As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
At-Tawbah 9:60–78
9:60Page 196
۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلۡفُقَرَآءِ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱلۡعَٰمِلِينَ عَلَيۡهَا وَٱلۡمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمۡ وَفِي ٱلرِّقَابِ وَٱلۡغَٰرِمِينَ وَفِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِۖ فَرِيضَةٗ مِّنَ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ٦٠
Zakāh expenditures are only for the poor and for the needy and for those employed for it1 and for bringing hearts together [for Islām] and for freeing captives [or slaves] and for those in debt and for the cause of Allāh and for the [stranded] traveler - an obligation [imposed] by Allāh. And Allāh is Knowing and Wise.
"Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." (At-Tau-bah: 60).
(60) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ ﴿ "Sesungguhnya zakat-zakat itu", yakni zakat yang wajib dengan dalil bahwa sedekah yang dianjurkan itu diberikan kepada siapa saja tanpa pengkhususan, se-dangkan di dalam ayat ini disebutkan adanya pengkhususan, yakni ﴾ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ ﴿ "Sesungguhnya zakat-zakat itu", adalah untuk mereka, tidak untuk yang lain, karena Allah membatasinya pada mereka, yaitu delapan golongan berikut ini: Pertama dan kedua: Fakir dan miskin. Di tempat ini kedua-nya adalah dua golongan yang berbeda. Fakir lebih membutuhkan daripada miskin, karena Allah menyebutkannya di awal, dan suatu perkataan tidak dimulai kecuali dengan yang lebih penting, lalu baru yang penting berikutnya. Fakir adalah orang yang tidak memi-liki apa pun untuk memenuhi kebutuhannya, atau memiliki kurang dari setengahnya, sedangkan miskin, maka dia memiliki setengah lebih tetapi belum mencukupi, karena jika dia memilikinya berarti dia adalah orang kaya. Keduanya diberi zakat yang bisa menghi-langkan kefakiran dan kemiskinannya. Ketiga: Amil zakat, dia adalah setiap orang yang bekerja dan sibuk pada urusan zakat, mulai dari penjaga, penarik dari muzakki (pembayar zakat), penggembala, pembawa, penulis, dan petugas lainnya, dia diberi karena pekerjaannya, ia adalah gaji dari peker-jaannya dalam mengurusi zakat. Keempat:(Orang yang sedang dibujuk hatinya) dia adalah pembesar yang ditaati oleh kaumnya yang diharapkan keislaman-nya, atau ditakutkan kejahatannya, atau dia diberi dengan harapan agar imannya kuat, atau orang yang sepertinya masuk Islam, atau zakat bisa ditarik dari orang yang tidak memberikannya, dia diberi sekedar bisa menarik hatinya dan meraih kemaslahatan. Kelima: Riqab, yaitu hamba sahaya mukatab yang menebus dirinya dari tuan (pemilik)nya, yang berusaha keras agar bisa mem-bebaskan dirinya, maka dia dibantu dari zakat. Membebaskan tawa-nan Muslimin dari tangan orang-orang kafir termasuk di dalamnya, bahkan ia lebih layak. Termasuk dalam hal ini boleh memerdeka-kan hamba sahaya walaupun dia bukan mukatab, karena ia termasuk dalam FirmanNya, ﴾ وَفِي ٱلرِّقَابِ ﴿ "Untuk memerdekakan budak." Keenam: Gharim, jenis ini terbagi menjadi dua: orang yang mengeluarkan harta demi mendamaikan dua kelompok yang ber-tikai dan berselisih, lalu seseorang menengahi untuk mendamaikan dengan mengeluarkan harta untuk salah satu kelompok atau untuk keduanya, maka dia diberi bagian dari zakat agar hal itu menjadi peneguh dan penyemangat bagi tekadnya, dia diberi walaupun dia kaya. Yang kedua adalah orang yang berhutang harta untuk dirinya sendiri, kemudian dia bangkrut (tidak bisa melunasi hutang), dia diberi apa yang cukup untuk menutupi hutangnya. Ketujuh: Orang yang berperang di jalan Allah, yang berpe-rang dengan suka rela tanpa ada departemen yang membawahinya. Dia diberi zakat secukupnya untuk membantunya berperang, untuk mendapatkan senjata atau kendaraan atau nafkah untuknya dan keluarganya, agar dia fokus dengan tenang dalam jihadnya. Banyak fuqaha yang menyatakan, "Jika orang yang mampu bekerja memu-tuskan untuk berkonsentrasi mencari ilmu, maka dia diberi dari zakat, karena menuntut ilmu termasuk ke dalam jihad di jalan Allah." Mereka juga berkata, "Orang miskin diberi zakat untuk haji." Namun pendapat ini perlu dikaji kembali. Kedelapan: Ibnu Sabil, yaitu orang asing yang kehabisan be-kal dan sedang tidak di negerinya, dia diberi dari zakat yang dapat menyampaikannya ke negerinya. Mereka inilah delapan golongan yang mana zakat diberikan kepada mereka saja. ﴾ فَرِيضَةٗ مِّنَ ٱللَّهِۗ ﴿ "Sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah." Allah mewajibkannya dan menentukan kadarnya sesuai dengan ilmu dan hikmahNya. ﴾ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." Ketahuilah, bahwa delapan golongan ini kembali kepada dua hal, pertama: yang diberi karena kebutuhan dan keperluannya se-perti fakir miskin dan semisalnya. Dan yang kedua adalah yang diberi karena memang dibutuhkan dan untuk kepentingan Islam. Allah mewajibkan bagian ini atas harta orang-orang kaya un-tuk menutupi kebutuhan khusus dan umum bagi Islam dan kaum Muslimin. Seandainya orang-orang kaya itu mau membayarkan zakatnya sesuai dengan ketentuan syar'i, niscaya tidak ada lagi orang fakir dari kalangan kaum Muslimin, niscaya akan terkumpul harta untuk mengamankan perbatasan dan melawan orang-orang kafir serta terwujudnya seluruh kepentingan agama.
9:61–63Page 196
وَمِنۡهُمُ ٱلَّذِينَ يُؤۡذُونَ ٱلنَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٞۚ قُلۡ أُذُنُ خَيۡرٖ لَّكُمۡ يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَيُؤۡمِنُ لِلۡمُؤۡمِنِينَ وَرَحۡمَةٞ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡۚ وَٱلَّذِينَ يُؤۡذُونَ رَسُولَ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٦١
And among them are those who abuse the Prophet and say, "He is an ear."1 Say, "[It is] an ear of goodness for you that believes in Allāh and believes the believers and [is] a mercy to those who believe among you." And those who abuse the Messenger of Allāh - for them is a painful punishment.
يَحۡلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمۡ لِيُرۡضُوكُمۡ وَٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَحَقُّ أَن يُرۡضُوهُ إِن كَانُواْ مُؤۡمِنِينَ ٦٢
They swear by Allāh to you [Muslims] to satisfy you. But Allāh and His Messenger are more worthy for them to satisfy,1 if they were to be believers.
أَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّهُۥ مَن يُحَادِدِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَأَنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدٗا فِيهَاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡخِزۡيُ ٱلۡعَظِيمُ ٦٣
Do they not know that whoever opposes Allāh and His Messenger - that for him is the fire of Hell, wherein he will abide eternally? That is the great disgrace.
"Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menya-kiti Nabi dan mengatakan, 'Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.' Katakanlah, 'Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang Mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara ka-mu.' Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih. Mereka bersumpah kepada kamu dengan (Nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan RasulNya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang Mukmin. Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar." (At-Taubah: 61-63).
(61) Yakni di antara orang-orang munafik itu ﴾ ٱلَّذِينَ يُؤۡذُونَ ٱلنَّبِيَّ ﴿ "Ada yang menyakiti Nabi", dengan ucapan buruk, mencelanya dan mencela agamanya. ﴾ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٞۚ ﴿ "Dan mengatakan, 'Nabi memper-cayai semua apa yang didengarnya." Yakni mereka tidak peduli dengan hinaan yang mereka katakan kepada Nabi, kata mereka, "Jika ada ucapan kita yang sampai kepadanya maka kita minta maaf ke-padanya, pasti dia akan memaafkan, karena dia menerima apa saja yang dikatakan kepadanya, tanpa membedakan antara yang benar dan yang dusta. Maksud mereka –semoga Allah menimpakan keburukan ke-pada mereka–, bahwa mereka tidak mempedulikan dan memper-hatikan hal itu, karena jika ucapan itu tidak didengar Nabi, maka inilah yang mereka cari, jika ia sampai, maka cukuplah dengan meminta maaf dengan cara yang batil. Me-reka telah melakukan keburukan dari banyak sisi: Yang paling besar adalah, menyakiti Nabi yang hadir untuk memberi hidayah kepada mereka dan mengeluarkan mereka dari kesengsaraan dan kebinasaan kepada hidayah dan kebahagiaan. Di antaranya adalah, ketidakpedulian mereka dalam hal itu, ia tidak sekedar menyakiti, tapi lebih dari itu. Di antaranya juga adalah, cibiran mereka terhadap akal Nabi ﷺ yang –kata mereka– tidak bisa membedakan antara yang benar dan yang dusta, padahal Nabi ﷺ adalah orang yang memiliki akal paling sempurna, ilmu paling lengkap, dan pandangan yang paling tajam. Oleh karena itu Allah تعالى berfirman, ﴾ قُلۡ أُذُنُ خَيۡرٖ لَّكُمۡ ﴿ "Katakan-lah, 'Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu'." Yakni menerima siapa yang berkata benar dan baik kepadanya. Adapun berpaling-nya Nabi ﷺ dan tidak menyalahkan kebanyakan orang munafik yang meminta maaf dengan alasan-alasan yang dusta, maka hal itu karena kelapangan akhlaknya, ketidakpeduliannya kepada mereka dan karena mengamalkan Firman Allah تعالى, ﴾ سَيَحۡلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمۡ إِذَا ٱنقَلَبۡتُمۡ إِلَيۡهِمۡ لِتُعۡرِضُواْ عَنۡهُمۡۖ فَأَعۡرِضُواْ عَنۡهُمۡۖ إِنَّهُمۡ رِجۡسٞۖ ﴿ "Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan Nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah najis." (At-Taubah: 95). Adapun hakikat apa yang ada di dalam hati dan pikirannya, maka Allah berfirman tentangnya, ﴾ يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَيُؤۡمِنُ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dia ber-iman kepada Allah, mempercayai orang-orang Mukmin", yang benar dan membenarkan, dia mengetahui yang jujur dan yang dusta meskipun dia sering berpaling dari orang-orang yang diketahui kebohongan-nya dan kedustaannya, ﴾ وَرَحۡمَةٞ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡۚ ﴿ "dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu." Karena mereka mengambil petunjuk darinya dan meneladani akhlaknya. Adapun orang-orang yang tidak beriman, maka mereka tidak mau menerima rahmat ini, bahkan mereka menolaknya, maka mereka rugi dunia dan akhirat. ﴾ وَٱلَّذِينَ يُؤۡذُونَ رَسُولَ ٱللَّهِ ﴿ "Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu", dengan perkataan dan perbuatan ﴾ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "bagi mereka azab yang pedih", di dunia dan di akhirat, dan di antara azab yang pedih ada-lah dibunuhnya orang yang menyakiti Nabi dan mencelanya.
(62) ﴾ يَحۡلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمۡ لِيُرۡضُوكُمۡ ﴿ "Mereka bersumpah kepada kamu dengan (Nama) Allah untuk mencari keridhaanmu." Lalu mereka meng-klaim berlepas diri dari menyakiti Nabi dan lainnya yang mereka lakukan. Tujuan mereka adalah agar kamu ridha kepada mereka. ﴾ وَٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَحَقُّ أَن يُرۡضُوهُ إِن كَانُواْ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "Padahal Allah dan RasulNya itu-lah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang Mukmin." Karena seorang Mukmin tidak mendahulukan sesuatu pun di atas ridha Allah dan RasulNya. Ini menunjukkan bahwa iman mereka tidak ada, di mana mereka mendahulukan ridha selain Allah dan RasulNya.
(63) Ini adalah penentangan dan permusuhan kepada Allah, dan Allah telah mengancam orang yang menentangnya dengan FirmanNya, ﴾ أَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّهُۥ مَن يُحَادِدِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ﴿ "Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan RasulNya," di mana dia berada di jalur dan jalan yang menjauhkan-nya dari Allah dan RasulNya, dengan meremehkan perintah Allah dan melakukan laranganNya, ﴾ فَأَنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدٗا فِيهَاۚ ﴿ "maka sesung-guhnya Neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya," dan ﴾ ذَٰلِكَ ٱلۡخِزۡيُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "itu adalah kehinaan yang besar", yang tiada kehinaan yang lebih buruk dan lebih jelek daripadanya, di mana mereka ke-hilangan nikmat yang kekal, dan meraih azab Neraka Jahim. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan mereka.
9:64–66Page 197
يَحۡذَرُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيۡهِمۡ سُورَةٞ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِي قُلُوبِهِمۡۚ قُلِ ٱسۡتَهۡزِءُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ مُخۡرِجٞ مَّا تَحۡذَرُونَ ٦٤
The hypocrites are apprehensive lest a sūrah be revealed about them, informing them of1 what is in their hearts. Say, "Mock [as you wish]; indeed, Allāh will expose that which you fear."
وَلَئِن سَأَلۡتَهُمۡ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ ٦٥
And if you ask them, they will surely say, "We were only conversing and playing." Say, "Is it Allāh and His verses and His Messenger that you were mocking?"
لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡۚ إِن نَّعۡفُ عَن طَآئِفَةٖ مِّنكُمۡ نُعَذِّبۡ طَآئِفَةَۢ بِأَنَّهُمۡ كَانُواْ مُجۡرِمِينَ ٦٦
Make no excuse; you have disbelieved [i.e., rejected faith] after your belief. If We pardon one faction of you - We will punish another faction because they were criminals.
"Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan ter-hadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembu-nyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka, 'Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan RasulNya).' Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.' Katakanlah, 'Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa." (At-Taubah: 64-66).
(64) Surat yang mulia ini dulunya dinamakan al-Fadhihah karena ia membongkar rahasia orang-orang munafik dan membuka kedok mereka. Allah berfirman, "Di antara mereka, di antara me-reka…" dan menjelaskan sifat-sifat mereka. Hanya saja Dia tidak menyebut perindividu mereka karena dua faidah: Pertama: Allah Maha Menutupi, Dia menyukai menutup aib hambaNya. Kedua: Bahwa celaannya ditujukan kepada siapa saja yang memiliki sifat tersebut, baik dari kalangan orang-orang munafik di mana Firman Allah pertama kali tertuju kepadanya dan juga kepada selain mereka sampai Hari Kiamat. Maka menyebut sifat (tanpa pelakunya) lebih umum dan lebih sesuai agar mereka benar-benar takut. Allah تعالى berfirman, ﴾ لَّئِن لَّمۡ يَنتَهِ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ وَٱلۡمُرۡجِفُونَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ لَنُغۡرِيَنَّكَ بِهِمۡ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلَّا قَلِيلٗا 60 مَّلۡعُونِينَۖ أَيۡنَمَا ثُقِفُوٓاْ أُخِذُواْ وَقُتِّلُواْ تَقۡتِيلٗا 61 ﴿ "Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetang-gamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya." (Al-Ahzab: 60-61). Dia berfirman di sini, ﴾ يَحۡذَرُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيۡهِمۡ سُورَةٞ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِي قُلُوبِهِمۡۚ ﴿ "Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka." Yakni yang memberitakan dan membuka kedok serta menjelaskan rahasia-rahasia mereka sehingga ia menjadi terbuka bagi hamba-hamba Allah dan menjadi pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran. ﴾ قُلِ ٱسۡتَهۡزِءُوٓاْ ﴿ "Katakanlah kepada mereka, 'Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan RasulNya)'." Yakni lanjutkan ejekanmu dan hinaanmu yang kamu lakukan. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ مُخۡرِجٞ مَّا تَحۡذَرُونَ ﴿ "Sesung-guhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu." Allah تعالى telah memenuhi janjiNya. Dia menurunkan surat yang menjelaskan keadaan mereka dan membongkar aib mereka serta membuka kedok mereka.
(65-66) ﴾ وَلَئِن سَأَلۡتَهُمۡ ﴿ "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu)", tentang hinaan mereka terha-dap kaum Muslimin dan agama mereka. Sekelompok dari mereka berkata di perang Tabuk, "Kami tidak melihat seperti para qari kami itu –maksudnya adalah Nabi ﷺ dan sahabat-sahabatnya– paling besar perutnya, paling dusta ucapannya, dan paling penakut pada saat perang … dan ejekan-ejekan lain semisalnya.[94] Ketika mereka mengetahui bahwa Nabi ﷺ telah mengetahui apa yang mereka katakan, mereka datang meminta maaf dan berkata, ﴾ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ ﴿ "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Yakni kami mengatakan ucapan yang kami tidak bermaksud mengatakannya, kami pun tidak bermaksud mencela dan menghina. Allah تعالى membantah dengan menjelaskan ketidakbenaran alasan mereka dan kebohongan mereka dalam hal itu. ﴾ قُلۡ ﴿ "Kata-kanlah", kepada mereka, ﴾ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ 65 لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡۚ ﴿ ' A p a k a h dengan Allah, ayat-ayatNya, dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesu-dah beriman." Karena mengolok-olok Allah dan RasulNya adalah kekufuran yang mengeluarkan dari Islam, karena pondasi Islam terbangun di atas sikap pengagungan kepada Allah, agama dan RasulNya, sementara memperolok-olok sesuatu darinya sangat ber-tentangan dan bertabrakan dengan pondasi utama ini, oleh karena itu, begitu mereka datang kepada Rasul untuk meminta maaf dengan ucapan itu, Rasul hanya menjawab,﴾ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ 65 لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡۚ ﴿ "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman." FirmanNya, ﴾ إِن نَّعۡفُ عَن طَآئِفَةٖ مِّنكُمۡ ﴿ "Jika Kami memaafkan sego-longan dari kamu (lantaran mereka taubat)", menyesal dan memohon ampun kepada Allah, ﴾ نُعَذِّبۡ طَآئِفَةَۢ ﴿ "niscaya Kami akan mengazab go-longan (yang lain)," dari kalian disebabkan mereka ﴾ كَانُواْ مُجۡرِمِينَ ﴿ "adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa", selalu berdiri di atas kekufuran dan kemunafikan. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa menyimpan rahasia buruk, khususnya rahasia makar terhadap agamaNya, meng-olok-olokNya, ayat-ayatNya, serta RasulNya, maka Allah تعالى akan menampakkannya, membeberkannya, dan menghukum pelakunya dengan keras. Dan bahwa barangsiapa yang menghina sesuatu dari Kitabullah atau Sunnah Rasul yang shahih darinya atau mencela-nya atau merendahkannya atau memperolok-olok Rasul atau me-rendahkannya, maka dia adalah kafir kepada Allah yang Maha-agung, dan bahwa taubat akan diterima dari segala dosa, meskipun dosa itu besar.
9:67–68Page 197
ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ بَعۡضُهُم مِّنۢ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمُنكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَقۡبِضُونَ أَيۡدِيَهُمۡۚ نَسُواْ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمۡۚ إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ٦٧
The hypocrite men and hypocrite women are of one another. They enjoin what is wrong and forbid what is right and close their hands.1 They have forgotten Allāh, so He has forgotten them [accordingly]. Indeed, the hypocrites - it is they who are the defiantly disobedient.
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ هِيَ حَسۡبُهُمۡۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ مُّقِيمٞ ٦٨
Allāh has promised the hypocrite men and hypocrite women and the disbelievers the fire of Hell, wherein they will abide eternally. It is sufficient for them. And Allāh has cursed them, and for them is an enduring punishment.
"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka meng-genggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu-lah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya, cukuplah Neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal." (At-Taubah: 67-68).
(67) Allah تعالى berfirman, ﴾ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ بَعۡضُهُم مِّنۢ بَعۡضٖۚ ﴿ "Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain", karena mereka bersekutu dalam kemunafikan, maka mereka pun saling mendukung. Ini adalah pemutusan bagi orang-orang yang beriman dari pengangkatan mereka menjadi teman. Kemudian Allah menyebutkan sifat umum orang munafik yang tidak keluar darinya orang besar dan orang kecil dari kalangan mereka. Dia ber-firman, ﴾ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمُنكَرِ ﴿ "Mereka menyuruh berbuat yang mungkar." Yaitu kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. ﴾ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمَعۡرُوفِ ﴿ "Dan melarang berbuat yang ma'ruf", yaitu iman, akhlak yang mulia, amal shalih, dan adab-adab yang luhur. ﴾ وَيَقۡبِضُونَ أَيۡدِيَهُمۡۚ ﴿ "Dan mereka meng-genggamkan tangannya," dari sedekah dan jalan-jalan kebaikan, ciri mereka adalah kekikiran. ﴾ نَسُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Mereka telah lupa kepada Allah", tidak mengingatNya kecuali sedikit, ﴾ فَنَسِيَهُمۡۚ ﴿ "maka Allah melupakan mereka", dari rahmatNya, Dia tidak membimbing mereka kepada kebaikan dan tidak memasukkannya ke dalam Surga, akan tetapi membiarkannya di lapisan neraka terbawah, kekal dan dikekalkan di dalamnya. ﴾ إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik." Kefasikan dibatasi pada mereka karena kefasikan mereka lebih besar daripada kefasikan selain mereka, buktinya adalah azab mereka lebih berat daripada azab orang lain dan bahwa orang Mukmin sangat disulitkan oleh mereka jika mereka hidup di kalangan orang-orang Mukmin dan untuk menghindari mereka sangat sulit.
(68) ﴾ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ هِيَ حَسۡبُهُمۡۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ مُّقِيمٞ ﴿ "Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya, cukuplah Neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati me-reka, dan bagi mereka azab yang kekal."Allah menggabungkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di Neraka Jahanam, laknat dan kekekalan di dalamnya, karena di dunia mereka sama-sama kafir, memusuhi Allah dan RasulNya serta mengingkari ayat-ayatNya.
9:69–70Page 198
كَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ كَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنكُمۡ قُوَّةٗ وَأَكۡثَرَ أَمۡوَٰلٗا وَأَوۡلَٰدٗا فَٱسۡتَمۡتَعُواْ بِخَلَٰقِهِمۡ فَٱسۡتَمۡتَعۡتُم بِخَلَٰقِكُمۡ كَمَا ٱسۡتَمۡتَعَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُم بِخَلَٰقِهِمۡ وَخُضۡتُمۡ كَٱلَّذِي خَاضُوٓاْۚ أُوْلَٰٓئِكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ٦٩
[You disbelievers are] like those before you; they were stronger than you in power and more abundant in wealth and children. They enjoyed their portion [of worldly enjoyment], and you have enjoyed your portion as those before you enjoyed their portion, and you have engaged [in vanities] like that in which they engaged. [It is] those whose deeds have become worthless in this world and in the Hereafter, and it is they who are the losers.
أَلَمۡ يَأۡتِهِمۡ نَبَأُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ قَوۡمِ نُوحٖ وَعَادٖ وَثَمُودَ وَقَوۡمِ إِبۡرَٰهِيمَ وَأَصۡحَٰبِ مَدۡيَنَ وَٱلۡمُؤۡتَفِكَٰتِۚ أَتَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ٧٠
Has there not reached them the news of those before them - the people of Noah and [the tribes of] ʿAad and Thamūd and the people of Abraham and the companions [i.e., dwellers] of Madyan and the towns overturned?1 Their messengers came to them with clear proofs. And Allāh would never have wronged them, but they were wronging themselves.
"(Keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin adalah) seperti keadaan orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu memperca-kapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah orang-orang yang merugi. Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang ke-pada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (At-Taubah: 69-70).
(69-70) Allah تعالى berfirman memperingatkan orang-orang munafik dari azab yang akan menimpa mereka seperti yang telah menimpa umat-umat pendusta sebelumnya,﴾ قَوۡمِ نُوحٖ وَعَادٖ وَثَمُودَ وَقَوۡمِ إِبۡرَٰهِيمَ وَأَصۡحَٰبِ مَدۡيَنَ وَٱلۡمُؤۡتَفِكَٰتِۚ ﴿ "(yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah?" Yakni desa-desa kaum Luth, semuanya ﴾ أَتَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِۖ ﴿ "telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata." Yakni dengan kebenaran yang nyata, jelas, terang, yang menjelaskan kebenaran perkara-perkara, namun mereka mendus-takannya, maka terjadilah pada mereka apa yang Allah ceritakan kepada kita. Perbuatanmu mirip dengan perbuatan mereka, ﴾ فَٱسۡتَمۡتَعۡتُم بِخَلَٰقِكُمۡ ﴿ "Dan kamu menikmati bagianmu" dari dunia, kamu mengam-bilnya dengan penuh kelezatan dan kenikmatan tanpa memperha-tikan tujuannya, kamu memakainya untuk bermaksiat kepada Allah. Keinginan dan perhatianmu hanyalah untuk mendapatkan nikmat tersebut, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang sebelummu. ﴾ وَخُضۡتُمۡ كَٱلَّذِي خَاضُوٓاْۚ ﴿ "Dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagai-mana mereka mempercakapkannya." Yakni kamu membahas kebatilan, kedustaan, kamu membantah dengan kebatilan demi melenyapkan kebenaran. Inilah perbuatan dan ilmu mereka: menikmati bagian hidup dan bercakap dengan kebatilan, maka mereka pun berhak dibinasa-kan dan dihukum seperti orang-orang sebelum mereka yang mela-kukan perbuatan-perbuatan yang sama dengan mereka. Adapun orang-orang yang beriman, walaupun mereka menik-mati jatah hidup dan nikmat dunia yang diberikan kepada mereka, namun itu digunakan sebagai sarana penunjang untuk ketaatan ke-pada Allah. Adapun ilmu mereka maka ia adalah ilmu para rasul, yaitu meraih keyakinan dalam seluruh tuntutan luhur dan berdebat dengan kebenaran untuk melenyapkan kebatilan. FirmanNya,﴾ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ ﴿ "Maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka", jika Dia menimpakan hukuman yang Dia timpakan.﴾ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ﴿ "Akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." Di mana mereka berani bermaksiat kepadaNya, bermaksiat kepada rasul-rasul mereka, dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran).
9:71–72Page 198
وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ سَيَرۡحَمُهُمُ ٱللَّهُۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ٧١
The believing men and believing women are allies of one another. They enjoin what is right and forbid what is wrong and establish prayer and give zakāh and obey Allāh and His Messenger. Those - Allāh will have mercy upon them. Indeed, Allāh is Exalted in Might and Wise.
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةٗ فِي جَنَّٰتِ عَدۡنٖۚ وَرِضۡوَٰنٞ مِّنَ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ٧٢
Allāh has promised the believing men and believing women gardens beneath which rivers flow, wherein they abide eternally, and pleasant dwellings in gardens of perpetual residence; but approval from Allāh is greater. It is that which is the great attainment.
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, seba-gian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang Mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di Surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar." (At-Taubah: 71-72).
(71) Manakala Allah menyebutkan bahwa orang-orang munafik, sebagian dengan yang lain adalah sama saja, Dia menye-butkan bahwa orang-orang Mukmin sebagian dari mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain, Allah menyifati mereka dengan sifat yang bertentangan dengan sifat orang-orang munafik. Allah berfirman, ﴾ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain", dalam kecintaan, loyalitas, dukungan, dan ban-tuan. ﴾ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ﴿ "Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf." Ma'ruf adalah sebuah nama yang mencakup semua yang diketahui kebaikannya, berupa akidah yang lurus, amal yang shalih, dan akhlak yang luhur, dan yang masuk pertama kali ke dalam perkara mereka adalah diri mereka sendiri. ﴾ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ ﴿ "Dan mencegah dari yang mungkar", yaitu semua yang bertentangan dan bertabrakan dengan yang ma'ruf, berupa akidah yang batil, amal yang buruk, dan akhlak yang tercela. ﴾ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ ﴿ "Dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya." Yakni mereka selalu taat kepada Allah dan RasulNya secara terus menerus. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ سَيَرۡحَمُهُمُ ٱللَّهُۗ ﴿ "Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah." Yakni, Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmatNya dan menaunginya dengan kebaikanNya. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." Yakni Mahakuat dan Mahakuasa, walau begitu Dia Mahabijaksana, meletakkan segala sesuatu pada tempatnya yang sesuai, yang Dia dipuji atas apa yang Dia ciptakan dan Dia perintahkan.
(72) Kemudian Allah menyebutkan pahala yang Dia sedia-kan untuk mereka, Dia berfirman,﴾ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ﴿ "Allah menjanjikan kepada orang-orang yang Mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai", yang mengumpulkan seluruh kenikmatan dan kebahagiaan, bebas dari gangguan dan kesedihan, di bawah istana-istananya dan pohonnya mengalir sungai-sungai yang deras, yang mengairi ke-bun-kebun yang indah, di mana kebaikan dan keberkahan padanya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah, ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهَا ﴿ "mereka kekal di dalamnya." Mereka tidak ingin berpindah darinya.﴾ وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةٗ فِي جَنَّٰتِ عَدۡنٖۚ ﴿ "Dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di Surga 'Adn." Yang indah dan dihiasi dengan berbagai macam perhiasan yang disediakan bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa, indah dilihat, nyaman ditinggali dan dihuni, tersedia di dalamnya perabot-pera-bot tempat tinggal elit yang orang-orang tidak lagi berharap lebih dari itu. Allah telah menyediakan untuk mereka ruangan-ruangan yang sangat indah dan bagus, bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya. Inilah tem-pat-tempat tinggal yang indah yang membuat jiwa kerasan, hati menjadi betah, dan rohani pun mengharapkannya, karena ia ﴾ فِي جَنَّٰتِ عَدۡنٖۚ ﴿ "di Surga 'Adn." Yakni tempat tinggal, tidak pergi dan tidak berpindah darinya. ﴾ وَرِضۡوَٰنٞ مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "Dan keridhaan Allah", yang Dia berikan kepada penghuni Surga ﴾ أَكۡبَرُۚ ﴿ "adalah lebih besar", dari-pada nikmat Allah yang mereka rasakan, karena nikmat mereka belum sempurna sebelum mereka melihat Allah dan mendapatkan ridhaNya, karena ia adalah target yang dicari oleh orang-orang yang beribadah, titik akhir yang dicari oleh orang-orang yang mencintai. Keridhaan Allah Rabb langit dan bumi adalah lebih besar daripada nikmat Surga. ﴾ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Itu adalah keberuntungan yang besar", yang mana mereka mendapat semua yang dicari dan selamat dari setiap yang tidak diinginkan, segala perkara dari mereka baik dan indah. Kita memohon kepada Allah agar Allah menjadikan kita bersama mereka dengan kemurahanNya.
9:73–74Page 199
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ جَٰهِدِ ٱلۡكُفَّارَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱغۡلُظۡ عَلَيۡهِمۡۚ وَمَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ٧٣
O Prophet, fight against the disbelievers and the hypocrites and be harsh upon them. And their refuge is Hell, and wretched is the destination.
يَحۡلِفُونَ بِٱللَّهِ مَا قَالُواْ وَلَقَدۡ قَالُواْ كَلِمَةَ ٱلۡكُفۡرِ وَكَفَرُواْ بَعۡدَ إِسۡلَٰمِهِمۡ وَهَمُّواْ بِمَا لَمۡ يَنَالُواْۚ وَمَا نَقَمُوٓاْ إِلَّآ أَنۡ أَغۡنَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ مِن فَضۡلِهِۦۚ فَإِن يَتُوبُواْ يَكُ خَيۡرٗا لَّهُمۡۖ وَإِن يَتَوَلَّوۡاْ يُعَذِّبۡهُمُ ٱللَّهُ عَذَابًا أَلِيمٗا فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۚ وَمَا لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٖ ٧٤
They swear by Allāh that they did not say [anything against the Prophet (ﷺ)] while they had said the word of disbelief and disbelieved after their [pretense of] Islām and planned that which they were not to attain.1 And they were not resentful except [for the fact] that Allāh and His Messenger had enriched them of His bounty.2 So if they repent, it is better for them; but if they turn away, Allāh will punish them with a painful punishment in this world and the Hereafter. And there will not be for them on earth any protector or helper.
"Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah Neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. Mereka (orang-orang munafik itu) ber-sumpah dengan (Nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucap-kan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan RasulNya), kecuali karena Allah dan RasulNya telah melimpahkan karuniaNya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi." (At-Taubah: 73-74).
(73) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ جَٰهِدِ ٱلۡكُفَّارَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ ﴿ "Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu." Yakni bersungguh-sungguhlah dalam ber-jihad melawan mereka dan bersikap keras kepada mereka jika me-mang kondisinya menuntut itu, termasuk dalam jihad ini adalah jihad dengan tangan dan jihad dengan hujjah dan argumentasi. Siapa di antara mereka yang terang-terangan memerangi, maka dia di-jihadi dengan tangan, lisan, pedang dan tombak, dan barangsiapa tunduk kepada Islam dengan perjanjian damai (dengan membayar jizyah) maka dia dijihadi dengan argumen dan hujjah, dijelaskan kepadanya kebaikan Islam dan keburukan, kesyirikan, dan keku-furan. Ini yang mereka dapatkan di dunia. (وَ) "Dan" adapun di akhirat maka tempat mereka ialah, ﴾ جَهَنَّمُۖ ﴿ "Neraka Jahanam." Dan mereka tidak keluar darinya. ﴾ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya."
(74) ﴾ يَحۡلِفُونَ بِٱللَّهِ مَا قَالُواْ وَلَقَدۡ قَالُواْ كَلِمَةَ ٱلۡكُفۡرِ ﴿ "Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (Nama) Allah, bahwa mereka tidak menga-takan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengu-capkan perkataan kekafiran." Yakni jika mereka mengucapkan ucapan seperti ucapan sebagian mereka, ﴾ لَيُخۡرِجَنَّ ٱلۡأَعَزُّ مِنۡهَا ٱلۡأَذَلَّۚ ﴿ "Orang yang mulia pasti akan mengeluarkan orang yang hina da-rinya." (Al-Munafiqun: 8). Dan perkataan yang mereka katakan satu demi satu yang menghina Rasulullah dan agamanya, jika dia mengetahui bahwa Nabi ﷺ telah mendengar apa yang diucapkannya, maka dia datang kepada beliau bersumpah bahwa dia tidak mengatakannya, maka Allah membantah ucapan mereka, ﴾ وَلَقَدۡ قَالُواْ كَلِمَةَ ٱلۡكُفۡرِ وَكَفَرُواْ بَعۡدَ إِسۡلَٰمِهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran dan telah menjadi kafir sesudah Islam." Islam mereka yang lalu secara lahir me-mang mengentaskan mereka dari lingkaran kekufuran, akan tetapi ucapan mereka yang akhir membatalkan Islam mereka dan mema-sukkan mereka ke dalam kekufuran. ﴾ وَهَمُّواْ بِمَا لَمۡ يَنَالُواْۚ ﴿ "Dan mereka menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya." Hal itu ketika mereka ingin mencelakai Nabi ﷺ di perang Tabuk, Allah mencerita-kan perihal mereka kepada Nabi ﷺ, maka beliau pun memerintah-kan sebagian sahabat untuk menghalang-halangi maksud mereka. (وَ) "Dan" keadaan mereka sesungguhnya adalah ﴾ م َ ا نَقَمُوٓاْ ﴿ "mereka tidak mencela (Allah dan RasulNya)", dan menjelek-jelekkan Rasulullah ﷺ, ﴾ إِلَّآ أَنۡ أَغۡنَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ مِن فَضۡلِهِۦۚ ﴿ "kecuali karena Allah dan RasulNya telah melimpahkan karuniaNya kepada mereka." Setelah se-belumnya mereka adalah orang-orang miskin papa, ini termasuk perkara yang mengherankan, di mana mereka melecehkan orang yang menjadi penyebab keluarnya mereka dari kegelapan menuju cahaya dan penyebab kekayaan mereka setelah sebelumnya miskin. Padahal yang seharusnya mereka lakukan adalah menghormatinya, memuliakannya, dan beriman kepadanya, sehingga terkumpul fak-tor pendorang kekuatan (beragama) dan keluhuran kemanusiaan. Kemudian Allah menawarkan taubat kepada mereka, Dia berfirman, ﴾ فَإِن يَتُوبُواْ يَكُ خَيۡرٗا لَّهُمۡۖ ﴿ "Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka", karena taubat adalah dasar kebahagiaan dunia dan akhirat. ﴾ وَإِن يَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan jika mereka berpaling", dari taubat dan dari kembali kepada Allah ﴾ يُعَذِّبۡهُمُ ٱللَّهُ عَذَابًا أَلِيمٗا فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat." Di dunia dengan kesedihan, kecemasan, dan kemarahan atas pertolongan Allah terhadap agamaNya dan dukunganNya kepada NabiNya serta kegagalan mereka meraih apa yang mereka inginkan, dan di akhirat adalah dengan azab yang membakar. ﴾ وَمَا لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مِن وَلِيّٖ ﴿ "Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung di muka bumi", yang mengurusi perkara-perkara mereka dan mewu-judkan keinginan mereka, ﴾ وَلَا نَصِيرٖ ﴿ "dan tidak (pula) penolong", yang menolak perkara yang tidak diinginkan. Apabila mereka telah ter-putus dari pertolongan Allah تعالى, maka yang ada adalah kesengsa-raan, kerugian, keburukan, dan kemelaratan.
9:75–78Page 199
۞ وَمِنۡهُم مَّنۡ عَٰهَدَ ٱللَّهَ لَئِنۡ ءَاتَىٰنَا مِن فَضۡلِهِۦ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ٧٥
And among them are those who made a covenant with Allāh, [saying], "If He should give us from His bounty, we will surely spend in charity, and we will surely be among the righteous."
فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُم مِّن فَضۡلِهِۦ بَخِلُواْ بِهِۦ وَتَوَلَّواْ وَّهُم مُّعۡرِضُونَ ٧٦
But when He gave them from His bounty, they were stingy with it and turned away while they refused.
فَأَعۡقَبَهُمۡ نِفَاقٗا فِي قُلُوبِهِمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ يَلۡقَوۡنَهُۥ بِمَآ أَخۡلَفُواْ ٱللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ ٧٧
So He penalized them with hypocrisy in their hearts until the Day they will meet Him - because they failed Allāh in what they promised Him and because they [habitually] used to lie.
أَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ سِرَّهُمۡ وَنَجۡوَىٰهُمۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ عَلَّٰمُ ٱلۡغُيُوبِ ٧٨
Did they not know that Allāh knows their secrets and their private conversations and that Allāh is the Knower of the unseen?
"Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, 'Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih.' Maka setelah Allah memberi-kan kepada mereka sebagian dari karuniaNya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka me-nemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepadaNya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah menge-tahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib?" (At-Taubah: 75-78).
(75) Yakni, di antara orang-orang munafik itu ada yang berjanji kepada Allah ﴾ لَئِنۡ ءَاتَىٰنَا مِن فَضۡلِهِۦ ﴿ "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada kami", dari dunia, lalu Dia melapangkannya dan membentangkannya untuk kami, ﴾ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih." Kami akan bersilaturahim, menjamu tamu, membantu orang yang mendapatkan musibah, dan melakukan amalan-amalan yang baik lagi shalih.
(76) ﴾ فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُم مِّن فَضۡلِهِۦ ﴿ "Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karuniaNya", mereka ingkari ucapan mereka sendiri, bahkan mereka ﴾ بَخِلُواْ ﴿ "kikir" dan ﴾ وَتَوَلَّواْ ﴿ "berpaling", dari ketaatan dan ketundukan, ﴾ وَّهُم مُّعۡرِضُونَ ﴿ "dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran)", yakni tidak melihat kebenaran.
(77) Karena mereka tidak menepati apa yang mereka janji-kan kepada Allah, Allah menghukum mereka dan ﴾ فَأَعۡقَبَهُمۡ نِفَاقٗا فِي قُلُوبِهِمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ يَلۡقَوۡنَهُۥ بِمَآ أَخۡلَفُواْ ٱللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ ﴿ "Allah menimbulkan kemu-nafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepadaNya dan (juga) karena mereka selalu berdusta." Maka hendaknya seorang Mukmin mewaspadai sifat buruk ini, yaitu ber-janji kepada Allah jika maksudnya yang begini dan begini tercapai, maka dia akan melakukan ini dan itu, kemudian dia tidak menepati, karena bisa jadi Allah menghukumnya dengan kemunafikan se-perti mereka. Nabi ﷺ telah bersabda di dalam hadits yang tsabit dalam ash-Shahihain[95], آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ. "Tanda orang munafik ada tiga: Jika berbicara berdusta, jika mela-kukan suatu perjanjian ia berkhianat dan jika berjanji tidak menepati." Munafik ini berjanji kepada Allah jika Dia memberikan karu-niaNya kepadanya niscaya dia akan bersedekah dan menjadi orang yang shalih, dia berbicara lalu berdusta, dia melakukan suatu per-janjian lalu mengkhianati, dan dia berjanji lalu tidak menepati.
(78) Karena itu Allah mengancam orang yang melakukan hal ini dengan FirmanNya, ﴾ أَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ سِرَّهُمۡ وَنَجۡوَىٰهُمۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ عَلَّٰمُ ٱلۡغُيُوبِ ﴿ "Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib?" Allah akan membalas mereka atas apa yang mereka kerja-kan yang diketahui oleh Allah تعالى. Ayat-ayat ini turun mengenai seorang munafik yang bernama Tsa'labah, dia datang kepada Nabi ﷺ memohon kepadanya untuk berdoa kepada Allah agar memberinya karunia, dan bahwa jika Allah memberinya maka dia akan bersedekah, bersilaturahim, dan menolong orang yang dalam musibah, maka Nabi ﷺ mendoakan-nya. Dia memiliki kambing, kambingnya itu terus berkembang biak sehingga dia menggembalakannya sampai ke luar Madinah, akibatnya dia tidak menghadiri kecuali sebagian shalat lima waktu, lalu dia semakin menjauh, akibatnya dia tidak menghadiri kecuali Shalat Jum'at, kambingnya bertambah banyak maka dia semakin jauh menggembalakannya, akibatnya adalah dia tidak menghadiri jamaah dan Jum'at. Nabi ﷺ merasa kehilangan dia, beliau diberi tahu tentang keadaannya, maka Nabi ﷺ mengutus orang untuk mengambil zakat dari orang-orang yang wajib zakat. Ketika mereka mendatangi Tsa'labah, maka Tsa'labah berkata, "Ini tidak lain kecuali jizyah. Ini tidak lain kecuali saudaranya jizyah." Ketika Tsa'labah tidak mau membayar zakat, mereka datang kepada Nabi ﷺ dan menyampaikan hal itu. Nabi bersabda, يَا وَيْحَ ثَعْلَبَةَ، يَا وَيْحَ ثَعْلَبَةَ، يَا وَيْحَ ثَعْلَبَةَ. "Celaka Tsa'labah. Celaka Tsa'labah. Celaka Tsa'labah."[96] Ketika ayat ini turun padanya dan pada orang yang semisal-nya, maka sebagian keluarganya menyampaikannya kepada Tsa'-labah. Dia pun datang membawa zakatnya kepada Nabi ﷺ, tetapi Nabi tidak mau menerimanya. Setelah Nabi wafat, zakatnya dibawa kepada Abu Bakar, Abu Bakar juga tidak mau menerimanya, lalu kepada Umar setelah Abu Bakar, dan Umar pun tidak mau meneri-manya. Dikatakan bahwa Tsa'labah meninggal pada masa Utsman.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences