As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
الرحمن
Ar-Rahman
The Beneficent · Medinan · 78 ayahs
55:1–13Page 531
ٱلرَّحۡمَٰنُ ١
The Most Merciful
عَلَّمَ ٱلۡقُرۡءَانَ ٢
Taught the Qur’ān,
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ ٣
Created man,
عَلَّمَهُ ٱلۡبَيَانَ ٤
[And] taught him eloquence.
ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٖ ٥
The sun and the moon [move] by precise calculation,
وَٱلنَّجۡمُ وَٱلشَّجَرُ يَسۡجُدَانِ ٦
And the stars and trees prostrate.1
وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ ٧
And the heaven He raised and imposed the balance
أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ ٨
That you not transgress within the balance.
وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ ٩
And establish weight in justice and do not make deficient the balance.
وَٱلۡأَرۡضَ وَضَعَهَا لِلۡأَنَامِ ١٠
And the earth He laid [out] for the creatures.
فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَٱلنَّخۡلُ ذَاتُ ٱلۡأَكۡمَامِ ١١
Therein is fruit and palm trees having sheaths [of dates]
وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ وَٱلرَّيۡحَانُ ١٢
And grain having husks and scented plants.
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٣
So which of the favors of your Lord would you deny?1
"(Rabb) Yang Maha Pengasih. Yang telah mengajarkan al-Qur`an. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Dan bintang-bintang dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepadaNya. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 1-13).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1) Surat yang mulia nan agung ini Allah awali dengan (salah satu) NamaNya, yaitu ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), yang menunjukkan betapa luas rahmat dan pemberianNya, serta betapa melimpah kebaikan dan karuniaNya. Kemudian Allah menyebutkan apa yang menunjukkan rahmatNya serta pengaruh yang Allah berikan kepada para hamba berupa nikmat keduniaan, keagamaan, dan keakhiratan. Setelah Allah menyebutkan segala macam dan jenis kenikmatanNya, selanjutnya Dia memperingatkan jin dan manusia untuk bersyukur kepadaNya, dengan berfirman, ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
(2) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan (dalam ayat ini) bahwa Dia ﴾ عَلَّمَ ٱلۡقُرۡءَانَ ﴿ "telah mengajarkan Al-Qur`an," yakni mengajarkan para ham-baNya lafazh-lafazh dan makna al-Qur`an serta memudahkannya untuk mereka. Hal ini merupakan karunia teragung dan kasih sayang yang Dia anugerahkan kepada hamba-hambaNya, di mana Dia سبحانه وتعالى telah menurunkan al-Qur`an berbahasa Arab dengan lafazh paling indah dan makna paling jelas, yang mencakup segala bentuk kebaikan dan mencegah dari segala kejahatan.
(3-4) ﴾ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ ﴿ "Dia menciptakan manusia" dalam bentuk yang sebaik-baiknya, dengan anggota badan yang sempurna dan bentuk tubuh yang mantap. Allah سبحانه وتعالى benar-benar telah mencipta-kannya dengan sempurna, dan telah memberinya keistimewaan sehingga berbeda dengan binatang, di mana Dia سبحانه وتعالى ﴾ عَلَّمَهُ ٱلۡبَيَانَ ﴿ "mengajarnya pandai berbicara," untuk dapat menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya. Hal ini mencakup pengajaran berbicara dan menulis. Oleh karena itu, kemampuan berbicara (menjelaskan) yang dengannya Allah سبحانه وتعالى mengistimewakan manusia daripada makhluk lainnya, adalah di antara nikmat yang paling agung dan paling besar.
(5) ﴾ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٖ ﴿ "Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan," yakni Allah سبحانه وتعالى menciptakan matahari dan bulan serta menundukkan keduanya untuk beredar sesuai dengan perhitungan yang cermat dan terencana sebagai bentuk rahmat dan perhatian Allah kepada para hamba, sebagai kemaslahatan bagi mereka, dan agar mereka mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).
(6) ﴾ وَٱلنَّجۡمُ وَٱلشَّجَرُ يَسۡجُدَانِ ﴿ "Dan bintang-bintang dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepadaNya," yakni, bintang-bintang di langit dan pohon-pohon di bumi, semuanya mengetahui Rabb mereka, sujud kepadaNya, taat, tunduk dan patuh (dengan melaksanakan) tujuan ia diciptakan dan ditundukkan sebagai kemaslahatan bagi para hamba.
(7-8) ﴾ وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا ﴿ "Dan Allah telah meninggikan langit," seba-gai atap bagi makhluk bumi, ﴾ وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ ﴿ "dan Dia meletakkan neraca (keadilan)," yakni keadilan di antara para hamba, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Bukan hanya neraca (mizan) yang kita ketahui, akan tetapi yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah se-perti yang kami kemukakan, termasuk di dalamnya mizan tersebut, juga alat untuk menakar barang, alat-alat untuk mengetahui segala sesuatu yang belum diketahui, serta hakikat kebenaran yang de-ngannya diputuskan perkara makhluk dan ditegakkan keadilan di antara mereka. Oleh sebab itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ ﴿ "Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu," yakni, Allah سبحانه وتعالى meletakkan neraca (keadilan) agar mereka tidak melampaui batas di dalam timbangan, karena apabila perkara ini dikembalikan kepada akal dan pemikiran kalian, niscaya akan terjadi kekacauan yang Allah Mahatahu akan hal itu, dan akan rusaklah langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya.
(9) ﴾ وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ ﴿ "Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil," artinya, jadikanlah timbangan itu untuk menegakkan keadilan, yang mana kemampuan dan kecakapan kalian sampai kepadanya. ﴾ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ ﴿ "Dan janganlah kamu mengurangi neraca itu," yakni janganlah menguranginya dan melakukan sebaliknya, yakni keti-dakadilan, kezhaliman, dan kesewenang-wenangan.
(10) ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ وَضَعَهَا ﴿ "Dan Allah telah meratakan bumi," yang memiliki ketebalan, kepadatan, keberagaman sifat dan kondisi, ﴾ لِلۡأَنَامِ ﴿ "untuk makhluk(Nya)," agar mereka tinggal di atasnya dan bumi itu menjadi tempat tidur bagi mereka. Di sana mereka mem-bangun (rumah tempat tinggal), bercocok tanam, mengolah tanah, menggali (sumur), menapaki jalan-jalan yang luas, memanfaatkan hasil tambang, dan (memanfaatkan) segala sesuatunya yang men-jadi kebutuhan mereka.
Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebagian makanan pokok yang ada di atas bumi, dengan FirmanNya,
(11) ﴾ فِيهَا فَٰكِهَةٞ ﴿ "Di bumi itu ada buah-buahan," yakni, semua jenis pepohonan yang menghasilkan buah-buahan yang dapat dinikmati oleh para hamba, berupa buah anggur, buah tin, buah delima, buah apel, dan selainnya, ﴾ وَٱلنَّخۡلُ ذَاتُ ٱلۡأَكۡمَامِ ﴿ "dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang," memiliki kelopak yang merekah dari tandan kemudian keluar sedikit demi sedikit hingga sempurna menjadi makanan pokok yang disimpan, dimakan dan dijadikan sebagai bekal, baik oleh musafir maupun orang yang mukim, serta menjadi buah-buahan terbaik yang lezat dan nikmat.
(12) ﴾ وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ ﴿ "Dan biji-bijian yang berkulit," yakni me-miliki tangkai yang ditebah sehingga bermanfaat untuk binatang ternak dan selainnya. Termasuk di dalamnya, biji gandum, beras gandum, jagung, padi, jewawut dan selainnya. ﴾ وَٱلرَّيۡحَانُ ﴿ "Dan bunga-bunga yang harum baunya," ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan Firman Allah سبحانه وتعالى ini adalah segala macam rizki yang dikonsumsi oleh manusia, sehingga kalimat ini merupakan pengindukan yang umum kepada yang khusus, yang artinya Allah سبحانه وتعالى telah mengaruniakan kepada para hambaNya berupa makanan dan segala macam rizki, baik secara umum maupun secara khusus. Dan dimungkinkan juga bahwa yang dimaksud dengan ar-Raihan di sini adalah tumbuh-tumbuhan berbau harum yang telah diketa-hui. Artinya bahwa Allah سبحانه وتعالى telah menganugerahkan kepada para hambaNya apa-apa yang menyenangkan di bumi, berupa segala macam yang berbau wangi yang dapat menyegarkan jiwa dan menyenangkan hati.
(13) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan banyak dari nikmat-nikmatNya yang dapat disaksikan dengan mata dan pandangan hati, di mana pesan ini ditujukan kepada jin dan manusia, Dia سبحانه وتعالى menyatakan nikmat-nikmatNya kepada mereka dengan berfirman, ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Yakni, nikmat din dan keduniaan manakah yang kalian dustakan? Dan alangkah bagusnya jawaban jin ketika Nabi a membacakan surat ini kepada mereka, setiap sampai kepada Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Mereka menjawab, "Tidak ada satu pun nikmat dariMu yang kami dustakan wahai Rabb kami, maka bagiMu-lah segala pujian."[109] Demikianlah yang seharusnya dilaku-kan oleh hamba, apabila disebutkan kepadanya nikmat dan karunia Allah, hendaknya ia mengakui dan mensyukurinya serta memuji Allah سبحانه وتعالى atasnya.
Kemudian Allah تعالى berfirman,
55:14–16Page 531
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ ١٤
He created man from clay like [that of] pottery.
وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ مِن مَّارِجٖ مِّن نَّارٖ ١٥
And He created the jinn from a smokeless flame of fire.
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٦
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembi-kar, Dia menciptakan jin dari nyala api. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 14-16).
(14) Ini merupakan nikmat-nikmat Allah تعالى yang Dia anu-gerahkan kepada para hambaNya, di mana Dia سبحانه وتعالى memperlihatkan kepada mereka di antara bukti KuasaNya dan keindahan ciptaan-Nya, dengan ﴾ خَلَقَ ﴿ "menciptakan" bapak moyang ﴾ ٱلۡإِنسَٰنَ ﴿ "ma-nusia" yaitu Nabi Adam عليه السلام, ﴾ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ ﴿ "dari tanah kering seperti tembikar," maksudnya dari tanah basah yang telah Dia ko-kohkan sampai kering sehingga kemudian menjadi tanah yang memiliki kekeringan dan suara seperti suara tembikar, yaitu tanah yang terbakar.
(15) ﴾ وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ ﴿ "Dia menciptakan jin" maksudnya, bapak moyang jin, yaitu iblis –semoga Allah melaknatnya– ﴾ مِن مَّارِجٖ مِّن نَّارٖ ﴿ "dari nyala api," maksudnya, dari nyala api yang tulen, atau yang telah bercampur dengan asap. Ini menunjukkan kemuliaan unsur manusia yang diciptakan dari tanah yang merupakan tempat ke-mantapan, berat, dan sarat dengan manfaat. Berbeda halnya dengan unsur jin yaitu api yang merupakan keringanan (enteng), keburukan, dan kerusakan.
(16) Tatkala menjelaskan penciptaan jin dan manusia serta materi untuk menciptakannya, yang mana hal itu merupakan anu-gerah Allah تعالى atas mereka, Dia سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
55:17–18Page 532
رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقَيۡنِ وَرَبُّ ٱلۡمَغۡرِبَيۡنِ ١٧
[He is] Lord of the two sunrises and Lord of the two sunsets.1
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٨
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Rabb yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Rabb yang memelihara kedua tempat terbenamnya. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 17-18).
(17-18) Maksudnya, Allah سبحانه وتعالى adalah Rabb segala sesuatu yang matahari, bulan, dan bintang-bintang yang bercahaya terbit terhadapnya, dan Rabb segala sesuatu yang apa saja terbenam da-rinya, serta segala sesuatu yang keduanya ada padanya. Semuanya berada di bawah pengaturan dan rububiyahNya. Di dalam ayat ini Allah menyebutkan timur dan barat dalam bentuk mutsanna (dua) menurut tempat terbit musim dingin dan musim panas. Wallahu a'lam.
55:19–23Page 532
مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ ١٩
He released the two seas,1 meeting [one another];
بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٞ لَّا يَبۡغِيَانِ ٢٠
Between them is a barrier so neither of them transgresses.
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢١
So which of the favors of your Lord would you deny?
يَخۡرُجُ مِنۡهُمَا ٱللُّؤۡلُؤُ وَٱلۡمَرۡجَانُ ٢٢
From both of them emerge pearl and coral.
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢٣
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya ke-mudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 19-23).
(19-23) Yang dimaksud dengan dua lautan adalah laut tawar dan laut asin, keduanya saling bertemu sehingga yang tawar mengenai yang asin dan bercampur. Akan tetapi Allah سبحانه وتعالى telah menjadikan di antara keduanya batas pemisah dari tanah sehingga salah satunya tidak melampaui yang lain dan keduanya memiliki manfaat masing-masing. Laut tawar sebagai minuman jin dan manusia, pepohonan, serta sawah ladang mereka. Sedangkan laut yang asin menjadikan udara segar dan menghasilkan berbagai macam ikan, mutiara serta marjan, dan menjadi tempat berlayar bagi kapal dan perahu. Oleh karena itu Dia سبحانه وتعالى berfirman,
55:24–25Page 532
وَلَهُ ٱلۡجَوَارِ ٱلۡمُنشَـَٔاتُ فِي ٱلۡبَحۡرِ كَٱلۡأَعۡلَٰمِ ٢٤
And to Him belong the ships [with sails] elevated in the sea like mountains.
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢٥
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Dan kepunyaanNya-lah bahtera-bahtera yang tinggi layar-nya di lautan laksana gunung-gunung. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 24-25).
(24-25) Maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menciptakan bagi para ham-baNya bahtera-bahtera yang mengarungi dan memecah lautan dengan izin Allah, yang mana bahtera-bahtera tersebut dibuat oleh manusia sehingga karena besarnya laksana al-A'lam, yaitu gunung-gunung yang menjulang tinggi. Kemudian manusia menaikinya dan membawa di atasnya segala macam barang dagangan mereka serta segala sesuatu yang menjadi kebutuhan pokok mereka. Dan sungguh Allah Sang Penjaga langit dan bumi telah menjaga dan memeliharanya, hal itu merupakan nikmat Allah yang sangat agung. Oleh sebab itu Dia سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
55:26–28Page 532
كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٖ ٢٦
Everyone upon it [i.e., the earth] will perish,
وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ ٢٧
And there will remain the Face1 of your Lord, Owner of Majesty and Honor.
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢٨
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 26-28).
(26-28) Maksudnya, semua yang ada di bumi, baik manu-sia, jin, binatang maupun semua makhluk akan mati dan binasa, dan tetap kekallah Allah Yang Mahahidup (Kekal) Yang tidak akan mati. ﴾ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ ﴿ "Yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan," maksudnya memiliki keagungan, kebesaran, dan kemuliaan, yang diagungkan, dibesarkan dan dimuliakan karenanya. Dan memiliki kemuliaan, yakni keluasan anugerah dan derma, di mana Dia سبحانه وتعالى memuliakan para kekasih dan para hamba istimewaNya dengan berbagai macam kemuliaan. Dan para waliNya memuliakan, membesarkan, mengagungkan, mencintaiNya serta kembali dan beribadah kepadaNya. ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
55:29–30Page 532
يَسۡـَٔلُهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ كُلَّ يَوۡمٍ هُوَ فِي شَأۡنٖ ٢٩
Whoever is within the heavens and earth asks Him; every day He is in [i.e., bringing about] a matter.1
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٠
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 29-30).
(29-30) Maksudnya, Dia Mahakaya dengan DzatNya (tidak membutuhkan apa pun) dari semua makhlukNya. Dia Maha Luas kedermawanan dan kemuliaanNya. Semua makhluk membutuh-kanNya, di mana mereka selalu memohon segala macam kebu-tuhan mereka kepadaNya, baik dengan kondisi maupun dengan ucapan mereka. Mereka akan selalu membutuhkanNya setiap waktu dan setiap saat, dan Dia سبحانه وتعالى ﴾ كُلَّ يَوۡمٍ هُوَ فِي شَأۡنٖ ﴿ "setiap waktu dalam kesibukan," mencukupkan orang fakir, menutupi kebutuhan orang yang sedang kekurangan, memberi kepada suatu kaum dan mena-han dari kaum yang lain, mematikan dan menghidupkan, meren-dahkan dan mengangkat derajat, namun tidak ada satu urusan pun yang menyibukkanNya dari urusan yang lain. Tidak akan membuatNya marah dengan banyaknya permintaan, tidak akan jemu dengan orang yang selalu dan terus menerus memohon ke-padaNya. Mahasuci Allah Yang Mahamulia lagi Maha Memberi, yang pemberianNya meliputi seluruh penghuni bumi dan langit, dan kemurahanNya meliputi seluruh makhluk di setiap waktu dan masa. Mahatinggi Allah yang anugerahNya tidak terhenti oleh kemaksiatan orang yang bermaksiat dan sikap ketidakbutuhan orang-orang fakir yang bodoh kepadaNya dan kepada kederma-wananNya. Kesibukan-kesibukan yang Allah سبحانه وتعالى kabarkan melalui Fir-manNya, ﴾ كُلَّ يَوۡمٍ هُوَ فِي شَأۡنٖ ﴿ "Setiap waktu Dia dalam kesibukan" adalah: Ketentuan takdir dan segala pengaturanNya yang telah Dia takdir-kan dan Dia tentukan sejak zaman azali. Dia selalu menakdirkan dan melaksanakan ketentuan-ketentuan tersebut pada waktu-wak-tunya yang sesuai dengan tuntutan hikmahNya. Yaitu hukum-hukumNya yang berkenaan dengan agama yang mencakup perin-tah dan larangan, dan takdir yang Dia berlakukan terhadap para hambaNya selama mereka hidup di dunia ini. Hingga tatkala sem-purna (usai) semua perkara tersebut, Allah تعالى akan membinasakan mereka dan kemudian memberlakukan pembalasan atas segala amal perbuatan mereka dan memperlihatkan kepada mereka keadilan dan karunia serta kebaikanNya yang berlimpah, yang dengannya mereka mengetahui dan mentauhidkanNya. Dia سبحانه وتعالى memindahkan makhluk yang dibebani syariat dari tempat ujian dan cobaan menuju tempat kehidupan yang sebenarnya. Ketika itulah dilaksanakan keputusan (pengadilan) yang telah datang waktunya, dan inilah yang dimaksudkan dalam FirmanNya,
55:31–32Page 532
سَنَفۡرُغُ لَكُمۡ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ ٣١
We will attend to you, O prominent beings.1
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٢
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manu-sia dan jin. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 31-32).
(31-32) Maksudnya, Kami akan memperhatikan sepenuh-nya perhitungan dan pembalasan segala amal perbuatan kalian yang telah kalian lakukan di dunia.
55:33–34Page 532
يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ ٣٣
O company of jinn and mankind, if you are able to pass beyond the regions of the heavens and the earth, then pass. You will not pass except by authority [from Allāh].
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٤
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 33-34).
(33-34) Maksudnya, apabila Allah سبحانه وتعالى mengumpulkan me-reka semua di Hari Kiamat kelak, Allah kemudian mengabarkan kepada mereka akan ketidakberdayaan dan kelemahan mereka serta kesempurnaan kekuatan Allah dan berlakunya kehendak dan kekuasaanNya. Dia سبحانه وتعالى berfirman dengan menyatakan ketidakber-dayaan mereka, ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) pen-juru langit dan bumi," maksudnya, (jika kalian) menemukan jalan keluar sehingga kalian bisa melewatinya untuk keluar dari kerajaan dan kekuasaan Allah, ﴾ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ ﴿ "maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan" maksudnya, kalian tidak akan bisa keluar darinya melainkan dengan kekuatan dan kemampuan yang sempurna. Namun bagaimana mungkin mereka bisa melakukan itu semua, sedangkan mereka sendiri sama sekali tidak mampu mendatangkan suatu kemanfaatan pun bagi dirinya, tidak memiliki kuasa untuk (menolak) kemudaratan dari dirinya, tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak pula membang-kitkan. Pada hari itu tidak ada seorang pun yang (dapat) berbicara kecuali dengan izinNya, engkau tidak akan mendengar kecuali bisikan saja. Pada hari itu akan sama antara raja dengan rakyat, antara pimpinan dengan yang dipimpin dan antara yang kaya dengan yang miskin.
Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa yang telah Dia siapkan untuk mereka di hari itu,
55:35–36Page 532
يُرۡسَلُ عَلَيۡكُمَا شُوَاظٞ مِّن نَّارٖ وَنُحَاسٞ فَلَا تَنتَصِرَانِ ٣٥
There will be sent upon you a flame of fire and smoke,1 and you will not defend yourselves.
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٦
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga, maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 35-36).
(35-36) ﴾ يُرۡسَلُ عَلَيۡكُمَا شُوَاظٞ ﴿ "Kepada kamu, (jin dan manusia) di-lepaskan nyala api," yaitu jilatan api neraka ﴾ وَنُحَاسٞ ﴿ "dan an-Nuhas," yaitu nyala api yang telah bercampur dengan asap. Maknanya adalah, bahwa dua hal yang sangat mengerikan itu dilepaskan kepada kalian wahai segenap bangsa jin dan manusia sehingga keduanya meliputi kalian, maka kalian tidak akan dapat menyela-matkan diri. Kalian tidak dapat menyelamatkan diri dan tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan diri kalian kecuali Allah سبحانه وتعالى. Dan tatkala peringatan yang menakutkan dari Allah bagi para hambaNya adalah merupakan bentuk kenikmatan dariNya atas mereka dan sebagai cambuk yang akan mengantarkan mereka kepada keinginan tertinggi dan cita-cita termulia, maka kemudian Allah menyebutkan karuniaNya akan hal itu seraya berfirman, ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
55:37–42Page 532
فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتۡ وَرۡدَةٗ كَٱلدِّهَانِ ٣٧
And when the heaven is split open and becomes rose-colored like oil1 -
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٨
So which of the favors of your Lord would you deny? -
فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يُسۡـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٞ وَلَا جَآنّٞ ٣٩
Then on that Day none will be asked about his sin among men or jinn.1
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٠
So which of the favors of your Lord would you deny?
يُعۡرَفُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ بِسِيمَٰهُمۡ فَيُؤۡخَذُ بِٱلنَّوَٰصِي وَٱلۡأَقۡدَامِ ٤١
The criminals will be known by their marks, and they will be seized by the forelocks and the feet.
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٢
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Maka apabila langit telah terbelah sehingga menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 37-42).
(37-38) ﴾ فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ ﴿ "Maka apabila langit telah terbelah" yaitu pada Hari Kiamat karena kengerian, kedahsyatan, dan ke-takutan yang sangat, sehingga matahari dan bulan mengalami gerhana, dan bintang-bintang jatuh berserakan ﴾ فَكَانَتۡ ﴿ "sehingga menjadi" karena begitu dahsyat dan menakutkannya ﴾ وَرۡدَةٗ كَٱلدِّهَانِ ﴿ "merah mawar seperti (kilapan) minyak" seperti perak yang diluluh-kan dan semisalnya, ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
(39-40) ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يُسۡـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٞ وَلَا جَآنّٞ ﴿ "Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya," maksudnya, pertanyaan untuk mengetahui apa yang telah terjadi, karena Allah سبحانه وتعالى Maha Menge-tahui yang ghaib dan yang nampak, yang telah berlalu maupun yang akan datang. Dan Allah akan membalas (segala perbuatan) para hamba dengan apa yang Dia ketahui dari segala kondisi mereka. Dan pada Hari Kiamat telah dijadikan tanda-tanda yang dengannya dapat diketahui para pelaku kebaikan dan para pelaku kejahatan, sebagaimana Firman Allah تعالى dalam ayat yang lain, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari di waktu itu ada wajah-wajah yang berseri dan ada pula wajah-wajah yang hitam muram." (Ali Imran: 106).
(41-42) Di sini kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يُسۡـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٞ وَلَا جَآنّٞ 39 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 40 ﴿ "Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki me-reka. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Maksudnya, ubun-ubun dan kaki mereka dipegang untuk kemu-dian mereka diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka. Perta-nyaan Allah dalam ayat ini hanyalah sebagai celaan dan pembuktian akan apa yang telah mereka lakukan. Pada hakikatnya Dia lebih mengetahui daripada mereka, hanya saja Allah سبحانه وتعالى menghendaki agar keagungan hujjah dan hikmahNya tampak disaksikan oleh seluruh makhlukNya.
55:43–45Page 533
هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٤٣
This is Hell, which the criminals deny.
يَطُوفُونَ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَ حَمِيمٍ ءَانٖ ٤٤
They will circulate between it and scalding water, heated [to the utmost degree].
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٥
So which of the favors of your Lord would you deny?
"Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 43-45).
(43-45) Maksudnya, dikatakan kepada orang-orang yang mendustakan janji dan ancaman Allah ketika neraka dinyalakan, ﴾ هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "Inilah Neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa," kehinaanlah yang mereka rasakan akibat pen-dustaan tersebut, dan biarlah mereka merasakan azab, kengerian, nyala api, dan belenggu Neraka Jahanam yang merupakan balasan atas pengingkaran mereka. Mereka berkeliling di antara jilatan api neraka, ﴾ وَبَيۡنَ حَمِيمٍ ءَانٖ ﴿ "dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya," yaitu air sangat panas yang telah mencapai puncak panasnya, dan air sangat dingin yang telah sampai pada puncak kedinginannya. ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Dan setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang ditimpakan terhadap orang-orang yang berdosa, maka Dia kemudian menye-butkan balasan bagi orang-orang yang bertakwa lagi takut kepada-Nya, maka FirmanNya,
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences