As-Sa'diAl‑Hashr · 59:1–24

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Hashr 59:1–24, continued

(17) ﴾ فَكَانَ عَٰقِبَتَهُمَآ ﴿ "Maka kesudahan keduanya," yaitu si penyeru (setan) dan yang diseru (manusia) yang menaatinya, ﴾ أَنَّهُمَا فِي ٱلنَّارِ خَٰلِدَيۡنِ فِيهَاۚ ﴿ "bahwa keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalam-nya." Semakna dengan yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ 6 ﴿ "Sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya su-paya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Fathir: 6). ﴾ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُاْ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Demikianlah balasan orang-orang yang zhalim," yaitu orang-orang yang bersekutu dalam kezhaliman dan keku-furan, meski keras dan kuatnya azab bagi mereka tidak sama. Inilah kebiasaan setan bersama dengan para penolongnya. Setan mengajak dan menunjukkan mereka dengan cara tipuan menuju segala hal yang membahayakan. Ketika mereka melakukan kesyirikan dan sebab-sebab kebinasaan, setan pun berlepas diri dari mereka. Se-mua cercaan adalah bagi orang yang menuruti setan. Karena Allah سبحانه وتعالى telah mengingatkan mereka dari setan serta memberitahukan niat dan tujuan setan. Sehingga orang yang menuruti setan padahal ia mengetahui hal itu, ia tidak lagi memiliki alasan.

59:18–21Page 548

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ١٨

O you who have believed, fear Allāh. And let every soul look to what it has put forth for tomorrow - and fear Allāh. Indeed, Allāh is Aware of what you do.

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمۡ أَنفُسَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ١٩

And be not like those who forgot Allāh, so He made them forget themselves. Those are the defiantly disobedient.

لَا يَسۡتَوِيٓ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۚ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ هُمُ ٱلۡفَآئِزُونَ ٢٠

Not equal are the companions of the Fire and the companions of Paradise. The companions of Paradise - they are the attainers [of success].

لَوۡ أَنزَلۡنَا هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٖ لَّرَأَيۡتَهُۥ خَٰشِعٗا مُّتَصَدِّعٗا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ ٢١

If We had sent down this Qur’ān upon a mountain, you would have seen it humbled and splitting from fear of Allāh. And these examples We present to the people that perhaps they will give thought.

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diper-buatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tidak sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-peng-huni surga itulah orang-orang yang beruntung. Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur`an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir." (Al-Hasyr: 18-21).

(18) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman untuk menunaikan konsekuensi iman yaitu dengan bertakwa kepada Allah سبحانه وتعالى, baik di kala sepi maupun ramai dan di segala hal. Allah سبحانه وتعالى memerintahkan mereka untuk menjaga apa saja yang diperintahkan, baik yang berbentuk perintah, syariat, maupun batasan-batasanNya, serta memikirkan akibat baik dan buruk apa yang akan mereka dapatkan, serta apa yang mereka dapatkan dari amal perbuatan mereka yang bisa membawakan manfaat atau malapetaka bagi mereka di akhirat. Jika mereka meletakkan akhirat di hadapan mata dan sebagai kiblat hati mereka, maka mereka berkonsentrasi untuk menunaikan amalan-amalan akhirat serta berusaha dengan kuat memperbanyak amalan-amalan yang bisa menghantarkan mereka ke surga dengan membersihkannya dari berbagai hal yang bisa memutus dan meng-halangi, yang mencegah mereka untuk mengerjakan atau mela-kukannya, jika mereka juga mengetahui bahwa ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," amalan mereka tidaklah samar bagi Allah سبحانه وتعالى, tidak akan lenyap di sisi Allah سبحانه وتعالى dan tidak akan dilalaikan, maka hal itu mengharuskan mereka untuk bersungguh-sungguh dalam beramal. Ayat ini adalah pangkal dalam hal muhasabah diri. Setiap orang harus selalu mengintrospeksi diri. Jika melihat adanya kekeliruan segera menyelesaikannya dengan cara melepaskan diri darinya, bertaubat secara sungguh-sungguh dan berpaling dari berbagai hal yang menghantarkan pada kekeliruan tersebut. Jika menilai dirinya bersikap sekenanya dalam menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, ia akan mengerahkan segala kemampuannya dengan meminta pertolongan pada Rabbnya untuk mengembangkan, dan menyempurnakannya, serta membandingkan antara karunia dan kebaikan Allah سبحانه وتعالى yang diberikan padanya dengan kemalasannya. Karena hal itu mengharuskannya merasa malu.

(19) Adalah benar-benar terhalang dari rahmat Allah سبحانه وتعالى jika ada orang yang melalaikan hal ini dan menyerupai orang-orang yang melalaikan Allah سبحانه وتعالى. Mereka lalai untuk mengingat Allah سبحانه وتعالى, tidak menunaikan hak-hak Allah سبحانه وتعالى dan hanya menuruti bagian serta kemauan diri sendiri. Mereka tidak akan berhasil dan tidak akan mendapatkan, selamanya. Sebaliknya, Allah سبحانه وتعالى membuat mereka lalai pada kepentingan diri sendiri serta membuat mereka lalai dari manfaat-manfaatnya sehingga urusan mereka menjadi sisa-sia dan merugi di dua alam; dunia dan akhirat. Mereka juga benar-benar tertipu yang tidak mungkin lagi bisa ditanggulangi dan ditutupi kerugiannya, karena mereka adalah ﴾ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ﴿ "orang-orang yang fasik," yang keluar dari jalur ketaatan terhadap Rabb dan tenggelam dalam maksiat.

(20) Lantas samakah orang yang memelihara ketakwaan terhadap Allah سبحانه وتعالى serta memikirkan apa yang akan dipersiapkan menghadapi Hari Akhirat esok sehingga akan mendapatkan surga yang penuh kenikmatan serta kehidupan yang nyaman bersama orang-orang yang dikaruniai Allah سبحانه وتعالى dari kalangan para nabi, orang-orang jujur, para syuhada dan orang-orang shalih; samakah orang yang bertakwa dengan orang yang lalai, tidak mengingat Allah سبحانه وتعالى serta melalaikan hak-hak Allah سبحانه وتعالى sehingga ia sengsara di dunia dan berhak mendapatkan siksaan di akhirat? Golongan pertama adalah orang-orang yang beruntung sedangkan golongan kedua adalah orang-orang yang rugi.

(21) Ketika Allah سبحانه وتعالى memberi penjelasan pada para hamba-Nya dan memberikan perintah serta larangan dalam KitabNya, maka ini mengharuskan mereka untuk segera menunaikan seruan dan doronganNya, meski seandainya hati mereka keras sekeras gunung yang kokoh. Karena al-Qur`an ini andai diturunkan di atas ﴾ عَلَىٰ جَبَلٖ لَّرَأَيۡتَهُۥ خَٰشِعٗا مُّتَصَدِّعٗا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۚ ﴿ "sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah." Mak-sudnya, karena kesempurnaan pengaruhnya di hati, karena nasi-hat-nasihat al-Qur`an adalah nasihat paling agung secara mutlak. Berbagai perintah dan larangan al-Qur`an berisikan hikmah dan maslahat yang selalu bersamaan. Perintah dan larangannya amat mudah bagi jiwa dan raga. Jauh dari segala sesuatu yang membe-ratkan. Tidak ada kontradiksi dan pertentangan, tidak ada sesuatu yang sulit dan penyimpangan di dalam al-Qur`an. Sesuai dengan segala waktu dan tempat serta cocok untuk setiap orang. Selanjut-nya Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia membuat perumpamaan untuk manusia dan menjelaskan halal dan haram dalam kitabNya untuk para hambaNya, agar mereka mau memikirkan dan mere-nungkan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى. Karena dengan memikir-kan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, seorang hamba akan mampu membuka berbagai perbendaharaan ilmu. Allah سبحانه وتعالى juga menjelas-kan jalan kebaikan dan keburukan bagi para hambaNya, mendo-rong untuk berakhlak dan bersifat yang baik, dan melarang manusia dari berbagai akhlak buruk. Maka tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada memikirkan dan merenungkan al-Qur`an serta makna-maknanya.

59:22–24Page 548

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ ٢٢

He is Allāh, other than whom there is no deity, Knower of the unseen and the witnessed.1 He is the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٢٣

He is Allāh, other than whom there is no deity, the Sovereign,1 the Pure,2 the Perfection,3 the Grantor of Security,4 the Overseer,5 the Exalted in Might,6 the Compeller,7 the Superior.8 Exalted is Allāh above whatever they associate with Him.

هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢٤

He is Allāh, the Creator,1 the Producer,2 the Fashioner;3 to Him belong the best names.4 Whatever is in the heavens and earth is exalting Him. And He is the Exalted in Might, the Wise.5

"Dia-lah Allah Yang tiada tuhan yang berhak disembah me-lainkan Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha-bijaksana." (Al-Hasyr: 22-24).

(22) Ayat-ayat mulia ini mencakup banyak nama-nama Allah سبحانه وتعالى yang baik dan sifat-sifatNya yang luhur. Agung perihal-Nya dan indah penjelasanNya. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia adalah ﴾ ٱللَّهُ ﴿ "Allah," yang dipertuhankan dan disembah yang ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ ﴿ "tiada tuhan yang berhak disembah me-lainkan Dia," karena sempurnanya keagungan Allah سبحانه وتعالى dan kebaik-anNya serta pengaturanNya yang menyeluruh. Semua tuhan se-lain Allah سبحانه وتعالى adalah batil dan sama sekali tidak berhak disembah. Karena semua tuhan selain Allah سبحانه وتعالى amat memerlukan yang lain, lemah dan kurang, yang tidak memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri maupun untuk yang lain. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyifati DiriNya dengan keumuman ilmu yang mencakup semua hal yang tidak nampak dari makhluk dan yang nampak (yang dapat dilihat oleh para makhluk). Allah سبحانه وتعالى juga menjelaskan rahmatNya yang menyeluruh yang mencakup segala hal dan sampai pada setiap yang hidup.

(23) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengulangi lagi menyebutkan keumuman ketuhanan dan kemahaesaanNya dalam ketuhanan. Allah سبحانه وتعالى adalah raja segala raja. Alam yang ada di atas dan alam yang ada di bawah, semuanya adalah milik Allah سبحانه وتعالى, semuanya memerlukan bantuan Allah سبحانه وتعالى dan semuanya diatur oleh Allah سبحانه وتعالى. ﴾ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ﴿ "Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera," maksudnya, Mahasuci dan Selamat dari berbagai aib, cela, dan segala sesuatu yang bisa mengurangi keagungan dan keluhuran. Karena kesucian itu menunjukkan bebasnya dari berbagai kekurangan serta Maha-agungNya Allah سبحانه وتعالى dalam sifat-sifat dan keluhuranNya. ﴾ ٱلۡمُؤۡمِنُ ﴿ "Yang Mengaruniakan keamanan," maksudnya, Yang membenarkan para rasul dan para nabiNya dan semua yang dibawa oleh mereka dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan yang nyata dan pasti, serta hujjah yang jelas. ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang tidak terkalahkan dan terhalang, Dia-lah yang Maha menunduk-kan secara paksa segala sesuatu, segala sesuatu tunduk padaNya, ﴾ ٱلۡجَبَّارُ ﴿ "Yang Mahakuasa," yang memaksa semua hambaNya, dan semua makhlukNya tunduk kepadaNya, yang membenahi segala yang rusak dan yang memberi kecukupan orang-orang miskin, ﴾ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ ﴿ "Yang Memiliki Segala Keagungan," yang memiliki ke-agungan dan kebesaran. Jauh dari segala aib dan kezhaliman. ﴾ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." Ini adalah pemahasucian secara umum dari segala sesuatu yang disifatkan oleh orang yang menyekutukan dan me-nentangNya.

(24) ﴾ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ﴿ "Dia-lah Allah Yang Menciptakan" semua makhluk, ﴾ ٱلۡبَارِئُ ﴿ "Yang Mengadakan" bagi semua yang diadakan, ﴾ ٱلۡمُصَوِّرُۖ ﴿ "Yang Membentuk rupa" semua wujud. Nama-nama indah ini berkaitan dengan penciptaan, penga-turan, dan penetapan ukuran. Semua itu hanya Allah سبحانه وتعالى semata yang melakukannya, tidak ada satu sekutu pun yang menyertai Allah سبحانه وتعالى dalam hal itu. ﴾ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ ﴿ "Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling baik." Maksudnya, Dia memiliki nama-nama yang amat banyak sekali, yang tidak dapat dihitung dan diketahui melainkan Dia sendiri. Meski demikian, semua namaNya indah. Maksudnya, sifat-sifat yang sempurna bahkan menunjukkan sifat-sifat yang paling sempurna dan agung, tidak ada satu pun kekurangan pada masing-masingnya dari segala sisi. Di antara keindahannya, Allah سبحانه وتعالى menyukainya dan mencintai orang yang mencintainya serta mencintai hambaNya yang berdoa dan meminta dengan nama-nama indahNya. Dan di antara tanda kesempurnaan Allah سبحانه وتعالى adalah Dia memiliki nama-nama indah dan sifat-sifat agung. Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi memerlukan bantuan Allah سبحانه وتعالى selamanya. Semuanya bertasbih memahasucikanNya dengan memujiNya. Mereka meminta kepa-daNya segala yang mereka perlukan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberi mereka karena kemuliaan dan karuniaNya sesuai rahmat dan hikmahNya. ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana." Yang tidaklah menginginkan sesuatu melainkan pasti terjadi dan tidaklah menciptakan sesuatu melainkan karena hikmah dan maslahat.

Selesai tafsir Surat al-Hasyr.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском