As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Saba 34:22–42
34:22–23Page 430
قُلِ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمۡلِكُونَ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا لَهُمۡ فِيهِمَا مِن شِرۡكٖ وَمَا لَهُۥ مِنۡهُم مِّن ظَهِيرٖ ٢٢
Say, [O Muḥammad], "Invoke those you claim [as deities] besides Allāh." They do not possess an atom's weight [of ability] in the heavens or on the earth, and they do not have therein any partnership [with Him], nor is there for Him from among them any assistant.
وَلَا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ عِندَهُۥٓ إِلَّا لِمَنۡ أَذِنَ لَهُۥۚ حَتَّىٰٓ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمۡ قَالُواْ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمۡۖ قَالُواْ ٱلۡحَقَّۖ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ ٢٣
And intercession does not benefit with Him except for one whom He permits. [And those wait] until, when terror is removed from their hearts,1 they will say [to one another], "What has your Lord said?" They will say, "The truth." And He is the Most High, the Grand.
"Katakanlah, 'Serulah mereka yang kamu yakini selain Allah, mereka tidak memiliki seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada dari mereka yang menjadi pem-bantu bagiNya.' Dan tiadalah berguna syafa'at di sisi Allah me-lainkan bagi orang yang telah diizinkanNya (untuk memperoleh syafa'at itu), sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, 'Apakah yang telah difirmankan oleh Rabbmu?' Mereka menjawab, '(Perkataan) yang benar,' dan Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar." (Saba`: 22-23).
(22-23) Maksudnya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" wahai Rasul kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lainnya dari kalangan makhluk yang tidak bisa menciptakan manfaat atau-pun mudarat, dengan memastikan ketidakberdayaannya kepada mereka dan menjelaskan kepalsuan beribadah kepadanya,﴾ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Serulah mereka yang kamu yakini selain Allah," mak-sudnya, tuhan yang kalian yakini bahwa mereka adalah sekutu-sekutu bagi Allah, jika seruan kalian berguna. Sebab, sesungguhnya faktor-faktor ketidakberdayaan dan ketidakmampuan mengabul-kan doa sudah terpenuhi dari segala sisi. Karena mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan sekecil apa pun. Mereka tidak memiliki seberat biji sawi pun di langit dan di bumi ini, baik secara independen ataupun secara bersama. Maka dari itu Allah berfir-man, ﴾ وَمَا لَهُمۡ ﴿ "Mereka tidak memiliki" maksudnya, sesembahan-sesembahan yang kalian yakini itu (sama sekali) tidak memiliki, ﴾ فِيهِمَا ﴿ "di keduanya," di langit dan di bumi, ﴾ مِن شِرۡكٖ ﴿ "suatu saham pun" maksudnya, tidak memiliki saham kecil ataupun saham besar. Jadi mereka sama sekali tidak memiliki kepemilikan ataupun saham. Tinggal dikatakan, "Selain itu, bisa jadi mereka menjadi para pembantu bagi sang Pemilik dan menteri-menteriNya, sehingga doa mereka menjadi bermanfaat, karena disebabkan kebutuhan sang Raja kepada mereka, maka mereka bisa menunaikan kebutuhan-kebutuhan siapa saja yang bergantung kepada mereka. Namun Allah سبحانه وتعالى menafikan kedudukan ini seraya berfirman, ﴾ وَمَا لَهُۥ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada bagiNya" maksudnya: Bagi Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa ﴾ مِنۡهُم ﴿ "dari mereka" maksudnya, dari para se-sembahan-sesembahan itu, ﴾ مِّن ظَهِيرٖ ﴿ "yang menjadi pembantu," yakni: Yang menjadi penolong dan menteri yang membantunya dalam kerajaan dan pengaturan. Kemudian, tidak ada yang tersisa selain syafa'at. Namun Allah سبحانه وتعالى menafikan syafa'at dengan FirmanNya, ﴾ وَلَا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ عِندَهُۥٓ إِلَّا لِمَنۡ أَذِنَ لَهُۥۚ ﴿ "Dan tiadalah berguna syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkanNya." Inilah beberapa macam bentuk ke-tergantungan yang mana orang-orang musyrik menjadikannya sebagai sandaran kepada sesembahan-sesembahan dan berhala-berhala mereka dari jenis manusia, pepohonan, bebatuan dan lain sebagainya. Ia diputuskan oleh Allah dan dijelaskan kepalsuannya dengan penjelasan yang mencincang habis materi-materi syirik dan memutus dasar-dasarnya, karena sesungguhnya orang yang musyrik itu sebenarnya hanyalah berdoa dan beribadah (menyem-bah) kepada selain Allah, dengan maksud mengharapkan manfaat darinya. Pengharapan seperti inilah yang menyebabkannya ter-jerumus ke dalam syirik. Apabila yang diseru dari selain Allah itu tidak memiliki manfaat dan mudarat (tidak dapat memberikan manfaat dan mudarat), dan bukan juga sekutu bagi Sang Maha Pemilik, bukan pembantu dan bukan pula penolong bagiNya, dan ia tidak kuasa memberikan syafa'at tanpa ada izin dari Sang Maha Pemilik, maka doa dan ibadah tersebut merupakan kesesatan menurut akal dan kebatilan menurut syariat, bahkan permintaan dan harapan mereka itu berbalik menimpa kepada pelaku syirik itu. Sebab, dia sebenarnya menginginkan manfaat darinya, lalu Allah menjelaskan kepalsuan dan ketidakbergunaannya, dan Dia menjelaskan di dalam ayat-ayatNya yang lain bahwa bahayanya menimpa para penyembahnya, dan bahwa nanti di Hari Kiamat sebagian mereka mengingkari sebagian yang lain dan saling me-ngutuk, dan tempat mereka semua adalah neraka. ﴾ وَإِذَا حُشِرَ ٱلنَّاسُ كَانُواْ لَهُمۡ أَعۡدَآءٗ وَكَانُواْ بِعِبَادَتِهِمۡ كَٰفِرِينَ 6 ﴿ "Dan apabila manusia dikumpulkan (pada Hari Kiamat) niscaya sembahan-sembahan mereka itu menjadi musuh mereka, dan mereka meng-ingkari pemujaan-pemujaan mereka." (Al-Ahqaf: 6). Yang aneh lagi adalah bahwa orang musyrik itu menyom-bongkan diri untuk tunduk kepada para rasul dengan alasan bahwa mereka adalah manusia biasa sementara dia sendiri rela menyem-bah dan berdoa kepada pepohonan dan bebatuan, ia menyombong-kan diri untuk tulus kepada sang Maharaja Yang Maha Pengasih lagi Mahaperkasa, sementara dia rela menyembah sembahan yang bahayanya lebih dekat daripada manfaatnya, karena taat kepada musuh bebuyutannya, yaitu setan. Dan FirmanNya,﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمۡ قَالُواْ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمۡۖ قَالُواْ ٱلۡحَقَّۖ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ ﴿ "Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, 'Apakah yang telah difirmankan oleh Rabbmu?' Mereka menjawab, '(Perkataan) yang benar,' dan Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar." Kemungkinan pertama kata ganti (dhamir) "hum" dalam ayat ini kembali kepada kaum musyrikin, sebab mereka disebutkan di dalam redaksi ayat tersebut, sedangkan kaidah tentang dhamir (kata ganti) itu adalah kembali kepada kata yang paling dekat (yang disebutkan). Maka makna ayat di atas adalah: Apabila Hari Kiamat terjadi dan rasa ketakutan telah dihilangkan dari hati orang-orang musyrikin. Maksudnya, rasa takut sudah tidak ada dan mereka ditanya, –saat akal mereka sudah dikembalikan–, tentang keadaan mereka dahulu di dunia dan tentang pendustaan mereka terhadap kebenaran yang dibawa oleh para rasul, maka mereka mengakui bahwa apa yang mereka anut, yaitu kekafiran dan ke-syirikan itu adalah batil, dan bahwa apa yang dikatakan oleh Allah dan diberitakan oleh para rasul itulah yang haq. Maka terungkap-lah apa yang dahulu mereka sembunyikan, mereka tahu bahwa kebenaran adalah milik Allah dan mereka mengakui dosa-dosa mereka. ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahatinggi" dengan DzatNya di atas seluruh makhluk, keperkasaanNya terhadap mereka dan ke-tinggian martabatNya karena sifat-sifatNya yang Agung lagi Suci, ﴾ ٱلۡكَبِيرُ ﴿ "lagi Mahabesar" DzatNya dan Sifat-sifatNya. Dan di antara ketinggianNya adalah bahwa hukum (keputusan) Allah itu tinggi, jiwa tunduk kepadanya, hingga jiwa orang-orang yang menyom-bongkan diri dan kaum musyrikin sekalipun. Makna ini sudah sangat jelas dan inilah yang ditunjukkan oleh konteks ayat. Kemungkinan kedua, dhamir "hum" kembali kepada para malaikat. Sebab, Allah سبحانه وتعالى apabila berbicara melalui wahyu, maka didengar oleh para malaikat dan mereka tersentak ketakutan dan menyungkur sujud kepada Allah. Dan malaikat pertama yang mengangkat kepalanya adalah Jibril, lalu Allah menyampaikan wahyu yang dikehendakiNya kepadanya. Lalu apabila rasa keta-kutan sudah hilang dari hati para malaikat, maka sebagian mereka menanyakan kepada sebagian yang lain tentang firman yang me-nyebabkan mereka tersentak itu, "Apa yang telah dikatakan oleh Rabb?" Maka sebagiannya menjawab, "Perkataan yang haq." Bisa jadi jawaban itu secara global, karena mereka telah mengetahui bahwa Dia tidak mengatakan kecuali yang haq, atau mereka me-ngatakan, "Dia berfirman begini dan begitu"[65] untuk firman yang telah mereka dengar dariNya. Dan yang demikian itu termasuk yang haq. Maka makna ayat di atas berdasarkan alternatif ini ada-lah bahwa kaum musyrikin yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah, yang telah kami uraikan kepada kalian tentang ke-tidakberdayaannya, kelemahannya dan ketidakmampuannya memberikan manfaat dari sudut mana pun, bagaimana mungkin mereka bisa berpaling dan menjauh dari ketulusan ibadah kepada Rabb yang Mahaagung, Mahatinggi lagi Mahabesar, yang karena keagungan dan kebesaranNya menciptakan sikap tunduk dan rasa takut para malaikat nan mulia lagi muqarrabin sampai pada kadar seperti itu, dan mereka semua mengakui bahwasanya Allah tidak mengatakan kecuali yang haq. Lalu bagaimana kaum musyrikin bisa menyombongkan diri untuk beribadah kepada Tuhan yang sedemikian keadaanNya dan keagungan kerajaan dan kekuasaan-Nya? Maka Mahasuci Allah yang Mahatinggi lagi Mahabesar dari kesyirikan kaum musyrikin, dari kedustaan dan kebohongan mereka!
34:24–27Page 431
۞ قُلۡ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ قُلِ ٱللَّهُۖ وَإِنَّآ أَوۡ إِيَّاكُمۡ لَعَلَىٰ هُدًى أَوۡ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٢٤
Say, "Who provides for you from the heavens and the earth?" Say, "Allāh. And indeed, we or you are either upon guidance or in clear error."
قُل لَّا تُسۡـَٔلُونَ عَمَّآ أَجۡرَمۡنَا وَلَا نُسۡـَٔلُ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ٢٥
Say, "You will not be asked about what we committed, and we will not be asked about what you do."
قُلۡ يَجۡمَعُ بَيۡنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفۡتَحُ بَيۡنَنَا بِٱلۡحَقِّ وَهُوَ ٱلۡفَتَّاحُ ٱلۡعَلِيمُ ٢٦
Say, "Our Lord will bring us together; then He will judge between us in truth. And He is the Knowing Judge."1
قُلۡ أَرُونِيَ ٱلَّذِينَ أَلۡحَقۡتُم بِهِۦ شُرَكَآءَۖ كـَلَّاۚ بَلۡ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢٧
Say, "Show me those whom you have attached to Him as partners. No! Rather, He [alone] is Allāh, the Exalted in Might, the Wise."
"Katakanlah, 'Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi?' Katakanlah, 'Allah;' dan sesungguhnya kami atau kamu (wahai orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. Katakanlah, 'Kamu tidak akan ditanya tentang dosa yang kita perbuat dan kami tidak akan ditanya pula tentang apa yang kamu perbuat.' Katakanlah, 'Rabb kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui. Katakanlah, 'Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan denganNya sebagai sekutu-sekutu, sekali-kali tidak mungkin! Sebenarnya Dia-lah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana'." (Saba`: 24-27).
(24) Allah سبحانه وتعالى memerintah NabiNya, Muhammad a, untuk mengatakan kepada orang yang mempersekutukan Allah dan menanyakan kepadanya tentang kebenaran[66] syiriknya,﴾ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi?" Sebab mereka terpaksa harus mengakui bahwasanya Dia adalah Allah. Dan jika mereka tidak mau mengakui, maka ﴾ قُلِ ٱللَّهُۖ ﴿ "Katakanlah, 'Allah'," niscaya kamu tidak akan menjumpai orang yang menolak perkataan ini. Kalau sudah terbukti bahwa Allah semata yang memberi kalian rizki dari langit dan bumi, dan yang menurunkan hujan untuk kalian serta menumbuhkan berbagai tanaman, memancarkan sungai untuk kalian dan menimbulkan buah-buahan dari berbagai pohon dan menciptakan berbagai hewan semuanya untuk kalian, untuk kepentingan kalian dan rizki kalian, lalu kenapa kalian menyembah sesuatu yang sama sekali tidak memberikan rizki kepada kalian dan tidak memberikan satu man-faat pun kepada kalian? Dan FirmanNya, ﴾ وَإِنَّآ أَوۡ إِيَّاكُمۡ لَعَلَىٰ هُدًى أَوۡ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "Dan se-sungguhnya kami atau kamu (wahai orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata," yakni, salah satu dari dua golongan dari kami dan kalian ada yang berpegang teguh pada petunjuk dalam keadaan mengunggulinya, atau ada di dalam kesesatan yang nyata dalam keadaan tenggelam di dalamnya. Dan perkataan ini diucapkan oleh orang yang kebenaran menjadi jelas baginya dan yang benar menjadi terang, dan ia me-negaskan terhadap kebenaran yang dianutnya dan terhadap ke-palsuan apa yang dianut oleh musuhnya. Maksudnya, kami telah menjelaskan dalil-dalil yang sangat jelas bagi kami dan kalian, yang dengannya dapat diketahui dengan seyakin-yakinnya, tidak ada keraguan lagi padanya, siapa yang benar dari kita dan siapa pembuat kepalsuan, siapa yang mendapat petunjuk dan siapa yang tersesat, sehingga penentuan sudah tidak berguna lagi sesudahnya. Sebab, jika kamu membandingkan[67] antara orang yang mengajak untuk beribadah kepada Allah, Sang Pencipta semua makhluk, Yang mengaturnya dengan berbagai bentuk otoritasNya, Yang mencurahkan seluruh kenikmatan, Yang memberi mereka rizki dan melimpahkan kepada mereka segala bentuk nikmat dan mencegah dari mereka segala bentuk bencana, Yang kepunyaanNya-lah segala puja dan puji, kerajaan semuanya, dan setiap orang dari malaikat dan selain mereka semuanya tunduk kepada kebesaranNya, meng-hinakan diri di hadapan keagunganNya, setiap pemberi syafa'at takut kepadaNya, tiada seorang pun dari mereka yang dapat mem-beri syafa'at di sisiNya kecuali dengan izin dariNya, Yang Maha-tinggi lagi Mahabesar dalam Dzat, sifat-sifat dan segala perbuatan-Nya, yang milikNya-lah segala kesempurnaan, segala kemuliaan, segala keindahan dan segala puji, puja dan sanjungan. Orang itu mengajak kepada Tuhan yang sedemikian rupa keadaanNya, dan kepada ketulusan beramal kepadaNya, melarang beribadah kepada selainNya, (bandingkan) dengan orang-orang yang mendekatkan diri kepada berhala, patung dan kuburan yang sama sekali tidak menciptakan, tidak memberi rizki, tidak dapat menyelamatkan dirinya dan diri orang yang menyembahnya dan tidak pula dapat menimpakan bahaya, tidak dapat mematikan, menghidupkan dan membangkitkan, bahkan itu semua adalah benda-benda mati yang tidak berakal, tidak mendengar seruan para penyembahnya, dan kalau seandainya dia mendengar pun, niscaya tidak akan dapat mengabulkannya untuk mereka, sedang-kan di Hari Kiamat kelak mereka mengingkari kesyirikan mereka dan berlepas diri dari mereka serta saling mengutuk di antara mereka. Mereka sama sekali tidak mempunyai bagian sedikit pun dari kekuasaan, tidak memiliki persekutuan padanya, tidak pula memiliki bantuan di dalamnya, dan tidak memiliki hak memberi-kan syafa'at secara independen tanpa campur tangan Allah. Lalu ia menyeru (berdoa) kepada orang yang sedemikian ini sifatnya dan mendekatkan diri kepadanya sebisa mungkin dan memusuhi orang yang menuluskan kepatuhan hanya kepada Allah semata serta menyatakan dusta para utusan Allah yang membawa syariat de-ngan ikhlas semata karena Allah, maka akan menjadi jelas bagimu[68] golongan yang mana yang mendapat petunjuk dan yang tersesat, yang celaka dan yang berbahagia; dan kamu tidak perlu diberi tahu tentang hal itu, karena deskripsi keadaan sudah lebih jelas daripada ungkapan lisan.
(25) ﴾ قُل ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, ﴾ لَّا تُسۡـَٔلُونَ عَمَّآ أَجۡرَمۡنَا وَلَا نُسۡـَٔلُ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Kamu tidak akan ditanya tentang dosa yang kita perbuat dan kami tidak akan ditanya pula tentang apa yang kamu perbuat," mak-sudnya, masing-masing kita dan kalian menanggung perbuatannya masing-masing, kalian tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang perbuatan kami dan dosa-dosa kami kalau kami melaku-kannya, dan kami tidak akan diminta pertanggungjawaban ten-tang perbuatan kalian, maka hendaklah tujuan kami dan kalian adalah mencari yang benar dan menempuh jalan terbuka (adil dan objektif), dan tinggalkanlah apa yang telah (terlanjur) kita lakukan dan jangan menjadi penghalang bagi kalian untuk mengikuti al-haq (kebenaran). Sebab, sesungguhnya hukum-hukum yang di-berlakukan di dunia ini hanya dalam hal-hal yang nampak, di situ kebenaran diikuti dan kebatilan dijauhi. Adapun amal-amal per-buatan, maka ia mempunyai negeri yang lain di mana di dalamnya Sang Mahabijaksana memberikan keputusan, Sang Mahaadil me-netapkan keputusan di antara orang-orang yang berselisih.
(26) Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ قُلۡ يَجۡمَعُ بَيۡنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفۡتَحُ بَيۡنَنَا ﴿ "Katakanlah, 'Rabb kita akan mengumpulkan kita semua'," maksudnya, Dia akan memberikan keputusan di antara kita, yang dengannya akan dapat dibedakan mana yang benar (jujur) dan mana yang dusta; mana yang berhak mendapat pahala dan mana yang berhak diazab; dan Dia adalah sebaik-baik pemberi keputusan.
(27) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, wahai rasul, dan wahai orang yang mewakilimu, ﴾ أَرُونِيَ ٱلَّذِينَ أَلۡحَقۡتُم بِهِۦ شُرَكَآءَۖ ﴿ "Perlihat-kanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan denganNya sebagai sekutu-sekutu," maksudnya, di mana mereka? Di mana jalan untuk mengenal mereka? Apakah mereka ada di bumi atau di langit? Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata telah menginformasikan kepada kami, bahwa di dalam wujud (alam semesta ini) ia sama sekali tidak mempunyai seorang sekutu pun, ﴾ وَيَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمۡ وَلَا يَنفَعُهُمۡ وَيَقُولُونَ هَٰٓؤُلَآءِ شُفَعَٰٓؤُنَا عِندَ ٱللَّهِۚ قُلۡ أَتُنَبِّـُٔونَ ٱللَّهَ بِمَا لَا يَعۡلَمُ ﴿ "Dan mereka menyembah selain dari Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak pula kemanfaatan, dan mereka berkata, 'Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah.' Katakanlah, 'Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya?'" (Yunus: 18). ﴾ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ 66 ﴿ "Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Tidaklah mereka mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga." (Yunus: 66). Demikian pula orang-orang istimewa dari makhlukNya, yaitu para nabi dan para rasul, mereka tidak mengetahui adanya sekutu bagiNya. Maka, wahai sekalian kaum musyrikin, perlihat-kanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kalian hubungkan dengan Allah sebagai sekutu-sekutuNya menurut klaim palsu kalian! Permintaan ini tidak mungkin mereka penuhi, maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كـَلَّاۚ ﴿ "Sekali-kali tidak mungkin." Maksudnya, Allah sama sekali tidak mempunyai sekutu, tandingan dan lawan. ﴾ بَلۡ هُوَ ٱللَّهُ ﴿ "Sebenarnya Dia-lah Allah" yang tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi, kecuali Dia ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "yang Mahaperkasa" yang mengalahkan segala sesuatu. Maka segala sesuatu, semuanya dikendalikan, dikalahkan dan ditundukkanNya. ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Lagi Mahabijaksana," yang menciptakan dengan sangat rapi dan membuat indah apa yang diciptakanNya, dan sangat baik apa yang disyariat-kanNya. Kalaupun tidak ada dalam hikmah syariatnya kecuali hanya (pertama) perintah mengesakanNya dan mengikhlaskan kepatuhan (agama) hanya kepadaNya dalam keadaan mencintai hal ini dan menjadikannya sebagai jalan keselamatan, dan (kedua) larangan berbuat syirik dan mengambil sembahan-sembahan selain Dia, serta menjadikan hal ini sebagai jalan kesengsaraan dan kebi-nasaan, maka hal ini sudah sangat cukup untuk menjadi argumen (bukti) atas kesempurnaan hikmah (kebijaksanaan)Nya; lalu bagai-mana dengan keadaan syariat di mana seluruh yang Dia perintah-kan dan apa yang Dia larang mencakup hikmah?
34:28–30Page 431
وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةٗ لِّلنَّاسِ بَشِيرٗا وَنَذِيرٗا وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٢٨
And We have not sent you except comprehensively1 to mankind as a bringer of good tidings and a warner. But most of the people do not know.
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٢٩
And they say, "When is this promise, if you should be truthful?"
قُل لَّكُم مِّيعَادُ يَوۡمٖ لَّا تَسۡتَـٔۡخِرُونَ عَنۡهُ سَاعَةٗ وَلَا تَسۡتَقۡدِمُونَ ٣٠
Say, "For you is the appointment of a Day [when] you will not remain thereafter an hour, nor will you precede [it]."
"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Dan mereka berkata, 'Kapankah janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?' Katakanlah, 'Bagimu ada hari yang telah di-janjikan yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaat pun dan tidak pula kamu dapat meminta supaya dimaju-kan." (Saba`: 28-30).
(28) Allah سبحانه وتعالى memberitakan bahwasanya tidaklah Dia meng-utus RasulNya, Muhammad a melainkan agar menyampaikan berita gembira kepada seluruh manusia tentang pahala dari Allah dan menyampaikan kepada mereka amal perbuatan yang dapat mengantarkan kepadanya dan memberi peringatan akan azab Allah, lalu mengabarkan tentang amal yang mengantarkan kepadanya. Jadi, kamu sama sekali tidak mempunyai campur tangan dalam urusan tersebut; dan semua yang diusulkan kepadamu oleh kaum yang mendustakan dan keras kepala bukanlah tugasmu. Itu semua ada di Tangan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui," maksudnya, mereka sama sekali tidak mempunyai ilmu yang shahih, malah mereka sebenarnya adalah orang-orang bodoh atau orang-orang yang keras kepala yang tidak mau mengamalkan ilmunya, sehingga seakan-akan mereka tidak mempunyai ilmu. Dan di antara tanda mereka tidak mempunyai ilmu adalah Allah menjadikan mereka tidak memperoleh jawaban dari apa yang mereka minta (berupa usulan) kepada Rasul sebagai sesuatu yang mengharuskan mereka untuk menolak dakwahnya.
(29) Di antara hal yang mereka usulkan adalah mereka minta disegerakannya azab yang diperingatkan oleh Rasul ter-hadap mereka. Allah berfirman, ﴾ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Dan mereka berkata, 'Kapankah janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?'" Ini adalah kezhaliman mereka. Sebab, kelaziman jenis apa yang membedakan antara kebenarannya dengan informasi tentang waktu terjadinya azab? Tidaklah ini merupakan sikap menolak kebenaran dan ke-picikan akal? Bukankah seorang pemberi peringatan dalam salah satu urusan dunia, kalau dia membawa (syariat) kepada sekelom-pok manusia (suatu kaum) yang mengenal kejujurannya dan ketulusannya, sedangkan mereka memiliki musuh yang sedang menunggu-nunggu kesempatan untuk menyerang dan tengah mengadakan persiapan, lalu pemberi peringatan itu berkata kepada mereka, "Aku telah melihat musuh kalian telah berangkat hendak menyerang dan menumpas kalian." Lalu salah seorang di antara kaum itu mengatakan, "Jika Anda benar, maka sampaikanlah ke-pada kami, jam berapa mereka akan sampai kepada kami? Di mana tempat mereka sekarang?" Apakah orang seperti ini bisa dianggap seorang yang berakal atau sudah pantas dicap dungu dan gila? Di sisi lain, orang yang menyampaikan berita memang bisa benar dan bisa dusta, sedangkan musuh bisa jadi telah tampak oleh sebagian mereka sementara tekad mereka telah pupus, padahal bisa jadi kaum itu memiliki pertahanan yang dengannya mereka dapat mempertahankan diri. Lalu bagaimana dengan orang yang men-dustakan manusia yang paling jujur lagi ma'shum (terpelihara dari kesalahan) dalam informasinya, yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu tentang azab yang pasti, yang tidak bisa dicegah, tidak ada penolong darinya, tidakkah menolak informasi yang berasal darinya dengan alasan tidak jelas waktu terjadinya adalah meru-pakan kepicikan yang paling parah?
(30) ﴾ قُل ﴿ "Katakanlah," kepada mereka dengan memberita-kan mengenai waktu terjadinya Hari Kiamat yang sudah tidak ada keraguan lagi padanya, ﴾ لَّكُم مِّيعَادُ يَوۡمٖ لَّا تَسۡتَـٔۡخِرُونَ عَنۡهُ سَاعَةٗ وَلَا تَسۡتَقۡدِمُونَ ﴿ "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaat pun, dan tidak pula kamu dapat meminta supaya dimajukan," maka waspadailah hari itu dan lakukanlah per-siapan untuk menghadapinya.
34:31–33Page 431
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَن نُّؤۡمِنَ بِهَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ وَلَا بِٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِۗ وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ مَوۡقُوفُونَ عِندَ رَبِّهِمۡ يَرۡجِعُ بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٍ ٱلۡقَوۡلَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ لِلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ لَوۡلَآ أَنتُمۡ لَكُنَّا مُؤۡمِنِينَ ٣١
And those who disbelieve say, "We will never believe in this Qur’ān nor in that before it." But if you could see when the wrongdoers are made to stand before their Lord, refuting each others' words...1 Those who were oppressed will say to those who were arrogant, "If not for you, we would have been believers."
قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ لِلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُوٓاْ أَنَحۡنُ صَدَدۡنَٰكُمۡ عَنِ ٱلۡهُدَىٰ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَكُمۖ بَلۡ كُنتُم مُّجۡرِمِينَ ٣٢
Those who were arrogant will say to those who were oppressed, "Did we avert you from guidance after it had come to you? Rather, you were criminals."
وَقَالَ ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ لِلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ بَلۡ مَكۡرُ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ إِذۡ تَأۡمُرُونَنَآ أَن نَّكۡفُرَ بِٱللَّهِ وَنَجۡعَلَ لَهُۥٓ أَندَادٗاۚ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۚ وَجَعَلۡنَا ٱلۡأَغۡلَٰلَ فِيٓ أَعۡنَاقِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۖ هَلۡ يُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٣٣
Those who were oppressed will say to those who were arrogant, "Rather, [it was your] conspiracy of night and day when you were ordering us to disbelieve in Allāh and attribute to Him equals." But they will [all] confide regret when they see the punishment; and We will put shackles on the necks of those who disbelieved. Will they be recompensed except for what they used to do?
"Dan orang-orang kafir berkata, 'Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada al-Qur`an dan tidak pula kepada kitab yang sebelumnya.' Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zhalim itu dihadapkan kepada RabbNya, seba-gian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, 'Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.' Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang di-anggap lemah, 'Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petun-juk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa.' Dan orang-orang yang tertindas berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, '(Tidak), sebenarnya tipu daya di waktu malam dan siang, ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan men-jadikan sekutu-sekutu bagiNya.' Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang be-lenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas me-lainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan." (Saba`: 31-33).
(31) Ketika Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa waktu yang dijan-jikan kepada orang-orang yang minta disegerakan turunnya azab itu pasti terjadi jika waktunya telah tiba, maka di sini Dia menje-laskan kondisi mereka pada Hari (Kiamat) itu; dan bahwa kalau saja kamu melihat keadaan mereka ketika mereka dihadapkan kepada Rabb mereka dan (di situ) berkumpul para pemimpin dan para pengikutnya dalam kekafiran dan kesesatan, tentu kamu akan melihat perkara yang sangat luar biasa dan keadaan yang sangat menakutkan, dan kamu melihat bagaimana mereka saling menya-lahkan dan ﴾ يَرۡجِعُ بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٍ ٱلۡقَوۡلَ ﴿ "sebagian dari mereka menghadap-kan perkataan kepada sebagian yang lain," lalu berkata ﴾ ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ ﴿ "orang-orang yang dianggap lemah," yaitu para pengikut ﴾ لِلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ ﴿ "kepada orang-orang yang menyombongkan diri," mereka adalah para penguasa dan pemimpin, ﴾ لَوۡلَآ أَنتُمۡ لَكُنَّا مُؤۡمِنِينَ ﴿ "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman," akan tetapi kalian telah menghalangi kami untuk beriman, dan kalian mem-perindah kekafiran bagi kami, sehingga kami mengikuti kalian. Maksud mereka dengan ucapan tersebut adalah agar siksaan hanya ditimpakan kepada para pemimpin saja, tanpa menimpa mereka.
(32) ﴾ قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ لِلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُوٓاْ ﴿ "Orang-orang yang menyom-bongkan diri berkata kepada orang-orang yang tertindas," dengan maksud minta penjelasan kepada mereka dan menginformasikan bahwa semua sama-sama ikut serta dalam kejahatan, ﴾ أَنَحۡنُ صَدَدۡنَٰكُمۡ عَنِ ٱلۡهُدَىٰ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَكُمۖ ﴿ "Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu." Maksudnya, dengan sebab kekuatan dan pemaksaan kamikah terhadap kalian? ﴾ بَلۡ كُنتُم مُّجۡرِمِينَ ﴿ "Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa," maksudnya, sebenarnya kalianlah yang memilih untuk melakukan dosa, kalian tidak dipaksa untuk itu. Sekalipun kami telah memperindah ke-sesatan untuk kalian, namun kami tetap tidak memiliki kekuasaan terhadap kalian.
(33) Maka berkatalah,﴾ ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ لِلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ بَلۡ مَكۡرُ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ إِذۡ تَأۡمُرُونَنَآ أَن نَّكۡفُرَ بِٱللَّهِ وَنَجۡعَلَ لَهُۥٓ أَندَادٗاۚ ﴿ "orang-orang yang tertindas kepada orang-orang yang menyombongkan diri, '(Tidak) sebenarnya tipu daya di waktu malam dan siang, ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagiNya," maksudnya sebenarnya yang telah membuat kami terpedaya adalah disebabkan kalian dan kami menjadi sesat seperti ini adalah karena tipu daya yang kalian lakukan terhadap kami, siang dan malam, yaitu ketika kalian mem-perindah kekafiran bagi kami, dan kalian mengajak kami kepada-nya, kalian mengatakan, "Ini yang benar!" Dan kalian menjelek-jelekkan yang haq, mencelanya dan menganggap bahwa yang haq itu adalah kebatilan. Kalian terus melancarkan tipudaya kepada kami hingga akhirnya kalian berhasil menyesatkan dan memfitnah kami. Namun saling menyalahkan itu sama sekali tidak berguna bagi mereka, kecuali saling berlepas diri satu sama lain dan penye-salan besar. Maka dari itu, Allah berfirman, ﴾ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۚ ﴿ "Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab." Maksudnya, protes yang dilakukan oleh sebagian mereka terhadap yang lain untuk selamat dari azab itu pun sirna, dan masing-ma-sing mengetahui bahwa dirinya zhalim, dan pantas mendapat azab. Maka masing-masing merasa sangat menyesal dan berkhayal kalau saja dahulu dia berpegang teguh pada yang haq dan meninggalkan kebatilan yang telah mengantarkannya kepada azab ini. Hal ini mereka katakan secara tersembunyi di dalam hati mereka karena takut celaan karena telah mengakui (keburukan sendiri)! Kelak di beberapa posisi pada Hari Kiamat dan pada saat mereka masuk neraka, mereka akan menampakkan penyesalannya secara jelas, ﴾ وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا 27 يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا 28 ﴿ "Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku)'." (Al-Furqan: 27-28). ﴾ وَقَالُواْ لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ أَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ 10 فَٱعۡتَرَفُواْ بِذَنۢبِهِمۡ فَسُحۡقٗا لِّأَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ 11 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Sekiranya kami mendengarkan atau memikir-kan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.' Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala." (Al-Mulk: 10-11). ﴾ وَجَعَلۡنَا ٱلۡأَغۡلَٰلَ فِيٓ أَعۡنَاقِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۖ ﴿ "Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir." Mereka dibelenggu sebagaimana nara pidana dibelenggu, dan akan diperlakukan dengan hina di dalam penjaranya, sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِذِ ٱلۡأَغۡلَٰلُ فِيٓ أَعۡنَٰقِهِمۡ وَٱلسَّلَٰسِلُ يُسۡحَبُونَ 71 فِي ٱلۡحَمِيمِ ثُمَّ فِي ٱلنَّارِ يُسۡجَرُونَ 72 ﴿ "… ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar di dalam api." (Ghafir: 71-72). ﴾ هَلۡ يُجۡزَوۡنَ ﴿ "Tidaklah mereka dibalas," di dalam azab, hukuman dan belenggu berat ini ﴾ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan," yaitu kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.
34:34–39Page 432
وَمَآ أَرۡسَلۡنَا فِي قَرۡيَةٖ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتۡرَفُوهَآ إِنَّا بِمَآ أُرۡسِلۡتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ ٣٤
And We did not send into a city any warner except that its affluent said, "Indeed we, in that with which you were sent, are disbelievers."
وَقَالُواْ نَحۡنُ أَكۡثَرُ أَمۡوَٰلٗا وَأَوۡلَٰدٗا وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ٣٥
And they1 said, "We are more [than the believers] in wealth and children, and we are not to be punished."
قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٦
Say, "Indeed, my Lord extends provision for whom He wills and restricts [it], but most of the people do not know."
وَمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُم بِٱلَّتِي تُقَرِّبُكُمۡ عِندَنَا زُلۡفَىٰٓ إِلَّا مَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ جَزَآءُ ٱلضِّعۡفِ بِمَا عَمِلُواْ وَهُمۡ فِي ٱلۡغُرُفَٰتِ ءَامِنُونَ ٣٧
And it is not your wealth or your children that bring you nearer to Us in position, but it is [by being] one who has believed and done righteousness. For them there will be the double reward for what they did, and they will be in the upper chambers [of Paradise], safe [and secure].
وَٱلَّذِينَ يَسۡعَوۡنَ فِيٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ ٣٨
And the ones who strive against Our verses to cause [them] failure1 - those will be brought into the punishment [to remain].
قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥۚ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ٣٩
Say, "Indeed, my Lord extends provision for whom He wills of His servants and restricts [it] for him. But whatever thing you spend [in His cause] - He will compensate it; and He is the best of providers."
"Dan tidaklah Kami mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, 'Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.' Dan mereka berkata, 'Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak, kami sekali-kali tidak akan diazab.' Katakanlah, 'Sesungguhnya Rabbku me-lapangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya dan menyempit-kan, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.' Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka-lah itu yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan amal yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi. Dan orang-orang yang berusaha me-nentang ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat meng-gagalkan, mereka itu dimasukkan ke dalam azab. Katakanlah, 'Sesungguhnya Rabbku melapangkan rizki bagi siapa yang dikehen-dakiNya dari hamba-hambaNya dan menyempitkan.' Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya." (Saba`: 34-39).
(34) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang keadaan umat-umat terdahulu yang mendustakan para Rasul, keadaannya seperti keadaan orang-orang yang mendustakaan Rasul mereka saat ini, yaitu Muhammad a; dan bahwa Allah, apabila mengutus seorang Rasul di salah satu kota, maka kaum yang hidup mewah di negeri itu mendustakannya, kemewahan yang mereka miliki membuat mereka congkak dan mereka berbangga-bangga dengannya.
(35) ﴾ وَقَالُواْ نَحۡنُ أَكۡثَرُ أَمۡوَٰلٗا وَأَوۡلَٰدٗا ﴿ "Dan mereka berkata, 'Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak'," maksudnya, lebih banyak daripada orang-orang yang mengikuti kebenaran, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ﴿ "dan kami sekali-kali tidak akan diazab." Pertama, kami tidak akan dihidupkan kembali; dan jika kami dihidupkan kembali, maka Tuhan yang telah memberi kami harta kekayaan dan anak-anak di dunia akan memberi kami lebih banyak lagi di akhirat kelak dan Dia tidak akan menyiksa kami.
(36) Mereka dijawab oleh Allah سبحانه وتعالى, bahwa dilapangkan atau disempitkannya rizki itu bukan bukti atas apa yang kalian klaim, sebab sesungguhnya rizki itu di bawah kendali masyi`ah (kehendak) Allah. Jika Dia berkehendak, maka Dia melapangkan-nya dan jika Dia berkehendak lain, maka Dia menyempitkannya.
(37) Bukan harta benda dan anak-anak ﴾ بِٱلَّتِي ﴿ "yang" men-dekatkan kamu kepada Allah ﴾ زُلۡفَىٰٓ ﴿ "sedekat-dekatnya." Sesung-guhnya yang mendekatkan kepadaNya adalah kedekatan iman kepada ajaran yang dibawa oleh para Rasul dan amal shalih yang merupakan konsekuensi iman. Maka orang-orang seperti ini men-dapatkan balasan di sisi Allah سبحانه وتعالى dengan berlipat-lipat ganda, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, dan dilipatgandakan dengan banyak yang jumlahnya hanya Allah semata yang mengetahui, ﴾ وَهُمۡ فِي ٱلۡغُرُفَٰتِ ءَامِنُونَ ﴿ "dan mereka aman sen-tosa di tempat-tempat yang tinggi," maksudnya, mereka berada pada kedudukan-kedudukan yang sangat tinggi sekali, mereka tinggal di dalamnya dengan rasa tenang. Mereka aman dari hal-hal yang mencemarkan dan menyengsarakan, karena kelezatan dan berbagai hal yang menyenangkan yang ada di dalamnya, dan aman dari (bahaya) keluar darinya serta dari rasa sedih.
(38) Sedangkan orang-orang yang berusaha untuk mele-mahkan ayat-ayat Kami dengan maksud mengalahkan Kami dan Rasul Kami serta mendustakan, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ ﴿ "mereka itu dimasukkan ke dalam azab."
(39) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengulangi bahwa Dia, ﴾ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥۚ ﴿ "melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya dan menyempitkannya," agar mengakibatkan FirmanNya berikut ini, ﴾ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ ﴿ "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan," nafkah yang wajib atau yang sunnah kepada ke-rabat dekat, tetangga, orang miskin, anak yatim atau lain-lainnya, ﴾ فَهُوَ ﴿ "maka Dia" سبحانه وتعالى ﴾ يُخۡلِفُهُۥۖ ﴿ "akan menggantinya," maka jangan kalian berpraduga salah bahwa berinfak itu termasuk hal yang dapat mengurangi rizki. Malah Allah (Dzat Yang melapangkan rizki kepada siapa yang dikehendakiNya dan menyempitkan) menjanjikan akan memberi ganti untuk orang yang b e r i n f a k ﴾ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ﴿ "dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya," maka mintalah rizki kepadaNya dan berusahalah dengan menggunakan cara-cara yang diperintahkanNya kepada kalian.
34:40–42Page 433
وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعٗا ثُمَّ يَقُولُ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ أَهَٰٓؤُلَآءِ إِيَّاكُمۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٤٠
And [mention] the Day when He will gather them all and then say to the angels, "Did these [people] used to worship you?"
قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِمۖ بَلۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٱلۡجِنَّۖ أَكۡثَرُهُم بِهِم مُّؤۡمِنُونَ ٤١
They will say, "Exalted are You! You, [O Allāh], are our benefactor excluding [i.e., not] them. Rather, they used to worship the jinn; most of them were believers in them."
فَٱلۡيَوۡمَ لَا يَمۡلِكُ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٖ نَّفۡعٗا وَلَا ضَرّٗا وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ ٤٢
But today [i.e., the Day of Judgement] you do not hold for one another [the power of] benefit or harm, and We will say to those who wronged, "Taste the punishment of the Fire, which you used to deny."
"Dan (ingatlah) pada hari Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat, 'Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?' Malaikat-malaikat itu menjawab, 'Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.' Maka pada hari ini sebagian kamu tidak berkuasa memberikan kemanfaatan dan tidak pula kemudaratan kepada sebagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zhalim, 'Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu'." (Saba`: 40-42).
(40-41) ﴾ وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعٗا ﴿ "Dan (ingatlah) pada hari Allah me-ngumpulkan mereka semuanya," yakni, para penyembah kepada selain Allah dan sesembahan-sesembahan selain Allah dari golongan malaikat, ﴾ ثُمَّ يَقُولُ ﴿ "kemudian Dia berfirman" yaitu Allah ﴾ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "kepada malaikat," dengan nada mencela orang-orang yang menyem-bahnya, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ إِيَّاكُمۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ﴿ "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?" Maka malaikat pun berlepas diri dari penyembahan mereka, dan ﴾ قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ ﴿ "mereka menjawab, 'Mahasuci Engkau'," maksudnya, untuk menyucikanMu dan mengquduskanMu dari sekutu atau-pun tandingan, ﴾ أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِمۖ ﴿ "Engkau-lah pelindung kami, bukan mereka." Kami sangat membutuhkan perlindunganMu lagi sangat memerlukannya, lalu bagaimana mungkin kami mengajak makhluk selain kami untuk beribadah (menyembah) kepada kami? Atau bagaimana mungkin kami akan menjadikan diri kami sebagai pe-lindung dan sekutu dari selain Engkau. Akan tetapi kaum musy-rikin itu ﴾ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٱلۡجِنَّۖ ﴿ "telah menyembah jin," setan-setan yang memerintah mereka menyembah kami atau menyembah selain kami, lalu mereka menaatinya. Ketaatan mereka kepada setan-setan itulah wujud penyembahan mereka, sebab ibadah itu adalah ketaatan, seperti yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى kepada setiap orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Dia, ﴾ أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ 60 وَأَنِ ٱعۡبُدُونِيۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ 61 ﴿ "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu, dan hendaklah kamu menyembahKu. Inilah jalan yang lurus." (Yâsîn: 60-61). ﴾ أَكۡثَرُهُم بِهِم مُّؤۡمِنُونَ ﴿ "Kebanyakan mereka beriman kepada jin itu." Maksudnya, mereka membenarkan jin dan tunduk patuh kepada mereka, sebab iman itu adalah pembenaran yang mewajibkan sikap tunduk.
(42) Setelah para malaikat berlepas diri dari mereka, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menyapa mereka, ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ لَا يَمۡلِكُ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٖ نَّفۡعٗا وَلَا ضَرّٗا ﴿ "Maka pada hari ini, sebagian kamu tidak berkuasa memberikan kemanfaatan dan tidak pula kemudaratan kepada sebagian yang lain," terputuslah segala bentuk hubungan di antara kalian, dan sebagian dari kalian berlepas diri dari sebagian yang lain. ﴾ وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴿ "Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zhalim," disebabkan kekafiran dan kemaksiatan, setelah Kami memasukkan mereka ke neraka, ﴾ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ ﴿ "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahu-lunya kamu dustakan itu." Hari ini kalian melihatnya dengan mata kepala, dan kalian memasukinya sebagai balasan atas pendustaan kalian dan sebagai hukuman akibat kalian tidak mau lari dari segala sebab-sebab pendustaan.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences