As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
الأحقاف
Al-Ahqaf
The Wind-Curved Sandhills · Meccan · 35 ayahs
46:1–3Page 502
حمٓ ١
Ḥā, Meem.1
تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ ٢
The revelation of the Book is from Allāh, the Exalted in Might, the Wise.
مَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَآ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَمَّآ أُنذِرُواْ مُعۡرِضُونَ ٣
We did not create the heavens and earth and what is between them except in truth and [for] a specified term. But those who disbelieve, from that of which they are warned, are turning away.
"Ha Mim. Diturunkan kitab ini dari Allah Yang Mahaperka-sa lagi Mahabijaksana. Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka." (Al-Ahqaf: 1-3).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(2) Ini adalah pujian dan pengagungan Allah سبحانه وتعالى terhadap KitabNya yang mulia. Dan hal tersebut mencakup ajaran agar manusia menjadikan cahaya kitab suci ini sebagai petunjuk, mere-nungkan ayat-ayatnya dan menguak kandungan-kandungan yang tersimpan di dalamnya.
(3) Ketika Allah سبحانه وتعالى menjelaskan penurunan KitabNya yang mencakup perintah dan larangan, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan penciptaan langit dan bumi, sehingga ayat ini merangkum antara penciptaan dan perintah. ﴾ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ ﴿ "Ingatlah, bagiNya penciptaan dan perintah." (Al-A'raf: 54). Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى juga berfirman, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ وَمِنَ ٱلۡأَرۡضِ مِثۡلَهُنَّۖ يَتَنَزَّلُ ٱلۡأَمۡرُ بَيۡنَهُنَّ ﴿ "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya." (Ath-Thalaq: 12). Dan juga Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يُنَزِّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنۡ أَمۡرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ أَنۡ أَنذِرُوٓاْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ 2 خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۚ ﴿ "Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintahNya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu, 'Peringatkanlah olehmu sekalian bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepadaKu.' Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq." (An-Nahl: 2-3). Allah-lah yang menciptakan manusia yang dibebani menja-lankan syariat, Dia juga menciptakan tempat tinggal mereka dan menundukkan yang ada di langit dan di bumi untuk kepentingan manusia. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mengirimkan para rasul untuk me-reka, kitab pun diturunkan untuk mereka, mereka diberi perintah dan larangan. Mereka juga diberitahu bahwa dunia ini adalah tem-pat bekerja dan sebagai tempat berlalunya para pekerja. Balasan semua amal perbuatan yang mereka perbuat di dalam kehidupan dunia ini akan mereka temukan di akhirat secara sempurna. Allah سبحانه وتعالى juga memberikan berbagai bukti dan dalil atas kehidupan akhirat dan memberikan sebagian balasan dan siksaan di dunia ini sebagai contoh kecil dari kehidupan akhirat agar mendorong mereka untuk lebih mencari yang disukai dan meninggalkan yang ditakuti. Karena itulah, dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ مَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَآ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ ﴿ "Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi kecuali dengan haq," artinya tidak sia-sia, tapi agar manusia mengeta-hui keagungan Pencipta langit dan bumi dan sebagai bukti atas kesempurnaanNya. Agar manusia mengetahui bahwa Rabb yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keagungan kedua makhluk ini Mahakuasa untuk mengembalikan manusia setelah meninggal dunia untuk menerima balasan amal perbuatan. Pen-ciptaan dan keberadaan langit dan bumi telah ditentukan dalam waktu yang dibatasi. Ketika Allah سبحانه وتعالى Yang paling benar UcapanNya memberitahu-kan hal itu serta menyebutkan dalil dan menerangi jalan, Allah سبحانه وتعالى juga memberitahukan, bahwa meski demikian tetap saja ada se-golongan manusia yang berpaling dari kebenaran dan menentang dakwah para rasul seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَمَّآ أُنذِرُواْ مُعۡرِضُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka." Sedangkan orang-orang yang beriman tatkala mengetahui hakikat hal itu, mereka pun menerima wasiat-wasiat Rabb mereka secara tunduk dan memahaagungkan, sehingga mereka pun men-dapatkan segala kebaikan dan terhindar dari segala keburukan.
46:4–6Page 502
قُلۡ أَرَءَيۡتُم مَّا تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُواْ مِنَ ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ لَهُمۡ شِرۡكٞ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِۖ ٱئۡتُونِي بِكِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ هَٰذَآ أَوۡ أَثَٰرَةٖ مِّنۡ عِلۡمٍ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٤
Say, [O Muḥammad], "Have you considered that which you invoke besides Allāh? Show me what they have created of the earth; or did they have partnership in [creation of] the heavens? Bring me a scripture [revealed] before this or a [remaining] trace of knowledge, if you should be truthful."
وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّن يَدۡعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسۡتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَهُمۡ عَن دُعَآئِهِمۡ غَٰفِلُونَ ٥
And who is more astray than he who invokes besides Allāh those who will not respond to him until the Day of Resurrection [i.e., never], and they, of their invocation, are unaware.
وَإِذَا حُشِرَ ٱلنَّاسُ كَانُواْ لَهُمۡ أَعۡدَآءٗ وَكَانُواْ بِعِبَادَتِهِمۡ كَٰفِرِينَ ٦
And when the people are gathered [that Day], they [who were invoked] will be enemies to them, and they will be deniers of their worship.
"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah, perlihatkanlah kepadaKu apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (al-Qur`an) ini atau peninggalan dari pengeta-huan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar.' Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang me-nyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat mem-perkenankan (doanya) sampai Hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka. Dan apabila manusia dikumpulkan (pada Hari Kiamat), niscaya sembahan-sembahan mereka itu men-jadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka." (Al-Ahqaf: 4-6).
(4) Artinya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," kepada mereka yang menye-kutukan Allah سبحانه وتعالى dengan patung dan sekutu yang tidak memiliki manfaat dan juga bahaya, tidak juga memiliki kehidupan, kematian dan kebangkitan. Katakanlah kepada mereka seraya menjelaskan lemahnya berhala-berhala mereka dan berhala-berhala tersebut sama sekali tidak berhak disembah, ﴾ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُواْ مِنَ ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ لَهُمۡ شِرۡكٞ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِۖ ﴿ "Perlihatkanlah kepadaKu apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit." Artinya, apakah sesembahan-sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى itu mampu menciptakan bintang di langit atau menciptakan sesuatu di bumi, apakah mereka mampu menciptakan gunung, apakah mereka yang mengalirkan sungai, apakah mereka mengembang-biakkan hewan, apakah mereka menumbuhkan pohon, apakah di antara sesembahan-sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى itu membantu Allah سبحانه وتعالى dalam menciptakan salah satu dari makhluk? Tentu tidak, ber-dasarkan pengakuan mereka sendiri, lebih-lebih pengakuan yang lain. Ini merupakan dalil aqli yang jelas dan tegas yang menunjuk-kan bahwa penyembahan selain Allah سبحانه وتعالى adalah batil. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan dalil n a q l i ﴾ ٱئۡتُونِي بِكِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ هَٰذَآ ﴿ "Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (al-Qur`an) ini," yaitu sebuah kitab yang menyerukan untuk berbuat syirik, ﴾ أَوۡ أَثَٰرَةٖ مِّنۡ عِلۡمٍ ﴿ "atau peninggalan dari pengetahuan," yang diwariskan oleh para rasul yang memerintahkan hal itu. Dapat diketahui, orang-orang musy-rik tidak mampu menunjukkan dalil yang menunjukkan adanya seorang rasul pun yang memerintahkan untuk berbuat syirik. Kita semua yakin bahwa semua rasul memerintahkan untuk mengesa-kan Allah سبحانه وتعالى dan melarang untuk berbuat syirik, dan inilah ilmu terbesar yang mereka wariskan. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ ﴿ "Dan Kami telah mengutus seorang rasul dalam tiap-tiap umat agar mereka menyembah Allah dan menjauhi thaghut," (An-Nahl: 36), dan setiap rasul berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۚ ﴿ "Sembahlah Allah, kalian tidak memiliki sesembahan lain selain-Nya." (Al-A'raf: 59). Maka dapat diketahui bahwa penolakan orang-orang musyrik tentang perbuatan syirik yang mereka lakukan sama sekali tidak berdasar pada bukti maupun dalil. Mereka hanya berlandaskan pada dugaan dusta, pendapat runtuh, serta akal yang rusak. Hal itu menunjukkan kepada kita semua akan runtuhnya dugaan, pandangan, serta akal sehat mereka melalui penelusuran terhadap kondisi mereka, ilmu dan amal, serta dengan meneliti orang-orang yang menghabiskan usia mereka dalam menyembah berhala dan sesembahan lain selain Allah سبحانه وتعالى, apakah hal itu berguna bagi me-reka di dunia dan di akhirat.
(5-6) Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّن يَدۡعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسۡتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ ﴿ "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doanya) sampai Hari Kiamat?" Yakni, selama waktu ketika mereka berada di dunia, sesembahan-sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى itu sama sekali tidak membawa manfaat sekecil atom se-kalipun, ﴾ وَهُمۡ عَن دُعَآئِهِمۡ غَٰفِلُونَ ﴿ "dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka." Para sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى itu tidak bisa mendengar satu pun permintaan mereka dan tidak mampu pula mengabul-kannya. Ini adalah kondisi mereka di dunia. Sedangkan pada Hari Kiamat, para sesembahan itu akan mengingkari kesyirikan yang mereka lakukan. Ketika semua manusia dikumpulkan, semua sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى menjadi musuh orang-orang musyrik. Mereka saling melaknat satu sama lain. Semua sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى mengingkari sesembahan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik.
46:7–10Page 503
وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتٖ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمۡ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٌ ٧
And when Our verses are recited to them as clear evidences, those who disbelieve say of the truth when it has come to them, "This is obvious magic."
أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَلَا تَمۡلِكُونَ لِي مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔاۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِۚ كَفَىٰ بِهِۦ شَهِيدَۢا بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡۖ وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٨
Or do they say, "He has invented it"? Say, "If I have invented it, you will not possess for me [the power of protection] from Allāh at all. He is most knowing of that in which you are involved.1 Sufficient is He as Witness between me and you, and He is the Forgiving, the Merciful."
قُلۡ مَا كُنتُ بِدۡعٗا مِّنَ ٱلرُّسُلِ وَمَآ أَدۡرِي مَا يُفۡعَلُ بِي وَلَا بِكُمۡۖ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّ وَمَآ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ ٩
Say, "I am not something new among the messengers,1 nor do I know what will be done with me or with you. I only follow that which is revealed to me, and I am not but a clear warner."
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كَانَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ وَكَفَرۡتُم بِهِۦ وَشَهِدَ شَاهِدٞ مِّنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ مِثۡلِهِۦ فَـَٔامَنَ وَٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ١٠
Say, "Have you considered: if it [i.e., the Qur’ān] was from Allāh, and you disbelieved in it while a witness from the Children of Israel has testified to something similar1 and believed while you were arrogant...?"2 Indeed, Allāh does not guide the wrongdoing people.
"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari ke-benaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka, 'Ini adalah sihir yang nyata.' Bahkan mereka mengatakan, 'Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (al-Qur`an).' Katakanlah, 'Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikit-pun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih menge-tahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang al-Qur`an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' Katakanlah, 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwah-yukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan.' Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika al-Qur`an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) al-Qur`an lalu dia beriman, sedang kamu menyom-bongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (Al-Ahqaf: 7-10).
(7) Maknanya, ﴾ وَإِذَا تُتۡلَىٰ ﴿ "Dan apabila dibacakan," kepada orang-orang yang mendustakan, ﴾ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتٖ ﴿ "ayat-ayat Kami yang menjelaskan," sehingga tidak mungkin diragukan dan tidak ada ke-raguan bahwa ia akan terjadi, hanya saja tidak ada satu pun kabar yang membuat mereka percaya namun hujjah telah tegak atas mereka, lalu mereka berkata berdasarkan kedustaan serta bualan bohong mereka, ﴾ لِلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمۡ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٌ ﴿ "kepada kebenaran ketika kebe-naran itu datang kepada mereka, 'Ini adalah sihir yang nyata'." Yakni, nyata dan tidak diragukan. Dan inilah pemutarbalikan fakta yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang lemah akal, sebab sean-dainya mereka bisa memahami dan mencerna kebenaran tersebut, tentu kebenaran yang dibawa Rasulullah a itu pasti jelas, dan sihir pun jelas, laksana perbedaan langit dan bumi. Bagaimanakah kebenaran yang membumbung tinggi jauh di atas bintang dan yang cahayanya lebih kuat dari cahaya matahari, yang berbagai dalil penciptaan langit, bumi dan penciptaan manusia menunjukkan hal itu dan orang-orang berakal pun tunduk pada kebenaran itu, disamakan dengan kebatilan yang merupakan sihir yang berasal dari orang sesat, zhalim, buruk jiwa dan perbuatannya? Kebatilan itulah yang sesuai dan cocok dengan kondisinya. Analogi tersebut tidak lain hanyalah bersumber dari kepalsuan.
(8) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Bahkan mereka mengatakan, 'Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (al-Qur`an)'." Artinya, Muhammad mem-buat-buat al-Qur`an ini dari dirinya sendiri, bukan dari Allah سبحانه وتعالى. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," kepada mereka, ﴾ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ ﴿ "Jika aku mengada-adakannya," maka Allah سبحانه وتعالى memiliki kekuasaan atas diriku dan mengetahui apa yang kalian katakan, lantas mengapa Allah سبحانه وتعالى tidak menyiksaku atas cerita yang aku ada-adakan sebagaimana yang kalian sangkakan, apakah ﴾ تَمۡلِكُونَ لِي مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔاۖ ﴿ "kamu tiada mem-punyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendakiku suatu bahaya atau menghendakiku suatu rahmat. ﴾ كَفَىٰ بِهِۦ شَهِيدَۢا بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡۖ ﴿ "Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu," andai aku mengada-adakan al-Qur`an, tentu aku akan disiksa dengan Tangan kananNya dan sungguh Dia akan menyiksaku dengan siksaan yang bisa disaksikan oleh setiap orang, karena mengada-adakan al-Qur`an adalah dosa mengada-adakan yang paling besar andai memang aku melakukan hal itu. Kemudian Muhammad a mengajak mereka untuk bertaubat dan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى meski mereka menentang kebenaran. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Artinya, bertaubatlah kalian semua kepadaNya dan tinggalkanlah perbuatan kalian, niscaya Allah سبحانه وتعالى akan mengampuni dosa-dosa kalian, merahmati kalian dan menunjukkan kalian pada kebaikan, serta memberikan kalian pahala yang besar.
(9) ﴾ قُلۡ مَا كُنتُ بِدۡعٗا مِّنَ ٱلرُّسُلِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul'." Artinya, aku bukanlah rasul pertama yang datang pada kalian sehingga kalian merasa aneh dengan risalah yang aku bawa dan kalian mengingkari seruanku. Telah berlalu para rasul dan nabi yang seruanku dan seruan mereka adalah sama, lantas karena apa kalian mengingkari ajakanku? ﴾ وَمَآ أَدۡرِي مَا يُفۡعَلُ بِي وَلَا بِكُمۡۖ ﴿ "Dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu." Artinya, aku hanya manusia biasa, aku tidak berkuasa sama sekali terhadap urusanku, hanya Allah سبحانه وتعالى yang mengaturku dan kalian, Dia-lah yang me-mutuskan perkaraku dan perkara kalian, aku sama sekali tidak membawa risalah dari diriku. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan." Jika kalian menerima risalahku dan merespon seruanku, maka itulah bagian kalian di dunia dan akhirat, namun jika kalian menolak risalah dan ajakanku, maka hisab kalian berada dalam kekuasaan Allah سبحانه وتعالى, aku telah menyam-paikan peringatan kepada kalian, dan barangsiapa yang telah mem-beri peringatan, maka telah memiliki alasan.
(10) ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كَانَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ وَكَفَرۡتُم بِهِۦ وَشَهِدَ شَاهِدٞ مِّنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ مِثۡلِهِۦ فَـَٔامَنَ وَٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡۚ ﴿ "Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapat-mu jika al-Qur`an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu menging-karinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) al-Qur`an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri'." Artinya, beritahukanlah kepadaku jika al-Qur`an ini berasal dari sisi Allah سبحانه وتعالى yang kebenarannya disaksi-kan oleh mereka yang mendapat pertolongan Allah سبحانه وتعالى dari kalangan ahli kitab, yaitu orang-orang yang memiliki kebenaran namun mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah kebenaran. Berimanlah kepada al-Qur`an dan jadikanlah sebagai petunjuk, semua kisah para nabi dan para pengikutnya yang berakal itu sama, sedangkan kalian tetap saja mengingkari wahai orang-orang bodoh dan tolol. Perbuatan kalian ini tidak lain adalah kezhaliman dan kekufuran paling besar. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya Allah tiada mem-beri petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." Termasuk kezhaliman adalah menyombongkan diri terhadap kebenaran setelah mema-haminya dengan baik.
46:11–12Page 503
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَوۡ كَانَ خَيۡرٗا مَّا سَبَقُونَآ إِلَيۡهِۚ وَإِذۡ لَمۡ يَهۡتَدُواْ بِهِۦ فَسَيَقُولُونَ هَٰذَآ إِفۡكٞ قَدِيمٞ ١١
And those who disbelieve say of those who believe, "If it had [truly] been good, they would not have preceded us to it." And when they are not guided by it, they will say, "This is an ancient falsehood."
وَمِن قَبۡلِهِۦ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامٗا وَرَحۡمَةٗۚ وَهَٰذَا كِتَٰبٞ مُّصَدِّقٞ لِّسَانًا عَرَبِيّٗا لِّيُنذِرَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُحۡسِنِينَ ١٢
And before it was the scripture of Moses to lead and as a mercy. And this is a confirming Book in an Arabic tongue to warn those who have wronged and as good tidings to the doers of good.
"Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, 'Kalau sekiranya ia (al-Qur`an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka berkata, 'Ini adalah dusta yang lama.' Dan sebelum al-Qur`an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (al-Qur`an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zhalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang ber-buat baik." (Al-Ahqaf: 11-12).
(11-12) Artinya, mereka mengingkari dan menentang ke-benaran serta menolak seruan Nabi Muhammad a dengan berkata, ﴾ لَوۡ كَانَ خَيۡرٗا مَّا سَبَقُونَآ إِلَيۡهِۚ ﴿ "Kalau sekiranya ia (al-Qur`an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya." Artinya, tentu tidak didahului oleh orang-orang yang beriman dan tentu kami adalah orang-orang yang pertama mendahuluinya. Pernyataan mereka ini merupakan kepalsuan. Bukti apa yang bisa menunjukkan bahwa tanda-tanda kebenaran itu pasti didahului oleh mereka yang mendustakan, bukan orang-orang yang percaya terlebih dahulu? Apakah jiwa mereka paling bersih, akalnya paling sempurna atau apakah petunjuk berada di tangan mereka? Hanya saja perkataan yang muncul dari mulut mereka ini adalah ucapan duka cita untuk diri mereka sendiri seperti orang yang tidak mampu berbuat sesuatu kemudian mencelanya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذۡ لَمۡ يَهۡتَدُواْ بِهِۦ فَسَيَقُولُونَ هَٰذَآ إِفۡكٞ قَدِيمٞ ﴿ "Karena mereka tidak men-dapat petunjuk dengannya, maka mereka berkata, 'Ini adalah dusta yang lama'." Artinya, penyebab yang membuat mereka melakukan hal itu adalah karena mereka tidak mendapat petunjuk al-Qur`an ini, mereka pun tidak mendapatkan karunia terbesar dan keinginan paling agung. Mereka tidak menerima al-Qur`an karena mereka berdusta, padahal al-Qur`an adalah kebenaran yang tidak ada ke-raguannya dan tidak bisa dibantah. Al-Qur`an sesuai dengan kitab samawi sebelumnya dari segi kesempurnaan dan keutamaan yaitu kitab Taurat yang diturunkan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada, ﴾ مُوسَىٰٓ إِمَامٗا وَرَحۡمَةٗۚ ﴿ "Musa, sebagai petunjuk dan rahmat." Artinya, diteladani oleh Bani Israil dan dijadikan petunjuk sehingga mereka pun mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. ﴾ وَهَٰذَا ﴿ "Dan ini," yakni, al-Qur`an, ﴾ كِتَٰبٞ مُّصَدِّقٞ ﴿ "adalah kitab yang membenarkannya," yakni, membenarkan kitab-kitab sebelum-nya dan bersaksi atas kebenarannya karena sesuai dengan kitab-kitab sebelumnya. Allah menjadikannya ﴾ لِّسَانًا عَرَبِيّٗا ﴿ "dalam bahasa Arab," agar mudah dibaca dan diingat, ﴾ لِّيُنذِرَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴿ "untuk mem-beri peringatan kepada orang-orang yang zhalim" terhadap diri mereka dengan kekufuran, kefasikan, dan pembangkangan bahwa jika mereka terus menerus dalam kezhaliman, maka mereka akan mendapatkan siksaan. Dan juga memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang berbuat baik dengan menyembah sang Khaliq dan yang berguna bagi orang lain dengan pahala yang besar di dunia dan di akhirat dan diberi peringatan akan amalan-amalan yang diperingatkan dan amalan-amalan yang digembirakan.
46:13–14Page 503
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ١٣
Indeed, those who have said, "Our Lord is Allāh," and then remained on a right course - there will be no fear concerning them, nor will they grieve.
أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٤
Those are the companions of Paradise, abiding eternally therein as reward for what they used to do.
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah سبحانه وتعالى,' kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (Al-Ahqaf: 13-14).
(13) Maksudnya, sesungguhnya orang-orang yang menga-kui Rabb mereka dan bersaksi akan keesaanNya, melaksanakan ketaatan secara kontinu dan ﴾ ٱسۡتَقَٰمُواْ ﴿ "tetap istiqamah," selama mereka hidup, ﴾ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "maka tidak ada kekhawatiran," terhadap segala sesuatu yang ada di hadapan mereka, ﴾ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan mereka tiada (pula) berduka cita," atas segala sesuatu yang telah me-reka tinggalkan setelahnya.
(14) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ ﴿ "Mereka itulah penghuni-penghuni surga," artinya, penghuninya dan akan tetap berada di dalamnya, mereka tidak menginginkan kenikmatan itu dirubah dan tidak mengingin-kan diganti, ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." Dengan beriman kepada Allah سبحانه وتعالى yang mengharuskan mereka beramal shalih yang tetap mereka laksanakan secara istiqamah.
46:15–16Page 504
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٥
And We have enjoined upon man, to his parents, good treatment. His mother carried him with hardship and gave birth to him with hardship, and his gestation and weaning [period] is thirty months. [He grows] until, when he reaches maturity and reaches [the age of] forty years, he says, "My Lord, enable me1 to be grateful for Your favor which You have bestowed upon me and upon my parents and to work righteousness of which You will approve and make righteous for me my offspring. Indeed, I have repented to You, and indeed, I am of the Muslims."
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنۡهُمۡ أَحۡسَنَ مَا عَمِلُواْ وَنَتَجَاوَزُ عَن سَيِّـَٔاتِهِمۡ فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلۡجَنَّةِۖ وَعۡدَ ٱلصِّدۡقِ ٱلَّذِي كَانُواْ يُوعَدُونَ ١٦
Those are the ones from whom We will accept the best of what they did and overlook their misdeeds, [their being] among the companions of Paradise. [That is] the promise of truth which they had been promised.
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, 'Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyu-kuri nikmatMu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepa-daMu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri'. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." (Al-Ahqaf: 15-16)
(15) Ayat ini adalah di antara bentuk kasih Allah سبحانه وتعالى kepada para hambaNya dan balasan baikNya terhadap para orang tua. Allah سبحانه وتعالى berwasiat dan memerintahkan para anak untuk berbuat baik terhadap orang tua dengan berkata yang lemah lembut, mem-berikan nafkah dan uang serta perbuatan baik lainnya, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan sebab mengapakah berbuat baik terhadap orang tua diwajibkan, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan beban mengandung yang ditanggung oleh seorang ibu serta berbagai rasa sakit yang dihadapi pada saat mengandung, selanjutnya beban berat pada saat melahirkan merupakan beban yang teramat besar, dilanjutkan lagi dengan beban menyusui dan merawat. Semua beban berat tersebut tidak berlangsung hanya sesaat, namun hal itu berlang-sung dalam waktu yang lama yaitu, ﴾ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ ﴿ "tiga puluh bulan," menjalani hamil menghabiskan waktu sembilan bulan, bisa kurang bisa lebih, sedangkan sisanya untuk menyusui, dan waktu ini ber-dasarkan pada umumnya. Dari ayat ini dan ayat lainnya, ﴾ وَٱلۡوَٰلِدَٰتُ يُرۡضِعۡنَ أَوۡلَٰدَهُنَّ حَوۡلَيۡنِ كَامِلَيۡنِۖ ﴿ "para ibu menyusui anak-anak mereka selama dua tahun penuh," bisa dijadikan dalil bahwa batas minimal lamanya hamil adalah enam bulan sebab masa menyusui, yaitu dua tahun, jika tiga puluh bulan dikurangi dengan waktu menyusui tersebut maka masih tersisa enam bulan untuk masa hamil. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ ﴿ "Sehingga apabila ia telah dewasa," yaitu menca-pai puncak kekuatan dan kematangan akal, ﴾ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ ﴿ "dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, 'Ya Rabbku, tunjuki-lah aku'," artinya, berilah aku ilham dan p e r t o l o n g a n ﴾ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ ﴿ "untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku," yakni nikmat agama dan dunia serta rasa syukurnya dengan menggunakan kenikmatan ter-sebut dalam ketaatan terhadap Dzat yang memberi serta berusaha dengan sungguh-sungguh memuji Allah سبحانه وتعالى atas nikmat yang diberi. Nikmat yang dimiliki orang tua adalah nikmat yang dimiliki anak dan juga keturunan mereka, sebab mereka itu (anak-anak dan keturunannya) pasti akan mendapatkannya, mendapatkan sebab-sebab dan sisa-sisanya, khususnya nikmat agama, karena keshalihan orang tua dengan ilmu dan amal adalah faktor kebaikan dan ke-shalihan terbesar bagi anak-anak. ﴾ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ ﴿ "Dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai," yakni mencakup semua yang menjadikannya baik dan bebas dari apa-apa yang merusaknya. Dan inilah amal yang diridhai, diterima, dan dibalas dengan pahala oleh Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ ﴿ "Dan berilah kebaikan kepadaku dengan (mem-beri kebaikan) kepada anak cucuku." Tatkala beliau berdoa untuk ke-baikan dan keshalihan diri, tidak lupa beliau mendoakan kebaikan dan keshalihan bagi keturunannya agar Allah berkenaan memper-baiki keadaan mereka. Dan Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa manfaat kebaikan dan keshalihan keturunan akan berpulang pada orang tua mereka, berdasarkan FirmanNya, ﴾ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ ﴿ "Dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku."﴾ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ ﴿ "Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu ," dari segala dosa dan kemaksiatan, aku kembali kepadaMu dengan ketaatan,﴾ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ﴿ "dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
(16) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah," orang-orang yang sifatnya disebutkan di atas, ﴾ ٱلَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنۡهُمۡ أَحۡسَنَ مَا عَمِلُواْ ﴿ "orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik," yaitu ketaatan, sebab mereka juga mengerjakan yang lainnya, ﴾ وَنَتَجَاوَزُ عَن سَيِّـَٔاتِهِمۡ فِيٓ ﴿ "Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama" golongan ﴾ أَصۡحَٰبِ ٱلۡجَنَّةِۖ ﴿ "penghuni-penghuni surga," di mana mereka mendapatkan kebaikan dan kese-nangan serta dihindarkan dari keburukan dan bencana.﴾ وَعۡدَ ٱلصِّدۡقِ ٱلَّذِي كَانُواْ يُوعَدُونَ ﴿ "Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." Artinya, janji yang Kami berikan kepada mereka ini adalah janji yang benar yang diucapkan oleh Allah سبحانه وتعالى yang tidak pernah mengingkari janjiNya.
46:17–19Page 504
وَٱلَّذِي قَالَ لِوَٰلِدَيۡهِ أُفّٖ لَّكُمَآ أَتَعِدَانِنِيٓ أَنۡ أُخۡرَجَ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلۡقُرُونُ مِن قَبۡلِي وَهُمَا يَسۡتَغِيثَانِ ٱللَّهَ وَيۡلَكَ ءَامِنۡ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ فَيَقُولُ مَا هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٧
But one who says to his parents, "Uff1 to you; do you promise me that I will be brought forth [from the earth] when generations before me have already passed on [into oblivion]?" while they call to Allāh for help [and to their son], "Woe to you! Believe! Indeed, the promise of Allāh is truth." But he says, "This is not but legends of the former peoples" -
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ فِيٓ أُمَمٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ خَٰسِرِينَ ١٨
Those are the ones upon whom the word [i.e., decree] has come into effect, [who will be] among nations which had passed on before them of jinn and men. Indeed, they [all] were losers.
وَلِكُلّٖ دَرَجَٰتٞ مِّمَّا عَمِلُواْۖ وَلِيُوَفِّيَهُمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ١٩
And for all there are degrees [of reward and punishment] for what they have done, and [it is] so that He may fully compensate them for their deeds, and they will not be wronged.
"Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya, 'Cih bagi kamu berdua, apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?' Lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, 'Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar.' Lalu dia berkata, 'Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka.' Mereka itulah orang-orang yang telah pasti (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebe-lum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi. Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencu-kupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan." (Al-Ahqaf: 17-19).
(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi anak shalih yang berbakti kepada kedua orang tua, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan kondisi anak durhaka dan itu adalah kondisi terburuk. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِي قَالَ لِوَٰلِدَيۡهِ ﴿ "Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya," ketika diajak untuk beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan Hari Akhir serta memberi kabar ancaman akan adanya pem-balasan dan inilah kebaikan terbesar yang berasal dari orang tua terhadap anak-anaknya yang mengajak anaknya kepada kesenangan dan keberuntungan abadi, hanya saja si anak membalasnya secara tidak baik seraya berkata, ﴾ أُفّٖ لَّكُمَآ ﴿ "Cih bagi kamu berdua," artinya, celakalah kalian berdua dan apa yang kalian berdua bawa itu. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebab mengapa anak me-mungkiri serta mengingkari ajakan orang tuanya, Allah سبحانه وتعالى berfir-man, ﴾ أَتَعِدَانِنِيٓ أَنۡ أُخۡرَجَ ﴿ "Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan," dari kuburku menuju Hari Kiamat, ﴾ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلۡقُرُونُ مِن قَبۡلِي ﴿ "padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebe-lumku?" Mereka sebelumnya juga mendustakan dan mengingkari ajakan seperti ini, mereka adalah umat-umat yang dijadikan panutan bagi orang-orang kafir, bodoh, dan pembangkang. ﴾ وَهُمَا يَسۡتَغِيثَانِ ٱللَّهَ ﴿ "Lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah سبحانه وتعالى," atas putranya seraya mengatakan pada putranya, ﴾ وَيۡلَكَ ءَامِنۡ ﴿ "Celaka kamu, berimanlah!" Artinya, kedua orang tuanya mencurahkan segenap tenaga yang dimiliki dan berusaha keras untuk menunjukkan pu-tranya, dengan begitu gigihnya sampai-sampai kedua orang tuanya memintakan pertolongan kepada Allah سبحانه وتعالى untuk putranya layaknya orang yang hendak tenggelam ke dalam air, kedua orang tuanya meminta dan memohon kepada Allah سبحانه وتعالى dengan memelas seraya merasa perih karena anaknya dan menjelaskan kebenaran padanya, keduanya berkata, ﴾ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ ﴿ "Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar." Kemudian keduanya memaparkan dalil-dalil semampunya, namun putranya justru semakin membantah, menjauh, dan me-nyombongkan diri dari kebenaran seraya menuduh kebenaran yang dibawa kedua orang tuanya, ﴾ فَيَقُولُ مَا هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "lalu dia berkata, 'Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka'." Artinya, tidak lain hanyalah dinukil dari kitab-kitab orang ter-dahulu, bukan berasal dari Allah سبحانه وتعالى dan tidak pula berasal dari wahyu yang diberikan kepada RasulNya. Semua orang tahu bahwa Muhammad a adalah orang yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis dan tidak pernah belajar dari siapa pun, lantas dari mana dia belajar? Bagaimana manusia bisa membuat seperti al-Qur`an ini meski mereka saling membantu satu sama lain?
(18) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ﴿ "Mereka itulah," dengan kondisi tercela itu ﴾ حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "orang-orang yang telah pasti (azab) atas mereka," yaitu azab pasti akan ditimpakan kepada m e r e k a ﴾ فِيٓ أُمَمٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ ﴿ "bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia." Yang berada dalam kekufuran dan kedustaan, mereka itu akan masuk bersama para jin dan manusia ke dalam neraka dan ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ خَٰسِرِينَ ﴿ "sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi." Rugi adalah lenyapnya modal seseorang, maka jika modal saja sudah tidak didapatkan, lantas bagaimana bisa mendapatkan keuntungan? Mereka telah kehilangan keimanan dan tidak men-dapatkan kenikmatan sedikit pun hingga mereka pun tidak bisa terhindar dari siksaan Neraka Jahim.
(19) ﴾ وَلِكُلّٖ ﴿ "Dan bagi masing-masing mereka," dari orang-orang yang baik dan orang-orang yang jahat, ﴾ دَرَجَٰتٞ مِّمَّا عَمِلُواْۖ ﴿ "derajat-derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan." Artinya, masing-ma-sing berdasarkan derajatnya dalam kebaikan dan kejahatan, tempat mereka di akhirat adalah berdasarkan amalan mereka. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلِيُوَفِّيَهُمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ﴿ "Dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan." Keburukan mereka tidak ditambah sedikit pun dan kebaikan mereka tidak dikurangi sedikit pun.
46:20Page 504
وَيَوۡمَ يُعۡرَضُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَلَى ٱلنَّارِ أَذۡهَبۡتُمۡ طَيِّبَٰتِكُمۡ فِي حَيَاتِكُمُ ٱلدُّنۡيَا وَٱسۡتَمۡتَعۡتُم بِهَا فَٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ ٱلۡهُونِ بِمَا كُنتُمۡ تَسۡتَكۡبِرُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَبِمَا كُنتُمۡ تَفۡسُقُونَ ٢٠
And the Day those who disbelieved are exposed to the Fire [it will be said], "You exhausted your pleasures during your worldly life and enjoyed them, so this Day you will be awarded the punishment of [extreme] humiliation because you were arrogant upon the earth without right and because you were defiantly disobedient."
"Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), 'Kamu telah menghabiskan rizkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah me-nyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan kamu telah fasik'." (Al-Ahqaf: 20).
(20) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang kafir ketika akan digiring ke neraka pada saat mereka dicaci maki, dikatakan kepada mereka, ﴾ أَذۡهَبۡتُمۡ طَيِّبَٰتِكُمۡ فِي حَيَاتِكُمُ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Kamu telah menghabiskan rizkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja)," karena kalian merasa tentram terhadap dunia, kalian tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia, kalian puas dengan segala hawa nafsunya, rizki dan kebaikanKu tidak kalian gunakan untuk kehidupan akhirat dan kalian bersenang-senang layaknya binatang dan inilah bagian kalian di akhirat. ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ ٱلۡهُونِ ﴿ "Maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan," artinya, siksaan pedih yang meng-hinakan kalian dan menguak kejelekan kalian, karena kalian me-ngatakan atas nama Allah سبحانه وتعالى yang tidak benar. Kalian menempuh jalan kesesatan namun kalian katakan bahwa jalan itu berasal dari sisi Allah سبحانه وتعالى dan sesuai hukum Allah سبحانه وتعالى, kalian adalah para pendusta dalam hal itu, ﴾ وَبِمَا كُنتُمۡ تَفۡسُقُونَ ﴿ "Dan karena kamu telah fasik." Artinya, kalian menyombongkan diri tidak mau taat pada Allah سبحانه وتعالى. Mereka mencampuradukkan perkataan batil dan perbuatan batil serta ber-dusta atas Nama Allah سبحانه وتعالى karena dinisbatkan pada keridhaanNya serta menuduh dan menyombongkan diri dari kebenaran sehingga mereka pun disiksa secara pedih.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences