As-Sa'diAr‑Rum · 30:1–29

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

الروم

Ar-Rum

The Romans · Meccan · 60 ayahs

30:1–7Page 404

الٓمٓ ١

Alif, Lām, Meem.1

غُلِبَتِ ٱلرُّومُ ٢

The Byzantines have been defeated1

فِيٓ أَدۡنَى ٱلۡأَرۡضِ وَهُم مِّنۢ بَعۡدِ غَلَبِهِمۡ سَيَغۡلِبُونَ ٣

In the nearest land.1 But they, after their defeat, will overcome

فِي بِضۡعِ سِنِينَۗ لِلَّهِ ٱلۡأَمۡرُ مِن قَبۡلُ وَمِنۢ بَعۡدُۚ وَيَوۡمَئِذٖ يَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٤

Within three to nine years. To Allāh belongs the command [i.e., decree] before and after. And that day the believers will rejoice

بِنَصۡرِ ٱللَّهِۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ٥

In the victory of Allāh.1 He gives victory to whom He wills, and He is the Exalted in Might, the Merciful.

وَعۡدَ ٱللَّهِۖ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ وَعۡدَهُۥ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٦

[It is] the promise of Allāh. Allāh does not fail in His promise, but most of the people do not know.

يَعۡلَمُونَ ظَٰهِرٗا مِّنَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ عَنِ ٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ غَٰفِلُونَ ٧

They know what is apparent of the worldly life, but they, of the Hereafter, are unaware.

"Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Ro-mawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena per-tolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. (Sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai." (Ar-Rum: 1-7).

Makkiyah

"Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1-5) Bangsa Persia dan Bangsa Romawi pada saat itu me-rupakan dua negara super power yang ada di muka bumi ini; dan selalu terjadi peperangan di antara dua bangsa ini sebagaimana biasa terjadi pada bangsa-bangsa yang selevel. Bangsa Persia ada-lah penyembah api, sedangkan bangsa Romawi adalah ahli kitab yang berafiliasi kepada Taurat dan Injil, dan mereka lebih dekat kepada kaum Muslimin daripada bangsa Persia. [Orang-orang Mukmin] sangat senang kalau bangsa Romawi menang dan dapat mengalahkan bangsa Persia. Sedangkan orang-orang musyrikin (Arab), karena kesamaan mereka dalam kesyirikan, sedangkan bangsa Persia berada dalam kesyirikan, maka mereka senang kalau bangsa Persia menang atas bangsa Romawi. Lalu ternyata bangsa Persia dapat menang atas bangsa Romawi, dan mereka dapat me-ngalahkan bangsa Romawi, namun tidak sampai menguasai kera-jaan mereka, bahkan sedikit pun dari daerah kekuasaan Romawi. Maka kaum musyrikin Arab pun sangat bergembira dengannya, sedangkan kaum Muslimin bersedih. Maka dari itu Allah menga-barkan kepada mereka dan menjanjikan bahwa bangsa Romawi akan mengalahkan bangsa Persia. ﴾ فِي بِضۡعِ سِنِينَۗ ﴿ "Dalam beberapa tahun lagi," sembilan atau dela-pan tahun lagi, atau semisal hal itu, tidak lebih dari sepuluh tahun lagi dan tidak pula kurang dari tiga tahun; dan sesungguhnya kemenangan bangsa Persia terhadap bangsa Romawi, lalu keme-nangan bangsa Romawi terhadap bangsa Persia semuanya terjadi atas kehendak dan kekuasaanNya. Dari itu Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ لِلَّهِ ٱلۡأَمۡرُ مِن قَبۡلُ وَمِنۢ بَعۡدُۚ ﴿ "Milik Allah-lah urusan sebelum dan sesudahnya," jadi kemenangan dan pertolongan itu tidak hanya sekedar disebab-kan terwujudnya sebab kausalitas (fasilitas dan perlengkapan. Pent), melainkan pasti diiringi oleh qadha` dan qadar. ﴾ وَيَوۡمَئِذٖ ﴿ "Dan di hari." Maksudnya, pada hari bangsa Romawi dapat memenangkan bangsa Persia dan mengalahkan mereka, ﴾ يَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 4 بِنَصۡرِ ٱللَّهِۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُۖ ﴿ "bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dike-hendakiNya." Maksudnya, mereka bergembira dengan kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia, sekalipun semuanya adalah orang-orang kafir, akan tetapi sebagian keburukan (suatu kaum) itu lebih ringan daripada (keburukan dari kaum) yang lain. Dan pada saat itu pula kaum musyrikin berduka cita. ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa," Yang memilki keperkasaan yang de-ngannya Dia menaklukkan seluruh makhluk; Dia memberikan kekuasaan (kerajaan) kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan mencopot kekuasaan dari siapa yang Dia kehendaki, Dia memulia-kan siapa saja yang Dia kehendaki dan menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang" terhadap hamba-hambaNya yang beriman, yang mana Dia menyediakan segala sebab kausalitas yang dapat membuat mereka bahagia, dan meno-long mereka yang sama sekali di luar perhitungan.

(6) ﴾ وَعۡدَ ٱللَّهِۖ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ وَعۡدَهُۥ ﴿ "Sebagai janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya," maka dari itu yaki-nilah hal itu dan pastikanlah; dan ketahuilah bahwasanya yang demikian itu pasti terjadi. Setelah ayat-ayat ini diturunkan, yang di dalamnya terdapat janji ini, maka kaum Muslimin pun langsung membenarkannya, sedangkan orang-orang kafir mendustakannya hingga sebagian kaum Muslimin dan sebagian kaum musyrikin melakukan taruhan dalam waktu beberapa tahun yang telah me-reka tentukan. Maka setelah masa yang telah ditetapkan oleh Allah tiba, bangsa Romawi memperoleh kemenangan atas bangsa Persia, dan Romawi berhasil mengusir mereka dari daerah-daerah mereka yang sebelumnya diduduki oleh bangsa Persia, dan dengan demi-kian terbuktilah apa yang Allah janjikan. Ini termasuk perkara ghaib yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى sebelum peristiwa ini terjadi, dan ada pada zaman orang-orang yang mana Allah سبحانه وتعالى memberitakan-nya kepada kaum Muslimin dan kaum musyrikin. ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui," bahwa apa yang dijanjikan oleh Allah itu benar. Maka dari itu terdapat seke-lompok manusia di antara mereka yang mendustakan janjiNya dan mendustakan ayat-ayatNya.

(7) Dan mereka, orang-orang yang tidak mengetahui. Mak-sudnya, mereka yang tidak mengetahui esensi sesuatu dan akibat-akibatnya, sebenarnya ﴾ يَعۡلَمُونَ ظَٰهِرٗا مِّنَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia," lalu mereka melihat kepada sebab-musabab dan memastikan kejadian perkara yang sudah terbetik dalam pikiran mereka, yang telah terpenuhi semua sebab musabab keberadaannya; dan mereka meyakini ketidakterjadinya suatu perkara yang mana mereka sama sekali belum melihat keberadaan sebab-sebab yang bisa menimbulkan kejadiannya. Jadi, mereka sangat tergantung kepada sebab-sebab, tanpa melihat kepada (Allah) yang menurunkan sebab-sebabnya, yang bertindak padanya, ﴾ وَهُمۡ عَنِ ٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ غَٰفِلُونَ ﴿ "sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai." Hati mereka, hawa nafsu mereka dan kemauan mereka sudah ter-fokus kepada dunia, kesenangan dan gemerlapnya, lalu berbuat hanya untuk itu, berupaya dan menuju kepadanya, berpaling dan lupa terhadap kehidupan akhirat. Ia sama sekali tidak merindu-kan surga, tidak pula takut akan api neraka, tidak juga berdiri di hadapan Allah dan berjumpa denganNya membuatnya takut dan membuatnya ngeri. Ini adalah tanda kesengsaraan, dan cirinya adalah lalai akan kehidupan akhirat. Yang mengherankan adalah bahwa sesungguhnya kelompok manusia yang satu ini sudah mencapai pada kecerdasan dan ke-pintaran yang sangat tinggi terhadap lahiriah kehidupan dunia hingga sampai pada tingkat mencengangkan akal dan menakjub-kan hati. Mereka bisa memperlihatkan berbagai keajaiban nuklir dan listrik, peralatan transportasi darat, laut dan udara yang de-ngannya mereka menjadi unggul. Mereka berhasil menampakkan dan membanggakan akal mereka, dan mereka memandang bangsa-bangsa lain tidak mampu melakukan apa yang telah ditakdirkan Allah agar mampu mereka lakukan. Maka mereka memandang bangsa lain dengan pandangan hina dan rendah, sedangkan dalam masalah agama mereka merupakan manusia yang paling bodoh dan paling lalai terhadap kehidupan akhirat, serta paling dangkal pengetahuannya terhadap akibat-akibat perbuatan mereka. Mereka telah dilihat oleh orang-orang yang berakal dan ber-pandangan tajam sedang terombang-ambing dalam kejahilan, ter-gelimang dalam kesesatan, terbuai dalam kebatilan. Mereka telah melupakan Allah, maka Allah menjadikan mereka lupa terhadap diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik. Lalu para ahli pikir itu melihat kepada apa yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى dan kemampuan yang Allah anugerahkan kepada mereka (sekelompok manusia itu. Pent) berupa pemikiran-pemikiran yang sangat cang-gih dalam permasalahan dunia dan lahirnya, sedangkan mereka tidak dikaruniai akal yang sangat jenius. Maka para ahli pemikiran yang mendalam (tajam) itu mengetahui bahwasanya segala perkara adalah wewenang Allah dan keputusan terhadap manusia adalah milikNya. Ia tiada lain melainkan hanya taufikNya atau pengabai-anNya. Maka dari itu mereka (para ahli pemikiran yang mendalam) takut kepada Allah, Rabb mereka, dan mereka memohon kepada-Nya semoga Dia berkenan melengkapi cahaya akal dan iman yang telah dianugerahkanNya kepada mereka hingga mereka bisa sampai kepadaNya dan menempati haribaanNya. Semua perkara di atas, kalau saja disertai iman dan dibangun di atasnya, tentu ia akan membuahkan kemajuan yang sangat tinggi dan kehidupan yang baik. Akan tetapi, karena kebanyakannya dibangun di atas landasan ilhad (kekafiran), maka ia tidak membuahkan sesuatu ke-cuali dekadensi moral dan segala sebab kebinasaan dan kehancuran.

30:8–10Page 405

أَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۗ مَّا خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَآ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَأَجَلٖ مُّسَمّٗىۗ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِ بِلِقَآيِٕ رَبِّهِمۡ لَكَٰفِرُونَ ٨

Do they not contemplate within themselves?1 Allāh has not created the heavens and the earth and what is between them except in truth and for a specified term. And indeed, many of the people, in the meeting with their Lord, are disbelievers.

أَوَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ كَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنۡهُمۡ قُوَّةٗ وَأَثَارُواْ ٱلۡأَرۡضَ وَعَمَرُوهَآ أَكۡثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ٩

Have they not traveled through the earth and observed how was the end of those before them? They were greater than them in power, and they plowed [or excavated] the earth and built it up more than they [i.e., the Makkans] have built it up, and their messengers came to them with clear evidences. And Allāh would not ever have wronged them, but they were wronging themselves.

ثُمَّ كَانَ عَٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔواْ ٱلسُّوٓأَىٰٓ أَن كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَكَانُواْ بِهَا يَسۡتَهۡزِءُونَ ١٠

Then the end of those who did evil was the worst [consequence] because they denied the signs of Allāh and used to ridicule them.

"Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Rabbnya. Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka. Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta me-makmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmur-kan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zhalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang ber-laku zhalim kepada diri sendiri. Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah, dan mereka selalu memperolok-oloknya." (Ar-Rum: 8-10).

(8) Maksudnya, mengapa orang-orang yang mendustakan para utusan Allah dan perjumpaan denganNya tidak merenung-kan ﴾ فِيٓ أَنفُسِهِمۗ ﴿ "tentang diri mereka?" Karena sesungguhnya pada diri mereka terdapat tanda-tanda yang dengannya mereka dapat mengetahui bahwa yang telah mengadakan (menciptakan) mereka dari ketiadaan akan menghidupkan mereka kembali sesudah itu; dan bahwa (Tuhan) yang telah memindahkan mereka dari satu fase ke fase lain, dari sperma menjadi segumpal darah, lalu men-jadi segumpal daging, lalu menjadi sesosok manusia, lalu Dia telah meniupkan ruh padanya, lalu menjadikannya bayi, lalu berubah menjadi remaja, lalu menjadi orang dewasa, lalu menjadi tua renta, sangat tidak laik kalau membiarkan mereka terlantar begitu saja, mereka tidak dilarang, tidak diperintah, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. ﴾ مَّا خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَآ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ ﴿ "Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar," yaitu untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang terbaik amalnya, ﴾ وَأَجَلٖ مُّسَمّٗىۗ ﴿ "dan waktu yang ditentukan." Maksud-nya, waktu menetap tinggalnya dibatasi dengan waktu yang de-ngannya dunia akan sirna dan datang kemudian kiamat (kebang-kitan), bumi diganti dengan bumi lain dan demikian pula langit. ﴾ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِ بِلِقَآيِٕ رَبِّهِمۡ لَكَٰفِرُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Rabbnya." Maka dari itu mereka tidak bersiap-siap untuk perjumpaan dengan-Nya dan tidak membenarkan para RasulNya yang memberitakan tentang pertemuan denganNya.

(9) Kekafiran tersebut dilakukan tanpa landasan dalil. Seba-liknya, dalil-dalil yang pasti membuktikan kepastian kebangkitan (sesudah kematian) dan pembalasan. Maka dari itu Allah meng-ingatkan mereka supaya berjalan di muka bumi ini dan memper-hatikan akibat buruk yang menimpa orang-orang yang telah men-dustakan para Rasul dan menyalahi perintah mereka, yaitu mereka adalah orang-orang yang lebih kuat daripada mereka dan lebih banyak pengelolaannya di bumi ini, seperti pembangunan istana, pabrik-pabrik, menanam pohon-pohon, bercocok tanam dan meng-adakan pengairan sungai, namun kekuatan mereka itu sama sekali tidak dapat menolong mereka, dan kejayaan mereka tidak berguna bagi mereka saat mereka mendustakan para rasul yang datang ke-pada mereka dengan mukjizat-mukjizat yang membuktikan yang haq dan kebenaran apa yang mereka bawa. Sesungguhnya ketika mereka memperhatikan jejak mereka (orang-orang yang telah mendustakan para rasul itu. Pent) maka mereka tidak menjumpai kecuali umat-umat yang telah binasa, manusia-manusia yang telah musnah, puing-puing rumah pening-galan mereka yang sepi. Dan suatu cercaan dari manusia (yang datang berikutnya) terhadap mereka terus berlanjut. Ini adalah balasan yang disegerakan, sebagai contoh bagi pembalasan ukhrawi dan permulaannya. Semua bangsa yang dibinasakan itu sama sekali tidak dizhalimi oleh Allah dengan pembinasaan tersebut, melain-kan sebenarnya merekalah yang telah menzhalimi diri mereka sen-diri dan telah melakukan sebab-sebab dalam kebinasaan mereka.

(10) ﴾ ثُمَّ كَانَ عَٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔواْ ﴿ "Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan" maksudnya, orang-orang yang berbuat keja-hatan, ﴾ ٱلسُّوٓأَىٰٓ ﴿ "adalah yang lebih buruk," yakni keadaan yang buruk lagi sangat keji, dan hal itu mendorong mereka untuk ﴾ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَكَانُواْ بِهَا يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya." Ini adalah hukuman terhadap kejahatan dan dosa-dosa mereka. Kemudian perolok-olokan dan pendustaan itu menjadi sebab bagi munculnya siksaan yang lebih besar dan lebih mengenaskan.

30:11–16Page 405

ٱللَّهُ يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ١١

Allāh begins creation; then He will repeat it; then to Him you will be returned.

وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُبۡلِسُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ١٢

And the Day the Hour appears the criminals will be in despair.

وَلَمۡ يَكُن لَّهُم مِّن شُرَكَآئِهِمۡ شُفَعَٰٓؤُاْ وَكَانُواْ بِشُرَكَآئِهِمۡ كَٰفِرِينَ ١٣

And there will not be for them among their [alleged] partners any intercessors, and they will [then] be disbelievers in their partners.

وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوۡمَئِذٖ يَتَفَرَّقُونَ ١٤

And the Day the Hour appears - that Day they will become separated.

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَهُمۡ فِي رَوۡضَةٖ يُحۡبَرُونَ ١٥

And as for those who had believed and done righteous deeds, they will be in a garden [of Paradise], delighted.

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَلِقَآيِٕ ٱلۡأٓخِرَةِ فَأُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ ١٦

But as for those who disbelieved and denied Our verses and the meeting of the Hereafter, those will be brought into the punishment [to remain].

"Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali; kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa. Dan sekali-kali tidak ada pemberi syafa'at bagi mereka dari berhala-berhala me-reka, dan mereka mengingkari berhala mereka itu. Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-go-longan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (al-Qur`an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap dihadirkan di dalam siksaan (neraka)." (Ar-Rum: 11-16).

(11-13) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwasanya hanya Dia-lah yang memulai penciptaan seluruh makhluk, kemudian Dia akan mengembalikan mereka, kemudian kepadaNya mereka akan di-kembalikan sesudah mereka dihidupkan kembali untuk memberi balasan atas amal perbuatan mereka. Maka dari itu Dia menyebut-kan balasan untuk para pelaku kejahatan (keburukan) dan kemu-dian balasan bagi para pelaku kebajikan, seraya berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ ﴿ "Dan pada hari terjadinya kiamat," yaitu hari bangkitnya manu-sia kepada Allah Rabb semesta alam (dan mereka melihat)[47] kiamat dengan mata kepala, pada hari itu, ﴾ يُبۡلِسُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa." Maksudnya, mereka berputus asa dari segala kebaikan. Hal itu karena mereka tidak mempersiapkan untuk hari itu kecuali perbuatan jahat, yaitu dosa-dosa berupa kekafiran, syirik dan berbagai maksiat. Maka tatkala mereka telah melakukan segala sebab siksaan dan mereka belum pernah men-campurinya dengan sebab-sebab pahala sedikit pun, maka mereka berputus asa, berputus harapan, merasa sangat rugi, dan semua yang mereka ada-adakan, seperti manfaat para sekutu dan para sekutu diyakini bisa memberikan syafa'at sudah menjadi sia-sia. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَلَمۡ يَكُن لَّهُم مِّن شُرَكَآئِهِمۡ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada (sekutu) berhala bagi mereka" yang telah mereka sembah bersama penyembahan Allah, ﴾ شُفَعَٰٓؤُاْ وَكَانُواْ بِشُرَكَآئِهِمۡ كَٰفِرِينَ ﴿ "yang memberi syafa'at; dan mereka mengingkari berhala mereka itu," orang-orang musyrik berlepas diri dari sesembahan-sesembahan yang mereka persekutukan kepada Allah, dan para sesembahan itu pun berlepas diri, dan mereka berkata, "Kami berlepas diri kepadaMu, dan bukan kepada kami mereka dahulu menyembah (beribadah)." Mereka mengutuk dan menjauh.

(14-16) Pada hari itu, terpisahlah para pelaku kebajikan dari para pelaku keburukan, sebagaimana telah terpisah amal perbuatan mereka di dunia. ﴾ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih." Maksudnya, mereka beriman dengan sepenuh hati mereka dan membenarkan-nya dengan amal-amal shalih, ﴾ فَهُمۡ فِي رَوۡضَةٖ ﴿ "maka mereka di dalam taman," yang penuh dengan berbagai aneka tumbuh-tumbuhan dan berbagai hal yang digandrungi jiwa ﴾ يُحۡبَرُونَ ﴿ "bergembira," maksudnya, merasa senang dan menikmati berbagai makanan lezat, berbagai minuman, bidadari-bidadari cantik jelita, para pelayan, anak-anak, suara-suara merdu, pendengaran yang mengasyikkan, pemandangan-pemandangan yang sangat memukau, aroma-aroma wangi yang sedap, kegembiraan, kesenangan, kelezatan dan kesu-kaan, dari hal-hal yang tidak mungkin dapat diungkapkan oleh seseorang. ﴾ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Adapun orang-orang yang kafir," yang menging-kari nikmatNya dan membalasnya dengan keingkaran, ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dan mendustakan ayat-ayat Kami," yang dibawa oleh para utusan Kami, ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ ﴿ "maka mereka tetap dihadirkan di dalam siksaan," berada di dalamnya. Mereka telah dikepung oleh Jahanam dari segala penjuru, dan azab yang sangat pedih pun menusuk ke dalam jantung mereka, dan bara api panas menghanguskan wajah mereka dan memotong-motong lambung dan usus mereka. Mana perbedaan antara dua kelompok manusia ini? Di mana letak kesa-maan antara orang-orang yang mendapat kenikmatan dan orang-orang yang disiksa?

30:17–19Page 406

فَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ حِينَ تُمۡسُونَ وَحِينَ تُصۡبِحُونَ ١٧

So exalted is Allāh when you reach the evening and when you reach the morning.

وَلَهُ ٱلۡحَمۡدُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَعَشِيّٗا وَحِينَ تُظۡهِرُونَ ١٨

And to Him is [due all] praise throughout the heavens and the earth. And [exalted is He] at night and when you are at noon.

يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَيُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّ وَيُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ وَكَذَٰلِكَ تُخۡرَجُونَ ١٩

He brings the living out of the dead and brings the dead out of the living and brings to life the earth after its lifelessness. And thus will you be brought out.1

"Maka Mahasuci Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu Shubuh, dan bagiNya-lah segala puji di langit dan bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zhuhur. Dia mengeluar-kan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)." (Ar-Rum: 17-19).

(17-18) Ini adalah informasi tentang kesucian Allah dari keburukan dan kekurangan, kesucianNya dari keserupaan sese-orang dari makhluk denganNya; dan suatu perintah kepada hamba-hambaNya agar bertasbih (menyucikanNya) di saat mereka berada di waktu petang dan di saat mereka berada di waktu Shubuh, waktu senja dan waktu siang hari. Inilah lima waktu yang meru-pakan waktu-waktu shalat lima waktu. Allah memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk bertasbih dan memujiNya pada waktu-waktu tersebut, dan termasuk dalam hal ini adalah yang wajib darinya, seperti yang tercakup dalam shalat lima waktu, dan yang disunnahkan seperti dzikir pagi dan sore hari, dzikir seusai shalat wajib dan shalat-shalat sunnah yang menyertainya. Karena sesungguhnya waktu-waktu tersebut adalah yang dipilih oleh Allah سبحانه وتعالى untuk waktu-waktu (shalat) wajib, ia merupakan waktu yang paling utama. Maka bertasbih dan bertahmid dalam waktu itu serta beribadah padanya lebih utama daripada pada waktu-waktu yang lain. Bahkan ibadah, sekalipun tidak mencakup bacaan "Subhanallah," maka sesungguhnya keikhlasan di dalam ibadah tersebut merupakan penyucian Allah dengan perbuatan (dari) keberadaanNya mempunyai sekutu dalam ibadah, atau (dari) keberhakan seorang di antara makhluk untuk mendapatkan apa yang berhak untukNya, seperti ikhlas dan inabah.

(19) ﴾ يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati" sebagaimana mengeluarkan tumbuh-tumbuhan dari tanah yang gersang, dan tunas dari biji, pohon dari benih, anak burung dari telur, orang Mukmin dari orang kafir, dan seterusnya,﴾ وَيُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّ ﴿ "dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup," kebalikan dari hal-hal tersebut, ﴾ وَيُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ ﴿ "dan menghidupkan bumi sesudah matinya," dengan menurunkan hujan padanya ketika tanah itu kering kerontang. Lalu setelah air turun di atasnya, hidup dan suburlah tanah itu dan menumbuhkan berbagai macam tumbuhan yang indah. ﴾ وَكَذَٰلِكَ تُخۡرَجُونَ ﴿ "Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan," dari kubur kalian. Ini adalah dalil (bukti) yang pasti dan argumen yang sangat telak yang menunjukkan bahwa Dzat yang telah mampu meng-hidupkan bumi setelah kegersangannya, maka (pasti) kuasa meng-hidupkan kembali orang-orang yang sudah mati. Maka tidak ada bedanya dalam pandangan akal yang sehat antara dua perkara tersebut, dan tidak ada alasan untuk memungkiri salah satunya dengan keberadaan yang lain.

30:20–21Page 406

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٞ تَنتَشِرُونَ ٢٠

And of His signs is that He created you from dust; then, suddenly you were human beings dispersing [throughout the earth].

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢١

And of His signs is that He created for you from yourselves mates that you may find tranquility in them; and He placed between you affection and mercy. Indeed in that are signs for a people who give thought.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia men-ciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. Dan di antara tanda-tanda kekua-saanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguh-nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar-Rum: 20-21).

(20) Ini adalah permulaan dalam menghitung tanda-tanda-Nya yang membuktikan keesaanNya dalam ilahiyah, keparipurna-an keagunganNya, berlakunya masyi`ah (kehendak)Nya, kehebatan kekuasaanNya, keindahan ciptaanNya, keluasan rahmat dan karu-niaNya, seraya berfirman, ﴾ وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٖ ﴿ "Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah," yaitu dengan menciptakan asal-usul keturunan, yaitu Adam عليه السلام, ﴾ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٞ تَنتَشِرُونَ ﴿ "kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak." Maksudnya, yang telah menciptakan kalian dari satu sumber asal dan satu materi dan mengembangbiakkan kalian di berbagai penjuru dan sudut bumi. Dalam hal seperti itu terdapat tanda-tanda yang menunjuk-kan kepada kalian bahwa yang telah menciptakan kalian dari asal-usul tersebut dan menyebarluaskan kalian di berbagai bumi adalah Rabb Sembahan (Yang haq), Yang Maharaja, yang Maha Terpuji, Yang Maha Penyayang lagi Maha Pemurah, yang akan mengulangi penciptaan kalian dengan kebangkitan setelah kematian.

(21) ﴾ وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ ﴿ "Dan di antara tanda-tandaNya," yang mem-buktikan rahmatNya, perhatianNya terhadap hamba-hambaNya, kebijaksanaanNya yang agung dan ilmuNya yang mencakup se-gala sesuatu, ﴾ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri," mereka yang serasi dengan kalian, dan kalian serasi dengan mereka, mereka serupa dengan kalian dan kalian serupa dengan mereka, ﴾ لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ ﴿ "supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang," dengan memberikan pada pernikahan itu berbagai sebab yang dapat mendatangkan rasa kasih dan sayang, sehingga dengan adanya istri dapat merasakan kenikmatan, kelezatan dan manfaat dengan adanya anak-anak, mengasuh mereka dan dapat merasakan kedamaian padanya. Anda biasanya tidak akan menjumpai pada seseorang rasa kasih dan sayang seperti yang dapat dirasakan oleh kedua suami istri ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir," yaitu mereka yang mengaktifkan akal pikiran mereka, merenungkan ayat-ayat Allah dan berpindah (dalam merenung) dari sesuatu ke suatu yang lain.

30:22Page 406

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ خَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفُ أَلۡسِنَتِكُمۡ وَأَلۡوَٰنِكُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡعَٰلِمِينَ ٢٢

And of His signs is the creation of the heavens and the earth and the diversity of your languages and your colors. Indeed in that are signs for those of knowledge.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah mencip-takan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ter-dapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." (Ar-Rum: 22).

(22) Orang-orang yang mengetahui (orang alim) adalah para ahli ilmu yang memahami pelajaran-pelajaran dan merenung-kan ayat-ayat. Ayat-ayat dalam masalah ini banyak, di antara ayat-ayat(Nya) adalah penciptaan ﴾ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "langit dan bumi" dan segala apa yang ada di dalamnya, bahwasanya semua itu mem-buktikan pada keagungan kekuasaan Allah dan kesempurnaan keperkasaanNya, yang telah menciptakan makhluk (ciptaan) yang agung ini, dan kesempurnaan hikmahNya karena ketelitian yang terkandung dalam ciptaan tersebut, serta kemahaluasan ilmuNya. Sebab, Sang Pencipta pasti mengetahui makhluk yang diciptakan-Nya. ﴾ أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ ﴿ "Ketahuilah, Yang menciptakan itu mengetahui." (Al-Mulk: 14). Juga (tanda bukti) liputan rahmat dan karuniaNya, karena di dalam semua itu terdapat manfaat yang sangat besar, dan bahwa-sanya Dia yang berkehendak yang memilih apa saja yang Dia ke-hendaki, karena pada rahmat dan karuniaNya terdapat berbagai keunggulan dan keistimewaan; dan bahwa Dia semata yang berhak disembah dan diesakan, sebab hanya Dia Yang Maha Esa yang menciptakan, maka dari itu wajib diesakan dengan ibadah. Semua itu adalah dalil-dalil rasional yang diingatkan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada akal, diperintahkan olehNya untuk direnungkan dan diambil pelajarannya ﴾ و َ ﴿ "dan" demikian pula pada,﴾ ٱخۡتِلَٰفُ أَلۡسِنَتِكُمۡ وَأَلۡوَٰنِكُمۡۚ ﴿ "berlain-lainannya bahasamu dan warna kulitmu," ber-dasarkan banyaknya jumlah kalian dan berbeda-bedanya kalian, padahal asal usulnya satu (sama), dan tempat keluarnya huruf pun sama. Sekalipun demikian adanya, namun Anda tidak akan menjumpai dua suara (manusia) sama dari segala sisi, dan tidak pula dua warna kulit yang serupa dari segala sisi, melainkan Anda pasti menemukan perbedaan di antara semua itu yang dengannya bisa dibedakan. Ini semua menunjukkan kemahasempurnaan kekuasaanNya, kehebatan masyi`ahNya, perhatianNya kepada hamba-hambaNya dan rahmat (kasih-sayang)Nya kepada mereka. Dia menetapkan perbedaan tersebut agar tidak terjadi kesamaran, karena akan ber-akibat fatal (kekacauan) dan akan banyak tujuan-tujuan mulia dan kebutuhan yang akan terabaikan.

30:23Page 406

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبۡتِغَآؤُكُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ ٢٣

And of His signs is your sleep by night and day and your seeking of His bounty. Indeed in that are signs for a people who listen.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan." (Ar-Rum: 23).

(23) Maksudnya, mendengarkan dengan penuh perenungan dan menghayati makna-maknanya. Tanda-tanda itu ada pada semua itu. Sesungguhnya yang demikian itu membuktikan (me-nunjukkan) rahmat Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana difirmankanNya dalam ayat yang lain, ﴾ وَمِن رَّحۡمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ 73 ﴿ "Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepadaNya." (Al-Qashash: 73). Dan menunjukkan akan kesempurnaan hikmah (kebijaksana-an)Nya, sebab hikmahNya menuntut ketenangan manusia pada suatu waktu agar mereka bisa beristirahat dan berkumpul. Dan pertebaran mereka pada satu waktu untuk menunaikan berbagai maslahat agama dan dunia mereka, dan itu semua tidak akan bisa dilaksanakan secara sempurna kecuali dengan adanya silih bergan-tinya siang dan malam; dan Yang Esa melakukan semua itu adalah yang berhak diibadahi.

30:24Page 406

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَيُحۡيِۦ بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ٢٤

And of His signs is [that] He shows you the lightning [causing] fear and aspiration, and He sends down rain from the sky by which He brings to life the earth after its lifelessness. Indeed in that are signs for a people who use reason.

"Dan di antara tanda-tandaNya, Dia memperlihatkan kepa-damu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang memperguna-kan akalnya." (Ar-Rum: 24).

(24) Maksudnya, dan di antara tanda-tandaNya adalah Dia menurunkan hujan kepada kalian, yang dengannya negeri dan manusia menjadi hidup. Dan Dia memperlihatkan kepada kalian mukadimah-mukadimahnya (tanda-tanda awal. Pent.) berupa petir dan kilat yang ditakuti (oleh malaikat), namun diharapkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda" yang menunjukkan betapa meratanya karunia-Nya, betapa luasnya ilmuNya, betapa sempurnanya kecermatanNya dan keagungan hikmahNya; dan bahwa Dia dapat menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati, sebagaimana Dia kuasa menghidupkan kembali tanah setelah sebelumnya kering kerontang (tandus, mati), ﴾ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ﴿ "bagi kaum yang mempergunakan akal-nya," maksudnya, bagi orang-orang yang mempunyai akal pikiran yang dengannya mereka dapat memahami apa yang didengarnya, dilihatnya dan dihafalnya, dan dengannya akal itu dapat membukti-kan terhadap sesuatu yang telah menjadi dalilnya.

30:25–27Page 407

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلۡأَرۡضُ بِأَمۡرِهِۦۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمۡ دَعۡوَةٗ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ إِذَآ أَنتُمۡ تَخۡرُجُونَ ٢٥

And of His signs is that the heaven and earth stand [i.e., remain] by His command. Then when He calls you with a [single] call from the earth, immediately you will come forth.

وَلَهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ كُلّٞ لَّهُۥ قَٰنِتُونَ ٢٦

And to Him belongs whoever is in the heavens and earth. All are to Him devoutly obedient.

وَهُوَ ٱلَّذِي يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِۚ وَلَهُ ٱلۡمَثَلُ ٱلۡأَعۡلَىٰ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢٧

And it is He who begins creation; then He repeats it, and that is [even] easier for Him. To Him belongs the highest description [i.e., attribute] in the heavens and earth. And He is the Exalted in Might, the Wise.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradatNya. Kemudian apabila Dia me-manggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur). Dan kepunyaanNya-lah siapa saja yang ada di langit dan bumi. Semuanya hanya kepadaNya tunduk. Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan 'menghidupkan-nya kembali' itu adalah lebih mudah bagiNya. Dan bagiNya-lah sifat yang Mahatinggi di langit dan bumi; dan Dia-lah Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana." (Ar-Rum: 25-27).

(25) Maksudnya, di antara tanda-tandaNya yang sangat besar adalah bahwa langit dan bumi ini tegak, terpancang dan kokoh karena perintahNya, hingga keduanya tidak goyah, dan langit tidak jatuh menimpa bumi. Jadi kekuasaanNya sangat besar yang denganNya Dia menahan langit dan bumi sehingga tidak binasa, dan dengannya pula Dia kuasa apabila Dia menyeru ma-nusia dengan satu seruan dari bumi, maka dengan seketika mereka keluar. ﴾ لَخَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ أَكۡبَرُ مِنۡ خَلۡقِ ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ 57 ﴿ "Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Ghafir: 57).

(26) ﴾ وَلَهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Dan kepunyaanNya-lah siapa saja yang ada di langit dan bumi," semuanya adalah ciptaanNya, dan hamba-hambaNya. Dia-lah yang berwenang mengendalikan mereka tanpa ada pesaing, penolong ataupun penentang; semua mereka tunduk kepada keagunganNya, patuh kepada kesempurnaanNya.

(27) ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ ﴿ "Dan Dia-lah yang mencipta-kan manusia dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidup-kan)nya kembali, dan ia." Maksudnya, dan Dia menghidupkannya kembali sesudah kematian mereka ﴾ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِۚ ﴿ "adalah lebih mudah bagiNya," daripada memulai penciptaan mereka. Ini bila dilihat dari kacamata akal dan pikiran. Maka apabila Dia kuasa memulai penciptaan yang kalian akui itu, maka kekuasaanNya untuk meng-ulangi (menghidupkan kembali) yang lebih mudah itu adalah tentu lebih mudah dan lebih mudah lagi! Setelah Allah menjelaskan tanda-tandaNya yang sangat luar biasa yang bisa diambil pelajarannya oleh orang-orang yang meng-ambil pelajaran, diingat oleh orang-orang Mukmin dan diambil analisa oleh orang-orang yang mendapat petunjuk, maka Allah menjelaskan perkara yang sangat besar dan tuntutan yang sangat agung, seraya berfirman, ﴾ وَلَهُ ٱلۡمَثَلُ ٱلۡأَعۡلَىٰ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Dan bagiNya-lah sifat yang Mahatinggi di langit dan bumi," maksudnya, al-Matsal al-A'la adalah segala sifat kesempurnaan, dan kesempurnaan (secara maksimal) dari sifat tersebut, kecintaan dan inabah yang penuh lagi sempurna di dalam hati hamba-hambaNya yang tulus, dzikir yang mulia dan ibadah dari mereka. Jadi, al-matsal al-a`lâ adalah sifatNya yang tertinggi dan apa yang menjadi konsekuensinya. Maka dari itu para ahli ilmu menggunakan Qiyasul-aulâ (analogi lebih berhak) dalam hak Allah Sang Pencipta, maka mereka menga-takan, "Semua sifat kesempurnaan yang ada pada makhluk, maka Penciptanya lebih berhak memiliki sifat tersebut dengan catatan: Tidak ada seorang pun yang menyekutuiNya. Dan setiap sifat ke-lemahan (kekurangan) yang ada pada makhluk, maka Allah suci darinya." Karena kesucian Sang Khaliq dari sifat lemah tersebut adalah lebih utama dan lebih pantas. ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." Maksudnya, kepunyaanNya-lah keperkasaan yang sempurna, kebijaksanaan yang Mahaluas. Dengan keperkasaanNya Dia menciptakan semua makhluk ini dan Dia menampakkan apa saja yang diperintahkanNya, dan dengan hikmahNya Dia menciptakan dengan rapi, teliti dan sempurna apa yang diciptakanNya, dan benar-benar sangat baik apa yang disyariatkanNya.

30:28–29Page 407

ضَرَبَ لَكُم مَّثَلٗا مِّنۡ أَنفُسِكُمۡۖ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِي مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ فَأَنتُمۡ فِيهِ سَوَآءٞ تَخَافُونَهُمۡ كَخِيفَتِكُمۡ أَنفُسَكُمۡۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ٢٨

He presents to you an example from yourselves. Do you have among those whom your right hands possess [i.e., slaves] any partners in what We have provided for you so that you are equal therein [and] would fear them as your fear of one another [within a partnership]?1 Thus do We detail the verses for a people who use reason.

بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَهۡوَآءَهُم بِغَيۡرِ عِلۡمٖۖ فَمَن يَهۡدِي مَنۡ أَضَلَّ ٱللَّهُۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ ٢٩

But those who wrong follow their [own] desires without knowledge. Then who can guide one whom Allāh has sent astray? And for them there are no helpers.

"Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada di antara hamba-sahaya yang kamu miliki, sekutu bagimu dalam rizki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rizki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada diri-mu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal. Tetapi orang-orang yang zhalim, mengikuti hawa nafsu-nya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka se-orang penolong pun." (Ar-Rum: 28-29).

(28) Ini adalah sebuah perumpamaan yang disampaikan oleh Allah tentang betapa buruk dan kejinya perbuatan syirik; sebuah perumpamaan dari diri kalian sendiri, tidak memerlukan pemecahan (masalah), perjalanan jauh atau mempekerjakan unta, ﴾ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِي مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ ﴿ "Apakah ada di antara hamba-sahaya yang kamu miliki, sekutu bagimu dalam rizki yang telah Kami berikan kepadamu." Maksudnya, apakah ada seseorang di antara budak-budak sahaya kalian yang laki-laki atau yang perempuan yang bersekutu dengan kalian dalam kepemilikan rizki (harta kekayaan) kalian, dan kalian memandang diri kalian sama dengan mereka dalam hal itu; ﴾ تَخَافُونَهُمۡ كَخِيفَتِكُمۡ أَنفُسَكُمۡۚ ﴿ "kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri?" Maksudnya, sebagaimana orang-orang merdeka yang bersekutu dengan sebe-narnya, yaitu orang-orang dikhawatirkan akan mendapatkan bagian dan menguasai segala sesuatunya? Halnya tidak demikian! Sebab sesungguhnya tidak seorang pun dari budak sahaya yang kalian miliki yang menjadi sekutu kalian dalam kepemilikan rizki yang telah Kami anugerahkan ke-pada kalian. Dan juga bukan kalian yang telah menciptakan mereka dan yang memberi mereka rizki. Mereka juga adalah hamba-hamba seperti kalian. Maka bagaimana mungkin kalian rela menjadikan sekutu bagi Allah dari makhluk ciptaanNya, dan kalian menjadi-kannya sekutu dengan Allah dan sebagai tandingan bagiNya dalam ibadah, padahal kalian sendiri tidak rela kalau kalian disamakan dengan budak-budak sahaya kalian? Ini merupakan hal yang paling mengherankan dan merupakan sesuatu yang paling membuktikan betapa piciknya orang yang mengangkat sekutu bagi Allah, dan bahwa sekutu yang diangkatnya itu palsu lagi sirna, sama sekali tidak setara dengan Allah dan tidak berhak diibadahi sedikit pun. ﴾ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu," menjelaskannya lengkap dengan perumpamaannya, ﴾ لِقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ﴿ "bagi kaum yang mengerti" hakikat sesuatu, dan mereka mengeta-huinya. Adapun orang yang tidak berakal (tidak paham), sekalipun ayat-ayat telah dijelaskan dan dibuktikan oleh berbagai bukti, maka ia tidak mempunyai akal untuk mengetahui sesuatu yang telah menjadi jelas, dan tidak pula mempunyai hati nurani yang dengan-nya ia bisa mengerti sesuatu yang sudah menjadi nyata. Jadi, orang-orang yang berakal dan bercendikia adalah orang yang menjadi sasaran tujuan konteks pembicaraan dan pembahasan.

(29) Apabila sudah diketahui dari perumpamaan di atas bahwa orang yang mengambil sekutu dari selain Allah yang ia sembah dan bertawakal kepadanya dalam segala urusannya, maka ia sama sekali tidak memiliki kebenaran. Apa gerangan yang telah membuat mereka lancang melakukan perkara yang batil (palsu) yang sangat jelas kepalsuannya, sudah tampak buktinya? Yang membuat mereka melakukan semua itu adalah sikap menurut hawa nafsu. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَهۡوَآءَهُم بِغَيۡرِ عِلۡمٖۖ ﴿ "Tetapi orang-orang yang zhalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan," mereka diseret oleh nafsu mereka yang lemah itu, yang dari kelemahannya tampak apa yang disukai oleh hawa nafsunya, suatu perkara yang diyakini secara pasti akan kesesatan-nya oleh akal, dan ditolak oleh fitrah tanpa dilandasi ilmu yang menunjukkan mereka padanya ataupun burhan (argumen) yang membimbing mereka kepadanya, ﴾ فَمَن يَهۡدِي مَنۡ أَضَلَّ ٱللَّهُۖ ﴿ "maka siapa-kah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah?" Maksud-nya, jangan heran akan ketiadaan hidayah mereka, karena sesung-guhnya mereka disesatkan oleh Allah karena kezhaliman mereka; dan tidak ada jalan untuk memberi hidayah kepada orang yang disesatkan Allah, karena tidak ada seorang pun yang dapat mela-wan Allah atau merampas kerajaanNya. ﴾ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ ﴿ "Dan tiada-lah bagi mereka seorang penolong pun," yang bisa menolong mereka saat keputusan azab diputuskan terhadapnya, dan terputuslah semua hubungan dan ikatan dari mereka.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском