As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-A'raf 7:50–72
7:50–53Page 156
وَنَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ أَنۡ أَفِيضُواْ عَلَيۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ أَوۡ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُۚ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٥٠
And the companions of the Fire will call to the companions of Paradise, "Pour upon us some water or from whatever Allāh has provided you." They will say, "Indeed, Allāh has forbidden them both to the disbelievers
ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ دِينَهُمۡ لَهۡوٗا وَلَعِبٗا وَغَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَاۚ فَٱلۡيَوۡمَ نَنسَىٰهُمۡ كَمَا نَسُواْ لِقَآءَ يَوۡمِهِمۡ هَٰذَا وَمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَجۡحَدُونَ ٥١
Who took their religion as distraction and amusement and whom the worldly life deluded." So today We will forget them just as they forgot the meeting of this Day of theirs and for having rejected Our verses.
وَلَقَدۡ جِئۡنَٰهُم بِكِتَٰبٖ فَصَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ عِلۡمٍ هُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٥٢
And We had certainly brought them a Book which We detailed by knowledge - as guidance and mercy to a people who believe.
هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأۡوِيلَهُۥۚ يَوۡمَ يَأۡتِي تَأۡوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبۡلُ قَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشۡفَعُواْ لَنَآ أَوۡ نُرَدُّ فَنَعۡمَلَ غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُۚ قَدۡ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٥٣
Do they await except its result?1 The Day its result comes, those who had ignored it before will say, "The messengers of our Lord had come with the truth, so are there [now] any intercessors to intercede for us or could we be sent back to do other than what we used to do?" They will have lost themselves, and lost from them is what they used to invent.
"Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, 'Limpahkan-lah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu.' Mereka (penghuni surga) menjawab, 'Sesung-guhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.' Maka pada hari (Kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (al-Qur`an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlak-sananya kebenaran) al-Qur`an itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan al-Qur`an itu, berkatalah orang-orang yang melupa-kannya sebelum itu. 'Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami membawa yang haq, maka adakah bagi kami pemberi sya-fa'at yang akan memberi syafa'at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?' Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan." (Al-A'raf: 50-53).
(50-52) Yakni penghuni neraka memanggil penduduk surga ketika mereka mendapatkan azab yang sangat pedih, dan ketika kelaparan yang sangat dan kehausan yang mencekik menerpa me-reka, mereka memanggil dan meminta tolong kepada penduduk surga. ﴾ أَفِيضُواْ عَلَيۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ أَوۡ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُۚ ﴿ "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu." Lalu pendu-duk surga menjawab, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا ﴿ "Sesungguhnya Allah telah meng-haramkan keduanya." Yakni air dan makanan surga ﴾ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Atas orang-orang kafir." Dan hal itu adalah sebagai balasan kepada me-reka atas kekufuran mereka kepada ayat-ayat Allah dan mereka menjadikan agama yang mereka diperintahkan agar teguh di atas-nya dan dijanjikan dengan balasan besar atasnya, ﴾ لَهۡوٗا وَلَعِبٗا ﴿ "sebagai main-main dan senda-gurau." Yakni hati mereka lalai darinya dan berpaling, mereka main-main dan menjadikannya sebagai bahan cemoohan, atau mereka mengganti agama mereka dengan main-main dan senda gurau. Mereka menukar agama yang lurus dengan itu. ﴾ وَغَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَاۚ ﴿ "Dan kehidupan dunia telah menipu mereka", dengan perhiasannya, keindahannya, dan banyaknya propaganda-nya. Mereka cenderung kepadanya, rela dan berbahagia dengannya dan mereka lupa dan berpaling dari Akhirat. ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ نَنسَىٰهُمۡ ﴿ "Maka pada Hari (Kiamat) ini, Kami melupakan mereka." Yakni Kami mem-biarkan mereka di dalam azab, ﴾ كَمَا نَسُواْ لِقَآءَ يَوۡمِهِمۡ هَٰذَا ﴿ "sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini." Seolah-olah me-reka hanya diciptakan untuk dunia semata dan di belakang hari nanti tidak ada perhitungan dan balasan amal bagi mereka, ﴾ وَمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَجۡحَدُونَ ﴿ "dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami." Padahal pengingkaran mereka itu bukan karena keter-batasan pada ayat-ayat Allah dan kejelasannya, justru ﴾ جِئۡنَٰهُم بِكِتَٰبٖ فَصَّلۡنَٰهُ ﴿ "Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (al-Qur`an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya." Yakni Kami jelaskan padanya se-luruh tuntutan yang dibutuhkan oleh manusia ﴾ عَلَىٰ عِلۡمٍ ﴿ "atas dasar pengetahuan Kami." Yakni atas dasar pengetahuan dari Allah terha-dap keadaan para hamba di setiap waktu dan tempat, serta apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi mereka. Perinciannya bukan perincian orang yang tidak memiliki pengetahuan terhadap per-kara-perkara, sehingga ia tidak mengetahui sebagian kondisi yang akibatnya dia mengeluarkan hukum yang tidak sesuai. Akan teta-pi ini adalah perincian Dzat yang IlmuNya meliputi segala sesuatu dan RahmatNya meliputi segala sesuatu, ﴾ هُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "yang menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." Yakni dengan kitab ini orang-orang Mukmin mendapatkan hidayah dari kesesatan, penjelasan tentang yang haq dan yang batil, demikian juga penyimpangan dan kebenaran. Dengannya pula mereka juga mendapatkan rahmat, yaitu kebahagiaan dan kebaikan dunia dan akhirat, sehingga lenyaplah kesesatan dan kesengsaraan.
(53) Orang-orang yang ditimpa azab itu tidak beriman ke-pada kitab yang agung ini, tidak pula tunduk kepada perintah dan larangannya, maka tidak ada alasan bagi mereka kecuali bahwa mereka berhak menerima apa yang diberitakan oleh al-Qur`an. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأۡوِيلَهُۥۚ ﴿ "Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) al-Qur`an itu." Yakni terjadinya apa yang diberitakannya seperti kata Nabi Yusuf عليه السلام manakala mimpinya terbukti, "Inilah tabir mimpiku yang dahulu itu." ﴾ يَوۡمَ يَأۡتِي تَأۡوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبۡلُ ﴿ "Pada hari datangnya kebenaran pem-beritaan al-Qur`an itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebe-lum itu," dalam keadaan menyesal dan bersedih atas apa yang telah berlalu, memohon syafa'at agar dosa-dosa mereka diampuni, me-ngakui apa yang diberitakan oleh para rasul, ﴾ قَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشۡفَعُواْ لَنَآ أَوۡ نُرَدُّ ﴿ "sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami membawa yang haq, maka adakah bagi kami pemberi syafa'at yang akan memberi syafa'at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan", ke dunia, ﴾ فَنَعۡمَلَ غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُۚ ﴿ "sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?" Waktunya telah berlalu, tidak mungkin kem-bali ke dunia, dan syafa'at pemberi syafa'at tidaklah berguna bagi mereka. Permintaan agar mereka dikembalikan ke dunia untuk beramal dengan selain amal mereka yang dulu adalah dusta belaka, tujuan mereka hanya membela diri (untuk menghindari) dari apa yang menimpa mereka. ﴾ وَلَوۡ رُدُّواْ لَعَادُواْ لِمَا نُهُواْ عَنۡهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ 28 ﴿ "Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguh-nya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka." (Al-An'am: 28). ﴾ قَدۡ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ﴿ "Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendi-ri", di mana mereka menyia-nyiakan keberuntungan dan mengam-bil jalan kebinasaan. Hal itu tidak seperti kerugian harta, perkakas dan anak-anak, akan tetapi ini adalah kerugian yang tidak mungkin tergantikan. ﴾ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴿ "Dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan", di dunia yang mereka harap-harapkan dan dijanjikan oleh setan, mereka melakukan apa yang tidak pernah mereka perhitungkan, dan teranglah kebatilan dan kesesatannya, serta terbukti dan benarlah apa yang dibawa oleh para rasul.
7:54Page 157
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَ يَطۡلُبُهُۥ حَثِيثٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتِۭ بِأَمۡرِهِۦٓۗ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٥٤
Indeed, your Lord is Allāh, who created the heavens and earth in six days and then established Himself above the Throne.1 He covers the night with the day, [another night] chasing it rapidly; and [He created] the sun, the moon, and the stars, subjected by His command. Unquestionably, His is the creation and the command; blessed is Allāh, Lord of the worlds.
"Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah mencip-takan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengiku-tinya dengan cepat, dan (diciptakanNya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Ma-hasuci Allah, Rabb semesta alam." (Al-A'raf: 54).
(54) Allah تعالى menetapkan bahwa Dia-lah satu-satunya Rabb yang berhak disembah, tiada sekutu bagiNya. ﴾ إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi," dan apa yang ada pada keduanya dengan kebesaran, keluasan, kekuatan dan kecanggihan langit dan bumi, ditambah penciptaan keduanya yang unik, ﴾ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ﴿ "dalam enam masa", dimulai dari Hari Ahad dan diakhiri Hari Jum'at. Ketika Dia telah menyelesaikan keduanya, dan Dia letakkan berbagai hal pada kedua-nya. ﴾ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ﴿ "Lalu Dia bersemayam di atas Arasy", yang agung yang luasnya mampu mencakup langit dan bumi, apa yang ada padanya, dan apa yang ada di antara keduanya. Dia bersemayam sesuai dengan kebesaran, keagungan dan kemahakuasaanNya. Dia bersemayam di atas Arasy, Menguasai kerajaanNya, Mengatur makhlukNya dan memperlakukan kepada mereka hukum-hukum-Nya, baik kauniyah maupun diniyah, oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ﴿ "Dia menutupkan malam", yang gelap ﴾ ٱلنَّهَارَ ﴿ "kepada siang", yang terang. Malam menutupi apa yang ada di permukaan bumi, manusia beristirahat, para makhluk pulang ke tempat tinggalnya, mereka beristirahat dari aktivitas harian yang mereka lakukan di siang hari. ﴾ يَطۡلُبُهُۥ حَثِيثٗا ﴿ "Yang mengikutinya dengan cepat", setiap kali malam datang, maka siang pun berlalu, setiap kali siang datang maka malam pun berlalu. Begitulah terus menerus sampai Allah menutup alam ini dan para hamba berpindah dari alam ini, ke alam yang lain. ﴾ وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتِۭ بِأَمۡرِهِۦٓۗ ﴿ "Dan (diciptakanNya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya." Yakni dengan pengaturanNya yang menunjukkan kesempurnaan sifat-sifatNya, Dia menciptakan dan mengagungkannya yang me-nunjukkan akan kesempurnaan KuasaNya. Kekuatan, dan kecang-gihan yang ada padanya membuktikan kesempurnaan hikmahNya. Dan berbagai manfaat dan maslahat yang ada padanya membukti-kan keluasan RahmatNya. Itu semua adalah bukti keluasan ilmu-Nya, dan bahwa Dia-lah Tuhan yang haq, hanya Dia-lah yang ber-hak untuk di ibadahi. ﴾ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ ﴿ "Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah." Yakni, Dia adalah pemilik hak mencipta yang dari pen-ciptaan itulah semua makhluk ini menjadi ada; baik yang di atas, yang di bawah, dzatnya, sifatnya, perbuatannya, dan perintah yang meliputi syariat dan kenabian. Hak penciptaan mencakup hukum-hukumNya yang kauniyah dan qadariyah, sementara hak memerin-tah mencakup hukum-hukumNya yang diniyah syar'iyah dan sete-rusnya adalah hukum pembalasan dan hal itu di alam kekekalan (akhirat). ﴾ تَبَارَكَ ٱللَّهُ ﴿ "Mahasuci Allah." Yakni, Allah Mahaagung, Maha-tinggi kebaikanNya, Mahabanyak kebaikanNya, Mahasuci Allah pada diriNya karena keagungan dan kesempurnaan sifatNya. Dia memberkahi makhlukNya dengan melimpahkan kebaikan yang be-sar dan banyak. Semua berkah alam ini adalah berkat RahmatNya. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Mahasuci Allah Rabb semesta alam."
Manakala Allah menjelaskan kebesaran dan keagunganNya yang memberikan bukti pada para pemilik akal bahwa hanya Dia Rabb yang berhak disembah dan yang dituju dalam segala kebutuh-an, maka Dia memerintahkan apa yang menjadi konsekuensinya. Dia berfirman.
7:55–56Page 157
ٱدۡعُواْ رَبَّكُمۡ تَضَرُّعٗا وَخُفۡيَةًۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ ٥٥
Call upon your Lord in humility and privately; indeed, He does not like transgressors.1
وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٥٦
And cause not corruption upon the earth after its reformation. And invoke Him in fear and aspiration. Indeed, the mercy of Allāh is near to the doers of good.
"Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat keru-sakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya, dan ber-doalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (Al-A'raf: 55-56).
(55) Doa meliputi doa permohonan dan doa ibadah. Dia memerintahkan kita untuk berdoa kepadaNya, ﴾ تَضَرُّعٗا ﴿ "dengan be-rendah diri." Yakni terus menerus dalam memohon dan ulet dalam beribadah, ﴾ وَخُفۡيَةًۚ ﴿ "dan suara yang lembut." Yakni tidak keras dan terang-terangan yang ditakutkan timbul riya'. Akan tetapi dengan lembut dan ikhlas kepadaNya تعالى. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." Yaitu orang-orang yang melampaui batas dalam segala urusan, termasuk di da-lamnya adalah permintaan seorang hamba kepada Allah terhadap sesuatu yang tidak layak, atau terlalu berlebihan dalam menfasih-fasihkan kalimat doa, atau berlebih-lebihan dalam mengeraskan doanya. Semua itu termasuk dalam sikap berlebih-lebihan yang di-larang.
(56) ﴾ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi", dengan kemaksiatan ﴾ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا ﴿ "sesudah (Allah) memperbaikinya," dengan ketaatan, karena kemaksiatan dapat me-rusak akhlak, amal, dan rizki, sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ ﴿ "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia." (Ar-Rum: 41). Sebagaimana akhlak, amal, rizki, keadaan dunia dan akhirat menjadi baik dengan ketaatan. ﴾ وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ ﴿ "Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabul-kan)." Yakni takut kepada azabNya dan berharap pahalaNya, ber-harap diterima dan takut ditolak, bukan doa seorang hamba yang lancang kepada Rabbnya yang mengagumi dirinya dan menduduk-kannya di atas kedudukan yang semestinya, atau doa dari hamba yang lupa dan lalai. Kesimpulan dari adab doa yang Allah sebutkan adalah, hen-daknya doa itu diikhlaskan hanya kepada Allah semata, karena hal itu merupakan sikap merendahkan suara, memelankan dan mera-hasiakannya. Hendaknya hati kita ketika berdoa adalah hati yang takut nan penuh berharap, bukan hati yang lalai, merasa yakin pasti diterima, atau tidak peduli doa itu dikabulkan atau tidak. Ini adalah termasuk berbuat baik dalam doa, karena berbuat baik da-lam ibadah adalah mengerahkan usaha padanya dan menunaikan-nya dengan sempurna, tidak ada kekurangan sedikit pun. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik", dalam beribadah kepada Allah, berbuat baik kepada hamba-hamba Allah. Semakin banyak seorang hamba berbuat baik, maka dia semakin dekat kepada rahmat Allah, dan Allah pun dekat kepadanya de-ngan RahmatNya. Ini adalah dorongan kepada berbuat baik yang sangat jelas.
7:57–58Page 157
وَهُوَ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتۡ سَحَابٗا ثِقَالٗا سُقۡنَٰهُ لِبَلَدٖ مَّيِّتٖ فَأَنزَلۡنَا بِهِ ٱلۡمَآءَ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِۚ كَذَٰلِكَ نُخۡرِجُ ٱلۡمَوۡتَىٰ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ٥٧
And it is He who sends the winds as good tidings before His mercy [i.e., rainfall] until, when they have carried heavy rainclouds, We drive them to a dead land and We send down rain therein and bring forth thereby [some] of all the fruits. Thus will We bring forth the dead; perhaps you may be reminded.
وَٱلۡبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخۡرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦۖ وَٱلَّذِي خَبُثَ لَا يَخۡرُجُ إِلَّا نَكِدٗاۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَشۡكُرُونَ ٥٨
And the good land - its vegetation emerges by permission of its Lord; but that which is bad - nothing emerges except sparsely, with difficulty. Thus do We diversify the signs for a people who are grateful.
"Dan Dia-lah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan RahmatNya (hujan), hingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanam-tanamannya hanya tumbuh merana. De-mikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur." (Al-A'raf: 57-58).
(57) Allah تعالى menjelaskan salah satu bukti kuasaNya dan salah satu bentuk karuniaNya. Dia berfirman, ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦۖ ﴿ "Dan Dia-lah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan RahmatNya (hujan)." Yakni angin yang membawa hujan, yang memicu hujan dari bumi dengan izin Allah, maka makhluk bersuka cita dengan rahmat Allah dan hati mereka menjadi tenang sebelum ia turun. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتۡ سَحَابٗا ثِقَالٗا ﴿ "Hingga apabila angin itu membawa awan mendung." Sebagian darinya meniupnya, lalu ia bertemu dengan angin yang lain, dan bersatu dengan angin yang lain lagi. ﴾ سُقۡنَٰهُ لِبَلَدٖ مَّيِّتٖ ﴿ "Kami halau ke suatu daerah yang tandus", hewan-hewannya hampir mati dan penduduknya hampir berputus asa dari rahmat Allah. ﴾ فَأَنزَلۡنَا بِهِ ﴿ "Lalu Kami turunkan", pada daerah yang tandus itu ﴾ ٱلۡمَآءَ ﴿ "hujan" yang deras dari awan itu. Allah me-ngirimkan angin yang mengucurkannya dan angin yang meratakan-nya dengan izin Allah, lalu Kami tumbuhkan dengannya tumbuh-tumbuhan, maka mereka bersuka cita dengan rahmat Allah, dan menikmati kebaikan Allah. FirmanNya, ﴾ كَذَٰلِكَ نُخۡرِجُ ٱلۡمَوۡتَىٰ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ﴿ "Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran." Yakni, sebagaimana Kami hidupkan bumi setelah ia mati dengan tumbuh-tumbuhan, maka begitu pula Kami mengeluarkan orang-orang mati dari kubur mereka setelah sebe-lumnya mereka adalah tulang belulang yang tercecer. Ini adalah argumen yang sangat jelas, karena di antara kedua perkara tersebut tidak ada perbedaan. Orang yang mengingkari Hari Kebangkitan karena menurutnya mustahil, padahal dia melihat hal yang sama dengannya adalah orang yang sombong yang mengingkari hal-hal kongkrit. Ini mengandung dorongan untuk merenungkan dan me-mikirkan nikmat-nikmat Allah dengan mata yang dapat mengambil pelajaran dan ibrah, bukan mata yang penuh dengan kelalaian dan kelengahan.
7:59–64Page 158
لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ٥٩
We had certainly sent Noah to his people, and he said, "O my people, worship Allāh; you have no deity other than Him. Indeed, I fear for you the punishment of a tremendous Day."
قَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٦٠
Said the eminent among his people, "Indeed, we see you in clear error."
قَالَ يَٰقَوۡمِ لَيۡسَ بِي ضَلَٰلَةٞ وَلَٰكِنِّي رَسُولٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٦١
[Noah] said, "O my people, there is not error in me, but I am a messenger from the Lord of the worlds.
أُبَلِّغُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَأَنصَحُ لَكُمۡ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٦٢
I convey to you the messages of my Lord and advise you; and I know from Allāh what you do not know.
أَوَعَجِبۡتُمۡ أَن جَآءَكُمۡ ذِكۡرٞ مِّن رَّبِّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنكُمۡ لِيُنذِرَكُمۡ وَلِتَتَّقُواْ وَلَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ٦٣
Then do you wonder that there has come to you a reminder from your Lord through a man from among you, that he may warn you and that you may fear Allāh so you might receive mercy?"
فَكَذَّبُوهُ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ وَأَغۡرَقۡنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمًا عَمِينَ ٦٤
But they denied him, so We saved him and those who were with him in the ship. And We drowned those who denied Our signs. Indeed, they were a blind people.1
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata, 'Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada tuhan bagimu selainNya.' Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (Kiamat)." (Al-A'raf: 59). "Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, 'Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.' Nuh menjawab, 'Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah utusan dari Rabb semesta alam. Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku memberi nasihat ke-padamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ke-tahui. Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Rabbmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepada-mu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu men-dapat rahmat.' Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bah-tera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)."(Al-'Araf: 60-64).
(59) Allah تعالى berfirman tentang Nuh, Rasul pertama, ﴾ لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya." Dia mengajak mereka supaya beribadah kepada Allah semata manakala mereka menyembah berhala-berhala. ﴾ فَقَالَ ﴿ "Lalu ia ber-kata", kepada mereka, ﴾ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ ﴿ "wahai kaumku sembahlah Allah." Yakni tauhidkanlah Dia. ﴾ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓ ﴿ "Sekali-kali tak ada tuhan bagimu selainNya," karena Dia adalah Pencipta, Pemberi rizki dan Pengatur segala sesuatu, sedangkan selainNya adalah makhluk yang diatur yang tidak memiliki perkara sedikit pun. Kemudian dia menakut-nakuti mereka dengan azab Allah jika mereka tidak menaatinya, ﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya (kalau kamu ti-dak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (Kiamat)." Ini termasuk kepedulian dan kasih sayang Nuh kepada kaumnya, di mana dia mengkhawatirkan azab dan kesengsaraan abadi menimpa mereka, sama seperti saudara-saudaranya para rasul yang lain yang menyayangi manusia melebihi kasih sayang bapak ibu mereka.
(60) Manakala Nuh mengatakan itu kepada mereka, mereka menjawabnya dengan jawaban terburuk, ﴾ قَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata." Yakni orang-orang kaya, para pemim-pin yang diikuti yang telah terbiasa menyombongkan diri di depan kebenaran dan pembangkangan kepada para rasul, ﴾ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata." Mereka tidak merasa cukup –semoga Allah menjelek-kan mereka– hanya dengan pembangkangan. Bahkan lebih dari itu, mereka menyombongkan diri dari tunduk kepadanya. Mereka men-celanya dengan celaan yang paling pedas. Mereka menisbatkannya kepada kesesatan. Tidak sebatas sesat, lebih dari itu mereka menya-takannya dengan kesesatan yang nyata lagi jelas bagi siapa pun. Ini termasuk bentuk kesombongan diri yang paling besar yang tidak akan dilakukan oleh orang yang paling lemah akalnya sekalipun. Justru kriteria ini pas benar untuk kaum Nuh, yang mendatangi berhala-berhala yang mereka bikin dan mereka bentuk dengan tangan mereka dari benda mati yang tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat dan tidak berguna sedikit pun, tetapi mereka mem-posisikannya sebagai pencipta langit. Kepada berhala-berhala itu mereka memberikan berbagai macam ibadah. Sekiranya mereka tidak memiliki akal yang dengannya hujjah Allah tegak atas mereka, niscaya mereka dinyatakan lebih sesat daripada orang-orang gila. Justru orang-orang gila itu lebih berakal dan lebih mendapatkan petunjuk daripada mereka.
(61-62) Nuh menjawab dengan halus, dia bersikap lemah lembut dengan harapan mereka akan tunduk. Nuh berkata, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَيۡسَ بِي ضَلَٰلَةٞ ﴿ "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun." Yakni aku bukanlah orang yang sesat dalam satu persoalan pun. Akan tetapi aku hanyalah pemberi petunjuk yang diberi petunjuk. Hida-yahnya adalah seperti hidayah saudara-saudaranya para rasul ulul azmi, hidayah tertinggi, terlengkap dan tersempurna. Oleh karena itu dia berkata, ﴾ وَلَٰكِنِّي رَسُولٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Tetapi aku adalah utusan dari Rabb semesta alam." Yakni Rabbku, Rabbmu dan Rabb seluruh makh-luk, yang mendidik seluruh makhluk dengan segala bentuk pendi-dikan, di mana salah satu pendidikanNya yang paling agung adalah bahwa Dia mengutus para rasul kepada hamba-hambaNya yang mengajak mereka kepada amal shalih, akhlak yang mulia dan aki-dah yang lurus, dan melarang dari yang sebaliknya. Oleh karena itu dia berkata, ﴾ أُبَلِّغُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَأَنصَحُ لَكُمۡ ﴿ "Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku memberi nasihat kepadamu."Yakni tu-gasku adalah menyampaikan kepadamu dengan menjelaskan tauhid kepadaNya, perintah-perintahNya dan larangan-laranganNya, se-mata-mata karena dasar kasih sayang dan memberi nasihat. ﴾ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui." Yang mengharuskanmu menaatiku dan tunduk kepada perintahku jika kamu mengetahui.
(63) ﴾ أَوَعَجِبۡتُمۡ أَن جَآءَكُمۡ ذِكۡرٞ مِّن رَّبِّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنكُمۡ ﴿ "Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Rabbmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu." Yakni bagai-mana kamu merasa heran terhadap sesuatu yang tidak perlu dihe-rankan, yakni peringatan, nasihat dan petuah datang kepadamu melalui tangan seorang laki-laki darimu, di mana kamu mengetahui hakikatnya, kejujurannya dan keadaannya. Keadaan ini termasuk perhatian Allah kepadamu dan kebaikanNya yang semestinya di-sambut dengan penerimaan dan rasa syukur. ﴾ لِيُنذِرَكُمۡ وَلِتَتَّقُواْ وَلَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ﴿ "Agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?" Yakni agar dia memberi peringatan kepadamu dari azab yang pe-dih, kemudian kamu melakukan sebab-sebab keselamatan berupa takwa kepada Allah, lahir dan batin. Dengan itu mereka meraih se-bab-sebab itu dan rahmat Allah yang luas pun turun kepada mereka.
(64) Ajakan Nuh tidak mereka terima.﴾ فَكَذَّبُوهُ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ﴿ "Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera." Yakni perahu yang dibuat oleh Nuh atas perintah Allah, dan Dia mewahyukan kepadanya agar membawa dari masing-masing sepasang binatang dan membawa pula keluarganya dan orang-orang yang beriman bersamanya, maka Nuh membawa mereka dan Allah menyelamat-kan mereka dengan perahu tersebut. ﴾ وَأَغۡرَقۡنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمًا عَمِينَ ﴿ "Dan kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)", dari hidayah. Mereka melihat kebenaran dan Allah telah memper-lihatkan tanda-tandaNya yang jelas melalui Nuh yang dengannya orang-orang yang berakal beriman kepadanya, tetapi mereka men-cemooh, menghina, dan kufur kepadanya.
7:65–72Page 158
۞ وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمۡ هُودٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ ٦٥
And to the ʿAad [We sent] their brother Hūd. He said, "O my people, worship Allāh; you have no deity other than Him. Then will you not fear Him?"
قَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِي سَفَاهَةٖ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٦٦
Said the eminent ones who disbelieved among his people, "Indeed, we see you in foolishness, and indeed, we think you are of the liars."
قَالَ يَٰقَوۡمِ لَيۡسَ بِي سَفَاهَةٞ وَلَٰكِنِّي رَسُولٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٦٧
[Hūd] said, "O my people, there is not foolishness in me, but I am a messenger from the Lord of the worlds.
أُبَلِّغُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَأَنَا۠ لَكُمۡ نَاصِحٌ أَمِينٌ ٦٨
I convey to you the messages of my Lord, and I am to you a trustworthy adviser.
أَوَعَجِبۡتُمۡ أَن جَآءَكُمۡ ذِكۡرٞ مِّن رَّبِّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنكُمۡ لِيُنذِرَكُمۡۚ وَٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ جَعَلَكُمۡ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعۡدِ قَوۡمِ نُوحٖ وَزَادَكُمۡ فِي ٱلۡخَلۡقِ بَصۜۡطَةٗۖ فَٱذۡكُرُوٓاْ ءَالَآءَ ٱللَّهِ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٦٩
Then do you wonder that there has come to you a reminder from your Lord through a man from among you, that he may warn you? And remember when He made you successors after the people of Noah and increased you in stature extensively. So remember the favors of Allāh that you might succeed."
قَالُوٓاْ أَجِئۡتَنَا لِنَعۡبُدَ ٱللَّهَ وَحۡدَهُۥ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ٧٠
They said, "Have you come to us that we should worship Allāh alone and leave what our fathers have worshipped? Then bring us what you promise us,1 if you should be of the truthful."
قَالَ قَدۡ وَقَعَ عَلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ رِجۡسٞ وَغَضَبٌۖ أَتُجَٰدِلُونَنِي فِيٓ أَسۡمَآءٖ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم مَّا نَزَّلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٖۚ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ٧١
[Hūd] said, "Already have defilement and anger fallen upon you from your Lord. Do you dispute with me concerning [mere] names you have named them,1 you and your fathers, for which Allāh has not sent down any authority? Then wait; indeed, I am with you among those who wait."
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَقَطَعۡنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَاۖ وَمَا كَانُواْ مُؤۡمِنِينَ ٧٢
So We saved him and those with him by mercy from Us. And We eliminated those who denied Our signs, and they were not [at all] believers.
"Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Ad saudara me-reka, Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan bagimu (yang berhak disembah) selainNya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepadaNya?' Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata, 'Sesungguhnya kami benar-benar me-mandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.' Hud berkata, 'Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Rabb semesta alam'." (Al-A'raf: 65-67). "'Aku menyampaikan amanat-amanat Rabbku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.' Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringa-tan dari Rabbmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu. Dan ingatlah oleh kamu seka-lian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Rabb telah me-lebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Mereka berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka datang-kanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu terma-suk orang-orang yang benar." (Al-A'raf: 68-70). "Ia berkata, 'Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Rabbmu.' Apakah kamu sekalian hendak ber-bantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenekmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menu-runkan hujjah untuk itu. Maka tunggulah (azab itu), sesungguh-nya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu. Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya de-ngan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman." (Al-A'raf: 71-72).
(65)(وَ) "Dan" Kami telah mengutus ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad" yang pertama, yang ada di bumi Yaman, ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara me-reka", dari nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud عليه السلام", menyeru mereka kepada tauhid, melarang mereka dari syirik, dan berbuat semena-mena di muka bumi. Dia berkata kepada mereka, ﴾ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan bagimu (yang berhak disembah) selainNya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?" Apakah kamu tidak takut dari azab dan siksaNya jika kamu tetap memegang apa yang kamu pegang.
(66) Tetapi mereka tidak tunduk dan menyambut baik ﴾ قَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata", membantah ajakannya dan mencela pendapatnya, ﴾ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِي سَفَاهَةٖ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta." Yakni kami tidak melihatmu melainkan orang yang bodoh dan tidak berakal. Menurut kami ka-mu termasuk orang-orang yang berdusta. Hakikat kebenaran bagi mereka telah terbalik dan kebodohan telah menguasai mereka, di mana mereka menuduh Nabi mereka dengan kriteria yang justru merekalah yang memilikinya, sementara dia adalah orang yang pa-ling jauh darinya. Mereka itulah pendusta sebenarnya. Kebodohan mana yang lebih besar daripada orang yang menyambut kebenaran paling benar dengan penolakan dan pengingkaran, dan menyom-bongkan diri kepada para pembimbing dan para pemberi nasihat. Hati dan fisik mereka tunduk kepada setan yang durhaka, meletak-kan ibadah tidak pada tempatnya. Dia menyembah pohon dan batu yang tidak berguna sedikit pun. Adakah dusta yang lebih berat da-ripada orang yang menisbatkan perkara-perkara ini kepada Allah?
(67) ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ لَيۡسَ بِي سَفَاهَةٞ ﴿ "Hud berkata, 'Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun'." Justru dia adalah seorang Rasul yang membimbing lagi lurus. ﴾ وَلَٰكِنِّي رَسُولٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Tetapi aku ini adalah utusan dari Rabb semesta alam."
(68) ﴾ أُبَلِّغُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَأَنَا۠ لَكُمۡ نَاصِحٌ أَمِينٌ ﴿ "Aku menyampaikan amanat-amanat Rabbku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang ter-percaya bagimu." Yakni wajib atasmu menyambut itu dengan penuh penerimaan dan ketundukan serta ketaatan kepada Rabb para hamba.
(69) ﴾ أَوَعَجِبۡتُمۡ أَن جَآءَكُمۡ ذِكۡرٞ مِّن رَّبِّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنكُمۡ لِيُنذِرَكُمۡۚ ﴿ "Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Rabb-mu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peri-ngatan kepadamu?" Yakni bagaimana kamu merasa heran terhadap suatu perkara yang tidak perlu diherankan, yaitu bahwa Allah me-ngutus seorang laki-laki kepadamu, kamu mengenalnya, dia meng-ingatkanmu dengan apa yang baik bagimu, mendorongmu kepada yang bermanfaat bagimu, lalu kamu pun heran seperti herannya para pengingkar. ﴾ وَٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ جَعَلَكُمۡ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعۡدِ قَوۡمِ نُوحٖ ﴿ "Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-peng-ganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh." Yakni bersyukur dan pujilah Rabbmu karena Dia telah menempatkanmu di muka bumi dan menjadikanmu sebagai penerus umat-umat yang telah binasa yang mendustakan para rasul, lalu Allah membinasakan mereka, dan menyisakanmu untuk mengetahui bagaimana kamu beramal. Waspadalah jangan sampai kamu mendustakan seperti mereka mendustakan, akibatnya adalah apa yang menimpa mereka akan menimpamu. (وَ) " Dan" ingatlah nikmat Allah kepadamu yang Dia khususkan kepadamu yaitu ﴾ ز َ ا د َ ك ُ م ْ فِي ٱلۡخَلۡقِ بَصۜۡطَةٗۖ ﴿ "Rabb telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu)." Dalam urusan kekuatan, ukuran tubuh dan kekuatan tenaga. ﴾ فَٱذۡكُرُوٓاْ ءَالَآءَ ٱللَّهِ ﴿ "Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah", yang luas dan karunia-Nya yang berulang-ulang, ﴾ لَعَلَّكُمۡ ﴿ "supaya kamu" jika kamu meng-ingatnya dengan mensyukurinya dan menunaikan haknya ﴾ تُفۡلِحُونَ ﴿ "mendapat keberuntungan." Yakni kamu beruntung meraih yang di-inginkan dan selamat dari yang ditakutkan.
(70) Selanjutnya Hud menasihati dan mengingatkan serta memerintahkan mereka kepada tauhid, dia menjelaskan siapa di-rinya, bahwa dia adalah pemberi nasihat yang dipercaya. Dia mem-peringatkan mereka agar waspada terhadap azab Allah kepada mereka seperti yang telah Dia timpakan kepada orang-orang se-belum mereka. Dia mengingatkan mereka dengan nikmat-nikmat Allah dan pelimpahan rizki kepada mereka, tetapi mereka tidak merespon dan tidak tunduk. Mereka menjawab dengan penuh ke-heranan terhadap dakwahnya dan menyatakan bahwa mustahil mereka akan menaatinya. ﴾ أَجِئۡتَنَا لِنَعۡبُدَ ٱللَّهَ وَحۡدَهُۥ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apa-kah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami?" Se-moga Allah memperburuk mereka, mereka menjadikan perkara yang merupakan kewajiban paling wajib dan perkara paling sem-purna termasuk perkara-perkara yang dengannya mereka memper-tentangkannya dengan apa yang dianut oleh nenek moyang mereka. Mereka mendahulukan kesyirikan dan penyembahan berhala yang dianut oleh nenek moyang mereka daripada tauhid kepada Allah semata yang tiada sekutu bagiNya yang didakwahkan oleh para rasul. Dan mereka berkata, ﴾ فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "Maka da-tangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini adalah tantangan dari mereka agar di-timpakan azab atas mereka.
(71) Hud عليه السلام berkata kepada mereka, ﴾ قَدۡ وَقَعَ عَلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ رِجۡسٞ وَغَضَبٌۖ ﴿ "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Rabbmu." Yakni azab itu pasti terjadi, karena penyebab-penye-babnya telah terpenuhi dan waktu kebinasaan telah tiba. ﴾ أَتُجَٰدِلُونَنِي فِيٓ أَسۡمَآءٖ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم ﴿ "Apakah kamu sekalian hendak berbantah de-nganku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu menamakannya", yakni, bagaimana kamu mendebat perkara-perkara yang tidak ada hakikatnya dan dalam perkara berhala yang kamu namakan sebagai tuhan padahal ia sama sekali tidak memiliki sifat ketuhanan. ﴾ مَّا نَزَّلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٖۚ ﴿ "Padahal Allah sekali-kali tidak me-nurunkan hujjah untuk itu." Seandainya berhala-berhala itu adalah benar, niscaya Allah akan menurunkan hujjah untuk itu. Tidak turunnya hujjah tentang hal itu adalah bukti kebatilannya, karena tidak ada perkara yang menjadi suatu tujuan –lebih-lebih perkara-perkara besar– kecuali Allah telah menjelaskan hujjah-hujjahNya yang memadahi dan ilmu yang tidak samar sedikit pun. ﴾ فَٱنتَظِرُوٓاْ ﴿ "Maka tunggulah (azab itu)", yang akan menimpamu yang telah aku janjikan kepadamu. ﴾ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ﴿ "Sesungguhnya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu." Meski kedua penung-guan itu tidaklah sama, menunggunya orang yang cemas terhadap turunnya azab dan menunggunya orang yang berharap pertolongan dan pahala dari Allah.
(72) Oleh karena itu Allah membedakan kedua golongan. Dia berfirman, ﴾ فَأَنجَيۡنَٰهُ ﴿ "Maka Kami selamatkan dia", yakni Hud, ﴾ وَٱلَّذِينَ ﴿ "beserta orang-orang" yang beriman bersamanya, ﴾ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا ﴿ "dengan rahmat yang besar dari Kami." Karena Dia-lah yang memberi mereka petunjuk kepada keimanan dan menjadikan iman mereka sebagai sebab mereka mendapatkan rahmat, maka Allah menyela-matkan mereka dengan RahmatNya, ﴾ وَقَطَعۡنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَاۖ ﴿ "dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami." Yakni kami binasakan mereka dengan azab yang keras yang tidak menyi-sakan seorang pun dari mereka. Allah mengirim kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan sesuatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk. Orang-orang yang telah ditegakkan hujjah atas mereka tetapi mereka tidak tunduk kepadanya, dan mereka diperintahkan agar beriman tetapi mereka tidak beriman, maka akibatnya adalah ke-binasaan, kehinaan, dan kesengsaraan. ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ 60 ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 60). Dan di sini Allah berfirman, ﴾ وَقَطَعۡنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَاۖ وَمَا كَانُواْ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman" sedikit pun, justru sifat mereka adalah pendustaan dan pengingkaran. Ciri mereka adalah kesombongan dan kerusakan.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences