As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
At-Tawbah 9:79–96
9:79–80Page 199
ٱلَّذِينَ يَلۡمِزُونَ ٱلۡمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ فِي ٱلصَّدَقَٰتِ وَٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهۡدَهُمۡ فَيَسۡخَرُونَ مِنۡهُمۡ سَخِرَ ٱللَّهُ مِنۡهُمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٧٩
Those who criticize the contributors among the believers concerning [their] charities and [criticize] the ones who find nothing [to spend] except their effort, so they ridicule them - Allāh will ridicule them, and they will have a painful punishment.
ٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ أَوۡ لَا تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ إِن تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ سَبۡعِينَ مَرَّةٗ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَفَرُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ٨٠
Ask forgiveness for them, [O Muḥammad], or do not ask forgiveness for them. If you should ask forgiveness for them seventy times - never will Allāh forgive them. That is because they disbelieved in Allāh and His Messenger, and Allāh does not guide the defiantly disobedient people.
"(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekah-kan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih. Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (ada-lah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi am-pun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." (At-Taubah: 79-80).
(79) Ini juga termasuk keburukan orang-orang munafik, me-reka –semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka– tidak membiarkan perkara apa pun dalam Islam dan kaum Muslimin yang mungkin mereka bicarakan, kecuali mereka membicarakan-nya dan mencelanya dengan landasan kezhaliman dan kedengkian. Ketika Allah dan RasulNya mengajak bersedekah, kaum Muslimin bersegera melakukannya. Mereka memberikan hartanya masing-masing sesuai dengan kemampuannya. Ada yang memberi banyak, ada pula yang sedikit. Maka orang-orang munafik itu mencela orang Mukmin yang bersedekah banyak dengan mengatakan bahwa mak-sudnya adalah riya dan sum'ah. Sementara kepada yang bersede-kah sedikit mereka mengatakan bahwa Allah tidak memerlukan sedekah ini, maka Allah menurunkan FirmanNya,﴾ ٱلَّذِينَ يَلۡمِزُونَ ٱلۡمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ فِي ٱلصَّدَقَٰتِ ﴿ "(orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela." Orang-orang munafik berkata, mereka adalah orang-orang yang pamer, maksud mereka bersedekah adalah riya dan kesom-bongan. (وَ) "Dan" mencela, ﴾ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهۡدَهُمۡ ﴿ orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya", sehingga mereka bersedekah dengan apa yang mampu mereka berikan, maka orang-orang munafik itu berkata, "Allah tidak mem-butuhkan sedekahnya." ﴾ فَيَسۡخَرُونَ مِنۡهُمۡ ﴿ "Maka orang-orang munafik itu menghina mereka." Maka Allah membalas mereka dengan hal yang sama, yaitu dengan menghina mereka. ﴾ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿ "Dan untuk me-reka azab yang pedih." Karena sesungguhnya mereka mengumpulkan dalam ucapan mereka banyak larangan: Di antaranya adalah, memata-matai kehidupan kaum Mus-limin untuk memperoleh peluang memperolok-olok mereka. Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلۡفَٰحِشَةُ فِي ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih." (An-Nur: 19). Di antaranya, celaan mereka terhadap orang-orang yang ber-iman hanya karena mereka beriman, hal itu dilandasi oleh keku-furan kepada Allah dan kebencian kepada Islam. Di antaranya, bahwa mencela adalah haram, bahkan dalam perkara dunia ia termasuk dosa besar, adapun dalam perkara ke-taatan, maka ia lebih buruk lagi. Di antaranya, bahwa barangsiapa yang menaati Allah dan melakukan salah satu kebaikan dengan sukarela, semestinya dia dibantu dan disemangati, sementara orang-orang munafik itu ber-maksud menggembosi mereka dengan celaan tersebut. Di antaranya juga, bahwa pernyataan mereka bahwa orang yang berinfak banyak adalah orang-orang yang riya adalah kesa-lahan fatal, vonis yang berdasar kepada ketidaktahuan dan hanya dugaan semata. Adakah keburukan yang lebih besar dari ini? Di antaranya juga, ucapan mereka kepada orang yang bersede-kah sedikit, bahwa Allah tidak memerlukan sedekah ini. Ini adalah ucapan yang tujuannya adalah kebatilan, karena pada hakikatnya Allah memang tidak memerlukan sedekah seseorang, yang sedikit maupun yang banyak, bahkan Dia tidak memerlukan penduduk langit dan bumi, akan tetapi Allah تعالى memerintahkan hamba-ham-baNya kepada apa yang mereka sendiri butuhkan, meskipun Allah tidak memerlukan, akan tetapi merekalah yang memerlukan, ﴾ فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ 7 ﴿ "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, nis-caya dia akan melihat (balasan)nya." (Az-Zalzalah: 7). Ucapan ini jelas sekali mengandung penggembosan dari ber-buat baik. Oleh karena itu balasan mereka adalah Allah menghina-kan mereka dan ﴾ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿ "untuk mereka azab yang pedih."
(80) ﴾ ٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ أَوۡ لَا تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ إِن تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ سَبۡعِينَ مَرَّةٗ ﴿ "Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (ada-lah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali", ini menunjukkan pernyataan berlebihan, jika tidak demi-kian, maka sebenarnya ia tidak memiliki arti, ﴾ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ ﴿ "namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka." Sebagaimana Allah berfirman di ayat yang lain, ﴾ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ أَسۡتَغۡفَرۡتَ لَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ لَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ ﴿ "Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka." (Al-Munafiqun: 6). Kemudian Allah menyebutkan sebab yang menghalangi me-reka diampuni. Dia berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَفَرُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۗ ﴿ "Yang demi-kian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya." Istighfar dan amal tidak berguna bagi orang kafir selama dia kafir. ﴾ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ﴿ "Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." Orang-orang yang kefasikan telah menjadi sifat mereka, di mana mereka tidak memilih apa pun selainnya dan tidak mau mencari gantinya, kebenaran yang jelas telah datang kepada mereka namun mereka tolak, maka Allah تعالى menghukum mereka dengan tidak memberi taufik kepada mereka sesudah itu.
9:81–83Page 200
فَرِحَ ٱلۡمُخَلَّفُونَ بِمَقۡعَدِهِمۡ خِلَٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓاْ أَن يُجَٰهِدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَالُواْ لَا تَنفِرُواْ فِي ٱلۡحَرِّۗ قُلۡ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرّٗاۚ لَّوۡ كَانُواْ يَفۡقَهُونَ ٨١
Those who remained behind1 rejoiced in their staying [at home] after [the departure of] the Messenger of Allāh and disliked to strive with their wealth and their lives in the cause of Allāh and said, "Do not go forth in the heat." Say, "The fire of Hell is more intense in heat" - if they would but understand.
فَلۡيَضۡحَكُواْ قَلِيلٗا وَلۡيَبۡكُواْ كَثِيرٗا جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٨٢
So let them laugh a little and [then] weep much as recompense for what they used to earn.
فَإِن رَّجَعَكَ ٱللَّهُ إِلَىٰ طَآئِفَةٖ مِّنۡهُمۡ فَٱسۡتَـٔۡذَنُوكَ لِلۡخُرُوجِ فَقُل لَّن تَخۡرُجُواْ مَعِيَ أَبَدٗا وَلَن تُقَٰتِلُواْ مَعِيَ عَدُوًّاۖ إِنَّكُمۡ رَضِيتُم بِٱلۡقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٖ فَٱقۡعُدُواْ مَعَ ٱلۡخَٰلِفِينَ ٨٣
If Allāh should return you to a faction of them [after the expedition] and then they ask your permission to go out [to battle], say, "You will not go out with me, ever, and you will never fight with me an enemy. Indeed, you were satisfied with sitting [at home] the first time, so sit [now] with those who stay behind."
"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata, 'Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.' Katakanlah, 'Api Neraka Jaha-nam itu lebih sangat panas(nya),' jikalau mereka mengetahui. Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, 'Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lama-nya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang'." (At-Taubah: 81-83).
(81) Allah تعالى berfirman menjelaskan kekurangajaran orang-orang munafik dengan tidak berangkat berjihad dan tidak adanya perhatian mereka dalam hal itu, yang menunjukkan tidak adanya iman pada mereka dan bahwa mereka memilih kekufuran di atas keimanan. ﴾ فَرِحَ ٱلۡمُخَلَّفُونَ بِمَقۡعَدِهِمۡ خِلَٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ ﴿ "Orang-orang yang di-tinggalkan (tidak ikut berperang) itu merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah." Ini tidak sekedar tidak mau berang-kat perang, akan tetapi ia lebih dari itu, tidak berangkat berperang ini adalah haram hukumnya, dan lebih dari itu ia menunjukkan kerelaan dengan perbuatan dosa dan membanggakannya.﴾ وَكَرِهُوٓاْ أَن يُجَٰهِدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "Dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah." Lain halnya dengan orang-orang yang beriman, yang jika tidak bisa ikut berperang –meski dengan alasan yang benar– mereka pasti bersedih dan menyesali dengan kesedihan dan penyesalan yang dalam, orang-orang Mukmin me-nyukai berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, karena hati mereka yang diselimuti oleh keimanan dan mereka berharap karunia Allah, kebaikan, nikmat, dan rizkiNya. ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata", yakni orang-orang munafik,﴾ لَا تَنفِرُواْ فِي ٱلۡحَرِّۗ ﴿ "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Yakni mereka berkata bahwa berangkat berjihad adalah kesulitan atas kami karena terik matahari, mereka mendahulukan istirahat yang pendek yang pasti habis daripada istirahat yang abadi lagi sempurna, mereka lebih takut panas yang bisa dilindungi oleh naungan dan lenyap oleh pagi dan petang hari daripada panas yang panasnya tidak terukur yaitu neraka yang menyala-nyala. Oleh ka-rena itu Allah تعالى berfirman, ﴾ قُلۡ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرّٗاۚ لَّوۡ كَانُواْ يَفۡقَهُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Api Neraka Jahanam itu lebih sangat panas(nya),' jikalau mereka menge-tahui."
(82) Manakala mereka lebih mendahulukan yang fana dari-pada yang kekal, manakala mereka lari dari kesulitan yang ringan yang berujung kepada kesulitan yang berat yang tak berujung, maka Allah تعالى berfirman, ﴾ فَلۡيَضۡحَكُواْ قَلِيلٗا وَلۡيَبۡكُواْ كَثِيرٗا ﴿ "Maka hendaklah mereka se-dikit tertawa dan banyak menangis." Yakni silahkan mereka bersuka cita di dunia yang pasti fana ini, berbahagia dengan kenikmatannya, dan bermain dengan permainannya, karena mereka akan menangis panjang di azab yang pedih ﴾ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ﴿ "sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan", berupa kekufuran, kemunafikan, dan ketidaktundukan kepada perintah Allah, Rabb mereka.
(83) ﴾ فَإِن رَّجَعَكَ ٱللَّهُ إِلَىٰ طَآئِفَةٖ مِّنۡهُمۡ ﴿ "Maka jika Allah mengembalikan-mu kepada satu golongan dari mereka", yaitu orang-orang yang tidak berjihad tanpa alasan dan tidak menyesalinya, ﴾ فَٱسۡتَـٔۡذَنُوكَ لِلۡخُرُوجِ ﴿ "ke-mudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang)", untuk perang yang lain yang mungkin lebih mudah, ﴾ فَقُل ﴿ "maka katakanlah", kepada mereka sebagai hukuman,﴾ لَّن تَخۡرُجُواْ مَعِيَ أَبَدٗا وَلَن تُقَٰتِلُواْ مَعِيَ عَدُوًّاۖ ﴿ "kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku," karena Allah akan mencukup-kanku darimu. ﴾ إِنَّكُمۡ رَضِيتُم بِٱلۡقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٖ فَٱقۡعُدُواْ مَعَ ٱلۡخَٰلِفِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang." Ini seperti yang difirmankan Allah تعالى, ﴾ وَنُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٖ ﴿ "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan me-reka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada permulaannya." (Al-An'am: 110). Orang yang bermalas-malasan yang tidak melakukan apa yang diperintahkan, pada saat kesempatan itu terbuka, dia tidak akan diberi taufik kepadanya dan pada kesempatan berikutnya dia akan dihalangi darinya, ini sekaligus sebagai hukuman ta'zir bagi mere-ka, karena jika terbukti di kalangan kaum Muslimin bahwa mereka itu termasuk orang-orang yang dicekal untuk berangkat berjihad karena kedurhakaan mereka, maka hal itu merupakan tamparan, aib dan celaan bagi mereka, dan agar tidak ada seorang pun yang melakukan seperti yang mereka lakukan.
9:84Page 200
وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰٓ أَحَدٖ مِّنۡهُم مَّاتَ أَبَدٗا وَلَا تَقُمۡ عَلَىٰ قَبۡرِهِۦٓۖ إِنَّهُمۡ كَفَرُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُواْ وَهُمۡ فَٰسِقُونَ ٨٤
And do not pray [the funeral prayer, O Muḥammad], over any of them who has died - ever - or stand at his grave. Indeed, they disbelieved in Allāh and His Messenger and died while they were defiantly disobedient.
"Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik." (At-Taubah: 84).
(84) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰٓ أَحَدٖ مِّنۡهُم مَّاتَ ﴿ "Dan jangan-lah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka", orang-orang munafik. ﴾ وَلَا تَقُمۡ عَلَىٰ قَبۡرِهِۦٓۖ ﴿ "Dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya," setelah dikubur untuk mendoakan-nya, karena doa dan berdiri di atas kubur mereka adalah syafa'at darinya kepada mereka, sementara tak berguna lagi syafa'at bagi mereka. ﴾ إِنَّهُمۡ كَفَرُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُواْ وَهُمۡ فَٰسِقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik." Barangsiapa yang kafir dan mati di atas kekufuran, maka syafa'at pemberi syafa'at tidak berguna baginya. Di dalam hal tersebut ter-dapat pelajaran bagi selain mereka, dan hardikan serta peringatan bagi mereka. Begitulah, siapa pun yang diketahui bahwa dia adalah kafir dan munafik, maka dia tidak dishalatkan (ketika mati). Di dalam ayat ini terdapat dalil disyariatkannya shalat jenazah atas orang-orang yang beriman dan berdiri di atas kubur mereka untuk mendoakan mereka, sebagaimana Nabi ﷺ melakukan hal itu kepada orang-orang yang beriman, karena pembatasan larangan pada orang-orang munafik menunjukkan bahwa hal itu dibolehkan untuk orang-orang yang beriman.[97]
9:85Page 200
وَلَا تُعۡجِبۡكَ أَمۡوَٰلُهُمۡ وَأَوۡلَٰدُهُمۡۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُعَذِّبَهُم بِهَا فِي ٱلدُّنۡيَا وَتَزۡهَقَ أَنفُسُهُمۡ وَهُمۡ كَٰفِرُونَ ٨٥
And let not their wealth and their children impress you. Allāh only intends to punish them through them in this world and that their souls should depart [at death] while they are disbelievers.
"Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nya-wa mereka dalam keadaan kafir." (At-Taubah: 85).
(85) Yakni, janganlah kamu silau dengan harta dan anak-anak yang Allah berikan kepada mereka di dunia, karena hal itu bukan karena mereka mulia di sisiNya, akan tetapi hal itu justru penghinaan dariNya untuk mereka. ﴾ يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُعَذِّبَهُم بِهَا فِي ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Sesung-guhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu." Mereka lelah dalam mendapatkannya, takut ke-hilangan, dan tidak tenang karenanya. Bahkan mereka senantiasa mendapatkan kesulitan dan kesengsaraan karenanya, ia melalaikan mereka dari Allah dan alam akhirat sampai mereka berpindah dari dunia. ﴾ وَتَزۡهَقَ أَنفُسُهُمۡ وَهُمۡ كَٰفِرُونَ ﴿ "Dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir." Kecintaan terhadap segala sesuatu telah membinasa-kan mereka, dan mereka pun mati sementara hati mereka terkait padanya dengan penuh nafsu.
9:86–87Page 200
وَإِذَآ أُنزِلَتۡ سُورَةٌ أَنۡ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَجَٰهِدُواْ مَعَ رَسُولِهِ ٱسۡتَـٔۡذَنَكَ أُوْلُواْ ٱلطَّوۡلِ مِنۡهُمۡ وَقَالُواْ ذَرۡنَا نَكُن مَّعَ ٱلۡقَٰعِدِينَ ٨٦
And when a sūrah was revealed [enjoining them] to believe in Allāh and to fight with His Messenger, those of wealth among them asked your permission [to stay back] and said, "Leave us to be with them who sit [at home]."
رَضُواْ بِأَن يَكُونُواْ مَعَ ٱلۡخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَفۡقَهُونَ ٨٧
They were satisfied to be with those who stay behind, and their hearts were sealed over, so they do not understand.
"Dan apabila diturunkan sesuatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu), 'Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta RasulNya,' niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, 'Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk.' Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad)." (At-Tau-bah: 86-87).
(86) Allah تعالى berfirman menjelaskan sikap orang-orang munafik yang terus menerus merasa berat dalam melaksanakan ketaatan, dan bahwa surat-surat dan ayat-ayat tidak berpengaruh pada mereka, ﴾ وَإِذَآ أُنزِلَتۡ سُورَةٌ ﴿ "dan apabila diturunkan sesuatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu)", yang padanya me-reka diminta untuk beriman kepada Allah dan berjihad di jalanNya, ﴾ ٱسۡتَـٔۡذَنَكَ أُوْلُواْ ٱلطَّوۡلِ مِنۡهُمۡ ﴿ "niscaya orang-orang yang sanggup di antara me-reka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad)." Yakni orang-orang yang berharta yang tidak berudzur, padahal Allah telah memberi mereka harta dan anak-anak, mengapa mereka tidak bersyukur kepada Allah, memujiNya, dan melakukan apa yang diwajibkan-Nya dan yang telah dimudahkan atas mereka? Akan tetapi mereka enggan kecuali bermalas-malasan dan meminta izin untuk tidak berangkat. ﴾ وَقَالُواْ ذَرۡنَا نَكُن مَّعَ ٱلۡقَٰعِدِينَ ﴿ "Dan mereka berkata, 'Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk'."
(87) Allah تعالى berfirman, ﴾ رَضُواْ بِأَن يَكُونُواْ مَعَ ٱلۡخَوَالِفِ ﴿ "Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang." Yakni, bagai-mana mereka rela diri mereka tetap bersama para wanita yang tidak berangkat berjihad? Apakah mereka itu memiliki akal dan penger-tian yang menunjukkan mereka untuk ikut berperang ataukah ﴾ ط ُ ب ِ ع َ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ ﴿ "hati mereka telah dikunci mati", hingga hati itu tidak mema-hami kebaikan, tidak terdapat keinginan untuk melakukan kebaikan dan meraih keberuntungan, sehingga mereka tidak mengerti kemas-lahatan mereka. Jika mereka benar-benar mengerti, niscaya mereka tidak rela terhadap keadaan ini yang menurunkan harkat mereka sebagai laki-laki.
9:88–89Page 201
لَٰكِنِ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ جَٰهَدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡخَيۡرَٰتُۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٨٨
But the Messenger and those who believed with him fought with their wealth and their lives. Those will have [all that is] good and it is those who are the successful.
أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ٨٩
Allāh has prepared for them gardens beneath which rivers flow, wherein they will abide eternally. That is the great attainment.
"Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (At-Taubah: 88-89).
(88) Allah تعالى berfirman, Jika orang-orang munafik itu tidak berangkat jihad, maka Allah tidak membutuhkan mereka, Allah memiliki hamba-hamba khusus yang dikhususkanNya dengan ka-runiaNya yang melaksanakan perkara ini, mereka adalah ﴾ ٱلرَّسُولُ ﴿ "Rasul" Muhammad ﷺ ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ ﴿ "dan orang-orang yang ber-iman bersamanya", mereka berjihad ﴾ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡۚ ﴿ "dengan harta dan diri mereka," tanpa merasa berat dan malas, bahkan mereka berba-hagia dan optimis, mereka itu adalah ﴾ لَهُمُ ٱلۡخَيۡرَٰتُۖ ﴿ "orang-orang yang memperoleh kebaikan", yang banyak di dunia dan akhirat. Dan me-reka itu adalah ﴾ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ﴿ "orang-orang yang beruntung", yang me-raih keinginan tertinggi dan impian yang mulia.
(89) ﴾ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Allah telah menyediakan bagi mereka Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." Cela-kalah orang yang tidak berminat kepada apa yang mereka minati, dia merugi agama, dunia, dan akhiratnya. Ini mirip dengan Firman Allah تعالى, ﴾ قُلۡ ءَامِنُواْ بِهِۦٓ أَوۡ لَا تُؤۡمِنُوٓاْۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهِۦٓ إِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ يَخِرُّونَۤ لِلۡأَذۡقَانِۤ سُجَّدٗاۤ 107 ﴿ "Katakanlah, 'Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah).' Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengeta-huan sebelumnya apabila al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud." (Al-Isra`: 107). Dan FirmanNya, ﴾ فَإِن يَكۡفُرۡ بِهَا هَٰٓؤُلَآءِ فَقَدۡ وَكَّلۡنَا بِهَا قَوۡمٗا لَّيۡسُواْ بِهَا بِكَٰفِرِينَ 89 ﴿ "Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya." (Al-An'am: 89).
9:90–93Page 201
وَجَآءَ ٱلۡمُعَذِّرُونَ مِنَ ٱلۡأَعۡرَابِ لِيُؤۡذَنَ لَهُمۡ وَقَعَدَ ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥۚ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٩٠
And those with excuses among the bedouins came to be permitted [to remain], and they who had lied1 to Allāh and His Messenger sat [at home]. There will strike those who disbelieved among them a painful punishment.
لَّيۡسَ عَلَى ٱلضُّعَفَآءِ وَلَا عَلَى ٱلۡمَرۡضَىٰ وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُواْ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦۚ مَا عَلَى ٱلۡمُحۡسِنِينَ مِن سَبِيلٖۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٩١
There is not upon the weak or upon the ill or upon those who do not find anything to spend any discomfort [i.e., guilt] when they are sincere to Allāh and His Messenger. There is not upon the doers of good any cause [for blame]. And Allāh is Forgiving and Merciful.
وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ إِذَا مَآ أَتَوۡكَ لِتَحۡمِلَهُمۡ قُلۡتَ لَآ أَجِدُ مَآ أَحۡمِلُكُمۡ عَلَيۡهِ تَوَلَّواْ وَّأَعۡيُنُهُمۡ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمۡعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُواْ مَا يُنفِقُونَ ٩٢
Nor [is there blame] upon those who, when they came to you for you to take them along, you said, "I can find nothing upon which to carry you."1 They turned back while their eyes overflowed with tears out of grief that they could not find something to spend [for the cause of Allāh].
۞ إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَسۡتَـٔۡذِنُونَكَ وَهُمۡ أَغۡنِيَآءُۚ رَضُواْ بِأَن يَكُونُواْ مَعَ ٱلۡخَوَالِفِ وَطَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٩٣
The cause [for blame] is only upon those who ask permission of you while they are rich. They are satisfied to be with those who stay behind, and Allāh has sealed over their hearts, so they do not know.
"Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan udzur, yaitu orang-orang Arab Badui agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan RasulNya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih. Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila me-reka berlaku ikhlas kepada Allah dan RasulNya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, 'Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu,' lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kese-dihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka)." (At-Taubah: 90-93).
(90) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَجَآءَ ٱلۡمُعَذِّرُونَ مِنَ ٱلۡأَعۡرَابِ لِيُؤۡذَنَ لَهُمۡ ﴿ "Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan udzur, yaitu orang-orang Arab Badui agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad)." Yakni orang-orang yang meremehkan dan melalaikan jihad datang agar mereka diizinkan untuk tidak berperang, tanpa mempedulikan apa alasannya karena mereka memang berhati keras, tidak tahu malu, dan karena keimanan mereka yang lemah. Adapun orang-orang yang mendustakan Allah dan RasulNya, maka mereka sama sekali tidak berangkat berperang dan tidak pula mengajukan udzur. Ada kemungkinan makna Firman Allah, ﴾ ٱلۡمُعَذِّرُونَ ﴿ "Orang-orang yang mengemukakan udzur", adalah orang-orang yang berudzur, mereka datang kepada Nabi ﷺ agar dimaklumi, dan kebiasaan Nabi ﷺ adalah memaklumi orang yang berudzur. ﴾ وَقَعَدَ ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥۚ ﴿ "Sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan RasulNya, duduk berdiam diri saja", padahal mereka mengklaim beriman yang seha-rusnya menuntut mereka untuk berjihad namun mereka tidak meng-amalkannya. Kemudian Allah mengancam mereka dengan Firman-Nya, ﴾ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih", di dunia dan akhirat.
(91) Manakala Allah menyebutkan orang-orang yang menge-mukakan udzur untuk tidak ikut berjihad, mereka ada dua golongan: golongan yang alasannya diterima oleh syariat dan golongan yang alasannya ditolak, maka hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, ﴾ لَّيۡسَ عَلَى ٱلضُّعَفَآءِ ﴿ "Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah", jasmani dan penglihatannya, tidak mempunyai ke-mampuan untuk pergi berperang ﴾ وَلَا عَلَى ٱلۡمَرۡضَىٰ ﴿ "atas orang-orang yang sakit." Ini mencakup seluruh jenis sakit yang mana penderitanya tidak mampu keluar berjihad, seperti pincang, buta, demam, radang selaput dara, mati separuh dan lain-lain. ﴾ وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ ﴿ "Dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka naf-kahkan." Yakni mereka tidak mendapatkan bekal dan kendaraan untuk menempuh perjalanan jihad. Mereka itu tiada berdosa dengan syarat berlaku ikhlas kepada Allah dan RasulNya, yaitu beriman dengan iman yang benar, dengan niat dan tekad jika sean-dainya mereka mampu niscaya mereka akan berjihad, dan mereka melakukan apa yang mereka mempu, yaitu memberikan dorongan, ajaran, serta semangat kepada orang lain untuk berjihad. ﴾ مَا عَلَى ٱلۡمُحۡسِنِينَ مِن سَبِيلٖۚ ﴿ "Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik." Yakni jalan untuk disalahkan, karena dengan kebaikan mereka terkait dengan hak Allah dan hak para hamba membuat mereka tidak disalahkan, jika seorang hamba melakukan apa yang dia mampu dengan baik, maka gugurlah kesalahan pada apa yang dia tidak mampu. Ayat ini dijadikan sebagai dalil atas sebuah kaidah, yaitu bahwa barangsiapa yang berbuat kebaikan kepada orang lain pada jiwanya atau pada hartanya dan lainnya, lalu kebaikannya itu menimbulkan kekurangan atau kerusakan, maka dia tidak bertanggung jawab (menanggung) karena dia berbuat baik, dan tidak ada jalan untuk menyalahkan orang yang berbuat baik. Sebagaimana ayat ini juga menunjukkan bahwa orang yang berbuat buruk seperti orang yang lalai, maka dia harus menanggungnya. ﴾ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di antara ampunan dan rahmatNya adalah bahwa Dia memaafkan orang-orang yang lemah dan memberi mereka pahala dengan niat kuat mereka, sama dengan pahala orang-orang yang mampu melakukan.
(92) ﴾ وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ إِذَا مَآ أَتَوۡكَ لِتَحۡمِلَهُمۡ ﴿ "Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan", ternyata kamu tidak memiliki apa pun. ﴾ قُلۡتَ ﴿ "Lalu kamu berkata", dalam rangka meminta maaf. ﴾ لَآ أَجِدُ مَآ أَحۡمِلُكُمۡ عَلَيۡهِ تَوَلَّواْ وَّأَعۡيُنُهُمۡ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمۡعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُواْ مَا يُنفِقُونَ ﴿ "'Aku tidak memperoleh ken-daraan untuk membawamu,' lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan." Mereka adalah orang-orang yang tidak mampu tetapi mereka bersedia mengorbankan dirinya, bah-kan mereka bersedih dan sangat berat hati sebagaimana yang Allah sebutkan. Mereka itu tiada dosa atasnya, dan jika dosa telah gugur dari mereka, maka perkaranya kembali kepada asalnya, yaitu bah-wa siapa yang berniat melakukan kebaikan, dan niat kuatnya telah diikuti dengan usaha sebatas kemampuannya kemudian dia tidak mampu maka dia disamakan dengan orang yang melakukannya dengan sempurna.
(93) ﴾ إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ ﴿ "Sesungguhnya jalan" untuk menyalahkan, ﴾ ٱلَّذِينَ يَسۡتَـٔۡذِنُونَكَ وَهُمۡ أَغۡنِيَآءُۚ ﴿ "orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya," yang mampu untuk pergi ber-perang, dan tidak memiliki udzur. ﴾ رَضُواْ ﴿ "Mereka rela", untuk diri mereka dan agama mereka ﴾ أَن يَكُونُواْ مَعَ ٱلۡخَوَالِفِ ﴿ "berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang", seperti wanita, anak-anak dan semisalnya. ﴾ و َ ﴿ "Dan" mereka rela dengan keadaan itu karena Allah telah mengunci mati ﴾ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ ﴿ " hati mereka." Yakni menstem-pel hati mereka, sehingga tiada kebaikan yang masuk kepadanya dan tidak merasakan kemaslahatan mereka di dunia dan akhirat. ﴾ فَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka)", sebagai hukuman atas apa yang mereka lakukan.
9:94–96Page 202
يَعۡتَذِرُونَ إِلَيۡكُمۡ إِذَا رَجَعۡتُمۡ إِلَيۡهِمۡۚ قُل لَّا تَعۡتَذِرُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكُمۡ قَدۡ نَبَّأَنَا ٱللَّهُ مِنۡ أَخۡبَارِكُمۡۚ وَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٩٤
They will make excuses to you when you have returned to them. Say, "Make no excuse - never will we believe you. Allāh has already informed us of your news [i.e., affair]. And Allāh will observe your deeds, and [so will] His Messenger; then you will be taken back to the Knower of the unseen and the witnessed,1 and He will inform you of what you used to do."
سَيَحۡلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمۡ إِذَا ٱنقَلَبۡتُمۡ إِلَيۡهِمۡ لِتُعۡرِضُواْ عَنۡهُمۡۖ فَأَعۡرِضُواْ عَنۡهُمۡۖ إِنَّهُمۡ رِجۡسٞۖ وَمَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٥
They will swear by Allāh to you when you return to them that you would leave them alone. So leave them alone; indeed they are evil; and their refuge is Hell as recompense for what they had been earning.
يَحۡلِفُونَ لَكُمۡ لِتَرۡضَوۡاْ عَنۡهُمۡۖ فَإِن تَرۡضَوۡاْ عَنۡهُمۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَرۡضَىٰ عَنِ ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡفَٰسِقِينَ ٩٦
They swear to you so that you might be satisfied with them. But if you should be satisfied with them - indeed, Allāh is not satisfied with a defiantly disobedient people.
"Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan udzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah, 'Janganlah kamu mengemukakan udzur, kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta RasulNya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.' Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apa-bila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya me-reka itu adalah najis dan tempat mereka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. Mereka akan bersumpah kepa-damu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu." (At-Taubah: 94-96).
(94) Manakala Allah menyebutkan orang-orang munafik yang mampu tetapi tidak mau pergi berperang, dan bahwa mereka tidak memiliki alasan, maka kemudian Dia menyampaikan bahwa mereka akan mengemukakan alasannya ﴾ إِلَيۡكُمۡ إِذَا رَجَعۡتُمۡ إِلَيۡهِمۡۚ ﴿ "kepada-mu, apabila kamu telah kembali kepada mereka", dari medan perang. ﴾ قُل ﴿ "Katakanlah", kepada mereka, ﴾ لَّا تَعۡتَذِرُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكُمۡ ﴿ "Janganlah kamu mengemukakan udzur, kami tidak percaya lagi kepadamu", yakni Kami tidak akan mempercayai alasan dustamu. ﴾ قَدۡ نَبَّأَنَا ٱللَّهُ مِنۡ أَخۡبَارِكُمۡۚ ﴿ "(Karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami berita-mu yang sebenarnya." Dan Dia Mahabenar dalam perkataanNya, jadi tiada berguna lagi alasan kalian, karena mereka mengemukakan alasan yang bertentangan dengan apa yang dinyatakan oleh Allah, dan mustahil mereka benar dalam perkara di mana mereka menye-lisihi berita Allah yang merupakan tingkatan paling tinggi dalam hal kebenaran. ﴾ وَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ ﴿ "Dan Allah serta RasulNya akan melihat pekerjaanmu", di dunia, karena timbangan kebenaran dan kedustaan adalah amal perbuatan, adapun ucapan saja tidak me-nunjukkan hal tersebut. ﴾ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ﴿ "Kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata", yang tiada sesuatu pun yang samar bagiNya. ﴾ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan," baik dan buruknya, Dia akan membalasnya dengan keadilan dan karu-niaNya tanpa menzhalimimu sedikit pun.
(95) Ketahuilah, bahwa orang yang berbuat salah dan dosa mempunyai tiga kemungkinan: Bisa jadi ucapan dan alasannya diterima secara lahir dan batin, lantas dia dimaafkan di mana se-olah-olah dia tidak berdosa [keadaan inilah yang disebutkan di sini terkait dengan orang-orang munafik bahwa alasan mereka tidak diterima dan bahwa telah terbukti keadaan mereka yang busuk dan perbuatan mereka yang buruk].[98] Bisa jadi mereka diberi hukuman dan ta'zir secara fisik atas dosa mereka. Bisa pula mereka tidak di-hiraukan dan tidak diberi hukuman atas perbuatan mereka secara fisik. Kemungkinan yang ketiga inilah yang diperintahkan oleh Allah dalam menyikapi terhadap orang-orang munafik, oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ سَيَحۡلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمۡ إِذَا ٱنقَلَبۡتُمۡ إِلَيۡهِمۡ لِتُعۡرِضُواْ عَنۡهُمۡۖ فَأَعۡرِضُواْ عَنۡهُمۡۖ ﴿ "Ke-lak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka." Jangan salahkan mereka, jangan dicambuk dan jangan dibunuh. ﴾ إِنَّهُمۡ رِجۡسٞۖ ﴿ "Karena sesungguhnya mereka itu adalah najis." Mereka itu adalah kotoran dan sampah, tidak layak untuk diperhatikan, nasihat dan hukuman tidak berguna bagi mereka. ﴾ وَ﴿ "Dan", cukuplah sebagai hukuman ﴾ جَهَنَّمُ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ﴿ "tempat mereka Jahanam, seba-gai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."
(96) FirmanNya, ﴾ يَحۡلِفُونَ لَكُمۡ لِتَرۡضَوۡاْ عَنۡهُمۡۖ ﴿ "Mereka akan bersum-pah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka." Yakni mereka juga mempunyai maksud yang lain darimu di samping agar kamu ber-paling dari mereka, yaitu mereka ingin agar kamu meridhai mereka seolah-olah mereka itu tidak melakukan dosa apa-apa. ﴾ فَإِن تَرۡضَوۡاْ عَنۡهُمۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَرۡضَىٰ عَنِ ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡفَٰسِقِينَ ﴿ "Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu." Yakni, maka tidak sepantasnya bagimu hai orang-orang yang beriman meridhai orang yang tidak diridhai Allah, bahkan kamu harus mengikuti Rabbmu dalam sikap ridha dan marah. Perhatikanlah bagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَرۡضَىٰ عَنِ ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡفَٰسِقِينَ ﴿ "Maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu." Dan tidak berkata, "Maka sesungguhnya Allah tidak me-ridhai mereka." Ini untuk menunjukkan bahwa pintu taubat masih tetap terbuka, selama mereka atau siapa pun bertaubat, maka Allah akan mengampuni dan meridhai mereka. Akan tetapi selama me-reka itu tetap fasik, selama itu Allah tidak meridhai mereka karena adanya penghalang bagi ridhaNya, yaitu menyimpangnya mereka dari iman dan ketaatan yang diridhai Allah kepada syirik, nifak, dan maksiat yang dibenci Allah. Alhasil dari apa yang disebutkan oleh Allah adalah bahwa orang-orang munafik yang tidak berangkat berjihad tanpa alasan, jika mereka meminta maaf kepada orang-orang Mukmin dan me-reka mengaku mempunyai alasan dalam ketidakberangkatannya, maksud orang-orang munafik adalah agar kamu berpaling dari mereka (yakni, membiarkan mereka) dan meridhai serta menerima alasan mereka. Adapun memaklumi dan meridhai mereka, maka janganlah dilakukan, karena mereka tidak memiliki kecintaan dan kehormatan. Adapun berpaling dari mereka, maka orang-orang yang beriman berpaling dari mereka seperti orang-orang Mukmin berpaling dari perkara-perkara buruk dan kotor. Ayat-ayat ini mengandung penetapan sifat Kalam bagi Allah تعالى pada FirmanNya, ﴾ قَدۡ نَبَّأَنَا ٱللَّهُ مِنۡ أَخۡبَارِكُمۡۚ ﴿ "Sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya." (At-Taubah: 94). Ayat-ayat ini juga mengandung penetapan perbuatan ikhtiari bagi Allah yang terlaksana dengan kodrat dan kehendakNya, seba-gaimana terkandung dalam Firman Allah di atas dan dalam Fir-manNya, ﴾ وَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ ﴿ "Dan Allah serta RasulNya akan melihat pekerjaanmu." (At-Tau-bah: 94). Allah memberitahukan bahwa Allah dan RasulNya akan me-lihatnya setelah ia terjadi. Dan di dalam ayat ini juga terdapat pe-netapan sifat ridha bagi Allah kepada orang-orang yang baik dan sifat marah serta murkaNya kepada orang-orang fasik.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences