As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-Ma'idah 5:6–19
5:6Page 108
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٦
O you who have believed, when you rise to [perform] prayer, wash your faces and your forearms to the elbows and wipe over your heads and wash your feet to the ankles. And if you are in a state of janābah,1 then purify yourselves. But if you are ill or on a journey or one of you comes from the place of relieving himself or you have contacted women2 and do not find water, then seek clean earth and wipe over your faces and hands with it. Allāh does not intend to make difficulty for you, but He intends to purify you and complete His favor upon you that you may be grateful.
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak me-ngerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mem-peroleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih), usaplah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hen-dak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, supaya kamu bersyu-kur." (Al-Ma`idah: 6).
(6) Ini adalah ayat yang agung yang mengandung hukum-hukum yang banyak. Kami sebutkan apa yang dimudahkan oleh Allah. Pertama: Apa-apa yang disebut ini, melaksanakannya dan menjalankannya termasuk konsekuensi dari iman di mana ia tidak sempurna kecuali dengannya, karena Allah membukanya dengan FirmanNya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ. . . ﴿ "Wahai orang-orang yang beriman ..." sampai akhir ayat. Maksudnya, 'Wahai orang-orang yang ber-iman, lakukanlah apa yang telah Kami syariatkan kepadamu yang merupakan tuntutan imanmu." Kedua: Perintah menegakkan shalat berdasarkan Firman Allah, ﴾ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ ﴿ "Apabila kamu hendak mengerjakan shalat." Ketiga: Perintah berniat untuk shalat berdasarkan Firman Allah, ﴾ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ ﴿ "Apabila kamu hendak mengerjakan shalat," artinya, bermaksud dan berniat shalat. Keempat: Disyaratkan bersuci untuk sahnya shalat, karena Allah memerintahkannya saat hendak menunaikannya, dan pada dasar-nya perintah itu menunjukkan wajib. Kelima: Bersuci tidak wajib dengan masuknya waktu, akan tetapi wajib saat hendak shalat. Keenam: Semua yang dinamakan shalat, baik fardhu, sunnah, fardhu kifayah dan shalat jenazah, disyaratkan bersuci untuknya, bahkan sekalipun hanya sekedar sujud menurut banyak ulama, seperti sujud tilawah dan sujud syukur. Ketujuh: Perintah membasuh wajah. Ialah, apa yang diguna-kan untuk berhadapan; panjangnya dari tempat tumbuhnya rambut yang biasa sampai bawah jenggot dan janggut, dan lebarnya adalah antara kedua telinga. Termasuk di dalamnya berkumur dan mema-sukkan air ke dalam hidung berdasarkan as-Sunnah,[50] termasuk di dalamnya rambut yang ada di wajah. Jika ia tipis, maka air harus sampai ke kulit yang ada di bawahnya. Jika ia tebal, maka cukup membasuh yang terlihat saja. Kedelapan: Perintah membasuh kedua tangan dan bahwa ba-tasannya adalah kedua siku. Dan إِلَى seperti yang dikatakan oleh mayoritas ahli tafsir adalah bermakna "مَعَ" (bersama), seperti Firman Allah تعالى, ﴾ وَلَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَهُمۡ إِلَىٰٓ أَمۡوَٰلِكُمۡۚ ﴿ "Dan janganlah kamu memakan harta mereka bersama hartamu." (An-Nisa`: 2). Juga karena yang wajib tidak terlaksana secara sempurna ke-cuali dengan membasuh seluruh siku. Kesembilan: Perintah mengusap kepala. Kesepuluh: Bahwa mengusap seluruh kepala itu wajib karena 'ba' di sini tidak menunjukkan arti sebagian, akan tetapi ia berfungsi untuk menunjukkan arti menempel (kesatuan) dan bahwa meng-usap dilakukan secara menyeluruh. Kesebelas: Dalam mengusap, cukup mengusap bagaimanapun caranya, dengan kedua tangannya atau satu tangan atau kain atau kayu dan sebagainya, karena Allah menyebutkan mengusap secara mutlak tanpa memberinya batasan dengan cara tertentu, maka hal itu menunjukkan kemutlakannya. Kedua belas: Yang wajib adalah mengusap, seandainya dia mem-basuh kepala tanpa mengusapkan tangannya di atasnya, maka itu tidak cukup, karena dia belum melaksanakan apa yang diperintah-kan oleh Allah. Ketiga belas: Perintah membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki. Penjelasannya sama dengan penjelasan pada kedua tangan. Keempat belas: Ini adalah bantahan atas orang-orang Rafidhah (syi'ah) yang menyalahkan bacaan jumhur ulama yang membaca, (أَرْجُلَكُمْ) dengan lam yang dinashab dengan fathah. Dan bahwa ti-dak boleh mengusap kedua kaki jika keduanya telanjang. Kelima belas: Di dalamnya terdapat isyarat adanya syariat meng-usap khuffain berdasarkan kepada bacaan, (أَرْجُلِكُمْ) dengan lam yang dibaca jar (dengan kasrah). Masing-masing bacaan menunjukkan makna tersendiri. Menurut bacaan nashab maka kedua kaki diba-suh, jika keduanya telanjang, dan menurut bacaan jar maka kedua kaki diusap jika keduanya tertutup oleh khuffain. Keenam belas: Perintah berwudhu dengan urut (tartib) karena Allah menyebutkannya secara urut, di mana Allah menyisipkan anggota yang diusap -yaitu kepala- di antara dua anggota yang dibasuh, dan tidak ada faidah lain dari itu, selain berurutan. Ketujuh belas: Berwudhu dengan urut khusus untuk empat anggota yang disebutkan dalam ayat ini. Adapun urutan berkumur, memasukkan air ke hidung dan wajah, atau antara tangan dan kaki kanan atau kiri, maka hal itu tidak wajib. Akan tetapi disunnah-kah mendahulukan berkumur dan memasukkan air ke dalam hi-dung sebelum membasuh wajah dan mendahulukan yang kanan di atas yang kiri untuk tangan dan kaki, dan mendahulukan meng-usap kepala sebelum mengusap telinga. Kedelapan belas: Perintah memperbarui wudhu setiap shalat agar gambaran pengulangan apa yang diperintahkan menjadi ter-wujud. Kesembilan belas: Perintah mandi karena junub. Kedua puluh: Kewajiban memandikan seluruh badan, karena Allah menyandarkan mandi kepada badan, tanpa mengkhususkan sebagian dari yang lain. Kedua puluh satu: Perintah membasuh rambut luar dan dalam ketika mandi junub. Kedua puluh dua: Bahwa hadats kecil masuk ke dalam hadats besar. Barangsiapa dalam keadaan hadats besar dan kecil sekaligus, maka cukup baginya untuk berniat dan meratakan air ke seluruh tubuh (mandi junub tanpa wudhu) karena Allah tidak menyinggung selain mandi tanpa menyinggung bahwa dia wajib mengulang wudhu. Kedua puluh tiga: Junub digunakan untuk orang yang keluar maninya, baik dalam keadaan terjaga atau bermimpi atau dia mela-kukan persetubuhan walaupun tidak mengeluarkan mani. Kedua puluh empat: Barangsiapa yang ingat bahwa dirinya ber-mimpi tetapi tidak melihat adanya bekas cairan (mani) maka dia tidak wajib mandi karena junubnya tidak terbukti. Kedua puluh lima: Mengingat nikmat Allah kepada hamba-hambaNya dengan disyariatkannya tayamum. Kedua puluh enam: Di antara sebab dibolehkannya tayamum adalah adanya penyakit yang menghalangi penggunaan air, maka dia boleh bertayamum. Kedua puluh tujuh: Di antara sebab dibolehkannya tayamum adalah musafir (sedang dalam perjalanan jauh), dan selesai dari buang air kecil dan besar, pada saat tidak ada air. Sakit membolehkan taya-mum walaupun air ada karena adanya mudarat dalam pengguna-annya. Dan yang lain membolehkan tayamum pada waktu air tidak ada walaupun dalam keadaan mukim. Kedua puluh delapan: Apa yang keluar dari dua lubang (kema-luan); depan dan belakang, membatalkan wudhu. Kedua puluh sembilan: Ayat ini dipakai sebagai dalil oleh pen-dapat yang menyatakan bahwa yang membatalkan wudhu hanya dua perkara ini, maka wudhu tidak batal dengan menyentuh ke-maluan dan tidak pula dengan yang lain. Ketiga puluh: Disunnahkannya memakai bahasa kinayah (kiasan) dalam hal di mana pengungkapannya secara apa adanya menimbul-kan perasaan jijik (vulgar) berdasarkan Firman Allah,﴾ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ ﴿ "Atau kembali dari tempat buang hajat." Ketiga puluh satu: Menyentuh wanita dengan syahwat dan kenikmatan, membatalkan wudhu. Ketiga puluh dua: Disyaratkannya tidak adanya air untuk ke-absahan tayamum. Ketiga puluh tiga: Tayamum batal dengan adanya air walaupun dalam keadaan shalat, karena Allah membolehkannya dengan syarat tidak ada air. Ketiga puluh empat: Jika waktu shalat telah tiba, sementara dia tidak mempunyai air, maka dia wajib mencari di tempat tinggalnya dan di sekitarnya, karena tidak dikatakan tidak ada air bagi yang tidak mencari. Ketiga puluh lima: Barangsiapa mendapatkan air yang hanya cukup untuk bersuci pada sebagian anggotanya, maka dia wajib memakainya dan bertayamum untuk sisanya. Ketiga puluh enam: Air yang berubah dengan sesuatu yang suci didahulukan daripada tayamum. Artinya air itu menjadi suci dan menyucikan karena air yang berubah dengan sesuatu yang suci ada-lah tetap air, maka ia termasuk ke dalam Firman Allah,﴾ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ ﴿ "Lalu kamu tidak memperoleh air." Ketiga puluh tujuh: Harus ada niat dalam tayamum berdasar-kan FirmanNya, ﴾ فَتَيَمَّمُواْ ﴿ "Maka bertayamumlah," artinya, sengajalah (niatkanlah). Ketiga puluh delapan: Tayamum cukup dengan semua yang ada di permukaan bumi, baik itu debu atau lainnya. Berdasarkan hal ini maka FirmanNya, ﴾ فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ ﴿ "Maka usap-lah wajahmu dan tanganmu dengan tanah itu," bisa jadi menunjukkan kebiasaan, yakni biasanya apa yang ada di muka bumi itu memi-liki debu yang bisa diusapkan dan menempel pada wajah dan ke-dua tangan, dan bisa pula hal itu sebagai bimbingan kepada yang lebih utama yakni jika memungkinkan memakai tanah yang ada debunya, maka itu lebih baik. Ketiga puluh sembilan: Tidak sah tayamum dengan debu yang najis, karena ia bukan sesuatu yang baik, akan tetapi buruk. Keempat puluh: Yang diusap dalam tayamum hanyalah wajah dan kedua tangan saja, bukan yang lainnya. Keempat puluh satu: FirmanNya, ﴾ بِوُجُوهِكُمۡ ﴿ "Maka usaplah wa-jahmu," menunjukkan, bahwa ia mencakup seluruh wajah, ia harus diusap semuanya. Hanya saja tidak perlu memasukkan debu ke mulut dan hidung serta kulit di bawah bulu-bulu walaupun bulu-bulu itu tipis. Keempat puluh dua: Kedua tangan hanya diusap sampai perge-langan saja karena kata tangan secara mutlak itu hanya untuk sampai pergelangan. Seandainya mengusap kedua tangan harus sampai ke siku, maka Allah akan menetapkan batasannya seperti dalam wudhu. Keempat puluh tiga: Ayat ini berlaku umum, tayamum diperbo-lehkan untuk semua hadats, hadats besar dan hadats kecil bahkan najis yang ada di badan, karena Allah menjadikannya sebagai ganti bagi bersuci dengan air dan menyebutkan ayat secara mutlak tanpa menetapkan batasan. Dan mungkin saja dikatakan bahwa najisnya badan tidak termasuk ke dalam hukum tayamum, karena konteks ayat berlaku pada hadats. Dan ini adalah pendapat jumhur. Keempat puluh empat: Anggota tayamum dari hadats besar dan kecil adalah sama, yaitu, wajah dan kedua tangan saja. Keempat puluh lima: Seandainya ada orang yang dalam kondisi hadats besar dan kecil lalu dia berniat dengan tayamumnya meng-angkat keduanya, maka hal itu dibolehkan (dan cukup) berdasarkan kepada ayat yang bersifat umum dan mutlak. Keempat puluh enam: Bahwa mengusap boleh dengan apa saja; dengan tangannya atau lainnya, karena Allah berfirman, ﴾ فَٱمۡسَحُواْ ﴿ "Maka usaplah," tanpa menyebutkan dengan apa mengusapnya, maka hal itu menunjukkan dibolehkannya mengusap dengan apa pun. Keempat puluh tujuh: Dalam bertayamum disyaratkan berurut-an (tertib) sebagaimana hal itu juga disyaratkan dalam wudhu, karena Allah memulai dengan mengusap wajah sebelum mengusap kedua tangan. Keempat puluh delapan: Allah meletakkan hukum-hukum bagi kita dan dalam hal itu Dia tidak menjadikannya sulit, susah dan sempit, akan tetapi ia adalah rahmat dariNya untuk hamba-hamba-Nya untuk menyucikan mereka dan menyempurnakan nikmatNya kepada mereka. Keempat puluh sembilan: Menyucikan lahir dengan air dan debu adalah penyempurna bagi kesucian batin dengan tauhid dan taubat yang benar. Kelima puluh: Walaupun bersuci dengan tayamum secara lahir dan dari yang nampak tidak mengandung kebersihan dan kesuci-an, akan tetapi ia merupakan bersuci secara maknawi yang tumbuh dari menjalankan perintah Allah. Kelima puluh satu: Hendaknya seorang hamba merenungkan hikmah dan rahasia yang dikandung oleh syariat Allah dalam thaharah dan yang lain, demi menambah ilmu dan pengetahuannya, demi menambah syukur dan cintanya kepada Allah, yang telah meletakkan syariat baginya, yang mengantarkannya ke derajat yang tinggi.
5:7Page 108
وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَمِيثَٰقَهُ ٱلَّذِي وَاثَقَكُم بِهِۦٓ إِذۡ قُلۡتُمۡ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٧
And remember the favor of Allāh upon you and His covenant with which He bound you when you said, "We hear and we obey"; and fear Allāh. Indeed, Allāh is Knowing of that within the breasts.
"Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjianNya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu mengatakan, 'Kami dengar dan kami taati.' Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati(mu)." (Al-Ma`idah: 7).
(7) Allah memerintahkan hamba-hambaNya agar mengingat nikmat-nikmatNya, baik nikmat agama maupun dunia dengan hati dan lisan mereka, karena dengan terus-menerus mengingatnya, itu akan mendorong kepada sikap bersyukur, mencintai, dan meng-akui dengan hati akan kebaikan-kebaikan Allah. Ia juga melenyap-kan ujub dari dalam diri terhadap nikmat agama dan sebagai pe-nambah bagi karunia dan kebaikanNya. ﴾ وَمِيثَٰقَهُ ﴿ "Dan perjanjianNya," maksudnya, ingatlah perjanji-an Allah, ﴾ ٱلَّذِي وَاثَقَكُم بِهِۦٓ ﴿ "yang telah diikatNya dengan kamu," yakni, perjanjian yang telah Dia ambil darimu. Ini tidak berarti bahwa me-reka mengucapkan perjanjian dan sumpah itu, akan tetapi mak-sudnya adalah bahwa mereka dengan imannya kepada Allah dan RasulNya telah mengikrarkan untuk taat kepada keduanya. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ إِذۡ قُلۡتُمۡ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ ﴿ "Ketika kamu mengatakan kami dengar dan kami taati," maksudnya kami mendengar seruan yang engkau sampaikan pada kami dari ayat-ayatMu, baik yang ada di dalam al-Qur`an maupun yang ada di alam semesta, dengan pende-ngaran yang penuh dengan pemahaman, dibarengi ketundukan dan kepatuhan. Dan kami taat kepadamu dengan melakukan apa yang Engkau perintahkan dan menjauh dari apa yang Engkau larang. Ini mencakup seluruh syariat agama, baik yang lahir maupun yang batin. Dan bahwa orang-orang Mukmin dalam perkara tersebut mengingat perjanjian Allah atas mereka, di mana ia selalu ada dalam benak mereka serta berusaha keras melaksanakan apa yang diperin-tahkan kepada mereka dengan sempurna tanpa kekurangan. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah," dalam segala keada-anmu. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hatimu," maksudnya pemikiran, rahasia, dan apa yang terlintas da-lam hatimu itu. Maka berhati-hatilah, jangan sampai Allah mengeta-hui sesuatu di hatimu, yang tidak diridhaiNya atau keluar darimu apa yang dibenciNya. Isilah hatimu dengan ma'rifat dan kecintaan kepadaNya serta nasihat kepada hamba-hambaNya, karena jika kamu demikian, maka Dia mengampuni dosa-dosamu, dan melipat-gandakan kebaikan-kebaikanmu, karena Dia mengetahui kebaikan hatimu.
5:8Page 108
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَـَٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ٨
O you who have believed, be persistently standing firm for Allāh, witnesses in justice, and do not let the hatred of a people prevent you from being just. Be just; that is nearer to righteousness. And fear Allāh; indeed, Allāh is [fully] Aware of what you do.
"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, dan menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali keben-cianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku ti-dak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Me-ngetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Ma`idah: 8).
(8) ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman," yaitu, kepada apa yang mereka diperintahkan untuk beriman kepadanya. Tegakkan konsekuensi imanmu dengan ﴾ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ ﴿ "men-jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil." Hendaknya gerak-gerikmu, lahir dan batin, terus bersemangat dalam penegakan keadilan dan hendaknya pelaksa-naannya itu hanya karena Allah semata, bukan karena tujuan dunia. Dan hendaknya sasaranmu tegak dan seimbang (qisth) yaitu adil, tanpa berlebih-lebihan dan tanpa meremehkan; dalam ucapan dan perbuatanmu. Tegakkan itu kepada kerabat, orang jauh, kawan maupun musuh. ﴾ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَـَٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ﴿ "Dan janganlah sekali-kali kamu terdorong oleh kebencian kepada suatu kaum untuk berlaku tidak adil," seperti yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki rasa keadilan. Akan tetapi sebagaimana kamu bersaksi untuk membela temanmu maka kamu pun harus mau bersaksi untuk melawannya, sebagai-mana kamu bersaksi melawan musuhmu, maka kamu pun harus bersaksi membelanya walaupun dia adalah orang kafir atau pelaku bid'ah. Dalam hal ini wajib berlaku adil dan menerima kebenaran yang dibawanya (karena ia adalah kebenaran), bukan karena dia yang mengucapkannya, dan kebenaran tidak ditolak hanya karena dia yang mengucapkannya, karena itu kezhaliman terhadap kebe-naran. ﴾ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ ﴿ "Berlaku adillah, karena berlaku adil itu lebih dekat kepada takwa," yakni semakin kamu berusaha untuk bersikap adil dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya, maka hal itu lebih dekat kepada ketakwaan hatimu. Jika keadilannya sempurna, maka takwanya juga sempurna. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan," maka Dia akan membalasmu sesuai dengan amal perbuatanmu, yang baik, yang buruk, yang kecil, dan yang besar; dengan balasan di dunia dan akhirat.
5:9–10Page 108
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَأَجۡرٌ عَظِيمٞ ٩
Allāh has promised those who believe and do righteous deeds [that] for them there is forgiveness and great reward.
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ١٠
But those who disbelieve and deny Our signs - those are the companions of Hellfire.
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka." (Al-Ma`idah: 9-10).
(9) ﴾ وَعَدَ ٱللَّهُ ﴿ "Allah telah menjanjikan," -dan Dia tidak meng-ingkari janjiNya, dan Dia adalah yang paling benar dalam berkata- kepada orang-orang yang beriman kepadaNya, kepada kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, dan Hari Akhir, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan melakukan amal shalih," yang meliputi perkara-perkara yang wajib dan yang sunnah, dengan ampunan dari dosa-dosa mereka dan maaf dariNya serta akibat-akibatnya dan menjanjikan pahala besar yang kebesarannya hanya diketahui oleh Allah. ﴾ فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 17 ﴿ "Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (As-Sajdah: 17).
(10) ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ ﴿ "Adapun orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami," yang menunjukkan kebenaran yang jelas, lalu mereka mendustakannya setelah kebenaran itu terbukti, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "maka mereka itu adalah penghuni neraka," yang selalu tetap di dalamnya, seperti seseorang yang selalu bersama dengan temannya.
5:11Page 109
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ هَمَّ قَوۡمٌ أَن يَبۡسُطُوٓاْ إِلَيۡكُمۡ أَيۡدِيَهُمۡ فَكَفَّ أَيۡدِيَهُمۡ عَنكُمۡۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١١
O you who have believed, remember the favor of Allāh upon you when a people determined to extend their hands [in aggression] against you, but He withheld their hands from you; and fear Allāh. And upon Allāh let the believers rely.
"Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nik-mat Allah (yang diberikanNya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka darimu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal." (Al-Ma`idah: 11).
(11) Allah mengingatkan hamba-hambaNya, kaum Muk-minin dengan nikmat-nikmatNya yang besar, dan mengajak mereka untuk mengingatnya dengan hati dan ucapan. Dan bahwasanya sebagaimana mereka menganggap pembunuhan terhadap musuh, merampas hartanya, negerinya dan menawannya sebagai nikmat, maka hendaknya mereka menganggap kenikmatanNya kepada mereka dalam bentuk ditahannya tangan-tangan jahat menjamah mereka dan digagalkannya tipu daya musuh-musuh menimpa mereka, juga sebagai nikmat. Karena para musuh telah berniat melakukan sesuatu dan mereka mengira mereka mampu melaku-kannya, jika mereka tidak mampu mewujudkan itu terhadap orang-orang Mukmin maka itu adalah pertolongan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman; yang mana mereka selayaknya bersyukur kepada Allah atas itu, dan menyembahNya dan mengingatNya. Ini mencakup siapa pun yang berniat jahat kepada orang-orang Mukmin, baik itu kafir, munafik atau pembangkang, di mana Allah menahan keburukannya dari orang-orang Mukmin, maka itu masuk di dalam ayat ini. Kemudian Allah memerintahkan mereka melakukan sesuatu yang membantu mereka meraih kemenangan atas musuh mereka dan dalam segala urusan mereka, maka Dia berfirman,﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan hendaknya hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal," yakni berpegang kepadaNya dalam mendatangkan kebaikan agama dan dunia dan berlepas diri (dari hanya berpedoman pada) daya dan kekuatan mereka. Hendaklah mereka percaya sepenuhnya kepada Allah dalam meraih harapan. Dan tawakal seorang hamba adalah sesuai dengan kadar imannya dan ia termasuk kewajiban hati yang disepakati.
5:12–13Page 109
۞ وَلَقَدۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَبَعَثۡنَا مِنۡهُمُ ٱثۡنَيۡ عَشَرَ نَقِيبٗاۖ وَقَالَ ٱللَّهُ إِنِّي مَعَكُمۡۖ لَئِنۡ أَقَمۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَيۡتُمُ ٱلزَّكَوٰةَ وَءَامَنتُم بِرُسُلِي وَعَزَّرۡتُمُوهُمۡ وَأَقۡرَضۡتُمُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا لَّأُكَفِّرَنَّ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ فَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ مِنكُمۡ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ ١٢
And Allāh had already taken a covenant from the Children of Israel, and We delegated from among them twelve leaders. And Allāh said, "I am with you. If you establish prayer and give zakāh and believe in My messengers and support them and loan Allāh a goodly loan,1 I will surely remove from you your misdeeds and admit you to gardens beneath which rivers flow. But whoever of you disbelieves after that has certainly strayed from the soundness of the way."
فَبِمَا نَقۡضِهِم مِّيثَٰقَهُمۡ لَعَنَّٰهُمۡ وَجَعَلۡنَا قُلُوبَهُمۡ قَٰسِيَةٗۖ يُحَرِّفُونَ ٱلۡكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ وَنَسُواْ حَظّٗا مِّمَّا ذُكِّرُواْ بِهِۦۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَآئِنَةٖ مِّنۡهُمۡ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنۡهُمۡۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱصۡفَحۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٣
So for their breaking of the covenant We cursed them and made their hearts hardened. They distort words from their [proper] places [i.e., usages] and have forgotten a portion of that of which they were reminded.1 And you will still observe deceit among them, except a few of them. But pardon them and overlook [their misdeeds]. Indeed, Allāh loves the doers of good.
"Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman, 'Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesung-guhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada Rasul-rasulKu dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami laknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik'." (Al-Ma`idah: 12-13).
(12) Allah تعالى memberitakan bahwa Dia telah mengambil perjanjian yang berat dan tegas atas Bani Israil, dan Dia menyebut-kan kriteria perjanjian itu dan pahala mereka jika mereka melaksa-nakannya dan dosa mereka jika mereka tidak melaksanakannya. Kemudian Allah menyatakan bahwa mereka tidak melakukannya, sekaligus menyebutkan dengan apa Dia menghukum mereka. FirmanNya, ﴾ وَلَقَدۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil," yakni, perjanjian mereka yang berat lagi tegas. ﴾ وَبَعَثۡنَا مِنۡهُمُ ٱثۡنَيۡ عَشَرَ نَقِيبٗاۖ ﴿ "Dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin," maksudnya, kepala dan pembesar bagi yang lainnya agar dia berfungsi sebagai pengawas, dan pendorong mereka untuk menunaikan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan sebagai penyeru yang mengajak mereka. Allah berfirman kepada para pemimpin yang memikul tugas dan tanggung jawab, ﴾ إِنِّي مَعَكُمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya Aku beserta kamu," yaitu dengan bantuan dan pertolongan, karena pertolongan tergan-tung kepada beratnya beban. Kemudian Allah menyebutkan perjanjianNya kepada mereka, dengan FirmanNya, ﴾ لَئِنۡ أَقَمۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "Sesungguhnya jika kamu men-dirikan shalat," secara lahir dan batin, dengan melakukan apa yang lazim dan semestinya dilakukan secara terus-menerus, ﴾ وَءَاتَيۡتُمُ ٱلزَّكَوٰةَ ﴿ "dan menunaikan zakat," (dengan memberikannya) kepada orang-orang yang berhak menerimanya. ﴾ وَءَامَنتُم بِرُسُلِي ﴿ "Serta beriman kepada Rasul-rasulKu," seluruh-nya di mana yang paling utama dan paling sempurna di antara mereka adalah Muhammad ﷺ. ﴾ وَعَزَّرۡتُمُوهُمۡ ﴿ "Dan kamu membantu mereka," artinya, kalian mengagungkan, menghormati, dan menaati mereka sebagaimana mestinya. ﴾ وَأَقۡرَضۡتُمُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا ﴿ "Dan kamu pinjamkan kepada Allah pin-jaman yang baik," yaitu, sedekah dan berbuat baik yang bersumber dari kejujuran, keikhlasan, dan hasil usaha yang baik. Jika kalian melakukan itu, maka ﴾ لَّأُكَفِّرَنَّ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ ﴿ "sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." Allah mengumpulkan untuk mereka (dua hal): Me-raih apa yang dicintai yaitu surga dengan kenikmatan di dalamnya dengan ditolaknya sesuatu yang tidak diinginkan dengan dilebur-kannya dosa-dosa dan diangkatnya hukuman yang merupakan akibat darinya. ﴾ فَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ ﴿ "Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu," yaitu sesudah perjanjian yang ditegaskan dengan sumpah dan kewajiban-kewajiban yang diiringi dengan dorongan dengan menyebutkan pahalanya, ﴾ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "maka sesung-guhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus." Maksudnya, tersesat dengan sengaja dan tahu, maka dia berhak mendapatkan hukuman dan tidak mendapatkan pahala yang mana hal itu memang berhak diraih oleh orang-orang yang sesat.
(13) Seolah-olah dikatakan, "Ada apa gerangan? Apa yang mereka lakukan? Apakah mereka menunaikan perjanjian yang telah Allah ambil atas mereka atau mereka mengingkarinya?" Allah menjelaskan bahwa mereka mengkhianatinya. Dia berfirman, ﴾ فَبِمَا نَقۡضِهِم مِّيثَٰقَهُمۡ ﴿ "(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya." Artinya karena itulah Kami menghukum mereka dengan beberapa hukuman: Pertama: ﴾ لَعَنَّٰهُمۡ ﴿ "Kami laknat mereka," maksudnya, Kami jauhkan dan Kami usir mereka dari rahmat Kami karena mereka sendirilah yang telah menutup pintu rahmat, dengan melanggar perjanjian yang telah diambil atas mereka yang merupakan penye-babnya yang paling besar. Kedua: FirmanNya, ﴾ وَجَعَلۡنَا قُلُوبَهُمۡ قَٰسِيَةٗۖ ﴿ "Dan Kami jadikan hati mereka keras membatu," artinya, kasar, di mana nasihat tidak dapat mempengaruhinya, ayat-ayat dan peringatan tidak ada gunanya baginya. Berita gembira tidak menggugah mereka, peringatan keras yang menakutkan pun tidak berpengaruh apa pun, dan ini terma-suk hukuman terbesar atas seorang hamba yang hatinya seperti itu, bahkan petunjuk dan kebaikan justru menambah keburukannya. Ketiga: Bahwa mereka merubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya, artinya mereka ditimpakan bala pada diri mereka yaitu (kecintaan) merubah dan mengganti, maka ucapan yang diingin-kan oleh Allah mereka beri makna yang tidak diinginkan oleh Allah dan RasulNya. Keempat: Bahwasanya mereka ﴾ وَنَسُواْ حَظّٗا مِّمَّا ذُكِّرُواْ بِهِۦۚ ﴿ "(sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya." Mereka telah diberi peringatan dengan Taurat dan dengan apa yang diturunkan oleh Allah kepada Musa, maka mereka sengaja melupa-kan sebagian darinya. Ini mencakup melupakan ilmunya, bahwa mereka melupakannya dan ia pun hilang dari mereka dan apa yang Allah membuat mereka lupa kepadanya, banyak yang sudah tidak ada, dan itu merupakan hukuman dariNya atas mereka. Ini juga mencakup melupakan pelaksanaan yang berarti meninggalkan, mereka tidak diberi taufik untuk menunaikan apa yang diperin-tahkan kepada mereka. Dan ini dijadikan sebagai bukti atas Ahli Kitab dengan pengingkaran mereka terhadap sebagian dari apa yang telah disebutkan di dalam kitab mereka atau terjadi di zaman mereka bahwa itu termasuk yang mereka lupakan. Kelima: Pengkhianatan yang terus menerus, yang mana ﴾ ل َ ا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَآئِنَةٖ مِّنۡهُمۡ ﴿ "kamu wahai Muhammad senantiasa akan melihat peng-khianatan dari mereka," yaitu pengkhianatan kepada Allah dan hamba-hambaNya yang beriman. Di antara pengkhianatan mereka yang paling besar adalah penggelapan mereka terhadap dugaan yang benar dari orang yang menasihati dan berbuat baik kepada mereka dan membiarkan mereka di atas kekufuran; ini adalah peng-khianat besar. Sifat-sifat buruk ini bisa dimiliki oleh siapa pun yang memi-liki sifat-sifat mereka. Siapa pun yang tidak melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menunaikan apa yang telah Dia wajibkan, maka Dia mendapatkan bagian laknat, kekerasan hati, ditimpa sikap merubah ucapan Allah. Dia tidak diberi taufik ke-pada kebenaran, dan melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan darinya, serta dia pasti ditimpa oleh penyakit berkhianat. Semoga Allah memberi kita keselamatan. Allah menamakan apa yang mereka diingatkan dengannya sebagai "bagian" karena ia adalah bagian terbesar, dan selainnya hanyalah bagian-bagian duniawi. Firman Allah, ﴾ فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ فِي زِينَتِهِۦۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا يَٰلَيۡتَ لَنَا مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ قَٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٖ 79 ﴿ "Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, 'Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar'." (Al-Qashash: 79). Dia berfirman tentang bagian yang berharga, ﴾ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ 35 ﴿ "Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (Fushshilat: 35). Firman Allah, ﴾ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنۡهُمۡۖ ﴿ "Kecuali sedikit di antara mereka," artinya yang sedikit ini memenuhi perjanjian Allah atas mereka, maka Allah memberi mereka taufik dan petunjuk ke jalan yang lurus. ﴾ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱصۡفَحۡۚ ﴿ "Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka," maksudnya, janganlah kamu menghukum mereka karena mereka telah menyakitimu di mana sebenarnya itu menuntut pemaafan darimu. Biarkanlah mereka, karena itu termasuk berbuat baik. Dan Allah ﴾ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "menyukai orang-orang yang berbuat baik." Dan ihsan itu adalah bahwa kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya, kalaupun kamu tidak melihatNya, maka Dia melihatmu. Dan terkait dengan makhluk, ihsan adalah memberikan manfaat agama dan dunia buat mereka.
5:14Page 110
وَمِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰٓ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَهُمۡ فَنَسُواْ حَظّٗا مِّمَّا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَأَغۡرَيۡنَا بَيۡنَهُمُ ٱلۡعَدَاوَةَ وَٱلۡبَغۡضَآءَ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ وَسَوۡفَ يُنَبِّئُهُمُ ٱللَّهُ بِمَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ ١٤
And from those who say, "We are Christians" We took their covenant; but they forgot a portion of that of which they were reminded.1 So We caused among them2 animosity and hatred until the Day of Resurrection. And Allāh is going to inform them about what they used to do.
"Dan di antara orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguh-nya kami ini orang-orang Nasrani,' ada yang telah Kami ambil per-janjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya, maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai Hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan." (Al-Ma`idah: 14).
(14) Maksudnya, sebagaimana Kami telah mengambil per-janjian dari orang Yahudi, maka Kami juga mengambil perjanjian dari orang-orang yang berkata, "Kami adalah Nasara bagi Isa bin Maryam," dan mereka mentazkiyah diri mereka dengan iman kepada Allah dan Rasul-rasulNya serta apa yang mereka bawa, akan tetapi mereka juga membatalkan perjanjian dan melupakan dengan sengaja sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan darinya, baik melupakan ilmu maupun melupakan amal. ﴾ فَأَغۡرَيۡنَا بَيۡنَهُمُ ٱلۡعَدَاوَةَ وَٱلۡبَغۡضَآءَ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "Maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai Hari Kiamat," mak-sudnya, Kami kuasakan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain, di antara mereka timbul kerusuhan dan kedengkian yang menyebabkan sebagian dari mereka membenci dan memusuhi sebagian yang lain sampai Hari Kiamat. Ini adalah perkara yang nyata terjadi, di mana orang-orang Nasrani selalu dan senantiasa dalam kebencian, permusuhan, dan persengketaan. ﴾ وَسَوۡفَ يُنَبِّئُهُمُ ٱللَّهُ بِمَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ ﴿ "Dan kelak Allah akan mem-beritakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan." Lalu Dia akan menghukum mereka karenanya.
5:15–16Page 110
يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ قَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمۡ كَثِيرٗا مِّمَّا كُنتُمۡ تُخۡفُونَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖۚ قَدۡ جَآءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٞ وَكِتَٰبٞ مُّبِينٞ ١٥
O People of the Scripture, there has come to you Our Messenger making clear to you much of what you used to conceal of the Scripture and overlooking much.1 There has come to you from Allāh a light and a clear Book [i.e., the Qur’ān]
يَهۡدِي بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضۡوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ وَيُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذۡنِهِۦ وَيَهۡدِيهِمۡ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ١٦
By which Allāh guides those who pursue His pleasure to the ways of peace1 and brings them out from darknesses into the light, by His permission, and guides them to a straight path.
"Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak isi dari al-Kitab yang kamu sem-bunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (Al-Ma`idah: 15-16).
(15) Setelah Allah menjelaskan bahwa Dia telah mengam-bil perjanjian atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan bahwa mereka membatalkannya kecuali hanya sedikit dari mereka, maka Allah memerintahkan mereka semua agar beriman kepada Muhammad ﷺ, Allah berhujjah atas mereka dengan ayat yang qath'i (tak terbantahkan) yang menunjukkan kebenaran kenabian-nya, yaitu bahwa dia menjelaskan banyak perkara yang mereka sembunyikan dari manusia bahkan dari orang-orang awam dari pemeluk agama mereka sendiri. Jika mereka adalah orang-orang yang ditunjuk dalam urusan ilmu, dan pada waktu itu tidak se-orang pun yang memiliki ilmu kecuali apa yang mereka miliki, maka orang yang benar-benar ingin mendapatkan ilmu tidak me-miliki jalan untuk mengetahuinya kecuali dari mereka, maka keha-diran Rasulullah ﷺ dengan membawa al-Qur`an yang agung ini di mana dengannya dia menjelaskan apa yang mereka rahasiakan di antara mereka, sementara beliau adalah seorang yang ummi (buta huruf) tidak membaca dan tidak menulis, maka itu adalah bukti terkuat atas kerasulannya. Itu seperti sifat Muhammad ﷺ dalam kitab-kitab mereka dan tercantumkannya berita gembira tentang kedatangannya dalam kitab-kitab mereka, juga penjelasan tentang ayat rajam... dan lain sebagainya. ﴾ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖۚ ﴿ "Dan banyak pula yang dibiarkannya," maksud-nya tidak menjelaskan apa yang tidak dituntut oleh hikmah. ﴾ قَدۡ جَآءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٞ ﴿ "Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah," yaitu al-Qur`an yang digunakan sebagai penerang dalam kegelapan, kebodohan, dan kesesatan, ﴾ وَكِتَٰبٞ مُّبِينٞ ﴿ "dan kitab yang menerangkan" segala perkara dunia dan agama, ilmu tentang Allah, nama-nama, sifat-sifatNya dan perbuatan-perbuatanNya serta hukum-hukum syar'i dan hukum-hukum yang berkaitan dengan balasan, di mana semua itu diperlukan oleh manusia.
(16) Kemudian Allah menyebutkan siapa yang meraih pe-tunjuk dengan al-Qur`an ini, dan apa sebab yang membuat seorang hamba meraih itu, maka FirmanNya,﴾ يَهۡدِي بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضۡوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ ﴿ "Dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan." Maksudnya, Allah memberi pe-tunjuk kepada orang yang bersungguh-sungguh dan berusaha keras mencapai ridha Allah dan meletakkan target yang baik yaitu jalan keselamatan yang menyelamatkan pemiliknya dari azab dan mengantarkannya ke negeri keselamatan, yaitu keilmuan tentang kebenaran dan mengamalkannya secara global dan terperinci. Dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kekufuran, bid'ah, kemaksi-atan, kebodohan dan kelalaian kepada cahaya iman, sunnah, keta-atan, ilmu dan dzikir. Semua itu adalah hidayah dengan izin Allah, di mana apa yang Dia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi. ﴾ وَيَهۡدِيهِمۡ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Dan Dia menunjuki mereka ke jalan yang lurus."
5:17–18Page 110
لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَۚ قُلۡ فَمَن يَمۡلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا إِنۡ أَرَادَ أَن يُهۡلِكَ ٱلۡمَسِيحَ ٱبۡنَ مَرۡيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗاۗ وَلِلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَاۚ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١٧
They have certainly disbelieved who say that Allāh is Christ, the son of Mary. Say, "Then who could prevent Allāh at all if He had intended to destroy Christ, the son of Mary, or his mother or everyone on the earth?" And to Allāh belongs the dominion of the heavens and the earth and whatever is between them. He creates what He wills, and Allāh is over all things competent.
وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ وَٱلنَّصَٰرَىٰ نَحۡنُ أَبۡنَٰٓؤُاْ ٱللَّهِ وَأَحِبَّٰٓؤُهُۥۚ قُلۡ فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنُوبِكُمۖ بَلۡ أَنتُم بَشَرٞ مِّمَّنۡ خَلَقَۚ يَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۚ وَلِلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَاۖ وَإِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ١٨
But the Jews and the Christians say, "We are the children of Allāh and His beloved." Say, "Then why does He punish you for your sins?" Rather, you are human beings from among those He has created. He forgives whom He wills, and He punishes whom He wills. And to Allāh belongs the dominion of the heavens and the earth and whatever is between them, and to Him is the [final] destination.
"Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata, 'Sesungguh-nya Allah itu ialah al-Masih putra Maryam.' Katakanlah, 'Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi se-muanya?' Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, 'Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya.' Katakanlah, 'Maka mengapa Allah me-nyiksa kamu karena dosa-dosamu?' (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakanNya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendakiNya dan menyiksa siapa yang dikehen-dakiNya. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah (se-gala sesuatu) kembali." (Al-Ma`idah: 17-18).
(17) Manakala Allah menyebutkan pengambilan janji atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan bahwa mereka tidak menu-naikannya, justru mereka melanggarnya, maka Allah menyebut-kan perkataan mereka yang buruk. Allah menyebutkan perkataan orang-orang Nasrani, perkataan yang tidak diucapkan oleh siapa pun selain mereka yaitu, bahwa Allah adalah al-Masih bin Maryam, dengan alasan karena dia dilahirkan tanpa bapak, maka mereka meyakini padanya dengan keyakinan yang batil ini, padahal Hawa sama dengannya, dia diciptakan tanpa ibu, bahkan Adam, dia lebih luar biasa, karena dia diciptakan tanpa bapak dan ibu. Mengapa mereka tidak menyematkan gelar ketuhanan kepada keduanya seperti yang mereka lakukan kepada al-Masih? Ini menunjukkan bahwa ucapan mereka itu hanyalah sekedar mengikuti hawa naf-su tanpa bukti dan argumen. Maka Allah membantah mereka dengan dalil aqli (logika) yang jelas. Maka FirmanNya,﴾ قُلۡ فَمَن يَمۡلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا إِنۡ أَرَادَ أَن يُهۡلِكَ ٱلۡمَسِيحَ ٱبۡنَ مَرۡيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗاۗ ﴿ "Katakanlah, 'Maka siapakah gerangan yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membi-nasakan al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?'" Jika orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri seandainya Allah hendak membinasakan mereka, maka hal itu menunjukkan kebatilan ketuhanan orang yang tidak mampu meno-lak kebinasaan dan tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan diri darinya. Di antara bukti-bukti lain adalah, bahwa ﴾ لِّلَّهِ ﴿ "kepunyaan Allah," semata ﴾ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "kerajaan langit dan bumi." Dia mengatur mereka dengan hukum alam, hukum syar'i dan hukum-an balasan. Mereka adalah para makhluk yang dimiliki oleh Allah yang diatur. Apakah layak seorang hamba, makhluk yang miskin menjadi Tuhan Yang Mahakaya dari segala segi? Ini adalah kemus-tahilan paling besar. Dan tidak ada bukti dari kekaguman mereka dari penciptaan al-Masih putra Maryam tanpa bapak, karena Allah ﴾ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ ﴿ "menciptakan apa yang dikehendakiNya." Jika Dia berke-hendak, maka Dia menciptakan dari bapak dan ibu seperti manusia pada umumnya, jika Dia berkehendak, maka dari bapak tanpa ibu seperti Hawa, dan jika Dia berkehendak, maka dari ibu tanpa ba-pak seperti Isa, serta jika Dia berkehendak, maka tanpa bapak dan ibu seperti Adam. Allah menciptakan makhlukNya bermacam-macam dengan kehendakNya yang pasti terlaksana yang tiada sesuatu pun yang menghalang-halanginya. Oleh karena itu Dia berfirman,﴾ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu."
(18) Di antara ucapan-ucapan orang Yahudi dan Nasrani adalah bahwa masing-masing mengklaim sesuatu yang batil, de-ngannya mereka mentazkiyah (memuji) diri mereka, masing-masing mengatakan, ﴾ نَحۡنُ أَبۡنَٰٓؤُاْ ٱللَّهِ وَأَحِبَّٰٓؤُهُۥۚ ﴿ "Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya." Anak menurut bahasa mereka adalah kekasih, mereka tidak bermaksud anak dalam arti sebenarnya, karena itu bukan keyakinan mereka, kecuali keyakinan orang-orang Nasrani pada al-Masih Isa bin Maryam. Allah membantah klaim tanpa bukti ini,﴾ قُلۡ فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنُوبِكُمۖ ﴿ "Katakanlah, 'Maka mengapa Allah menyiksamu karena dosa-dosamu." Artinya, kalau seandainya kamu adalah kekasih-kekasih-Nya, niscaya Dia tidak mengazabmu, karena Allah tidak mencintai kecuali orang-orang yang melaksanakan apa-apa yang diridhaiNya. ﴾ بَلۡ أَنتُم بَشَرٞ مِّمَّنۡ خَلَقَۚ ﴿ "Tetapi kamu adalah manusia biasa di antara orang-orang yang diciptakanNya." Hukum keadilan dan karunia berlaku atasmu, di mana ﴾ يَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۚ ﴿ "Dia mengampuni siapa yang dikehendakiNya dan menyiksa siapa yang dikehendakiNya," jika mereka melakukan sebab-sebab ampunan dan sebab-sebab azab. ﴾ وَلِلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَاۖ وَإِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah (segala sesuatu) kembali." Artinya, apa yang mem-buatmu mendapatkan keutamaan itu secara khusus sementara kamu hanyalah salah satu ciptaanNya dan salah satu dari apa-apa yang akan kembali kepadaNya di Hari Akhir lalu Dia membalas-mu sesuai dengan perbuatanmu?
5:19Page 111
يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ قَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمۡ عَلَىٰ فَتۡرَةٖ مِّنَ ٱلرُّسُلِ أَن تَقُولُواْ مَا جَآءَنَا مِنۢ بَشِيرٖ وَلَا نَذِيرٖۖ فَقَدۡ جَآءَكُم بَشِيرٞ وَنَذِيرٞۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١٩
O People of the Scripture, there has come to you Our Messenger to make clear to you [the religion] after a period [of suspension] of messengers, lest you say, "There came not to us any bringer of good tidings or a warner." But there has come to you a bringer of good tidings and a warner. And Allāh is over all things competent.
"Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengirim-an) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan, 'Tidak datang kepada kami seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.' Sungguh telah datang kepadamu pembawa berita gem-bira dan pemberi peringatan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (Al-Ma`idah: 19).
(19) Allah menyeru Ahli Kitab karena Dia telah memberi-kan nikmatNya kepada mereka dalam bentuk kitab yang diberikan kepada mereka agar mereka beriman kepada RasulNya Muhammad ﷺ dan bersyukur kepada Allah yang telah mengutusnya kepada mereka ﴾ عَلَىٰ فَتۡرَةٖ مِّنَ ٱلرُّسُلِ ﴿ "pada saat pengiriman rasul-rasul terputus," dan kebutuhan mereka yang mendesak kepadanya, dan ini adalah di antara yang menyeru untuk beriman kepadaNya dan bahwa rasul itulah yang menjelaskan seluruh tuntutan ilahiyah dan hukum-hukum syar'i. Allah telah memotong argumentasi mereka dalam hal ini agar mereka tidak mengatakan,﴾ مَا جَآءَنَا مِنۢ بَشِيرٖ وَلَا نَذِيرٖۖ فَقَدۡ جَآءَكُم بَشِيرٞ وَنَذِيرٞۗ ﴿ "Tidak datang kepada kami seorang pembawa berita gembira dan tidak pula seorang pemberi peringatan. Sungguh telah datang kepa-damu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." Dia menyam-paikan berita gembira dengan pahala dunia dan akhirat dan amal-amal yang mengantarkan kepadanya dan sifat para pengamalnya. Dia memberi peringatan dari azab dunia dan akhirat dan amal-amal yang mengantarkan kepadanya dan sifat para pengamalnya. ﴾ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu." Segala sesuatu tunduk dan patuh kepada kekuasaanNya, tidak ada sesuatu pun yang sulit bagiNya. Dan di antara kekuasaanNya adalah Dia mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab dan bahwa Dia memberi pahala kepada orang yang taat dan menghu-kum orang yang membangkang.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences