepi dan mereka menjadi di atas kasur dan di tempat-tempat tidur mereka, tak ubahnya seperti orang mati. Kemudian mereka terus seperti itu sepanjang malam hingga fajar Shubuh terbit, lalu mereka bangun dari tidur lelap mereka, dan mereka dibangkitkan dari kematian seraya berkata, اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ. "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan dan hanya kepadaNya-lah tempat kami kembali." Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ ثُمَّ ٱللَّهُ ﴿ "Kemudian Allah," setelah membangkitkan mereka ﴾ يُنشِئُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأٓخِرَةَۚ ﴿ "menjadikannya sekali lagi" yaitu penciptaan yang tidak menjadikan kematian atau-pun tidur; melainkan kekekalan dan keabadian di dalam salah satu dari dua negeri. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha-kuasa atas segala sesuatu." Kekuasaan Allah tidak dapat dihalangi oleh apa pun. Sebagaimana Dia kuasa memulai penciptaan, maka kekuasaanNya untuk mengulangi penciptaan itu tentu lebih mudah dan lebih layak (mampu dilakukan).

(21) ﴾ يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرۡحَمُ مَن يَشَآءُۖ ﴿ "Allah mengazab siapa yang dike-hendakiNya dan memberi rahmat siapa yang dikehendakiNya," maksud-nya, hanya Dia semata yang berwenang menentukan keputusan pembalasan, yaitu memberikan pahala kepada orang-orang yang taat dan merahmati mereka, dan mengazab orang-orang yang durhaka dan memberikan hukuman peringatan terhadap mereka, ﴾ وَإِلَيۡهِ تُقۡلَبُونَ ﴿ "dan hanya kepadaNya-lah kamu akan dikembalikan," maksudnya, kalian akan dikembalikan kepada negeri yang di sana keputusan azab dan rahmatNya diberlakukan. Maka berusahalah di dunia ini untuk melakukan amal yang dapat menjadi sebab rahmatNya, yaitu berbagai ketaatan, dan jauhilah segala sebab yang dapat mengakibatkan azabNya, yaitu segala bentuk kemaksiatan.

(22) ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِۖ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak pula di langit," maksudnya wahai orang-orang yang mendustakan yang lancang melakukan berbagai kemaksiatan! Jangan sekali-kali kalian mengira bahwa semua itu akan dilupakan dari kalian, atau kalian dapat mengalahkan Allah di muka bumi ini ataupun di langit. Maka jangan sekali-kali kekuasaan kalian memperdayakan kalian, dan (juga) rayuan serta tipu daya nafsu kalian, bahwa kalian akan selamat dari azab Allah. Sebab, kalian sama sekali tidak dapat lepas dari azab Allah di seluruh penjuru alam semesta ini, ﴾ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ ﴿ "dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung selain Allah," yang melindungi kalian sehingga kalian dapat memperoleh kemasla-hatan agama dan dunia kalian, ﴾ وَلَا نَصِيرٖ ﴿ "dan tidak pula penolong" yang dapat menolong kalian, lalu menolak segala yang dibenci dari kalian.

29:23Page 398

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَلِقَآئِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يَئِسُواْ مِن رَّحۡمَتِي وَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٢٣

And the ones who disbelieve in the signs of Allāh and the meeting with Him - those have despaired of My mercy, and they will have a painful punishment.

"Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan denganNya, mereka berputus asa dari rahmatKu, dan mereka itu mendapat azab yang pedih." (Al-Ankabut: 23).

(23) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan siapa mereka yang sama sekali tidak memiliki kebaikan dan (hanya) memperoleh keburukan, dan bahwasanya mereka adalah orang-orang yang kafir kepadaNya, kepada para RasulNya dan kepada ajaran yang mereka bawa serta mendustakan perjumpaan dengan Allah. Mereka sama sekali tidak memiliki apa-apa kecuali dunia, maka dari itu mereka berani me-lakukan syirik dan berbagai maksiat, sebab di dalam hati mereka tidak ada sesuatu yang dapat membuat mereka takut dari akibat semua perbuatan mereka itu, maka dari itu Allah berfirman, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ يَئِسُواْ مِن رَّحۡمَتِي ﴿ "Mereka berputus asa dari rahmatKu," maksudnya, maka dari itu mereka tidak melakukan satu sebab pun yang dengannya mereka bisa mendapat rahmat. Sebab bila tidak, kalau saja mereka masih mempunyai keinginan untuk mendapat rahmatNya, tentu mereka melakukan amal-amal kebajikan. Berputus asa dari rahmat Allah merupakan bahaya yang sangat besar. Ia ada dua macam, yaitu: Putus asanya kaum kafir dari rahmat Allah, dalam bentuk meninggalkan semua hal yang dapat membuat mereka dekat darinya. Dan (kedua), putus asanya para pelaku maksiat disebabkan banyaknya dosa-dosa yang mereka lakukan yang membuat mereka merasa jauh, hingga dosa-dosa itu menyelimuti hati mereka, lalu menimbulkan rasa putus asa, ﴾ وَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "dan mereka itu mendapat azab yang pedih," yaitu azab yang sangat perih lagi menyakitkan.

29:24–25Page 399

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱقۡتُلُوهُ أَوۡ حَرِّقُوهُ فَأَنجَىٰهُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلنَّارِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٢٤

And the answer of his [i.e., Abraham's] people was not but that they said, "Kill him or burn him," but Allāh saved him from the fire. Indeed in that are signs for a people who believe.

وَقَالَ إِنَّمَا ٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا مَّوَدَّةَ بَيۡنِكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٖ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا وَمَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّٰصِرِينَ ٢٥

And [Abraham] said, "You have only taken, other than Allāh, idols as [a bond of] affection among you in worldly life. Then on the Day of Resurrection you will deny one another and curse one another, and your refuge will be the Fire, and you will not have any helpers."

"Maka tidaklah jawaban kaum Ibrahim, kecuali mengata-kan, 'Bunuhlah atau bakarlah dia,' lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ter-dapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang beriman. Dan Ibrahim berkata, 'Sesungguhnya berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kalian dalam kehidupan dunia ini, kemudian di Hari Kiamat sebagian kalian mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kalian melaknati sebagian (yang lain); dan tempat kembali kalian adalah neraka, dan sekali-kali tidak ada bagi kalian para penolong." (Al-Ankabut: 24-25).

(24) Maksudnya, tidaklah jawaban kaum Ibrahim saat Ibrahim mengajak mereka kepada Allah adalah menerima dakwah (seruan)nya dan juga berpegang kepada nasihatnya atau melihat nikmat Allah سبحانه وتعالى yang dilimpahkan kepada mereka berupa meng-utus beliau sebagai rasul kepada mereka. Tetapi sesungguhnya jawaban mereka adalah seburuk-buruk jawaban, yaitu, ﴾ قَالُواْ ٱقۡتُلُوهُ أَوۡ حَرِّقُوهُ ﴿ "Mereka mengatakan, 'Bunuhlah atau bakarlah dia'," dengan se-buruk-buruk pembunuhan. Sementara mereka adalah kaum yang berkuasa, yang mempunyai kekuasaan. Maka dari itu mereka menceburkan Ibrahim ke dalam api, ﴾ فَأَنجَىٰهُ ٱللَّهُ ﴿ "lalu Allah menyela-matkannya," dari api itu. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang ber-iman," sehingga mereka dapat mengetahui kebenaran ajaran yang dibawa (diajarkan) oleh para rasul, kebaikan dan ketulusan mereka, serta kebatilan dari keyakinan orang-orang yang menyalahi mereka dan menentangnya; dan bahwa para penentang rasul-rasul itu se-akan-akan sudah saling berpesan. Sebagian sudah menganjurkan kepada sebagian yang lain untuk mendustakan.

(25) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan berkata" Ibrahim kepada mereka dalam serangkaian nasihat yang dikatakannya, ﴾ إِنَّمَا ٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا مَّوَدَّةَ بَيۡنِكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "Sesungguhnya berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kalian dalam kehidupan dunia ini," maksudnya, puncak dari semua itu adalah rasa kasih sayang di dunia, nanti akan terputus dan sirna, ﴾ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٖ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا ﴿ "kemudian di Hari Kiamat sebagian kalian mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kalian melaknati sebagian yang lain," maksudnya, masing-masing dari para penyembah dan sesembahan-sesembahan itu berlepas diri dari yang lain; dan apabila manusia sudah dihimpun (di padang Mahsyar. Pent) maka mereka menjadi musuh bagi para sesem-bahannya, dan mereka (para sesembahan) itu pun mengingkari penyembahan mereka. Maka bagaimana bisa kalian masih mau mencintai sesembahan yang sudah pasti akan berlepas diri dari para penyembahnya, dan bahkan mengutuknya. Dan sesungguhnya tempat tinggal mereka semua, baik yang menyembah dan yang disembah ﴾ ٱلنَّارُ ﴿ "adalah neraka" dan tidak ada seorang pun yang bisa menolong mereka dari azab Allah atau mencegah siksaanNya dari mereka.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском