As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-Ahqaf 46:21–35
46:21–26Page 505
۞ وَٱذۡكُرۡ أَخَا عَادٍ إِذۡ أَنذَرَ قَوۡمَهُۥ بِٱلۡأَحۡقَافِ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلنُّذُرُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦٓ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ٢١
And mention, [O Muḥammad], the brother of ʿAad,1 when he warned his people in [the region of] al-Aḥqāf - and warners had already passed on before him and after him - [saying], "Do not worship except Allāh. Indeed, I fear for you the punishment of a terrible day."2
قَالُوٓاْ أَجِئۡتَنَا لِتَأۡفِكَنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ٢٢
They said, "Have you come to delude us away from our gods? Then bring us what you promise us, if you should be of the truthful."
قَالَ إِنَّمَا ٱلۡعِلۡمُ عِندَ ٱللَّهِ وَأُبَلِّغُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ٢٣
He said, "Knowledge [of its time] is only with Allāh, and I convey to you that with which I was sent; but I see you [to be] a people behaving ignorantly."
فَلَمَّا رَأَوۡهُ عَارِضٗا مُّسۡتَقۡبِلَ أَوۡدِيَتِهِمۡ قَالُواْ هَٰذَا عَارِضٞ مُّمۡطِرُنَاۚ بَلۡ هُوَ مَا ٱسۡتَعۡجَلۡتُم بِهِۦۖ رِيحٞ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٞ ٢٤
And when they saw it as a cloud approaching their valleys, they said, "This is a cloud bringing us rain!" Rather, it is that for which you were impatient:1 a wind, within it a painful punishment,
تُدَمِّرُ كُلَّ شَيۡءِۭ بِأَمۡرِ رَبِّهَا فَأَصۡبَحُواْ لَا يُرَىٰٓ إِلَّا مَسَٰكِنُهُمۡۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٢٥
Destroying everything by command of its Lord. And they became so that nothing was seen [of them] except their dwellings. Thus do We recompense the criminal people.
وَلَقَدۡ مَكَّنَّٰهُمۡ فِيمَآ إِن مَّكَّنَّٰكُمۡ فِيهِ وَجَعَلۡنَا لَهُمۡ سَمۡعٗا وَأَبۡصَٰرٗا وَأَفۡـِٔدَةٗ فَمَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُمۡ سَمۡعُهُمۡ وَلَآ أَبۡصَٰرُهُمۡ وَلَآ أَفۡـِٔدَتُهُم مِّن شَيۡءٍ إِذۡ كَانُواْ يَجۡحَدُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ٢٦
And We had certainly established them in such as We have not established you, and We made for them hearing and vision and hearts [i.e., intellect]. But their hearing and vision and hearts availed them not from anything [of the punishment] when they were [continually] rejecting the signs of Allāh; and they were enveloped by what they used to ridicule.
"Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Ad yaitu ketika dia mem-beri peringatan kepada kaumnya di al-Ahqaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar'." (Al-Ahqaf: 21). "Mereka menjawab, 'Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) sesembahan-sesembahan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Ia berkata, 'Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya, tetapi aku lihat kamu ada-lah kaum yang bodoh'." (Ahqaf: 22-23). "Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka, 'Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.' (Bukan)! bahkan itu-lah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Rabbnya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa." (Al-Ahqaf: 24-25). "Dan sungguh Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukan-mu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah di-liputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkan-nya." (Al-Ahqaf: 26).
(21) Maksudnya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ ﴿ "dan ingatlah," dengan pujian indah, ﴾ أَخَا عَادٍ ﴿ "saudara kaum 'Ad," yakni Nabi Hud عليه السلام yang termasuk di antara rasul-rasul mulia, di mana mereka diberi karunia Allah سبحانه وتعالى dengan berdakwah dan menyeru kepada AgamaNya dan menun-jukkan manusia kepadaNya. ﴾ إِذۡ أَنذَرَ قَوۡمَهُۥ ﴿ "Ketika dia memberi peri-ngatan kepada kaumnya," yakni, kaum 'Ad, ﴾ بِٱلۡأَحۡقَافِ ﴿ "di al-Ahqaf," yaitu di tempat kediaman mereka yang dikenal dengan al-Ahqaf yang berupa tanah pasir yang berada di bumi Yaman. ﴾ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلنُّذُرُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦٓ ﴿ "Sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya." Hud عليه السلام bukanlah satu-satu-nya rasul yang diutus dan tidak pula ajarannya berbeda dengan ajaran mereka seraya berkata, ﴾ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar." Nabi Hud عليه السلام memerintah-kan mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى secara keseluruhan dengan berkata benar dan berbuat yang terpuji serta melarang mereka untuk menyekutukan Allah سبحانه وتعالى dan menjadikan tandingan bagi Allah سبحانه وتعالى. Nabi Hud عليه السلام memberikan peringatan siksaan pedih pada mereka jika tidak menuruti ajakannya, tetapi seruan ini tidak ada gunanya bagi mereka.
(22) ﴾ قَالُوٓاْ أَجِئۡتَنَا لِتَأۡفِكَنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا ﴿ "Mereka menjawab, 'Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) sesem-bahan-sesembahan kami?'" Artinya, engkau tidak memiliki maksud dan tidak membawa kebenaran apa pun selain hanya ingin mencela sesembahan-sesembahan kami dan engkau hendak memalingkan kami darinya. ﴾ فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini adalah puncak kebodohan dan penen-tangan.
(23) ﴾ قَالَ إِنَّمَا ٱلۡعِلۡمُ عِندَ ٱللَّهِ ﴿ "Ia berkata, 'Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah'." Di TanganNya-lah kendali semua urusan, dan Dia-lah yang akan mendatangkan siksaan kepada ka-lian jika Dia berkehendak. ﴾ وَأُبَلِّغُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦ ﴿ "Dan aku (hanya) menyam-paikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya." Artinya, tugasku tidak lain hanyalah menyampaikan, ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh." Karena itulah kalian mengatakan seperti yang dikatakan oleh orang-orang yang sangat lancang ini.
(24) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengirim siksaan besar kepada mereka berupa angin kencang yang menghancurkan dan membina-sakan mereka, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَمَّا رَأَوۡهُ ﴿ "Maka tat-kala mereka melihat azab itu," yakni, ketika mereka melihat hukuman itu, ﴾ عَارِضٗا مُّسۡتَقۡبِلَ أَوۡدِيَتِهِمۡ ﴿ "menuju ke lembah-lembah mereka," yakni, da-tang seperti awan yang mengarah ke lembah-lembah mereka namun mereka mengira bahwa azab yang seperti awan itu akan mengaliri sungai mereka, menyiram bibit yang mereka tanam serta akan mengisi sumur-sumur dan kolam mereka sehingga mereka bisa meminumnya, ﴾ قَالُواْ ﴿ "berkatalah mereka," seraya bergembira, ﴾ هَٰذَا عَارِضٞ مُّمۡطِرُنَاۚ ﴿ "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami." Artinya, awan ini akan menurunkan hujan untuk kami. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلۡ هُوَ مَا ٱسۡتَعۡجَلۡتُم بِهِۦۖ ﴿ "(Bukan)! bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera." Inilah perbuatan dosa yang kalian lakukan terhadap diri kalian sendiri, karena kalian mengatakan, ﴾ فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar." ﴾ رِيحٞ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٞ 24 تُدَمِّرُ كُلَّ شَيۡءِۭ ﴿ "(Yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu" yang dilintasinya karena sangat kencang. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ سَخَّرَهَا عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٖ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومٗاۖ فَتَرَى ٱلۡقَوۡمَ فِيهَا صَرۡعَىٰ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِيَةٖ 7 ﴿ "Menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kamu 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tanggul-tanggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)." (Al-Haqqah: 7). ﴾ بِأَمۡرِ رَبِّهَا ﴿ "Dengan perintah Rabbnya," yakni, dengan izin dan kehendakNya, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ لَا يُرَىٰٓ إِلَّا مَسَٰكِنُهُمۡۚ ﴿ "maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka." Binatang ternak, harta, serta diri mereka binasa semua oleh angin kencang itu. ﴾ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa," karena kejahatan serta kezhaliman yang mereka lakukan.
(26) Meskipun Allah سبحانه وتعالى telah memberikan berbagai nikmat besar, namun mereka tetap saja tidak mau mensyukurinya dan tidak mau menyebut-nyebutnya, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ مَكَّنَّٰهُمۡ فِيمَآ إِن مَّكَّنَّٰكُمۡ فِيهِ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu." Yakni, Kami telah menempatkan mereka di dunia dan mereka pun mendapatkan kebaikan-kebaikannya dan bersenang-senang berdasarkan hawa nafsu mereka, Kami memberi mereka usia yang bisa diingat oleh mereka yang ingat dan bisa di-jadikan pelajaran oleh orang yang mendapatkan petunjuk. Artinya, Kami telah meneguhkan kedudukan 'Ad sebagaimana Kami me-neguhkan kedudukan kalian wahai kalian yang mendengarkan. Jangan pernah mengira bahwa kedudukan yang Kami berikan kepada kalian itu hanya khusus untuk kalian, kedudukan itu sama sekali tidak akan bisa menolak siksaan Allah سبحانه وتعالى yang akan ditim-pakan kepadamu, justru umat lain selain kalian lebih kuat kedu-dukannya daripada kalian, namun harta, anak, dan bala tentara mereka sama sekali tidak berguna bagi mereka untuk menolak keputusan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَجَعَلۡنَا لَهُمۡ سَمۡعٗا وَأَبۡصَٰرٗا وَأَفۡـِٔدَةٗ ﴿ "Dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati," artinya, tidak ada yang kurang dalam pendengaran, penglihatan, serta hati mereka hingga dikatakan kepada mereka, "Sesungguhnya mereka itu meninggal-kan kebenaran karena kebodohan mereka serta karena mereka tidak memiliki ilmu tentang hal itu, padahal tidak ada kekurangan sedikit pun pada akal mereka, tapi pertolongan dan hidayah itu berada di Tangan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَمَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُمۡ سَمۡعُهُمۡ وَلَآ أَبۡصَٰرُهُمۡ وَلَآ أَفۡـِٔدَتُهُم مِّن شَيۡءٍ ﴿ "Tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka tidak berguna sedikit juapun bagi mereka," tidak sedikit dan tidak juga banyak. Hal itu dikarenakan mereka menentang ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى yang menunjuk-kan atas keesaanNya serta hanya Allah سبحانه وتعالى yang berhak untuk di-sembah. ﴾ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "Karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya." Artinya, siksaan yang mereka dusta-kan kejadiannya itu menimpa mereka dan juga karena mereka menghina para rasul yang telah memberi peringatan pada mereka.
46:27–28Page 505
وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَا مَا حَوۡلَكُم مِّنَ ٱلۡقُرَىٰ وَصَرَّفۡنَا ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٢٧
And We have already destroyed what surrounds you of [those] cities, and We have diversified the signs [or verses] that perhaps they might return [from disbelief].
فَلَوۡلَا نَصَرَهُمُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ قُرۡبَانًا ءَالِهَةَۢۖ بَلۡ ضَلُّواْ عَنۡهُمۡۚ وَذَٰلِكَ إِفۡكُهُمۡ وَمَا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٢٨
Then why did those they took besides Allāh as deities by which to approach [Him]1 not aid them? But they had strayed [i.e., departed] from them. And that was their falsehood and what they were inventing.
"Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat). Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai sembahan-sembahan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan sembahan-sembahan itu telah lenyap dari mereka. Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan." (Al-Ahqaf: 28).
(27-28) Allah سبحانه وتعالى memperingatkan kaum musyrikin Arab dan lainnya karena Allah سبحانه وتعالى telah membinasakan umat-umat pen-dusta yang berada di sekitar wilayah mereka bahkan kebanyakan umat-umat yang dibinasakan itu berada di Jazirah Arab seperti kaum 'Ad, Tsamud dan lainnya. Allah سبحانه وتعالى telah mendatangkan ﴾ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "tanda-tanda kebesaran," kepada mereka dengan berbagai ragamnya, ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ﴿ "supaya mereka kembali (bertaubat)" dari keku-furan dan pendustaan yang mereka lakukan. Namun karena me-reka tidak mau beriman, Allah سبحانه وتعالى pun menyiksa mereka dengan siksaan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Berkuasa. Sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak membawa man-faat sedikit pun, karena itulah dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَوۡلَا نَصَرَهُمُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ قُرۡبَانًا ءَالِهَةَۢۖ ﴿ "Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai ilah untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka." Artinya, mereka mendekatkan diri mereka kepada sembahan-sembahan selain Allah سبحانه وتعالى dan mengagung-agungkannya demi mengharap agar dapat menolong mereka.﴾ بَلۡ ضَلُّواْ عَنۡهُمۡۚ ﴿ "Bahkan sembahan-sembahan itu telah lenyap dari mereka," sembahan-sembahan itu pun tidak dapat mengabulkan permintaan mereka serta tidak dapat menolong mereka. ﴾ وَذَٰلِكَ إِفۡكُهُمۡ وَمَا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴿ "Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-ada-kan," dengan berdusta yang disematkan pada diri mereka, karena mereka mengira bahwa mereka berada di atas kebenaran dan per-buatan mereka akan menolong mereka, hingga mereka pun tersesat dan amalan mereka gugur.
46:29–32Page 506
وَإِذۡ صَرَفۡنَآ إِلَيۡكَ نَفَرٗا مِّنَ ٱلۡجِنِّ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓاْ أَنصِتُواْۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوۡاْ إِلَىٰ قَوۡمِهِم مُّنذِرِينَ ٢٩
And [mention, O Muḥammad], when We directed to you a few of the jinn, listening to the Qur’ān. And when they attended it, they said, "Listen attentively." And when it was concluded, they went back to their people as warners.
قَالُواْ يَٰقَوۡمَنَآ إِنَّا سَمِعۡنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعۡدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلۡحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٣٠
They said, "O our people, indeed we have heard a [recited] Book revealed after Moses confirming what was before it which guides to the truth and to a straight path.
يَٰقَوۡمَنَآ أَجِيبُواْ دَاعِيَ ٱللَّهِ وَءَامِنُواْ بِهِۦ يَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَيُجِرۡكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ ٣١
O our people, respond to the Caller [i.e., Messenger] of Allāh1 and believe in him; He [i.e., Allāh] will forgive for you your sins and protect you from a painful punishment.
وَمَن لَّا يُجِبۡ دَاعِيَ ٱللَّهِ فَلَيۡسَ بِمُعۡجِزٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَيۡسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءُۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٣٢
But he who does not respond to the Caller of Allāh will not cause failure [to Him] upon earth, and he will not have besides Him any protectors. Those are in manifest error."
"Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al-Qur`an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya), mereka berkata, 'Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).' Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, 'Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (al-Qur`an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang mem-benarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada ke-benaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepa-daNya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." (Al-Ahqaf: 29-32).
(29) Allah سبحانه وتعالى mengutus RasulNya, Muhammad a, untuk semua makhluk, baik manusia maupun jin, untuk itu Muhammad a harus menyampaikan seruan kenabian dan risalah kepada selu-ruhnya. Rasulullah a secara leluasa bisa menyeru dan memberi pe-ringatan kepada manusia, sedangkan jin, dihadapkan oleh Allah سبحانه وتعالى berdasarkan kekuasaanNya dan Allah mengutus kepada Muhammad a, ﴾ نَفَرٗا مِّنَ ٱلۡجِنِّ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓاْ أَنصِتُواْۖ ﴿ "serombongan jin yang mendengarkan al-Qur`an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan-(nya), mereka berkata, 'Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)'." Arti-nya, satu sama lain memerintahkan seperti itu. ﴾ فَلَمَّا قُضِيَ ﴿ "Ketika pembacaan telah selesai," dan mereka telah memahaminya dan bacaan itu berpengaruh pada mereka, ﴾ وَلَّوۡاْ إِلَىٰ قَوۡمِهِم مُّنذِرِينَ ﴿ "mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan." Yakni, mereka memberi nasihat kepada kaumnya dan menegakkan hujjah Allah سبحانه وتعالى kepada mereka. Dan itu adalah pertolongan Allah تعالى untuk RasulNya a dalam menyebarkan dakwah pada golongan jin.
(30) ﴾ قَالُواْ يَٰقَوۡمَنَآ إِنَّا سَمِعۡنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعۡدِ مُوسَىٰ ﴿ "Mereka berkata, 'Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (al-Qur`an) yang telah diturunkan sesudah Musa'." Karena kitab Nabi Musa عليه السلام adalah asal kitab Injil serta pedoman Bani Israil dalam hukum-hukum syariat, hanya saja Injil melengkapi serta merubah beberapa hukum yang terdapat dalam Taurat, ﴾ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ يَهۡدِيٓ ﴿ "yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya," kitab ini yang kita dengar, ﴾ إِلَى ٱلۡحَقِّ ﴿ "kepada kebenaran," yaitu kebenaran dalam setiap tuntutan dan kebaikan, ﴾ وَإِلَىٰ طَرِيقٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "dan kepada jalan yang lurus." Yang menghubungkan kepada Allah سبحانه وتعالى dan kepada surgaNya yang berisi ilmu tentang Allah سبحانه وتعالى, hukum-hukum dunia dan hukum-hukum balasanNya.
(31) Tatkala para golongan jin itu memuji al-Qur`an serta menjelaskan kedudukan dan tingkatannya, mereka menyeru kaum-nya untuk beriman kepada al-Qur`an seraya berkata, ﴾ يَٰقَوۡمَنَآ أَجِيبُواْ دَاعِيَ ٱللَّهِ ﴿ "Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah," yaitu yang tidak menyeru kepada selain Allah سبحانه وتعالى, tidak me-nyeru kalian kepada keinginan-keinginan dirinya dan hawa nafsu, ia hanya menyeru kalian kepada Rabb kalian, agar kalian menda-patkan pahala dan menghindarkan kalian dari segala keburukan dan musibah. Karena itulah mereka berkata,﴾ يَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَيُجِرۡكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ ﴿ "Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan me-lepaskan kamu dari azab yang pedih." Jika Allah سبحانه وتعالى melindungi mereka dari siksaan pedih, maka tidak ada lagi setelahnya selain kenikmat-an, dan inilah balasan orang yang mau menerima seruan Allah سبحانه وتعالى.
(32) ﴾ وَمَن لَّا يُجِبۡ دَاعِيَ ٱللَّهِ فَلَيۡسَ بِمُعۡجِزٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi," karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى Mahakuasa atas segala sesuatu sehingga tidak ada sesuatu pun yang bisa lari dariNya dan tidak akan ada yang mengalahkan urusanNya. ﴾ وَلَيۡسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءُۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ﴿ "Dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." Kesesatan mana lagi yang lebih nyata melebihi kesesatan orang yang telah ditun-jukkan oleh para rasul, telah sampai berita peringatan padanya dengan berbagai ayat-ayat yang jelas dan berbagai hujjah mutawatir, kemudian berpaling dan membanggakan diri.
46:33Page 506
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَلَمۡ يَعۡيَ بِخَلۡقِهِنَّ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحۡـِۧيَ ٱلۡمَوۡتَىٰۚ بَلَىٰٓۚ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٣٣
Do they not see that Allāh, who created the heavens and earth and did not fail in their creation, is able to give life to the dead? Yes. Indeed, He is over all things competent.
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesung-guhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Al-Ahqaf: 33).
(33) Ini adalah hujjah Allah سبحانه وتعالى yang membuktikan bahwa Dia Kuasa mengembalikan manusia setelah kematian, yaitu dengan yang lebih mengena, yaitu ﴾ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi," dengan kebesaran dan keluasan kedua-nya dan kesempurnaan penciptaan keduanya tanpa merasa lelah dengan hal itu dan tidak merasa payah menciptakannya, lantas bagaimana tidak mampu untuk mengembalikan kalian, setelah ke-matian kalian, dan Dia ﴾ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Mahakuasa atas segala sesuatu."
46:34–35Page 506
وَيَوۡمَ يُعۡرَضُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَلَى ٱلنَّارِ أَلَيۡسَ هَٰذَا بِٱلۡحَقِّۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَرَبِّنَاۚ قَالَ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ٣٤
And the Day those who disbelieved are exposed to the Fire [it will be said], "Is this not the truth?" They will say, "Yes, by our Lord." He will say, "Then taste the punishment for what you used to deny."1
فَٱصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ أُوْلُواْ ٱلۡعَزۡمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَلَا تَسۡتَعۡجِل لَّهُمۡۚ كَأَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَ مَا يُوعَدُونَ لَمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةٗ مِّن نَّهَارِۭۚ بَلَٰغٞۚ فَهَلۡ يُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ٣٥
So be patient, [O Muḥammad], as were those of determination among the messengers and do not be impatient for them.1 It will be - on the Day they see that which they are promised - as though they had not remained [in the world] except an hour of a day. [This is] notification. And will [any] be destroyed except the defiantly disobedient people?
"Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, dikatakan kepada mereka, 'Bukankah (azab) ini benar?' Mereka menjawab, 'Ya benar, demi Rabb kami.' Allah ber-firman, 'Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar.' Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai ke-teguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik'." (Al-Ahqaf: 34-35).
(34) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kondisi mengerikan orang-orang kafir ketika akan dimasukkan ke dalam neraka yang dulunya mereka dustakan, mereka dicerca dan dikatakan pada mereka, ﴾ أَلَيۡسَ هَٰذَا بِٱلۡحَقِّۖ ﴿ "Bukankah (azab) ini benar?" Kalian sekarang telah mendatangi dan menyaksikannya secara langsung dengan mata telanjang. ﴾ قَالُواْ بَلَىٰ وَرَبِّنَاۚ ﴿ "Mereka menjawab, 'Ya benar, demi Rabb kami'." Mereka pun mengakui dosa-dosa mereka dan kedustaan mereka terbukti jelas, ﴾ قَالَ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ﴿ "Allah berfirman, 'Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar'." Yaitu azab yang pasti dan langgeng sebagaimana kekufuran kalian yang menjadi sifat yang tidak terpisah (dari diri kalian).
(35) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan RasulNya untuk bersabar atas gangguan orang-orang yang mendustakan dan me-nentangnya. Allah سبحانه وتعالى memerintahkan RasulNya untuk tetap me-nyeru mereka kepada Allah سبحانه وتعالى serta meneladani kesabaran para rasul yang memiliki keteguhan hati dan para pemimpin manusia, mereka adalah pemilik keteguhan hati serta tekad yang tinggi, kesabaran mereka begitu besar dan keyakinan mereka sempurna. Mereka adalah sosok manusia yang perlu diteladani dan cahaya mereka harus dijadikan petunjuk. Rasulullah a melaksanakan perintah Rabbnya kemudian bersabar dengan kesabaran yang belum pernah dilakukan oleh para nabi sebelumnya, hingga para penentang saling bahu membahu menyerang bersama. Mereka semua berusaha menghalangi Rasu-lullah a agar tidak bisa berdakwah. Orang-orang musyrik melaku-kan berbagai tindakan permusuhan dan memerangi beliau sebisa mungkin. Namun Rasulullah a tetap tegar melaksanakan perintah Allah سبحانه وتعالى, tetap berdiri untuk berjihad melawan musuh-musuh Allah سبحانه وتعالى, bersabar atas gangguan yang beliau terima hingga Allah سبحانه وتعالى meneguhkan kedudukan beliau di muka bumi dan memenang-kan agamaNya di atas seluruh agama serta memenangkan umatnya atas seluruh umat yang ada. Semoga kesejahteraan dan keselamatan tetap terlimpah untuk beliau. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَا تَسۡتَعۡجِل لَّهُمۡۚ ﴿ "Maka janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." Artinya, untuk mereka yang mendus-takan dan meminta disegerakan siksanya, hal ini diucapkan karena kebodohan dan ketololan mereka. Jangan sampai kebodohan mereka membuatmu berkecil hati dan jangan sampai permintaan mereka agar disegerakan siksanya yang kau lihat itu membuatmu mendoakan keburukan bagi mereka, karena semua yang akan datang itu dekat masanya. ﴾ كَأَنَّهُمۡ ﴿ "Seolah-olah mereka," pada saat ﴾ يَرَوۡنَ مَا يُوعَدُونَ لَمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةٗ مِّن نَّهَارِۭۚ ﴿ "melihat apa yang dijanjikan kepada mereka, mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari." Janganlah kesenangan sesaat mereka itu membuatmu bersedih karena mereka akan menuju azab yang ber-akibat buruk. ﴾ بَلَٰغٞۚ ﴿ "Suatu pelajaran yang cukup," yakni, dunia ini dengan berbagai kesenangan dan kenikmatannya adalah sebagai penyampai dan pendorong waktu yang akan datang sesaat lagi, atau al-Qur`an ini yang kami jelaskan kepada kalian terdapat padanya penjelasan yang nyata dan sebagian pelajaran bagi kalian serta sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Al-Qur`an adalah bekal dan pelajaran terbaik, bekal yang akan menuntun ke surga yang penuh kenikmat-an dan menjaga mereka dari siksa yang pedih. Al-Qur`an adalah bekal terbaik yang dijadikan bekal oleh manusia dan nikmat terbe-sar yang diberikan Allah سبحانه وتعالى kepada mereka. ﴾ فَهَلۡ يُهۡلَكُ ﴿ "Maka tidak dibinasakan," dengan hukuman-h u k u m a n ﴾ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ﴿ "melainkan kaum yang fasik," yaitu orang-orang yang tidak memiliki kebaikan, mereka telah keluar dari jalur ketaatan terhadap Rabb mereka, tidak mau menerima kebenaran yang dibawa para rasul kepada mereka. Allah سبحانه وتعالى telah menyampaikan udzur dan memberikan peringatan kepada mereka setelah itu, namun karena mereka tetap mendusta-kan dan kufur, maka mereka mendapatkan siksaan yang pedih. Semoga Allah سبحانه وتعالى berkenan memberikan kita penjagaan.
Demikian tafsir terakhir Surat al-Ahqaf. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى Rabb semesta alam.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences