As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-Anfal 8:27–49
8:27–28Page 180
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَٰنَٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٢٧
O you who have believed, do not betray Allāh and the Messenger or betray your trusts while you know [the consequence].
وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَأَوۡلَٰدُكُمۡ فِتۡنَةٞ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ ٢٨
And know that your properties and your children are but a trial and that Allāh has with Him a great reward.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhia-nati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, se-dang kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (Al-Anfal: 27-28).
(27) Allah تعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman agar menunaikan perintah-perintah dan larangan-larangan yang Allah amanatkan kepada mereka, karena Allah telah mena-warkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung, semua menolak memikulnya dan khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. Barangsiapa menunaikan amanat, maka dia berhak mendapatkan pahala besar dari Allah, dan barangsiapa mengkhia-natinya dan tidak menunaikannya, maka dia berhak mendapatkan azab yang keras dan dia menjadi pengkhianat Allah, Rasulullah, dan amanatnya itu sendiri, menodai dirinya sendiri karena dia telah mengambil sifat terburuk dan ciri terjelek yaitu khianat, serta meng-abaikan sifat yang paling baik dan sempurna yaitu amanat.
(28) Karena hamba diuji dengan harta dan anak-anaknya, dan mungkin saja kecintaannya mendorongnya mendahulukan hawa nafsunya di atas amanatnya, maka Allah تعالى memberitahu-kan bahwa anak dan harta benda adalah fitnah yang dengannya Allah menguji hambaNya, dan bahwa ia adalah pinjaman yang akan ditunaikan kepada yang memberinya dan dikembalikan kepada yang menitipkannya. ﴾ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ ﴿ "Dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." Jika kamu memiliki akal dan pemikiran, maka dahulukanlah karuniaNya yang besar atas kenikmatan kecil yang akan lenyap dan fana. Orang yang berakal akan menimbang segala urusan, dia tahu mana yang mesti didahulukan dan dikede-pankan.
8:29Page 180
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَتَّقُواْ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّكُمۡ فُرۡقَانٗا وَيُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ٢٩
O you who have believed, if you fear Allāh, He will grant you a criterion1 and will remove from you your misdeeds and forgive you. And Allāh is the possessor of great bounty.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan meng-hapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (Al-Anfal: 29).
(29) Ketakwaan seorang hamba kepada Rabbnya adalah tanda keberuntungan dan kebahagiaan, Allah mengaitkan banyak sekali kebaikan dunia dan Akhirat dengan takwa. Dalam ayat ini Allah menyebutkan bahwa barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka dia akan mendapatkan empat perkara, setiap satu per-kara darinya lebih baik daripada dunia dan isinya. Pertama, furqan, yaitu ilmu dan hidayah yang dengannya pemiliknya dapat membedakan antara petunjuk dengan kesesatan, kebenaran dengan kebatilan, halal dengan haram, dan orang-orang yang berbahagia dengan orang-orang yang sengsara. Kedua dan ketiga, pelebur keburukan dan ampunan dosa-dosa, masing-masing dari keduanya adalah satu makna jika dise-butkan secara mutlak, jika digabung maka yang pertama berarti pelebur dosa-dosa kecil dan yang kedua adalah ampunan dosa-dosa besar. Yang keempat, pahala dan ganjaran yang besar bagi yang ber-takwa kepada Allah dan mementingkan ridhaNya di atas hawa naf-sunya. ﴾ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "Dan Allah mempunyai karunia yang besar."
8:30Page 180
وَإِذۡ يَمۡكُرُ بِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثۡبِتُوكَ أَوۡ يَقۡتُلُوكَ أَوۡ يُخۡرِجُوكَۚ وَيَمۡكُرُونَ وَيَمۡكُرُ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ ٣٠
And [remember, O Muḥammad], when those who disbelieved plotted against you to restrain you or kill you or evict you [from Makkah]. But they plan, and Allāh plans. And Allāh is the best of planners.
"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakan-mu dan membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya, dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya." (Al-Anfal: 30).
(30) Dan ingatlah wahai Rasulullah, apa yang Allah limpah-kan sebagai nikmat kepadamu ﴾ إ ِ ذ ْ يَمۡكُرُ بِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu." Ketika orang-orang musyrikin berunding di Dar an-Nadwah tentang apa yang akan mereka lakukan terhadap Nabi ﷺ; apakah mereka hendak memenjarakan dan memasung beliau, atau mereka akan membunuh beliau sehingga mereka bisa terbebas –kata mereka– dari keburukan beliau, atau mereka akan mengusir dan mengeluarkan beliau dari negeri mereka. Setiap orang menyodorkan pendapatnya dari pen-dapat-pendapat tersebut, dan akhirnya mereka bersepakat di atas pendapat orang terburuk dari mereka, Abu Jahal –semoga Allah melaknatnya–, yakni hendaknya masing-masing suku di Quraisy memilih seorang pemuda, lalu dia dibekali pedang yang tajam, lalu semuanya serempak membunuh beliau agar darah beliau terbagi pada suku-suku yang berpartisipasi, sehingga mau tidak mau Bani Hasyim akan menerima diyatnya, karena mereka tidak akan kuasa menghadapi seluruh suku Quraisy. Di malam hari mereka mengincar Nabi ﷺ untuk membunuh beliau jika bangun dari tidurnya. Akan tetapi datang wahyu kepada beliau dari langit. Nabi keluar melewati mereka dengan menabur-kan pasir ke kepala mereka, maka Allah menutup pandangan me-reka, sehingga tatkala merasa telah menunggu sangat lama, ada seseorang menghampiri mereka dan berkata, "Allah telah mengga-galkan kalian. Muhammad telah pergi dan menaburkan pasir ke kepala kalian." Maka masing-masing dari mereka mengibaskan pasir dari kepalanya[79]. Allah melindungi RasulNya dari mereka dan mengizinkannya hijrah ke Madinah, maka Nabi pun berhijrah ke sana. Selain itu Allah mendukungnya dengan sahabat-sahabatnya dari kalangan muhajirin dan anshar. Seterusnya dakwah beliau ber-kembang pesat, sehingga beliau masuk kembali ke Makkah dengan kekuatan dan dapat menundukkan penduduknya. Mereka pun takluk kepada Nabi, berlutut di bawah hukumnya. Padahal sebe-lum itu Nabi keluar dari sana secara sembunyi-sembunyi dengan rasa takut. Mahasuci Allah Yang Mahakasih kepada hambaNya. Tidak ada seorang makhluk pun yang dapat mengalahkanNya. Dan FirmanNya,
8:31–34Page 180
وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٣١
And when Our verses are recited to them, they say, "We have heard. If we willed, we could say [something] like this. This is not but legends of the former peoples."
وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ٣٢
And [remember] when they said, "O Allāh, if this should be the truth from You, then rain down upon us stones from the sky or bring us a painful punishment."
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِيهِمۡۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ ٣٣
But Allāh would not punish them while you, [O Muḥammad], are among them, and Allāh would not punish them while they seek forgiveness.
وَمَا لَهُمۡ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ ٱللَّهُ وَهُمۡ يَصُدُّونَ عَنِ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ وَمَا كَانُوٓاْ أَوۡلِيَآءَهُۥٓۚ إِنۡ أَوۡلِيَآؤُهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٤
But why should Allāh not punish them while they obstruct [people] from al-Masjid al-Ḥarām and they were not [fit to be] its guardians? Its [true] guardians are not but the righteous, but most of them do not know.
"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala.' Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini, ialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.' Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai-(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-Anfal: 31-34).
(31) Allah berfirman menjelaskan kebengalan orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ, ﴾ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا ﴿ "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami", yang menunjukkan kebe-naran apa yang dibawa oleh Rasulullah,﴾ قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah men-dengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala'." Ini termasuk penging-karan dan kezhaliman mereka, padahal sebenarnya Allah telah menantang mereka untuk menghadirkan satu surat yang seperti-nya dan memanggil siapa pun yang mampu selain Allah, namun mereka tidak mampu untuk itu, dan ketidakmampuan mereka ter-bukti. Ucapan yang diucapkan oleh orang ini hanyalah klaim kosong yang didustakan oleh realita. Telah diketahui bahwa Nabi ﷺ adalah Ummi, tidak membaca, tidak menulis, tidak pula bepergian untuk mempelajari berita-berita orang-orang terdahulu, lalu beliau hadir dengan Kitab yang mulia ini yang tidak ada kebatilan yang datang di depannya dan tidak pula dari belakangnya, yang turun dari Yang Mahabijak lagi Maha Terpuji.
(32) ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini,' yang mana Muhammad berdakwah kepadanya, ﴾ هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ﴿ 'adalah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." Mereka mengucapkan itu dengan penuh keyaki-nan karena kebatilan dan kebodohan mereka terhadap ucapan yang pantas. Seandainya mereka –apabila mereka tetap memegang syub-hat dan tipu daya batil yang semestinya membuat mereka tahu dan yakin terhadapnya– berkata kepada orang yang mendebat mereka dan mengklaim bahwa kebenaran ada padanya, "Jika memang ini adalah kebenaran darimu maka tunjukkan kami kepadanya," nis-caya hal itu lebih utama dan lebih menutupi kezhaliman mereka, sejak mereka berkata, ﴾ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ ﴿ "Ya Allah jika betul al-Qur`an ini ialah yang benar dari sisiMu." Dengan hanya perkataan ini saja telah diketahui bahwa mereka adalah orang-orang bodoh, dungu, pandir, dan zhalim.
(33) Seandainya Allah menyegerakan azabNya, niscaya tiada yang tertinggal, akan tetapi Allah تعالى menunda azabNya disebab-kan oleh keberadaan Rasulullah di antara mereka. Dia berfirman, ﴾ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِيهِمۡۚ ﴿ "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka." Keberadaan Rasulullah ﷺ di antara mereka adalah pelindung dari azab. Dan dengan per-kataan yang mereka ucapkan secara terbuka di depan khalayak, mereka menyadari keburukannya, mereka khawatir ia akan me-nimpa mereka, maka mereka memohon ampun kepada Allah. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ ﴿ "Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun." Ini adalah pencegah azab dari mereka padahal sebab-sebab turunnya azab itu telah tercapai.
(34) Kemudian Allah berfirman, ﴾ وَمَا لَهُمۡ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ ٱللَّهُ ﴿ "Kenapa Allah tidak mengazab mereka", yakni apa yang menghalangi mereka dari azab Allah, padahal mereka telah melakukan sebab-sebabnya? Yaitu menghalang-halangi manusia dari Masjidil Haram, lebih-lebih mereka menghalangi Nabi ﷺ dan para sahabat yang sebenarnya lebih layak dengannya daripada mereka. Oleh karena itu Dia berfir-man, ﴾ وَمَا كَانُوٓاْ ﴿ "Dan mereka bukanlah", yakni orang-orang musyrik itu ﴾ أَوۡلِيَآءَهُۥٓۚ ﴿ "orang-orang yang berhak menguasainya." Ada kemung-kinan dhamir (kata ganti)nya kembali kepada Allah, yakni wali-wali Allah, ada kemungkinan ia kembali ke Masjidil Haram, yakni me-reka tidak lebih berhak terhadapnya daripada orang lain. ﴾ إِنۡ أَوۡلِيَآؤُهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُتَّقُونَ ﴿ "Orang-orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa." Yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, mengesakanNya dengan tauhid dan ibadah dan mengikhlaskan agama hanya untukNya. ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Te-tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." Oleh karena itu mereka mengklaim perkara padahal orang lain lebih berhak terhadap per-kara tersebut daripada mereka.
8:35Page 181
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمۡ عِندَ ٱلۡبَيۡتِ إِلَّا مُكَآءٗ وَتَصۡدِيَةٗۚ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ٣٥
And their prayer at the House [i.e., the Kaʿbah] was not except whistling and handclapping. So taste the punishment for what you disbelieved [i.e., practiced of deviations].
"Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan keka-firanmu itu." (Al-Anfal: 35).
(35) Yakni, bahwa Allah تعالى hanya menjadikan Baitul Haram agar agamaNya ditegakkan padanya dan diikhlaskan ibadah untuk-Nya di dalamnya. Orang-orang Mukminlah yang dapat menegakkan perkara ini. Adapun orang-orang musyrik yang menghalang-halangi manusia darinya, maka shalat mereka padanya –yang merupakan ibadah terbesar– ﴾ إِلَّا مُكَآءٗ وَتَصۡدِيَةٗۚ ﴿ "tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan," kelakuan orang-orang bodoh lagi dungu, orang-orang yang di dalam hati mereka tidak terdapat sedikit pun peng-agungan kepada Rabbnya tidak pula mengetahui hak-hakNya, tidak pula penghormatan terhadap belahan bumi paling mulia dan paling utama. Jika shalat mereka padanya adalah demikian, lalu bagaimana dengan ibadah-ibadah yang lain? Dengan alasan apa mereka merasa lebih berhak terhadap Baitullah daripada orang-orang Mukmin, yang shalat mereka padanya adalah shalat yang khusyu', orang-orang yang berpaling dari perkara-perkara yang tidak berguna… dan sifat-sifat terpuji lainnya serta perbuatan-perbuatan baik yang dijelaskan oleh Allah, tidak aneh kalau Allah mewariskan Baitullah al-Haram kepada mereka dan menjadikan mereka sebagai pengua-sanya. Setelah Allah menjadikan mereka sebagai penguasanya, Dia berfirman kepada orang-orang yang beriman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسٞ فَلَا يَقۡرَبُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَٰذَاۚ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini." (At-Taubah: 28). Dan di sini Dia berfirman, ﴾ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ﴿ "Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu."
8:36–37Page 181
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةٗ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحۡشَرُونَ ٣٦
Indeed, those who disbelieve spend their wealth to avert [people] from the way of Allāh. So they will spend it; then it will be for them a [source of] regret; then they will be overcome. And those who have disbelieved - unto Hell they will be gathered.
لِيَمِيزَ ٱللَّهُ ٱلۡخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ وَيَجۡعَلَ ٱلۡخَبِيثَ بَعۡضَهُۥ عَلَىٰ بَعۡضٖ فَيَرۡكُمَهُۥ جَمِيعٗا فَيَجۡعَلَهُۥ فِي جَهَنَّمَۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ٣٧
[It is] so that Allāh may distinguish the wicked from the good and place the wicked some of them upon others and heap them all together and put them into Hell. It is those who are the losers.
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kese-muanya ditumpukkanNya, dan dimasukkanNya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi." (Al-Anfal: 36-37).
(36) Allah تعالى berfirman dalam rangka menjelaskan permu-suhan orang-orang kafir, tipu daya dan makar mereka, serta per-lawanan mereka kepada Allah dan RasulNya, dan usaha mereka untuk memadamkan cahaya dan kalimatNya, dan bahwa akibat makar mereka akan kembali kepada diri mereka sendiri, dan makar yang buruk tidak akan menimpa kecuali pelakunya. Dia berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah." Yakni untuk membatalkan kebenaran dan menyokong keba-tilan, membatalkan tauhid dan menegakkan penyembahan kepada berhala. ﴾ فَسَيُنفِقُونَهَا ﴿ "Mereka akan menafkahkan harta itu." Mereka menge-luarkan nafkah ini dengan ringan karena keteguhan mereka me-megang kebatilan dan kebencian mereka yang mendalam terhadap kebenaran, akan tetapi ia akan menjadi ﴾ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةٗ ﴿ "sesalan bagi mereka," kehinaan dan kerendahan. ﴾ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ ﴿ "Dan mereka akan dikalahkan." Lalu harta dan angan-angan mereka lenyap, sedangkan di akhirat diazab dengan azab yang keras. Oleh karena itu Dia ber-firman, ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحۡشَرُونَ ﴿ "Dan ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan." Di dalamnya mereka dikum-pulkan untuk merasakan azab neraka, karena ia adalah tempat keburukan dan orang-orang yang buruk.
(37) Allah تعالى ingin membedakan antara yang buruk dengan yang baik, dan masing-masing dari keduanya diletakkan di tempat-nya yang khusus. Dia menjadikan yang buruk dari perbuatan, harta dan pelaku kebaikan sebagiannya di atas sebagian yang lain. ﴾ فَيَرۡكُمَهُۥ جَمِيعٗا فَيَجۡعَلَهُۥ فِي جَهَنَّمَۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ﴿ "Lalu kesemuanya ditumpukkanNya, dan dimasukkanNya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi." Orang-orang yang rugi diri dan keluarga mereka pada Hari Kiamat, itulah kerugian yang nyata.
8:38–40Page 181
قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ وَإِن يَعُودُواْ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٣٨
Say to those who have disbelieved [that] if they cease, what has previously occurred will be forgiven for them. But if they return [to hostility] - then the precedent of the former [rebellious] peoples has already taken place.1
وَقَٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةٞ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِۚ فَإِنِ ٱنتَهَوۡاْ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٣٩
And fight against them until there is no fitnah1 and [until] the religion [i.e., worship], all of it, is for Allāh.2 And if they cease - then indeed, Allāh is Seeing of what they do.
وَإِن تَوَلَّوۡاْ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَىٰكُمۡۚ نِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ ٤٠
But if they turn away - then know that Allāh is your protector. Excellent is the protector, and excellent is the helper.
"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni me-reka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu, dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu.' Dan perangilah mereka, su-paya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (Al-Anfal: 38-40).
(38) Ini termasuk kasih sayang Allah تعالى kepada hamba-hambaNya. Kekufuran mereka dan keberadaan mereka dalam penentangan secara terus menerus tidak menghalangiNya untuk mengajak mereka ke jalan petunjuk yang lurus dan mencegah mereka dari segala perkara yang menjadi penyebab kesesatan dan kebina-saan. Dia berfirman, ﴾ قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ ﴿ "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya)'." Hal itu dengan masuk ke dalam Islam hanya karena Allah semata, tanpa sekutu bagiNya, ﴾ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ ﴿ "niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu", dari kejahatan-keja-hatan mereka. ﴾ وَإِن يَعُودُواْ ﴿ "Dan jika mereka kembali", kepada kekufuran dan penentangan, ﴾ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu." Dengan dibinasakannya umat-umat yang mendustakan. Maka hendaknya mereka melihat apa yang menimpa orang-orang yang menentang. Akan hadir kepada mereka berita-berita yang sebelumnya mereka perolok-olokkan. Ini adalah FirmanNya kepada orang-orang yang mendustakan.
(39) Adapun FirmanNya kepada orang-orang Mukmin ketika Dia memerintahkan mereka untuk memperlakukan orang-orang kafir, Dia berfirman, ﴾ وَقَٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةٞ ﴿ "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah." Yakni syirik dan usaha mengha-langi jalan Allah, sehingga mereka tunduk kepada hukum Islam. ﴾ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِۚ ﴿ "Dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah." Inilah maksud dari jihad dan perang melawan musuh-musuh aga-ma, yakni menepis kejahatan mereka dari agama, dan melindungi agama yang mana Allah menciptakan makhluk karenanya, sehingga ialah yang unggul di atas agama-agama yang lain. ﴾ فَإِنِ ٱنتَهَوۡاْ ﴿ "Jika mereka berhenti (dari kekafiran)", dari kezhaliman yang mereka ikuti, ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." Tidak sedikit pun dari mereka yang samar bagiNya.
(40) ﴾ وَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan jika mereka berpaling", dari ketaatan dan terbenam ke dalam kelalaian, ﴾ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَىٰكُمۡۚ نِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ ﴿ "maka keta-huilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung", yang melindungi orang-orang yang beriman, menyampaikan ke-baikan kepada mereka, dan memudahkan urusan dunia dan agama mereka, ﴾ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ ﴿ "dan sebaik-baik Penolong", yang menolong me-reka dan menolak dari mereka tipu daya orang-orang busuk serta jebakan orang-orang jahat. Barangsiapa penolong dan pelindung-nya adalah Allah, maka tidak ada ketakutan baginya, dan barang-siapa yang Allah tidak menolongnya, maka tidak ada kemuliaan ataupun kemenangan untuknya.
8:41–42Page 182
۞ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا غَنِمۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُۥ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ إِن كُنتُمۡ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا يَوۡمَ ٱلۡفُرۡقَانِ يَوۡمَ ٱلۡتَقَى ٱلۡجَمۡعَانِۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ٤١
And know that anything you obtain of war booty - then indeed, for Allāh is one fifth of it and for the Messenger1 and for [his] near relatives2 and the orphans, the needy, and the [stranded] traveler,3 if you have believed in Allāh and in that which We sent down to Our Servant4 on the day of criterion [i.e., decisive encounter] - the day when the two armies met [at Badr]. And Allāh, over all things, is competent.
إِذۡ أَنتُم بِٱلۡعُدۡوَةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُم بِٱلۡعُدۡوَةِ ٱلۡقُصۡوَىٰ وَٱلرَّكۡبُ أَسۡفَلَ مِنكُمۡۚ وَلَوۡ تَوَاعَدتُّمۡ لَٱخۡتَلَفۡتُمۡ فِي ٱلۡمِيعَٰدِ وَلَٰكِن لِّيَقۡضِيَ ٱللَّهُ أَمۡرٗا كَانَ مَفۡعُولٗا لِّيَهۡلِكَ مَنۡ هَلَكَ عَنۢ بَيِّنَةٖ وَيَحۡيَىٰ مَنۡ حَيَّ عَنۢ بَيِّنَةٖۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ ٤٢
[Remember] when you were on the near side of the valley, and they were on the farther side, and the caravan was lower [in position] than you. If you had made an appointment [to meet], you would have missed the appointment. But [it was] so that Allāh might accomplish a matter already destined - that those who perished [through disbelief] would perish upon evidence and those who lived [in faith] would live upon evidence; and indeed, Allāh is Hearing and Knowing.
"Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnus sabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di Hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha-kuasa atas segala sesuatu. (Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertem-puran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan kete-rangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Anfal: 41-42).
(41) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا غَنِمۡتُم مِّن شَيۡءٖ ﴿ "Ketahuilah, se-sungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang." Yakni harta orang kafir yang kamu ambil dengan cara kekuatan yang dibenarkan, banyak ataupun sedikit, ﴾ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُۥ ﴿ "maka se-sungguhnya seperlima untuk Allah", yakni, sisanya adalah untukmu wahai pasukan perang, karena Allah menisbatkan ghanimah terse-but kepada mereka dan mengeluarkan seperlimanya darinya. Ini menunjukkan bahwa sisanya adalah untuk mereka, dibagi seperti pembagian Rasululah: untuk pasukan berjalan kaki satu bagian dan untuk yang berkuda tiga bagian, dua untuk kudanya dan satu untuk penunggangnya. Adapun yang seperlima itu maka ia dibagi menjadi lima bagian: Satu bagian untuk Allah dan RasulNya, yang didistribusikan untuk kepentingan kaum Muslimin secara umum tanpa pengkhu-susan, karena Allah menjadikannya untukNya dan untuk RasulNya, sementara keduanya tidak memerlukannya, dari sini diketahui bahwa ia untuk hamba-hamba Allah, jika Allah tidak menentukan pos distribusinya maka itu menunjukkan bahwa ia untuk kepen-tingan umum kaum Muslimin. Bagian kedua adalah untuk kerabat Nabi ﷺ dari Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib. Allah menisbatkannya kepada kerabat ada-lah merupakan dalil bahwa illatnya hanyalah kekerabatan semata, maka tidak ada beda antara kaya, miskin, laki-laki, dan perempuan di kalangan mereka. Bagian ketiga adalah untuk anak-anak yatim, yaitu anak-anak yang ditinggal mati oleh bapak mereka sedangkan mereka masih kecil. Allah memberikan satu bagian dari seperlima untuk menyan-tuni mereka, di mana mereka belum mampu memenuhi kebutuhan mereka secara mandiri, sementara orang yang mengurusi kebutuhan mereka telah wafat. Bagian keempat adalah untuk orang-orang miskin, yaitu orang-orang yang membutuhkan, baik besar, kecil, laki-laki, dan perempuan. Bagian kelima adalah untuk ibnu sabil, yaitu orang asing yang kehilangan bekal di selain negerinya. Sebagian ahli tafsir menyata-kan bahwa seperlima dari ghanimah tidak harus dikeluarkan untuk semua lima kelompok ini, dan tidak harus disamaratakan, akan te-tapi hal itu disesuaikan dengan kemaslahatan. Dan ini lebih utama. Allah menjadikan penunaian terhadap seperlima dengan sebaik-baiknya sebagai syarat iman. Dia berfirman, ﴾ إِن كُنتُمۡ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا يَوۡمَ ٱلۡفُرۡقَانِ ﴿ "Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di Hari Furqan." Yakni hari Perang Badar, di mana pada hari itu Allah membedakan antara yang haq dengan yang batil. Dia memenangkan yang haq dan membatalkan yang batil. ﴾ يَوۡمَ ٱلۡتَقَى ٱلۡجَمۡعَانِۗ ﴿ "Yaitu di hari bertemu-nya dua pasukan." Pasukan Muslimin dan pasukan kafirin. Yakni, jika imanmu kepada Allah dan kepada kebenaran yang Allah turun-kan kepada RasulNya pada Hari Furqan yang mana pada hari itu terlihat tanda-tanda dan bukti-bukti kebenaran yang menunjukkan bahwa apa yang dibawa oleh Muhammad adalah benar. ﴾ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ﴿ "Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." Tidak ada seorang pun yang melawannya kecuali kalah.
(42) ﴾ إِذۡ أَنتُم بِٱلۡعُدۡوَةِ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "(Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat." Yakni di pinggir lembah yang dekat de-ngan Madinah, sementara mereka di pinggirnya (yang lain) yang jauh dari Madinah. Satu lembah telah mengumpulkan kamu dengan mereka ﴾ وَٱلرَّكۡبُ ﴿ "sedang kafilah" yang kamu incar dan itu bukan-lah yang diinginkan oleh Allah ﴾ أَسۡفَلَ مِنكُمۡۚ ﴿ "berada di bawah kamu," melewati pinggir laut. ﴾ وَلَوۡ تَوَاعَدتُّمۡ ﴿ "Sekiranya kamu mengadakan per-setujuan (untuk menentukan hari pertempuran)", dengan mereka sesuai dengan kondisi dan keadaan tersebut ﴾ لَٱخۡتَلَفۡتُمۡ فِي ٱلۡمِيعَٰدِ ﴿ "pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu." Yakni pasti ada maju mundurnya atau pemilihan tempat dan lain-lain sebagai-nya yang memalingkanmu atau mereka dari perjanjian. Akan tetapi Allah-lah yang mengumpulkanmu dengan mereka dalam kondisi tersebut. ﴾ لِّيَقۡضِيَ ٱللَّهُ أَمۡرٗا كَانَ مَفۡعُولٗا ﴿ "Agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan", yang telah ditakdirkan sejak azali yang mesti terjadi. ﴾ لِّيَهۡلِكَ مَنۡ هَلَكَ عَنۢ بَيِّنَةٖ ﴿ "Yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata." Yakni supaya ia menjadi hujjah dan bukti bagi penentang, sehingga ketika dia memilih ke-kufuran dengan dasar ilmu dan keyakinan terhadap kebatilannya, maka tidak ada lagi alasan baginya di hadapan Allah. ﴾ وَيَحۡيَىٰ مَنۡ حَيَّ عَنۢ بَيِّنَةٖۗ ﴿ "Dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)." Yakni bashirah dan keyakinan orang Mukmin bertambah dengan bukti-bukti kebenaran yang ditunjukkan oleh Allah kepada kedua kelompok yang cukup menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal. ﴾ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Maha Mendengar segala suara dengan bahasa yang beraneka ragam dan keperluan yang bermacam-macam, Maha Mengetahui yang lahir, yang batin, yang rahasia, yang ghaib, dan yang nampak.
8:43–44Page 182
إِذۡ يُرِيكَهُمُ ٱللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلٗاۖ وَلَوۡ أَرَىٰكَهُمۡ كَثِيرٗا لَّفَشِلۡتُمۡ وَلَتَنَٰزَعۡتُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ سَلَّمَۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٤٣
[Remember, O Muḥammad], when Allāh showed them to you in your dream as few; and if He had shown them to you as many, you [believers] would have lost courage and would have disputed in the matter [of whether to fight], but Allāh saved [you from that]. Indeed, He is Knowing of that within the breasts.
وَإِذۡ يُرِيكُمُوهُمۡ إِذِ ٱلۡتَقَيۡتُمۡ فِيٓ أَعۡيُنِكُمۡ قَلِيلٗا وَيُقَلِّلُكُمۡ فِيٓ أَعۡيُنِهِمۡ لِيَقۡضِيَ ٱللَّهُ أَمۡرٗا كَانَ مَفۡعُولٗاۗ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ ٤٤
And [remember] when He showed them to you, when you met, as few in your eyes, and He made you [appear] as few in their eyes so that Allāh might accomplish a matter already destined. And to Allāh are [all] matters returned.
"(Yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memper-lihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak, tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan mata-mu dan kamu ditampakkanNya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan." (Al-Anfal: 43-44).
(43-44) Allah memperlihatkan dalam mimpi Rasulullah ﷺ, bahwa orang-orang musyrik berjumlah sedikit, kemudian Rasulullah menyampaikan berita gembira itu kepada sahabat-sahabatnya, maka hati mereka pun menjadi tenang dan teguh. ﴾ وَلَوۡ أَرَىٰكَهُمۡ كَثِيرٗا ﴿ "Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak", lalu kamu menyampaikan hal itu kepada sahabat-sahabatmu, ﴾ لَّفَشِلۡتُمۡ وَلَتَنَٰزَعۡتُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِ ﴿ "tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu." Di antara kamu ada yang berpendapat meneruskan perang, ada pula yang tidak berpendapat demikian, dan percekcokan adalah pemicu kekalahan. ﴾ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ سَلَّمَۚ ﴿ "Akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu." Yakni melindungimu. ﴾ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati." Yakni keteguhan, kekhawatiran, kejujuran, dan kedustaan yang ada padanya. Allah mengetahui apa yang ada di hatimu yang membuatNya mengasihimu, berlaku baik kepadamu, dan membuk-tikan kebenaran mimpi RasulNya. Allah menampakkan kepada orang-orang Mukmin bahwa seakan-akan musuh-musuh mereka berjumlah sedikit, dan juga menampakkanmu di mata musuhmu seakan-akan kamu berjumlah sedikit. Masing-masing pasukan melihat musuhnya berjumlah sedikit, agar masing-masing berani menghadapi yang lain. ﴾ لِيَقۡضِيَ ٱللَّهُ أَمۡرٗا كَانَ مَفۡعُولٗاۗ ﴿ "Karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan." Yaitu memberi kemenangan kepada orang-orang Mukmin dan menimpakan keka-lahan kepada orang-orang kafir, serta membinasakan para pemim-pin dan pembesar kekufuran dari mereka, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang bisa dibanggakan, sehingga setelah itu mereka mudah jika diajak kepada Islam, ia juga menjadi bukti kelembutan bagi yang lain yang Allah beri nikmat Islam. ﴾ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ ﴿ "Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan." Yakni segala urusan makhluk kembali kepada Allah, maka Dia membedakan yang baik dengan yang buruk, dan memutuskan urusan makhluk dengan adil tanpa sedikit pun kezhaliman.
8:45–49Page 182
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمۡ فِئَةٗ فَٱثۡبُتُواْ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٤٥
O you who have believed, when you encounter a company [from the enemy forces], stand firm and remember Allāh much that you may be successful.
وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُواْ فَتَفۡشَلُواْ وَتَذۡهَبَ رِيحُكُمۡۖ وَٱصۡبِرُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ٤٦
And obey Allāh and His Messenger, and do not dispute and [thus] lose courage and [then] your strength would depart; and be patient. Indeed, Allāh is with the patient.
وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرٗا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطٞ ٤٧
And do not be like those who came forth from their homes insolently and to be seen by people and avert [them] from the way of Allāh. And Allāh is encompassing1 of what they do.
وَإِذۡ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَإِنِّي جَارٞ لَّكُمۡۖ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلۡفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّنكُمۡ إِنِّيٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوۡنَ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَۚ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٤٨
And [remember] when Satan made their deeds pleasing to them and said, "No one can overcome you today from among the people, and indeed, I am your protector." But when the two armies sighted each other, he turned on his heels and said, "Indeed, I am disassociated from you. Indeed, I see what you do not see; indeed, I fear Allāh. And Allāh is severe in penalty."
إِذۡ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ غَرَّ هَٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمۡۗ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ٤٩
[Remember] when the hypocrites and those in whose hearts was disease [i.e., arrogance and disbelief] said, "Their religion has deluded those [Muslims]." But whoever relies upon Allāh - then indeed, Allāh is Exalted in Might and Wise.
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (Nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-ban-tahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuat-anmu, dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya` kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, 'Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menga-lahkanmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelin-dungmu', maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, 'Sesungguhnya saya berlepas diri darimu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat, sesungguh-nya saya takut kepada Allah.' Dan Allah sangat keras siksaNya. (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, 'Mereka itu (orang-orang Muk-min) ditipu oleh agamanya.' (Allah berfirman), 'Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana'." (Al-Anfal: 45-49).
(45) Allah تعالى berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمۡ فِئَةٗ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh)." Yakni, sekelompok orang-orang kafir yang memerangi kamu, ﴾ فَٱثۡبُتُواْ ﴿ "maka berteguh hatilah", dalam menghadapi mereka, gunakan kesabaran atas ketaatan besar ini, yang buahnya adalah kemuliaan dan ke-menangan, minta tolonglah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah, ﴾ لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ﴿ "agar kamu beruntung." Yakni kemenangan atas musuhmu yang kamu inginkan. Jadi, kesabaran, keteguhan dan memperbanyak dzikir kepada Allah adalah penyebab besar kemenangan.
(46) ﴾ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ﴿ "Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya", dalam melaksanakan perintah keduanya dan tetaplah demikian dalam segala kondisi. ﴾ وَلَا تَنَٰزَعُواْ ﴿ "Dan janganlah kamu berbantah-ban-tahan", dengan bantah-bantahan yang menyebabkan perpecahan hati-hati kalian ﴾ فَتَفۡشَلُواْ ﴿ "yang menyebabkan kamu menjadi gentar", yakni takut, ﴾ وَتَذۡهَبَ رِيحُكُمۡۖ ﴿ "dan hilang kekuatanmu." Yakni tekadmu melempem, kekuatanmu luruh, dan kemenangan yang dijanjikan kepadamu atas ketaatan kepada Allah dan RasulNya hilang lenyap. ﴾ وَٱصۡبِرُوٓاْۚ ﴿ "Dan bersabarlah", di atas ketaatan kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿ "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar", dengan pertolongan, dukungan, dan kemenangan.
(47) Khusyu'lah dan tunduklah kepada Rabbmu. ﴾ وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرٗا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah." Yakni, inilah tujuan mereka keluar berperang, dan inilah yang memicu mereka keluar dari negeri mereka, yaitu demi keangkuhan dan kesombongan di bumi, agar orang-orang melihat dan membanggakan mereka, dan tujuan terbesar adalah bahwa mereka hendak menghalangi dari jalan Allah bagi orang yang me-nitinya. ﴾ وَٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطٞ ﴿ "Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan." Oleh karena itu Allah memberitahumu tentang tujuan mereka dan memperingatkan agar kamu tidak seperti mereka, ka-rena Allah akan mengazab mereka dengan azab yang sangat berat. Hendaknya tujuanmu dalam peperangan adalah demi mengharap Wajah Allah, meninggikan agama Allah, membendung jalan yang menuju murka dan azab Allah, dan menarik manusia kepada jalan Allah yang lurus yang mengantarkan kepada Surga kenikmatan.
(48) ﴾ وَإِذۡ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ ﴿ "Dan ketika setan menjadikan me-reka memandang baik pekerjaan mereka", menjadikannya indah dalam hati mereka dan menipunya, ﴾ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ مِنَ ٱلنَّاسِ ﴿ "dan me-ngatakan, 'Tidak ada seorang manusia pun yang dapat mengalahkanmu pada hari ini," karena kamu dengan jumlah, senjata dan kondisi yang mana Muhammad dan teman-temannya tidak mampu melawanmu. ﴾ وَإِنِّي جَارٞ لَّكُمۡۖ ﴿ "Dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu." Dari siapa pun yang kamu takutkan keburukannya, karena iblis menam-pakkan diri dalam wujud Suraqah bin Malik bin Ju'syum al-Mudliji, dan mereka takut kepada Bani Mudlij karena adanya permusuhan di antara mereka. Setan berkata kepada mereka, "Aku-lah pelindung-mu." Maka tenanglah mereka dan hadir dengan kesombongan dan keyakinan menang. ﴾ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلۡفِئَتَانِ ﴿ "Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan)", pasukan Muslimin dan pasukan kafirin, lalu tiba-tiba setan melihat Jibril عليه السلام memimpin pasukan malaikat, maka ia sangat ketakutan. ﴾ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ ﴿ "setan itu balik ke belakang", yakni lari terbirit-birit ﴾ وَقَالَ ﴿ "seraya berkata", kepada orang yang ia tipu dan perdayai. ﴾ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّنكُمۡ إِنِّيٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوۡنَ ﴿ "Sesungguhnya saya berlepas diri darimu, sesungguhnya saya dapat me-lihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat." Yakni aku melihat malaikat yang tak seorang pun sanggup melawannya. ﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَۚ ﴿ "Sesungguhnya saya takut kepada Allah." Yakni takut akan menyege-rakan azab kepadaku di dunia. ﴾ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Dan Allah sangat keras siksaNya." Ada kemungkinan setan telah menipu mereka dan membisik-kan di dalam dada mereka bahwa mereka tidak akan dikalahkan oleh manusia siapa pun, dan bahwa ia melindungi mereka. Ketika ia berhasil menggiring ke medan perang, maka ia berlepas diri dari mereka dan meninggalkan mereka, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ كَمَثَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ إِذۡ قَالَ لِلۡإِنسَٰنِ ٱكۡفُرۡ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّنكَ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ 16 فَكَانَ عَٰقِبَتَهُمَآ أَنَّهُمَا فِي ٱلنَّارِ خَٰلِدَيۡنِ فِيهَاۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُاْ ٱلظَّٰلِمِينَ 17 ﴿ "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, 'Kafirlah kamu', maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata, 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam'. Maka kesu-dahan keduanya adalah, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam Neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zhalim." (Al-Hasyr: 16-17).
(49) ﴾ إِذۡ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ ﴿ "(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya ber-kata," yakni keraguan dan syubhat dari orang-orang yang lemah iman terhadap orang-orang yang beriman ketika mereka pergi berperang dengan jumlah minim melawan orang-orang musyrik dengan jum-lah yang besar, ﴾ غَرَّ هَٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمۡۗ ﴿ "Mereka itu (orang-orang Mukmin) ditipu oleh agamanya." Yakni agama yang mereka anut menggiring mereka ke medan perang ini yang mana mereka tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk memenangkannya. Orang-orang munafik itu mengatakannya untuk melecehkan orang-orang Mukmin dan meng-hina akal mereka padahal justru orang-orang munafik itulah –demi Allah– orang-orang yang bodoh akal dan pikirannya. Karena ke-imanan akan mewajibkan pemiliknya maju menghadapi perkara-perkara besar yang tidak dihadapi oleh pasukan-pasukan besar karena seorang Mukmin yang bertawakal kepada Allah yang me-ngetahui bahwa tidak ada daya, kekuatan, dan kemampuan bagi siapa pun kecuali dengan pertolongan Allah, dan seandainya selu-ruh makhluk bersepakat untuk memberi manfaat sedikit saja kepada seseorang, niscaya mereka tidak mampu melakukannya, begitu pula jika mereka bersepakat untuk memudaratkannya niscaya mereka tidak mampu memudaratkannya, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tulis atasnya, dan dia mengetahui bahwa dia di atas kebena-ran, bahwa Allah تعالى Mahabijaksana lagi Maha Penyayang dalam semua takdir dan keputusanNya, maka dia tidak akan peduli de-ngan kekuatan dan jumlah yang dia hadapi, dia percaya diri kepada Rabbnya, tenang tanpa rasa takut dan cemas. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ﴿ "Barangsiapa yang tawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksa-na." Tak ada kekuatan yang dapat mengalahkannya, ﴾ حَكِيمٞ ﴿ "lagi Mahabijaksana", dalam keputusanNya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences