As-Sa'diAl‑A'raf · 7:96–102

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-A'raf 7:96–102

7:96–99Page 163

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦

And if only the people of the cities had believed and feared Allāh, We would have opened [i.e., bestowed] upon them blessings from the heaven and the earth; but they denied [the messengers], so We seized them for what they were earning.1

أَفَأَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰٓ أَن يَأۡتِيَهُم بَأۡسُنَا بَيَٰتٗا وَهُمۡ نَآئِمُونَ ٩٧

Then, did the people of the cities feel secure from Our punishment coming to them at night while they were asleep?

أَوَأَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰٓ أَن يَأۡتِيَهُم بَأۡسُنَا ضُحٗى وَهُمۡ يَلۡعَبُونَ ٩٨

Or did the people of the cities feel secure from Our punishment coming to them in the morning while they were at play?1

أَفَأَمِنُواْ مَكۡرَ ٱللَّهِۚ فَلَا يَأۡمَنُ مَكۡرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ٩٩

Then, did they feel secure from the plan of Allāh? But no one feels secure from the plan of Allāh except the losing people.

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan ber-takwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka se-dang tidur. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga). Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al-A'raf: 96-99).

(96) Manakala Allah تعالى menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan para rasul diuji dengan kesusahan sebagai na-sihat dan peringatan, dan dengan kemudahan sebagai istidraj dan tipuan, maka kemudian Allah menjelaskan bahwa seandainya pen-duduk negeri itu beriman dengan hati mereka secara benar yang dibuktikan dengan amal, mereka bertakwa kepada Allah lahir dan batin, dengan meninggalkan seluruh yang diharamkan oleh Allah تعالى, niscaya Allah akan membukakan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, Dia akan menurunkan hujan dengan deras dan menumbuhkan bumi dengan apa yang mereka bisa hidup de-ngannya juga ternak-ternak mereka dalam kehidupan paling subur dan rizki paling melimpah tanpa kelelahan, tanpa kesusahan, tanpa kelebihan dan tanpa kesulitan. Akan tetapi mereka tidak beriman dan bertakwa, ﴾ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ﴿ "maka Kami siksa mereka dise-babkan perbuatan mereka", dengan azab, musibah, dicabutnya keber-kahan dan banyaknya penyakit, di mana ia adalah merupakan se-bagian dari balasan amal mereka, sebab jika tidak demikian, maka seandainya Dia menghukum mereka karena semua dosa mereka, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu binatang melata pun di atas muka bumi. Allah تعالى berfirman, ﴾ ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ 41 ﴿ "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka seba-gian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (Ar-Rum: 41).

(97) ﴾ أَفَأَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰٓ ﴿ "Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman." Yakni penduduk yang mendustakan sesuai dengan konteks. ﴾ أَن يَأۡتِيَهُم بَأۡسُنَا ﴿ "Dari kedatangan siksaan Kami", yang keras ﴾ بَيَٰتٗا وَهُمۡ نَآئِمُونَ ﴿ "kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?" Yakni dalam keadaan mereka lalai, lengah dan enak-enakan.

(98) ﴾ أَوَأَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰٓ أَن يَأۡتِيَهُم بَأۡسُنَا ضُحٗى وَهُمۡ يَلۡعَبُونَ ﴿ "Atau apakah pendu-duk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang ber-main." Apa yang membuat mereka merasa aman dari hal itu, se-mentara mereka telah melakukan sebab-sebab datangnya azab dan melakukan dosa-dosa besar yang sebagian darinya menyebabkan kebinasaan.

(99) ﴾ أَفَأَمِنُواْ مَكۡرَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?" Di mana Dia menarik mereka kepada kebinasaan secara berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka duga dan Dia memberikan penangguhan. Sesungguhnya rencanaNya amat teguh. ﴾ فَلَا يَأۡمَنُ مَكۡرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ﴿ "Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." Karena barangsiapa merasa aman dari azab Allah, berarti dia tidak mem-percayai balasan amal perbuatan dan tidak pula beriman kepada para rasul dengan iman yang sebenarnya. Ayat ini mengandung peringatan yang mendalam bahwa seorang hamba tidak sepatutnya merasa aman terhadap keimanan yang dimilikinya, justru hendaknya dia merasa takut dan khawatir jika ditimpa sebuah ujian yang dapat melenyapkan imannya, hen-daknya dia selalu berdoa "Wahai Dzat yang membolak balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas iman." Hendaknya dia beramal dan berusaha melalui berbagai cara yang bisa membebaskannya dari keburukan pada saat terjadinya fitnah-fitnah, karena seorang hamba walaupun dia telah mencapai apa yang telah dicapai, dia tidak benar-benar yakin bisa selamat.

7:100–102Page 163

أَوَلَمۡ يَهۡدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ أَهۡلِهَآ أَن لَّوۡ نَشَآءُ أَصَبۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡۚ وَنَطۡبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ ١٠٠

Has it not become clear to those who inherited the earth after its [previous] people that if We willed, We could afflict them for their sins? But We seal over their hearts so they do not hear.1

تِلۡكَ ٱلۡقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيۡكَ مِنۡ أَنۢبَآئِهَاۚ وَلَقَدۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَمَا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُواْ بِمَا كَذَّبُواْ مِن قَبۡلُۚ كَذَٰلِكَ يَطۡبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ١٠١

Those cities - We relate to you, [O Muḥammad], some of their news. And certainly did their messengers come to them with clear proofs, but they were not to believe in that which they had denied before.1 Thus does Allāh seal over the hearts of the disbelievers.

وَمَا وَجَدۡنَا لِأَكۡثَرِهِم مِّنۡ عَهۡدٖۖ وَإِن وَجَدۡنَآ أَكۡثَرَهُمۡ لَفَٰسِقِينَ ١٠٢

And We did not find for most of them any covenant;1 but indeed, We found most of them defiantly disobedient.

"Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu kami azab mereka karena dosa-dosanya, dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mende-ngar (pelajaran lagi)? Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak ber-iman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir. Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesung-guhnya Kami mendapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al-A'raf: 100-102).

(100) Allah تعالى berfirman dalam rangka memberi peringa-tan kepada umat-umat yang tersisa[71] setelah binasanya umat-umat yang tersisa,[72] ﴾ أَوَلَمۡ يَهۡدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ أَهۡلِهَآ أَن لَّوۡ نَشَآءُ أَصَبۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡۚ ﴿ "Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu kami azab mereka karena dosa-dosanya." Yakni, apakah belum jelas dan terang bagi umat-umat yang mewarisi bumi setelah dibinasakannya umat-umat sebelum mereka karena dosa-dosanya kemudian mereka me-lakukan apa yang dilakukan oleh umat yang dibinasakan itu. Apa-kah mereka tidak menyadari jika Allah menghendaki niscaya Dia menimpakan azabNya kepada mereka disebabkan dosa-dosa me-reka, karena ini adalah sunnahNya yang berlalu pada orang-orang terdahulu dan orang-orang yang berikutnya. FirmanNya, ﴾ وَنَطۡبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ ﴿ "Dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?" Yakni, jika Allah telah mem-peringatkan mereka akan tetapi mereka tidak kunjung menyadari, Dia mengingatkan mereka tetapi mereka tidak mau ingat, Dia mem-beri petunjuk kepada kebenaran melalui ayat-ayat dan pelajaran-pelajaran tetapi mereka tidak juga beriman, maka Allah menghu-kum mereka dan mengunci hati mereka yang akhirnya dikotori oleh noda dan karat, sampai hatinya terstempel (tertutupi), sehingga tidak ada kebenaran dan kebaikan yang dapat sampai kepadanya, dan mereka tidak mendengar apa yang berguna bagi mereka, me-reka hanya mendengar apa yang dengannya hujjah menjadi tegak atas mereka.

(101) ﴾ تِلۡكَ ٱلۡقُرَىٰ ﴿ "Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu", yang disebutkan di atas, ﴾ نَقُصُّ عَلَيۡكَ مِنۡ أَنۢبَآئِهَاۚ ﴿ "Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu." Yang dengannya orang-orang bisa mengambil pelajaran, orang-orang zhalim tergugah dari kezhaliman-nya dan orang-orang yang bertakwa mengambil nasihat darinya. ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata." Yakni orang-orang yang mendustakan itu telah didatangi oleh rasul-rasul mereka yang menyeru kepada kebahagiaan, Allah mengukuhkan mereka dengan berbagai mukjizat yang jelas lagi terang dan menerangkan kebenaran dengan sempurna, akan tetapi ia tidak berguna dan ber-manfaat sedikit pun bagi mereka. ﴾ فَمَا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُواْ بِمَا كَذَّبُواْ مِن قَبۡلُۚ ﴿ "Maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya." Yakni, sebab pendustaan dan penolakan mereka terhadap kebenaran sejak awal, maka Dia tidak memberi mereka petunjuk kepada iman sebagai balasan atas penolakan me-reka terhadap kebenaran. ﴾ وَنُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَنَذَرُهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ 110 ﴿ "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada permu-laannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." (Al-An'am: 110). ﴾ كَذَٰلِكَ يَطۡبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir." Sebagai hukuman dariNya, dan Allah tidak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri.

(102) ﴾ وَمَا وَجَدۡنَا لِأَكۡثَرِهِم مِّنۡ عَهۡدٖۖ ﴿ "Dan Kami tidak mendapati keba-nyakan mereka memenuhi janji." Yakni, Kami tidak mendapati keba-nyakan umat yang diutus kepada mereka rasul-rasul itu menepati janji, yakni keteguhan dan komitmen dalam memegang wasiat Allah bagi seluruh alam, mereka juga tidak tunduk kepada perintah-pe-rintahNya yang Dia sampaikan melalui para rasul. ﴾ وَإِن وَجَدۡنَآ أَكۡثَرَهُمۡ لَفَٰسِقِينَ ﴿ "Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik." Menyimpang dari ketaatan kepada Allah, mengikuti hawa nafsu tanpa petunjuk dari Allah تعالى. Allah menguji para hamba dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab, serta memerintahkan mereka agar memenuhi perjanjianNya dan meng-ikuti petunjukNya, tetapi yang bersedia tunduk kepada perintah-Nya hanyalah sedikit dari mereka, orang-orang yang telah ditulis (ditetapkan) akan berbahagia oleh Allah. Adapun mayoritas ma-nusia maka mereka berpaling dari petunjuk dan menyombongkan diri dari apa yang dibawa oleh rasul-rasul, maka Allah pun menim-pakan kepada mereka dari hukuman-hukumanNya yang berma-cam-macam.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском