As-Sa'diAl‑Ahzab · 33:59–73

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Ahzab 33:59–73

33:59–62Page 426

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ٥٩

O Prophet, tell your wives and your daughters and the women of the believers to bring down over themselves [part] of their outer garments.1 That is more suitable that they will be known2 and not be abused. And ever is Allāh Forgiving and Merciful.3

۞ لَّئِن لَّمۡ يَنتَهِ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ وَٱلۡمُرۡجِفُونَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ لَنُغۡرِيَنَّكَ بِهِمۡ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلَّا قَلِيلٗا ٦٠

If the hypocrites and those in whose hearts is disease1 and those who spread rumors in al-Madīnah do not cease, We will surely incite you against them; then they will not remain your neighbors therein except for a little,

مَّلۡعُونِينَۖ أَيۡنَمَا ثُقِفُوٓاْ أُخِذُواْ وَقُتِّلُواْ تَقۡتِيلٗا ٦١

Accursed wherever they are found, [being] seized and massacred completely.

سُنَّةَ ٱللَّهِ فِي ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلُۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلٗا ٦٢

[This is] the established way of Allāh with those who passed on before; and you will not find in the way of Allāh any change.

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak pe-rempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang. Sesungguhnya jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti, niscaya Kami perintah-kan kamu untuk memerangi mereka, kemudian mereka tidak men-jadi tetanggamu di sana melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya. Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebe-lumnya, dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah." (Al-Ahzab: 59-62).

(59) Ayat ini disebut ayat hijab. Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk memerintah kaum wanita secara umum, dan dimulai dari istri-istrinya dan putri-putrinya, karena mereka lebih ditekan-kan (menjalankan perintah) daripada selain mereka, dan karena pemberi perintah untuk orang lain semestinya memulainya dari keluarganya sebelum memerintah orang lain, sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarga-mu dari api neraka." (At-Tahrim: 6). ﴾ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ﴿ "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Jibab ini adalah kain yang melapisi pakaian, berupa selimut, khimar (kerudung), kain sorban atau yang serupa dengannya. Maksudnya, hendaklah mereka menutup wajahnya dan dadanya dengannya. Kemudian Allah menyebutkan hikmahnya, ﴾ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ ﴿ "Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu." Ini menunjukkan adanya gangguan apabila mereka (kaum wanita beriman) tidak mengenakan jilbab. Hal ini karena apabila mereka tidak mengenakan jilbab, maka me-reka akan mudah diduga bukan wanita-wanita suci (terhormat), sehingga mudah didatangi oleh orang yang hatinya sakit lalu mengganggu mereka, dan bisa saja mereka dilecehkan, dan mereka diduga sebagai perempuan-perempuan budak sahaya. Dan aki-batnya orang-orang yang menginginkan keburukan meremehkan mereka. Jadi, hijab itu memutus hasrat busuk orang-orang yang berhasrat buruk terhadap mereka. ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ﴿ "Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," di mana Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kalian yang telah lalu dan berbelas-kasih kepada kalian dengan menjelas-kan hukum-hukumNya kepada kalian dan menjelaskan sesuatu yang halal dan yang haram. Ini adalah menutup pintu dari arah mereka.

(60-61) Adapun dari arah orang-orang jahat, maka Allah telah mengancam mereka dengan FirmanNya, ﴾ لَّئِن لَّمۡ يَنتَهِ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ ﴿ "Sesungguhnya jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya tidak berhenti" maksudnya, penyakit ragu dan syahwat, ﴾ وَٱلۡمُرۡجِفُونَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ ﴿ "dan orang-orang yang me-nyebarkan kabar bohong di Madinah," maksudnya, orang-orang yang meneror dan menakut-nakuti akan adanya musuh, yaitu mereka yang membicarakan banyaknya jumlah dan kekuatan musuh serta kelemahan kaum Muslimin. Allah tidak menyebutkan objek sa-saran di mana di situ mereka berhenti melakukan teror, agar hal itu mencakup segala keburukan yang dibisikkan dan dibujukkan oleh hati mereka, serta yang diserukannya, seperti mengeluarkan kata-kata sindiran, mencaci Islam dan para pemeluknya, menaburkan kegoncangan pada kaum Muslimin, menyepelekan kekuatan me-reka, melecehkan wanita-wanita beriman dengan perbuatan buruk dan keji dan berbagai macam kemaksiatan lainnya yang bersumber dari manusia-manusia semisal mereka. ﴾ لَنُغۡرِيَنَّكَ بِهِمۡ ﴿ "Niscaya Kami perintahkan kamu untuk memerangi mereka." Maksudnya, niscaya Kami perintahkan padamu untuk menyiksa mereka dan memerangi mereka, dan Kami akan men-jadikanmu berkuasa atas mereka. Lalu, apabila Kami telah mela-kukan hal itu, maka mereka sama sekali tidak mempunyai daya untuk menghadapimu, dan tidak mempunyai kekuatan ataupun pertahanan untuk mempertahankan diri. Maka dari itu Allah ber-firman, ﴾ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلَّا قَلِيلٗا ﴿ "Kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu di sana melainkan dalam waktu yang sebentar." Maksudnya, mereka tidak menjadi tetanggamu di Madinah kecuali sebentar, karena kamu membunuh mereka atau mengusir mereka. Ini adalah dalil untuk pengusiran orang-orang jahat yang keberadaan mereka di tengah-tengah kaum Muslimin membahayakan. Sesungguhnya cara yang demikian itu lebih efektif untuk menumpas kejahatan dan lebih jauh darinya, dan mereka menjadi ﴾ مَّلۡعُونِينَۖ أَيۡنَمَا ثُقِفُوٓاْ أُخِذُواْ وَقُتِّلُواْ تَقۡتِيلٗا ﴿ "terlaknat, di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya." Maksudnya, mereka diusir di mana saja mereka dijumpai, mereka tidak akan merasakan rasa aman dan tidak pula rasa tentram, mereka takut dibunuh, atau ditawan atau disiksa.

(62) ﴾ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِي ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلُۖ ﴿ "Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelumnya," yaitu bahwa siapa saja yang terus bergelimang dalam kemaksiatan dan berbuat lancang mengganggu (kaum Muslimin) dan tidak berhenti dari perbuatan ini, maka dia pasti akan disiksa dengan siksaan yang sangat keras, ﴾ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلٗا ﴿ "dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah." Maksudnya, tidak ada pergantian. Akan tetapi Sunnah dan kebiasaan Allah سبحانه وتعالى itu terus berlaku disertai dengan faktor-faktor yang menuntut adanya sebab kausalitasnya.

33:63–68Page 427

يَسۡـَٔلُكَ ٱلنَّاسُ عَنِ ٱلسَّاعَةِۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ ٱللَّهِۚ وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا ٦٣

People ask you concerning the Hour. Say, "Knowledge of it is only with Allāh. And what may make you perceive? Perhaps the Hour is near."

إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمۡ سَعِيرًا ٦٤

Indeed, Allāh has cursed the disbelievers and prepared for them a Blaze.

خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ لَّا يَجِدُونَ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرٗا ٦٥

Abiding therein forever, they will not find a protector or a helper.

يَوۡمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمۡ فِي ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيۡتَنَآ أَطَعۡنَا ٱللَّهَ وَأَطَعۡنَا ٱلرَّسُولَا۠ ٦٦

The Day their faces will be turned about in the Fire, they will say, "How we wish we had obeyed Allāh and obeyed the Messenger."

وَقَالُواْ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠ ٦٧

And they will say, "Our Lord, indeed we obeyed our masters and our dignitaries,1 and they led us astray from the [right] way.

رَبَّنَآ ءَاتِهِمۡ ضِعۡفَيۡنِ مِنَ ٱلۡعَذَابِ وَٱلۡعَنۡهُمۡ لَعۡنٗا كَبِيرٗا ٦٨

Our Lord, give them double the punishment and curse them with a great curse."

"Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Hari Kiamat. Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu hanya di sisi Allah.' Dan tahukah kamu, boleh jadi Hari Kiamat itu sudah dekat waktunya. Sesungguhnya Allah me-laknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balik-kan dalam neraka, mereka berkata, 'Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul.' Dan mereka berkata, 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah menaati pe-mimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan. Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar'." (Al-Ahzab: 63-68).

(63) Manusia mencari tahu kepadamu (wahai Muhammad) tentang kiamat dengan tujuan agar disegerakan; dan sebagian mereka bermaksud mendustakan kebenarannya dan bermaksud untuk mendiskreditkan orang yang menginformasikannya. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, ﴾ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Sesungguhnya penge-tahuan tentangnya hanya di sisi Allah." Maksudnya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Jadi, aku dan orang selainku tidak mempunyai pengetahuan tentang kapan terjadinya. Sekalipun demikian, kalian jangan sekali-kali menganggapnya lambat,﴾ وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا ﴿ "dan tahukah kamu, boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya."

(64-66) Kalau hanya sekedar kedatangan kiamat, cepat atau lambat, sama sekali tidak ada nilai dan tidak ada pula faidah-nya, akan tetapi yang menjadi (tolok ukur) nilai; kerugian, dan keuntungan, kesengsaraan dan kebahagiaan itu adalah: Apakah seseorang berhak mendapat azab atau mendapat pahala. Maka hal ini akan aku beritakan kepada kalian dan akan aku jelaskan orang yang berhak menerimanya. Kemudian Dia menjelaskan orang yang berhak menerima azab dan tentang azab itu sendiri, karena uraian tersebut sangat pas atas mereka yang mendustakan kiamat itu. Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir," maksudnya, orang-orang yang watak kufur telah menjadi jalan hidup mereka, dan jalan hidup mereka adalah kafir terhadap Allah سبحانه وتعالى, para RasulNya dan syariat yang mereka ajarkan dari Allah سبحانه وتعالى. Maka Allah mengusir dan menjauhkan mereka di dunia dan akhirat dari rahmatNya, dan cukuplah itu menjadi siksaan bagi mereka, ﴾ وَأَعَدَّ لَهُمۡ سَعِيرًا ﴿ "dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala," maksudnya, api neraka yang bergejolak yang membakar jasad mereka, dan azab itu sampai kepada hati mereka, dan mereka dikekalkan di dalam azab yang sangat dahsyat itu, hingga mereka tidak akan dikeluarkan darinya dan tidak dihentikan azab itu (walau) sesaat pun. ﴾ لَّا يَجِدُونَ ﴿ "Mereka tidak memperoleh" untuk me-reka ﴾ وَلِيّٗا ﴿ "seorang pelindung " sehingga dia bisa memberikan apa yang mereka minta, ﴾ وَلَا نَصِيرٗا ﴿ "dan tidak pula seorang penolong" yang dapat mencegah azab dari mereka. Bahkan Allah Yang Mahatinggi lagi Maha Penolong berlepas diri dari mereka, dan mereka pun diliputi azab api yang bernyala-nyala, menjilat mereka sampai tiada tara. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ يَوۡمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمۡ فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka" dan mereka pun merasakan panasnya, dan sengatannya pun makin dahsyat menimpa mereka, dan mereka menyesali amal yang telah mereka lakukan dahulu, dan ﴾ يَقُولُونَ يَٰلَيۡتَنَآ أَطَعۡنَا ٱللَّهَ وَأَطَعۡنَا ٱلرَّسُولَا۠ ﴿ "mereka berkata, 'Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul" maka kami tentu selamat dari azab ini, dan kami tentu ber-hak menerima, (seperti halnya orang-orang yang taat), pahala yang berlipat ganda. Namun itu semua adalah angan-angan yang wak-tunya telah berlalu, maka ia sama sekali tidak berguna bagi mereka kecuali sebagai penyesalan, kesedihan, kepiluan, dan kepedihan.

(67) ﴾ وَقَالُواْ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا ﴿ "Dan mereka berkata, 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pem-besar-pembesar kami'," dan kami telah bertaklid kepada mereka da-lam kesesatan mereka, ﴾ فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠ ﴿ "lalu mereka menyesatkan kami dari jalan." Ini sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا 27 يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا 28 لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ ﴿ "Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur`an ketika al-Qur`an telah datang kepadaku'." (Al-Furqan: 27-29).

(68) Setelah mereka mengetahui bahwa mereka dan para pemimpin mereka sudah pasti menerima azab, maka mereka ingin menghinakan orang-orang yang telah menyesatkan mereka, maka mereka mengatakan, ﴾ رَبَّنَآ ءَاتِهِمۡ ضِعۡفَيۡنِ مِنَ ٱلۡعَذَابِ وَٱلۡعَنۡهُمۡ لَعۡنٗا كَبِيرٗا ﴿ "Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar," maka Allah mengatakan, ﴾ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ ﴿ "Masing-masing mendapat dua kali lipat." (Al-A'raf: 7). Karena masing-masing dari kalian sama-sama melakukan kekafiran dan kemaksiatan, maka kalian sama-sama menerima azab; dan sesungguhnya perbedaan azab di antara kalian tergan-tung pada perbedaan dosa.

33:69Page 427

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ ءَاذَوۡاْ مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُواْۚ وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهٗا ٦٩

O you who have believed, be not like those who abused Moses; then Allāh cleared him of what they said. And he, in the sight of Allāh, was distinguished.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah member-sihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah." (Al-Ahzab: 69)

(69) Allah سبحانه وتعالى mengingatkan hamba-hambaNya yang ber-iman untuk tidak menyakiti Rasulullah, Muhammad a, nabi yang mulia lagi pengasih dan penyayang, agar mereka tidak membalas-nya dengan lawan dari sikap-sikap yang wajib, seperti memuliakan dan menghormati, dan hendaknya mereka tidak meniru perilaku orang-orang yang menyakiti Musa bin Imran, Kalim ar-Rahman. Lalu Allah membebaskannya dari apa yang mereka katakan. Maksud-nya, Allah menampakkan kepada mereka keselamatan (kebersihan) Musa darinya. Padahal (fakta) kondisinya Nabi Musa عليه السلام bukanlah tempat tuduhan (dialamatkan) atau untuk disakiti, karena mem-punyai kedudukan terhormat di sisi Allah, didekatkan kepadaNya, dan termasuk golongan Rasul yang istimewa dan termasuk hamba-hambaNya yang disucikan. Namun keutamaan-keutamaan yang dimilikinya tidak membuat mereka jera untuk menyakitinya dan mengganggunya dengan hal-hal yang tidak dia suka. Maka waspa-dalah wahai orang-orang yang beriman, agar tidak meniru mereka dalam hal ini. Gangguan yang dimaksud adalah ucapan Bani Israil tentang Nabi Musa saat mereka mengetahui sifat Nabi Musa yang sangat pemalu dan sangat menutup diri dari mereka, "Sesungguhnya tidak ada yang mencegahnya dari sikap yang demikian itu selain karena dia berpenyakit adar." Maksudnya, buah dzakar kemaluan-nya sangat besar membengkak, dan hal ini menyebar luas di ka-langan mereka. Maka Allah berkehendak membebaskannya dari tuduhan mereka, maka pada suatu hari beliau mandi dan beliau meletakkan pakaiannya di atas batu, kemudian batu itu mengge-linding membawa pakaian tersebut. Maka Musa pun mengejarnya untuk mengambil pakaiannya, dan batu itu pun terus membawa-nya hingga melintasi Majelis Bani Israil, sehingga mereka melihat-nya sebagai sebaik-baik ciptaan Allah. Maka sirnalah apa yang mereka tuduhkan kepadanya.[62]

33:70–71Page 427

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا ٧٠

O you who have believed, fear Allāh and speak words of appropriate justice.

يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ٧١

He will [then] amend for you your deeds and forgive you your sins. And whoever obeys Allāh and His Messenger has certainly attained a great attainment.

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah mem-perbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Al-Ahzab: 70-71).

(70) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kaum Mukminin untuk ber-takwa kepadaNya dalam seluruh kondisi mereka, lahir dan batin. Dari takwa itu Allah mengkhususkan dan menyunnahkan untuk berkata benar, yaitu perkataan yang sejalan dengan yang benar atau mendekati kebenaran di saat sesuatu yang meyakinkan itu udzur (sulit dipastikan), berupa bacaan, dzikir, amar ma'ruf, nahi mungkar, mempelajari ilmu dan mengajarkannya, berupaya mak-simal untuk memperoleh yang tepat dalam masalah-masalah ilmiah, dan menempuh setiap jalan yang dapat mengantarkan ke sana dan setiap sarana yang membantu untuknya. Dan termasuk perkataan yang benar adalah berkata lembut dan santun dalam berbicara kepada orang lain dan perkataan yang mengandung nasihat dan bimbingan kepada apa yang lebih maslahat.

(71) Kemudian Allah menjelaskan pengaruh yang ditimbul-kan oleh takwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar, seraya berfirman, ﴾ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ ﴿ "Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu," maksudnya, hal itu dapat menjadi sebab bagi keshalihan (kebaikan) amal dan jalan untuk diterima. Karena dengan menggunakan takwa, maka amal kebajikan bisa diterima, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلۡمُتَّقِينَ 27 ﴿ "Sesungguhnya Allah hanya akan menerima amal dari orang-orang yang bertakwa." (Al-Ma`idah: 27). Dan dengannya pula seseorang akan diberi taufik untuk ber-amal shalih, dan Allah akan memperbaiki amal-amalnya dengan cara memeliharanya dari hal-hal yang dapat merusaknya, menjaga pahalanya dan melipatgandakannya. Demikian pula, mengabaikan takwa dan ucapan yang benar merupakan sebab bagi rusaknya amal kebajikan, ia tidak diterima dan tidak mempunyai bekas (pe-ngaruh). ﴾ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ﴿ "Dan mengampuni bagimu" juga ﴾ ذُنُوبَكُمۡۗ ﴿ "dosa-dosa-mu" yang merupakan sebab kebinasaan kalian. Jadi, dengan takwa, berbagai perkara dapat menjadi lurus, dan dengannya pula segala yang terlarang menjadi terhindarkan. Maka dari itu Allah berfir-man, ﴾ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ﴿ "Dan barangsiapa menaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya dia telah mendapat kemenangan yang besar."

33:72–73Page 427

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا ٧٢

Indeed, We offered the Trust1 to the heavens and the earth and the mountains, and they declined to bear it and feared it; but man [undertook to] bear it. Indeed, he was unjust and ignorant.2

لِّيُعَذِّبَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ وَٱلۡمُشۡرِكَٰتِ وَيَتُوبَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمَۢا ٧٣

[It1 was] so that Allāh may punish the hypocrite men and hypocrite women and the men and women who associate others with Him and that Allāh may accept repentance from the believing men and believing women. And ever is Allāh Forgiving and Merciful.

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikulnya dan mereka khawatir padanya, dan dipikullah ama-nat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh, sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan Allah menerima taubat orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Ahzab: 72-73).

(72) Allah سبحانه وتعالى mengagungkan masalah amanah yang diama-nahkan Allah kepada orang-orang mukallaf, yang pada hakikatnya adalah mematuhi perintah-perintah dan menjauhi larangan-lara-ngan dalam kondisi tersembunyi dan rahasia sebagaimana pada kondisi terbuka; dan bahwasanya Allah سبحانه وتعالى telah menawarkannya kepada semua makhluk yang besar-besar, yaitu langit, bumi dan gunung secara sukarela (memilih), bukan mewajibkan, dan (dika-takan kepada mereka), "Kalau kamu melaksanakannya dan menu-naikannya sebagaimana mestinya, maka kamu mendapat pahala; dan jika kamu tidak melaksanakannya dan tidak menunaikannya, maka kamu akan ditimpa azab, ﴾ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا ﴿ "maka semua-nya enggan untuk memikulnya dan mereka khawatir padanya" maksud-nya, takut kalau tidak sanggup mengembannya, bukan karena durhaka kepada Rabbnya, dan juga bukan karena tidak berminat kepada pahalanya. Kemudian Allah menawarkannya kepada ma-nusia dengan persyaratan tersebut di atas. Maka dia pun menerima dan menanggungnya sekalipun dia zhalim dan bodoh, dan dia pun memikul beban yang sangat berat ini.

(73) Maka manusia terbagi menjadi tiga bagian menurut pelaksanaan atau tidaknya amanat tersebut. Yaitu:(Pertama), kaum munafik. Mereka menampakkan bahwa mereka melaksanakannya secara lahir, tidak secara batin. Dan (kedua), orang-orang musyrik yang mengabaikannya secara lahir dan batin. Dan (ketiga), orang-orang Mukmin yang menunaikannya secara lahir dan batin. Lalu Allah سبحانه وتعالى menjelaskan perbuatan tiga macam manusia ini dan apa yang pantas bagi mereka, pahala atau siksaan, seraya berfirman, ﴾ لِّيُعَذِّبَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ وَٱلۡمُشۡرِكَٰتِ وَيَتُوبَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمَۢا ﴿ "Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan orang-orang musyrikin laki-laki dan pe-rempuan; dan Allah menerima taubat orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Maka segala puji hanya untukNya, yang mana telah mengakhiri ayat ini dengan dua nama(Nya) yang sangat mulia yang menunjukkan kepada kesempurnaan ampunan Allah dan luasnya rahmatNya, serta keuniversalan kemurahanNya, padahal sesungguhnya ma-nusia-manusia yang akan diadili sangat banyak, di antara mereka ada yang tidak berhak mendapat ampunan dan rahmat karena kenifakan dan kesyirikannya.

Selesailah tafsir surat al-Ahzab, dengan segala puji bagi Allah dan pertolongan dariNya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском