As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
الواقعة
Al-Waqi'ah
The Inevitable · Meccan · 96 ayahs
56:1–26Page 534
إِذَا وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ ١
When the Occurrence occurs,
لَيۡسَ لِوَقۡعَتِهَا كَاذِبَةٌ ٢
There is, at its occurrence, no denial.
خَافِضَةٞ رَّافِعَةٌ ٣
It will bring down [some] and raise up [others].1
إِذَا رُجَّتِ ٱلۡأَرۡضُ رَجّٗا ٤
When the earth is shaken with convulsion
وَبُسَّتِ ٱلۡجِبَالُ بَسّٗا ٥
And the mountains are broken down, crumbling
فَكَانَتۡ هَبَآءٗ مُّنۢبَثّٗا ٦
And become dust dispersing,
وَكُنتُمۡ أَزۡوَٰجٗا ثَلَٰثَةٗ ٧
And you become [of] three kinds:
فَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ ٨
Then the companions of the right - what are the companions of the right?1
وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ ٩
And the companions of the left - what are companions of the left?1
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ ١٠
And the forerunners, the forerunners1 -
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡمُقَرَّبُونَ ١١
Those are the ones brought near [to Allāh]
فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ١٢
In the Gardens of Pleasure,
ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣
A [large] company of the former peoples
وَقَلِيلٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ١٤
And a few of the later peoples,
عَلَىٰ سُرُرٖ مَّوۡضُونَةٖ ١٥
On thrones woven [with ornament],
مُّتَّكِـِٔينَ عَلَيۡهَا مُتَقَٰبِلِينَ ١٦
Reclining on them, facing each other.
يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ١٧
There will circulate among them young boys made eternal
بِأَكۡوَابٖ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ١٨
With vessels, pitchers and a cup [of wine] from a flowing spring -
لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا وَلَا يُنزِفُونَ ١٩
No headache will they have therefrom, nor will they be intoxicated -
وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ٢٠
And fruit of what they select
وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ ٢١
And the meat of fowl, from whatever they desire.
وَحُورٌ عِينٞ ٢٢
And [for them are] fair women with large, [beautiful] eyes,
كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ ٢٣
The likenesses of pearls well-protected,
جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٢٤
As reward for what they used to do.
لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا ٢٥
They will not hear therein ill speech or commission of sin -
إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا ٢٦
Only a saying [of] peace, peace.
"Apabila terjadi Hari Kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beter-bangan, dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alang-kah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu beriman. Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga-surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahta-kan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-ha-dapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbul-kan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam." (Al-Wa-qi'ah: 1-26).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-3) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kondisi kiamat yang pasti terjadi, di mana ﴾ لَيۡسَ لِوَقۡعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿ "terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal)," maksudnya, tidak ada keraguan padanya, karena telah nampak bukti-buktinya, baik secara akal maupun dalil al-Qur`an dan as-Sunnah. Dan kemahabijaksanaanNya telah menunjukkan bahwa, ﴾ خَافِضَةٞ رَّافِعَةٌ ﴿ "(kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)," maksudnya, meren-dahkan (sebagian) manusia di tempat paling rendah dan meninggi-kan sebagian manusia lain di tempat yang paling tinggi. Atau bisa pula bermakna, ia merendahkan suaranya sehingga memperdengar-kan yang dekat, dan meninggikan suaranya sehingga memperde-ngarkan yang jauh.
(4-6) ﴾ إِذَا رُجَّتِ ٱلۡأَرۡضُ رَجّٗا ﴿ "Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya," maksudnya, digerakkan dan diobrak-abrik, ﴾ وَبُسَّتِ ٱلۡجِبَالُ بَسّٗا ﴿ "dan gunung-gunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya" maksudnya diluluh-lantakkan, ﴾ فَكَانَتۡ هَبَآءٗ مُّنۢبَثّٗا ﴿ "maka jadilah ia debu yang beterbangan" sehingga di bumi tidak ada gunung atau tanda apa pun, datar sama sekali, kamu tidak melihat tempat yang rendah maupun yang tinggi sama sekali padanya.
(7-9) ﴾ وَكُنتُمۡ ﴿ "Dan kamu" wahai para hamba ﴾ أَزۡوَٰجٗا ثَلَٰثَةٗ ﴿ "men-jadi tiga golongan," maksudnya, kalian terbagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan amalan baik dan buruk kalian. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan secara terperinci tentang keadaan tiga golongan ter-sebut dengan berfirman, ﴾ فَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ ﴿ "Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu" sebagai bentuk peng-agungan bagi kedudukan dan keadaan mereka.﴾ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ ﴿ "Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu," dan ini menjelaskan betapa mengerikan keadaan mereka.
(10-14) ﴾ وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ 10 أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡمُقَرَّبُونَ 11 ﴿ "Dan orang-orang yang paling dahulu beriman. Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah)," maksudnya adalah bahwa orang-orang yang ketika di dunia paling dahulu kepada kebaikan (keimanan), mereka di akhirat ada-lah orang-orang yang paling dahulu masuk surga. Mereka itulah yang memiliki sifat didekatkan kepada Allah, ﴾ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "berada dalam surga-surga kenikmatan," di tempat yang paling tinggi, di tempat tertinggi yang tidak ada tempat lagi di atasnya. Dan mereka yang disebutkan adalah ﴾ ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu," maksudnya, jumlah golongan besar orang-orang terdahulu dari umat ini ataupun selain mereka. ﴾ وَقَلِيلٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ﴿ "Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian." Ini menun-jukkan keutamaan generasi awal umat ini secara umum daripada umat yang datang selanjutnya, karena orang-orang yang didekat-kan (kepada Allah) dari golongan pertama lebih banyak daripada golongan orang-orang yang kemudian. Dan orang-orang yang di-dekatkan kepada Allah adalah manusia-manusia istimewa.
(15-16) ﴾ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّوۡضُونَةٖ ﴿ "Mereka berada di atas dipan yang ber-tahtakan emas dan permata," maksudnya, bertahtakan emas, perak, mutiara, permata dan perhiasan lain yang tidak diketahui kecuali oleh Allah سبحانه وتعالى. ﴾ مُّتَّكِـِٔينَ عَلَيۡهَا ﴿ "Seraya bertelekan di atasnya," maksudnya, di atas dipan tersebut, duduk mapan nan penuh dengan ketenang-an, santai dan nyaman, ﴾ مُتَقَٰبِلِينَ ﴿ "berhadap-hadapan," wajah setiap dari mereka kepada wajah temannya, karena kejernihan hati me-reka dan saling menerima dengan penuh kecintaan dan kebaikan adab mereka.
(17-19) ﴾ يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda," maksudnya anak-anak yang masih kecil yang sangat tampan dan menawan mengelilingi para penghuni surga untuk melayani mereka dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, ﴾ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ 24 ﴿ "Seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan." (ath-Thur: 24), maksudnya tersimpan di mana tidak dijamah oleh sesuatu pun yang dapat merubahnya, mereka terciptakan untuk hidup abadi dan selamanya, dan mereka mengelilingi para penghuni surga dengan membawa bejana-bejana tempat minum mereka, ﴾ بِأَكۡوَابٖ ﴿ "dengan membawa gelas," yaitu tempat air minum yang tidak memi-liki pegangan, ﴾ وَأَبَارِيقَ ﴿ "dan cerek," yaitu tempat air yang memiliki pegangan, ﴾ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ﴿ "dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir," maksudnya dari khamar yang lezat diminum lagi tidak memabukkan, ﴾ لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا ﴿ "mereka tidak pening karenanya," maksudnya bahwa khamar tersebut tidak membuat mereka pusing sebagaimana khamar dunia membuat pusing kepala orang yang meminumnya, dan tidak juga mereka ﴾ يُنزِفُونَ ﴿ "mabuk," maksudnya akal mereka tidaklah pergi melayang-layang (karena meminumnya), sebagaimana yang ditimbulkan oleh khamar dunia. Intinya bahwa segala macam bentuk kenikmatan di surga yang menurut jenisnya ada di dunia, maka yang ada di akhirat tidaklah mengandung kerusakan dan tidak pula membinasakan, sebagai-mana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فِيهَآ أَنۡهَٰرٞ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٖ وَأَنۡهَٰرٞ مِّن لَّبَنٖ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ خَمۡرٖ لَّذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ عَسَلٖ مُّصَفّٗىۖ ﴿ "Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring." (Muhammad: 15). Di dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang khamar surga dan menafikan darinya segala macam kerusakan yang didapatkan pada khamar dunia.
(20) ﴾ وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ﴿ "Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih," maksudnya, apa pun juga yang mereka pilih, yang mata mereka suka memandangnya dan jiwa mereka menginginkannya, dari berbagai macam buah-buahan yang enak dan lezat, niscaya mereka akan mendapatkannya paling sempurna dan paling baik.
(21) ﴾ وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ ﴿ "Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan," maksudnya, dari berbagai macam jenis burung yang me-reka inginkan, dan dari jenis daging burung apa pun yang mereka kehendaki, terserah mana saja yang mereka mau, dalam keadaan dibakar (semacam disate), dimasak ataupun selain dari itu.
(22-23) ﴾ وَحُورٌ عِينٞ 22 كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ 23 ﴿ "Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang ter-simpan baik," maksudnya, para penghuni surga akan mendapatkan bidadari-bidadari yang bermata jeli. اَلْحَوْرَاءُ adalah wanita (bidadari) yang memiliki mata bercelak, manis, indah, dan mengagumkan, sedangkan اَلْعِيْنُ adalah wanita yang matanya besar lagi indah me-nawan. Dan keindahan mata seorang wanita adalah di antara tanda terbesar akan kecantikan dan keindahannya. ﴾ كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ ﴿ "Lak-sana mutiara yang tersimpan baik," maksudnya, bidadari-bidadari itu laksana mutiara putih jernih lagi indah yang terlindungi dari mata manusia, dari hembusan angin dan dari sinar matahari, di mana warnanya adalah warna yang paling baik dan tidak memiliki cacat sedikit pun. Demikian juga bidadari-bidadari yang bermata jeli tersebut yang tidak memiliki cacat sedikit pun, bahkan mereka adalah para bidadari yang memiliki sifat-sifat yang sempurna lagi indah dan menakjubkan. Apa pun yang engkau perhatikan pada-nya, maka engkau tidak akan mendapatkan melainkan semua yang membahagiakan hati dan menyenangkan pandangan.
(24) Kenikmatan tersebut yang telah dipersiapkan untuk mereka adalah ﴾ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan" yakni, sebagaimana mereka telah melakukan ber-bagai amal kebaikan, maka demikian juga Allah سبحانه وتعالى memberikan balasan dengan kebaikan dan menyempurnakan segala kemenangan dan kenikmatan untuk mereka.
(25-26) ﴾ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا ﴿ "Mereka tidak mendengar di da-lamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbul-kan dosa," maksudnya, bahwa di dalam surga yang penuh kenik-matan itu mereka tidak akan mendengar perkataan yang sia-sia, tidak mendengar ucapan yang tidak memiliki faidah dan tidak juga mendengar percakapan yang menimbulkan dosa, ﴾ إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا ﴿ "akan tetapi mereka hanya mendengar ucapan salam," maksudnya, mereka hanya akan mendengar perkataan baik. Yang demikian itu karena surga adalah tempat orang-orang baik, dan tidak ada pada-nya melainkan segala sesuatu yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa para penghuni surga memiliki adab yang baik dalam per-cakapan mereka, dan bahwa yang mereka ucapkan adalah perkata-an terbaik dan yang paling membahagiakan bagi hati serta paling selamat dari segala kesia-siaan dan dosa. Kita memohon kepada Allah akan karunia (surga)Nya.
56:27–40Page 535
وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ٢٧
The companions of the right - what are the companions of the right?
فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ٢٨
[They will be] among lote trees with thorns removed
وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ٢٩
And [banana] trees layered [with fruit]
وَظِلّٖ مَّمۡدُودٖ ٣٠
And shade extended
وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ ٣١
And water poured out
وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ ٣٢
And fruit, abundant [and varied],
لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ ٣٣
Neither limited [to season] nor forbidden,
وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ ٣٤
And [upon] beds raised high.
إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ ٣٥
Indeed, We have produced them [i.e., the women of Paradise] in a [new] creation
فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا ٣٦
And made them virgins,
عُرُبًا أَتۡرَابٗا ٣٧
Devoted [to their husbands] and of equal age,
لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ٣٨
For the companions of the right [who are]
ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ٣٩
A company of the former peoples
وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ٤٠
And a company of the later peoples.
"Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terben-tang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami men-ciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian." (Al-Waqi'ah: 27-40).
(27-34) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa yang telah Dia persiapkan bagi golongan kanan seraya berfirman, ﴾ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu," maksudnya kedudukan dan kondisi mereka amatlah agung, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ﴿ "berada di antara pohon bidara yang tidak berduri," mak-sudnya tidak memiliki duri dan ranting yang tidak enak dipandang lagi membahayakan, dan digantikan di tempat tersebut dengan buah yang baik (lezat dan bermanfaat). Dan pohon bidara itu me-miliki keistimewaan, yakni pohonnya yang sangat rindang nan teduh dan biasa digunakan sebagai tempat beristirahat. ﴾ وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ﴿ "Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)." اَلطَّلْحُ adalah se-buah pohon yang telah dikenal di kalangan masyarakat, yaitu po-hon besar yang biasanya didapati di daerah pedalaman yang pada pelepahnya tersusun buahnya yang enak dan lezat. ﴾ وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ ﴿ "Dan air yang tercurah," maksudnya di dalam surga banyak didapati mata air dan sungai-sungai yang mengalir terus menerus. ﴾ وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ 32 لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ 33 ﴿ "Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak ber-henti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya," maksudnya, buah-buahan tersebut tidaklah seperti yang ada di dunia, di mana dalam waktu tertentu akan berhenti berbuah dan tidak bisa dipetik, arti-nya tidak mudah bagi orang yang ingin menikmatinya (setiap kali mau). Akan tetapi buah-buahan di surga itu akan selalu ada dan dapat dipetik dari dekat, di mana seorang hamba penghuni surga akan dapat mengambilnya dalam keadaan apa pun. ﴾ وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ ﴿ "Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk" yakni memiliki ketebalan (ketinggian) yang melebihi semua kasur yanga ada (di dunia), dan kasur-kasur tersebut terbuat dari sutra, emas dan mutiara, serta dari sesuatu yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah سبحانه وتعالى.
(35-38) ﴾ إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan me-reka (bidadari-bidadari) dengan langsung," maksudnya bahwa Kami menciptakan wanita-wanita penghuni surga dengan penciptaan yang tidak seperti penciptaan di dunia, yakni penciptaan sempurna yang tidak akan mengalami kefanaan. ﴾ فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا ﴿ "Dan Kami jadi-kan mereka gadis-gadis perawan," baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa dari mereka, dan keumuman itu mencakup para bidadari dan para wanita penghuni surga, dan bahwasanya sifat tersebut –yakni perawan– selalu menyertai mereka dalam segala keadaan mereka, sebagaimana keberadaan mereka yang ﴾ عُرُبًا أَتۡرَابٗا ﴿ "penuh cinta lagi sebaya umurnya," dan (sifat itu) selalu menyertai mereka dalam segala keadaan. اَلْعُرُبُ adalah seorang wanita yang dicintai oleh suaminya karena keindahan perkataan dan bentuk tubuhnya serta riang, cantik dan penuh kasih, dia adalah wanita yang jika berbicara mempesona, sehingga orang yang mendengar-kan tidak ingin perkataannya berhenti, terlebih lagi ketika mereka mendendangkan nyanyian dengan suara mereka yang sangat merdu. Dan jika melihat kepada adab, kepribadian, dan keriangan, maka semua itu akan memenuhi hati suaminya dengan kegembira-an dan kebahagiaan. Jika ia berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maka tempat tersebut akan dipenuhi dengan aroma harum dan cahaya indah. Dan suasana riang itu juga termasuk ketika berhubungan badan. Sedangkan اَلْأَتْرَبُ adalah para wanita yang memiliki umur sebaya, yaitu umur tiga puluh tiga tahun, yang mana merupakan usia paling diharapkan dan batas maksimal masa muda. Jadi wanita-wanita para penghuni surga itu penuh cinta lagi sebaya umurnya, memiliki keserasian dan keharmonisan, serta tidak bersedih dan tidak membuat sedih, akan tetapi mereka adalah para wanita yang selalu bahagia dan membahagiakan, senang dan menyenangkan serta enak untuk selalu dipandang. ﴾ لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan," maksudnya bahwa para bidadari itu dipersiapkan dan disediakan untuk mereka, para penghuni surga.
(39-40) ﴾ ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ 39 وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ﴿ "(Yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian," maksudnya golongan kanan itu adalah sejumlah besar dari orang-orang terdahulu dan sejumlah besar dari orang-orang yang kemudian.
56:41–48Page 535
وَأَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ ٤١
And the companions of the left - what are the companions of the left?
فِي سَمُومٖ وَحَمِيمٖ ٤٢
[They will be] in scorching fire and scalding water
وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ ٤٣
And a shade of black smoke,
لَّا بَارِدٖ وَلَا كَرِيمٍ ٤٤
Neither cool nor beneficial.
إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُتۡرَفِينَ ٤٥
Indeed they were, before that, indulging in affluence,
وَكَانُواْ يُصِرُّونَ عَلَى ٱلۡحِنثِ ٱلۡعَظِيمِ ٤٦
And they used to persist in the great violation,1
وَكَانُواْ يَقُولُونَ أَئِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ ٤٧
And they used to say, "When we die and become dust and bones, are we indeed to be resurrected?
أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ ٤٨
And our forefathers [as well]?"
"Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu. Dalam (sik-saan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak me-nyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar. Dan mereka selalu mengatakan, 'Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?'" (Al-Waqi'ah: 41-48).
(41-44) Yang dimaksud dengan golongan kiri ialah para penghuni neraka dan orang-orang yang beramal buruk. Dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bagi mereka siksaan yang berhak mereka dapatkan, di mana Allah mengabarkan bahwasanya me-reka, ﴾ فِي سَمُومٖ ﴿ "dalam (siksaan) angin yang amat panas," yakni, angin panas yang (terhembus) dari panasnya api Neraka Jahanam, yang membuat mereka sesak nafas dan gundah yang teramat sangat, ﴾ وَحَمِيمٖ ﴿ "dan air yang panas yang mendidih," yaitu air mendidih yang dapat melelehkan usus-usus mereka, ﴾ وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ ﴿ "dan dalam naung-an asap yang hitam" yakni jilatan api yang bercampur dengan asap panas, ﴾ لَّا بَارِدٖ وَلَا كَرِيمٍ ﴿ "tidak sejuk dan tidak menyenangkan." Maksudnya bahwa asap yang hitam tersebut tidak mengandung kesejukan sama sekali dan tidak pula menyenangkan. Maksud ayat ini adalah bahwa dalam kondisi tersebut (me-reka ditimpa) kegundahan, kegalauan, dan kesengsaraan yang tidak mengandung kebaikan sama sekali. Karena penafian sesuatu berarti penetapan sesuatu yang berlawanan dengannya.
(45-48) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan para penghuni neraka yang telah menghantarkan mereka kepada balasan tersebut dengan berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُتۡرَفِينَ ﴿ "Sesung-guhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah." Maksudnya bahwa dunia telah membuat mereka lalai, mereka beramal (hanya untuk mendapatkan kesenangannya) dan mereka telah bersuka ria serta berhura-hura dengannya, sehingga angan-angan (terhadap kesenangan dunia) telah melalaikan mereka dari amal shalih. Inilah kemewahan hidup yang telah dicela oleh Allah سبحانه وتعالى,﴾ وَكَانُواْ يُصِرُّونَ عَلَى ٱلۡحِنثِ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar," mak-sudnya bahwa mereka melakukan dosa-dosa besar dan tidak ber-taubat darinya serta tidak menyesalinya, bahkan mereka terus menerus melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat Rabb mereka murka, mereka telah mempersembahkan kepadaNya dosa yang begitu banyak yang tidak mungkin untuk diampuni. Dan (di samping itu) mereka juga mengingkari Hari Pembalasan, di mana mereka mengatakan (sebagai bentuk ketidakpercayaan mereka kepadanya), ﴾ أَئِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ 47 أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ 48 ﴿ "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesung-guhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?" Maksudnya, bagai-mana mungkin kami akan dibangkitkan kembali setelah kematian kami, sedangkan kami telah hancur lebur menjadi tanah dan tulang belulang?! Ini adalah suatu yang mustahil.
Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman menjawab perkataan mereka,
56:49–57Page 535
قُلۡ إِنَّ ٱلۡأَوَّلِينَ وَٱلۡأٓخِرِينَ ٤٩
Say, [O Muḥammad], "Indeed, the former and later peoples
لَمَجۡمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ٥٠
Are to be gathered together for the appointment of a known Day."
ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلۡمُكَذِّبُونَ ٥١
Then indeed you, O those astray [who are] deniers,
لَأٓكِلُونَ مِن شَجَرٖ مِّن زَقُّومٖ ٥٢
Will be eating from trees of zaqqūm
فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ٥٣
And filling with it your bellies
فَشَٰرِبُونَ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡحَمِيمِ ٥٤
And drinking on top of it from scalding water
فَشَٰرِبُونَ شُرۡبَ ٱلۡهِيمِ ٥٥
And will drink as the drinking of thirsty camels.
هَٰذَا نُزُلُهُمۡ يَوۡمَ ٱلدِّينِ ٥٦
That is their accommodation on the Day of Recompense.
نَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ فَلَوۡلَا تُصَدِّقُونَ ٥٧
We have created you, so why do you not believe?
"Katakanlah, 'Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada Hari Pembalasan.' Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbang-kit)?" (Al-Waqi'ah: 49-57).
(49-50) Maksudnya, katakanlah (wahai Muhammad) bahwa orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, me-reka semua akan dibangkitkan kembali oleh Allah سبحانه وتعالى dan mereka akan dikumpulkan pada waktu yang ditentukan di hari yang telah diketahui yang telah Allah takdirkan bagi para hambaNya ketika masa penciptaan telah berakhir, dan Allah سبحانه وتعالى akan membalas me-reka atas amal-amal yang telah mereka perbuat di dunia.
(51-53) ﴾ ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ﴿ "Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat," dari jalan hidayah dan mengikuti jalan ke-binasaan, ﴾ ٱلۡمُكَذِّبُونَ ﴿ "lagi mendustakan" Rasulullah a dan apa yang beliau bawa berupa kebenaran, janji dan ancaman, ﴾ لَأٓكِلُونَ مِن شَجَرٖ مِّن زَقُّومٖ ﴿ "benar-benar akan memakan pohon zaqqum," yaitu pohon yang paling jelek, paling busuk baunya, dan buruk kelihatannya, ﴾ فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ﴿ "dan akan memenuhi perutmu dengannya." Yang mengharuskan me-reka memakannya meskipun begitu busuknya, adalah karena rasa lapar yang sangat yang membuat hati mereka bergejolak dan ham-pir-hampir membuat jantung mereka terpotong-potong. Makanan yang mereka konsumsi untuk menahan rasa lapar adalah makanan yang sama sekali tidak menggemukkan dan tidak pula menghilang-kan lapar.
(54-56) Dan minuman mereka juga adalah seburuk-buruk minuman, yaitu bahwa mereka minum (untuk mendorong) ma-kanan tersebut dengan air yang sangat panas yang mendidih di dalam perut, ﴾ شُرۡبَ ٱلۡهِيمِ ﴿ "seperti unta yang sangat haus minum," yakni, unta kehausan yang rasa hausnya telah memuncak, atau (bisa juga bermakna) bahwa ﴾ ٱلۡهِيمِ ﴿ adalah penyakit yang menyerang unta sehingga ia akan selalu kehausan meskipun telah minum air. ﴾ هَٰذَا ﴿ "Itulah" yakni makanan dan minuman tersebut merupa-kan ﴾ نُزُلُهُمۡ ﴿ "hidangan untuk mereka" maksudnya jamuan bagi mereka ﴾ يَوۡمَ ٱلدِّينِ ﴿ "pada Hari Pembalasan," yaitu jamuan yang telah mereka persembahkan untuk diri mereka sendiri dan mengutamakannya daripada jamuan Allah dan para waliNya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتۡ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡفِرۡدَوۡسِ نُزُلًا 107 خَٰلِدِينَ فِيهَا لَا يَبۡغُونَ عَنۡهَا حِوَلٗا 108 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya." (Al-Kahfi: 107-108).
(57) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan dalil secara akal yang menunjukkan (kebenaran) Hari Kebangkitan seraya berfirman, ﴾ نَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ فَلَوۡلَا تُصَدِّقُونَ ﴿ "Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?" Maksudnya, Kami-lah yang telah menciptakan kalian setelah sebelumnya kalian bukan-lah sesuatu yang dapat disebut, (Kami telah menciptakan kalian) tanpa kelelahan maupun kecapaian, bukankah Allah Yang Maha-mampu melakukan itu semua juga mampu untuk menghidupkan kembali orang yang telah mati? Tentu, sesungguhnya Dia Maha-kuasa atas segala sesuatu. Oleh sebab itulah Allah سبحانه وتعالى mencela me-reka karena tidak mempercayai adanya Hari Kebangkitan sedang-kan mereka menyaksikan (tanda-tanda) yang lebih besar dan lebih kuat.
56:58–62Page 536
أَفَرَءَيۡتُم مَّا تُمۡنُونَ ٥٨
Have you seen that which you emit?1
ءَأَنتُمۡ تَخۡلُقُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ٥٩
Is it you who creates it, or are We the Creator?
نَحۡنُ قَدَّرۡنَا بَيۡنَكُمُ ٱلۡمَوۡتَ وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ ٦٠
We have decreed death among you, and We are not to be outdone
عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمۡثَٰلَكُمۡ وَنُنشِئَكُمۡ فِي مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٦١
In that We will change your likenesses and produce you in that [form] which you do not know.1
وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُولَىٰ فَلَوۡلَا تَذَكَّرُونَ ٦٢
And you have already known the first creation, so will you not remember?
"Apakah kamu memperhatikan tentang nutfah yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya, atau Kami-kah yang menciptakannya? Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan, untuk meng-gantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui. Dan sesungguhnya kamu telah menge-tahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?" (Al-Waqi'ah: 58-62).
(58-62) Maksudnya, ﴾ أَفَرَءَيۡتُم ﴿ "Apakah kamu memperhatikan" awal penciptaan kalian berupa air mani ﴾ مَّا تُمۡنُونَ ﴿ "yang kamu pan-carkan." Apakah kalian yang menciptakan mani itu dan apa yang tumbuh darinya, ataukah Allah سبحانه وتعالى Yang menciptakannya? Allah Yang telah menciptakan pada diri kalian nafsu syahwat dan alatnya bagi laki-laki dan perempuan, dan menunjuki setiap dari keduanya kepada hal tersebut, Yang telah menumbuhkan kecintaan di antara suami istri, dan Yang telah menjadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang sebagai sebab adanya reproduksi. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kepada mereka dengan berdalil dengan penciptaan yang pertama atas penciptaan yang kedua, dengan berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُولَىٰ فَلَوۡلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pela-jaran (untuk penciptaan yang kedua)?" Bahwa Allah Yang Mahakuasa atas penciptaan kalian yang pertama adalah kuasa (juga) untuk membangkitkan kalian kembali.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences