As-Sa'diFatir · 35:19–41

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Fatir 35:19–41

35:19–24Page 437

وَمَا يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡبَصِيرُ ١٩

Not equal are the blind and the seeing,

وَلَا ٱلظُّلُمَٰتُ وَلَا ٱلنُّورُ ٢٠

Nor are the darknesses and the light,

وَلَا ٱلظِّلُّ وَلَا ٱلۡحَرُورُ ٢١

Nor are the shade and the heat,1

وَمَا يَسۡتَوِي ٱلۡأَحۡيَآءُ وَلَا ٱلۡأَمۡوَٰتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُسۡمِعُ مَن يَشَآءُۖ وَمَآ أَنتَ بِمُسۡمِعٖ مَّن فِي ٱلۡقُبُورِ ٢٢

And not equal are the living and the dead. Indeed, Allāh causes to hear whom He wills, but you cannot make hear those in the graves.1

إِنۡ أَنتَ إِلَّا نَذِيرٌ ٢٣

You, [O Muḥammad], are not but a warner.

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ بَشِيرٗا وَنَذِيرٗاۚ وَإِن مِّنۡ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٞ ٢٤

Indeed, We have sent you with the truth as a bringer of good tidings and a warner. And there was no nation but that there had passed within it a warner.

"Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang me-lihat. Dan tidak pula sama gelap gulita dengan cahaya, dan tidak pula sama yang teduh dengan yang panas, dan tidak pula sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguh-nya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehen-dakiNya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar. Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan. Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan." (Fathir: 19-24).

(19-23) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa sesungguhnya tidak sama dalam hikmah (kebijaksanaan) Allah hal-hal yang berla-wanan dan dalam apa-apa yang telah Allah letakkan dalam fitrah hamba-hambaNya. Maka tidaklah ﴾ يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ ﴿ "sama orang yang buta ," yaitu yang daya penglihatannya rusak, ﴾ وَٱلۡبَصِيرُ 19 وَلَا ٱلظُّلُمَٰتُ وَلَا ٱلنُّورُ 20 وَلَا ٱلظِّلُّ وَلَا ٱلۡحَرُورُ 21 وَمَا يَسۡتَوِي ٱلۡأَحۡيَآءُ وَلَا ٱلۡأَمۡوَٰتُۚ ﴿ "dengan orang yang me-lihat. Dan tidak pula sama gelap gulita dengan cahaya. Dan tidak pula sama yang teduh dengan yang panas, dan tidak pula sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati." Sebagaimana telah kalian akui dan tidak ada keraguan bahwa hal-hal yang disebutkan ini tidak sama, maka demikian pula, hendaklah kalian ketahui bahwa tidak adanya kesamaan di antara hal-hal yang berlawanan yang bersifat spiritual tentu lebih utama dan lebih utama. Maka tidak sama orang yang beriman dengan orang yang kafir, tidak sama orang yang mendapat petunjuk dengan orang yang sesat, tidak sama orang yang berilmu dengan orang yang bodoh, tidak sama pula para penghuni surga dengan para penghuni neraka, dan tidak juga orang-orang yang hatinya hidup dengan orang-orang hatinya mati. Perbedaan dan perselisihan yang ada di antara hal-hal terse-but sangat banyak sekali, hanya Allah yang mengetahuinya secara pasti. Lalu, apabila Anda telah mengetahui tingkatan-tingkatan-(nya) dan Anda dapat membedakan segala sesuatu, dan apa yang sepantasnya diperlombakan untuk diraih itu sudah menjadi jelas dari lawannya, maka hendaklah orang yang mempunyai tekad sungguh-sungguh memilih untuk dirinya apa yang lebih utama baginya dan lebih berhak diutamakan. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ يُسۡمِعُ مَن يَشَآءُۖ ﴿ "Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendakiNya," pendengaran untuk memahami dan menerima. Sebab Allah-lah Yang memberi petunjuk dan taufik. ﴾ وَمَآ أَنتَ بِمُسۡمِعٖ مَّن فِي ٱلۡقُبُورِ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tiada sanggup men-jadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar." Maksudnya, orang-orang yang mati hatinya. Atau, sebagaimana seruanmu tidak berguna bagi para penghuni kubur sedikitpun, maka demikian pula tidak berguna bagi pembangkang lagi keras kepala sedikitpun. Kewajibanmu hanyalah memberikan peringatan dan menyampai-kan apa yang karenanya kamu diutus, baik ucapanmu diterima ataupun tidak. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ إِنۡ أَنتَ إِلَّا نَذِيرٌ ﴿ "Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan."

(24) ﴾ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ ﴿ "Sesungguhnya Kami mengutus kamu de-ngan membawa kebenaran." Maksudnya, Kami mengutusmu hanya dengan kebenaran. Sebab Allah سبحانه وتعالى mengutusmu pada saat keko-songan para rasul dan lenyapnya jalan-jalan (kebenaran), terhapus-nya ilmu dan kebutuhan yang sangat mendesak kepada penugasan-mu sebagai rasul. Maka Allah mengutusmu sebagai rahmat bagi semesta alam. Demikian pula, apa yang karenanya Kami meng-utusmu, yaitu agama yang benar dan jalan yang lurus itu adalah haq, bukan kepalsuan, dan demikian pula apa yang Kami utuskan kepadamu, yaitu al-Qur`an yang agung dan Dzikir yang penuh hikmah, yang termuat di dalamnya adalah haq dan kebenaran. Ia merupakan ﴾ بَشِيرٗا ﴿ "pembawa berita gembira," bagi siapa saja yang patuh kepadamu, yaitu kabar gembira dengan pahala dunia dan akhirat dari Allah. ﴾ وَنَذِيرٗاۚ ﴿ "Dan sebagai pemberi peringatan" bagi siapa saja yang durhaka terhadapmu, yaitu dengan azab Allah di dunia ini dan di akhirat nanti. Kamu bukanlah hal yang baru dari para rasul. Maka tidaklah ada ﴾ مِّنۡ أُمَّةٍ ﴿ "suatu umat pun" dari umat-umat yang terdahulu dan dari generasi-generasi yang silam ﴾ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٞ ﴿ "melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan," yang menegakkan hujjah Allah atas mereka, ﴾ لِّيَهۡلِكَ مَنۡ هَلَكَ عَنۢ بَيِّنَةٖ وَيَحۡيَىٰ مَنۡ حَيَّ عَنۢ بَيِّنَةٖۗ ﴿ "Agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu dengan keterangan yang nyata (pula)." (Al-Anfal: 42).

35:25–26Page 437

وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدۡ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَبِٱلزُّبُرِ وَبِٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُنِيرِ ٢٥

And if they deny you - then already have those before them denied. Their messengers came to them with clear proofs and written ordinances and with the enlightening Scripture.

ثُمَّ أَخَذۡتُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۖ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيرِ ٢٦

Then I seized the ones who disbelieved, and how [terrible] was My reproach.

"Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sungguh orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan; kepada mereka telah datang rasul-rasulNya dengan membawa mukjizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberikan cahaya. Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka bagaimana akibat kemurkaan-Ku." (Fathir: 25-26).

(25) Maknanya: Jika mereka, kaum musyrikin, mendusta-kanmu, wahai Rasul, maka engkau bukanlah rasul pertama yang didustakan, ﴾ فَقَدۡ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "maka sungguh orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan; kepada mereka telah datang rasul-rasulNya dengan membawa mukjizat yang nyata" yang membuktikan kebenaran dan kejujuran mereka dalam apa yang mereka beritakan, ﴾ وَبِٱلزُّبُرِ ﴿ "dan dengan zubur," maksudnya, kitab-kitab yang tertulis, yang di dalamnya terhimpun berbagai hukum-hukum Allah, ﴾ وَبِٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُنِيرِ ﴿ "dan kitab yang memberikan cahaya," yakni, yang memberikan penjelasan di dalam berita-beritanya yang benar dan hukum-hukumnya yang adil. Jadi, pendustaan mereka terhadap para rasul itu bukan karena ketidakjelasan atau kelemahan ajaran yang disampaikan oleh para rasul, melainkan disebabkan oleh kezhaliman dan sikap keras kepala mereka.

(26) ﴾ ثُمَّ أَخَذۡتُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۖ ﴿ "Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir" dengan berbagai macam siksaan, ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيرِ ﴿ "maka bagai-mana akibat kemurkaanKu" terhadap mereka? Ia benar-benar kemur-kaan yang paling keras dan penyiksaan yang paling besar. Maka jangan sekali-kali kalian mendustakan Rasul yang mulia ini, sebab kalian akan ditimpa azab yang sangat pedih dan kehinaan yang sangat nista sebagaimana telah menimpa orang-orang (yang telah mendustakan para rasul sebelumnya).

Allah سبحانه وتعالى mengingatkan bahwa Dia menciptakan segala se-suatu yang berlawanan yang asalnya adalah satu dan materinya pun satu (sama), namun terdapat perbedaan yang sangat jauh se-bagaimana dapat kita lihat dan kita saksikan, untuk membuktikan kepada hamba-hambaNya kesempurnaan KuasaNya dan keindahan HikmahNya:

35:27–28Page 437

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ ثَمَرَٰتٖ مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهَاۚ وَمِنَ ٱلۡجِبَالِ جُدَدُۢ بِيضٞ وَحُمۡرٞ مُّخۡتَلِفٌ أَلۡوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٞ ٢٧

Do you not see that Allāh sends down rain from the sky, and We produce thereby fruits of varying colors? And in the mountains are tracts, white and red of varying shades and [some] extremely black.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ مُخۡتَلِفٌ أَلۡوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَۗ إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَٰٓؤُاْۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ ٢٨

And among people and moving creatures and grazing livestock are various colors similarly. Only those fear Allāh, from among His servants, who have knowledge. Indeed, Allāh is Exalted in Might and Forgiving.

"Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit, lalu Kami hasilkan dari hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada pula yang hitam pekat. Dan demikian pula di antara ma-nusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya. Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama. Se-sungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir: 27-28).

(27) Di antaranya adalah bahwa sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan air hujan itu Dia menumbuhkan berbagai jenis buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan yang beragam seperti yang disaksikan oleh orang-orang yang memperhatikannya. Padahal airnya sama dan tanahnya pun sama. Dan di antaranya juga adalah gunung-gunung yang dijadikan sebagai pasak bumi oleh Allah سبحانه وتعالى, Anda menjumpainya sebagai gunung-gunung yang menyatu, bahkan satu gunung, dan padanya terdapat banyak warna, ada ﴾ جُدَدُۢ بِيضٞ ﴿ "garis-garis putih," maksud-nya, jalan-jalan putih, dan ada pula jalan-jalan berwarna kekuning-kuningan, kemerah-merahan, dan ada pula ﴾ وَغَرَابِيبُ سُودٞ ﴿ "yang hitam pekat," maksudnya, sangat hitam sekali.

(28) Dan termasuk di antaranya juga adalah manusia, bina-tang melata dan binatang-binatang ternak berkaki empat, padanya terdapat perbedaan warna, perbedaan bulu, bunyi (suara), dan bentuk, sebagaimana dapat dilihat dengan pandangan mata dan dapat disaksikan oleh orang-orang yang memperhatikannya. Se-muanya berasal dari asal dan materi yang sama. Maka perbedaan-nya merupakan dalil (bukti) rasional atas masyi`ah (kehendak) Allah سبحانه وتعالى yang telah memberikan keistimewaan pada masing-masing de-ngan warna dan sifatnya, (dan menunjukkan kepada) Kuasa Allah سبحانه وتعالى di mana Dia telah menciptakannya seperti itu, dan menunjukkan kepada hikmah dan rahmatNya di mana perbedaan dan keragaman itu mempunyai banyak maslahat dan berbagai manfaat, untuk mengenal jalan-jalan, mengenal manusia satu sama lainnya sebagai-mana telah dimaklumi. Dan hal itu juga merupakan dalil (bukti) yang menunjukkan kemahaluasan ilmu Allah سبحانه وتعالى, dan sesungguhnya Dia pasti akan membangkitkan orang-orang yang ada di dalam kubur. Namun, orang yang lalai melihat hal-hal di atas dengan penglihatan kela-laian yang tidak bisa menimbulkan kesadaran baginya. Sesungguh-nya yang dapat mengambil pelajaran darinya hanyalah orang yang takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan berusaha mengetahui dengan pikiran-nya yang fokus apa yang menjadi hikmah dari makhluk-makhluk tersebut. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَٰٓؤُاْۗ ﴿ "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama." Maka setiap orang yang lebih mengenal Allah, ia akan menjadi lebih takut kepadaNya, dan takutnya kepada Allah menjadikannya menahan diri dari perbuatan maksiat dan selalu bersiap untuk perjumpaan dengan Tuhan yang ditakutinya. Ini merupakan satu dalil yang menunjukkan tingginya keutamaan ilmu, sebab ilmu mengajak takut kepada Allah, dan orang-orang yang takut kepadaNya adalah orang-orang yang dianugerahi kara-mah, sebagaimana FirmanNya, ﴾ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ ذَٰلِكَ لِمَنۡ خَشِيَ رَبَّهُۥ 8 ﴿ "Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabb-nya." (Al-Bayyinah: 8). ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ ﴿ "Sesungguhnya Allah Mahaperkasa," yakni, Maha-sempurna keperkasaanNya; dan di antara keperkasaanNya adalah Dia menciptakan makhluk-makhluk yang berbeda-beda itu. ﴾ غ َ ف ُ و ر ٌ ﴿ "Lagi Maha Pengampun" terhadap dosa-dosa orang-orang yang bertaubat.

35:29–30Page 437

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ ٢٩

Indeed, those who recite the Book of Allāh and establish prayer and spend [in His cause] out of what We have provided them, secretly and publicly, [can] expect a transaction [i.e., profit] that will never perish -

لِيُوَفِّيَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ غَفُورٞ شَكُورٞ ٣٠

That He may give them in full their rewards and increase for them of His bounty. Indeed, He is Forgiving and Appreciative.1

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (Fathir: 29-30).

(29) ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah." Maksudnya, mengkaji perintah-perin-tahnya dan mereka mengerjakannya, dan terhadap larangan-lara-ngannya lalu mereka meninggalkannya, juga terhadap informasi-informasinya lalu mereka membenarkan dan meyakininya, serta mereka tidak mengutamakan apa-apa yang bertentangan dengan-nya dari pendapat-pendapat manusia. Dan mereka pun membaca lafazh-lafazhnya dengan mempelajarinya, membaca artinya dengan menghayati dan menyimpulkannya. Kemudian, setelah menjelaskan tentang membaca al-Qur`an secara khusus dan shalat secara umum yang merupakan tiang agama, cahaya bagi kaum Muslimin, standar keimanan dan tanda ketulusan dalam ber-islam, Allah secara khusus menjelaskan ten-tang pemberian nafkah kepada kaum kerabat, orang-orang miskin, anak-anak yatim, dan lain-lainnya dalam bentuk zakat, kaffarat, nadzar dan berbagai bentuk sedekah, ﴾ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ ﴿ "dengan diam-diam dan terang-terangan," sepanjang waktu, ﴾ يَرۡجُونَ ﴿ "mereka itu mengharapkan" dengan itu, ﴾ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ ﴿ "perniagaan yang tidak akan merugi." Maksudnya, tidak akan bangkrut atau rusak. Bahkan ia adalah perniagaan yang paling mulia, paling tinggi, dan paling utama, yaitu keridhaan Allah, Rabb mereka, menang dengan me-raih pahala yang berlipat ganda dan selamat dari murka dan siksa-anNya. Di sini terkandung keikhlasan dalam amal-amal kebajikan mereka, yang mana sesungguhnya mereka tidak mengharapkan sedikitpun dari amal-amal tersebut tujuan-tujuan buruk dan niat-niat yang tidak benar.

(30) Allah menyebutkan bahwa mereka pasti meraih apa yang mereka harapkan itu, seraya berfirman, ﴾ لِيُوَفِّيَهُمۡ أُجُورَهُمۡ ﴿ "Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka," maksudnya, pahala amal-amal kebajikan mereka sesuai dengan sedikit atau banyaknya, baik atau tidaknya. ﴾ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ ﴿ "Dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya" sebagai tambahan atas pahala yang mereka terima. ﴾ إِنَّهُۥ غَفُورٞ شَكُورٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri," Dia mengampuni dosa-dosa mereka dan mene-rima kebajikan mereka sekalipun kecil.

35:31–35Page 438

وَٱلَّذِيٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ هُوَ ٱلۡحَقُّ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِعِبَادِهِۦ لَخَبِيرُۢ بَصِيرٞ ٣١

And that which We have revealed to you, [O Muḥammad], of the Book is the truth, confirming what was before it. Indeed Allāh, of His servants, is Aware and Seeing.

ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ ٣٢

Then We caused to inherit the Book those We have chosen of Our servants;1 and among them is he who wrongs himself [i.e., sins], and among them is he who is moderate, and among them is he who is foremost in good deeds by permission of Allāh. That [inheritance] is what is the great bounty.

جَنَّٰتُ عَدۡنٖ يَدۡخُلُونَهَا يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٖ وَلُؤۡلُؤٗاۖ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ ٣٣

[For them are] gardens of perpetual residence which they will enter. They will be adorned therein with bracelets of gold and pearls, and their garments therein will be silk.

وَقَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَذۡهَبَ عَنَّا ٱلۡحَزَنَۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٞ شَكُورٌ ٣٤

And they will say, "Praise to Allāh, who has removed from us [all] sorrow. Indeed, our Lord is Forgiving and Appreciative -

ٱلَّذِيٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلۡمُقَامَةِ مِن فَضۡلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٞ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٞ ٣٥

He who has settled us in the home of duration [i.e., Paradise] out of His bounty. There touches us not in it any fatigue, and there touches us not in it weariness [of mind]."

"Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu al-Kitab, itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hambaNya. Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra. Dan mereka ber-kata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengam-pun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal dari karuniaNya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu'." (Fathir: 31-35).

(31) Allah سبحانه وتعالى mengingatkan bahwa sesungguhnya al-Kitab yang telah diwahyukanNya kepada RasulNya ﴾ هُوَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "itulah yang benar," karena banyaknya kebenaran (al-haq) yang terkandung di dalamnya, sehingga seakan-akan kebenaran hanya terbatas pada yang ada di dalamnya saja. Maka hendaknya jangan sampai ada rasa keberatan di dalam hati kalian terhadapnya dan jangan pula kalian merasa bosan kepadanya atau meremehkannya. Kalau al-Kitab ini adalah yang haq (benar), maka sudah pasti setiap apa yang dijelaskannya, seperti permasalahan-permasalahan ketuhanan dan hal-hal yang ghaib serta lain-lainnya sesuai dengan apa yang terjadi dalam realita. Maka tidak boleh diartikan dengan makna yang bertentangan dengan makna lahirnya dan dengan makna yang dikandungnya. ﴾ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِۗ ﴿ "Dengan membenarkan apa-apa yang sebelum-nya," yaitu berupa kitab-kitab dan para rasul, sebab kitab-kitab dan para rasul itu telah menginformasikannya. Maka setelah al-Kitab (al-Qur`an) ini ada dan muncul dan dengannya terbukti kebenaran adanya kitab-kitab terdahulu itu, di mana kitab-kitab tersebut telah mengabarkan tentangnya dan menginformasikannya, dan al-Kitab ini pun membenarkannya, maka dari itu, tidak mungkin seseorang beriman kepada kitab-kitab terdahulu sementara ia kafir kepada al-Qur`an! Sama sekali tidak mungkin! Sebab kekafirannya kepada al-Qur`an berarti merusak imannya kepada kitab-kitab sebelum al-Qur`an tersebut. Sebab, di antara sejumlah khabar (informasi) kitab-kitab tersebut adalah informasi tentang al-Qur`an, dan juga karena khabar-khabarnya sesuai dengan khabar-khabar al-Qur`an. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ بِعِبَادِهِۦ لَخَبِيرُۢ بَصِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hambaNya," maka dari itu Dia memberikan kepada setiap umat dan setiap orang apa yang sesuai (layak) dengan keadaannya, termasuk di antaranya adalah bahwa syariat-syariat yang telah lalu tidak sesuai kecuali pada masa dan waktunya saat itu. Maka dari itu Allah سبحانه وتعالى terus mengutus para RasulNya secara silih berganti hingga akhirnya Allah menutupnya dengan Nabi Muhammad a. Maka dari itu beliau datang dengan membawa syariat yang selalu sesuai dengan kemaslahatan manu-sia hingga Hari Kiamat kelak dan memberikan jaminan dengan apa yang lebih baik pada setiap saat. Maka dari itu, setelah umat ini menjadi umat yang paling sempurna (matang) akal pikirannya, paling lembut hatinya, dan paling bersih jiwanya, maka Allah memilih mereka dan memilih Agama Islam sebagai agama mereka dan mewariskan al-Kitab yang mewakili seluruh kitab-kitab suci sebelumnya.

(32) Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ ﴿ "Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami." Mereka yang terpilih ter-sebut adalah umat ini. ﴾ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ ﴿ "Lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri," dengan perbuatan-perbuatan maksiat selain kekafiran, ﴾ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ ﴿ "dan di antara mereka ada yang pertengahan," hanya melakukan hal-hal yang diwajibkan kepadanya dan mening-galkan yang diharamkan, ﴾ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ ﴿ "dan di antara mereka ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan." Maksudnya, segera me-lakukannya dan bersungguh-sungguh hingga mengalahkan orang yang lain. Dia adalah orang yang selalu menunaikan apa-apa yang fardhu dan banyak mengerjakan amalan-amalan sunnah, mening-galkan yang haram dan yang makruh. Mereka semua dipilih oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mewarisi kitab al-Qur`an ini, sekalipun tingkatan-tingkatan mereka berbeda-beda dan kondisi mereka tidak sama, namun masing-masing dari mereka mempunyai bagian dari wari-sannya hingga orang yang zhalim terhadap dirinya sendiri sekali-pun, sebab sesungguhnya dasar iman, ilmu-ilmu iman, dan amal-amal iman yang mereka miliki merupakan bagian dari warisan al-Kitab (al-Qur`an), karena yang dimaksud warisan al-Kitab ada-lah warisan ilmu, amal, dan mempelajari lafazh-lafazhnya, serta mengambil makna-maknanya. Sedang Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Dengan izin Allah." Kalimat ini merujuk kepada "yang lebih dahulu berbuat kebaikan" agar ia tidak tertipu dengan amal kebajikannya. Sebab, ia tidak akan ber-gegas melakukan kebaikan-kebaikan kecuali karena taufik dari Allah سبحانه وتعالى dan pertolonganNya. Maka semestinya dia aktif bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى atas karunia yang telah dikaruniakan kepadanya. ﴾ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ ﴿ "Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." Maksudnya, warisan al-Kitab yang sangat mulia bagi orang yang dipilih oleh Allah سبحانه وتعالى di antara hamba-hambaNya itulah karunia yang sangat besar, yang semua nikmat bila dibandingkan dengannya sama sekali tidak ada artinya. Jadi, nikmat yang paling besar secara keseluruhan dan karunia yang paling agung adalah warisan kitab suci al-Qur`an ini.

(33) Kemudian Allah menjelaskan balasan untuk orang-orang yang diwarisi KitabNya tersebut dengan, ﴾ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ يَدۡخُلُونَهَا ﴿ "Surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya." Yakni, surga-surga yang penuh dengan pohon-pohon, naungan dan pohon-pohon yang rindang, kebun-kebun yang baik, sungai-sungai yang mengalir, istana-istana yang menjulang tinggi, tempat-tempat tinggal yang terukir indah selama-lamanya, tidak akan pernah sirna dan kehi-dupan yang tidak akan pernah akan berkesudahan. "Al-Adn" artinya: Tinggal (menetap). Maka Jannatu Adn itu adalah surga tempat tinggal. Di-idhafahkan kepada iqamah (diam, tinggal) karena tinggal dan kekekalan di dalamnya menjadi sifat dan ciri para penghuninya. ﴾ يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٖ ﴿ "Di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas." Perhiasan di sini adalah perhiasan yang dikenakan di lengan tangan dengan sesuka mereka dan mereka pandang lebih indah daripada yang lainnya. Laki-laki dan perempuan sama-sama mengenakan perhiasan di surga. ﴾ وَ﴿ "Dan" mereka dihiasi di dalamnya ﴾ وَلُؤۡلُؤٗاۖ ﴿ "dengan mutiara" yang teruntai indah pada pakaian dan tubuh mereka, ﴾ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ ﴿ "dan pa-kaian mereka di dalamnya adalah sutera," berupa sutra tipis dan sutra tebal berwarna hijau.

(34) ﴾ وَ﴿ "Dan" setelah sempurna nikmat untuk mereka dan lengkap kelezatan yang mereka rasakan, ﴾ قَالُوٓاْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَذۡهَبَ عَنَّا ٱلۡحَزَنَۖ ﴿ "mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami'." Ini mencakup segala bentuk rasa duka. Maka mereka sama sekali tidak merasakan rasa sedih (duka) yang disebabkan kekurangan pada keindahan mereka atau pada makanan dan mi-numan mereka, tidak pula pada kelezatan, pada tubuh atau pada keabadian mereka tinggal. Jadi, mereka selalu berada di dalam kenikmatan yang mereka rasakan selalu bertambah. Ia selalu ber-tambah terus selama-lamanya. ﴾ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pe-ngampun" yang mana Dia mengampuni kekhilafan-kekhilafan kami, ﴾ شَكُورٌ ﴿ "lagi Maha Mensyukuri," di mana Dia menerima amal-amal kebajikan kami dan melipatgandakannya, dan Dia berikan kepada kami bagian dari karunia yang sebenarnya tidak bisa dijangkau oleh amal-amal maupun oleh angan-angan kami. Maka, karena ampunanNya-lah mereka selamat dari segala yang tidak diinginkan dan yang dikhawatirkan, dan dengan syukur dan karuniaNya mereka memperoleh segala apa saja yang disuka dan diinginkan.

(35) ﴾ ٱلَّذِيٓ أَحَلَّنَا ﴿ "Yang menempatkan kami," yakni, Dia menem-patkan kami untuk keabadian dan selama-lamanya, bukan untuk sekedar melintasi atau singgah, ﴾ دَارَ ٱلۡمُقَامَةِ ﴿ "dalam tempat yang kekal," yakni, negeri yang didiami adalah untuk selama-lamanya, dan negeri yang memang diidam-idamkan untuk tinggal di dalamnya, karena kebaikannya yang sangat banyak, hal-hal yang menyenang-kan silih berganti dan tidak adanya hal-hal yang tidak menyenang-kan di dalamnya. Penempatan itu semuanya adalah karena karunia dan kemurahanNya kepada kami, bukan karena amal-amal kami. Kalau saja bukan karena karuniaNya, tentu kami tidak pernah mencapai kepada apa yang telah kami capai ini. ﴾ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٞ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٞ ﴿ "Di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu," artinya, tidak ada rasa letih di badan, di hati dan kekuatan sekalipun karena banyaknya bersenang-senang. Ini membuktikan bahwasanya Allah سبحانه وتعالى menjadikan tubuh mereka dalam pertumbuhan yang sempurna, menyediakan segala fasilitas ketenangan bagi mereka untuk selama-lamanya sehingga mereka menjadi seperti itu, yang mana mereka tidak pernah merasa lesu, letih, sedih, ataupun duka. Dan juga menunjukkan bahwasanya mereka di surga tidak tidur, karena fungsi tidur adalah menghilangkan rasa lesu dan merasa istirahat karenanya. Sedangkan para penghuni surga keba-likan dari semua itu. Dan juga, karena tidur adalah bentuk mati kecil, sedangkan para penghuni surga tidak akan mengalami mati. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka dengan karunia dan kemurahanNya.

35:36–37Page 438

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمۡ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي كُلَّ كَفُورٖ ٣٦

And for those who disbelieve will be the fire of Hell. [Death] is not decreed for them1 so they may die, nor will its torment be lightened for them. Thus do We recompense every ungrateful one.

وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُۚ أَوَلَمۡ نُعَمِّرۡكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُۖ فَذُوقُواْ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ ٣٧

And they will cry out therein, "Our Lord, remove us;1 we will do righteousness - other than what we were doing!" But did We not grant you life enough for whoever would remember therein to remember, and the warner had come to you? So taste [the punishment], for there is not for the wrongdoers any helper.

"Dan orang-orang kafir bagi mereka Neraka Jahanam. Me-reka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak pula diri-ngankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, 'Ya Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerja-kan amal yang shalih berlainan dengan yang telah kami kerjakan.' Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan telah da-tang kepadamu pemberi peringatan, maka rasakanlah dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun." (Fathir: 36-37).

(36) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan keadaan para penghuni surga dengan segala kenikmatan yang mereka dapatkan, maka Allah menjelaskan keadaan para penghuni neraka dan azab yang akan mereka dapatkan, seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Dan orang-orang kafir" yaitu orang-orang yang mengingkari apa-apa yang di-bawa oleh para Rasul, seperti ayat-ayat, dan mereka mengingkari perjumpaan dengan Allah. ﴾ لَهُمۡ نَارُ جَهَنَّمَ ﴿ "Bagi mereka Neraka Jahanam"; mereka disiksa di dalamnya dengan siksaan yang paling dahsyat dan hukuman yang paling keras. ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan" dengan kematian ﴾ فَيَمُوتُواْ ﴿ "sehingga mereka mati" sehingga mereka bisa beristirahat, ﴾ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "dan tidak pula diringankan dari mereka azabnya." Jadi, dahsyat dan besarnya siksaan itu terus melanda mereka sepanjang waktu dan setiap detik. ﴾ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي كُلَّ كَفُورٖ ﴿ "Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir."

(37) ﴾ وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيهَا ﴿ "Dan mereka berteriak di dalamnya." Me-reka berteriak (menjerit) dan meraung-raung (karena kesakitan) serta meminta pertolongan seraya mengatakan, ﴾ رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُۚ ﴿ "Ya Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang shalih yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Jadi, mereka mengakui dosa-dosa mereka dan mereka mengetahui bahwa Allah سبحانه وتعالى benar-benar telah berlaku adil terhadap mereka, namun mereka tetap meminta agar dikembalikan ke dunia bukan pada waktunya. Maka mereka dijawab, ﴾ أَوَلَمۡ نُعَمِّرۡكُم مَّا ﴿ "Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa" maksudnya: Waktu dan usia ﴾ يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ ﴿ "yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir," maksudnya, yang memungkinkan untuk merenungkan amal perbuatan. Kami telah memberikan kepada kalian kesenangan di dunia, Kami limpahkan berbagai rizki kepada kalian, Kami sediakan untuk kalian berbagai fasilitas untuk berse-nang-senang, Kami panjangkan umur kalian, Kami turunkan ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) secara bergantian kepada kalian, Kami utus secara silih berganti para pemberi peringatan kepada kalian dan Kami telah menguji kalian dengan kesenangan dan kesempit-an agar kalian mau bertaubat dan kembali kepada Kami. Namun tidak satu pun peringatan itu yang membekas terhadap kalian, tidak satu nasihat pun yang berguna bagi kalian dan siksaan pun telah Kami tangguhkan terhadap kalian hingga akhirnya usia kalian berakhir, umur kalian ditutup dan kalian tinggalkan negeri dunia dengan kondisi yang paling buruk, dan kalian tiba di negeri ini, yaitu negeri pembalasan terhadap semua perbuatan, lalu kalian meminta agar dikembalikan? Sungguh tidak mungkin! Dan tidak mungkin! Kesempatan sudah berlalu, kalian telah dimurkai oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, azab pun sudah makin dahsyat menimpa kalian dan kalian telah dilupakan oleh para penghuni surga. Maka tinggallah kalian di dalam neraka de-ngan kekal abadi, dalam keadaan terhina di dalam siksaan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ فَذُوقُواْ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ ﴿ "Maka rasakanlah dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun" yang dapat menolong mereka untuk mengeluarkannya dari-nya, atau meringankan azabnya dari mereka.

35:38Page 438

إِنَّ ٱللَّهَ عَٰلِمُ غَيۡبِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٣٨

Indeed, Allāh is Knower of the unseen [aspects] of the heavens and earth. Indeed, He is Knowing of that within the breasts.

"Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati." (Fathir: 38).

(38) Setelah Allah menjelaskan balasan bagi para penghuni dua negeri akhirat (surga dan neraka) dan menjelaskan amal per-buatan kedua golongan (penghuninya), maka Allah memberita-kan tentang kemahaluasan ilmu dan pengetahuanNya atas segala yang ghaib di langit dan di bumi yang tidak dapat diketahui oleh pandangan mata manusia dan oleh pengetahuan mereka; dan bahwa sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengetahui semua apa-apa yang tersembunyi dan semua yang tersimpan di dalam dada, seperti kebaikan, keburukan, kesucian, dan lain-lain, lalu Dia akan mem-berikan kepada masing-masing orang apa yang berhak ia terima dan menempatkan setiap orang pada tempatnya.

35:39Page 439

هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَكُمۡ خَلَٰٓئِفَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيۡهِ كُفۡرُهُۥۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلۡكَٰفِرِينَ كُفۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ إِلَّا مَقۡتٗاۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلۡكَٰفِرِينَ كُفۡرُهُمۡ إِلَّا خَسَارٗا ٣٩

It is He who has made you successors upon the earth. And whoever disbelieves - upon him will be [the consequence of] his disbelief. And the disbelief of the disbelievers does not increase them in the sight of their Lord except in hatred; and the disbelief of the disbelievers does not increase them except in loss.

"Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka kekafirannya menimpa diri- nya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi RabbNya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka." (Fathir: 39).

(39) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kemahasempurnaan hikmah dan rahmatNya terhadap hamba-hambaNya, yaitu bahwa sesungguhnya Dia telah menetapkan dengan ketetapan takdirNya yang azali untuk menjadikan sebagian mereka menggantikan seba-gian yang lain di bumi ini dan mengutus pada setiap umat seorang rasul yang memberikan peringatan, lalu Dia memperhatikan ba-gaimana mereka berbuat. ﴾ فَمَن كَفَرَ ﴿ "Barangsiapa yang kafir" kepada Allah dan kepada apa-apa yang disampaikan oleh para RasulNya, maka akibat buruk kekafirannya pasti menimpa dirinya sendiri, dosa dan siksaannya melanda dirinya sendiri, tidak ada seorang pun yang akan menang-gungnya; dan kekafiran orang yang kafir itu hanya menambah ke-bencian dan kemurkaan RabbNya terhadap dirinya. Siksaan apakah yang lebih besar daripada murka Rabb yang Mahasuci? ﴾ وَلَا يَزِيدُ ٱلۡكَٰفِرِينَ كُفۡرُهُمۡ إِلَّا خَسَارٗا ﴿ "Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka." Mak-sudnya, merugikan diri mereka sendiri dan keluarga, (menyia-nyiakan) amal perbuatan serta (gagal meraih) tempat-tempat tinggal mereka di surga. Jadi, orang yang kafir itu selalu makin bertambah sengsara, rugi dan hina di sisi Allah dan di sisi makhlukNya.

35:40Page 439

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ شُرَكَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُواْ مِنَ ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ لَهُمۡ شِرۡكٞ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَمۡ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ كِتَٰبٗا فَهُمۡ عَلَىٰ بَيِّنَتٖ مِّنۡهُۚ بَلۡ إِن يَعِدُ ٱلظَّٰلِمُونَ بَعۡضُهُم بَعۡضًا إِلَّا غُرُورًا ٤٠

Say, "Have you considered1 your 'partners' whom you invoke besides Allāh? Show me what they have created from the earth, or have they partnership [with Him] in the heavens? Or have We given them a book so they are [standing] on evidence therefrom? [No], rather, the wrongdoers do not promise each other except delusion."2

"Katakanlah, 'Apakah kalian perhatikan tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepadaKu manakah (bagian) dari bumi ini yang telah mereka ciptakan atau-kah mereka mempunyai saham dalam langit atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya orang-orang yang zhalim itu sebagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebagian yang lain, melainkan tipuan belaka." (Fathir: 40).

(40) Allah سبحانه وتعالى berfirman sebagai pernyataan kelemahan bagi sembahan-sembahan kaum musyrikin, dan menjelaskan kerapuhan dan kepalsuan kesyirikan mereka dari segala sisinya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Kata-kanlah" wahai rasul, kepada mereka, ﴾ أَرَءَيۡتُمۡ ﴿ "Apakah kalian perhati-kan." Artinya, jelaskanlah kepadaku tentang sembahan-sembahan kalian, ﴾ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "yang kamu seru selain Allah," apakah me-reka berhak diseru dan diibadahi?! Cobalah perlihatkan kepadaku, ﴾ مَاذَا خَلَقُواْ مِنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "manakah (bagian) dari bumi ini yang telah mereka ciptakan" apakah mereka yang menciptakan lautan, atau merekakah yang telah menciptakan gunung, atau merekakah yang telah men-ciptakan hewan, atau merekakah yang telah menciptakan benda-benda mati?! Mereka akan mengakui bahwa Pencipta semua benda-benda itu adalah Allah سبحانه وتعالى. Ataukah sembahan-sembahan kalian mempunyai ﴾ شِرۡكٞ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ ﴿ "saham dalam langit," yakni, dalam men-ciptakan dan mengaturnya?! Mereka akan mengatakan, kalau mereka tidak mempunyai andil! Kalau mereka sama sekali tidak menciptakan sesuatu apa pun dan tidak mempunyai andil bersama Sang Pencipta di dalam menciptakannya. Lalu kenapa kalian me-nyembah dan berdoa kepada mereka, padahal kalian mengakui kelemahan dan kerapuhan mereka? Maka sirnalah dalil aqli (logika) yang membenarkan peribadahan kepada mereka dan membuktikan kepalsuannya. Kemudian Allah menyebutkan dalil sam'i (wahyu), dan itu juga ditiadakan, maka dari itu Allah berfirman, ﴾ أَمۡ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ كِتَٰبٗا ﴿ "Atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab" yang membicarakan tentang apa yang mereka persekutukan, yang menyuruh mereka melakukan syirik dan menyembah berhala, ﴾ فَهُمۡ ﴿ "sehingga mereka," di dalam kesyirikan mereka t e r s e b u t ﴾ عَلَىٰ بَيِّنَتٖ ﴿ "mendapat keterangan-keterangan yang jelas," dari Kitab yang diturunkan kepada mereka itu tentang sahnya perbuatan syirik mereka? Sama sekali tidak demikian adanya, sebab mereka sama sekali tidak mendapat satu kitab pun sebelum diturunkannya al-Qur`an, dan tidak pula ada seorang rasul pun yang datang sebelum kedatangan Rasulullah, Muhammad a. Kalau seandainya dipastikan bahwa ada sebuah kitab yang diturunkan dan seorang rasul telah diutus kepada mereka dan mereka mengaku bahwa rasul itu telah memerintah mereka melakukan syirik, maka Kami dengan tegas menyatakan kedustaan mereka, sebab Allah سبحانه وتعالى telah berfirman, ﴾ وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِيٓ إِلَيۡهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدُونِ 25 ﴿ "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu me-lainkan Kami wahyukan kepadanya: bahwa sesungguhnya tiada sembahan yang haq selain Aku, maka sembahlah Aku." (Al-Anbiya`: 25). Jadi, para rasul dan kitab-kitab suci samawi semua sepakat atas perintah mengikhlaskan agama (kepatuhan) hanya kepada Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana ditegaskan oleh Allah سبحانه وتعالى,,, ﴾ وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ ﴿ "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus." (Al-Bayyinah: 5). Kalau ada yang mengatakan, Apabila dalil aqli dan naqli sudah membuktikan kepalsuan syirik, lalu apa yang menyeret kaum musyrikin kepada syirik, padahal di antara mereka ada orang-orang yang berakal, cerdik dan pintar?! Allah سبحانه وتعالى menjawab dengan FirmanNya, ﴾ بَلۡ إِن يَعِدُ ٱلظَّٰلِمُونَ بَعۡضُهُم بَعۡضًا إِلَّا غُرُورًا ﴿ "Sebenarnya orang-orang yang zhalim itu sebagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebagian yang lain, melainkan tipuan belaka." Maksudnya, jalan (syirik) yang mereka tempuh itu sama sekali mereka tidak memiliki hujjahnya (argumen, dalil). Ia hanyalah merupakan pesan sebagian mereka kepada sebagian yang lain untuk melakukannya, pengelabuan sebagian mereka kepada sebagian yang lain, taklid buta orang yang datang kemudian kepada para pendahulunya yang sesat dan angan-angan kosong yang dibisikkan oleh setan. Setan telah men-jadikan indah perbuatan-perbuatan buruk mereka sehingga terpatri dalam hati mereka dan menjadi salah satu sifatnya, sehingga sulit dihilangkan dan sukar untuk dipisahkan darinya. Maka terjadilah apa yang terjadi, yaitu kukuh dalam kekafiran dan kesyirikan batil.

35:41Page 439

۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُمۡسِكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ أَن تَزُولَاۚ وَلَئِن زَالَتَآ إِنۡ أَمۡسَكَهُمَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورٗا ٤١

Indeed, Allāh holds the heavens and the earth, lest they cease. And if they should cease, no one could hold them [in place] after Him. Indeed, He is Forbearing1 and Forgiving.

"Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya ja-ngan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Se-sungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Fathir: 41).

(41) Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang kemahasempurna-an KuasaNya dan keparipurnaan rahmatNya serta keluasan sifat santun dan ampunanNya, dan bahwasanya Allah تعالى ﴾ يُمۡسِكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "menahan langit dan bumi" agar tidak lenyap, sebab kalau keduanya lenyap, maka tak seorang pun di antara makhluk ini yang dapat menahannya, dan sudah pasti kuasa dan kekuatan mereka tidak mampu untuk bisa menahannya. Namun, Allah سبحانه وتعالى telah menetapkan keberadaan keduanya sebagaimana adanya, agar tercipta rasa aman, manfaat, dan sikap mengambil pelajaran bagi manusia, dan agar mereka mengetahui keagungan kerajaan-Nya dan kehebatan kekuasaanNya yang dapat membuat hati me-reka penuh dengan rasa membesarkan, mengagungkan, mencintai dan memuliakan(Nya), dan supaya mereka mengetahui kesempur-naan sifat santunNya dan mengampuni dengan menangguhkan orang-orang yang berdosa dan Allah tidak segera mengazab orang-orang yang durhaka, padahal kalau saja Allah memerintah langit, niscaya ia melempari mereka (dengan hujan azab); dan kalau saja Allah mengizinkan kepada bumi, niscaya ia menelan mereka. Akan tetapi ampunan, kelembutan, dan kemurahanNya Mahaluas. ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورٗا ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском