As-Sa'diAl‑Ma'idah · 5:54–71

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Ma'idah 5:54–71

5:54Page 117

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِي ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآئِمٖۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ ٥٤

O you who have believed, whoever of you should revert from his religion - Allāh will bring forth [in place of them] a people He will love and who will love Him [who are] humble toward the believers, strong against the disbelievers; they strive in the cause of Allāh and do not fear the blame of a critic. That is the favor of Allāh; He bestows it upon whom He wills. And Allāh is all-Encompassing and Knowing.

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencin-taiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Mahaluas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui." (Al-Ma`idah: 54).

(54) Allah memberitakan bahwa Dia Mahakaya terhadap alam semesta dan bahwa barangsiapa yang murtad dari agamanya, maka dia tidak merugikan Allah sedikit pun, akan tetapi merugikan dirinya sendiri. Dan bahwasanya Allah mempunyai hamba-hamba yang ikhlas, dan jujur (dalam imannya) dan Allah Yang Maha Penga-sih lagi Maha Penyayang telah menjamin hidayah bagi mereka. Dia menjanjikan akan mendatangkan mereka. Mereka adalah makhluk dengan sifat yang paling sempurna dengan jiwa yang paling kuat, dan dengan akhlak yang paling baik. Sifat (pertama) mereka yang paling mulia adalah bahwa Allah ﴾ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ ﴿ "mencintai mereka dan mereka mencintai Allah." Karena kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah nikmat yang paling mulia yang Dia berikan kepadanya dan keutamaan paling utama yang Dia anugerahkan kepadanya. Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memudahkan sebab-sebab (untuk meraih yang benar), memudahkan baginya semua yang sulit, memberinya taufik untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran dan menyambut hati hamba-hambaNya dengan kecintaan dan kasih sayang. Di antara konsekuensi kecintaan seorang hamba kepada Tuhan-nya adalah bahwa dia harus siap mengikuti RasulNya, lahir dan batin, pada perkataan, perbuatan, dan seluruh keadaannya sebagai-mana Firman Allah, ﴾ قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ ﴿ "Katakanlah, 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikuti-lah aku, niscaya Allah mengasihimu'." (Ali Imran: 31). Sebagaimana di antara konsekuensi kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah bahwa seorang hamba memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah fardhu dan ibadah-ibadah sunnah sebagaimana sabda Nabi dalam hadits shahih dari Allah, وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِيْذَنَّهُ. "Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada sesuatu yang telah Aku wajibkan kepada-nya. HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengarkan, peng-lihatannya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia bekerja dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia meminta kepa-daKu, niscaya Aku memberinya, dan jika dia memohon perlindungan kepadaKu, niscaya Aku melindunginya." Di antara konsekuensi kecintaan kepada Allah adalah menge-nal Allah, memperbanyak dzikir kepadaNya, karena kecintaan tanpa mengenal sangatlah kurang bahkan tidak ada walaupun ia diklaim, dan barangsiapa yang mencintai Allah, maka dia akan banyak menyebutNya. Dan jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia menerima amal yang sedikit dan memaafkan kesalahan yang banyak. Yang kedua dari sifat mereka adalah, ﴾ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "bersikap lemah lembut terhadap orang-orang Mukmin dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir." Mereka bersikap lemah lembut kepada orang-orang Mukmin, mencintai, memberi nasihat, bersikap lunak dan halus, mengasihi, menyayangi, memperlakukan orang-orang Mukmin dengan baik dan apa yang diharapkan dari mereka terasa begitu dekat digapai. Sebaliknya mereka bersikap keras terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah, yang menentang ayat-ayat-Nya yang mendustakan Rasul-rasulNya. Semangat dan keinginan mereka terkonsentrasi pada permusuhan terhadap mereka. Mereka mengeluarkan segala daya mereka demi meraih sarana yang men-jadi kemenangan atas mereka. Firman Allah تعالى, ﴾ وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةٖ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَيۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ ﴿ "Dan siapkanlah untuk mereka kekuatan apa saja yang kamu sang-gupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, yang (juga) musuhmu." (Al-Anfal: 60). Dan Firman Allah تعالى, ﴾ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka." (Al-Fath: 29). Bersikap keras dan tegas terhadap musuh-musuh Allah terma-suk perkara yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah, se-orang hamba menyepakati Tuhannya dalam kemarahanNya kepada mereka. Sikap tegas dan keras tidak menghalanginya mengajak mereka ke dalam agama Islam dengan cara yang lebih baik. Keras terhadap mereka sekaligus lunak dalam mendakwahi mereka, keduanya bermanfaat dan bermaslahat bagi mereka. Yang ketiga, ﴾ يُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "berjihad di jalan Allah," dengan harta dan jiwa mereka, dengan ucapan dan perbuatan mereka. ﴾ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآئِمٖۚ ﴿ "Tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela," justru mereka mendahulukan ridha Allah dan takut ke-pada celaanNya daripada celaan makhluk. Ini membuktikan kuat-nya semangat dan keinginan mereka, karena orang yang hatinya lemah, maka semangatnya juga lemah. Semangatnya akan goyah jika dia menghadapi celaan orang yang mencela, dan kekuatannya akan luluh jika dia menjadi sasaran cibiran. Di dalam hati mereka terdapat penghambaan kepada selain Allah sesuai dengan kadar perhatiannya kepada kerelaan makhluk, mendahulukan keridha-an mereka dan celaan mereka di atas perintah Allah. Hati seseorang tidak akan bersih dari penghambaan kepada selain Allah, sehingga ia tidak takut celaan orang yang mencela di jalan Allah. Manakala Allah menyanjung mereka dengan sifat-sifat yang luhur dan perangai yang mulia yang Dia berikan kepada mereka, di mana sifat dan perangai itu menuntut sifat-sifat lain yang belum disebut, maka Dia memberitakan bahwa hal ini termasuk karunia dan kebaikanNya kepada mereka, agar mereka tidak membangga-kan diri mereka, dan agar mereka mensyukuriNya yang telah meng-anugerahkan itu kepada mereka supaya Dia menambah karunia itu. Di samping itu agar selain mereka mengetahui bahwa karunia Allah tidak terdapat penghalang padanya. Dia berfirman,﴾ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ ﴿ "Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Mahaluas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui." Maksudnya, luas karunia dan kebaikanNya, besar nikmatNya, dan rahmatNya meliputi segala sesuatu, melapangkan karuniaNya kepada para waliNya yang tidak diberikanNya kepada selain mereka. Akan tetapi Dia mengetahui siapa yang berhak men-dapatkan karunia itu, maka Dia memberinya. Allah lebih mengetahui di mana Dia meletakkan risalahnya; pokok maupun cabangnya.

5:55–56Page 117

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمۡ رَٰكِعُونَ ٥٥

Your ally is none but Allāh and [therefore] His Messenger and those who have believed - those who establish prayer and give zakāh, and they bow [in worship].

وَمَن يَتَوَلَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَإِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ ٥٦

And whoever is an ally of Allāh and His Messenger and those who have believed - indeed, the party of Allāh - they will be the predominant.

"Sesungguhnya penolong (wali) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa menjadikan Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang." (Al-Ma`idah: 55-56).

(55) Ketika Allah melarang mengangkat orang-orang kafir, Yahudi, Nasrani dan lain-lain sebagai pemimpin dan menjelaskan akibat dari pengangkatan itu yaitu kerugian yang nyata, maka Allah menjelaskan siapa yang wajib dan harus dipilih menjadi pemimpin dan sekaligus menjelaskan manfaat dan nasihatnya. Dia berfirman, ﴾ إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ ﴿ "Sesungguhnya penolong (wali) kamu hanyalah Allah dan RasulNya." Perwalian Allah didapat dengan iman dan takwa. Siapa pun yang beriman dan bertakwa, maka dia adalah wali Allah, siapa yang menjadi wali Allah, maka dia adalah wali RasulNya. Barangsiapa yang berwala' kepada Allah dan RasulNya, maka ter-masuk kesempurnaan hal itu adalah mengangkat siapa yang diang-kat oleh keduanya yaitu orang-orang Mukmin yang menjunjung iman lahir dan batin dan mengikhlaskan diri kepada Allah dengan mendirikan shalat lengkap dengan syarat-syaratnya, kewajiban-kewajibannya dan pelengkap-pelengkapnya, mereka juga berbuat baik kepada makhluk dengan membayarkan zakat harta mereka kepada yang berhak dari mereka. FirmanNya, ﴾ وَهُمۡ رَٰكِعُونَ ﴿ "Seraya mereka tunduk (kepada Allah)," yakni patuh dan pasrah kepadaNya. Perangkat pembatas (adat al-Hashr) pada FirmanNya, ﴾ إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Sesungguhnya pe-nolong kamu hanyalah Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman," menunjukkan bahwa perwalian harus dibatasi hanya pada mereka yang disebutkan dan anti (bara') dari perwalian kepada selainnya.

(56) Kemudian Dia menyebutkan manfaat perwalian ini, Dia berfirman, ﴾ وَمَن يَتَوَلَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَإِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ ﴿ "Dan barang-siapa menjadikan Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang," yakni ia termasuk pengikut yang disandarkan kepa-da Allah dengan penyandaran ubudiyah dan perwalian. Dan peng-ikutNya adalah orang-orang yang menang yang meraih akibat baik di dunia dan di akhirat, sebagaimana Firman Allah, ﴾ وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ 173 ﴿ "Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang." (Ash-Shaffat: 173). Ini adalah berita gembira yang besar bagi orang yang mene-gakkan agama Allah dan dia termasuk pengikut dan tentaraNya. Dia mendapatkan kemenangan walaupun terkadang dia kalah ka-rena hikmah yang diinginkan oleh Allah, tetapi ujungnya tetaplah kemenangan dan kejayaan. Dan siapa yang lebih benar perkataan-nya daripada Allah?

5:57–58Page 117

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ دِينَكُمۡ هُزُوٗا وَلَعِبٗا مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكُمۡ وَٱلۡكُفَّارَ أَوۡلِيَآءَۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ٥٧

O you who have believed, take not those who have taken your religion in ridicule and amusement among the ones who were given the Scripture before you nor the disbelievers as allies. And fear Allāh, if you should [truly] be believers.

وَإِذَا نَادَيۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ ٱتَّخَذُوهَا هُزُوٗا وَلَعِبٗاۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمٞ لَّا يَعۡقِلُونَ ٥٨

And when you call to prayer, they take it in ridicule and amusement. That is because they are a people who do not use reason.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan sebagai pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal." (Al-Ma`idah: 57-58).

(57-58) Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk mengangkat Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani dan orang-orang kafir yang lain menjadi pemimpin, di mana orang-orang Mukmin itu mencintai dan memberikan loyalitas kepada mereka, membocorkan rahasia orang-orang Mukmin kepada mereka, mem-bantu mereka dalam sebagian perkara yang merugikan Islam dan kaum Muslimin. Iman yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman menuntut mereka untuk tidak mengangkat mereka sebagai pemim-pin dan mendorong mereka untuk memusuhi mereka. Begitu pula ketakwaan mereka kepada Allah yang berarti menjalankan perintah-perintahNya dan menghindari larangan-laranganNya, termasuk yang mendorong mereka untuk memusuhi mereka. Begitu pula keadaan orang-orang kafir, orang-orang musyrik yang memusuhi kaum Muslimin; mereka mencaci agama Islam, menjadikannya sebagai bahan pelecehan dan permainan, penghi-naan dan peremehan, khususnya shalat, yang merupakan syiar Islam paling jelas dan ibadah yang paling mulia. Jika mereka diajak shalat, mereka menjadikannya sebagai ejekan dan hinaan, hal itu karena mereka tidak memahami dan karena kebodohan besar me-reka, kalau seandainya mereka mempunyai akal, niscaya mereka akan tunduk kepadanya, dan niscaya mereka mengetahui bahwa ia adalah lebih besar daripada seluruh keutamaan yang menjadi hiasan jiwa. Jika kamu mengetahui -wahai orang-orang yang beriman- keadaan orang-orang kafir dan kerasnya permusuhan mereka ke-padamu dan kepada agamamu, maka barangsiapa tidak memusuhi mereka, maka hal itu menunjukkan bahwa Islam baginya adalah murah, dia tidak peduli terhadap orang yang menghina agama atau melecehkannya dengan kekufuran dan kesesatan, dia tidak sedikit pun memiliki harga diri dan kemanusiaan. Bagaimana kamu mengklaim agama yang lurus pada dirimu, dan bahwa ia adalah agama yang benar dan yang selainnya adalah batil, sementara kamu rela mengangkat orang yang menjadikan agama sebagai bahan ejekan dan cemoohan sebagai pemimpin, dan dia menggolongkan agama tersebut dan pengikutnya sebagai orang-orang yang bodoh dan dungu? Ini mengandung dorongan yang kuat untuk memusuhi mereka, hal ini diketahui oleh orang yang memiliki pemahaman yang paling ringan sekalipun.

5:59–63Page 118

قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ هَلۡ تَنقِمُونَ مِنَّآ إِلَّآ أَنۡ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلُ وَأَنَّ أَكۡثَرَكُمۡ فَٰسِقُونَ ٥٩

Say, "O People of the Scripture, do you resent us except [for the fact] that we have believed in Allāh and what was revealed to us and what was revealed before and because most of you are defiantly disobedient?"

قُلۡ هَلۡ أُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ ٱللَّهِۚ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيۡهِ وَجَعَلَ مِنۡهُمُ ٱلۡقِرَدَةَ وَٱلۡخَنَازِيرَ وَعَبَدَ ٱلطَّٰغُوتَۚ أُوْلَٰٓئِكَ شَرّٞ مَّكَانٗا وَأَضَلُّ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ ٦٠

Say, "Shall I inform you of [what is] worse than that1 as penalty from Allāh? [It is that of] those whom Allāh has cursed and with whom He became angry and made of them apes and pigs and slaves of ṭāghūt.2 Those are worse in position and further astray from the sound way."

وَإِذَا جَآءُوكُمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَقَد دَّخَلُواْ بِٱلۡكُفۡرِ وَهُمۡ قَدۡ خَرَجُواْ بِهِۦۚ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا كَانُواْ يَكۡتُمُونَ ٦١

And when they come to you, they say, "We believe." But they have entered with disbelief [in their hearts], and they have certainly left with it. And Allāh is most knowing of what they were concealing.

وَتَرَىٰ كَثِيرٗا مِّنۡهُمۡ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ وَأَكۡلِهِمُ ٱلسُّحۡتَۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٦٢

And you see many of them hastening into sin and aggression and the devouring of [what is] unlawful. How wretched is what they have been doing.

لَوۡلَا يَنۡهَىٰهُمُ ٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلۡأَحۡبَارُ عَن قَوۡلِهِمُ ٱلۡإِثۡمَ وَأَكۡلِهِمُ ٱلسُّحۡتَۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ ٦٣

Why do the rabbis and religious scholars not forbid them from saying what is sinful and devouring what is unlawful? How wretched is what they have been practicing.

"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?' Katakanlah, 'Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadi-kan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?' Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus? Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepada-mu, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman,' padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula) dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan? Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, per-musuhan, dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka meng-ucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguh-nya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu." (Al-Ma`idah: 59-63).

(59) Maksudnya, ﴾ قُلۡ ﴿ "katakanlah" wahai Rasul, ﴾ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "Hai Ahli Kitab," dengan menegaskan kepada mereka bahwa agama Islam adalah agama yang benar dan bahwa pelecehan mereka kepadanya adalah pelecehan terhadap agama yang semestinya di-sanjung. ﴾ هَلۡ تَنقِمُونَ مِنَّآ إِلَّآ أَنۡ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلُ وَأَنَّ أَكۡثَرَكُمۡ فَٰسِقُونَ ﴿ "Apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?" Artinya, apakah kami mempunyai kesalahan kecuali iman kami kepada Allah, kitab-kitabNya yang terdahulu dan yang sekarang dan kepada nabi-nabiNya yang terdahulu dan yang sekarang? Dan bahwa kami meyakini bahwa barangsiapa yang tidak beriman dengan iman seperti ini, maka dia adalah kafir lagi fasik? Apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami melakukan kewajiban yang paling wajib atas para mukallaf? Padahal mayoritas dari kalian adalah ﴾ فَٰسِقُونَ ﴿ "orang-orang fasik," yakni keluar dari ketaatan kepada Allah, berani melakukan kemak-siatan? Maka kamu lebih baik diam wahai orang fasik. Seandainya kamu mencela kami sementara kamu sendiri selamat dari kefasikan -dan itu tidak mungkin- niscaya keburukannya lebih ringan dari-pada kamu mencela kami sementara kamu adalah fasik.

(60) Karena celaan mereka terhadap orang-orang Mukmin menunjukkan bahwa orang-orang Mukmin itu di atas keburukan, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka dengan menyampaikan buruknya apa yang mereka lakukan, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكَ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang yang lebih buruk dari itu," yakni, (yang lebih buruk dari) apa yang kamu menyalah-kan kami karenanya, itu pun kalau kami menurutimu. ﴾ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ ﴿ "Orang yang dikutuk oleh Allah," maksudnya, yang dijauhkanNya dari rahmatNya, ﴾ وَغَضِبَ عَلَيۡهِ ﴿ "dan dimurkai olehNya," serta Dia mengazabnya di dunia dan akhirat, ﴾ وَجَعَلَ مِنۡهُمُ ٱلۡقِرَدَةَ وَٱلۡخَنَازِيرَ ﴿ "dan di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi," dan ada orang ﴾ وَعَبَدَ ٱلطَّٰغُوتَۚ ﴿ "yang menyembah thaghut," yaitu setan, dan semua yang disembah selain Allah adalah thaghut. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu," yakni orang-orang yang memiliki sifat-sifat buruk ini, ﴾ شَرّٞ مَّكَانٗا ﴿ "lebih buruk tempatnya," daripada orang-orang Mukmin, yang mana rahmat Allah dekat dengan mereka dan Dia meridhai mereka dan memberi pahala kepada mereka di dunia dan di akhirat karena mereka mengikhlaskan Agama untuk-Nya. Ini adalah termasuk penggunaan kata perbandingan yang bukan pada tempatnya,[57] dan begitu pula FirmanNya, ﴾ وَأَضَلُّ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "Dan lebih tersesat dari jalan yang lurus," yakni lebih jauh dari jalan yang benar.

(61) ﴾ وَإِذَا جَآءُوكُمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا ﴿ "Dan apabila mereka (orang-orang Yahudi dan munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman'," karena kemunafikan dan tipu daya. ﴾ و َ ﴿ "Dan" mereka ﴾ قَدۡ دَّخَلُواْ ﴿ "telah datang kepadamu," dengan membawa kekufuran, ﴾ وَهُمۡ قَدۡ خَرَجُواْ بِهِۦۚ ﴿ "dan mereka telah pergi dengan kekafiran pula," maka keluar masuknya mereka adalah dengan kekufuran, sementara mereka mengklaim beriman. Apakah ada yang lebih buruk dan lebih jelek keadaannya daripada mereka? ﴾ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا كَانُواْ يَكۡتُمُونَ ﴿ " Allah lebih mengetahui apa yang mereka sem-bunyikan," lalu membalas amal dan keburukan mereka.

(62) Kemudian Allah meneruskan menyebutkan aib-aib mereka untuk membalas celaan mereka kepada hamba-hambaNya yang beriman, Dia berfirman, ﴾ وَتَرَىٰ كَثِيرٗا مِّنۡهُمۡ ﴿ "Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka," yakni orang-orang Yahudi, ﴾ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ ﴿ "bersegera membuat dosa dan permusuhan," yakni mereka berlomba-lomba dan bersungguh-sungguh melakukan kemaksiatan yang terkait dengan hak Allah dan permusuhan kepada para makhluk, ﴾ وَأَكۡلِهِمُ ٱلسُّحۡتَۚ ﴿ "dan memakan yang haram." Tidak hanya sebatas pem-beritahuan bahwa mereka melakukan itu, lebih dari itu, mereka bersegera (berlomba-lomba). Ini adalah bukti kejahatan dan kebu-rukan mereka dan kecintaan kepada kemaksiatan dan kezhaliman telah terpatri di dada mereka. Walaupun demikian mereka berani mengklaim derajat-derajat mulia. ﴾ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka kerjakan itu." Ini adalah celaan dan hinaan yang mendalam kepada mereka.

(63) ﴾ لَوۡلَا يَنۡهَىٰهُمُ ٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلۡأَحۡبَارُ عَن قَوۡلِهِمُ ٱلۡإِثۡمَ وَأَكۡلِهِمُ ٱلسُّحۡتَۚ ﴿ "Mengapa orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?" Maksud-nya, mengapa para ulama (mereka) yang semestinya memberi manfaat kepada manusia, di mana Allah telah memberi mereka ilmu dan hikmah, tidak melarang mereka berbuat kemaksiatan agar kebodohan yang ada pada mereka terkikis dan sehingga hujjah Allah tegak atas mereka? Para ulama memiliki kewajiban meme-rintahkan dan melarang manusia, menjelaskan kepada mereka jalan yang syar'i, mendorong mereka kepada kebaikan dan mem-peringatkan mereka dari keburukan. ﴾ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ ﴿ "Sesung-guhnya amat buruk apa yang mereka kerjakan."

5:64–66Page 118

وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ يَدُ ٱللَّهِ مَغۡلُولَةٌۚ غُلَّتۡ أَيۡدِيهِمۡ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْۘ بَلۡ يَدَاهُ مَبۡسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيۡفَ يَشَآءُۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرٗا مِّنۡهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ طُغۡيَٰنٗا وَكُفۡرٗاۚ وَأَلۡقَيۡنَا بَيۡنَهُمُ ٱلۡعَدَٰوَةَ وَٱلۡبَغۡضَآءَ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ كُلَّمَآ أَوۡقَدُواْ نَارٗا لِّلۡحَرۡبِ أَطۡفَأَهَا ٱللَّهُۚ وَيَسۡعَوۡنَ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَسَادٗاۚ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٦٤

And the Jews say, "The hand of Allāh is chained."1 Chained are their hands, and cursed are they for what they say. Rather, both His hands are extended; He spends however He wills. And that which has been revealed to you from your Lord will surely increase many of them in transgression and disbelief. And We have cast among them animosity and hatred until the Day of Resurrection. Every time they kindled the fire of war [against you], Allāh extinguished it. And they strive throughout the land [causing] corruption, and Allāh does not like corrupters.

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَكَفَّرۡنَا عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَأَدۡخَلۡنَٰهُمۡ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٦٥

And if only the People of the Scripture had believed and feared Allāh, We would have removed from them their misdeeds and admitted them to Gardens of Pleasure.

وَلَوۡ أَنَّهُمۡ أَقَامُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِم مِّن رَّبِّهِمۡ لَأَكَلُواْ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۚ مِّنۡهُمۡ أُمَّةٞ مُّقۡتَصِدَةٞۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ سَآءَ مَا يَعۡمَلُونَ ٦٦

And if only they had upheld [the law of] the Torah, the Gospel, and what has been revealed to them from their Lord [i.e., the Qur’ān], they would have consumed [provision] from above them and from beneath their feet.1 Among them are a moderate [i.e., acceptable] community, but many of them - evil is that which they do.

"Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah terbelenggu,' sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua Tangan Allah terbuka, Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan al-Qur`an yang diturunkan ke-padamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedur-hakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai Hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat keru-sakan. Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Qur`an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas me-reka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka." (Al-Ma`idah: 64-66).

(64) Allah memberitakan tentang ucapan orang-orang Yahudi yang buruk dan akidah mereka yang busuk. Dia berfirman, ﴾ وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ يَدُ ٱللَّهِ مَغۡلُولَةٌۚ ﴿ "Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah terbeleng-gu," yaitu, dari kebaikan dan berbuat baik. ﴾ غُلَّتۡ أَيۡدِيهِمۡ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْۘ ﴿ "Sebe-narnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu." Ini adalah doa musibah atas mereka, persis sama dengan ucapan mereka sendiri, karena ucapan mereka mengandung tuduhan kepada Allah dengan keki-kiran dan tidak berbuat baik, maka Allah membalas mereka dengan menyatakan bahwa sifat itu justru tepat untuk mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang yang paling bakhil, paling sedikit berbuat baik, paling buruk prasangkanya kepada Allah, dan paling jauh dari rahmatNya yang meliputi segala sesuatu dan memenuhi penjuru alam, atas dan bawah. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ بَلۡ يَدَاهُ مَبۡسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيۡفَ يَشَآءُۚ ﴿ "Tetapi kedua Tangan Allah terbuka, Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehen-daki," tanpa ada penghalang dan tanpa ada seorang pun yang melarangnya melakukan apa yang dikehendakiNya. Allah سبحانه وتعالى telah membentangkan karunia dan kebaikanNya, baik yang berkaitan dengan agama ataupun dunia, dan Dia memerintahkan hamba-hambaNya agar mencari pintu-pintu kemurahanNya agar mereka tidak menutup diri mereka dari pintu-pintu kebaikanNya dengan kemaksiatan kepadaNya. TanganNya selalu memberi siang dan malam, kebaikanNya tercurah di segala waktu. Dia memudahkan kesulitan, menghilangkan kesedihan, mencukupkan orang miskin, membebaskan tawanan, membantu orang yang perlu dibantu, menjawab peminta, memberi kepada orang miskin yang membu-tuhkan, menjawab doa orang-orang yang dalam kesulitan, menga-bulkan doa orang-orang yang meminta kepadaNya, bahkan mem-beri nikmat kepada yang tidak meminta kepadaNya, serta memberi keselamatan kepada yang meminta keselamatan kepadaNya. Pelaku kemaksiatan tetap mendapatkan kebaikanNya. Lebih dari itu kebaikanNya dinikmati oleh orang baik dan orang fajir. Dia memberikan taufik kepada orang-orang yang dicintaiNya untuk beramal shalih, kemudian memuji mereka karenanya dan menisbatkannya kepada mereka padahal itu berasal dari kemu-rahanNya, membalas mereka karenanya dengan pahala dunia dan akhirat yang tidak bisa dijelaskan dan tidak terlintas di benak seorang hamba. Dia lembut kepada mereka dalam segala urusan mereka, menyampaikan kebaikanNya kepada mereka, menolak bala` dari mereka sementara mereka tidak mengetahui yang lebih banyak darinya. Mahasuci Dzat yang mana seluruh nikmat yang dirasakan oleh manusia adalah dariNya. KepadaNya mereka mengadu untuk menolak perkara-perkara yang dibenci. Mahasuci Allah yang mana tak seorang pun bisa menghitung pujian kepada-Nya; Dia adalah seperti Dia memuji DiriNya sendiri. Mahatinggi Dzat yang mana tidak sekejap pun manusia yang lepas dari nikmatNya, bahkan keberadaan dan kehidupan mereka tidak akan ada kecuali dengan keberadaan dan kehidupanNya. Semoga Allah memperburuk orang yang karena kebodohannya tidak memerlukan Tuhannya dan menisbatkan Tuhannya kepada apa yang tidak layak dengan kemahaagunganNya. Bahkan sean-dainya Allah memperlakukan orang-orang Yahudi yang mengucap-kan ucapan itu dan yang sepertinya dari kalangan orang-orang yang keadaannya seperti mereka dengan perlakuan yang sesuai dengan sebagian yang mereka ucapkan, niscaya mereka akan bi-nasa dan sengsara di dunia. Akan tetapi sekalipun mereka menga-takan semua itu, Allah bersikap lapang, memberi kelonggaran dan tangguh waktu, tetapi tidak melalaikan mereka. FirmanNya, ﴾ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرٗا مِّنۡهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ طُغۡيَٰنٗا وَكُفۡرٗاۚ ﴿ "Dan al-Qur`an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan me-nambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka." Ini adalah hukuman terbesar atas seorang hamba; di mana al-Qur`an yang Allah turunkan kepada RasulNya, yang padanya terdapat kehidupan hati dan rohani, kebahagiaan dan keberuntungan dunia dan akhirat, yang merupakan nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hambaNya, yang mewajibkan mereka bersegera meneri-manya, menyerahkan diri kepada Allah karenanya dan bersyukur kepadaNya karenanya, tetapi ini justru menambah kesesatan di atas kesesatannya, kedurhakaan di atas kedurhakaannya dan ke-kufuran di atas kekufurannya. Hal itu disebut karena dia berpaling darinya, menolaknya, memusuhinya, dan menentangnya dengan syubhat-syubhat yang batil. ﴾ وَأَلۡقَيۡنَا بَيۡنَهُمُ ٱلۡعَدَٰوَةَ وَٱلۡبَغۡضَآءَ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "Dan Kami telah timbulkan per-usuhan dan kebencian di antara mereka sampai Hari Kiamat." Maka mereka tidak saling mengasihi, tidak saling mendukung, dan tidak bersepakat di atas keadaan yang mengandung kebaikan bagi me-reka. Justru mereka senantiasa saling membenci dalam hati mereka, saling bermusuhan dalam perbuatan mereka sampai Hari Kiamat. ﴾ كُلَّمَآ أَوۡقَدُواْ نَارٗا لِّلۡحَرۡبِ ﴿ "Setiap mereka menyalakan api peperangan" untuk melawan Islam dan kaum Muslimin, di mana mereka menampak-kan, mengulang, menyiapkan pasukan berkuda dan pejalan kaki, ﴾ أَطۡفَأَهَا ٱللَّهُۚ ﴿ "Allah memadamkannya" dengan menghinakan mereka, mengobrak-abrik tentara mereka, dan memenangkan kaum Mus-limin atas mereka. ﴾ وَيَسۡعَوۡنَ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَسَادٗاۚ ﴿ "Dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi," maksudnya, mereka berusaha dengan sekuat tenaga demi mem-buat kerusakan di muka bumi; dengan melakukan kemaksiatan, berdakwah kepada agama mereka yang batil dan menghalang-halangi manusia masuk Islam. ﴾ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ﴿ "Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan," bahkan Allah sangat memurkaiNya dan akan membalas mereka karena itu.

(65) Kemudian Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَكَفَّرۡنَا عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَأَدۡخَلۡنَٰهُمۡ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan." Ini adalah kemurahan dan kedermawananNya, di mana Dia menyebutkan keburukan-keburukan Ahli Kitab, kejelekan-kejelekan mereka dan ucapan-ucapan mereka yang batil, lalu Dia menyerukan taubat kepada mereka, bahwa jika mereka beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, seluruh kitab-kitabNya, seluruh rasul-rasulNya dan menjauhi kemaksiatan, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka bagaimanapun ba-nyaknya dan niscaya Dia memasukkan mereka ke dalam surga kenikmatan yang padanya terdapat apa diinginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata.

(66) ﴾ وَلَوۡ أَنَّهُمۡ أَقَامُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِم مِّن رَّبِّهِمۡ ﴿ "Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Qur`an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya," yakni mereka melaksanakan perintah-perintahNya, menjauhi larangan-larangan-Nya, seperti yang dianjurkan dan diperintahkan oleh Allah, dan termasuk pelaksanaannya adalah beriman kepada apa yang di-serukan oleh Taurat dan Injil untuk beriman kepada Muhammad ﷺ dan kepada al-Qur`an. Sekiranya mereka menunaikan nikmat besar yang diturunkan oleh Allah kepada mereka, yakni karena mereka dan karena per-hatian kepada mereka, ﴾ لَأَكَلُواْ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۚ ﴿ "niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka." Yakni, Allah akan melimpahkan rizki kepada mereka, langit di-buatnya menurunkan hujan, bumi dibuatnya menumbuhkan tanaman sebagaimana Firman Allah, ﴾ وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (Al-A'raf: 96). ﴾ مِّنۡهُمۡ ﴿ "Di antara mereka," yakni di antara Ahli Kitab, ﴾ أُمَّةٞ مُّقۡتَصِدَةٞۖ ﴿ "ada golongan yang pertengahan." Maksudnya, mengamalkan Taurat dan Injil dengan amal yang biasa-biasa saja, tidak kuat dan giat. ﴾ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ سَآءَ مَا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka," maksudnya, yang berbuat buruk dari mereka berjumlah banyak. Adapun orang-orang yang giat di kalangan mereka hanyalah sedikit.

5:67Page 119

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٦٧

O Messenger, announce that which has been revealed to you from your Lord, and if you do not, then you have not conveyed His message. And Allāh will protect you from the people. Indeed, Allāh does not guide the disbelieving people.

"Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperin-tahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanatNya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (Al-Ma`idah: 67).

(67) Ini adalah perintah dari Allah سبحانه وتعالى kepada RasulNya, Muhammad ﷺ, dengan perintah yang paling mulia dan paling agung yaitu menyampaikan apa yang Allah turunkan kepadanya. Termasuk dalam hal ini adalah seluruh perkara yang diterima umat ini dari Nabi ﷺ, meliputi akidah, amalan-amalan, perkataan-perkataan, hukum-hukum syar'i dan tuntutan-tuntutan ilahiyah. Nabi ﷺ telah menyampaikan dengan sempurna, dia telah berdak-wah, memberi peringatan, menyampaikan berita gembira dan memberi kemudahan. Dia mendidik orang-orang bodoh yang tidak bisa membaca dan menulis menjadi ulama yang Rabbani. Beliau menyampaikan dengan ucapan, perbuatan, (mengirim) surat dan (mengirim) utusan-utusannya. Tiada kebaikan kecuali beliau me-nunjukkan umatnya kepadanya, dan tiada keburukan kecuali beliau memperingatkan umatnya darinya. Para sahabat, para imam, dan ulama, serta kaum Muslimin yang merupakan orang-orang terpi-lih umat ini telah bersaksi untuknya bahwa dia telah menyampaikan. ﴾ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ ﴿ "Dan jika tidak kamu kerjakan," maksudnya, tidak menyampaikan apa yang diturunkan oleh Rabbmu kepadamu, ﴾ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ ﴿ "berarti kamu tidak menyampaikan amanatNya." Artinya, kamu tidak melaksanakan perintahNya. ﴾ وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ ﴿ "Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia." Ini adalah perlindungan dan penjagaan dari Allah bagi RasulNya dari gangguan manusia. Hendaknya kamu mencurah-kan segala perhatian kepada pendidikan dan tabligh, jangan gentar karena takut kepada manusia, karena ubun-ubun mereka semua ada di Tangan Allah. Allah telah menjamin perlindunganmu, tugasmu hanyalah menyampaikan dengan jelas. Barangsiapa mendapatkan petunjuk, maka itu untuk dirinya sendiri. Adapun orang-orang kafir yang tujuan mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu, maka Allah tidak memberi petunjuk kepada mereka dan tidak membimbing mereka kepada kebaikan karena kekufuran mereka.

5:68Page 119

قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَسۡتُمۡ عَلَىٰ شَيۡءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرٗا مِّنۡهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ طُغۡيَٰنٗا وَكُفۡرٗاۖ فَلَا تَأۡسَ عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٦٨

Say, "O People of the Scripture, you are [standing] on nothing until you uphold [the law of] the Torah, the Gospel, and what has been revealed to you from your Lord [i.e., the Qur’ān]." And that which has been revealed to you from your Lord will surely increase many of them in transgression and disbelief. So do not grieve over the disbelieving people.

"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang ber-agama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan al-Qur`an, yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.' Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi keba-nyakan dari mereka, maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu." (Al-Ma`idah: 68).

(68) Maksudnya, katakanlah kepada Ahli Kitab, serukan dan umumkan kesesatan dan kebatilan mereka bahwa ﴾ لَسۡتُمۡ عَلَىٰ شَيۡءٍ ﴿ "kamu tidak dipandang beragama sedikit pun," dalam perkara-perkara agama, karena kamu tidak beriman kepada Muhammad dan al-Qur`an, dan tidak pula membenarkan nabimu dan kitabmu, kamu tidak berpegang kepada kebenaran dan kamu tidak berpijak kepada dasar yang benar, ﴾ حَتَّىٰ تُقِيمُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ ﴿ "hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil," maksudnya, kamu menjadikan ke-duanya tegak dengan beriman kepada keduanya, mengikuti dan tidak berpegang kepada kebenaran dan kamu tidak berpijak kepada dasar yang benar, ﴾ حَتَّىٰ تُقِيمُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ ﴿ "hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil," maksudnya, kamu menjadikan ke-duanya tegak dengan beriman kepada keduanya, mengikuti dan berpegang kepada apa yang diserukan keduanya. ﴾ و َ ﴿ "Dan" kamu juga menegakkan ﴾ م آ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡۗ ﴿ "al-Qur`an, yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu," yang telah mendidikmu, memberi nikmat kepadamu dan menjadikan nikmatNya yang paling mulia adalah diturunkannya kitab-kitab kepadamu. Maka sudah sewajibnya kamu bersyukur kepada Allah, berpegang teguh dengan hukum-hukum Allah dan menjunjung amanat dan perjanjianNya yang di-bebankan kepadamu.﴾ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرٗا مِّنۡهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ طُغۡيَٰنٗا وَكُفۡرٗاۖ فَلَا تَأۡسَ عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi keba-nyakan dari mereka, maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu."

5:69Page 119

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱلَّذِينَ هَادُواْ وَٱلصَّٰبِـُٔونَ وَٱلنَّصَٰرَىٰ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٦٩

Indeed, those who have believed [in Prophet Muḥammad (ﷺ)] and those [before him (ﷺ)] who were Jews or Sabeans or Christians - those [among them] who believed in Allāh and the Last Day and did righteousness - no fear will there be concerning them, nor will they grieve.1

"Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, Hari Kemudian dan ber-amal shalih, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al-Ma`idah: 69).

(69) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang umat yang diberi kitab dari kalangan pengikut al-Qur`an, Taurat dan Injil bahwa kebaha-giaan dan keselamatan mereka adalah pada jalan dan dasar yang satu, yaitu beriman kepada Allah dan Hari Akhir, serta beramal shalih. Barangsiapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, serta beramal shalih, maka baginya keselamatan. Tidak ada ketakutan bagi mereka dalam menghadapi perkara-perkara masa depan yang menakutkan dan tidak ada kesedihan bagi mereka pada apa yang telah mereka tinggalkan. Ini adalah hukum yang mencakup seluruh masa.

5:70–71Page 119

لَقَدۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمۡ رُسُلٗاۖ كُلَّمَا جَآءَهُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُهُمۡ فَرِيقٗا كَذَّبُواْ وَفَرِيقٗا يَقۡتُلُونَ ٧٠

We had already taken the covenant of the Children of Israel and had sent to them messengers. Whenever there came to them a messenger with what their souls did not desire, a party [of messengers] they denied, and another party they killed.

وَحَسِبُوٓاْ أَلَّا تَكُونَ فِتۡنَةٞ فَعَمُواْ وَصَمُّواْ ثُمَّ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ ثُمَّ عَمُواْ وَصَمُّواْ كَثِيرٞ مِّنۡهُمۡۚ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ٧١

And they thought there would be no [resulting] punishment, so they became blind and deaf. Then Allāh turned to them in forgiveness; then [again] many of them became blind and deaf. And Allāh is Seeing of what they do.

"Sungguh Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun (ter-hadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." (Al-Ma`idah: 70-71).

(70) Allah berfirman, ﴾ لَقَدۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Sungguh Kami telah mengambil perjanjian Bani Israil," yaitu, perjanjian mereka yang berat dengan beriman kepada Allah dan menunaikan kewa-jiban-kewajibanNya yang telah disinggung pada FirmanNya, ﴾ وَلَقَدۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَبَعَثۡنَا مِنۡهُمُ ٱثۡنَيۡ عَشَرَ نَقِيبٗاۖ ﴿ "Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin..." sampai akhir ayatnya. (Al-Ma`idah: 12). ﴾ وَأَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمۡ رُسُلٗاۖ ﴿ "Dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul," yang silih berganti mendakwahi dan membimbing mereka secara intensif, akan tetapi hal itu tidak berhasil dan tidak berguna pada mereka. ﴾ كُلَّمَا جَآءَهُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُهُمۡ ﴿ "Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka," yaitu kebenaran, maka mereka mendustakan dan menentangnya dan memperlakukannya dengan perlakuan yang paling buruk, ﴾ فَرِيقٗا كَذَّبُواْ وَفَرِيقٗا يَقۡتُلُونَ ﴿ "(maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh."

(71) ﴾ وَحَسِبُوٓاْ أَلَّا تَكُونَ فِتۡنَةٞ ﴿ "Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun," maksudnya, mereka menyangka bahwa kemaksiatan dan pendustaan mereka tidak menyeret hukuman dan azab atas mereka. Mereka terus berjalan di atas kebatilan, me-reka buta ﴾ وَصَمُّواْ ﴿ "dan tuli" dari kebenaran. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" Allah mengangkatnya dan ﴾ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "menerima taubat mereka," mana-kala mereka bertaubat dan kembali kepadaNya. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" mereka terus berjalan di atas itu sehingga kebanyakan dari mereka berbalik kepada keadaan yang buruk. ﴾ عَمُواْ وَصَمُّواْ كَثِيرٞ مِّنۡهُمۡۚ ﴿ "Keba-nyakan dari mereka buta dan tuli (lagi)" dengan sifat ini, sementara yang minoritas terus berjalan di atas taubat dan iman mereka. ﴾ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka ker-jakan." Lalu Dia membalas setiap orang yang beramal dengan amal-nya. Jika baik maka balasannya baik, jika buruk maka balasannya buruk.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском