As-Sa'diMuhammad · 47:1–24

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

محمد

Muhammad

Muhammad · Medinan · 38 ayahs

47:1–3Page 507

ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ أَضَلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ ١

Those who disbelieve and avert [people] from the way of Allāh - He will waste their deeds.1

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَءَامَنُواْ بِمَا نُزِّلَ عَلَىٰ مُحَمَّدٖ وَهُوَ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡ كَفَّرَ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَأَصۡلَحَ بَالَهُمۡ ٢

And those who believe and do righteous deeds and believe in what has been sent down upon Muḥammad - and it is the truth from their Lord - He will remove from them their misdeeds and amend their condition.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱتَّبَعُواْ ٱلۡبَٰطِلَ وَأَنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبَعُواْ ٱلۡحَقَّ مِن رَّبِّهِمۡۚ كَذَٰلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ أَمۡثَٰلَهُمۡ ٣

That is because those who disbelieve follow falsehood, and those who believe follow the truth from their Lord. Thus does Allāh present to the people their comparisons.1

"Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menghapus perbuatan-perbuatan mereka. Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal shalih dan beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Rabb mereka, Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Rabb mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka." (Muhammad: 1-3).

Madaniyah

"Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1) Ayat-ayat ini mencakup penjelasan tentang balasan bagi orang-orang yang beriman, hukuman bagi orang-orang yang durhaka, sebab dari semua itu, dan seruan untuk manusia agar mengambil pelajaran dari semua itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah." Mereka adalah para pembesar orang-orang kafir dan pemimpin kesesatan, orang-orang yang menyatukan antara kekufuran terhadap Allah سبحانه وتعالى dan ayat-ayatNya serta menghalangi diri mereka sendiri dan orang lain dari jalan Allah سبحانه وتعالى, yaitu menghalangi dari keimanan yang diserukan oleh para rasul dan para pengikutnya; mereka itulah orang-orang yang, ﴾ أَضَلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ ﴿ "Allah menghapus perbuatan-perbuatan mereka." Artinya, dihapus dan mereka dibuat menderita karena perbuatan-perbuatan mereka sendiri. Perbuatan-perbuatan mereka ini mencakup perbuatan yang dilakukan untuk mengelabui kebe-naran dan menipu para wali Allah سبحانه وتعالى, tapi Allah سبحانه وتعالى mengembalikan efek buruk tipu daya mereka itu pada diri mereka sendiri, mereka sama sekali tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Per-buatan-perbuatan yang mereka harapkan mendapatkan pahala itu dihapus oleh Allah سبحانه وتعالى dari mereka. Penyebab semua itu adalah karena mereka mengikuti kebatilan, yaitu semua tujuan yang tidak diinginkan untuk mencari keridhaan Allah سبحانه وتعالى seperti menyembah berhala dan patung dan juga perbuatan-perbuatan yang bertujuan untuk menolong kebatilan, perbuatan yang dilakukan untuk men-dukung kebatilan sama-sama batil.

(2) Sedangkan ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "orang-orang yang beriman," ter-hadap apa yang diturunkan Allah سبحانه وتعالى kepada para RasulNya secara umum dan kepada Nabi Muhammad a secara khusus, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan mengerjakan amal-amal shalih," dengan mengerjakan kewajiban-kewajiban terhadap hak-hak Allah سبحانه وتعالى dan hak-hak manusia, baik yang bersifat wajib maupun anjuran, ﴾ كَفَّرَ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ ﴿ "Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka," yang kecil dan yang besar, dan ketika kesalahan-kesalahan mereka telah dihapus, mereka pun selamat dari azab dunia dan akhirat, ﴾ وَأَصۡلَحَ بَالَهُمۡ ﴿ "dan memperbaiki keadaan mereka." Yakni, Allah سبحانه وتعالى akan memperbaiki agama, dunia, hati, dan perbuatan mereka serta memperbaiki pahala mereka dengan diperbanyak dan dibersihkan serta memperbaiki semua hal ihwal mereka.

(3) Penyebab semua itu adalah karena mereka mengikuti kebenaran yang lurus dan meyakininya serta semua yang dikan-dung oleh al-Qur`an yang agung ini yang berasal dari Rabb mereka yang meramu mereka dengan nikmat dan mengatur mereka dengan kelembutan. Allah سبحانه وتعالى menggembleng mereka dengan kebenaran, mereka pun mengikuti kebenaran itu hingga semua hal mereka menjadi baik. Dan karena tujuan yang dimaksudkan untuk mereka itu berhubungan dengan kebenaran yang bersumber dari Allah سبحانه وتعالى Yang Mahakekal, Mahabenar dan Mahanyata, maka sarana akan tetap ada, dan pahalanya pun tetap mengalir. ﴾ كَذَٰلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ أَمۡثَٰلَهُمۡ ﴿ "Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka." Seperti itulah Allah سبحانه وتعالى mem-buat perumpamaan untuk manusia yang menjelaskan orang-orang yang baik dan orang-orang yang jahat. Masing-masing dari kedua golongan tersebut diberi sifat yang bisa diketahui dan dibedakan. Semua itu adalah agar orang-orang yang binasa, binasa setelah bukti nyata datang kepadanya, dan orang-orang yang hidup juga hidup dengan bukti nyata.

47:4–6Page 507

فَإِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَضَرۡبَ ٱلرِّقَابِ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَثۡخَنتُمُوهُمۡ فَشُدُّواْ ٱلۡوَثَاقَ فَإِمَّا مَنَّۢا بَعۡدُ وَإِمَّا فِدَآءً حَتَّىٰ تَضَعَ ٱلۡحَرۡبُ أَوۡزَارَهَاۚ ذَٰلِكَۖ وَلَوۡ يَشَآءُ ٱللَّهُ لَٱنتَصَرَ مِنۡهُمۡ وَلَٰكِن لِّيَبۡلُوَاْ بَعۡضَكُم بِبَعۡضٖۗ وَٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ ٤

So when you meet those who disbelieve [in battle], strike [their] necks until, when you have inflicted slaughter upon them, then secure [their] bonds,1 and either [confer] favor2 afterwards or ransom [them] until the war lays down its burdens.3 That [is the command]. And if Allāh had willed, He could have taken vengeance upon them [Himself], but [He ordered armed struggle] to test some of you by means of others. And those who are killed in the cause of Allāh - never will He waste their deeds.

سَيَهۡدِيهِمۡ وَيُصۡلِحُ بَالَهُمۡ ٥

He will guide them and amend their condition

وَيُدۡخِلُهُمُ ٱلۡجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمۡ ٦

And admit them to Paradise, which He has made known to them.

"Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka, maka kencangkanlah ikatan (tawanlah mereka) dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikian-lah, apabila Allah menghendaki, niscaya Allah akan membinasa-kan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Allah akan mem-beri pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenal-kanNya kepada mereka." (Muhammad: 4-6).

(4) Allah سبحانه وتعالى berfirman memberikan petunjuk pada para hambaNya kepada kebaikan mereka serta memberikan pertolongan pada mereka atas musuh-musuh mereka, ﴾ فَإِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir," dalam peperangan, maka perangilah mereka dan tebaslah leher-leher mereka agar kalian dapat mengalahkan mereka, agar kalian dapat membasmi halangan karena keburukan mereka. Jika kalian telah melakukan hal itu dan kalian melihat para tawanan, maka lebih utama dan lebih baik ada-lah ﴾ فَشُدُّواْ ٱلۡوَثَاقَ ﴿ "kencangkanlah ikatan," yakni dengan diikat sebagai tindakan preventif agar para tawanan tidak lari, jika mereka telah diikat, maka kaum Muslimin pun merasa tenang hatinya setelah memerangi orang-orang kafir dan merasa tenang dari keburukan mereka. Ketika orang-orang kafir berada dalam tawanan kalian, maka kalian memiliki pilihan antara membebaskan mereka tanpa imbalan harta ataupun tebusan atau dibebaskan dengan tebusan dari mereka, atau ditukar oleh orang-orang kafir dengan harta atau dengan tawanan Muslim yang ada di tangan mereka. Hal ini tetap berlangsung ﴾ حَتَّىٰ تَضَعَ ٱلۡحَرۡبُ أَوۡزَارَهَاۚ ﴿ "sampai perang berhenti." Hingga perang tidak ada lagi dan kalian berada dalam gencatan senjata dan per-janjian, karena dalam setiap tempat itu ada pembahasannya sendiri dan setiap kondisi itu memiliki hukum tersendiri. Kondisi di atas hanya berlaku ketika terjadinya perang, jika ternyata pada sebagian kesempatan tidak ada peperangan karena adanya suatu sebab, maka tidak boleh terjadi serangan maupun tawanan. ﴾ ذَٰلِكَۖ ﴿ "Demikianlah," hukum yang telah disebutkan ten-tang kaum Mukminin yang diuji dengan perang terhadap kaum kafir serta saling bergantinya hari di antara mereka dan juga keme-nangan yang silih berganti. ﴾ وَلَوۡ يَشَآءُ ٱللَّهُ لَٱنتَصَرَ مِنۡهُمۡ ﴿ "Apabila Allah meng-hendaki, niscaya Allah akan membinasakan mereka," karena sesungguh-nya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan Kuasa untuk membuat orang-orang tidak menang dalam satu peperangan pun hingga orang-orang Muslim bisa menghabisi semua orang kafir yang ada, ﴾ وَلَٰكِن لِّيَبۡلُوَاْ بَعۡضَكُم بِبَعۡضٖۗ ﴿ "tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain," agar jihad berdiri, yang dengan jihad ini dapat diketahui dengan jelas kondisi hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى yang benar dan yang berdusta. Dan agar orang yang beriman memiliki ke-imanan yang benar, berdasarkan pengetahuan yang benar bukan karena mengikuti pihak yang menang, karena keimanan pihak yang menang adalah keimanan yang lemah yang hampir tidak bertahan ketika tertimpa berbagai musibah dan ujian. ﴾ وَٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah," akan mendapatkan pahala yang besar. Mereka adalah orang-orang yang memerangi kaum yang diperintahkan agar diperangi, agar kalimat Allah سبحانه وتعالى tinggi, mereka itulah orang-orang yang ﴾ فَلَن يُضِلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ ﴿ "Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka." Artinya, tidak digugurkan dan tidak dihapus, tapi diterima dan diperbanyak untuk mereka dan hasil dari amalan-amalan baik mereka itu akan nampak di dunia dan di akhirat.

(5) ﴾ سَيَهۡدِيهِمۡ ﴿ "Allah akan memberi petunjuk kepada mereka," untuk menempuh jalan yang menghantarkan mereka ke surga, ﴾ وَيُصۡلِحُ بَالَهُمۡ ﴿ "dan memperbaiki keadaan mereka," yakni, kondisi dan pe-rihal mereka; pahala mereka sempurna dan baik, tidak ada kotoran dan kekurangan sama sekali.

(6) ﴾ وَيُدۡخِلُهُمُ ٱلۡجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمۡ ﴿ "Dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkanNya kepada mereka," yakni, dikenalkan per-tama dengan diberinya rasa kerinduan pada mereka pada surga, menyebutkan sifat-sifat surga itu kepada mereka, serta menjelaskan pada mereka amalan-amalan yang bisa menyampaikan mereka pada surga yang di antaranya adalah berperang di jalan Allah سبحانه وتعالى. Mereka juga diberi pertolongan untuk melaksanakan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى serta diberi semangat (dorongan) untuk menu-naikannya. Selanjutnya ketika mereka masuk surga, mereka diper-kenalkan pada rumah-rumah mereka serta berbagai kenikmatan abadi dan kehidupan sempurna yang terdapat di dalamnya.

47:7–9Page 507

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ ٧

O you who have believed, if you support Allāh, He will support you and plant firmly your feet.

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَتَعۡسٗا لَّهُمۡ وَأَضَلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ ٨

But those who disbelieve - for them is misery, and He will waste their deeds.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَرِهُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأَحۡبَطَ أَعۡمَٰلَهُمۡ ٩

That is because they disliked what Allāh revealed, so He rendered worthless their deeds.

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan keduduk-anmu. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Qur`an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka." (Muhammad: 7-9).

(7) Ini adalah perintah dari Allah سبحانه وتعالى kepada orang-orang yang beriman agar mereka menolong (membela) Allah سبحانه وتعالى dengan menegakkan AgamaNya, menyeru manusia kepadaNya serta ber-jihad melawan musuh-musuhNya yang dilakukan dengan tujuan untuk mencari ridha Allah سبحانه وتعالى. Jika mereka melakukan hal itu, maka Allah سبحانه وتعالى akan memberikan pertolongan pada mereka dan meneguh-kan kaki mereka. Artinya hati mereka diberi kesabaran, ketenangan serta keteguhan serta membuat jasad mereka bersabar menghadapi itu, dan memberikan mereka pertolongan untuk mengalahkan musuh-musuh mereka. Ini merupakan janji dari Allah سبحانه وتعالى Yang Mahamulia dan Mahabenar janjinya, siapa pun yang menolongNya dengan perkataan dan perbuatan, maka akan diberi pertolongan oleh Allah سبحانه وتعالى serta diberi kemudahan untuk mendapatkan faktor-faktor kemenangan seperti keteguhan hati dan lainnya.

(8) Sedangkan orang-orang yang kufur terhadap Rabb mereka dan menolong kebatilan, maka mereka itu berada dalam kecelakaan, artinya, akibat dari perbuatan mereka serta kehinaan. ﴾ وَأَضَلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ ﴿ "Dan (Allah) menghapus amal-amal mereka." Artinya, Allah سبحانه وتعالى menggugurkan amal-amal mereka yang hendak menipu daya kebenaran dan dampak dari tipu daya itu pun kembali pada diri mereka sendiri, amal-amal mereka pun batal yang mereka kira mereka lakukan untuk mencari keridhaan Allah سبحانه وتعالى.

(9) Penghapusan amal serta kecelakaan untuk orang-orang kafir itu disebabkan karena, ﴾ كَرِهُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ﴿ "mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah," yaitu al-Qur`an yang diturunkan oleh Allah سبحانه وتعالى sebagai perbaikan untuk hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى dan sebagai keberuntungan untuk mereka, namun mereka tidak mau meneri-manya, justru mereka murka dan benci terhadapnya, ﴾ فَأَحۡبَطَ أَعۡمَٰلَهُمۡ ﴿ "maka Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka."

47:10–11Page 507

۞ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡۖ وَلِلۡكَٰفِرِينَ أَمۡثَٰلُهَا ١٠

Have they not traveled through the land and seen how was the end of those before them? Allāh destroyed [everything] over them,1 and for the disbelievers is something comparable.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَأَنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ ١١

That is because Allāh is the protector of those who have believed and because the disbelievers have no protector.

"Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka? Allah telah menimpakan kebi-nasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesung-guhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung." (Mu-hammad: 10-11).

(10) Apakah mereka yang mendustakan Rasulullah a itu tidak mengadakan perjalanan supaya, ﴾ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ ﴿ "mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka." Mereka tidak akan menemukan kesudahan, selain kesudahan yang buruk, mereka tidak menengok dan melihat melainkan sekeliling mereka telah binasa dan hancur, pendustaan serta kekufuran mereka pun semakin mengakar, sehingga Allah سبحانه وتعالى membinasakan harta dan rumah mereka. Lebih dari itu bahkan Allah سبحانه وتعالى menghancurkan amal dan tipu daya mereka. Orang-orang kafir di berbagai masa dan tempat mempunyai contoh-contoh ke-sudahan serta hukuman hina seperti ini. Sedangkan orang-orang yang beriman akan diselamatkan oleh Allah سبحانه وتعالى dari siksaanNya dan diberi balasan baik yang banyak.

(11) ﴾ ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Yang demikian itu karena sesung-guhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman." Allah سبحانه وتعالى melindungi mereka dengan rahmatNya dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Allah سبحانه وتعالى memberikan balasan serta kemenangan kepada mereka. ﴾ وَأَنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Dan karena sesungguhnya orang-orang kafir," terhadap Allah سبحانه وتعالى, di mana mereka memutuskan sendiri perlindungan dari Allah سبحانه وتعالى dan menolak rahmatNya dari diri mereka, ﴾ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ ﴿ "tiada mempunyai pelindung," yang menun-jukkan mereka ke jalan keselamatan dan tidak ada yang menyela-matkan mereka dari azab dan siksaan Allah سبحانه وتعالى, para pelindung mereka adalah thaghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kesesatan; mereka itulah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.

47:12Page 508

إِنَّ ٱللَّهَ يُدۡخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَتَمَتَّعُونَ وَيَأۡكُلُونَ كَمَا تَأۡكُلُ ٱلۡأَنۡعَٰمُ وَٱلنَّارُ مَثۡوٗى لَّهُمۡ ١٢

Indeed, Allāh will admit those who have believed and done righteous deeds to gardens beneath which rivers flow, but those who disbelieve enjoy themselves and eat as grazing livestock eat, and the Fire will be a residence for them.

"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang ber-iman dan mengerjakan amal shalih ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu ber-senang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka." (Muhammad: 12).

(12) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa Dia adalah pelin-dung orang-orang yang beriman selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa yang akan dilakukan pada mereka di akhirat, mulai dari masuk surga yang di bawahnya mengalir berbagai sungai yang mengairi kebun-kebun penuh bunga itu serta pohon-pohon hijau nan indah yang berbuah. Masing-masing pasangan memiliki kesenangan dan masing-masing buah memiliki kenikmatan. Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa orang-orang kafir itu tidak memiliki pelindung, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa mereka diserahkan pada diri mereka sendiri, mereka pun tidak memiliki sifat sopan dan tidak memiliki sifat-sifat kemanusiaan, bahkan derajat mereka pun terhempas jauh ke bawah hingga men-jadi seperti binatang yang tidak memiliki akal dan akhlak. Sebagian besar keinginan serta tujuan mereka adalah bersenang-senang de-ngan kenikmatan dan hawa nafsu duniawi. Gerakan mereka, baik yang nampak maupun yang tidak nampak berporos di sekitar kesenangan dunia tanpa menuju pada kebaikan dan kebahagiaan. Karena itulah neraka menjadi tempat kembali mereka, yaitu tempat yang telah dipersiapkan untuk mereka, mereka tidak bisa keluar darinya dan siksaan tidak diredakan untuk mereka.

47:13Page 508

وَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةٗ مِّن قَرۡيَتِكَ ٱلَّتِيٓ أَخۡرَجَتۡكَ أَهۡلَكۡنَٰهُمۡ فَلَا نَاصِرَ لَهُمۡ ١٣

And how many a city was stronger than your city [i.e., Makkah] which drove you out? We destroyed them; and there was no helper for them.

"Dan betapa banyaknya negeri-negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah me-ngusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka." (Muhammad: 13).

(13) Berapa banyak negeri-negeri orang yang mendustakan yang lebih kuat dari negerimu dari segi harta, anak, sekutu, ba-ngunan dan peralatan yang telah Kami hancurkan ketika mereka mendustakan para rasul Kami, berbagai petuah dan nasihat tidak mempan bagi mereka dan Kami pun tidak menemukan penolong bagi mereka. Kekuatan yang mereka miliki sama sekali tidak ber-guna untuk melindungi mereka dari siksaan Allah سبحانه وتعالى. Lantas bagai-mana kondisi orang-orang lemah yang ada di negerimu itu pada saat mereka mengusirmu dari negerimu, mereka mendustakan dan menentangmu, padahal engkau adalah Rasul terbaik serta yang terbaik dari seluruh manusia sejak dari yang pertama hingga yang terakhir. Bukankah mereka lebih berhak untuk dibinasakan dan disiksa daripada yang lain andai Allah سبحانه وتعالى tidak mengutus RasulNya membawa rahmat dan kesabaran terhadap semua orang kafir dan penentang?

47:14Page 508

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّهِۦ كَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُم ١٤

So is he who is on clear evidence from his Lord like him to whom the evil of his work has been made attractive and they follow their [own] desires?

"Maka apakah orang-orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (setan) menja-dikan mereka memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?" (Muhammad: 14).

(14) Tidaklah sama antara orang berpegang pada keterangan perintah Agama Allah سبحانه وتعالى, baik secara ilmu maupun amal, dan me-ngetahui kebenaran serta mengikutinya serta mengharapkan janji Allah سبحانه وتعالى bagi pengikut kebenaran dengan orang yang hatinya buta, yang menolak kebenaran hingga ia pun tersesat dan mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah سبحانه وتعالى meski demikian ia pun tetap berpendirian bahwa yang dipegangnya benar. Alangkah jauhnya perbedaan kedua golongan tersebut dan begitu besar per-bedaan antara keduanya, yaitu antara pengikut kebenaran dan pengikut kesesatan.

47:15Page 508

مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ فِيهَآ أَنۡهَٰرٞ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٖ وَأَنۡهَٰرٞ مِّن لَّبَنٖ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ خَمۡرٖ لَّذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ عَسَلٖ مُّصَفّٗىۖ وَلَهُمۡ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَمَغۡفِرَةٞ مِّن رَّبِّهِمۡۖ كَمَنۡ هُوَ خَٰلِدٞ فِي ٱلنَّارِ وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمٗا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ ١٥

Is the description of Paradise, which the righteous are promised, wherein are rivers of water unaltered,1 rivers of milk the taste of which never changes, rivers of wine delicious to those who drink, and rivers of purified honey, in which they will have from all [kinds of] fruits and forgiveness from their Lord... [Are its inhabitants] like those who abide eternally in the Fire and are given to drink scalding water that will sever their intestines?

"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan aromanya, sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka di dalamnya memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, (apakah) sama dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?" (Muhammad: 15).

(15) Artinya, perumpamaan surga yang disediakan Allah سبحانه وتعالى untuk hamba-hambaNya yang takut akan murkaNya serta meniti keridhaanNya, yakni dengan segala pernak-pernik surga yang indah itu di mana ﴾ فِيهَآ أَنۡهَٰرٞ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٖ ﴿ "di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan aromanya," yakni, tidak berubah (cita rasanya), tidak mengganggu kesehatan, tidak berbau, tidak asam dan tidak keruh, tapi air surga adalah air yang paling sejuk, bersih dan enak aromanya serta lezat rasanya, ﴾ وَأَنۡهَٰرٞ مِّن لَّبَنٖ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ ﴿ "sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya," tidak pahit dan lainnya, dan ﴾ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ خَمۡرٖ لَّذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ ﴿ "sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya," orang yang meminumnya sangat merasakan kelezatannya, tidak seperti khamar dunia yang rasanya tidak enak, membuat kepala pening dan merusak akal,﴾ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ عَسَلٖ مُّصَفّٗىۖ ﴿ "dan sungai-sungai dari madu yang disaring," dari sarang dan semua kotorannya, ﴾ وَلَهُمۡ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ﴿ "dan mereka di dalamnya mem-peroleh segala macam buah-buahan," mulai dari kurma, anggur, apel, delima, limau, buah tin dan lainnya yang tidak ada bandingnya di dunia. Semua yang mereka inginkan itu mereka dapatkan. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَغۡفِرَةٞ مِّن رَّبِّهِمۡۖ ﴿ "Dan ampunan dari Rabb mereka." Semua yang mereka takutkan sirna dengan am-punan itu. Apakah golongan ini lebih baik ataukah ﴾ كَمَنۡ هُوَ خَٰلِدٞ فِي ٱلنَّارِ ﴿ "orang yang kekal dalam neraka," yang panasnya sangat membara dan azabnya berlipat-lipat, ﴾ وَسُقُواْ ﴿ "dan diberi minuman," di dalam neraka, ﴾ مَآءً حَمِيمٗا ﴿ "dengan air yang mendidih," yang sangat panas, ﴾ فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ ﴿ "sehingga memotong-motong ususnya?" Mahasuci Allah سبحانه وتعالى yang membedakan secara jauh antara kedua tempat, kedua balasan, kedua golongan orang yang beramal dan kedua perbuatan yang diperbuat.

47:16–17Page 508

وَمِنۡهُم مَّن يَسۡتَمِعُ إِلَيۡكَ حَتَّىٰٓ إِذَا خَرَجُواْ مِنۡ عِندِكَ قَالُواْ لِلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ مَاذَا قَالَ ءَانِفًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡ ١٦

And among them, [O Muḥammad], are those who listen to you, until when they depart from you, they say to those who were given knowledge,1 "What has he said just now?" Those are the ones of whom Allāh has sealed over their hearts and who have followed their [own] desires.

وَٱلَّذِينَ ٱهۡتَدَوۡاْ زَادَهُمۡ هُدٗى وَءَاتَىٰهُمۡ تَقۡوَىٰهُمۡ ١٧

And those who are guided - He increases them in guidance and gives them their righteousness.1

"Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan per-kataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu mereka ber-kata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi), 'Apakah yang dikatakannya tadi?' Mereka itulah yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada me-reka (balasan) ketakwaannya." (Muhammad: 16-17).

(16) Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Dan di antara orang-orang munafik ﴾ مَّن يَسۡتَمِعُ إِلَيۡكَ ﴿ "ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad)," mendengarkan ucapanmu bukan bermaksud untuk menerima dan menaati, tapi hatinya berpaling dari perkataan itu, dan karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا خَرَجُواْ مِنۡ عِندِكَ قَالُواْ لِلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ ﴿ "Sehingga apabila mereka keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan," yang berpura-pura memahami perkataan-mu serta yang mereka dengar yang tidak mereka sukai, ﴾ مَاذَا قَالَ ءَانِفًاۚ ﴿ "Apakah yang dikatakannya tadi?" yakni, apa yang dikatakannya barusan? Ayat ini adalah puncak celaan untuk mereka, sebab andai saja mereka benar-benar mencari kebaikan, tentu akan benar-benar memperhatikan dengan pendengaran mereka dan pasti akan di-pahami oleh hati mereka sehingga seluruh bagian tubuh mereka tunduk, hanya saja mereka itu sebaliknya, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ ﴿ "Mereka itulah yang dikunci mati hati mereka oleh Allah," yaitu Allah سبحانه وتعالى menutupnya serta menutup semua pintu kebaikan yang mungkin bisa dicapai, karena mereka menurutkan keinginan mereka, dan tidaklah mereka menginginkan kecuali kebatilan.

(17) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang yang mendapatkan petunjuk seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ ٱهۡتَدَوۡاْ ﴿ "Dan orang-orang yang mendapat petunjuk," dengan iman serta taat dan mengikuti apa yang diridhai Allah سبحانه وتعالى, ﴾ زَادَهُمۡ هُدٗى ﴿ "Allah menambah petunjuk kepada mereka," sebagai rasa terimakasih Allah سبحانه وتعالى kepada mereka atas hal itu, ﴾ وَءَاتَىٰهُمۡ تَقۡوَىٰهُمۡ ﴿ "dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya." Artinya, mereka diberi pertolongan untuk melakukan kebaikan dan dijaga dari keburukan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan adanya dua balasan bagi orang-orang yang bertak-wa: Ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.

47:18Page 508

فَهَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗۖ فَقَدۡ جَآءَ أَشۡرَاطُهَاۚ فَأَنَّىٰ لَهُمۡ إِذَا جَآءَتۡهُمۡ ذِكۡرَىٰهُمۡ ١٨

Then do they await except that the Hour should come upon them unexpectedly? But already there have come [some of] its indications. Then how [i.e., what good] to them, when it has come, will be their remembrance?

"Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan Hari Kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faidahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Hari Kiamat sudah datang?" (Muhammad: 18).

(18) Artinya, tidaklah mereka yang mendustakan itu me-nanti ﴾ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗۖ ﴿ "melainkan Hari Kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba," yakni, secara begitu saja tanpa aba-aba sedangkan mereka tidak merasakan, ﴾ فَقَدۡ جَآءَ أَشۡرَاطُهَاۚ ﴿ "karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya," yakni tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya Hari Kiamat. ﴾ فَأَنَّىٰ لَهُمۡ إِذَا جَآءَتۡهُمۡ ذِكۡرَىٰهُمۡ ﴿ "Maka apakah faidahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Hari Kiamat sudah datang?" Artinya, lantas dari manakah mereka bisa ingat dan bertaubat ketika Hari Kiamat telah datang dan ajal mereka telah terputus? Waktu untuk ingat sudah tidak ada lagi bagi mereka, mereka telah diberi usia panjang di dunia yang andai mereka bisa mengambil peringatan, tentulah mereka ingat dan peringatan telah datang kepada mereka. Dalam penjelasan ini terdapat dorongan untuk mempersiap-kan diri sebelum dijemput oleh kematian, karena kematian sese-orang itulah kiamatnya.

47:19Page 508

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ ١٩

So know, [O Muḥammad], that there is no deity except Allāh and ask forgiveness for your sin1 and for the believing men and believing women. And Allāh knows of your movement and your resting place.

"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan yang berhak di-sembah melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu." (Muhammad: 19).

(19) Dalam ilmu harus ada pengakuan hati dan mengetahui makna yang diharuskan oleh apa yang diketahui, dan secara sem-purnanya adalah mengamalkan keharusannya. Inilah ilmu yang diperintahkan oleh Allah سبحانه وتعالى, yaitu ilmu tentang memahaesakan Allah سبحانه وتعالى. Ilmu ini wajib hukumnya atas setiap orang dan tidak bisa gugur bagi siapa pun juga, bahkan semua orang sangat memerlu-kannya. Ada beberapa cara untuk mengetahui tidak ada sesembahan kecuali Allah سبحانه وتعالى; 1.     Dan ini yang paling penting, adalah merenungkan nama-nama dan sifat-sifat serta perbuatan Allah سبحانه وتعالى yang menunjukkan pada kesempurnaan, keagungan, serta keluhuranNya. Semua itu mengharuskan kita mencurahkan tenaga guna menuhankan dan menyembah Rabb Yang Mahasempurna, yang hanya bagiNya semua pujian, keluhuran, dan keindahan. 2.     Mengetahui bahwa hanya Allah سبحانه وتعالى sendiri yang men-ciptakan dan mengatur, sehingga dengan demikian akan diketahui hanya Dia semata yang berhak disembah. 3.     Mengetahui bahwa hanya Allah سبحانه وتعالى semata yang memberi nikmat, baik yang lahir maupun batin, baik nikmat Agama (akhirat) maupun dunia, karena hal itu mengharuskan kita untuk menggan-tungkan hati kita, mencintaiNya dan hanya menuhankanNya, yang tiada sekutu bagiNya. 4.     Apa pun yang kita lihat dan dengar tentang pahala bagi para wali Allah سبحانه وتعالى yang menegakkan tauhid seperti pertolongan, nikmat yang disegerakan, hukuman bagi para musuh-musuhnya yang menyekutukan Allah سبحانه وتعالى, dan lainnya, karena semua itu akan mendorong kita untuk mengetahui bahwa hanya Allah سبحانه وتعالى semata yang berhak atas semua bentuk ibadah. 5.     Mengetahui sifat-sifat berhala dan sekutu-sekutu yang disembah bersama Allah سبحانه وتعالى dan dijadikan sebagai sembahan-sem-bahan, di mana semua berhala dan sekutu itu kurang dari berbagai hal; dirinya sendiri tidak bisa berbuat apa-apa dan memerlukan pertolongan dari yang lain, tidak memiliki kuasa apa pun pada dirinya dan para penyembahnya, baik memberikan manfaat mau-pun mara bahaya, tidak memiliki kuasa atas kematian, kehidupan dan pembangkitan. Mereka tidak bisa memberikan pertolongan kepada para penyembahnya dan sama sekali tidak bisa memberi manfaat meski sekecil biji atom pun, baik memberikan kebaikan ataupun mencegah bahaya. Mengetahui hal ini mengharuskan kita untuk mengetahui bahwa tidak ada sembahan yang berhak disem-bah melainkan Allah سبحانه وتعالى semata, serta batilnya semua sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى. 6.      Sesuai dan sepakatnya kitab-kitab suci Allah سبحانه وتعالى atas hal itu. 7.     Manusia-manusia khusus adalah makhluk yang paling sempurna dari segi akhlak, akal, pandangan, kebenaran, dan ilmu, mereka adalah para rasul, nabi, ulama rabbani yang menyaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang wajib disembah kecuali Allah سبحانه وتعالى. 8.     Dalil-dalil penciptaan langit serta yang terdapat di dalam-nya dan penciptaan jiwa (ufuqiyyah dan nafsiyyah) yang menunjuk-kan keesaan Allah سبحانه وتعالى merupakan dalil terbesar yang dengan bahasa yang ada menyerukan apa pun yang disematkan Allah سبحانه وتعالى dalam penciptaan tersebut, mulai dari kelembutan ciptaanNya, kesem-purnaan hikmahNya, dan keajaiban-keajaiban ciptaanNya. Itulah berbagai cara yang diserukan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para makhluk-nya secara berulang-ulang bahwa tidak ada sesembahan yang ber-hak disembah kecuali Allah سبحانه وتعالى semata. Cara-cara itu disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam kitabnya dan diulang-ulang. Ketika seseorang me-renungkan sebagiannya, pasti akan muncul keyakinan dan ilmu tentang hal itu. Lantas bagaimana jika semua dalil-dalil tauhid dari berbagai hal terkumpul menjadi satu? Pada saat itulah keimanan seorang hamba akan semakin kokoh dan mengetahui secara yakin laksana kekokohan gunung yang tidak bisa digoncang oleh berba-gai syuhbat dan khayalan. Semakin banyak dan berulangnya keba-tilan serta syubhat hanya akan semakin menumbuh-kembangkan serta menambah kesempurnaan iman. Demikianlah, jika engkau membaca dalil agung dan hal besar, yaitu merenungkan al-Qur`an yang agung serta merenungkan ayat-ayatnya. Itulah pintu terbesar untuk mengetahui tauhid yang bisa dipahami secara terperinci dan garis besar, di mana tidak akan didapatkan pada selain al-Qur`an. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ ﴿ "Dan mohonlah ampunan bagi dosamu," yakni mintalah ampunan atas dosamu pada Allah سبحانه وتعالى de-ngan melakukan amalan yang bisa mendatangkan ampunan seperti bertaubat, berdoa agar diberi ampunan, melakukan berbagai ke-baikan yang bisa melebur kesalahan dan dosa, meninggalkan dosa, dan memaafkan orang-orang yang bersalah. ﴾ و َ ﴿ "Dan," mintakan ampunan juga ﴾ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ ﴿ "bagi (dosa) orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan," karena iman mereka, baik lelaki maupun perempuan memiliki hak, dan di antara hak mereka adalah didoa-kan agar dosanya diampuni. Karena Rasulullah a diperintahkan untuk mendoakan ampunan bagi orang-orang yang beriman yang mencakup penghapusan dosa serta hukuman dari mereka, maka diharuskan juga untuk memberikan nasihat pada mereka, membuat mereka senang terhadap kebaikan seperti halnya dirinya sendiri cinta pada kebaikan, membuat mereka membenci keburukan seperti halnya dirinya tidak menyukai keburukan, memerintahkan mereka pada sesuatu yang terdapat kebaikannya untuk mereka, melarang mereka dari apa-apa yang bisa membahayakan mereka, memaafkan keburukan serta aib mereka, berusaha untuk bersatu dengan mereka, agar hari mereka bisa saling menyatu sehingga rasa dengki yang bisa menyulut permusuhan dan perpecahan bisa lenyap dari hati mereka yang bisa memperbanyak dosa dan kemak-siatan. ﴾ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ ﴿ "Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha," yakni, gerak-gerik kalian, pergi dan kedatangan kalian ﴾ وَمَثۡوَىٰكُمۡ ﴿ "dan tempat tinggalmu," yakni di mana kalian menetap. Allah سبحانه وتعالى mengetahui kalian, baik di kala bergerak maupun diam, sehingga akan memberikan balasan untuk kalian secara sempurna.

47:20–23Page 509

وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَوۡلَا نُزِّلَتۡ سُورَةٞۖ فَإِذَآ أُنزِلَتۡ سُورَةٞ مُّحۡكَمَةٞ وَذُكِرَ فِيهَا ٱلۡقِتَالُ رَأَيۡتَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ نَظَرَ ٱلۡمَغۡشِيِّ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡمَوۡتِۖ فَأَوۡلَىٰ لَهُمۡ ٢٠

Those who believe say, "Why has a sūrah1 not been sent down?" But when a precise sūrah is revealed and battle is mentioned therein, you see those in whose hearts is disease [i.e., hypocrisy] looking at you with a look of one overcome by death. And more appropriate for them2 [would have been]

طَاعَةٞ وَقَوۡلٞ مَّعۡرُوفٞۚ فَإِذَا عَزَمَ ٱلۡأَمۡرُ فَلَوۡ صَدَقُواْ ٱللَّهَ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۡ ٢١

Obedience and good words. And when the matter [of fighting] was determined, if they had been true to Allāh, it would have been better for them.

فَهَلۡ عَسَيۡتُمۡ إِن تَوَلَّيۡتُمۡ أَن تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَتُقَطِّعُوٓاْ أَرۡحَامَكُمۡ ٢٢

So would you perhaps, if you turned away,1 cause corruption on earth and sever your [ties of] relationship?

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمۡ وَأَعۡمَىٰٓ أَبۡصَٰرَهُمۡ ٢٣

Those [who do so] are the ones that Allāh has cursed, so He deafened them and blinded their vision.

"Dan orang-orang yang beriman berkata, 'Mengapa tiada di-turunkan suatu surat.' Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya me-mandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan lebih utama bagi mereka, taat dan mengucapkan perkataan yang baik. Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) ter-hadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluarga-an? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan dituli-kanNya telinga mereka dan dibutakanNya penglihatan mereka." (Muhammad: 20-23).

(20) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman berkata," karena ingin disegerakannya berbagai perin-tah berat, ﴾ لَوۡلَا نُزِّلَتۡ سُورَةٞۖ ﴿ "Mengapa tiada diturunkan suatu surat," yakni, ayat yang terdapat perintah perang, ﴾ فَإِذَآ أُنزِلَتۡ سُورَةٞ مُّحۡكَمَةٞ ﴿ "maka apa-bila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya," yakni, yang harus dikerjakan, ﴾ وَذُكِرَ فِيهَا ٱلۡقِتَالُ ﴿ "dan disebutkan di dalamnya (perintah) pe-rang," yang merupakan hal terberat bagi jiwa yang tidak akan bisa dilaksanakan oleh mereka yang memiliki lemah iman, dan karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ رَأَيۡتَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ نَظَرَ ٱلۡمَغۡشِيِّ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡمَوۡتِۖ ﴿ "kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati," karena mereka tidak menyukai perang karena terasa berat bagi mereka. Ayat ini sama seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ قِيلَ لَهُمۡ كُفُّوٓاْ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقِتَالُ إِذَا فَرِيقٞ مِّنۡهُمۡ يَخۡشَوۡنَ ٱلنَّاسَ كَخَشۡيَةِ ٱللَّهِ أَوۡ أَشَدَّ خَشۡيَةٗۚ ﴿ "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, 'Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah Shalat dan tu-naikanlah Zakat!' Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya." (An-Nisa`: 77).

(20-21) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mengajak mereka kepada apa yang lebih sesuai dengan kondisi mereka seraya berfirman, ﴾ فَأَوۡلَىٰ لَهُمۡ 20 طَاعَةٞ وَقَوۡلٞ مَّعۡرُوفٞۚ ﴿ "Dan lebih utama bagi mereka, taat dan mengucapkan perkataan yang baik." Artinya, lebih baik mereka mengerjakan perin-tah yang ada, yang harus dikerjakan oleh mereka serta memusat-kan perhatian mereka untuk melaksanakannya dan jangan terburu-buru mengharapkan sesuatu yang berat, supaya mereka merasa senang dengan keselamatan dan ampunan yang diberikan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَإِذَا عَزَمَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Apabila telah tetap perintah," yakni, perintah serius dan mengharuskan, maka dalam kondisi seperti ini, ﴾ صَدَقُواْ ٱللَّهَ ﴿ "mereka benar (imannya) terhadap Allah," dengan meminta pertolongan kepadaNya serta mencurahkan segenap tenaga untuk menunaikan-nya, ﴾ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۡ ﴿ "niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka," daripada kondisi sebelumnya karena beberapa hal, di antaranya adalah: Pertama, seorang hamba yang kurang di berbagai halnya tidak memiliki kemampuan apa pun kecuali jika Allah سبحانه وتعالى memberi-nya pertolongan, karena itulah jangan meminta lebih dari perintah yang ada. Kedua, seorang hamba jika jiwanya bergantung pada sesuatu yang akan datang, maka amalnya akan lemah dan tidak mampu menunaikan tugasnya yang ada karena memikirkan tugas yang akan datang, sebab –dalam kaitannya dengan tugas yang ada– idealismenya telah berpindah pada yang lain di mana aktivitas seseorang itu mengikuti idealismenya. Sedangkan berkaitan dengan yang akan datang, tidaklah pe-rintah datang melainkan idealismenya telah menurun dan lemah untuk mengerjakannya sehingga tidak bisa ditolong. Ketiga, orang yang banyak memiliki berbagai angan untuk masa mendatang, padahal malas untuk mengerjakan tugas yang ada sama seperti pemimpi yang bertekad untuk mengerjakan semua tugas yang akan dihadapi pada waktu yang akan datang, sehingga orang seperti ini patut dicela karena tidak mau menunaikan tugas yang dikiranya bisa ditunaikan. Sepatutnya seorang hamba mengonsentrasikan idealisme, pikiran dan kegiatannya untuk menghadapi tugas yang ada dan menunaikan tugasnya berdasarkan kemampuan, setiap kali waktu tiba selalu dihadapi dengan semangat, idealisme tinggi yang terkonsentrasi dan tidak tercerai berai, disertai dengan me-minta pertolongan para Rabbnya dalam menghadapi semua itu. Dan orang seperti ini layak mendapatkan pertolongan di berbagai halnya.

(22) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan orang yang berpa-ling dari ketaatan terhadap Rabbnya, ia tidak berpaling menuju kebaikan melainkan menuju keburukan. Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فَهَلۡ عَسَيۡتُمۡ إِن تَوَلَّيۡتُمۡ أَن تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَتُقَطِّعُوٓاْ أَرۡحَامَكُمۡ ﴿ "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan." Artinya, terdapat dua hal; konsisten dalam menaati Allah سبحانه وتعالى serta menjalankan semua perintahNya dan di sanalah terdapat kebaikan, petunjuk, dan keberuntungan, atau berpaling dari hal itu serta berpaling untuk tidak menaati Allah سبحانه وتعالى, maka tidak terdapat apa pun dalam hal ini melainkan kerusakan di muka bumi, karena mengerjakan berbagai kemaksiatan dan memutuskan tali kekeluargaan.

(23) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ﴿ "Mereka itulah orang-orang," yakni, yang ber-buat kerusakan di muka bumi dan memutuskan tali kekeluargaan, ﴾ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ ﴿ "dilaknati Allah," dengan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya dan mendekatkan mereka pada murkaNya, ﴾ فَأَصَمَّهُمۡ وَأَعۡمَىٰٓ أَبۡصَٰرَهُمۡ ﴿ "dan ditulikanNya telinga mereka dan dibutakanNya penglihatan mereka." Artinya, Allah سبحانه وتعالى menjadikan mereka tidak bisa mendengar nasihat dan petuah yang membawa manfaat bagi mereka serta tidak dapat melihatnya. Mereka memiliki telinga tetapi tidak bisa mendengar secara taat dan menerima, mereka hanya mendengar namun hanya sebagai tegaknya hujjah Allah سبحانه وتعالى. Mereka memiliki mata tetapi tidak bisa melihat berbagai pelajaran dan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, tidak digunakan untuk menengok berbagai bukti dan penjelasan nyata.

47:24Page 509

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ ٢٤

Then do they not reflect upon the Qur’ān, or are there locks upon [their] hearts?

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur`an atau-kah hati mereka terkunci?" (Muhammad: 24).

(24) Artinya, apakah mereka yang berpaling dari Kitab Allah itu tidak mau mencerna Kitab Allah tersebut serta merenungkannya dengan sebenar-benarnya? Andai mereka mau merenungkannya, tentu al-Qur`an akan menunjukkan mereka pada semua kebaikan dan mengingatkan mereka dari semua keburukan serta tentu hati mereka akan dipenuhi keimanan dan keyakinan, menyampaikan mereka pada harapan tertinggi serta karunia yang paling mahal, akan menunjukkan kepada mereka jalan yang mengantarkan me-reka kepada Allah سبحانه وتعالى, surga Allah سبحانه وتعالى serta menunjukkan mereka hal-hal yang dapat menyempurnakannya, dan sebaliknya hal-hal yang dapat merusaknya, menjelaskan kepada mereka jalan yang bisa menyampaikan ke neraka dan akan diingatkan dari segala sesuatu yang harus diwaspadai. Dengan merenungkan al-Qur`an, mereka akan mengenal Rabb mereka, nama-nama, sifat-sifat serta kebaikan Allah سبحانه وتعالى, tentu mereka akan diberi rasa rindu untuk men-dapatkan pahala yang agung serta menanamkan rasa takut dari siksaan yang menghinakan dalam diri mereka. ﴾ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ ﴿ "Ataukah hati mereka terkunci," artinya, hati mereka telah terkunci karena mereka berpaling, lalai dan menentang al-Qur`an, sampai hati mereka dikunci sehingga kebaikan tidak bisa masuk selama-nya? Dan inilah realitanya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском