As-Sa'diAl‑An'am · 6:1–26

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

الأنعام

Al-An'am

The Cattle · Meccan · 165 ayahs

6:1–2Page 128

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَٰتِ وَٱلنُّورَۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ يَعۡدِلُونَ ١

[All] praise is [due] to Allāh, who created the heavens and the earth and made the darkness and the light. Then those who disbelieve equate [others] with their Lord.

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٖ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلٗاۖ وَأَجَلٞ مُّسَمًّى عِندَهُۥۖ ثُمَّ أَنتُمۡ تَمۡتَرُونَ ٢

It is He who created you from clay and then decreed a term1 and a specified time [known] to Him;2 then [still] you are in dispute.

"Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, kemudian (sekalipun demikian) orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) de-ngan Tuhan mereka. Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisiNya (yang Dia sendirilah yang mengetahuinya), kemudian kamu ma-sih ragu-ragu (tentang kebangkitan itu)." (Al-An'am: 1-2).

Makkiyah

(1) Ini adalah pemberitahuan tentang pujian dan sanjungan kepadaNya dengan sifat-sifat kesempurnaan, keagungan dan ke-muliaan, khususnya sifat-sifat yang disebut di dalamnya. Allah memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap langit dan bumi yang membuktikan kesempurnaan kemampuanNya, keluasan ilmu dan rahmatNya, keumuman hikmahNya dan kesendirianNya dalam penciptaan dan pengaturan, dan Dia juga memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap kegelapan dan cahaya. Itu meliputi hal yang konkret seperti malam dan siang, matahari dan rembulan, juga meliputi yang abstrak seperti kegelapan kebodohan, keraguan, kesyirikan, kemaksiatan, kelalaian dan cahaya ilmu, keimanan, keyakinan dan ketaatan. Semua ini menunjukkan dengan penun-jukan yang pasti bahwa Allah berhak atas ibadah dan pengikhlas-an agama untukNya. Walaupun dengan dalil yang jelas dan bukti yang nyata, ﴾ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ يَعۡدِلُونَ ﴿ "kemudian (sekalipun demikian) orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka." Maksudnya, mereka menyamakan yang lain denganNya dalam ibadah dan pengagungan, padahal mereka yang disamakan dengan Allah itu tidak menandingi Allah dalam sifat-sifat kesempurnaan sedikit pun. Mereka itu miskin, lemah, dan kurang dalam segala segi.

(2) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٖ ﴿ "Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah," yang demikian itu dengan menciptakan bahan dasar dirimu (yang berasal dari tanah) dan bapakmu, Adam عليه السلام (yang juga dari tanah). ﴾ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلٗاۖ ﴿ "Sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu)," maksudnya, Dia menjatah hidupmu di dunia ini, dengannya kamu bersenang-senang, kamu diuji dengan syariat para rasul yang di-utus kepadamu demi menguji siapa yang berbuat terbaik di antara kamu dan memberimu umur yang mana orang yang berusaha mengingatnya tidak akan ingat. ﴾ وَأَجَلٞ مُّسَمًّى عِندَهُۥۖ ﴿ "Dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisiNya (yang Dia sendirilah yang mengetahuinya)," yaitu alam Akhirat di mana manusia pindah ke sana dari alam ini lalu Dia membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka, baik dan buruk. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian," walaupun dengan penjelasan yang sempurna yang memangkas hujjah, ﴾ أَنتُمۡ تَمۡتَرُونَ ﴿ "kamu masih ragu-ragu (tentang kebangkitan itu)." Maksudnya, kamu meragukan janji pahala Allah dan ancaman siksaNya setelah terjadinya pembalasan pada Hari Kiamat. Allah menyebutkan kegelapan dengan bentuk jamak, karena bahannya banyak dan jalannya bermacam-macam, sementara cahaya disebutkan dengan kata tunggal, karena jalan yang meng-antarkan kepada Allah adalah satu, tanpa ragam yaitu jalan yang mengandung ilmu tentang kebenaran dan pengamalannya, seba-gaimana FimanNya, ﴾ وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ﴿ "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah ia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya." (Al-An'am: 153).

6:3Page 128

وَهُوَ ٱللَّهُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَفِي ٱلۡأَرۡضِ يَعۡلَمُ سِرَّكُمۡ وَجَهۡرَكُمۡ وَيَعۡلَمُ مَا تَكۡسِبُونَ ٣

And He is Allāh, [the only deity] in the heavens and the earth. He knows your secret and what you make public, and He knows that which you earn.

"Dan Dia-lah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi, Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan." (Al-An'am: 3).

(3) Dia adalah yang dipertuhankan dan disembah ﴾ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَفِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "di langit maupun di bumi," yaitu, penduduk langit dan bumi yang terdiri dari para malaikat yang dekat, para nabi yang diutus, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih, mereka menyembah Rabb mereka, tunduk kepada kebesaranNya, pasrah kepada kemuliaan dan keperkasaanNya. Dan Allah ﴾ يَعۡلَمُ سِرَّكُمۡ وَجَهۡرَكُمۡ وَيَعۡلَمُ مَا تَكۡسِبُونَ ﴿ "mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan." Maka ber-hati-hatilah untuk bermaksiat kepadaNya, rajin-rajinlah beramal yang mendekatkanmu kepadaNya dan mengantarkanmu kepada rahmatNya, dan jauhilah setiap amal yang menjauhkanmu dari-Nya dan dari rahmatNya.

6:4–6Page 128

وَمَا تَأۡتِيهِم مِّنۡ ءَايَةٖ مِّنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِمۡ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ ٤

And no sign comes to them from the signs of their Lord except that they turn away therefrom.

فَقَدۡ كَذَّبُواْ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمۡ فَسَوۡفَ يَأۡتِيهِمۡ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ٥

For they had denied the truth when it came to them, but there is going to reach them the news of what they used to ridicule.1

أَلَمۡ يَرَوۡاْ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٖ مَّكَّنَّٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَا لَمۡ نُمَكِّن لَّكُمۡ وَأَرۡسَلۡنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡهِم مِّدۡرَارٗا وَجَعَلۡنَا ٱلۡأَنۡهَٰرَ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمۡ فَأَهۡلَكۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡ وَأَنشَأۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِمۡ قَرۡنًا ءَاخَرِينَ ٦

Have they not seen how many generations We destroyed before them which We had established upon the earth as We have not established you? And We sent [rain from] the sky upon them in showers and made rivers flow beneath them; then We destroyed them for their sins and brought forth after them a generation of others.

"Dan tak ada suatu ayat pun dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling dari padanya (mendustakannya). Sungguh mereka telah mendustakan yang haq (al-Qur`an) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka olok-olok. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan ke-dudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum per-nah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka, dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain." (Al-An'am: 4-6).

(4) Ini adalah pemberitahuan dari Allah سبحانه وتعالى tentang berpa-lingnya orang-orang musyrik, kerasnya pendustaan dan permusuh-an mereka, ayat-ayat tersebut tidak berguna bagi mereka sampai azab turun menimpa mereka. Dia berfirman,﴾ وَمَا تَأۡتِيهِم مِّنۡ ءَايَةٖ مِّنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "Dan tak ada suatu ayat pun dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka." Ayat yang menunjukkan kebenaran secara pasti yang mengajak mereka kepada penerimaan dan ketaatan, ﴾ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ ﴿ "melainkan mereka selalu berpaling dari padanya (mendustakannya)." Mereka tidak memperhatikan dan tidak mendengarnya. Hati me-reka sibuk dengan yang lain dan mereka membelakanginya.

(5) ﴾ فَقَدۡ كَذَّبُواْ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمۡ ﴿ "Sungguh mereka telah mendustakan yang haq (al-Qur`an) tatkala sampai kepada mereka." Yang haq adalah berhak diikuti, disyukuri atas kemudahan dan penghadirannya oleh Allah kepada mereka, akan tetapi mereka menyikapinya dengan sikap yang tidak semestinya, maka mereka berhak atas hukuman yang keras. ﴾ فَسَوۡفَ يَأۡتِيهِمۡ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "Maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka olok-olok." Maksudnya, mereka akan melihat bahwa apa yang me-reka olok-olok itu adalah kebenaran dan kejujuran. Dan Allah menjelaskan kepada para pendusta akan dusta dan kebohongan mereka, dulu mereka memperolok-olok Hari Kebangkitan, surga dan neraka. Dan pada Hari Kiamat dikatakan kepada orang-orang yang mendustakan, "Inilah neraka yang dulu kamu dustakan." Allah berfirman, ﴾ وَأَقۡسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهۡدَ أَيۡمَٰنِهِمۡ لَا يَبۡعَثُ ٱللَّهُ مَن يَمُوتُۚ بَلَىٰ وَعۡدًا عَلَيۡهِ حَقّٗا وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ 38 لِيُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِي يَخۡتَلِفُونَ فِيهِ وَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰذِبِينَ 39 ﴿ "Mereka bersumpah dengan Nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh, 'Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati'. (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Agar Allah menjelaskan kepada mereka sesuatu yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berdusta." (An-Nahl: 38-39).

(6) Kemudian Allah memerintahkan mereka mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu. Dia berfirman, ﴾ أَلَمۡ يَرَوۡاْ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٖ ﴿ "Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka," maksud-nya, berapa banyak Kami membinasakan umat-umat yang mendus-takan secara bergantian, dan sebelum mereka dibinasakan Kami telah memberi mereka kesempatan dengan ﴾ مَّكَّنَّٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَا لَمۡ نُمَكِّن ﴿ "meneguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan" kepada mereka berupa harta, anak ke-turunan, dan kemakmuran. ﴾ وَأَرۡسَلۡنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡهِم مِّدۡرَارٗا وَجَعَلۡنَا ٱلۡأَنۡهَٰرَ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمۡ ﴿ "Dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka." Dengan itu ia menumbuh-kan untuk mereka apa yang dikehendaki oleh Allah berupa pohon-pohon dan buah-buahan yang mereka nikmati, dan mereka makan sesuai selera mereka, tetapi mereka tidak mensyukuri Allah atas nikmat-nikmatNya, mereka justru berpaling kepada hawa nafsu. Kenikmatan dengan berbagai macamnya telah melenakan mereka. Maka Rasul-rasul datang kepada mereka dengan (membawa) bukti-bukti kebenaran tetapi mereka tidak membenarkannya. Justru mereka menolak dan mendustakannya. Karena dosa-dosa mereka, maka Allah membinasakan mereka dan menumbuhkan generasi yang baru sesudah mereka. Ini adalah sunnatullah yang berlaku pada umat-umat terdahulu dan yang berikut, maka ambillah pelajaran dari orang-orang yang telah Allah ceritakan kepadamu.

6:7–9Page 128

وَلَوۡ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ كِتَٰبٗا فِي قِرۡطَاسٖ فَلَمَسُوهُ بِأَيۡدِيهِمۡ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ٧

And even if We had sent down to you, [O Muḥammad], a written scripture on a page and they touched it with their hands, the disbelievers would say, "This is not but obvious magic."

وَقَالُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ مَلَكٞۖ وَلَوۡ أَنزَلۡنَا مَلَكٗا لَّقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ ٨

And they say, "Why was there not sent down to him an angel?"1 But if We had sent down an angel, the matter would have been decided;2 then they would not be reprieved.

وَلَوۡ جَعَلۡنَٰهُ مَلَكٗا لَّجَعَلۡنَٰهُ رَجُلٗا وَلَلَبَسۡنَا عَلَيۡهِم مَّا يَلۡبِسُونَ ٩

And if We had made him [i.e., the messenger] an angel, We would have made him [appear as] a man, and We would have covered them with that in which they cover themselves [i.e., confusion and doubt].

"Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang yang kafir itu berkata, 'Ini tidak lain ha-nyalah sihir yang nyata.' Dan mereka berkata, 'Mengapa tidak di-turunkan kepadanya (Muhammad) seorang malaikat?' Dan kalau Kami turunkan (kepadanya) seorang malaikat, tentu selesailah urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikit pun). Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan dia berupa laki-laki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaima-na kini mereka ragu." (Al-An'am: 7-9).

(7) Ini adalah pemberitahuan dari Allah kepada RasulNya tentang kerasnya penentangan orang-orang kafir, dan bahwa pen-dustaan mereka bukan karena terbatasnya sesuatu yang kamu bawa kepada mereka dan bukan karena kebodohan mereka terha-dapnya, akan tetapi karena kezhaliman dan kedurhakaan. Di dalam-nya tidak ada tipu daya untukmu, FirmanNya, ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ كِتَٰبٗا فِي قِرۡطَاسٖ فَلَمَسُوهُ بِأَيۡدِيهِمۡ ﴿ "Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri...," dan mereka pun meyakininya, ﴾ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ ﴿ "tentulah orang-orang yang kafir itu berkata," karena kezhaliman dan kesombongan mereka, ﴾ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." Bukti mana yang lebih besar daripada bukti ini? Namun demikian mereka mengucapkan ucapan yang buruk, mereka menyombongkan diri di hadapan sesuatu yang konkret di mana orang yang memiliki sedikit akal pun tidak akan menolaknya.

(8) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata," dengan keras kepala yang dilandasi oleh kebodohan dan ketidaktahuan terhadap perkara yang masuk akal, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ مَلَكٞۖ ﴿ "Mengapa tidak diturunkan kepada-nya (Muhammad) seorang malaikat?" Mengapa tidak diturunkan bersama Muhammad seorang malaikat yang menolongnya dan membantunya dalam menunaikan tugasnya dengan anggapan da-ri mereka bahwa dia adalah manusia, sementara risalah Allah tidak akan sampai kecuali melalui tangan para malaikat. Allah menjelas-kan rahmat dan kasih sayangNya kepada hamba-hambaNya di mana Dia mengutus -kepada mereka- manusia dari kalangan mereka sendiri, agar keimanan kepada syariat yang dibawanya adalah didasari ilmu, bashirah dan secara ghaib. ﴾ وَلَوۡ أَنزَلۡنَا مَلَكٗا ﴿ "Dan kalau Kami turunkan (kepadanya) seorang malaikat," dengan membawa ri-salah Kami, niscaya iman tersebut tidak didasari oleh pengetahuan terhadap kebenaran dan niscaya iman tersebut hanya didasari de-ngan perkara yang kasat mata, yang iman itu sendiri sama sekali tidak berguna. Itu adalah kalau mereka beriman, namun biasanya mereka tidak beriman dalam keadaan tersebut. Jika mereka tidak beriman, ﴾ لَّقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "tentu selesailah urusan itu," dengan menyegera-kan kebinasaan kepada mereka dan tidak ada penundaan lagi bagi mereka, karena ini adalah sunnatullah yang berlaku pada orang yang meminta turunnya ayat yang diusulkan lalu tidak beriman kepadanya. Pengutusan seorang rasul manusia kepada mereka dengan membawa ayat-ayat yang jelas di mana Allah mengetahui bahwa ia lebih baik dan lebih lembut bagi para hamba disertai pe-nangguhanNya terhadap orang-orang kafir yang mendustakan Allah adalah lebih baik dan lebih berguna bagi mereka, jadi tun-tutan mereka agar malaikat turun adalah lebih buruk bagi mereka jika mereka mengetahui.

(9) Walaupun begitu, seandainya seorang malaikat diutus dan diturunkan, niscaya mereka tidak mampu mengambil ilmu darinya dan mereka tidak kuasa, dan kekuatan mereka yang fana tidak akan memikulnya. ﴾ جَعَلۡنَٰهُ مَلَكٗا لَّجَعَلۡنَٰهُ رَجُلٗا ﴿ "Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki," karena hikmah tidak menuntut selain itu. ﴾ وَلَلَبَسۡنَا عَلَيۡهِم مَّا يَلۡبِسُونَ ﴿ "Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu." Maksudnya, niscaya perkaranya tetap rancu dan campur baur, hal itu karena mereka sendiri yang membuat kerancuan itu atas diri mereka karena mereka sendirilah yang membangun perkara mere-ka di atas kaidah yang rancu dan tidak jelas kebenarannya. Mana-kala kebenaran datang kepada mereka dengan jalan-jalannya yang benar dan kaidahnya yang merupakan kaidahnya yang benar, hal itu tetap tidak menjadi petunjuk bagi mereka walaupun selain me-reka mendapatkan petunjuk darinya. Dosanya adalah dosa mereka, yang mana mereka telah menutup pintu hidayah dari diri mereka dan membuka pintu kesesatan.

6:10–11Page 129

وَلَقَدِ ٱسۡتُهۡزِئَ بِرُسُلٖ مِّن قَبۡلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُواْ مِنۡهُم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ١٠

And already were messengers ridiculed before you, but those who mocked them were enveloped by that which they used to ridicule.

قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ ٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ١١

Say, "Travel through the land; then observe how was the end of the deniers."

"Dan sungguh beberapa rasul sebelum kamu telah diolok-olok, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka. Katakanlah, 'Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu'." (Al-An'am: 10-11).

(10) Allah menghibur dan menyabarkan RasulNya, serta mengancam musuh-musuhnya, ﴾ وَلَقَدِ ٱسۡتُهۡزِئَ بِرُسُلٖ مِّن قَبۡلِكَ ﴿ "Dan sung-guh beberapa rasul sebelum kamu telah diolok-olok," ketika mereka datang kepada umat-umat mereka dengan keterangan-keterangan, mereka mendustakan rasul-rasul itu dan menghina mereka serta syariat yang mereka bawa, maka Allah membinasakan mereka de-ngan kekufuran dan pendustaan itu, dan membalas mereka dengan azab yang setimpal. ﴾ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُواْ مِنۡهُم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "Maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka ba-lasan (azab) olok-olokan mereka." Waspadalah wahai para pendusta, jangan terus menerus di atas pendustaanmu, maka kamu pun ter-timpa apa yang menimpa mereka.

(11) Jika kamu bimbang atau ragu dalam perkara ini, maka ﴾ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ ٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang men-dustakan itu." Kamu tidak mendapatkan kecuali kaum yang dibi-nasakan dan umat yang bergelimpangan diterpa azab dan dalam keadaan rusak. Negeri-negeri sepi, daerah-daerah itu pun lengang, seluruh penikmat kebahagiaan luruh, Maharaja yang berkuasa membinasakan mereka, berita mereka menjadi pelajaran bagi ulil abshar. Perjalanan yang diperintahkan ini adalah perjalanan hati dan badan yang menghasilkan pembelajaran. Adapun sekedar me-lihat tanpa mengambil pelajaran, maka ia sama sekali tidak berguna.

6:12Page 129

قُل لِّمَن مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ قُل لِّلَّهِۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَۚ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٢

Say, "To whom belongs whatever is in the heavens and earth?" Say, "To Allāh." He has decreed upon Himself mercy. He will surely assemble you for the Day of Resurrection, about which there is no doubt. Those who will lose themselves [that Day] do not believe.

"Katakanlah, 'Kepunyaan siapakah sesuatu yang ada di la-ngit dan di bumi?' Katakanlah, 'Kepunyaan Allah.' Dia telah mene-tapkan atas diriNya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman'." (Al-An'am: 12).

(12) Allah berfirman kepada NabiNya, ﴾ قُل ﴿ "Katakanlah" kepada orang-orang yang musyrik kepada Allah, demi menetapkan dan mewajibkan tauhid atas mereka, ﴾ لِّمَن مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Kepu-nyaan siapakah sesuatu yang ada di langit dan di bumi?" Maksudnya, siapa pencipta, pemilik, dan pengaturnya? ﴾ قُل ﴿ "Katakanlah" ke-pada mereka, ﴾ لِّلَّهِۚ ﴿ "Kepunyaan Allah." Mereka mengakui dan tidak mengingkari hal itu. Mengapa setelah mereka mengakui bahwa Allah pencipta dan pengatur tanpa sekutu, mereka tidak mengakui keikhlasan dan tauhid untukNya? FirmanNya, ﴾ كَتَبَ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَۚ ﴿ "Dia telah menetapkan atas diriNya kasih sayang." Maksudnya, alam atas dan alam bawah berada di bawah kekuasaan dan pengaturan-Nya. Allah telah membentangkan rahmat dan kebaikanNya, me-naungi mereka dengan rahmat dan nikmatNya, Dia telah mene-tapkan untuk diriNya, "Bahwa rahmat-rahmatNya mengalahkan kemarahanNya, memberi adalah lebih Dia cintai daripada tidak memberi, bahwa Allah telah membuka pintu-pintu rahmat untuk seluruh hamba jika mereka tidak menutupnya atas diri mereka dengan dosa-dosa mereka. Dia pun telah menyeru mereka kepada-nya jika mencarinya tidak terhalang oleh kesalahan dan kemak-siatan mereka." FirmanNya, ﴾ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِۚ ﴿ "Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya." Ini adalah sumpah dari Allah, dan Dia adalah pemberi kabar terjujur, Dia telah menegakkan bukti-bukti dan argumentasi-argumentasi yang mencapai tingkatan haq al-yaqin, akan tetapi orang-orang zhalim hanya mengingkari, mereka meng-ingkari kekuasaan Allah dalam membangkitkan para makh-luk, mereka tenggelam ke dalam kemaksiatan, dan berani kafir kepadaNya, maka mereka merugi dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman."

Ketahuilah bahwa surat ini mengandung penetapan tauhid dengan segala dalil aqli dan naqli bahkan hampir seluruhnya ten-tang tauhid yang membantah orang-orang musyrik yang mendus-takan RasulNya. Dalam ayat-ayat ini Allah menjelaskan sesuatu yang dengannya petunjuk menjadi jelas dan syirik pun terbabat.

6:13–20Page 129

۞ وَلَهُۥ مَا سَكَنَ فِي ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ١٣

And to Him belongs that which reposes by night and by day, and He is the Hearing, the Knowing.

قُلۡ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيّٗا فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَهُوَ يُطۡعِمُ وَلَا يُطۡعَمُۗ قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَسۡلَمَۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١٤

Say, "Is it other than Allāh I should take as a protector, Creator of the heavens and earth, while it is He who feeds and is not fed?" Say, [O Muḥammad], "Indeed, I have been commanded to be the first [among you] who submit [to Allāh] and [was commanded], 'Do not ever be of the polytheists.'"

قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ١٥

Say, "Indeed I fear, if I should disobey my Lord, the punishment of a tremendous Day."

مَّن يُصۡرَفۡ عَنۡهُ يَوۡمَئِذٖ فَقَدۡ رَحِمَهُۥۚ وَذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡمُبِينُ ١٦

He from whom it is averted that Day - [Allāh] has granted him mercy. And that is the clear attainment.

وَإِن يَمۡسَسۡكَ ٱللَّهُ بِضُرّٖ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَۖ وَإِن يَمۡسَسۡكَ بِخَيۡرٖ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١٧

And if Allāh should touch you with adversity, there is no remover of it except Him. And if He touches you with good - then He is over all things competent.

وَهُوَ ٱلۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡخَبِيرُ ١٨

And He is the subjugator over His servants. And He is the Wise,1 the Aware.2

قُلۡ أَيُّ شَيۡءٍ أَكۡبَرُ شَهَٰدَةٗۖ قُلِ ٱللَّهُۖ شَهِيدُۢ بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَۚ أَئِنَّكُمۡ لَتَشۡهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخۡرَىٰۚ قُل لَّآ أَشۡهَدُۚ قُلۡ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ وَإِنَّنِي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ ١٩

Say, "What thing is greatest in testimony?" Say, "Allāh is witness between me and you. And this Qur’ān was revealed to me that I may warn you thereby and whomever it reaches.1 Do you [truly] testify that with Allāh there are other deities?" Say, "I will not testify [with you]." Say, "Indeed, He is but one God, and indeed, I am free of what you associate [with Him]."

ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَعۡرِفُونَهُۥ كَمَا يَعۡرِفُونَ أَبۡنَآءَهُمُۘ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ٢٠

Those to whom We have given the Scripture recognize it1 as they recognize their [own] sons. Those who will lose themselves [in the Hereafter] do not believe.

"Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Katakanlah, 'Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia yang memberi makan dan tidak diberi makan?' Katakanlah, 'Se-sungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang per-tama kali menyerahkan diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu termasuk golongan orang-orang musyrik.' Katakanlah, 'Sesungguhnya aku takut azab hari yang besar (Hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku'. Barangsiapa yang dijauhkan azab darinya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata. Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dan Dia-lah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya. Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Katakanlah, 'Siapakah yang lebih kuat persaksian-nya?' Katakanlah, 'Allah.' Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan al-Qur`an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang mana al-Qur`an sampai (kepadanya). Apakah kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah? Katakanlah, 'Aku tidak mengakui.' Katakanlah, 'Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).' Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah)." (Al-An'am: 13-20).

(13) Allah menyebutkan bahwa ﴾ لَهُۥ ﴿ "kepunyaan Allah-lah, ﴾ مَا سَكَنَ فِي ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِۚ ﴿ "segala yang ada pada malam dan siang hari." Itu adalah seluruh makhluk, yang terdiri dari manusia, jin, malaikat, hewan, dan benda-benda mati. Semuanya adalah makhluk yang diatur, hamba yang tunduk kepada Tuhannya Yang Mahaagung, Maha Berkuasa dan Maha Memiliki. Apakah sah menurut dalil aqli dan naqli jika para hamba yang tidak memiliki manfaat dan mudarat disembah sementara keikhlasan kepada pencipta, penga-tur, pemilik, yang memiliki manfaat dan mudarat ditinggalkan? Ataukah justru akal yang sehat dan fitrah yang lurus mengajak kepada pengikhlasan ibadah, kecintaan, takut dan harapan kepa-da Allah Rabbul alamin? ﴾ ٱلسَّمِيعُ ﴿ "Dia-lah Yang Maha Mendengar" semua suara dengan berbagai bahasa dan bermacam-macam ke-pentingan. ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Lagi Maha Mengetahui" apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi jika ia telah terjadi, maka bagaimanapun keadaannya pasti terjadi, Yang me-ngetahui lahir dan batin.

(14) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada orang-orang yang menye-kutukan Allah dengan sesuatu, ﴾ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيّٗا ﴿ "Apakah akan aku ja-dikan pelindung selain dari Allah," dari kalangan para makhluk yang lemah yang akan menolong dan melindungiku. Aku tidak menja-dikan selain Allah sebagai penolong, karena Dia adalah, ﴾ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Yang menjadikan langit dan bumi," dan pengatur keduanya. ﴾ وَهُوَ يُطۡعِمُ وَلَا يُطۡعَمُۗ ﴿ "Padahal Dia yang memberi makan dan tidak diberi makan." Maksudnya, Dia-lah Pemberi rizki seluruh makhluk tanpa ada kepentingan dariNya kepada mereka. Bagaimana layak bagiku menjadikan penolong selain Allah sang pencipta, pemberi rizki, yang kaya lagi terpuji? ﴾ قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَسۡلَمَۖ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerahkan diri" kepada Allah dengan tauhid dan pasrah ke-padaNya dengan ketaatan, karena aku lebih berhak daripada orang lain untuk menaati perintah-perintah Allah. ﴾ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan jangan sekali-kali kamu termasuk golongan orang-orang musyrik." Maksudnya, aku juga dilarang masuk ke dalam golongan orang-orang musyrik, tidak pada akidah mereka, tidak bergaul dan tidak berkumpul dengan mereka. Ini adalah kewajiban paling kuat dan paling wajib atasku.

(15) ﴾ قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "Katakanlah, 'Sesung-guhnya aku takut azab hari yang besar (Hari Kiamat), jika aku mendur-hakai Tuhanku'." Karena kemaksiatan dalam bentuk syirik meng-haruskan kekekalan dalam neraka dan kemurkaan Allah Yang Mahaperkasa.

(16) Hari itu adalah hari yang azabnya ditakuti dan ancam-annya diwaspadai, karena barangsiapa terhindar dari azab pada hari itu, maka dialah orang yang dirahmati. Barangsiapa yang se-lamat, maka dia benar-benar sebagai pemenang sebagaimana orang yang celaka lagi sengsara adalah orang yang tidak selamat pada hari itu.

(17) Di antara dalil tauhidNya adalah bahwa hanya Allah sendiri sajalah yang mengangkat kesulitan dan mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ وَإِن يَمۡسَسۡكَ ٱللَّهُ بِضُرّٖ ﴿ "Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu," berupa kemiskinan atau sakit atau kesulitan atau kecemasan atau kesedihan atau lainnya, ﴾ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَۖ وَإِن يَمۡسَسۡكَ بِخَيۡرٖ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu." Jika Dia-lah satu-satunya yang memberi manfaat dan menimpakan mudarat, maka Dia-lah semata yang berhak untuk disembah dan dipertuhankan.

(18) ﴾ وَهُوَ ٱلۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهِۦۚ ﴿ "Dan Dia-lah yang berkuasa atas seka-lian hamba-hambaNya." Tidak ada salah seorang pun dari mereka yang bertindak, bergerak, dan diam melainkan dengan kehendak-Nya. Para raja dan lain-lainnya tidak akan keluar dari kerajaan dan kekuasaanNya, justru mereka diatur dan dikuasai. Jika Dia adalah penguasa sementara yang lain dikuasai, maka Dialah yang berhak diibadahi. ﴾ وَهُوَ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana" da-lam sesuatu yang Dia perintahkan dan Dia larang, dalam memberi pahala dan menghukum, dalam mencipta dan menakdirkan. ﴾ ٱلۡخَبِيرُ ﴿ "Lagi Maha Mengetahui." Yang mengetahui apa yang disimpan dan dirahasiakan serta perkara-perkara yang samar. Ini semua adalah termasuk dalil tauhid.

(19) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka tatkala Kami menje-laskan petunjuk kepada mereka dan menerangkan kepada mereka jalan-jalan, ﴾ أَيُّ شَيۡءٍ أَكۡبَرُ شَهَٰدَةٗۖ ﴿ "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Di atas dasar agung ini. ﴾ قُلِ ٱللَّهُۖ ﴿ "Katakanlah, 'Allah'," yang lebih kuat persaksianNya, karena Dia ﴾ شَهِيدُۢ بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡۚ ﴿ "menjadi saksi antara aku dan kamu." Tiada yang lebih kuat dan lebih besar persaksiannya daripada Dia. Dia bersaksi untukku dengan persetujuan dan per-buatanNya. Dia menyetujui apa yang aku ucapkan kepadamu sebagaimana Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡ تَقَوَّلَ عَلَيۡنَا بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ 44 لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ 45 ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ 46 ﴿ "Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perka-taan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya." (Al-Haqqah: 44-46). Allah Mahabijaksana lagi Maha Berkuasa. Tidak layak -dengan kebijaksanaan dan kekuasaanNya- Dia membiarkan pendusta atas namaNya dengan klaim bahwa Allah mengutusnya padahal Dia tidak mengutusnya, bahwa Allah memerintahkannya berdakwah kepada manusia padahal Dia tidak memerintahkannya, bahwa Allah menghalalkan untuknya harta, darah, dan wanita orang-orang yang menyelisihinya. Dengan kebohongannya tersebut, maka tidak layak Allah membenarkannya dengan pengakuan dan per-buatanNya. Lalu Dia mendukungnya dengan ayat-ayat yang jelas dan mukjizat-mukjizat yang mengagumkan, menolongnya dan melecehkan orang yang menyelisihi dan memusuhinya. Adakah persaksian yang lebih besar dari ini? FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَۚ ﴿ "Dan al-Qur`an ini di-wahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepada-mu dan kepada orang-orang yang mana al-Qur`an sampai (kepadanya)." Maksudnya, Allah mewahyukan al-Qur`an yang mulia ini kepa-daku untuk kebaikan dan kemaslahatanmu, dan dengannya aku memberimu peringatan adanya hukuman yang pedih. Peringatan itu dengan menyebutkan sesuatu yang mereka diperingatkan darinya yang meliputi targhib (anjuran) dan tarhib (ancaman) dan penjelasan tentang perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan lahir dan batin, di mana barangsiapa yang melakukannya, maka dia telah menerima peringatan. Al-Qur`an ini mengandung peringatan bagimu wahai orang-orang yang al-Qur`an ini berbicara kepadanya dan orang-orang yang mana al-Qur`an sampai kepadanya hingga Hari Kiamat; di dalamnya terdapat penjelasan tentang tuntutan-tuntutan ilahiyah yang diperlukan. Manakala Allah menjelaskan kesaksianNya yang merupakan kesaksian terbesar atas tauhid, Dia berfirman, "Katakanlah kepada orang-orang yang menentang berita Allah dan yang mendustakan rasul-rasulNya, ﴾ أَئِنَّكُمۡ لَتَشۡهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخۡرَىٰۚ قُل لَّآ أَشۡهَدُۚ ﴿ 'Apakah kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?' Kata-kanlah, 'Aku tidak mengakui'." Maksudnya, jika mereka bersaksi maka janganlah kamu ber-saksi bersama mereka. Bandingkan antara kesaksian Allah yang paling benar FirmanNya, Tuhan semesta alam disertai kesaksian makhluk tersuci yang ditopang dengan bukti-bukti yang kuat dan argumen-argumen yang valid atas keesaan Allah semata tanpa sekutu bagiNya dengan kesaksian orang-orang musyrik yang akal dan agamanya rusak, pendapat dan akalnya kacau dan mengun-dang tertawaan orang-orang yang berakal kepada mereka, bahkan kesaksian mereka menyelisihi fitrah mereka, dan ucapan-ucapan mereka saling bertentangan dalam menetapkan bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah, padahal tidak ada syubhat yang paling ringan yang menyelisihi pendapat mereka, apalagi jika ada argu-men kuat. Jika kamu berakal, maka pilihlah untuk dirimu satu dari dua kesaksian sementara kami sendiri memilih untuk kami syariat yang Allah pilih untuk NabiNya yang Allah perintahkan kepada kami agar meneladaninya. Allah berfirman, ﴾ قُل لَّآ أَشۡهَدُۚ قُلۡ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa'." Tidak ada yang berhak disembah dan dipertuhankan selain-Nya sebagaimana Dia adalah Esa dalam penciptaan dan penga-turan. ﴾ وَإِنَّنِي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)," berupa berhala-berhala, sesembahan-sesembahan lain dan semua yang disekutukan dengan Allah. Inilah hakikat tauhid penetapan ketuhanan kepada Allah dan menafikannya dari selainNya.

(20) Manakala Allah menjelaskan persaksianNya, persak-sian RasulNya atas tauhid, dan persaksian kaum musyrikin yang tidak memiliki ilmu atas kesyirikannya, Dia menyebutkan bahwa Ahli Kitab, Yahudi, dan Nasrani, ﴾ يَعۡرِفُونَهُۥ ﴿ "mereka mengenalnya," yakni mengenal kebenaran tauhid, ﴾ كَمَا يَعۡرِفُونَ أَبۡنَآءَهُمُۘ ﴿ "seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri." Maksudnya, tidak ada keraguan dalam diri mereka kepadanya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka dengan baik khususnya anak-anak yang selalu dekat dengan orang tuanya. Ada kemungkinan bahwa kata ganti di sini kembali kepada Rasulullah, Muhammad ﷺ. Ahli kitab mengetahui dengan jelas kebenaran kerasulannya, mereka tidak meragukannya, karena mereka mengetahui berita-berita gembira tentang kedatangannya dan sifat-sifatnya yang se-suai dengannya yang tidak cocok untuk selainnya. Kedua makna ini saling terkait satu dengan yang lain. FirmanNya, ﴾ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ﴿ "Orang-orang yang merugikan di-rinya," maksudnya, menyia-nyiakan apa yang diciptakan untuk-nya berupa iman dan tauhid, dan melepaskan kemuliaan dari Allah Yang Mahamulia lagi Mahakaya, ﴾ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "maka mereka itu tidak beriman (kepada Allah)." Jika mereka tidak memiliki iman, maka jangan bertanya tentang kerugian dan keburukan yang ter-jadi pada mereka.

6:21Page 130

وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٢١

And who is more unjust than one who invents about Allāh a lie or denies His verses? Indeed, the wrongdoers will not succeed.

"Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang mem-buat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayatNya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan." (Al-An'am: 21).

(21) Maksudnya, tidak ada kezhaliman dan kesombongan yang lebih besar daripada orang yang dalam dirinya terdapat satu dari dua sifat. Bagaimana jika keduanya terkumpul, yaitu berdus-ta atas Nama Allah atau mendustakan ayat-ayatNya yang dibawa oleh para Rasul? Dia adalah orang terzhalim, dan orang yang zha-lim tidak akan beruntung untuk selama-lamanya. Termasuk dalam hal ini adalah semua yang berdusta atas Nama Allah dengan meng-klaim bahwa Dia mempunyai sekutu dan penolong atau dia meng-klaim sesembahan lain bersamaNya atau mengangkat istri dan anak untukNya. Dan termasuk juga semua yang menolak kebenar-an yang dibawa oleh Rasul atau orang-orang yang menggantikan kedudukan mereka.

6:22–24Page 130

وَيَوۡمَ نَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعٗا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشۡرَكُوٓاْ أَيۡنَ شُرَكَآؤُكُمُ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ ٢٢

And [mention, O Muḥammad], the Day We will gather them all together; then We will say to those who associated others with Allāh, "Where are your 'partners' that you used to claim [with Him]?"

ثُمَّ لَمۡ تَكُن فِتۡنَتُهُمۡ إِلَّآ أَن قَالُواْ وَٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشۡرِكِينَ ٢٣

Then there will be no [excuse upon] examination except they will say, "By Allāh, our Lord, we were not those who associated."

ٱنظُرۡ كَيۡفَ كَذَبُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡۚ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٢٤

See how they will lie about themselves. And lost from them will be what they used to invent.

"Dan (ingatlah) hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik, 'Di manakah sesembahan-sesembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sebagai sekutu-sekutu Kami)?' Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan, 'Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.' Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah dari mereka sesembahan-sesembahan yang dahulu mereka ada-adakan." (Al-An'am: 22-24).

(22) Allah memberitakan tentang tempat kembali orang-orang musyrik pada Hari Kiamat, mereka ditanya dan dicemooh, "Mana sekutu-sekutuKu yang kalian klaim?" Maksudnya, Allah tidak memiliki sekutu. Hal tersebut hanya sekedar klaim dan ke-dustaan mereka.

(23) ﴾ ثُمَّ لَمۡ تَكُن فِتۡنَتُهُمۡ ﴿ "Kemudian tiadalah fitnah mereka." Mak-sudnya, jawaban mereka manakala mereka ditanya dan diuji dengan pertanyaan itu tidak lain hanyalah pengingkaran terhadap kesyirikan mereka, dan mereka berani bersumpah bahwa mereka tidak menyekutukan Allah.

(24) ﴾ ٱنظُرۡ ﴿ "Lihatlah," dengan keheranan kepada mereka dan kepada keadaan mereka, ﴾ كَيۡفَ كَذَبُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡۚ ﴿ "bagaimana mereka berdusta terhadap diri mereka sendiri." Mereka melakukan kedustaan yang kerugiannya menimpa diri mereka sendiri dan memudarat-kan mereka dengan berat. ﴾ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴿ "Dan hilanglah dari mereka sesembahan-sesembahan yang dahulu mereka ada-adakan." Yakni sekutu-sekutu yang mereka klaim bersama Allah. Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan.

6:25Page 130

وَمِنۡهُم مَّن يَسۡتَمِعُ إِلَيۡكَۖ وَجَعَلۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ أَكِنَّةً أَن يَفۡقَهُوهُ وَفِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٗاۚ وَإِن يَرَوۡاْ كُلَّ ءَايَةٖ لَّا يُؤۡمِنُواْ بِهَاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجَٰدِلُونَكَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٢٥

And among them are those who listen to you,1 but We have placed over their hearts coverings, lest they understand it, and in their ears deafness. And if they should see every sign, they will not believe in it. Even when they come to you arguing with you, those who disbelieve say, "This is not but legends of the former peoples."

"Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (ba-caan)mu, padahal Kami telah meletakkan penutup di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letak-kan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, 'Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu'." (Al-An'am: 25).

(25) Di antara orang-orang musyrik itu terdapat sekelom-pok orang yang pada sebagian waktu terdorong untuk mendengar apa yang kamu katakan, akan tetapi hal itu merupakan kegiatan mendengar tanpa bermaksud mengikuti kebenaran, oleh karena itu mereka tidak dapat mengambil manfaat darinya, karena mereka tidak menginginkan kebaikan. ﴾ وَجَعَلۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ أَكِنَّةً ﴿ "Padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka," maksudnya, meletakkan peng-halang dan tabir sehingga mereka tidak memahami kalamullah. Dia melindungi kalamNya dari orang-orang yang seperti mereka. ﴾ وَفِيٓ ءَاذَانِهِمۡ ﴿ "Dan di telinga mereka," Kami letakkan ﴾ وَقۡرٗاۚ ﴿ "sumbatan." Yakni ketulian, maka mereka tidak mendengar apa yang bermanfaat bagi mereka. ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ كُلَّ ءَايَةٖ لَّا يُؤۡمِنُواْ بِهَاۖ ﴿ "Dan jika pun mereka melihat se-gala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya." Ini benar-benar kezhaliman dan sikap keras kepala, mereka tidak tunduk dan mempercayai bukti-bukti yang menunjukkan kepada kebenaran bahkan mereka membantah kebenaran dengan kebatilan untuk menghancurkannya. Oleh karena itu Allah berfir-man, ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجَٰدِلُونَكَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu ber-kata, 'Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu'." Maksudnya, al-Qur`an ini diambil dari buku-buku orang terdahu-lu yang tertulis, bukan dari Allah dan bukan dari rasul-rasulNya. Ini termasuk kekufuran mereka, jika tidak, mana mungkin kitab ini -yang menghimpun berita-berita orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian serta hakikat-hakikat yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul dan keadilan yang sempurna- dikatakan dongengan orang-orang terdahulu?

6:26Page 130

وَهُمۡ يَنۡهَوۡنَ عَنۡهُ وَيَنۡـَٔوۡنَ عَنۡهُۖ وَإِن يُهۡلِكُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ ٢٦

And they prevent [others] from him and are [themselves] remote from him. And they do not destroy except themselves, but they perceive [it] not.

"Mereka melarang (orang lain) mendengarkan al-Qur`an dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menya-dari." (Al-An'am: 26).

(26) ﴾ وَهُمۡ ﴿ "Dan mereka," yakni orang-orang yang menye-kutukan Allah dan mendustakan para Rasul menggabungkan antara sesat dan menyesatkan (orang lain), mereka melarang manu-sia mengikuti kebenaran, memperingatkan dan menjauhkan mereka darinya. Apa yang mereka lakukan ini tidak sedikit pun merugi-kan Allah dan hamba-hambaNya yang beriman. ﴾ وَإِن يُهۡلِكُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari" hal itu.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском