As-Sa'diMuhammad · 47:25–38

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Muhammad 47:25–38

47:25–28Page 509

إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱرۡتَدُّواْ عَلَىٰٓ أَدۡبَٰرِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡهُدَى ٱلشَّيۡطَٰنُ سَوَّلَ لَهُمۡ وَأَمۡلَىٰ لَهُمۡ ٢٥

Indeed, those who reverted back [to disbelief] after guidance had become clear to them - Satan enticed them and prolonged hope for them.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُواْ لِلَّذِينَ كَرِهُواْ مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ سَنُطِيعُكُمۡ فِي بَعۡضِ ٱلۡأَمۡرِۖ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ إِسۡرَارَهُمۡ ٢٦

That is because they said to those who disliked what Allāh sent down,1 "We will obey you in part of the matter." And Allāh knows what they conceal.

فَكَيۡفَ إِذَا تَوَفَّتۡهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَضۡرِبُونَ وُجُوهَهُمۡ وَأَدۡبَٰرَهُمۡ ٢٧

Then how [will it be] when the angels take them in death, striking their faces and their backs?

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ ٱتَّبَعُواْ مَآ أَسۡخَطَ ٱللَّهَ وَكَرِهُواْ رِضۡوَٰنَهُۥ فَأَحۡبَطَ أَعۡمَٰلَهُمۡ ٢٨

That is because they followed what angered Allāh and disliked [what earns] His pleasure, so He rendered worthless their deeds.

"Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu me-reka dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi), 'Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan,' dan Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa me-reka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaanNya, sebab itu Allah mengha-pus (pahala) amal-amal mereka." (Muhammad: 25-28).

(25) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kondisi orang-orang murtad dari petunjuk dan iman dan mundur ke belakang menuju kesesatan dan kekufuran bukan berdasarkan suatu dalil yang me-nunjukkan mereka dan juga tanpa penjelasan yang nyata, namun kemurtadan mereka itu karena ajakan musuh mereka (setan), ke-batilan yang dihiasi oleh setan, sehingga terlihat baik bagi mereka serta dikte yang dilakukan setan kepada mereka. ﴾ يَعِدُهُمۡ وَيُمَنِّيهِمۡۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا 120 ﴿ "Setan memberi mereka janji dan angan-angan dan tidaklah mereka diberi janji (oleh setan) melainkan hanya tipuan (belaka)." (An-Nisa`: 120).

(26) ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Yang demikian itu," adalah karena telah jelas petunjuk pada mereka namun mereka tidak mau menerima tapi menolaknya, dan mereka (orang-orang munafik) i t u ﴾ قَالُواْ لِلَّذِينَ كَرِهُواْ مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ ﴿ "berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah," dari orang-orang yang menampakkan permusuh-an kepada Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya, ﴾ سَنُطِيعُكُمۡ فِي بَعۡضِ ٱلۡأَمۡرِۖ ﴿ "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan," yakni orang-orang yang memiliki keinginan sama dengan mereka. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyiksa mereka dengan kesesatan dan menempatkan mereka tetap berada pada jalur yang akan menyampaikan mereka pada kesengsaraan dan siksa abadi, ﴾ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ إِسۡرَارَهُمۡ ﴿ "dan Allah mengetahui rahasia mereka," dan karena itulah Allah سبحانه وتعالى membuka kedok mereka serta dijelaskan pada hamba-hambaNya yang beriman agar tidak tertipu.

(27) ﴾ فَكَيۡفَ ﴿ "Bagaimanakah," engkau melihat kondisi mereka yang buruk serta pemandangan mereka yang mengerikan,﴾ إِذَا تَوَفَّتۡهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ﴿ "apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka," yakni para malaikat yang ditugaskan untuk mencabut nyawa mereka,﴾ يَضۡرِبُونَ وُجُوهَهُمۡ وَأَدۡبَٰرَهُمۡ ﴿ "seraya memukul muka dan punggung mereka," dengan alat pemukul secara keras.

(28) ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Yang demikian itu," adalah azab yang mereka dapatkan disebabkan ﴾ بِأَنَّهُمُ ٱتَّبَعُواْ مَآ أَسۡخَطَ ٱللَّهَ ﴿ "karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah," seperti kekufuran, kefasikan, dan pembangkangan, ﴾ وَكَرِهُواْ رِضۡوَٰنَهُۥ ﴿ "dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaanNya," se-hingga mereka tidak memiliki kesenangan yang bisa mendekatkan mereka kepadanya. ﴾ فَأَحۡبَطَ أَعۡمَٰلَهُمۡ ﴿ "Sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka," yaitu menghapuskan dan melenyapkan amal-amal mereka. Tidak seperti halnya orang-orang yang mengikuti apa pun yang mendatangkan keridhaan Allah سبحانه وتعالى serta membenci segala sesuatu yang bisa menimbulkan kemurkaanNya, orang se-perti ini akan dihapus kesalahan-kesalahannya oleh Allah سبحانه وتعالى dan pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah سبحانه وتعالى.

47:29–31Page 509

أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَن لَّن يُخۡرِجَ ٱللَّهُ أَضۡغَٰنَهُمۡ ٢٩

Or do those in whose hearts is disease think that Allāh would never expose their [feelings of] hatred?

وَلَوۡ نَشَآءُ لَأَرَيۡنَٰكَهُمۡ فَلَعَرَفۡتَهُم بِسِيمَٰهُمۡۚ وَلَتَعۡرِفَنَّهُمۡ فِي لَحۡنِ ٱلۡقَوۡلِۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ أَعۡمَٰلَكُمۡ ٣٠

And if We willed, We could show them to you, and you would know them by their mark; but you will surely know them by the tone of [their] speech. And Allāh knows your deeds.

وَلَنَبۡلُوَنَّكُمۡ حَتَّىٰ نَعۡلَمَ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبۡلُوَاْ أَخۡبَارَكُمۡ ٣١

And We will surely test you until We make evident those who strive among you [for the cause of Allāh] and the patient, and We will test your affairs.

"Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (Muhammad: 29-31).

(29) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ ﴿ "Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira," yakni seperti penyakit syubhat atau syahwat yang bisa mengeluarkan hati dari kondisinya yang bersih dan lurus; bahwasanya Allah سبحانه وتعالى tidak akan mencabut kedengkian dan permusuhan dari hati mereka ter-hadap Islam dan kaum Muslimin? Ini adalah dugaan yang tidak patut bagi kebijaksanaan Allah سبحانه وتعالى, karena Allah سبحانه وتعالى pasti membeda-kan antara orang yang benar dan orang yang dusta dengan cara diberi ujian dan berbagai musibah yang bagi siapa pun yang ke-imanannya tetap kokoh, maka dialah orang yang beriman sejati dan siapa pun yang balik ke belakang dan tidak bersabar ketika ditimpa ujian, merasa sedih serta imannya melemah, pada saat itu keluarlah kedengkian dalam hati mereka dan kemunafikannya bisa terlihat jelas. Inilah tuntutan hikmah yang ditetapkan Allah.

(30) Padahal Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَوۡ نَشَآءُ لَأَرَيۡنَٰكَهُمۡ فَلَعَرَفۡتَهُم بِسِيمَٰهُمۡۚ ﴿ "Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepa-damu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya," yakni tanda-tanda mereka semacam guratan di wajah mereka, ﴾ وَلَتَعۡرِفَنَّهُمۡ فِي لَحۡنِ ٱلۡقَوۡلِۚ ﴿ "dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka," yakni, yang disimpan di hati mereka itu pasti terlihat jelas dalam kata-kata kiasan mereka, sebab lisan adalah ruang pengenalan hati yang bisa menampakkan kebaikan atau keburukan yang tersimpan di dalam hati, ﴾ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ أَعۡمَٰلَكُمۡ ﴿ "dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu," sehingga kalian akan dibalas atas perbuatan-perbuatan kalian itu.

(31) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan ujian terberat yang diberikan pada hamba-hambaNya, yaitu jihad di jalan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَنَبۡلُوَنَّكُمۡ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu." Artinya, Kami akan menguji keimanan dan ke-sabaran kalian, ﴾ حَتَّىٰ نَعۡلَمَ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبۡلُوَاْ أَخۡبَارَكُمۡ ﴿ "agar Kami menge-tahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu," maka barangsiapa yang menunaikan perintah Allah سبحانه وتعالى dan berjuang di jalanNya untuk menolong agamaNya dan meninggikan kalimatNya, maka dialah Mukmin sejati, dan barangsiapa yang bermalas-malasan untuk berjihad, maka itulah kekurangan yang terdapat dalam keimanan mereka.

47:32Page 510

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَشَآقُّواْ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡهُدَىٰ لَن يَضُرُّواْ ٱللَّهَ شَيۡـٔٗا وَسَيُحۡبِطُ أَعۡمَٰلَهُمۡ ٣٢

Indeed, those who disbelieved and averted [people] from the path of Allāh and opposed the Messenger after guidance had become clear to them - never will they harm Allāh at all, and He will render worthless their deeds.

"Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka." (Muhammad: 32).

(32) Ini merupakan ancaman keras bagi orang yang me-ngumpulkan semua keburukan mulai dari kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, menghalangi manusia dari jalan Allah سبحانه وتعالى yang Allah bentangkan untuk sampai kepadaNya, ﴾ وَشَآقُّواْ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡهُدَىٰ ﴿ "serta me-musuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka." Artinya, mereka memusuhi dan menentang petunjuk secara sengaja dan membang-kang, bukan karena ketidaktahuan dan tersesat. Mereka itu ﴾ لَن يَضُرُّواْ ٱللَّهَ شَيۡـٔٗا ﴿ "tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikitpun." Permu-suhan dan penentangan mereka itu tidak akan mengurangi kekua-saan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَسَيُحۡبِطُ أَعۡمَٰلَهُمۡ ﴿ "dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka." Semua usaha yang pernah mereka lakukan da-lam menolong kebatilan akan dihapus oleh Allah سبحانه وتعالى karena tidak membuahkan apa pun selain kerugian. Semua amal mereka yang diharapkan mendapatkan pahala tidak diterima Allah سبحانه وتعالى karena tidak memenuhi syarat amal yang bisa diterima.

47:33Page 510

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبۡطِلُوٓاْ أَعۡمَٰلَكُمۡ ٣٣

O you who have believed, obey Allāh and obey the Messenger and do not invalidate your deeds.

"Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu." (Muhammad: 33).

(33) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan orang-orang Mukmin dengan suatu perintah yang merupakan pelengkap segala urusan mereka dan agar kebahagiaan mereka, baik di dunia maupun di akhirat tercapai, yaitu menaati Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya di berbagai masalah-masalah pokok Agama maupun cabang-cabangnya. Taat adalah menunaikan perintah Allah سبحانه وتعالى dan menjauhi semua yang dilarang sebagaimana yang diperintahkan dengan ikhlas dan mengikuti Sunnah Rasulullah a secara sempurna. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَا تُبۡطِلُوٓاْ أَعۡمَٰلَكُمۡ ﴿ "Dan janganlah kamu merusak-kan (pahala) amal-amalmu," mencakup larangan untuk merusak amal setelah dilakukan, seperti dengan cara selalu membicarakannya, membangga-banggakannya, serta mempublikasikannya kepada orang lain, juga berbagai kemaksiatan yang bisa menggugurkan pahala amal baik. Larangan ini juga mencakup larangan untuk merusak amalan pada waktu dilakukan dengan cara diputus atau dengan melakukan hal-hal yang bisa merusaknya. Semua hal yang bisa membatalkan shalat, puasa, haji dan lainnya termasuk dalam hal ini dan juga dilarang. Dengan ayat ini para ulama fikih berdalil atas haramnya membatalkan amalan wajib serta makruhnya membatalkan amalan sunnah tanpa alasan yang mewajibkan pembatalan tersebut. Karena Allah سبحانه وتعالى melarang kita untuk membatalkan amalan, maka larangan tersebut sebagai perintah bagi kita untuk memperbaiki serta me-nyempurnakan amalan serta menunaikannya secara layak, baik dari segi ilmu maupun praktik.

47:34–35Page 510

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ مَاتُواْ وَهُمۡ كُفَّارٞ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡ ٣٤

Indeed, those who disbelieved and averted [people] from the path of Allāh and then died while they were disbelievers - never will Allāh forgive them.

فَلَا تَهِنُواْ وَتَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱلسَّلۡمِ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمۡ وَلَن يَتِرَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ ٣٥

So do not weaken and call for peace while you are superior; and Allāh is with you and will never deprive you of [the reward of] your deeds.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamu-lah yang di atas dan Allah-(pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu." (Muhammad: 34-35).

(34) Ayat ini dan ayat lain yang terdapat dalam surat al-Baqarah, ﴾ وَمَن يَرۡتَدِدۡ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتۡ وَهُوَ كَافِرٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۖ ﴿ "Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat," (Al-Baqarah: 217), adalah sebagai pembatas kemut-lakan semua nash tentang gugurnya amalan karena kekufuran. Yakni, gugurnya amal karena kekufuran dibatasi dengan kematian orang bersangkutan dalam kekufuran. Dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Sesungguh-nya orang-orang yang kafir," terhadap Allah سبحانه وتعالى, malaikat, kitab-kitab Allah سبحانه وتعالى, rasul-rasul Allah سبحانه وتعالى, dan Hari Akhir, ﴾ وَصَدُّواْ ﴿ "dan mengha-langi" manusia ﴾ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "dari jalan Allah," dengan cara mendorong mereka agar tidak menerima kebenaran dan diajak kepada keba-tilan serta dihias-hiasi, ﴾ ثُمَّ مَاتُواْ وَهُمۡ كُفَّارٞ ﴿ "kemudian mereka mati dalam keadaan kafir," sebelum bertaubat, ﴾ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡ ﴿ "maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka," tidak dengan syafa'at atau lainnya, karena Allah سبحانه وتعالى telah memastikan azab atas mereka. Me-reka telah kehilangan pahala dan Allah سبحانه وتعالى telah mewajibkan mereka untuk kekal di dalam neraka, serta rahmat dari Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Menyayangi dan Maha Mengampuni telah ditutup untuk mereka. Makna tersirat dari ayat ini adalah bahwa jika mereka bertau-bat dari kekufuran sebelum ajal menjelang, maka Allah سبحانه وتعالى akan mengampuni dan merahmati mereka, serta memasukkan mereka ke dalam surga, meski mereka menghabiskan usia dalam kekufuran dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah سبحانه وتعالى serta melaku-kan berbagai kemaksiatan. Mahasuci Allah سبحانه وتعالى yang membukakan pintu-pintu rahmat untuk para hambaNya dan tidak menutupnya dari seorang pun selama yang bersangkutan masih hidup dan masih mungkin bertaubat. Mahasuci Allah سبحانه وتعالى Yang Mahasabar yang tidak menyegerakan siksaan bagi mereka yang durhaka, Allah سبحانه وتعالى justru mengampuni mereka dan memberi mereka rizki seolah-olah mereka tidak pernah mendurhakaiNya padahal Allah سبحانه وتعالى Kuasa untuk se-gera menyiksa mereka.

(35) Selanjutnya Allah تعالى berfirman, ﴾ فَلَا تَهِنُواْ ﴿ "Janganlah kamu lemah," yakni, janganlah kalian lemah untuk memerangi musuh-musuh kalian, sehingga kalian akan diliputi rasa takut, tapi hendaklah kalian bersabar, kokohkan hati, kuatkan diri kalian untuk berperang demi mengharap ridha Rabb kalian serta sebagai nasihat untuk Islam dan agar setan marah. ﴾ وَ﴿ "Dan" janganlah kalian ﴾ وَتَدۡعُوٓاْ إِلَى ﴿ "minta" berdamai dan saling membiarkan antara kalian dan musuh kalian demi mengharapkan kesenangan, ﴾ وَ﴿ "padahal," keadaannya ﴾ أ َ ن ْ ت ُ م ُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمۡ وَلَن يَتِرَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ ﴿ "kamulah yang di atas dan Allah(pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan me-ngurangi (pahala) amal-amalmu," yakni, Allah سبحانه وتعالى tidak akan mengu-rangi pahala dari amal kalian. Ketiga hal di atas masing-masingnya mewujudkan kesabaran dan menghilangkan rasa takut. Pertama, predikat mereka sebagai orang-orang yang di atas, maksudnya telah tercapai berbagai faktor kemenangan dan juga diberi janji yang benar oleh Allah سبحانه وتعالى. Seseorang tidak akan lemah kecuali jika yang bersangkutan paling rendah dari yang lain, jumlah, peralatan, serta kekuatan lebih kecil, baik internal maupun eksternal. Kedua, Allah سبحانه وتعالى bersama mereka, karena mereka adalah orang-orang yang beriman. Allah سبحانه وتعالى akan selalu bersama orang Mukmin dengan pertolongan, kemenangan, dan pengukuhan. Hal ini akan menimbulkan kekuatan dalam hati dan membuat mereka berani maju menghadapi musuh. Ketiga, Allah سبحانه وتعالى tidak akan mengurangi pahala amal mereka sama sekali, justru Allah سبحانه وتعالى akan menyempurnakan dan menam-bahinya, karena kemurahanNya, khususnya bagi hamba-hambaNya yang berjihad, karena dana yang diperlukan dalam jihad itu ber-lipat-lipat. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ لَا يُصِيبُهُمۡ ظَمَأٞ وَلَا نَصَبٞ وَلَا مَخۡمَصَةٞ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَطَـُٔونَ مَوۡطِئٗا يَغِيظُ ٱلۡكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنۡ عَدُوّٖ نَّيۡلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُم بِهِۦ عَمَلٞ صَٰلِحٌۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ 120 وَلَا يُنفِقُونَ نَفَقَةٗ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةٗ وَلَا يَقۡطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمۡ لِيَجۡزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحۡسَنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 121 ﴿ "Yang demikian itu ialah karena mereka tidaklah ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menim-pakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu pahala amal shalih. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan mereka tidak menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal shalih pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (At-Taubah: 120-121). Manakala seseorang mengetahui bahwa Allah سبحانه وتعالى tidak akan menyia-nyiakan amal dan jihadnya, maka hal itu akan menimbul-kan semangat baginya sehingga segenap usaha akan dicurahkan untuk mendapatkan pahala. Lantas bagaimana halnya jika ketiga hal tersebut terdapat dalam diri seseorang? Hal itu akan menim-bulkan dorongan semangat yang amat sempurna. Itulah cara Allah سبحانه وتعالى memberikan dorongan, kecintaan, serta penguatan hati hamba-hambaNya untuk melakukan pekerjaan yang di dalamnya terdapat kebaikan dan keberuntungan bagi mereka.

47:36–38Page 510

إِنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞۚ وَإِن تُؤۡمِنُواْ وَتَتَّقُواْ يُؤۡتِكُمۡ أُجُورَكُمۡ وَلَا يَسۡـَٔلۡكُمۡ أَمۡوَٰلَكُمۡ ٣٦

[This] worldly life is only amusement and diversion. And if you believe and fear Allāh, He will give you your rewards and not ask you for your properties.

إِن يَسۡـَٔلۡكُمُوهَا فَيُحۡفِكُمۡ تَبۡخَلُواْ وَيُخۡرِجۡ أَضۡغَٰنَكُمۡ ٣٧

If He should ask you for them and press you, you would withhold, and He would expose your hatred [i.e., unwillingness].

هَٰٓأَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ تُدۡعَوۡنَ لِتُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبۡخَلُۖ وَمَن يَبۡخَلۡ فَإِنَّمَا يَبۡخَلُ عَن نَّفۡسِهِۦۚ وَٱللَّهُ ٱلۡغَنِيُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُۚ وَإِن تَتَوَلَّوۡاْ يَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓاْ أَمۡثَٰلَكُم ٣٨

Here you are - those invited to spend in the cause of Allāh - but among you are those who withhold [out of greed]. And whoever withholds only withholds [benefit] from himself; and Allāh is the Free of need, while you are the needy. And if you turn away [i.e., refuse], He will replace you with another people; then they will not be the likes of you.

"Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan mem-berikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya), niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Mahakaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)." (Muhammad: 36-38).

(36-37) Ini adalah dorongan dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba-hambaNya agar bersikap zuhud dalam kehidupan dunia, dengan cara memberitahukan mereka hakikat dunia, yaitu bahwa dunia adalah permainan dan senda gurau; permainan jasmaniah dan senda gurau dalam hati. Orang akan senantiasa bersenda gurau dengan harta, anak, perhiasan, kenikmatan yang didapat dari istri, makanan, minuman, tempat tinggal, tempat duduk, pemandangan dan kepemimpinan, juga bermain-main dengan berbagai aktivitas yang tidak ada gunanya, justru berporos antara kebatilan, kelalaian dan kemaksiatan, hingga menghabiskan umur dunianya dan ajal-nya tiba. Semua hal-hal duniawi akan berpaling dan meninggalkan-nya dan sedikit pun tidak akan didapatkan oleh seseorang, bahkan jelas-jelas nampak kerugiannya, terhalang dari pahala serta datang siksanya. Hal ini mengharuskan mereka yang berakal untuk ber-sikap zuhud terhadap dunia, tidak terlalu mencintai dunia serta tidak terlalu mencurahkan perhatiannya pada keduniaan. Yang harus diperhatikan adalah seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَإِن تُؤۡمِنُواْ وَتَتَّقُواْ ﴿ "Dan jika kamu beriman serta bertakwa," yakni beriman kepada Allah سبحانه وتعالى, para malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan Hari Akhir, bertakwa kepada Allah سبحانه وتعالى yang merupakan keharusan serta tuntutan keimanan, yaitu ber-amal meniti ridhaNya secara terus menerus dan menjauhi kemak-siatan. Inilah yang bisa membawa manfaat bagi manusia dan yang seharuskan dijadikan perlombaan, diperhatikan dan diluangkan segenap usaha dalam mencarinya. Dan itulah yang dimaksudkan oleh Allah سبحانه وتعالى dari hamba-hambaNya sebagai rahmat dan kelem-butan Allah سبحانه وتعالى kepada mereka agar mereka diberi balasan yang besar. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ وَإِن تُؤۡمِنُواْ وَتَتَّقُواْ يُؤۡتِكُمۡ أُجُورَكُمۡ وَلَا يَسۡـَٔلۡكُمۡ أَمۡوَٰلَكُمۡ ﴿ "Dan jika kamu beriman serta bertakwa, maka Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-harta-mu." Artinya, Allah سبحانه وتعالى tidak ingin membebankan sesuatu yang memberatkan kalian dan tidak ingin menyusahkan kalian dengan mengambil harta kalian sehingga kalian hidup tanpa harta atau mengurangi sesuatu yang membahayakan kalian. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِن يَسۡـَٔلۡكُمُوهَا فَيُحۡفِكُمۡ تَبۡخَلُواْ وَيُخۡرِجۡ أَضۡغَٰنَكُمۡ ﴿ "Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan se-muanya), niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedeng-kianmu," yakni, kalian menampakkan kedengkian yang ada di hati karena kalian dituntut untuk mencurahkan sesuatu yang tidak kalian senangi.

(38) Dalil bahwa Allah سبحانه وتعالى, seandainya menuntut dan me-minta harta kalian berkali-kali, pasti kalian tidak akan memberi, adalah bahwa kalian ﴾ تُدۡعَوۡنَ لِتُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "diajak untuk menafkah-kan (hartamu) pada jalan Allah," dalam bentuk tadi yang di situlah terdapat kebaikan kalian, baik duniawi maupun ukhrawi,﴾ فَمِنكُم مَّن يَبۡخَلُۖ ﴿ "maka di antara kamu ada orang yang kikir." Artinya, bagaimana seandainya Allah سبحانه وتعالى meminta dan menuntut harta kalian di luar hal yang menurut kalian tidak terdapat maslahatnya secara langsung, bukankah hal itu lebih membuatkan kalian untuk tidak memberi-kan harta? Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَن يَبۡخَلۡ فَإِنَّمَا يَبۡخَلُ عَن نَّفۡسِهِۦۚ ﴿ "Dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sen-diri." Karena itu artinya dia mencegah dirinya sendiri untuk men-dapatkan pahala dari Allah سبحانه وتعالى dan dengan demikian ia kehilangan kebaikan yang banyak. Ia tidak berinfak pun sama sekali tidak membahayakan Allah سبحانه وتعالى, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى ﴾ ٱلۡغَنِيُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُۚ ﴿ "Mahakaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan-(Nya)," yakni memerlukanNya di seluruh waktu dan dalam berba-gai urusan kalian. ﴾ وَإِن تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan jika kamu berpaling," dari iman kepada Allah سبحانه وتعالى dan menunaikan perintahNya, ﴾ يَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓاْ أَمۡثَٰلَكُم ﴿ "nis-caya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)." Artinya, tidak seperti kalian yang ber-paling, tapi kaum ini menaati Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya serta men-cintai Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِي ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman! Barangsiapa yang murtad dari kalian dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dicintai (Allah) dan mereka mencintaiNya." (Al-Ma`idah: 54).

Selesai tafsir Surat al-Qital (Muhammad). Segala puji hanya bagi Allah semata, Rabb semesta alam. 9

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском