As-Sa'diAz‑Zukhruf · 43:36–65

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Az-Zukhruf 43:36–65

43:36–39Page 492

وَمَن يَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَٰنِ نُقَيِّضۡ لَهُۥ شَيۡطَٰنٗا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٞ ٣٦

And whoever is blinded from remembrance of the Most Merciful - We appoint for him a devil, and he is to him a companion.

وَإِنَّهُمۡ لَيَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ ٣٧

And indeed, they [i.e., the devils] avert them from the way [of guidance] while they think that they are [rightly] guided

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَنَا قَالَ يَٰلَيۡتَ بَيۡنِي وَبَيۡنَكَ بُعۡدَ ٱلۡمَشۡرِقَيۡنِ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرِينُ ٣٨

Until, when he comes to Us [at Judgement], he says [to his companion], "How I wish there was between me and you the distance between the east and west; and what a wretched companion."

وَلَن يَنفَعَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ إِذ ظَّلَمۡتُمۡ أَنَّكُمۡ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ ٣٩

And never will it benefit you that Day, when you have wronged, that you are [all] sharing in the punishment.

"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Maha Pemurah (al-Qur`an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di Hari Kiamat), dia berkata, 'Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyriq dan maghrib, maka setan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia).' (Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu; karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu." (Az-Zukhruf: 36-39).

(36) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang hukumanNya yang amat dahsyat bagi orang yang berpaling dari peringatanNya, di mana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَن يَعۡشُ ﴿ "Barangsiapa yang berpaling," yaitu berpaling dan menghalang-halangi, ﴾ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ﴿ "dari penga-jaran (Rabb) Yang Maha Pemurah," yaitu al-Qur`an yang agung yang merupakan rahmat terbesar Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Pemurah terhadap para hambaNya; di mana siapa pun yang menerimanya, berarti telah menerima pemberian terbaik serta mendapatkan tujuan dan keinginan terbesar, dan siapa pun yang berpaling dan menolaknya, berarti ia amat merugi dan tidak akan mendapatkan kebahagiaan selamanya setelah itu, Allah سبحانه وتعالى menjadikan setan sebagai teman yang menyertainya, yang memberinya janji, memberinya angan-angan, dan menolongnya pada kemaksiatan.

(37) ﴾ وَإِنَّهُمۡ لَيَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar," yaitu jalan dan agama yang lurus, ﴾ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ ﴿ "dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk," disebabkan oleh tindakan setan yang menghiasi kebatilan untuk mereka serta berpalingnya mereka dari kebenaran, sehingga keduanya menyatu. Bila ada yang bertanya, "Apakah orang seperti ini mendapatkan udzur karena ia mengira mendapatkan petunjuk padahal tidak?" Jawabannya adalah, tidak ada udzur bagi orang seperti ini dan juga orang-orang yang sama, yang kebodohan mereka bersumber dari berpaling dari peringatan Allah سبحانه وتعالى, padahal sebenarnya mereka bisa mengikuti petunjuk. Mereka merasa cukup dengan petunjuk (tidak membutuhkannya) padahal sebenarnya mereka mampu dan mereka menyukai keba-tilan. Maka dosa dan tindakan jahat adalah milik mereka.

(38) Inilah kondisi orang yang berpaling dari peringatan Allah سبحانه وتعالى di dunia bersama qarinnya, yaitu kesesatan dan memutar-balik kebenaran. Sedangkan kondisinya ketika mendatangi Rabbnya di akhirat adalah kondisi yang paling buruk, yaitu penyesalan dan kesedihan yang tidak bisa diobati dan berlepas diri dari qarinnya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَنَا قَالَ يَٰلَيۡتَ بَيۡنِي وَبَيۡنَكَ بُعۡدَ ٱلۡمَشۡرِقَيۡنِ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرِينُ ﴿ "Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang ke-pada Kami (di Hari Kiamat), dia berkata, "Aduhai, semoga (jarak) antara-ku dan kamu seperti jarak antara masyriq dan maghrib, maka setan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)," seperti yang difirmankan dalam ayat lain, ﴾ وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا 27 يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا 28 لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا 29 ﴿ "Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur`an ketika al-Qur`an telah datang kepadaku. Dan setan itu tidak akan menolong manusia'." (Al-Furqan: 27-29).

(39) Firman Allah تعالى, ﴾ وَلَن يَنفَعَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ إِذ ظَّلَمۡتُمۡ أَنَّكُمۡ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ ﴿ "(Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu, karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu." Maksudnya, pada Hari Kiamat ketika kalian bersama-sama dengan teman dan karib kalian sama sekali tidak berguna bagi kalian. Hal itu karena kalian besama-sama da-lam kezhaliman, karena itu kalian juga mengikuti mereka dalam hukuman dan azabNya. Dan juga tidak berguna bagi kalian ruh pelipur lara dari musibah. Sebab bila musibah menimpa di dunia dan dirasa oleh banyak orang, maka musibah tersebut akan terasa ringan. Sedangkan musibah akhirat itu menyatukan berbagai siksaan yang tidak ada istirahatnya sedikit pun, tidak ada istirahat yang kita kenal ini. Kami memohon keselamatan padaMu wahai Rabb dan berilah kami kenikmatan dengan rahmatMu.

43:40–45Page 492

أَفَأَنتَ تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ أَوۡ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ وَمَن كَانَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٤٠

Then will you make the deaf hear, [O Muḥammad], or guide the blind or he who is in clear error?

فَإِمَّا نَذۡهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنۡهُم مُّنتَقِمُونَ ٤١

And whether [or not] We take you away [in death], indeed, We will take retribution upon them.

أَوۡ نُرِيَنَّكَ ٱلَّذِي وَعَدۡنَٰهُمۡ فَإِنَّا عَلَيۡهِم مُّقۡتَدِرُونَ ٤٢

Or whether [or not] We show you that which We have promised them, indeed, We are Perfect in Ability.

فَٱسۡتَمۡسِكۡ بِٱلَّذِيٓ أُوحِيَ إِلَيۡكَۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٤٣

So adhere to that which is revealed to you. Indeed, you are on a straight path.

وَإِنَّهُۥ لَذِكۡرٞ لَّكَ وَلِقَوۡمِكَۖ وَسَوۡفَ تُسۡـَٔلُونَ ٤٤

And indeed, it is a remembrance1 for you and your people, and you [all] are going to be questioned.

وَسۡـَٔلۡ مَنۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلۡنَا مِن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ءَالِهَةٗ يُعۡبَدُونَ ٤٥

And ask those We sent before you of Our messengers; have We made besides the Most Merciful deities to be worshipped?

"Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata? Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat). Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah) ancamkan kepada mereka. Maka sesung-guhnya Kami berkuasa atas mereka. Maka berpegang teguhlah kamu kepada Agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesung-guhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, 'Adakah Kami menentukan ilah-ilah untuk disem-bah selain Allah Yang Maha Pemurah?'" (Az-Zukhruf: 40-45).

(40) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya, Muhammad a, seraya memberi hiburan atas keengganan orang-orang yang men-dustakan, dan tidak mau mengikuti seruan beliau a, dan bahwa-sanya tidak ada kebaikan pada diri mereka dan tidak ada kesucian dalam diri mereka untuk diajak menuju petunjuk, ﴾ أَفَأَنتَ تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ ﴿ "Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar," yaitu orang-orang yang tidak mendengar, ﴾ أَوۡ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ ﴿ "atau (da-patkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta," yakni, orang-orang yang tidak melihat. Ataukah engkau bisa memberi petunjuk pada orang ﴾ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "yang tetap dalam kesesatan yang nyata," yaitu terang dan jelas, karena ia mengetahui kesesatan tapi ridha dengannya. Sebagaimana orang tuli tidak mendengar suara dan orang buta tidak bisa melihat, begitu juga orang yang amat tersesat dengan nyata juga tidak bisa mendapat petunjuk. Fitrah dan akal sehat mereka rusak karena berpaling dari peringatan. Mereka mem-buat-buat keyakinan palsu dan sifat-sifat keji yang menghalangi antara mereka dengan petunjuk yang mengharuskan mereka ter-jerembab dalam kebinasaan.

(41) Tidak tersisa apa pun buat mereka selain azab dan hukuman, baik di dunia ataupun di akhirat. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَإِمَّا نَذۡهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنۡهُم مُّنتَقِمُونَ ﴿ "Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat)," yaitu, bila Kami mewafatkanmu sebelum Kami memberitahukan azab yang Kami ancamkan pada mereka, maka ketahuilah dengan berita Kami yang benar bahwa Kami benar-benar akan menyiksa mereka yang mendustakan.

(42) ﴾ أَوۡ نُرِيَنَّكَ ٱلَّذِي وَعَدۡنَٰهُمۡ ﴿ "Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah) ancamkan kepada mereka," berupa azab, ﴾ فَإِنَّا عَلَيۡهِم مُّقۡتَدِرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka," tapi hal itu bergantung pada putusan hikmah Allah سبحانه وتعالى, apakah azabnya dipercepat atau ditunda. Inilah kondisimu bersama mereka yang mendustakan.

(43) Sedangkan engkau, ﴾ فَٱسۡتَمۡسِكۡ بِٱلَّذِيٓ أُوحِيَ إِلَيۡكَۖ ﴿ "maka berpegang teguhlah kamu kepada Agama yang telah diwahyukan kepadamu," baik tindakan maupun sifat terhadap sifat yang diperintahkan dan menyeru padanya serta berusaha untuk melaksanakannya pada dirimu sendiri dan pada orang lain. ﴾ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus," yang menghantarkan kepada Allah سبحانه وتعالى dan kepada tempat kemuliaanNya. Inilah yang membuatmu untuk semakin berpegang teguh dan mendapatkan petunjuk bila kau mengetahui bahwa Agama itu adalah benar, adil, jujur, berdiri di atas dasar yang kokoh, sementara yang lain membangun keyakinannya di atas keraguan, dugaan, dan kezhaliman.

(44) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَذِكۡرٞ لَّكَ وَلِقَوۡمِكَۖ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu," yaitu kebang-gaan bagimu, kebajikan agung serta nikmat yang tidak terkira dan tidak diketahui sifatnya serta mengingatkanmu juga pada kebaikan dunia dan akhirat serta mendorongmu padanya. Juga mengingat-kanmu pada keburukan dan memperingatkanmu darinya. ﴾ وَسَوۡفَ تُسۡـَٔلُونَ ﴿ "Dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab" darinya, apakah kalian menunaikannya sehingga derajat kalian tinggi serta kalian mendapat manfaat, ataukah kalian tidak menunaikannya sehingga menjadi hujjah yang akan melawan kalian serta sebagai suatu kekufuran dari kalian dengan nikmat ini?

(45) ﴾ وَسۡـَٔلۡ مَنۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلۡنَا مِن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ءَالِهَةٗ يُعۡبَدُونَ ﴿ "Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, 'Adakah Kami menentukan sesembahan-sesembahan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah'," sehingga orang-orang musyrik memiliki semacam hujjah yang mereka ikuti dari salah seorang rasul tersebut? Bila kau bertanya dan mencari tahu kondisi mereka (para rasul), kau tidak akan mendapatkan satu pun dari mereka yang menyeru untuk menjadikan tuhan lain bersama Allah سبحانه وتعالى. Se-mua rasul dari yang pertama hingga yang terakhir sama menyeru untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, Yang tidak ada sekutu bagiNya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut'." (An-Nahl: 36). Semua rasul yang diutus Allah سبحانه وتعالى mengatakan pada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۚ ﴿ "Sembahlah Allah, tidak ada bagi kalian Tuhan lain selainNya." Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang musyrik tidak memiliki sandaran dalam kesyirikan mereka, bukan berasal dari akal sehat dan juga bukan dari berita para rasul.

43:46–56Page 492

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ فَقَالَ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٦

And certainly did We send Moses with Our signs to Pharaoh and his establishment, and he said, "Indeed, I am the messenger of the Lord of the worlds."

فَلَمَّا جَآءَهُم بِـَٔايَٰتِنَآ إِذَا هُم مِّنۡهَا يَضۡحَكُونَ ٤٧

But when he brought them Our signs, at once they laughed at them.

وَمَا نُرِيهِم مِّنۡ ءَايَةٍ إِلَّا هِيَ أَكۡبَرُ مِنۡ أُخۡتِهَاۖ وَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡعَذَابِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤٨

And We showed them not a sign except that it was greater than its sister, and We seized them with affliction that perhaps they might return [to faith].

وَقَالُواْ يَٰٓأَيُّهَ ٱلسَّاحِرُ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ إِنَّنَا لَمُهۡتَدُونَ ٤٩

And they said [to Moses], "O magician, invoke for us your Lord by what He has promised you. Indeed, we will be guided."

فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابَ إِذَا هُمۡ يَنكُثُونَ ٥٠

But when We removed from them the affliction, at once they broke their word.

وَنَادَىٰ فِرۡعَوۡنُ فِي قَوۡمِهِۦ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَلَيۡسَ لِي مُلۡكُ مِصۡرَ وَهَٰذِهِ ٱلۡأَنۡهَٰرُ تَجۡرِي مِن تَحۡتِيٓۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ ٥١

And Pharaoh called out among his people; he said, "O my people, does not the kingdom of Egypt belong to me, and these rivers flowing beneath me; then do you not see?

أَمۡ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي هُوَ مَهِينٞ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ ٥٢

Or am I [not] better than this one [i.e., Moses] who is insignificant and hardly makes himself clear?1

فَلَوۡلَآ أُلۡقِيَ عَلَيۡهِ أَسۡوِرَةٞ مِّن ذَهَبٍ أَوۡ جَآءَ مَعَهُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ مُقۡتَرِنِينَ ٥٣

Then why have there not been placed upon him bracelets of gold or come with him the angels in conjunction?"

فَٱسۡتَخَفَّ قَوۡمَهُۥ فَأَطَاعُوهُۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ ٥٤

So he bluffed his people, and they obeyed him. Indeed, they were [themselves] a people defiantly disobedient [of Allāh].

فَلَمَّآ ءَاسَفُونَا ٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ فَأَغۡرَقۡنَٰهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٥٥

And when they angered Us, We took retribution from them and drowned them all.

فَجَعَلۡنَٰهُمۡ سَلَفٗا وَمَثَلٗا لِّلۡأٓخِرِينَ ٥٦

And We made them a precedent and an example for the later peoples.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata, 'Sesungguhnya aku adalah utusan dari Rabb seru sekalian alam.' Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya. Dan tidaklah Kami perli-hatkan kepada mereka suatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami tim-pakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar). Dan mereka berkata, 'Hai ahli sihir, berdoalah kepada Rabbmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikanNya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dika-bulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk. Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya). Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, 'Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku. Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya). Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau ma-laikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?' Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu me-reka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik. Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian." (Az-Zukhruf: 46-56).

(46) Ketika Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسۡـَٔلۡ مَنۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلۡنَا مِن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ءَالِهَةٗ يُعۡبَدُونَ ﴿ "Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, 'Adakah Kami menentukan sesembahan-sesembahan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah'." Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi Nabi Musa عليه السلام dan seruannya yang meru-pakan seruan termasyhur di antara para rasul, dan juga karena Allah سبحانه وتعالى sering menyebutnya di dalam al-Qur`an. Allah سبحانه وتعالى menye-butkan kondisinya bersama Fir'aun seraya berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan mem-bawa mukjizat-mukjizat Kami," yang secara pasti menunjukkan ke-benaran yang dibawanya seperti tongkat, ular, belalang, kutu dan mukjizat lain untuk Fir'aun dan tentaranya (pemuka kaumnya) seraya berkata, ﴾ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Rabb seru sekalian alam," Musa mengajak mereka untuk mengakui Rabb mereka dan melarang mereka untuk menyembah selainNya.

(47-48) ﴾ فَلَمَّا جَآءَهُم بِـَٔايَٰتِنَآ إِذَا هُم مِّنۡهَا يَضۡحَكُونَ ﴿ "Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami, dengan serta merta mereka menertawakannya," yaitu mereka menolak, menging-kari, dan menertawakannya secara zhalim dan sombong. Hal itu bukan karena kekurangan dalam tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dan bukan karena kurang jelasnya tanda-tanda itu, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَا نُرِيهِم مِّنۡ ءَايَةٍ إِلَّا هِيَ أَكۡبَرُ مِنۡ أُخۡتِهَاۖ ﴿ "Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka suatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya," artinya, tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى yang belakangan lebih besar dari yang sebelumnya. ﴾ وَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡعَذَابِ ﴿ "Dan Kami timpakan kepada mereka azab," seperti de-ngan belalang, kutu, katak, dan darah sebagai tanda-tanda kebe-saran yang memberi penjelasan. ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ﴿ "Supaya mereka kembali (ke jalan yang benar)," pada Islam dan tunduk padanya, agar kesyi-rikan dan keburukan mereka sirna.

(49) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata," ketika azab menimpa mereka, ﴾ يَٰٓأَيُّهَ ٱلسَّاحِرُ ﴿ "Hai ahli sihir," maksud mereka adalah Nabi Musa عليه السلام. Perkataan ini mungkin merupakan celaan atau mungkin perkataan ini bagi mereka adalah sebuah pujian. Mereka tunduk padanya dengan menggunakan nada bicara layaknya berbicara dengan pembesar-pembesar mereka, yaitu para tukang sihir, me-reka berkata, ﴾ يَٰٓأَيُّهَ ٱلسَّاحِرُ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ ﴿ "Hai ahli sihir, berdoalah kepada Rabbmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikanNya kepadamu," dengan sesuatu yang dikhususkan Allah سبحانه وتعالى padamu dan dilebihkan padamu dengan berbagai kelebihan dan kebajikan agar Dia melenyapkan siksaan dari kami, ﴾ إِنَّنَا لَمُهۡتَدُونَ ﴿ "sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk," bila Allah سبحانه وتعالى melenyapkan siksaan ini dari kami.

(50) ﴾ فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابَ إِذَا هُمۡ يَنكُثُونَ ﴿ "Maka tatkala Kami hilang-kan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janji-nya)," artinya mereka tidak menepati ucapan, tapi mereka malah mengingkari dan terus berada dalam kekufuran. Hal ini seperti yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمُ ٱلطُّوفَانَ وَٱلۡجَرَادَ وَٱلۡقُمَّلَ وَٱلضَّفَادِعَ وَٱلدَّمَ ءَايَٰتٖ مُّفَصَّلَٰتٖ فَٱسۡتَكۡبَرُواْ وَكَانُواْ قَوۡمٗا مُّجۡرِمِينَ 133 ﴿ "Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa." (Al-A'raf: 133). Ketika larangan itu menimpa mereka, mereka berkata, ﴾ يَٰمُوسَى ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَۖ لَئِن كَشَفۡتَ عَنَّا ٱلرِّجۡزَ لَنُؤۡمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرۡسِلَنَّ مَعَكَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ 134 فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُمُ ٱلرِّجۡزَ إِلَىٰٓ أَجَلٍ هُم بَٰلِغُوهُ إِذَا هُمۡ يَنكُثُونَ 135 ﴿ "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Rabbmu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguh-nya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dari kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu." Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya." (Al-A'raf: 134-135).

(51) ﴾ وَنَادَىٰ فِرۡعَوۡنُ فِي قَوۡمِهِۦ قَالَ ﴿ "Dan Fir'aun berseru kepada kaum-nya (seraya) berkata," dengan rasa tinggi hati karena kebatilannya, kekuasaan membuatnya tertipu, harta dan bala tentara membuat-nya melampaui batas, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَلَيۡسَ لِي مُلۡكُ مِصۡرَ ﴿ "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku," yaitu, bukankah aku penguasa dan yang mengaturnya? ﴾ وَهَٰذِهِ ٱلۡأَنۡهَٰرُ تَجۡرِي مِن تَحۡتِيٓۚ ﴿ "Dan sungai-sungai ini mengalir di bawahku," yaitu sungai-sungai yang mengalir dari sungai Nil di tengah istana dan kebun, ﴾ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ ﴿ "apakah kalian tidak me-mandang," kerajaan yang panjang dan luas ini? Inilah puncak kebo-dohan Fir'aun karena merasa bangga dengan sesuatu yang berada di luar kuasa dirinya, bukan berbangga diri dengan sifat-sifat yang terpuji atau tindakan-tindakan lurus.

(52) ﴾ أَمۡ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي هُوَ مَهِينٞ ﴿ "Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini?" Fir'aun, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkannya, menghina Nabi Musa bin 'Imran, kalimullah yang terpandang di sisi Allah سبحانه وتعالى. Artinya, aku (Fir'aun) perkasa sedangkan ia (Musa عليه السلام) hina, manakah di antara kami yang lebih baik? Di samping itu ﴾ ل َ ا يَكَادُ يُبِينُ ﴿ "hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)," dari dasar benaknya dengan perkataan, sebab Nabi Musa tidak bisa berbicara fasih. Ini sama sekali bukanlah cacat jika Musa bisa mengucapkan apa yang ada di benaknya meski untuk berbicara terasa berat baginya.

(53) Selanjutnya Fir'aun berkata, ﴾ فَلَوۡلَآ أُلۡقِيَ عَلَيۡهِ أَسۡوِرَةٞ مِّن ذَهَبٍ ﴿ "Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas," yaitu, me-ngapa Musa tidak seperti ini, berhiaskan perhiasan gelang, ﴾ أَوۡ جَآءَ مَعَهُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ مُقۡتَرِنِينَ ﴿ "atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya," menolong seruannya dan memperkokoh perka-taannya.

(54) ﴾ فَٱسۡتَخَفَّ قَوۡمَهُۥ فَأَطَاعُوهُۚ ﴿ "Maka Fir'aun mempengaruhi kaum-nya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya," yakni, mem-pengaruhi akal kaumnya dengan menampakkan syubhat itu, yang tidak bisa menggemukkan dan tidak bisa menghilangkan rasa lapar, tidak ada hakikatnya, dan bukan dalil atas kebenaran atau kebatilan. Syubhat itu hanya diucapkan oleh orang-orang yang lemah akal. Dalil apa yang menunjukkan bahwa Fir'aun benar hanya karena dia menjadi raja Mesir dan sungai-sungai mengalir di bawahnya? Dalil apa yang menunjukkan kebatilan agama yang dibawa Nabi Musa hanya karena minimnya pengikut, berat lidah-nya dan tidak diberi perhiasan oleh Allah سبحانه وتعالى? Nabi Musa berhadap-an dengan sekelompok besar yang tidak bisa menerima apa-apa yang logis (masuk akal), maka apapun yang dikatakan Fir'aun, baik yang benar maupun yang batil, mereka ikuti saja.﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ ﴿ "Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik," sebab kefasikan mereka adalah karena Fir'aun menghiasi kesyirikan dan keburukan untuk mereka.

(55-56) ﴾ فَلَمَّآ ءَاسَفُونَا ﴿ "Maka tatkala mereka membuat Kami murka," yaitu membuat Kami murka karena perbuatan-perbuatan mereka, ﴾ ٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ فَأَغۡرَقۡنَٰهُمۡ أَجۡمَعِينَ 55 فَجَعَلۡنَٰهُمۡ سَلَفٗا وَمَثَلٗا لِّلۡأٓخِرِينَ 56 ﴿ "Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian," agar orang-orang menjadikannya seba-gai pelajaran dan agar dijadikan sebagai nasihat bagi orang-orang yang mau menjadikannya sebagai nasihat.

43:57–65Page 493

۞ وَلَمَّا ضُرِبَ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوۡمُكَ مِنۡهُ يَصِدُّونَ ٥٧

And when the son of Mary was presented as an example,1 immediately your people laughed aloud.

وَقَالُوٓاْ ءَأَٰلِهَتُنَا خَيۡرٌ أَمۡ هُوَۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلَۢاۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٌ خَصِمُونَ ٥٨

And they said, "Are our gods better, or is he?"1 They did not present it [i.e., the comparison] except for [mere] argument. But, [in fact], they are a people prone to dispute.

إِنۡ هُوَ إِلَّا عَبۡدٌ أَنۡعَمۡنَا عَلَيۡهِ وَجَعَلۡنَٰهُ مَثَلٗا لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٥٩

He [i.e., Jesus] was not but a servant upon whom We bestowed favor, and We made him an example for the Children of Israel.

وَلَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَا مِنكُم مَّلَٰٓئِكَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَخۡلُفُونَ ٦٠

And if We willed, We could have made [instead] of you angels succeeding [one another]1 on the earth.

وَإِنَّهُۥ لَعِلۡمٞ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمۡتَرُنَّ بِهَا وَٱتَّبِعُونِۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ ٦١

And indeed, he [i.e., Jesus] will be [a sign for] knowledge of the Hour, so be not in doubt of it, and follow Me.1 This is a straight path.

وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٦٢

And never let Satan avert you. Indeed, he is to you a clear enemy.

وَلَمَّا جَآءَ عِيسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ قَالَ قَدۡ جِئۡتُكُم بِٱلۡحِكۡمَةِ وَلِأُبَيِّنَ لَكُم بَعۡضَ ٱلَّذِي تَخۡتَلِفُونَ فِيهِۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ٦٣

And when Jesus brought clear proofs, he said, "I have come to you with wisdom [i.e., prophethood] and to make clear to you some of that over which you differ, so fear Allāh and obey me.

إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُوهُۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ ٦٤

Indeed, Allāh is my Lord and your Lord, so worship Him. This is a straight path."

فَٱخۡتَلَفَ ٱلۡأَحۡزَابُ مِنۢ بَيۡنِهِمۡۖ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡ عَذَابِ يَوۡمٍ أَلِيمٍ ٦٥

But the denominations from among them differed [and separated], so woe to those who have wronged from the punishment of a painful Day.

"Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, 'Manakah yang lebih baik, sesembahan-sesembahan kami atau dia (Isa).' Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepa-damu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang Hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus. Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan, dia berkata, 'Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelas-kan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku.' Sesung-guhnya Allah Dia-lah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia; ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka; lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zhalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat)." (Az-Zukhruf: 57-65).

(57) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَمَّا ضُرِبَ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ مَثَلًا ﴿ "Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan," yaitu dilarang untuk disembah dan penyembahannya disamakan seperti penyembahan terhadap patung dan sekutu-sekutu, ﴾ إِذَا قَوۡمُكَ ﴿ "tiba-tiba kaummu (Quraisy)," yang mendustakanmu, yang ﴾ مِنۡهُ ﴿ "karenanya," yaitu karena perumpamaan yang dibuat ini, ﴾ يَصِدُّونَ ﴿ "mereka bersorak," yakni, karena berkeras hati dalam memusuhimu, berteriak dan me-ngira bahwa mereka menang dan beruntung dalam hujjah mereka.

(58) ﴾ وَقَالُوٓاْ ءَأَٰلِهَتُنَا خَيۡرٌ أَمۡ هُوَۚ ﴿ "Dan mereka berkata, 'Manakah yang lebih baik sesembahan-sesembahan kami atau dia?'," yakni, Nabi Isa عليه السلام, di mana mereka dilarang untuk menyembah semuanya (termasuk Nabi Isa), serta kebersamaan mereka dalam ancaman bagi yang menyembah mereka. Saat itu turun juga Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٰرِدُونَ 98 ﴿ "Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya." (Al-Anbiya`: 98). Sisi kezhaliman hujjah mereka adalah karena mereka ber-kata, "Sudah menjadi ketetapan bagi kami dan bagimu, wahai Muhammad bahwa Isa adalah salah seorang hamba Allah سبحانه وتعالى yang mendekatkan diri, yang memiliki kesudahan yang baik, lantas mengapa kau samakan antara Isa dengan patung dalam larangan penyembahan tersebut semuanya, andai hujjahmu benar tentu tidak ditentang, lantas mengapa kau juga berkata, ﴾ إِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٰرِدُونَ 98 ﴿ "Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya." (Al-Anbiya`: 98). Nash ayat ini menurut mereka mencakup patung-patung dan Nabi Isa, ini tidak lain adalah kontradiksi dan kontradiksinya dalam hujjah menunjukkan bahwa ia batil. Inilah puncak syubhat yang mereka yakini, mereka yang bergembira karenanya dan me-reka juga menghadang dan saling memberi kabar gembira. Tapi –alhamdulillah– syubhat tersebut adalah yang paling lemah dan batil karena penyamaan antara larangan untuk menyembah Isa dan larangan untuk menyembah patung adalah karena penyembahan merupakan hak Allah سبحانه وتعالى semata, dan tidak berhak bagi salah satu pun makhluk, tidak pula para malaikat yang mendekatkan diri, tidak pula para nabi yang diutus dan tidak pula makhluk lain selain mereka. Syubhat macam apa dalam menyamakan larangan penyembahan Nabi Isa dan lainnya?

(59) Nabi Isa عليه السلام diutamakan dan predikatnya sebagai yang dekat dengan Allah سبحانه وتعالى sama sekali tidak menunjukkan adanya sesuatu yang membedakan antaranya dengan patung dan berhala dalam hal penyembahan selain Allah سبحانه وتعالى, itu hanyalah seperti yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا عَبۡدٌ أَنۡعَمۡنَا عَلَيۡهِ ﴿ "Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat," berupa kenabian, hikmah, ilmu, dan amal, ﴾ وَجَعَلۡنَٰهُ مَثَلٗا لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil," di mana de-ngan Nabi Isa عليه السلام, mereka mengetahui Kuasa Allah سبحانه وتعالى yang men-ciptakannya tanpa ayah. Sedangkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٰرِدُونَ 98 ﴿ "Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya." (Al-Anbiya`: 98), terdapat tiga hal untuk menjawabnya: Pertama, Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Se-sungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah," ﴾ مَا﴿ adalah isim (noun) untuk sesuatu yang tidak berakal yang tidak mencakup Nabi Isa dan lainnya. Kedua, dialog ini tertuju pada kaum musyrikin yang berada di Makkah dan sekitarnya. Mereka hanya menyembah patung dan berhala, tidak menyembah Nabi Isa عليه السلام. Ketiga, Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah ayat ni, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ سَبَقَتۡ لَهُم مِّنَّا ٱلۡحُسۡنَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ عَنۡهَا مُبۡعَدُونَ 101 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka." (Al-Anbiya`: 101), dan tidak diragukan bahwa Nabi Isa dan para nabi lain serta para wali termasuk dalam ayat ini.

(60) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَا مِنكُم مَّلَٰٓئِكَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَخۡلُفُونَ ﴿ "Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun." Artinya, niscaya Kami jadikan para malaikat sebagai pengganti kalian dan mereka tetap berada di bumi hingga Kami mengutus malaikat (sebagai rasul) dari jenis mereka. Sedangkan kalian wahai para manusia! Kalian tidak akan mampu bila para malaikat diutus se-bagai rasul untuk kalian. Karena rahmat Allah سبحانه وتعالى terhadap kalian, Allah سبحانه وتعالى mengutus rasul dari jenis kalian sehingga memungkinkan bagi kalian untuk belajar darinya.

(61) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَعِلۡمٞ لِّلسَّاعَةِ ﴿ "Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang Hari Kiamat," maksudnya, Nabi Isa عليه السلام benar-benar tanda atas Hari Kiamat dan sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى Yang Kuasa menciptakannya dari seorang ibu tanpa ayah juga mampu menghidupkan orang-orang mati dari kubur. Atau, Nabi Isa عليه السلام akan turun di akhir zaman dan turunnya Nabi Isa adalah salah satu tanda datangnya Hari Kiamat. ﴾ فَلَا تَمۡتَرُنَّ بِهَا ﴿ "Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu," yakni, janganlah kalian meragukan Hari Kiamat sebab meragukan Hari Kiamat adalah suatu kekufuran, ﴾ وَٱتَّبِعُونِۚ ﴿ "dan ikutilah aku," dengan menjalankan apa yang aku perintahkan dan menjauhi apa yang aku larang. ﴾ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ ﴿ "Inilah jalan yang lurus," yang menghantarkan kepada Allah r.

(62) ﴾ وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُۖ ﴿ "Dan janganlah kamu sekali-kali dipaling-kan oleh setan," dari apa yang Allah سبحانه وتعالى perintahkan, karena setan adalah ﴾ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ﴿ "musuh yang nyata bagimu," yang amat ingin menyesatkanmu dengan usaha paling keras untuk itu.

(63) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ عِيسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "Dan tatkala Isa datang membawa ke-terangan," yang menunjukkan atas kebenaran nubuwwah (kenabian) dan kebenaran mukjizat yang dibawanya seperti menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta dan mukjizat lain, ﴾ قَالَ ﴿ "ia berkata," kepada Bani Israil, ﴾ قَدۡ جِئۡتُكُم بِٱلۡحِكۡمَةِ ﴿ "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah," yakni, kenabian dan ilmu yang selayaknya, ﴾ وَلِأُبَيِّنَ لَكُم بَعۡضَ ٱلَّذِي تَخۡتَلِفُونَ فِيهِۖ ﴿ "dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya." Maksud-nya, aku menjelaskan kebenaran dan jawabannya pada kalian se-hingga kesulitan itu hilang dari kalian. Nabi Isa عليه السلام datang untuk menyempurnakan dan melengkapi syariat Nabi Musa عليه السلام dan juga hukum-hukum Taurat. Nabi Isa عليه السلام datang dengan membawa beberapa kemudahan yang meng-haruskan risalah beliau untuk dipatuhi dan diterima. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿ "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku," yakni, sem-bahlah Allah سبحانه وتعالى semata yang tidak ada sekutu bagiNya, kerjakan perintahNya, jauhi laranganNya dan berimanlah padaku, benarkan aku dan ikutilah aku.

(64) ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُوهُۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah, Dia-lah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus." Dalam pernyataan ini terdapat pengakuan akan tauhid ru-bubiyah karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat Yang Mengatur seluruh makhluk dengan berbagai nikmat, baik yang lahir maupun yang batin, serta pengakuan akan tauhid ubudiyah berupa perintah untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata yang tidak ada sekutu bagiNya serta pemberitahuan bahwa Nabi Isa عليه السلام adalah salah seorang hamba Allah سبحانه وتعالى, tidak seperti yang dikatakan orang-orang Nasrani bahwa ia adalah putra Allah سبحانه وتعالى atau salah satu dari tiga unsur (trinitas). Di dalam ayat ini juga terdapat pemberitahuan bahwa semua yang tersebut itu adalah jalan yang lurus yang menghantar-kan kepada Allah سبحانه وتعالى dan kepada surgaNya.

(65) Ketika Nabi Isa عليه السلام datang kepada mereka dengan membawa risalah itu, ﴾ فَٱخۡتَلَفَ ٱلۡأَحۡزَابُ ﴿ "maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat)," mereka yang berpihak pada kedustaan, ﴾ مِنۢ بَيۡنِهِمۡۖ ﴿ "di antara mereka," masing-masing mengatakan perkataan batil tentang Nabi Isa dan menolak risalah yang dibawanya kecuali orang-orang beriman yang mendapat petunjuk Allah سبحانه وتعالى, mereka yang bersaksi atas kerasulannya dan membenarkan apa yang di-bawanya dan mengatakan bahwa Nabi Isa عليه السلام adalah hamba dan rasul Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡ عَذَابِ يَوۡمٍ أَلِيمٍ ﴿ "Lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zhalim dari siksaan hari yang pedih (kiamat)," yaitu, alangkah besarnya kesedihan orang-orang zhalim dan alangkah besarnya kerugian mereka pada hari itu.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском