As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
المطففين
Al-Mutaffifin
The Defrauding · Meccan · 36 ayahs
83:1–6Page 587
وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ ١
Woe to those who give less [than due],1
ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ ٢
Who, when they take a measure from people, take in full.
وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُونَ ٣
But if they give by measure or by weight to them, they cause loss.
أَلَا يَظُنُّ أُوْلَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبۡعُوثُونَ ٤
Do they not think that they will be resurrected
لِيَوۡمٍ عَظِيمٖ ٥
For a tremendous Day -
يَوۡمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٦
The Day when mankind will stand before the Lord of the worlds?
"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain me-reka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam." (Al-Muthaffifin: 1-6).
Madaniyah[135]
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) ﴾ وَيۡلٞ ﴿ "Kecelakaan besarlah," adalah kata-kata azab dan siksaan, ﴾ لِّلۡمُطَفِّفِينَ ﴿ "bagi orang-orang yang curang." Ini dijelaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan FirmanNya kemudian, ﴾ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain," yakni me-ngambil dari mereka sebagai timbal balik, mereka menginginkan-nya secara utuh, tidak kurang, ﴾ وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ ﴿ "dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain," yakni bila memberikan hak orang lain yang harus ditunaikan dengan takaran atau tim-bangan, ﴾ يُخۡسِرُونَ ﴿ "mereka mengurangi," yakni menguranginya dengan cara mengurangi takaran atau timbangan, tidak memenuhi tim-bangan dan takaran atau dengan cara lainnya. Ini adalah pencurian harta orang lain dan tidak bersikap adil terhadap mereka. Karena ancaman ini ditujukan pada orang yang mengurangi takaran dan timbangan orang lain, maka orang yang mengambil harta orang lain secara paksa atau dengan cara mencuri, tentu lebih berhak mendapatkan ancaman ini dari orang-orang yang sekedar berbuat curang. Ayat mulia ini menunjukkan bahwa orang sebagaimana berhak mendapatkan haknya dari orang lain, ia juga harus mem-berikan semua milik orang lain secara penuh, baik berupa harta maupun yang lain. Bahkan hujjah dan pernyataan juga termasuk dalam keumuman ayat ini. Biasanya, masing-masing dari dua orang yang berdebat berusaha mempertahankan hujjahnya, ia juga berkewajiban menjelaskan hujjah rivalnya yang tidak ia ketahui dan mempertimbangkan argumen-argumen rivalnya sebagaimana ia juga harus mempertimbangkan argumen-argumennya sendiri. Di sini dapat diketahui sikap obyektif atau fanatisme seseorang, kerendahan hati atau kesombongan, berakal atau bodoh. Semoga Allah سبحانه وتعالى berkenan menolong kita pada setiap kebaikan. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mengancam orang-orang yang berbuat curang serta merasa bangga atas kondisi mereka serta tetapnya mereka berada di atas kecurangan seraya berfirman, ﴾ أَلَا يَظُنُّ أُوْلَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبۡعُوثُونَ 4 لِيَوۡمٍ عَظِيمٖ 5 يَوۡمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ 6 ﴿ "Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam?" Yang mendorong mereka untuk berbuat curang adalah tidak beriman pada Hari Akhir, sebab bila mereka beriman pada Hari Akhir dan mereka mengetahui akan berdiri di hadapan Allah سبحانه وتعالى yang akan menghisab mereka atas amalan kecil dan besar, niscaya mereka menjauhkan diri mereka dari kecurangan dan bertaubat.
83:7–17Page 588
كـَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلۡفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٖ ٧
No! Indeed, the record of the wicked is in sijjeen.
وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سِجِّينٞ ٨
And what can make you know what is sijjeen?
كِتَٰبٞ مَّرۡقُومٞ ٩
It is [their destination1 recorded in] a register inscribed.
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ١٠
Woe, that Day, to the deniers,
ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ١١
Who deny the Day of Recompense.
وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ ١٢
And none deny it except every sinful transgressor.
إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣
When Our verses are recited to him, he says, "Legends of the former peoples."
كـَلَّاۖ بَلۡۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ١٤
No! Rather, the stain has covered their hearts of that which they were earning.1
كـَلَّآ إِنَّهُمۡ عَن رَّبِّهِمۡ يَوۡمَئِذٖ لَّمَحۡجُوبُونَ ١٥
No! Indeed, from their Lord, that Day, they will be partitioned.1
ثُمَّ إِنَّهُمۡ لَصَالُواْ ٱلۡجَحِيمِ ١٦
Then indeed, they will [enter and] burn in Hellfire.
ثُمَّ يُقَالُ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ١٧
Then it will be said [to them], "This is what you used to deny."
"Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. Tahukah kamu apakah sijjin itu? (Ialah) kitab yang bertulis. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan. Dan tidak ada yang mendustakan Hari Pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, 'Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu.' Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka), 'Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan'." (Al-Muthaffifin: 7-17).
(7-9) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كـَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلۡفُجَّارِ ﴿ "Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka," ini mencakup seluruh orang yang durhaka dari berbagai macam orang-orang kafir, munafik, dan fasik, ﴾ لَفِي سِجِّينٖ ﴿ "tersimpan dalam sijjin," kemu-dian Allah menafsirkannya dengan FirmanNya,﴾ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سِجِّينٞ 8 كِتَٰبٞ مَّرۡقُومٞ 9 ﴿ "Tahukah kamu apakah sijjin itu? (Ialah) kitab yang bertulis," yakni, kitab catatan amal yang di dalamnya tercatat amalan-amalan buruk mereka. Sijjin adalah tempat yang sempit. Sijjin lawan dari illiyyin yang merupakan tempat kitab catatan amal orang-orang baik sebagaimana akan dijelaskan selanjutnya. Ada yang menya-takan, sijjin adalah bumi ketujuh yang paling bawah dan tempat kembali orang-orang durhaka.
(10-13) ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelas-kan siapakah mereka dengan FirmanNya, ﴾ ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "(yaitu) orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan," yakni Hari Pem-balasan amal dan perbuatan. Di hari itu Allah سبحانه وتعالى akan membalas amal perbuatan mereka. ﴾ وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعۡتَدٍ ﴿ "Dan tidak ada yang men-dustakan Hari Pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas" atas larangan-larangan Allah سبحانه وتعالى, melampaui batas dari halal hingga haram, ﴾ أَثِيمٍ ﴿ "lagi berdosa," yakni banyak dosanya. Sikap permusuhan inilah yang mendorongnya untuk mendustakan, dan kesombongannya membuatnya menolak kebenaran. Karena itu ﴾ إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا ﴿ "apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami," yang me-nunjukkan pada kebenaran dan atas kebenaran risalah yang dibawa oleh para rasul, ia mendustakan dan menentangnya seraya berkata, ﴾ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu," yakni hanya berasal dari cerita orang-orang terdahulu dan berita umat-umat yang sudah berlalu, bukan berasal dari Allah سبحانه وتعالى; semua itu karena didorong rasa sombong dan menentang.
(14-17) Sedangkan orang yang bersikap adil lagi obyektif dan bertujuan mencari kebenaran yang nyata, ia tidak mendustakan Hari Pembalasan, karena Allah سبحانه وتعالى telah menegakkan dalil-dalil pasti dan bukti-bukti nyata yang membuatnya yakin dengan sebenar-nya. Bukti dan dalil itu bagi pandangan hatinya laksana matahari bagi pandangan matanya. Tidak seperti orang yang hatinya tertu-tup oleh kemaksiatan-kemaksiatannya. Ia terhalang dari kebenaran. Karena itu balasannya adalah terhalang dari Allah سبحانه وتعالى sebagaimana hatinya dulu ketika di dunia terhalang dari menerima ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى. ﴾ ثُمَّ إِنَّهُمۡ ﴿ "Kemudian sesungguhnya mereka," di samping sik-saan berat itu, ﴾ لَصَالُواْ ٱلۡجَحِيمِ 16 ثُمَّ يُقَالُ ﴿ "benar-benar masuk neraka, kemudian dikatakan (kepada mereka)," ﴾ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿ "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan." Di sini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tiga macam azab untuk mereka; azab Neraka Jahim, azab celaan dan cemoohan, dan azab terhalang dari Rabb semesta alam yang mencakup murka dan marah Allah سبحانه وتعالى atas mereka dan hal itu lebih berat bagi mereka daripada siksaan neraka. Kontekstual ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang beriman akan melihat Rabb mereka pada Hari Kiamat dan di surga. Mereka merasa nikmat dengan memandang Allah سبحانه وتعالى yang jauh lebih besar dari seluruh kenikmatan. Mereka bergembira berbincang-bincang denganNya dan senang dekat denganNya sebagaimana disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam berbagai ayat al-Qur`an serta riwayat mutawatir yang dinukil dari Rasulullah a. Dalam ayat-ayat ini terdapat peringatan dari berbagai dosa, karena dosa bisa menutupi hati sedikit demi sedikit hingga cahaya hati padam dan pandangan hati mati dan inilah yang akan memu-tarbalikkan kebenaran (pada diri seseorang), sehingga kebatilan dalam pandangannya adalah kebenaran dan kebenaran dalam pandangannya adalah kebatilan. Dan inilah salah satu hukuman dosa terbesar.
83:18–28Page 588
كـَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلۡأَبۡرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ ١٨
No! Indeed, the record of the righteous is in ʿilliyyūn.
وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا عِلِّيُّونَ ١٩
And what can make you know what is ʿilliyyūn?
كِتَٰبٞ مَّرۡقُومٞ ٢٠
It is [their destination1 recorded in] a register inscribed
يَشۡهَدُهُ ٱلۡمُقَرَّبُونَ ٢١
Which is witnessed by those brought near [to Allāh].
إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ٢٢
Indeed, the righteous will be in pleasure
عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ ٢٣
On adorned couches, observing.
تَعۡرِفُ فِي وُجُوهِهِمۡ نَضۡرَةَ ٱلنَّعِيمِ ٢٤
You will recognize in their faces the radiance of pleasure.
يُسۡقَوۡنَ مِن رَّحِيقٖ مَّخۡتُومٍ ٢٥
They will be given to drink [pure] wine1 [which was] sealed.
خِتَٰمُهُۥ مِسۡكٞۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلۡيَتَنَافَسِ ٱلۡمُتَنَٰفِسُونَ ٢٦
The last of it1 is musk. So for this let the competitors compete.
وَمِزَاجُهُۥ مِن تَسۡنِيمٍ ٢٧
And its mixture is of Tasneem,1
عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا ٱلۡمُقَرَّبُونَ ٢٨
A spring from which those near [to Allāh] drink.
"Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam Illiyyin kenikmatan yang besar (surga). Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang di-dekatkan (kepada Allah). Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar dalam kenikmatan yang besar (surga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat me-ngetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kasturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum dari padanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah." (Al-Muthaffifin: 18-28).
(18-21) Setelah menyebutkan bahwa catatan amal orang-orang berdosa berada di tempat paling bawah dan sempit, selanjut-nya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa catatan amal orang-orang baik berada di tempat yang paling atas dan luas. Catatan amal mereka tertulis dan ﴾ يَشۡهَدُهُ ٱلۡمُقَرَّبُونَ ﴿ "disaksikan oleh malaikat-malaikat yang dide-katkan (kepada Allah)," dari kalangan malaikat mulia, ruh para nabi, orang-orang jujur dalam beriman dan para syuhada`. Allah سبحانه وتعالى me-nyebut mereka di kalangan malaikat tertinggi. Dan Illiyyun adalah nama surga tertinggi.
(22-28) Pada saat menyebutkan catatan amal mereka, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa mereka berada dalam kenikmatan. Nikmat adalah kata menyeluruh untuk kenikmatan hati, ruh, dan raga. ﴾ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ ﴿ "Mereka (duduk) di atas dipan-dipan," yakni di atas dipan yang berhiaskan hamparan indah, ﴾ يَنظُرُونَ ﴿ "sambil memandang" segala kenikmatan yang disiapkan Allah سبحانه وتعالى untuk mereka dan me-reka memandang Wajah Rabb mereka Yang Mulia. ﴾ تَعۡرِفُ ﴿ "Kamu dapat mengetahui," wahai orang yang memandang, ﴾ فِي وُجُوهِهِمۡ نَضۡرَةَ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan," yakni kebahagiaan, keindahan, dan keasrian karena kenikmatan, kegembiraan, dan kebahagiaan membuat wajah berseri, indah, dan asri. ﴾ يُسۡقَوۡنَ مِن رَّحِيقٖ ﴿ "Mereka diberi minum dari khamar murni," yang merupakan minuman yang paling nikmat dan lezat, ﴾ مَّخۡتُومٍ ﴿ "yang dilak (tempatnya)," minuman tersebut ﴾ خِتَٰمُهُۥ مِسۡكٞۚ ﴿ "laknya adalah kasturi." Kemungkinan yang dimaksudkan adalah tertutup agar tidak dimasuki sesuatu yang bisa mengurangi kenikmatannya dan bisa merusak cita rasanya. Penutupnya adalah minyak kesturi. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah yang ada di ujung bejana yang mereka minum adalah minyak kesturi jenis azfar. Cawan ini seperti biasanya di dunia menjadi tempat untuk menuangkan, seperti itu juga di dalam surga. ﴾ وَفِي ذَٰلِكَ ﴿ "Dan untuk yang demikian itu," yakni nikmat abadi yang kebaikan dan ukurannya hanya diketahui Allah سبحانه وتعالى semata, ﴾ فَلۡيَتَنَافَسِ ٱلۡمُتَنَٰفِسُونَ ﴿ "hendaknya orang berlomba-lomba," yaitu hendaklah mereka saling berlomba-lomba dan bersegera menujunya serta melakukan amalan yang menghantarkan padanya. Inilah hal utama di mana jiwa yang paling berharga perlu dikorbankan dan ia adalah sesuatu yang paling layak diperebutkan oleh orang guna menca-painya. Dan campuran minuman ini ﴾ مِن تَسۡنِيمٍ ﴿ "adalah dari tasnim," yaitu mata air yang derajatnya paling tinggi dan dicampurkan bagi golongan kanan. Dicampurkan dengan khamar dan minuman nikmat lainnya.
83:29–36Page 588
إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضۡحَكُونَ ٢٩
Indeed, those who committed crimes used to laugh at those who believed.
وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمۡ يَتَغَامَزُونَ ٣٠
And when they passed by them, they would exchange derisive glances.
وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمُ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ ٣١
And when they returned to their people, they would return jesting.
وَإِذَا رَأَوۡهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ ٣٢
And when they saw them, they would say, "Indeed, those are truly lost."
وَمَآ أُرۡسِلُواْ عَلَيۡهِمۡ حَٰفِظِينَ ٣٣
But they had not been sent as guardians over them.
فَٱلۡيَوۡمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ ٣٤
So Today1 those who believed are laughing at the disbelievers,
عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ ٣٥
On adorned couches, observing.
هَلۡ ثُوِّبَ ٱلۡكُفَّارُ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ٣٦
Have the disbelievers [not] been rewarded [this Day] for what they used to do?
"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang ber-iman. Dan apabila orang-orang beriman berlalu di hadapan me-reka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang Mukmin, mereka mengatakan, 'Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat,' padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk menjadi penjaga bagi orang-orang Mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil meman-dang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran ter-hadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (Al-Muthaffifin: 29-36).
(29-33) Pada saat menjelaskan balasan orang-orang yang berdosa dan balasan orang-orang yang berbuat baik, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan adanya perbedaan besar antara keduanya. Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa orang-orang yang berdosa ketika berada di dunia menguasai dan mencibir orang-orang yang beriman, ﴾ يَضۡحَكُونَ ﴿ "menertawakan" mereka dan ﴾ يَتَغَامَزُونَ ﴿ "saling mengedip-ngedipkan matanya," ketika berpapasan dengan mereka. ﴾ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ ﴿ "Mereka kembali dengan gembira," yakni, bergembira atas mereka seraya me-rendahkan dan meremehkan. Meski demikian, kau lihat mereka tenang dan sama sekali tidak terlintas rasa takut di benak mereka. ﴾ وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمُ ﴿ "Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya," di pagi dan di sore hari, ﴾ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ ﴿ "mereka kembali dengan gembira," yakni bersuka cita dan inilah ketertipuan terbesar. Mereka menyatukan antara puncak perlakuan jelek pada orang lain sedangkan mereka merasa aman di dunia hingga seolah-olah telah datang kitab dan janji dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang berbahagia. Mereka memutuskan pada diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang yang men-dapatkan petunjuk sedangkan orang-orang yang beriman adalah orang-orang sesat seraya berdusta atas nama Allah سبحانه وتعالى dan berani berkata-kata tentang Allah سبحانه وتعالى tanpa ilmu. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أُرۡسِلُواْ عَلَيۡهِمۡ حَٰفِظِينَ ﴿ "Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk menjadi penjaga bagi orang-orang Mukmin," yakni tidaklah me-reka diutus untuk menjaga orang-orang beriman, yang ditugaskan menjaga amal perbuatan mereka hingga mereka bisa menegaskan bahwa orang-orang beriman adalah orang-orang sesat. Hal ini mereka lakukan karena pembangkangan dan sikap bermain-main yang tidak memiliki landasan dan bukti nyata.
(34-36) Karena itulah balasan mereka di akhirat sesuai dengan amal perbuatan mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ ﴿ "Maka pada hari ini," yaitu Hari Kiamat, ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ ﴿ "orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir," ketika melihat mereka terbolak-balik dalam azab dan semua yang dulu mereka dustakan telah lenyap, sedangkan orang-orang yang beriman berada di pun-cak kenikmatan dan ketenangan, ﴾ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ ﴿ "mereka (duduk) di atas dipan-dipan," ranjang yang berhias, ﴾ يَنظُرُونَ ﴿ "sambil memandang" ke-nikmatan yang dijanjikan Allah سبحانه وتعالى pada mereka dan memandang Wajah Rabb mereka Yang Mulia. ﴾ هَلۡ ثُوِّبَ ٱلۡكُفَّارُ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Sesungguh-nya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan," yakni, mereka diberi balasan sesuai amal perbuatan mereka. Sebagaimana mereka menertawakan orang-orang Mukmin ketika berada di dunia dan menuduh mereka sebagai orang-orang sesat, maka di akhirat orang-orang yang beriman menertawakan mereka ketika melihat mereka berada dalam siksaan yang merupa-kan azab kesesatan. Ya, mereka diberi balasan atas apa yang telah mereka lakukan sebagai keadilan dan kebijaksanaan dari Allah سبحانه وتعالى. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences