As-Sa'diAr‑Rum · 30:30–54

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Ar-Rum 30:30–54

30:30–32Page 407

فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٠

So direct your face [i.e., self] toward the religion, inclining to truth. [Adhere to] the fiṭrah1 of Allāh upon which He has created [all] people. No change should there be in the creation of Allāh.2 That is the correct religion, but most of the people do not know.

۞ مُنِيبِينَ إِلَيۡهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٣١

[Adhere to it], turning in repentance to Him, and fear Him and establish prayer and do not be of those who associate others with Allāh

مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمۡ وَكَانُواْ شِيَعٗاۖ كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَيۡهِمۡ فَرِحُونَ ٣٢

[Or] of those who have divided their religion and become sects, every faction rejoicing in what it has.1

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertaubat kepadaNya, dan bertakwalah kepadaNya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka, dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (Ar-Rum: 30-32).

(30) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk ikhlas kepadaNya dalam seluruh keadaan dan menegakkan agamaNya, seraya berfirman, ﴾ فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ ﴿ "Maka hadapkanlah wajahmu," maksudnya, pusatkan dan hadapkanlah ia, ﴾ لِلدِّينِ ﴿ "kepada agama" yaitu Islam, iman dan ihsan, dengan cara menghadap dengan hati, niat dan jasadmu untuk menegakkan ajaran-ajaran agama yang nampak, seperti shalat, zakat, puasa, haji dan yang serupa dengannya, dan ajaran-ajarannya yang batin (tidak tampak) seperti cinta, rasa takut, berha-rap, berinabah; dan bersikap ihsan dalam seluruh ajaran yang lahir dan yang batin, yaitu dengan cara beribadah kepada Allah hingga seakan-akan Anda melihatNya; dan jika Anda tidak bisa melihat-Nya, maka (dengan keyakinan) bahwa Dia melihatmu. Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan penegakan wajah, sebab mengha-dapnya wajah itu mengikuti konsentrasinya hati, dan usaha badan akan melahirkan dua hal tersebut. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ حَنِيفٗاۚ ﴿ "Dengan lurus," maksudnya, menghadap sepenuhnya ke-pada Allah dalam hal itu dalam keadaan berpaling dari selainNya. Perkara yang diperintahkan kepada kita ini adalah, ﴾ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ ﴿ "fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu," dan Allah telah menempatkan keindahan ajaran-ajaran agama tersebut di dalam akal mereka, dan pandangan buruk kepada yang lain. Karena sesungguhnya seluruh hukum syariat yang lahir dan yang batin, telah ditempatkan oleh Allah kecenderungan padanya di dalam hati seluruh manusia. Allah meletakkan di dalam hati mereka kecintaan kepada yang benar dan sikap mengutamakan yang benar. Inilah hakikat fitrah. Siapa saja yang keluar dari prinsip ini, maka sungguh dia menentang sesuatu yang menimpa fitrah-nya, kemudian yang membuatnya rusak, seperti yang disabdakan oleh Nabi a, كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ. "Setiap anak yang dilahirkan itu dilahirkan atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau menjadikannya Nas-rani atau menjadikannya Majusi."[48] ﴾ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidak ada perubahan pada fitrah Allah," mak-sudnya, tidak seorang pun dapat merubah ciptaan Allah sehingga menjadikan makhluk tidak pada tempat (keadaan) yang telah di-tetapkan oleh Allah. ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Itulah" yang Kami perintahkan kepa-damu, ﴾ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ ﴿ "agama yang lurus." Maksudnya, jalan yang lurus yang dapat mengantar kepada Allah dan kepada kemuliaanNya. Maka sesungguhnya siapa saja yang menegakkan wajahnya kepada agama dengan tulus, maka sesungguhnya dia adalah orang yang berjalan di atas jalan yang lurus dalam seluruh syariat-syariatNya dan jalan-jalanNya, ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui," maka mereka tidak mau mengenal agama yang lurus ini, dan jika pun mereka mengetahuinya, maka mereka tidak akan menelusurinya.

(31) ﴾ مُنِيبِينَ إِلَيۡهِ وَٱتَّقُوهُ ﴿ "Dengan kembali bertaubat kepadaNya, dan bertakwalah kepadaNya," ia adalah tafsir (penjelasan) terhadap "menghadapkan wajah kepada agama." Karena sesungguhnya inabah (kembali) itu adalah inabah hati dan ketertarikan faktor pe-nyebabnya kepada hal-hal yang diridhai Allah سبحانه وتعالى, dan konsekuensi dari semua itu adalah amal anggota tubuh dengan tuntutan apa yang ada di dalam hati. Maka hal itu meliputi ibadah-ibadah lahi-riyah dan batiniyah, dan semua itu tidak akan bisa sempurna (ter-laksana) kecuali dengan cara meninggalkan maksiat-maksiat yang lahir dan yang batin. Maka dari itu, Dia berfirman, ﴾ وَٱتَّقُوهُ ﴿ "dan bertakwalah kepadaNya." Ini mencakup pelaksanaan terhadap hal-hal yang diperintahkan dan meninggalkan hal-hal yang dilarang. Di antara hal-hal yang diperintahkan itu, shalat disebutkan secara khusus, karena shalat mengajak kepada inabah dan takwa, sebagai-mana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ ﴿ "Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari yang keji dan mungkar." (Al-Ankabut: 45). Inilah pertolongan shalat untuk bisa bertakwa. Kemudian Dia berfirman, ﴾ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ ﴿ "Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar." (Al-An-kabut: 45). Ini adalah himbauan untuk berinabah (kembali kepada Allah). Dan Dia mengkhususkan pada pondasi larangan, yaitu sesuatu yang mana amal tidak akan diterima bila disertainya. Ia adalah syirik. Maka Dia berfirman, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah," sebab ke-beradaan syirik itu sangat berlawanan dengan inabah yang ruhnya adalah ikhlas dari semua sisi.

(32) Kemudian Allah menjelaskan kondisi orang-orang musyrikin dengan nada mencela dan memburuk-burukkannya, seraya berfirman, ﴾ مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمۡ ﴿ "Yaitu orang-orang yang me-mecah belah agama mereka," padahal agama itu hanya satu, yaitu ketulusan ibadah hanya kepada Allah saja; sedangkan mereka, kaum musyrikin memecah belahnya. Di antara mereka ada yang menyembah patung dan berhala, dan ada pula yang menyembah matahari dan bulan, dan ada juga di antara mereka yang menyem-bah para wali dan orang-orang shalih, dan di antara mereka adalah orang-orang Yahudi, dan ada pula orang-orang Nasrani. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَكَانُواْ شِيَعٗاۖ ﴿ "Dan mereka menjadi beberapa golongan," maksudnya, setiap kelompok dari kelompok-kelompok kesyirikan itu tersesat dan fanatik untuk membela kebatilan yang mereka anut, menentang dan memerangi selain mereka,﴾ كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَيۡهِمۡ ﴿ "Tiap-tiap golongan, dengan apa yang ada pada mereka," berupa ilmu yang menyalahi ilmu para rasul, ﴾ فَرِحُونَ ﴿ "mereka bangga," de-ngannya, mereka mengklaim bahwa apa yang mereka anut itulah yang haq (benar), dan bahwa orang-orang selain mereka berada di atas kebatilan. Dalam uraian di atas terdapat peringatan untuk kaum Mus-limin agar tidak tercerai berai dan terpecah-belah menjadi bergo-long-golongan seperti mereka; setiap golongan fanatik dengan ke-benaran dan kebatilan yang mereka miliki. Kalau demikian maka mereka (kaum Muslimin) menjadi serupa dengan kaum musyrikin dalam berpecah belah. Sesungguhnya agama itu satu, rasul pun satu, sembahan (ilah) juga satu, dan kebanyakan permasalahan agama telah menjadi ijma' di antara para ahli ijtihad dan para pe-muka agama, sedangkan ukhuwwah imaniyah telah diikat kuat oleh Allah سبحانه وتعالى dengan sekuat-kuat ikatan, lalu bagaimana bisa semua itu dibatalkan, kemudian dibangun perpecahan dan pertikaian di antara kaum Muslimin dikarenakan beberapa permasalahan yang rumit atau masalah furu' khilafiyah yang karenanya sebagian mem-vonis sesat sebagian yang lain, dan sebagian membedakan diri dengannya dari kelompok lain? Tidakkah semua ini merupakan adu domba terbesar setan dan angan-angannya yang paling besar yang dengannya ia memperdaya kaum Muslimin? Tidakkah meng-upayakan persatuan kalimat (kesatuan) mereka dan memberantas pertikaian yang ada pada mereka, (pertikaian) yang dibangun di atas prinsip yang palsu itu merupakan jihad yang paling utama fi sabilillah dan merupakan amal yang paling afdhal yang dapat men-dekatkan diri kepada Allah? Setelah Allah memerintahkan berinabah kepadaNya, sedang-kan yang diperintahkan darinya adalah inabah yang bersifat suka-rela, yaitu yang terjadi dalam kondisi sulit dan mudah, kondisi lapang dan sempit, maka Dia menjelaskan inabah yang bersifat ter-paksa, yaitu yang tidak akan ada bersama manusia kecuali pada saat kesempitan dan kesulitan. Lalu, apabila kesempitan itu sudah tidak ada padanya, maka dia membuang inabah itu ke belakang punggungnya. Dan hal seperti ini tidak berguna. Allah berfirman,

30:33–35Page 408

وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرّٞ دَعَوۡاْ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيۡهِ ثُمَّ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنۡهُ رَحۡمَةً إِذَا فَرِيقٞ مِّنۡهُم بِرَبِّهِمۡ يُشۡرِكُونَ ٣٣

And when adversity touches the people, they call upon their Lord, turning in repentance to Him. Then when He lets them taste mercy from Him, at once a party of them associate others with their Lord,

لِيَكۡفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡۚ فَتَمَتَّعُواْ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ٣٤

So that they will deny what We have granted them.1 Then enjoy yourselves, for you are going to know.

أَمۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٗا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُواْ بِهِۦ يُشۡرِكُونَ ٣٥

Or have We sent down to them an authority [i.e., a proof or scripture], and it speaks of what they have been associating with Him?

"Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Rabbnya dengan kembali bertaubat kepadaNya, kemudian apabila Dia merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat dari-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Rabbnya, sehingga mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui. Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang selalu mereka persekutukan dengan Rabb?" (Ar-Rum: 33-35).

(33-34) ﴾ وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرّٞ ﴿ "Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya," (berupa) sakit atau rasa takut dari kematian atau lainnya, niscaya ﴾ دَعَوۡاْ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيۡهِ ﴿ "mereka menyeru Rabbnya dengan kembali bertaubat kepadaNya," mereka melupakan apa yang mereka persekutukan denganNya dalam kondisi itu, karena mereka tahu bahwa tidak ada yang dapat menyingkap bahaya itu kecuali Allah, maka ﴾ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنۡهُ رَحۡمَةً ﴿ "apabila Dia merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat dariNya," Dia menyembuhkan mereka dari sakitnya dan mengamankan mereka dari rasa takut, ﴾ إِذَا فَرِيقٞ مِّنۡهُم ﴿ "tiba-tiba sebagian dari mereka" merusak inabah yang mereka lakukan itu dan mereka mempersekutukanNya dengan sesuatu yang sama sekali tidak dapat membela mereka, tidak pula dapat membuat mereka kaya atau membuat mereka fakir. Semua itu adalah keingkaran terhadap apa yang Allah karuniakan dan anugerahkan kepada mereka, yang mana Dia telah menyelamatkan dan membebaskan mereka dari kesengsaraan dan melepaskan mereka dari kesempitan. Mengapa mereka tidak membalas nikmat mulia dengan bersyukur dan tulus ikhlas (bertauhid) kepadaNya dalam seluruh kondisi?

(35) ﴾ أَمۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٗا ﴿ "Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan," maksudnya, hujjah yang nyata, ﴾ فَهُوَ ﴿ "lalu ia," maksudnya, hujjah yang nyata itu, ﴾ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُواْ بِهِۦ يُشۡرِكُونَ ﴿ "menunjukkan (kebenaran) apa yang selalu mereka persekutukan dengan-Nya," dan mengatakan kepada mereka, "Tetaplah kalian pada ke-syirikan kalian itu dan teruslah kalian dalam keraguan, karena sesungguhnya apa yang kalian anut itulah yang benar, sedangkan apa yang diserukan oleh para rasul kepada kalian itulah yang batil." Lalu apakah hujjah yang nyata itu ada di sisi mereka hingga mengharuskan mereka sangat berpegang teguh kepada kesyirikan? Ataukah dalil-dalil rasional dan syar'i, kitab-kitab samawi, para rasul yang mulia dan para penghulu manusia telah melarang de-ngan sekeras-kerasnya dari semua itu, dan mereka telah memper-ingatkan dari mengikuti jalan-jalannya yang dapat mengantarkan kepadanya, dan mereka telah memvonis kerusakan akal dan agama siapa saja yang melakukannya? Jadi kesyirikan mereka itu tanpa hujjah (argumen yang jelas) dan keterangan yang nyata. Ia sebenar-nya hanyalah hawa nafsu dan bujukan-bujukan setan.

30:36–37Page 408

وَإِذَآ أَذَقۡنَا ٱلنَّاسَ رَحۡمَةٗ فَرِحُواْ بِهَاۖ وَإِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةُۢ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ إِذَا هُمۡ يَقۡنَطُونَ ٣٦

And when We let the people taste mercy, they rejoice therein, but if evil afflicts them for what their hands have put forth, immediately they despair.

أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٣٧

Do they not see that Allāh extends provision for whom He wills and restricts [it]? Indeed in that are signs for a people who believe.

"Dan apabila Kami rasakan suatu rahmat pada manusia, niscaya mereka gembira dengannya. Dan apabila mereka ditimpa suatu keburukan disebabkan apa yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah mela-pangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya dan Dia pula yang menyempitkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman." (Ar-Rum: 36-37).

(36-37) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang tabi'at kebanyakan manusia di dalam kondisi lapang dan sempit, yaitu bahwasanya apabila Allah membuat mereka merasakan suatu rahmat, berupa kesehatan, kekayaan, pertolongan dan lain-lainnya, mereka sangat bergembira dengan penuh kebanggaan dan kesombongan dengan nikmat Allah, bukan dengan penuh rasa syukur. ﴾ وَإِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةُۢ ﴿ "Dan apabila mereka ditimpa suatu keburukan," maksudnya, kondisi yang menyengsarakan mereka, dan itu, ﴾ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ ﴿ "disebabkan apa yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri," dari berbagai maksiat, ﴾ إِذَا هُمۡ يَقۡنَطُونَ ﴿ "tiba-tiba mereka itu berputus asa." Mereka ber-putus asa dari terangkatnya kefakiran, penyakit dan yang serupa dengannya. Ini adalah suatu kebodohan mereka dan tidak adanya pengetahuan. ﴾ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُۚ ﴿ "Dan apakah mereka tidak mem-perhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya, dan Dia pula yang menyempitkan," jadi putus asa setelah mengetahui bahwa kebaikan dan keburukan adalah dari Allah, rizki, kelapangan dan kesempitannya adalah berasal dari takdirNya itu menjadi sia-sia, tidak mempunyai tempat. Maka ja-ngan hanya sekedar memperhatikan sebab kausalitas, wahai orang yang berakal. Akan tetapi jadikanlah penglihatan (perhatian)mu kepada yang menciptakan sebabnya (yaitu Allah. Pent). Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman." Merekalah orang-orang yang mengambil ibrah (pelajaran) dengan kelapangan Allah (untuk memberi kelapangan rizki) kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menahannya; dan dengan itu mereka mengetahui hikmah (kebijaksanaan) Allah سبحانه وتعالى, rahmat dan kemu-rahanNya serta menarik hati untuk memohon kepadaNya dalam seluruh tuntutan rizki.

30:38–39Page 408

فَـَٔاتِ ذَا ٱلۡقُرۡبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلۡمِسۡكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجۡهَ ٱللَّهِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٣٨

So give the relative his right, as well as the needy and the traveler. That is best for those who desire the face [i.e., approval] of Allāh, and it is they who will be the successful.

وَمَآ ءَاتَيۡتُم مِّن رِّبٗا لِّيَرۡبُوَاْ فِيٓ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرۡبُواْ عِندَ ٱللَّهِۖ وَمَآ ءَاتَيۡتُم مِّن زَكَوٰةٖ تُرِيدُونَ وَجۡهَ ٱللَّهِ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُضۡعِفُونَ ٣٩

And whatever you give for interest [i.e., advantage] to increase within the wealth of people1 will not increase with Allāh. But what you give in zakāh,2 desiring the face [i.e., approval] of Allāh - those are the multipliers.3

"Maka berikanlah pada kerabat yang terdekat akan haknya, pada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itu lebih baik bagi orang-orang yang mencari Wajah Allah; dan me-rekalah orang-orang yang beruntung. Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak bertambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu be-rikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencari Wajah Allah, maka merekalah orang-orang yang melipat gandakan." (Ar-Rum: 38-39).

(38) Maksudnya, maka berilah orang yang dekat darimu –berdasarkan kekerabatan dan kebutuhannya– akan haknya yang diwajibkan oleh agama, atau dianjurkan oleh Allah kepadanya berupa nafkah wajib, sedekah, hadiah, kebaikan, salam, memulia-kan, memaafkan kesalahannya, mengampuni kekeliruannya. Dan demikian pula, berilah orang miskin –yang dibuat hina oleh kefa-kiran dan kebutuhan– sesuatu yang dapat menutup kebutuhan-nya dan yang dapat memenuhi keperluannya, seperti memberinya makanan, minuman, dan pakaian. ﴾ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِۚ ﴿ "Dan orang-orang yang dalam perjalanan," yaitu orang asing yang terlantar yang ada di luar negerinya, yang diduga sangat membutuhkan bantuan, se-dangkan dia tidak mempunyai harta (bekal) dan tidak mempunyai pekerjaan, yang dapat mengatur dirinya dengannya di dalam per-jalanannya. Beda dengan orang yang berada di kampung halaman-nya, sekalipun dia tidak mempunyai harta (uang) namun biasanya dia pasti bekerja atau menekuni kegiatan industri dan lain-lain yang dapat memenuhi kebutuhannya. Maka dari itu Allah menentukan bagian zakat untuk orang miskin dan orang musafir. ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Itu," maksudnya, memberi kerabat terdekat, orang miskin dan ibnu sabil (musafir) ﴾ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ ﴿ "lebih baik bagi orang-orang yang mencari," melalui amal itu ﴾ وَجۡهَ ٱللَّهِۖ ﴿ "Wajah Allah," maksudnya, kebaikan yang sangat berharga dan pahala yang besar, sebab ia termasuk amal shalih yang paling utama dan manfaat yang mengalir yang tepat sasaran yang disertai keikhlasan. Jika dimaksudkan bukan untuk mencari Wajah Allah, maka perbuatan itu tidak baik bagi pemberinya, sekalipun menjadi kebaikan dan ber-manfaat bagi orang yang menerimanya, sebagaimana FirmanNya, ﴾ لَّا خَيۡرَ فِي كَثِيرٖ مِّن نَّجۡوَىٰهُمۡ إِلَّا مَنۡ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوۡ مَعۡرُوفٍ أَوۡ إِصۡلَٰحِۭ بَيۡنَ ٱلنَّاسِۚ ﴿ "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia." (An-Nisa`: 114). Pengertiannya adalah bahwa hal-hal yang dikecualikan ini sangat baik karena manfaatnya yang bersifat menular. Akan tetapi siapa yang melakukannya karena mencari keridhaan Allah, niscaya Kami memberinya pahala yang sangat besar. Dan FirmanNya, ﴾ وَأُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Dan mereka" yang melakukan amal-amal kebajikan ini dan yang lainnya karena mencari Wajah Allah ﴾ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ﴿ "adalah orang-orang yang beruntung," yang meraih pahala dari Allah dan yang selamat dari siksaNya.

(39) Setelah Allah menyebutkan amal yang diniatkan untuk mencari WajahNya, berupa pembelanjaan harta, maka di sini Dia menyebutkan amal yang diniatkan untuk tujuan duniawi, seraya berfirman, ﴾ وَمَآ ءَاتَيۡتُم مِّن رِّبٗا لِّيَرۡبُوَاْ فِيٓ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ ﴿ "Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia," maksud-nya, apa pun yang kalian berikan berupa harta lebihan dari kebu-tuhan kalian sedangkan niat kalian adalah supaya ia bertambah. Maksudnya, agar menambah banyak harta kalian, seperti memberi-kannya kepada orang yang kalian beri makan dengan maksud agar dia memberikan ganti kepada kalian dengan yang lebih banyak darinya. Maka amal seperti ini pahalanya tidak berkembang di sisi Allah, karena ketiadaan syaratnya, yaitu ikhlas. Contohnya adalah, amal yang dimaksudkan agar tambah dihormati dan riya` dalam pandangan manusia. Itu semua tidak akan berkembang di sisi Allah. ﴾ وَمَآ ءَاتَيۡتُم مِّن زَكَوٰةٖ ﴿ "Dan apa yang kamu berikan berupa zakat," maksudnya, harta yang membersihkan kalian dari akhlak yang tercela dan menyucikan harta kalian dari sifat bakhil dengannya, dan bertambah dalam menutupi kebutuhan orang yang menerima, ﴾ تُرِيدُونَ ﴿ "yang kamu maksudkan" dengan zakat tersebut ﴾ وَجۡهَ ٱللَّهِ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُضۡعِفُونَ ﴿ "untuk mencari Wajah Allah, maka merekalah orang-orang yang melipatgandakan" maksudnya, orang-orang yang pahala mereka dilipatgandakan, yaitu orang-orang yang pembelanjaan mereka bertambah di sisi Allah, dan ditambah oleh Allah untuk mereka sehingga menjadi sangat banyak. FirmanNya, ﴾ وَمَآ ءَاتَيۡتُم مِّن زَكَوٰةٖ ﴿ "Dan apa yang kamu berikan berupa zakat," menunjukkan bahwa sedekah yang disertai dengan keter-paksaan dari orang yang masih tergantung kepada harta yang di-belanjakan, atau tergantung dengan hutang yang belum ia lunasi dan lebih mengutamakan sedekah atasnya, bahwa yang demikian ini bukan zakat yang karenanya seseorang diberi pahala, dan per-buatannya ini ditolak secara syar'i, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang orang yang dipuji, ﴾ ٱلَّذِي يُؤۡتِي مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ 18 ﴿ "Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan-nya." (Al-Lail: 18). Jadi, tidak semua memberikan harta itu adalah kebaikan, sehingga pemberian itu dilakukan dengan tujuan di atas, yaitu dengan maksud agar si pemberi menjadi bersih.

30:40Page 408

ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ ثُمَّ رَزَقَكُمۡ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡۖ هَلۡ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفۡعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَيۡءٖۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٤٠

Allāh is the one who created you, then provided for you, then will cause you to die, and then will give you life. Are there any of your "partners" who does anything of that? Exalted is He and high above what they associate with Him.

"Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rizki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu kem-bali. Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu siapa yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha-suci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." (Ar-Rum: 40).

(40) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwasanya hanya Dia semata yang menciptakan kalian, memberi rizki kalian, mematikan kalian dan menghidupkan kembali kalian; dan bahwa sesungguhnya tidak seorang pun dari para sekutu yang disembah oleh kaum musyrikin itu yang bersekutu dengan Allah dalam melakukan satu pun dari hal-hal tersebut. Maka bagaimana mereka memperseku-tukan orang (berhala) yang sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa dengan Tuhan yang hanya Dia sendiri yang bisa melakukan hal-hal itu? Maka Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari kesyirikan mereka. Semua itu tidak akan membahayakanNya, dan sesungguh-nya akibat buruknya hanya akan menimpa diri mereka sendiri.

30:41Page 408

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١

Corruption has appeared throughout the land and sea by [reason of] what the hands of people have earned so He [i.e., Allāh] may let them taste part of [the consequence of] what they have done that perhaps they will return [to righteousness].

"Telah nampak kerusakan di darat dan laut disebabkan ka-rena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kem-bali." (Ar-Rum: 41).

(41) Maksudnya, menjadi jelas ﴾ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ ﴿ "kerusakan di darat dan laut." Yaitu, rusaknya kehidupan mereka, berkurang dan terjadinya berbagai wabah penyakit padanya, dan juga pada diri mereka, berupa penyakit, wabah dan lain-lain. Itu semua di-sebabkan apa yang telah dilakukan oleh tangan mereka berupa pekerjaan-pekerjaan yang rusak dan merusak. Yang disebutkan ini ﴾ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ ﴿ "supaya Allah merasa-kan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka." Maksudnya, agar mereka tahu bahwasanya Allah memberikan balasan atas amal perbuatan. Jadi, Allah menyegerakan contoh (terlebih dahulu) dari balasan amal perbuatan mereka di dunia, ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ﴿ "agar mereka kembali," dari perbuatan mereka yang telah menimbulkan kerusak-an bagi mereka sendiri, sehingga keadaan mereka menjadi baik, urusan mereka menjadi benar. Maka Mahasuci Tuhan yang telah memberikan nikmat dengan cobaanNya dan memberikan karunia dengan hukumanNya. Sebab, jika tidak, maka kalau Dia merasakan kepada mereka seluruh balasan (amal) yang mereka lakukan, tentu Dia tidak akan menyisakan satu binatang melata pun (manusia) di muka bumi ini.

30:42Page 409

قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلُۚ كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّشۡرِكِينَ ٤٢

Say, [O Muḥammad], "Travel through the land and observe how was the end of those before. Most of them were associators [of others with Allāh].

"Katakanlah, 'Adakanlah perjalanan di muka bumi dan per-hatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Keba-nyakan dari mereka itu adalah orang-orang musyrik'." (Ar-Rum: 42).

(42) Perintah berjalan di bumi itu mencakup juga (perintah) berjalan dengan fisik dan berjalan dalam hati untuk memperhati-kan dan merenungkan kesudahan-kesudahan orang-orang terda-hulu (bahwa), ﴾ كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّشۡرِكِينَ ﴿ "kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang musyrik," kalian menjumpai kesudahan mereka adalah seburuk-buruk kesudahan, akhir hidup mereka adalah seburuk-buruk akhir kehidupan, yaitu azab (yang telah membinasakan me-reka semua), celaan, kutukan dari makhluk Allah yang mengikuti mereka, dan kehinaan yang berlanjut. Maka waspadalah untuk tidak melakukan seperti perbuatan mereka, agar kalian tidak di-perlakukan sama dengan mereka. Karena sesungguhnya keadilan Allah dan kebijaksanaanNya selalu ada pada setiap waktu dan setiap tempat.

30:43–45Page 409

فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ ٱلۡقَيِّمِ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمٞ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِۖ يَوۡمَئِذٖ يَصَّدَّعُونَ ٤٣

So direct your face [i.e., self] toward the correct religion before a Day comes from Allāh of which there is no repelling. That Day, they will be divided.1

مَن كَفَرَ فَعَلَيۡهِ كُفۡرُهُۥۖ وَمَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا فَلِأَنفُسِهِمۡ يَمۡهَدُونَ ٤٤

Whoever disbelieves - upon him is [the consequence of] his disbelief. And whoever does righteousness - they are for themselves preparing,

لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٤٥

That He may reward those who have believed and done righteous deeds out of His bounty. Indeed, He does not like the disbelievers.

"Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak; pada hari itu mereka terpisah-pisah. Barangsiapa yang kafir, maka dia sendirilah yang menanggung akibat kekafirannya; dan barang-siapa yang beramal shalih, maka untuk diri mereka sendiri mereka menyiapkan. Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih dari karuniaNya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar." (Ar-Rum: 43-45).

(43) Maksudnya, menghadaplah dengan hatimu dan meng-hadaplah dengan wajahmu, dan berusahalah dengan fisikmu untuk menegakkan agama yang lurus. Maka laksanakanlah perintah-perintahnya dan larangan-larangannya dengan sungguh-sungguh dan serius; dan laksanakanlah tugas-tugasnya yang lahir dan yang batin, serta manfaatkanlah segera waktumu, hidupmu dan masa mudamu, ﴾ قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمٞ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِۖ ﴿ "sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak," yaitu Hari Kiamat, yang apabila ia da-tang, maka tidak mungkin dapat dielakkan (ditolak), dan orang-orang yang akan beramal tidak akan diberi tangguhan waktu untuk beramal lagi. Bahkan (hari itu) diselesaikan dari segala amal, dan tidak ada yang tersisa saat itu kecuali balasan amal perbuatan. ﴾ يَوۡمَئِذٖ يَصَّدَّعُونَ ﴿ "Pada hari itu mereka terpisah-pisah," maksudnya, me-reka tercerai-berai pada hari itu, dan mereka datang dengan ber-pisah-pisah dan berbeda-beda untuk diperlihatkan kepada mereka amal yang telah mereka lakukan.

(44-45) Maka ﴾ مَن كَفَرَ ﴿ "barangsiapa yang kafir" di antara mereka ﴾ فَعَلَيۡهِ كُفۡرُهُۥۖ ﴿ "maka dia sendirilah yang menanggung akibat keka-firannya," dialah yang akan disiksa disebabkan dirinya sendiri, setiap diri yang berdosa tidak menanggung dosa orang lain. ﴾ وَمَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا ﴿ "Dan barangsiapa yang beramal shalih," berupa (menunaikan) hak-hak Allah dan hak-hak manusia yang wajib dan yang dianjurkan, ﴾ فَلِأَنفُسِهِمۡ ﴿ "maka untuk diri mereka sendiri," bukan untuk orang lain ﴾ يَمۡهَدُونَ ﴿ "mereka menyiapkan." Maksudnya, mereka mempersiapkan, dan untuk diri mereka sendiri, mereka memakmurkan akhiratnya, mereka bersiap-siap untuk meraih tempat-tempat tinggal dan bilik-biliknya. Walau demikian, balasan untuk mereka tidak terbatas pada amal perbuatan mereka. Bahkan Allah memberi mereka ba-lasan dari karuniaNya yang berlimpah dan kemurahanNya yang tidak terbatas yang sama sekali tidak bisa dicapai dengan amal mereka. Yang demikian itu adalah karena Allah mencintai mereka. Apabila Allah telah mencintai seorang hamba, maka Allah mencu-rahkan karuniaNya padanya sebanyak-banyaknya, dan melipat-gandakan pemberianNya yang sangat mewah, menganugerahkan kepadanya berbagai nikmat lahir dan batin. Ini berbeda dengan orang-orang kafir. Sesungguhnya Allah, tatkala membenci dan murka terhadap mereka, maka Dia menyiksa dan menghukumnya, dan tidak menambah sebagaimana Dia menambah kepada orang-orang sebelumnya (yang beriman). Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar."

30:46Page 409

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن يُرۡسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٖ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحۡمَتِهِۦ وَلِتَجۡرِيَ ٱلۡفُلۡكُ بِأَمۡرِهِۦ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٤٦

And of His signs is that He sends the winds as bringers of good tidings and to let you taste His mercy [i.e., rain] and so the ships may sail at His command and so you may seek of His bounty, and perhaps you will be grateful.

"Dan di antara tanda-tandaNya ialah bahwa Dia mengirim-kan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmatNya, dan supaya kapal dapat ber-layar dengan perintahNya, dan juga supaya kamu dapat mencari karuniaNya; mudah-mudahan kamu bersyukur." (Ar-Rum: 46).

(46) Di antara bukti-bukti yang menunjukkan atas rahmat-Nya dan (bahwa) Dia (mampu) membangkitkan orang-orang yang sudah mati, serta bahwa Dia-lah sembahan, Maharaja yang terpuji, adalah Dia mengirimkan ﴾ ٱلرِّيَاحَ ﴿ "angin," di depan hujan ﴾ مُبَشِّرَٰتٖ ﴿ "sebagai pembawa berita gembira" dengan menggerakkan awan, lalu menghimpunnya, sehingga hati manusia sebelum turun hujan itu merasa gembira, ﴾ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحۡمَتِهِۦ ﴿ "dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmatNya," lalu Dia menurunkan atas kalian hujan yang dengannya negeri dan manusia bisa hidup, dan kalian mera-sakan sebagian dari rahmatNya, yang kalian ketahui bahwa rah-matNya-lah yang menyelamatkan manusia, yang membawa rizki mereka, sehingga dengan begitu kalian rindu untuk beramal shalih yang membuka pintu-pintu perbendaharaan rahmatNya,﴾ وَلِتَجۡرِيَ ٱلۡفُلۡكُ ﴿ "dan supaya kapal dapat berlayar" di lautan ﴾ بِأَمۡرِهِۦ ﴿ "dengan pe-rintahNya" yang bersifat qadari, ﴾ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ ﴿ "dan juga supaya kamu dapat mencari sebagian karuniaNya" dengan bisa bekerja dalam peng-hidupan dan berbagai maslahat kalian. ﴾ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴿ "mudah-mudahan kamu bersyukur," kepada Dzat yang telah menundukkan berbagai sebab kausalitas kepada kalian dan memudahkan berbagai hal untuk kalian. Inilah maksud dari berbagai nikmat, yaitu (agar kalian) membalasnya dengan bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى agar Dia menambahnya untuk kalian dan menyisakannya untuk kalian. Ada-pun membalas kenikmatan dengan kekafiran dan maksiat, maka yang demikian ini adalah tabiat orang yang mengganti nikmat Allah dengan keingkaran dan nikmatNya sebagai bencana. Dan dia menawarkan kesirnaan nikmat dan berpindah dari nikmat kepada yang lain.

30:47Page 409

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوۡمِهِمۡ فَجَآءُوهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَٱنتَقَمۡنَا مِنَ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيۡنَا نَصۡرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٤٧

And We have already sent messengers before you to their peoples, and they came to them with clear evidences; then We took retribution from those who committed crimes, and incumbent upon Us was support1 of the believers.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan, lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan kewajiban Kami menolong orang-orang yang beriman." (Ar-Rum: 47).

(47) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu," pada umat-umat terdahulu ﴾ رُسُلًا إِلَىٰ قَوۡمِهِمۡ ﴿ "beberapa orang rasul kepada kaumnya" saat mereka mengingkari tauhid kepada Allah dan mendustakan yang benar, lalu para rasul itu datang mengajak mereka kepada tauhid, ikhlas dan membenarkan yang haq dan menyatakan rusak pada kebatilan ajaran yang mereka anut, yaitu kekafiran dan kesesatan. Para rasul itu datang kepada mereka dengan mukjizat-mukjizat dan dalil-dalil yang menunjuk-kan kepada semua itu, namun mereka tidak beriman dan tidak berpindah dari kesesatan mereka. ﴾ فَٱنتَقَمۡنَا مِنَ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْۖ ﴿ "Lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa" dan Kami berikan pertolongan kepada orang-orang yang beriman, yaitu para pengikut para rasul. ﴾ وَكَانَ حَقًّا عَلَيۡنَا نَصۡرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan adalah kewajiban Kami menolong orang-orang yang beriman." Maksudnya, Kami telah mewajibkan hal itu atas diri Kami, dan Kami menjadikannya dalam sejumlah hak-hak yang telah ditentukan, dan Kami telah menjan-jikannya kepada mereka, maka pasti terjadi. Maka kalian, wahai orang-orang yang mendustakan Muhammad a, jika kalian tetap pada sikap mendustakan, pasti kalian akan ditimpa siksaan, dan Kami pasti menolongnya atas kalian.

30:48–50Page 409

ٱللَّهُ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَيَبۡسُطُهُۥ فِي ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَيَجۡعَلُهُۥ كِسَفٗا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ ٤٨

It is Allāh who sends the winds, and they stir the clouds and spread them in the sky however He wills, and He makes them fragments so you see the rain emerge from within them. And when He causes it to fall upon whom He wills of His servants, immediately they rejoice

وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلِ أَن يُنَزَّلَ عَلَيۡهِم مِّن قَبۡلِهِۦ لَمُبۡلِسِينَ ٤٩

Although they were, before it was sent down upon them - before that, in despair.

فَٱنظُرۡ إِلَىٰٓ ءَاثَٰرِ رَحۡمَتِ ٱللَّهِ كَيۡفَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٥٠

So observe the effects of the mercy of Allāh - how He gives life to the earth after its lifelessness. Indeed, that [same one] will give life to the dead, and He is over all things competent.

"Allah, Dia-lah yang mengirim angin, lalu angin itu meng-gerakkan awan lalu Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila ia mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya tiba-tiba mereka menjadi gembira. Dan sesungguhnya sebelum hujan ditu-runkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa. Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Dia menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya yang demi-kian itu benar-benar akan menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Ar-Rum: 48-50).

(48-49) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kesempurnaan ke-kuasaanNya dan kelengkapan nikmatNya, yaitu bahwasanya Dia ﴾ يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا ﴿ "mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan" dari bumi, ﴾ فَيَبۡسُطُهُۥ فِي ٱلسَّمَآءِ ﴿ "dan membentangkannya di langit" yakni, membentangkan dan menjadikannya luas, ﴾ كَيۡفَ يَشَآءُ ﴿ "menurut yang dikehendakiNya" menurut keadaan yang Dia kehendaki darinya, ﴾ وَيَجۡعَلُهُۥ ﴿ "kemudian menjadikannya," maksudnya, menjadikan awan yang terbentang luas itu ﴾ كِسَفٗا ﴿ "bergumpal-gumpal," maksudnya, awan yang tebal, sebagiannya menggumpali sebagian yang lain, ﴾ فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦۖ ﴿ "lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya," maksudnya, dari celah-celah awan itu, sebagai tetesan-tetesan kecil yang bertebaran, ia tidak turun semuanya (sekaligus) karena akan membuat rusak apa yang ditimpanya, ﴾ فَإِذَآ أَصَابَ ﴿ "maka apabila ia me-ngenai," maksudnya, dengan hujan itu, orang ﴾ يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ ﴿ "yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira," sebagian menyampaikan berita gembira kepada sebagian yang lain dengan turunnya hujan itu. Yang demikian itu adalah karena sangat butuh dan sangat perlunya mereka kepadanya. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلِ أَن يُنَزَّلَ عَلَيۡهِم مِّن قَبۡلِهِۦ لَمُبۡلِسِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa." Maksudnya, berputus harapan karena ke-terlambatan waktu turunnya. Maksudnya, Setelah hujan itu turun dalam kondisi seperti itu, maka hujan benar-benar menjadi sangat berharga bagi mereka, dan menjadi kebahagiaan, dan kegembiraan.

(50) ﴾ فَٱنظُرۡ إِلَىٰٓ ءَاثَٰرِ رَحۡمَتِ ٱللَّهِ كَيۡفَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ ﴿ "Maka perhatikan-lah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Dia menghidupkan bumi yang sudah mati," maka ia pun hidup dan subur, serta menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesung-guhnya yang demikian itu," yang telah menghidupkan tanah sesudah kegersangannya ﴾ لَمُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "benar-benar akan meng-hidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." Jadi, kekuasaanNya membuat segala sesuatu tidak ada yang sulit bagiNya, sekalipun dirasa sangat sulit (tidak mungkin) menurut perkiraan makhlukNya, dan sangat rumit dari pema-haman mereka serta akal pikiran mereka menjadi bingung.

30:51–53Page 410

وَلَئِنۡ أَرۡسَلۡنَا رِيحٗا فَرَأَوۡهُ مُصۡفَرّٗا لَّظَلُّواْ مِنۢ بَعۡدِهِۦ يَكۡفُرُونَ ٥١

But if We should send a [bad] wind and they saw [their crops] turned yellow, they would remain thereafter disbelievers.1

فَإِنَّكَ لَا تُسۡمِعُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَلَا تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوۡاْ مُدۡبِرِينَ ٥٢

So indeed, you will not make the dead hear, nor will you make the deaf hear the call when they turn their backs, retreating.

وَمَآ أَنتَ بِهَٰدِ ٱلۡعُمۡيِ عَن ضَلَٰلَتِهِمۡۖ إِن تُسۡمِعُ إِلَّا مَن يُؤۡمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُم مُّسۡلِمُونَ ٥٣

And you cannot guide the blind away from their error. You will only make hear those who believe in Our verses so they are Muslims [in submission to Allāh].

"Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin lalu mereka melihatnya menjadi kuning, benar-benar tetaplah mereka sesudah itu ingkar. Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup men-jadikan orang-orang yang mati itu mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta dari kesesatan-nya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan melainkan kepada orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri." (Ar-Rum: 51-53).

(51) Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang keadaan manusia, dan bahwa mereka beserta limpahan berbagai nikmat kepada mereka berupa disuburkannya tanah setelah kegersangannya dan setelah disebarluaskannya rahmat Allah سبحانه وتعالى, kalau seandainya kami tiupkan terhadap tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh karena hujan itu dan terhadap tanaman-tanaman mereka yang membahayakan lagi membinasakan atau merusak ﴾ فَرَأَوۡهُ مُصۡفَرّٗا ﴿ "lalu mereka melihat-nya menjadi kuning," telah menandakan akan kematiannya,﴾ لَّظَلُّواْ مِنۢ بَعۡدِهِۦ يَكۡفُرُونَ ﴿ "benar-benar tetaplah mereka sesudah itu ingkar," mereka lupa kepada nikmat-nikmat yang terdahulu, dan mereka segera menjadi ingkar. Orang-orang seperti itu, tidak ada gunanya nasihat atau peringatan bagi mereka.

(52) ﴾ فَإِنَّكَ لَا تُسۡمِعُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَلَا تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ ﴿ "Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan," ter-utama, ﴾ إِذَا وَلَّوۡاْ مُدۡبِرِينَ ﴿ "apabila mereka itu berpaling membelakang." Sebab sesungguhnya penghalang-penghalang untuk tunduk dan men-dengar dengan baik sudah sangat banyak pada mereka, seperti lengkapnya penghalang-penghalang yang tersebut di atas dari mendengar suara yang indrawi.

(53) ﴾ وَمَآ أَنتَ بِهَٰدِ ٱلۡعُمۡيِ عَن ضَلَٰلَتِهِمۡۖ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta dari kesesatannya" karena mereka tidak menerima pencerahan disebabkan kebutaan mereka. Jadi tidak ada celah untuk menerima petunjuk itu. ﴾ إِن تُسۡمِعُ إِلَّا مَن يُؤۡمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُم مُّسۡلِمُونَ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memperdengarkan me-lainkan kepada orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri." Merekalah orang-orang yang mana (tindakan) memperdengarkan petunjuk itu berguna bagi mereka, yaitu orang-orang yang beriman dengan hati mereka ke-pada ayat-ayat Kami, yang tunduk kepada perintah-perintah Kami, yang berserah diri kepada Kami. Sebab, pada mereka terdapat po-tensi yang kuat untuk menerima nasihat dan arahan; yaitu kesiapan mereka untuk beriman kepada setiap ayat dari ayat-ayat Allah, dan kesiapan mereka untuk melaksanakan apa yang mampu mereka lakukan berupa perintah-perintah Allah dan larangan-laranganNya.

30:54Page 410

۞ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعۡفٖ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ ضَعۡفٖ قُوَّةٗ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ قُوَّةٖ ضَعۡفٗا وَشَيۡبَةٗۚ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡقَدِيرُ ٥٤

Allāh is the one who created you from weakness, then made after weakness strength, then made after strength weakness and white hair. He creates what He wills, and He is the Knowing, the Competent.

"Allah, Dia-lah yang menciptakan kamu dari kadaan lemah, kemudian Dia menjadikan sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa." (Ar-Rum: 54).

(54) Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang keluasan ilmuNya, keagungan kekuasaanNya, dan kesempurnaan hikmahNya, dan bahwa sesungguhnya Dia telah memulai penciptaan manusia dari keadaan lemah, yaitu fase-fase pertama dari penciptaannya dari sperma menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging hingga menjadi hewan hidup di dalam rahim, lalu hingga dilahir-kan sedangkan dia berada pada usia anak-anak. Dan dia pada saat itu berada dalam puncak kelemahan, tidak memiliki kekuatan dan kemampuan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى terus menambahnya makin kuat sedikit demi sedikit hingga mencapai usia remaja dan kekuatan-nya pun menjadi sempurna, kekuatan lahir dan batinnya menjadi sempurna pula. Kemudian dia berpindah dari fase ini dan kembali kepada kelemahan, masa beruban dan tua renta. ﴾ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ ﴿ "Dia mencip-takan apa yang dikehendakiNya" sesuai hikmahNya. Dan di antara hikmahNya adalah Dia memperlihatkan kepada manusia kele-mahannya, dan sesungguhnya kekuatannya diliputi dengan dua kelemahan, dan bahwa sesungguhnya dia tidak memiliki dari dirinya kecuali kekurangan. Kalau saja bukan karena Allah menja-dikannya kuat, tentu dia tidak akan pernah mencapai pada suatu kekuatan dan kemampuan. Dan kalau seandainya kekuatannya terus bertambah, niscaya dia congkak, sombong dan melampaui batas. Dan hendaknya manusia mengetahui kesempurnaan kekua-saan Allah yang terus-menerus bertambah, dengannya Dia mencip-takan segala sesuatu dan dengannya Dia mengatur segala urusan. KekuatanNya tidak pernah ditimpa ketidakberdayaan, kelemahan ataupun kekurangan dari segala sisinya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском