As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
As-Saffat 37:50–82
37:50–61Page 447
فَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ ٥٠
And they will approach one another, inquiring of each other.
قَالَ قَآئِلٞ مِّنۡهُمۡ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٞ ٥١
A speaker among them will say, "Indeed, I had a companion [on earth].
يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلۡمُصَدِّقِينَ ٥٢
Who would say, 'Are you indeed of those who believe
أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ ٥٣
That when we have died and become dust and bones, we will indeed be recompensed?'"
قَالَ هَلۡ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ ٥٤
He will say,1 "Would you [care to] look?"
فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِي سَوَآءِ ٱلۡجَحِيمِ ٥٥
And he will look and see him1 in the midst of the Hellfire.
قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرۡدِينِ ٥٦
He will say, "By Allāh, you almost ruined me.
وَلَوۡلَا نِعۡمَةُ رَبِّي لَكُنتُ مِنَ ٱلۡمُحۡضَرِينَ ٥٧
If not for the favor of my Lord, I would have been of those brought in [to Hell].
أَفَمَا نَحۡنُ بِمَيِّتِينَ ٥٨
Then, are we not to die
إِلَّا مَوۡتَتَنَا ٱلۡأُولَىٰ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ٥٩
Except for our first death, and we will not be punished?"
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ٦٠
Indeed, this is the great attainment.
لِمِثۡلِ هَٰذَا فَلۡيَعۡمَلِ ٱلۡعَٰمِلُونَ ٦١
For the like of this let the workers [on earth] work.
"Lalu sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka, 'Sesungguhnya aku dahulu mempunyai seorang teman yang berkata, 'Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan? Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar diberi pembalasan?' Berkata pulalah ia, 'Maukah kamu meninjau?' Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala. Ia berkata, 'Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku, jikalau tidak karena nikmat Rabbku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret. Maka apakah kita tidak akan mati melainkan hanya kematian kita yang pertama saja, dan kita tidak akan disiksa? Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar. Untuk hal seperti inilah hendaknya beramal orang-orang yang beramal." (Ash-Shaffat: 50-61).
(50-59) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kenikmatan mereka dan puncak kebahagiaan mereka dengan berbagai makanan, mi-numan, istri-istri yang cantik jelita, dan tempat-tempat duduk yang baik, maka Allah menjelaskan percakapan dan dialog di antara mereka tentang masalah-masalah yang sudah berlalu, dan bahwa-sanya mereka terus dalam perbincangan dan saling bercakap-cakap hingga hal itu menyebabkan salah seorang di antara mereka berkata, ﴾ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٞ ﴿ "Sesungguhnya aku dahulu mempunyai seorang teman" di dunia, ia mengingkari kehidupan setelah mati dan ia mencelaku karena aku membenarkannya dan ia mengatakan, ﴾ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلۡمُصَدِّقِينَ 52 أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ ﴿ "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan? Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar diberi pembalasan?" Maksudnya, apakah kita akan diberi balasan atas amal perbuatan kita?! Artinya, bagaimana kamu membenarkan perkara yang tidak mungkin ini, yang benar-benar sangat aneh ini?! Yaitu, apabila kita telah tercabik-cabik dan men-jadi tanah dan tulang-belulang kita akan dibangkitkan dan dihi-dupkan kembali, lalu kita dihisab dan diberi pembalasan sesuai dengan amal perbuatan kita? Seorang penghuni surga ini berkata kepada rekan-rekannya, Inilah kisah dan berita dariku dengan temanku, dan aku tetap dan terus beriman lagi meyakini, sedang-kan dia tetap dan terus mendustakan lagi mengingkari kebang-kitan, hingga kita mati lalu kita dibangkitkan, dan kemudian aku sampai kepada apa yang kalian lihat sekarang berupa berbagai kenikmatan yang telah diinformasikan oleh para rasul, sedangkan dia sudah tidak diragukan lagi telah sampai pada azab. Maka apa-kah ﴾ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ ﴿ "kalian mau meninjau?," supaya kita bisa melihatnya hingga kita makin merasa senang dan bahagia dengan apa yang sedang kita rasakan ini, dan agar itu benar-benar menjadi pan-dangan dengan kasat mata?! Nampaknya bahwa di antara perihal keadaan para penghuni surga dan kebahagian sebagian dengan sebagian yang lain dan persetujuan sebagian mereka terhadap se-bagian yang lain, adalah bahwa mereka pun memenuhi ajakannya, dan mereka pun pergi mengikutinya untuk meninjau temannya. ﴾ فَٱطَّلَعَ ﴿ "Maka ia meninjau" dan melihat temannya tersebut ﴾ فِي سَوَآءِ ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala." Maksud-nya, di tengah-tengah azab dan siksaannya. Azab benar-benar telah mengelilinginya. Lalu orang itu berkata seraya mencela temannya atas keadaannya dan bersyukur kepada Allah atas karuniaNya, karena telah menyelamatkan dirinya dari tipu muslihat temannya, ﴾ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرۡدِينِ ﴿ "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku." Maksudnya, engkau hampir membinasakanku disebabkan kerancuan-kerancuan pemikiran yang kamu masukkan kepadaku berdasarkan anggapanmu. ﴾ وَلَوۡلَا نِعۡمَةُ رَبِّي ﴿ "Jikalau tidak karena nikmat Rabbku," kepadaku dengan meneguhkan pendirianku pada Islam, ﴾ لَكُنتُ مِنَ ٱلۡمُحۡضَرِينَ ﴿ "pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret" di dalam azab ber-samamu. ﴾ أَفَمَا نَحۡنُ بِمَيِّتِينَ 58 إِلَّا مَوۡتَتَنَا ٱلۡأُولَىٰ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ 59 ﴿ "Maka apakah kita tidak akan mati melainkan hanya kematian kita yang pertama saja, dan kita tidak akan disiksa?" Maksudnya, orang yang beriman itu berkata kepadanya dengan membanggakan nikmat Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni surga dengan kekal abadi dan selamat dari azab. Ini adalah bentuk kalimat tanya yang bermakna pengukuhan dan penetapan. Dan FirmanNya, ﴾ فَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ ﴿ "Lalu sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap," ma'mûl (objek) dalam kalimat ini dihapus, sedangkan konteksnya adalah kelezatan dan kesenangan. Maka ini menunjukkan bahwa mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang mereka merasa lezat bila membicarakannya dan juga tentang masalah-masalah yang diperselisihkan serta rumit. Sebagaimana sudah dimaklumi bahwa kelezatan para ahli ilmu adalah dengan memperbincangkan ilmu dan membahasnya melebihi kelezatan-kelezatan yang terjadi dalam perbincangan masalah dunia. Di sisi ini, di dalam surga, mereka mempunyai bagian yang sangat besar, mereka dapat menyingkap berbagai kenyataan-kenyataan ilmiah di dalam surga yang tidak mungkin diungkapkan.
(60) Setelah Allah menjelaskan kenikmatan surga dan me-nguraikannya dengan uraian yang sangat indah, maka kemudian Dia memujinya dan merangsang orang-orang yang beramal shalih dan memacu mereka supaya beramal untuk meraihnya, seraya berfirman, ﴾ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Sesungguhnya ini benar-benar kemena-ngan yang besar," yang dengannya mereka bisa memperoleh segala kebaikan yang diinginkan dan didambakan oleh jiwa, dan dengan-nya segala yang berbahaya dan tidak disuka akan tertolak. Maka apakah ada lagi kemenangan yang dicari di atas itu, ataukah itu puncak dari segala tujuan dan akhir dari segala harapan, di mana ridha dari Rabb Penguasa langit dan bumi menyelimuti mereka, mereka bahagia karena bisa dekat denganNya, mereka merasakan kenikmatan mengenalNya, sangat berbahagia karena bisa melihat-Nya, dan sangat menikmati FirmanNya?!
(61) ﴾ لِمِثۡلِ هَٰذَا فَلۡيَعۡمَلِ ٱلۡعَٰمِلُونَ ﴿ "Untuk hal seperti inilah hendaknya beramal orang-orang yang beramal." Itulah yang lebih berhak untuk mendapat curahan infak apa-apa yang termahal sekalipun, dan yang lebih utama untuk disingsingkan lengan baju oleh orang-orang yang berpengetahuan lagi beruntung. Sungguh puncak segala ke-rugian adalah berlalunya waktu bagi orang yang serius, sedangkan ia dalam keadaan tidak sibuk dengan amal yang bisa mendekatkan-nya kepada negeri kebahagiaan ini. Maka bagaimana seseorang rela berjalan dengan dosa-dosa menuju negeri kebinasaan?!
37:62–74Page 448
أَذَٰلِكَ خَيۡرٞ نُّزُلًا أَمۡ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ ٦٢
Is that [i.e., Paradise] a better accommodation or the tree of zaqqūm?
إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا فِتۡنَةٗ لِّلظَّٰلِمِينَ ٦٣
Indeed, We have made it a torment for the wrongdoers.
إِنَّهَا شَجَرَةٞ تَخۡرُجُ فِيٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ ٦٤
Indeed, it is a tree issuing from the bottom of the Hellfire,
طَلۡعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ ٦٥
Its emerging fruit as if it was heads of the devils.
فَإِنَّهُمۡ لَأٓكِلُونَ مِنۡهَا فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ٦٦
And indeed, they will eat from it and fill with it their bellies.
ثُمَّ إِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا لَشَوۡبٗا مِّنۡ حَمِيمٖ ٦٧
Then indeed, they will have after it a mixture of scalding water.
ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ ٦٨
Then indeed, their return will be to the Hellfire.
إِنَّهُمۡ أَلۡفَوۡاْ ءَابَآءَهُمۡ ضَآلِّينَ ٦٩
Indeed they found their fathers astray.
فَهُمۡ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ يُهۡرَعُونَ ٧٠
So they hastened [to follow] in their footsteps.
وَلَقَدۡ ضَلَّ قَبۡلَهُمۡ أَكۡثَرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٧١
And there had already strayed before them most of the former peoples,
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ ٧٢
And We had already sent among them warners.
فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُنذَرِينَ ٧٣
Then look how was the end of those who were warned -
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٧٤
But not the chosen servants of Allāh.
"Apakah itu yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Sesung-guhnya Kami menjadikannya sebagai fitnah bagi orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar Neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala setan-setan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengannya. Ke-mudian sesudah memakan buah pohon zaqqum itu, pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengar air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke Neraka Jahim. Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat. Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu. Dan sesungguh-nya telah sesat sebelum mereka sebagian besar dari orang-orang yang dahulu, dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan di kalangan mereka. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu. Kecuali hamba-hamba Allah yang diberi keikhlasan." (Ash-Shaffat: 62-74).
(62) ﴾ أَذَٰلِكَ خَيۡرٞ ﴿ "Apakah itu yang lebih baik," yakni, kenikmatan yang telah Kami uraikan untuk para penghuni surga tadi lebih baik, ataukah azab yang ada di dalam Neraka Jahim dengan segala macam siksaannya? Makanan yang mana dari keduanya yang lebih utama? Makanan yang dijelaskan yang ada di dalam surga ﴾ أَمۡ ﴿ "ataukah" makanan para penghuni neraka, yaitu ﴾ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ ﴿ "pohon zaqqum."
(63-66) ﴾ إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا فِتۡنَةٗ ﴿ "Sesungguhnya Kami menjadikannya sebagai fitnah." Maksudnya, sebagai azab dan hukuman, ﴾ لِّلظَّٰلِمِينَ ﴿ "bagi orang-orang yang zhalim," terhadap diri mereka sendiri dengan melakukan kekafiran dan berbagai maksiat. ﴾ إِنَّهَا شَجَرَةٞ تَخۡرُجُ فِيٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar Neraka Jahim," artinya, dari tengah-te-ngahnya. Inilah tempat asal keluarnya dan tempat mulanya, yaitu tempat terburuk dan terbusuk. Dan seburuk-buruk tempat tumbuh menunjukkan sangat buruk dan hinanya tanaman itu. Maka dari itu Allah سبحانه وتعالى mengingatkan akan keburukannya dengan menjelas-kan dari mana asal tumbuhnya dan dengan menyebutkan salah satu ciri buahnya, yaitu seperti kepala setan-setan. Maka janganlah kamu menanyakan sesudah itu tentang rasa dan reaksinya di dalam rongga dan perut mereka. Tidak ada jalan pelarian bagi mereka darinya dan tidak pula ada tempat melepaskan diri. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ فَإِنَّهُمۡ لَأٓكِلُونَ مِنۡهَا فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ﴿ "Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengannya." Inilah hidangan para penghuni neraka, dan seburuk-buruk hidangan adalah hidangan mereka.
(67) Kemudian Allah menjelaskan minuman mereka seraya berfirman, ﴾ ثُمَّ إِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا ﴿ "Kemudian sesungguhnya bagi mereka sesudah itu" sesudah menyantap hidangan itu ﴾ لَشَوۡبٗا مِّنۡ حَمِيمٖ ﴿ "pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengar air yang sangat panas," artinya, air panas yang telah mencapai puncak kepanasannya (men-didih), sebagaimana FirmanNya dalam ayat yang lain, ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ بِئۡسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتۡ مُرۡتَفَقًا 29 ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (Al-Kahfi: 29). Dan juga FirmanNya, ﴾ وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمٗا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ 15 ﴿ "Dan mereka diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya." (Muhammad: 15).
(68) ﴾ ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ ﴿ "Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka," yakni tempat tinggal, diam, dan tempat berteduh mereka ﴾ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "benar-benar ke Neraka Jahim," agar merasakan sebagian dari azabnya yang sangat dahsyat dan panasnya yang sangat berat, yang kesengsaraannya tidak ada yang melebihinya.
(69-73) Seakan-akan dikatakan, Apa yang telah mengantar-kan kalian ke negeri ini? Maka Allah berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ أَلۡفَوۡاْ ﴿ "Karena sesungguhnya mereka mendapati," menemukan ﴾ ءَابَآءَهُمۡ ضَآلِّينَ 69 فَهُمۡ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ يُهۡرَعُونَ 70 ﴿ "bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat. Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak mereka itu," maksudnya, mereka segera turut melakukan kesesatan, tanpa menoleh kepada apa yang di-serukan oleh para rasul dan tidak pula kepada apa-apa yang telah diwanti-wantikan oleh kitab-kitab suci, serta tidak pula kepada perkataan orang-orang yang memberikan nasihat. Bahkan mereka menentangnya dengan mengatakan, ﴾ إِنَّا وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٖ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّقۡتَدُونَ 23 ﴿ "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka." (Az-Zukhruf: 22). ﴾ وَلَقَدۡ ضَلَّ قَبۡلَهُمۡ ﴿ "Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka," maksudnya, sebelum orang-orang yang menjadi alamat pembica-raan, ﴾ أَكۡثَرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "sebagian besar dari orang-orang yang dahulu," sedikit sekali dari mereka yang beriman dan mengambil petunjuk. ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan di kalangan mereka," yakni, yang mengingatkan mereka dari kesesatan, ﴾ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "maka perhatikan-lah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu." Kesu-dahan mereka adalah kebinasaan, kehinaan, dan kenistaan. Maka hendaklah mereka waspada kalau masih tetap terus dalam kese-satannya, akan ditimpa seperti apa yang telah menimpa orang-orang terdahulu tersebut.
(74) Oleh karena tidak semua orang yang diberi peringatan itu sesat, bahkan di antara mereka ada yang beriman dan meng-ikhlaskan ketaatan kepada Allah, maka mereka dikecualikan oleh Allah سبحانه وتعالى dari kebinasaan, seraya berfirman, ﴾ إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "Kecuali hamba-hamba Allah yang diberi keikhlasan." Maksudnya: Orang-orang yang disucikan oleh Allah dan diistimewakan dengan rahmatNya karena ketulusan mereka. Maka kesudahan mereka adalah menjadi terpuji.
Kemudian Allah menyebutkan satu contoh dari kesudahan umat-umat yang mendustakan, seraya berfirman,
37:75–82Page 448
وَلَقَدۡ نَادَىٰنَا نُوحٞ فَلَنِعۡمَ ٱلۡمُجِيبُونَ ٧٥
And Noah had certainly called Us, and [We are] the best of responders.
وَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلۡكَرۡبِ ٱلۡعَظِيمِ ٧٦
And We saved him and his family from the great affliction.
وَجَعَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُۥ هُمُ ٱلۡبَاقِينَ ٧٧
And We made his descendants those remaining [on the earth]
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ٧٨
And left for him [favorable mention] among later generations:
سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٖ فِي ٱلۡعَٰلَمِينَ ٧٩
"Peace upon Noah among the worlds."
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٨٠
Indeed, We thus reward the doers of good.
إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٨١
Indeed, he was of Our believing servants.
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ٨٢
Then We drowned the others [i.e., disbelievers].
"Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami; maka sesungguh-nya (Kami adalah) sebaik-baik yang memperkenankan (doa). Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar. Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melan-jutkan keturunan. Dan Kami abadikan untuk Nuh itu di kalangan orang-orang yang datang kemudian; 'Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.' Sesungguhnya demikianlah Kami mem-berikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesung-guhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain." (Ash-Shaffat: 75-82).
(75-82) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nuh عليه السلام, rasul pertama, yaitu bahwasanya ketika beliau mengajak kaumnya kepada Allah dalam jangka waktu yang sangat panjang, namun seruan Nuh hanya makin menambah mereka makin jauh, dan Nuh pun telah berdoa kepada Rabbnya seraya mengatakan, ﴾ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Ya Rabbi, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi." (Nuh: 26). Dan ia juga berkata, ﴾ رَبِّ ٱنصُرۡنِي عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡمُفۡسِدِينَ 30 ﴿ "Ya Rabb, tolonglah aku atas kaum yang membuat kerusakan."[73] Lalu Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan Allah memuji DiriNya seraya berfirman, ﴾ فَلَنِعۡمَ ٱلۡمُجِيبُونَ ﴿ "maka sesungguhnya (Kami adalah) sebaik-baik yang memperkenankan," bagi doa orang-orang yang ber-doa dan mendengarkan doa dan sikap merendahkan diri mereka kepadaNya. Allah mengabulkan doa Nabi Nuh عليه السلام sesuai dengan apa yang beliau mohon. Allah menyelamatkannya dan keluarganya dari bencana yang sangat besar dan menenggelamkan seluruh orang-orang kafir dan menyisakan anak keturunannya yang kemudian menjadi pengganti silih berganti, sehingga seluruh manusia (yang ada saat ini) berasal dari keturunan nabi Nuh عليه السلام. Dan Allah سبحانه وتعالى menjadikan pujian yang baik dan berlanjut bagi Nabi Nuh عليه السلام hingga zaman manusia-manusia yang terakhir datang. Yang demi-kian itu karena dia adalah orang yang ihsan dalam beribadah kepada Sang Pencipta dan muhsin (berbuat baik) kepada sesama manusia. Inilah Sunnah Allah سبحانه وتعالى pada orang-orang yang berbuat ihsan, yaitu menebarkan pujian baik bagi mereka menurut kadar ihsan (kebaikan) mereka. Dan FirmanNya, ﴾ إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman," menunjukkan bahwa iman merupakan kedudukan manusia yang tertinggi, ia mencakup seluruh syariat-syariat agama, prinsip-prinsip dan cabang-cabang-nya, karena Allah memuji manusia-manusia pilihanNya karena imannya tersebut.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences