As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-An'am 6:27–50
6:27–29Page 130
وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذۡ وُقِفُواْ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُواْ يَٰلَيۡتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٢٧
If you could but see when they are made to stand before the Fire and will say, "Oh, would that we could be returned [to life on earth] and not deny the signs of our Lord and be among the believers."
بَلۡ بَدَا لَهُم مَّا كَانُواْ يُخۡفُونَ مِن قَبۡلُۖ وَلَوۡ رُدُّواْ لَعَادُواْ لِمَا نُهُواْ عَنۡهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ٢٨
But what they concealed before has [now] appeared to them. And even if they were returned, they would return to that which they were forbidden; and indeed, they are liars.
وَقَالُوٓاْ إِنۡ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنۡيَا وَمَا نَحۡنُ بِمَبۡعُوثِينَ ٢٩
And they say, "There is none but our worldly life, and we will not be resurrected."
"Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka diha-dapkan ke neraka, lalu mereka berkata, 'Kiranya kami dikembali-kan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman,' (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka sesuatu yang dahulu selalu mereka sembunyi-kan. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada kesyirikan yang mana mereka telah dilarang me-ngerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), 'Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan'." (Al-An'am: 27-29).
(27) Allah menyampaikan berita tentang orang-orang musyrik di Hari Kiamat manakala mereka dihadirkan di neraka, ﴾ وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذۡ وُقِفُواْ عَلَى ٱلنَّارِ ﴿ "Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka," untuk dicemooh dan diazab, niscaya kamu melihat perkara yang menakutkan dan keadaan yang mengerikan, dan melihat bagaimana mereka mengakui kekufuran dan kefasik-an atas diri mereka, mereka berharap dikembalikan ke dunia. ﴾ فَقَالُواْ يَٰلَيۡتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Lalu mereka berkata, 'Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman,' (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan)."
(28) ﴾ بَلۡ بَدَا لَهُم مَّا كَانُواْ يُخۡفُونَ مِن قَبۡلُۖ ﴿ "Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka sesuatu yang dahulu selalu mereka sembunyikan." Mereka menyembunyikan pada diri mereka bahwa mereka adalah para pembohong, dan kebenaran yang mereka ketahui muncul pada hati mereka dalam banyak kesempatan, akan tetapi tujuan-tujuan buruk menghalangi mereka dari itu dan memalingkan hati mere-ka dari kebaikan. Dan dalam hal ini mereka adalah para pembual, karena tujuan mereka itu sebenarnya adalah hendak menolak azab dari diri mereka. Kalaupun ﴾ رُدُّواْ لَعَادُواْ لِمَا نُهُواْ عَنۡهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ﴿ "mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada kesyirikan yang mana mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka."
(29) ﴾ وَقَالُوٓاْ ﴿ "Dan tentu mereka akan mengatakan (pula)," yakni para pengingkar Hari Kebangkitan, ﴾ إِنۡ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Hidup hanya-lah kehidupan kita di dunia saja." Perkara dan kondisi sebenarnya serta tujuan kita diciptakan adalah hanya untuk kehidupan dunia semata. ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِمَبۡعُوثِينَ ﴿ "Dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan."
6:30Page 131
وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذۡ وُقِفُواْ عَلَىٰ رَبِّهِمۡۚ قَالَ أَلَيۡسَ هَٰذَا بِٱلۡحَقِّۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَرَبِّنَاۚ قَالَ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ٣٠
If you could but see when they will be made to stand before their Lord. He will say, "Is this not the truth?" They will say, "Yes, by our Lord." He will [then] say, "So taste the punishment for what you used to deny."
"Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang meng-harukan). Allah berfirman, 'Bukankah (kebangkitan) ini benar?' Mereka menjawab, 'Sungguh benar, demi Tuhan kami.' Allah ber-firman, 'Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu meng-ingkari(nya)'." (Al-An'am: 30).
(30) ﴾ وَلَوۡ تَرَىٰٓ ﴿ "Dan seandainya kamu melihat" orang-orang kafir, ﴾ إِذۡ وُقِفُواْ عَلَىٰ رَبِّهِمۡۚ ﴿ "ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya," nis-caya kamu melihat perkara yang besar dan ketakutan yang amat sangat. ﴾ قَالَ ﴿ "Allah berfirman," mencela dan memojokkan mereka, ﴾ أَلَيۡسَ ﴿ "Bukankah (kebangkitan) ini," yakni azab yang kamu lihat ini ﴾ بِٱلۡحَقِّۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَرَبِّنَاۚ ﴿ "benar?" Mereka menjawab, "Sungguh benar, demi Tuhan kami." Mereka mengakui, tetapi itu tidaklah berguna.﴾ قَالَ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ﴿ "Allah berfirman, 'Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)'."
6:31Page 131
قَدۡ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتۡهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغۡتَةٗ قَالُواْ يَٰحَسۡرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطۡنَا فِيهَا وَهُمۡ يَحۡمِلُونَ أَوۡزَارَهُمۡ عَلَىٰ ظُهُورِهِمۡۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ ٣١
Those will have lost who deny the meeting with Allāh, until when the Hour [of resurrection] comes upon them unexpectedly, they will say, "Oh, [how great is] our regret over what we neglected concerning it [i.e., the Hour]," while they bear their burdens [i.e., sins] on their backs. Unquestionably, evil is that which they bear.
"Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan per-temuan mereka dengan Allah, sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata, 'Alangkah besar-nya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu,' sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk sesuatu yang mereka pikul itu." (Al-An'am: 31).
(31) Orang yang mendustakan pertemuannya dengan Allah, telah merugi, menyesal dan gagal meraih segala kebaikan, lalu pendustaan ini menyeret mereka kepada keberanian melakukan perkara-perkara yang diharamkan dan mengerjakan dosa-dosa yang membinasakan. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتۡهُمُ ٱلسَّاعَةُ ﴿ "Sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka," sementara mereka berada dalam kondisi terburuk dan terjelek; mereka menampakkan penyesalan mendalam.﴾ قَالُواْ يَٰحَسۡرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطۡنَا فِيهَا ﴿ "Mereka berkata, 'Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu'," akan tetapi itu adalah penyesalan yang kadaluwarsa. ﴾ وَهُمۡ يَحۡمِلُونَ أَوۡزَارَهُمۡ عَلَىٰ ظُهُورِهِمۡۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ ﴿ "Sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat-lah buruk apa yang mereka pikul itu." Dosa mereka memberatkan mereka. Mereka tidak mampu membebaskan diri darinya. Oleh karena itu mereka kekal di neraka dan berhak mendapat murka Allah untuk selama-lamanya.
6:32Page 131
وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٞ وَلَهۡوٞۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ٣٢
And the worldly life is not but amusement and diversion; but the home of the Hereafter is best for those who fear Allāh, so will you not reason?
"Dan bukanlah (kesibukan) kehidupan dunia ini, melainkan hanya main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung Akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Al-An'am: 32).
(32) Ini adalah hakikat dunia dan akhirat. Adapun hakikat dunia, maka ia adalah main-main dan senda gurau, main-main pada badan dan senda gurau pada hati. Hati cenderung kepadanya, jiwa mencintainya, ambisi-ambisi terkait dengannya, dan menyibukkan diri dengannya adalah seperti permainan anak-anak. Adapun Akhi-rat, maka ia ﴾ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَۚ ﴿ "lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa," dalam dzat, sifat, kekekalan, dan kelanggengannya. Di dalamnya terdapat apa yang diinginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata, berupa kenikmatan hati dan ruh, dan banyaknya kebahagiaan dan kesenangan, akan tetapi kenikmatan akhirat bukan untuk semua orang. Ia hanya untuk orang-orang yang bertakwa yang menjalan-kan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu memahaminya?" Maksudnya, apa-kah kamu tidak memiliki akal yang dengannya kamu mengetahui rumah manakah yang lebih layak diutamakan?
6:33–35Page 131
قَدۡ نَعۡلَمُ إِنَّهُۥ لَيَحۡزُنُكَ ٱلَّذِي يَقُولُونَۖ فَإِنَّهُمۡ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ ٣٣
We know that you, [O Muḥammad], are saddened by what they say. And indeed, they do not call you untruthful, but it is the verses of Allāh that the wrongdoers reject.
وَلَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَىٰ مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمۡ نَصۡرُنَاۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ وَلَقَدۡ جَآءَكَ مِن نَّبَإِيْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٣٤
And certainly were messengers denied before you, but they were patient over the denial, and they were harmed until Our victory came to them. And none can alter the words [i.e., decrees] of Allāh. And there has certainly come to you some information about the [previous] messengers.
وَإِن كَانَ كَبُرَ عَلَيۡكَ إِعۡرَاضُهُمۡ فَإِنِ ٱسۡتَطَعۡتَ أَن تَبۡتَغِيَ نَفَقٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ أَوۡ سُلَّمٗا فِي ٱلسَّمَآءِ فَتَأۡتِيَهُم بِـَٔايَةٖۚ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَمَعَهُمۡ عَلَى ٱلۡهُدَىٰۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ٣٥
And if their evasion is difficult for you, then if you are able to seek a tunnel into the earth or a stairway into the sky to bring them a sign, [then do so]. But if Allāh had willed, He would have united them upon guidance. So never be of the ignorant.
"Sungguh, Kami mengetahui bahwasanya sesuatu yang me-reka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. Dan sungguh telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sungguh telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. Dan jika keberpalingan me-reka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua berada dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali ter-masuk orang-orang yang jahil." (Al-An'am: 33-35).
(33) Kami mengetahui bahwa sesuatu yang diucapkan pa-ra pendusta kepadamu telah membuatmu sedih dan susah. Kami tidak memintamu bersabar kecuali agar kamu mendapatkan de-rajat yang tinggi dan posisi yang mulia. Jangan mengira bahwa ucapan mereka keluar karena ketidaktahuan dan keraguan ten-tang keadaanmu, ﴾ فَإِنَّهُمۡ لَا يُكَذِّبُونَكَ ﴿ "karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu." Karena mereka mengetahui kejujuranmu, jalan masuk, jalan keluarmu dan seluruh keadaanmu. Bahkan mereka menamakanmu -sebelum kamu diutus- dengan al-Amin.﴾ وَلَٰكِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ ﴿ "Akan tetapi orang-orang yang zhalim itu menging-kari ayat-ayat Allah." Maksudnya, pendustaan mereka adalah ke-pada ayat-ayat Allah yang Allah berikan kepadamu.
(34) ﴾ وَلَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَىٰ مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمۡ نَصۡرُنَاۚ ﴿ "Dan sungguh telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka." Ber-sabarlah seperti mereka, niscaya kamu beruntung seperti mereka. ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَكَ مِن نَّبَإِيْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu." Yang dengannya Kami meneguhkan dan menenangkan hatimu.
(35) ﴾ وَإِن كَانَ كَبُرَ عَلَيۡكَ إِعۡرَاضُهُمۡ ﴿ "Dan jika keberpalingan mereka (dari-mu) terasa amat berat bagimu," karena kesungguhan dan kecintaan-mu terhadap keimanan mereka, maka kerahkan kemampuanmu dalam hal itu karena memberi petunjuk kepada orang yang mana Allah tidak ingin memberinya petunjuk bukanlah dalam jangkau-an kemampuanmu. ﴾ فَإِنِ ٱسۡتَطَعۡتَ أَن تَبۡتَغِيَ نَفَقٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ أَوۡ سُلَّمٗا فِي ٱلسَّمَآءِ فَتَأۡتِيَهُم بِـَٔايَةٖۚ ﴿ "Maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka," maka laku-anlah itu, namun hal itu tidaklah berguna apa pun bagi mereka. Ini adalah pemupusan keinginan kuat Muhammad untuk memberi hidayah kepada orang-orang yang ingkar tersebut. ﴾ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَمَعَهُمۡ عَلَىٰ ٱلۡهُدَىٰۚ ﴿ "Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk," akan tetapi hikmahNya menuntut kebera-daan mereka dalam kesesatan. ﴾ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil." Yaitu orang-orang yang tidak mengetahui hakikat perkara dan tidak meletakkannya pada tempatnya.
6:36–37Page 132
۞ إِنَّمَا يَسۡتَجِيبُ ٱلَّذِينَ يَسۡمَعُونَۘ وَٱلۡمَوۡتَىٰ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيۡهِ يُرۡجَعُونَ ٣٦
Only those who hear will respond. But the dead1 - Allāh will resurrect them; then to Him they will be returned.
وَقَالُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦۚ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يُنَزِّلَ ءَايَةٗ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٧
And they say, "Why has a sign not been sent down to him from his Lord?" Say, "Indeed, Allāh is Able to send down a sign, but most of them do not know."
"Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mema-tuhi (seruan Allah). Dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNya-lah mereka dikem-balikan. Dan mereka (orang-orang musyrik Makkah) berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu muk-jizat dari Tuhannya?' Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak me-ngetahui'." (Al-An'am: 36-37).
(36) Allah berfirman kepada NabiNya, ﴾ إِنَّمَا يَسۡتَجِيبُ ﴿ "Yang mematuhi" seruanmu dan mengikuti risalahmu serta taat kepada perintah dan laranganmu, hanyalah ﴾ ٱلَّذِينَ يَسۡمَعُونَۘ ﴿ "orang-orang yang mendengar" dengan hatinya apa yang bermanfaat untuknya. Me-reka itu adalah orang-orang yang berakal dan mendengar. Yang dimaksud dengan "mendengar" di sini adalah mendengar dengan hati dengan rasa yang penuh ketaatan, kalau bukan itu maksud-nya, maka mendengar hanya kegiatan yang bisa dilakukan oleh orang baik dan jahat. Semua mukallaf -dengan mendengar ayat-ayatNya- berarti hujjah Allah telah tegak atasnya dan tidak ada alasan baginya untuk menolak. ﴾ وَٱلۡمَوۡتَىٰ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيۡهِ يُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNya-lah mereka dikemba-likan." Ada kemungkinan maknanya adalah makna yang mengim-bangi makna sebelumnya, yakni yang menjawabmu hanyalah orang-orang yang hatinya hidup. Adapun orang-orang yang hatinya mati yang tidak merasakan kebahagiaannya, tidak menyadari sesuatu yang menyelamatkannya, maka mereka itu tidak menjawabmu, tidak tunduk kepadamu, dan waktu yang dijanjikan untuk mereka adalah Hari Kiamat, di mana Allah membangkitkan mereka lalu kepadaNya dia dikembalikan. Ada kemungkinan bahwa yang di-maksud oleh ayat adalah secara zahirnya, bahwa Allah menetap-kan Hari Kebangkitan dan bahwa Dia akan membangkitkan yang mati pada Hari Kiamat kemudian memberitahu mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. Dan ini mengandung dorongan untuk menjawab panggilan Allah dan RasulNya serta ancaman meninggal-kannya.
(37) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka (orang-orang musyrik Makkah) ber-kata," yakni orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ karena keras kepala dan sombong, ﴾ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦۚ ﴿ "Mengapa tidak di-turunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Maksudnya adalah, mukjizat-mukjizat yang mereka usulkan de-ngan akal mereka yang rusak dan pertimbangan mereka yang basi seperti ucapan mereka, ﴾ وَقَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا 90 أَوۡ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٞ مِّن نَّخِيلٖ وَعِنَبٖ فَتُفَجِّرَ ٱلۡأَنۡهَٰرَ خِلَٰلَهَا تَفۡجِيرًا 91 أَوۡ تُسۡقِطَ ٱلسَّمَآءَ كَمَا زَعَمۡتَ عَلَيۡنَا كِسَفًا أَوۡ تَأۡتِيَ بِٱللَّهِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ قَبِيلًا 92 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya. Atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana yang kamu katakan, atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami'." (Al-Isra`: 90-92). ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," untuk menjawab ucapan mereka, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يُنَزِّلَ ءَايَةٗ ﴿ "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat." Tidak ada kelemahan dalam Qudrat Allah, bagaimana (bisa terjadi) sementara segala sesuatu pasrah dan tunduk di hadapan kemulia-an dan kekuasaanNya? Akan tetapi kebanyakan orang tidak me-ngetahui. Karena kebodohan dan ketidaktahuan, mereka meminta sesuatu yang lebih buruk daripada mukjizat-mukjizat yang mana jika ia datang lalu mereka tidak beriman kepadanya, niscaya azab akan disegerakan atas mereka sebagaimana ia menjadi sunnatullah yang tidak ada perubahan. Walaupun begitu, jika maksud mereka adalah mukjizat-muk-jizat yang menjelaskan kebenaran dan menerangkan jalan bagi mereka, maka Muhammad ﷺ telah hadir dengan seluruh mukjizat yang pasti, hujjah yang kuat yang menunjukkan kebenaran apa yang dia bawa, di mana dalam setiap masalah agama, seorang hamba bisa menemukan beberapa dalil aqli maupun naqli yang tidak menyi-sakan sedikit pun kebimbangan dan keraguan di dalam hati pada ayat Allah yang dia bawa. Mahasuci Allah yang telah mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, dan Dia mendukungnya dengan mukjizat-mukjizat yang jelas agar orang yang binasa menjadi binasa dalam kejelasan dan yang hidup menjadi hidup dalam kejelasan, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
6:38Page 132
وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا طَٰٓئِرٖ يَطِيرُ بِجَنَاحَيۡهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمۡثَالُكُمۚ مَّا فَرَّطۡنَا فِي ٱلۡكِتَٰبِ مِن شَيۡءٖۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يُحۡشَرُونَ ٣٨
And there is no creature on [or within] the earth or bird that flies with its wings except [that they are] communities like you. We have not neglected in the Register1 a thing. Then unto their Lord they will be gathered.
"Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan (semuanya adalah) umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam al-Kitab, kemudian kepada Tuhan-lah mereka dihimpunkan." (Al-An'am: 38).
(38) Seluruh hewan darat dan udara, binatang-binatang ternak, binatang liar dan burung-burung, semuanya adalah umat-umat sepertimu. Kami menciptakannya seperti Kami mencipta-kanmu. Kami memberi rizki kepadanya seperti Kami memberi rizki kepadamu. Kehendak dan kekuasaan Kami berlaku bagi mereka seperti ia berlaku padamu. ﴾ مَّا فَرَّطۡنَا فِي ٱلۡكِتَٰبِ مِن شَيۡءٖۚ ﴿ "Dan tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam al-Kitab," maksudnya, Kami tidak me-lalaikan dan melupakan sedikit pun dari sesuatu yang ada di Lauh al-Mahfuzh, bahkan segala sesuatu yang besar dan yang kecil ter-cantum di Lauh al-Mahfuzh seperti apa adanya, seluruh peristiwa terjadi sesuai dengan apa yang tertulis oleh pena. Ayat ini mengan-dung dalil bahwa kitab yang pertama meliputi segala yang ada. Ini adalah salah satu tingkatan Qadha` dan Qadar. Ia adalah empat tingkatan: Ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu, kitabNya yang mencakup seluruh yang ada, kehendak dan kodratNya yang ber-laku menyeluruh atas segala sesuatu, dan penciptaanNya terhadap seluruh makhluk sampai perbuatan manusia. Ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan "al-Kitab" di sini adalah al-Qur`an, dan maknanya adalah seperti makna FirmanNya, ﴾ وَنَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ تِبۡيَٰنٗا لِّكُلِّ شَيۡءٖ ﴿ "Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur`an) untuk men-jelaskan segala sesuatu." (An-Nahl: 89). ﴾ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يُحۡشَرُونَ ﴿ "Kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpun-kan." Maksudnya, seluruh umat dihimpun dan dikumpulkan ke-pada Allah pada pengadilan Kiamat, yaitu saat yang besar dan menakutkan. Lalu Dia membalas mereka dengan keadilan dan kebaikanNya, dan Dia memperlakukan hukumNya atas mereka yang dipuji oleh orang-orang terdahulu dan yang datang belakang-an, dari penduduk langit dan bumi.
6:39Page 132
وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا صُمّٞ وَبُكۡمٞ فِي ٱلظُّلُمَٰتِۗ مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضۡلِلۡهُ وَمَن يَشَأۡ يَجۡعَلۡهُ عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٣٩
But those who deny Our verses are deaf and dumb within darknesses. Whomever Allāh wills - He sends astray; and whomever He wills - He puts him on a straight path.
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami ada-lah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya Dia menyesatkanNya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberiNya petun-juk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus." (Al-An'am: 39).
(39) Ini adalah penjelasan tentang keadaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mendustakan Rasul-rasulNya bahwa mereka telah menutup pintu hidayah dari diri mereka dan membuka pintu kesesatan, bahwa mereka ﴾ صُمّٞ ﴿ "pekak" dari men-dengar kebenaran, ﴾ وَبُكۡمٞ ﴿ "dan bisu," tidak mampu berbicara de-ngannya, mereka hanya bisa berbicara dengan kebatilan. ﴾ فِي ٱلظُّلُمَٰتِۗ ﴿ "Dan berada dalam gelap gulita." Maksudnya, mereka tenggelam da-lam kegelapan kebodohan, kekufuran, kezhaliman, pengingkaran, dan kemaksiatan. Ini termasuk penyesatan Allah kepada mereka. ﴾ مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضۡلِلۡهُ وَمَن يَشَأۡ يَجۡعَلۡهُ عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya Dia menyesatkanNya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberiNya petunjuk), niscaya Dia menja-dikannya berada di atas jalan yang lurus." Karena Dia-lah yang memo-nopoli hidayah dan penyesatan sesuai dengan tuntutan karunia dan hikmahNya.
6:40–41Page 132
قُلۡ أَرَءَيۡتَكُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُ ٱللَّهِ أَوۡ أَتَتۡكُمُ ٱلسَّاعَةُ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَدۡعُونَ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٤٠
Say, "Have you considered:1 if there came to you the punishment of Allāh or there came to you the Hour - is it other than Allāh you would invoke, if you should be truthful?"
بَلۡ إِيَّاهُ تَدۡعُونَ فَيَكۡشِفُ مَا تَدۡعُونَ إِلَيۡهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوۡنَ مَا تُشۡرِكُونَ ٤١
No, it is Him [alone] you would invoke, and He would remove that for which you invoked Him if He willed, and you would forget what you associate [with Him].
"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu Hari Kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar? (Tidak), tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepadaNya jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah)'." (Al-An'am: 40-41).
(40) Allah berfirman kepada RasulNya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada orang-orang musyrik yang menyimpang dariNya kepada yang lain, ﴾ أَرَءَيۡتَكُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُ ٱللَّهِ أَوۡ أَتَتۡكُمُ ٱلسَّاعَةُ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَدۡعُونَ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Te-rangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu Hari Kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar?" Maksudnya, jika kesulitan-kesulitan dan kesengsaraan-kesengsaraan itu yang harus diangkat, apakah kamu memanggil tuhan-tuhanmu dan berhala-berhalamu ataukah kamu berdoa kepada Maharaja Yang Mahabenar yang sangat jelas?
(41) ﴾ بَلۡ إِيَّاهُ تَدۡعُونَ فَيَكۡشِفُ مَا تَدۡعُونَ إِلَيۡهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوۡنَ مَا تُشۡرِكُونَ ﴿ "Tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karena-nya kamu berdoa kepadaNya jika Dia menghendaki, dan kamu tinggal-kan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah)." Maksud-nya, jika demikian keadaanmu dengan sesembahan-sesembahanmu yang mana pada waktu sulit kamu melupakannya karena kamu mengetahui bahwa sesembahan itu tidak memiliki manfaat dan mudarat, dan tidak memiliki hak mematikan, menghidupkan, dan membangkitkanmu. Justru kamu malah mengikhlaskan doa kepa-da Allah, karena kamu mengetahui bahwa Dia-lah yang mendatang-kan mudarat dan manfaat, yang menjawab doa orang yang dalam kesulitan. Mengapa dalam keadaan suka kamu menyekutukanNya dengan sesuatu dan membuat tandingan-tandingan untukNya? Adakah dalil aqli dan naqli yang menunjukkanmu kepada itu? Ada-kah kamu mempunyai ilmu tentang itu? Ataukah kamu berdusta atas Nama Allah?
6:42–45Page 132
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٖ مِّن قَبۡلِكَ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ ٤٢
And We have already sent [messengers] to nations before you, [O Muḥammad]; then We seized them with poverty and hardship that perhaps they might humble themselves [to Us].
فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٤٣
Then why, when Our punishment came to them, did they not humble themselves? But their hearts became hardened, and Satan made attractive to them that which they were doing.
فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ ٤٤
So when they forgot that by which they had been reminded,1 We opened to them the doors of every [good] thing until, when they rejoiced in that which they were given, We seized them suddenly, and they were [then] in despair.
فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْۚ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٥
So the people that committed wrong were eliminated. And praise to Allāh, Lord of the worlds.
"Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bah-kan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerja-kan? Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa me-reka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Al-An'am: 42-45).
(42) Allah berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٖ مِّن قَبۡلِكَ ﴿ "Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu," dari umat-umat terdahulu dan abad-abad yang lampau, lalu mere-ka mendustakan rasul-rasul Kami dan mengingkari ayat-ayat Kami. ﴾ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ ﴿ "Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan." Yakni kemiskinan, penyakit, dan musibah-musibah sebagai rahmat dari Kami untuk mereka. ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ ﴿ "Supaya mereka memohon dengan tunduk merendahkan diri" kepada Kami, dan kembali kepada Kami pada saat sulit.
(43) ﴾ فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ ﴿ "Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras" membatu sehingga ia tidak lunak untuk menerima kebenar-an. ﴾ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan setan pun menampakkan ke-pada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerjakan." Maka mereka mengira bahwa sesuatu yang mereka pegang adalah agama yang benar, sehingga mereka menikmati kebatilan sesaat, dan setan mempermainkan akal mereka.
(44) ﴾ فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ ﴿ "Tatkala mere-ka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka," berupa dunia dengan kesenangan dan kelalaiannya.﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ ﴿ "Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." Maksudnya, mereka berputus asa dari segala kebaikan, dan ini adalah azab yang paling berat: diazab dalam keadaan senang, lalai dan tidak terduga; hal itu adalah hukuman paling keras dan musibah paling besar bagi mereka.
(45) ﴾ فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْۚ ﴿ "Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya." Maksudnya, mereka tengge-lam dalam azab, dan sebab-sebab pun terputus. ﴾ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam," atas apa yang Dia tetap-kan dan Dia takdirkan, berupa binasanya orang-orang yang men-dustakan. Dengan itu jelaslah ayat-ayatNya dan pemuliaanNya kepada wali-waliNya, penghinaanNya kepada musuh-musuhNya, serta kebenaran ayat-ayat yang dibawa oleh para Rasul.
6:46–47Page 133
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمۡعَكُمۡ وَأَبۡصَٰرَكُمۡ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِهِۗ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ ثُمَّ هُمۡ يَصۡدِفُونَ ٤٦
Say, "Have you considered:1 if Allāh should take away your hearing and your sight and set a seal upon your hearts, which deity other than Allāh could bring them [back] to you?" Look how We diversify2 the verses; then they [still] turn away.
قُلۡ أَرَءَيۡتَكُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغۡتَةً أَوۡ جَهۡرَةً هَلۡ يُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٤٧
Say, "Have you considered: if the punishment of Allāh should come to you unexpectedly or manifestly,1 will any be destroyed but the wrongdoing people?"
"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?' Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)? Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, apakah ada yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zhalim?'" (Al-An'am: 46-47).
(46) Allah memberitakan bahwa sebagaimana Dia yang sendirian dalam penciptaan makhluk dan pengaturannya, maka Dia pulalah yang bersendirian dalam keesaan dan ketuhanan. Dia berfirman, ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمۡعَكُمۡ وَأَبۡصَٰرَكُمۡ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم ﴿ "Katakanlah, 'Terang-kanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu'," maka kamu hidup tanpa pendengaran, tanpa penglihatan, dan tanpa akal. ﴾ مَّنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِهِۗ ﴿ "Siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Jika tidak ada selain Allah yang mendatangkan itu, maka mengapa kamu menyembah sesuatu bersama Allah, yang tidak memiliki kekuatan apa pun kecuali jika Allah berkehendak? Ini adalah bukti kebenaran tauhid dan kebatilan syirik. Oleh karena itu Allah berfirman,﴾ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami)." Maksudnya, perhatikanlah bagaimana Kami menghadirkannya dengan bentuk yang bermacam-macam. Kami menghadirkannya dalam setiap disiplin ilmu untuk mene-rangi kebenaran dan menelusuri jalan para pelaku kejahatan. ﴾ ثُمَّ هُمۡ ﴿ "Kemudian mereka," setelah penjelasan lengkap ini, ﴾ يَصۡدِفُونَ ﴿ "tetap berpaling (juga)" dari ayat-ayat Allah dan melengos darinya.
(47) ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتَكُمۡ ﴿ "Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku'." Beri-takan kepadaku, ﴾ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغۡتَةً أَوۡ جَهۡرَةً ﴿ "jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan." Maksud-nya, secara tiba-tiba, atau sebelumnya telah didahului oleh muka-dimah yang dengannya kamu mengetahui terjadinya,﴾ هَلۡ يُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ﴿ "Apakah ada yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zhalim?" Yaitu orang yang menjadi pemicu turunnya azab kepada mereka akibat kezhaliman dan pengingkarannya. Waspadalah! Jangan berjalan di atas kezhaliman, karena ia adalah kebinasaan dan kesengsaraan yang kekal abadi.
6:48–49Page 133
وَمَا نُرۡسِلُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَۖ فَمَنۡ ءَامَنَ وَأَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٤٨
And We send not the messengers except as bringers of good tidings and warners. So whoever believes and reforms - there will be no fear concerning them, nor will they grieve.
وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلۡعَذَابُ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ ٤٩
But those who deny Our verses - the punishment will touch1 them for their defiant disobedience.
"Dan tidaklah Kami utus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik." (Al-An'am: 48-49).
(48) Allah menyebutkan inti risalah para Rasul bahwa ia merupakan berita gembira dan peringatan. Hal itu menuntut pen-jelasan tentang pembawa berita gembira, yang diberi berita gem-bira dan amal yang jika dilakukan oleh seorang hamba, maka dia mendapatkan berita gembira. Juga penjelasan tentang pemberi peringatan, sesuatu yang diperingatkan dan orang yang diberi peringatan dan perbuatan-perbuatan yang jika dilakukan, maka dia berhak diperingatkan. Akan tetapi manusia terbagi menjadi dua dari segi apakah mereka menjawab dakwah para rasul atau tidak; ﴾ فَمَنۡ ءَامَنَ وَأَصۡلَحَ ﴿ "Barangsiapa yang beriman dan mengadakan per-baikan," yakni beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan Hari Akhir dan dia memperbaiki iman, amal, dan niatnya, ﴾ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka," terhadap apa yang akan datang, ﴾ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan tidak (pula) mereka bersedih hati," terhadap apa yang telah berlalu.
(49) ﴾ وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Dan orang-orang yang mendus-takan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa," yang mereka dapat-kan dan rasakan, ﴾ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ ﴿ "disebabkan mereka selalu berbuat fasik."
6:50Page 133
قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ إِنِّي مَلَكٌۖ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۚ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡبَصِيرُۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ ٥٠
Say, [O Muḥammad], "I do not tell you that I have the depositories [containing the provision] of Allāh or that I know the unseen, nor do I tell you that I am an angel. I only follow what is revealed to me." Say, "Is the blind equivalent to the seeing? Then will you not give thought?"
"Katakanlah, 'Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa per-bendaharaan Allah ada padaku dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.' Katakanlah, 'Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?' Maka apakah kamu tidak me-mikirkan(nya)." (Al-An'am: 50).
(50) Allah berfirman kepada NabiNya agar berkata kepada orang-orang yang mengusulkan turunnya ayat-ayat Allah atau kepada orang-orang yang berkata kepadanya bahwa kamu hanya mengajak kami untuk menyekutukan Allah dengan sesuatu, ﴾ لَّآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ ﴿ "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaha-raan Allah ada padaku." Maksudnya, kunci-kunci rizki dan rahmat-Nya. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib." Karena semua itu hanyalah hak Allah, Dia-lah yang membuka rahmatNya kepada manusia, maka tidak ada yang bisa mengha-langi, dan apa yang dihalangi oleh Allah, maka tidak ada yang mampu melepaskannya sesudahnya. Hanya Dia yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata. Dia tidak menunjukkan ghaibNya ke-pada seorang pun kecuali RasulNya yang diridhaiNya. ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ إِنِّي مَلَكٌۖ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat." Sehingga aku menjadi pelaksana per-buatan yang kuat. Aku tidak mengklaim mempunyai kedudukan tinggi daripada kedudukan lebih yang Allah berikan kepadaku. ﴾ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۚ ﴿ "Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." Ini adalah tujuanku, ujung dan akhir perkaraku, aku hanya sekedar mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Aku mengamalkannya untuk diriku sendiri dan mengajak seluruh manusia kepadanya. Jika kedudukanku telah diketahui, maka untuk apa orang masih mencari-cari atau menuntut sesuatu dariku yang tidak aku klaim? Apakah seseorang diharuskan memikul sesuatu yang bukan kewajibanNya? Untuk apa -apabila aku mendakwahimu dengan ayat yang diwahyukan kepadaku- kamu menuduhku telah meng-klaim kedudukan tinggi yang bukan milikku? Bukankah itu hanya kezhaliman, pengingkaran, dan kebengalan darimu? Katakanlah kepada mereka tentang perbedaan antara orang yang menerima dakwahku, tunduk kepada apa yang diwahyukan kepadaku de-ngan orang yang tidak demikian, ﴾ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡبَصِيرُۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Apakah sama orang yang buta dengan orang yang meli-hat?' Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" Lalu kamu mendu-dukkan perkaranya di tempat yang semestinya, dan kamu memi-lih yang lebih baik dan lebih layak untuk dipilih.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences