As-Sa'diQaf · 50:1–37

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

ق

Qaf

The Letter "Qaf" · Meccan · 45 ayahs

50:1–4Page 518

قٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ٱلۡمَجِيدِ ١

Qāf.1 By the honored Qur’ān...2

بَلۡ عَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡ فَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا شَيۡءٌ عَجِيبٌ ٢

But they wonder that there has come to them a warner from among themselves, and the disbelievers say, "This is an amazing thing.

أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗاۖ ذَٰلِكَ رَجۡعُۢ بَعِيدٞ ٣

When we have died and have become dust, [we will return to life]? That is a distant [i.e., unlikely] return."

قَدۡ عَلِمۡنَا مَا تَنقُصُ ٱلۡأَرۡضُ مِنۡهُمۡۖ وَعِندَنَا كِتَٰبٌ حَفِيظُۢ ٤

We know what the earth diminishes [i.e., consumes] of them, and with Us is a retaining record.

"Qaf. Demi al-Qur`an yang sangat mulia. (Mereka tidak me-nerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir, 'Ini adalah suatu yang amat ajaib. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi), itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.' Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihan-curkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh mereka), dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat)'." (Qaf: 1-4).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1) Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan, ﴾ وَٱلۡقُرۡءَانِ ٱلۡمَجِيدِ ﴿ "Demi al-Qur`an yang sangat mulia," maksudnya, yang bermakna amat luas, agung kandungannya, banyak sisinya, banyak berkahnya, penunjuk kepada kebaikan yang agung serta mulia, sifatnya luas dan agung dan kalam yang paling benar yang dengannya al-Qur`an disifati, yang mencakup ilmu orang-orang yang pertama hingga terakhir, yang mencakup sempurnanya kefasihan, kata-kata yang paling agung dan makna-maknanya yang umum dan indah.

(2) Hal ini mengharuskan untuk diikuti serta dipatuhi se-cara cepat serta bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى atas karuniaNya, hanya saja kebanyakan manusia tidak memuliakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى dengan sebenarnya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلۡ عَجِبُوٓاْ ﴿ "(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang," yakni, mereka yang mendustakan Rasulullah a, ﴾ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡ ﴿ "karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri," yakni, memberi peringatan kepada mereka akan sesuatu yang membahayakan mereka dan memerintahkan mereka pada yang bermanfaat untuk mereka. Dan pembawa berita ancaman itu (Rasulullah a) berasal dari kalangan mereka yang memungkinkan bagi mereka untuk menemuinya serta mengetahui hal-ihwal serta kebenarannya, namun mereka tercengang terhadap urusan yang tidak seharusnya diperlakukan seperti itu, bahkan orang yang me-ngerti dan memahami orang yang tercengang pun ikut tercengang, ﴾ فَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "maka berkatalah orang-orang kafir," yakni, orang-orang yang diseret oleh kekufuran serta kedustaan merka meski kecer-dasan dan pandangan mereka tidak ada kekurangannya,﴾ هَٰذَا شَيۡءٌ عَجِيبٌ ﴿ "Ini adalah suatu yang amat ajaib," yakni, sesuatu yang aneh. Orang-orang yang berada dalam rasa heran ini kemungkinan berada di antara dua hal; adakalanya mereka benar dalam rasa heran itu dan hal itu menunjukkan puncak kebodohan mereka serta lemahnya akal mereka, sama seperti orang gila yang merasa aneh terhadap perkataan orang berakal, seperti pengecut yang merasa kagum ketika bertemu dengan pasukan berkuda, seperti orang pelit yang merasa aneh terhadap sikap derma orang derma-wan, lantas bahaya apa yang bisa menyamai keheranan orang yang kondisinya seperti ini? Tidaklah rasa heran orang seperti itu me-lainkan itu adalah sebagian indikasi yang menunjukkan kebodohan serta kezhalimannya. Kemungkinan kedua adalah adakalanya me-reka yang merasa heran itu karena mereka mengetahui kesalahan mereka dalam perasaan tersebut dan tindakan ini termasuk kezha-liman terbesar dan paling keji.

(3-4) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan alasan mengapa mereka merasa heran, Allah سبحانه وتعالى berfirman (tentang ucapan mereka), ﴾ أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗاۖ ذَٰلِكَ رَجۡعُۢ بَعِيدٞ ﴿ "Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi), itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin." Mereka menyamakan Kuasa Allah سبحانه وتعالى yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan Mahasempurna dari segala hal, dengan kuasa manusia yang memerlukan pertolongan dan lemah dalam berbagai hal. Mereka menyamakan orang bodoh yang tidak me-ngetahui apa pun, dengan Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, yang mengetahui ﴾ مَا تَنقُصُ ٱلۡأَرۡضُ ﴿ "apa yang dihancurkan oleh bumi," berupa jasad-jasad mereka selama mereka berada di alam barzakh. Dan Allah سبحانه وتعالى telah mencatat semua yang terjadi pada mereka, baik ketika mereka hidup maupun setelah mati, itulah catatan di sisi Allah سبحانه وتعالى yang terjaga dari perubahan dan penggan-tian. Ini adalah sebagai bukti sempurnanya ilmu Allah سبحانه وتعالى yang hanya Dia semata yang mengetahui segala sesuatu, Dia mampu untuk menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati.

50:5Page 518

بَلۡ كَذَّبُواْ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمۡ فَهُمۡ فِيٓ أَمۡرٖ مَّرِيجٍ ٥

But they denied the truth when it came to them, so they are in a confused condition.

"Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau." (Qaf: 5).

(5) Maksudnya, ﴾ بَلۡ ﴿ "sebenarnya," perkataan yang mereka ucapkan itu hanyalah merupakan (bentuk) pembangkangan serta pendustaan mereka terhadap kebenaran yang merupakan tingkat kejujuran yang paling tinggi, ﴾ لَمَّا جَآءَهُمۡ فَهُمۡ فِيٓ أَمۡرٖ مَّرِيجٍ ﴿ "tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau," yakni, kacau dan campur aduk. Mereka tidak menetapkan atas sesuatu pun dan tidak ada ketetapan sama sekali, terkadang mereka berkata kepadamu, "Sesungguhnya engkau adalah tukang sihir," terkadang, "Engkau adalah orang gila," terkadang, "Engkau adalah penyair." Dan mereka juga menjadikan al-Qur`an sebagai bahan olok-olokan. Masing-masing yang dikatakan itu berdasarkan pan-dangannya yang rusak. Dan memang seperti itulah kondisi semua orang yang mendustakan kebenaran, ia berada dalam kekacauan, tidak mengetahui sisi yang tepat. Sehingga engkau akan bisa me-lihat semua sikapnya saling kontradiksi dan dusta. Sebagaimana orang yang mengikuti kebenaran serta membenarkannya memiliki keteguhan dan lurus jalannya. Perbuatannya membenarkan per-kataannya.

50:6–11Page 518

أَفَلَمۡ يَنظُرُوٓاْ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَوۡقَهُمۡ كَيۡفَ بَنَيۡنَٰهَا وَزَيَّنَّٰهَا وَمَا لَهَا مِن فُرُوجٖ ٦

Have they not looked at the heaven above them - how We structured it and adorned it and [how] it has no rifts?

وَٱلۡأَرۡضَ مَدَدۡنَٰهَا وَأَلۡقَيۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجِۭ بَهِيجٖ ٧

And the earth - We spread it out and cast therein firmly set mountains and made grow therein [something] of every beautiful kind,

تَبۡصِرَةٗ وَذِكۡرَىٰ لِكُلِّ عَبۡدٖ مُّنِيبٖ ٨

Giving insight and a reminder for every servant who turns [to Allāh].

وَنَزَّلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ مُّبَٰرَكٗا فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ جَنَّٰتٖ وَحَبَّ ٱلۡحَصِيدِ ٩

And We have sent down blessed rain from the sky and made grow thereby gardens and grain from the harvest

وَٱلنَّخۡلَ بَاسِقَٰتٖ لَّهَا طَلۡعٞ نَّضِيدٞ ١٠

And lofty palm trees having fruit arranged in layers -

رِّزۡقٗا لِّلۡعِبَادِۖ وَأَحۡيَيۡنَا بِهِۦ بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗاۚ كَذَٰلِكَ ٱلۡخُرُوجُ ١١

As provision for the servants, and We have given life thereby to a dead land. Thus is the emergence [i.e., resurrection].

"Maka apakah mereka tidak melihat kepada langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasi-nya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaat-nya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rizki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebang-kitan." (Qaf: 6-11).

(6) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan serta mencela mereka, Allah سبحانه وتعالى menyerukan mereka untuk merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى yang ada di atas langit agar mereka bisa mengambil pelajaran dan petunjuk kepada apa yang didasarkan olehnya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَلَمۡ يَنظُرُوٓاْ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَوۡقَهُمۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak melihat kepada langit yang ada di atas mereka." Artinya, perenungan itu tidak memerlukan usaha keras serta perjalanan berat tapi perenungan itu benar-benar mu-dah, sehingga mereka bisa memperhatikan, ﴾ كَيۡفَ بَنَيۡنَٰهَا ﴿ "bagaimana Kami meninggikannya," berbentuk langit, semua sisinya lurus, kokoh bangunannya, dihiasi dengan bintang yang tetap berada di tempat-nya serta meteor yang melesat dari satu ufuk ke ufuk lainnya, di-buat dengan bentuk yang paling sempurna, engkau tidak melihat adanya cacat, cela dan kerusakan padanya. Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai atap bagi penduduk bumi serta meletakkan di dalamnya berbagai kepentingan vital.

(7) Dan agar mereka memperhatikan bumi bagaimanakah Kami membentangkan serta meluaskannya hingga memungkinkan semua yang hidup untuk menempatinya serta bersiap-siap me-ngumpulkan seluruh kepentingannya. Allah سبحانه وتعالى juga mengokohkan bumi dengan gunung-gunung agar aman dari guncangan dan ge-lombang, ﴾ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجِۭ بَهِيجٖ ﴿ "dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata." Artinya, dari seluruh jenis tanaman yang membuat orang-orang yang memandangnya senang dan kagum, membuat orang yang memandang tanaman-tanaman itu senang dan untuk dimakan oleh manusia, bintang ternak mereka, serta untuk berbagai kepentingan mereka.

(8-11) Allah سبحانه وتعالى secara khusus menyebutkan berbagai kebun dari berbagai manfaat tersebut, kebun yang mencakup berbagai jenis buah-buahan lezat seperti anggur, delima, lemon, apel dan jenis buah-buahan lainnya, terdapat juga pohon kurma yang tinggi, yang manfaatnya untuk waktu yang panjang, tinggi menjulang ke langit hingga tingginya tidak bisa dicapai oleh berbagai pohon lain, dari mayangnya keluar buah sebagai rizki untuk para hamba sebagai makanan, lauk dan buah yang bisa dimakan dan disimpan untuk mereka dan bintang ternak mereka. Begitu juga yang dike-luarkan oleh Allah سبحانه وتعالى melalui hujan serta pengaruhnya yang berupa sungai yang ada di permukaan bumi yang di bawahnya terdapat ﴾ وَحَبَّ ٱلۡحَصِيدِ ﴿ "biji-biji tanaman yang diketam," yang berupa gandum, jagung, beras, jewawut dan lainnya. Memandang dan merenungkan semua hal itu adalah, ﴾ تَبۡصِرَةٗ ﴿ "untuk menjadi pelajaran," yang bisa membuka mata hati orang yang diliputi kebodohan dan ﴾ وَذِكۡرَىٰ ﴿ "peringatan," yang dijadikan sebagai peringatan yang berguna di dunia dan akhirat, dijadikan sebagai peringatan terhadap berita yang disampaikan Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya. Namun hal itu tidak berlaku bagi semua orang, ia hanya berlaku bagi, ﴾ لِكُلِّ عَبۡدٖ مُّنِيبٖ ﴿ "tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)." Menghadap kepadaNya dengan rasa cinta, takut, pengharapan serta terkabulnya doanya. Adapun orang-orang yang mendustakan atau berpaling itu, maka ayat-ayat dan berbagai peringatan tidaklah berguna bagi orang-orang yang tidak beriman. Kesimpulannya, semua penciptaan menawan, kekuatan dan kekokohan merupakan bukti kesempurnaan Kuasa Allah سبحانه وتعالى. Semua keindahan, kerapian, keelokan bentuk serta ciptaan merupakan bukti bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang paling bijaksana, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Semua manfaat dan kepentingan untuk para hamba merupakan bukti kasih sayang Allah سبحانه وتعالى yang meliputi segala sesuatu, kemuliaanNya meliputi semua makhluk hidup. Semua keagungan bentuk serta rapinya peraturan merupakan bukti bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah Maha Esa, yang tidak memiliki sekutu sama sekali, Dia-lah Dzat yang semua bentuk ibadah, ketundukan, dan kecintaan hanya ditujukan padaNya. Bumi yang dihidupkan setelah sebelumnya mati dan gersang merupakan bukti bahwa Allah سبحانه وتعالى Kuasa menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati, agar Allah سبحانه وتعالى bisa memberikan balasan atas mereka, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَأَحۡيَيۡنَا بِهِۦ بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗاۚ كَذَٰلِكَ ٱلۡخُرُوجُ ﴿ "Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (kembali nanti)." Setelah mereka diingatkan dengan berbagai tanda-tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى yang ada di langit dan bumi, setelah ditakut-takuti dengan siksaan yang menimpa berbagai umat sebelumnya agar mereka tidak terus menerus mendustakan sehingga akan tertimpa sebagaimana yang pernah menimpa saudara-saudara mereka yang juga mendustakan, Allah سبحانه وتعالى berfirman,

50:12–15Page 518

كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَأَصۡحَٰبُ ٱلرَّسِّ وَثَمُودُ ١٢

The people of Noah denied before them,1 and the companions of the well2 and Thamūd

وَعَادٞ وَفِرۡعَوۡنُ وَإِخۡوَٰنُ لُوطٖ ١٣

And ʿAad and Pharaoh and the brothers [i.e., people] of Lot

وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡأَيۡكَةِ وَقَوۡمُ تُبَّعٖۚ كُلّٞ كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ ١٤

And the companions of the thicket and the people of Tubbaʿ. All denied the messengers, so My threat was justly fulfilled.

أَفَعَيِينَا بِٱلۡخَلۡقِ ٱلۡأَوَّلِۚ بَلۡ هُمۡ فِي لَبۡسٖ مِّنۡ خَلۡقٖ جَدِيدٖ ١٥

Did We fail in the first creation? But they are in confusion over a new creation.

"Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud, kaum 'Ad, kaum Fir'aun dan kaum Luth, dan penduduk Aikah serta kaum Tubba'. Semuanya telah mendustakan rasul-rasul, maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru." (Qaf: 12-15).

(12-14) Orang-orang dari kalangan beberapa umat sebe-lum mereka telah mendustakan para rasul mereka yang mulia dan para nabi mereka yang agung seperti Nabi Nuh عليه السلام yang didusta-kan oleh kaumnya, kaum Tsamud yang mendustakan Nabi Shalih عليه السلام, kaum 'Ad yang mendustakan Nabi Hud عليه السلام, kaum Nabi Luth عليه السلام yang mendustakannya, kaum Aikah yang mendustakan Nabi Syu'aib عليه السلام, kaum Tubba' (para raja Yaman pada masa lalu sebelum Islam) juga mendustakan para rasul yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى kepada mereka, hanya saja Allah سبحانه وتعالى tidak memberitahukan kepada kita siapakah para rasul yang diutus ke kaum Tubba' itu dan siapakah Tubba' itu, karena –wallahu a'lam- hal itu sudah masyhur di kalangan bangsa Arab, khususnya peristiwa-peristiwa besar seperti ini. Mereka semua mendustakan para rasul yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى kepada mereka sehingga mereka pantas me-nerima ancaman serta hukuman dari Allah سبحانه وتعالى. Kalian wahai orang-orang yang mendustakan Rasulullah a, tidaklah lebih baik dari mereka, para rasul mereka juga tidak lebih mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى dari rasul kalian. Untuk itu waspadalah terhadap kejahatan mereka agar kalian tidak tertimpa azab yang menimpa mereka.

(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى beristidlal dengan penciptaan per-tama untuk penciptaan yang lain (kebangkitan kembali nanti). Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى menciptakan mereka dari ketiadaan, Allah سبحانه وتعالى juga akan mengembalikan mereka lagi setelah mereka mati dan setelah mereka menjadi bangkai yang hancur. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَعَيِينَا ﴿ "Maka apakah Kami letih," apakah Kami lemah dan tidak mampu, ﴾ بِٱلۡخَلۡقِ ٱلۡأَوَّلِۚ ﴿ "dengan penciptaan yang pertama," tidaklah demikian halnya. Kami tidak lemah dan letih untuk hal itu dan mereka sendiri pun tidak meragukan hal itu, hanya saja ﴾ هُمۡ فِي لَبۡسٖ مِّنۡ خَلۡقٖ جَدِيدٖ ﴿ "sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang pencip-taan yang baru (nanti itu)." Inilah yang membuat mereka ragu dan tidak jelas halnya, padahal sebenarnya tidak ada tempat bagi ke-tidakjelasan, sebab mengembalikan itu tentu lebih mudah daripada memulai, sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِۚ ﴿ "Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemu-dian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkannya kembali itu adalah lebih mudah bagiNya." (Rum: 27).

50:16–18Page 519

وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ وَنَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِهِۦ نَفۡسُهُۥۖ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ ١٦

And We have already created man and know what his soul whispers to him, and We are closer1 to him than [his] jugular vein.

إِذۡ يَتَلَقَّى ٱلۡمُتَلَقِّيَانِ عَنِ ٱلۡيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ قَعِيدٞ ١٧

When the two receivers [i.e., recording angels] receive,1 seated on the right and on the left.

مَّا يَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيبٌ عَتِيدٞ ١٨

He [i.e., man] utters no word except that with him is an observer prepared [to record].

"Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dan menge-tahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat ke-padanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaf: 16-18).

(16) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia-lah semata yang menciptakan jenis manusia, baik lelaki maupun perempuan, Dia yang mengetahui hal-ihwal manusia serta rahasia mereka dan bisikan jiwa mereka, dan sesungguhnya Dia ﴾ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ ﴿ "lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya," yang merupakan sesuatu yang terdekat pada manusia yaitu urat saraf yang tersimpan di balik urat lehernya. Hal ini menyeru manusia untuk selalu mura-qabah terhadap Pencipta yang mengetahui hati dan batinnya, yang lebih dekat kepadanya dalam berbagai keadaannya sehingga manu-sia akan merasa malu ketika Allah سبحانه وتعالى melihatnya melakukan yang dilarang atau tidak melaksanakan yang diperintahkan.

(17) Begitu juga manusia harus menempatkan para malaikat mulia yang menulis semua amalnya di dalam pikirannya, para ma-laikat dimuliakan dan dihormati dan selalu waspada untuk tidak berbuat atau berkata sesuatu yang dicatat yang tidak diridhai oleh Rabb semesta alam. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِذۡ يَتَلَقَّى ٱلۡمُتَلَقِّيَانِ ﴿ "Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya," yakni men-catat semua amal manusia, satu berada ﴾ عَنِ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "di sebelah kanan," yang mencatat segala amal baik, dan lainnya ﴾ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ ﴿ "di sebelah kiri," yang mencatat seluruh amal buruk, masing-masing dari kedua malaikat itu terikat untuk tugas tersebut, disiapkan untuk tugasnya yang dipersiapkan untuknya dan tetap senantiasa melakukan tugas itu.

(18) ﴾ مَّا يَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ ﴿ "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan," baik ataupun buruk ﴾ إِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيبٌ عَتِيدٞ ﴿ "melainkan ada di dekatnya ma-laikat pengawas yang selalu hadir," yakni selalu mengawasinya dan menyaksikan hal ihwalnya, seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَٰفِظِينَ 10 كِرَامٗا كَٰتِبِينَ 11 يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ 12 ﴿ "Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerja-kan." (Al-Infithar: 10-12).

50:19–22Page 519

وَجَآءَتۡ سَكۡرَةُ ٱلۡمَوۡتِ بِٱلۡحَقِّۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنۡهُ تَحِيدُ ١٩

And the intoxication of death will bring the truth; that is what you were trying to avoid.

وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِۚ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡوَعِيدِ ٢٠

And the Horn will be blown. That is the Day of [carrying out] the threat.

وَجَآءَتۡ كُلُّ نَفۡسٖ مَّعَهَا سَآئِقٞ وَشَهِيدٞ ٢١

And every soul will come, with it a driver and a witness.1

لَّقَدۡ كُنتَ فِي غَفۡلَةٖ مِّنۡ هَٰذَا فَكَشَفۡنَا عَنكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ ٱلۡيَوۡمَ حَدِيدٞ ٢٢

[It will be said], "You were certainly in unmindfulness of this, and We have removed from you your cover,1 so your sight, this Day, is sharp."

"Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itu-lah yang kamu selalu lari dari padanya. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman. Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang ma-laikat saksi. Sungguh kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu sangat tajam." (Qaf: 19-22).

(19) Artinya, orang yang lari serta mendustakan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى ini didatangi oleh ﴾ سَكۡرَةُ ٱلۡمَوۡتِ بِٱلۡحَقِّۖ ﴿ "sakaratul maut yang se-benar-benarnya," yang tidak bisa ditolak dan dihindari.﴾ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنۡهُ تَحِيدُ ﴿ "Itulah yang kamu selalu lari dari padanya," yang kau hindari dan lari darinya.

(20) ﴾ وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِۚ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡوَعِيدِ ﴿ "Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman," hari di mana orang-orang zhalim akan menuai ancaman Allah سبحانه وتعالى berupa azab, hari di mana orang-orang yang beriman akan menuai janji Allah سبحانه وتعالى berupa pahala.

(21) ﴾ وَجَآءَتۡ كُلُّ نَفۡسٖ مَّعَهَا سَآئِقٞ ﴿ "Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring," yang akan menggiringnya ke tempat pemberhentian pada Hari Kiamat, sehingga setiap diri tidak mungkin untuk tidak mendatangi tempat itu, ﴾ وَشَهِيدٞ ﴿ "dan seorang malaikat saksi," yang akan memberikan kesaksian tentang semua amalnya, baik dan buruknya. Ini menunjukkan perhatian Allah سبحانه وتعالى terhadap para hambaNya dan Allah سبحانه وتعالى menjaga amal-amalnya kemudian dibalas secara adil.

(22) Ini merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh para hamba, tapi kebanyakan manusia lalai, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لَّقَدۡ كُنتَ فِي غَفۡلَةٖ مِّنۡ هَٰذَا ﴿ "Sungguh kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini." Artinya, dikatakan pada orang yang berpaling dan mendustakan Hari Kiamat. Perkataan ini sebagai celaan dan penghinaan, kalian dulunya mendustakan Hari Kiamat dan tidak mau beramal untuk Hari Kiamat, ﴾ ف َ ـ ﴿ "maka" s e k a r a n g ﴾ كَشَفۡنَا عَنكَ غِطَآءَكَ ﴿ "Kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu," yang menutupi hatimu, dulu kalian banyak terlelap dan terus menerus berpaling, ﴾ فَبَصَرُكَ ٱلۡيَوۡمَ حَدِيدٞ ﴿ "maka penglihatanmu pada hari itu sangat tajam," yakni melihat berbagai macam azab yang membuat-nya takut. Penafsiran lain, atau ini adalah pembicaraan Allah سبحانه وتعالى untuk hambaNya yang ketika berada di dunia melalaikan tujuan mengapa dia diciptakan. Tapi pada Hari Kiamat orang itu menjadi waspada dan kantuknya lenyap di saat-saat di mana semua yang telah ditinggalkan tidak mungkin bisa dikejar lagi. Semua ini me-rupakan ancaman Allah سبحانه وتعالى untuk para hambaNya serta penyam-paian berita menakutkan dengan menyebutkan balasan yang di-terima mereka yang mendustakan pada hari yang amat besar itu.

50:23–29Page 519

وَقَالَ قَرِينُهُۥ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ ٢٣

And his companion, [the angel], will say, "This [record] is what is with me, prepared."

أَلۡقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٖ ٢٤

[Allāh will say], "Throw into Hell every obstinate disbeliever,

مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٖ مُّرِيبٍ ٢٥

Preventer of good, aggressor, and doubter,

ٱلَّذِي جَعَلَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَأَلۡقِيَاهُ فِي ٱلۡعَذَابِ ٱلشَّدِيدِ ٢٦

Who made [as equal] with Allāh another deity; then throw him into the severe punishment."

۞ قَالَ قَرِينُهُۥ رَبَّنَا مَآ أَطۡغَيۡتُهُۥ وَلَٰكِن كَانَ فِي ضَلَٰلِۭ بَعِيدٖ ٢٧

His [devil] companion will say, "Our Lord, I did not make him transgress, but he [himself] was in extreme error."

قَالَ لَا تَخۡتَصِمُواْ لَدَيَّ وَقَدۡ قَدَّمۡتُ إِلَيۡكُم بِٱلۡوَعِيدِ ٢٨

[Allāh] will say, "Do not dispute before Me, while I had already presented to you the threat [i.e., warning].

مَا يُبَدَّلُ ٱلۡقَوۡلُ لَدَيَّ وَمَآ أَنَا۠ بِظَلَّٰمٖ لِّلۡعَبِيدِ ٢٩

The word [i.e., decree] will not be changed with Me, and never will I be unjust to the servants."

"Dan yang menyertai dia berkata, 'Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku.' Allah berfirman, 'Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat enggan melakukan kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.' Yang me-nyertai dia berkata (pula), 'Ya Rabb kami, aku tidak menyesatkan-nya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.' Allah berfirman, 'Janganlah kamu bertengkar di hadapanKu, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu.' Keputusan di sisiKu tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambaKu'." (Qaf: 23-29).

(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَقَالَ قَرِينُهُۥ ﴿ "Dan yang menyertai dia berkata," yakni malaikat yang menyertai orang yang mendustakan dan berpaling. Mereka adalah para malaikat yang ditugaskan Allah سبحانه وتعالى untuk menjaganya dan mencatat amalnya, catatan dan amalnya itu akan diperlihatkan pada Hari Kiamat. Malaikat itu berkata, ﴾ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ ﴿ "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku," yaitu aku telah memperlihatkan tugasku untuk menjaganya dan menca-tat amalnya.

(24) Kemudian orang itu pun dibalas amalnya dan dikata-kan bagi orang yang berhak masuk neraka, ﴾ أَلۡقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٖ ﴿ "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala," yakni, mereka yang banyak kufurnya serta menentang ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى, banyak berbuat maksiat, lancang dalam melakukan berbagai keharaman dan dosa.

(25) ﴾ مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ ﴿ "Yang sangat enggan melakukan kebajikan," yakni, mencegah kebaikan yang ada di dekatnya, di mana yang paling agung adalah beriman kepada Allah سبحانه وتعالى, malaikat, kitab-kitab Allah سبحانه وتعالى dan para rasulNya, enggan melakukan kebajikan pada harta dan dirinya, ﴾ مُعۡتَدٖ ﴿ "melanggar batas," terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, banyak berbuat dosa ﴾ مُّرِيبٍ ﴿ "lagi ragu-ragu," meragukan janji dan ancaman Allah سبحانه وتعالى, mereka tidak memiliki keimanan dan kebaikan bahkan Allah سبحانه وتعالى menyifatinya dengan kekufuran, pem-bangkangan, ragu, pelit, menjadikan sesembahan-sesembahan lain selain Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Pemurah.

(26) Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ ٱلَّذِي جَعَلَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ ﴿ "Yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah," yakni menyembah selain Allah سبحانه وتعالى di samping menyembah Allah سبحانه وتعالى; sesembahan itu tidak bisa membahayakan dirinya dan tidak pula dapat membawa manfaat, tidak bisa mematikan dan tidak bisa menghidupkan dan tidak pula bisa membangkitkan. ﴾ فَأَلۡقِيَاهُ ﴿ "Maka lemparkanlah dia," wahai dua malaikat yang menyertainya, ﴾ فِي ٱلۡعَذَابِ ٱلشَّدِيدِ ﴿ "ke dalam siksaan yang sangat," yaitu siksaan yang paling besar, paling berat, dan paling keji.

(27) ﴾ قَالَ قَرِينُهُۥ ﴿ "Yang menyertai dia berkata (pula)," yakni setan yang berlepas diri darinya yang membawa dosa-dosanya,﴾ رَبَّنَا مَآ أَطۡغَيۡتُهُۥ ﴿ "Ya Rabb kami, aku tidak menyesatkannya," karena aku tidak memiliki kekuasaan, hujjah, dan juga penjelasan atasnya, ﴾ وَلَٰكِن كَانَ فِي ضَلَٰلِۭ بَعِيدٖ ﴿ "tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh," dia sen-dirilah yang tersesat dan jauh dari kebenaran berdasarkan pilihan-nya sendiri, sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى lainnya, ﴾ وَقَالَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لَمَّا قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ ٱلۡحَقِّ وَوَعَدتُّكُمۡ فَأَخۡلَفۡتُكُمۡۖ ﴿ "Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya'." (Ibra-him: 22).

(28) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjawab perdebatan di antara mereka, ﴾ لَا تَخۡتَصِمُواْ لَدَيَّ ﴿ "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku," artinya, perdebatan kalian di hadapanKu tidak ada gunanya, ﴾ وَ﴿ "padahal," karena sesungguhnya Aku ﴾ قَدۡ قَدَّمۡتُ إِلَيۡكُم بِٱلۡوَعِيدِ ﴿ "telah memberikan ancaman kepadamu." Artinya, para rasulKu telah men-datangimu dengan berbagai ayat yang menjelaskan dan hujjah serta bukti yang nyata, hujjahKu telah tegak pada kalian sehingga alasan kalian sama sekali tidak berguna, engkau telah memberikan amal-amal yang telah engkau lakukan kepadaKu yang harus diberi balasan.

(29) ﴾ مَا يُبَدَّلُ ٱلۡقَوۡلُ لَدَيَّ ﴿ "Keputusan di sisiKu tidak dapat diubah." Artinya, Allah سبحانه وتعالى tidak mungkin memungkiri apa yang difirman-kan dan diberitakanNya, sebab tidak ada yang perkataannya paling benar selain Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِظَلَّٰمٖ لِّلۡعَبِيدِ ﴿ "Dan Aku sekali-kali tidak meng-aniaya hamba-hambaKu." Aku membalas mereka sesuai dengan amalan mereka baik dan buruknya, kejelekan mereka tidak ditam-bah sedikit pun dan kebaikan mereka tidak dikurangi sedikit pun.

50:30–35Page 519

يَوۡمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمۡتَلَأۡتِ وَتَقُولُ هَلۡ مِن مَّزِيدٖ ٣٠

On the Day We will say to Hell, "Have you been filled?" and it will say, "Are there some more,"

وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ غَيۡرَ بَعِيدٍ ٣١

And Paradise will be brought near to the righteous, not far,

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٖ ٣٢

[It will be said], "This is what you were promised - for every returner [to Allāh] and keeper [of His covenant].

مَّنۡ خَشِيَ ٱلرَّحۡمَٰنَ بِٱلۡغَيۡبِ وَجَآءَ بِقَلۡبٖ مُّنِيبٍ ٣٣

Who feared the Most Merciful in the unseen and came with a heart returning [in repentance].

ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٖۖ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُلُودِ ٣٤

Enter it in peace. This is the Day of Eternity."

لَهُم مَّا يَشَآءُونَ فِيهَا وَلَدَيۡنَا مَزِيدٞ ٣٥

They will have whatever they wish therein, and with Us is more.

"(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami berta-nya kepada Jahanam, 'Apakah kamu sudah penuh?' Dia menjawab, 'Masih adakah tambahan?' Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) bagi setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturanNya). (Yaitu) orang yang takut kepada Rabb Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. (Dikatakan kepada penghuni surga), 'Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.' Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada sisi Kami ada tambahan(nya)." (Qaf: 30-35).

(30) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menakut-nakuti para hamba-Nya, ﴾ يَوۡمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمۡتَلَأۡتِ ﴿ "(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahanam, 'Apakah kamu sudah penuh?'" Demi-kian itu karena terlalu banyaknya yang dilemparkan ke dalamnya, ﴾ وَتَقُولُ هَلۡ مِن مَّزِيدٖ ﴿ "dia menjawab, 'Masih adakah tambahan?'" Artinya, Neraka Jahanam terus meminta agar ditambah dari kalangan orang-orang yang berdosa dan pendurhaka, dengan marah terhadap orang-orang kafir, Allah سبحانه وتعالى telah menjanjikan Jahanam akan penuh sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ 119 ﴿ "Sungguh Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia seluruhnya." (Hud: 119). Hingga Rabb Pemilik Keperkasaan meletakkan KakiNya Yang Mulia (Yang Mahasuci dari Keserupaan) dan melebarkan pojok masing-masing, Neraka Jahanam berkata, "Cukup, cukup, aku sudah cukup dan penuh."[104]

(31) ﴾ وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ ﴿ "Dan didekatkanlah surga itu," artinya, surga itu didekatkan sehingga bisa disaksikan dan dilihat kenikmatan abadi serta kesenangan yang ada di dalamnya. Surga didekatkan hanya untuk hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى yang bertakwa padaNya, yang meninggalkan kesyirikan besar dan kecil, yang melaksanakan pe-rintah-perintah Rabb mereka serta tunduk dan patuh kepadaNya.

(32) Dan dikatakan kepada mereka seraya diberi ucapan selamat, ﴾ هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٖ ﴿ "Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) bagi setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi me-melihara (semua peraturan-peraturanNya)." Artinya, surga ini serta berbagai kesenangan yang diinginkan jiwa dan dipandang nikmat oleh mata yang ada di dalamnya itu adalah yang dijanjikan Allah سبحانه وتعالى kepada setiap orang yang kembali kepada Allah سبحانه وتعالى, kembali ke-padaNya di segala waktu, mengingatNya, mencintaiNya, meminta pertolongan, berdoa, takut dan berharap kepadaNya. ﴾ حَفِيظٖ ﴿ "Men-jaga," yaitu menjaga apa yang diperintahkan Allah سبحانه وتعالى, melaksana-kan dengan ikhlas serta sempurna untuk Allah سبحانه وتعالى semata dan men-jaga batasan-batasan Allah سبحانه وتعالى.

(33) ﴾ مَّنۡ خَشِيَ ٱلرَّحۡمَٰنَ ﴿ "(Yaitu) orang yang takut kepada Rabb Yang Maha Pemurah," artinya, takut kepadaNya karena mengenal Rabb-nya, mengharap rahmatNya serta senantiasa takut terhadap Allah سبحانه وتعالى meski tidak berada di hadapan orang. Dan inilah rasa takut yang sebenarnya. Sedangkan rasa takut di hadapan dan dalam pandangan orang, maka rasa takut itu adalah riya` dan sum'ah yang tidak menunjukkan rasa takut. Rasa takut yang membawa manfaat adalah rasa takut, baik di kala sendirian maupun ketika bersama orang lain. Kemungkinan maksud ayat ini juga adalah takut ter-hadap Allah سبحانه وتعالى meski tidak terlihat oleh mata seperti halnya yang dimaksud dengan beriman kepada yang ghaib. Ghaib adalah keba-likan dari nyata, karena iman dan rasa takut adalah sesuatu yang vital bukan alternatif karena bisa menentukan azab, kemudian ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى datang dan inilah yang nampak. ﴾ وَجَآءَ بِقَلۡبٖ مُّنِيبٍ ﴿ "Dan ia datang dengan hati yang kembali," ia disifati dengan kembali kepada Penolongnya serta tertarik oleh berbagai faktor pendorong menuju keridhaanNya.

(34) Dikatakan kepada mereka yang bertakwa dan berbakti, ﴾ ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٖۖ ﴿ "Masukilah surga itu dengan aman," masuk disertai de-ngan keselamatan dari segala bahaya dan keburukan, aman dari seluruh hal yang tidak diinginkan, kenikmatan mereka tidak pernah terputus, tidak terkotori dan tidak ada habisnya. ﴾ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُلُودِ ﴿ "Itu-lah hari kekekalan," tidak bisa lenyap, tidak ada kematian dan tidak ada sesuatu pun yang bisa mengotorinya.

(35) ﴾ لَهُم مَّا يَشَآءُونَ فِيهَا ﴿ "Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki," artinya, semua yang berkaitan dengan kehendak mereka akan didapatkan di dalam surga. ﴾ وَلَدَيۡنَا ﴿ "Dan pada sisi Kami," di samping itu ﴾ مَزِيدٞ ﴿ "ada tambahan(nya)," yaitu pahala yang dibentangkan oleh Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di benak manusia. Dan yang lebih agung serta besar dari semua kenikmatan tersebut adalah memandang WajahNya Yang Mulia, mendengarkan Firman-Nya, menikmati berdekatan denganNya. Kita memohon karunia-Nya ini.

50:36–37Page 520

وَكَمۡ أَهۡلَكۡنَا قَبۡلَهُم مِّن قَرۡنٍ هُمۡ أَشَدُّ مِنۡهُم بَطۡشٗا فَنَقَّبُواْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ هَلۡ مِن مَّحِيصٍ ٣٦

And how many a generation before them did We destroy who were greater than them in [striking] power and had explored throughout the lands. Is there any place of escape?

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُۥ قَلۡبٌ أَوۡ أَلۡقَى ٱلسَّمۡعَ وَهُوَ شَهِيدٞ ٣٧

Indeed in that is a reminder for whoever has a heart or who listens while he is present [in mind].

"Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami bina-sakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya." (Qaf: 36-37).

(36) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menakut-nakuti kaum musy-rikin yang mendustakan Rasulullah a, ﴾ وَكَمۡ أَهۡلَكۡنَا قَبۡلَهُم مِّن قَرۡنٍ ﴿ "Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum me-reka," yakni, umat-umat yang banyak, ﴾ هُمۡ أَشَدُّ مِنۡهُم بَطۡشٗا ﴿ "yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini," artinya, lebih kuat dan lebih kuat bekas karyanya di atas muka bumi ini, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَنَقَّبُواْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ﴿ "Mereka menjelajah di beberapa negeri," mereka pernah membangun benteng yang kokoh, rumah yang tinggi menjulang, menanam pohon, membuat sungai, berco-cok tanam, memakmurkan sekaligus menghancurkan, ketika me-reka mendustakan utusan Allah سبحانه وتعالى serta menentang ayat-ayatNya, Allah سبحانه وتعالى menyiksa mereka dengan azab yang pedih dan berat. ﴾ هَلۡ مِن مَّحِيصٍ ﴿ "Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?" Artinya, tidak ada tempat bagi mereka untuk lari dari azab Allah سبحانه وتعالى ketika azab itu datang kepada mereka dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menyelamatkan mereka. Kekuatan, harta, dan anak-anak mereka sama sekali tidak berguna.

(37) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُۥ قَلۡبٌ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati," yakni hati yang agung, hidup, cerdas, dan suci. Apabila ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى datang, hati mengingat dan memanfa-atkannya sehingga nilainya semakin naik. Begitu juga orang yang mendengarkan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى untuk dijadikan petunjuk hati, ﴾ شَهِيدٞ ﴿ "sedang dia menyaksikannya," yaitu ada, ini juga memiliki peringatan, nasihat, pengobat, dan petunjuk. Adapun orang yang berpaling dan tidak mau mendengarkan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى, maka semua itu tidak berguna sama sekali, sebab hatinya tidak bisa me-nerima, sehingga hikmah Allah سبحانه وتعالى tidak bisa memberikan hidayah pada orang yang memiliki sifat seperti itu.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском