As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-Waqi'ah 56:63–96
56:63–67Page 536
أَفَرَءَيۡتُم مَّا تَحۡرُثُونَ ٦٣
And have you seen that [seed] which you sow?
ءَأَنتُمۡ تَزۡرَعُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلزَّٰرِعُونَ ٦٤
Is it you who makes it grow, or are We the grower?
لَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَٰهُ حُطَٰمٗا فَظَلۡتُمۡ تَفَكَّهُونَ ٦٥
If We willed, We could make it [dry] debris, and you would remain in wonder,1
إِنَّا لَمُغۡرَمُونَ ٦٦
[Saying], "Indeed, we are [now] in debt;
بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ ٦٧
Rather, we have been deprived."
"Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam! Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuh-kannya? Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang. (Sambil berkata), 'Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian, bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa'." (Al-Waqi'ah: 63-67).
(63-67) Ini adalah karunia Allah bagi hamba-hambaNya, dengannya Dia menyeru para hamba agar mengesakanNya, ber-ibadah kepadaNya, dan kembali kepadaNya, di mana Dia تعالى telah menganugerahkan nikmat kepada mereka dengan apa-apa yang memudahkan mereka berupa sawah, ladang, pohon, buah, kemu-dian keluar darinya berbagai macam jenis makanan, rizki, dan buah-buahan yang merupakan kebutuhan pokok dan kemaslahatan mereka yang tidak mungkin bagi mereka untuk dapat menghitung-nya, apalagi mensyukuri dan menunaikan haknya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى menetapkan karuniaNya dengan berfirman, ﴾ ءَأَنتُمۡ تَزۡرَعُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلزَّٰرِعُونَ ﴿ "Kamukah yang menumbuhkannya atau Kami-kah yang menum-buhkannya?" Maksudnya, apakah kalian yang mengeluarkannya dari bumi dalam bentuk tanaman, atau apakah kalian yang me-numbuhkannya? Atau apakah kalian yang mengeluarkan bulir dan buahnya sehingga menjadi tanaman yang siap dipanen dan buah yang sudah matang? Atau hanya Allah-lah semata yang melakukan itu semua dan menganugerahkannya kepada kalian? Usaha mak-simal yang bisa kalian lakukan hanyalah mengolah dan membajak tanah kemudian menabur benih padanya, setelah itu kalian sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi setelah itu dan tidak ada kekuasaan bagi kalian yang lebih dari hal tersebut. Namun meski demikian, Allah memperingatkan kalian bahwa tanaman itu berpotensi rusak jika bukan karena penjagaan Allah dan perlindunganNya, sebagai nafkah dan kesenangan sampai waktu tertentu. Dia berfirman, ﴾ لَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَٰهُ ﴿ "Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia" maksudnya tanaman tersebut beserta apa yang ada padanya berupa buah-buahan, menjadi ﴾ حُطَٰمٗا ﴿ "kering dan hancur" maksudnya hancur berantakan, tidak ada manfaat dan rizki padanya sama sekali, ﴾ فَظَلۡتُمۡ ﴿ "maka jadilah kamu" maksudnya disebabkan tanaman itu menjadi hancur setelah kalian lelah mena-namnya dan telah mengeluarkan banyak harta untuknya ﴾ تَفَكَّهُونَ ﴿ "heran tercengang," maksudnya, kalian akan menyesali apa yang menimpa kalian, sehingga dengan demikian akan sirna kebahagia-an, kesenangan, dan kegembiraan kalian, kemudian kalian akan mengatakan, ﴾ إِنَّا لَمُغۡرَمُونَ ﴿ "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian," yakni bahwa sesungguhnya kami telah ditimpa musibah yang membinasakan kami. Kemudian setelah itu kalian akan tahu dari mana sebenarnya kalian datang, dan karena sebab apakah ka-lian tertimpa musibah. Lalu kalian mengatakan, ﴾ بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ ﴿ "Bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa"! Oleh karena itu, panjatkanlah pujian ke hadirat Allah سبحانه وتعالى yang telah menanamnya untuk kalian, kemudian memelihara dan menyempurnakannya (hingga waktu panen), dan tidak mengirim perusak-perusak yang membuat kalian tidak dapat mendapatkan manfaat dan kebaikannya.
56:68–70Page 536
أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ ٦٨
And have you seen the water that you drink?
ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ ٦٩
Is it you who brought it down from the clouds, or is it We who bring it down?
لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ ٧٠
If We willed, We could make it bitter, so why are you not grateful?
"Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang me-nurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?" (Al-Waqi'ah: 68-70).
(68-70) Tatkala Allah سبحانه وتعالى menyebutkan nikmat yang Dia anugerahkan kepada hamba-hambaNya berupa makanan, Dia (juga) menyebutkan nikmatNya kepada mereka berupa air minum segar yang mereka minum, dan bahwa sekiranya Allah tidak me-mudahkannya, niscaya tidak ada jalan bagi kalian untuk menda-patkannya, dan bahwa Dia-lah Yang telah menurunkannya ﴾ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ ﴿ "dari awan" yakni awan dan hujan yang telah diturunkan oleh Allah سبحانه وتعالى, sehingga dengannya terciptalah sungai-sungai yang mengalir di atas bumi dan di dalamnya, dan terciptalah mata air-mata air yang memancar deras. Dan di antara nikmatNya adalah bahwa Dia menjadikan air itu tawar lagi segar yang disukai oleh jiwa, dan jika Dia menghendaki, Dia dapat menjadikannya ﴾ أُجَاجٗا ﴿ "asin" lagi pahit sehingga tidak dapat dimanfaatkan. ﴾ فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ ﴿ "Maka me-ngapakah kamu tidak bersyukur" kepada Allah سبحانه وتعالى Yang telah meng-anugerahkan nikmat-nikmatNya itu kepada kalian?
56:71–74Page 536
أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي تُورُونَ ٧١
And have you seen the fire that you ignite?
ءَأَنتُمۡ أَنشَأۡتُمۡ شَجَرَتَهَآ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنشِـُٔونَ ٧٢
Is it you who produced its tree, or are We the producer?
نَحۡنُ جَعَلۡنَٰهَا تَذۡكِرَةٗ وَمَتَٰعٗا لِّلۡمُقۡوِينَ ٧٣
We have made it a reminder1 and provision for the travelers,2
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ٧٤
So exalt the name of your Lord, the Most Great.
"Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nya-lakan (dari gosokan-gosokan kayu). Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabb-mu Yang Mahaagung." (Al-Waqi'ah: 71-74).
(71-73) Ini adalah nikmat yang masuk kepada kategori kebutuhan pokok yang pasti dibutuhkan oleh makhluk, karena sesungguhnya manusia membutuhkan kenikmatan tersebut dalam banyak perkara dan kebutuhan mereka. Allah سبحانه وتعالى menyatakan ke-pada mereka (agar mereka mengakui), akan api yang Dia ciptakan pada pepohonan, dan bahwa makhluk tidaklah dapat menciptakan-nya, akan tetapi hanya Allah-lah Yang menciptakan (api itu) dari pepohonan yang hijau, kemudian ia menjadi api yang dinyalakan sesuai dengan kebutuhan para hamba, lalu apabila mereka telah selesai dari kebutuhan mereka, maka mereka memadamkan dan mematikannya. ﴾ نَحۡنُ جَعَلۡنَٰهَا تَذۡكِرَةٗ ﴿ "Kami menjadikan api itu untuk peri-ngatan" bagi para hamba terhadap nikmat Rabb mereka, dan seba-gai peringatan (bagi mereka) akan Neraka Jahanam yang telah Allah persiapkan untuk orang-orang yang bermaksiat kepadaNya, serta menjadikannya sebagai cemeti untuk menuntun hamba-ham-baNya kepada surga yang penuh dengan kenikmatan, ﴾ وَمَتَٰعٗا لِّلۡمُقۡوِينَ ﴿ "dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir." Maksud dari kata al-Muqwin adalah orang-orang yang mengambil manfaat atau para musafir. Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan para musafir adalah karena manfaat api itu bagi musafir lebih besar daripada bagi selainnya, atau bisa jadi sebabnya adalah karena dunia ini, semuanya adalah tempat melakukan safar, dan seorang hamba dari sejak dilahirkan adalah seorang musafir (orang yang melakukan perjalanan) menuju Rabbnya. Api ini telah dijadikan oleh Allah I sebagai bahan yang berguna bagi musafir di dunia ini, dan sebagai peringatan bagi mereka akan negeri yang kekal (akhirat).
(74) Ketika Allah menjelaskan sebagian dari nikmat-nikmat-Nya yang mengharuskan timbulnya pujian kepadaNya dari hamba-hambaNya, berikut syukur kepadaNya dan beribadah kepadaNya, Allah memerintahkan untuk mentasbihkan dan mengagungkan-Nya, di mana Dia berfirman, ﴾ فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Mahaagung." Maksudnya, sucikanlah Rabbmu Yang Agung Yang sempurna nama-nama dan sifat-sifatNya, banyak memberikan kebaikan dan balasan kebaikan, dan pujilah Dia dengan hati, lisan, dan anggota tubuhmu; karena Dia memang layak untuk itu semua, Dia-lah yang berhak disyu-kuri, maka jangan sampai Dia diingkari, (hendaknya) diingat dan disebut dalam dzikir dan tidak dilupakan, serta ditaati dan tidak dimaksiati.
56:75–87Page 536
۞ فَلَآ أُقۡسِمُ بِمَوَٰقِعِ ٱلنُّجُومِ ٧٥
Then I swear by the setting of the stars,1
وَإِنَّهُۥ لَقَسَمٞ لَّوۡ تَعۡلَمُونَ عَظِيمٌ ٧٦
And indeed, it is an oath - if you could know - [most] great.
إِنَّهُۥ لَقُرۡءَانٞ كَرِيمٞ ٧٧
Indeed, it is a noble Qur’ān.
فِي كِتَٰبٖ مَّكۡنُونٖ ٧٨
In a Register well-protected;1.
لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُطَهَّرُونَ ٧٩
None touch it except the purified [i.e., the angels].
تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٠
[It is] a revelation from the Lord of the worlds.
أَفَبِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَنتُم مُّدۡهِنُونَ ٨١
Then is it to this statement that you are indifferent
وَتَجۡعَلُونَ رِزۡقَكُمۡ أَنَّكُمۡ تُكَذِّبُونَ ٨٢
And make [the thanks for] your provision that you deny [the Provider]?
فَلَوۡلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلۡحُلۡقُومَ ٨٣
Then why, when it [i.e., the soul at death] reaches the throat
وَأَنتُمۡ حِينَئِذٖ تَنظُرُونَ ٨٤
And you are at that time looking on -
وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنكُمۡ وَلَٰكِن لَّا تُبۡصِرُونَ ٨٥
And We [i.e., Our angels] are nearer to him than you, but you do not see -
فَلَوۡلَآ إِن كُنتُمۡ غَيۡرَ مَدِينِينَ ٨٦
Then why do you not, if you are not to be recompensed,
تَرۡجِعُونَهَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٨٧
Bring it back,1 if you should be truthful?
"Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. Sesungguhnya al-Qur`an ini adalah bacaan yang sangat mulia. Pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disuci-kan. Diturunkan dari Rabb semesta alam. Maka apakah kamu menganggap remeh saja al-Qur`an ini. Kamu (mengganti) rizki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah). Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah), kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?" (Al-Waqi'ah: 75-87).
(75-76) Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan bintang-bintang dan tempat beredarnya, yakni tempat jatuhnya di tempat-tempat ter-benamnya dan apa yang Allah adakan di waktu-waktu tersebut berupa kejadian-kejadian yang menunjukkan keagungan, kebesaran, dan keesaanNya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengagungkan apa yang Dia bersumpah dengannya seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَقَسَمٞ لَّوۡ تَعۡلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿ "Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu me-ngetahui," sumpah ini adalah sumpah yang agung, karena pada bintang-bintang, peredarannya, jatuhnya di tempat-tempat terbe-namnya adalah merupakan tanda-tanda dan peringatan yang tidak mungkin dapat dihitung.
(77) Adapun yang disumpahkan atasnya adalah penetapan al-Qur`an, dan bahwa al-Qur`an itu adalah benar adanya yang tidak ada keraguan padanya dan tidak ada kebimbangan mengenainya. Dan bahwasanya al-Qur`an itu ﴾ كَرِيمٞ ﴿ "sangat mulia," maksudnya, (mengandung) kebaikan yang sangat banyak dan ilmu yang sangat melimpah. Semua kebaikan dan ilmu hanya diambil dan diintisari-kan dari Kitabullah itu.
(78) ﴾ فِي كِتَٰبٖ مَّكۡنُونٖ ﴿ "Pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mah-fuzh)" yaitu terpelihara dari mata para makhluk. Kitab yang terpeli-hara ini adalah Lauhul Mahfuzh, maksudnya bahwa al-Qur`an ini termaktub di Lauhul Mahfuzh, teragungkan di sisi Allah dan di sisi para malaikat di al-Malaul a'la. Ada (juga) kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan kitab yang terpelihara adalah kitab yang berada di tangan para malaikat yang Allah turunkan untuk menyampaikan wahyu dan risalahNya. Dan yang dimaksud dengan hal itu adalah bahwasanya kitab ter-sebut terpelihara dari para setan, yang mana mereka tidak mampu untuk merubahnya, tidak mampu menambah dan tidak mampu mengurangi maupun mencurinya.
(78) ﴾ لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُطَهَّرُونَ ﴿ "Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan." Maksudnya bahwa al-Qur`an itu tidak di-sentuh kecuali oleh para malaikat yang mulia, yang mana Allah سبحانه وتعالى telah menyucikan mereka dari segala kesalahan, dosa, dan cela. Apabila al-Qur`an itu tidak disentuh kecuali oleh para malaikat yang disucikan, dan bahwasanya makhluk-makhluk yang keji dan setan-setan tidak memiliki kemampuan maupun kekuatan untuk menyentuhnya, maka ayat ini menunjukkan adanya peringatan bahwasanya tidaklah boleh menyentuh al-Qur`an kecuali orang yang suci, sebagaimana disebutkan di dalam hadits Rasulullah a. Karena itulah ada yang berpendapat bahwa ayat ini merupakan khabar yang bermakna larangan, maksudnya, tidak boleh menyen-tuh al-Qur`an kecuali orang yang suci.
(8 0 0 0 ) ﴾ تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Diturunkan dari Rabb semesta alam," maksudnya bahwa al-Qur`an ini menyandang predikat yang mulia tersebut yaitu bahwa ia diturunkan dari Rabb semesta alam, Yang mengatur para hambaNya dengan berbagai macam nikmatNya, baik kenikmatan agama maupun kenikmatan dunia. Dan pengaturan Allah yang paling agung bagi hamba-hambaNya adalah dengan menurunkan al-Qur`an yang mencakup kemaslahatan dunia dan akhirat. Dan dengannya Allah telah merahmati para hamba dengan rahmat yang tidak mampu mereka syukuri, dan dari apa yang wajib bagi mereka untuk menegakkannya, mengumumkannya, berdakwah kepadanya, dan menjelaskannya.
(81) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَبِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَنتُم مُّدۡهِنُونَ ﴿ "Maka apakah kamu menganggap remeh saja al-Qur`an ini?" Maksud-nya, apakah kitab yang agung dan penuh dengan hikmah ini ﴾ أَنتُم مُّدۡهِنُونَ ﴿ "kamu anggap remeh?" yakni kalian menyembunyikannya dan mengenyampingkannya karena takut kepada makhluk, takut kepada celaan mereka dan dari omongan-omongan mereka! Hal ini tidak boleh dan tidak pantas (kalian lakukan)! Akan tetapi yang pantas untuk diremehkan hanyalah perkataan yang pengucapnya tidaklah dapat dipercaya. Adapun al-Qur`an yang mulia ini adalah suatu kebenaran di mana tidak ada sesuatu pun yang mencoba mengunggulinya melainkan al-Qur`an itu pasti mengalahkannya, dan tidak ada sesuatu pun yang menandinginya, melainkan al-Qur`an itu pasti lebih tinggi darinya. Ialah al-Qur`an yang tidak boleh diremehkan dan tidak boleh disembunyikan, bahkan ia harus diumumkan dan disampaikan dengan terang-terangan.
(82) FirmanNya, ﴾ وَتَجۡعَلُونَ رِزۡقَكُمۡ أَنَّكُمۡ تُكَذِّبُونَ ﴿ "Kamu (mengganti) rizki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah)," maksudnya kalian membalas karunia rizki yang telah Allah berikan kepada kalian dengan mendustakan dan mengingkari nikmat Allah, kemu-dian kalian mengatakan, "Telah turun hujan kepada kami karena bintang ini dan ini!"[111] Kalian menisbatkan kenikmatan kepada selain Dzat yang mengadakannya. Mengapa kalian tidak bersyukur kepada Allah atas karunia yang telah Dia turunkan kepada kalian agar Dia menambahkan karuniaNya kepada kalian (dengan syukur tersebut), karena sesungguhnya pendustaan dan pengingkaran (terhadap nikmat Allah) adalah faktor diangkatnya kenikmatan dan datangnya bencana.
(83-85) ﴾ فَلَوۡلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلۡحُلۡقُومَ 83 وَأَنتُمۡ حِينَئِذٖ تَنظُرُونَ 84 وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنكُمۡ وَلَٰكِن لَّا تُبۡصِرُونَ 85 ﴿ "Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, pada-hal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tapi kamu tidak melihat." Maksudnya, maka mengapa tatkala ruh telah sampai di kerongkongan, padahal kalian melihat orang yang sedang sekarat dalam keadaan seperti itu, sedangkan sebe-narnya Kami lebih dekat kepadanya daripada kalian dengan ilmu Kami dan para malaikat Kami, akan tetapi kalian tidak melihat?
(86-87) ﴾ فَلَوۡلَآ إِن كُنتُمۡ غَيۡرَ مَدِينِينَ ﴿ "Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)," maksudnya, apabila kalian beranggapan bahwa kalian tidak akan dibangkitkan, tidak akan dihisab dan tidak akan diberi balasan (atas semua perbuatan kalian), mengapa kalian tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya), ﴾ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Jika kamu adalah orang-orang yang benar" dan kalian mengakui bahwa kalian tidak mampu mengembalikan nyawa itu ke tempat-nya. Tatkala demikian, maka (hanya ada dua kemungkinan): Kalian mengakui kebenaran yang dibawa oleh Muhammad a, atau meng-ingkarinya, dan kalian tahu keadaan dan tempat kembali yang buruk. 9
56:88–96Page 537
فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ ٨٨
And if he [i.e., the deceased] was of those brought near [to Allāh],
فَرَوۡحٞ وَرَيۡحَانٞ وَجَنَّتُ نَعِيمٖ ٨٩
Then [for him is] rest and bounty and a garden of pleasure.
وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ٩٠
And if he was of the companions of the right,
فَسَلَٰمٞ لَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ٩١
Then [the angels will say], "Peace for you; [you are] from the companions of the right."
وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ ٩٢
But if he was of the deniers [who were] astray,
فَنُزُلٞ مِّنۡ حَمِيمٖ ٩٣
Then [for him is] accommodation of scalding water
وَتَصۡلِيَةُ جَحِيمٍ ٩٤
And burning in Hellfire.
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلۡيَقِينِ ٩٥
Indeed, this is the true certainty,
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ٩٦
So exalt the name of your Lord, the Most Great.
"Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketentraman dan rizki serta surga kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertas-bihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Mahabesar." (Al-Waqi'ah: 88-96).
(88-89) Di awal surat Allah سبحانه وتعالى telah menyebutkan keadaan tiga golongan, yakni: al-Muqarrabin (orang-orang yang didekatkan kepada Allah), golongan kanan dan golongan pendusta yang sesat di negeri akhirat yang kekal, kemudian di akhir surat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keadaan mereka ketika sakaratul maut dan ketika meninggal dunia. Allah berfirman, ﴾ فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ ﴿ "Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah)" maksudnya, apabila orang yang meninggal itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah, yang mana mereka adalah orang-orang yang mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksa-nakan hal-hal yang diwajibkan dan dianjurkan, serta meninggalkan hal-hal yang diharamkan, yang dimakruhkan dan hal-hal mubah yang tidak bermanfaat, ﴾ فَـ ﴿ "maka" bagi mereka ﴾ رَوْحٌ﴿ "ketentram-an" yakni kenyamanan, ketenangan, kebahagiaan, kesenangan, serta kenikmatan jiwa dan raga, ﴾ وَرَيۡحَانٞ ﴿ "dan rizki" yaitu sebuah nama yang mencakup segala kenikmatan jasmani berupa berbagai macam jenis makanan, minuman dan selainnya. Ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-Raihan (rizki) yaitu apa-apa yang baik yang telah dikenal di kalangan masyarakat, sehingga ia merupakan pengungkapan (ta'bir) dengan jenis sesuatu dari jenisnya yang umum. ﴾ وَجَنَّتُ نَعِيمٖ ﴿ "Serta surga kenikmatan" ka-limat yang ketiga ini merupakan penghimpun dua hal yang telah disebutkan di atas, di mana di dalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbesit dalam benak se-orang pun. Di dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى memberi kabar gembira kepada orang-orang yang didekatkan kepadaNya ketika sedang sakaratul maut dengan kabar gembira ini, yaitu sebuah kabar gembira yang hampir-hampir membuat ruh itu terbang karena begitu gembira dan bahagianya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ 30 نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ 31 نُزُلٗا مِّنۡ غَفُورٖ رَّحِيمٖ 32 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kami-lah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalam-nya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fushshilat: 30-32). Dan Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi juga berfirman, ﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (da-lam kehidupan) di akhirat." (Yunus: 64). Dan telah ditafsirkan bahwa kabar gembira yang disebutkan di atas di dalam ayat itu adalah kabar gembira di dalam kehidupan dunia.
(90-91) Dan FirmanNya, ﴾ وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan," yakni, mereka yang telah menu-naikan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diha-ramkan, meski terjadi pada diri mereka sebagian kelalaian dalam sebagian hak-hak yang tidak merusak keimanan dan ketauhidan mereka, maka dikatakan kepada salah seorang dari mereka,﴾ فَسَلَٰمٞ لَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "Maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan," maksudnya engkau mendapatkan salam keselamatan dari saudara-saudaramu yang termasuk golongan kanan, yakni bahwa mereka memberikan salam kepadanya, mengucapkan salam hormat ketika ia sampai di tempat mereka dan bertemu dengan mereka. Atau dikatakan kepadanya, "Keselamatan bagimu dari segala pe-nyakit, bencana, dan siksaan, karena engkau termasuk golongan kanan, yang selamat dari dosa-dosa yang membinasakan.
(92-94) ﴾ وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ ﴿ "Dan adapun jika termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat" yaitu mereka yang men-dustakan kebenaran dan telah sesat dari (jalan) hidayah, ﴾ فَنُزُلٞ مِّنۡ حَمِيمٖ ﴿ "maka dia mendapat hidangan air yang mendidih dan dibakar di dalam neraka," maksudnya, jamuan bagi mereka pada hari ketika mereka menghadap Rabb mereka adalah air yang dibakar di dalam neraka yang meliputi mereka dan sampai ke dalam hati mereka. Dan apa-bila mereka meminta minum karena rasa haus yang sangat, ﴾ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ بِئۡسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتۡ مُرۡتَفَقًا 29 ﴿ "Niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (Al-Kahfi: 29).
(95) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya (yang disebutkan ini)," yakni, yang telah disebutkan oleh Allah سبحانه وتعالى berupa pembalasan bagi amalan-amalan para hamba, yakni yang baik maupun yang buruk, serta perincian dari itu semua, ﴾ لَهُوَ حَقُّ ٱلۡيَقِينِ ﴿ "adalah suatu keyakinan yang benar," yang tidak ada keraguan maupun kebimbangan padanya. Bahkan ia adalah kebenaran yang pasti terjadi. Dan Allah سبحانه وتعالى telah mempersaksikan kepada hamba-hambaNya dengan dalil-dalil tak terbantahkan yang menunjukkan itu semua, hingga bagi orang-orang yang berakal cemerlang, seakan-akan mereka merasakan dan menyaksikannya secara langsung, sehingga mereka memuji Allah سبحانه وتعالى atas apa yang telah Allah khususkan bagi mereka berupa nikmat agung dan karunia yang sangat besar ini.
(96) Oleh karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Mahabesar." Mahasuci Allah, Rabb kita Yang Mahaagung, Mahatinggi dan Mahasuci dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang zhalim dan orang-orang yang ingkar dengan ketinggian yang setinggi-tingginya, dan segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, pujian yang melimpah lagi baik dan penuh dengan keberkahan.
Tafsir Surat al-Waqi'ah selesai.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences