As-Sa'diAl‑A'raf · 7:31–49

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-A'raf 7:31–49

7:31Page 154

۞ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ ٣١

O children of Adam, take your adornment [i.e., wear your clothing] at every masjid,1 and eat and drink, but be not excessive. Indeed, He likes not those who commit excess.

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al-A'raf: 31).

(31) Setelah Allah تعالى menurunkan kepada Bani Adam pa-kaian untuk menutupi auratnya dan pakaian indah untuk perhiasan, Allah berfirman, ﴾ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ ﴿ "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid." Yakni tutuplah auratmu pada waktu shalat, baik yang wajib atau yang sunnah, ka-rena menutupnya adalah perhiasan bagi tubuh sebagaimana mem-bukanya berarti membiarkan tubuh dalam keadaan buruk dan tidak pantas. Ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan perhiasan di sini adalah lebih dari sekedar berpakaian yaitu pakaian yang bersih dan baik. Ini mengandung perintah menutup aurat dalam shalat dan memperindah diri di dalamnya serta kebersihan pakaian tersebut dari kotoran dan najis. Kemudian Dia berfirman, ﴾ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ ﴿ "Makan dan minumlah." Yakni dari yang baik-baik yang Allah rizkikan kepadamu. ﴾ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ ﴿ "Dan janganlah berlebih-lebihan", dalam hal itu. Berlebih-lebihan bisa dengan melampaui batas kemewahan dalam makan, minum dan berpakaian, dan bisa pula dengan me-lampaui batas yang halal kepada yang haram. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ ﴿ "Se-sungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan," karena sikap berlebih-lebihan itu dibenci oleh Allah, membahaya-kan tubuh dan kehidupan manusia, bahkan bisa menyebabkan ketidakmampuan untuk memberi nafkah. Jadi ayat ini mengandung perintah makan dan minum dan larangan meninggalkannya serta larangan berlebih-lebihan padanya.

7:32–33Page 154

قُلۡ مَنۡ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِيٓ أَخۡرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَٰتِ مِنَ ٱلرِّزۡقِۚ قُلۡ هِيَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا خَالِصَةٗ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ٣٢

Say, "Who has forbidden the adornment of [i.e., from] Allāh which He has produced for His servants and the good [lawful] things of provision?" Say, "They are for those who believed during the life of this world, exclusively [for them] on the Day of Resurrection." Thus do We detail the verses for a people who know.

قُلۡ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ ٱلۡفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ وَٱلۡإِثۡمَ وَٱلۡبَغۡيَ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَأَن تُشۡرِكُواْ بِٱللَّهِ مَا لَمۡ يُنَزِّلۡ بِهِۦ سُلۡطَٰنٗا وَأَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٣٣

Say, "My Lord has only forbidden immoralities - what is apparent of them and what is concealed - and sin,1 and oppression without right, and that you associate with Allāh that for which He has not sent down authority, and that you say about Allāh that which you do not know."

"Katakanlah, 'Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rizki yang baik?' Katakan-lah, 'Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman da-lam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di Hari Kiamat.' Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. Katakanlah, 'Rabbku hanya mengharamkan per-buatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharam-kan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu keta-hui'." (Al-A'raf: 32-33).

(32) Allah تعالى mengingkari orang yang keras kepala dan mengharamkan hal-hal yang baik yang dihalalkan oleh Allah. Dan berfirman, ﴾ قُلۡ مَنۡ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِيٓ أَخۡرَجَ لِعِبَادِهِۦ ﴿ "Katakanlah, 'Siapakah yang meng-haramkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya," dari berbagai macam pakaian dengan berbagai macam jenisnya, dan rizki yang baik-baik, berupa makanan dan minuman dengan beragam macamnya. Yakni siapakah gerangan yang berani mengharamkan apa yang Allah halalkan sebagai nikmat kepada hamba-hambaNya? Siapakah gerangan yang mempersulit kepada mereka apa yang telah dilonggarkan Allah? Allah memberikan ke-longgaran kepada hamba-hambaNya berupa hal-hal yang baik-baik agar hamba-hambaNya menggunakannya sebagai penolong dalam beribadah kepadaNya, maka Dia tidak membolehkannya kecuali hanya untuk hamba-hambaNya yang beriman. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ قُلۡ هِيَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا خَالِصَةٗ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Katakanlah, 'Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di Hari Kiamat." Yakni tidak ada persoalan atas mereka padanya. Mafhum ayat ini bahwa barangsiapa yang ti-dak beriman kepada Allah bahkan dia menggunakan kebaikan yang dirizkikan oleh Allah sebagai sarana untuk bermaksiat kepadaNya, maka ia tidaklah khusus untuk mereka dan tidak pula dibolehkan untuk mereka, bahkan dia dihukum karenanya dan atas penggu-naannya, dan nikmat-nikmat itu akan ditanyakan kepadanya pada Hari Kiamat. ﴾ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu." Kami menerangkan dan merincinya ﴾ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ﴿ "bagi orang-orang yang mengetahui." Karena mereka itulah yang mengambil manfaat dari ayat-ayat yang dijelaskan oleh Allah dan mereka mengetahui bahwa ia dari Allah, lalu mereka memahaminya dan merenung-kannya.

(33) Kemudian Allah menyebutkan hal-hal yang diharam-kan dalam setiap syariat, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ ٱلۡفَوَٰحِشَ ﴿ "Katakan-lah, 'Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji'." Yakni dosa-dosa besar yang keji, yang dipandang keji karena keburukan dan kejelekannya, seperti zina, homoseksual, dan lain-lain. FirmanNya, ﴾ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ ﴿ "Baik yang nampak ataupun yang tersembunyi." Yakni perbuatan keji yang berkaitan dengan gerakan-gerakan badan dan yang berkaitan dengan amalan-amalan hati seperti, sombong, ujub (bangga diri), riya', nifak, dan lain-lain. ﴾ وَٱلۡإِثۡمَ وَٱلۡبَغۡيَ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Dan per-buatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar." Yakni dosa-dosa yang diganjar siksa dan mengakibatkan hukuman pada hak-hak Allah, dan pelanggaran kepada manusia berkenaan dengan darah, harta, dan kehormatan mereka. Dalam hal ini ia mencakup dosa-dosa kepada Allah dan dosa-dosa kepada manusia. ﴾ وَأَن تُشۡرِكُواْ بِٱللَّهِ مَا لَمۡ يُنَزِّلۡ بِهِۦ سُلۡطَٰنٗا ﴿ "(Mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu." Bahkan Dia menurun-kan bukti dan dalil atas tauhid. Syirik adalah menyekutukan Allah dengan seorang makhluk dalam beribadah, bisa pula termasuk da-lam hal ini adalah syirik kecil, seperti riya`, dan bersumpah dengan nama selain Allah dan lain-lain. ﴾ وَأَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan (mengha-ramkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui," dalam nama-namaNya, sifat-sifatNya, perbuatan-perbuatanNya dan syariatNya. Semua ini diharamkan oleh Allah dan Dia melarang hamba-hambaNya untuk melakukannya, karena ia mengandung kerusakan, baik yang bersifat khusus dan umum. Karena ia mengan-dung kezhaliman dan kelancangan terhadap Allah dan kezhaliman kepada hamba-hamba Allah serta perubahan pada agama dan sya-riat Allah.

7:34Page 154

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٞۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَأۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ ٣٤

And for every nation is a [specified] term. So when their time has come, they will not remain behind an hour, nor will they precede [it].

"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila te-lah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya ba-rang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (Al-A'raf: 34).

(34) Yakni, Allah telah mengeluarkan Bani Adam (dari surga) ke bumi, mengizinkan mereka tinggal di dalamnya, menentukan ajal untuk mereka, tidak ada umat yang maju atau mundur dari ajal yang telah ditentukan; tidak secara bersamaan dan tidak pula secara sendiri-sendiri.

7:35–36Page 154

يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ إِمَّا يَأۡتِيَنَّكُمۡ رُسُلٞ مِّنكُمۡ يَقُصُّونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِي فَمَنِ ٱتَّقَىٰ وَأَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٣٥

O children of Adam, if there come to you messengers from among you relating to you My verses [i.e., scriptures and laws], then whoever fears Allāh and reforms - there will be no fear concerning them, nor will they grieve.

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٣٦

But the ones who deny Our verses and are arrogant toward them - those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally.

"Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayatKu, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidak-lah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu peng-huni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (Al-A'raf: 35-36).

(35) Manakala Allah mengeluarkan Bani Adam dari surga, Allah menguji mereka dengan mengutus para rasul dan menurun-kan kitab-kitab kepada mereka, para rasul itu membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah dan menjelaskan hukum-hukumNya. Ke-mudian Allah menjelaskan keutamaan orang yang menjawab se-ruan rasul dan kerugian orang yang tidak menjawab. Dia berfirman, ﴾ فَمَنِ ٱتَّقَىٰ ﴿ "Maka barangsiapa yang bertakwa", takut dari syirik, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil yang diharamkan oleh Allah, ﴾ وَأَصۡلَحَ ﴿ "dan mengadakan perbaikan", dengan amal lahir dan batin, ﴾ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "maka tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka", dari keburukan yang mungkin ditakutkan oleh selain mereka, ﴾ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan tidak (pula) mereka bersedih hati," terhadap yang telah berlalu, dan jika rasa takut dan sedih telah hilang, maka rasa aman yang sempurna, kebaha-giaan, dan keberuntungan abadi akan diraih.

(36) ﴾ وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَآ ﴿ "Dan orang-orang yang men-dustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya." Yakni hati mereka tidak beriman kepadanya dan anggota badan mereka tidak tunduk kepadanya, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "mereka itu peng-huni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." Sebagaimana mereka meremehkan ayat-ayatNya dan selalu mendustakannya, maka me-reka pun dihinakan dengan azab yang berkepanjangan.

7:37–39Page 154

فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ يَنَالُهُمۡ نَصِيبُهُم مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوۡنَهُمۡ قَالُوٓاْ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ قَالُواْ ضَلُّواْ عَنَّا وَشَهِدُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰفِرِينَ ٣٧

And who is more unjust than one who invents about Allāh a lie or denies His verses? Those will attain their portion of the decree1 until, when Our messengers [i.e., angels] come to them to take them in death, they will say, "Where are those you used to invoke besides Allāh?" They will say, "They have departed from us," and will bear witness against themselves that they were disbelievers.

قَالَ ٱدۡخُلُواْ فِيٓ أُمَمٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِكُم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ فِي ٱلنَّارِۖ كُلَّمَا دَخَلَتۡ أُمَّةٞ لَّعَنَتۡ أُخۡتَهَاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُواْ فِيهَا جَمِيعٗا قَالَتۡ أُخۡرَىٰهُمۡ لِأُولَىٰهُمۡ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَـَٔاتِهِمۡ عَذَابٗا ضِعۡفٗا مِّنَ ٱلنَّارِۖ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ ٣٨

[Allāh] will say, "Enter among nations which had passed on before you of jinn and mankind into the Fire." Every time a nation enters, it will curse its sister1 until, when they have all overtaken one another therein, the last of them2 will say about the first of them,3 "Our Lord, these had misled us, so give them a double punishment of the Fire." He will say, "For each is double, but you do not know."

وَقَالَتۡ أُولَىٰهُمۡ لِأُخۡرَىٰهُمۡ فَمَا كَانَ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلٖ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ٣٩

And the first of them will say to the last of them, "Then you had not any favor over us, so taste the punishment for what you used to earn."

"Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mem-buat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayatNya? Orang-orang itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuknya dalam kitab (Lauh Mahfuzh), hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawa-nya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya, 'Di mana (berhala-ber-hala) yang biasa kamu sembah selain Allah?' Orang-orang musyrik itu menjawab, 'Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami,' dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang kafir . Allah berfirman, 'Masuklah kamu se-kalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya), sehingga apabila mereka masuk semuanya, berkatalah orang-orang yang masuk belakangan di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu, 'Ya Rabb kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.' Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.' Dan ber-kata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk belakangan, 'Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan'." (Al-A'raf: 37-39).

(37) Yakni tidak seorang pun yang lebih zhalim, ﴾ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ﴿ "daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah," de-ngan menisbatkan sekutu bagiNya, kekurangan kepadaNya dan berkata atas namaNya apa yang tidak dikatakanNya, ﴾ أَوۡ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓۚ ﴿ "atau mendustakan ayat-ayatNya?" Yang menjelaskan lagi menerang-kan kebenaran yang nyata yang menunjukkan kepada jalan yang lurus. Walaupun mereka itu menikmati dunia dan mendapatkan bagian mereka seperti yang telah tertulis di Lauh Mahfuzh, tetapi itu tidak berguna apa pun baginya. Mereka mendapatkan nikmat sebentar, kemudian diazab dalam waktu yang panjang. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوۡنَهُمۡ ﴿ "Hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (ma-laikat) untuk mengambil nyawanya." Yakni para malaikat yang ditu-gaskan mencabut nyawa dan memenuhi ajal mereka. ﴾ قَالُوٓاْ ﴿ "Utusan Kami bertanya", kepada mereka dalam kondisi itu dengan mencela dan menyalahkan. ﴾ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Yakni patung-patung dan ber-hala-berhala. Sekaranglah waktunya diperlukan, kalau memang mereka mampu memberi manfaat atau menolak mudarat. ﴾ قَالُواْ ضَلُّواْ عَنَّا ﴿ "Orang-orang musyrik itu menjawab, 'Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami'." Yakni hilang dan tak berguna. Tidak bergu-na bagi kami untuk melindungi sedikit pun dari azab Allah. ﴾ وَشَهِدُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰفِرِينَ ﴿ "Dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang kafir," yang berhak mendapatkan azab yang pedih lagi kekal.

(38-39) Maka malaikat-malaikat berkata kepada mereka, ﴾ ٱدۡخُلُواْ فِيٓ أُمَمٖ ﴿ "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat." Yakni dalam kumpulan umat ﴾ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِكُم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ ﴿ "jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu." Yakni mereka yang telah berlalu sama seperti kamu berlalu di atas kekufuran dan ke-sombongan, maka semuanya berhak mendapatkan kehinaan dan kebinasaan. ﴾ كُلَّمَا دَخَلَتۡ أُمَّةٞ ﴿ "Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka)", dari umat-umat yang menentang. ﴾ لَّعَنَتۡ أُخۡتَهَاۖ ﴿ "Dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya)." Seperti Firman Allah yang lain. ﴾ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٖ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا ﴿ "Kemudian di Hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian yang (lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain)." (Al-An-kabut: 25). ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُواْ فِيهَا جَمِيعٗا ﴿ "Sehingga apabila mereka masuk semuanya." Yakni seluruh penghuninya dari orang-orang terdahulu, orang-orang belakangan, para pembesar, para pemimpin, para pengikut dan para pengekor, semuanya telah berkumpul di neraka. ﴾ قَالَتۡ أُخۡرَىٰهُمۡ ﴿ "Berkatalah orang-orang yang masuk belakangan." Yakni para pengikut para pemimpin, ﴾ لِأُولَىٰهُمۡ ﴿ "kepada orang-orang yang masuk terdahulu." Yakni para pemimpin. Para pengikut itu mengadukan kepada Allah penyesatan para pemimpin kepada mereka, ﴾ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَـَٔاتِهِمۡ عَذَابٗا ضِعۡفٗا مِّنَ ٱلنَّارِۖ ﴿ "Ya Rabb kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka." Yakni siksalah mereka dengan siksaan yang berlipat ganda karena mereka telah menyesatkan kami dan menghiasi perbuatan buruk bagi kami. ﴾ وَقَالَتۡ أُولَىٰهُمۡ لِأُخۡرَىٰهُمۡ ﴿ "Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk belakangan." Yakni para pemimpin berkata kepada para pengikut, ﴾ فَمَا كَانَ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلٖ ﴿ "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami." Yakni, kita melakukan penyelewengan dan kesesatan secara bersama-sama, melakukan sebab azab secara bersama-sama, lalu keutamaan apa yang kamu miliki dibanding kami? ﴾ قَالَ ﴿ "Allah berfirman, ﴾ لِكُلّٖ ﴿ Ma-sing-masing" darimu ﴾ ضِعۡفٞ ﴿ "mendapat (siksaan) yang berlipat ganda" dan mendapat bagian dari api neraka. ﴾ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ﴿ "Maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan." Akan tetapi seperti yang sudah diketahui bahwa azab bagi para pemim-pin tentu lebih pedih dan lebih berat daripada azab para pengikut, sebagaimana nikmat yang didapatkan oleh para imam pemberi petunjuk adalah lebih besar daripada yang akan didapatkan oleh para pengikut. Allah تعالى berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ زِدۡنَٰهُمۡ عَذَابٗا فَوۡقَ ٱلۡعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يُفۡسِدُونَ 88 ﴿ "Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan." (An-Nahl: 88). Ayat-ayat ini dan yang sepertinya menunjukkan bahwa para pendusta terhadap ayat-ayat Allah akan dikekalkan di dalam azab, mereka sama-sama mendapatkannya, walaupun kadar azab yang mereka dapatkan berbeda-beda menurut amal, pengingkaran, ke-zhaliman, dan kedustaan mereka, dan bahwa kasih sayang di antara mereka di dunia, pada Hari Kiamat akan berubah menjadi permu-suhan dan saling laknat.

7:40–41Page 155

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمۡ أَبۡوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلۡجَمَلُ فِي سَمِّ ٱلۡخِيَاطِۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٤٠

Indeed, those who deny Our verses and are arrogant toward them - the gates of Heaven will not be opened for them, nor will they enter Paradise until a camel enters into the eye of a needle [i.e., never]. And thus do We recompense the criminals.

لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ ٤١

They will have from Hell a bed and over them coverings [of fire]. And thus do We recompense the wrongdoers.

"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demi-kianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang ber-buat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang zhalim." (Al-A'raf: 40-41).

(40) Allah تعالى memberitakan hukuman orang-orang yang mendustakan ayat-ayatNya dan tidak beriman kepadanya, padahal ia adalah ayat-ayat yang jelas. Mereka menyombongkan diri dari-nya, tidak tunduk kepada hukum-hukumnya, bahkan mereka men-dustakan dan berpaling. Allah mengabarkan bahwa mereka berpu-tus asa dari segala kebaikan. Jika mereka mati, maka pintu-pintu langit tidak dibuka untuk roh mereka, roh itu naik kepada Allah lalu meminta izin dan tidak diizinkan, sebagaimana di dunia ia tidak sudi beriman kepada Allah, mengetahui dan mencintaiNya, maka setelah mati, Allah tidak sudi kepadanya, karena balasan akan sesuai dengan jenis amalnya. Mafhum ayat ini bahwa roh orang-orang Mukmin yang tunduk kepada perintah Allah dan membenarkan ayat-ayatNya, dibukakan untuknya pintu-pintu langit, sehingga ia dapat naik kepada Allah dan ia sampai di alam yang tinggi yang diinginkan oleh Allah, ia berbahagia karena kedekatannya dengan Rabbnya dan mendapat-kan ridhaNya. FirmanNya tentang penduduk neraka, ﴾ وَلَا يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلۡجَمَلُ ﴿ "Dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk" yaitu unta yang sudah dikenal, ﴾ فِي سَمِّ ٱلۡخِيَاطِۚ ﴿ "ke lubang jarum." Yakni sehingga unta yang merupakan binatang bertubuh besar masuk ke lubang jarum yang merupakan lubang tersempit. Ini merupakan ungkapan mengaitkan sesuatu dengan sesuatu yang mustahil. Yakni sebagaimana unta mustahil dapat masuk ke dalam lubang jarum, maka orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah juga mus-tahil masuk surga. Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ ﴿ "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka." (Al-Ma`idah: 72). Di sini Allah berfirman, ﴾ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan." Yakni orang-orang yang banyak berbuat kejahatan dan sangat melampaui batas.

(41) ﴾ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ ﴿ "Mereka mempunyai tikar tidur dari api ne-raka." Yakni kasur di bawah mereka. ﴾ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ ﴿ "Dan di atas mereka ada selimut (api neraka)." Yakni naungan azab yang menutupi mereka. ﴾ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim", kepada diri mereka sebagai balasan yang setimpal, dan Allah tidaklah menzhalimi hamba-hambaNya.

7:42–43Page 155

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٤٢

But those who believed and did righteous deeds - We charge no soul except [within] its capacity. Those are the companions of Paradise; they will abide therein eternally.

وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلّٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمُ ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَقَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهۡتَدِيَ لَوۡلَآ أَنۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُۖ لَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّۖ وَنُودُوٓاْ أَن تِلۡكُمُ ٱلۡجَنَّةُ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٤٣

And We will have removed whatever is within their breasts of resentment,1 [while] flowing beneath them are rivers. And they will say, "Praise to Allāh, who has guided us to this; and we would never have been guided if Allāh had not guided us. Certainly the messengers of our Lord had come with the truth." And they will be called, "This is Paradise, which you have been made to inherit for what you used to do."

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri sese-orang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. Dan Kami cabut segala macam kedengkian yang berada di dalam dada mere-ka, mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami, membawa kebenaran.' Dan diserukan kepa-da mereka, 'Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan'." (Al-A'raf: 42-43).

(42) Manakala Allah menyebutkan hukuman orang-orang yang durhaka lagi zhalim, maka setelah itu Dia juga menyebutkan pahala orang-orang yang taat. Dia berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman", dengan hati mereka, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan mengerjakan amal-amal yang shalih", dengan anggota tubuh mereka. Mereka mengumpulkan antara iman dan amal, antara amalan lahir dengan amalan batin, antara melakukan yang wajib dan menjauhi yang haram. Karena FirmanNya, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Dan mengerjakan amal shalih," adalah bersifat umum mencakup seluruh amal shalih yang wajib dan yang dianjurkan, dan bisa jadi sebagian darinya di luar kemampuan seorang hamba, maka Allah berfirman, ﴾ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَآ ﴿ "Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." Yakni sesuai dengan ke-mampuannya dan tidak melebihi batas kekuatannya, maka dalam kondisi tersebut dia wajib bertakwa kepada Allah sebatas kemam-puannya. Jika dia tidak mampu melakukan sebagian yang wajib di mana selainnya mampu melakukannya, maka ia gugur darinya, sebagaimana Firman Allah, ﴾ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ ﴿ "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesang-gupannya." (Al-Baqarah: 286). ﴾ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَاۚ ﴿ "Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (seke-dar) apa yang Allah berikan kepadanya." (Ath-Thalaq: 7). ﴾ وَمَا جَعَلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلدِّينِ مِنۡ حَرَجٖۚ ﴿ "Dia sekali-kali tidak menjadikan kesempitan untukmu di dalam agama." (Al-Hajj: 78). ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ ﴿ "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu." (At-Taghabun: 16). Tiada kewajiban karena ketidakmampuan, dan tiada yang diharamkan pada waktu darurat. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah", yaitu orang-orang yang menyandang Iman dan mengerjakan amal shalih, adalah ﴾ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." Yakni, mereka tidak berpindah darinya. Tidak mencari pengganti karena mereka telah mendapatkan berbagai macam kelezatan dan kenikmatan yang tiada tertandingi dan tidak ada yang lebih dari itu.

(43) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلّٖ ﴿ "Dan Kami cabut segala macam ke-dengkian yang berada di dalam dada mereka." Ini termasuk kemurahan dan kebaikan Allah kepada penghuni surga. Bahwa Allah mencabut dan menghilangkan kebencian dan persaingan yang ada di dalam hati mereka sehingga mereka menjadi bersaudara dan berteman yang saling mencintai. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ 47 ﴿ "Dan Kami lenyapkan segala rasa dengki yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." (Al-Hijr: 47). Allah menciptakan kemuliaan untuk mereka yang dengannya masing-masing mendapatkan kebahagiaan dan saling ridha satu sama lain. Dia melihat tidak ada nikmat di atas nikmat yang dia rasakan. Dengan ini tidak ada saling dengki dan benci karena pe-nyebabnya telah hilang. Dan FirmanNya, ﴾ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمُ ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ ﴿ "Mengalir di bawah mereka sungai-sungai." Yakni mereka dapat memancarkan-nya sesuka mereka, di mana pun mereka inginkan. Jika mereka mau, maka di sela-sela istana-istana, atau di kamar-kamar yang tinggi, atau di kebun-kebun surga di bawah pohon-pohon yang rindang, sungai-sungai mengalir tanpa aliran, kenikmatan yang tak berba-tas. ﴾ و َ ﴿ "Dan" karena itu manakala mereka melihat kenikmatan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka, ﴾ قَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي هَدَىٰنَا لِهَٰذَا ﴿ "mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini'," dengan memberi nikmat kepada kami, me-nuntun hati kami, sehingga hati kami beriman dan tunduk kepada amal kebaikan yang membimbing kami kepada rumah (surga) ini. Allah menjaga iman kami dan amal kami sehingga mengantarkan kami kepada tempat ini, maka alangkah mulianya Rabb Yang Mulia yang memberi kita nikmat-nikmat dan melimpahkannya, baik lahir maupun batin yang tidak terhitung oleh siapa pun (dari hamba-Nya). ﴾ وَمَا كُنَّا لِنَهۡتَدِيَ لَوۡلَآ أَنۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُۖ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk." Yakni kami tidak mungkin mau menerima petunjuk dan mengikuti rasul-rasulNya seandainya Allah tidak memberikan hidayahNya. ﴾ لَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّۖ ﴿ "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami, membawa kebena-ran." Yakni ketika mereka bernikmat ria dengan kenikmatan yang pernah dikabarkan oleh para rasul dan ia menjadi haqqul yaqin sete-lah sebelumnya adalah ilmul yaqin, mereka berkata, "Sungguh kami telah melihat dan membuktikan apa yang diberitakan oleh para rasul bahwa seluruh apa yang mereka bawa tidak ada keraguan padanya. ﴾ وَنُودُوٓاْ ﴿ "Dan diserukan kepada mereka", sebagai penghor-matan dan penghargaan kepada mereka, ﴾ أَن تِلۡكُمُ ٱلۡجَنَّةُ أُورِثۡتُمُوهَا ﴿ "Itulah surga yang diwariskan kepadamu." Yakni kamu adalah pewarisnya dan ia menjadi bagianmu, karena neraka adalah bagian orang-orang kafir. Kamu mendapatkannya, ﴾ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." Sebagian ulama Salaf berkata, "Penghuni surga selamat dari neraka dengan ampunan Allah, mereka masuk surga dengan Rahmat Allah, mereka membagi-bagi tempat dan mewarisinya dengan amal shalih dan ia dengan Rahmat Allah, bah-kan termasuk RahmatNya yang paling tinggi." 9

7:44–45Page 156

وَنَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ أَصۡحَٰبَ ٱلنَّارِ أَن قَدۡ وَجَدۡنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقّٗا فَهَلۡ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمۡ حَقّٗاۖ قَالُواْ نَعَمۡۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنُۢ بَيۡنَهُمۡ أَن لَّعۡنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ ٤٤

And the companions of Paradise will call out to the companions of the Fire, "We have already found what our Lord promised us to be true. Have you found what your Lord promised to be true?" They will say, "Yes." Then an announcer will announce among them, "The curse of Allāh shall be upon the wrongdoers

ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبۡغُونَهَا عِوَجٗا وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ كَٰفِرُونَ ٤٥

Who averted [people] from the way of Allāh and sought to make it [seem] deviant while they were, concerning the Hereafter, disbelievers."

"Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-peng-huni neraka (dengan mengatakan), 'Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Rabb kami menjanjikan-nya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Rabb kamu menjanjikannya (kepada-mu)?' Mereka (penduduk neraka) menjawab, 'Betul.' Kemudian se-orang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu, 'Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zhalim, (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan me-reka kafir kepada kehidupan Akhirat'." (Al-A'raf: 44-45).

(44-45) Allah تعالى berfirman setelah menyebutkan bahwa masing-masing kelompok menempati tempat masing-masing. Ke-duanya mendapatkan kebenaran pahala dan azab yang disampai-kan oleh para rasul dan dinyatakan oleh kitab-kitab, bahwa pendu-duk surga memanggil penghuni neraka dengan mengatakan, ﴾ أَن قَدۡ وَجَدۡنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقّٗا ﴿ "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Rabb kami menjanjikannya kepada kami." Ketika Dia menjan-jikan surga dengan iman dan amal shalih, lalu Dia memasukkan kami dan menunjukkan apa yang Dia jelaskan kepada kami.﴾ فَهَلۡ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمۡ حَقّٗاۖ ﴿ "Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Rabb kamu menjanjikannya (kepadamu)?" akibat keku-furan dan kemaksiatan. ﴾ قَالُواْ نَعَمۡۚ ﴿ "Mereka (penduduk neraka) menjawab, 'Betul'." Yakni kami benar-benar mendapatkannya. Maka terbuk-tilah bagi seluruh makhluk dengan bukti yang tidak ada keraguan padanya akan kebenaran janji Allah. Dan siapakah yang lebih jujur ucapannya daripada Allah? Keraguan dan kebimbangan telah lenyap dari mereka. Perkaranya telah menjadi haqqul yaqin. Orang-orang Mukmin bangga dan berbahagia dengan janji Allah, sementara orang-orang kafir berputus asa dari kebaikan dan mereka mengakui bahwa mereka berhak mendapatkan azab. ﴾ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنُۢ بَيۡنَهُمۡ ﴿ "Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu." Yakni di antara penduduk surga dan penghuni neraka dengan ber-kata, ﴾ أَن لَّعۡنَةُ ٱللَّهِ ﴿ "Kutukan Allah," pengusiran dan penjauhan dari segala kebaikan, ﴾ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "ditimpakan kepada orang-orang yang zha-lim." Karena Allah telah membuka pintu RahmatNya untuk mereka, tetapi mereka berpaling darinya karena kezhaliman, dan mereka menghalang-halangi diri mereka sendiri dan juga orang lain dari jalan Allah, maka mereka itu sesat dan menyesatkan. Allah تعالى meng-inginkan jalan itu lurus dan mengarahkan para penitinya kepada-nya, sementara mereka menginginkannya ﴾ عِوَجٗا ﴿ "menjadi bengkok", menyimpang dan justru menghalang-halangi dari jalan yang lurus. ﴾ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ كَٰفِرُونَ ﴿ "Dan mereka kafir kepada kehidupan Akhirat." Dan ini-lah yang menyebabkan mereka menyimpang dari jalan yang lurus dan gemar menerima keinginan syahwat jiwa yang diharamkan adalah karena ketidakimanan mereka kepada Hari Kebangkitan, tidak takut kepada azab dan tidak mengharapkan pahala. Mafhum dari seruan malaikat ini adalah bahwa Rahmat Allah melimpah ke-pada orang-orang beriman, kebaikanNya meliputi dan menaungi mereka.

7:46–49Page 156

وَبَيۡنَهُمَا حِجَابٞۚ وَعَلَى ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالٞ يَعۡرِفُونَ كُلَّۢا بِسِيمَىٰهُمۡۚ وَنَادَوۡاْ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ أَن سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡۚ لَمۡ يَدۡخُلُوهَا وَهُمۡ يَطۡمَعُونَ ٤٦

And between them will be a partition [i.e., wall], and on [its] elevations are men1 who recognize all2 by their mark. And they call out to the companions of Paradise, "Peace be upon you." They have not [yet] entered it, but they long intensely.

۞ وَإِذَا صُرِفَتۡ أَبۡصَٰرُهُمۡ تِلۡقَآءَ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُواْ رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ٤٧

And when their eyes are turned toward the companions of the Fire, they say, "Our Lord, do not place us with the wrongdoing people."

وَنَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالٗا يَعۡرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمۡ قَالُواْ مَآ أَغۡنَىٰ عَنكُمۡ جَمۡعُكُمۡ وَمَا كُنتُمۡ تَسۡتَكۡبِرُونَ ٤٨

And the companions of the Elevations will call to men [within Hell] whom they recognize by their mark, saying, "Of no avail to you was your gathering1 and [the fact] that you were arrogant."

أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ ٤٩

[Allāh will say], "Are these1 the ones whom you [inhabitants of Hell] swore that Allāh would never offer them mercy? Enter Paradise, [O people of the Elevations]. No fear will there be concerning you, nor will you grieve."

"Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas, dan di atas A'raf itu ada orang-orang yang mengenal ma-sing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga, 'Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian).' Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). Dan apabila pandangan me-reka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu.' Dan orang-orang yang di atas A'raf me-manggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, 'Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.' (Orang-orang di atas A'raf bertanya kepada penghuni neraka, 'Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat Rahmat Allah.' (Kepada orang-orang Mukmin itu dikatakan), 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 46-49).

(46) Yakni di antara penduduk surga dengan penghuni neraka terdapat pembatas yang bernama al-A'raf, tidak dari surga tidak pula dari neraka, menghadap ke surga dan neraka. Siapa yang di situ dapat melihat keadaan kedua golongan ini. Di atas pemba-tasnya itu terdapat orang-orang yang mengenal masing-masing dari penduduk surga dan penghuni neraka dengan tanda-tanda mereka, yakni dengan ciri khas yang dengannya mereka dibeda-kan. Jika mereka melihat kepada penduduk surga, mereka berseru kepada mereka, ﴾ أَن سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡۚ ﴿ "Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian)." Yakni mereka memberi hormat dan salam kepada mereka, akan tetapi mereka sampai saat itu belum masuk surga, walaupun demikian mereka sangat berhasrat untuk memasukinya dan Allah tidak menjadikan hasrat di dalam hati mereka kecuali karena ke-muliaanNya yang Dia inginkan untuk mereka.

(47) ﴾ وَإِذَا صُرِفَتۡ أَبۡصَٰرُهُمۡ تِلۡقَآءَ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ ﴿ "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka," mereka melihat pemandangan yang mengerikan dan ketakutan yang mencekam. ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu." Jika orang-orang yang ada di al-A'raf melihat penduduk surga, mereka berhasrat bisa bersama mereka di surga, memberi hormat dan salam kepada mereka. Manakala pandangan mereka tertuju secara tidak sengaja kepada penghuni neraka, maka mereka memohon perlindungan kepada Allah dari keadaan buruk mereka secara umum.

(48) Kemudian Allah menyebutkan yang khusus setelah yang umum. Dia berfirman, ﴾ وَنَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالٗا يَعۡرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang di atas A'raf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya." Mereka adalah penduduk neraka, mereka di dunia memiliki kebanggaan, kehormatan, harta dan anak-anak. Maka orang-orang al-A'raf ber-kata kepada mereka ketika melihat mereka terbenam dalam azab tanpa seorang pun penolong dan pembantu, ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنكُمۡ جَمۡعُكُمۡ وَمَا كُنتُمۡ تَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu som-bongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu" yakni, bahwa harta di dunia, yang dengannya kamu menolak hal-hal yang tidak kamu inginkan, dan dengannya kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan di dunia, pada hari ini ia lenyap tak berbekas, tak berguna sedikit pun bagimu. Begitu pula kesombongan menolak kebenaran dan kesombonganmu kepada orang yang membawanya dan me-ngikutinya, sama sekali tidak berguna bagimu.

(49) Kemudian mereka menunjuk kepada orang-orang dari penduduk surga yang dahulu di dunia adalah orang-orang miskin papa yang dilecehkan oleh penghuni neraka. Mereka berkata kepada penghuni neraka ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Itukah orang-orang", yang dimasukkan Allah ke surga, ﴾ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ﴿ "Yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat Rahmat Allah?" sebagai pelecehan dan penghinaan kepada mereka serta kesombongan dari kalian. Kamu telah melanggar sumpahmu dan ternyata Allah memperla-kukan mereka tidak seperti yang kamu kira. ﴾ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ ﴿ "(Kepada orang Mukmin itu dikatakan), 'Masuklah ke dalam surga", karena amal yang dulu kamu kerjakan. Yakni dikatakan kepada orang-orang lemah itu sebagai penghormatan dan penghargaan kepada mereka, "masuklah surga dengan amal shalihmu." ﴾ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tidak ada kekhawatiran terhadapmu", terhadap hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan. ﴾ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ ﴿ "Dan tidak (pula) kamu bersedih hati", atas perkara yang telah berlalu. Justru kalian akan merasa aman, tenang dan berbahagia dengan segala kebaikan. Ini seperti Firman Allah تعالى, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضۡحَكُونَ 29 وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمۡ يَتَغَامَزُونَ 30 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang da-hulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apa-bila orang-orang yang beriman berlalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya." (Al-Muthaffifin: 29-30). Sampai kepada FirmanNya, ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ 34 عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ 35 ﴿ "Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang." (Al-Muthaffifin: 34-35). Para ulama dan ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa Ashhabul A'raf itu dan apa amal mereka. Yang benar dari pendapat-pendapat itu adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang ber-imbang kebaikan dan keburukannya. Keburukan mereka tidak lebih berat sehingga mereka masuk neraka, dan kebaikan mereka juga ti-dak lebih berat sehingga mereka masuk surga, maka mereka berada di al-A'raf sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah dengan RahmatNya memasukkan mereka ke surga, karena RahmatNya mendahului dan mengungguli murkaNya dan RahmatNya meli-puti segala sesuatu.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском