As-Sa'diFussilat · 41:26–46

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Fussilat 41:26–46

41:26–29Page 479

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَسۡمَعُواْ لِهَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ وَٱلۡغَوۡاْ فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَغۡلِبُونَ ٢٦

And those who disbelieve say, "Do not listen to this Qur’ān and speak noisily1 during [the recitation of] it that perhaps you will overcome."

فَلَنُذِيقَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَذَابٗا شَدِيدٗا وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَسۡوَأَ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٢٧

But We will surely cause those who disbelieve to taste a severe punishment, and We will surely recompense them for the worst of what they had been doing.

ذَٰلِكَ جَزَآءُ أَعۡدَآءِ ٱللَّهِ ٱلنَّارُۖ لَهُمۡ فِيهَا دَارُ ٱلۡخُلۡدِ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَجۡحَدُونَ ٢٨

That is the recompense of the enemies of Allāh - the Fire. For them therein is the home of eternity as recompense for what they, of Our verses, were rejecting.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ رَبَّنَآ أَرِنَا ٱلَّذَيۡنِ أَضَلَّانَا مِنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ نَجۡعَلۡهُمَا تَحۡتَ أَقۡدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ ٱلۡأَسۡفَلِينَ ٢٩

And those who disbelieved will [then] say, "Our Lord, show us those who misled us of the jinn and men [so] we may put them under our feet1 that they will be among the lowest."

"Dan orang-orang yang kafir berkata, 'Janganlah kamu men-dengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur`an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan.' Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah, yaitu neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami. Dan orang-orang kafir berkata, 'Ya Rabb kami, perlihatkan-lah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami, yaitu sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina'." (Fushshilat: 26-29).

(26) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang sikap berpalingnya orang-orang kafir dari al-Qur`an dan saling pesan-memesan me-reka untuk hal ini, seraya berfirman, ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَسۡمَعُواْ لِهَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ ﴿ "Dan orang-orang yang kafir berkata, 'Janganlah kamu mendengar al-Qur`an ini'." Maksudnya, palingkanlah pendengaran kalian darinya. Ja-ngan sekali-kali kalian menoleh kepadanya, atau mendengarkannya dan mendengarkan orang yang datang membawanya. Lalu jika kebetulan kalian telah mendengarnya atau kalian telah mendengar ajakan kepada hukum-hukum yang dikandungnya, maka berbuat-lah sia-sia padanya. Maksudnya, ucapkanlah perkataan yang tidak ada gunanya padanya. Sebab sesungguhnya di dalamnya terkan-dung hal yang berbahaya. Jangan kalian berikan kesempatan, de-ngan kemampuan kalian, kepada seseorang untuk membicarakan al-Qur`an itu kepada kalian, membacakan lafazh-lafazh dan makna-maknanya. Inilah bahasa oral mereka, sedangkan bahasa realitas mereka adalah sikap berpaling dari al-Qur`an ini. ﴾ لَعَلَّكُمۡ ﴿ "Supaya kamu," yakni, jika kalian melakukan semua itu, ﴾ تَغۡلِبُونَ ﴿ "dapat mengalahkan." Ini adalah sebuah kesaksian dari musuh. Kebenaran yang paling jelas adalah kebenaran yang diberikan kesaksiannya oleh musuh. Sebab, mereka tidak menentukan kemenangan mereka terhadap orang yang membawa kebenaran kecuali pada kondisi berpaling dari kebenaran itu dan saling berpesan untuk berpaling darinya. Mafhum (arti) perkataan mereka adalah bahwa jika mereka tidak berkata yang sia-sia tentangnya, dan justru mendengarkan dan mengarahkan perhatian kepadanya, maka mereka tidak akan bisa mengalahkan. Hal itu karena kebenaran pasti menang, tidak akan bisa dikalahkan. Hal ini diketahui oleh mereka yang berpegang kepada kebenaran dan oleh musuh-musuhnya.

(27) Oleh karena tindakan itu adalah kezhaliman dan sikap keras kepala dari mereka, tidak ada harapan lagi untuk mendapat hidayah, maka tidak ada hal lain selain azab dan siksa terhadap mereka. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ فَلَنُذِيقَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَذَابٗا شَدِيدٗا وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَسۡوَأَ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan," yaitu kekafiran dan berbagai maksiat. Itulah seburuk-buruk yang telah mereka kerjakan, karena mereka telah melakukan berbagai maksiat dan dosa-dosa lainnya. Maka balasan berupa hukuman (azab) itu hanyalah disebabkan perbuatan syirik mereka. Allah sama sekali tidak menzhalimi seseorang.

(28) ﴾ ذَٰلِكَ جَزَآءُ أَعۡدَآءِ ٱللَّهِ ﴿ "Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah," yaitu orang-orang yang memerangiNya dan meme-rangi para kekasihNya dengan melakukan kekafiran, mendustakan, mendebat, dan menentang, ﴾ ٱلنَّارُۖ لَهُمۡ فِيهَا دَارُ ٱلۡخُلۡدِ ﴿ "yaitu neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya." Maksudnya, kekal selamanya, tidak sesaat pun azab dihentikan dari mereka dan tidak pula mereka ditolong. Yang demikian itu adalah ﴾ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَجۡحَدُونَ ﴿ "sebagai pemba-lasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami." Sebab, ia adalah ayat-ayat yang sangat jelas sekali dan merupakan bukti-bukti yang pasti yang memberikan keyakinan. Maka kezhaliman terbesar dan sikap menentang yang paling berat adalah mengingkari dan kafir terhadapnya.

(29) ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Dan orang-orang kafir berkata," mak-sudnya, para pengikut di antara mereka. Ini berdasarkan ungkapan sesudahnya yang mengisyaratkan kebencian terhadap orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ رَبَّنَآ أَرِنَا ٱلَّذَيۡنِ أَضَلَّانَا مِنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ ﴿ "Ya Rabb kami, perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami, yaitu sebagian dari jin dan manusia," maksudnya, dua golongan yang telah menyeret kami kepada kesesatan dan siksa, yaitu dari setan-setan yang berasal dari bangsa jin dan setan-setan dari bangsa manusia yang menjadi penyeru ke Neraka Jahanam.﴾ نَجۡعَلۡهُمَا تَحۡتَ أَقۡدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ ٱلۡأَسۡفَلِينَ ﴿ "Agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina," nista lagi dinistakan, sebagaimana mereka telah menyesatkan kami dan memperdaya kami dan mereka telah menjadi sebab kami tercebur (ke neraka ini). Ini adalah suatu penjelasan tentang betapa sangat bencinya sebagian mereka terhadap sebagian yang lain, dan berle-pasnya sebagian mereka dari sebagian yang lain (di akhirat nanti).

41:30–32Page 480

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ٣٠

Indeed, those who have said, "Our Lord is Allāh" and then remained on a right course - the angels will descend upon them, [saying], "Do not fear and do not grieve but receive good tidings of Paradise, which you were promised.

نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ ٣١

We [angels] were your allies in worldly life and [are so] in the Hereafter. And you will have therein whatever your souls desire, and you will have therein whatever you request [or wish]

نُزُلٗا مِّنۡ غَفُورٖ رَّحِيمٖ ٣٢

As accommodation from a [Lord who is] Forgiving and Merciful."

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah,' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka, 'Janganlah kamu me-rasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.' Kami-lah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan mem-peroleh pula di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan dari Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fushshilat: 30-32).

(30) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang para kekasihNya, dan di dalamnya terkandung pemberian semangat kepada mereka dan himbauan untuk meneladani mereka, seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka," maksudnya, mengakui, mengucapkan dan ridha dengan rububiyah Allah سبحانه وتعالى serta berserah diri kepadaNya, lalu mereka istiqamah di atas jalan yang lurus itu, baik secara teori maupun praktik, maka mereka memperoleh berita gembira di dalam kehidupan dunia ini dan di akhirat nanti. ﴾ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ﴿ "Maka malaikat akan turun kepada mereka." Maksudnya, para malaikat yang mulia. Kedatangan para malaikat itu kepada mereka silih berganti seraya menyampai-kan berita gembira kepada mereka saat menjelang kematian,﴾ أَلَّا تَخَافُواْ ﴿ "Janganlah kamu merasa takut" terhadap perkara yang akan kalian hadapi, ﴾ وَلَا تَحۡزَنُواْ ﴿ "dan janganlah kamu merasa sedih" atas apa-apa yang telah berlalu. Segala yang tidak dikehendaki yang telah berlalu dan yang akan datang disingkirkan dari mereka.﴾ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ﴿ "Dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu," karena ia sudah pasti untuk kalian, dan janji Allah سبحانه وتعالى itu pasti ditepati.

(31) Dan para malaikat itu berkata kepada mereka untuk meneguhkan hati mereka dan menyampaikan berita gembira, ﴾ نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ ﴿ "Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat." Para malaikat itu menghimbau me-reka untuk melakukan kebaikan di dunia dan memperindahkannya bagi mereka, juga menakut-nakuti mereka dari kejahatan dan menjadikannya buruk dalam jiwa mereka, dan mereka juga berdoa kepada Allah untuk mereka, meneguhkan pendirian mereka dalam berbagai musibah dan kesulitan, terutama saat menjelang kematian dan dahsyatnya sakaratul maut, saat di kuburan dan di dalam ke-gelapannya, saat Hari Kiamat dan praharanya, saat di atas jembatan menuju surga dan saat di dalam surga. Mereka memberikan ucapan selamat atas kehormatan dari Allah yang mereka raih. Para malaikat itu masuk menjumpai mereka dari semua pintu (sambil mengucap-kan:) ﴾ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُم بِمَا صَبَرۡتُمۡۚ فَنِعۡمَ عُقۡبَى ٱلدَّارِ 24 ﴿ "Kesejahteraan bagi kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (Ar-Ra'd: 24). Dan mereka juga mengatakan, ﴾ وَلَكُمۡ فِيهَا ﴿ "Di dalamnya kamu memperoleh," maksudnya, di surga ﴾ مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ ﴿ "apa yang kamu inginkan," sudah dipersiapkan dan dihidangkan ﴾ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ ﴿ "dan memperoleh pula di dalamnya apa yang kamu minta," maksudnya, apa saja yang kamu minta dari segala yang digandrungi oleh ke-inginan kalian dan kalian cari dari berbagai kelezatan dan hal-hal yang merangsang yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga dan belum pernah terlintas di dalam hati seorang manusia.

(32) ﴾ نُزُلٗا مِّنۡ غَفُورٖ رَّحِيمٖ ﴿ "Sebagai hidangan dari Yang Maha Pe-ngampun lagi Maha Penyayang." Maksudnya, pahala yang berlimpah dan kenikmatan abadi ini adalah hidangan dan jamuan dari Allah Yang Maha Pengampun yang telah mengampuni kesalahan-kesa-lahan kalian; Dia Penyayang, karena Dia telah membimbing kalian untuk mengerjakan amal-amal kebajikan lalu Dia menerimanya. Maka karena ampunanNya-lah Dia menghapus segala yang diwas-padai dari kalian, dan karena rahmatNya-lah Dia mengaruniakan kepada kalian apa yang kalian dambakan.

41:33Page 480

وَمَنۡ أَحۡسَنُ قَوۡلٗا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ٣٣

And who is better in speech than one who invites to Allāh and does righteousness and says, "Indeed, I am of the Muslims."

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri'." (Fushshilat: 33).

(33) Ini adalah satu bentuk pertanyaan yang bermakna menafikan sesuatu yang sudah pasti tidak ada. Artinya, tidak se-orang pun, ﴾ أَحۡسَنُ قَوۡلٗا ﴿ "yang lebih baik perkataannya," ucapan, jalan hidup dan kondisinya, ﴾ مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ ﴿ "daripada orang yang menyeru kepada Allah," dengan memberikan pengajaran kepada orang-orang yang bodoh, memberikan nasihat kepada orang-orang yang lalai dan berpaling serta berdialog dengan orang-orang yang berpaham menyimpang agar mereka hanya beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى dengan berbagai bentuk ibadah, menganjurkannya dan memperindahnya semampunya, dan agar mereka berhenti melakukan apa-apa yang Allah larang serta memperburuknya dengan segala cara yang bisa membuat mereka meninggalkannya, terutama adalah mengajak kepada prinsip Dinul Islam, memperindahnya dan mendebat musuh-musuhnya dengan metode yang terbaik, dan melarang lawan prinsip tersebut, yaitu kekafiran dan syirik, serta mengajak kepada kebaikan dan mencegah yang mungkar. Termasuk dakwah kepada Allah adalah mengajak mereka mencintaiNya dengan cara menjelaskan rincian nikmat-nikmatNya, kemahaluasan karuniaNya dan kemahasempurnaan rahmatNya serta menjelaskan sifat-sifat kesempurnaan dan kebesaranNya. Termasuk berdakwah kepada Allah adalah memberikan motivasi untuk mencari ilmu dan pedoman hidup dari Kitabullah dan Sunnah RasulNya dan menghimbaukannya dengan segala metode yang bisa mengantarkan kepada maksud. Dan termasuk dakwah juga adalah mengajak berakhlak mulia dan berbuat ihsan kepada segenap makhluk, membalas orang yang berbuat buruk dengan berbuat baik kepadanya, mengajak menjalin silaturahim dan berbakti kepada kedua ibu-bapak. Termasuk juga memberikan nasihat kepada masyarakat umum pada momen-momen tertentu, pada kesempatan-kesempatan temporal dan pada momen terjadi-nya bencana sesuai dengan kondisi, dan lain-lainnya yang sangat banyak sekali, yang tidak mungkin disebutkan satu persatu yang mencakup dakwah kepada kebaikan dan larangan dari segala keburukan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا ﴿ "Dan mengerjakan amal yang shalih," maksudnya, di samping dakwahnya mengajak manusia kepada Allah, ia sendiri segera mematuhi perintah Allah dengan beramal shalih yang membuat Rabbnya ridha, ﴾ وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ﴿ "dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri'," maksudnya, tunduk kepada perintahNya dan me-nempuh jalanNya. Derajat sempurna seperti ini adalah milik ash-shiddiqin, yaitu orang-orang yang berbuat untuk menyempurnakan diri mereka sendiri dan menyempurnakan orang-orang lain dan mereka memperoleh warisan sempurna dari para rasul. Dan sebaliknya orang yang paling buruk perkataannya ada-lah orang yang tergolong penyeru kepada kesesatan lagi menelu-suri jalan-jalannya. Di antara dua predikat (kedudukan) yang salah satunya menjulang tinggi tak terjangkau, sedangkan yang lain turun ke bawah hingga pada tingkat paling rendah, terdapat tingkatan-tingkan yang hanya diketahui oleh Allah, semuanya ada tersebar pada manusia, dan masing-masing memiliki tingkatan-tingkatan tersendiri dari apa yang dikerjakannya. Dan sekali-kali Allah tidak pernah lalai terhadap apa yang mereka kerjakan.

41:34–35Page 480

وَلَا تَسۡتَوِي ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ ٣٤

And not equal are the good deed and the bad. Repel [evil] by that [deed] which is better; and thereupon, the one whom between you and him is enmity [will become] as though he was a devoted friend.

وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ ٣٥

But none is granted it except those who are patient, and none is granted it except one having a great portion [of good].

"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah de-ngan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Ia tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (Fush-shilat: 34-35).

(34) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَا تَسۡتَوِي ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُۚ ﴿ "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan," atau tidaklah sama mengerjakan keba-jikan dan ketaatan karena demi mendapat ridha Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan dosa-dosa dan maksiat yang bisa membuat Allah murka dan tidak membuatNya ridha; dan tidak pula sama per-buatan baik kepada manusia dengan berbuat buruk kepada mereka, baik pada keburukan itu sendiri, karakternya maupun pada ba-lasannya kelak. ﴾ هَلۡ جَزَآءُ ٱلۡإِحۡسَٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَٰنُ 60 ﴿ "Tidak ada balasan bagi kebajikan melainkan kebajikan pula."(Ar-Rahman: 60). Kemudian Allah memerintahkannya untuk berbuat ihsan (baik) yang khusus baginya, karena mempunyai pengaruh yang sangat besar, yaitu berbuat ihsan kepada orang yang justru berbuat tidak baik kepadamu, seraya berfirman, ﴾ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ ﴿ "Tolaklah de-ngan cara yang lebih baik." Apabila ada seseorang manusia berbuat buruk kepadamu, terutama orang yang mempunyai hak yang sangat besar atasmu, seperti kaum kerabat, para sahabat dan yang semisal dengan mereka, seperti bersikap buruk dalam bentuk ucapan atau tindakan, maka balaslah dengan berbuat yang terbaik kepadanya. Jika ia memutus hubungan denganmu, maka jalinlah hubungan itu dan jika ia berbuat zhalim (aniaya) terhadapmu, maka maafkanlah ia, dan jika ia membicarakanmu saat kamu absen atau hadir, maka janganlah kamu membalasnya, tetapi maafkan-lah ia dan pergaulilah ia dengan ucapan yang lembut. Dan jika ia memboikotmu dan tidak mau bicara denganmu, maka maniskan-lah ucapan-ucapanmu kepadanya dan ucapkanlah salam kepada-nya. Jika kamu telah membalas perbuatan buruk itu dengan ihsan (perbuatan yang terbaik), maka akan diperoleh faidah (keuntungan) yang sangat besar. ﴾ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ ﴿ "Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia," maksudnya, seakan-akan ia adalah kerabat yang sangat sayang.

(35) ﴾ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ ﴿ "Ia tidak dianugerahkan" maksudnya, tidak ada yang dianugerahi sifat-sifat terpuji itu, ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ ﴿ "melainkan kepada orang-orang yang" menyabarkan diri mereka dalam meng-hadapi hal-hal yang tidak disukai dan memaksanya untuk tunduk kepada apa-apa yang dicintai Allah. Sesungguhnya jiwa itu sudah menjadi tabiatnya membalas orang yang berbuat buruk dengan berbuat buruk kepadanya dan tidak memaafkannya. Lalu bagai-mana dengan ihsan?! Apabila seseorang mampu menyabarkan dirinya, mematuhi perintah Tuhannya, mengetahui pahala yang berlimpah, ia mengetahui bahwa membalas orang yang berbuat buruk dengan keburukan yang serupa itu sama sekali tidak berguna baginya dan malah makin menambah kerasnya permusuhan, dan bahwa sesungguhnya perbuatan ihsan kepada orang yang berbuat jahat itu tidak akan merendahkan martabatnya, bahkan siapa saja yang merendahkan diri kepada Allah, niscaya Allah mengangkat derajatnya, maka permasalahan akan menjadi ringan baginya dan ia melakukannya dengan penuh rasa lezat lagi merasakan manis-nya. ﴾ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ ﴿ "Dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar," sebab sifat-sifat tersebut merupakan karakteristik manusia-manusia yang di-istimewakan, yang dengannya seseorang akan memperoleh derajat tinggi di dunia dan di akhirat, yang merupakan sifat-sifat terbesar dari akhlak mulia.

41:36–39Page 480

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٣٦

And if there comes to you from Satan an evil suggestion, then seek refuge in Allāh. Indeed, He is the Hearing, the Knowing.

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيۡلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُۚ لَا تَسۡجُدُواْ لِلشَّمۡسِ وَلَا لِلۡقَمَرِ وَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ ٱلَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ ٣٧

And of His signs are the night and day and the sun and moon. Do not prostrate to the sun or to the moon, but prostrate to Allāh, who created them, if it should be Him that you worship.1

فَإِنِ ٱسۡتَكۡبَرُواْ فَٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُۥ بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَهُمۡ لَا يَسۡـَٔمُونَ۩ ٣٨

But if they are arrogant - then those who are near your Lord [i.e., the angels] exalt Him by night and by day, and they do not become weary.

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنَّكَ تَرَى ٱلۡأَرۡضَ خَٰشِعَةٗ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡۚ إِنَّ ٱلَّذِيٓ أَحۡيَاهَا لَمُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰٓۚ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ٣٩

And of His signs is that you see the earth stilled, but when We send down upon it rain, it quivers and grows. Indeed, He who has given it life is the Giver of Life to the dead. Indeed, He is over all things competent.

"Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan sebagian dari tanda-tanda (ayat-ayat)Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakan-nya, jika kamu hanya kepadaNya saja menyembah. Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka yang berada di sisi Rabbmu bertasbih kepadaNya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu. Dan sebagian dari tanda-tandaNya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesung-guhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Fushshilat: 36-39).

(36) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan apa yang seharusnya di-balaskan kepada musuh dari golongan manusia, yaitu membalas kejahatannya dengan berbuat baik kepadanya, maka di sini Allah menjelaskan bagaimana seharusnya menolak musuh dari bangsa jin, yaitu dengan cara memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatannya, seraya berfirman, ﴾ وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ﴿ "Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan," maksudnya pada suatu waktu kamu merasa ada bisikan-bisikan setan. Maksudnya, bisikan dan bujukannya untuk melakukan kejahatan dan membuatnya malas berbuat kebaikan serta rayuannya untuk melakukan dosa dan supaya mematuhi sebagian perintahnya, ﴾ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۖ ﴿ "maka mohonlah perlindungan kepada Allah." Artinya, memohonlah kepada-Nya dengan penuh rasa butuh kepadaNya untuk dilindungi dan dijaga darinya. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," karena sesungguhnya Dia Maha Mengetahui ucapan dan sikap rendah dirimu dan Dia mengetahui kondisi dan kebutuhanmu yang sangat mendesak kepada perlin-dungan dan pemeliharaanNya.

(37) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa ﴾ وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ ﴿ "di antara sebagian dari tanda-tandaNya," yang menunjukkan kepada kemahasempurnaan kekuasaanNya, kemahaampuhan kehendak-Nya, kemahaluasan wewenangNya dan kasih sayangNya terhadap hamba-hambaNya dan bahwa sesungguhnya Dia-lah Yang Esa, tiada sekutu bagiNya. ﴾ ٱلَّيۡلُ وَٱلنَّهَارُ ﴿ "Ialah malam, siang," yakni, siang dengan segala manfaat terangnya dan pekerjaan manusia di siang hari, sedangkan malam dengan manfaat kegelapannya dan istirahatnya manusia padanya, ﴾ وَٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُۚ ﴿ "matahari dan bulan" yang tidak akan bisa sempurna kehidupan manusia dan badan mereka, juga badan hewan-hewan ternak mereka kecuali dengan keberadaan keduanya; dan dari kedua matahari dan bulan inilah terjadi berbagai macam maslahat yang tak terhitung. ﴾ لَا تَسۡجُدُواْ لِلشَّمۡسِ وَلَا لِلۡقَمَرِ ﴿ "Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah pula kepada bulan," karena sesungguhnya keduanya diken-dalikan dan ditundukkan dan diciptakan, ﴾ وَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ ٱلَّذِي خَلَقَهُنَّ ﴿ "tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya." Maksudnya, sembahlah Allah semata, sebab Dia-lah Pencipta Yang Mahaagung, dan tinggalkanlah segala bentuk penyembahan kepada selain Dia dari berbagai macam makhluk ini, sekalipun ia (selain Dia) besar bentuknya dan banyak manfaatnya. Sebab semua itu tidak berasal darinya, melainkan dari sang Pencipta yang Mahasuci yang telah menciptakannya. ﴾ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ ﴿ "Jika kamu hanya kepadaNya saja menyembah." Maka istimewakanlah Dia dengan ibadah dan murnikanlah kepatuhan hanya kepadaNya.

(38) ﴾ فَإِنِ ٱسۡتَكۡبَرُواْ ﴿ "Jika mereka menyombongkan diri," tidak mau beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى dan tidak mau tunduk untukNya, maka sesungguhnya mereka sama sekali tidak dapat membahaya-kanmu, dan Allah tidak butuh kepada mereka dan Dia mempunyai hamba-hamba yang dimuliakan, mereka sama sekali tidak pernah mendurhakai Allah atas apa-apa yang diperintahkan kepada me-reka dan mereka selalu melaksanakan apa saja yang diperintahkan. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ فَٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ ﴿ "Maka mereka yang berada di sisi Rabbmu," maksudnya, para malaikat al-muqarrabin, ﴾ يُسَبِّحُونَ لَهُۥ بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَهُمۡ لَا يَسۡـَٔمُونَ۩ ﴿ "bertasbih kepadaNya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu," maksudnya, mereka tidak pernah jemu dari menyembahNya, karena kekuatan mereka dan karena sangat dahsyatnya motivasi mereka untuk itu.

(39) ﴾ وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ ﴿ "Dan di antara tanda-tandaNya" yang mem-buktikan kemahasempurnaan KuasaNya dan keesaanNya dalam kerajaan, mengatur dan wahdaniyah adalah, ﴾ أَنَّكَ تَرَى ٱلۡأَرۡضَ خَٰشِعَةٗ ﴿ "bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus," tidak ada tumbuh-tumbuhan-nya, ﴾ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ﴿ "maka apabila Kami turunkan air di atasnya," maksudnya, hujan, ﴾ ٱهۡتَزَّتۡ ﴿ "niscaya ia bergerak." Artinya, bergerak mengeluarkan tumbuhan ﴾ وَرَبَتۡۚ ﴿ "dan subur," menumbuhkan ber-bagai macam tumbuhan yang subur, sehingga dengannya hiduplah manusia dan daerah itu. ﴾ إِنَّ ٱلَّذِيٓ أَحۡيَاهَا ﴿ "Sesungguhnya Yang meng-hidupkannya," sesudah kematian dan ketandusannya ﴾ لَمُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰٓۚ ﴿ "tentu dapat menghidupkan yang mati" dari dalam kubur mereka pada Hari Kebangkitan mereka ﴾ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ﴿ "Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." Sebagaimana kekuasaanNya tidak susah untuk menghidupkan tanah setelah ketandusannya, maka demikian pula tidak susah bagiNya untuk menghidupkan orang-orang yang sudah mati.

41:40–42Page 481

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِيٓ ءَايَٰتِنَا لَا يَخۡفَوۡنَ عَلَيۡنَآۗ أَفَمَن يُلۡقَىٰ فِي ٱلنَّارِ خَيۡرٌ أَم مَّن يَأۡتِيٓ ءَامِنٗا يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ٱعۡمَلُواْ مَا شِئۡتُمۡ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ ٤٠

Indeed, those who inject deviation into Our verses1 are not concealed from Us. So, is he who is cast into the Fire better or he who comes secure on the Day of Resurrection? Do whatever you will; indeed, He is Seeing of what you do.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِٱلذِّكۡرِ لَمَّا جَآءَهُمۡۖ وَإِنَّهُۥ لَكِتَٰبٌ عَزِيزٞ ٤١

Indeed, those who disbelieve in the message [i.e., the Qur’ān]1 after it has come to them...2 And indeed, it is a mighty3 Book.

لَّا يَأۡتِيهِ ٱلۡبَٰطِلُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ تَنزِيلٞ مِّنۡ حَكِيمٍ حَمِيدٖ ٤٢

Falsehood cannot approach it from before it or from behind it; [it is] a revelation from a [Lord who is] Wise and Praiseworthy.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada Hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari adz-Dzikr ketika ia datang kepada mereka, dan se-sungguhnya ia adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepada-nya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji." (Fushshilat: 40-42).

(40) Ilhad (kufur) terhadap ayat-ayat Allah adalah membe-lokkannya dari yang sebenarnya dengan cara apa pun, apakah de-ngan cara mengingkari, tidak mempercayainya dan mendustakan orang yang membawanya, ataupun dengan cara memalingkan dan mengalihkannya dari maknanya yang hakiki dan menetapkan makna-makna yang sama sekali bukan yang Allah kehendaki. Maka dari itu Allah mengancam siapa yang bersikap ilhad terhadap ayat-ayatNya, bahwa semua itu tidak ada yang tersembunyi dari Allah, bahkan Dia mengetahui lahir dan batin orang itu, dan Dia akan membalasnya atas sikap ilhadNya sesuai dengan apa yang telah dilakukannya. Karena itu di sini Allah berfirman, ﴾ أَفَمَن يُلۡقَىٰ فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Maka apa-kah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka" seperti orang yang mulhid terhadap ayat-ayat Allah itu ﴾ خَيۡرٌ أَم مَّن يَأۡتِيٓ ءَامِنٗا يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada Hari Kiamat," dari azab Allah lagi berhak mendapat pahalaNya? Sudah dimaklumi bahwa inilah yang terbaik. Setelah yang haq menjadi jelas (terpisah) dari kebatilan, dan jalan yang dapat menyelamatkan dari azabNya dari jalan yang membinasakan, Dia berfirman, ﴾ ٱعۡمَلُواْ مَا شِئۡتُمۡ ﴿ "Perbuatlah apa yang kamu kehendaki," jika kalian mau, silahkan menempuh jalan kebe-runtungan yang dapat mengantarkan kepada ridha dan surga Rabb kalian, dan jika kalian mau, silahkan menempuh jalan kesesatan yang membuat murka Rabb, yang bisa menceburkan kalian ke negeri kesengsaraan. ﴾ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." Dia akan membalas kalian sesuai dengan kondisi dan perbuatan kalian. Ayat ini sama dengan FirmanNya yang lain, ﴾ وَقُلِ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡۖ فَمَن شَآءَ فَلۡيُؤۡمِن وَمَن شَآءَ فَلۡيَكۡفُرۡۚ ﴿ "Dan katakanlah, 'Yang benar itu dari Rabb kalian, maka barang-siapa yang menghendaki, silahkan beriman, dan barangsiapa yang meng-hendaki, silahkan kafir'." (Al-Kahfi: 29).

(41-42) Kemudian Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِٱلذِّكۡرِ ﴿ "Se-sungguhnya orang-orang yang mengingkari adz-Dzikr," maksudnya, mengingkari al-Qur`an al-Karim yang mengingatkan manusia akan seluruh kepentingan dunia, agama dan akhirat mereka, yang meninggikan kedudukan siapa saja yang mengikutinya, ﴾ لَمَّا جَآءَهُمۡۖ ﴿ "ketika ia datang kepada mereka" sebagai nikmat dari Tuhan mereka melalui tangan manusia termulia dan tersempurna, ﴾ وَ﴿ "dan," padahal ﴾ إِنَّهُۥ ﴿ "sesungguhnya ia" adalah kitab yang mencakup selu-ruh sifat-sifat kesempurnaan ﴾ عَزِيزٞ ﴿ "yang mulia" yang kokoh dari setiap siapa saja yang menghendaki tahrif atau keburukan terhadap-nya, dan karena itu Allah berfirman, ﴾ لَّا يَأۡتِيهِ ٱلۡبَٰطِلُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ ﴿ "Yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya," maksudnya, tidak akan didekati oleh setan dari golongan manusia dan dari golongan jin, apakah untuk mencuri, atau menyusupkan sesuatu yang bukan darinya, atau melakukan penambahan atau pengurangan, jadi, ia terpelihara pada saat diturunkan, terpelihara lafazh-lafazh dan makna-maknanya, telah dijamin oleh Allah yang menurunkannya keterpeliharaannya, sebagaimana difirmankan oleh Allah, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ 9 ﴿ "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an dan sesung-guhnya Kami benar-benar memeliharanya."(Al-Hijr: 9), ﴾ تَنزِيلٞ مِّنۡ حَكِيمٍ ﴿ "yang diturunkan dari Yang Mahabijaksana" dalam men-ciptakan dan memerintah, Dia menempatkan segala sesuatu secara tepat pada tempatnya dan mendudukkannya pada kedudukannya masing-masing ﴾ حَمِيدٖ ﴿ "lagi Maha Terpuji" atas sifat-sifat kesem-purnaan dan kemuliaan yang dimilikiNya, dan atas keadilan dan pemberian karuniaNya, maka dari itu KitabNya mengandung ke-sempurnaan hikmah (kebijaksanaanNya) dan perolehan berbagai maslahat dan manfaat serta pencegahan terhadap segala hal yang merusak dan berbagai hal yang membahayakan, yang karena semua itu Dia terpuji.

41:43Page 481

مَّا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدۡ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِن قَبۡلِكَۚ إِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغۡفِرَةٖ وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٖ ٤٣

Nothing is said to you, [O Muḥammad], except what was already said to the messengers before you. Indeed, your Lord is a possessor of forgiveness and a possessor of painful penalty.

"Tidaklah ada yang dikatakan kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih." (Fushshilat: 43).

(43) Artinya, ﴾ مَّا يُقَالُ لَكَ ﴿ "Tidaklah ada yang dikatakan kepada-mu" wahai Rasul, dari perkataan-perkataan yang berasal dari orang-orang yang mendustakanmu dan keras kepala terhadapmu, ﴾ إِلَّا مَا قَدۡ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِن قَبۡلِكَۚ ﴿ "selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu," maksudnya, yang sejenis dengan-nya. Bahkan bisa jadi mereka mengutarakan perkataan yang persis sama, seperti rasa heran seluruh umat yang mendustakan para rasul terhadap seruan para rasul untuk ikhlas (bertauhid) kepada Allah dan beribadah hanya kepadaNya, tiada sekutu bagiNya, dan penolakan mereka terhadap seruan ini dengan segala cara yang mampu mereka lakukan. Dan ucapan mereka, "Kalian hanyalah seorang manusia biasa seperti kami," dan usulan mereka kepada para rasul untuk menghadirkan ayat-ayat (mukjizat dan bukti) yang diharuskan kepada mereka kehadirannya.... dan berbagai ucapan lainnya dari orang-orang yang mendustakan. Setelah hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan para rasul pun bersikap sabar terhadap gangguan dan pendustaan mereka. Maka bersabarlah kamu sebagaimana para rasul sebelummu bersabar. Kemudian Allah menyeru mereka kepada taubat dan mela-kukan segala sebab yang bisa membuahkan maghfirah (ampunan), dan Allah juga memperingatkan mereka dari sikap terus bergeli-mang dalam kesesatan, seraya berfirman, ﴾ إِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغۡفِرَةٖ ﴿ "Sesung-guhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan" yang sangat agung, yang dengannya Dia menghapus semua dosa orang yang berhenti melakukan dosa lagi bertaubat, ﴾ وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٖ ﴿ "dan hukuman yang pedih" terhadap siapa saja yang terus durhaka dan menyombong-kan diri.

41:44Page 481

وَلَوۡ جَعَلۡنَٰهُ قُرۡءَانًا أَعۡجَمِيّٗا لَّقَالُواْ لَوۡلَا فُصِّلَتۡ ءَايَٰتُهُۥٓۖ ءَا۬عۡجَمِيّٞ وَعَرَبِيّٞۗ قُلۡ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدٗى وَشِفَآءٞۚ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٞ وَهُوَ عَلَيۡهِمۡ عَمًىۚ أُوْلَٰٓئِكَ يُنَادَوۡنَ مِن مَّكَانِۭ بَعِيدٖ ٤٤

And if We had made it a foreign [i.e., non-Arabic] Qur’ān, they would have said, "Why are its verses not explained in detail [in our language]? Is it a foreign [recitation] and an Arab [messenger]?" Say, "It is, for those who believe, a guidance and cure." And those who do not believe - in their ears is deafness, and it is upon them blindness. Those are being called from a distant place.1

"Dan jikalau Kami menjadikannya suatu bacaan dalam bahasa ajam tentulah mereka mengatakan, 'Mengapa tidak dije-laskan ayat-ayatnya. Apakah dalam bahasa 'ajam sedang ia orang Arab?' Katakanlah, 'Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang al-Qur`an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu dipanggil dari tempat yang jauh." (Fushshilat: 44).

(44) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang karunia dan kemurahan-Nya, yang mana Dia telah menurunkan Kitab suciNya dalam bahasa Arab kepada Rasul yang berasal dari bangsa Arab, dengan bahasa kaumnya agar ia bisa menjelaskannya kepada mereka. Hal ini tentu termasuk hal yang semestinya wajib mendapat perhatian lebih, dipelajari dan tunduk kepadanya. Dan sesungguhnya jikalau Allah menjadikan al-Qur`an ini suatu bacaan dalam bahasa ajam, bukan dalam bahasa Arab, tentu orang-orang yang mendustakan itu melakukan protes dan mengatakan, ﴾ لَوۡلَا فُصِّلَتۡ ءَايَٰتُهُۥٓۖ ﴿ "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya," maksudnya, kenapa ayat-ayatnya tidak diterangkan, tidak diuraikan dan tidak ditafsirkan. ﴾ ءَا۬عۡجَمِيّٞ وَعَرَبِيّٞۗ ﴿ "Apakah dalam bahasa ajam sedang ia orang Arab?" Maksudnya, bagai-mana Muhammad itu seorang Arab lalu al-Qur`annya berbahasa selain Arab?! Ini tidak mungkin! Karena itu Allah menafikan semua perkara yang di dalamnya terkandung syubhat yang dimiliki oleh orang-orang yang sesat tentang Kitab suciNya, dan Dia menguraikannya dengan uraian yang memastikan mereka harus tunduk. Akan tetapi hanya orang-orang yang beriman yang mendapat taufik sajalah yang akan bisa mengambil manfaat (pelajaran) darinya dan menjadi mulia, sedang-kan selain mereka adalah kebalikan dari sikap orang-orang yang beriman itu. Maka dari itu Allah berfirman,﴾ قُلۡ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدٗى وَشِفَآءٞۚ ﴿ "Katakanlah, 'Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman." Ia menunjukkan kepada mereka jalan kebenaran dan jalan yang lurus dan mengajarkan kepada mereka berbagai ilmu yang berguna yang dengannya hidayah yang sem-purna dapat dicapai; dan sebagai penawar bagi mereka dari ber-bagai penyakit fisik dan penyakit hati. Sebab al-Qur`an melarang akhlak yang tidak baik dan segala perbuatan yang buruk, dan ia mengajak kepada taubat yang tulus yang dapat membersihkan dosa dan menyembuhkan hati. ﴾ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang tidak beriman" kepada al-Qur`an, ﴾ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٞ ﴿ "pada telinga mereka ada sumbatan." Maksudnya, tuli, tidak dapat mendengar-kannya dan berpaling. ﴾ وَهُوَ عَلَيۡهِمۡ عَمًىۚ ﴿ "Sedang al-Qur`an itu suatu kegelapan bagi mereka," maksudnya, mereka tidak bisa melihat ke-benaran dengannya, tidak dapat petunjuk dengannya dan hanya makin menambah mereka sesat. Sebab, apabila mereka menolak yang benar, maka mereka menambah kebutaan kepada kebutaan mereka yang sudah ada dan menambah kesesatan kepada kesesatan mereka yang sudah ada. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ يُنَادَوۡنَ مِن مَّكَانِۭ بَعِيدٖ ﴿ "Mereka itu dipanggil dari tempat yang jauh," maksudnya, mereka diseru untuk beriman dan diajak kepa-danya, namun mereka tidak menerima. Mereka seperti orang yang dipanggil dari suatu tempat yang sangat jauh, ia tidak dapat men-dengar orang yang menyerunya dan tidak pula dapat memenuhi seruan orang yang memanggilnya. Maksudnya adalah, bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada al-Qur`an, tidak bisa memanfaatkan petunjuknya dan tidak bisa melihat dengan cahayanya, serta tidak bisa mengambil ke-baikan darinya. Sebab mereka telah menutup pintu-pintu hidayah terhadap diri mereka sendiri dengan sikap berpaling dan kufur yang mereka lakukan.

41:45–46Page 481

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ فَٱخۡتُلِفَ فِيهِۚ وَلَوۡلَا كَلِمَةٞ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۚ وَإِنَّهُمۡ لَفِي شَكّٖ مِّنۡهُ مُرِيبٖ ٤٥

And We had already given Moses the Scripture, but it came under disagreement.1 And if not for a word [i.e., decree]2 that preceded from your Lord, it would have been concluded between them. And indeed they are, concerning it [i.e., the Qur’ān], in disquieting doubt.

مَّنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا فَلِنَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡهَاۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّٰمٖ لِّلۡعَبِيدِ ٤٦

Whoever does righteousness - it is for his [own] soul; and whoever does evil [does so] against it. And your Lord is not ever unjust to [His] servants.

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa al-Kitab lalu ia diperselisihkan. Kalau tidak ada keputusan yang telah ter-dahulu dari Rabbmu, tentulah orang-orang kafir itu sudah dibina-sakan. Dan sesungguhnya mereka terhadap al-Qur`an benar-benar berada dalam keragu-raguan yang membingungkan. Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih, maka untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang berbuat jahat, maka akan menimpa dirinya sendiri; dan sekali-sekali tidaklah Rabbmu menganiaya hamba-hamba." (Fushshilat: 45-46).

(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "Dan sesung-guhnya telah Kami berikan kepada Musa al-Kitab," sebagaimana Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) al-Kitab, kemudian manusia melakukan terhadapnya apa yang telah mereka lakukan terhadapmu. Mereka berselisih, di antara mereka ada yang beriman kepadanya, berpedoman kepadanya dan mengambil pelajaran. Dan di antara mereka ada yang mendustakannya dan tidak mengambil pelajaran darinya. Allah سبحانه وتعالى, kalau saja bukan karena kesantunan-Nya dan ketetapanNya terdahulu yang menangguhkan azab hingga waktu yang telah ditentukan, tidak bisa dimajukan dan tidak pula bisa ditunda, ﴾ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۚ ﴿ "tentulah orang-orang kafir itu sudah dibina-sakan," hanya dengan terpisahkannya orang-orang yang beriman dari orang-orang yang kafir, dengan membinasakan orang-orang yang kafir pada saat itu juga. Karena sebab kebinasaan sudah pasti dan ada. ﴾ وَإِنَّهُمۡ لَفِي شَكّٖ مِّنۡهُ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya mereka terhadap al-Qur`an benar-benar berada dalam keragu-raguan yang membingung-kan." Artinya, mereka sudah sampai pada keragu-raguan yang membuat mereka gelisah, maka dari itu mereka mendustakannya dan mengingkarinya.

(46) ﴾ مَّنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا ﴿ "Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih," yaitu amal yang diperintahkan oleh Allah dan oleh Rasul-Nya, ﴾ فَلِنَفۡسِهِۦۖ ﴿ "maka untuk dirinya sendiri," yakni manfaat dan paha-lanya di dunia maupun di akhirat. ﴾ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡهَاۗ ﴿ "Dan barangsiapa yang berbuat jahat, maka akan menimpa dirinya sendiri," yakni bahaya dan siksaannya di dunia maupun di akhirat. Di sini terkandung himbauan untuk melakukan kebajikan dan meninggalkan keburukan, dan bahwa orang-orang yang berbuat kebaikan akan mendapat manfaat dari amal-amal kebaikan yang mereka lakukan, dan juga mendapat bahaya dari amal-amal buruk yang mereka kerjakan, dan sesungguhnya seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain. ﴾ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّٰمٖ لِّلۡعَبِيدِ ﴿ "Dan sekali-sekali tidaklah Rabbmu menganiaya hamba-hamba," sehingga membebani seseorang melebihi kesalahan-kesalahannya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском