As-Sa'diAs‑Saffat · 37:139–182

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

As-Saffat 37:139–182

37:139–148Page 451

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٣٩

And indeed, Jonah was among the messengers.

إِذۡ أَبَقَ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ١٤٠

[Mention] when he ran away to the laden ship.

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُدۡحَضِينَ ١٤١

And he drew lots1 and was among the losers.

فَٱلۡتَقَمَهُ ٱلۡحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٞ ١٤٢

Then the fish swallowed him, while he was blameworthy.1

فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ ١٤٣

And had he not been of those who exalt Allāh,

لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ١٤٤

He would have remained inside its belly until the Day they are resurrected.1

۞ فَنَبَذۡنَٰهُ بِٱلۡعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٞ ١٤٥

But We threw him onto the open shore while he was ill.

وَأَنۢبَتۡنَا عَلَيۡهِ شَجَرَةٗ مِّن يَقۡطِينٖ ١٤٦

And We caused to grow over him a gourd vine.1

وَأَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلۡفٍ أَوۡ يَزِيدُونَ ١٤٧

And We sent him1 to [his people of] a hundred thousand or more.

فَـَٔامَنُواْ فَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ ١٤٨

And they believed, so We gave them enjoyment [of life] for a time.

"Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingat-lah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuh-kan untuknya sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." (Ash-Shaffat: 139-148).

(139) Ini adalah satu pujian dari Allah سبحانه وتعالى terhadap hamba dan RasulNya, Yunus bin Matta عليه السلام, sebagaimana Dia telah memuji saudara-saudaranya, para nabi yang lain semuanya dengan kena-bian, kerasulan, dan berdakwah kepada Allah سبحانه وتعالى.

(140) Dan Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentangnya, bahwa Allah telah menghukumnya dengan hukuman duniawi yang kemudian Allah menyelamatkannya darinya disebabkan iman dan amal-amal shalihnya, seraya berfirman, ﴾ إِذۡ أَبَقَ ﴿ "Ketika ia lari," dari Rabbnya dengan rasa jengkel kepadaNya dan menyangka bahwa Dia tidak akan mampu menguasainya; dan Allah menahannya di dalam perut ikan paus. Allah سبحانه وتعالى tidak menjelaskan apa yang membuat Nabi Yunus jengkel dan tidak pula dosa yang dilakukannya, karena tidak ada gunanya bagi kita kalaupun dijelaskan. Sedangkan yang berguna bagi kita adalah apa yang telah kami sebutkan, yaitu ia berbuat dosa dan ia dihukum oleh Allah سبحانه وتعالى, padahal beliau adalah salah seorang rasul yang mulia, dan kemudian, sesudah itu Allah menyelamatkannya, menghapus celaan darinya, dan Allah menak-dirkan sebab-sebab keshalihannya. Maka setelah lari, Nabi Yunus naik ﴾ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ﴿ "ke kapal yang penuh muatan," dengan para pe-numpang dan barang-barang angkutan.

(141) Setelah ia berangkat bersama yang lainnya, sedang-kan kapal itu sangat sarat (penuh muatan), dan keberatan hingga para awak kapal harus membuang sebagian dari para penumpang ke laut, seolah-olah mereka sudah tidak menemukan suatu keisti-mewaan pada siapa pun dalam masalah ini. Untuk itu mereka melakukan undian terhadap para penumpang, maka siapa yang terkena undian dan kalah, ia harus dibuang ke laut sebagai per-lakuan adil dari para awak kapal. Apabila Allah سبحانه وتعالى menghendaki suatu perkara, maka Dia mempermudah segala sebab-sebabnya. Setelah mereka melakukan pengundian, maka undian itu pun jatuh kepada Nabi Yunus ﴾ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُدۡحَضِينَ ﴿ "lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian," maksudnya: Kalah. Dan beliau pun di-ceburkan ke laut.

(142) ﴾ فَٱلۡتَقَمَهُ ٱلۡحُوتُ وَهُوَ ﴿ "Maka ia ditelan oleh ikan yang besar dalam keadaan," yakni pada saat ia ditelan, ﴾ مُلِيمٞ ﴿ "tercela." Maksud-nya, tercela sebagai yang melakukan perbuatan yang menyebab-kannya dicela, yaitu merasa jengkel hingga Tuhannya marah.

(143-144) ﴾ فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ ﴿ "Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak bertasbih," maksudnya, pada waktu-waktu sebelumnya banyak melakukan ibadah kepada Rabb-nya, bertasbih dan bertahmid kepadaNya, dan ketika berada di dalam perut ikan paus itu, di mana dia berdoa dengan mengucap-kan, ﴾ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ 87 ﴿ "Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim." (Al-Anbiya`: 87). (Kalau tidak), ﴾ لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit." Maksudnya, niscaya perut ikan itu menjadi kuburannya, akan tetapi disebabkan tasbih (me-nyucikan Allah) dan ibadahnya kepada Allah, maka ia diselamat-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, dan demikianlah Allah menyelamatkan orang-orang beriman di kala mereka terjatuh dalam kesempitan.

(145) ﴾ فَنَبَذۡنَٰهُ بِٱلۡعَرَآءِ ﴿ "Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus," dengan dilemparkan oleh ikan paus itu dari dalam perutnya ke tanah yang tandus, yaitu tanah yang kosong lagi tidak ada siapa-siapa pun, bahkan bisa jadi kosong dari pepohonan dan naungan, ﴾ وَهُوَ سَقِيمٞ ﴿ "sedang ia dalam keadaan sakit." Maksudnya, ia menderita sakit karena terkurung lama di dalam perut ikan paus hingga seperti anak burung yang baru menetas dari telur.

(146) ﴾ وَأَنۢبَتۡنَا عَلَيۡهِ شَجَرَةٗ مِّن يَقۡطِينٖ ﴿ "Dan Kami tumbuhkan untuknya sebatang pohon dari jenis labu," yang menaunginya dengan naungan-nya yang rindang, sebab naungannya sejuk dan tidak dihinggapi oleh lalat. Ini adalah bagian dari kasih sayang dan kebaikan dari Allah سبحانه وتعالى kepadanya.

(147-148) Kemudian Allah memberikan kasih sayang lagi padanya dalam bentuk yang lain dan mengaruniakan kepadanya suatu karunia yang sangat besar, yaitu Dia mengutusnya ﴾ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلۡفٍ ﴿ "kepada seratus ribu," orang manusia ﴾ أَوۡ يَزِيدُونَ ﴿ "atau lebih" dari itu. Artinya, mereka kalau tidak lebih dari itu, maka tidak kurang dari itu. Yunus pun mengajak mereka kepada Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَـَٔامَنُواْ ﴿ "Lalu mereka beriman," sehingga mereka menjadi timbangan kebaikan-kebaikan Nabi Yunus عليه السلام, karena beliaulah yang mengajak me-reka. ﴾ فَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ ﴿ "Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." Allah menjauhkan azab dari mereka setelah faktor-faktornya sudah ada semua. Allah ber-firman, ﴾ فَلَوۡلَا كَانَتۡ قَرۡيَةٌ ءَامَنَتۡ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ إِلَّا قَوۡمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُواْ كَشَفۡنَا عَنۡهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡيِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ 98 ﴿ "Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus. Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang meng-hinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai pada waktu yang tertentu." (Yunus: 98).

37:149–157Page 451

فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ أَلِرَبِّكَ ٱلۡبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلۡبَنُونَ ١٤٩

So inquire of them, [O Muḥammad], "Does your Lord have daughters while they have sons?1

أَمۡ خَلَقۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثٗا وَهُمۡ شَٰهِدُونَ ١٥٠

Or did We create the angels as females while they were witnesses?"

أَلَآ إِنَّهُم مِّنۡ إِفۡكِهِمۡ لَيَقُولُونَ ١٥١

Unquestionably, it is out of their [invented] falsehood that they say,

وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ١٥٢

"Allāh has begotten," and indeed, they are liars.

أَصۡطَفَى ٱلۡبَنَاتِ عَلَى ٱلۡبَنِينَ ١٥٣

Has He chosen daughters over sons?

مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ ١٥٤

What is [wrong] with you? How do you make judgement?

أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ١٥٥

Then will you not be reminded?

أَمۡ لَكُمۡ سُلۡطَٰنٞ مُّبِينٞ ١٥٦

Or do you have a clear authority?1

فَأۡتُواْ بِكِتَٰبِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ١٥٧

Then produce your scripture, if you should be truthful.

"Tanyakanlah kepada mereka: Apakah untuk Rabbmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan, 'Allah beranak.' Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. Apa-kah Dia memilih anak-anak perempuan daripada anak laki-laki, apakah yang terjadi padamu? Bagaimana kamu menetapkan? Maka apakah kamu tidak memikirkan? Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata. Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar." (Ash-Shaffat: 149-157).

(149) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad a, ﴾ فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ ﴿ "Tanyakanlah kepada mereka." Maksudnya, tanyakanlah kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lainnya, yaitu kepada mereka yang menyembah para malaikat dan mereka meyakini bahwa para malaikat adalah putri-putri Allah! Mereka benar-benar telah memadukan kesyirikan kepada Allah dengan menyifatiNya dengan hal-hal yang sangat tidak layak de-ngan keagunganNya. ﴾ أَلِرَبِّكَ ٱلۡبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلۡبَنُونَ ﴿ "Apakah untuk Rabbmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki?" Maksudnya, ini adalah pembagian yang sangat curang dan perkataan zhalim, dilihat dari sudut mereka menetapkan anak bagi Allah سبحانه وتعالى, dan juga dari sudut mereka menetapkan bagian yang paling buruk dan paling nista untukNya, yaitu anak-anak perempuan, yang mereka sendiri tidak meridhainya untuk diri mereka sendiri, sebagaimana Allah firmankan di dalam ayat yang lain, ﴾ وَيَجۡعَلُونَ لِلَّهِ ٱلۡبَنَٰتِ سُبۡحَٰنَهُۥ وَلَهُم مَّا يَشۡتَهُونَ 57 ﴿ "Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha-suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang me-reka sukai (yaitu anak-anak laki-laki)." (An-Nahl: 57). Dan dari sudut lain, mereka menetapkan para malaikat se-bagai putri-putri Allah dan mereka menetapkan demikian.

(150) Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam menjelaskan kedustaan mereka, ﴾ أَمۡ خَلَقۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثٗا وَهُمۡ شَٰهِدُونَ ﴿ "Atau apakah Kami mencip-takan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan" penciptaan mereka. Artinya, kenyataannya tidak demikian, karena mereka sesungguhnya sama sekali tidak menyaksikan penciptaan para malaikat. Maka hal ini membuktikan bahwa mereka mengata-kan perkataan tersebut tanpa landasan ilmu, melainkan perbuatan mengada-ada terhadap Allah.

(151-157) Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ أَلَآ إِنَّهُم مِّنۡ إِفۡكِهِمۡ ﴿ "Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya," yakni, dengan kedustaan yang sangat jelas, ﴾ لَيَقُولُونَ 151 وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ 152 ﴿ (mereka benar-benar mengatakan, 'Allah beranak.' Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta." ﴾ أَصۡطَفَى ﴿ "Apakah Dia memilih," yakni, m e n g u t a m a k a n ﴾ ٱلۡبَنَاتِ عَلَى ٱلۡبَنِينَ 153 مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ 154 ﴿ "anak-anak perempuan daripada anak laki-laki. Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana kamu menetapkan" kepu-tusan yang sangat zhalim ini? ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak memikirkan," apakah kalian tidak bisa membedakan perkataan yang palsu lagi sangat zhalim ini? Sebab, kalau saja kalian memikir-kannya, tentu kalian tidak akan mengatakan perkataan demikian. ﴾ أَمۡ لَكُمۡ سُلۡطَٰنٞ مُّبِينٞ ﴿ "Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata." Maksudnya, argumen yang jelas atas perkataan kalian ini dari suatu Kitab atau dari seorang Rasul. Semua ini tidak pernah terjadi! Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ فَأۡتُواْ بِكِتَٰبِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar," sebab, sesungguhnya orang yang mengatakan suatu perkataan yang tidak berdasarkan bukti syar'i adalah pendusta yang sengaja, atau orang yang mengatakan sesuatu terhadap Allah tanpa dasar ilmu.

37:158–160Page 452

وَجَعَلُواْ بَيۡنَهُۥ وَبَيۡنَ ٱلۡجِنَّةِ نَسَبٗاۚ وَلَقَدۡ عَلِمَتِ ٱلۡجِنَّةُ إِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ ١٥٨

And they have made [i.e., claimed] between Him and the jinn a lineage, but the jinn have already known that they [who made such claims] will be brought [to punishment].

سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ١٥٩

Exalted is Allāh above what they describe,

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ١٦٠

Except the chosen servants of Allāh [who do not share in that sin].

"Dan mereka adakan nasab antara Allah dengan jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan, kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan." (Ash-Shaffat: 158-160).

(158) Orang-orang yang mempersekutukan Allah itu mene-tapkan adanya hubungan nasab antara Allah dengan jin, di mana mereka beranggapan bahwa sesungguhnya para malaikat adalah putri-putri Allah dan sesungguhnya ibu-ibu mereka adalah jin-jin perempuan! Padahal jin-jin itu nanti, sebagaimana telah diketahui, akan dihadirkan ke hadapan Allah سبحانه وتعالى untuk diberikan pembalasan. Jadi, mereka adalah hamba-hamba yang hina-dina. Kalau saja ada hubungan nasab antara Allah dengan mereka tentu mereka tidak diperlakukan demikian.

(159-160) ﴾ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ ﴿ "Mahasuci Allah" Yang Maharaja lagi Mahaagung, Mahasempurna lagi Maha Penyantun dari apa-apa yang diungkapkan oleh kaum musyrikin berupa segala ungkapan yang menyebabkan kekafiran dan kemusyrikan mereka; ﴾ إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hamba Allah yang diberi ke-ikhlasan," di mana Allah tidak menyucikan diriNya dari apa yang mereka sifatkan bagiNya, karena mereka tidak menyifatiNya ke-cuali dengan apa-apa yang pantas dengan keagunganNya, maka dari itu mereka menjadi orang-orang yang dianugerahi keikhlasan.

37:161–163Page 452

فَإِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ ١٦١

So indeed, you [disbelievers] and whatever you worship,

مَآ أَنتُمۡ عَلَيۡهِ بِفَٰتِنِينَ ١٦٢

You cannot tempt [anyone] away from Him

إِلَّا مَنۡ هُوَ صَالِ ٱلۡجَحِيمِ ١٦٣

Except he who is to [enter and] burn in the Hellfire.1

"Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu, sekali-kali tidak dapat menyesatkan terhadap Allah, kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala." (Ash-Shaffat: 161-163).

(161-163) Maksudnya, sesungguhnya kalian, wahai orang-orang musyrik dan juga apa-apa yang kalian sembah selain Allah, tidak akan mampu memperdayakan dan menyesatkan seseorang kecuali orang yang telah ditetapkan Allah sebagai penghuni neraka yang menyala-nyala, yang padanya berlaku takdir ilahi. Maksud dari ini semua adalah menjelaskan ketidak-berdayaan mereka dan ketidakberdayaan sembahan-sembahan mereka untuk melakukan penyesatan terhadap seseorang, dan menjelaskan kemahasempur-naan kekuasaan Allah سبحانه وتعالى. Artinya, Maka janganlah kalian berambisi untuk menyesatkan hamba-hamba Allah yang disucikan dan go-longanNya yang beruntung.

37:164–166Page 452

وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٞ مَّعۡلُومٞ ١٦٤

[The angels say],1 "There is not among us any except that he has a known position.2

وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلصَّآفُّونَ ١٦٥

And indeed, we are those who line up [for prayer].

وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡمُسَبِّحُونَ ١٦٦

And indeed, we are those who exalt Allāh."

"Tiada seorang pun di antara kami melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu, dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf. Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih." (Ash-Shaffat: 164-166).

(164-166) Di sini terdapat penjelasan tentang kebersihan para Malaikat k dari apa yang dikatakan oleh kaum musyrikin tentang mereka, dan bahwasanya mereka adalah juga hamba-hamba Allah yang tidak pernah mendurhakaiNya sekejap mata pun. Tiada seorang pun di antara mereka melainkan mempunyai kedudukan dan tugas mengatur yang telah diperintahkan oleh Allah kepadanya, ia tidak akan melampaui atau melanggarnya, dan mereka juga sama sekali tidak mempunyai hak perintah. ﴾ وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلصَّآفُّونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf" dalam menaati Allah dan berbakti kepadaNya. ﴾ وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡمُسَبِّحُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih," menyucikan Allah dari apa-apa yang tidak pantas bagiNya. Kalau sedemikian adanya, maka bagaimana mereka pantas menjadi sekutu-sekutu bagi Allah? Mahasuci Allah.

37:167–182Page 452

وَإِن كَانُواْ لَيَقُولُونَ ١٦٧

And indeed, they [i.e., the disbelievers] used to say,1

لَوۡ أَنَّ عِندَنَا ذِكۡرٗا مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٦٨

"If we had a message from [those of] the former peoples,

لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ١٦٩

We would have been the chosen servants of Allāh."

فَكَفَرُواْ بِهِۦۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ١٧٠

But they disbelieved in it,1 so they are going to know.

وَلَقَدۡ سَبَقَتۡ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٧١

And Our word [i.e., decree] has already preceded for Our servants, the messengers,

إِنَّهُمۡ لَهُمُ ٱلۡمَنصُورُونَ ١٧٢

[That] indeed, they would be those given victory

وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ ١٧٣

And [that] indeed, Our soldiers [i.e., the believers] will be those who overcome.1

فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ ١٧٤

So, [O Muḥammad], leave them for a time.

وَأَبۡصِرۡهُمۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ ١٧٥

And see [what will befall] them, for they are going to see.

أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ ١٧٦

Then for Our punishment are they impatient?

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ ١٧٧

But when it descends in their territory, then evil is the morning of those who were warned.

وَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ ١٧٨

And leave them for a time.

وَأَبۡصِرۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ ١٧٩

And see, for they are going to see.

سُبۡحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ١٨٠

Exalted is your Lord, the Lord of might, above what they describe.

وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٨١

And peace upon the messengers.

وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٨٢

And praise to Allāh, Lord of the worlds.

"Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata, 'Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah dzikir dari orang-orang dahulu, benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan.' Te-tapi mereka mengingkarinya; maka kelak mereka akan mengetahui. Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, yaitu sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang. Maka berpalinglah kamu dari mereka sampai suatu ketika. Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat. Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan. Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu. Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika. Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat. Mahasuci Rabbmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam." (Ash-Shaf-fat: 167-178).

(167-170) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa kaum musyrikin itu akan menampakkan angan-angan dan mengatakan, Kalau saja datang kepada kami pelajaran dan kitab seperti yang telah datang kepada orang-orang yang terdahulu, tentu kami pasti mengikhlas-kan ibadah hanya kepada Allah, bahkan kami pasti menjadi orang-orang yang tulus dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya mereka adalah dusta dalam hal ini, karena sesungguhnya kitab yang paling utama telah datang kepada mereka, namun mereka mengingkari-nya. Maka dengan demikian dapat diketahui bahwa mereka adalah orang-orang yang membangkang terhadap kebenaran. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka kelak mereka akan mengetahui" azab yang menimpa mereka.

(171-179) Dan mereka juga jangan mengira bahwa mereka di dunia akan menang, sebab ketetapan Allah سبحانه وتعالى sudah ditetapkan, tidak akan bisa ditolak dan tidak pula bisa diselisihi, bagi hamba-hambaNya, para rasul dan bala tentaranya yang beruntung, adalah bahwa merekalah yang menang terhadap orang-orang lainnya, merekalah yang mendapatkan pertolongan dari Rabb mereka de-ngan pertolongan yang sangat besar, di mana mereka dapat me-negakkan agamaNya. Ini adalah suatu berita gembira yang sangat agung bagi siapa saja yang menyifatkan dirinya sebagai tentara Allah, yaitu orang-orang yang kepribadiannya lurus (konsisten) dan berperang (berjihad) bersama pemimpin yang memerintah-kan untuk memerangi kaum musyrikin, maka dialah yang akan menang lagi mendapat pertolongan. Kemudian Allah memerintah RasulNya supaya berpaling dari orang-orang yang bersikap keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran. Sesungguhnya yang tersisa hanyalah menunggu turun-nya azab yang akan menimpa mereka. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ وَأَبۡصِرۡهُمۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ ﴿ "Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat," orang-orang yang akan ditimpa azab, sebab ia pasti menimpa me-reka. ﴾ فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ ﴿ "Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka." Artinya, menimpa mereka dan dekat dari mereka, ﴾ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang di-peringatkan itu." Sebab, ia adalah pagi hari yang penuh keburukan, siksaan, dan pemusnahan. Kemudian Allah mengulangi perintah berpaling dari mereka dan mengancam mereka dengan azab yang akan menimpa.

(180-182)0 Setelah Allah menyebutkan di dalam Surat ini banyak sekali perkataan-perkataan mereka yang sangat keji yang mereka lontarkan terhadapNya, maka Allah menyucikan diriNya dari perkataan-perkataan keji itu, seraya berfirman, ﴾ سُبۡحَٰنَ رَبِّكَ ﴿ "Mahasuci Rabbmu," artinya, Mahabebas dan Mahatinggi D i a ﴾ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿ "Rabb Yang mempunyai keperkasaan," Yang tidak bisa dikalahkan, maka dari itu Dia menundukkan segala sesuatu, dan suci dari segala keburukan yang mereka sandangkan terhadapNya; ﴾ وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul," ka-rena keselamatan mereka dari dosa-dosa dan noda-noda dan se-lamatnya apa yang mereka sandangkan terhadap Pencipta langit dan bumi. ﴾ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam." Alif dan lam ("al" pada al-hamdu) bermakna meliputi (lil istighrâq). Artinya, seluruh bentuk pujian dari berbagai sifat yang sempurna lagi agung dan perbuatan-perbuatan yang dengan-nya Dia mengatur semesta alam ini, melimpahkan berbagai nikmat kepada mereka, dan dengannya Dia melepaskan berbagai bencana dari mereka, serta mengendalikan mereka dalam segala gerak dan diam mereka dan dalam seluruh kondisi mereka. Semua itu adalah milik Allah سبحانه وتعالى. Jadi, Dia-lah Yang Maha Qudus (suci) dari segala kekurangan, Yang Terpuji dengan segala kesempurnaan, Yang Dicintai lagi Diagungkan. Para RasulNya sejahtera dan diucapkan selamat (salam sejahtera) atas mereka, dan bagi siapa yang meng-ikuti mereka dalam hal ini, maka dia memperoleh kesejahteraan di dunia dan akhirat, sedangkan bagi musuh mereka adalah kebina-saan dan bencana di dunia dan akhirat.

Selesailah Tafsir Surat ash-Shaffât, pada tanggal 6 Syawwal, tahun 1343 H[76], oleh penyusun dan penulisnya: Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad. Dan segala puji hanyalah bagi Allah yang dengan nikmatNya segala amal shalih dapat terselesaikan.[77] 9

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском