As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
السجدة
As-Sajdah
The Prostration · Meccan · 30 ayahs
32:1–3Page 415
الٓمٓ ١
Alif, Lām, Meem.1
تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ لَا رَيۡبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢
[This is] the revelation of the Book about which there is no doubt from the Lord of the worlds.
أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۚ بَلۡ هُوَ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوۡمٗا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٖ مِّن قَبۡلِكَ لَعَلَّهُمۡ يَهۡتَدُونَ ٣
Or do they say, "He invented it"? Rather, it is the truth from your Lord, [O Muḥammad], that you may warn a people to whom no warner has come before you [so] perhaps they will be guided.
"Alif Lam Mim. Turunnya al-Qur`an yang tidak ada keraguan padanya, dari Rabb semesta alam. Tetapi mengapa mereka me-ngatakan, 'Dia Muhammad mengada-adakannya.' Sebenarnya al-Qur`an itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk." (As-Sajdah: 1-3).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(2) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa sesungguhnya kitab suci al-Qur`an ini adalah diturunkan dari Rabb semesta alam, yang telah mengatur (dan membimbing) mereka dengan nikmat-nikmatNya. Dan di antara nikmat yang terbesar yang dengannya Dia mem-bimbing mereka adalah kitab suci al-Qur`an ini, yang di dalamnya terdapat segala yang dapat memperbaiki keadaan (dan kondisi) mereka dan menyempurnakan akhlak mereka, dan bahwa sesung-guhnya tiada keraguan sedikit pun di dalamnya.
(3) Sekalipun demikian, orang-orang yang mendustakan Rasulullah dan mereka zhalim dalam hal ini berkata, "Ia dibuat-buat oleh Muhammad dan diada-adakannya dari dirinya sendiri!" Ini tentu merupakan kelancangan terbesar untuk mengingkari kalamullah dan menuduh Muhammad dengan kedustaan yang pa-ling besar (serta menganggap) makhluk mempunyai kemampuan mengeluarkan kalam sebagaimana kalam dari Sang Pencipta. Ma-sing-masing dari salah satu perbuatan ini termasuk perkara yang sangat besar. Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya membantah orang yang mengata-kan, "Dia telah membuat-buatnya," ﴾ بَلۡ هُوَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Sebenarnya al-Qur`an itu adalah kebenaran," yang tidak akan dihampiri oleh kebatilan dari depan ataupun dari belakangnya. Ia diturunkan dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji. ﴾ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Dari Rabbmu," Dia menurunkannya sebagai rahmat bagi hamba-hambaNya, ﴾ لِتُنذِرَ قَوۡمٗا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٖ مِّن قَبۡلِكَ ﴿ "agar kamu mem-beri peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu." Maksudnya, mereka sedang dalam kondisi sangat membutuhkan diutusnya seorang rasul dan diturunkannya kitab suci, karena tidak adanya orang yang mem-berikan peringatan, bahkan mereka terombang-ambing di dalam kebodohan mereka, dan bimbang di dalam gelap kesesatan, maka dari itu Kami menurunkan kitab ini kepadamu, ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَهۡتَدُونَ ﴿ "mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk," dari kesesatan mereka, sehingga mereka mengetahui yang benar dan mengutamakannya. Semua hal yang disebutkan oleh Allah di atas, semuanya ber-lawanan dengan pendustaan mereka terhadapnya, dan sesungguh-nya ia menuntut mereka beriman dan membenarkan sepenuhnya padanya, yaitu keberadaannya berasal dari Rabb semesta alam, dan bahwa sesungguhnya ia benar, dan yang benar itu diterima bagaimana pun keadaannya, dan bahwa sesungguhnya ia sama sekali tidak mengandung keraguan dari sisi manapun, karena tidak ada di dalamnya yang mengharuskan keraguan, baik karena berita (informasi) yang tidak sesuai dengan realita ataupun karena kekeringan dan kesamaran makna-maknanya; dan bahwa mereka sedang berada dalam kondisi sangat memerlukan dan membutuh-kan kepada risâlah (kerasulan) dan bahwa di dalamnya terdapat hidayah (petunjuk) bagi setiap kebaikan dan perbuatan baik.
32:4–9Page 415
ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِيّٖ وَلَا شَفِيعٍۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ٤
It is Allāh who created the heavens and the earth and whatever is between them in six days; then He established Himself above the Throne.1 You have not besides Him any protector or any intercessor; so will you not be reminded?
يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يَعۡرُجُ إِلَيۡهِ فِي يَوۡمٖ كَانَ مِقۡدَارُهُۥٓ أَلۡفَ سَنَةٖ مِّمَّا تَعُدُّونَ ٥
He arranges [each] matter from the heaven to the earth; then it will ascend to Him in a Day, the extent of which is a thousand years of those which you count.
ذَٰلِكَ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ٦
That is the Knower of the unseen and the witnessed, the Exalted in Might, the Merciful,
ٱلَّذِيٓ أَحۡسَنَ كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقَهُۥۖ وَبَدَأَ خَلۡقَ ٱلۡإِنسَٰنِ مِن طِينٖ ٧
Who perfected everything which He created and began the creation of man from clay.
ثُمَّ جَعَلَ نَسۡلَهُۥ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ ٨
Then He made his posterity out of the extract of a liquid disdained.
ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ ٩
Then He proportioned him and breathed into him from His [created] soul1 and made for you hearing and vision and hearts [i.e., intellect]; little are you grateful.
"Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan sesuatu yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Tidak ada bagi kamu selain dariNya seorang penolong pun dan tidak pula seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian ia (urusan itu) naik kepadaNya dalam satu hari yang kadar lamanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. Yang demikian itu ialah Dzat Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa lagi Maha Penya-yang, Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemu-dian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya dari ruhNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi kamu sedikit sekali bersyukur." (As-Sajdah: 4-9).
(4) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang kesempurnaan kekua-saanNya dengan menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Awal mulanya adalah Hari Ahad dan terakhir adalah Hari Jum'at, sekalipun sebenarnya Dia mampu menciptakannya hanya dalam sekejap waktu, akan tetapi Allah سبحانه وتعالى Maha Pengasih lagi Mahabi-jaksana. ﴾ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ﴿ "Kemudian Dia bersemayam di atas Arasy," yang merupakan atap seluruh makhluk, sebagai suatu tindakan bersemayam yang sesuai dengan keagunganNya. ﴾ مَا لَكُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِيّٖ ﴿ "Tidak ada bagi kamu selain dariNya seorang penolong pun" yang meno-long kalian dalam segala urusan kalian, kemudian Dia memberikan kepada kalian manfaat. ﴾ وَلَا شَفِيعٍۚ ﴿ "Dan tidak pula seorang pemberi syafa'at," yang bisa memberikan syafa'at kepada kalian jika siksaan diarahkan kepada kalian. ﴾ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak mem-perhatikan?" Lalu kalian mengetahui bahwa sesungguhnya Pencipta bumi dan langit, yang bersemayan di atas Arasy yang agung, yang hanya Dia semata yang mengurusi kalian dan melindungi kalian, dan hanya milikNya-lah semua syafa'at, Dia-lah yang berhak men-dapatkan segala macam bentuk ibadah!
(5) ﴾ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ ﴿ "Dia mengatur urusan" yang bersifat taqdiri dan urusan yang bersifat syar'i, semuanya Dia-lah semata yang Esa mengaturnya, pengaturan-pengaturan semua itu turun dari sisi Dzat Yang Maharaja lagi Mahakuasa, ﴾ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "dari langit ke bumi," lalu dengannya Dia membahagiakan dan menyengsarakan, menjadikan kaya dan menjadikan fakir, memuliakan dan menghina-kan, menjadikan terhormat dan menjadikan terhina, mengangkat derajat suatu kaum dan menggugurkan martabat yang lain, dan Dia menurunkan rizki, ﴾ ثُمَّ يَعۡرُجُ إِلَيۡهِ ﴿ "kemudian ia (urusan itu) naik kepadaNya" Maksudnya, perintah (urusan) turun dari sisiNya dan naik kepadaNya, ﴾ فِي يَوۡمٖ كَانَ مِقۡدَارُهُۥٓ أَلۡفَ سَنَةٖ مِّمَّا تَعُدُّونَ ﴿ "dalam satu hari yang kadar lamanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu," ia naik kepadaNya dan sampai kepadaNya dalam sesaat.
(6) ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Yang demikian itu" yang telah menciptakan makh-luk-makhluk yang sangat agung itu, yang bersemayam di atas Arasy yang agung dan sendirian mengatur dan mengurus segala urusan dalam kerajaanNya, ﴾ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "ialah Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dzat Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang," maka dengan keluasan ilmuNya, kesempurnaan keperkasaanNya, keuniversalan rahmatNya, Dia mengadakannya dan meletakkan padanya berbagai manfaat sebanyak-banyaknya, dan sama sekali tidak sulit bagiNya mengurusinya.
(7) ﴾ ٱلَّذِيٓ أَحۡسَنَ كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقَهُۥۖ ﴿ "Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya." Maksudnya, setiap makhluk diciptakan oleh Allah, maka sesungguhnya Allah menciptakannya sebaik-baiknya, dan Dia menciptakannya dengan penciptaan yang sesuai dengannya dan serasi dengannya. Ini berlaku umum. Kemudian Dia menyebutkan secara khusus (penciptaan) manusia karena ke-muliaan dan kelebihannya, seraya berfirman, ﴾ وَبَدَأَ خَلۡقَ ٱلۡإِنسَٰنِ مِن طِينٖ ﴿ "Dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah," yaitu dengan menciptakan Adam عليه السلام, bapak seluruh umat manusia.
(8) ﴾ ثُمَّ جَعَلَ نَسۡلَهُۥ ﴿ "Kemudian Dia menjadikan keturunannya," anak keturunan Adam yang tumbuh berkembang ﴾ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ ﴿ "dari saripati air yang hina" yaitu mani yang menjijikkan lagi sangat lemah.
(9) ﴾ ثُمَّ سَوَّىٰهُ ﴿ "Kemudian Dia menyempurnakannya," dengan dagingnya, anggota-anggota tubuhnya, otot-ototnya, pembuluh-pembuluh darahnya, memperindah ciptaannya, dan menempatkan setiap anggota badan darinya pada tempat yang tidak layak untuk selain itu, ﴾ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦۖ ﴿ "dan meniupkan ke dalamnya dari ruhNya" dengan cara mengutus seorang malaikat, lalu dia meniupkan ruh padanya, maka dia pun menjadi hewan (makhluk hidup) dengan izin Allah, setelah sebelumnya merupakan benda mati,﴾ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ ﴿ "dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan," maksudnya, Dia terus menganugerahkan kepada kalian berbagai hal yang berguna sedikit demi sedikit hingga menganugerahkan kalian pendengaran dan penglihatan, ﴾ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ ﴿ "dan hati; tetapi kamu sedikit sekali bersyukur" kepada yang telah menciptakan kalian dan memberi rupa kepada kalian.
32:10–11Page 415
وَقَالُوٓاْ أَءِذَا ضَلَلۡنَا فِي ٱلۡأَرۡضِ أَءِنَّا لَفِي خَلۡقٖ جَدِيدِۭۚ بَلۡ هُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمۡ كَٰفِرُونَ ١٠
And they say, "When we are lost [i.e., disintegrated] within the earth, will we indeed be [recreated] in a new creation?" Rather, they are, in the meeting with their Lord, disbelievers.
۞ قُلۡ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلۡمَوۡتِ ٱلَّذِي وُكِّلَ بِكُمۡ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُونَ ١١
Say, "The angel of death who has been entrusted with you will take you. Then to your Lord you will be returned."
"Dan mereka berkata, 'Apakah bila kami telah lenyap di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?' Bahkan mereka terhadap pertemuan dengan Rabbnya meng-ingkari. Katakanlah, 'Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabb-mulah kamu akan dikembalikan." (As-Sajdah: 10-11).
(10) Maksudnya, orang-orang yang mendustakan kebang-kitan berkata dengan nada mengingkari, ﴾ أَءِذَا ضَلَلۡنَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Apakah bila kami telah lenyap di dalam tanah," maksudnya, kami telah hancur, tercabik-cabik dan tercerai berai di beberapa tempat yang tidak diketahui, ﴾ أَءِنَّا لَفِي خَلۡقٖ جَدِيدِۭۚ ﴿ "apakah kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?" Maksudnya, kami benar-benar dibangkitkan kembali dalam kehidupan yang baru? Menurut anggapan mereka hal ini merupakan sesuatu yang sangat tidak mungkin! Hal itu karena mereka menganalogikan kekuasaan sang Pencipta dengan kekuasaan mereka. Perkataan mereka ini sebenarnya bukan dalam rangka mencari kebenaran, akan tetapi sebenarnya hanyalah (se-buah) kezhaliman, sikap keras kepala, ingkar dan kekafiran ter-hadap perjumpaan dengan Allah, maka dari itu Allah berfirman, ﴾ بَلۡ هُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمۡ كَٰفِرُونَ ﴿ "Bahkan mereka terhadap pertemuan dengan Rabbnya mengingkari." Jadi, perkataan mereka diketahui darimana sumber-nya dan tujuannya. Dan jika tidak demikian, maka kalau sekiranya tujuan mereka adalah menjelaskan yang benar, niscaya benar-benar Dia menjelaskan kepada mereka berbagai dalil yang akurat (pasti) yang menunjukkan bahwa semua itu benar, hal yang menjadikan-nya dapat disaksikan oleh mata hati, tak ubahnya seperti matahari bagi pandangan mata; dan sudah cukup bagi mereka bahwa se-sungguhnya mereka sudah tahu bahwa mereka telah diadakan pada awalnya dari ketiadaan. Maka "mengulangi (penciptaan)" itu lebih mudah daripada "memulai". Dan demikian pula tanah yang mati (tandus), Allah menurunkan hujan di atasnya, lalu tanah itu pun menjadi hidup (subur) setelah (sebelumnya) ia mati, dan de-ngannya Allah menumbuhkan berbagai macam biji-bijian.
(11) ﴾ قُلۡ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلۡمَوۡتِ ٱلَّذِي وُكِّلَ بِكُمۡ ﴿ "Katakanlah, 'Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikan kamu'." Mak-sudnya, malaikat yang telah ditugaskan oleh Allah untuk mencabut ruh, dan ia mempunyai banyak malaikat pembantu, ﴾ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُونَ ﴿ "kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan." Lalu Allah memberikan balasan kepada kalian sesuai dengan amal per-buatan kalian; dan kalian telah mengingkari kebangkitan, maka tunggulah apa yang dilakukan Allah terhadap kalian.
32:12–14Page 416
وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلۡمُجۡرِمُونَ نَاكِسُواْ رُءُوسِهِمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ رَبَّنَآ أَبۡصَرۡنَا وَسَمِعۡنَا فَٱرۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ ١٢
If you could but see when the criminals are hanging their heads before their Lord, [saying], "Our Lord, we have seen and heard, so return us [to the world]; we will work righteousness. Indeed, we are [now] certain."
وَلَوۡ شِئۡنَا لَأٓتَيۡنَا كُلَّ نَفۡسٍ هُدَىٰهَا وَلَٰكِنۡ حَقَّ ٱلۡقَوۡلُ مِنِّي لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ ١٣
And if We had willed, We could have given every soul its guidance, but the word1 from Me will come into effect [that] "I will surely fill Hell with jinn and people all together.
فَذُوقُواْ بِمَا نَسِيتُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَآ إِنَّا نَسِينَٰكُمۡۖ وَذُوقُواْ عَذَابَ ٱلۡخُلۡدِ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٤
So taste [punishment] because you forgot the meeting of this, your Day; indeed, We have [accordingly] forgotten you. And taste the punishment of eternity for what you used to do."
"Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, 'Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.' Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuknya, akan tetapi telah tetaplah perkataan dariKu. Sesungguhnya akan Aku penuhi Neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. Maka kalian rasailah disebabkan kalian melupakan akan pertemuan dengan harimu ini; sesungguhnya Kami telah melupakan kamu pula dan rasakanlah siksa yang kekal, di-sebabkan amal yang selalu kamu kerjakan." (As-Sajdah: 12-14).
(12) Setelah Allah menjelaskan kepulangan mereka kepada-Nya pada Hari Kiamat nanti, Dia menjelaskan kondisi mereka di saat menghadap di hadapanNya, seraya berfirman, ﴾ وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu," maksudnya, orang-orang yang terus melakukan dosa-dosa besar itu, ﴾ نَاكِسُواْ رُءُوسِهِمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ ﴿ "menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya" dengan tunduk, patuh dan hina, sambil meng-akui dosa-dosa mereka[52] lagi memohon agar dikembalikan ke dunia, seraya mengatakan, ﴾ رَبَّنَآ أَبۡصَرۡنَا وَسَمِعۡنَا ﴿ "Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar." Maksudnya, permasalahan sudah jelas sekarang bagi kami, dan kami pun telah melihatnya dengan mata kepala kami, hingga menjadi pandangan yang sangat meyakinkan,﴾ فَٱرۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ ﴿ "maka kembalikanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin." Mak-sudnya, kami sekarang sudah mempunyai keyakinan dengan sesuatu yang dahulu kami pernah dustakan. Maksudnya, niscaya kamu melihat suatu perkara yang sangat mengerikan dan kondisi yang sangat menakutkan, orang-orang yang merugi dan permo-honan yang tidak pernah dikabulkan, karena waktu penangguhan sudah berlalu.
(13) Semua ini terjadi berdasarkan keputusan Allah dan takdirNya, yang mana Dia telah membiarkan mereka melakukan kekafiran dan berbagai maksiat. Maka dari itu, Dia berfirman,﴾ وَلَوۡ شِئۡنَا لَأٓتَيۡنَا كُلَّ نَفۡسٍ هُدَىٰهَا ﴿ "Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuknya." Maksudnya, niscaya Kami memberi petunjuk kepada manusia semuanya, dan Kami himpun mereka berpegang teguh kepada petunjuk, sebab kehendak (ma-syi`ah) Kami layak untuk itu, akan tetapi hikmah (kebijaksanaan) itu tidak menghendaki kalau mereka semua berpegang teguh pada petunjuk (hidayah). Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَلَٰكِنۡ حَقَّ ٱلۡقَوۡلُ مِنِّي ﴿ "Akan tetapi telah tetaplah perkataan dariKu" maksudnya, telah menjadi wajib pasti dengan kepastian yang tidak akan ada perubahan padanya, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Sesungguhnya akan Aku penuhi Neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama." Ini adalah ancaman yang pasti, dan tidak akan bisa lari darinya, maka harus ditegaskan penyebabnya, yaitu kekafiran dan maksiat.
(14) ﴾ فَذُوقُواْ بِمَا نَسِيتُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَآ ﴿ "Maka kalian rasailah disebab-kan kalian melupakan akan pertemuan dengan harimu ini." Maksudnya, akan dikatakan kepada para pelaku dosa yang telah diselimuti oleh rasa hina dan memohon supaya dikembalikan lagi ke dunia untuk mendapatkan apa yang telah terlewatkan, "Sesungguhnya waktu kembali sudah lewat, tidak ada lagi yang tersisa kecuali azab. Maka rasakanlah azab yang sangat perih disebabkan kalian melupakan pertemuan dengan hari ini." Lupa di sini adalah lupa dalam arti mengabaikan. Maksudnya, disebabkan sesuatu yang kalian berpa-ling darinya, dan kalian tidak beramal untuknya, dan seakan-akan kalian tidak akan pernah datang kepadanya dan tidak akan men-jumpainya. ﴾ إِنَّا نَسِينَٰكُمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu pula," maksudnya, Kami tinggalkan kalian dengan siksaan sebagai ba-lasan atas perbuatan kalian. Maka karena kalian melupakan, Kami pun melupakan kalian, ﴾ وَذُوقُواْ عَذَابَ ٱلۡخُلۡدِ ﴿ "dan rasakanlah siksa yang kekal," yaitu siksaan yang tiada hentinya. Sebab, suatu siksaan, kalau mempunyai batas waktu dan akhirannya, maka di situ terdapat se-dikit waktu untuk bernafas dan keringanan. Adapun siksa Neraka Jahanam, –semoga Allah melindungi kita darinya–, maka tidak ada sedikit waktu pun untuk istirahat dan tidak akan pernah ada hentinya bagi siksaan mereka di dalamnya; ﴾ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "disebab-kan amal yang selalu kamu kerjakan," yaitu kekafiran, kefasikan, dan berbagai maksiat.
32:15–17Page 416
إِنَّمَا يُؤۡمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِهَا خَرُّواْۤ سُجَّدٗاۤ وَسَبَّحُواْ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ۩ ١٥
Only those believe in Our verses who, when they are reminded by them, fall down in prostration and exalt [Allāh] with praise of their Lord, and they are not arrogant.
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ يَدۡعُونَ رَبَّهُمۡ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ١٦
Their sides part [i.e., they arise] from [their] beds; they supplicate their Lord in fear and aspiration, and from what We have provided them, they spend.1
فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٧
And no soul knows what has been hidden for them of comfort for eyes [i.e., satisfaction] as reward for what they used to do.
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (kami), niscaya mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka me-nafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Tidak satu jiwa pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu sesuatu yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap amal yang telah mereka kerjakan." (As-Sajdah: 15-17).
(15) Ketika Allah سبحانه وتعالى menjelaskan (keadaan) orang-orang kafir terhadap ayat-ayatNya dan azab yang telah Dia siapkan untuk mereka, maka Dia menjelaskan tentang orang-orang yang beriman kepadanya, ciri mereka, dan pahala yang telah disediakan untuk mereka, seraya berfirman, ﴾ إِنَّمَا يُؤۡمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami," yakni dengan iman yang hakiki, yaitu orang yang mempunyai tanda-tanda keimanan, dan mereka adalah ﴾ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ ﴿ "orang-orang yang apabila diperingatkan," de-ngan ayat-ayat Rabb (Allah), lalu dibacakan kepada mereka ayat-ayat al-Qur`an, dan mereka dihadapkan kepada nasihat-nasihat para utusan Allah serta diajak untuk menghayatinya, maka mereka menyimaknya lalu menerimanya dan mereka tunduk, s e r t a ﴾ خَرُّواْۤ سُجَّدٗاۤ ﴿ "mereka menyungkur sujud," maksudnya, patuh kepadanya dengan tunduk mengingat Allah dan gembira karena bisa menge-nalNya. ﴾ وَسَبَّحُواْ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ۩ ﴿ "Dan bertasbih serta memuji Rabb-nya, sedang mereka tidak menyombongkan diri," tidak dengan hati mereka dan tidak pula dengan jasad mereka lalu enggan untuk tunduk kepada ayat-ayatNya. Bahkan mereka merendahkan diri terhadapnya, dan mereka menghadapinya dengan menerimanya, berserah diri dan meresponnya dengan lapang hati dan berserah diri. Mereka berupaya dengannya untuk meraih keridhaan Allah, Rabb yang Maha Penyayang, dan mereka menjadikannya sebagai pedoman menuju jalan yang lurus.
(16) ﴾ تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ ﴿ "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya," maksudnya, punggung mereka jauh dan tidak betah dari tempat tidurnya yang empuk, beralih kepada sesuatu yang lebih lezat darinya dan lebih mereka cintai, yaitu shalat di keheningan malam dan bermunajat kepada Allah سبحانه وتعالى. Maka dari itu Dia berfir-man, ﴾ يَدۡعُونَ رَبَّهُمۡ ﴿ "Sedang mereka berdoa kepada Rabbnya," maksudnya, dalam mencari kebaikan agama dan dunia mereka, dan dalam menolak segala sesuatu yang bisa membahayakan keduanya,﴾ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا ﴿ "dengan rasa takut dan harap." Maksudnya, dengan memadu-kan antara dua sifat (rasa); takut kalau amal ibadah mereka ditolak dan sangat berharap agar diterima; takut akan azab Allah dan sangat mengharapkan pahalaNya, ﴾ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "dan dari sebagian apa yang Kami berikan kepada mereka," yaitu rizki yang sedikit atau banyak, ﴾ يُنفِقُونَ ﴿ "mereka menafkahkan." Di sini tidak disebutkan batasan nafkahnya dan tidak pula orang yang dinafkahi agar me-nunjukkan kepada makna umum (luas). Jadi masuk di dalamnya nafkah wajib, seperti zakat, membayar kaffarat, nafkah untuk istri dan kerabat dekat, dan nafkah yang dianjurkan dalam jalan-jalan kebaikan. Nafkah dan ihsan dalam bentuk harta itu baik secara mutlak, sama saja apakah jatuh kepada orang fakir atau orang kaya, kepada kerabat dekat atau kerabat jauh. Akan tetapi pahalanya tentu berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kegunaannya. Inilah perbuatan (amal) mereka.
(17) Adapun balasan untuk mereka, Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ ﴿ "Tidak satu jiwa pun mengetahui," termasuk di dalamnya seluruh jiwa manusia, karena bentuk kata (nafs) di sini "nakirah" dalam kontek negatif (nafi). Maksudnya, maka tidak seorang pun yang tahu ﴾ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ ﴿ "apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu yang menyedapkan pandangan mata," berupa kebaikan yang berlimpah, kenikmatan yang tercurah, kebahagiaan, kesenangan, kelezatan dan kesukaan, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى melalui lisan RasulNya, أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ. "Aku telah menyediakan untuk hamba-hambaKu yang shalih apa-apa yang tidak pernah dilihat mata, tidak pula didengar telinga dan tidak pula terlintas dalam hati manusia."[53] Sebagaimana mereka shalat di keheningan malam dalam ber-doa, dan mereka menyembunyikan amal, maka Allah membalas mereka dengan balasan dari jenis amal mereka, dan Dia menyem-bunyikan pula pahala untuk mereka. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Sebagai balasan terhadap amal yang telah mereka ker-jakan."
32:18–20Page 416
أَفَمَن كَانَ مُؤۡمِنٗا كَمَن كَانَ فَاسِقٗاۚ لَّا يَسۡتَوُۥنَ ١٨
Then is one who was a believer like one who was defiantly disobedient? They are not equal.
أَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡمَأۡوَىٰ نُزُلَۢا بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٩
As for those who believed and did righteous deeds, for them will be the Gardens of Refuge as accommodation for what they used to do.
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فَسَقُواْ فَمَأۡوَىٰهُمُ ٱلنَّارُۖ كُلَّمَآ أَرَادُوٓاْ أَن يَخۡرُجُواْ مِنۡهَآ أُعِيدُواْ فِيهَا وَقِيلَ لَهُمۡ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ٢٠
But as for those who defiantly disobeyed, their refuge is the Fire. Every time they wish to emerge from it, they will be returned to it while it is said to them, "Taste the punishment of the Fire which you used to deny."
"Maka apakah orang yang beriman sama seperti orang yang fasik. Mereka tidak sama. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap amal yang telah me-reka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik, maka tempat mereka adalah neraka, setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya, dan dikatakan kepada mereka, 'Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendusta-kannya'." (As-Sajdah: 18-20).
(18) Allah سبحانه وتعالى mengingatkan kepada akal atas sesuatu yang telah dipastikannya, yaitu tidak ada kesamaan (antara) dua orang yang berbeda lagi bertentangan, dan bahwa sesungguhnya kebijak-sanaanNya mengharuskan ketidaksamaan keduanya, seraya ber-firman, ﴾ أَفَمَن كَانَ مُؤۡمِنٗا ﴿ "Maka apakah orang yang beriman," yang telah menghidupkan hatinya dengan iman, dan seluruh anggota tubuh-nya tunduk kepada syariat-syariatNya dan imannya menuntut jejak-jejaknya dan faktor yang mewajibkannya, yaitu meninggalkan segala hal yang dimurkai Allah, yang eksistensinya membahaya-kan imannya, ﴾ كَمَن كَانَ فَاسِقٗاۚ ﴿ "sama seperti orang yang fasik," yang hatinya rusak dan kosong dari iman, tidak ada kecenderungan agama di dalamnya, sehingga seluruh anggota tubuhnya mudah mewajibkan kebodohan dan kezhaliman pada setiap dosa dan maksiat, dan karena kefasikannya ia keluar dari ketaatan kepada Rabbnya. Apakah sama dua sosok manusia ini? ﴾ لَّا يَسۡتَوُۥنَ ﴿ "Mereka tidak sama," menurut akal maupun menurut agama, seperti tidak samanya malam dengan siang, cahaya dengan kegelapan, demikian pula tidak sama balasan untuk keduanya di akhirat.
(19) ﴾ أَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Adapun orang-orang yang ber-iman dan mengerjakan amal-amal shalih," yang fardhu dan yang sun-nah, ﴾ فَلَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡمَأۡوَىٰ ﴿ "maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman," maksudnya, surga-surga yang merupakan tempat segala kelezatan dan tempat tinggal segala kebaikan, tempat segala kegembiraan, kenikmatan hati, jiwa dan ruh, tempat keabadian, tempat berte-tangga dengan Maharaja Yang Berhak disembah, dan kenikmatan dekat dariNya, melihat WajahNya dan mendengarkan sapaanNya, ﴾ نُزُلَۢا ﴿ "sebagai pahala" untuk mereka. Maksudnya, sebagai jamuan dan hidangan tamu, ﴾ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "terhadap amal yang telah mereka kerjakan." Amal perbuatan mereka (yang telah Allah karuniakan kepada mereka) itulah yang telah mengantar mereka kepada dera-jat-derajat yang sangat berharga lagi tinggi itu, yang tidak mungkin dicapai dengan mengorbankan harta, maupun dengan bala tentara, para pembantu dan tidak pula dengan anak-anak, dan bahkan tidak pula dengan jiwa dan ruh, serta tidak pula bisa mendekat kepadanya dengan sesuatu apa pun selain dengan iman dan amal shalih.
(20) ﴾ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فَسَقُواْ فَمَأۡوَىٰهُمُ ٱلنَّارُۖ ﴿ "Dan adapun orang-orang yang fasik, maka tempat mereka adalah neraka," maksudnya, tempat tinggal mereka dan tempat keabadian mereka adalah neraka, yang men-cakup segala bentuk azab dan kesengsaraan, bahkan siksaan tidak dihentikan di dalamnya sesaat pun, ﴾ كُلَّمَآ أَرَادُوٓاْ أَن يَخۡرُجُواْ مِنۡهَآ أُعِيدُواْ فِيهَا ﴿ "setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan lagi ke dalam-nya." Setiap kali kehendak mereka berbisik kepada mereka untuk keluar karena azab yang menimpa telah benar-benar mencapai puncaknya, maka mereka dikembalikan lagi kepadanya. Maka hilanglah dari mereka ruh keselamatan itu dan makin dahsyatlah kesengsaraan menimpa mereka, ﴾ وَقِيلَ لَهُمۡ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿ "dan dikatakan kepada mereka, 'Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya'."
Demikianlah siksa neraka yang menjadi tempat tinggal dan kediaman mereka. Sedangkan azab yang terjadi sebelum itu dan sebagai pengantar (muqaddimah)nya adalah azab di alam barzakh. Azab ini disebutkan dalam FirmanNya,
32:21Page 417
وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَدۡنَىٰ دُونَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَكۡبَرِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٢١
And We will surely let them taste the nearer punishment1 short of the greater punishment that perhaps they will return [i.e., repent].
"Dan sungguh Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang ringan sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)." (As-Sajdah: 21).
(21) Maksudnya, dan sungguh Kami akan merasakan kepada orang-orang fasik yang mendustakan itu satu contoh dari azab yang ringan, yaitu azab di alam barzakh. Kami akan membuat mereka merasakan sebagian darinya sebelum mereka mati, baik dalam bentuk azab berupa pembunuhan dan yang serupa dengan-nya, sebagaimana terjadi kepada kaum musyrikin dalam perang Badar, ataupun di saat mereka mati, seperti yang disebutkan dalam FirmanNya, ﴾ وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِي غَمَرَٰتِ ٱلۡمَوۡتِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓاْ أَيۡدِيهِمۡ أَخۡرِجُوٓاْ أَنفُسَكُمُۖ ٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ ٱلۡهُونِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim itu berada dalan tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, sambil berkata, 'Keluarkanlah nyawamu.' Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang menghinakan." (Al-An'am: 93). Lalu azab yang ringan itu disempurnakan bagi mereka di alam barzakh. Ayat ini termasuk dalil yang menetapkan adanya siksa kubur, dan penunjukannya sangat jelas, karena Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَدۡنَىٰ ﴿ "Dan sungguh Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang ringan." Maksudnya, sebagian darinya. Hal ini menunjuk-kan bahwa di sana ada azab yang ringan sebelum azab yang lebih besar, yaitu azab neraka. Oleh karena penimpaan azab yang ringan di dunia kadang-kadang tidak berhubungan dengan kematian, maka Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwasanya Dia akan merasakannya kepada mereka, barangkali dengannya mereka mau kembali kepa-daNya dan bertaubat dari dosa-dosa mereka, sebagaimana Allah berfirman, ﴾ ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ 41 ﴿ "Telah nampak kerusakan di darat dan laut disebabkan karena per-buatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (Ar-Rum: 41).
32:22Page 417
وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِۦ ثُمَّ أَعۡرَضَ عَنۡهَآۚ إِنَّا مِنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُنتَقِمُونَ ٢٢
And who is more unjust than one who is reminded of the verses of his Lord; then he turns away from them? Indeed We, from the criminals, will take retribution.
"Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling darinya. Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." (As-Sajdah: 22).
(22) Maksudnya, tidak seorang pun yang lebih zhalim dan lebih melampaui batas daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, yang disampaikan kepadanya oleh Rabbnya, yang hendak membimbingnya dan menyempurnakan nikmatNya kepadanya melalui para RasulNya. Mereka memerin-tahnya dan mengingatkannya akan kemaslahatan-kemaslahatan agama dan dunianya, dan mencegahnya dari segala sesuatu yang bisa membahayakan agama dan dunianya, yang semestinya harus disambutnya dengan iman dan sikap pasrah, tunduk dan bersyu-kur. Namun, si zhalim ini meresponnya dengan kebalikan yang sepantasnya. Ia tidak beriman kepadanya dan tidak pula meng-ikutinya, bahkan dia berpaling darinya dan meninggalkannya di belakang punggungnya. Ini merupakan bagian dari orang yang paling berdosa yang berhak menerima dahsyatnya pembalasan. Maka dari itu, Allah berfirman, ﴾ إِنَّا مِنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُنتَقِمُونَ ﴿ "Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa."
32:23–25Page 417
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ فَلَا تَكُن فِي مِرۡيَةٖ مِّن لِّقَآئِهِۦۖ وَجَعَلۡنَٰهُ هُدٗى لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٢٣
And We certainly gave Moses the Scripture, so do not be in doubt over his meeting.1 And We made it [i.e., the Torah] guidance for the Children of Israel.
وَجَعَلۡنَا مِنۡهُمۡ أَئِمَّةٗ يَهۡدُونَ بِأَمۡرِنَا لَمَّا صَبَرُواْۖ وَكَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ ٢٤
And We made from among them leaders guiding by Our command when they were patient and [when] they were certain of Our signs.
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفۡصِلُ بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ٢٥
Indeed, your Lord will judge between them on the Day of Resurrection concerning that over which they used to differ.
"Dan sungguh telah Kami berikan kepada Musa al-Kitab, maka janganlah kamu ragu-ragu menerimanya, dan Kami men-jadikan al-Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil. Dan Kami jadikan dari mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat Kami. Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah yang memberi-kan keputusan di antara mereka pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya." (As-Sajdah: 23-25).
(23) Ketika Allah سبحانه وتعالى menjelaskan ayat-ayatNya yang de-ngannya Dia mengingatkan hamba-hambaNya, yaitu al-Qur`an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad a, maka Dia menjelas-kan bahwa al-Qur`an ini bukan sesuatu yang baru dari kitab-kitab suci, dan tidak pula Rasul yang membawanya adalah asing dari kalangan para rasul, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى telah memberi-kan ﴾ مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "kepada Musa al-Kitab," yaitu Taurat yang mem-benarkan al-Qur`an, yang juga telah dibenarkan oleh al-Qur`an. Maka kebenaran keduanya pun sejalan (sama) dan bukti keduanya pun telah terbukti. ﴾ فَلَا تَكُن فِي مِرۡيَةٖ مِّن لِّقَآئِهِۦۖ ﴿ "Maka janganlah kamu ragu-ragu menerimanya," karena sesungguhnya dalil-dalil kebenaran dan bukti-buktinya sudah sangat banyak (mutawatir), sehingga tidak ada tempat bagi keraguan dan kebimbangan, ﴾ وَجَعَلۡنَٰهُ ﴿ "dan Kami menjadikannya," maksudnya, menjadikan al-Kitab yang Kami beri-kan kepada Musa ﴾ هُدٗى لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "sebagai petunjuk bagi Bani Israil," yang mereka berpedoman kepadanya dalam prinsip-prinsip agama mereka dan cabang-cabangnya, dan syariat-syariatnya sejalan dengan zaman kala itu pada Bani Israil. Adapun al-Qur`an Suci ini maka ia dijadikan oleh Allah سبحانه وتعالى sebagai pedoman bagi manusia seluruhnya, sebab ia adalah hidayah (pedoman) bagi segenap ma-nusia dalam masalah agama dan dunia mereka hingga Hari Kiamat kelak. Hal itu karena kesempurnaan dan ketinggiannya. ﴾ وَإِنَّهُۥ فِيٓ أُمِّ ٱلۡكِتَٰبِ لَدَيۡنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ 4 ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu dalam induk al-Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah." (Az-Zukhruf: 4).
(24) ﴾ وَجَعَلۡنَا مِنۡهُمۡ ﴿ "Dan Kami jadikan dari mereka itu," maksud-nya, di antara Bani Israil itu, ﴾ أَئِمَّةٗ يَهۡدُونَ بِأَمۡرِنَا ﴿ "pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami," maksudnya, ulama-ulama yang menguasai ilmu syariat dan cara-cara memberi hida-yah, mereka mendapat petunjuk pada diri mereka sendiri lalu mem-beri petunjuk kepada selain mereka dengan petunjuk itu. Al-Kitab yang diturunkan kepada mereka adalah petunjuk orang-orang yang beriman kepadanya, dan mereka terbagi menjadi dua: Para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Allah, dan para pengikut yang berpedoman kepada mereka. Golongan yang pertama tentu lebih tinggi derajatnya, setelah derajat kenabian dan kerasulan. Ia adalah derajat orang-orang shiddiqin. Sebenarnya mereka meraih derajat tersebut adalah ﴾ لَمَّا صَبَرُواْۖ ﴿ "ketika mereka sabar"dalam belajar dan mengajar, dalam berdakwah kepada Allah dan terhadap cobaan di jalanNya. Dan mereka menahan nafsu (diri) mereka dari rongrongannya untuk berbuat maksiat dan kecende-rungannya kepada kesenangan-kesenangan nafsu, ﴾ وَكَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ ﴿ "dan mereka meyakini ayat-ayat Kami," maksudnya, mereka dalam keimanan telah mencapai (dengan ayat-ayat Allah), kepada derajat yakin, yaitu ilmu yang sempurna yang membuahkan amal. Sesung-guhnya mereka bisa mencapai derajat yakin adalah karena mereka belajar secara benar dan mereka mengambil permasalahan-perma-salahan dari dalil-dalilnya yang menghasilkan keyakinan. Mereka pun terus mempelajari permasalahan-permasalahan dan mereka berargumen untuknya dengan banyak dalil hingga mereka men-capai kepadanya. Maka dengan sabar dan yakin akhirnya mereka meraih kepemimpinan dalam agama.
(25) Kemudian di sana ada beberapa masalah yang diper-selisihkan oleh Bani Israil, di antara mereka ada yang memperoleh yang benar dan ada pula yang keliru, tidak sengaja atau sengaja, maka Allah سبحانه وتعالى ﴾ يَفۡصِلُ بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ﴿ "Dia-lah yang mem-berikan keputusan di antara mereka pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya." Dan al-Qur`an ini menceritakan kepada Bani Israil sebagian dari permasalahan yang telah mereka perselisihkan. Setiap perselisihan yang terjadi di antara mereka sementara di dalam al-Qur`an terdapat pembenarannya untuk salah satu dari dua pendapat, maka itulah yang benar, sedangkan yang lain yang menyelisihinya, itulah yang batil.
32:26–27Page 417
أَوَلَمۡ يَهۡدِ لَهُمۡ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّنَ ٱلۡقُرُونِ يَمۡشُونَ فِي مَسَٰكِنِهِمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٍۚ أَفَلَا يَسۡمَعُونَ ٢٦
Has it not become clear to them how many generations We destroyed before them, [as] they walk among their dwellings? Indeed in that are signs; then do they not hear?
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا نَسُوقُ ٱلۡمَآءَ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلۡجُرُزِ فَنُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا تَأۡكُلُ مِنۡهُ أَنۡعَٰمُهُمۡ وَأَنفُسُهُمۡۚ أَفَلَا يُبۡصِرُونَ ٢٧
Have they not seen that We drive water [in clouds] to barren land and bring forth thereby crops from which their livestock eat and [they] themselves? Then do they not see?
"Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda. Maka apakah mereka tidak mendengarkan? Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang darinya binatang-binatang ternak mereka makan, dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memper-hatikan?" (As-Sajdah: 26-27).
(26) Maksudnya, apakah belum menjadi jelas bagi mereka yang mendustakan rasul dan menjadi petunjuk bagi mereka kepada yang benar, berapa banyak sudah Kami binasakan sebelum mereka umat-umat yang telah menempuh jalan mereka, ﴾ يَمۡشُونَ فِي مَسَٰكِنِهِمۡۚ ﴿ "sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu" lalu mereka menyaksikannya dengan pandangan mata kepala mereka, seperti kaum Nabi Hud, Shaleh dan kaum Nabi Luth. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٍۚ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda," yang dapat dijadikan dalil atas kebenaran para rasul yang telah datang kepada mereka, dan atas kebatilan ajaran yang mereka anut, yaitu syirik dan keburukan, serta dalil atas (hukum balasan) bahwa siapa saja yang melakukan seperti perbuatan mereka maka akan diperlakukan sama seperti perlakuan terhadap orang-orang sebelumnya, dan dalil atas (janji Allah) bahwa Allah سبحانه وتعالى pasti memberikan balasan kepada hamba-hambaNya dan pasti menghidupkan mereka kembali untuk dihimpun dan diberi pem-balasan. ﴾ أَفَلَا يَسۡمَعُونَ ﴿ "Maka apakah mereka tidak mendengarkan," ayat-ayat Allah, sehingga mereka menyadarinya lalu mengambil pela-jaran darinya? Kalau saja mereka mempunyai pendengaran yang benar dan akal yang sehat, tentu mereka tidak akan tetap pada kondisi yang memastikan mereka binasa.
(27) ﴾ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ ﴿ "Dan apakah mereka tidak memperhatikan" de-ngan pandangan mata mereka nikmat dan kesempurnaan hikmah Kami, ﴾ أَنَّا نَسُوقُ ٱلۡمَآءَ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلۡجُرُزِ ﴿ "bahwasanya Kami menghalau air ke bumi yang tandus" yang sama sekali tidak ada tumbuh-tumbuhan-nya. Lalu Allah menghalau hujan yang sebelumnya tidak ada padanya, lalu Dia menumpahkannya padanya dari awan atau dari sungai-sungai, ﴾ فَنُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا ﴿ "lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman," yakni, tumbuh-tumbuhan yang beraneka macam, ﴾ تَأۡكُلُ مِنۡهُ أَنۡعَٰمُهُمۡ ﴿ "yang darinya binatang-binatang ternak mereka makan" yaitu, tumbuh-tumbuhan, makanan, binatang ternak, ﴾ وَأَنفُسُهُمۡۚ ﴿ "dan makanan mereka sendiri," yaitu yang menjadi makanan manusia, ﴾ أَفَلَا يُبۡصِرُونَ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan," nikmat tersebut yang dengannya Allah سبحانه وتعالى menghidupkan negeri dan manusia. Lalu mereka mengambil pelajaran dan dengan pandangan dan pikiran yang mendalam itu mereka mengambil petunjuk kepada jalan yang lurus? Akan tetapi kebutaan telah menguasai mereka dan kelalaian telah menutupi mereka, sehingga mereka tidak dapat melihat pada-nya dengan pandangan orang-orang lelaki. Mereka hanya melihat kepadanya dengan penglihatan kelalaian dan hanya sekedar ke-biasaan, maka dari itu mereka tidak mendapat bimbingan kepada kebaikan.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences