As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
الجاثية
Al-Jathiyah
The Crouching · Meccan · 37 ayahs
45:1–11Page 499
حمٓ ١
Ḥā, Meem.1
تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ ٢
The revelation of the Book is from Allāh, the Exalted in Might, the Wise.
إِنَّ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٣
Indeed, within the heavens and earth are signs for the believers.
وَفِي خَلۡقِكُمۡ وَمَا يَبُثُّ مِن دَآبَّةٍ ءَايَٰتٞ لِّقَوۡمٖ يُوقِنُونَ ٤
And in the creation of yourselves and what He disperses of moving creatures are signs for people who are certain [in faith].
وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن رِّزۡقٖ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا وَتَصۡرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ ءَايَٰتٞ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ٥
And [in] the alternation of night and day and [in] what Allāh sends down from the sky of provision [i.e., rain] and gives life thereby to the earth after its lifelessness and [in His] directing of the winds are signs for a people who reason.
تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱللَّهِ نَتۡلُوهَا عَلَيۡكَ بِٱلۡحَقِّۖ فَبِأَيِّ حَدِيثِۭ بَعۡدَ ٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ يُؤۡمِنُونَ ٦
These are the verses of Allāh which We recite to you in truth. Then in what statement after Allāh and His verses will they believe?
وَيۡلٞ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ ٧
Woe to every sinful liar
يَسۡمَعُ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسۡتَكۡبِرٗا كَأَن لَّمۡ يَسۡمَعۡهَاۖ فَبَشِّرۡهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ٨
Who hears the verses of Allāh recited to him, then persists arrogantly as if he had not heard them. So give him tidings of a painful punishment.
وَإِذَا عَلِمَ مِنۡ ءَايَٰتِنَا شَيۡـًٔا ٱتَّخَذَهَا هُزُوًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ ٩
And when he knows anything of Our verses, he takes them in ridicule. Those will have a humiliating punishment.
مِّن وَرَآئِهِمۡ جَهَنَّمُۖ وَلَا يُغۡنِي عَنۡهُم مَّا كَسَبُواْ شَيۡـٔٗا وَلَا مَا ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٌ ١٠
Before them1 is Hell, and what they had earned will not avail them at all nor what they had taken besides Allāh as allies. And they will have a great punishment.
هَٰذَا هُدٗىۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ لَهُمۡ عَذَابٞ مِّن رِّجۡزٍ أَلِيمٌ ١١
This [Qur’ān] is guidance. And those who have disbelieved in the verses of their Lord will have a painful punishment of foul nature.
"Ha Mim. Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana. Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini, dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya, dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya, maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keteranganNya? Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, dia mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepadanya kemudian dia tetap me-nyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka berilah kabar gembira dia dengan azab yang pedih. Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan. Di hadapan mereka Neraka Jahanam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula berguna apa yang mereka jadi-kan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah. Dan bagi mereka azab yang besar. Ini (al-Qur`an) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Rabbnya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih." (Al-Jatsiyah: 1-11).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
(1-2) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan suatu kabar yang mengandung perintah untuk mengagungkan dan memperhatikan al-Qur`an. Al-Qur`an, ﴾ تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ﴿ "diturunkan dari Allah," Yang diibadahi dan disembah karena memiliki sifat-sifat sempurna serta hanya Dia sendiri yang memiliki berbagai nikmat, yang bagiNya-lah ke-perkasaan serta hikmah (kebijaksanaan) yang sempurna.
(3-5) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengukuhkan hal itu dengan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di alam semesta (al-Ayat al-Ufuqiyyah) dan yang ada di dalam diri manusia (al-Ayat an-Naf-siyyah), berupa penciptaan langit dan bumi serta binatang melata yang menyebar pada keduanya serta berbagai manfaat yang di-simpan oleh Allah سبحانه وتعالى di langit dan di bumi. Demikian juga air yang diturunkan oleh Allah سبحانه وتعالى, dengan air itulah Allah سبحانه وتعالى menghidupkan bumi dan manusia. Semua itu merupakan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى serta bukti-bukti jelas yang menunjukkan kebenaran al-Qur`an yang agung ini serta kebenaran berbagai hikmah dan hukum yang terkandung di dalamnya. Juga sebagai bukti atas kesempur-naan Allah سبحانه وتعالى dan kekuasaan untuk membangkitkan.
(6-10) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى membagi manusia menjadi dua golongan dalam kaitannya apakah mereka mau memanfaatkan tanda-tanda kebesaranNya ataukah tidak: Golongan pertama adalah mereka yang mau menjadikan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى sebagai petunjuk, direnungkan dan dimanfaat-kan sehingga derajat mereka menjadi tinggi. Mereka adalah orang-orang yang beriman secara sempurna kepada Allah سبحانه وتعالى, malaikat-malaikat, kitab-kitab, para rasul, dan Hari Akhir. Keimanan mereka ini mencapai tingkatan yakin, sehingga akal mereka menjadi bersih dan pengetahuan, akal sehat, serta ilmu mereka pun bertambah. Golongan kedua adalah mereka yang mau mendengar ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى yang dengan pendengaran itu hujjah telah ditegakkan kepada mereka, namun kemudian mereka berpaling dan merasa tinggi hati, seolah-olah mereka tidak mendengarnya, sebab ayat-ayat tersebut tidak bisa membersihkan hati mereka, bahkan karena kesombongan mereka terhadap ayat-ayat itu mereka semakin me-lampaui batas. Apabila mereka mengetahui sesuatu dari ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى, mereka menjadikannya sebagai bahan olok-olokan, se-hingga Allah سبحانه وتعالى pun menjanjikan kecelakaan bagi mereka melalui FirmanNya, ﴾ وَيۡلٞ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa," yakni, berdusta dalam perkataannya dan berdosa dalam perbuatannya. Dan Allah سبحانه وتعالى memberitahukan mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. Dan sesungguhnya ﴾ مِّن وَرَآئِهِمۡ جَهَنَّمُۖ ﴿ "di hadapan mereka Neraka Jahanam," sebagai balasan mereka dan ﴾ وَلَا يُغۡنِي عَنۡهُم مَّا كَسَبُواْ ﴿ "tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerja-kan," yang mereka raih dari harta-harta mereka, ﴾ وَلَا مَا ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَۖ ﴿ "dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sem-bahan (mereka) dari selain Allah," mereka pun meminta pertolongan kepada sesembahan-sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى, namun sesembah-an-sesembahan itu ternyata menghinakan mereka pada saat-saat diperlukan andai bisa mendatangkan manfaat.
(11) Tatkala Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya, baik yang dibaca maupun yang dilihat, dan ketika Allah سبحانه وتعالى membagi manusia menjadi dua golongan, Allah سبحانه وتعالى memberitahu-kan bahwa al-Qur`an yang mencakup berbagai tuntutan luhur itu adalah sebagai petunjuk. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ هَٰذَا هُدٗىۖ ﴿ "Ini (al-Qur`an) adalah petunjuk." Ini adalah sifat umum untuk keseluruhan al-Qur`an, karena al-Qur`an memberikan petunjuk untuk mengetahui Allah سبحانه وتعالى dengan sifat-sifatNya yang suci dan perbuatan-perbuatanNya yang terpuji. Al-Qur`an juga memberikan petunjuk untuk menge-nal para rasul, wali dan musuh-musuh Allah سبحانه وتعالى serta menjelaskan sifat-sifat mereka. Memberikan petunjuk untuk berbuat amal shalih serta menyerukan kepada amal tersebut. Al-Qur`an juga menjelaskan berbagai perbuatan tidak baik serta melarangnya, menjelaskan berbagai macam balasan atas ber-bagai perbuatan. Menjelaskan balasan-balasan baik di dunia mau-pun di akhirat. Orang-orang yang mendapatkan hidayah adalah mereka yang menjadikan al-Qur`an sebagai petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang berbahagia. ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Rabbnya," kufur terhadap ayat-ayat yang jelas lagi tegas yang hanya diingkari oleh mereka yang benar-benar tersesat dan sangat melampaui batas, ﴾ لَهُمۡ عَذَابٞ مِّن رِّجۡزٍ أَلِيمٌ ﴿ "bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih."
45:12–13Page 499
۞ ٱللَّهُ ٱلَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡبَحۡرَ لِتَجۡرِيَ ٱلۡفُلۡكُ فِيهِ بِأَمۡرِهِۦ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ١٢
It is Allāh who subjected to you the sea so that ships may sail upon it by His command and that you may seek of His bounty; and perhaps you will be grateful.
وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مِّنۡهُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ١٣
And He has subjected to you whatever is in the heavens and whatever is on the earth - all from Him. Indeed in that are signs for a people who give thought.
"Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizinNya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karuniaNya dan mudah-mudahan kamu bersyukur. Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (seba-gai rahmat) dariNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir." (Al-Jatsiyah: 12-13).
(12) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan karunia dan kebaikanNya pada para hamba melalui ditundukkannya samudera agar bisa dilalui oleh perahu dan kapal atas perintah dan izinNya. ﴾ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ ﴿ "Supaya kamu dapat mencari sebagian karuniaNya," dengan berbagai macam perdagangan dan pekerjaan, ﴾ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴿ "dan mudah-mu-dahan kamu bersyukur" kepada Allah سبحانه وتعالى, karena apabila kalian mau bersyukur, niscaya akan diberi tambahan nikmat oleh Allah سبحانه وتعالى serta memberikan pahala besar atas rasa syukur kalian.
﴾ وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ﴿ "Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya." Artinya, dari karunia dan kebaikanNya. Karunia dan kebaikan tersebut mencakup semua yang ada di langit dan di bumi, berupa matahari, bulan, bintang, meteor dan lainnya yang terdapat di langit serta berbagai macam binatang, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan serta berbagai macam barang tambang dan lain sebagainya yang diper-siapkan untuk kepentingan dan kebutuhan pokok manusia. Semua karunia dan kebaikan tersebut mengharuskan manusia untuk men-curahkan semua daya upayanya untuk mensyukuri nikmat Allah سبحانه وتعالى serta menggerakkan pikiran dalam merenungkan tanda-tanda kebesaran dan berbagai hikmah yang diciptakan Allah سبحانه وتعالى. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir." Secara garis besar, penciptaan semua yang tersebut di atas serta pengaturannya menunjukkan atas ter-laksananya kehendak dan sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى. Kesetaraan, kerapian, indahnya ciptaan dan bentuk yang terdapat dalam penciptaan langit dan bumi adalah sebagai petunjuk atas kesempurnaan hikmah dan ilmu Allah سبحانه وتعالى. Keluasan, keagungan serta banyaknya makhluk ciptaan Allah سبحانه وتعالى menunjukkan atas sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى. Berbagai manfaat serta kepentingan, baik yang bersifat ukhrawi maupun duniawi yang terdapat dalam penciptaan langit dan bumi menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى berbuat apa pun yang Dia kehendaki. Dan semua itu menunjukkan bahwa hanya Allah سبحانه وتعالى semata yang Mahatinggi dan berhak disembah, di mana semua ibadah, ketundukan dan kecintaan hanya patut untukNya. Semua berita yang dibawa oleh para rasul adalah benar. Semua hal tersebut ada-lah dalil aqli yang jelas dan tidak meragukan.
45:14–15Page 500
قُل لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَغۡفِرُواْ لِلَّذِينَ لَا يَرۡجُونَ أَيَّامَ ٱللَّهِ لِيَجۡزِيَ قَوۡمَۢا بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ١٤
Say, [O Muḥammad], to those who have believed that they [should] forgive those who expect not the days of Allāh [i.e., of His retribution] so that He may recompense a people1 for what they used to earn.
مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا فَلِنَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡهَاۖ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُونَ ١٥
Whoever does a good deed - it is for himself; and whoever does evil - it is against it [i.e., the self or soul]. Then to your Lord you will be returned.
"Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah, karena Dia akan membalas suatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Rabbmulah kamu dikembalikan." (Al-Jatsiyah: 14-15).
(14-15) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang beriman supaya berbuat baik serta bersabar atas gangguan orang-orang musyrik yang ﴾ لَا يَرۡجُونَ أَيَّامَ ٱللَّهِ ﴿ "tiada takut akan hari-hari Allah," yakni, mereka yang tidak mengharapkan pahala Allah سبحانه وتعالى serta tidak takut atas siksaanNya yang ditimpakan kepada orang-orang durhaka, karena Allah سبحانه وتعالى akan membalas masing-masing kaum ﴾ بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ﴿ "terhadap apa yang telah mereka kerjakan." Kalian wahai orang-orang yang beriman, akan mendapatkan pahala besar atas keimanan dan kesabaran kalian. Sedangkan mereka orang-orang musyrik jika tetap saja berdusta, maka mereka akan tertimpa azab yang pedih dan menghinakan yang tidak akan menimpa kalian. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا فَلِنَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡهَاۖ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Rabbmulah kamu dikembalikan." Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman,
45:16–17Page 500
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحُكۡمَ وَٱلنُّبُوَّةَ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٦
And We did certainly give the Children of Israel the Scripture and judgement1 and prophethood, and We provided them with good things and preferred them over the worlds.
وَءَاتَيۡنَٰهُم بَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡرِۖ فَمَا ٱخۡتَلَفُوٓاْ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِي بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ١٧
And We gave them clear proofs of the matter [of religion]. And they did not differ except after knowledge had come to them - out of jealous animosity between themselves. Indeed, your Lord will judge between them on the Day of Resurrection concerning that over which they used to differ.
"Dan sungguh telah Kami berikan kepada Bani Israil al-Kitab (Taurat), kekuasaan, dan kenabian, dan Kami berikan kepada mereka rizki-rizki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa. Dan Kami berikan kepada mereka kete-rangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada me-reka pengetahuan karena kedengkian (yang ada) di antara me-reka. Sesungguhnya Rabbmu akan memutuskan antara mereka pada Hari Kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya." (Al-Jatsiyah: 16-17).
(16) Maksudnya, Kami (Allah سبحانه وتعالى) telah memberikan berba-gai nikmat kepada Bani Israil yang belum pernah diperoleh kaum lain dan Kami telah memberikan mereka ﴾ ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "al-Kitab" yaitu Taurat dan Injil serta Kami berikan kekuasaan dan kenabian, yang dengan berbagai nikmat itulah mereka menjadi kaum yang istime-wa. Kenabian yang terdapat dalam keturunan Ibrahim عليه السلام keba-nyakan berasal dari kaum Bani Israil. ﴾ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ﴿ "Dan Kami berikan kepada mereka rizki-rizki yang baik," berupa makanan, minuman, pakaian, dan diturunkannya al-Manna wa as-Salwa kepada mereka, ﴾ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa," atas semua manusia dengan berbagai nikmat itu. Namun keumuman teks tersebut tidak men-cakup umat Islam, karena umat Islam adalah umat terbaik yang dikeluarkan di tengah-tengah manusia. Tekstual ayat menunjuk-kan bahwa yang dimaksudkan bukan umat Islam, karena Allah سبحانه وتعالى dalam ayat ini mengisahkan berbagai nikmat yang diberikan kepada Bani Israil serta keistimewaan yang diberikan yang membedakan mereka dengan yang lain. Dari sisi lain, berbagai karunia yang membuat Bani Israil unggul seperti karunia kitab, kekuasaan, kenabian serta lainnya juga dimiliki oleh umat Islam, bahkan umat Islam memiliki ber-bagai karunia lain yang lebih banyak. Syariat Bani Israil hanyalah sebagian kecil dari syariat Islam, sebab kitab al-Qur`an mencakup seluruh kitab-kitab sebelumnya dan Nabi Muhammad a adalah rasul yang membenarkan semua rasul yang diutus sebelumnya.
﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُم ﴿ "Dan Kami berikan kepada mereka," yakni, Kami mem-berikan untuk Bani Israil ﴾ بَيِّنَٰتٖ ﴿ "keterangan-keterangan yang nyata," yakni berbagai bukti yang membedakan antara kebenaran dan ke-batilan, ﴾ مِّنَ ٱلۡأَمۡرِۖ ﴿ "tentang urusan (agama)," yang disampaikan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada mereka. Tanda-tanda kebesaran itulah mukjizat yang disaksikan oleh Bani Israil melalui tangan Nabi Musa عليه السلام. Semua nikmat yang diberikan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk Bani Israil ter-sebut mengharuskan mereka supaya menggunakannya sebaik mungkin dan supaya mereka bersatu di atas kebenaran yang telah dijelaskan oleh Allah سبحانه وتعالى. Namun ternyata tidak demikian halnya. Justru sebaliknya, di mana mereka menyikapinya dengan lawan dari yang seharusnya. Mereka terpecah-pecah justru pada prinsip di mana mereka diperintahkan untuk bersatu padanya, ﴾ فَمَا ٱخۡتَلَفُوٓاْ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ ﴿ "maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah da-tang kepada mereka pengetahuan," yakni, yang mengharuskan tidak adanya perpecahan, dan yang membuat mereka berpecah hanya karena dengki di antara mereka serta kezhaliman. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِي بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu akan memutuskan antara mereka pada Hari Kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya." Allah سبحانه وتعالى akan membedakan orang-orang yang benar dan orang-orang yang salah, berikut yang me-nyebabkan mereka bercerai-berai menyelisihi kebenaran, hawa nafsu atau lainnya.
45:18–19Page 500
ثُمَّ جَعَلۡنَٰكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡرِ فَٱتَّبِعۡهَا وَلَا تَتَّبِعۡ أَهۡوَآءَ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ ١٨
Then We put you, [O Muḥammad], on an ordained way concerning the matter [of religion]; so follow it and do not follow the inclinations of those who do not know.
إِنَّهُمۡ لَن يُغۡنُواْ عَنكَ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـٔٗاۚ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۖ وَٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلۡمُتَّقِينَ ١٩
Indeed, they will never avail you against Allāh at all. And indeed, the wrongdoers are allies of one another; but Allāh is the protector of the righteous.
"Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu sya-riat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa." (Al-Jatsiyah: 18-19).
(18) Maksudnya, kemudian Kami menetapkan syariat yang sempurna untukmu yang menyerukan pada semua kebaikan dan mencegah perbuatan buruk dari syariat yang Kami perintahkan, ﴾ فَٱتَّبِعۡهَا ﴿ "maka ikutilah syariat itu," karena mengikuti syariat akan dapat membawa kebahagiaan abadi, kebaikan, dan kemenangan. ﴾ وَلَا تَتَّبِعۡ أَهۡوَآءَ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui," yaitu orang-orang yang keinginannya tidak mengikuti ilmu dan tidak berjalan di belakang ilmu. Mereka adalah semua orang yang keinginannya hanya untuk menentang syariat Rasulullah a. Itulah di antara keinginan dan hawa nafsu orang-orang yang tidak berilmu.
(19) ﴾ إِنَّهُمۡ لَن يُغۡنُواْ عَنكَ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـٔٗاۚ ﴿ "Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah." Artinya, mereka tidak berguna untukmu di hadapan Allah سبحانه وتعالى se-hingga mereka tidak dapat memberikan kebaikan untukmu dan mencegah keburukan darimu jika engkau mengikuti keinginan-keinginan mereka. Engkau dan mereka amat berbeda dan sebagian dari mereka adalah penolong atas sebagian yang lain. ﴾ وَٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa," Yang akan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya karena ke-takwaan dan ketaatan mereka. 9
45:20Page 500
هَٰذَا بَصَٰٓئِرُ لِلنَّاسِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّقَوۡمٖ يُوقِنُونَ ٢٠
This [Qur’ān] is enlightenment for mankind and guidance and mercy for a people who are certain [in faith].
"Al-Qur`an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini." (Al-Jatsiyah: 20).
(20) Artinya, al-Qur`an dan peringatan yang bijak ﴾ هَٰذَا ﴿ "ini," adalah ﴾ بَصَٰٓئِرُ لِلنَّاسِ ﴿ "pedoman bagi manusia." Artinya, dengan al-Qur`an tersebut manusia mendapatkan petunjuk untuk berbagai hal sehingga orang-orang yang beriman akan mendapatkan man-faat, dan juga sebagai, ﴾ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّقَوۡمٖ يُوقِنُونَ ﴿ "petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini," dengan al-Qur`an ini orang-orang yang beriman akan mendapat petunjuk menuju jalan yang lurus di ber-bagai masalah-masalah pokok agama maupun cabangnya. Dengan al-Qur`an tersebut orang-orang yang beriman mendapatkan kebaik-an dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Inilah yang dimaksud-kan kasih sayang. Dengan kasih sayang tersebut jiwa mereka men-jadi bersih, akal sehat mereka bertambah dan keimanan mereka juga meningkat, sekaligus sebagai hujjah atas mereka yang menentang.
45:21Page 500
أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ ٱجۡتَرَحُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن نَّجۡعَلَهُمۡ كَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَوَآءٗ مَّحۡيَاهُمۡ وَمَمَاتُهُمۡۚ سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ ٢١
Or do those who commit evils think We will make them like those who have believed and done righteous deeds - [make them] equal in their life and their death?1 Evil is that which they judge [i.e., assume].
"Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu me-nyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu." (Al-Jatsiyah: 21).
(21) Maksudnya, apakah orang-orang yang bergelimang dalam dosa dan malas dalam menunaikan hak-hak Rabb mereka mengira, ﴾ أَن نَّجۡعَلَهُمۡ كَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih," seperti orang-orang yang menunaikan hak-hak Rabb mereka dan menjauhi larangan-laranganNya. Orang-orang yang berbuat dosa itu tetap saja mengedepankan hawa nafsu diri mereka. Dengan kata lain, apakah mereka mengira kedua golongan tersebut sama saja, baik di dunia maupun di akhirat? Teramat buruk perkiraan dan dugaan mereka dan amat buruk keputusan mereka. Hukum tersebut bertentangan dengan hukum yang dibuat oleh Hakim Yang Paling Adil dan juga berseberangan dengan akal dan fitrah sehat. Bertentangan dengan berbagai kitab yang diberitakan oleh para rasul. Hukum pasti menyebutkan; bahwa orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan akan mendapatkan perto-longan, kebahagiaan, dan pahala, baik di dunia maupun di akhirat berdasarkan kebaikan yang mereka lakukan, sedangkan orang-orang yang bergelimang dosa akan mendapatkan azab, murka, penghinaan, dan kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat.
45:22Page 500
وَخَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّ وَلِتُجۡزَىٰ كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا كَسَبَتۡ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ٢٢
And Allāh created the heavens and earth in truth and so that every soul may be recompensed for what it has earned, and they will not be wronged.
"Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan." (Al-Jatsiyah: 22).
(22) Maknanya, Allah سبحانه وتعالى menciptakan langit dan bumi ber-dasarkan hikmah dan agar hanya Allah سبحانه وتعالى semata yang disembah, yang tidak ada sekutu bagiNya. Kemudian setelah itu Allah سبحانه وتعالى mem-berikan balasan bagi orang yang diperintahkan untuk beribadah kepadaNya dan dikaruniai berbagai nikmat yang nampak dan tidak; apakah mereka mau bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى dan melak-sanakan yang diperintahkan ataukah mereka justru kufur sehingga layak mendapatkan balasan orang-orang kafir?
45:23–26Page 501
أَفَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡمٖ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ وَقَلۡبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةٗ فَمَن يَهۡدِيهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ٢٣
Have you seen he who has taken as his god his [own] desire, and Allāh has sent him astray due to knowledge1 and has set a seal upon his hearing and his heart and put over his vision a veil? So who will guide him after Allāh? Then will you not be reminded?
وَقَالُواْ مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنۡيَا نَمُوتُ وَنَحۡيَا وَمَا يُهۡلِكُنَآ إِلَّا ٱلدَّهۡرُۚ وَمَا لَهُم بِذَٰلِكَ مِنۡ عِلۡمٍۖ إِنۡ هُمۡ إِلَّا يَظُنُّونَ ٢٤
And they say, "There is not but our worldly life; we die and live,1 and nothing destroys us except time." And they have of that no knowledge; they are only assuming.
وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتٖ مَّا كَانَ حُجَّتَهُمۡ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱئۡتُواْ بِـَٔابَآئِنَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٢٥
And when Our verses are recited to them as clear evidences, their argument is only that they say, "Bring [back] our forefathers, if you should be truthful."
قُلِ ٱللَّهُ يُحۡيِيكُمۡ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يَجۡمَعُكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٢٦
Say, "Allāh causes you to live, then causes you to die; then He will assemble you for the Day of Resurrection, about which there is no doubt, but most of the people do not know."
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahannya dan Allah membiarkan-nya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas pengli-hatannya, maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Dan mereka berkata, 'Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa,' dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. Dan apa-bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan dari mereka selain dari mengatakan, 'Datangkan-lah nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang yang benar.' Katakanlah, 'Allah-lah yang menghidupkan kamu ke-mudian mematikan kamu, setelah itu akan mengumpulkan kamu pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'." (Al-Jatsiyah: 23-26).
(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَرَءَيۡتَ ﴿ "Maka pernahkah kamu me-lihat," orang tersesat, ﴾ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ ﴿ "yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahannya?" Semua yang diinginkan dilakukan tanpa peduli apakah bisa mendatangkan keridhaan Allah سبحانه وتعالى ataukah ke-murkaanNya. ﴾ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡمٖ ﴿ "Dan Allah membiarkannya sesat berda-sarkan ilmuNya," yakni, dari Allah سبحانه وتعالى dan orang tersebut tidak pantas mendapatkan hidayah dan tidak bisa dibersihkan hatinya di atas hidayah, ﴾ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ ﴿ "dan Allah telah mengunci mati pendengaran," sehingga tidak bisa mendengar hal-hal yang berguna, ﴾ وَقَلۡبِهِۦ ﴿ "dan hatinya," sehingga tidak bisa mencerna kebaikan, ﴾ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةٗ ﴿ "dan meletakkan tutupan atas penglihatannya," yang menghalanginya untuk melihat kebenaran. ﴾ فَمَن يَهۡدِيهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)." Artinya, tidak ada seorang pun yang bisa memberinya petunjuk, karena Allah سبحانه وتعالى telah menutup baginya semua pintu hidayah dan membuka pintu kesesatan untuknya. Allah سبحانه وتعالى tidak menzhaliminya, tapi dia sendirilah yang men-zhalimi dirinya dan yang melakukan berbagai hal yang mencegah rahmat Allah سبحانه وتعالى . ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran," yang berguna bagimu sehingga bisa kalian kerjakan dan pelajaran yang membahayakan kalian sehingga bisa kalian hindari.
(24) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata," yakni, mereka yang meng-ingkari hari kebangkitan, ﴾ مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنۡيَا نَمُوتُ وَنَحۡيَا وَمَا يُهۡلِكُنَآ إِلَّا ٱلدَّهۡرُۚ ﴿ "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa." Kehidupan ini tidak lain hanyalah kebiasaan rutin setiap hari dan setiap malam. Ada orang yang hidup dan ada orang yang mati dan orang yang sudah mati tidak akan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى dan amal perbuat-annya tidak akan diberi balasan. Perkataan yang mereka ucapkan ini tidak didasari ilmu, ﴾ إِنۡ هُمۡ إِلَّا يَظُنُّونَ ﴿ "mereka tidak lain hanyalah men-duga-duga saja," sehingga mereka pun mengingkari kebangkitan dan mendustakan para rasul tanpa didasari bukti dan dalil selain hanya didasarkan pada dugaan dan khayalan yang jauh dari ke-benaran.
(25) Karena itulah Allah تعالى berfirman, ﴾ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتٖ مَّا كَانَ حُجَّتَهُمۡ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱئۡتُواْ بِـَٔابَآئِنَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan dari mereka selain dari mengatakan, 'Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang yang benar'." Inilah tindakan sembrono mereka terhadap Allah سبحانه وتعالى yang mengada-adakan perkataan tersebut dan mereka mengira bahwa kebenaran para rasul itu tergantung pada nenek moyang mereka. Andaipun semua rasul mendatangi mereka dengan mem-bawa tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, tentu mereka tidak akan beriman kecuali jika para rasul itu mengikuti perkataan mereka, sedangkan perkataan mereka itu semuanya hanyalah dusta belaka, yang mereka maksudkan hanyalah menentang dakwah para rasul, bukan untuk menjelaskan kebenaran.
(26) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ قُلِ ٱللَّهُ يُحۡيِيكُمۡ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يَجۡمَعُكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manu-sia tidak mengetahui'." Andai ilmu tentang Hari Akhir sampai di hati mereka, tentu mereka akan melakukan berbagai amal shalih untuk menghadapi Hari Akhir dan tentu mereka akan bersiap-siap.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences