As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Az-Zumar 39:17–38
39:17–18Page 460
وَٱلَّذِينَ ٱجۡتَنَبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ أَن يَعۡبُدُوهَا وَأَنَابُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰۚ فَبَشِّرۡ عِبَادِ ١٧
But those who have avoided ṭāghūt,1 lest they worship it, and turned back to Allāh - for them are good tidings. So give good tidings to My servants
ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٨
Who listen to speech and follow the best of it. Those are the ones Allāh has guided, and those are people of understanding.
"Dan orang-orang yang menjauhi thaghut, tidak menyembah-nya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." (Az-Zumar: 17-18).
(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang yang berdosa, maka di sini Allah menjelaskan kondisi orang-orang yang berinabah (kembali) kepada Allah dan pahala untuk mereka, seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ ٱجۡتَنَبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ أَن يَعۡبُدُوهَا ﴿ "Dan orang-orang yang menjauhi thaghut, tidak menyembahnya." Yang dimaksud thaghut di sini adalah beribadah (penyembahan dan pengabdian) kepada selain Allah. Lalu mereka menjauhinya, tidak menyembahnya. Ini merupakan penjagaan (perlindungan, pemeliharaan) yang sangat indah dari Allah سبحانه وتعالى, sebab pujian di atas meliputi orang yang menjauhi thaghut dengan cara tidak menyembahnya. ﴾ وَأَنَابُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ ﴿ "Dan kembali kepada Allah" dengan beribadah kepadaNya dan memurnikan kepatuhan kepadaNya dalam menjalankan agama. Keinginan-keinginan mereka berpaling (menjauh) dari peribadahan kepada berhala menuju ibadah kepada Yang Maharaja lagi Maha Mengetahui; dan dari syirik serta maksiat-maksiat menuju tauhid dan ketaatan. ﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰۚ ﴿ "Bagi mereka berita gembira," yang tidak dapat diukur nilainya dan tidak dapat mengetahui ungkapannya kecuali orang yang dimuliakan oleh Allah dengan berita gembira itu. Ini men-cakup berita gembira di dalam kehidupan dunia ini dalam bentuk pujian yang baik, mimpi-mimpi yang baik dan inayah (perhatian) rabbani dari Allah سبحانه وتعالى yang mereka rasakan dari celah-celahnya bahwasanya Allah hendak memuliakan mereka di dunia dan di akhirat; dan mereka juga memperoleh berita gembira di akhirat: Saat menjelang kematian, saat berada di dalam kubur, dan pada saat Hari Kiamat. Dan puncak berita gembira itu adalah apa yang diberitakan oleh Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Pemurah, yaitu terus mene-rusnya keridhaan Allah, kebaikan, dan karuniaNya serta ditemu-kannya segala cita-citanya di surga.
(18) Setelah Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa untuk mereka adalah berita gembira, maka Allah memerintah Nabi a untuk me-nyampaikan berita gembira ini kepada mereka dan Dia sebutkan juga karakter (sifat) yang karenanya mereka berhak mendapat berita gembira, seraya berfirman, ﴾ فَبَشِّرۡ عِبَادِ 17 ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ ﴿ "Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hambaKu, yang men-dengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya." Ini adalah kata jenis (nama umum) yang mencakup segala perkata-an. Jadi mereka mendengarkan dengan baik segala jenis perkataan untuk dibeda-bedakan mana yang layak didahulukan dan mana yang layak ditinggalkan. Maka dari itu, termasuk ketegasan dan kecerdasan akal mereka adalah, mereka mengikuti yang terbaik darinya, dan yang paling baik secara mutlak adalah kalamullah (Firman Allah) dan sabda Rasulullah a, sebagaimana yang dikata-kan oleh Allah سبحانه وتعالى di dalam Surat ini, ﴾ ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ كِتَٰبٗا مُّتَشَٰبِهٗا مَّثَانِيَ ﴿ "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu al-Qur`an) yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang." (Az-Zumar: 23). Pada ayat ini ada satu poin penting, yaitu bahwa setelah Allah سبحانه وتعالى memberitahu tentang orang-orang yang dipuji, bahwa mereka mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya, maka seakan-akan ada suatu pertanyaan: Apakah ter-masuk jalan (cara) untuk bisa mengetahui perkataan yang terbaik itu adalah kita harus berkarakter seperti karakter-karakter orang-orang yang berakal, dan kita harus mengetahui bahwa siapa saja yang mengutamakan perkataan yang terbaik itu kita yakini bahwa dia adalah termasuk orang-orang yang berakal? Jawabnya: Ya! Yang terbaik adalah apa yang telah ditegaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ كِتَٰبٗا مُّتَشَٰبِهٗا مَّثَانِيَ ﴿ "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur`an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang." (Az-Zumar: 23). Merekalah orang-orang, ﴾ ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُۖ ﴿ "yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah" menuju akhlak dan amal yang paling mulia, ﴾ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ﴿ "dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." Artinya, akal yang suci, yang di antara isi dan sikap tegasnya adalah mereka dapat mengetahui yang baik dari yang lainnya dan mereka lebih mengutamakan apa yang pantas diutamakan atas apa yang tidak pantas. Inilah tanda (orang) berakal. Bahkan sebenarnya tidak ada tanda (ciri) bagi akal selain itu. Maka sesungguhnya orang yang tidak bisa membedakan antara perkataan-perkataan yang baik dan buruk, tidak termasuk orang yang mempunyai akal sehat; atau orang yang dapat membedakan akan tetapi akalnya dikuasai oleh nafsu syahwatnya sehingga akalnya tetap mengikuti syahwatnya sehingga tidak mengutamakan yang terbaik, maka orang itu berarti kurang berakal.
39:19–20Page 460
أَفَمَنۡ حَقَّ عَلَيۡهِ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي ٱلنَّارِ ١٩
Then, is one who has deserved the decree of punishment [to be guided]? Then, can you save one who is in the Fire?
لَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ غُرَفٞ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٞ مَّبۡنِيَّةٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ ٱلۡمِيعَادَ ٢٠
But those who have feared their Lord - for them are chambers,1 above them chambers built high, beneath which rivers flow. [This is] the promise of Allāh. Allāh does not fail in [His] promise.
"Apakah orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atas-nya, apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka? Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan mengingkari janjiNya." (Az-Zumar: 19-20).
(19) Maksudnya, orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya, karena ia terus dalam kesesatan, menentang dan kekufuran, maka kamu (Nabi a) sama sekali tidak mempunyai jalan untuk memberinya petunjuk dan tidak pula kamu mampu menyelamatkannya dari neraka; dan itu pasti!
(20) Akan tetapi puncak keberuntungan dan puncak ke-menangan adalah bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang telah Allah sediakan karamah dan berbagai macam ke-nikmatan untuk mereka yang tidak bisa dinilai kadarnya. ﴾ لَهُمۡ غُرَفٞ ﴿ "Mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi," yakni, kedudukan-kedudukan yang tinggi yang terukir indah, yang ka-rena keindahan, kemegahan, dan kebeningannya sehingga bagian luarnya tampak dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya tampak dari bagian luarnya; dan karena ketinggiannya hingga ia terlihat sebagaimana tampaknya bintang yang jauh berada di ufuk timur atau bintang yang jauh berada di ufuk barat. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٞ ﴿ "Di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi," maksudnya, sebagiannya berada di atas sebagian yang lain, ﴾ مَّبۡنِيَّةٞ ﴿ "yang dibangun" dengan emas dan perak, sedangkan pewanginya adalah minyak kasturi yang sangat istimewa, ﴾ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ ﴿ "yang di bawahnya mengalir sungai-sungai," yang mengalir mengairi kebun-kebun nan rindang dan pohon-pohon nan bersih, sehingga menghasilkan berbagai macam buah-buahan yang lezat-lezat dan buah-buahan yang masak. ﴾ وَعۡدَ ٱللَّهِ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ ٱلۡمِيعَادَ ﴿ "Allah telah berjanji dengan sebenar-benar-nya. Allah tidak akan mengingkari janjiNya." Dia telah menjanjikan kepada orang-orang yang bertakwa pahala ini, maka pasti ditepati-Nya. Maka hendaklah mereka memenuhi sifat-sifat takwa, agar Allah memenuhi pahala untuk mereka.
39:21Page 460
أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَسَلَكَهُۥ يَنَٰبِيعَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ حُطَٰمًاۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢١
Do you not see that Allāh sends down rain from the sky and makes it flow as springs [and rivers] in the earth; then He produces thereby crops of varying colors; then they dry and you see them turned yellow; then He makes them [scattered] debris. Indeed in that is a reminder for those of understanding.
"Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkanNya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia men-jadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikanNya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang de-mikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal." (Az-Zumar: 21).
(21) Allah سبحانه وتعالى mengingatkan kepada orang-orang yang mem-punyai akal apa yang telah diturunkanNya dari langit berupa air (hujan) lalu Dia mengaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi. Maksudnya, Allah menyimpannya di dalamnya sebagai mata air yang dapat dikeluarkan dengan mudah dan gampang, ﴾ ثُمَّ يُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥ ﴿ "kemudian ditumbuhkanNya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya," seperti gandum, jagung, padi, dan lain-lain, ﴾ ثُمَّ يَهِيجُ ﴿ "lalu ia menjadi kering" ketika sudah tua atau ketika ditimpa penyakit, ﴾ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ حُطَٰمًاۚ ﴿ "lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikanNya hancur berderai-derai," berserakan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal," di mana dengan itu mereka dapat mengingat perhatian Allah, Rabb mereka dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya, di mana Dia telah memudahkan air bagi mereka dan menyimpannya di dalam perut bumi sesuai dengan tuntutan kemaslahatan mereka; dan dengannya pula mereka dapat mengingat kemahasempurnaan kekuasaanNya, dan bahwa sesungguhnya Dia akan menghidup-kan kembali orang-orang yang sudah mati sebagaimana Dia telah menghidupkan bumi setelah kematian (kegersangan)nya; dan juga dengan itu mereka dapat mengetahui bahwa yang berbuat demi-kian itulah yang berhak diibadahi. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mem-punyai akal, sebagaimana yang telah Engkau sebutkan, dan telah Engkau beri hidayah melalui akal yang telah Engkau karuniakan kepada mereka, dan telah Engkau perlihatkan kepada mereka rahasia-rahasia Kitab SuciMu dan keindahan ayat-ayatMu yang tidak dicapai oleh selain mereka, sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Memberi.
39:22Page 461
أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٖ مِّن رَّبِّهِۦۚ فَوَيۡلٞ لِّلۡقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٢٢
So is one whose breast Allāh has expanded to [accept] Islām and he is upon [i.e., guided by] a light from his Lord [like one whose heart rejects it]? Then woe to those whose hearts are hardened against the remembrance of Allāh. Those are in manifest error.
"Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." (Az-Zumar: 22).
(22) Maksudnya, apakah sama orang yang dilapangkan dadanya oleh Allah untuk menerima agama Islam, sehingga ia menjadi lapang untuk menerima (mempelajari) hukum-hukum Allah dan mengamalkannya dengan lapang dada dan senang hati berdasarkan pengetahuan yang jelas terhadap perintahNya, yang dimaksud dari FirmanNya, ﴾ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٖ مِّن رَّبِّهِۦۚ ﴿ "Lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya," dengan orang yang tidak seperti itu; berdasarkan FirmanNya, ﴾ فَوَيۡلٞ لِّلۡقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah," yakni, hatinya tidak tunduk kepada KitabNya dan tidak pula mengambil pelajaran dari ayat-ayatNya serta tidak tenang dengan mengingat-Nya, melainkan ia berpaling dari Tuhannya, beralih kepada selain Dia, maka bagi mereka adalah azab yang sangat berat dan kebu-rukan yang sangat besar. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ﴿ "Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." Ke-sesatan apalagi yang lebih besar daripada kesesatan orang yang berpaling dari Tuhannya, padahal sesungguhnya kebahagiaan itu hanya terdapat pada menghadap kepadaNya. Hatinya membatu, tidak bisa mengingatNya dan justru dia terfokus kepada segala yang berakibat buruk padanya.
39:23Page 461
ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ كِتَٰبٗا مُّتَشَٰبِهٗا مَّثَانِيَ تَقۡشَعِرُّ مِنۡهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمۡ وَقُلُوبُهُمۡ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهۡدِي بِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنۡ هَادٍ ٢٣
Allāh has sent down the best statement: a consistent Book wherein is reiteration. The skins shiver therefrom of those who fear their Lord; then their skins and their hearts relax at the remembrance [i.e., mention] of Allāh. That is the guidance of Allāh by which He guides whom He wills. And one whom Allāh sends astray - for him there is no guide.
"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu al-Qur`an yang serupa lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, yang dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya." (Az-Zumar: 23).
(23) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang KitabNya yang diturun-kanNya, yaitu bahwa ia merupakan ﴾ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ ﴿ "perkataan yang paling baik" secara mutlak. Jadi sebaik-baik perkataan itu adalah Firman Allah, dan sebaik-baik Kitab yang diturunkan dari Firman Allah tersebut adalah al-Qur`an ini. Apabila al-Qur`an adalah yang terbaik, maka dapat diketahui bahwa lafazh-lafazhnya merupakan lafazh-lafazh yang paling fasih dan paling jelas; dan sesungguh-nya makna-maknanya (kandungannya) merupakan makna-makna yang paling mulia, sebab al-Qur`an adalah perkataan yang terbaik dalam lafazh dan maknanya. ﴾ مُّتَشَٰبِهٗا ﴿ "Yang serupa" dari segi ke-indahan, keserasian dan tidak adanya perselisihannya dari sisi manapun, hingga setiap kali seorang perenung mencoba mere-nungkannya dan seorang yang berpikir mencoba memikirkannya, niscaya ia melihat kesesuaiannya, hingga pada makna-maknanya yang rumit sekalipun; yang mencengangkan orang-orang yang menghayatinya, dan ia memastikan bahwa al-Qur`an itu tidak berasal kecuali dari Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Inilah yang dimaksud tasyabuh (yang serupa) pada ayat ini. Adapun yang dimaksudnya dalam FirmanNya, ﴾ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ مِنۡهُ ءَايَٰتٞ مُّحۡكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٞۖ ﴿ "Dia-lah yang menurunkan al-Kitab (al-Qur`an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi al-Qur`an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat." (Ali Imran: 7), maka maksudnya adalah yang samar bagi pemahaman banyak orang, dan ia tetap samar kecuali kalau sudah dikembalikan kepada yang muhkamat. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ مِنۡهُ ءَايَٰتٞ مُّحۡكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٞۖ ﴿ "Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi al-Qur`an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat." Di sini (Ali Imran: 7) ini Allah menjadikan kesamaran pada sebagian ayat-ayatnya, sedangkan pada ayat 23 (dari az-Zumar) ini Allah menjadikannya semuanya mutasyabih, maksudnya, serupa dalam keindahannya. Sebab Allah mengatakan, ﴾ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ ﴿ "per-kataan yang terbaik," ia adalah surat-surat dan ayat-ayat, yang ke-semuanya; sebagian darinya serupa dengan sebagian yang lain, sebagaimana telah kami jelaskan. ﴾ مَّثَانِيَ ﴿ "Lagi berulang-ulang," maksudnya, kisah-kisah, hukum-hukum, janji, ancaman, sifat-sifat orang-orang yang cinta kepada kebaikan dan sifat-sifat orang-orang yang cinta kejahatan diulang-ulang di dalamnya. Diulang-ulang pula di dalamnya nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Ini merupakan keagungan dan keindahan al-Qur`an. Sebab, Allah سبحانه وتعالى, tatkala Dia mengetahui kebutuhan manusia kepada kandungan-kandungan (makna-makna)nya yang dapat menyucikan hati lagi menyempurnakan akhlak, dan sesung-guhnya makna-makna tersebut bagi hati laksana air bagi minuman pepohonan. Sebagaimana pepohonan, apabila ia makin jauh dari air, maka makin berkuranglah ia, bahkan bisa jadi ia musnah. Dan semakin ia banyak mendapat air, maka ia menjadi indah dan mem-buahkan berbagai jenis buah-buahan yang bermanfaat, demikian pula halnya dengan hati, ia selalu membutuhkan berulang-ulang-nya makna-makna Firman Allah تعالى padanya; dan sesungguhnya kalau satu makna hanya berulang satu kali kepadanya dalam seluruh isi al-Qur`an, niscaya hati tidak merasakan apa-apa dan ia sama sekali tidak akan memperoleh hasil apa pun darinya. Maka dari itu, dalam penulisan tafsir ini saya menggunakan metode yang sangat indah ini, dengan mencontoh apa yang men-jadi tafsiran baginya. Maka dari itu Anda tidak akan menjumpai di dalam tafsir ini hawalah (petunjuk rujukan, footnote) kepada satu tema bahasan, melainkan setiap tempat Anda akan menjumpai tafsirannya sendiri dengan makna yang sempurna tanpa memper-hatikan tafsiran-tafsiran yang terdahulu yang serupa dengannya. Namun, sebagian topik ada yang lebih sederhana (tafsirannya) daripada yang lainnya dan lebih banyak faidahnya. Maka dari itu, hendaknya para pembaca al-Qur`an, yang merenungkan makna-maknanya jangan mengabaikan perenungan pada seluruh topik-topik dari al-Qur`an, sebab dengan begitu ia akan mendapatkan banyak kebaikan dan manfaat yang sangat banyak sekali. Oleh karena al-Qur`an yang agung ini seperti ini keagungan dan kebesarannya, maka ia berpengaruh di dalam hati orang-orang yang mempunyai pikiran lagi mendapat petunjuk. Maka dari itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ تَقۡشَعِرُّ مِنۡهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ ﴿ "Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya," karena di dalamnya terdapat ancaman, hal-hal yang menakutkan yang sangat menge-rikan, ﴾ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمۡ وَقُلُوبُهُمۡ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ ﴿ "kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah," yaitu di saat disebutkan harapan dan dorongan (berbuat baik) di dalamnya. Al-Qur`an itu kadang-kadang memotivasi mereka untuk melakukan kebaikan dan kadang-kadang mempertakuti mereka dari perbuatan jahat. ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Itu," yakni yang dijelaskan oleh Allah tersebut, berupa pengaruh al-Qur`an kepada mereka ﴾ هُدَى ٱللَّهِ ﴿ "adalah petunjuk Allah," maksudnya, hidayah dariNya kepada hamba-hambaNya, dan ia termasuk dalam deretan karunia dan kebaikanNya kepada mereka. ﴾ ٱللَّهِ يَهۡدِي بِهِۦ ﴿ "Dia menunjuki dengannya," maksudnya, melalui-nya ﴾ مَن يَشَآءُۚ ﴿ "siapa yang dikehendakiNya" di antara hamba-hamba-Nya. Boleh juga bahwa yang dimaksud dari FirmanNya, ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "itu" adalah al-Qur`an yang telah Kami ungkapkan kepada kalian itu. ﴾ هُدَى ٱللَّهِ ﴿ "adalah petunjuk Allah" yang tidak ada jalan lain yang bisa mengantarkan kepada Allah kecuali dari al-Qur`an itu. ﴾ يَهۡدِي بِهِۦ مَن يَشَآءُۚ ﴿ "Dia menunjuki dengannya siapa yang dikehendaki-Nya" di antara hamba-hambaNya yang niatnya baik, sebagaimana telah Dia Firmankan, ﴾ يَهۡدِي بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضۡوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ ﴿ "Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan." (Al-Ma`idah: 16). ﴾ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنۡ هَادٍ ﴿ "Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya," sebab tidak ada jalan yang bisa mengantarkan kepadaNya kecuali taufikNya. Dan taufik itu sendiri adalah untuk mau menerima kitabNya. Kalau hal ini tidak ia peroleh, maka tidak ada jalan menuju hidayah, maka yang ada kemudian hanyalah kesesatan yang nyata dan keseng-saraan.
39:24–26Page 461
أَفَمَن يَتَّقِي بِوَجۡهِهِۦ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ وَقِيلَ لِلظَّٰلِمِينَ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ٢٤
Then is he who will shield with his face1 the worst of the punishment on the Day of Resurrection [like one secure from it]? And it will be said to the wrongdoers, "Taste what you used to earn."
كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَأَتَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ ٢٥
Those before them denied, and punishment came upon them from where they did not perceive.
فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ٱلۡخِزۡيَ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٢٦
So Allāh made them taste disgrace in worldly life. But the punishment of the Hereafter is greater, if they only knew.
"Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada Hari Kiamat. Dan dikatakan kepada orang-orang yang zhalim, 'Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan.' Orang-orang sebelum mereka telah mendustakan, maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka. Maka Allah merasakan kepada mereka ke-hinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui." (Az-Zumar: 24-26).
(24) Maksudnya, apakah sama orang yang diberi hidayah oleh Allah dan diberi taufik dariNya untuk menempuh jalan yang bisa mengantarkan ke negeri kemuliaanNya dengan orang yang berada di dalam kesesatan dan terus dalam sikap keras kepalanya hingga Hari Kiamat datang, lalu azab yang sangat besar menimpa-nya, lalu ia menghindarkan wajahnya yang merupakan anggota tubuh yang paling mulia, yang sekecil apa pun azab dapat berpe-ngaruh terhadapnya, dan ia memalingkan wajahnya dari azab yang sangat buruk itu, padahal kedua tangan dan kedua kakinya sudah dibelenggu?! ﴾ وَقِيلَ لِلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan kepada orang-orang yang zhalim" terhadap dirinya dengan melakukan kekafiran dan kemaksiatan, sebagai hinaan dan cercaan, ﴾ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ﴿ "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan."
(25) ﴾ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ ﴿ "Orang-orang sebelum mereka telah mendustakan," maksudnya, umat-umat terdahulu, sebagaimana mereka (kaum kafir Quraisy) mendustakan, ﴾ فَأَتَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka," datang menimpa mereka saat mereka lalai di pagi hari atau di saat mereka tidur siang hari.
(26) ﴾ فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ﴿ "Maka Allah merasakan kepada mereka" dengan azab tersebut ﴾ ٱلۡخِزۡيَ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "kehinaan pada kehidupan dunia," di mana mereka benar-benar dipermalukan di hadapan Allah dan di hadapan makhlukNya. ﴾ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan sungguh azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui," maka hendak-lah mereka waspada dari sikap terus mendustakan, karena mereka akan ditimpa azab seperti yang telah menimpa umat-umat terda-hulu.
39:27–31Page 461
وَلَقَدۡ ضَرَبۡنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٖ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ٢٧
And We have certainly presented for the people in this Qur’ān from every [kind of] example - that they might remember.
قُرۡءَانًا عَرَبِيًّا غَيۡرَ ذِي عِوَجٖ لَّعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ ٢٨
[It is] an Arabic Qur’ān, without any deviance1 that they might become righteous.2
ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا رَّجُلٗا فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَٰكِسُونَ وَرَجُلٗا سَلَمٗا لِّرَجُلٍ هَلۡ يَسۡتَوِيَانِ مَثَلًاۚ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٢٩
Allāh presents an example: a man [i.e., slave] owned by quarreling partners and another belonging exclusively to one man - are they equal in comparison? Praise be to Allāh! But most of them do not know.
إِنَّكَ مَيِّتٞ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ ٣٠
Indeed, you are to die, and indeed, they are to die.
ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عِندَ رَبِّكُمۡ تَخۡتَصِمُونَ ٣١
Then indeed you, on the Day of Resurrection, before your Lord, will dispute.
"Sungguh telah Kami buatkan bagi manusia dalam al-Qur`an setiap macam perumpamaan, supaya mereka dapat pelajaran. Al-Qur`an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan supaya mereka bertakwa. Allah membuat perumpamaan yaitu seorang laki-laki yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki saja; Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengeta-hui. Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula. Kemudian sesungguhnya kamu pada Hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Rabbmu." (Az-Zumar: 27-31).
(27) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwasanya Dia membuat perumpamaan di dalam al-Qur`an dari seluruh perumpamaan; perumpamaan-perumpamaan orang-orang yang cinta kebaikan dan perumpamaan-perumpamaan orang-orang yang cinta kebu-rukan, juga perumpamaan-perumpamaan mengenai tauhid dan syirik. Masing-masing perumpamaan mempermudah memaham-kan hakikat-hakikat sesuatu dan hikmahnya, ﴾ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ﴿ "supaya mereka mendapat pelajaran" pada saat kami menjelaskan kepada me-reka yang benar, lalu mereka mengetahui dan mengamalkannya.
(28) ﴾ قُرۡءَانًا عَرَبِيًّا غَيۡرَ ذِي عِوَجٖ ﴿ "Al-Qur`an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan," maksudnya, Kami menjadikan al-Qur`an berbahasa Arab yang jelas lafazh-lafazhnya dan mudah makna-maknanya, terutama bagi orang-orang Arab; "tidak ada kebengkokan," maksudnya, tidak ada kekeliruan di dalamnya dan tidak ada pula kekurangannya dari sisi manapun, apakah dari sisi lafazh-lafazh-nya maupun dari sisi makna-maknanya. Ini menandakan kesem-purnaan kelurusan dan keistiqamahannya, sebagaimana difirman-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ 1 ﴿ "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya al-Kitab (al-Qur`an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus." (Al-Kahfi:1-2). ﴾ لَّعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ ﴿ "Supaya mereka bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى, di mana Kami telah memudahkan bagi mereka jalan-jalan menuju takwa yang bersifat ilmiah dan yang praktis melalui al-Qur`an yang ber-bahasa Arab lagi yang lurus ini, yang di dalamnya Allah سبحانه وتعالى mem-buat segala macam perumpamaan.
(29) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberikan perumpamaan bagi syirik dan tauhid, seraya berfirman, ﴾ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا رَّجُلٗا ﴿ "Allah mem-buat perumpamaan yaitu seorang laki-laki," yakni, budak sahaya, ﴾ فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَٰكِسُونَ ﴿ "yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan"; mereka banyak dan mereka tidak sepakat pada satu perkara pun dan tidak pula sepakat pada satu kondisi yang bisa memberikan ketenangan hatinya, malah mereka bertengkar dan berselisih mengenainya, masing-masing mempunyai tuntutan yang hendak ia laksanakan, sedangkan yang lain menghendaki lain dari itu. Bagaimana menurut Anda keadaan si budak sahaya tadi dalam menghadapi orang-orang yang berserikat lagi berselisih kemauan? ﴾ وَرَجُلٗا سَلَمٗا لِّرَجُلٍ ﴿ "Dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki saja," maksudnya, murni miliknya, dan sahaya itu mengetahui maksud (tujuan) tuannya sehingga ia memperoleh rasa tenang yang sempurna; ﴾ هَلۡ يَسۡتَوِيَانِ ﴿ "Apakah kedua budak itu sama." Maksudnya, apakah kedua budak itu sama ﴾ مَثَلًاۚ ﴿ "halnya?" Jelas keduanya tidak sama. Demikian juga orang-orang yang musyrik kepada Allah, ia memiliki banyak sembahan-sembahan yang ber-beda-beda. Ia berdoa kepada sembahan yang satu, lalu berdoa kepada sembahan yang lain! Maka Anda melihatnya tidak mem-punyai kemantapan, dan hatinya tidak tenang pada satu keadaan. Sedangkan orang yang bertauhid tulus kepada Rabbnya, Allah telah melepaskannya dari perbuatan mempersekutukanNya dengan yang lain, sehingga ia berada dalam kondisi sangat lapang dan sangat tenang. ﴾ هَلۡ يَسۡتَوِيَانِ مَثَلًاۚ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ ﴿ "Adakah keduanya sama halnya? Segala puji bagi Allah" atas penjelasan yang haq dari yang batil dan arahanNya kepada orang-orang yang bodoh. ﴾ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
(30) ﴾ إِنَّكَ مَيِّتٞ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ ﴿ "Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula," maksudnya, masing-masing kalian pasti mati, ﴾ وَمَا جَعَلۡنَا لِبَشَرٖ مِّن قَبۡلِكَ ٱلۡخُلۡدَۖ أَفَإِيْن مِّتَّ فَهُمُ ٱلۡخَٰلِدُونَ 34 ﴿ "Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?" (Al-Anbiya`: 34).
(31) ﴾ ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عِندَ رَبِّكُمۡ تَخۡتَصِمُونَ ﴿ "Kemudian sesungguh-nya kamu pada Hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Rabb-mu" dalam masalah yang kalian perselisihkan, lalu kelak Dia akan memberikan keputusan di antara kalian berdasarkan keputusanNya yang adil dan akan memberikan balasan kepada masing-masing sesuai apa yang dilakukannya. Allah telah menghitung dan meme-liharanya, sedangkan kalian melupakannya.
39:32–35Page 462
۞ فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن كَذَبَ عَلَى ٱللَّهِ وَكَذَّبَ بِٱلصِّدۡقِ إِذۡ جَآءَهُۥٓۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡكَٰفِرِينَ ٣٢
So who is more unjust than one who lies about Allāh and denies the truth when it has come to him? Is there not in Hell a residence for the disbelievers?
وَٱلَّذِي جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ ٣٣
And the one who has brought the truth [i.e., the Prophet (ﷺ)] and [they who] believed in it - those are the righteous.
لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمۡۚ ذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٣٤
They will have whatever they desire with their Lord. That is the reward of the doers of good -
لِيُكَفِّرَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ أَسۡوَأَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ وَيَجۡزِيَهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٣٥
That Allāh may remove from them the worst of what they did and reward them their due for the best of what they used to do.
"Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di Neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang kafir? Dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Rabb mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik. Agar Allah akan menutupi bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Az-Zumar: 32-35).
(32) Allah سبحانه وتعالى berfirman mewanti-wanti dan mengabarkan bahwasanya tidak ada yang lebih zhalim dan lebih sadis kezhali-mannya ﴾ مِمَّن كَذَبَ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah," maupun dengan cara menyandarkannya kepada apa yang tidak layak bagi kebesaranNya, atau dengan cara mengaku menjadi nabi, atau menginformasikan bahwasanya Allah telah me-ngatakan 'begini' atau menginformasikan 'begitu' atau memutuskan 'begini', padahal dia berdusta. Ini masuk dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ 33 ﴿ "Dan kamu mengatakan atas nama Allah apa-apa yang tidak kalian ketahui," (Al-A'raf: 33), meskipun dia adalah orang bodoh. Kalau tidak, maka dia lebih keji dan lebih keji. Atau ﴾ وَكَذَّبَ بِٱلصِّدۡقِ إِذۡ جَآءَهُۥٓۚ ﴿ "men-dustakan (kebenaran) ketika datang kepadanya," maksudnya, tidak ada yang lebih zhalim daripada orang yang sampai kepadanya kebenaran yang diperkuat dengan bukti-bukti lalu ia mendustakan-nya. Pendustaan yang dilakukannya itu sendiri adalah kezhaliman yang sangat besar darinya, sebab ia menolak kebenaran setelah ke-benaran itu menjadi jelas baginya. Dan jika ia melakukan keduanya: Berdusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran, maka itu adalah kezhaliman di atas kezhaliman (zhalim yang sangat parah). ﴾ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Bukankah di Neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang kafir?," yang menyebabkan mereka akan menjerit-jerit dan diberi pembalasan terhadap setiap orang yang zhalim dan yang kafir atas hak Allah. ﴾ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ 13 ﴿ "Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang sangat besar." (Luqman: 13).
(33) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan orang yang berdusta lagi mendustakan, perbuatan jahatnya dan hukumannya, maka Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tentang orang yang jujur lagi membenarkan dan pahalanya, seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِي جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ ﴿ "Dan orang yang mem-bawa kebenaran" di dalam pembicaraan dan perbuatannya. Masuk ke dalam kelompok ini adalah para Nabi dan orang-orang yang menduduki posisi mereka di antara orang-orang jujur dalam pem-bicaraannya tentang informasi dari Allah dan hukum-hukumNya, dan dalam apa yang dilakukannya dari karakter-karakter kejujuran. ﴾ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ ﴿ "Dan membenarkannya," maksudnya, membenarkan kebenaran; sebab bisa saja seseorang datang dengan kebenaran namun ia sendiri tidak membenarkannya disebabkan kesombongan-nya atau karena ia meremehkan orang yang mengatakannya dan datang dengannya. Maka dalam memuji harus (dari dua sisi:) Benar dan membenarkan. Kebenaran (kejujuran)nya membuktikan ilmu dan keadilannya, sedangkan pembenarannya membuktikan sikap tawadhu' (rendah diri) dan tidak mempunyai sikap sombong. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah," yakni, orang-orang yang dianugerahi dua perkara di atas adalah ﴾ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ ﴿ "orang-orang yang bertakwa," karena sesungguhnya seluruh karakter-karakter takwa kembali kepada sifat jujur kepada kebenaran dan membenarkannya.
(34) ﴾ لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمۡۚ ﴿ "Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Rabb mereka," berupa pahala yang belum pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pula pernah terlintas di dalam hati manusia. Semua yang digandrungi oleh kemauan dan kehendaknya dari berbagai jenis kelezatan dan hal-hal yang menggiurkan, semuanya pasti mereka peroleh dan telah disiapkan untuk mereka. ﴾ ذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik," yaitu orang-orang yang beribadah kepada Allah sekan-akan mereka melihatNya, dan jika mereka tidak bisa melihatNya, maka (mereka meyakini) bahwa Dia melihat mereka, dan orang-orang yang berbuat baik kepada sesama hamba-hamba Allah.
(35) ﴾ لِيُكَفِّرَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ أَسۡوَأَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ وَيَجۡزِيَهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Agar Allah akan menutupi bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." Amal perbuatan manusia itu mempunyai tiga kondisi, yaitu: Terburuk, atau terbaik, atau tidak terburuk dan tidak pula terbaik. Bagian yang terakhir ini adalah bagian yang mubah-mubah dan yang tidak ada kaitannya dengan pahala ataupun siksa. Sedangkan yang terburuk adalah semua maksiat, dan yang terbaik adalah semua ketaatan. Maka dengan uraian ini makna ayat di atas menjadi jelas, dan bahwa FirmanNya, ﴾ لِيُكَفِّرَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ أَسۡوَأَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ ﴿ "Agar Allah akan menutupi bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan," maksudnya adalah dosa-dosa kecil dan dosa-dosa besar, disebabkan ihsan (perbuatan baik) dan ketakwaan mereka, ﴾ وَيَجۡزِيَهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan," maksudnya, semua perbuatan baik mereka. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةٗ يُضَٰعِفۡهَا وَيُؤۡتِ مِن لَّدُنۡهُ أَجۡرًا عَظِيمٗا 40 ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun se-besar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakan dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar." (An-Nisa`: 40).
39:36–37Page 462
أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُۥۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦۚ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنۡ هَادٖ ٣٦
Is not Allāh sufficient for His Servant [i.e., Prophet Muḥammad (ﷺ)]? And [yet], they threaten you with those [they worship] other than Him. And whoever Allāh leaves astray - for him there is no guide.
وَمَن يَهۡدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّۗ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزٖ ذِي ٱنتِقَامٖ ٣٧
And whoever Allāh guides - for him there is no misleader. Is not Allāh Exalted in Might and Owner of Retribution?
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hambaNya? Dan mereka mempertakuti kamu dengan yang selain Allah. Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat mem-beri petunjuk baginya. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bu-kankah Allah Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan?" (Az-Zumar: 36-37).
(36) ﴾ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُۥۖ ﴿ "Bukankah Allah cukup untuk melin-dungi hambaNya?" Maksudnya, bukankah termasuk dari bagian kebaikan, kemurahan dan perhatianNya kepada hambaNya yang melaksanakan pengabdian (penghambaan) kepadaNya, mematuhi perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, ter-utama kepada manusia paling sempurna ubudiyahnya kepada Rabb-nya, yaitu Muhammad a, bahwasanya Allah cukup untuk melin-dunginya dalam perkara agama dan dunianya, dan membelanya dari orang-orang yang menghendaki keburukan terhadapnya? ﴾ وَيُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦۚ ﴿ "Dan mereka mempertakuti kamu dengan yang selain Allah," seperti berhala dan sembahan-sembahan, bahwa ia akan menimpakan keburukan terhadapmu. Ini benar-benar bagian dari kezhaliman an kesesatan mereka. ﴾ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنۡ هَادٖ 36 وَمَن يَهۡدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّۗ ﴿ "Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk baginya. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya." Karena hanya di Tangan Allah سبحانه وتعالى wewenang hidayah dan penyesatan, Dia-lah Yang apa saja yang dikehendakiNya pasti terjadi dan apa saja yang tidak dikehendakiNya pasti tidak akan terjadi. ﴾ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزٖ ﴿ "Bukankah Allah Mahaperkasa," kepunyaanNya keperkasaan yang sempurna yang dengannya Dia mengalahkan segala sesuatu, dan dengan keperkasaanNya pula Dia melindungi hambaNya dan menolak tipudaya mereka terhadapnya, ﴾ ذِي ٱنتِقَامٖ ﴿ "lagi mempunyai pembalasan" terhadap orang yang mendurhakai-Nya. Maka waspadalah terhadap perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan pembalasanNya.
39:38Page 462
وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۚ قُلۡ أَفَرَءَيۡتُم مَّا تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ إِنۡ أَرَادَنِيَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ هَلۡ هُنَّ كَٰشِفَٰتُ ضُرِّهِۦٓ أَوۡ أَرَادَنِي بِرَحۡمَةٍ هَلۡ هُنَّ مُمۡسِكَٰتُ رَحۡمَتِهِۦۚ قُلۡ حَسۡبِيَ ٱللَّهُۖ عَلَيۡهِ يَتَوَكَّلُ ٱلۡمُتَوَكِّلُونَ ٣٨
And if you asked them, "Who created the heavens and the earth?" they would surely say, "Allāh." Say, "Then have you considered1 what you invoke besides Allāh? If Allāh intended me harm, are they removers of His harm; or if He intended me mercy, are they withholders of His mercy?" Say, "Sufficient for me is Allāh; upon Him [alone] rely the [wise] reliers."
"Dan sungguh jika kamu (Muhammad) bertanya kepada mereka, 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Niscaya mereka menjawab, 'Allah.' Katakanlah, 'Maka terangkanlah ke-padaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rah-matNya.' Katakanlah, 'Cukuplah Allah bagiku. KepadaNyalah orang-orang yang berserah diri bertawakal'." (Az-Zumar: 38).
(38) Maksudnya, jika kamu tanyakan kepada mereka ke-sesatan yang mereka pertakutkan terhadapmu dengan sembahan-sembahan selain Allah dan engkau tegakkan terhadap mereka dalil (argumen) dari diri mereka sendiri dengan mengatakan kepada mereka, ﴾ مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Maka mereka sama sekali tidak akan menetapkan pencip-taan sedikitpun kepada sembahan-sembahan mereka itu, (dan) ﴾ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۚ ﴿ "niscaya mereka menjawab, 'Allah'," semata yang telah menciptakannya. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka seraya menyatakan kele-mahan sembahan-sembahan mereka setelah engkau jelaskan ke-kuasaan Allah, ﴾ أَفَرَءَيۡتُم ﴿ "Maka terangkanlah kepadaku," maksudnya, beritahukanlah kepadaku, ﴾ مَّا تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ إِنۡ أَرَادَنِيَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ ﴿ "tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemuda-ratan kepadaku," yakni, kemudaratan apa pun, ﴾ هَلۡ هُنَّ كَٰشِفَٰتُ ضُرِّهِۦٓ ﴿ "apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu," menghilangkannya secara total atau meringankannya dari satu kondisi ke kondisi yang lebih ringan? ﴾ أَوۡ أَرَادَنِي بِرَحۡمَةٍ ﴿ "Atau jika Dia hendak memberi rahmat kepadaku," Dia sampaikan suatu manfaat kepadaku dalam perkara agama atau duniaku dengan rahmat itu, ﴾ هَلۡ هُنَّ مُمۡسِكَٰتُ رَحۡمَتِهِۦۚ ﴿ "apakah mereka dapat menahan rahmatNya" dan dapat menghalanginya dariku? Mereka akan menjawab, Tidak, mereka tidak bisa menghilangkan marabahaya dan tidak pula dapat menghalangi rahmat. Lalu katakanlah kepada mereka setelah ar-gumentasi telak itu jelas bagi mereka, bahwa sesungguhnya hanya Dia semata yang berhak disembah, dan sesungguhnya Dia-lah sang Pencipta semua makhluk, Yang Maha Memberi Manfaat lagi kuasa menimpakan marabahaya, sedangkan selain Dia lemah tidak ber-daya dari segala sisinya, tidak mampu menciptakan, memberikan manfaat atau menimpakan marabahaya, sambil mengharapkan perlindunganNya dan memohon pembelaanNya atas tipu daya dan makar mereka, ﴾ قُلۡ حَسۡبِيَ ٱللَّهُۖ عَلَيۡهِ يَتَوَكَّلُ ٱلۡمُتَوَكِّلُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Cukup-lah Allah bagiku. KepadaNyalah orang-orang yang berserah diri bertawa-kal," maksudnya, hanya kepadaNyalah orang-orang yang berserah diri menyerahkan dirinya dalam mencari manfaat dan menolak marabahaya. Maka Tuhan yang hanya di TanganNya perlindungan, cukuplah Dia bagiku, Dia akan mencukupi apa yang aku perlukan dan apa yang tidak perlu bagiku.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences