As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Ali 'Imran 3:186–200
3:186Page 74
۞ لَتُبۡلَوُنَّ فِيٓ أَمۡوَٰلِكُمۡ وَأَنفُسِكُمۡ وَلَتَسۡمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكُمۡ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُوٓاْ أَذٗى كَثِيرٗاۚ وَإِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ١٨٦
You will surely be tested in your possessions and in yourselves. And you will surely hear from those who were given the Scripture before you and from those who associate others with Allāh much abuse. But if you are patient and fear Allāh - indeed, that is of the matters [worthy] of resolve.
"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menya-kitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (Ali Imran: 186).
(186) Allah تعالى mengabarkan dan mengarahkan pembica-raan kepada kaum Mukminin bahwasanya mereka akan diuji pada harta mereka berupa infak-infak yang wajib dan sunnah, dan be-rupa kemungkinan menjadi habis di jalan Allah, dan (diuji) pada diri mereka berupa pembebanan dengan berbagai beban yang berat di atas sebagian besar manusia lain, seperti jihad di jalan Allah dan kemungkinan adanya kelelahan, pembunuhan dan tertawan atau terluka. Atau seperti penyakit yang menimpa pada dirinya atau pada orang yang dicintainya. Dan pastilah kalian akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab dan kaum musyrikin,﴾ أَذٗى كَثِيرٗاۚ ﴿ "gangguan yang banyak" yang menyakitkan hati berupa tu-duhan pada diri kalian, pada agama kalian, dan kitab kalian serta Rasul kalian. Kabar dari Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman itu tentang hal tersebut menyimpan beberapa faidah, di antaranya; $ Bahwa hikmah Allah تعالى menuntut hal tersebut agar terbedakan seorang Mukmin yang benar dari selainnya. $ Bahwa Allah تعالى menakdirkan atas mereka perkara-perkara tersebut, disebabkan Allah menghendaki bagi mereka kebaikan, agar derajat mereka semakin tinggi dan kesalahan-kesalahan mereka terhapus, dan agar iman mereka bertambah dan keya-kinan mereka akan semakin sempurna. Apabila Allah menga-barkan hal tersebut kepada mereka, maka hal itu pasti akan terjadi sebagaimana yang dikabarkanNya. ﴾ قَالُواْ هَٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَصَدَقَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥۚ وَمَا زَادَهُمۡ إِلَّآ إِيمَٰنٗا وَتَسۡلِيمٗا 22 ﴿ "Mereka berkata, 'Inilah yang dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kita.' Dan benarlah Allah dan RasulNya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan." (Al-Ahzab: 22). $ Bahwa Allah mengabarkan kepada mereka tentang hal itu agar jiwa mereka tegar menghadapi kejadian tersebut dan bersabar atasnya apabila terjadi. Karena mereka telah bersiap-siap menghadapi kejadian tersebut, maka menjadi mudahlah bagi mereka untuk memikulnya dan ringan bagi mereka pengor-banan biayanya, dan mereka bersandar kepada sabar dan takwa. Karena itu Allah berfirman, ﴾ وَإِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ ﴿ "Jika kamu bersabar dan bertakwa," maksudnya, apabila kalian bersabar atas apa yang kalian dapatkan pada harta dan jiwa kalian berupa ujian dan cobaan dan gangguan orang-orang yang zhalim, dan kalian bertakwa kepada Allah dalam kesabaran tersebut, dengan meniatkan (hanya) mengharapkan Wajah Allah dan mendekatkan diri kepadaNya dan kalian tidak melampaui batas-batas syariat dalam kesabaran kalian tersebut dengan bersabar pada suatu tempat yang tidak halal bagi kalian ber-sabar padanya, bahkan sebaliknya tugas kalian padanya adalah membalas musuh-musuh Allah. ﴾ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ﴿ "Maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." Maksudnya ia termasuk perkara-perkara yang patut ditekadkan dalam menempuhnya dan berlomba-lomba meraihnya dan tidaklah akan diberi taufik kepa-danya kecuali orang-orang yang memiliki tekad dan bercita-cita tinggi, sebagaimana Allah berfirman, ﴾ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ 35 ﴿ "Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (Fushshilat: 35).
3:187–188Page 75
وَإِذۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ لَتُبَيِّنُنَّهُۥ لِلنَّاسِ وَلَا تَكۡتُمُونَهُۥ فَنَبَذُوهُ وَرَآءَ ظُهُورِهِمۡ وَٱشۡتَرَوۡاْ بِهِۦ ثَمَنٗا قَلِيلٗاۖ فَبِئۡسَ مَا يَشۡتَرُونَ ١٨٧
And [mention, O Muḥammad], when Allāh took a covenant from those who were given the Scripture, [saying], "You must make it clear [i.e., explain it] to the people and not conceal it." But they threw it away behind their backs and exchanged it for a small price. And wretched is that which they purchased.
لَا تَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡرَحُونَ بِمَآ أَتَواْ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحۡمَدُواْ بِمَا لَمۡ يَفۡعَلُواْ فَلَا تَحۡسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٖ مِّنَ ٱلۡعَذَابِۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ١٨٨
And never think that those who rejoice in what they have perpetrated and like to be praised for what they did not do - never think them [to be] in safety from the punishment, and for them is a painful punishment.
"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), 'Hendaklah kamu menerang-kan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyem-bunyikannya,' lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka, dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima. Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan mereka mendapatkan siksa yang pedih." (Ali Imran: 187-188).
(187) Al-Mitsaq adalah sebuah janji yang berat lagi dikuat-kan (dengan sesuatu). Janji tersebut diambil oleh Allah تعالى dari setiap orang yang telah Allah berikan kepadanya kitab, dan telah Allah ajarkan kepadanya ilmu, yaitu agar dia menjelaskan apa yang telah Allah ajarkan itu kepada manusia apa yang mereka butuhkan dan tidak menyembunyikannya dan bakhil dengannya kepada mereka, khususnya bila mereka bertanya kepadanya atau terjadi suatu kondisi yang mengharuskan hal tersebut. Karena setiap orang yang memiliki ilmu, maka pada saat itu wajib atasnya menjelaskan dan menerangkan kebenaran dari kebatilan. Orang-orang yang diberi taufik oleh Allah, niscaya mereka akan menunaikan dan menyempurnakan kewajiban tersebut dan mereka mengajarkan manusia apa yang telah Allah ajarkan kepa-danya dengan maksud memperoleh keridhaan Rabb mereka dan sebagai rasa kasih terhadap makhluk serta rasa takut dari dosa menyembunyikan ilmu. Sedangkan orang-orang yang telah diberi-kan kepada mereka al-Kitab dari kaum Yahudi dan Nasrani dan orang-orang yang seperti mereka, maka mereka telah melempar-kan perjanjian dan ikatan-ikatan tersebut di belakang punggung mereka dan mereka tidak mempedulikannya. Mereka menyem-bunyikan kebenaran dan menampakkan kebatilan sebagai sikap lancang terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah serta mere-mehkan hak-hak Allah تعالى dan hak-hak makhluk. Dan dengan penyembunyian itu mereka menukarnya ﴾ ثَمَنٗا قَلِيلٗاۖ ﴿ "dengan harga yang sedikit," yaitu sesuatu yang mereka dapatkan jika mendapatkan-nya berupa sedikit kedudukan, harta yang hina dari orang-orang yang rendah, yang mengikuti hawa nafsu mereka dan mendahulu-kan syahwat mereka daripada kebenaran. ﴾ فَبِئۡسَ مَا يَشۡتَرُونَ ﴿ "Amatlah buruk tukaran yang mereka terima" karena hal itu adalah imbalan yang paling rendah. Sedangkan sesuatu yang mereka benci, yaitu menjelaskan kebenaran yang mengandung kebahagiaan yang abadi dan manfaat agama maupun dunia adalah harapan dan cita-cita yang paling tinggi dan paling mulia; dan tidaklah mereka memilih yang rendah lagi hina dan meninggalkan yang tinggi lagi mahal, melainkan karena buruknya bagian mereka, kehinaan mereka dan kondisi mereka yang tidak baik bagi selain tujuan untuk apa mereka diciptakan. Kemudian Allah تعالى berfirman,
(188) ﴾ لَا تَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡرَحُونَ بِمَآ أَتَواْ ﴿ "Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan," yaitu berupa keburukan dan kebatilan perkataan maupun perbuatan, ﴾ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحۡمَدُواْ بِمَا لَمۡ يَفۡعَلُواْ ﴿ "dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan", maksudnya, (dipuji) dengan kebaikan yang tidak mereka kerjakan dan kebe-naran yang belum mereka katakan. Mereka telah menyatukan antara perbuatan buruk dan perkataan buruk, serta gembira akan hal tersebut dan suka akan pujian terhadap perbuatan baik yang belum mereka kerjakan. ﴾ فَلَا تَحۡسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٖ مِّنَ ٱلۡعَذَابِۖ ﴿ "Janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa," maksudnya, berposisi selamat dan bebas, akan tetapi mereka berhak mendapat siksa, dan mereka akan menuju kepadanya. Karena itu Allah berfirman, ﴾ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "Dan mereka mendapatkan siksa yang pedih." Termasuk dalam ayat yang mulia ini adalah ahli Kitab yang bergembira dengan sesuatu yang ada pada mereka berupa ilmu, namun mereka tidak tunduk kepada Rasul, dan mereka menyangka bahwa merekalah yang benar dalam kondisi riil dan pandangan hidup mereka. Demikian juga setiap orang yang berbuat bid'ah, baik perkataan maupun perbuatan, dan senang dengannya, lalu mengajak orang kepadanya, dan menyangka bahwa dia benar dan selainnya batil, sebagaimana umumnya terjadi pada ahli-ahli bid'ah. Ayat ini dengan pemahamannya menunjukkan bahwa ba-rangsiapa yang suka dipuji dan disanjung dengan apa yang telah diperbuatnya berupa kebaikan dan mengikuti kebenaran, apabila tujuannya bukanlah ingin dilihat (riya`) dan didengar (sum'ah), maka hal tersebut tidaklah tercela. Bahkan hal ini termasuk perkara yang dianjurkan, yang telah Allah kabarkan bahwa Allah akan memberikan balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dalam perkataan maupun perbuatan, dan bahwa Allah akan memberikan balasan terhadap hamba-hambaNya yang dicintaiNya, dan mereka memohon hal itu kepadaNya; seperti perkataan Ibrahim عليه السلام, ﴾ وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ 84 ﴿ "Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian." (Asy-Syu'ara`: 84). Dan Allah berfirman, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٖ فِي ٱلۡعَٰلَمِينَ 79 إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 80 ﴿ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam. Sesungguh-nya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (Ash-Shaffat: 79-80). Hamba-hamba dari Yang Maha Rahman berkata, ﴾ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا 74 ﴿ "Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (Al-Furqan: 74). Itu semua adalah nikmat Sang Pencipta atas hamba-hamba-Nya, di mana itu semua membutuhkan sikap syukur.
3:189Page 75
وَلِلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ١٨٩
And to Allāh belongs the dominion of the heavens and the earth, and Allāh is over all things competent.
"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (Ali Imran: 189).
(189) Maksudnya, Dia-lah Pemilik langit dan bumi dan sesuatu yang ada pada keduanya berupa seluruh macam makhluk, Yang bertindak pada mereka dengan kesempurnaan kuasa dan keindahan ciptaan, dan Dia tidak terhalang oleh seseorang pun dari mereka, dan tidak ada seorang pun yang melemahkanNya.
3:190–194Page 75
إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٩٠
Indeed, in the creation of the heavens and the earth and the alternation of the night and the day are signs for those of understanding -
ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٩١
Who remember Allāh while standing or sitting or [lying] on their sides and give thought to the creation of the heavens and the earth, [saying], "Our Lord, You did not create this aimlessly; exalted are You [above such a thing]; then protect us from the punishment of the Fire.
رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدۡخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدۡ أَخۡزَيۡتَهُۥۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٖ ١٩٢
Our Lord, indeed whoever You admit to the Fire - You have disgraced him, and for the wrongdoers there are no helpers.
رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِيٗا يُنَادِي لِلۡإِيمَٰنِ أَنۡ ءَامِنُواْ بِرَبِّكُمۡ فَـَٔامَنَّاۚ رَبَّنَا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرۡ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلۡأَبۡرَارِ ١٩٣
Our Lord, indeed we have heard a caller [i.e., Prophet Muḥammad (ﷺ)] calling to faith, [saying], 'Believe in your Lord,' and we have believed. Our Lord, so forgive us our sins and remove from us our misdeeds and cause us to die among the righteous.
رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخۡزِنَا يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ ١٩٤
Our Lord, and grant us what You promised us through Your messengers and do not disgrace us on the Day of Resurrection. Indeed, You do not fail in [Your] promise."
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan dia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,' maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasulMu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di Hari Kiamat. Sesungguh-nya Engkau tidak menyalahi janji'." (Ali Imran: 190-194).
(190) Allah تعالى memberitakan, ﴾ إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ﴿ "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." Termasuk di dalamnya adalah anjuran kepada hamba untuk memikirkan ciptaanNya, memperhatikan dengan seksama tanda-tandanya dan merenungkan proses pencip-taannya. Allah menyebut secara umum FirmanNya, ﴾ لَأٓيَٰتٖ ﴿ "Tanda-tanda", dan tidak berfirman menurut kepentingan (sempit) bagi seseorang sebagai isyarat kepada banyaknya dan keumumannya. Yang demikian itu karena di dalamnya mengandung tanda-tanda yang menakjubkan yang membuat decak kagum orang-orang yang memandangnya dan memuaskan orang-orang yang memikirkan-nya, menarik hati orang-orang yang jujur, membangunkan akal yang jernih terhadap tuntutan-tuntutan ilahiyah. Adapun perincian perkara yang dikandung olehnya, maka tidaklah mungkin makhluk dapat menghinggakan dan meliputi sebagiannya. Secara global segala sesuatu yang ada padanya berupa keagungan, keluasan, keberaturan peredaran dan gerakannya, menunjukkan kepada keagungan Penciptanya, agungnya kekua-saanNya dan keuniversalan KuasaNya, dan semua yang ada di dalamnya berupa keteraturan dan kedetailan, serta keindahan dan kelembutan perbuatan. Semua perbuatan (dan karya) itu menun-jukkan kebijaksanaan Allah yang meletakkan segala sesuatu pada tempat yang tepat dan begitu luasnya ilmuNya. Dan apa pun yang dikandungnya berupa manfaat bagi makhluk menunjukkan akan keluasan rahmat Allah, umumnya karuniaNya, kebaikanNya yang menyeluruh dan kewajiban bersyukur kepadaNya. Semua itu me-nunjukkan ketergantungan hati kepada Pencipta dan Pembuatnya, dan mengerahkan segala upaya dalam memperoleh keridhaanNya, dan agar Allah tidak disekutukan dengan sesuatu pun, dari orang yang tidak memiliki sebesar biji atom sekalipun untuk dirinya maupun untuk orang lain, di bumi dan tidak pula di langit. Allah mengkhususkan tanda-tanda itu kepada orang-orang yang berakal, karena mereka adalah orang-orang yang memiliki akal pikiran, dan merekalah orang-orang yang dapat mengambil manfaat darinya yang memperhatikan dengan akal pikiran mereka, dan bukan dengan (hanya) pandangan mereka saja.
(191) Kemudian Allah menjelaskan sifat-sifat orang-orang yang berakal itu, bahwa mereka adalah ﴾ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ ﴿ "orang-orang yang mengingat Allah" pada segala kondisi mereka, ﴾ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ ﴿ "sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring." Ini mencakup segala bentuk dzikir dengan perkataan dan hati, dan termasuk dalam hal itu adalah shalat dengan berdiri, bila tidak mampu, maka dengan duduk, dan bila tidak mampu, maka dengan berbaring, dan bahwa mereka ﴾ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi." Maksudnya, agar mereka menjadikan-nya sebagai dalil atas maksud darinya. Ini menunjukkan bahwa berpikir adalah ibadah yang meru-pakan salah satu sifat dari sifat-sifat para wali Allah yang berilmu. Apabila mereka memikirkannya, niscaya mereka akan mengetahui bahwa Allah تعالى tidaklah menciptakan mereka dengan sia-sia. Maka mereka berkata, ﴾ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ ﴿ "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau" dari segala hal yang tidak patut bagi keagunganMu dengan kebenaran dan karena kebenaran. Akan tetapi Engkau menciptakan semua itu dengan mengandung kebenaran, ﴾ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ﴿ "maka peliharalah kami dari siksa neraka," dengan melindungi kami dari keburukan-kebu-rukan dan Engkau bimbing kami kepada amalan-amalan shalih hingga dengan itu kami semua memperoleh keselamatan dari api neraka. Dan hal itu mengandung permohonan masuk surga, karena bila Allah memelihara mereka dari siksa neraka, niscaya mereka memperoleh surga. Tetapi ketika rasa takut muncul pada hati mereka, niscaya mereka memohon kepada Allah dengan perkara-perkara yang paling penting bagi mereka;
(192) ﴾ رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدۡخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدۡ أَخۡزَيۡتَهُۥۖ ﴿ "Ya Tuhan kami, sesungguh-nya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan dia," yaitu, karena dia telah memperoleh murka dari Allah, para malaikatNya, dan para waliNya, dan terjadinya kehinaan yang tidak ada keselamatan dan pelarian darinya. Itulah sebabnya Allah berfirman, ﴾ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٖ ﴿ "Dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun" yang menye-lamatkan mereka dari siksaanNya. Ayat ini menunjukkan bahwa mereka masuk neraka disebabkan kezhaliman mereka sendiri.
(193) ﴾ رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِيٗا يُنَادِي لِلۡإِيمَٰنِ ﴿ "Ya Tuhan kami, sesungguh-nya kami mendengar (seruan) orang yang menyeru kepada iman," yaitu, Muhammad ﷺ. Maksudnya beliau menyeru manusia kepada iman, menganjurkan mereka menempuhnya pada asas-asasnya maupun cabang-cabangnya. ﴾ فَـَٔامَنَّاۚ ﴿ "Maka kami pun beriman," maksudnya, kami memenuhi seruannya dengan segera dan kami cepat-cepat kepadanya. Ayat ini adalah kabar dari mereka tentang karunia Allah atas mereka, rasa bangga akan nikmatNya dan bertawasul dengannya kepada Allah agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan menggugurkan keburukan-keburukan mereka, karena kebaikan itu akan menghapus keburukan, dan orang-orang yang dikaruniai keimanan oleh Allah, niscaya Allah akan mengaruniakan kepada mereka rasa aman yang sempurna. ﴾ وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلۡأَبۡرَارِ ﴿ "Dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti", doa ini mengandung taufik untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan, di mana dengan itulah seorang hamba termasuk ke dalam orang-orang yang berbakti, konsisten dan teguh terhadapnya hingga maut menjemput.
(194) Dan ketika mereka menyebutkan taufik Allah untuk mereka kepada keimanan dan tawasulnya mereka dengan hal itu kepada kesempurnaan nikmat, maka mereka memohon kepada Allah pahalaNya atas hal tersebut dan agar Allah merealisasikan janjiNya kepada mereka yang diucapkan lewan lisan RasulNya berupa pembelaan dan kemenangan di dunia, dan keberhasilan dengan keridhaan Allah dan surganya di akhirat, karena sesung-guhnya Allah تعالى tidaklah menyalahi janjiNya. Maka Allah meme-nuhi doa mereka dan menerima ibadah mereka.
3:195Page 76
فَٱسۡتَجَابَ لَهُمۡ رَبُّهُمۡ أَنِّي لَآ أُضِيعُ عَمَلَ عَٰمِلٖ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰۖ بَعۡضُكُم مِّنۢ بَعۡضٖۖ فَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَٰتَلُواْ وَقُتِلُواْ لَأُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ثَوَابٗا مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلثَّوَابِ ١٩٥
And their Lord responded to them, "Never will I allow to be lost the work of [any] worker among you, whether male or female; you are of one another. So those who emigrated or were evicted from their homes or were harmed in My cause or fought or were killed - I will surely remove from them their misdeeds, and I will surely admit them to gardens beneath which rivers flow as reward from Allāh, and Allāh has with Him the best reward."
Karena itulah Allah berfirman, "Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), 'Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal dari kalian, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kalian adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalanKu, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Aku hapuskan kesalahan-kesa-lahan mereka, dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisiNya pahala yang baik." (Ali Imran: 195).
(195) Maksudnya Allah memenuhi doa mereka berupa doa ibadah maupun doa permohonan seraya berfirman, ﴾ أَنِّي لَآ أُضِيعُ عَمَلَ عَٰمِلٖ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰۖ ﴿ "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal dari kalian, baik laki-laki atau perempuan." Semua orang akan mendapatkan balasan perbuatannya masing-masing secara penuh dan sempurna. Artinya, setiap kalian menurut batasan yang sama dalam pahala maupun siksa,﴾ فَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَٰتَلُواْ وَقُتِلُواْ ﴿ "maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalanKu, yang berperang dan yang dibunuh", mereka menyatukan antara keimanan, hijrah, dan meninggalkan hal-hal yang dicintai berupa negeri dan harta untuk mencari keridhaan Rabb mereka dan mereka berjihad di jalan Allah, ﴾ لَأُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ثَوَابٗا مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Pastilah akan Aku hapuskan kesalahan-kesalahan mereka, dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah," Yang memberikan kepada hambaNya pahala yang melimpah untuk perbuatan yang sedikit. ﴾ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلثَّوَابِ ﴿ "Dan Allah pada sisiNya pahala yang baik" dari hal-hal yang tidak pernah terlihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas pada benak seorang manusia pun. Dan barangsiapa yang mengharap hal itu, maka memohonlah kepada Allah dengan cara taat kepadaNya, dan men-dekatkan diri kepadaNya menurut kemampuan hamba.
3:196–198Page 76
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ١٩٦
Be not deceived by the [uninhibited] movement of the disbelievers throughout the land.
مَتَٰعٞ قَلِيلٞ ثُمَّ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ١٩٧
[It is but] a small enjoyment; then their [final] refuge is Hell, and wretched is the resting place.
لَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا نُزُلٗا مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِۗ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّلۡأَبۡرَارِ ١٩٨
But those who feared their Lord will have gardens beneath which rivers flow, abiding eternally therein, as accommodation from Allāh. And that which is with Allāh is best for the righteous.
"Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya, mereka mendapat-kan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti ." (Ali Imran: 196-198).
(196) Maksud ayat ini adalah sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad ﷺ tentang apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kafir berupa perhiasan dunia dan kenikmatan mereka di dalamnya, pulang perginya mereka di seluruh negeri dengan berbagai per-dagangan, mata pencaharian, kesenangan, berbagai macam kemu-liaan dan kemenangan pada sebagian kesempatan. Sesungguhnya ini semua,
(197) ﴾ مَتَٰعٞ قَلِيلٞ ﴿ "hanyalah kesenangan sementara", yang tidak akan tetap dan tidak akan kekal. Akan tetapi mereka menikmatinya sebentar lalu akan disiksa karenanya selamanya. Ini merupakan kondisi kenikmatan yang paling tinggi bagi orang kafir, dan sung-guh kamu telah melihat kondisi apa yang akan kembali kepadanya.
(198) Adapun orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka yang beriman kepadaNya di samping apa yang mereka peroleh berupa kemuliaan dunia dan kenikmatannya,﴾ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ﴿ "mereka mendapatkan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya." Sekiranya ditetapkan bahwa mereka di dunia mendapatkan segala macam kesulitan, kesempitan, kelelahan dan segala macam kesusahan, niscaya hal itu (bila) dinisbatkan kepada kenikmatan yang abadi, kehidupan yang selamat, kebahagiaan, kesenangan, dan kegembiraan adalah suatu yang remeh lagi kecil dan karunia dalam bentuk ujian. Karena itu Allah berfirman, ﴾ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّلۡأَبۡرَارِ ﴿ "Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti." Mereka itu adalah orang-orang yang hatinya baik hingga lisan dan perbuatan mereka pun baik, sehingga Allah Yang Maha-baik lagi Yang Maha Penyayang memberikan balasan yang baik bagi mereka dengan kebaikanNya sebagai pahala yang besar dan pemberian yang agung, serta kemenangan yang abadi.
3:199–200Page 76
وَإِنَّ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَمَن يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُمۡ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِمۡ خَٰشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشۡتَرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنٗا قَلِيلًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ ١٩٩
And indeed, among the People of the Scripture are those who believe in Allāh and what was revealed to you and what was revealed to them, [being] humbly submissive to Allāh. They do not exchange the verses of Allāh for a small price. Those will have their reward with their Lord. Indeed, Allāh is swift in account.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٢٠٠
O you who have believed, persevere1 and endure2 and remain stationed3 and fear Allāh that you may be successful.
"Dan sesungguhnya di antara ahli Kitab, ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada sesuatu yang diturunkan kepa-damu dan sesuatu yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitunganNya. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (Ali Imran: 199-200).
(199) Maksudnya, ﴾ وَإِنَّ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "Dan sesungguhnya di antara ahli Kitab", ada suatu kelompok yang dibimbing kepada kebaikan, mereka beriman kepada Allah dan beriman kepada sesuatu ﴾ أُنزِلَ إِلَيۡكُمۡ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِمۡ ﴿ "yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan kepada mereka." Keimanan yang berguna ini tidaklah seperti orang yang beriman kepada sebagian rasul dan kitab, dan kafir kepada sebagian lainnya. Oleh karena itu, ketika keimanan mereka menyeluruh dan bersifat hakiki, maka menjadi sesuatu yang berguna hingga menimbulkan rasa takut (khasyyah) bagi mereka kepada Allah dan ketundukan mereka di bawah kemuliaanNya yang mengharuskan ketundukan kepada perintah dan larangan-Nya, serta tidak melampaui batasan-batasanNya. Mereka itulah ahli Kitab dan ahli ilmu dalam makna hakiki, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَٰٓؤُاْۗ ﴿ "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama." (Fathir: 28). Dan termasuk kesempurnaan rasa takut mereka kepada Allah adalah bahwa mereka ﴾ لَا يَشۡتَرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنٗا قَلِيلًا ﴿ "tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit." Mereka tidak mendahulu-kan dunia daripada agama sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang menyimpang, yang menyembunyikan apa yang telah Allah turunkan dan mereka tukarkan dengan harga yang sedikit. Mereka sangat mengetahui suatu perkara secara hakiki dan mereka paham benar bahwa sebesar-besar kerugian adalah rela dengan dunia yang hina daripada agama, mengikuti hawa nafsu yang rendah dan meninggalkan kebenaran yang merupakan sebaik-baik keberuntungan dan kemenangan di dunia dan akhirat. Lalu mereka mendahulukan kebenaran, menerangkannya dan menyeru kepadanya, mereka mengingatkan dari kebatilan, lalu Allah mem-berikan pahala atas hal itu kepada mereka, yaitu dengan menjan-jikan mereka pahala yang melimpah dan ganjaran yang baik, dan Allah mengabarkan kepada mereka akan kedekatanNya, dan bahwa Allah ﴾ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "amat cepat perhitunganNya." Mereka tidak akan dapat memperlambat apa yang dijanjikan oleh Allah bagi mereka, karena apa yang akan datang pasti terbukti terjadi dan itu sangat dekat.
(200) Kemudian Allah menganjurkan kaum Mukminin kepada sesuatu yang dapat menyampaikan mereka kepada keme-nangan, yaitu keberhasilan dengan memperoleh kebahagiaan dan kesuksesan, dan bahwa jalan yang dapat menyampaikan kepada hal itu adalah konsisten terhadap kesabaran, yaitu menahan diri dari hal-hal yang dibenci berupa meninggalkan kemaksiatan, dan ber-sabar atas musibah dan terhadap perkara-perkara yang berat bagi jiwa. Allah memerintahkan mereka untuk bersabar atas semua itu. Al-Mushabarah (memaksa diri untuk sabar) adalah konsisten dan kontinu dalam hal itu (sabar) secara terus menerus, dan meng-hadapi musuh dalam segala kondisi, sedangkan al-murabathah (siap siaga) adalah berjaga pada suatu tempat yang ditakutkan musuh akan masuk melaluinya, dan mengamati musuh mereka dan men-cegah mereka berhasil memperoleh tujuan-tujuan mereka. Semoga mereka beruntung yaitu mereka berhasil dengan hal-hal yang di-sukai, baik agama maupun dunia serta akhirat, dan mereka selamat dari hal-hal yang dibenci. Dari sini diketahui bahwasanya tidak ada jalan menuju keme-nangan tanpa ada kesabaran dan memaksa diri dalam kesabaran tersebut, serta siaga menghadapi musuh seperti yang telah disebut-kan. Karena itu tidaklah akan beruntung orang yang beruntung itu kecuali dengan hal-hal tersebut, dan tidaklah akan luput keber-hasilan itu dari seseorang kecuali dengan luputnya ia dari hal-hal tersebut atau sebagiannya.
Allah Pemberi taufik, dan tiada daya dan upaya kecuali de-ngan (pertolongan) Allah. Telah selesai tafsir surat Ali Imran, segala puji (hanya) milik Allah atas nikmatNya, dan kita memohon kepadaNya kesempur-naan nikmatNya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences