As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Ya-Sin 36:37–73
36:37–40Page 442
وَءَايَةٞ لَّهُمُ ٱلَّيۡلُ نَسۡلَخُ مِنۡهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظۡلِمُونَ ٣٧
And a sign for them is the night. We remove1 from it the [light of] day, so they are [left] in darkness.
وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِي لِمُسۡتَقَرّٖ لَّهَاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ ٣٨
And the sun runs [on course] toward its stopping point. That is the determination of the Exalted in Might, the Knowing.
وَٱلۡقَمَرَ قَدَّرۡنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلۡعُرۡجُونِ ٱلۡقَدِيمِ ٣٩
And the moon - We have determined for it phases, until it returns [appearing] like the old date stalk.
لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِۚ وَكُلّٞ فِي فَلَكٖ يَسۡبَحُونَ ٤٠
It is not allowable [i.e., possible] for the sun to reach the moon, nor does the night overtake the day, but each, in an orbit, is swimming.
"Dan suatu tanda bagi mereka adalah malam; di mana Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengeta-hui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan garis-garis peredaran, sehingga kembalilah ia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." (Yasin: 37-40).
(37) Maksudnya, ﴾ وَءَايَةٞ لَّهُمُ ﴿ "dan satu tanda bagi mereka" yang membuktikan terjadinya kehendak Allah, kesempurnaan KuasaNya dan bahwa Dia akan menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati setelah kematian mereka, adalah ﴾ ٱلَّيۡلُ نَسۡلَخُ مِنۡهُ ٱلنَّهَارَ ﴿ "malam; di mana Kami tanggalkan siang dari malam itu." Artinya, Kami hapus cahaya besar yang telah meliputi bumi dan menggan-tikannya dengan kegelapan, dan menempatkan kegelapan itu pada tempat cahaya, ﴾ فَإِذَا هُم مُّظۡلِمُونَ ﴿ "maka dengan serta merta mereka dalam kegelapan."
(38) Dan demikian pula Kami menghilangkan kegelapan yang telah menutupi dan meliputi mereka, Kami terbitkan matahari lalu ia menerangi seluruh penjuru (bumi), dan manusia pun berte-baran untuk kepentingan hidup dan maslahat hidup mereka. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِي لِمُسۡتَقَرّٖ لَّهَاۚ ﴿ "Dan matahari ber-jalan di tempat peredarannya." Maksudnya, selalu berputar pada pusat orbitnya yang telah ditetapkan oleh Allah سبحانه وتعالى, ia tidak akan menyalahinya dan tidak pula menyimpang darinya, dan matahari pun tidak mempunyai kemampuan mengatur dirinya dan tidak pula bisa menolak Kuasa Allah. ﴾ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ﴿ "Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa," yang dengan keperkasaanNya, Dia mengendalikan semua makhluk yang begitu besar ini dengan pengendalian yang paling sempurna dan aturan yang paling baik, ﴾ ٱلۡعَلِيمِ ﴿ "lagi Maha Mengetahui," Yang dengan ilmu pengetahuanNya Dia menjadikan makhluk agung ini sebagai maslahat bagi hamba-hambaNya dan manfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia mereka.
(39) ﴾ وَٱلۡقَمَرَ قَدَّرۡنَٰهُ مَنَازِلَ ﴿ "Dan telah Kami tetapkan bagi bulan garis-garis peredaran," yang ia tempati. Pada setiap malam ia me-nempati satu garis darinya, ﴾ حَتَّىٰ ﴿ "sehingga" ia menjadi kecil sekali dan kembalilah dia ﴾ كَٱلۡعُرۡجُونِ ٱلۡقَدِيمِ ﴿ "sebagai bentuk tandan yang tua." Maksudnya, seperti tandan buah kurma yang karena ketuaannya ia menjadi kering, makin kecil dan melengkung. Kemudian, se-sudah itu bulan itu bertambah besar sedikit-demi sedikit hingga cahayanya sempurna dan sinarnya makin merata.
(40) Masing-masing dari matahari, bulan, malam, dan siang telah ditetapkan oleh Allah pada ketetapan yang tidak akan dilam-pauinya, dan masing-masing mempunyai kekuatan dan waktu tertentu, yang apabila ia ada (muncul), maka yang lain menjadi tiada. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ ﴿ "Tidak-lah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan," yaitu yang di dalam kekuasaannya, yaitu malam. Maka tidak mungkin matahari ada di malam hari, ﴾ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِۚ ﴿ "dan malam pun tidak dapat mendahului siang," lalu ia memasukinya sebelum kekuasaannya berakhir, ﴾ وَكُلّٞ ﴿ "dan masing-masing" dari matahari, bulan, dan bintang ﴾ فِي فَلَكٖ يَسۡبَحُونَ ﴿ "beredar pada garis edarnya." Maksudnya, mereka selalu bergerak bolak-balik terus menerus. Semua ini adalah bukti nyata dan argu-men yang luar biasa atas keagungan sang Pencipta dan keagungan sifat-sifatNya, terutama sifat Kuasa (qudrat), hikmah, dan ilmu pada tempat ini.
36:41–50Page 443
وَءَايَةٞ لَّهُمۡ أَنَّا حَمَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُمۡ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ٤١
And a sign for them is that We carried their forefathers1 in a laden ship.
وَخَلَقۡنَا لَهُم مِّن مِّثۡلِهِۦ مَا يَرۡكَبُونَ ٤٢
And We created for them from the likes of it that which they ride.
وَإِن نَّشَأۡ نُغۡرِقۡهُمۡ فَلَا صَرِيخَ لَهُمۡ وَلَا هُمۡ يُنقَذُونَ ٤٣
And if We should will, We could drown them; then no one responding to a cry would there be for them, nor would they be saved
إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٖ ٤٤
Except as a mercy from Us and provision for a time.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُواْ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيكُمۡ وَمَا خَلۡفَكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ٤٥
But when it is said to them, "Beware of what is before you and what is behind you;1 perhaps you will receive mercy..."2
وَمَا تَأۡتِيهِم مِّنۡ ءَايَةٖ مِّنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِمۡ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ ٤٦
And no sign comes to them from the signs of their Lord except that they are from it turning away.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنُطۡعِمُ مَن لَّوۡ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطۡعَمَهُۥٓ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٤٧
And when it is said to them, "Spend from that which Allāh has provided for you," those who disbelieve say to those who believe, "Should we feed one whom, if Allāh had willed, He would have fed? You are not but in clear error."
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٤٨
And they say, "When is this promise, if you should be truthful?"
مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ تَأۡخُذُهُمۡ وَهُمۡ يَخِصِّمُونَ ٤٩
They do not await except one blast1 which will seize them while they are disputing.
فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ تَوۡصِيَةٗ وَلَآ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمۡ يَرۡجِعُونَ ٥٠
And they will not be able [to give] any instruction, nor to their people can they return.
"Dan suatu tanda bagi mereka adalah Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan, dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka dise-lamatkan. Tetapi karena Rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika. Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Takutlah kamu akan siksa yang ada di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat', Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya. Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Nafkahkanlah sebagian dari rizki yang diberikan Allah kepadamu', maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, 'Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan? Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata.' Dan mereka berkata, 'Bilakah janji ini jika kamu adalah orang-orang yang benar?' Mereka tidak menunggu melain-kan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Lalu mereka tiada kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarga-nya." (Yasin: 41-50).
(41) Artinya, dalil untuk mereka dan argumen yang mem-buktikan bahwasanya Allah سبحانه وتعالى semata yang berhak disembah adalah karena Dia-lah yang mencurahkan segala nikmat, dan Yang men-jauhkan bencana, yang di antara nikmatNya adalah, ﴾ أَنَّا حَمَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُمۡ ﴿ "Kami angkut keturunan mereka." Banyak ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud di sini adalah, kakek moyang mereka.[70]
(42) ﴾ وَخَلَقۡنَا لَهُم ﴿ "Dan Kami ciptakan untuk mereka," maksud-nya, untuk orang-orang yang ada sesudah mereka, ﴾ مِّن مِّثۡلِهِۦ ﴿ "dari yang semisal dengannya," yakni semisal bahtera itu, dalam arti satu jenis dengannya ﴾ مَا يَرۡكَبُونَ ﴿ "apa yang mereka kendarai." Di sini Allah mengingatkan akan nikmatNya kepada nenek-nenek moyang, yaitu mereka dimuat di dalam kapal laut. Hal ini adalah karena nikmat yang dikaruniakan kepada mereka, juga merupakan nikmat kepada anak keturunannya kemudian. Masalah ini merupakan permasalahan yang paling rumit bagi saya di dalam ilmu tafsir, karena kebanyakan hal yang dijelaskan oleh para ahli tafsir, yaitu bahwa yang dimaksud "keturunan" adalah bapak-bapak moyang, dan ini merupakan hal yang tidak biasa di dalam al-Qur`an, yaitu mengartikan dzurriyyah (keturunan) dengan bapak-bapak moyang. Sungguh ini mengandung ketidak-jelasan dan mengeluarkan kata (kalimat) dari makna asalnya, hal yang sangat dijauhi oleh Firman Allah Rabbul 'Alamin dan kehen-dakNya untuk memberikan penjelasan dan keterangan kepada hamba-hambaNya. Ada makna alternatif yang lebih baik dari makna di atas, yaitu bahwa yang dimaksud dengan "keturunan" adalah "jenis," dan bahwa mereka adalah diri mereka sendiri, karena mereka berasal dari anak cucu Nabi Adam. Akan tetapi arti sema-cam ini tidak dibenarkan oleh FirmanNya, ﴾ وَخَلَقۡنَا لَهُم مِّن مِّثۡلِهِۦ مَا يَرۡكَبُونَ ﴿ "Dan Kami ciptakan untuk mereka yang semisal apa yang akan mereka kendarai." Jika artinya, dan Kami ciptakan dari yang semisal dengan bahtera itu, yakni, untuk mereka yang diajak bicara (mukhathabin) apa yang akan mereka kendarai dari jenis-jenis bahtera. Jika demi-kian, maka ini adalah pengulangan terhadap makna ayat yang tidak dikehendaki oleh fashahah (kefasihan) al-Qur`an. Dan jika arti dari, ﴾ وَخَلَقۡنَا لَهُم مِّن مِّثۡلِهِۦ مَا يَرۡكَبُونَ ﴿ "Dan Kami ciptakan untuk mereka yang semisal apa yang akan mereka kendarai," adalah unta yang merupakan bahtera darat, maka maknanya menjadi lurus dan jelas; hanya saja masih ada hal lain, yaitu keberadaan ungkapan ini mengandung kerancuan (tasywisy). Sebab, kalau itu yang dimaksud, tentu Allah berfirman, وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَاهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ. وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُوْنَ. "Dan suatu tanda bagi mereka adalah Kami angkut mereka dalam bahtera yang penuh muatan, dan Kami ciptakan untuk mereka dari yang semisalnya apa yang akan mereka kendarai." Kalau pada yang pertama disebutkan, ﴾ حَمَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُمۡ ﴿ "Kami ang-kut keturunan mereka" sedangkan ini, "Kami angkut mereka," maka maknanya tidak jelas kecuali dikatakan: dhamir (kata ganti) "hum" kembali kepada "dzurriyyah." Dan hanya Allah Yang lebih menge-tahui akan hakikat yang sebenarnya. Setelah saya sampai pada pembahasan ini dalam penulisan tafsir ini, maka tampak bagi saya suatu makna yang tidak jauh dari maksud Allah سبحانه وتعالى, yaitu, bahwa siapa saja yang mengetahui keagungan Kitabullah dan uraiannya yang sempurna dari segala sisi tentang perkara-perkara yang sekarang, yang telah lalu dan yang akan datang, dia (menjadi tahu) bahwa sesungguhnya Allah menyebutkan dari setiap maknanya itu yang paling tinggi dan paling sempurna dari keadaannya, sedangkan bahtera merupakan salah satu tanda dan salah satu nikmatNya kepada hamba-hamba-Nya semenjak Dia mengaruniakannya kepada mereka, dengan mempelajarinya hingga Hari Kiamat nanti, dan ia terus ada pada setiap zaman hingga pada zaman orang-orang yang dihadapkan kepada al-Qur`an. Setelah Allah berbicara kepada mereka dengan al-Qur`an dan menjelaskan perihal bahtera, dan Allah mengetahui bahwa akan ada tanda-tanda (cikal-bakal) bahtera yang lebih besar pada waktu lain selain waktu mereka dan pada zaman lain selain zaman mereka saat Dia mengajarkan kepada mereka cara pembuatan bahtera laut, baik yang menggunakan layar dan mesin, dan bahtera angkasa yang terbang seperti burung di angkasa dan yang serupa dengan-nya dan berbagai alat-alat transportasi darat, yang merupakan tanda kekuasaan yang besar padanya yang belum pernah ada kecuali pada "keturunan," maka Allah mengingatkan di dalam al-Qur`an ini akan salah satu macam yang paling tinggi dari macam-macam tanda-tandanya, seraya berfirman, ﴾ وَءَايَةٞ لَّهُمۡ أَنَّا حَمَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُمۡ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ﴿ "Dan suatu tanda bagi mereka adalah Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan." Artinya, yang penuh de-ngan penumpang dan barang bawaan. Lalu Allah سبحانه وتعالى mengangkut mereka dan menyelamatkan mereka dari musibah karam (teng-gelam) dengan cara-cara yang telah diajarkan oleh Allah kepada mereka.
(43) Maka dari itu Allah سبحانه وتعالى mengingatkan mereka akan nik-matNya kepada mereka di mana Allah menyelamatkan mereka dari tenggelam (karam di lautan) padahal Dia kuasa menenggelamkan-nya. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ وَإِن نَّشَأۡ نُغۡرِقۡهُمۡ فَلَا صَرِيخَ لَهُمۡ ﴿ "Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong." Artinya, tidak seorang pun yang meneriakkan-nya untuk menolong mereka dari kesengsaraan atau melepaskan-nya dari kesulitan, ﴾ وَلَا هُمۡ يُنقَذُونَ ﴿ "dan tidak pula mereka diselamatkan," dari penderitaan yang sedang mereka derita tersebut.
(44) ﴾ إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٖ ﴿ "Tetapi karena Rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika," yang di mana Kami tidak menenggelamkan mereka karena belas-kasih dan untuk memberikan kenikmatan kepada mereka hingga waktu yang telah ditentukan, dengan harapan mereka kem-bali atau mencari apa-apa yang telah mereka abaikan.
(45) ﴾ وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُواْ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيكُمۡ وَمَا خَلۡفَكُمۡ ﴿ "Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang'," maksudnya, seperti kondisi di alam barzakh, Hari Kiamat dan berbagai hukuman di dunia, ﴾ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ﴿ "supaya kamu mendapat rahmat," tapi mereka tetap berpaling darinya, me-reka sama sekali tidak peduli, sekalipun berbagai tanda kekuasaan Allah telah datang kepada mereka.
(46) Maka dari itu Dia berfirman,﴾ وَمَا تَأۡتِيهِم مِّنۡ ءَايَةٖ مِّنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِمۡ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ ﴿ "Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda (kekuasaan) Rabb mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya." Di dalam penyandaran tanda-tanda (ayat-ayat) kepada Allah terdapat dalil yang menunjukkan kesempurnaan dan keje-lasan tanda-tanda tersebut, sebab tidak ada yang lebih jelas dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah dan tidak ada yang lebih hebat darinya. Dan sesungguhnya di antara bentuk pendidikan Allah terhadap hamba-hambaNya adalah Dia menyampaikan kepada mereka tanda-tanda yang dapat mereka jadikan sebagai petunjuk untuk mendapatkan apa-apa yang berguna bagi mereka dalam urusan agama dan dunia mereka.
(47) ﴾ وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ﴿ "Dan apabila dikatakan kepada me-reka, 'Nafkahkanlah sebagian dari rizki yang diberikan Allah kepadamu'," artinya, dari sebagian rizki yang telah dikaruniakan Allah kepada kalian; yang kalau saja Dia berkehendak, tentu Dia mengambilnya dari kalian, ﴾ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ﴿ "maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman," seraya menentang kebe-naran sambil berargumen dengan kehendak Allah, ﴾ أَنُطۡعِمُ مَن لَّوۡ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطۡعَمَهُۥٓ إِنۡ أَنتُمۡ ﴿ "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, tentulah Dia akan memberinya makan? Kamu tidak lain" wahai orang-orang yang beriman melainkan benar-benar berada ﴾ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "dalam kesesatan yang nyata," yang mana kalian menyuruh kami melakukan hal itu! Ini membuktikan kebodohan besar mereka atau sikap pura-pura bodoh mereka yang sangat kotor, karena sesungguhnya ke-hendak Allah itu sama sekali bukan hujjah (argumen, alasan) bagi pelaku maksiat. Sebab, sekalipun apa yang dikehendaki Allah itu pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendakiNya tidak akan terjadi, namun Allah telah memberikan kemampuan kepada manusia dan telah memberi mereka kekuatan yang dengannya mereka mampu melakukan perintah dan menjauhi larangan. Apabila mereka se-ngaja meninggalkan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka, maka itu berarti kesengajaan dari mereka, bukan paksaan terhadap mereka.
(48-49) ﴾ وَيَقُولُونَ ﴿ "Dan mereka berkata," dengan nada men-dustakan dan minta agar disegerakan, ﴾ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Bila-kah janji ini jika kamu adalah orang-orang yang benar?" Allah سبحانه وتعالى menga-takan, Jangan kalian menganggap tidak mungkin, sebab ia sudah dekat, ﴾ مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ ﴿ "Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja," yaitu tiupan sangkakala ﴾ تَأۡخُذُهُمۡ ﴿ "yang akan meng-ambil mereka." Maksudnya, menimpa mereka, ﴾ وَهُمۡ يَخِصِّمُونَ ﴿"ketika mereka sedang bertengkar," yakni, mereka sedang dalam keadaan lalai darinya, sama sekali tidak terlintas dalam hati mereka saat mereka bertengkar dan berseteru di antara sesama mereka, yang biasanya tidak ada kecuali pada waktu lalai.
(50) Apabila Aku membinasakan mereka pada saat mereka lalai, maka mereka tidak akan ditangguhkan dan tidak akan di-tunda, ﴾ فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ تَوۡصِيَةٗ ﴿ "lalu mereka tiada kuasa membuat suatu wasiat pun" sedikit ataupun banyak, ﴾ وَلَآ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمۡ يَرۡجِعُونَ ﴿ "dan tidak pula dapat kembali kepada keluarganya."
36:51–54Page 443
وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يَنسِلُونَ ٥١
And the Horn will be blown;1 and at once from the graves to their Lord they will hasten.
قَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرۡقَدِنَاۜۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ٥٢
They will say, "O woe to us! Who has raised us up from our sleeping place?" [The reply will be], "This is what the Most Merciful had promised, and the messengers told the truth."
إِن كَانَتۡ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَإِذَا هُمۡ جَمِيعٞ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُونَ ٥٣
It will not be but one blast, and at once they are all brought present before Us.
فَٱلۡيَوۡمَ لَا تُظۡلَمُ نَفۡسٞ شَيۡـٔٗا وَلَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٥٤
So today [i.e., the Day of Judgement] no soul will be wronged at all, and you will not be recompensed except for what you used to do.
"Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya kepada Rabb mereka. Mereka ber-kata, 'Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?' Inilah yang dijanjikan Allah Yang Maha Pengasih dan benarlah para rasul. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalas, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan." (Yasin: 51-54).
(51) Tiupan sangkakala yang pertama adalah tiupan sen-takan (al-Faza') dan kematian. Sedangkan yang (disebutkan) ini adalah tiupan kebangkitan dan hidup kembali. Apabila sangkakala telah ditiup (untuk kedua kalinya), maka mereka pun keluar ﴾ مِّنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ ﴿ "dari ajdats," maksudnya, dari kubur-kubur ﴾ يَنسِلُونَ ﴿ "mereka keluar dengan segera" menuju Rabbnya. Maksudnya, mereka segera untuk hadir menghadapNya, mereka tidak mampu untuk berlam-bat-lambat atau tinggal.
(52) Dan dalam kondisi itu orang-orang yang mendustakan bersedih dan menampakkan keluhan dan penyesalan, dan mereka berkata, ﴾ يَٰوَيۡلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرۡقَدِنَاۜۗ ﴿ "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?" Maksudnya, dari tidur kami dalam kubur. Hal ini karena disebutkan di dalam beberapa hadits bahwa ahli kubur itu mengalami tidur pada saat-saat sebe-lum peniupan sangkakala.[71] Lalu mereka dijawab dan dikatakan kepada mereka, ﴾ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ﴿ "Inilah yang dijanjikan Allah Yang Maha Pe-ngasih dan benarlah para rasul itu." Maksudnya, inilah yang dijanjikan oleh Allah kepada kalian dan dijanjikan oleh para rasul kepada kalian. Di sinilah tampak kebenaran mereka dengan dilihat oleh pandangan mata. Anda jangan mengira bahwa penyertaan kata ar-Rahman pada ayat ini hanya sekedar untuk informasi tentang janjiNya. Hal ini sesungguhnya adalah untuk menginformasikan bahwa pada hari yang sangat mengerikan itu mereka akan melihat sebagian dari rahmat (kasih sayang)Nya yang belum pernah terlintas dalam dugaan dan tidak pernah disangka-sangka oleh siapa pun, seperti difirmankanNya, ﴾ ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّ لِلرَّحۡمَٰنِۚ ﴿ "Kerajaan saat itu hanya milik Allah Yang Maha Pengasih."(Al-Furqan: 26). ﴾ وَخَشَعَتِ ٱلۡأَصۡوَاتُ لِلرَّحۡمَٰنِ ﴿ "Semua manusia tunduk kepada Allah Yang Maha Pengasih." (Thaha: 108); dan ayat-ayat lainnya yang di sana disebutkan kata "ar-Rahman" dalam masalah ini.
(53) ﴾ إِن كَانَتۡ ﴿ "Tidak adalah" kebangkitan dari kubur itu ﴾ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ ﴿ "selain sekali teriakan saja" yang ditiupkan oleh ma-laikat Israfil pada sangkakala, maka semua jasad manusia hidup kembali, ﴾ فَإِذَا هُمۡ جَمِيعٞ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُونَ ﴿ "maka tiba-tiba mereka semua dikum-pulkan kepada Kami," seluruh manusia generasi pertama hingga yang terakhir, dari bangsa jin dan manusia untuk perhitungan amal mereka.
(54) ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ لَا تُظۡلَمُ نَفۡسٞ شَيۡـٔٗا ﴿ "Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun" tidak dikurangi sedikitpun dari amal kebajikannya dan tidak pula ditambah amal-amal buruknya, ﴾ وَلَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan" dari kebaikan dan kejahatan. Barangsiapa yang menemukan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah, dan siapa saja yang menjumpai lain dari itu, maka hendaklah ia tidak mencela kecuali terhadap dirinya sendiri.
36:55–58Page 444
إِنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ ٱلۡيَوۡمَ فِي شُغُلٖ فَٰكِهُونَ ٥٥
Indeed the companions of Paradise, that Day, will be amused in [joyful] occupation -
هُمۡ وَأَزۡوَٰجُهُمۡ فِي ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ ٥٦
They and their spouses - in shade, reclining on adorned couches.
لَهُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ ٥٧
For them therein is fruit, and for them is whatever they request [or wish]
سَلَٰمٞ قَوۡلٗا مِّن رَّبّٖ رَّحِيمٖ ٥٨
[And] "Peace," a word from a Merciful Lord.
"Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-se-nang dalam kesibukan. Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang me-reka minta. (Kepada mereka dikatakan), 'Salam' sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang." (Yasin: 55-58).
(55-56) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa setiap orang tidak akan dibalas kecuali menurut apa yang dikerjakannya, Allah lalu menjelaskan balasan kedua golongan itu. Allah mulai dengan menjelaskan balasan untuk para penghuni surga dan Dia menga-barkan bahwa mereka pada hari itu ﴾ فِي شُغُلٖ فَٰكِهُونَ ﴿ "bersenang-senang dalam kesibukan." Maksudnya, berada dalam kesibukan yang me-nyenangkan jiwa dan membuatnya merasakan kelezatan akan segala apa yang disuka oleh nafsunya, sedap dipandang mata dan didamba-dambakan oleh orang-orang yang mendambakannya. Di antara kesenangan itu adalah bertebarannya gadis-gadis cantik se-bagaimana difirmankaNnya ﴾ هُمۡ وَأَزۡوَٰجُهُمۡ ﴿ "Mereka dan istri-istri mereka" dari bidadari-bidadari yang memadukan semua unsur keelokan pada wajah, tubuh, dan akhlak, ﴾ فِي ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ ﴿ "berada dalam tem-pat yang teduh, di atas dipan-dipan," yakni, dipan-dipan yang dihiasi dengan kain-kain bercorak sangat indah dan menarik, ﴾ مُتَّكِـُٔونَ ﴿ "bertelekan," di atasnya, yang menunjukkan puncak kesenangan, kedamaian dan kelezatan.
(57) ﴾ لَهُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٞ ﴿ "Di dalamnya mereka memperoleh buah-buahan" yang sangat banyak dari berbagai jenis buah-buahan yang sangat lezat, seperti anggur, tin, delima, dan lain-lain ﴾ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ ﴿ "dan memperoleh apa yang mereka minta" apa yang mereka cari. Kapan saja mereka mencari dan mendambakannya, maka mereka pasti mendapatkannya.
(58) Dan untuk mereka juga ﴾ سَلَٰمٞ ﴿ "Salam" yang diperoleh, ﴾ مِّن رَّبّٖ رَّحِيمٖ ﴿ "dari Rabb Yang Maha Penyayang," ini menunjukkan adanya percakapan Allah سبحانه وتعالى dengan para penghuni surga dan ucapan selamat Allah kepada mereka. Lalu dikukuhkannya lagi dengan FirmanNya, ﴾ قَوۡلٗا ﴿ "Sebagai ucapan selamat." Apabila Allah yang Maha Pengasih itu memberikan salam kepada mereka, maka mereka memperoleh keselamatan yang sempurna dari segala sisi-nya, dan mereka juga memperoleh penghormatan yang tidak ada bentuk penghormatan yang lebih tinggi darinya dan tidak ada pula kenikmatan yang setara dengannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan ucapan salam penghormatan dari Maharaja bagi se-gala raja, Rabb Yang Mahaagung, lagi Maha Penyantun dan Maha Penyayang bagi para penghuni negeri karamahNya, yaitu orang-orang yang telah mendapatkan ridha dariNya. Maka Dia tidak akan pernah memurkai mereka untuk selama-lamanya. Kalau sekiranya bukan karena Allah telah menakdirkan mereka tidak akan mati atau kaki mereka berpindah dari tempat-tempatnya karena kegem-biraan, kesenangan, dan kebahagiaan, tentu hal itu pasti terjadi. Maka kami berharap kepada Rabb, Tuhan kami agar kiranya tidak menghalangi kami untuk mendapatkan nikmat-nikmat tersebut dan menyenangkan kami dengan melihat kepada wajahNya yang mulia.
36:59–67Page 444
وَٱمۡتَٰزُواْ ٱلۡيَوۡمَ أَيُّهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٥٩
[Then He will say], "But stand apart today, you criminals.1
۞ أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٦٠
Did I not enjoin upon you, O children of Adam, that you not worship Satan - [for] indeed, he is to you a clear enemy -
وَأَنِ ٱعۡبُدُونِيۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ ٦١
And that you worship [only] Me? This is a straight path.
وَلَقَدۡ أَضَلَّ مِنكُمۡ جِبِلّٗا كَثِيرًاۖ أَفَلَمۡ تَكُونُواْ تَعۡقِلُونَ ٦٢
And he had already led astray from among you much of creation, so did you not use reason?
هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ٦٣
This is the Hellfire which you were promised.
ٱصۡلَوۡهَا ٱلۡيَوۡمَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ٦٤
[Enter to] burn therein today for what you used to deny."1
ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٦٥
That Day, We will seal over their mouths, and their hands will speak to Us, and their feet will testify about what they used to earn.
وَلَوۡ نَشَآءُ لَطَمَسۡنَا عَلَىٰٓ أَعۡيُنِهِمۡ فَٱسۡتَبَقُواْ ٱلصِّرَٰطَ فَأَنَّىٰ يُبۡصِرُونَ ٦٦
And if We willed, We could have obliterated their eyes, and they would race to [find] the path, and how could they see?1
وَلَوۡ نَشَآءُ لَمَسَخۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمۡ فَمَا ٱسۡتَطَٰعُواْ مُضِيّٗا وَلَا يَرۡجِعُونَ ٦٧
And if We willed, We could have deformed them, [paralyzing them] in their places so they would not be able to proceed, nor could they return.1
"Dan berpisahlah kamu pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu, dan hendaklah kamu me-nyembahKu. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam. Masuklah kamu ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesak-sian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba menuju jalan. Maka betapa-kah mereka dapat melihat? Dan jikalau Kami menghendaki, pasti-lah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak pula sanggup kembali." (Yasin: 59-67).
(59) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan balasan untuk orang-orang yang bertakwa, Allah lalu menjelaskan balasan untuk orang-orang yang berdosa, ﴾ و َ ﴿ "Dan" sesungguhnya nanti pada Hari Kiamat akan dikatakan kepada mereka, ﴾ وَٱمۡتَٰزُواْ ٱلۡيَوۡمَ أَيُّهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "Ber-pisahlah kamu pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat," mak-sudnya, berpisahlah kalian dari orang-orang yang beriman dan mereka menjadi kelompok tersendiri untuk dicela dan dihinakan di hadapan segenap manusia yang menyaksikan sebelum Allah memasukkan mereka ke neraka. Dikatakan kepada mereka:
(60) ﴾ أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ ﴿ "Bukankah Aku telah memerintahkan kepada-mu," maksudnya, telah memerintahkan dan mewasiatkan kepada kalian melalui lisan para rasulKu, dan Aku katakan kepada kalian ﴾ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ ﴿ "hai Bani Adam, supaya kamu tidak menyem-bah setan," maksudnya, jangan kalian menaatinya. Cercaan ini termasuk juga di dalamnya cercaan tentang semua jenis kekafiran dan maksiat, karena semuanya merupakan ketaatan kepada setan dan bentuk peribadahan kepadanya. ﴾ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ﴿ "Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu." Jadi Aku telah memperingatkan kalian darinya dengan peringatan benar-benar dan Aku pun telah mewanti-wanti kalian untuk tidak mematuhi-nya, bahkan Aku pun telah menginformasikan kepada kalian ten-tang apa yang dia serukan kepada kalian.
(61) ﴾ و َ ﴿ "Dan" Aku telah memerintah kalian untuk ber-ibadah kepadaKu dengan mengerjakan perintah-perintahKu dan meninggalkan larangan-laranganKu. ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah," maksudnya, beribadah kepadaKu, taat kepadaKu, dan mendurhakai setan adalah ﴾ صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ ﴿ "jalan yang lurus," jadi, ilmu-ilmu jalan yang lurus dan amal-amalnya kembali kepada dua perkara ini. Maksudnya, namun kalian tidak memelihara perintahKu dan kalian tidak juga mengerjakan wasiatKu, malah kalian mendukung dan membela musuh kalian sendiri.
(62) Maka dari itu ia telah menyesatkan ﴾ مِنكُمۡ جِبِلّٗا كَثِيرًاۖ ﴿ "se-bagian besar di antaramu," artinya, banyak sekali manusia. ﴾ أَفَلَمۡ تَكُونُواْ تَعۡقِلُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak memikirkan," maksud-nya, apakah kalian tidak mempunyai akal pikiran yang bisa me-merintah kalian untuk berloyalitas kepada Rabb kalian, padahal Dia adalah pelindung kalian yang haq, dan Dia melarang kalian menjadikan musuh bebuyutan kalian sebagai pelindung? Kalau sekiranya kalian mempunyai akal yang sehat, tentu kalian tidak melakukan hal itu.
(63) Apabila kalian telah mematuhi setan, memusuhi Allah yang Maha Pengasih, kalian mendustakan perjumpaan denganNya dan kalian meragukan Hari Kiamat, Negeri Pembalasan, serta ketetapan azab telah pasti terhadap kalian, m a k a ﴾ هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ﴿ "inilah Jahannam yang dahulu diancamkan kepada kamu," dan kalian mendustakannya. Maka lihatlah dengan mata kepala kalian! Maka saat itulah hati mereka sangat gelisah, mata mereka terbelalak dan terjadilah al-faza' al-akbar (ketakutan yang besar).
(64) Kemudian Allah menyempurnakan penjelasan di atas dengan menyuruh mereka masuk neraka. Kepada mereka dikata-kan, ﴾ ٱصۡلَوۡهَا ٱلۡيَوۡمَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ﴿ "Masuklah kamu ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya." Maksudnya, masuklah kalian padanya, ia akan membakar kalian dan kalian diliputi oleh panasnya hingga mencapai puncak panasnya disebabkan keing-karan kalian terhadap ayat-ayat Allah dan kalian mendustakan Rasul-rasulNya.
(65) Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam menjelaskan perihal mereka yang sangat mengerikan di dalam negeri kesengsaraan,﴾ ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ ﴿ "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka" Kami menjadikan mereka bungkam, tidak bisa berbicara, sehingga mereka tidak dapat mengingkari apa yang telah mereka kerjakan, yaitu kekufuran dan pendustaan. ﴾ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ﴿ "Dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." Maksudnya, seluruh anggota tubuh mereka akan memberikan kesaksian terhadap apa yang telah mereka kerjakan, mereka dijadikan berbicara oleh Allah yang telah membuat segala sesuatu dapat berbicara.
(66) ﴾ وَلَوۡ نَشَآءُ لَطَمَسۡنَا عَلَىٰٓ أَعۡيُنِهِمۡ ﴿ "Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan mata mereka," yaitu dengan cara mengambil penglihatan mereka sebagaimana Kami telah menghapus kemam-puan mereka berbicara. ﴾ فَٱسۡتَبَقُواْ ٱلصِّرَٰطَ ﴿ "Lalu mereka berlomba-lomba menuju jalan." Maksudnya, mereka segera menuju kepadanya, ka-rena ia adalah jalan yang dapat mengantarkan menuju surga.﴾ فَأَنَّىٰ يُبۡصِرُونَ ﴿ "Maka betapakah mereka dapat melihat?" Sebab, pandangan mata mereka telah dihapus.
(67) ﴾ وَلَوۡ نَشَآءُ لَمَسَخۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمۡ ﴿ "Dan jikalau Kami meng-hendaki, pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada." Maksud-nya, pasti Kami hilangkan gerak mereka, ﴾ فَمَا ٱسۡتَطَٰعُواْ مُضِيّٗا ﴿ "maka mereka tidak sanggup berjalan lagi" ke depan, ﴾ وَلَا يَرۡجِعُونَ ﴿ "dan tidak pula sanggup kembali" ke belakang untuk bisa jauh dari neraka. Artinya, mereka, orang-orang kafir itu, telah pasti mendapat ketetapan azab, dan mereka pasti akan disiksa; dan pada saat itu tidak ada tempat lain selain neraka, dan ia telah ditampakkan, dan tidak ada keselamatan bagi siapa pun selain dengan cara menye-berangi shirath (jembatan di atas Jahanam). Dan penyeberangan ini tidak akan mampu dilakukan kecuali oleh ahlul iman yang berjalan dengan diterangi oleh cahaya mereka sendiri. Adapun orang-orang kafir, maka Allah sama sekali tidak memberikan jaminan untuk bisa selamat dari neraka. Maka jika Dia menghendaki, niscaya Dia hapus penglihatan mereka dan membiarkan mereka bergerak, namun mereka tidak tahu bagaimana menuju shirath sekalipun mereka berlomba dan bersegera kepadanya. Dan jika Allah meng-hendaki, niscaya Dia hilangkan gerak mereka hingga mereka tidak bisa maju dan tidak pula bisa mundur. Artinya adalah, mereka tidak bisa menyeberang, hingga mereka sama sekali tidak mendapat keselamatan.
36:68Page 444
وَمَن نُّعَمِّرۡهُ نُنَكِّسۡهُ فِي ٱلۡخَلۡقِۚ أَفَلَا يَعۡقِلُونَ ٦٨
And he to whom We grant long life We reverse in creation;1 so will they not understand?
"Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan mereka kepada kejadiannya. Maka apakah mereka tidak memikirkan?" (Yasin: 68).
(68) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَن نُّعَمِّرۡهُ ﴿ "Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya" di antara manusia ini, ﴾ نُنَكِّسۡهُ فِي ٱلۡخَلۡقِۚ ﴿ "niscaya Kami kembalikan mereka kepada kejadiannya," niscaya ia kem-bali kepada kondisi awal ia diciptakan, yaitu kondisi lemah, lemah akal, dan lemah kekuatan. ﴾ أَفَلَا يَعۡقِلُونَ ﴿ "Maka apakah mereka tidak me-mikirkan," bahwa seorang manusia itu kurang (lemah) dari segala sisi? Maka hendaklah mereka memanfaatkan kekuatan dan akal pikiran mereka dan menggunakannya dalam ketaatan kepada Rabbnya.
36:69–70Page 444
وَمَا عَلَّمۡنَٰهُ ٱلشِّعۡرَ وَمَا يَنۢبَغِي لَهُۥٓۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ وَقُرۡءَانٞ مُّبِينٞ ٦٩
And We did not give him [i.e., Prophet Muḥammad (ﷺ)] knowledge of poetry, nor is it befitting for him. It is not but a message and a clear Qur’ān
لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيّٗا وَيَحِقَّ ٱلۡقَوۡلُ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧٠
To warn whoever is alive1 and justify the word [i.e., decree] against the disbelievers.
"Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya, dan tidak-lah layak baginya. Al-Qur`an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan, supaya dia memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup dan supaya pastilah ketetapan terhadap orang-orang kafir." (Yasin: 69-70).
(69) Allah سبحانه وتعالى menyucikan nabiNya, Muhammad a dari tuduhan yang dialamatkan oleh kaum musyrikin kepadanya, yaitu bahwa dia adalah seorang penyair, dan apa yang ia bawa (al-Qur`an) itu adalah syair. Maka Allah berfirman, ﴾ وَمَا عَلَّمۡنَٰهُ ٱلشِّعۡرَ وَمَا يَنۢبَغِي لَهُۥٓۚ ﴿ "Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Nabi Muhammad), dan tidak-lah layak baginya" menjadi seorang penyair. Maksudnya, ini terma-suk kategori mustahil kalau beliau menjadi seorang penyair, sebab beliau adalah orang yang cerdas dan mendapat petunjuk, sedang-kan para penyair itu sesat dan diikuti oleh orang-orang yang sesat; dan juga karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى telah melumpuhkan semua syubhat (tuduhan-tuduhan miring, pent) dari Rasulullah a yang dihembuskan oleh orang-orang yang sesat. Allah membantah kalau Nabi a itu bisa membaca atau me-nulis dan Dia menginformasikan bahwa Dia tidak pernah menga-jarkan syair kepadanya dan itu tidak pantas baginya,﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ وَقُرۡءَانٞ مُّبِينٞ ﴿ "al-Qur`an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan." Maksudnya, tidaklah apa yang dibawa oleh Muhammad a ini melainkan pelajaran yang dapat dipelajari oleh orang-orang yang berakal mengenai tuntutan-tuntutan agama, ia mencakup semuanya secara sempurna, dan ia juga mengingatkan akal kepada apa yang telah Allah pusatkan di dalam fitrahnya, yaitu perintah kepada segala yang baik dan larangan dari segala yang buruk. ﴾ وَقُرۡءَانٞ مُّبِينٞ ﴿ "Kitab yang memberi penerangan." Maksudnya, me-nerangkan segala yang dibutuhkan penjelasannya. Maka dari itu ma'mûl (objek penderita)nya tidak disebutkan, agar menunjukkan bahwa al-Qur`an itu menjelaskan seluruh yang haq dengan dalil-dalilnya yang terperinci dan global, dan yang batil dengan dalil-dalil yang menunjukkan kebatilannya. Allah menurunkannya se-demikian rupa kepada RasulNya.
(70) ﴾ لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيّٗا ﴿ "Supaya dia (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup," maksudnya, yang hidup hatinya dan sadar. Dialah orang yang bisa menjadi baik di atas al-Qur`an ini dan bertambah ilmu dan amal darinya. Dan al-Qur`an bagi hatinya laksana hujan bagi tanah yang subur lagi bersih. ﴾ وَيَحِقَّ ٱلۡقَوۡلُ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Dan supaya pastilah ketetapan terhadap orang-orang kafir," karena hujjah Allah telah ditegakkan terhadap mereka dan protes mereka terputus, sehingga tidak ada sedikitpun alasan dan syubhat yang masih tersisa yang mereka miliki yang bisa mereka jadikan dalil.
36:71–73Page 445
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا خَلَقۡنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتۡ أَيۡدِينَآ أَنۡعَٰمٗا فَهُمۡ لَهَا مَٰلِكُونَ ٧١
Do they not see that We have created for them from what Our hands1 have made, grazing livestock, and [then] they are their owners?
وَذَلَّلۡنَٰهَا لَهُمۡ فَمِنۡهَا رَكُوبُهُمۡ وَمِنۡهَا يَأۡكُلُونَ ٧٢
And We have tamed them for them, so some of them they ride, and some of them they eat.
وَلَهُمۡ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَمَشَارِبُۚ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ ٧٣
And for them therein are [other] benefits and drinks, so will they not be grateful?
"Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?" (Yasin: 71-73).
(71-73) Allah سبحانه وتعالى memerintah hamba-hambaNya untuk memperhatikan (merenungkan) kepada apa yang ditundukkan dan dipatuhkan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada mereka, yaitu hewan ternak dan menjadikan mereka dapat memilikinya, dan hewan-hewan itu patuh kepada mereka pada setiap perintah yang mereka kehen-daki; dan bahwa sesungguhnya Allah menciptakan banyak manfaat pada hewan-hewan ternak itu untuk mereka, seperti untuk meng-angkut mereka, mengangkut barang-barang bawaan, harta benda dan barang-barang dagangan mereka dari satu tempat ke tempat lain, dan mereka juga dapat mengkonsumsi binatang-binatang ternak tersebut. Dan juga manfaat untuk kehangatan badan, dan dari kulit dan bulunya dapat dijadikan perabot dan alat-alat untuk kesenangan hingga waktu yang telah ditentukan. Dan padanya terdapat manfaat sebagai perhiasan dan keindahan dan berbagai manfaat lainnya yang sudah kita saksikan. ﴾ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ ﴿ "Maka mengapakah mereka tidak bersyukur" kepada Allah سبحانه وتعالى yang telah me-ngaruniakan nikmat-nikmat tersebut dan tulus beribadah hanya kepadaNya, serta tidak menikmatinya dengan cara yang kosong dari ibrah dan fikrah (pelajaran dan penghayatan)?
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences