As-Sa'diAt‑Taghabun · 64:1–18

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

التغابن

At-Taghabun

The Mutual Disillusion · Medinan · 18 ayahs

64:1–4Page 556

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۖ لَهُ ٱلۡمُلۡكُ وَلَهُ ٱلۡحَمۡدُۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ١

Whatever is in the heavens and whatever is on the earth is exalting Allāh.1 To Him belongs dominion, and to Him belongs [all] praise, and He is over all things competent.

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ فَمِنكُمۡ كَافِرٞ وَمِنكُم مُّؤۡمِنٞۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ ٢

It is He who created you, and among you is the disbeliever, and among you is the believer. And Allāh, of what you do, is Seeing.

خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّ وَصَوَّرَكُمۡ فَأَحۡسَنَ صُوَرَكُمۡۖ وَإِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ٣

He created the heavens and earth in truth and formed you and perfected your forms; and to Him is the [final] destination.

يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَيَعۡلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعۡلِنُونَۚ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٤

He knows what is within the heavens and earth and knows what you conceal and what you declare. And Allāh is Knowing of that within the breasts.

"Bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian-pujian; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia-lah yang menciptakan kamu, maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu itu, dan hanya kepadaNya-lah kembali(mu). Dia menge-tahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan me-ngetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (At-Taghabun: 1-4).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1) Ayat-ayat mulia ini mencakup jumlah besar sifat-sifat agung Allah Yang Maha Pencipta. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kesem-purnaan ketuhananNya, luasnya kekayaanNya, semua makhluk memerlukanNya, semua makhluk yang ada di langit dan di bumi bertasbih memuji Rabbnya, seluruh kerajaan hanya milik Allah سبحانه وتعالى, tidak ada satu makhluk pun yang terlepas dari kekuasaanNya, segala puji hanya milik Allah سبحانه وتعالى semata. Pujian atas sifat-sifat ke-sempurnaan yang Dia miliki. Pujian atas segala sesuatu yang Dia ciptakan. Pujian atas hukum-hukum yang disyariatkan dan nikmat-nikmat yang dikaruniakan. KekuasaanNya menyeluruh, yang tidak satu makhluk pun terlepas darinya. Tidak ada sesuatu pun yang menghalangi kehendakNya.

(2) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa Dia menciptakan manu-sia. Di antara mereka ada yang dijadikan sebagai orang Mukmin dan kafir. Keimanan dan kekafiran mereka seluruhnya berdasar-kan Qadha` dan Qadar Allah سبحانه وتعالى. Dia-lah yang menghendaki hal itu dari mereka dengan memberikan kemampuan dan kemauan yang memungkinkan mereka melakukan apa pun yang mereka kehendaki, berupa perintah dan larangan. ﴾ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿ "Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

(3) Setelah menyebutkan penciptaan manusia yang diperin-tah dan dilarang, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan makhluk-makhluk lain seraya berfirman, ﴾ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Dia menciptakan langit dan bumi," maksudnya, menciptakan bentuk keduanya serta seluruh yang terdapat pada keduanya secara baik, ﴾ بِٱلۡحَقِّ ﴿ "dengan (tujuan) yang benar," maksudnya, dengan hikmah dan tujuan yang dimaksudkan oleh Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَصَوَّرَكُمۡ فَأَحۡسَنَ صُوَرَكُمۡۖ ﴿ "Dia membentuk rupa-mu dan dibaguskannya rupamu itu," dan ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ 4 ﴿ "Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (At-Tin: 4). Manusia adalah makhluk dengan bentuk yang paling baik dan pemandangan yang paling indah. ﴾ وَإِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "Dan hanya ke-padaNya-lah kembali(mu)." Maksudnya, tempat kembali pada Hari Kiamat. Allah سبحانه وتعالى akan memberi balasan atas keimanan dan keku-furan kalian dan meminta pertanggungjawaban atas nikmat yang diberikan pada kalian, apakah kalian mensyukurinya atau tidak?

(4) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan ilmuNya yang luas seraya berfirman, ﴾ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi," maksudnya, mengetahui segala yang rahasia dan yang nyata, yang ghaib dan yang nampak, ﴾ وَيَعۡلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعۡلِنُونَۚ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "dan mengetahui apa yang kamu rahasia-kan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati." Maksudnya, mengetahui segala rahasia baik, rahasia buruk, niat yang baik dan niat yang buruk yang ada di dalam hati, karena Allah سبحانه وتعالى Maha Mengetahui isi hati, maka sebagai orang yang ber-akal dan memiliki mata hati harus berusaha keras dan bersungguh-sungguh menjaga sisi batinnya dari berbagai akhlak tercela dan hendaknya berakhlak yang baik.

64:5–6Page 556

أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَبَؤُاْ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبۡلُ فَذَاقُواْ وَبَالَ أَمۡرِهِمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٥

Has there not come to you the news of those who disbelieved before? So they tasted the bad consequence of their affair, and they will have a painful punishment.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُۥ كَانَت تَّأۡتِيهِمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَقَالُوٓاْ أَبَشَرٞ يَهۡدُونَنَا فَكَفَرُواْ وَتَوَلَّواْۖ وَّٱسۡتَغۡنَى ٱللَّهُۚ وَٱللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٞ ٦

That is because their messengers used to come to them with clear evidences, but they said, "Shall human beings guide us?" and disbelieved and turned away. And Allāh dispensed [with them]; and Allāh is Free of need and Praiseworthy.

"Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu? Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka (membawa) kete-rangan-keterangan lalu mereka berkata, 'Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?' Lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha-kaya lagi Maha Terpuji." (At-Taghabun: 5-6).

(5) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sifat-sifatNya yang sem-purna dan agung, yang dengan sifat-sifat tersebut Allah سبحانه وتعالى bisa diketahui dan disembah, segala usaha dicurahkan demi mencari ridhaNya dan menjauhi murkaNya, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menye-butkan apa yang Dia lakukan terhadap umat-umat terdahulu dan masa-masa yang telah berlalu. Di mana orang-orang yang datang kemudian senantiasa membicarakan mereka dan mengisahkan tentang orang-orang shalih. Ketika para rasul mendatangi mereka dengan kebenaran, mereka mendustakan para rasul itu dan me-nentang. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menimpakan akibat buruk perbuatan mereka di dunia dan juga kehinaan. ﴾ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "Dan mereka mem-peroleh azab yang pedih"di akhirat.

(6) Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebab siksaan tersebut seraya berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Yang demikian itu," yakni, siksaan dan aki-bat buruk yang Kami timpakan pada mereka ﴾ بِأَنَّهُۥ كَانَت تَّأۡتِيهِمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan," yakni tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى yang jelas, yang menunjukkan kebenaran dan keba-tilan, namun mereka bersikap sombong terhadap para rasul mereka seraya berkata, ﴾ أَبَشَرٞ يَهۡدُونَنَا ﴿ "Apakah manusia yang akan memberi pe-tunjuk kepada kami," maksudnya, mereka tidak memiliki keutamaan atas kami, lantas karena apa Allah سبحانه وتعالى memberikan keistimewaan pada mereka dan tidak memberikannya pada kami? Ini sejalan dengan Firman Allah سبحانه وتعالى dalam surat lain, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya'." (Ibrahim: 11). Mereka menahan karunia dan pemberian Allah سبحانه وتعالى untuk para nabi supaya mereka tidak menjadi utusan Allah سبحانه وتعالى kepada manusia. Mereka bersikap sombong untuk menaati para rasul. Mereka pun diuji dengan penyembahan patung, batu, dan lainnya. ﴾ فَكَفَرُواْ ﴿ "Lalu mereka ingkar" terhadap Allah سبحانه وتعالى ﴾ وَتَوَلَّواْۖ ﴿ "dan berpaling" dari ketaatan-Nya, ﴾ وَّٱسۡتَغۡنَى ٱللَّهُۚ ﴿ "dan Allah tidak memerlukan (mereka)."Allah سبحانه وتعالى tidak menghiraukan mereka, dan kesesatan mereka sama sekali tidak membahayakan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٞ ﴿ "Dan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji." Maksudnya, Dia-lah Yang Mahakaya, bagiNya kekayaan yang sempurna dan mutlak dari segala hal, Terpuji dalam perkata-an, perbuatan, dan sifat-sifatNya.

64:7Page 556

زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن لَّن يُبۡعَثُواْۚ قُلۡ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبۡعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلۡتُمۡۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ٧

Those who disbelieve have claimed that they will never be resurrected. Say, "Yes, by my Lord, you will surely be resurrected; then you will surely be informed of what you did. And that, for Allāh, is easy."

"Orang-orang yang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, 'Tidak demikian, demi Rabbku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.' Yang de-mikian itu adalah mudah bagi Allah." (At-Taghabun: 7).

(7) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang pembangkangan orang-orang kafir, dugaan batil, serta pendustaan mereka terhadap Hari Kebangkitan yang tanpa didasari ilmu, tanpa petunjuk, dan kitab yang menerangi. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan makh-lukNya yang paling mulia agar bersumpah terhadap Rabbnya akan adanya Hari Kebangkitan, pembalasan amal-amal buruk orang-orang kafir, serta kedustaan mereka terhadap kebenaran. ﴾ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ﴿ "Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." Karena kebangkitan itu meski berat dan tidak bisa dilakukan oleh makhluk, sebab andai seluruh kekuatan mereka berkumpul untuk menghidupkan satu orang saja yang mati, tentu mereka tidak mampu melakukannya, sedangkan bagi Allah سبحانه وتعالى, jika Dia menghendaki sesuatu hanya dengan berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخۡرَىٰ فَإِذَا هُمۡ قِيَامٞ يَنظُرُونَ 68 ﴿ "Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangka-kala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)." (Az-Zumar: 68).

64:8Page 556

فَـَٔامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلنُّورِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلۡنَاۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ٨

So believe in Allāh and His Messenger and the light [i.e., the Qur’ān] which We have sent down. And Allāh is Aware of what you do.

"Maka berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan kepada cahaya (al-Qur`an) yang telah Kami turunkan, Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (At-Taghabun: 8).

(8) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keingkaran orang yang memungkiri Hari Kebangkitan dan hal itu mewajibkan mereka kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى dan tanda-tanda kebesaranNya, selan-jutnya Allah سبحانه وتعالى memerintahkan apa yang bisa membentengi diri dari kesengsaraan dan kebinasaan yaitu beriman kepada Allah سبحانه وتعالى, RasulNya, dan KitabNya yang disebut Allah سبحانه وتعالى sebagai cahaya, karena cahaya adalah kebalikan dari kegelapan. Hukum, syariat, dan kabar yang terdapat di dalam kitab yang diturunkan Allah سبحانه وتعالى adalah cahaya yang bisa dijadikan petunjuk dalam kelamnya ke-bodohan yang amat gelap gulita, bisa dijadikan petunjuk dalam kegelapan malam. Petunjuk selain kitab Allah سبحانه وتعالى banyak dampak bahayanya daripada manfaatnya. Keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya. Bahkan tidak ada kebaikan dan manfaat pada petunjuk selain kitab Allah سبحانه وتعالى kecuali yang sesuai dengan yang dibawa Rasul. Keimanan terhadap Allah سبحانه وتعالى, Rasul dan Kitab-Nya mengharuskan keteguhan sempurna dan keyakinan yang benar dan diamalkan sesuai dengan tuntutan pembenaran tersebut dengan melakukan perintah-perintah dan menjauhi larangan-la-rangan. ﴾ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," di mana Allah سبحانه وتعالى akan membalas amal baik dan amal buruk kalian.

64:9–10Page 556

يَوۡمَ يَجۡمَعُكُمۡ لِيَوۡمِ ٱلۡجَمۡعِۖ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلتَّغَابُنِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ وَيَعۡمَلۡ صَٰلِحٗا يُكَفِّرۡ عَنۡهُ سَيِّـَٔاتِهِۦ وَيُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ٩

The Day He will assemble you for the Day of Assembly - that is the Day of Deprivation.1 And whoever believes in Allāh and does righteousness - He will remove from him his misdeeds and admit him to gardens beneath which rivers flow, wherein they will abide forever. That is the great attainment.

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ١٠

But the ones who disbelieved and denied Our verses - those are the companions of the Fire, abiding eternally therein; and wretched is the destination.

"(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari ditam-pakkannya kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal shalih, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalam-nya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." (At-Taghabun: 9-10).

(9) Maksudnya, ingatlah hari di mana pada hari itu Allah سبحانه وتعالى akan mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir. Allah سبحانه وتعالى memberhentikan mereka di tempat pem-berhentian yang mengerikan dan agung. Allah سبحانه وتعالى akan memberi-tahukan apa pun yang mereka lakukan. Pada hari itu nampaklah perbedaan dan pengumpulan antara manusia. Ada yang diangkat ke tingkat tinggi di kamar-kamar atas dan tempat tinggal yang tinggi yang mencakup berbagai macam kenikmatan dan keinginan. Ada juga yang ditempatkan di tempat yang paling rendah. Tempat kesedihan, duka, dan siksaan yang dahsyat. Hal itu disebabkan oleh perbuatan-perbuatan yang mereka persembahkan untuk diri mereka sendiri selama hidup mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلتَّغَابُنِۗ ﴿ "Inilah hari ditampakkannya kesalahan-kesalahan," mak-sudnya, pada hari itu nampak kesalahan-kesalahan dan perbeda-an-perbedaan antara manusia. Hari itu orang-orang Mukmin yang fasik merugi dan orang-orang yang berdosa diketahui bahwa me-reka bukan apa-apa dan mereka adalah orang-orang yang merugi. Seolah-olah dikatakan, "Dengan apa keberuntungan, kesengsaraan, nikmat dan azab bisa didapatkan?" Allah سبحانه وتعالى menyebutkan penye-bab semua hal itu seraya berfirman, ﴾ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ ﴿ "Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah," dengan keimanan yang sempurna yang mencakup seluruh hal yang diperintahkan Allah سبحانه وتعالى agar diimani, ﴾ وَيَعۡمَلۡ صَٰلِحٗا ﴿ "dan mengerjakan amal shalih," berupa amalan-amalan wajib dan sunnah dengan menunaikan hak-hak Allah سبحانه وتعالى dan hak-hak sesama manusia, ﴾ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ﴿ "niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai," di dalamnya terda-pat apa pun yang diinginkan jiwa, dipandang nikmat oleh mata, dipilih oleh ruh, diinginkan hati dan puncak segala yang diingin-kan. ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar."

(10) ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ ﴿ "Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami," maksudnya, kufur terhadapnya tanpa dilandasi dasar syar'i maupun akal, bahkan dalil-dalil dan penje-lasan-penjelasan itu datang kepada mereka, namun mereka men-dustakan dan menentangnya, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." Karena neraka itu menca-kup segala keburukan, kengerian, kesengsaraan, dan siksa.

64:11–13Page 557

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ١١

No disaster strikes except by permission of Allāh. And whoever believes in Allāh - He will guide his heart. And Allāh is Knowing of all things.

وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَۚ فَإِن تَوَلَّيۡتُمۡ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ ١٢

And obey Allāh and obey the Messenger; but if you turn away - then upon Our Messenger is only [the duty of] clear notification.

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١٣

Allāh - there is no deity except Him. And upon Allāh let the believers rely.

"Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling, maka sesungguh-nya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (Dia-lah) Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Dan hendaklah orang-orang yang Muk-min bertawakal kepada Allah saja." (At-Taghabun: 11-13).

(11) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ ﴿ "Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah." Ini berlaku secara umum untuk berbagai musibah yang menimpa diri, harta, anak, orang-orang tercinta, dan lainnya. Semua yang menimpa manusia berdasarkan Qadha` dan Qadar Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى telah mengetahui hal itu sebelumnya, penaNya telah menulis semua takdir dan ketentuan. Dengan pena itu, kehendak dan hik-mahNya berlaku. Namun yang amat penting adalah apakah ma-nusia menunaikan tugasnya dalam hal Qadha` dan Qadar ataukah tidak? Jika ia menunaikannya, maka ia akan mendapatkan pahala yang besar dan indah, baik di dunia maupun di akhirat. Jika per-caya bahwa semua yang menimpanya berasal dari sisi Allah سبحانه وتعالى, merelakannya, dan menyerahkan masalahnya, maka Allah سبحانه وتعالى akan menunjukkan hatinya sehingga ia akan merasa tenang dan tidak gentar ketika tertimpa berbagai musibah, tidak seperti yang terjadi pada orang yang hatinya tidak diberi petunjuk oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى memberikan keteguhan pada orang yang hatinya diberi petun-juk ketika musibah datang serta bersikap sabar. Dengan demikian, ia mendapatkan pahala besar di samping pahala besar yang disim-pan Allah سبحانه وتعالى pada Hari Pembalasan kelak. Ini sejalan dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ 10 ﴿ "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicu-kupkan pahala mereka tanpa batas." (Az-Zumar: 10). Dari sini dapat diketahui, bahwa orang yang tidak beriman kepada Allah سبحانه وتعالى pada saat tertimpa musibah karena tidak mema-hami takdir dan ketentuan Allah سبحانه وتعالى namun hanya terbatas pada sebab-sebabnya saja, maka ia telah dihinakan, dan Allah-pun me-nyerahkan urusannya itu pada dirinya sendiri. Apabila seorang hamba telah diserahkan pada dirinya sendiri padahal jiwa manusia itu hanya bisa berkeluh kesah dan bersedih, maka hal itu merupa-kan siksaan yang disegerakan bagi seorang hamba sebelum siksaan akhirat nanti karena tidak menunaikan kewajiban bersabar. Inilah yang berkaitan dengan Firman Allah تعالى, ﴾ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ ﴿ "Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya," yakni ketika tertimpa musibah. Adapun yang berkaitan dengan keumuman tekstual ayat, Allah سبحانه وتعالى membe-ritahukan bahwa setiap orang yang beriman (maksudnya, dengan keimanan sesuai yang diperintahkan yaitu beriman kepada Allah سبحانه وتعالى, malaikat, kitab, rasul, Hari Akhir, dan takdir, baik dan buruk-nya) dan membuktikan kebenaran imannya dengan menunaikan tuntutan-tuntutan serta kewajiban-kewajiban iman, faktor yang dilakukan oleh seorang hamba seperti ini merupakan faktor ter-besar hidayah Allah سبحانه وتعالى dalam perkataan, perbuatan, dan di segala halnya, dan juga dalam ilmu dan amalnya. Ini adalah balasan ter-baik yang diberikan Allah bagi orang-orang yang beriman. Seba-gaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى ketika memberi-tahukan bahwa Dia meneguhkan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan di akhirat. Asal mula keteguhan adalah keteguhan hati, kesabaran, dan keyakinannya ketika tertimpa berbagai musibah. Firman Allah سبحانه وتعالى yang dimaksud adalah, ﴾ يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ ﴿ "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (Ibra-him: 27). Orang yang beriman adalah orang yang hatinya mendapatkan hidayah dan paling kuat ketika tertimpa berbagai musibah yang merisaukan. Hal itu dikarenakan keimanan yang tertanam pada diri mereka.

(12) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَۚ ﴿ "Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul," maksudnya, dalam menunai-kan perintah dan menjauhi larangan keduanya. Karena menaati perintah Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya adalah pusat kebahagiaan dan tanda-tanda keberuntungan. ﴾ فَإِن تَوَلَّيۡتُمۡ ﴿ "Jika kamu berpaling," dari menaati Allah سبحانه وتعالى dan menaati Rasul, ﴾ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ ﴿ "maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang." Maksudnya, menyampaikan apa yang diutus-kan untuk kalian secara jelas dan gamblang sehingga hujjah telah tegak untuk kalian. Rasul tidak berkuasa memberikan petunjuk pada kalian dan sama sekali tidak berkuasa menghisab amal kalian. Perhitungan amal kalian atas ketaatan kalian terhadap Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya, apakah kalian menunaikan hal itu atau tidak, sepenuh-nya dilakukan oleh Allah Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata.

(13) ﴾ ٱللَّهُ ﴿ "(Dia-lah) Allah," Yang ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ ﴿ "tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia." Maksudnya, Dia-lah yang berhak disembah dan dituhankan. Semua sesembahan selainNya adalah batil. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan hendaklah orang-orang yang Mukmin bertawakal kepada Allah saja." Maksudnya, hendaklah orang-orang yang beriman bergantung pada Allah سبحانه وتعالى dalam segala hal yang menimpa mereka dan apa pun yang ingin mereka laku-kan, karena tidak ada satu pun hal yang berlaku kecuali atas izin Allah سبحانه وتعالى dan tidak ada cara untuk itu kecuali dengan bergantung pada Allah سبحانه وتعالى. Ketergantungan seseorang terhadap Allah سبحانه وتعالى tidak berlaku secara sempurna hingga ia memperbaiki sangkaannya ter-hadap Rabbnya serta percaya sepenuh hati bahwa Allah-lah yang akan mencukupi urusan yang disandarkan padaNya. Ukuran lemah dan kuatnya tawakal seorang hamba ditentukan oleh kadar keimanannya.

64:14–15Page 557

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ مِنۡ أَزۡوَٰجِكُمۡ وَأَوۡلَٰدِكُمۡ عَدُوّٗا لَّكُمۡ فَٱحۡذَرُوهُمۡۚ وَإِن تَعۡفُواْ وَتَصۡفَحُواْ وَتَغۡفِرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ ١٤

O you who have believed, indeed, among your spouses and your children are enemies to you, so beware of them. But if you pardon and overlook and forgive - then indeed, Allāh is Forgiving and Merciful.

إِنَّمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَأَوۡلَٰدُكُمۡ فِتۡنَةٞۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ ١٥

Your wealth and your children are but a trial, and Allāh has with Him a great reward.

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu me-maafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Se-sungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (At-Taghabun: 14-15).

(14-15) Ini adalah peringatan dari Allah سبحانه وتعالى untuk orang-orang yang beriman agar tidak terpedaya oleh istri dan anak, karena sebagian dari mereka itu adalah musuh. Dan musuh itu (hakikat-nya) adalah orang yang menghendaki kejelekan bagi kalian. Tugas kalian adalah bersikap waspada dari orang yang sifatnya seperti ini. Jiwa diciptakan dengan tabiat mencintai istri dan anak. Karena itu Allah سبحانه وتعالى memberikan nasihat untuk para hambaNya agar mem-batasi rasa cintanya yang tunduk pada kemauan istri dan anak itu, karena di dalamnya terdapat larangan syar'i. Allah سبحانه وتعالى juga mendo-rong para hambaNya agar menunaikan perintah-perintahNya dan agar lebih mengedepankan ridhaNya, karena Allah سبحانه وتعالى memiliki pahala yang besar yang mencakup berbagai cita-cita tinggi dan kecintaan-kecintaan yang mahal. Allah سبحانه وتعالى juga mendorong agar para hamba-hambaNya lebih mengutamakan akhirat daripada dunia yang fana dan akan lenyap ini. Mengingat larangan untuk menuruti kemauan istri dan anak yang bisa membawa dampak buruk dan peringatan dari hal itu mungkin disalahpahami seba-gian orang yang memahami harus bersikap kasar terhadap istri dan anak dan menghukum mereka, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan mereka agar waspada serta memaafkan mereka, karena dalam hal ini ter-dapat berbagai maslahat yang tidak terhitung jumlahnya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِن تَعۡفُواْ وَتَصۡفَحُواْ وَتَغۡفِرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ ﴿ "Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka se-sungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Karena balasan itu berdasarkan amal. Siapa pun yang memberi maaf, maka dia diberi maaf oleh Allah سبحانه وتعالى. Siapa yang tidak marah, maka Allah سبحانه وتعالى tidak akan memurkainya. Siapa pun yang menunaikan amalan-amalan yang disukai Allah سبحانه وتعالى dan menunaikan amalan-amalan yang disukai oleh sesama serta berguna bagi mereka, maka akan mendapatkan cinta Allah سبحانه وتعالى dan cinta hamba-hambaNya. Dan Allah سبحانه وتعالى akan menata rapi masalah-masalah hidupnya.

64:16–18Page 557

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ وَٱسۡمَعُواْ وَأَطِيعُواْ وَأَنفِقُواْ خَيۡرٗا لِّأَنفُسِكُمۡۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ١٦

So fear Allāh as much as you are able and listen and obey and spend [in the way of Allāh]; it is better for your selves. And whoever is protected from the stinginess of his soul - it is those who will be the successful.

إِن تُقۡرِضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا يُضَٰعِفۡهُ لَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ ١٧

If you loan Allāh a goodly loan, He will multiply it for you and forgive you. And Allāh is [most] Appreciative1 and Forbearing,2

عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ١٨

Knower of the unseen and the witnessed, the Exalted in Might, the Wise.

"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesang-gupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang berun-tung. Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas jasa lagi Maha Penyantun. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (At-Taghabun: 16-18).

0(16) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hambaNya agar bertakwa padaNya, yaitu dengan menunaikan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Allah سبحانه وتعالى membatasi hal itu dengan kadar kemampuan dan kesanggupan. Ayat ini menunjukkan bahwa kewajiban yang tidak mampu dilakukan oleh seorang hamba menjadi gugur. Jika seorang hamba mampu menunaikan sebagian kewajiban dan tidak mampu menunaikan kewajiban lainnya, maka ia cukup menunaikan kewajiban yang mampu dia lakukan, sedang-kan kewajiban lainnya yang tidak mampu dilakukan menjadi gugur. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi a, إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ، فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ. "Jika aku memerintahkan kalian dengan suatu perintah, maka tu-naikanlah ia semampu kalian."[121] Kaidah syariah ini mencakup cabang-cabang masalah yang tidak terhitung jumlahnya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱسۡمَعُواْ ﴿ "Dan de-ngarlah," maksudnya, dengarkan nasihat Allah سبحانه وتعالى dan syariat yang diberlakukan pada kalian berupa hukum-hukum. Lakukan dan taatlah padaNya, ﴾ وَأَطِيعُواْ ﴿ "serta taatlah," pada Allah سبحانه وتعالى dan Rasul-Nya pada semua gerak-gerik kalian, ﴾ وَأَنفِقُواْ ﴿ "dan nafkahkanlah," berupa nafkah-nafkah syar'i yang wajib dan yang sunnah, niscaya amal baik kalian itu berguna bagi kalian di dunia dan di akhirat, karena seluruh kebaikan itu terletak pada menunaikan semua perintah Allah سبحانه وتعالى, menerima nasihat-nasihatNya dan tunduk pada syariatNya, dan (sebaliknya) seluruh keburukan itu terletak pada pembangkangan perintah Allah سبحانه وتعالى. Namun ada bencana yang menahan orang untuk menunaikan nafkah yang diperintahkan, yaitu sifat kikir yang banyak terdapat dalam watak manusia. Sifat ini membuat orang mencintai harta dan amat tidak menyukai untuk dikeluarkan dari tangannya. Untuk itu, siapa pun yang dijaga Allah سبحانه وتعالى ﴾ شُحَّ نَفۡسِهِۦ ﴿ "dari kekikiran dirinya," dengan mengizinkan dirinya untuk memberikan nafkah yang ber-manfaat baginya, ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ﴿ "maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." Karena mereka mendapatkan apa yang diingin-kan dan selamat dari yang ditakutkan. Lebih dari itu, sepertinya ini mencakup seluruh yang diperintahkan dan yang dilarang. Jika jiwa seseorang bersifat kikir dan tidak tunduk pada perintah Allah سبحانه وتعالى, serta tidak mau mengeluarkan hartanya, maka ia tidak akan beruntung tapi akan mendapatkan kerugian di dunia dan di akhirat. Dan jika jiwanya lapang dan tenang terhadap syariat Allah سبحانه وتعالى ka-rena ingin mencari keridhaanNya, maka tidak terdapat pengha-lang antara jiwanya dan perintah yang dibebankan Allah سبحانه وتعالى selain pengetahuannya akan perintah tersebut bahwa hal itu mendatang-kan ridha Allah سبحانه وتعالى. Dengan demikian, ia akan mendapatkan kebe-runtungan, keberhasilan, dan benar-benar akan mendapatkan kemenangan.

(17) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى memberi dorongan untuk berinfak seraya berfirman, ﴾ إِن تُقۡرِضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا ﴿ "Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik." Pinjaman yang baik adalah semua nafkah yang berasal dari harta halal yang diberikan oleh seseorang karena mengharap bertemu dengan Allah سبحانه وتعالى dan mengalokasikannya pada tempatnya, ﴾ يُضَٰعِفۡهُ لَكُمۡ ﴿ "niscaya Allah melipatgandakan (pembalasan-nya) kepadamu," pahala nafkah adalah sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali dan bahkan sampai berlipat-lipat lagi, ﴾ وَ﴿ "dan," di samping dilipatgandakan, Dia ﴾ يَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ ﴿ "mengampuni kamu." Maksudnya, Allah سبحانه وتعالى memberi ampunan dosa bagi kalian karena infak dan sedekah. Allah سبحانه وتعالى menghapus kesalahan dan dosa dengan sedekah dan kebaikan-kebaikan. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu bisa menghapus kesalahan-kesalahan. ﴾ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ ﴿ "Dan Allah Maha Pembalas jasa lagi Maha Penyantun." Tidak langsung memberi hukuman bagi orang yang durhaka kepadaNya, tapi diberi tang-guhan, namun tidak dilalaikan. ﴾ وَلَوۡ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِمَا كَسَبُواْ مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهۡرِهَا مِن دَآبَّةٖ وَلَٰكِن يُؤَخِّرُهُمۡ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗىۖ ﴿ "Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan (dosa-dosa) usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu pun makhluk yang melata, akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu." (Fathir: 45). Allah سبحانه وتعالى Maha Membalas kebaikan, menerima amalan kecil hamba-hambaNya namun diberi balasan yang besar. Allah سبحانه وتعالى mem-beri balasan baik bagi hambaNya yang rela menanggung beban berat dan berbagai taklif (beban syariat) yang berat karenaNya. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah سبحانه وتعالى, niscaya akan diberi ganti yang lebih baik oleh Allah سبحانه وتعالى.

(18) ﴾ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ﴿ "Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata." Maksudnya, tidak ada satu pun rahasia manusia yang tidak nampak bagi Allah سبحانه وتعالى. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah سبحانه وتعالى dan juga segala makhluk yang mereka saksikan. ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang tidak terkalahkan dan tidak tertahan, Yang Maha Memaksa segala sesuatu, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana," pada makhluk dan perintahNya, Yang meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.

Selesai tafsir Surat at-Taghabun. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском