As-Sa'diAz‑Zukhruf · 43:66–89

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Az-Zukhruf 43:66–89

43:66–73Page 494

هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٦٦

Are they waiting except for the Hour to come upon them suddenly while they perceive not?

ٱلۡأَخِلَّآءُ يَوۡمَئِذِۭ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِينَ ٦٧

Close friends, that Day, will be enemies to each other, except for the righteous

يَٰعِبَادِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمُ ٱلۡيَوۡمَ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ ٦٨

[To whom Allāh will say], "O My servants, no fear will there be concerning you this Day, nor will you grieve,

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ مُسۡلِمِينَ ٦٩

[You] who believed in Our verses and were Muslims.

ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ أَنتُمۡ وَأَزۡوَٰجُكُمۡ تُحۡبَرُونَ ٧٠

Enter Paradise, you and your kinds,1 delighted."

يُطَافُ عَلَيۡهِم بِصِحَافٖ مِّن ذَهَبٖ وَأَكۡوَابٖۖ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ وَأَنتُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٧١

Circulated among them will be plates and vessels of gold. And therein is whatever the souls desire and [what] delights the eyes, and you will abide therein eternally.

وَتِلۡكَ ٱلۡجَنَّةُ ٱلَّتِيٓ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٧٢

And that is Paradise which you are made to inherit for what you used to do.

لَكُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٞ كَثِيرَةٞ مِّنۡهَا تَأۡكُلُونَ ٧٣

For you therein is much fruit1 from which you will eat.

"Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan Hari Kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadari-nya. Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. 'Hai hamba-hambaKu, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang ber-iman kepada ayat-ayat Kami dan mereka dahulu adalah orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan istri-istri kamu digembirakan. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.' Dan itulah surga yang diwa-riskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untuk-mu yang sebagiannya kamu makan." (Az-Zukhruf: 66-73).

(66) Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa tidaklah orang-orang yang mendustakan itu menanti dan mengharapkan, ﴾ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "kecuali kedatangan Hari Kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya," yaitu ketika Hari Kiamat terjadi, maka jangan kalian menanyakan kondisi orang-orang yang mendustakannya dan mencemooh orang yang membawa berita tentangnya.

(67) Teman-teman akrab pada Hari Kiamat yang saling berteman dalam kekufuran, pendustaan, dan kemaksiatan, ﴾ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ ﴿ "sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain," karena persahabatan dan saling mencintai di antara mereka di dunia bu-kan karena Allah سبحانه وتعالى, sehingga berubah menjadi permusuhan pada Hari Kiamat, ﴾ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "kecuali orang-orang yang bertakwa," yang menjaga diri dari kesyirikan dan kemaksiatan, cinta mereka abadi dan menyatu dengan keabadian cinta karena Allah سبحانه وتعالى.

(68) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan pahala orang-orang yang bertakwa. Pada Hari Kiamat Allah سبحانه وتعالى akan memanggil me-reka dengan panggilan yang membuat hati mereka senang dan menghilangkan semua bencana dan keburukan seraya berfirman, ﴾ يَٰعِبَادِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمُ ٱلۡيَوۡمَ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ ﴿ "Hai hamba-hambaKu, tiada kekha-watiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati." Maksudnya, tidak ada ketakutan yang akan mendatangi kalian dari berbagai hal yang kalian hadapi dan tidak ada kesedihan yang akan menimpa kalian karena sesuatu yang telah berlalu. Manakala segala yang ditakuti dari berbagai hal tidak ada, yang ada adalah apa-apa yang disenangi dan diharapkan.

(69) ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ مُسۡلِمِينَ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka dahulu adalah orang-orang yang berserah diri." Artinya, Allah سبحانه وتعالى menyifati mereka sebagai orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى dan hal itu mencakup pembenaran terhadap ayat tersebut serta segala sesuatu yang mana pembenaran tidak akan berarti kecuali dengannya seperti mengetahui maknanya dan mengamalkan tuntutannya. Mereka adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى, tunduk padaNya di berbagai kondisi mereka. Mereka menya-tukan sifat antara praktik lahir dan batin.

(70) ﴾ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ ﴿ "Masuklah kamu ke dalam surga," yang me-rupakan tempat keabadian, ﴾ أَنتُمۡ وَأَزۡوَٰجُكُمۡ ﴿ "kamu dan istri-istri kamu," yaitu orang yang memiliki amal sepertimu dari semua orang yang menyertaimu seperti istri, anak, teman, dan lainnya, di mana kalian ﴾ تُحۡبَرُونَ ﴿ "digembirakan," yakni, diberi nikmat dan dimuliakan, dan berbagai kebaikan dan karunia Allah سبحانه وتعالى mendatangi kalian, kegembiraan, kebahagiaan, kelezatan, dan segala sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

(71) ﴾ يُطَافُ عَلَيۡهِم بِصِحَافٖ مِّن ذَهَبٖ وَأَكۡوَابٖۖ ﴿ "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala." Maksudnya, para pelayan mengelilingi mereka dari kalangan anak-anak kecil yang kekal dengan membawa berbagai makanan dengan bejana terbaik dan termewah, yaitu piring-piring yang terbuat dari emas dan mi-numan dengan berbagai gelas paling halus, yaitu gelas yang tidak ada pegangannya yang merupakan gelas terbening terbuat dari perak yang jauh lebih bening dari mutiara. ﴾ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ ﴿ "Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata." Ini adalah kalimat menyeluruh yang mencakup segala kenikmatan, kebahagiaan, ketentraman mata dan hati. Semua yang diinginkan oleh jiwa berupa makanan, minuman, pakaian, pasangan, kenikmatan mata seperti peman-dangan indah, pohon, kebun, kenikmatan indah yang berhias dan lainnya terdapat di dalam surga yang disiapkan untuk penghuni-nya dalam bentuk yang paling sempurna dan utama. Seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَهُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ 57 ﴿ "Bagi mereka di dalamnya buah-buahan dan bagi mereka apa-apa yang disiapkan." (Yasin: 57). ﴾ وَأَنتُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "Dan kamu kekal di dalamnya." Inilah kesem-purnaan nikmat penghuni surga, yaitu kekal selamanya di dalam surga yang mencakup kekekalan dan bertambahnya nikmat dan tidak terputus.

(72) ﴾ وَتِلۡكَ ٱلۡجَنَّةُ ﴿ "Dan itulah surga," yang disifati dengan sifat-sifat paling sempurna, itulah yang ﴾ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "di-wariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan." Artinya, Allah سبحانه وتعالى mewariskan (menganugerahkan) surga-surga itu untuk kalian karena amal perbuatan kalian dan dijadikannya sebagai balasan atas amal-amal kalian karena karuniaNya. Dan di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan berbagai rahmatNya.

(73) ﴾ لَكُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٞ كَثِيرَةٞ ﴿ "Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak," sebagaimana dalam ayat lain, ﴾ فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٖ زَوۡجَانِ 52 ﴿ "Di dalam kedua surga itu ada aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan." (Ar-Rahman: 52). ﴾ مِّنۡهَا تَأۡكُلُونَ ﴿ "Yang sebagiannya kamu makan," yaitu, buah-buahan nikmat dan buah lezat yang kalian pilih untuk dimakan. Ketika Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kenikmatan surga, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan siksa Jahanam seraya berfirman dalam ayat selan-jutnya,

43:74–78Page 495

إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ ٧٤

Indeed, the criminals will be in the punishment of Hell, abiding eternally.

لَا يُفَتَّرُ عَنۡهُمۡ وَهُمۡ فِيهِ مُبۡلِسُونَ ٧٥

It will not be allowed to subside for them, and they, therein, are in despair.

وَمَا ظَلَمۡنَٰهُمۡ وَلَٰكِن كَانُواْ هُمُ ٱلظَّٰلِمِينَ ٧٦

And We did not wrong them, but it was they who were the wrongdoers.

وَنَادَوۡاْ يَٰمَٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ ٧٧

And they will call, "O Mālik,1 let your Lord put an end to us!" He will say, "Indeed, you will remain."

لَقَدۡ جِئۡنَٰكُم بِٱلۡحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَكُمۡ لِلۡحَقِّ كَٰرِهُونَ ٧٨

We had certainly brought you the truth, but most of you, to the truth, were averse.

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab Neraka Jahanam. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. Dan tidaklah Kami meng-aniaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka berseru, 'Hai Malik, biarlah Rabbmu membunuhi kami saja.' Dia menjawab, 'Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).' Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci kepada kebenaran itu." (Az-Zukhruf: 74-78).

(74) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yakni, orang-orang yang berdosa karena kekufuran dan pendusta-an mereka, ﴾ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ ﴿ "kekal di dalam azab Neraka Jahanam," mereka diliputi oleh azab dari berbagai sisi dan mereka tidak bisa keluar dari Neraka Jahanam itu selama-lamanya.

(75) ﴾ لَا يُفَتَّرُ عَنۡهُمۡ ﴿ "Tidak diringankan azab itu dari mereka," ba-rang sebentar pun, tidak dihilangkan dan tidak pula diringankan, ﴾ وَهُمۡ فِيهِ مُبۡلِسُونَ ﴿ "dan mereka di dalamnya berputus asa," yaitu berputus asa dari berbagai kebaikan, tidak mengharapkan terlepas karena mereka berkata seraya menyeru Rabb mereka, ﴾ رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا مِنۡهَا فَإِنۡ عُدۡنَا فَإِنَّا ظَٰلِمُونَ 107 قَالَ ٱخۡسَـُٔواْ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ 108 ﴿ "Ya Rabb kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim." Allah berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku." (Al-Mu`minun: 107-108).

(76) Siksaan besar ini disebabkan oleh perbuatan yang me-reka lakukan dan karena kezhaliman mereka terhadap diri sendiri. Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi dan tidak menyiksa mereka tanpa dosa dan kesalahan.

(77) ﴾ وَنَادَوۡاْ ﴿ "Mereka berseru," ketika berada di neraka itu dengan harapan agar dapat istirahat, ﴾ يَٰمَٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَۖ ﴿ "Hai Malik, biarlah Rabbmu membunuhi kami saja," yaitu, hendaklah Dia mema-tikan kami agar kami lega, karena kami berada dalam kesedihan luar biasa dan siksaan yang berat yang tidak bisa ditanggung de-ngan sabar. ﴾ قَالَ ﴿ "Dia menjawab," yakni malaikat penjaga neraka, ketika mereka memintanya untuk berdoa kepada Allah سبحانه وتعالى untuk mereka agar mereka dimatikan saja, ﴾ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ ﴿ "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)." Artinya, tetap berada di dalamnya dan tidak akan keluar selamanya dan mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, tapi Malaikat penjaga neraka menjawab dengan membalikkan keinginan mereka. Malaikat semakin membuat me-reka berduka.

(78) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mencela mereka atas perbuatan yang mereka lakukan seraya berfirman, ﴾ لَقَدۡ جِئۡنَٰكُم بِٱلۡحَقِّ ﴿ "Sesungguh-nya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu," yang wajib kalian ikuti. Andai kalian mengikutinya, pasti kalian berun-tung dan berbahagia, ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَكُمۡ لِلۡحَقِّ كَٰرِهُونَ ﴿ "tetapi kebanyakan di antara kamu benci kepada kebenaran itu," karena itu kalian amat sengsara, yang tidak ada lagi kebahagiaan setelahnya. 9

43:79–80Page 495

أَمۡ أَبۡرَمُوٓاْ أَمۡرٗا فَإِنَّا مُبۡرِمُونَ ٧٩

Or have they devised [some] affair?1 But indeed, We are devising [a plan].

أَمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّا لَا نَسۡمَعُ سِرَّهُمۡ وَنَجۡوَىٰهُمۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيۡهِمۡ يَكۡتُبُونَ ٨٠

Or do they think that We hear not their secrets and their private conversations? Yes, [We do], and Our messengers [i.e., angels] are with them recording.

"Bahkan mereka telah menetapkan satu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami akan membalas tipu daya mereka. Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka." (Az-Zukhruf: 79-80).

(79) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَمۡ أَبۡرَمُوٓاْ ﴿ "Bahkan mereka telah mene-tapkan," maksudnya, orang-orang yang mendustakan kebenaran dan menentangnya menetapkan, ﴾ أَمۡرٗا ﴿ "satu tipu daya (jahat)," yaitu mereka merencanakan makar jahat terhadap kebenaran dan orang yang membawanya, agar mereka bisa menangkalnya dengan kebatilan yang dihiasi. ﴾ فَإِنَّا مُبۡرِمُونَ ﴿ "Maka sesungguhnya Kami akan membalas tipu daya mereka," artinya, menetapkan suatu urusan dan merencanakan sesuatu yang mengalahkan rencana mereka serta membatalkannya. Itulah sebab-sebab dan dalil-dalil yang ditetap-kan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk membatalkan kebatilan, sebagaimana yang difirmankanNya, ﴾ بَلۡ نَقۡذِفُ بِٱلۡحَقِّ عَلَى ٱلۡبَٰطِلِ فَيَدۡمَغُهُۥ ﴿ "Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap." (Al-Anbiya`: 18).

(80) ﴾ أَمۡ يَحۡسَبُونَ ﴿ "Apakah mereka mengira," dengan kebodohan dan kezhaliman mereka, ﴾ أَنَّا لَا نَسۡمَعُ سِرَّهُمۡ ﴿ "bahwa Kami tidak mendengar rahasia," yang tidak mereka katakan, lebih dari itu adalah rahasia di dalam hati, ﴾ وَنَجۡوَىٰهُمۚ ﴿ "dan bisikan-bisikan mereka," pembicaraan lirih yang mereka bisikkan? Karena itulah mereka melakukan kemaksiatan dan mereka mengira tidak ada yang mengintai dan tidak ada yang akan membalas atas rahasia mereka. Allah سبحانه وتعالى me-nanggapi mereka dengan berfirman, ﴾ بَلَىٰ ﴿ "Sebenarnya (Kami men-dengar)," yaitu, Kami mengetahui rahasia dan bisikan mereka, ﴾ وَرُسُلُنَا ﴿ "dan utusan-utusan Kami," yaitu para malaikat mulia, yang ﴾ لَدَيۡهِمۡ يَكۡتُبُونَ ﴿ "selalu mencatat di sisi mereka"; semua yang mereka lakukan akan dicatat hingga mereka datang di Hari Kiamat, mereka mendapatkan amalan mereka hadir, dan Rabbmu tidak menzhalimi seorang pun.

43:81–83Page 495

قُلۡ إِن كَانَ لِلرَّحۡمَٰنِ وَلَدٞ فَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡعَٰبِدِينَ ٨١

Say, [O Muḥammad], "If the Most Merciful had a son, then I would be the first of [his] worshippers."1

سُبۡحَٰنَ رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبِّ ٱلۡعَرۡشِ عَمَّا يَصِفُونَ ٨٢

Exalted is the Lord of the heavens and the earth, Lord of the Throne, above what they describe.

فَذَرۡهُمۡ يَخُوضُواْ وَيَلۡعَبُواْ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ ٨٣

So leave them to converse vainly and amuse themselves until they meet their Day which they are promised.

"Katakanlah, 'Jika benar (Rabb) Yang Maha Pemurah mem-punyai anak laki-laki, maka akulah (Muhammad) orang pertama yang menyembah (anak itu). Mahasuci Rabb Yang mempunyai langit dan bumi, Rabb Yang mempunyai Arasy, dari apa yang mereka sifatkan itu.' Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka." (Az-Zukhruf: 81-83).

(81) Maksudnya, katakanlah wahai Rasul yang mulia ke-pada orang-orang yang menganggap Allah سبحانه وتعالى mempunyai anak, padahal Dia adalah Masa Esa dan Tunggal, hanya Dia tempat ber-gantung segala sesuatu yang tidak memiliki pendamping dan tidak juga anak, Dia tidak memiliki sekutu satu pun, ﴾ قُلۡ إِن كَانَ لِلرَّحۡمَٰنِ وَلَدٞ فَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡعَٰبِدِينَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika benar (Rabb) Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang pertama yang menyembah'," yakni anak itu, karena anak adalah bagian dari ayahnya. Aku adalah makhluk yang paling berhak tunduk pada perintah-perintah yang dicintai Allah سبحانه وتعالى tapi aku adalah orang pertama yang memungkiri hal itu dan paling menafikannya. Dengan demikian, kebatilan anggapan mereka diketahui. Ini adalah hujjah yang agung bagi orang yang mengetahui kondisi para Rasul, dan bahwasanya bila diketahui bahwa Muhammad a adalah makhluk paling sempurna, maka dialah orang pertama yang terlebih dahulu mengetahui ke-baikan dan menyempurnakannya, dan dialah orang pertama yang terlebih dahulu mengetahui keburukan dan meninggalkan serta mengingkarinya, serta jauh darinya. Andai Allah سبحانه وتعالى memiliki anak, pasti Muhammad bin Abdullah, rasul terbaik, adalah rasul pertama yang menyembahnya dan tidak didahului oleh orang-orang musyrik. Kemungkinan makna lain ayat ini: Andaikan Allah سبحانه وتعالى memi-liki anak, aku adalah orang pertama yang menyembahnya untuk Allah سبحانه وتعالى. Termasuk ibadahku kepada Allah سبحانه وتعالى adalah menetapkan apa pun yang telah ditetapkanNya dan menafikan apa pun yang dinafikanNya. Inilah ibadah yang bersifat ucapan dan I'tiqadiyah (keyakinan)(yang merupakan ibadah lisan dan hati). Sebagai ke-harusan atas hal ini, bila memang anggapan orang-orang musyrik benar, tentu aku adalah orang pertama yang menetapkannya. Dengan demikian diketahui kebatilan klaim orang-orang musyrik itu serta rusaknya secara logika dan naqli.

(82) ﴾ سُبۡحَٰنَ رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبِّ ٱلۡعَرۡشِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿ "Mahasuci Rabb Yang mempunyai langit dan bumi, Rabb Yang mempunyai Arasy, dari apa yang mereka sifatkan itu," dari sekutu, penolong, pembantu, anak, dan lainnya yang dinisbatkan oleh orang-orang musyrik.

(83) ﴾ فَذَرۡهُمۡ يَخُوضُواْ وَيَلۡعَبُواْ ﴿ "Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main," yakni tenggelam dalam keba-tilan dan bermain-main dengan kemustahilan. Ilmu mereka mem-bahayakan dan tidak berguna, karena mereka menyelami dan me-neliti berbagai ilmu yang digunakan untuk menentang kebenaran yang dibawa oleh para rasul. Semua tindakan mereka adalah permainan dan kebodohan yang tidak bisa menyucikan jiwa dan membuahkan pengetahuan. Oleh sebab itulah Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka dengan sesuatu di hadapan mereka pada Hari Kiamat se-raya berfirman, ﴾ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ ﴿ "Sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka," mereka akan mengetahui apa yang mereka dapatkan berupa kesengsaraan abadi dan siksa yang terus menerus.

43:84–89Page 495

وَهُوَ ٱلَّذِي فِي ٱلسَّمَآءِ إِلَٰهٞ وَفِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَٰهٞۚ وَهُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡعَلِيمُ ٨٤

And it is He [i.e., Allāh] who is [the only] deity in the heaven, and on the earth [the only] deity. And He is the Wise, the Knowing.

وَتَبَارَكَ ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٨٥

And blessed is He to whom belongs the dominion of the heavens and the earth and whatever is between them and with whom is knowledge of the Hour and to whom you will be returned.

وَلَا يَمۡلِكُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلشَّفَٰعَةَ إِلَّا مَن شَهِدَ بِٱلۡحَقِّ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ ٨٦

And those they invoke1 besides Him do not possess [power of] intercession; but only those who testify to the truth [can benefit], and they know.2

وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَهُمۡ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۖ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ٨٧

And if you asked them1 who created them, they would surely say, "Allāh." So how are they deluded?

وَقِيلِهِۦ يَٰرَبِّ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ قَوۡمٞ لَّا يُؤۡمِنُونَ ٨٨

And [Allāh acknowledges] his saying,1 "O my Lord, indeed these are a people who do not believe."

فَٱصۡفَحۡ عَنۡهُمۡ وَقُلۡ سَلَٰمٞۚ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ٨٩

So turn aside from them and say, "Peace."1 But they are going to know.

"Dan Dia-lah sesembahan di langit dan sesembahan di bumi dan Dia-lah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Mahasuci (Rabb) Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisiNya-lah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembali-kan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang bersyahadat (bersaksi) yang haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya). Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, 'Siapakah yang menciptakan mereka,' niscaya mereka menjawab, 'Allah,' maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah), dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, 'Ya Rabbku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman.' Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah, 'Salam (selamat tinggal).' Kelak me-reka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)." (Az-Zukhruf: 84-89).

(84) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa hanya Dia semata yang berhak dipertuhankan dan disembah di langit dan di bumi. Semua penghuni langit dan orang-orang beriman yang ada di bumi me-nyembah dan mengagungkanNya serta tunduk pada keagungan-Nya. Mereka memerlukanNya karena kesempurnaanNya, ﴾ تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبۡعُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهِنَّۚ وَإِن مِّن شَيۡءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمۡدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفۡقَهُونَ تَسۡبِيحَهُمۡۚ ﴿ "Bertasbih untukNya tujuh langit dan bumi serta apa pun yang ada padanya dan tidaklah segala sesuatu melainkan bertasbih dengan memujiNya." (Al-Isra`: 44). ﴾ وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا ﴿ "Dan kepada Allah sujud semua yang ada di langit dan di bumi secara suka rela dan terpaksa." (Ar-Ra'd: 15). Hanya Dia-lah Yang dipertuhankan dan disembah; yang di-sembah oleh seluruh makhluk secara suka rela dan terpaksa. Dan ini sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى,, ﴾ وَهُوَ ٱللَّهُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَفِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan Dia-lah Allah di langit dan di bumi." (Al-An'am: 3). Yakni, predikatnya sebagai yang disembah dan dicintai ada pada keduanya. Sedangkan Dia berada di atas ArasyNya, berbeda dengan makhlukNya, sendiri dengan keluhuran, terpuji dengan kesempurnaanNya. ﴾ وَهُوَ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana," Yang Mahabijak-sana terhadap apa yang diciptakan dan Yang Maha Menyempur-nakan apa yang disyariatkan. Allah سبحانه وتعالى tidak menciptakan sesuatu pun melainkan karena suatu kebijaksanaan dan tidak mensyariat-kan sesuatu melainkan untuk suatu hikmah. ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Lagi Maha Mengetahui" segala sesuatu, Mengetahui yang rahasia dan tersem-bunyi, tidak ada sebesar biji atom pun yang luput dariNya, baik yang ada di alam atas maupun alam bawah, tidak pula yang lebih kecil atau lebih besar dari biji atom.

(85) ﴾ وَتَبَارَكَ ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Dan Mahasuci (Rabb) Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya." ﴾ وَتَبَارَكَ ﴿ "Mahasuci," yaitu Mahatinggi dan Agung, ba-nyak kebaikanNya, luas sifat-sifatNya, agung kerajaanNya, luas ilmuNya, Maha Mengetahui segala sesuatu, hingga Dia sendiri yang mengetahui keghaiban yang tidak satu pun dari makhlukNya tahu; tidak nabi yang diutus dan tidak pula malaikat yang dekat dengan Allah. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ ﴿ "Dan di sisiNya-lah pengetahuan tentang Hari Kiamat." Zharf (kata kete-rangan tempat dan waktu) didahulukan untuk menunjukkan pem-batasan. Yaitu, hanya Dia yang mengetahui kapan tibanya Hari Kiamat. Di antara kesempurnaan kerajaanNya adalah Dia me-nguasai kerajaan dunia dan akhirat. Karena itu Dia berfirman, ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan," yaitu di akhirat, Allah سبحانه وتعالى akan menghukumi secara adil di antara kalian.

(86) Di antara kesempurnaan kekuasaanNya adalah, tidak ada satu pun dari makhlukNya yang berkuasa atas sesuatu pun, tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafa'at tanpa izinNya, ﴾ وَلَا يَمۡلِكُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلشَّفَٰعَةَ ﴿ "dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at," dengan kata lain, semua yang disembah selain Allah سبحانه وتعالى dari para nabi, malaikat, dan lainnya, tidak berkuasa atas syafa'at dan tidak bisa memberikan-nya tanpa izin dari Allah سبحانه وتعالى dan mereka pun tidak bisa memberi syafa'at kecuali bagi orang yang diridhai Allah سبحانه وتعالى. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِلَّا مَن شَهِدَ بِٱلۡحَقِّ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang bersyahadat (bersaksi) dengan yang haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya)," yakni, mengucapkan dengan lisan, mengakui dengan hati dan mengetahui apa yang dipersaksi-kan tersebut. Disyaratkan persaksiannya harus benar, yaitu bersaksi untuk Allah سبحانه وتعالى dengan keesaan, bersaksi untuk para rasul dengan kenabian dan risalah dan membenarkan apa yang mereka bawa berupa asas dan cabang Agama, hakikat dan syariat Agama. Me-reka itulah orang-orang yang akan bisa mendapatkan faidah dari syafa'at orang-orang yang memberi syafa'at dan mereka adalah orang-orang yang selamat dari siksa Allah سبحانه وتعالى serta beruntung men-dapatkan pahalaNya.

(87) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَهُمۡ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۖ ﴿ "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, 'Siapakah yang men-ciptakan mereka?' Niscaya mereka menjawab, 'Allah'." Maksudnya, jika kau bertanya pada orang-orang musyrik tentang tauhid rubu-biyah dan siapakah Pencipta itu, pasti mereka mengakui bahwa Dia-lah Allah سبحانه وتعالى, yang tidak ada sekutu bagiNya, ﴾ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ﴿ "Maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?" Artinya, bagaimanakah mereka bisa dipalingkan dari menyembah Allah سبحانه وتعالى dan ikhlas semata karenaNya? Pengakuan mereka akan tauhid rububiyah mengharuskan mereka bertauhid uluhiyah yang merupakan dalil terbesar atas batilnya kesyirikan.

(88) ﴾ وَقِيلِهِۦ يَٰرَبِّ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ قَوۡمٞ لَّا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, 'Ya Rabbku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman'." Kalimat ini ma'thuf kepada Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ ﴿ "Dan di sisiNya pengetahuan Hari Kiamat," yaitu, dan di sisiNya-lah pengetahuan tentang apa yang Muhammad a ucapkan seraya mengeluh pada Rabbnya akan kedustaan kaumya karena merasa sedih atas hal itu serta menyesali ketidakberimanan mereka. Allah سبحانه وتعالى mengetahui kondisi ini dan Mahakuasa untuk menyegerakan siksaan untuk mereka, tapi Allah سبحانه وتعالى Mahasabar yang menangguhkan para hamba, karena Allah سبحانه وتعالى mengetahui bahwa mereka akan bertaubat dan kembali (kepadaNya).

(89) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱصۡفَحۡ عَنۡهُمۡ وَقُلۡ سَلَٰمٞۚ ﴿ "Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah, 'Salam (sela-mat tinggal)'," yakni, berpalinglah dari gangguan mereka, baik gang-guan lisan maupun tindakan, serta maafkan mereka, jangan kau sahuti mereka kecuali dengan ucapan salam yang biasa diucapkan oleh orang-orang berakal dan memiliki mata hati untuk orang-orang bodoh, sebagaimana yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى tentang hamba-hambaNya yang shalih, ﴾ وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ ﴿ "Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka," yakni, sesuai dengan ucapan kebodohan mereka, ﴾ قَالُواْ سَلَٰمٗا ﴿ "mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan." Rasulullah a melaksanakan perintah Rabbnya dan menghadapi gangguan dari kaumnya dan orang lain dengan memaafkan dan berpaling. Dia hanya menghadapinya dengan kebaikan dan tutur kata yang baik. Semoga kesejahteraan serta keselamatan Allah سبحانه وتعالى senantiasa terlimpah pada orang yang dikhususkan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan akhlak yang agung, dengan akhlak itu Rasulullah a menjadi makhluk utama penghuni langit dan bumi. Dengan akhlak itu beliau terangkat tinggi melebihi bintang. Dan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Kelak mereka akan me-ngetahui (nasib mereka yang buruk)," yakni akibat dosa dan kejahatan mereka.

Selesai Tafsir Surat az-Zukhruf. Segala puji dan karunia hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском