As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
الفتح
Al-Fath
The Victory · Medinan · 29 ayahs
48:1–3Page 511
إِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحٗا مُّبِينٗا ١
Indeed, We have given you, [O Muḥammad], a clear conquest1
لِّيَغۡفِرَ لَكَ ٱللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنۢبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكَ وَيَهۡدِيَكَ صِرَٰطٗا مُّسۡتَقِيمٗا ٢
That Allāh may forgive for you what preceded of your sin [i.e., errors] and what will follow and complete His favor upon you and guide you to a straight path
وَيَنصُرَكَ ٱللَّهُ نَصۡرًا عَزِيزًا ٣
And [that] Allāh may aid you with a mighty victory.
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu keme-nangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang serta menyem-purnakan nikmatNya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)." (Al-Fath: 1-3).
Madaniyyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1) Kemenangan yang disebut di atas adalah Perjanjian Hudaibiyah yaitu ketika kaum musyrikin mencegah Rasulullah a yang hendak melaksanakan umrah sebagaimana yang tertera dalam kisah yang panjang.[90] Di akhir kisahnya Rasulullah a berdamai dengan mereka untuk tidak berperang di antara kedua belah pihak dalam waktu sepuluh tahun. Rasulullah a umrah pada tahun mendatang, bagi siapa pun yang ingin masuk dalam pihak kaum Quraisy dipersilahkan dan bagi siapa pun yang ingin masuk dalam pihak Rasulullah a dipersilahkan. Dampak baik dari perjanjian ini adalah ketika semua pihak saling memberi rasa aman satu sama lain, kawasan dakwah untuk agama Allah r pun semakin luas, sehingga semua orang yang ingin masuk Islam di wilayah mana pun kala itu bisa melakukannya, dan dimungkinkan bagi yang memiliki tekad bulat untuk mendalami hakikat Islam. Kemudian pada waktu itu orang-orang pun masuk ke dalam Agama Allah سبحانه وتعالى secara bergelombang, dan karena itulah disebut oleh Allah سبحانه وتعالى seba-gai kemenangan dan juga kemenangan nyata, yaitu kemenangan yang jelas dan nampak. Karena yang dimaksudkan dari penaklukan negeri-negeri kaum musyrikin adalah agar Agama Allah سبحانه وتعالى tegak dan kaum Muslimin meraih kemenangan di mana hal ini tercapai dalam kemenangan tersebut.
(2) Atas kemenangan itu, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan beberapa hal berikutnya seraya berfirman, ﴾ لِّيَغۡفِرَ لَكَ ٱللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنۢبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ ﴿ "Su-paya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang," hal itu disebabkan –wallahu a'lam– karena dampak baik perjanjian Hudaibiyah berupa berbagai ketaatan dan banyaknya orang yang masuk ke dalam Agama Allah سبحانه وتعالى, dan juga karena kesabaran Rasulullah a dalam menanggung beban butir-butir perjanjian yang tidak akan bisa dipikul melainkan oleh rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati. Dan inilah salah satu kehebatan dan karamah Rasulullah a, yaitu dosa-dosa beliau yang telah ber-lalu dan yang akan datang telah diampuni oleh Allah سبحانه وتعالى , ﴾ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكَ ﴿ "serta menyempurnakan nikmatNya atasmu," dengan mengokoh-kan Agamamu dan memberikan kemenangan kepadamu atas musuh-musuhmu serta memperluas dakwahmu, ﴾ وَيَهۡدِيَكَ صِرَٰطٗا مُّسۡتَقِيمٗا ﴿ "dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus," dengan jalan itu engkau mendapatkan kesenangan dan keberuntungan abadi.
(3) ﴾ وَيَنصُرَكَ ٱللَّهُ نَصۡرًا عَزِيزًا ﴿ "Dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat," yaitu pertolongan yang kuat yang dengannya Islam tidak akan tergoyahkan, justru akan diperoleh kemenangan sempurna serta menundukkan, merendahkan serta mengurangi jumlah orang-orang kafir, di samping terpenuhi dan berkembang-nya kekuatan kaum Muslimin serta banyaknya harta mereka. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan dampak baik perjanjian ini atas orang-orang Mukmin seraya berfirman,
48:4–6Page 511
هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ لِيَزۡدَادُوٓاْ إِيمَٰنٗا مَّعَ إِيمَٰنِهِمۡۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمٗا ٤
It is He who sent down tranquility into the hearts of the believers that they would increase in faith along with their [present] faith. And to Allāh belong the soldiers of the heavens and the earth, and ever is Allāh Knowing and Wise.
لِّيُدۡخِلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِندَ ٱللَّهِ فَوۡزًا عَظِيمٗا ٥
[And] that He may admit the believing men and the believing women to gardens beneath which rivers flow to abide therein eternally and remove from them their misdeeds - and ever is that, in the sight of Allāh, a great attainment –
وَيُعَذِّبَ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ وَٱلۡمُشۡرِكَٰتِ ٱلظَّآنِّينَ بِٱللَّهِ ظَنَّ ٱلسَّوۡءِۚ عَلَيۡهِمۡ دَآئِرَةُ ٱلسَّوۡءِۖ وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ وَلَعَنَهُمۡ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَهَنَّمَۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرٗا ٦
And [that] He may punish the hypocrite men and hypocrite women, and the polytheist men and polytheist women - those who assume about Allāh an assumption of evil nature. Upon them is a misfortune of evil nature; and Allāh has become angry with them and has cursed them and prepared for them Hell, and evil it is as a destination.
"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang Mukmin supaya keimanan mereka bertambah di sam-ping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana, supaya Dia memasukkan orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah ke-beruntungan yang besar di sisi Allah, dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapatkan giliran (kebina-saan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka Neraka Jahanam. Dan (Neraka Jahanam) itulah seburuk-buruk tempat kembali." (Al-Fath: 4-6).
(4) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang karuniaNya kepada kaum Mukminin dengan menurunkan ketenangan di hati mereka, kete-nangan itu berupa kedamaian serta keteguhan hati saat musibah menggetarkan serta berbagai hal berat menerpa mereka yang mengusik hati, mengganggu pikiran, dan melemahkan jiwa. Di antara nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى yang diberikanNya kepada hamba-hambaNya dalam situasi seperti ini adalah dengan meneguhkan-nya dan mengikat keteguhan tersebut di hati mereka dan menu-runkan ketenangan agar berbagai beban berat tersebut bisa mereka hadapi dengan hati yang kokoh dan jiwa yang tenang sehingga siap untuk menunaikan perintah Allah سبحانه وتعالى pada situasi sulit seperti itu. Dengan pertolongan itu, keimanan mereka semakin bertam-bah dan keyakinannya semakin sempurna. Para sahabat رضي الله عنهم pada saat terjadinya peristiwa antara Rasulullah a dan kaum musyrik dengan berbagai butir-butir kesepakatan yang nampaknya meren-dahkan mereka dan menghina kemampuan mereka itu, hampir membuat jiwa mereka tidak sabar, tetapi tatkala mereka meng-hadapinya dengan sabar dan mereka menguatkan diri, keimanan mereka pun semakin bertambah. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi," yakni, semuanya berada dalam pengaturan kekuasaanNya, maka jangan sekali-kali orang-orang musyrik mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى tidak akan menolong Agama dan NabiNya, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى Maha Mengetahui lagi Bijaksana, yang kebijaksanaanNya meng-haruskan adanya pergantian kemenangan di antara manusia serta menunda kemenangan kaum Muslimin di waktu lain.
(5) ﴾ لِّيُدۡخِلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡۚ ﴿ "Supaya Dia memasukkan orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka." Inilah karunia terbesar yang diperoleh kaum Mukminin, mereka mendapatkan apa-apa yang diinginkan dan diharapkan dengan masuknya mereka ke dalam surga, dan ketakutan mereka dihilang-kan dengan cara penghapusan kesalahan-kesalahan yang mereka miliki, ﴾ وَكَانَ ذَٰلِكَ ﴿ "dan yang demikian itu," balasan yang disebutkan untuk kaum Mukminin, ﴾ عِندَ ٱللَّهِ فَوۡزًا عَظِيمٗا ﴿ "di sisi Alah adalah keberun-tungan yang besar." Inilah yang dilakukan Allah سبحانه وتعالى terhadap orang-orang Mukmin pada peristiwa kemenangan yang nyata itu.
(6) Adapun orang-orang munafik, baik lelaki maupun perempuan dan juga orang-orang musyrik, baik lelaki maupun perempuan, akan disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى karena kemunafikan serta kekufuran mereka dan akan memperlihatkan kepada mereka pemandangan yang mengerikan bagi mereka, karena tujuan dan maksud mereka adalah ingin merendahkan kaum Mukminin, mereka juga menyangka buruk terhadap Allah سبحانه وتعالى bahwa Allah سبحانه وتعالى tidak akan menolong agamaNya dan tidak meninggikan kalimat-Nya, mereka juga mengira bahwa orang-orang batil akan mengua-sai orang-orang yang benar. Ternyata Allah سبحانه وتعالى membalikkan duga-an mereka, kekalahan pun menimpa mereka. ﴾ وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Dan Allah memurkai mereka," karena menantang Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya, ﴾ وَلَعَنَهُمۡ ﴿ "dan mengutuk mereka," dengan menjauhkan mereka dari rahmatNya, ﴾ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَهَنَّمَۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرٗا ﴿ "serta menyediakan bagi mereka Neraka Jahanam. Dan (Neraka Jahanam) itulah seburuk-buruk tempat kembali."
48:7Page 511
وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا ٧
And to Allāh belong the soldiers of the heavens and the earth. And ever is Allāh Exalted in Might and Wise.
"Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Al-Fath: 7).
(7) Allah سبحانه وتعالى mengulang-ulang memberikan kabar bahwa milikNya-lah kerajaan langit dan bumi serta semua tentara yang ada pada keduanya agar semua hamba mengetahui bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah yang memberikan pertolongan dan yang memberikan kehinaan dan supaya para hamba mengetahui bahwa tentara-tentaraNya akan mendapatkan pertolongan sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ 173 ﴿ "Dan sesungguhnya tentara kami, merekalah yang akan mendapat kemenangan." (Ash-Shaffat: 173). ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا ﴿ "Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." Maha-kuat, Maha Mengalahkan, Maha Menundukkan segala sesuatu. Meski Mahaperkasa dan Mahakuat, Allah adalah Mahabijaksana terhadap para makhlukNya. PengaturanNya berlaku sesuai dengan kebijakan hikmah dan kesempurnaanNya.
48:8–9Page 511
إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ شَٰهِدٗا وَمُبَشِّرٗا وَنَذِيرٗا ٨
Indeed, We have sent you as a witness and a bringer of good tidings and a warner
لِّتُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُۚ وَتُسَبِّحُوهُ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلًا ٩
That you [people] may believe in Allāh and His Messenger and honor him and respect him [i.e., the Prophet (ﷺ)] and exalt Him [i.e., Allāh] morning and afternoon.
"Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan RasulNya, menguatkannya, membesar-kannya, dan bertasbih kepadaNya di waktu pagi dan petang." (Al-Fath: 8-9).
(8) ﴾ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ ﴿ "Sesungguhnya Kami mengutus kamu," wahai rasul yang mulia, ﴾ شَٰهِدٗا ﴿ "sebagai saksi," untuk umatmu terhadap apa yang mereka perbuat, baik dan buruknya, juga sebagai saksi atas segala ucapan dan berbagai masalah, benar dan batilnya, dan sebagai saksi untuk Allah سبحانه وتعالى atas keesaanNya dan hanya Dia se-mata yang memiliki kesempurnaan dari segala segi, ﴾ وَمُبَشِّرٗا ﴿ "dan pembawa berita gembira," bagi yang mau menaatimu dan taat kepada Allah سبحانه وتعالى dengan pahala duniawi, agama dan ukhrawi, dan juga pemberi peringatan bagi yang mendurhakai Allah سبحانه وتعالى dengan siksa yang disegerakan (di dunia) dan yang ditunda (diakhirkan). Di antara kesempurnaan kabar gembira dan peringatan adalah men-jelaskan amal dan akhlak yang disebutkan dalam berita gembira dan peringatan, dan Rasulullah a adalah penjelas untuk kebaikan dan keburukan, kegembiraan dan kesengsaraan, kebenaran dan kebatilan.
(9) Karena itulah diteruskan dengan FirmanNya, ﴾ لِّتُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ﴿ "Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan RasulNya." Maksudnya, karena dakwah Rasul yang disampaikan pada kalian dan ajarannya terhadap apa yang membawa manfaat bagi kalian, Kami mengutusnya agar kalian beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan Ra-sulNya yang mengharuskan untuk menaati Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya dalam berbagai hal. ﴾ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُۚ ﴿ "Menguatkannya dan membesarkannya." Artinya, supaya kalian menguatkan Rasulullah a dan mengagungkan dan memuliakannya dengan menunaikan hak-haknya sebagaimana Allah سبحانه وتعالى memberikan karunia besar kepada kalian dengan menjaga kalian, ﴾ وَتُسَبِّحُوهُ ﴿ "dan bertasbih kepadaNya," yaitu memahasucikan Allah سبحانه وتعالى ﴾ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلًا ﴿ "di waktu pagi dan petang," yakni, di permu-laan dan penghujung siang. Dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan hak bersama antara hak Allah سبحانه وتعالى dan hak RasulNya, yaitu beriman kepada keduanya, hak yang khusus untuk Rasulullah a adalah dengan menolong dan memuliakannya, sedangkan hak yang khusus bagi Allah سبحانه وتعالى adalah dengan memahasucikanNya dengan Shalat dan lainnya.
48:10Page 512
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ ٱللَّهَ يَدُ ٱللَّهِ فَوۡقَ أَيۡدِيهِمۡۚ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِمَا عَٰهَدَ عَلَيۡهُ ٱللَّهَ فَسَيُؤۡتِيهِ أَجۡرًا عَظِيمٗا ١٠
Indeed, those who pledge allegiance to you, [O Muḥammad] - they are actually pledging allegiance to Allāh. The hand1 of Allāh is over their hands.2 So he who breaks his word only breaks it to the detriment of himself. And he who fulfills that which he has promised Allāh - He will give him a great reward.
"Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia (berbai'at) kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar." (Al-Fath: 10).
(10) Bai'at yang diisyaratkan oleh Allah سبحانه وتعالى dalam ayat ini adalah Bai'at ar-Ridhwan, di mana para sahabat berbai'at setia kepada Rasulullah a untuk tidak lari meninggalkan beliau. Bai'at ini adalah bai'at khusus yang di antara tuntutannya adalah agar tidak lari meski hanya sedikit yang tersisa dan meski mereka ber-ada dalam kondisi boleh lari. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia (berbai'at) kepada kamu," pada dasarnya mereka ﴾ يُبَايِعُونَ ٱللَّهَ ﴿ "berjanji setia (berbai'at) kepada Allah." Mereka mengadakan janji setia terhadap Allah سبحانه وتعالى, dan begitu tegasnya hal itu hingga Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَدُ ٱللَّهِ فَوۡقَ أَيۡدِيهِمۡۚ ﴿ "Tangan Allah di atas tangan mereka." Artinya, seolah-olah mereka membai'at Allah سبحانه وتعالى dan menjabat TanganNya dalam perjanjian itu. Semua penjelasan ini sebagai penegas dan penguat serta mengharuskan mereka untuk menetapinya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فَمَن نَّكَثَ ﴿ "Maka barangsiapa yang melanggar janjinya," dan tidak mene-pati janjinya kepada Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦۖ ﴿ "niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri," karena akibat buruk dari pelanggaran janji itu kembali pada mereka dan hukumannya juga akan menimpa mereka. ﴾ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِمَا عَٰهَدَ عَلَيۡهُ ٱللَّهَ ﴿ "Dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah," yakni, menepati dan melaksanakan-nya secara penuh, ﴾ فَسَيُؤۡتِيهِ أَجۡرًا عَظِيمٗا ﴿ "maka Allah akan memberinya pahala yang besar," yang besarnya hanya diketahui oleh yang mem-beri.
48:11–13Page 512
سَيَقُولُ لَكَ ٱلۡمُخَلَّفُونَ مِنَ ٱلۡأَعۡرَابِ شَغَلَتۡنَآ أَمۡوَٰلُنَا وَأَهۡلُونَا فَٱسۡتَغۡفِرۡ لَنَاۚ يَقُولُونَ بِأَلۡسِنَتِهِم مَّا لَيۡسَ فِي قُلُوبِهِمۡۚ قُلۡ فَمَن يَمۡلِكُ لَكُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا إِنۡ أَرَادَ بِكُمۡ ضَرًّا أَوۡ أَرَادَ بِكُمۡ نَفۡعَۢاۚ بَلۡ كَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرَۢا ١١
Those who remained behind1 of the bedouins will say to you, "Our properties and our families occupied us, so ask forgiveness for us." They say with their tongues what is not within their hearts. Say, "Then who could prevent Allāh at all if He intended for you harm or intended for you benefit? Rather, ever is Allāh, of what you do, Aware.
بَلۡ ظَنَنتُمۡ أَن لَّن يَنقَلِبَ ٱلرَّسُولُ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِلَىٰٓ أَهۡلِيهِمۡ أَبَدٗا وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِي قُلُوبِكُمۡ وَظَنَنتُمۡ ظَنَّ ٱلسَّوۡءِ وَكُنتُمۡ قَوۡمَۢا بُورٗا ١٢
But you thought that the Messenger and the believers would never return to their families, ever, and that was made pleasing in your hearts. And you assumed an assumption of evil and became a people ruined."
وَمَن لَّمۡ يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ فَإِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ سَعِيرٗا ١٣
And whoever has not believed in Allāh and His Messenger - then indeed, We have prepared for the disbelievers a Blaze.
"Orang-orang Badui (Arab pedalaman) yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan, 'Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.' Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, 'Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu.' Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang Mukmin sekali-kali tidak akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kamu memandang baik da-lam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala." (Al-Fath: 11-13).
(11-13) Allah سبحانه وتعالى mencela mereka yang tidak ikut jihad ber-sama Rasulullah a dari kalangan orang-orang pedalaman (badui), mereka yang imannya lemah, di hati mereka terdapat penyakit dan berburuk sangka terhadap Allah سبحانه وتعالى, di mana mereka akan datang mengajukan alasan, yaitu alasan harta dan keluarga mereka me-nyibukkan mereka untuk pergi berjihad di jalan Allah سبحانه وتعالى. Mereka juga mengharap supaya Rasulullah a memintakan ampunan untuk mereka, Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَقُولُونَ بِأَلۡسِنَتِهِم مَّا لَيۡسَ فِي قُلُوبِهِمۡۚ ﴿ "Mereka me-ngucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya." Karena permintaan istighfar mereka dari Rasulullah a menunjukkan pe-nyesalan mereka serta mereka mengakui dosa mereka, perbuatan mereka yang tidak mengikuti jihad itu memerlukan taubat dan istighfar. Andai saja hal itu terdapat dalam hati mereka, tentu istighfar yang dilakukan Rasulullah a bermanfaat bagi mereka, karena mereka bertaubat dan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى, namun adanya mereka tidak ikut pergi jihad adalah karena berburuk sangka terhadap Allah سبحانه وتعالى, mereka mengira, ﴾ أَن لَّن يَنقَلِبَ ٱلرَّسُولُ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِلَىٰٓ أَهۡلِيهِمۡ أَبَدٗا ﴿ "bahwa Rasul dan orang-orang Mukmin sekali-kali tidak akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya." Artinya, mereka akan terbunuh. Dugaan ini tetap menghiasi hati mereka, hati mereka juga tenang dengan dugaan itu hingga menguat. Hal itu disebab-kan oleh dua hal: Pertama, karena mereka adalah ﴾ قَوۡمَۢا بُورٗا ﴿ "kaum yang binasa," artinya kaum yang celaka, yang tidak ada kebaikannya. Andai saja pada diri mereka terdapat kebaikan, tentu penyakit ini tidak ter-dapat dalam hati mereka. Kedua, lemahnya keimanan serta keyakinan mereka terhadap janji Allah سبحانه وتعالى serta tidak menolong agamaNya dan menjunjung kalimatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَن لَّمۡ يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ﴿ "Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya," artinya, maka ia adalah orang kafir yang berhak menerima azab. ﴾ فَإِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ سَعِيرٗا ﴿ "Maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala."
48:14Page 512
وَلِلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ يَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ١٤
And to Allāh belongs the dominion of the heavens and the earth. He forgives whom He wills and punishes whom He wills. And ever is Allāh Forgiving and Merciful.
"Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendakiNya dan meng-azab siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Fath: 14).
(14) Artinya, hanya Allah سبحانه وتعالى semata Pemilik kerajaan langit dan bumi. Semua hukum takdir, syariat, dan balasan diberlakukan Allah سبحانه وتعالى kepada langit dan bumi sesuai kehendakNya, karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan hukum balasan sebagai akibat dari hukum syariat seraya berfirman, ﴾ يَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ ﴿ "Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendakiNya," bagi orang yang melaksanakan perintah Allah سبحانه وتعالى,,, ﴾ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۚ ﴿ "dan mengazab siapa yang dikehendakiNya," bagi orang yang meremehkan perintah Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ﴿ "Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," artinya, itulah sifat yang melekat pada Allah سبحانه وتعالى, mem-berikan ampunan dan rahmat dan tidak pernah terlepas dariNya. Allah سبحانه وتعالى senantiasa memberikan ampunan bagi para pendosa kapan pun juga, memaafkan mereka yang banyak memiliki kesalahan, menerima taubat orang-orang yang kembali padaNya, serta me-nurunkan kebaikanNya di malam dan di siang hari.
48:15Page 512
سَيَقُولُ ٱلۡمُخَلَّفُونَ إِذَا ٱنطَلَقۡتُمۡ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأۡخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعۡكُمۡۖ يُرِيدُونَ أَن يُبَدِّلُواْ كَلَٰمَ ٱللَّهِۚ قُل لَّن تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمۡ قَالَ ٱللَّهُ مِن قَبۡلُۖ فَسَيَقُولُونَ بَلۡ تَحۡسُدُونَنَاۚ بَلۡ كَانُواْ لَا يَفۡقَهُونَ إِلَّا قَلِيلٗا ١٥
Those who remained1 behind will say when you set out toward the war booty to take it, "Let us follow you." They wish to change the words of Allāh. Say, "Never will you follow us. Thus did Allāh say before." So they will say, "Rather, you envy us." But [in fact] they were not understanding except a little.2
"Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak ikut berperang) itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil ba-rang rampasan, 'Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu,' mereka hendak merubah janji Allah. Katakanlah, 'Janganlah kalian mengikuti kami.' Seperti itulah yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى sebe-lumnya, maka mereka akan berkata, 'Sebenarnya kalian iri pada kami,' tetapi mereka itu tidak mengerti kecuali hanya sedikit." (Al-Fath: 15).
(15) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan orang-orang yang tidak pergi berjihad serta mencela mereka, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menye-butkan sebagian hukuman duniawi untuk mereka yaitu bahwa Rasulullah a dan para sabahatnya ketika mendapatkan berbagai harta rampasan perang tanpa peperangan, mereka menginginkan agar disertakan, mereka berkata, ﴾ ذَرُونَا نَتَّبِعۡكُمۡۖ يُرِيدُونَ ﴿ "Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu," mereka hendak (ingin) dengan cara itu ﴾ أَن يُبَدِّلُواْ كَلَٰمَ ٱللَّهِۚ ﴿ "merubah janji Allah." karena telah memu-tuskan hukuman bagi mereka dan Allah telah mengkhususkan harta rampasan perang hanya untuk para sahabat yang beriman menurut ketentuan syariat dan takdir. ﴾ قُل ﴿ "Katakanlah" kepada mereka ﴾ لَّن تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمۡ قَالَ ٱللَّهُ مِن قَبۡلُۖ ﴿ "Janganlah kalian mengikuti kami.' Seperti itulah yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى sebelumnya." Sesungguhnya kalian terhalang untuk menda-patkan harta rampasan perang karena perbuatan dosa yang kalian lakukan terhadap diri kalian dan karena kalian tidak ikut pergi berperang pada mulanya. ﴾ فَسَيَقُولُونَ ﴿ "Maka mereka akan berkata," seraya menjawab pernyataan yang melarang mereka untuk ikut berperang tersebut, ﴾ بَلۡ تَحۡسُدُونَنَاۚ ﴿ "Sebenarnya kalian iri pada kami," terhadap harta rampasan perang, dan inilah puncak pengetahuan mereka tentang berperang. Andai mereka mengerti dan mema-hami, tentu mereka tahu bahwa penyebab yang membuat mereka terhalang untuk mendapatkan harta rampasan perang adalah karena kemaksiatan yang mereka lakukan. Orang-orang yang melakukan kemaksiatan berhak mendapatkan hukuman dunia dan akhirat. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلۡ كَانُواْ لَا يَفۡقَهُونَ إِلَّا قَلِيلٗا ﴿ "Tetapi mereka itu tidak mengerti kecuali hanya sendikit."
48:16–17Page 513
قُل لِّلۡمُخَلَّفِينَ مِنَ ٱلۡأَعۡرَابِ سَتُدۡعَوۡنَ إِلَىٰ قَوۡمٍ أُوْلِي بَأۡسٖ شَدِيدٖ تُقَٰتِلُونَهُمۡ أَوۡ يُسۡلِمُونَۖ فَإِن تُطِيعُواْ يُؤۡتِكُمُ ٱللَّهُ أَجۡرًا حَسَنٗاۖ وَإِن تَتَوَلَّوۡاْ كَمَا تَوَلَّيۡتُم مِّن قَبۡلُ يُعَذِّبۡكُمۡ عَذَابًا أَلِيمٗا ١٦
Say to those who remained behind of the bedouins, "You will be called to [face] a people of great military might; you may fight them, or they will submit.1 So if you obey, Allāh will give you a good reward; but if you turn away as you turned away before, He will punish you with a painful punishment."
لَّيۡسَ عَلَى ٱلۡأَعۡمَىٰ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡأَعۡرَجِ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡمَرِيضِ حَرَجٞۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَمَن يَتَوَلَّ يُعَذِّبۡهُ عَذَابًا أَلِيمٗا ١٧
There is not upon the blind any guilt or upon the lame any guilt or upon the ill any guilt [for remaining behind]. And whoever obeys Allāh and His Messenger - He will admit him to gardens beneath which rivers flow; but whoever turns away - He will punish him with a painful punishment.
"Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal, 'Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu), niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelum-nya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.' Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang-orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barangsiapa yang berpaling, niscaya Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih." (Al-Fath: 16-17).
(16) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang orang-orang dari kalangan badui yang tidak turut pergi berperang di jalan Allah سبحانه وتعالى, mereka mengutarakan alasan yang tidak benar dan mereka me-minta untuk turut serta berperang jika tidak disertai persenjataan dan peperangan tapi hanya untuk mendapatkan harta rampasan perang saja, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman mencela mereka, ﴾ قُل لِّلۡمُخَلَّفِينَ مِنَ ٱلۡأَعۡرَابِ سَتُدۡعَوۡنَ إِلَىٰ قَوۡمٍ أُوْلِي بَأۡسٖ شَدِيدٖ ﴿ "Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal, 'Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar'." Artinya, Rasulullah a dan para penggantinya dari kalangan Khulafa` Rasyidin serta para pemimpin akan meng-ajak kalian, dan mereka itu adalah pasukan Persia dan Romawi serta orang-orang semacam mereka, ﴾ تُقَٰتِلُونَهُمۡ أَوۡ يُسۡلِمُونَۖ ﴿ "kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam)," artinya, kemungkinan yang ini atau yang itu. Dan inilah realitanya, jika mereka pada saat memerangi para musuh dan dapat dikalahkan, maka kaum Muslimin tidak boleh menerima jizyah dari mereka, tapi alternatifnya adalah mereka para musuh itu masuk Islam atau dibunuh karena kekufuran mereka. Setelah kaum Muslimin ber-hasil mengalahkan mereka, mereka pun tunduk dan kehilangan kekuatan sehingga mereka harus masuk Islam atau membayar jizyah. ﴾ فَإِن تُطِيعُواْ ﴿ "Maka jika kamu patuhi (ajakan itu)," yakni, ajakan orang yang menyeru kalian memerangi musuh, ﴾ يُؤۡتِكُمُ ٱللَّهُ أَجۡرًا حَسَنٗاۖ ﴿ "niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik," yaitu balasan yang diberikan Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya karena berjihad di jalan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَإِن تَتَوَلَّوۡاْ كَمَا تَوَلَّيۡتُم مِّن قَبۡلُ ﴿ "Dan jika kamu berpaling seba-gaimana kamu telah berpaling sebelumnya," untuk memerangi kaum yang diserukan oleh Rasulullah a agar diperangi, ﴾ يُعَذِّبۡكُمۡ عَذَابًا أَلِيمٗا ﴿ "niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih." Ayat ini menunjukkan keutamaan para Khulafa` Rasyidin yang menyerukan untuk memerangi kaum yang memiliki kekuatan besar, di mana seruan itu wajib untuk ditaati.
(17) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai macam udzur yang diperkenankan bagi seorang hamba untuk tidak turut berjihad, Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لَّيۡسَ عَلَى ٱلۡأَعۡمَىٰ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡأَعۡرَجِ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡمَرِيضِ حَرَجٞۗ ﴿ "Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang-orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang)." Yakni, untuk tidak turut berjihad karena adanya udzur yang menghalangi mereka. ﴾ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ﴿ "Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya," dalam melaksanakan perintahNya dan menjauhi lara-nganNya, ﴾ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ ﴿ "niscaya Allah akan memasukkan-nya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai," di dalam surga terdapat berbagai hal yang diinginkan jiwa dan dipandang nikmat oleh mata. ﴾ وَمَن يَتَوَلَّ ﴿ "Dan barangsiapa yang berpaling," dan tidak menaati Allah سبحانه وتعالى serta RasulNya, ﴾ يُعَذِّبۡهُ عَذَابًا أَلِيمٗا ﴿ "niscaya Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih." Kebahagiaan seluruhnya terletak pada menaati perintah Allah سبحانه وتعالى dan kesengsaraan terletak pada kemaksiatan serta menentang perintah Allah سبحانه وتعالى.
48:18–21Page 513
۞ لَّقَدۡ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذۡ يُبَايِعُونَكَ تَحۡتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمۡ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيۡهِمۡ وَأَثَٰبَهُمۡ فَتۡحٗا قَرِيبٗا ١٨
Certainly was Allāh pleased with the believers when they pledged allegiance to you, [O Muḥammad], under the tree, and He knew what was in their hearts, so He sent down tranquility upon them and rewarded them with an imminent conquest1
وَمَغَانِمَ كَثِيرَةٗ يَأۡخُذُونَهَاۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمٗا ١٩
And much war booty which they will take. And ever is Allāh Exalted in Might and Wise.
وَعَدَكُمُ ٱللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةٗ تَأۡخُذُونَهَا فَعَجَّلَ لَكُمۡ هَٰذِهِۦ وَكَفَّ أَيۡدِيَ ٱلنَّاسِ عَنكُمۡ وَلِتَكُونَ ءَايَةٗ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَيَهۡدِيَكُمۡ صِرَٰطٗا مُّسۡتَقِيمٗا ٢٠
Allāh has promised you much booty that you will take [in the future] and has hastened for you this [victory] and withheld the hands of people from you - that it may be a sign for the believers and [that] He may guide you to a straight path.
وَأُخۡرَىٰ لَمۡ تَقۡدِرُواْ عَلَيۡهَا قَدۡ أَحَاطَ ٱللَّهُ بِهَاۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٗا ٢١
And [He promises] other [victories] that you were [so far] unable to [realize] which Allāh has already encompassed.1 And ever is Allāh, over all things, competent.
"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang Mukmin ketika mereka berjanji setia (berbai'at) kepadamu di bawah pohon itu, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan mem-beri balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (wak-tunya). Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Allah men-janjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak dapat kamu ambil, maka disegerakanNya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuriNya) dan agar itu menjadi bukti bagi orang-orang Mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus. Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukanNya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (Al-Fath: 18-21).
(18-19) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang karunia, rahmat, serta keridhaanNya terhadap kaum Mukminin yang berbai'at setia kepada Rasulullah a dalam peristiwa pembai'atan yang membuat wajah mereka putih bersinar, dan dengan bai'at itu pun mereka mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Penyebab bai'at ini, yaitu yang dikenal dengan Bai'at ar-Ridhwan adalah karena Allah سبحانه وتعالى ridha terhadap kaum Mukminin yang melakukan bai'at setia itu. Disebut juga bai'at orang-orang yang berada di sekitar pohon, yaitu pada saat pembicaraan antara Rasulullah a dan kaum musy-rikin berlangsung dalam perjanjian Hudaibiyah mengenai sebab kedatangan Rasulullah a ke Makkah, Rasulullah a tidak datang untuk memerangi seorang pun, Rasulullah a datang hanya untuk mengunjungi Baitullah serta untuk mengagungkannya. Kemudian Rasulullah a mengirim Utsman bin Affan ke Makkah untuk meng-utarakan tujuan kedatangan Rasulullah a. Kemudian tersiar berita bohong bahwa Utsman dibunuh. Kemudian Rasulullah a me-ngumpulkan kaum Mukminin yang turut bersama Rasulullah a yang jumlahnya sekitar seribu lima ratus orang, dan mereka pun berbai'at setia kepada Rasulullah a di bawah sebatang pohon untuk memerangi kaum musyrikin dan tidak akan lari hingga me-reka gugur sekalipun. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia ridha terhadap kaum Mukminin pada saat itu yang mana bai'at itu merupakan salah satu ketaatan terbesar serta ibadah paling luhur. ﴾ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمۡ ﴿ "Maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka," yakni, Allah سبحانه وتعالى mengetahui keimanan mereka,﴾ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "lalu menurunkan ketenangan atas mereka," sebagai rasa terima kasih Allah سبحانه وتعالى terhadap keimanan yang terdapat dalam diri mereka, Allah سبحانه وتعالى menambahkan petunjuk pada mereka dan Allah سبحانه وتعالى juga mengetahui kesedihan dalam benak mereka karena isi-isi perjanjian yang disyaratkan oleh kaum musyrikin terhadap Rasu-lullah a, kemudian Allah سبحانه وتعالى menurunkan ketenangan yang mem-buat hati mereka kokoh dan damai, ﴾ وَأَثَٰبَهُمۡ فَتۡحٗا قَرِيبٗا ﴿ "dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)." Yaitu penaklukan Khaibar yang hanya diikuti oleh orang-orang yang ikut serta dalam peristiwa Hudaibiyah, sehingga harta ram-pasannya khusus bagi mereka sebagai balasan untuk mereka dan sebagai ucapan terima kasih atas ketaatan terhadap Allah سبحانه وتعالى serta menunaikan amalan yang membuatNya ridha yang dilakukan oleh kaum Mukminin, ﴾ وَمَغَانِمَ كَثِيرَةٗ يَأۡخُذُونَهَاۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمٗا ﴿ "serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan Allah Mahaper-kasa lagi Mahabijaksana." Allah سبحانه وتعالى memiliki keperkasaan dan kekua-saan yang memaksa segala sesuatu. Andai Allah سبحانه وتعالى berkehendak, tentu kaum Muslimin akan dapat mengalahkan kaum kafir dalam setiap peperangan, namun Allah سبحانه وتعالى Mahabijaksana, yang menguji sebagian mereka dengan yang lain; Allah سبحانه وتعالى menguji orang-orang Mukmin dengan kemenangan orang kafir.
(20) ﴾ وَعَدَكُمُ ٱللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةٗ تَأۡخُذُونَهَا ﴿ "Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil." Harta ram-pasan perang tersebut mencakup semua harta rampasan perang yang didapatkan oleh seluruh kaum Muslimin hingga Kiamat, ﴾ فَعَجَّلَ لَكُمۡ هَٰذِهِۦ ﴿ "maka disegerakanNya harta rampasan ini," yakni, harta rampasan Perang Khaibar. Janganlah kalian mengira harta ram-pasan itu hanya satu-satunya harta rampasan perang, namun masih terdapat berbagai harta rampasan perang lain setelahnya. ﴾ و َ ﴿ "Dan," pujilah Allah سبحانه وتعالى pada saat, ﴾ كَفَّ أَيۡدِيَ ٱلنَّاسِ ﴿ "Dia menahan tangan manusia," yang mampu memerangi kalian dan berkeinginan untuk memerangi kalian, ﴾ عَنكُمۡ ﴿ "dari (membinasakan)mu." Ini meru-pakan nikmat dan keringanan yang diberikan pada kalian, ﴾ وَلِتَكُونَ ﴿ "dan agar itu," yakni harta rampasan perang ﴾ ءَايَةٗ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "menjadi bukti bagi orang-orang Mukmin," yang dengan bukti itu orang-orang Mukmin dapat mengetahui benarnya berita Allah سبحانه وتعالى dan janjiNya yang haq, serta balasanNya yang akan diberikan kepada orang-orang yang beriman. Dan bahwasanya Allah سبحانه وتعالى yang menakdirkan hal itu juga akan menakdirkan yang lainnya, ﴾ وَيَهۡدِيَكُمۡ ﴿ "dan agar Dia menunjuki kamu," dengan berbagai sebab yang ditetapkan pada kalian ﴾ صِرَٰطٗا مُّسۡتَقِيمٗا ﴿ "kepada jalan yang lurus," berupa ilmu, iman, dan amal.
(21) ﴾ وَأُخۡرَىٰ ﴿ "Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-ke-menangan) yang lain," artinya, Allah سبحانه وتعالى menjanjikan harta rampasan lain, ﴾ لَمۡ تَقۡدِرُواْ عَلَيۡهَا ﴿ "(atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat mengua-sainya," di waktu ayat ini turun, ﴾ قَدۡ أَحَاطَ ٱللَّهُ بِهَاۚ ﴿ "yang sungguh Allah telah menentukanNya." Artinya, Allah سبحانه وتعالى Mahakuasa atas hal itu dan hal itu berada di bawah pengaturan serta kekuasaanNya yang dijanjikan kepada kalian, karena itu janji Allah سبحانه وتعالى pasti akan terlak-sana karena Kuasa Allah سبحانه وتعالى yang Mahasempurna. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٗا ﴿ "Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
48:22–23Page 513
وَلَوۡ قَٰتَلَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوَلَّوُاْ ٱلۡأَدۡبَٰرَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرٗا ٢٢
And if those [Makkans] who disbelieve had fought you, they would have turned their backs [in flight]. Then they would not find a protector or a helper.
سُنَّةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلُۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلٗا ٢٣
[This is] the established way of Allāh which has occurred before. And never will you find in the way of Allāh any change.
"Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu, pas-tilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu." (Al-Fath: 22-23).
(22) Ini merupakan berita gembira dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba-hambaNya yang beriman, bahwasanya Allah سبحانه وتعالى akan mem-berikan kemenangan untuk orang-orang yang beriman terhadap para musuhnya yang kafir, dan bahwasanya jika orang-orang yang beriman menghadapi dan memerangi orang-orang kafir, ﴾ لَوَلَّوُاْ ٱلۡأَدۡبَٰرَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيّٗا ﴿ "pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung," yang dapat menjaga mereka, ﴾ وَلَا نَصِيرٗا ﴿ "dan tidak (pula) penolong," yang dapat menolong dan membantu mereka dari serangan orang-orang Mukmin; me-reka justru akan direndahkan dan dikalahkan.
(23) Hal itu merupakan sunnatullah terhadap berbagai umat sebelumnya, yaitu bahwa para tentara Allah سبحانه وتعالى pasti menang, ﴾ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلٗا ﴿ "dan kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu."
48:24–25Page 514
وَهُوَ ٱلَّذِي كَفَّ أَيۡدِيَهُمۡ عَنكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ عَنۡهُم بِبَطۡنِ مَكَّةَ مِنۢ بَعۡدِ أَنۡ أَظۡفَرَكُمۡ عَلَيۡهِمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرًا ٢٤
And it is He who withheld their hands from you and your hands from them within [the area of] Makkah after He caused you to overcome them. And ever is Allāh, of what you do, Seeing.
هُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّوكُمۡ عَنِ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ وَٱلۡهَدۡيَ مَعۡكُوفًا أَن يَبۡلُغَ مَحِلَّهُۥۚ وَلَوۡلَا رِجَالٞ مُّؤۡمِنُونَ وَنِسَآءٞ مُّؤۡمِنَٰتٞ لَّمۡ تَعۡلَمُوهُمۡ أَن تَطَـُٔوهُمۡ فَتُصِيبَكُم مِّنۡهُم مَّعَرَّةُۢ بِغَيۡرِ عِلۡمٖۖ لِّيُدۡخِلَ ٱللَّهُ فِي رَحۡمَتِهِۦ مَن يَشَآءُۚ لَوۡ تَزَيَّلُواْ لَعَذَّبۡنَا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡهُمۡ عَذَابًا أَلِيمًا ٢٥
They are the ones who disbelieved and obstructed you from al-Masjid al-Ḥarām while the offering1 was prevented from reaching its place of sacrifice. And if not for believing men and believing women whom you did not know - that you might trample [i.e., kill] them and there would befall you because of them dishonor without [your] knowledge - [you would have been permitted to enter Makkah]. [This was so] that Allāh might admit to His mercy whom He willed. If they had been apart [from them], We would have punished those who disbelieved among them with painful punishment
"Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membina-sakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang Mukmin dan perempuan-perempuan yang Mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasa-kan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmatNya. Sekiranya mereka tidak bercampur baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih." (Al-Fath: 24-25).
(24) Allah سبحانه وتعالى berfirman memberikan keselamatan bagi hamba-hambaNya dari keburukan kaum kafir serta peperangan mereka, di mana Dia berfirman, ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي كَفَّ أَيۡدِيَهُمۡ ﴿ "Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka," yaitu para penduduk Makkah ﴾ عَنكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ عَنۡهُم بِبَطۡنِ مَكَّةَ مِنۢ بَعۡدِ أَنۡ أَظۡفَرَكُمۡ عَلَيۡهِمۡۚ ﴿ "dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka," yakni, setelah kalian menga-lahkan mereka sehingga mereka berada dalam kekuasaan kalian meski tanpa perjanjian, mereka berjumlah sekitar delapan puluh orang, mereka berusaha menyusup ke dalam kaum Muslimin agar dapat mengalahkan mereka kala mereka lengah, namun mereka melihat kaum Muslimin senantiasa waspada hingga mereka pun tertangkap lalu dilepaskan dan tidak dibunuh, semua itu adalah sebagai rahmat Allah سبحانه وتعالى terhadap kaum Mukminin karena tidak membunuh para musuh itu. ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرًا ﴿ "Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." Allah سبحانه وتعالى akan membalas semua orang berdasarkan amalnya dan Allah سبحانه وتعالى akan mengatur kalian orang-orang yang beriman secara baik.
(25) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai faktor pendorong untuk memerangi kaum kafir, yaitu kekufuran mereka terhadap Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya, mereka menghalangi Rasulullah a dan kaum Mukminin yang turut serta untuk mengunjungi Baitullah seraya mengagungkannya dengan berhaji dan umrah, mereka juga adalah orang-orang yang m e n g h a l a n g i ﴾ وَٱلۡهَدۡيَ مَعۡكُوفًا أَن يَبۡلُغَ مَحِلَّهُۥۚ ﴿ "hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya," yaitu tertahan untuk sampai ke tempat penyembelihannya yang berada di Makkah, di tempat itulah semua hewan kurban umrah disem-belih, tapi orang-orang musyrik menghalanginya secara zhalim dan menentang. Semua hal inilah yang mengharuskan dan mendorong untuk memerangi kaum musyrikin. Hanya saja terdapat satu peng-halang untuk memerangi mereka, yaitu keberadaan orang-orang dari kalangan lelaki dan perempuan yang beriman yang berada di tengah kaum musyrikin. Orang-orang seperti ini tentu tidak bisa dibedakan pada saat diserang, andai saja bukan karena kalangan lelaki dan wanita yang beriman yang tidak diketahui oleh orang-orang Mukmin itu ﴾ أَن تَطَـُٔوهُمۡ ﴿ "bahwa kamu akan membunuh mereka," yakni khawatir jika kalian membunuh mereka,﴾ فَتُصِيبَكُم مِّنۡهُم مَّعَرَّةُۢ بِغَيۡرِ عِلۡمٖۖ ﴿ "yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuan-mu," (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membina-sakan mereka). Yang dimaksud dengan kesusahan dalam ayat ini adalah memerangi dan menyerang orang-orang yang beriman yang berbaur dengan orang-orang musyrik Makkah. Terdapat faidah lain dalam hal ini yaitu ﴾ لِّيُدۡخِلَ ٱللَّهُ فِي رَحۡمَتِهِۦ مَن يَشَآءُۚ ﴿ "supaya Allah mema-sukkan siapa yang dikehendakiNya," di mana Allah سبحانه وتعالى memberi karunia berupa keimanan terhadap mereka setelah sebelumnya kufur, Allah سبحانه وتعالى memberikan petunjuk kepada mereka setelah sebelumnya berada dalam kesesatan, dan karena faktor inilah kalian dilarang untuk menyerang mereka. ﴾ لَوۡ تَزَيَّلُواْ ﴿ "Sekiranya mereka tidak ber-campur baur," andai mereka tidak berada di tengah-tengah kaum musyrikin, ﴾ لَعَذَّبۡنَا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡهُمۡ عَذَابًا أَلِيمًا ﴿ "tentulah Kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih," dengan cara Kami memberi izin pada kalian orang-orang yang beriman untuk memerangi orang-orang kafir itu dan memberikan keme-nangan untuk kalian.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences