As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Yunus 10:22–44
10:22–23Page 211
هُوَ ٱلَّذِي يُسَيِّرُكُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۖ حَتَّىٰٓ إِذَا كُنتُمۡ فِي ٱلۡفُلۡكِ وَجَرَيۡنَ بِهِم بِرِيحٖ طَيِّبَةٖ وَفَرِحُواْ بِهَا جَآءَتۡهَا رِيحٌ عَاصِفٞ وَجَآءَهُمُ ٱلۡمَوۡجُ مِن كُلِّ مَكَانٖ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُمۡ أُحِيطَ بِهِمۡ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ لَئِنۡ أَنجَيۡتَنَا مِنۡ هَٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ٢٢
It is He who enables you to travel on land and sea until, when you are in ships and they sail with them1 by a good wind and they rejoice therein, there comes a storm wind and the waves come upon them from every place and they expect to be engulfed, they supplicate Allāh, sincere to Him in religion, "If You should save us from this, we will surely be among the thankful."
فَلَمَّآ أَنجَىٰهُمۡ إِذَا هُمۡ يَبۡغُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّۗ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَا بَغۡيُكُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۖ مَّتَٰعَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا مَرۡجِعُكُمۡ فَنُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٢٣
But when He saves them, at once they commit injustice1 upon the earth without right. O mankind, your injustice is only against yourselves, [being merely] the enjoyment of worldly life. Then to Us is your return, and We will inform you of what you used to do.
"Dia-lah Rabb yang menjadikanmu dapat berjalan di daratan dan (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka ber-gembira karenanya, lalu datanglah angin badai, dan (apabila) ge-lombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya semata-mata. (Mereka berkata), 'Sesungguhnya jika Engkau menyelamat-kan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.' Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezhaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezhalimanmu akan menimpa dirimu sendiri, (hasil kezhalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kamilah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Yunus: 22-23).
(22-23) Manakala Allah menetapkan kaidah umum ten-tang keadaan manusia pada saat mendapatkan kemudahan setelah kesulitan, kebahagiaan setelah kesedihan, maka Dia menyebutkan keadaan yang mendukung hal tersebut yaitu keadaan mereka di laut yang bergejolak dan ketakutan mereka terhadap akibatnya. Dia berfirman, ﴾ هُوَ ٱلَّذِي يُسَيِّرُكُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۖ ﴿ "Dia-lah Rabb yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, dan (berlayar) di lautan." Dengan sebab-sebab yang Dia menunjukkannya kepadamu dan memudahkannya untukmu. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا كُنتُمۡ فِي ٱلۡفُلۡكِ ﴿ "Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera", yaitu kapal laut, ﴾ وَجَرَيۡنَ بِهِم بِرِيحٖ طَيِّبَةٖ ﴿ "dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik", yang sesuai dengan keinginan mereka tanpa gejolak dan kesulitan, ﴾ وَفَرِحُواْ بِهَا ﴿ "dan mereka bergembira karenanya", dan mereka tenang kepadanya, manakala mereka dalam kondisi tersebut, tiba-tiba datang kepada mereka ﴾ رِيحٌ عَاصِفٞ ﴿ "angin badai", yang sangat kencang. ﴾ وَجَآءَهُمُ ٱلۡمَوۡجُ مِن كُلِّ مَكَانٖ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُمۡ أُحِيطَ بِهِمۡ ﴿ "Dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah ter-kepung (bahaya)." Maksudnya, mereka mengetahui bahwa itu adalah kematian, maka ketika itu terputus sudah ketergantungan mereka dengan makhluk. Mereka menyadari bahwa yang bisa menyelamat-kan mereka dari kesulitan ini hanyalah Allah semata, maka mereka memohon kepadaNya ﴾ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ﴿ "dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya semata-mata." Mereka berjanji kepada diri mereka sendiri dengan pasti. ﴾ لَئِنۡ أَنجَيۡتَنَا مِنۡ هَٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ 22 فَلَمَّآ أَنجَىٰهُمۡ إِذَا هُمۡ يَبۡغُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّۗ ﴿ "(Mereka berkata), 'Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang ber-syukur'. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka mem-buat kezhaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar." Maksudnya, mereka melupakan kesulitan dan doa tersebut serta apa yang me-reka wajibkan atas diri mereka sendiri, lalu mereka menyekutukan Allah dengan sesuatu yang dia sendiri mengakui bahwa dia tidak mampu menepis kesulitan dan mengangkat musibah. Mengapa mereka tidak mengikhlaskan ibadah kepada Allah dalam keadaan senang sebagaimana mengikhlaskannya dalam keadaan sulit? Akan tetapi akibat dari kezhalimannya akan kembali menimpa dirinya sendiri. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَا بَغۡيُكُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۖ مَّتَٰعَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezhalimanmu akan menim-pa dirimu sendiri, (hasil kezhalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi." Maksudnya, paling-paling yang kamu harapkan dan kamu dapatkan dari kezhalimanmu dan penyimpanganmu dari keikhlasan kepada Allah hanyalah bagian kecil dari dunia dan kedudukannya yang rendah yang akan lenyap dengan cepat dan berlalu dengan segera lalu kamu pun meninggalkannya walaupun kamu tidak meng-inginkannya. ﴾ ثُمَّ إِلَيۡنَا مَرۡجِعُكُمۡ ﴿ "Kemudian kepada Kamilah kembalimu", pada Hari Kiamat ﴾ فَنُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." Ini adalah peringatan keras kepada mereka agar tidak terus menerus berjalan di atas perbuatan mereka.
10:24Page 211
إِنَّمَا مَثَلُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا كَمَآءٍ أَنزَلۡنَٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخۡتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلۡأَرۡضِ مِمَّا يَأۡكُلُ ٱلنَّاسُ وَٱلۡأَنۡعَٰمُ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذَتِ ٱلۡأَرۡضُ زُخۡرُفَهَا وَٱزَّيَّنَتۡ وَظَنَّ أَهۡلُهَآ أَنَّهُمۡ قَٰدِرُونَ عَلَيۡهَآ أَتَىٰهَآ أَمۡرُنَا لَيۡلًا أَوۡ نَهَارٗا فَجَعَلۡنَٰهَا حَصِيدٗا كَأَن لَّمۡ تَغۡنَ بِٱلۡأَمۡسِۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢٤
The example of [this] worldly life is but like rain which We have sent down from the sky that the plants of the earth absorb - [those] from which men and livestock eat - until, when the earth has taken on its adornment and is beautified and its people suppose that they have capability over it, there comes to it Our command by night or by day, and We make it as a harvest,1 as if it had not flourished yesterday. Thus do We explain in detail the signs for a people who give thought.
"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu karena air itu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) per-hiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah azab Kami kepadanya di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman-tanamannya) lak-sana tanaman-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir." (Yu-nus: 24).
(24) Ini adalah perumpamaan yang merupakan salah satu perumpamaan yang terbaik, pas dengan keadaan dunia, karena kenikmatan, syahwat, kedudukannya dan lain-lain menjadi indah –jika ia menjadi indah dalam waktu singkat-, jika ia telah lengkap dan sempurna maka ia terkikis dan terlepas dari pemiliknya atau pemiliknya terlepas darinya, maka kedua tangannya hampa, hati-nya penuh dengan kecemasan, kesedihan dan penyesalan karena-nya, hal itu seperti ﴾ كَمَآءٍ أَنزَلۡنَٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخۡتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu karena air itu tumbuhlah tanaman-ta-naman bumi dengan subur." Maksudnya, tumbuh padanya dari segala jenis dan pasangan yang indah. ﴾ مِمَّا يَأۡكُلُ ٱلنَّاسُ ﴿ "Di antaranya ada yang dimakan manusia", seperti biji-bijian dan buah-buahan, ﴾ و َ ﴿ "dan" apa yang dimakan oleh ﴾ وَٱلۡأَنۡعَٰمُ ﴿ "binatang ternak." Seperti rerumputan dan daun-daunan yang beraneka ragam. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذَتِ ٱلۡأَرۡضُ زُخۡرُفَهَا وَٱزَّيَّنَتۡ ﴿ "Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pu-la) perhiasannya." Maksudnya, indah pemandangannya, ia berhias dengan daun-daunnya maka ia menjadi kebahagiaan bagi orang-orang yang memandang, ketenangan bagi orang yang membuang penat dan tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang merenung-kan. Kamu pun melihat pemandangan yang unik, hijau, kuning putih dan lain-lain. ﴾ وَظَنَّ أَهۡلُهَآ أَنَّهُمۡ قَٰدِرُونَ عَلَيۡهَآ ﴿ "Dan pemilik-pemilik-nya mengira bahwa mereka pasti menguasainya." Maksudnya, mereka ingin itu berlangsung terus menerus karena memang itulah yang mereka cari dan inginkan, akan tetapi manakala mereka dalam kon-disi tersebut, datanglah keputusan Allah, ﴾ لَيۡلًا أَوۡ نَهَارٗا فَجَعَلۡنَٰهَا حَصِيدٗا كَأَن لَّمۡ تَغۡنَ بِٱلۡأَمۡسِۚ ﴿ "di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanaman-nya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin." Maksudnya, seolah-olah tak pernah ada. Ini ada-lah keadaan dunia, sama persis. ﴾ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami)." Maksudnya, Kami mene-rangkannya dengan mendekatkan makna-maknanya kepada akal dengan membuat perumpamaan ﴾ لِقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ﴿ "kepada orang-orang yang berpikir", memakai akal mereka untuk yang bermanfaat bagi mereka. Adapun orang yang lalai dan berpaling, maka tanda-tanda kebesaran Allah tidak berguna baginya, keterangan tidak mengikis keraguannya.
Manakala Allah menyebutkan keadaan dunia dan hasil dari kenikmatannya, maka Dia menanamkan kecintaan manusia kepada alam akhirat yang kekal.
10:25–26Page 211
وَٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَٰمِ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٢٥
And Allāh invites to the Home of Peace [i.e., Paradise] and guides whom He wills to a straight path.
۞ لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٞۖ وَلَا يَرۡهَقُ وُجُوهَهُمۡ قَتَرٞ وَلَا ذِلَّةٌۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٢٦
For them who have done good is the best [reward] - and extra.1 No darkness will cover their faces, nor humiliation. Those are companions of Paradise; they will abide therein eternally.
"Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (Surga), dan menun-juki orang yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam). Orang-orang yang berbuat baik mendapatkan pahala yang terbaik (Surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni Surga, mereka kekal di dalamnya." (Yunus: 25-26).
(25) Allah mengajak, mendorong dan menganjurkan hamba-hambaNya secara umum kepada Darussalam, dan Dia mengkhusus-kan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki untuk dipilih dan diangkatNya. Ini adalah karunia dan kebaikanNya, dan Allah meng-khususkan rahmatNya kepada hambaNya yang Dia kehendaki. Itu adalah keadilan dan hikmahNya, tidak ada seorang pun yang memiliki hujjah setelah adanya penjelasan dan diutusnya Rasul. Allah menamankan Surga dengan Darussalam karena ia selamat dari segala cacat dan kekurangan, dan hal itu karena kesempurnaan nikmatnya, kelengkapannya, kekekalannya dan keindahannya dari segala segi.
(26) Manakala Dia mengajak kepada Darussalam maka se-akan-akan jiwa itu berhasrat kepada amal perbuatan yang mengan-tarkan kepada surga, maka Dia menyampaikannya dengan Firman-Nya, ﴾ لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٞۖ ﴿ "Orang-orang yang berbuat baik mendapatkan pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya." Maksudnya, orang-orang yang berbuat baik dalam beribadah kepada Allah hendaklah beribadah kepadaNya dengan pijakan muraqabah (merasa diawasi), dan ketulusan dalam beribadah, serta melaksanakan apa yang dia mampu darinya. Mereka juga berbuat baik kepada hamba-hamba Allah dengan apa yang mereka mampu, berupa perbuatan baik yang bersifat perkataan, dan perbuatan: memberikan kebaikan materi, kebaikan jasmani, amar ma'ruf, nahi mungkar, mengajar orang-orang bodoh, memberi nasihat kepada orang-orang yang berpaling dan kebaikan-kebaikan yang lain. Orang-orang yang berbuat baik itulah yang mendapatkan kebaikan yaitu Surga yang sempurna kebaikannya dan sebuah tambahan yaitu melihat Wajah Allah yang mulia, mendengar FirmanNya, meraih ridhaNya, berbahagia dengan kedekatan kepadaNya. Dengan ini terwujudlah harapan tertinggi yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap dan sesuatu yang dimohon oleh orang-orang yang memohon. Kemudian Dia menyebutkan lenyapnya ketakutan mereka, Dia berfirman, ﴾ وَلَا يَرۡهَقُ وُجُوهَهُمۡ قَتَرٞ وَلَا ذِلَّةٌۚ ﴿ "Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan." Maksudnya, mereka tidak di-timpa sesuatu yang tidak diinginkan dari segi apa pun, karena jika sesuatu yang tidak diinginkan menimpa manusia, maka hal itu akan terbaca di wajahnya, ia akan kusut dan suram. Adapun mereka (yang beramal shalih), maka Allah berfirman tentang mereka, ﴾ تَعۡرِفُ فِي وُجُوهِهِمۡ نَضۡرَةَ ٱلنَّعِيمِ 24 ﴿ "Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan." (Al-Muthaffifin: 24). Mereka itu adalah penduduk surga yang tinggal kekal di dalamnya, tidak berpindah, tidak lenyap dan tidak akan berubah.
10:27Page 212
وَٱلَّذِينَ كَسَبُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ جَزَآءُ سَيِّئَةِۭ بِمِثۡلِهَا وَتَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٞۖ مَّا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِنۡ عَاصِمٖۖ كَأَنَّمَآ أُغۡشِيَتۡ وُجُوهُهُمۡ قِطَعٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِ مُظۡلِمًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٢٧
But they who have earned [blame for] evil doings - the recompense of an evil deed is its equivalent, and humiliation will cover them. They will have from Allāh no protector. It will be as if their faces are covered with pieces of the night - so dark [are they]. Those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally.
"Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Mereka tidak memiliki seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang ge-lap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalam-nya." (Yunus: 27).
(27) Manakala Allah menyebutkan penduduk Surga, maka Dia menyebutkan penghuni Neraka, lalu Dia menyebutkan bahwa barang dagangan mereka yang mereka dapatkan di dunia adalah amal-amal buruk yang mengundang murka Allah berupa berbagai macam kekufuran, pendustaan dan kemaksiatan, maka balasan mereka adalah keburukan sepertinya yakni balasan yang menye-dihkan mereka menurut keburukan yang mereka lakukan sesuai dengan perbedaan keadaan mereka, ﴾ وَتَرۡهَقُهُمۡ ﴿ "Dan mereka ditutupi", maksudnya dinaungi ﴾ ذِلَّةٞۖ ﴿ "kehinaan" di hati mereka dan ketakutan terhadap azab Allah, tidak ada yang melindungi mereka darinya dan tidak ada yang membentengi. Kehinaan batin itu merembet kepada lahir mereka, maka wajah mereka menghitam,﴾ كَأَنَّمَآ أُغۡشِيَتۡ وُجُوهُهُمۡ قِطَعٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِ مُظۡلِمًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah peng-huni Neraka, mereka kekal di dalamnya." Berapa (jauh) beda antara kedua golongan? Betapa jauhnya jurang antara keduanya. ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ 22 إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ 23 وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذِۭ بَاسِرَةٞ 24 تَظُنُّ أَن يُفۡعَلَ بِهَا فَاقِرَةٞ 25 ﴿ "Wajah-wajah (orang-orang Mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnya-lah mereka melihat. Dan wajah-wajah (orang-orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat." (Al-Qiyamah: 22-25). ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ مُّسۡفِرَةٞ 38 ضَاحِكَةٞ مُّسۡتَبۡشِرَةٞ 39 وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ عَلَيۡهَا غَبَرَةٞ 40 تَرۡهَقُهَا قَتَرَةٌ 41 أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَفَرَةُ ٱلۡفَجَرَةُ 42 ﴿ "Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan gembira ria. Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka." ('Abasa: 38-42).
10:28–30Page 212
وَيَوۡمَ نَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعٗا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ مَكَانَكُمۡ أَنتُمۡ وَشُرَكَآؤُكُمۡۚ فَزَيَّلۡنَا بَيۡنَهُمۡۖ وَقَالَ شُرَكَآؤُهُم مَّا كُنتُمۡ إِيَّانَا تَعۡبُدُونَ ٢٨
And [mention, O Muḥammad], the Day We will gather them all together - then We will say to those who associated others with Allāh, "[Remain in] your place, you and your 'partners.'"1 Then We will separate them,2 and their "partners" will say, "You did not used to worship us,3
فَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدَۢا بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ إِن كُنَّا عَنۡ عِبَادَتِكُمۡ لَغَٰفِلِينَ ٢٩
And sufficient is Allāh as a witness between us and you that we were of your worship unaware."
هُنَالِكَ تَبۡلُواْ كُلُّ نَفۡسٖ مَّآ أَسۡلَفَتۡۚ وَرُدُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ مَوۡلَىٰهُمُ ٱلۡحَقِّۖ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٣٠
There, [on that Day], every soul will be put to trial for what it did previously, and they will be returned to Allāh, their master, the Truth, and lost from them is whatever they used to invent.
"(Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan me-reka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Rabb), 'Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu.' Lalu Kami pisahkan mereka, dan berkatalah se-kutu-sekutu mereka, 'Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami. Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, bahwa kami tidak tahu menahu tentang penyembahanmu (kepada kami).' Di tempat itu (Padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu, dan mereka dikembalikan kepada Allah, Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan." (Yunus: 28-30).
(28) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ نَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعٗا ﴿ "(Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya." Maksudnya, kami mengumpulkan seluruh makhluk untuk pertemuan pada hari yang telah ditentukan, Kami hadirkan orang-orang musyrik dan tuhan yang mereka sembah selain Allah, ﴾ ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ مَكَانَكُمۡ أَنتُمۡ وَشُرَكَآؤُكُمۡۚ ﴿ "kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Rabb), 'Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu'." Mak-sudnya, tetaplah di tempatmu agar bisa diambil keputusan antara dirinya dengan dirimu. ﴾ فَزَيَّلۡنَا بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Lalu Kami pisahkan mereka", yakni Kami pisahkan mereka secara fisik dan hati, maka terjadilah di antara mereka permusuhan yang kuat setelah sebelumnya di dunia mereka memberikan cinta dan kasih yang tulus. Kecintaan dan pertemanan itu berubah menjadi permusuhan dan kebencian. Sekutu-sekutu mereka berlepas diri dari mereka dan berkata, ﴾ مَّا كُنتُمۡ إِيَّانَا تَعۡبُدُونَ ﴿ "Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami", karena kami menyucikan Allah dari sekutu atau rekanan.
(29) ﴾ فَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدَۢا بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ إِن كُنَّا عَنۡ عِبَادَتِكُمۡ لَغَٰفِلِينَ ﴿ , "Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, bahwa kami tidak tahu menahu tentang penyembahanmu (kepada kami)." Kami tidak meme-rintahkanmu dengannya dan kami pun tidak mengajakmu kepa-danya. Kamu hanyalah menyembah makhluk yang mengajakmu kepada itu, yaitu setan sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ 60 ﴿ "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu." (Yasin: 60). Dan Allah تعالى berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعٗا ثُمَّ يَقُولُ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ أَهَٰٓؤُلَآءِ إِيَّاكُمۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ 40 قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِمۖ بَلۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٱلۡجِنَّۖ أَكۡثَرُهُم بِهِم مُّؤۡمِنُونَ 41 ﴿ "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, 'Apakah mereka dahulu menyembah kepadamu?' Malaikat-malaikat itu menjawab, 'Maha-suci Engkau, Engkau-lah Pelindung kami, bukan mereka, bahkan mereka telah menyembah jin, kebanyakan mereka beriman kepada jin itu'." (Saba': 40-41). Para malaikat yang mulia, para Nabi, para wali dan lain-lain pada Hari Kiamat berlepas diri dari siapa yang menyembahnya. Mereka tidak mengakui bahwa mereka telah mengajak manusia agar menyembahnya, dan mereka itu adalah orang yang benar lagi baik dalam hal itu.
(30) Pada saat itu, orang-orang musyrik menyesal dengan penyesalan yang tidak mungkin digambarkan. Mereka mengetahui kadar amal yang mereka lakukan dan sifat buruk yang mereka be-rikan. Pada hari itu jelaslah bagi mereka bahwa mereka adalah para pendusta dan bahwa mereka adalah orang-orang yang mengada-ada atas nama Allah. Ibadah mereka sesat, sesembahan mereka terkikis, segala sebab dan sarana telah terputus. Oleh karena itu, Allah تعالى berfirman, ﴾ هُنَالِكَ ﴿ "Di tempat itu", maksudnya pada hari itu ﴾ تَبۡلُواْ كُلُّ نَفۡسٖ مَّآ أَسۡلَفَتۡۚ ﴿ "tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu." Mereka mencari-cari amal perbuatan dan hasil usahanya lalu menantikan balasan. Ia dibalas dengan balasan yang sesuai, jika baik maka baik, jika buruk maka buruk.﴾ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴿ "Dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan." Yaitu ucapan mereka tentang kebenaran syirik yang mereka pegang, dan bahwa tuhan yang mereka sembah selain Allah memberi me-reka manfaat dan menangkis azab dari mereka.
10:31–33Page 212
قُلۡ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أَمَّن يَمۡلِكُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَمَن يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَيُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُۚ فَقُلۡ أَفَلَا تَتَّقُونَ ٣١
Say, "Who provides for you from the heaven and the earth? Or who controls hearing and sight and who brings the living out of the dead and brings the dead out of the living and who arranges [every] matter?" They will say, "Allāh," so say, "Then will you not fear Him?"
فَذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمُ ٱلۡحَقُّۖ فَمَاذَا بَعۡدَ ٱلۡحَقِّ إِلَّا ٱلضَّلَٰلُۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ٣٢
For that is Allāh, your Lord, the Truth. And what can be beyond truth except error? So how are you averted?
كَذَٰلِكَ حَقَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى ٱلَّذِينَ فَسَقُوٓاْ أَنَّهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ٣٣
Thus the word [i.e., decree] of your Lord has come into effect upon those who defiantly disobeyed - that they will not believe.
"Katakanlah, 'Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pende-ngaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?' Maka mereka akan menjawab, 'Allah.' Maka katakanlah, 'Mengapa kamu tidak ber-takwa (kepadaNya)?' Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah, Rabb kamu yang sebenarnya, maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? Demikianlah telah tetap kalimat (hukuman) Rabbmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman." (Yunus: 31-33).
(31) Maksudnya, katakan kepada mereka yang menyeku-tukan Allah dengan sesuatu yang mana Dia (sendiri) tidak menu-runkan hujjah yang bisa dijadikan alasan atas mereka pada tauhid rububiyah yang mereka akui atas tauhid uluhiyah yang mereka ing-kari. ﴾ قُلۡ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Katakanlah, 'Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi'," dengan menurunkan rizki dari langit dan mengeluarkan macam-macamnya dari bumi dan memu-dahkan sebab-sebabnya padanya? ﴾ أَمَّن يَمۡلِكُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ ﴿ "Atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan." Maksudnya, siapa yang menciptakan keduanya dan Dia sekaligus pemiliknya? Keduanya disebut secara khusus untuk mengingatkan yang lebih utama dengan yang utama dan karena kemuliaan dan manfaatnya yang sempurna. ﴾ وَمَن يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati." Seperti menumbuhkan bermacam-macam pohon dan tumbuh-tumbuhan dari biji-bijian, mengeluarkan orang Mukmin dari kafir, burung dari telur dan lain-lain? ﴾ وَيُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّ ﴿ "Dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup." Kebalikan dari yang sebelumnya? ﴾ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَۚ ﴿ "Dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Di langit dan di bumi? Ini mencakup seluruh bentuk pengaturan Ilahiyah. Jika kamu menanyakan itu kepada mereka, ﴾ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُۚ ﴿ "maka mereka akan menjawab, 'Allah'." Karena mereka mengakui semua itu bahwa Allah tidak memiliki sekutu dalam segala hal tersebut. ﴾ فَقُلۡ ﴿ "Maka katakanlah", kepada mereka sebagai pelaziman argumentasi-mu, ﴾ أَفَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?" Apakah demi Allah kamu mengikhlaskan ibadah hanya kepadaNya tanpa sekutu bagiNya dan membuang sekutu-sekutu dan Rabb-rabb lain yang kamu sembah selain Allah?
(32) ﴾ فَذَٰلِكُمُ ﴿ "Maka (Dzat yang demikian) itu", yang menyifati diriNya dengan sifat yang disebutkan, ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمُ ﴿ "itulah Allah Rabb-mu." Yakni yang dipertuhankan lagi disembah, yang dipuji, yang melindungi semua makhluk dengan nikmatNya. Dia adalah ﴾ ٱلۡحَقُّۖ فَمَاذَا بَعۡدَ ٱلۡحَقِّ إِلَّا ٱلضَّلَٰلُۖ ﴿ "yang sebenarnya, maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan." Karena Allah yang memegang hak Pencip-taan dan Pengaturan terhadap segala sesuatu. Tidak ada satu nikmat pun pada manusia melainkan dariNya. Tidak ada yang mendatang-kan kebaikan kecuali Dia. Tidak ada yang menolak keburukan ke-cuali Dia, Pemilik Asma`ul Husna dan sifat-sifat yang sempurna yang agung lagi mulia dan terpuji. ﴾ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ﴿ "Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?" Dari penghambaan kepada Dzat yang sifatNya demikian kepada penghambaan kepada yang tidak memiliki -dari keberadaannya- kecuali ketiadaan. Tidak memiliki (untuk dirinya sendiri) manfaat, mudarat, kematian, kehidupan dan kebangkitan, tidak memiliki kekuasaan sedikit pun, tidak memiliki sekutu dari segi manapun dan tidak ada syafa'at di sisiNya kecuali dengan izin dariNya.
(33) Celakalah orang yang menyekutukan sesuatu dengan-Nya. Binasalah orang yang kafir kepadaNya, mereka kehilangan akal setelah kehilangan agama, bahkan kehilangan dunia dan akhi-ratNya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ حَقَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى ٱلَّذِينَ فَسَقُوٓاْ أَنَّهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Demikianlah telah tetap kalimat (hukuman) Rabbmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman", setelah Allah menunjukkan kepada mereka ayat-ayat yang jelas dan bukti-bukti yang gamblang yang cukup menjadi pelajaran bagi ulil albab, nasihat bagi orang-orang yang bertakwa dan petunjuk bagi alam semesta.
10:34–36Page 213
قُلۡ هَلۡ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥۚ قُلِ ٱللَّهُ يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥۖ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ ٣٤
Say, "Are there of your 'partners' any who begins creation and then repeats it?" Say, "Allāh begins creation and then repeats it, so how are you deluded?"
قُلۡ هَلۡ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلۡحَقِّۚ قُلِ ٱللَّهُ يَهۡدِي لِلۡحَقِّۗ أَفَمَن يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلۡحَقِّ أَحَقُّ أَن يُتَّبَعَ أَمَّن لَّا يَهِدِّيٓ إِلَّآ أَن يُهۡدَىٰۖ فَمَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ ٣٥
Say, "Are there of your 'partners' any who guides to the truth?" Say, "Allāh guides to the truth. So is He who guides to the truth more worthy to be followed or he who guides not unless he is guided? Then what is [wrong] with you - how do you judge?"
وَمَا يَتَّبِعُ أَكۡثَرُهُمۡ إِلَّا ظَنًّاۚ إِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغۡنِي مِنَ ٱلۡحَقِّ شَيۡـًٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا يَفۡعَلُونَ ٣٦
And most of them follow not except assumption. Indeed, assumption avails not against the truth at all. Indeed, Allāh is Knowing of what they do.
"Katakanlah, 'Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?' Katakanlah, 'Allah-lah yang memulai Penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali, maka bagaimana bisa (terjadi) kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?' Katakanlah, 'Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?' Kata-kanlah, 'Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran.' Maka apa-kah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagai-manakah kamu mengambil keputusan? Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persang-kaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Yunus: 34-36).
(34) Allah تعالى berfirman menjelaskan kelemahan tuhan-tuhan orang musyrik, dan bahwa ia tidak memiliki sifat-sifat yang membuatnya layak dipertuhankan bersama Allah, ﴾ قُلۡ هَلۡ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ﴿ "Katakanlah, 'Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk'," yakni menciptakannya ﴾ ثُمَّ يُعِيدُهُۥۚ ﴿ kemu-dian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?" Ini adalah perta-nyaan dengan makna penetapan dan penafian, maksudnya tak satu pun dari mereka yang menciptakan dan mengembalikan makhluk, ia lebih lemah dan lebih tidak mampu daripada itu. ﴾ قُلِ ٱللَّهُ يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥۖ ﴿ "Katakanlah, 'Allah-lah yang memulai Penciptaan makhluk, ke-mudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali'," tanpa sekutu dan tanpa pembantu dalam hal itu. ﴾ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ ﴿ "Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?" Yakni kamu di-palingkan dan dibelokkan dari penghambaan kepada Dzat yang memulai penciptaan dan mengembalikanNya kepada yang tidak menciptakan apa pun bahkan ia yang diciptakan.
(35) ﴾ قُلۡ هَلۡ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلۡحَقِّۚ ﴿ "Katakanlah, 'Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?'" Dengan men-jelaskannya, menunjukkannya, mengilhamkannya dan memberikan taufik kepadanya. ﴾ قُلِ ٱللَّهُ ﴿ "Katakanlah, 'Allah-lah'," hanya Dia semata, ﴾ يَهۡدِي ﴿ "yang menunjuki", kepada kebenaran dengan dalil-dalil, bukti-bukti, ilham, taufik dan pertolongan untuk meniti jalan yang lurus. ﴾ أَمَّن لَّا يَهِدِّيٓ إِلَّآ أَن يُهۡدَىٰۖ ﴿ "Ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk?" Karena kebodohan dan kesesatannya, ia adalah sekutu-sekutu mereka yang tidak mendapat petunjuk dan tidak memberi petunjuk kecuali jika ia diberi petunjuk. ﴾ فَمَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ ﴿ "Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaima-nakah kamu mengambil keputusan?" Maksudnya apa yang membuat-mu mengambil keputusan batil ini dengan menetapkan kebenaran beribadah kepada seseorang bersama Allah setelah munculnya hujjah dan bukti bahwa tidak ada yang berhak atas ibadah kecuali hanya Allah semata? Jika telah terbukti bahwa tuhan-tuhan yang mereka sembah tidak memiliki sifat-sifat ma'nawi dan fi'li yang membuatnya berhak untuk disembah bersama Allah, justru ia me-miliki kekurangan-kekurangan yang membuktikan kebatilan ke-tuhanannya, maka dengan dasar apa ia dijadikan sebagai tuhan bersama Allah?
(36) Jawabannya adalah bahwa itu termasuk bisikan setan kepada manusia, ia menghiasi kedustaan terburuk dan kesesatan tersesat sampai manusia meyakini hal itu, mengakrabinya dan men-duganya benar, padahal ia bukan apa-apa. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَۚ ﴿ "Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidak-lah mengikuti (suatu keyakinan)." (Yunus: 66). Maksudnya, sebenarnya mereka tidak mengikuti sekutu-se-kutu bagi Allah, karena pada dasarnya Allah tidak memiliki sekutu sama sekali baik secara aql maupun naql, mereka hanyalah mengikuti dugaan. ﴾ إِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغۡنِي مِنَ ٱلۡحَقِّ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran." Mereka menamakan-nya Rabb dan menyembahnya bersama Allah. ﴾ إِنۡ هِيَ إِلَّآ أَسۡمَآءٞ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٍۚ ﴿ "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyang-mu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu." (An-Najm: 23). ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." Dia akan membalas mereka dengan hukuman yang berat.
10:37–41Page 213
وَمَا كَانَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ أَن يُفۡتَرَىٰ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِن تَصۡدِيقَ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا رَيۡبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٣٧
And it was not [possible] for this Qur’ān to be produced by other than Allāh, but [it is] a confirmation of what was before it and a detailed explanation of the [former] Scripture, about which there is no doubt,1 from the Lord of the worlds.
أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ قُلۡ فَأۡتُواْ بِسُورَةٖ مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُواْ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٣٨
Or do they say [about the Prophet (ﷺ)], "He invented it?" Say, "Then bring forth a sūrah like it and call upon [for assistance] whomever you can besides Allāh, if you should be truthful."
بَلۡ كَذَّبُواْ بِمَا لَمۡ يُحِيطُواْ بِعِلۡمِهِۦ وَلَمَّا يَأۡتِهِمۡ تَأۡوِيلُهُۥۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلظَّٰلِمِينَ ٣٩
Rather, they have denied that which they encompass not in knowledge and whose interpretation has not yet come to them. Thus did those before them deny. Then observe how was the end of the wrongdoers.
وَمِنۡهُم مَّن يُؤۡمِنُ بِهِۦ وَمِنۡهُم مَّن لَّا يُؤۡمِنُ بِهِۦۚ وَرَبُّكَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُفۡسِدِينَ ٤٠
And of them are those who believe in it, and of them are those who do not believe in it. And your Lord is most knowing of the corrupters.
وَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل لِّي عَمَلِي وَلَكُمۡ عَمَلُكُمۡۖ أَنتُم بَرِيٓـُٔونَ مِمَّآ أَعۡمَلُ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تَعۡمَلُونَ ٤١
And if they deny you, [O Muḥammad], then say, "For me are my deeds, and for you are your deeds. You are disassociated from what I do, and I am disassociated from what you do."
"Tidaklah mungkin al-Qur`an ini dibuat oleh selain Allah, akan tetapi (al-Qur`an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebe-lumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam. Atau (patutkah) mereka mengatakan, 'Muhammad membuat-buatnya.' Katakanlah, '(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.' Bahkan yang sebenar-nya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal penjelasannya belum datang kepada mereka. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah men-dustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zhalim itu. Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada al-Qur`an, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Rabbmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika mereka men-dustakanmu, maka katakanlah, 'Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan'." (Yu-nus: 37-41).
(37) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَمَا كَانَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ أَن يُفۡتَرَىٰ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Tidaklah mungkin al-Qur`an ini dibuat oleh selain Allah", maksudnya mustahil, tidak bisa dibayangkan al-Qur`an ini dibuat oleh selain Allah karena ia adalah kitab yang agung, tiada kebatilan yang hadir dari depan dan belakangnya. Ia diturunkan dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Mahaterpuji, ia adalah kitab di mana seandainya jin dan manusia berkumpul untuk membuat yang sepertinya niscaya mereka tidak mampu membuat yang sepertinya meskipun sebagian dari mereka menolong sebagian yang lain, ia adalah kitab yang dengannya Rabbul 'alamin berfirman, bagaimana mungkin ada makhluk yang bisa berbicara sepertinya atau yang mendekatinya sementara ucapan itu menginduk kepada kebesaran dan sifat pembicara? Jika ada se-seorang yang menandingi Allah dalam kebesaranNya dan sifat-sifat kesempurnaanNya, maka dia mungkin menghadirkan seperti al-Qur`an ini. Seandainya kita berandai-andai bahwa ada orang yang berdusta atas nama Allah Rabbul 'alamin, niscaya Dia akan segera menghukum dan mengazabnya. Akan tetapi Allah menurunkan kitab ini sebagai rahmat bagi alam semesta dan sebagai hujjah atas seluruh manusia. Dia menu-runkannya ﴾ تَصۡدِيقَ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ ﴿ "untuk membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya", dari kitab-kitab Samawi yakni dengan menyetujui dan membenarkan kesaksian dan berita gembira tentang turunnya maka ia pun terjadi seperti yang diberitakan, ﴾ وَتَفۡصِيلَ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "dan menjelas-kan hukum-hukum yang telah ditetapkannya;" halal, haram, hukum-hukum diniyah, qadariyah dan berita-berita yang benar.﴾ لَا رَيۡبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb se-mesta alam", tanpa sedikit pun kebimbangan di dalamnya dari sudut pandang apa pun, ia adalah kebenaran yang yakin, diturunkan dari Rabbul 'alamin yang mengatur seluruh makhluk dengan nikmatNya. Dan di antara pengaturanNya yang besar adalah diturunkanNya kitab yang berisi kemaslahatan diniyah dan duniawiyah mereka yang mengandung kesempurnaan akhlak dan kebaikan amal.
(38) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ﴿ "Atau (patutkah) mereka mengatakan", yakni orang-orang yang mendustakannya dengan kesombongan dan pe-nentangan, ﴾ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Muhammad membuat-buatnya", dengan berdusta atas nama Allah. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", dengan menyuruh sesuatu kepada mereka, jika mereka mampu maka apa yang mereka klaim itu memungkinkan, jika tidak maka ucapan mereka adalah kebatilan. ﴾ فَأۡتُواْ بِسُورَةٖ مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُواْ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar," yang membantumu menghadirkan satu surat yang sama dengannya. Ini mustahil, kalau mungkin tentulah mereka telah menyatakan mampu melakukan itu dan tentulah mereka menghadirkan sepertinya, akan tetapi ketika ketidakmampuan mereka terbukti, maka terbuktilah bahwa yang mereka katakan itu adalah batil tanpa berdasar sama sekali.
(39) Yang membuat mereka mendustakan al-Qur`an yang mengandung kebenaran yang tiada kebenaran di atasnya adalah bahwa mereka belum mengetahui dengan sempurna. Seandainya mereka mengetahuinya dengan sempurna dan memahaminya dengan baik niscaya mereka akan membenarkannya. Begitu pula sampai sekarang penjelasannya belum datang kepada mereka di mana Allah menjanjikan akan menurunkan azabNya dan menimpa-kan siksaNya kepada mereka, pendustaan yang keluar dari mereka ini sama dengan pendustaan orang-orang yang sebelum mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman,﴾ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendus-takan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zhalim itu." Yaitu kebinasaan yang tak menyisakan seorang pun dari mereka, hendaklah mereka mewaspadai jika mereka terus menerus mendustakannya yang akibatnya adalah turunnya azab kepada mereka seperti yang telah turun kepada orang-orang yang mendus-takan sebelum mereka. Ini mengandung dalil atas anjuran berhati-hati dalam setiap perkara, bahwa setiap orang jangan menerima atau menolak sesuatu sebelum mengetahuinya dengan baik.
(40) ﴾ وَمِنۡهُم مَّن يُؤۡمِنُ بِهِۦ ﴿ "Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada al-Qur`an", maksudnya beriman dengan al-Qur`an dan sesuatu yang dibawanya. ﴾ وَمِنۡهُم مَّن لَّا يُؤۡمِنُ بِهِۦۚ وَرَبُّكَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُفۡسِدِينَ ﴿ "Dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Rabb-mu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan." Yaitu orang-orang yang tidak beriman kepadanya dengan dasar kezha-liman, penentangan dan kerusakan, maka Dia akan membalas ke-rusakan mereka dengan azab yang paling berat.
(41) ﴾ وَإِن كَذَّبُوكَ ﴿ "Jika mereka mendustakan kamu", maka terus-lah berdakwah, urusan mereka bukan tanggunganmu, urusanmu pun bukan tanggung jawab mereka, masing-masing mempunyai pekerjaan sendiri-sendiri. ﴾ فَقُل لِّي عَمَلِي وَلَكُمۡ عَمَلُكُمۡۖ أَنتُم بَرِيٓـُٔونَ مِمَّآ أَعۡمَلُ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Maka katakan-lah, 'Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap sesuatu yang aku kerjakan, dan aku pun berlepas diri terhadap sesuatu yang kamu kerjakan'." Seperti Firman Allah, ﴾ مَّنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا فَلِنَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡهَاۗ ﴿ "Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri." (Fushshilat: 46).
10:42–44Page 213
وَمِنۡهُم مَّن يَسۡتَمِعُونَ إِلَيۡكَۚ أَفَأَنتَ تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ وَلَوۡ كَانُواْ لَا يَعۡقِلُونَ ٤٢
And among them are those who listen to you. But can you cause the deaf to hear [i.e., benefit from this hearing], although they will not use reason?
وَمِنۡهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيۡكَۚ أَفَأَنتَ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ وَلَوۡ كَانُواْ لَا يُبۡصِرُونَ ٤٣
And among them are those who look at you. But can you guide the blind although they will not [attempt to] see?
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ ٱلنَّاسَ شَيۡـٔٗا وَلَٰكِنَّ ٱلنَّاسَ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ٤٤
Indeed, Allāh does not wrong the people at all, but it is the people who are wronging themselves.
"Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti. Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu. Apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan. Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zha-lim kepada diri mereka sendiri." (Yunus: 42-44).
(42) Allah mengabarkan sebagian dari para pendusta Ra-sulullah dan sesuatu yang dia bawa. ﴾ وَمِنۡهُم مَّن يَسۡتَمِعُونَ ﴿ "Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu." Maksudnya, mendengarkan kepada Nabi pada saat membaca wahyu, bukan untuk mengambil petunjuk, akan tetapi untuk mencari celah (kesalahan), mendusta-kan dan mencari-cari ketergelinciran. Mendengar seperti ini tidak berguna sedikit pun dan pelakunya tidak akan mendapatkan ke-baikan, maka tidak aneh jika pintu taufik tertutup bagi mereka, dan mereka tidak mendapatkan faidah mendengar. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ أَفَأَنتَ تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ وَلَوۡ كَانُواْ لَا يَعۡقِلُونَ ﴿ "Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti." Per-tanyaan ini berarti penafian yang menetapkan, yakni kamu tidak dapat membuat orang yang tuli itu mendengarmu meski kamu bisa mengeraskan suaramu, lebih-lebih jika dia kehilangan akalnya. Jika tidak mungkin bisa membuat orang tuli yang tidak memahami Ka-lamullah untuk mendengar, maka orang-orang yang mendustakan itupun demikian. Kamu tidak akan mampu membuat mereka men-dengar dengan pendengaran yang bermanfaat. Adapun sekedar kamu memperdengarkan tegaknya hujjah, maka mereka telah men-dengar sesuatu yang dengannya hujjah Allah yang mendalam bisa tegak. Ini adalah jalan ilmu yang agung yang telah tertutup dari mereka yaitu jalan mendengar yang berkaitan dengan berita.
(43) Kemudian Allah menyebutkan tertutupnya jalan yang kedua yaitu jalan penglihatan, Dia berfirman, ﴾ وَمِنۡهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيۡكَۚ ﴿ "Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu", tetapi penglihatan-nya kepadamu tidak berguna baginya dan tidak mengungkap apa pun dari keadaanmu. Sebagaimana kamu tidak memberi petunjuk kepada orang buta yang tidak bisa melihat maka kamu pun tidak bisa memberi petunjuk kepada mereka. Jika akal, pendengaran dan penglihatan mereka rusak yang mana semua itu adalah jalan yang mengantarkan kepada ilmu dan pengetahuan tentang hakikat, maka di manakah jalan yang mengantarkan mereka kepada kebenaran? FirmanNya, ﴾ وَمِنۡهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيۡكَۚ أَفَأَنتَ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ وَلَوۡ كَانُواْ لَا يُبۡصِرُونَ ﴿ "Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan", menunjukkan bahwa melihat keadaan, petun-juk, akhlak, perbuatan dan dakwah Nabi adalah salah satu bukti terbesar atas kebenarannya dan kebenaran sesuatu yang dibawanya, ia cukup bagi orang yang melek dari melihat dalil yang lainnya.
(44) FirmanNya, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ ٱلنَّاسَ شَيۡـٔٗا ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim kepada manusia sedikit pun", tidak menambah keburukannya dan tidak mengurangi kebaikannya. ﴾ وَلَٰكِنَّ ٱلنَّاسَ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ﴿ "Akan tetapi manusia itulah yang berbuat zhalim kepada diri me-reka sendiri." Kebenaran datang kepada mereka tetapi mereka meno-laknya maka setelah itu Allah menghukumnya dengan mengunci hatinya, menutup pendengaran dan penglihatannya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences